Artikelilmiahs

Menampilkan 14.781-14.800 dari 49.719 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1478118097C1L013044GOOD GOVERNANCE ON THE MANAGEMENT OF VILLAGE FUND IN GENTASARI VILLAGE KROYA SUBDISTRICT
CILACAP REGENCY
Jumlah transfer Dana Desa yang meningkat dari tahun ke tahun menimbulkan tuntutan akan Good Governance di level Pemerintah Desa dalam rangka pertanggungjawaban terhadap dana yang berjumlah ratusan juta rupiah dari transfer Dana Desa. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa pelaksanaan pengelolaan dana desa dan mencoba untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat menyebabkan kesalahan atau kecurangan. Penelitian ini dilakukan di Desa Gentasari. Menggunakan penelitian deskriptif kualitatif untuk menggambarkan gambaran yang sebenarnya dari fenomena yang terjadi dalam proses akuntansi pengelolaan dana desa, khususnya Dana Desa di pemerintahan desa. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologis untuk menjelaskan secara spesifik, untuk mengidentifikasi fenomena melalui bagaimana yang dirasakan oleh aktor dalam situasi.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses perencanaan dana desa di Gentasari memenuhi beberapa kriteria good governance seperti partisipasi, transparansi, responsif dan orientasi konsensus melalui musyawarah pembangunan desa. Visi strategis ditunjukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa. Pelaksanaan dana desa di Gentasari diprioritaskan untuk mendanai pembangunan fisik. Sementara itu, transparansi terbatas dalam bentuk mulut ke mulut. pemerintah desa mencoba untuk mengakomodasi aspirasi warga untuk memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Kepatuhan perangkat desa dengan peraturan, mereka telah mencoba untuk mematuhi peraturan sebaik yang mereka bisa. Karena keterlambatan transfer dana desa dan surplus membuat implementasi dana desa menjadi kurang efektif dan efisien. Umumnya untuk administrasi dan akuntabilitas sudah terlaksana dengan baik tetapi kendala utama adalah pada kompetensi sumber daya manusia yang masih membutuhkan bantuan dari pemerintah yang lebih tinggi. Monitoring dan evaluasi dilakukan oleh BPD, Pemerintahan Kecamatan dan Dispermasdes. Hambatan dalam pengelolaan dana desa di Gentasari adalah penundaan transfer dana desa yang tentunya menghambat proses pembangunan desa. Hambatan kedua adalah kemampuan sumber daya manusia yang terbatas dalam mengelola dana desa.
The amount of village fund transfer is planned to increase years by years and creating demand of Good Governance in Village Governance to account for the hundreds of millions of rupiah received from village fund. The purpose of this study was to analysis on the implementation of village fund management and try to identify factors that may lead to errors or fraudulent. This research conducted in Gentasari Village. Using qualitative descriptive study to describe the actual picture of the phenomenon that occurred in the village fund management accounting process, in particular the village fund in the village governance. Using phenomenological approach to illuminate the specific, to identify phenomena through how they are perceived by the actors in a situation.

The result of this study show that planning process of village fund in Gentasari has meet several good governance criteria such as participation, transparency, responsiveness and consensus orientation through village development meeting. Strategic vision is shown in their middle term development plan. The implementation of village fund in Gentasari was prioritized to fund the physical development. The transparency is limited in the form of word to mouth. Village government try to accommodate villager aspirations to have same right to participate in development. The village officer compliance with the law they have tried to comply with the law as best as they can. Due to the delays of village fund transfers and the surplus make village fund implementation becomes less efficient and effective. Generally for administration and accountability is well conducted but the major obstacle is on the competencies of human resources who still need assistance from higher government. Monitoring and evaluation conducted by BPD, Subdistrict Governance and Dispermasdes. Obstacles in the management of village fund in Gentasari are delays of village fund transfer of course hamper village development process. Second obstacle is the limited capabilities of human resources in managing village fund.
1478218086C1C012036PENGARUH KUALITAS AKRUAL, KUALITAS AUDIT, UKURAN DEWAN KOMISARIS, DAN KARAKTERISTIK BANK TERHADAP PERINGKAT OBLIGASI PERBANKAN DI PASAR ASEANPenelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh kualitas akrual, kualitas audit, ukuran dewan komisaris dan karakteristik bank terhadap peringkat obligasi perbankan di pasar ASEAN.
Pengumpulan data penelitian ini menggunakan data sekunder. Data yang diperoleh adalah sebesar 88 dalam jangka 4 tahun (2011-2014/2012-2015). Peringkat obligasi pada penelitian ini diambil dari perusahaan pemeringkat Standard and Poor’s.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh signifikan antara kualitas akrual, ukuran dewan komisaris, dan CAR terhadap peringkat obligasi perbankan di pasar ASEAN..
This study aimed to investigate the effect of accruals quality, audit quality, board size and the characteristics of the bank to the bond rating of banks in the ASEAN market.
The data in this study is collected from secondary data. Data amount are 88 in 4 years period (2011-2014 / 2012-2015). Bond ratings in this study were taken from Standard and Poor's rating agency
The results of this study indicate that significant influence are accrual quality, board size, and the Capital Adequacy Ratio to the banking bond rating in the ASEAN market .
1478318098E1A112053PEMBATALAN SERTIPIKAT HAK GUNA BANGUNAN DITINJAU DARI ASPEK PROSEDURAL DAN SUBSTANSIAL ( Studi Putusan Nomor : 09/G/2011/PTUN-SMG )
ABSTRAK
PEMBATALAN SERTIPIKAT HAK GUNA BANGUNAN DITINJAU DARI ASPEK PROSEDURAL DAN SUBSTANSIAL
( Studi Putusan Nomor : 09/G/2011/PTUN-SMG )
Oleh :
FAIZAL IMAM PRAKOSA
E1A112053
Penelitian ini bersumber pada Putusan PTUN Semarang Nomor : 09/G/2011/PTUN-SMG, bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Untuk mengetahui dan menganalisis sahnya proses peralihan hak guna bangunan dari PT. Panca Arga Agung kepada perorangan sebagai dasar untuk penerbitan sertipikat objek sengketa dan Untuk mengetahui dan menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam menentukan pembatalan sertipikat objek sengketa ditinjau dari segi prosedural. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan.
Penggugat dalam perkara a quo yaitu Gunawan. S, dkk melawan Kepala Kantor Pertanahan Kota Salatiga yang disebut sebagai Tergugat, dan HERRY MULYADI, dkk disebut sebagai Tergugat II Intervensi. Objek sengketanya adalah Surat Keputusan Kepala Kantor Pertanahan Kota Salatiga berupa 8 ( Delapan) Sertifikat Atas nama Tergugat II intervensi.
Berdasarkan penelitian dan pembahasan maka pada intinya bahwa Tegugat telah melanggar syarat prosedur dan substansial dalam memberikan sertipikat kepada Tergugat II Intervensi. Dan pertimbangan hakim sudah tepat dalam mengadili sengketa a quo, dengan menyatakan Tergugat dalam menerbitkan objek sengketa tidak melakukan pengukuran dan pemetaan secara langsung ke lokasi yang dikeluarkannya objek sengketa.

ABSTRACT

CANCELLATION Certificate of VIEWED FROM THE ASPECT OF BUILDING FOR PROCEDURAL AND SUBSTANTIAL
(Study Decision Number: 09 / G / 2011 / PTUN-SMG)

by:
FAIZAL IMAM PRAKOSA
E1A112053

This research comes at Semarang Administrative Court Decision No. 09 / G / 2011 / PTUN-SMG, aims to identify and analyze to determine and analyze the validity of the transitional process of building rights from PT. Panca Arga Agung to individuals as the basis for the issuance of the certificate object of dispute and to know and analyze the legal reasoning of judges in determining the cancellation of the certificate object in terms of procedural disputes. This research used normative juridical research, with the approach of legislation.
Plaintiffs in the case a quo, namely Gunawan. S, et al against the Head of the Land Office of Salatiga called the Defendants, and HERRY MULYADI, et al referred to as Defendant II Intervention. The object of dispute is the Decree of the Head of the Land Office of Salatiga in the form of 8 (eight) Certificate on behalf of Defendant II intervention.
Based on the research and discussion in essence that Tegugat had violated terms of procedures and substantial in providing certificates to the Intervening Defendant II. And consideration of the judge was right in judging disputes quo, stating Defendant in issuing the object of dispute does not perform measurements and mapping directly to the location of the release of the object of dispute.
1478418099A1H008018Kajian Penggorengan Emping Melinjo Dengen Menggunakan Media Pasir, Kerikil dan Minyak GorengPenggorengan adalah salah satu cara memasak bahan makanan mentah (raw food) menjadi makanan matang menggunakan minyak goreng yang dipanaskan terlebih dahulu. Keuntungan penggorengan dengan minyak menghasilkan produk yang lebih renyah dan lebih gurih. Sedangkan salah satu permasalahannya yaitu, konsumsi minyak, terutama lemak jenuh dianggap penyebab resiko berbagai macam penyakit. Penggorengan tanpa minyak salah satunya dikenal dengan istilah goreng pasir panas (hot sand frying) dan salah satu keuntungannya produk tidak mengandung minyak goreng sehingga tidak mudah tengik. Untuk kekurangannya yaitu, produk yang digoreng harus bersifat kering. Tujuan penelitian yaitu, mengetahui perubahan kadar air emping melinjo, nilai serapan minyak dan tingkat kerenyahan emping melinjo.
Penelitian dilakukan di Laboratorium Mekanisasi Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto pada bulan Juni 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini (1) Menganalisis grafik hubungan antara kadar air dengan waktu selama proses penggorengan; (2) Menganalisis perubahan kadar air dengan Hukum Arrhenius; (3) Menganalisis serapan minyak, dan tingkat kerenyahan emping melinjo goreng media pasir, kerikil dan minyak.
Hasil yang diperoleh pada penelitian ini untuk perubahan kadar air, bentuk model matematikanya adalah
Mθpasir = Mi.exp[-0,014153{exp(-72,003/Tkelvin)θ}];
Mθkerikil = Mi.exp[-0,887985{exp(-2119/Tkelvin)θ}], dan
Mθminyak = Mi.exp[-47,29005{exp (-3160,1/Tkelvin)θ}].
Nilai penyerapan minyak untuk penggorengan emping melinjo suhu 180⁰C = 41,4408%; suhu 170⁰C = 40,3620% dan suhu 160⁰C = 35,7144%. Pengukuran kerenyahan pada penggorengan emping melinjo menggunakan media pasir 0,050 N/mm2, kerikil 0,034 N/mm2, dan minyak 0,020 N/mm2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, emping melinjo goreng pasir, kerikil, dan minyak bertesktur sangat renyah.
Frying is one of method to cook raw food being cooked food by heating cooking oil first. Advantages frying with oil to produce a more crisp and more savory. Meanwhile, one of the problems is: Consumption of oil, especially saturated fat is considered the cause of the risk of various diseases. One of the frying without oil is known as hot sand frying and one of the benefits the product does not contain cooking oil so it is not easy to rancidity. For its shortcomings, namely, the product should be dry fried. Research objectives, assess changes in moisture content of emping melinjo, oil absorption value, and emping melinjo crispness level.
The study was conducted at the Laboratory of Agricultural Engineering, Jenderal Soedirman University in June 2015. The method used in this study are (1) analyze charts the relationship between moiature content versus time during the frying process, (2) analyze the changes in the moisture content of the Arrhenius law, (3) analyze oil absorption, the level of crispness emping melinjo fried sand, gravel and oil.
The results obtained in this research for the changes in the water content, the mathematics models are
Mθpasir = Mi.exp[-0,014153{exp(-72,003/Tkelvin)θ}];
Mθkerikil = Mi.exp[-0,887985{exp(-2119/Tkelvin)θ}], dan
Mθminyak = Mi.exp[-47,29005{exp (-3160,1/Tkelvin)θ}].
Oil absorption values for frying emping melinjo termperature temperature180⁰C is 41,4408%; temperature 170⁰C is 40,3620% and temperature 160⁰C is 35,7144%. Measurement of crispness for frying emping melinjo using sand is0,050 N/mm2, gravel 0,034 N/mm2, and oil 0,020 N/mm2. It can be concluded that emping melinjo fried by using sand, gravel, and oil are very crispy.
1478518100D1E013147KADAR GLUKOSA DAN TRIGLISERIDA DARAH ITIK TEGAL YANG DISUPLEMENTASI FITOBIOTIK DAN PROBIOTIKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Glukosa dan Trigliserida darah itik Tegal umur 24 minggu yang disuplementasi fitobiotik dan probiotik. Materi penelitian menggunakan 80 ekor itik Tegal umur 19 minggu yang diberi perlakuan terdiri atas : Pakan Basal (P1), Pakan basal + Kunyit 4% (P2), Pakan basal + Temulawak 4% (P3) dan Pakan basal + Probiotik 2% (P4) selama 5 minggu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperiment dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Peubah yang diamati adalah kadar Glukosa dan Trigliserida darah itik Tegal betina. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan kadar Glukosa darah yaitu P1 = 130,4 ± 5,7 mg/dl, P2 = 136,0 ± 8,6 mg/dl, P3 = 133,2 ± 4,4 mg/dl, P4 = 104,4 ± 6,7 mg/dl. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penambahan fitobiotik dan probiotik berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar Glukosa darah. Hasil BNJ menunjukkan bahwa P4 (pakan basal + probiotik 2%) berbeda nyata lebih rendah terhadap perlakuan P1, P2, P3. Hasil penelitian terhadap kadar Trigliserida darah diperoleh rataan P1 = 217,142 ± 14,652 mg/dl, P2 = 202,858 ± 14,018 mg/dl, P3 = 222,856 ± 14,774 mg/dl, P4 = 222,858 ± 14,718 mg/dl. Hasil analisis variansi menunjukkan penambahan fitobiotik dan probiotik berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap Trigliserida Darah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan fitobiotik dan probiotik nyata dapat menurunkan kadar Glukosa darah dan menghasilkan kadar Trigliserida darah relatif sama dalam kisaran normal.The aim of this research was to study the blood level of glucose and triglycerides in Tegal ducks aged 24 weeks that were supplemented by phytobiotics and probiotic. Research materials used 80 Tegal ducks aged 19 weeks that received 4 different treatments, namely : control diet (P1) ; Control diet + Curcuma domestica 4% (P2) ; Control diet + Curcuma xanthorriza Roxb. 4% (P3) ; Control diet + probiotik 2% (P4) for 5 weeks. The research method was an experiment using the Completely Randomized Design (CRD). The variables observed were blood glucose and triglycerides in Tegal ducks. Data were analyzed using analysis of variance followed with Honesty Significant Difference Test (HSD Test). The means ± SD of blood glucose level in P1, P2, P3, P4 were 130.4 ± 5.7 mg/dl, 136.0 ± 8.6 mg/dl, 133.2 ± 4.4 mg/dl, 104.4 ± 6.7 mg/dl respectively. Results of variance analysis showed that the treatments significantly affected (P<0.05) blood glucose level. Results of HSD Test showed that P4 (basal feed + probiotik 2%) were significantly different from P1, P2 and P3. The means ± SD of blood triglycerides level in P1, P2, P3, P4 were 217.142 ± 14.652 mg/dl, 202.858 ± 14.018 mg/dl, 222.856 ± 14.774 mg/dl, 222.858 ± 14.718 mg/dl, respectively. The analysis of variance showed that there was no significant (P>0,05) effect of the treatments on blood triglycerids level. It could be concluded that supplementation of phytobiotics and probiotik to diet could reduce blood glucose and maintain blood triglycerides in the normal range.
1478618103C1C012063ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH
(Studi pada Satuan Kerja Perangkat Daerah di Kabupaten Banjarnegara)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kualitas sumber daya manusia terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah, pengaruh pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah, serta pengaruh pemahaman sistem akuntansi berbasis akrual terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah SKPD di Kabupaten Banjarnegara. Pemilihan sampel dengan metode Purposive Sampling, dengan jumlah responden 36 SKPD. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer. Teknik pengumpulan data yaitu menyebarkan kuesioner kepada kepala Sub-bagian Keuangan dan staf keuangan pada setiap SKPD. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian membuktikan bahwa kualitas sumber daya manusia tidak berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah, pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah, serta pemahaman sistem akuntansi berbasis akrual berpengaruh positif terhadap kualitas pelaporan keuangan pemerintah daerah. Hasil pengujian Adjusted R square menunjukkan bahwa pengaruh kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, dan pemahaman sistem akuntansi berbasis akrual terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah di Kabupaten Banjarnegara sebesar 68,4% sedangkan 31,6% dapat dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti.
The aim of this research is to examine the influence of the quality of human resources, utilization of information technology, and understanding of acrual based accounting system toward the quality of local government financial report.
Type of this research is quantitative methods with survey method. The population in this research is SKPD in Banjarnegara. Method of sampling technique used on this research is purposive sampling with the amount of samples was 36 respondents The data used in this research is primary data. Data collection techniques are distributing questionnaires to the head of Division of Finance and finance staff in each SKPD. The analytical method used is multiple linear regression analysis.
The result of this research showed that the variable of quality of human resources have no significant positive influence on quality of local government financial report , utilization of information technology, and understanding of acrual base accounting system have significant positive influence on quality of local government financial report. The result of adjusted R square showed that quality of human resources, utilization of information technology, and understanding of acrual based accounting system toward quality of local government financial reporting in Banjarnegaras is 68,4% whereas the remaining 31,6% can be explained by other factors not examined in this research.
1478718102C1G014137Pengaruh Konflik Peran, Ketidakjelasan Peran, Motivasi Kerja, dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Auditor Pada Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sumatera UtaraPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh konflik peran, ketidakjelasan peran, motivasi kerja, dan kepuasan kerja terhadap kinerja auditor. Responden dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja pada Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode pengambilan sampel menggunakan metode simpel random sampling. Hasil penelitian menunjukkan konflik peran, ketidakjelasan peran, motivasi kerja, dan kepuasan kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja auditor. Secara parsial, konflik peran dan kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja auditor, sedangkan ketidakjelasan peran dan motivasi kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja auditor. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa pengaruh variabel bebas terhadap kinerja auditor sebesar 46,3% sedangkan sisanya sebesar 53,7% dijelaskan oleh sebab-sebab lain diluar model regresi penelitian ini.
This study aim to examine the effect of role conflict, role ambiguity, work motivation, and job satisfaction towards auditor performance. Respondents in this study is the auditor who worked at BPKP Representative of North Sumatera. The tool for data collection using questionnaires. Sampling method is simple random sampling method. The results showed role conflict, role ambiguity, work motivation, and job satisfaction simultaneously have significant impact on auditor performance. Partially, role conflict and job satisfaction have significant impact on auditor performance, while role ambiguity and work motivation have no impact on auditor performance. The coefficient of determination shows that the independent variables affect auditor performance at 46,3% while the remaining 53,7% is explained by other causes beyond the study regression model.
1478818104D1E013212PENGARUH PENAMBAHAN PUTIH TELUR ITIK PADA BAKSO DAGING AYAM DENGAN TARAF YANG BERBEDA TERHADAP KADAR AIR DAN YIELDTujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar air dan yield bakso daging ayam dengan penambahan putih telur itik pada taraf yang berbeda. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging ayam 5000 gram, putih telur itik 75 gram, tepung tapioka 500 gram, garam 125 gram, es batu 500 gram, merica 25 gram, bawang putih 150 gram, dan bawang merah 100 gram. Metode yang digunakan adalah metode experimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Penambahan putih telur itik sebagai perlakuan, terdiri atas 4 taraf yaitu P0 = 0%, P1 = 1%, P2 = 2%, dan P3 = 3%. Variabel yang diamati adalah kadar air dan yield. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji Orthogonal Polynomial. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penambahan puth telur itik sampai dengan taraf 3% berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar air dan yield. Rataan kadar air P0 , P1, P2 dan P3 masing-masing 71,19%, 71, 58%, 71,93% dan 72.40%, sedangkan rataan yield P0 , P1, P2 dan P3 masing-masing yaitu 96,32%, 96,87%, 97,57% dan 97,76%. Hasil uji lanjut membentuk persamaan kadar air Y=71,17+0,4X (r=0,68) dan yield Y=96,38+0,5X (r=0,62). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan putih telur itik pada bakso daging ayam sampai taraf 3% dapat meningkatkan kadar air dan yield.The purpose of this study was to determine the moisture content and yield of chicken meatball with the addition of duck egg white at different levels. The material used were 5000 grams of chicken meat, 75 grams of duck egg white, 500 grams of tapioca flour, 125 grams of salt, 500 grams of ice cubes, 25 grams of pepper, 150 grams of garlic, and 100 grams of onion. The method used was the experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. The addition of duck egg white as treatments, consisting of four levels i.e. P0 = 0%, P1 = 1%, P2 = 2%, and P3 = 3%. The variables measured were moisture content and yield. Data were analyzed using analysis of variance and followed by Orthogonal Polynomial test. The results of analysis of variance showed that the addition of duck eggs white up to level 3% is significantly (P <0.05) against moisture content and yield. The average of moisture content P0, P1, P2 and P3 respectively 71.19%, 71, 58%, 71.93% and 72.40%, while the average of yield P0, P1, P2 and P3 respectively was 96,32%, 96,87%, 97,57% and 97,76%. The result of further test establish the moisture content equation Y = 71.17 + 0,4X (r = 0.68) and the yield Y = 96,38 + 0,5X (r = 0,62). The conclusion of this study was the addition of duck egg white into chicken meatballs up to level 3% can increase the moisture content and yield.
1478918105F1B011036KUALITAS PELAYANAN PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR DI DINAS PERHUBUNGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN BANYUMAS ( Quality of Service Testing of Motor Vehicles in Dinas Perhubungan Komunikasi Informatika Kabupaten Banyumas )Kualitas pelayanan merupakan hal penting untuk mewujudkan ketertiban umum. Pelayanan pengujian kendaraan bermotor yang kurang berkualitas akan menghasilkan ketidakpuasan masyarakat dalam melakukan pengujian serta akan menambah kendaraan tidak layak uji yang beroperasi di jalan raya. Hal tersebut berdampak pada rendahnya keselamatan, kelancaran, dan keamanan bagi pengguna jalan raya. Tujuan penenlitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor di Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data dan informasi dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara secara langsung, studi pustaka dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan berupa daftar pertanyaan untuk mengetahui persepsi masyarakat mengenai kualitas pelayanan yang dilakukan oleh petugas pengujian Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor di Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banyumas. Data selanjutnya dianalisis dengan tahapan kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Pelayanan pengujian kendaraan di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banyumas dinyatakan belum memenuhi standar, aspek pelayanan yang paling bagus dalam pengujian kendaraan bermotor di Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Banyumas adalah dimensi empati, sedangkan dimensi paling buruk dalam pelayanan pengujian kendaraan bermotor yaitu dimensi bukti fisik. Dimensi lainnya juga sudah baik, namun terdapat beberapa indikator yang tidak terpenuhi pada setiap aspeknya.Service quality was an important thing to realize the public order. Vehicle testing service that have a bad quality will produce public insatisfaction and increase the number of not feasible vehicles operated in high way. Those will ensure transportation unsafety, unfluency, and insecurity of road users. The research aimed to determine the quality of vehicle testing service of Department of Transportation, Communication and Information, Banyumas. The research was a qualitative study. Data and information were collected by observation, direct interview, book review, and documentation. Instrument used was a list of questions to determine people’s perceptions about service quality held by the testing officer of vehicle testing service of Department of Transportation, Communication and Information, Banyumas. Data were analyzed by several steps, included condensation, presentation, and conclusion. Vehicle Testing Services in the Department of Communication and Information Banyumas declared yet meet the standards, the best services aspect of Vehicle Testing Services was empathy dimension, while the worse dimensions was tangible. The other dimensions was good enough, however there were several indicators were not fulfilled its aspects.
1479018109E1A112006PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN TERHADAP PEREDARAN MAKANAN DAN MINUMAN KADALUWARSA MENURUT UNDANG - UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DI KABUPATEN PURBALINGGAProduk barang dan jasa yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia semakin lama semakin canggih, sehingga timbul kesenjangan terhadap kebenaran informasi dan daya tanggap konsumen. Dengan posisi konsumen yang lemah ini, produsen atau pelaku usaha akan dengan mudah memasarkan setiap barang dan atau jasa tanpa memperhatikan hak-hak konsumen. Saat ini banyak beredar makanan dan minuman kadaluwarsa, khususnya di Kabupaten Purbalingga. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui perlindungan hokum bagi konsumen terhadap peredaran makanan dan minuman kadaluwarsa berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen di Kabupaten Purbalingga.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normative dengan pendekatan perundang-undangan yang bersifat deskriptif. Sumber data penelitian ini menggunakan data sekunder dari bahan kepustakaan yang didukung dengan data primer dari hasil wawancara. Data diuraikan dengan bentuk teks naratif secara sistematis. Metode analisis data yang digunakan adalah normative kualitatif.
Hasil penelitian menjunjukan bahwa upaya Pemerintah dalam melindungi hak konsumen pengguna makanan dan minuman berkaitan dengan hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan sebagaimana dijelaskan Pasal 4 huruf (a) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen sudah dipenuhi oleh Pemerintah dengan membuat suatu peraturan sebagaimana dirumuskan dalam Permendag Nomor 20/M-Dag/Per/5/2009 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pengawasan Barang dan/atau Jasa. Upaya tersebut dilakukan dengan membina dan mengawasi segala macam urusan izin praktik yang berkaitan dengan Pelaku Usaha. Pembinaan dan Pengawasan dilakukan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi dengan cara memberikan pengarahan/penyuluhan kepada pelaku usaha.
Goods and services used to meet human needs more and more sophisticated, causing the gap to the truth of information and responsiveness consumers. With weak consumer position, manufacturers or businesses will easily market any goods or services without regard to the rights of consumers. Nowadays many outstanding food and drink expired, particularly in Purbalingga.
The research aimed to determine the legal protection for consumers against the circulation of food and drink expired pursuant to Act No. 8 of 1999 on Consumer Protection in Purbalingga. This research used normative juridical approach to legislation that is descriptive. Sources of data this study uses secondary data from the literature that is supported by primary data from interviews. Data elaborated with narrative texts in a systematic form. Data analysis method used is a qualitative normative
The results showed that the Government's efforts to protect consumer rights users food and beverage related to the right to the comfort, security, and safety, as described Article 4 (a) of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection has been fulfilled by the Government to create a rule as defined in the Regulation No. 20 / M-Dag / Per / 5/2009 regarding provisions and Procedures of Goods and / or Services. Efforts are made to develop and supervise all sorts of matters relating to the practice license business communities. Development and Supervision is done by the Department of Industry, Commerce and Cooperatives by providing guidance / counseling to entrepreneurs.
Keyword: Legal protection, consumer, food and beverage expired
1479117928A1C111035KAJIAN KOMPARASI PETANI PADI PENERIMA KREDIT LEMBAGA KEUANGAN MIKRO AGRIBISNIS DAN PETANI PADI MANDIRI DI KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMASKemiskinan yang terjadi di daerah perdesaan dilatarbelakangi oleh mayoritas masyarakat tani. Program berbasis pertanian dan perdesaan sangat dibutuhkan dalam mengatasi masalah kemiskinan. Salah satu program pemerintah yaitu program PUAP yang kemudian dikelola oleh Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA). LKMA berfungsi untuk memenuhi kebutuhan modal petani melalui sistem kredit. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui profil petani padi penerima kredit di LKMA dan petani mandiri di Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas 2) mengetahui besarnya pendapatan petani padi pengambil kredit dan petani padi mandiri 3) mengetahui perbedaan rentabilitas ekonomis usahatani padi antara petani pengambil kredit dengan petani mandiri.
Penelitian dilaksanakan secara survei di Desa Karangkemiri dan Karanggude Kulon Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan dari bulan April sampai Mei 2016. Metode penentuan sampel menggunakan metode sampel acak sederhana (simple random sampling) dengan jumlah responden 13 petani kredit dan 17 petani mandiri. Variabel yang diteliti meliputi alokasi penggunaan kredit, luas lahan garapan, biaya pupuk, biaya pestisida, biaya tenaga kerja, jumlah kredit, modal kerja, dana sharing, produktifitas, produk faktual, penerimaan petani, pendapatan. Perhitungan metode analisis meliputi analisis deskriptif, tabulasi, analisis usahatani dan uji-t.
Hasil dari penelitian menunjukan bahwa petani padi sebagian besar berada diusia non produktif dengan tingkat pendidikan yang tergolong rendah serta memiliki lahan garapan yang tergolong sempit. Pendapatan rata-rata perhektar petani mandiri lebih besar daripada petani penerima kredit LKMA dan uji-t menghasilkan nilai t-hitung lebih kecil dari t-tabel (0,730 ≤ 2,048) yang berarti Ho diterima, artinya tidak ada perbedaan antara pendapatan usahatani padi petani penerima kredit dan petani mandiri. Perbandingan rentabilitas ekonomis usahatani padi petani pengambil kredit LKMA dan petani mandiri diperoleh nilai t-hitung lebih kecil dari t-tabel (-2,231 < -2,048) yang berarti Ha diterima, yang artinya ada perbedaan nyata rentabilitas ekonomis usahatani padi petani penerima kredit LKMA dengan petani mandiri.

Kata kunci: pendapatan, petani, kredit, komparasi
Poverty in rural backdrop by the majority of farming communities. Agriculture and rural programs is very needed to reduce poverty. One of the government programs is PUAP and than manageable by Microfinance institutions agribusiness (LKMA). This research aims to: 1) knowing the profile of rice farmers in the credit receiver in LKMA and independent farmers in Karanglewas subdistrict Banyumas regency 2) knowing net income of rice farmers credit receiver and independent rice farmers 3) knowing the difference in economic profitability of rice farming between rice farmers credit receiver and independent farmers.
Research conducted survey in Karangkemiri and Karanggude Kulon village Karanglewas subdistrict Banyumas regency. This research was conducted from April to May 2016. The sampling method using a simple random sampling method with 13 rice farmers credit receiver and 17 independent farmers. Variables examined included the allocation of credit use, land use, cost of fertilizer, cost of pesticide, labor costs, the amount of credit, working capital, fund sharing, productivity, product factual, reception farmers, and net income. Calculation methods of analysis include descriptive analysis, tabulation, analysis of farming and t-test.
Results from the study showed that rice farmers are mostly non-productive age with relatively low levels of education and with narrow field. Average revenue per hectare independent farmers is greater than the credit recipient farmers LKMA and t-test produces t-count value is smaller than t-table (0.730 ≤ 2.048) it’s mean Ho accepted, there is no difference between the income of rice farmers credit receiver and independent farmers. Comparison of the economic profitability of rice farming farmer credit takers in LKMA and independent farmers obtained by value t count smaller than t-table (-2,231 < -2,048) it’s mean Ha accepted, there is a difference in significant between the economic profitability of farmers credit takers and independent farmers.

Keywords: income, farmers, credit, comparison
1479218111H1C013015PENGGUNAAN SENSOR PASSIVE INFRA RED (PIR), INFRARED DAN ULTRASONIK SEBAGAI PIRANTI DETEKSI OBJEK BERDASARKAN TINGGI DAN TEBAL OBJEK DENGAN METODE FUZZY BERBASIS ARDUINOPada saat ini banyak terjadi kasus pembobolan rumah atau kantor karena dalam kondisi kosong atau ditinggalkan. Sehingga perlu adanya sistem monitoring sederhana untuk memantau kondisi rumah atau kantor ketika ditinggal pergi. Sistem monitoring sederhana dapat memanfaatkan sensor yang menggunakan logika fuzzy kemudian mengirimkannya ke web menggunakan ESP8266. Pada penelitian ini peneliti merancang alat deteksi objek berdasarkan ketinggian dan ketebalan objek. Pertama sistem logika fuzzy akan menghasilkan kelasketinggian berdasarkan hasil deteksi sensor PIR dan infrared, serta kelasketebalan berdasarkan hasil sensor ultrasonik. Sehingga logika fuzzy akan menggabungkan dua parameter masukan menjadi sebuah informasi. Keluaran informasi dari sistem logika fuzzy ini akan diolah oleh mikrokontroler Arduino ATmega2560 kemudian dikirim ke sebuah web melalui ESP8266. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, untuk pengujian terhadap hardware jika dibandingkan dengan simulasi dan basis aturanya, kesimpulan objek yang dihasilkan sudah sesuai. Sedangkan untuk uji sistem secara keseluruhan dengan memberikan perlakuan yang berbeda kecepatan ke setiap objek memberikan hasil yang variatif. Untuk objek didiamkan nilai akurasi kesimpulannya mencapai 95-100%, untuk objek digerakkan pelan adalah 95-100%, untuk objek digerakkan sedang adalah 60-100%, dan untuk objek digerakkan cepat adalah 0-60%. Nilai akurasi sistem dipengaruhi dengan kecepatan objek dan panjang objek tersebut. Sistem ini juga telah mampu mengirim informasi objek ke sebuah web thingspeak.Nowadays, there are many burglary cases of unsupervised homes or offices. Therefore, simple monitoring system is needed for monitoring unsupervised houses and offices. Simple monitoring system utilizes sensors using fuzzy logic then sends it to web by ESP8266. In this study, researcher designed an object detector device based on object's height and width. First, fuzzy logic system generates an height classes based on the detection result by PIR sensor and infrared, as well as the width classes by ultrasonic sensors. Next, fuzzy logic combines two input parameters as an information. This output of fuzzy logic system will be processed by the Arduino microcontroller ATmega2560 then sent to web by ESP8266. Based on the result of this research, the hardware test for object result is accurate, compared to the simulations and basisrules. Meanwhile, overall system test by giving different treatment to each object by speed gives varied results. For settled objects, the accuracy value is around 95-100%, 95-100% for objects which move slowly, for the object being moved is 60-100%, and 0-60% for fast moving objects. The value system accuracy is affected by the speed and length of object. This system is also able to send object information to thingspeak web.
1479318113F1B013009Perencanaan Partisipatif Melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) di Desa Susukan Kecamatan Sumbang Kabupaten BanyumasOtonomi daerah telah memberikan hak dan kewenangan bagi daerah untuk mengatur dan mengurusi pemerintahan di daerahnya masing-masing, termasuk dalam perencanaan pembangunan. Masyarakat memiliki bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan, maka sebab itulah pemerintah harus melibatkan masyarakat dalam setiap proses pembangunan atau sering disebut perencanaan partisipatif. Tapi pada kenyataanya saat ini masih banyak perencanaan pembangunan yang kurang melibatkan masyarakat itu sendiri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perencanaan partisipatif melalui muyawarah perencanaan pembangunan desa (Musrenbangdes) serta mengetahui pengaruh faktor usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pekerjaan terhadap perencanaan partisipatif di Desa Susukan Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas
Lokasi penelitian dilakukan di Desa Susukan Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Pemilihan responden menggunakan teknik proportional simple random sampling dan teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner, observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan Tabulasi Silang, Korelasi Koefisien Kontingensi C, Korelasi Kendall Tau C, Regresi Logistik dan Regresi Ordinal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat perencanaan partisipatif melalui Musrenbangdes di Desa Susukan termasuk dalam kategori rendah meskipun hanya terpaut sedikit angka dengan kategori tinggi dan terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pekerjaan terhadap perencanaan partisipatif melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbangdes) di Desa Susukan.
Regional autonomy have give a discretion on the region to arrange and set the goverment for each region about the the region development that have rights for setting and planning the development in their region. The people has a important part in the procces development planning. Because of this things, the goverment should involve the people of every procces development planning. But of reality still many development planning less involved of the people.
This reseach is to know procces participatory planning through discussion village development planning (Musrenbangdes) and to know of effect age factors, gender, level of education, and worked to participatory planning in Susukan Village Sumbang District Banyumas Regency.
Location in this reseach doing in Susukan Village Sumbang District Banyumas Regency. This type of reseach is used quantitative. Respondent selection in this reseach is using proportional simple random sampling technique and technique data collection used questionnare, observation, interview and dokumentation. While the analysis technique has used Tabulasi Silang, Correlation Coeficiency Contingency C, Correlation Kendall Tau C, Regression Logistic and Regression Ordinal.
The result of reseach is shows participatory planning through Musrenbangdes in Susukan Village include of the categorical low although adcift bit numbers with categorical high and there are effect and significant between age factors, gender, level of education and worked to participatory planning though discussion village development planning (Musrenbangdes) in Susukan Village.
1479418114C1L012058THE EFFECTIVENESS OF APPLICATION STICKER ON TAXPAYER’S BILLBOARDS TOWARDS TAXPAYER COMPLIANCE IN PAYING ADVERTISEMENT TAX IN BANYUMAS REGENCY YEAR 2016Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan efektivitas pelaksanaan stiker pada papan reklame wajib pajak terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak reklame di Kabupaten Banyumas tahun 2016. Pertanyaan penelitian dalam penelitian ini adalah Apakah menerapkan stiker pada papan reklame wajib pajak secara efektif mempengaruhi kepatuhan Wajib Pajak ?. Peneliti menggunkan Teori Kepatuhan dan Teori Planned Behavior untuk membangun penelitian ini. Informan dalam penelitian ini adalah wajib pajak yang mendapat aplikasi sticker karena keterlambatan pembayaran pajak reklame yang terdiri dari 10 informan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Data dianalisis dalam empat tahap, yaitu; 1) Pengumpulan Data, 2) Data Reduction, 3) Data Display, dan 4) Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi menerapkan stiker di papan reklame wajib pajak efektif dalam meningkatkan kepatuhan pembayaran pajak oleh wajib pajak. Hasil penelitian ini sesuai dengan data dari DPPKAD Kabupaten Banyumas bahwa pendapatan dari pajak reklame mengalami peningkatan setelah program stiker dilaksanakan.The objectives of this research is to discover the effectiveness of implementation sticker on taxpayer’s billboards towards taxpayer compliance in paying advertisement tax in Banyumas Regency during year 2016. Research question in this research is Does applying sticker on taxpayer's billboards effectively affect tax payer compliance?. The researcher use Theory of Compliance and Theory of Planned Behaviour to built this research. Informants in the study are the taxpayers who got the sticker application due to late payment of the advertising tax that consist of 10 informants. This research was conducted using qualitative methods. The data were analyzed in four stages, including; 1) Data Collection, 2) Data Reduction, 3) Data Display, and 4) Conclusion. Research results showed that the Implementation of applying sticker on taxpayer’s billboards is effective in increasing the compliance of tax payment by taxpayers. Result of this research is in accordance with the data from DPPKAD of Banyumas Regency that the revenues from advertisement tax is increase after sticker program implemented.
1479518115H1C013004PERANCANGAN SISTEM PROTEKSI UNDER VOLTAGE DAN OVER VOLTAGE THREE-LEVEL INVERTER TIGA SAKLAR DILENGKAPI TRAFO BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINOSalah satu sistem dari elektronika yang kita kenal adalah inverter dimana berfungsi mengubah tegangan DC menjadi tegangan AC, salah satunya adalah DC 12 V menjadi tegangan 220 VAC 50 HZ. Pada masa mendatang, inverter DC ke AC akan memegang peranan penting dalam mengubah energi DC dari sumber energi terbarukan seperti : energi angin, matahari serta sumber-sumber energi baru dan terbarukan lainnya. Dalam suatu inverter harus ada sistem proteksi yang mana digunakan untuk mengamankan peralatan dari gangguan-gangguan yang abnormal pada sistem tersebut. Salah satu gangguan yang biasa terjadi adalah adanya gangguan tegangan lebih maupun tegangan kurang yang diakibatkan oleh perubahan dari tegangan masukan catu daya. Metode rancang bangun yang digunakan pada penelitian ini yakni metode pensaklaran pada kondisi under voltage dan over voltage. Berdasarkan hasil pengujian sistem proteksi tanpa menggunakan inverter menunjukkan bahwa ketika tegangan berada diatas batas yang ditentukan (over) yakni tegangan lebih besar dari 14 V maka relay akan bekerja memproteksi inverter, begitu juga dengan tegangan kurang (under) yakni tegangan berada dibawah 10 V maka relay akan aktif dengan RMSE sensor tegangan 1 adalah 0.07452% dan sensor tegangan 2 sebesar 0.02473%. Sedangkan saat pengujian dengan sistem inverter menggunakan beban lampu hemat energi 10 buah (70 W) dan juga lampu pijar 5 buah (500 W) sistem proteksi masih dalam keadaan normal atau masih dalam batas yang diijinkan untuk kondisi under voltage maupun over voltage.Nilai prosentase error sensor tegangan RMSE untuk beban 70 W mencapai 0.21852% sedangkan pada beban lampu pijar RMSE mencapai 0.091104%. Dari hasil pengujian sistem proteksi dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan perancangan sistem proteksi under voltage dan over voltage three-level inverter tiga saklar dilengkapi trafo berbasis mikrokontoller arduino dapat menjaga inverter dari gangguan tegangan abnormal.One of the electronic system as we know it is an inverter which functions convert the DC voltage into AC voltage, one of which is DC 12 V to a voltage of 220 VAC 50 HZ. In the future, DC to AC inverters will play an important role in changing the DC energy from renewable energy sources such as wind energy, solar and other sources of renewable energy and more. In an inverter should be a protection system which is used to secure equipment from abnormal disturbances on the system. One common disorder is a disturbance overvoltage and undervoltage caused by a change of the input voltage power supply. Design methods used in this research is the method of switching on the conditions under voltage and over voltage. Based on the results of testing of the protection system without using the inverter shows that when the voltage is above the specified limits (over) the voltage greater than 14 V then the relay will work to protect the inverter, as well as less stress (under) the voltage is below 10 V relay will be active by RMSE voltage sensor 1 is 0.07452% and the voltage sensor 2 at 0.02473%. Meanwhile, when testing with inverter system using energy-saving lamp load 10 pieces (70 W) as well as 5 pieces of incandescent bulbs (500 W) protection system is still in normal circumstances or under the allowable limit for under voltage conditions and over voltage.Nilai percentage error RMSE voltage sensor to the load 70 W reached 0.21852% while the incandescent lamp load RMSE reached 0.091104%. From the test results the protection system can be concluded that the design of the system under-voltage protection and over voltage three-level inverter three switches include transformer-based mikrokontoller arduino can keep from abnormal stress disorder
1479618116E1A113027PERANAN UNITED NATIONS HIGH COMMISSIONER FOR REFUGEES (UNHCR) DALAM MENANGANI PENGUNGSI KORBAN KONFLIK SURIAHHak asasi manusia dan Pengungsi merupakan hal yang saling berkaitan. PBB menyatakan bahwa permasalahan pengungsi semakin kompleks dan perlu perhatian khusus. United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) hadir sebagai lembaga Internasional yang dibawahi oleh PBB mengatasi permasalahan pengungsi. Didirikan pada tahun 1950 dan aktif pada tahun 1951. Berpedoman pada konvensi tahun 1951 tentang status pengungsi, protokol tambahan tahun 1967 dan UNHCR Protection Mandate. Konflik pemerintahan suriah dengan warga yang menginginkan rezim untuk turun terjadi sejak 2011 yang mengakibatkan banyak warga harus meninggalkan daerahnya hingga negaranya. Kemudian ditambah dengan adanya organisasi radikal Islamic State of Iraq and Syriah yang ikut memperburuk keadaan Suriah. UNHCR hadir sebagai lembaga yang memberikan bantuan kepada pengungsi Suriah tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi UNHCR dalam menangani pengungsi serta peran UNHCR dalam penanganan pengungsi korban konflik suriah. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan kasus dan perundang-undangan.
Berdasarkan penelitian, dapat diketahui bahwa, pertama, eksistensi UNHCR dilihat dari dua aspek yaitu secara yuridis dan secara praktis berdasarkan konvensi dan secara praktik sejak dahulu hingga saat ini. Kedua, peranan UNHCR dalam menangani konflik pengungsi Suriah mempunyai tiga peran. Yaitu, peran determinator, peran inisiator dan peran fasilitator yang berupa bantuan langsung dan solusi berkelanjutan.
Human rights and refugees are intertwined. The United Nations stated that the problems of refugees increasingly complex and need special attention. United Nations High Commissioner For Refugees ( UNHCR ) present as international organizations that shaded by the United Nations help it overcome the refugees. UNHCR is founded in 1950 and active since1951. Based on convention 1951 about refugee status, additional protocol 1967 and UNHCR protection mandate. Syrian government conflict with people want to descend regime happened since 2011 that results in many residents have to leave the country. Then added on the Organization Radical Islamic State Of Iraq And Syriah involved aggravate state of syria. UNHCR present as an institution which provide assistance to syria the refugees.
This research aims to understand the existence of the UNHCR in dealing with refugees and the role of the UNHCR refugee in the handling of victims of conflict syria . the methodology of research is juridical normative with the cases and legislation approach.
According to research, it can be seen that, first, the existence of UNHCR seen from two aspects, namely in a juridical manner and in a practical manner based on conventions and in practice since ancient until now. Second, UNHCR has three role in handling conflict refugees in Syria. The role of determinator, the role of initiator and the role of facilitators of direct assistance and solutions sustainable.
1479718014H1F012030GEOLOGI, DAN STUDI GEOKIMIA TANAH UNTUK IDENTIFIKASI SEBARAN UNSUR LOGAM DAERAH SIMANGAMBAT TUA DAN SEKITARNYA, KECAMATAN DOLOK, KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA, PROVINSI SUMATERA UTARADaerah penelitian secara administratif terletak di dalam wilayah Kecamatan Dolok, Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara. Daerah penelitian termasuk ke dalam fisiografi zona jajaran barisan berdekatan dengan gunung api purba Naribong. Daerah penelitian terdiri dari satuan granodiorit terubah dengan intensitas ubahan sedang sampai kuat yang diterobos oleh diorite dan andesit. Terdapat urat-urat yang berisi galena, pirit, kalkopirit, dan Sfalerit. Dari hasil pengamatan megaskopis, petrografi, dan uji PIMA, zona alterasi di daerah penelitian yang teridentifikasi, Zona Fillik (Kuarsa ± Serisit ± Karbonat), Zona Argilik Lanjut Temp. Tinggi (Pirophyllite ± Diaspore ± Montmorilonite), Zona Argilik Lanjut Temp. Rendah (Alunite ± Kaolin ± Halloysite), Zona Argilik (Montmorilonite ± Illite ± Kaolinit ± Dickite), Zona Piropilitik (Klorit ± Epidot ± Actinolite). Analisis mineragrafi menghasilkan paragenesis mineral bijih yang dimulai dengan pembentukan pirit yang diikuti galena kemudian secara bersamaan Sfalerit dan Kalkopirit terbentuk yang diikuti Kovelit dan ditutup oleh Hydrous Iron Oxide. Batuan menunjukkan tekstur pengisian ruang di antara mineral yang terbentuk sebelumnya. Pirit muncul menggantikan magnetit yang kemudian digantikan oleh galena dan Sfalerit. Dan Sfalerit digantikan oleh Kovelit. Dari analisis geokimia, asosiasi unsur di daerah penelitian, yaitu Cu, (Au), Pb, Zn, (As), dan (Sb). Hubungan alterasi, mineralisasi, dan geokimia menunjukkan bahwa mineralisasi di daerah penelitian merupakan tipe epitermal sulfidasi rendah. Potensi yang dominan pada daerah ini adalah basemetal dimana kadar Pb mencapai 8647 ppm, Cu 351 ppm, Zn 767 ppm, Ag 5,4 ppm, Sb 20 ppm, As 28 ppm, Au 0,142 ppm dan Hg 0,183 ppm. Daerah yang memiliki prospeksi emas (Au) berada di sepanjang Zona Fillik (Kuarsa ± Serisit ± Karbonat) di beberapa bagian dan menunjukan pola searah urat yaitu timur laut-barat daya.Research area located in Dolok district area, North Padang Lawas regency, North Sumatera Province. Research area belong to Physiography Jajaran Barisan Zone near ancient Naribong mountain. Research area consist from altered Granodiorit Units with intensity medium to strong in intrusion by diorite and andesite. There vein quartz contains galena, pyrite, chalcopyrite and Sfalerite. According to observation megascopic, thin section, and PIMA, alteration zones in research area comprise of Phyllic Zone (Kuarsa ± Serisit ± Karbonat), Advanced argilic high temperature Zone (Pirophyllite ± Diaspore ± Montmorilonite), Advanced argilic low temperature Zone (Alunite ± Kaolin ± Halloysite), Argilic Zone (Montmorilonite ± Illite ± Kaolinit ± Dickite), Prophyllitic Zone (Klorit ± Epidot ± Actinoite).. Mineragraphy analysis shows ore paragenesis started with the formation Pyrite followed by Galena, then form equal Sfalerit and Calcopyrite then followed by Kovelit and closed by Hydrous Iron Oxide. Rock show open-space filling texture between minerals that formed earlier. Pyrite appear replace Magnetit then replace bt Galena and Sfalerite. And Sfalerite replace by Covellite. According Geochemical analysis results, that the element associations in research area are Cu, (Au), Pb, Zn, (As), dan (Sb). Relation Alteration, Mineralization and Geochemical Soil show that Mineralization in research area is epithermal low sulphidation. The dominant potential element in this area are basemetal where content Pb reach 8647 ppm, Cu 351 ppm, Zn 767 ppm, Ag 5,4 ppm, Sb 20 ppm, As 28 ppm, Au 0,142 ppm and Hg 0,183 ppm. The area which have gold (Au) prospect is within the around Phyllic Zone (Kuarsa ± Serisit ± Karbonat) in some spot and show same direction with vein that north east – south west.
1479818121A1H013044KAJIAN MOTIVASI KONSUMEN DALAM MENGKONSUMSI PANGAN OLAHAN HALAL DI DKI JAKARTA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MEANS END CHAIN (MEC) Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Maka dari itu, perlunya pemenuhan hak jaminan pangan olahan halal bagi pihak yang berwenang. Selain itu penataan sistem jaminan pangan olahan halal dan tata laksananya dapat diselenggarakan berdasarkan kebutuhan masyarakat muslim. Oleh karena itu tujuan pada penelitian ini agar mengetahui motivasi konsumen dalam mengkonsumsi pangan olahan halal di DKI Jakarta dengan menggunakan pendekatan means-end chain (MEC) Sebanyak 40 responden diwawancara dengan menggunakan teknik laddering. Hasil penelitian menunjukkan : a) Terdapat 3 tema dalam motivasi konsumen pangan olahan yaitu peraturan Allah, kesehatan, dan masa depan baik. b) Topik centrality index dapat mengetahui atribut, konsekuensi, dan nilai-nilai yang dominan pada konsumen mengkonsumsi pangan olahan halal. Atribut yang di dapat yaitu “peraturan Allah” (0.09), “religious” (0.07), dan “percaya” (0.06). Konsekuensi yang dominan yaitu “kesehatan” (0.16), “dapat melakukan aktivitas“ (0.14), dan “mencukupi kebutuhan keluarga” (0.07). Nilai-nilai yang dominan yaitu “masa depan baik” (0,06), “masuk surga” dan “panjang umur” (0.03). c) Kategori motivasi konsumen pangan olahan halal berdasarkan teori maslow yang mengkonsumsi pangan olahan halal di DKI Jakarta di kategorikan dalam level kedua. Indonesia is the largest Muslim population in the world. In order to protect the right of muslim consumers, government should improve the halal assurance system and develop the system based on the needs of muslim communities. Therefore the aim of this research is to know the motivation of consumers to consume halal processed food in Jakarta by using a means-end chain (MEC) approach. A total of 40 respondents were interviewed using laddering technique. The results showed that : a) There are three themes in consumer motivation towards halal processed food that are God regulations, health and better future. b) Based on topiks centrality index are the dominant attributes in the can that “rule of God” (0:09), “religious” (0:07), and “believers” (0:06). The dominant of consequences namely are “health” (0:16), “can perform the activity” (0:14), and “provide for the family” (0:07). The dominant values are namely “the future of good” (0.06), “go to heaven” and “longlife” (0:03). c) Categories of halal processed food consumer motivation is based on the theory of Maslow is categorized in the second level, which is needs for safety.
1479918117D1E013138KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PADA JERAMI PADI YANG DISUPLEMENTASI UREA LEPAS LAMBAT (GELATIN ONGGOK-UREA) PADA BERBAGAI TARAF SECARA IN VITROPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecernaan bahan kering dan bahan organik pada jerami padi yang disuplementasi urea lepas (gelatin onggok-urea) pada berbagai taraf secara in vitro serta mengetahui taraf optimal suplementasi urea lepas lambat (gelatin onggok-urea) pada jerami padi berdasarkan kecernaan bahan kering dan bahan organik. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah cairan rumen sebagai sumber inokulum, urea lepas lambat (gelatin onggok-urea), jerami padi dan konsentrat. Perlakuan yang diuji yaitu suplementasi urea lepas lambat (gelatin onggok-urea) dengan taraf 0% (P0), 6,25% (P1), 12,50% (P2), 18,75% (P3) dan 25% (P4) pada ransum yang terdiri dari jerami padi 70% dan konsentrat 30%. Konsentrat tersusun dari pollard, tepung jagung, onggok, dan mineral mix, masing-masing 15,10, 4, dan 1% BK. Metode penelitian yang digunakan experimental secara in vitro dengan rancangan acak lengkap. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh secara nyata (P<0,05) tehadap kecernaan bahan keing dengan persamaan garis Y = 30,87 + 0,26 X dan sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan bahan organik dengan persamaan garis Y = 33,47 + 0,47 X. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pemberian urea lepas lambat (gelatin onggok-urea) yang optimal untuk meningkatkan nilai kecernaan bahan kering dan bahan organik yaitu pada taraf 25% BK.This research aimed to determine of dry matter and organic matter digestibility of rice straw in feeds supplemented with (cassava waste-urea) at various levels by in vitro as well as to determine the optimaly level of supplementation of urea (cassava waste-urea) in rice straw in digestibility of dry matter and organic matter. The materials used in the study were a source of inoculum of rumen fluid, slow-release urea (cassava waste-urea), rice straw and concentrate. The treatments were the slow-release urea supplementation (cassava waste-urea) with the levels of 0% (P0), 6.25% (P1), 12.50% (P2), 18.75% (P3) and 25% (P4) in rations consisted of rice straw and concentrate of 70% and 30%. The Concentrate was composed of pollard, maize, cassava, and mineral mix, respectively 15, 10, 4, and 1% DM. The results showed that treatment affect significantly (P<0.05) on dry matter with a line equation Y = 30.87 + 0.26 X and highly significant (P<0.01) of the organic matter digestibility by line equation Y = 33.47 + 0.47 X. Based on the results it can be concluded that the administration of slow-release urea (cassava waste-urea) that is optimal to increase the value of dry matter and organic matteris at the level of 25% DM.
1480018118H1C013012APLIKASI SENSOR PASSIVE INFRA RED (PIR) DAN INFRA MERAH SEBAGAI PENDETEKSI OBJEK BERDASARKAN KETINGGIAN DAN KECEPATAN MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY BERBASIS ARDUINOSalah satu keinginan manusia adalah ingin merasakan keamanan dalam melakukan berbagai kegiatan, tanpa harus khawatir dengan keamanan rumahnya. Namun keterbatasan manusia dalam memonitor keamanan rumahnya mengakibatkan adanya tindak kriminalitas yang terjadi. Tindakan kriminalitas yang terjadi ini disebabkan karena sistem pengaman rumah yang ada saat ini masih belum memberikan keamanan yang optimal. Oleh karena itu, pada penelitian ini dirancanglah sebuh prototype sistem pendeteksi objek berdasarkan ketinggian dan kecepatan menggunakan logika fuzzy berbasis Arduino. Prototype ini akan mendeteksi adanya objek yang masuk kedalam rumah berdasarkan ketinggian dan kecepatan yang kemudian akan memberi notifikasi pada sebuah web thingspeak melalui ESP8266. Prototype ini akan mengidentifikasi objek berdasarkan rule base yang telah ditentukan pada program, yaitu terdapat 26 rule base untuk Inferensi fuzzy Ketinggian dan 12 rule base untuk Kesimpulan. Pertama sistem akan mencari Inferensi fuzzy Ketinggian, kemudian sistem akan menghasilkan Kesimpulan berdasarkan Inferensi fuzzy Ketinggian dan kecepatan. Kesimpulan yang dihasilkan berupa Objek Kecil, Objek Sedang, Manusia, dan Objek Terbang. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, sistem menghasilkan akurasi yang sangat baik saat diberi masukan dengan perlakuan kecepatan pelan yaitu sebeasar 95%, sedangan saat sistem diberi masukan dengan perlakuan kecepatan sedang memiliki akurasi sebesar 66.5%, dan saat sistem diberi masukan dengan perlakuan kecepatan cepat memiliki akurasi terendah yaitu sebesar 2.5%.One of human desire is the sense of security and comfort desire in executing any daily activities, without worrying about their homes’ security. However human limitation in monitoring their homes causes the possibility of criminality happen. This criminality happens because of the existing home security system has not given optimum security yet. Therefore, this study aims to design a prototype, an object detector system based on the height and speed using fuzzy logic Aurdino-based. This prototype will detect the object which enters home based on its height and speed which then will give notification to a thingspeak web through ESP8266. The system will identify the object based on rule base which is determined in the program, which is 26 rule base for height level and 12 rule base for conclusion. At first the system will seek for height level. After obtaining the height level, then the system will generate the conclusion based on height level and object speed. The obtained conclusion is short object, medium object, high object and flying object. According to the study which had been conducted, the system generates very well accuracy when it is given the input of the slow speed treatment which is 95%, whereas when the system is given the input of medium speed treatment, the accuracy is 66.5%, and when the system is given the input of fast speed treatment, it has the lowest accuracy which is 2.5%.