Artikelilmiahs
Menampilkan 14.721-14.740 dari 49.719 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 14721 | 18045 | C1L012053 | Determinants Of Voluntary Auditor Switching On Banking Companies In Indonesia Stock Exchange | Auditor switching secara voluntary dapat disebabkan oleh dua hal yaitu auditor mengundurkan diri karena keinginannya sendiri atau auditor dipecat. Aturan tentang auditor switching dikeluarkan Permenkeu RI No. 17/PMK.01/2008 yang mengatur tentang “Jasa Akuntan Publik” yaitu pemberian jasa audit kepada klien, maksimum 6 tahun buku berturut-turut.Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pergantian kantor akuntan publik secara voluntary di Indonesia. Dengan menggunakan lima variabel: pergantian manajemen, ukuran klien, kepemilikan publik, ukuran kantor akuntan publik, opini audit. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2015 dengan 29 sampel penelitian yang diperoleh menggunakan metode purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergantian manajemen, kepemilikan publik, ukuran kantor akuntan publik tidak berpengaruh pada auditor switching secara voluntary. Sedangkan, ukuran klien dan opini audit secara signifikan berpengaruh pada auditor switching secara voluntary. Teori agency yang berhubungan dengan ukuran klien karena ketika manajemen menyewa auditor, dan auditor berkewajiban melakukan kinerja yang berkualitas, terlebih untuk perbankan dengan ukuran yang besar. Tetapi, jika auditor tidak dapat melakukan kewajibannya, maka auditornya akan diganti. Teori signalling yang berhubungan dengan opini audit, opini audit pada laporan keuangan perbankan memberikan signal positive atau negative kepada external users, signal negative mungkin akan diberikan jika perusahaan menerima except unqualified. Oleh karena itu perusahan akan mengganti auditornya untuk mendapat opini wajar tanpa pengecualian. | Voluntary auditor switching can happen due to two reasons, whether auditor resign their own intention or are dismissed. The regulation of auditor switching issued by The Government of Finance Minister No. 17/PMK.01/2008 is the rule regarding with providing general audit service of financial report conducted by public accountant firm for the consecutive period of consecutive 6 (six) years at most.This study aimed to examining the factors that influence voluntary auditor switching in Indonesia. Using factors such as management changes, client size, public ownership, size of public accountant firm, and audit opinion. The research was conducted on the banking companies listed on Indonesia Stock Exchange during 2010-2015 with 29 sample obtained using purposive sampling method. Data are analyzed using logistic regression method. The conclusion of this research is that partially management changes, public ownership, size of public accountant firm has not influence on voluntary auditor switching. On the other hand, the client size and audit opinin has not influence on voluntary auditor switching.Agency theory is closely related to client size because when the management hire an audior its auditor must perform a high-quality work, especially in the case of big scale banking companies. However, if the auditor is incapable of fulfilling the responsibility, he will be switched. Signaling theory is closely related to audit opinion; audit opinion over bank financial report gives positive or negative signal to external users. Negative signal may be given if the company received except unqualified. Therefore, the company will switch its auditor to get fair opinion without exception. | |
| 14722 | 18042 | D1E013142 | KADAR VFA DAN N-NH3 PADA KLOBOT JAGUNG, TONGKOL JAGUNG, KULIT BAWANG PUTIH, DAN DAUN SENGON SECARA IN VITRO | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar VFA dan N-NH3 paling optimal dari klobot jagung, tongkol jagung, kulit bawang putih, dan daun sengon. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah klobot jagung, tongkol jagung, kulit bawang putih, dan daun sengon, konsentrat yang terdiri dari pollard, bungkil kelapa, onggok, mineral, dedak padi, dan urea. Imbangan kosentrat dengan hijauan yang digunakan adalah 70% : 30%. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental in vitro yang dirancang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji yaitu P1 = 30% klobot jagung + 70% konsentrat, P2 = 30% tongkol jagung + 70% konsentrat, P3 = 30% kulit bawang putih + 70% konsentrat, dan P4 = 30% daun sengon + 70% konsentrat. Peubah yang diukur adalah VFA dan N-NH3. Data dihitung menggunakan persamaan aljabar kemudian dianalisis menggunakan analisis variansi dan diuji lanjut menggunakan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian kadar VFA pada perlakuan yang diuji yaitu 104.7 mM – 138.0 mM dan kadar N-NH3 pada perlakuan yang diuji yaitu 9.7 mM – 14.8 mM. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap VFA dan N-NH3. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kulit bawang putih memiliki kadar VFA yang paling optimal dan tongkol jagung, kulit bawang putih, daun sengon memiliki kadar N-NH3 yang paling optimal. | The aim of this research was to find out the optimum levels of VFA and N-NH3 of corn husk, corn cob, garlic husk, and sengon leaf. The materials used in the research were corn husk, corn cob, garlic husk, and sengon leaf, as well as a concentrate comprisied pollard, coconut cake, cassava, minerals, rice bran, and urea. The ratio of concentrate to grass used was 70% : 30%. The research method was experimental by in vitro that was designed using a completely randomized design (CRD). The treatments tested were P1 (30% corn husk + 70% concentrate), P2 (30% corn cob + 70% concentrate), P3 (30% garlic husk + 70% concentrate), and P4 (30% sengon leaf + 70% concentrate). The variables were the concentrations of VFA and N-NH3. Data were calculated using an algebraic method then analyzed using analysis of variance followed by honestly significant difference test (HSD). The average values of VFA of the treatments were between 104.7 mM – 138.0 mM and the average values of N-NH3 on treatments were between 9.7 mM – 14.8 mM. The research showed that the treatments highly significantly affected (P<0.01) VFA and N-NH3. The conclusions of this research are the optimum concentration of VFA is of garlic husk and the optimum concentrations of N-NH3 are of corn cob, garlic husk, and sengon leaf. | |
| 14723 | 18044 | D1E013246 | PRODUK VFA DAN N-NH3 PADA DAUN TURI, DAUN MENGKUDU, DAUN LAMTORO, DAN DAUN NANGKA SECARA IN VITRO | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui produksi VFA dan N-NH3 yang paling optimal dari daun turi, daun mengkudu, daun lamtoro, dan daun nangka. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun turi, daun mengkudu, daun lamtoro, daun nangka, konsentrat yang terdiri dari pollard, bungkil kelapa, onggok, mineral, dedak padi, dan urea, serta cairan rumen sapi yang diperoleh dari Rumah Potong Hewan (RPH) Bantarwuni, Purwokerto. Imbangan kosentrat dengan hijauan yang digunakan adalah 60 : 40. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen secara in vitro dengan menggunakan rancangan acak lengkap. Perlakuan yang diuji yaitu R1 (40% daun turi + 60% konsentrat), R2 (40% daun mengkudu + 60% konsentrat), R3 (40% daun lamtoro + 60% konsentrat), dan R4 (40% daun nangka + 60% konsentrat). Peubah yang diukur adalah produksi VFA dan N-NH3. Data di analisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji lanjut beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap produk VFA dengan kisaran produksi 87 mM – 158 mM dan produk N-NH3 dengan kisaran 4,225 mM – 55,825 mM. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa produk VFA dan N-NH3 yang paling optimal terdapat pada daun nangka. | This experiment was aimed to find out the optimum products of VFA and N-NH3 of turi leaf, noni leaf, lamtoro leaf, and jackfruit leaf. The materials of the research were leaf, noni leaf, lamtoro leaf, and jackfruit leaf, as well as concentrate comprised of pollard, coconut cake, cassava, minerals, rice bran and urea, and cow’s rumen fluid that was obtained from a slaughter house (RPH) in Bantarwuni, Purwokerto. The ratio of concentrate to grass used was 60 : 40%. The research method was experiment by in vitro using completely randomized design (CRD). The treatments used were R1 (40% turi leaf + 60% concentrate), R2 (40% noni leaf + 60% concentrate), R3 (40% lamtoro leaf + 60% concentrate), and R4 (40% jackfruit leaf + 60% concentrate). The variables were production of VFA and N-NH3. The Analysis of data used Analysis of Variance and Honestly Significant Difference Test. The results of the research indicated that treatment had significant effect on Volatile Fatty Acid (VFA) (P<0.01) with the productions between 64.4 mM – 81.5 mM, and Ammonia (N-NH3) with the productions between 4.225 mM – 55.825 mM. Based on these results, it can be concluded that the optimum product of VFA and N-NH3 were of jackfruit leaf. | |
| 14724 | 18046 | F1A013060 | “Kanggonan Perjanjen” : Antara Agama Kebudayaan dan Masyarakat | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna sosial serta proses terbentuknya solidaritas dalam tradisi perjanjen di Desa Beji. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif pada masyarakat Beji yang ditentukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjen di Beji lebih banyak dilaksanakan oleh perempuan ibu rumah tangga. Perjanjen merupakan media silaturahmi bagi perempuan di Beji. Hidangan dalam perjanjen menjadi simbol status sosial. Perempuan melalui hidangan yang disajikan berusaha menampilkan status sosial yang dimiliki. Hal tersebut memunculkan kontrol individu terhadap individu lain. Selain itu, perjanjen menggambarkan kebersamaan sekaligus menciptakan solidaritas di antara perempuan anggota perjanjen. Solidaritas dalam perjanjen berawal dari perbedaan motivasi individu dalam mengikuti perjanjen. Motivasi-motivasi individu melebur menjadi kesadaran kolektif. Kesadaran kolektif berada di atas motivasi individu dan tanpa disadari mengendalikan pola tingkah laku individu. Hal tersebut membuat perjanjen terus dilaksanakan perempuan di Desa Beji. Perjanjen perlu diwariskan kepada generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan dukungan moral bagi generasi muda agar dengan bangga dan penuh semangat melestarikan perjanjen di Desa Beji. | The research head for describing the social meaning and solidarity in perjanjen. The research was done by using qualitative descriptive method to the society of Beji that were determined by purposive sampling. The result showed that perjanjen in Beji was done more by housewife. Perjanjen was medium of relationship for women in Beji. The dishes in perjanjen were being symbol of social status. Women tried to show their social status by the dishes. The case brought up individual control to another. Besides that, perjanjen described togetherness and created solidarity among the member of perjanjen all at once. The solidarity on perjanjen actually began from differentiation of individual motivation for doing perjanjen. The motivation fused and changed become collective consciousness. Collective consciousness was on individual motivation and without awareness controlled individual behavior. The case made perjanjen was done immediately by women in Beji. Perjanjen need to be done by young generation too. Because of that, need morality support for young generation, so that they will participate to continue perjanjen in Beji proudly. | |
| 14725 | 18053 | E1A113004 | KEBIJAKAN PEMBAYARAN PAJAK HOTEL ONLINE TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KOTA MAGELANG | Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan pendapatan yang berasal dari pemanfaatan dan penggalian potensi yang dimiliki oleh daerah. Salah satu kebijakan Pemerintah untuk memperkuat Pendapatan Aseli Daerah adalah dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, dalam Undang-Undang tersebut mengatur beberapa Pajak daerah salah satunya adalah Pajak Hotel. Pajak Hotel merupakan salah satu jenis pajak ada di Kota Magelang yang dijadikan sebagai salah satu jenis sumber Pendapatan Asli Daerah di Kota Magelang. Sejak tahun 2016 Pemerintah Kota Magelang menerapkan Kebijakan Pembayaran Pajak Hotel Online guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan Kebijakan Pembayaran Pajak Hotel Online terhadap Peningkatan Pendapatan Asli Daerah di Kota Magelang. Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian Yuridis Normatif, sedangkan sumber data diperoleh dari sumber data primer dan sekunder. Fokus pada penelitian ini yaitu Pengaturan dan Implementasi Kebijakan Pembayaran Pajak Hotel Online terhadap Pendapatan Asli Daerah di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Magelang. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Pengaturan Kebijakan Pembayaran Pajak Hotel Online di Kota Magelang dilakukan berdasarkan Perjanjian Kerjasama antara Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Magelang dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah Cabang Koordinator Magelang dalam bentuk Perjanjian Kerjasama Nomor 0069/HT.01.02/005/2016 yang berlaku hingga 11 Januari 2016 dan diperpanjang dengan Nomor : 0070/HT.01.02/005/2017 tentang Pengelolaan Uang dan Pajak Daerah lainnya secara On line yang berlaku hingga 11 Januari 2018, dan Implementasi Kebijakan Pembayaran Pajak Hotel Online di Kota Magelang yang diberlakukan sejak tahun 2016 berpengaruh positif, dalam arti mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah hal ini dapat dilihat dari kontribusi pajak hotel terhadap Pendapatan Asli Daerah tahun 2011-2016 dengan rata-rata sebesar 1,12% sedangkan kontribusi pajak hotel terhadap Pajak Daerah tahun 2011-2016 dengan rata-rata kenaikan sebesar 8,12%. | The District Own Source Revenue is a source of revenue which is generated from the utilization and discovering regional and district potential. A policy to strengthen District Own Source Revenue is by implementing the Act Number 28 Year 2009 about Regional Tax and Retribution in which it regulates some regional taxes including Hotel Tax. Since 2016, Magelang Government implements Online Hotel Tax Payment Policy in order to improve its District Own Revenue. This research aims to know and describe the relation of Online Hotel Tax Payment Policy towards the improvement of Distric Own Source Revenue in City of Magelang. This research employs Normative Juridical method while the data source is collected through primary and secondary data. The focus of this research is the Regulation and Implementation of Online Hotel Tax Payment Policy towards District Own Source Revenue in the Regional Finance and Asset Management Agency in City of Magelang. The result shows that Regulation of Online Hotel Tax Payment Policy in City of Magelang is done based on the Mutual Cooperation Treaty between Regional Finance and Asset Management Agency of Magelang City with PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah Coordinating Branch of Magelang in the form of Mutual Cooperation Treaty Number 0069/HT.01.02/005/2016 which is valid until January 11th, 2016 and extended by Number 0070/HT.01.02/005/2017 about Financial Management and other Regional Taxes through Online system which is valid up to January 11th, 2018. In addition, the Implementation of Online Hotel Tax Payment Policy in City of Magelang which has been implemented since 2016 gives positive influences. It can improve District Own Source Revenue which can be seen by the contribution of hotel tax towards its District Own Source Revenue during 2011-2016 with the average of 1.12% while the contribution of hotel tax towards Regional Tax in 2011-2016 shows an increase by the average of 8.12% | |
| 14726 | 18062 | A1C112039 | Analisis Efisiensi Faktor Produksi Dan Pendapatan Rumah Tangga Petani Padi Di Desa Sambirata Dan Gununglurah Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. | Padi sawah merupakan komoditas yang sangat penting dan strategis kedudukannya sehingga perlu upaya untuk meningkatkan produksinya. Upaya ini terganjal oleh fluktuasi produktivitas padi sawah akibat penggunaan faktor produksi yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Menganalisis faktor produksi yang berpengaruh terhadap jumlah produksi padi. 2) Menganalisis tingkat efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi usahatani padi. 3) Menganalisis pendapatan rumah tangga petani sudah dapat memenuhi kebutuhan petani sesuai dengan standar Kebutuhan Hidup Layak Kabupaten. Penelitian ini dilakukan di Desa Sambirata dan Gununglurah Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas pada Agustus 2016 sampai dengan September 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Sasaran penelitian adalah petani yang melakukan usahatani padi sawah. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan teknik wawancara menggunakan kuisioner. Metode analisis yang digunakan adalah : 1) Analisis regresi berganda 2) Analisis efisiensi penggunaan faktor produksi 3) analisis biaya dan pendapatan 4) Analisis Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Faktor produksi yang berpengaruh pada usahatani sawah adalah luas lahan, benih dan pupuk, sedangkan faktor produksi pestisida dan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata 2) Penggunaan faktor produksi luas lahan dan benih belum efisien sedangkan faktor produksi pestisida, tenaga kerja dan pupuk tidak efisien 3) Pendapatan rumah tangga petani 14 orang petani pendapatannya lebih besar dari standar KHL sedangkan 22 orang petani pendapatannya kurang dari standar KHL. | Rice paddy is the most important commodity and has strategic position that needed effort to increase production. It is effort inhibited by fluctuation of rice paddy productivity caused by least optimally of production factor usage. Need an effort to increase rice paddy that will increase rice paddy production and follow at increase food safety, income, also farmer welfare. This research aimed to: 1) analyze the effect of the use of production factors to total production. 2) to analyze the level of efficiency of the use of production factors in rice farming activities. 3) Analyze whether income households are able to meet the needs of farmers in accordance with the standards of the Living Needs District. This research was conducted at the Sambirata and Gununglurah Cilongok District of Banyumas on August 2016 until September 2016. The research method used survey method. The research objectives are farmers who do rice farming rice fields. Data were collected by observation and interview techniques using questionnaires. Analytical methods used are: 1) Multiple regression analysis 2) analysis of the efficiency of use of production factors 3) analysis of costs and revenues 4) Analysis of the Living Needs (KHL). The results showed that: 1) Production factors that affect the farming of rice fields are land, seed and fertilizer, while the factors of production of pesticide and labor was not significantly 2) use of production factors of land and seed is not efficiently while the factors of production of pesticides, labor and inefficient fertilizer 3) Household income of farmer 14 farmers income is greater than the standard KHL while 22 farmers earn less than the standard KHL. | |
| 14727 | 18047 | A1M013007 | Formulasi Minuman Sinbiotik Berbasis Susu dan Ubi Jalar Menggunakan Lactobacillus casei | Alternatif pemanfaatan ubi jalar mulai diperkenalkan berdasarkan keunggulan kandungan senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan (β-karoten dan antosianin) pada daging umbinya. Penggunaan ubi jalar sebagai bahan baku pangan fungsional dapat diperkaya dengan penambahan fungsinya sebagai minuman sinbiotik. Sari ubi jalar yang mengandung senyawa antioksidan dan ditambahkan kultur bakteri probiotik menghasilkan produk pangan fungsional yang handal dengan semakin meningkatnya ketertarikan konsumen terhadap pangan fungsional untuk menjaga kesehatan. Penelitian ini memiliki dua tujuan, yaitu: 1) Mengetahui komposisi optimum formula minuman sinbiotik; 2) Mengetahui pengaruh substitusi rasio susu skim dan sari ubi jalar (1:3, 1:1 dan 3:1) dan penambahan konsentrasi (2%, 3% dan 4%) terhadap karakteristik minuman sinbiotik. Rancangan percobaan pada penelitian ini menggunakan CCD (Central Composit Design) dengan menggunakan aplikasi metode respon permukaan atau Response Surface Methodology (RSM). Sistem pengkodean untuk jumlah seri formula untuk 3 bahan adalah 20 formula. Faktor uji dengan kombinasi batas bawah, nilai tengah dan batas atas. Variabel pengamatan yaitu total padatan terlarut, nilai pH, total probiotik, ketahanan terhadap pH rendah dan sensori terhadap minuman. Tahap terakhir adalah menguji ketiga formula optimal dengan analisis matriks zero-one. Minuman sinbiotik dengan formula terbaik yaitu persentase Lactobacillus casei 2% dan perbandingan sari ubi jalar : susu skim (3:1) Memiliki hasil nilai pH 5,6, total padatan terlarut 26o Brix, total probiotik 1,56x 109 CFU, ketahanan terhadap pH rendah 337,4 %. Viabilitas minuman sinbiotik dengan formula terbaik menunjukkan penurunan dari 1,56x 109 CFU menjadi 6,3,2x108CFU pada minggu ke tiga. Jumlah total BAL pada penelitian ini sudah memenuhi syarat sebagai minuman fungsional pada SNI yogurt yaitu SNI (2981:2009) sebesar 1x107 CFU dan masih dapat dikonsumsi. Karakteristik sensoris berwarna coklat, viskositas sedikit kental, rasa enak dan tingkat kesukaan (overall) disukai. | Alternative utilization of sweet potato was introduced merit-based compounds that act as antioxidants (β-carotene and anthocyanins) in the tuber’s flesh. The use of sweet potato as a raw material for functional food can be enriched with additional functions as synbiotic drinks. Sweet potato juice was contains antioxidant compounds and was added probiotic bacterial cultures produce a reliable functional food product with increasing interest of consumers towards functional foods to maintain health. This study had two objectives: 1) Determine the optimum composition of formulations synbiotic beverages; 2) Determine the effect of the substitution ratio of skim milk and sweet potato juice (1:3, 1:1 and 3:1) and the addition of a concentration (2%, 3% and 4%) on the characteristics synbiotic drinks. The experimental design in this study was using a CCD (Central Composite Design) using the response surface method or Response Surface Methodology (RSM). The coding system for serial number formulations for the 3 ingredients was 20 formulations. Factor test in combination with the lower limit, the middle and the upper limit value. Variable observations in total soluble solid, pH, total probiotic, resistance to low pH and sensory to drink. The final stage was the third test the optimal formulations with zero-one matrix analysis. Synbiotic drinks with the best formulations was the percentage of Lactobacillus casei 2% and the ratio of sweet potato juice: skim milk (3: 1) Have the results of the pH value of 5.6, total soluble solid 26o Brix, a total of probiotics 1,56 x 109 CFU, resistance to low pH 337.4%. Viability drinks sinbiotic the best formulations showed the decrease of 1,56 x 109 CFU be 6,3,2 x 108 CFU at the third week. The total number of LAB in this study had already qualified as functional drinks on SNI yogurt is SNI (2981: 2009) of 1x107 CFU and can still be consumed. The characteristics sensory of brown, viscosity slightly thick, taste and preference level (overall) preferred. | |
| 14728 | 18050 | D1E013225 | PENGARUH KETINGGIAN ARANG AKTIF PADA BEJANA BERDIAMETER 2,5 CM TERHADAP KADAR LEMAK DAN TOTAL SOLID SUSU KAMBING | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tinggi arang aktif dalam bejana berdiameter 2,5 cm terhadap kadar lemak dan total solid susu kambing segar. Materi yang digunakan adalah susu kambing segar berasal dari Experimental Farm Fakultas Peternakan UNSOED sebanyak 5000 ml dan arang aktif dengan merk dagang pure it sebanyak 1 set. Penelitian dilakukan dengan metode experimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan yang dilakukan yaitu Po : tanpa dilewatkan arang aktif, P1 : arang aktif dengan tinggi 4 cm, P2 : arang aktif dengan tinggi 8 cm dan P3 : arang aktif dengan tinggi 12 cm. Peubah yang diukur yaitu kadar lemak dan total solid. Data dianalisis menggunakan analisis variansi (ANAVA). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan dengan melewatkan susu kambing segar pada arang aktif dalam bejana berdiameter 2,5 cm dengan tinggi yang berbeda berpengaruh tidak nyata ( P > 0,05) terhadap kadar lemak dan total solid susu kambing. Susu kambing segar sebelum dan sesudah dilewatkan arang aktif menghasilkan kadar lemak dan total solid yang sama, namun rataannya cenderung mengalami penurunan setiap penambahan tinggi arang aktif. Kadar lemak dan total solid susu terendah didapat pada susu yang dilewatkan pada arang aktif dengan tinggi 12 cm. | The purpose of this research was to assess the effect of height activated charcoal in a funnel with dimeter 2,5 cm on fat content and total solid at fresh goat’s milk. The materials of this research were 5000 ml of fresh goat’s milk from the experimental farm, Faculty of animal husbandry, UNSOED and 1 packed activated charcaol’s with trademark Pure It. This research was conducted by using experimental method with Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 repetition. The treatments were P0 : without passed activated charcoal, P1 : activated chorcoal with height 4 cm, P2 : activated chorcoal with height 8 cm, P3 : activated chorcoal with height 12 cm. Variables measured were fat contens and total solid. Data were analyzed with analysis of variance (ANAVA). The analysis of variance showed that there was no significant (P>0,05) effect of the treatments to fat content and total solid of goat’s milk. Fresh goat's milk passed before and after the activated charcoal produces fat contens and total solid are the same, but average tended to decrease each additional high activated charcoal. Fat contens and total solid lowest in the milk is passed on activated charcoal with a height of 12 cm. | |
| 14729 | 18051 | A1C112007 | PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT MINYAK GORENG KEMASAN DI KOTA CIREBON | Minyak goreng merupakan salah satu bahan pokok yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia, terutama untuk kebutuhan rumah tangga. Banyaknya produk minyak goreng yang beredar di pasaran membuat persaingan antar produsen minyak goreng di pasar menjadi ketat, sehingga produsen harus mengetahui preferensi konsumen dalam memilih minyak goreng kemasan. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui atribut-atribut yang dipertimbangkan konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian minyak goreng kemasan, (2) mengetahui peringkat kepentingan atribut pembelian minyak goreng kemasan menurut konsumen, (3) Mengetahui preferensi konsumen terhadap atribut minyak goreng kemasan di Kota Cirebon. Penelitian ini dilaksanakan di supermarket Carrefour, Giant Extra, Ramayana, Superindo, dan Surya Toserba pada bulan Agustus hingga September 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan pengambilan sampel menggunakan metode Accidental Sampling (sampling kebetulan). Jumlah sampel 100 responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Cochran Q Test dan analisis conjoint. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) atribut yang dipertimbangkan konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian minyak goreng kemasan yaitu, atribut harga, atribut kemasan, atribut volume, atribut kepuasan, (2) Bagi konsumen, peringkat kepentingan atribut secara berturut-turut adalah kepuasan, harga, kemasan, volume (3) Preferensi konsumen terhadap atribut minyak goreng kemasan di Kota Cirebon yaitu konsumen merasa sangat puas dalam membeli minyak goreng kemasan dengan harga yaitu Rp25.000,00 sampai dengan Rp35.000,00 dalam sekali transaksi pembelian minyak goreng kemasan dengan kemasan botol plastik sedang, dengan volume 2 liter sampai 3 liter. | Cooking oil is one of the principal ingredients that are needed by the people of Indonesia, especially for household needs. The amount of cooking oil products on the market make the competition among oil producers in the market becomes tight, so that manufacturers have to know the preferences of consumers to choose bottled cooking oil. The purpose of this study were (1) to know the attributes that consumers consider the purchase decision-making bottled cooking oil, (2) to rank attributes important purchase bottled cooking oil according to the consumer, (3) Determine consumer preferences for attributes of bottled cooking oil in Cirebon. The research was conducted at the supermarket Carrefour, Giant Extra, Ramayana, Superindo, and Surya Department Store in August and September 2016. The research method used was survey by sampling using accidental sampling method (sampling incidentally). The total sample of 100 respondents. The analysis used in this research is the analysis of the Cochran Q test and conjoint analysis. The results showed that (1) the attributes that consumers consider the purchase decision making bottled cooking oil, namely, the price attributes, attributes packaging, attributes volume, satisfaction attributes, (2) For consumers, rating attributes important in a row is satisfaction, pricing, packaging, volume (3) consumer preference towards packaged cooking oil attributes in Cirebon that consumers feel very satisfied in purchasing bottled cooking oil at a price that is Rp25.000,00 until Rp35.000,00 on a deal for the purchase of bottled cooking oil with packaging plastic bottles being, with a volume of 2 liters to 3 liters. | |
| 14730 | 18049 | D1E012262 | PENGARUH KOMBINASI DAGING ITIK PETELUR AFKIR DAN AYAM BROILER TERHADAP KEEMPUKAN DAN SIFAT ORGANOLEPTIK NUGGET | Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh kombinasi daging itik petelur afkir dengan daging ayam broiler terhadap keempukan dan sifat organoleptik nugget. Materi, 2,5 kg daging itik petelur afkir dan 2,5 kg daging ayam broiler. Penelitian menggunakan metode eksperimen, Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan yaitu 100% daging ayam broiler (P1), daging ayam broiler 75% dengan daging itik petelur afkir 25% (P2), daging ayam broiler 50% dengan daging itik petelur afkir 50% (P3), daging ayam broiler 25% dengan daging itik petelur afkir75% (P4), dan daging itik petelur afkir100% (P5). Setiap perlakuan diulang 5 kali untuk keempukan dan uji organoleptik menggunakan 25 panelis. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji Duncant Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi nugget daging itik petelur afkir dengan daging ayam broiler berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap keempukan. Nilai rataan masing-masing keempukan adalah P1: 0,0972, P2: 0,0958, P3: 0,0930, P4: 0,0833, P5: 0,0791 mm/g/detik. Hasil penelitian uji organoleptik menggunakan 25 panelis menunjukkan hasil berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap tekstur, aroma dan rasa nugget. Hasil dari uji organoleptik adalah tekstur nugget kenyal, aroma nugget sedap dan rasa nugget enak. Kesimpulan, persentase kombinasi nugget terbaik yaitu daging itik petelur afkir 50% dengan daging ayam broiler 50% dari segi keempukan, sedangkan kombinasi nugget daging itik petelur afkir dengan daging ayam broiler memiliki tekstur, aroma dan rasa yang sama dari semua kombinasi. | The research aimed to know the influence of the combination from meat of culled laying duck and broiler chickens against tenderness and organoleptic nuggets. Material, 2.5 kg of culled duck meat and 2.5 kg of broiler meat. This research used an experimental method, Randomized Complete Block Design (RCBD) with 5 treatments, 100% broiler meat (P1), broiler meat 75% with a culled duck meat 25% (P2), broiler meat 50% with a culled duck meat 50% (P3), broiler meat 25% with meat of culled laying duck 75% (P4), and meat of culled laying duck 100% (P5) each of handling was repeated 5 times for tenderness and organoleptic test using 25 panelists. Data obtained were analyzed by analysis of variance and continued with the Duncant Multiple Range Test. The results showed the combination nuggets from meat of culled laying duck with broiler meat highly significant effect (P<0.01) on tenderness. The average value of each of tenderness is P1: 0.0972, P2: 0.0958, P3: 0.0930, P4: 0.0833, P5: 0.0791 mm/g/sec. The result of research from organoleptic tests are using 25 panelists shows that influential results not a significant (P>0,05) from the texture, aroma and nuggets flavor. The results of the organoleptic test are the texture from nuggets are chewy, the aroma and flavor are tasteful. In conclusion, the best percentage nuggets combination are from duck meat of culled laying 50% with broiler meat 50% in terms of softness, while the combination of duck meat of culled laying and broiler meat has the texture, aroma and taste the same from all combinations. | |
| 14731 | 18054 | H1L013069 | Rancang Bangun Sistem Pendukung Keputusan Penerima Bantuan Raskin Menggunakan Metode Weighted Product | Raskin merupakan bantuan dari pemerintah berupa subsidi pangan dalam bentuk beras yang berfungsi untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga pada masyarakat berpenghasilan rendah. Dalam menentukan penerima bantuan raskin, terjadi kendala dalam pencacahan dan penetapan penerima bantuan raskin berdasarkan kriteria yang sesuai. Beberapa penerima bantuan raskin tidak sesuai dengan kriteria untuk mendapatkan raskin, namun beberapa orang yang memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan tidak terdaftar dalam program bantuan raskin. Oleh karena itu, pada penelitian ini dibuatlah sistem pendukung keputusan berbasis web yang dapat digunakan untuk membantu seleksi penerima bantuan raskin menggunakan metode weighted product. Sistem ini dirancang menggunakan konsep UML dengan model waterfall sebagai metode pengembangannya dan diimplementasikan menggunakan Laravel Framework yang memiliki konsep MVC. Sistem ini dikembangkan menggunakan basis data MySQL. | Raskin is one of government program that aims to subsidize rice for poor households in intend to reducing households expenditure of poor people. However, there are some problems to determine raskin beneficiaries based on eligible criterias. Some of raskin beneficiaries are not eligible to receipt raskin, however some households that eligible are not registered in raskin program. This research was made to help the selection of raskin beneficiaries with building web-based decision support system application using weighted product method for selecting eligible criterias. This application was designed using UML concept and waterfall as development method. It was implemented using laravel framework and using MySQL for database. | |
| 14732 | 18055 | H1L012082 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI E-LEARNING BERBASIS WEB (STUDI KASUS SMK MUHAMMADIYAH 1 AJIBARANG) | Sistem Informasi E-Learning berbasis Web adalah suatu sistem yang digunakan untuk mempermudah dalam proses kegiatan pembelajaran baik dari sisi guru maupun dari sisi siswa. Sistem ini melakukan kegiatan pembelajaran secara online agar siswa lebih terampil dalam penggunaan internet, guru dapat memberikan materi lebih lengkap, mempermudah dalam pengelolaan data tugas, melaksanakan kegiatan ulangan yang lebih efektif, dan seluruh pengguna dapat melakukan chatting. Metode yang digunakan untuk mengembangkan Sistem Informasi e-Learning Berbasis Web adalah metode waterfall. Perancangan Sistem menggunakan Data Flow Diagram (DFD). Pada tahap implementasi, bahasa pemrograman yang digunakan adalah PHP. Hasil dari pengembangan sistem ini adalah sebuah sistem dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran secara online yang telah berjalan sesuai harapan dan sesuai perancangan yang telah dibuat. | Web-Based E-Learning Information System is a system used to simplify the process of learning activites both from from teachers and from students. The systems performs online learning activities that students are better skilled in the use of the internet, teachers can giving a more complete materials, simplify management data tasks, executing test activities more effective, and all users can chatting. The method which is used to develop the Web-based E-Learning Information System is the waterfall method. Planning System using Data Flow Diagram (DFD). On the implementation phase, it uses PHP for the programming language. The results of development of this system are a system can online learning activites that have been running as expected and appropriate with the design that has been created. | |
| 14733 | 18056 | H1L012032 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENGADUAN MASYARAKAT TERPADU (STUDI KASUS DINAS PERHUBUNGAN, KOMUNIKASI, DAN INFORMATIKA KABUPATEN PURBALINGGA) | Seiring kemajuan teknologi, Pemerintah Kabupaten Purbalingga mulai memanfaatkan sistem komputer untuk pengelolaan pengaduan dari masyarakat, namun penggunaannya masih di catat pada Microsoft Excel dan Microsoft Word. Dengan kata lain, belum adanya sistem yang dapat digunakan untuk pengelolaan pengaduan dengan baik. Berdasarkan dari permasalahan tersebut, dibuatlah suatu sistem informasi pengaduan masyarakat terpadu. Sistem ini dirancang secara prosedural, di dalam perancangan dihasilkan Diagram Konteks, Data Flow Diagram (DFD) dan Entity Relationship Diagram (ERD). Pengembangan sistem dengan menggunakan metode Waterfall. Sistem ini berbasis Web dan SMS Gateway, sehingga masyarakat bisa dengan mudah mengirimkan pengaduan dimanapun mereka berada tanpa harus mendatangi dinas terkait. SMS Gateway ini digunakan untuk menampung pengaduan masyarakat yang secara otomatis akan di kirimkan dan diterima oleh masing-masing instansi terkait sesuai dengan kata kunci yang di miliki. Sistem ini nantinya akan bisa di akses oleh instansi-instansi terkait dan pengaduan yang di terima akan sesuai bidangnya sehingga proses pengelolaan pengaduan dapat dilakukan dengan cepat. | With the advancement of technology, Govenrment of Purbalingga Regency started utilize computer system to manage complaints from it's citizens, however it's still utilized using Microsoft Excel and Microsoft Word. In other word, there hasn't a system that can be used properly to manage it. Based on these problems, the writer build a integrated information system to manage citizen's complaints. This system is design procedurally, in the designing it generate Context Diagram, Data Flow Diagram and Entity Relation Diagram. The system development use the method of waterfall. This system is web based and SMS Gateway, thus the citizens could easily send complaints wherever the they are without come to the office. SMS Gateway is used to contain citizen’s complaints then automatically send and receive by the respective office according to the keywords the complaint had .Later on, this system could be accessed by related instances and received complaints will send to it's respective instance for efficent of complaints management. | |
| 14734 | 18057 | D1E013110 | KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PAKAN KAMBING YANG MENDAPAT SUPLEMENTASI SULFUR DAN ASAM ISOBUTIRAT SECARA IN VITRO | Tujuan penelitian adalah mengkaji pengaruh interaksi sulfur dan asam isobutirat terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik pakan kambing, mengkaji pengaruh sulfur terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik pakan kambing, serta mengkaji pengaruh asam isobutirat terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik pakan kambing. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah cairan rumen dari 3 ekor kambing Jawarandu jantan yang diambil di tempat pemotongan kambing, Pasar Sokaraja, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas segera setelah kambing dipotong. Ransum perlakuan yang terdiri atas ransum basal (rumput lapang 60%, dedak padi 22%, pollard 3,3% dan bungkil kelapa 14,67%), sulfur dan asam isobutirat. Penelitian dilakukan menggunakan metode experimental secara in vitro menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 3, terdapat 9 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang 3 kali, sehingga terdapat 27 unit percobaan. Perlakuan yang diteliti adalah P1 = ransum basal + sulfur 0% + asam isobutirat 0 mM, P2 = ransum basal + sulfur 0% + asam isobutirat 0,2 mM, P3 = ransum basal + sulfur 0% + asam isobutirat 0,4 mM, P4 = ransum basal + sulfur 0,3%+ asam isobutirat 0 mM, P5 = ransum basal + Sulfur 0,3% + asam isobutirat 0,2 mM, P6 = ransum basal + sulfur 0,3%+ asam isobutirat 0,4 mM, P7 = ransum basal + sulfur 0,6%+ asam isobutirat 0mM, P8 = ransum basal + sulfur 0,6%+ asam isobutirat 0,2 mM, dan P9 = ransum basal + sulfur 0,6%+ asam isobutirat 0,4 mM. Peubah yang diamati yaitu kecernaan bahan kering (KBK) dan kecernaan bahan organik (KBO). Data peubah dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji Orthogonal Polinomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara suplementasi sulfur dan asam isobutirat menurunkan (P<0,01) kecernaan bahan kering, Sedangkan pada kecernaan bahan organic tidak ada interaksi antara suplementasi sulfur dan asam isobutirat. Namun suplementasi sulfur berpengaruh menurunkan (P<0,05) kecernaan bahan organik. Kesimpulan dari penelitian adalah kecernaan bahan kering terbaik diperoleh dari interaksi antara suplementasi sulfur dan asam isobutirat pada taraf sulfur 0% dan asam isobutirat 0,2mM. dan semakin tinggi suplementasi sulfur semakin menurunkan kecernaan bahan organik dengan rata-rata penurunan 3%. | The research purposes were to review the influence of isobutyric acid and sulfur interaction on digestibility of dry matter and organic matter of goat feed, and to review the influence of isobutyric acid on digestibility of dry matter and organic matter of goat feed. The Materials of the research were from rumen fluid 3 males Jawarandu goat that was taken from the goat slaughter house, Sokaraja, Banyumas Regency after the time that goat is slaughtered. The ration consisted of basal ration (wield grass, paddy bran, pollard, and coconut oilcake), sulfur and isobutyric acid. The research was done using experimental method by in vitro using completed random design with 3x3 factorial pattern. There were combination 9 treatment was repeated 3 times, so there were 27 treatment. Treatment that reviewed are B1= basal ration + 0% of sulfur+ 0 mM isobutyric acid, B2= basal ration+ 0% of sulfur+ 0,2 mM isobutyric acid, B3= basal ration+ 0% of sulfur+ 0,4 mM isobutyric acid, B4= basal ration+ 0,3% of sulfur+ 0 mM isobutyric acid, B5= basal ration+ 0,3% of sulfur+ 0,2 mM isobutyric acid, B6= basal ration+ 0,3% of sulfur+ 0,4 mM isobutyric acid, B7= basal ration+ 0,6% of sulfur+ 0 mM isobutyric acid, B8= basal ration+ 0,6% of sulfur+ 0,2 mM isobutyric acid, B9= basal ration+ 0,6% of sulfur+ 0,4 mM isobutyric acid. The variables observed were dry matter digestibility and organic matter digestibility. The data were analyzed with variance analysis and continued with Orthogonal Polinomial test. The research results indicated that the interaction between sulfur supplementation and isobutyric acid affected very significantly (P<0.01) decreased dry matter digestibility. But sulfur supplementation significantly (P<0.05) decreased organic matter digesbility. The conclusions of the research are the higher dry matter digestibility is got from the interaction between sulfur supplementation and isobutyric acid on 0% of sulfur and 0.2 mM isobutyrate acid and the higher sulfur supplementation the lower organic matter digestibility with 3% decrease. | |
| 14735 | 18058 | H1A013036 | MODIFIKASI FOTOKATALIS TiO2 DENGAN DOPAN N DARI PUPUK UREA UNTUK FOTODEGRADASI SIANIDA PADA LIMBAH CAIR TAPIOKA MENGGUNAKAN BANTUAN LAMPU TUNGSTEN | Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah tapioka dapat terjadi karena kandungan senyawa organik yang tinggi, salah satunya yaitu sianida. Kadar sianida (CN-) yang dihasilkan industri tapioka berkapasitas produksi 400 ton ubi kayu sebesar 10 – 40 mg/L, sedangkan kadar maksimum sianida yang ditentukan pada baku mutu limbah cair adalah sebesar 0,5 mg/L. Salah satu cara untuk mengurangi kadar sianida dalam limbah tapioka adalah menggunakan metode fotokatalitik dengan TiO2 yang dimodifikasi dengan dopan non logam seperti nitrogen agar aktif pada cahaya tampak. Urea merupakan hidrokarbon dengan kandungan nitrogen yang tinggi, mudah diperoleh serta relatif murah sehingga cukup potensial digunakan sebagai sumber nitrogen untuk pembuatan TiO2-N. Metode sintesis yang digunakan yaitu dekomposisi termal dengan memanaskan campuran TiO2 dan urea dengan perbandingan molar 100:0; 95:5; 90:10; 85:15; dan 80:20 pada suhu 400ºC. Nilai energi celah pita diukur dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis DRS. Hasil penelitian menunjukkan penurunan band gap dari 3,20 eV menjadi 3,06 eV yang menunjukkan terjadi substitusi N ke dalam TiO2. Aktivitas fotokatalitik terbesar terdapat pada perbandingan molar 90:10, pH optimum berada pada pH 5, dan waktu kontak optimum 6 jam dengan persentase penurunan sianida sebesar 75,77%. Hal ini menunjukkan bahwa sianida dapat didegradasi dan TiO2 dapat dimodifikasi agar aktif pada cahaya tampak dengan dopan N dari urea. | Environmental pollution which is caused by the waste of tapioca may occur due to the high content of organic compounds, one of it is cyanide. Levels of cyanide (CN ) is 10 – 40 mg/L which is produced by tapioca industry production that has capacity of 400 tonnes of cassava, whereas the maximum levels of specified cyanide effluent standard is 0,5 mg/L. One way to reduce the levels of cyanide is using photocatalytic method TiO2 modified with non-metallic dopant like nitrogen so that can be active in visible light. Urea is hydrocarbon with highly nitrogen content, easily available, and relatively cheap, so it potentially can be used as a source of nitrogen needs for the synthesis of TiO2-N. Synthesis method that used is thermal decompotition by heating a mixture of TiO2 and urea with a molar ratio on 100:0; 95:5; 90:10; 85:15; and 80:20 at 400ºC. The band gap energy was measure by spectrophotometer UV-Vis DRS. The result showed a decreasing of the band gap at 3,20 eV to 3,06 eV which is showed a substitution of N into TiO2. The highest photocatalytic activity is observed on molar ratio of 90:10, pH optimum is at pH 5, and the optimum contact time is 6 hours with 75,77% cyanide reduction percentage. This shows that cyanide can be degradated and TiO2 can be modified so that positively active under visible light with N as dopant from urea. | |
| 14736 | 18060 | D1E013209 | KADAR PROTEIN KASAR, SERAT KASAR DAN BAHAN ORGANIK DALAM RANSUM YANG MENGGUNAKAN DAUN LAMTORO, DAUN TURI, DAUN NANGKA DAN DAUN MENGKUDU | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penggunaan tepung daun lamtoro, daun turi, daun nangka dan daun mengkudu pada pakan ruminansia terhadap kadar protein kasar, serat kasar dan bahan organik. Perlakuan yang diuji adalah dengan pencampuran konsentrat dengan tepung daun lamtoro, daun turi, daun nangka dan daun mengkudu dengan konsentrasi konsentrat 60% dan tepung daun hijauan 40%. Penelitian menggunakan metode eksperimental yang dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, masing-masing perlakuan terdiri dari lima ulangan. Peubah yang diamati adalah kadar protein kasar, serat kasar dan bahan organik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi. Uji lanjut yang digunakan adalah Uji Beda Nyata Jujur. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan pencampuran konsentrat 60% dan tepung daun hijauan 40% berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap kadar protein kasar, serat kasar dan bahan organik. Rataan kadar protein kasar untuk masing-masing perlakuan adalah 16,510%, 17,548%, 15,892% dan 12,655%, untuk rataan kadar serat kasar adalah 11,108%, 10,609%, 13,712%, 13,799% dan rataan kadar bahan organik adalah 74,824%, 77,954%, 75,213% dan 75,134%. Disimpulkan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur perlakuan pencampuran konsentrat 60% dengan tepung daun turi 40% mengandung kadar protein kasar dan bahan organik paling tinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lain. Sedangkan untuk kadar serat kasar mempunyai kadar yang paling rendah dibandingkan dengan perlakuan lainnya. | The purpose of this study was to assess the effect of the use of lamtoro leafmeal, turi leaf meal, jackfruit leaf meal and noni leaf meal in ruminant diets on the level of crude protein, crude fiber and organic matter.The treatmentswere made by mixing the concentrate with lamtoro leaf meal,turi leaf meal, jackfruit leaf meal and noni leaf meal with a concentration of 60% concentrate and 40% forage leaf meal. Theresearch used experimental methods designed by using completely randomized design (CRD) with four treatments, each treatment consisted of five replications. The parameters measured were the levels of crude protein, crude fiber and organic matter. Thedata were analyzed by using analysis of variance. A further test used Honesty Significant Difference test. The results of analysis of variance showed that the mixing of the concentrate of 60% and 40% of green leaf meal significantly (P> 0.05) asfected the levels of crude protein, crude fiber and organic matter. The mean levels of crude protein for each treatment were 16.510%, 17.548%, 15.892% and 12.655%, for the averages crude fiber content were 11.108%, 10.609%, 13.712%, 13.799% and the average levels of organic matter were 74.824%, 77.954% , 75.213% and 75.134%. It isconcluded blending concentrate 60% with 40% ofturi leaf meal containing high levels of crude protein and organic ingredients, is the highest compared to the other treatments. As for the crude fiber content,it has the lowest compared to other treatments. | |
| 14737 | 18736 | D1E011227 | KADAR BETN, LEMAK KASAR, DAN ENERGI DAUN TURI (Sesbania grandiflora) PADA DIAMETER BATANG YANG BERBEDA | ABSTRAK Dimensi batang (diameter dan tinggi) berkaitan erat dengan biomasanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar BETN (bahan ekstrak tanpa nitrogen), lemak kasar dan energi daun turi pada diameter batang yang berbeda dan mengetahui potensi hijauan tanaman turi. Penelitian dilaksanakan di Desa Klumprit Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah dan Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, mulai 3 September 2016 sampai 24 Febuari 2017 Metode penelitian yang dilakukan pada penelitian adalah metode survei. Peubah yang diamati dalam penelitian adalah kadar BETN, lemak kasar dan energi. Sampel tanaman ditentukan dengan purposive sampling, dibagi menjadi 3 perlakuan, yaitu diameter batang 3, 6 dan 9 cm, setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali, sehingga diperoleh 18 tanaman sampel. Analisis Data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan analisis variansi terhadap kandungan BETN, lemak kasar dan energi dengan uji lanjut BNJ. Berdasarkan hasil analisis kadar BETN, lemak kasar dan energi daun turi pada diameter batang yang berbeda dapat disimpulkan bahwa potensi tanaman turi yang memiliki diameter yang lebih kecil yaitu 3 cm mempunyai kandungan BETN, lemak kasar dan energi yang lebih tinggi dibandingkan dengan potensi diameter yang lebih besar yaitu 9 cm. | Stem dimension, include diameter and height closely related to the biomass. This research aimed to determine the extract matter without nitrogen content, crude fat, and energy of Sesbania grandiflora at the different stem diameters and to know the pontential of Sesbania grandiflora plant. Research was conducted in in Klumprit Village, Nusawungu Sub district of Cilacap District and feed science, Laboratory Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto from 3^rdof September 2016 until 〖24〗^thof Febuari 2017.The method used in this research was survey method. Variables observed were N-Free Extract, Crude Fat, and Energy. Contents Plant samples were determined by purposive sampling, divided into 3 treatments, i.e. 3 cm, 6 cm, and 9 cm stem diameters, each treatment was replicated into 6 replications, so there were 18 plant samples. Data collected were analyzed by descriptive analysis, variant analysis and continued with Honesty Significance Difference (HSD) test. Based on the analysis results of N-Free extract, trude fat, and energy, contents of Sesbania grandiflora at different stem diameters, it could be concluded that Sesbania grandiflora with 3 cm stem diameter had higher N-Free extract, crude fat, and energy, contents than plants with longer stem diameters (9 cm). | |
| 14738 | 16815 | A1L009086 | PENGARUH PEMUPUKAN NZEO-SR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BIOMASSA PADI GOGO G136 PADA TANAH ULTISOL | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukan NZEO-SR pada pertumbuhan dan biomassa tanaman padi serta mendapatkan takaran pupuk NZEO-SR paling optimum untuk meningkatkan pertumbuhan dan biomassa tanaman padi gogo G136 pada tanah ultisol. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Agustus 2013 hingga Januari 2014, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah komposisi dan diameter pupuk NZEO-SR yaitu 2,0 – 2,5 mm dan 2,5 – 3,0 mm, faktor kedua adalah takaran pupuk NZEO-SR, yaitu 0, 15, 30, 45, 60, dan 75 kg N/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi dan diameter pupuk NZEO-SR berpengaruh terhadap tinggi tanaman, sedangkan takaran pemupukan NZEO-SR mempengaruhi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot kering, dan kandungan N jaringan. Komposisi dan diameter pupuk NZEO-SR yang menghasilkan tinggi tanaman paling tinggi adalah 2,5 – 3,0 mm, sedangkan takaran pupuk NZEO-SR yang menghasilkan biomassa paling tinggi adalah 45kgN/ha. Kombinasi perlakuan untuk menghasilkan biomasa tanaman padi gogo G136 yang optimal yaitu takaran setara 75 kg N/ha dengan komposisi dan diameter 2,5 – 3,0 mm, menghasilkan bobot kering tajuk, akar, tanaman dan kandungan N jaringan tertinggi. | This research aimed to determine the effect of NZEO-SR fertilization towards the growth and biomass production of G136 upland rice and to get the most optimum level of NZEO-SR fertilization that increase the growth and biomass production of G136 upland rice in ultisol soil. The research was conducted from August, 2013 till January, 2014 using Randomize Complete Block Design with 2 factors and 3 replications. The first factor were NZEO-SR composition and diameter, i.e. 2,0 – 2,5 mm and 2,5 – 3,0 mm, while the second factor were NZEO-SR level, i.e. 0, 15, 30, 45, 60, and 75 kg N/ha. The result showed that NZEO-SR composition and diameter treatment affected to plant height, number of leaves, dry weight, and tissue N content. NZEO-SR composition and diameter that produced the best G136 upland rice plant height was 2,5 – 3,0 mm, and the best level on producing highest biomass was 45kg N/ha. while the best treatment combination was 75 kg N/ha level with 2,5 – 3,0 mm NZEO-SR composition and diameter which produced the highest shoot, root and plant dry weight and Nitrogen tissue content. | |
| 14739 | 18065 | A1L112038 | Penilaian Kerusakan Tanaman Cabai karena Penyakit di Desa Sumbang dan Kebanggan | Penelitian bertujuan untuk mengetahui gejala, pola sebaran penyakit pada pertanaman cabai, mengidentifikasi jenis patogen yang menyerang pertanaman cabai, serta menilai intensitas penyakit pada pertanaman cabai di Desa Sumbang dan Kebanggan. Penelitian dilaksanakan di Lahan pertanaman cabai Desa Sumbang dan Kebanggan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas pada bulan Mei sampai Juni 2016. Penelitian menggunakan metode survei dengan pengambilan sampel secara purposive random sampling yaitu dengan cara pengambilan sampel dengan acak mempunyai kriteria khusus pada sampel yang diambil. Pengambilan secara diagonal 1 petak diambil 5 titik dan 1 titik berisi 9 tanaman sampel. Variabel utama yang diamati yaitu gejala penyakit, pola sebaran dan intensitas penyakit, serta variabel pendukung meliputi umur tanaman, varietas, budidaya dan pengendalian yang dilakukan oleh petani, dan kelembaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gejala yang ditemukan pada tanaman cabai di lahan meliputi penyakit antraknosa, layu bakteri, virus kuning, virus mosaik, bercak daun dan layu fusarium. Pola sebaran tiap penyakit di ketiga desa mempunyai tipe yang berbeda yaitu tipe acak (random) dan agregasi (aggregation). Jenis patogen yang teridentifikasi yaitu Colletotrichum gloeosporiodes, Ralstonia solanacearum, Cercospora capsici dan Fusarium oxysporum serta beberapa virus yang dibawa oleh vektor yaitu Virus Kuning (Gemini Virus) dan Virus Mosaik. Intensitas penyakit tertinggi di ketiga lahan yaitu pada penyakit mosaik dan bercak daun yakni sebesar 97,78% dan 94,57%, sedangkan intensitas penyakit terendah terjadi pada penyakit layu bakteri yaitu 1,78%. | The research aimed to know the symptoms, distribution pattern of disease in crops of chilli, identify pathogens that attack crops of chilli, and to assess disease intensity of chilli cultivation in Sumbang and Kebanggan Village. Research conducted at the Land planting in Sumbang and Kebanggan Village, Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency in May up to June 2016. Purposive sampling random was used by having a random sampling with specific criteria in taken samples. Decision diagonally 1 plots taken 5 points and 1 point 9 plants contain samples. The main variables observed were symptoms disease, distribution pattern and disease intensity, and supporting variables include age of the plant, land area, varieties, cultivation and control carried out by farmers, and humidity. Results the research showed that the symptoms were found on pepper plants in the area include anthracnose, bacterial wilt, yellow virus, virus curly, leaf spot and fusarium wilt. The distribution pattern of the disease in three villages each have a different type that is the type of random (random) and aggregation (aggregation). Pathogens were identified, namely Colletotrichum gloeosporiodes, Ralstonia solanacearum, Cercospora capsici, Fusarium oxysporum and some viruses carried by vectors, namely Yellow Virus (Gemini Virus) and Curl Virus. The highest disease intensity in the three fields are curly and leaf spot disease as 97.78% and 94.57%, while the lowest intensity of the disease occurs in bacterial wilt disease that is 1.78%. | |
| 14740 | 18061 | A1L010190 | PEMANFAATAN MINYAK ATSIRI DAN PEMBUNGKUS PADA JAMBU BIJI (Psidium guajava L) UNTUK MENGENDALIKAN HAMA LALAT BUAH (Bactrocera dorsalis) | Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mengetahui pengaruh pembungkusan buah dalam melindungi buah jambu biji dari serangan lalat buah, (2) mengetahui pengaruh minyak atsiri dalam melindungi buah jambu biji dari serangan lalat buah, (3) mengetahui pengaruh tindakan pembungkusan terhadap kualitas buah jambu biji (warna buah dan kandungan vitamin C). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai September 2016 bertempat di perkebunan jambu biji di Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen menggunakan plastik bening, plastik biru, kertas semen, lalu kombinasi kertas semen dengan minyak atsiri (nilam dan sereh). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 macam perlakuan, tiap-tiap percobaan diulang sebanyak 4 kali ulangan dan terdapat triplo buah. Variabel yang diamati adalah intensitas serangan lalat buah, diameter ukuran buah, kekerasan buah atau kematangan, tingkat kemanisan, dan vitamin C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembungkusan dan penggunaan minyak atsiri dapat menurunkan intensitas serangan lalat buah pada jambu biji dari 16,66 sampai 50%, tetapi pembungkusan tersebut tidak menurunkan tingkat kemanisan dan vitamin C pada buah jambu biji. Jenis bungkus yang terbaik adalah plastik bening. | The goal of research was to; (1) know the effect of bagging to protect the guava from fruit fly attack, (2) know the effect of essential oils to protect the guava from fruit fly attack, and (3) know the effect of bagging to quality guava (the skin color and vitamin C). This research was conducted in July until September 2016 at the garden that located in Sumampir, North Purwokerto, Banyumas. The methode used random completely block design consisted of transparent plastic, color plastic (blue), cement paper, and their combination with essential oils (patchouli and citronella). The experiment used 3 fruits for each treatments and 4 replications. The observed variables were the intensity of fruit fly attack, fruit diameter, fruit ripeness, sweetness, and vitamin C. The results showed that all bags and their combination with essential oils lowered the intensity of fruit fly attack circa 16,66 until 50%, but that experiment did not lower the level of sweetness and vitamin C content. The transparent bag was the best bag. |