Home
Login.
Artikelilmiahs
18008
Update
DEASY RIZKI RAKHMANIA
NIM
Judul Artikel
UJI APLIKASI METABOLIT SEKUNDER DUA ISOLAT Trichoderma harzianum TERHADAP PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN CABAI KERITING VARIETAS TROPHY
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui daya hambat metabolit sekunder Trichoderma harzianum isolat jahe dan bawang merah terhadap F. oxysporum f. sp. capsici secara in vitro; (2) mengetahui pengaruh metabolit sekunder T. harzianum isolat jahe dan bawang merah terhadap penyakit layu fusarium, pertumbuhan dan hasil tanaman cabai serta kandungan senyawa fenol pada tanaman cabai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2016 sampai dengan Februari 2017 di Rumah Kaca dan di Laboratorium Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yaitu dengan 6 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol, metabolit sekunder T. harzianum isolat jahe baik sebelum maupun setelah inokulasi patogen, isolat bawang merah baik sebelum maupun setelah inokulasi patogen, serta fungisida (berbahan aktif benomil). Variabel yang diamati yaitu masa inkubasi, intensitas penyakit, tinggi tanaman, waktu berbunga, panjang akar, bobot segar akar, jumlah buah, bobot buah, analisis jaringan dan daya hambat secara in vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan metabolit sekunder T. harzianum isolat jahe dan bawang merah mampu menghambat pertumbuhan F. oxysporum f. sp. capsici sebesar 49,97 dan 38,70%. Perlakuan metabolit sekunder T. harzianum isolat jahe dan isolat bawang merah tidak mampu mengendalikan penyakit layu fusarium serta tidak mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai. Perlakuan metabolit sekunder T. harzianum isolat bawang merah yang diberikan setelah inokulasi patogen mampu meningkatkan kandungan senyawa fenol (saponin, tanin dan glikosida) di dalam jaringan tanaman cabai.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aimed to know (1) inhibition rate of secondary metabolites derived from Trichoderma harzianum ginger and shallot isolates, againts F. oxysporum f.sp. capsici in vitro; and (2) effectiveness of the secondary metabolites on the disease, growth and yield, and phenolic compounds content in chilli crop. The research was caried out from September 2016 up to February 2017 at the screen house and the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman in vitro University. Randomized block design was used with six treatments and five replicates. The treatment consisted on control, secondary metabolites of T. harzianum ginger isolate either before or after pathogen inoculation, shallot isolate either before of after pathogen inoculation, and fungicide (active ingredient of benomyl). Variables observed were incubation period, disease intensity, crop height, flowering time, root length, wet root weight, number of fruits, fruit weight, tissue analysis and inhibition rate in vitro. Result of the research showed that the secondary metabolites of T. harzianum ginger and shallot isolates could inhibit the growth of F. oxysporum f. sp. capsici in vitro as 49.97 and 38.70%, respectively. The secondary metabolites could not control the disease and increase chili growth and yield. The secondary metabolites T. harzianum shallot isolates added after pathogen inoculation could increase phenolic compounds content (saponins, tannins and glycosides) in the plants tissue.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save