Artikelilmiahs
Menampilkan 14.701-14.720 dari 49.719 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 14701 | 18020 | C1G014085 | ANALISA PENGALIHAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN SETELAH PENGALIHAN MENJADI PAJAK DAERAH (Studi pada Kabupaten Banyumas) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pemungutan PBB-P2 setelah dilakukan pengalihan dari sisi Wajib Pajak maupun Pemerintah Kabupaten Banyumas, kendala yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam pemungutan PBB-P2 setelah dilakukan pengalihan, dan langkah-langkah yang ditempuh Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas untuk mengatasi masalah yang terjadi dalam pelaksanaan pemungutan PBB-P2. Jenus penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara langsung kepada informan dan mengumpulkan dokumen aturan terkait PBB-P2. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pemungutan PBB-P2 setelah dialihkan ditanggapi secara positif oleh petugas pemungut PBB-P2 dan Wajib Pajak PBB-P2 meskipun dalam pelaksanaannya masih banyak kendala yang dihadapi. Pemerintah Kabupaten Banyumas telah menyiapkan langkah-langkah untuk mengatasi kendala tersebut. Sebaiknya Pemerintah Kabupaten Banyumas meningkatkan pemahaman Pemerintah Desa/Kelurahan dan Wajib Pajak terhadap PBB-P2 sehingga lebih memahami hak dan kewajiban masing-masing sehingga dapat memperlancar pemungutan PBB-P2 maupun pengalihan wewenang dari pusat ke daerah. | This study aims to determine the collection of the PBB-P2 after the transfer of the taxpayer and the Government of Banyumas, the constraints faced by the Government of Banyumas in collections PBB-P2 after the transfer, and the steps taken by the Government of the District of Banyumas to resolve the problem occurring in the implementation of the PBB-P2 voting. The type of research used in this research is a case study with a qualitative approach. The data collection was done by direct interview to the informant and collecting documents related to the rules of the PBB-P2. The results showed for collection of the PBB-P2 after diverted respond positively to the tax officer collector and taxpayer PBB-P2 although in practice there are still many obstacles. Banyumas regency government has prepared measures to overcome these obstacles. The government should improve the understanding of the tax officer in Banyumas Regency Village / Sub and Taxpayers of the PBB-P2 so that a better understanding of the rights and obligations of each so as to facilitate the collection of PBB-P2 and the transfer of authority from the center to the regions. | |
| 14702 | 18021 | B1J010165 | VARIASI MORFOLOGI TALAS {(Colocasia esculenta (L.) Schott} KULTIVAR PARI PADA BERBAGAI LAHAN | RINGKASAN Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui variasi morfologi talas {(Colocasia esculenta (L.) Schott} kultivar pari pada berbagai lahan. Metode yang digunakan metode survai dengan teknik pengambilan sampel secara purposive random sampling pada lahan yang berbeda meliputi persawahan, pekarangan dan tegalan. Parameter variasi morfologi yang diamati meliputi habitus, daun, dan umbi/kormus. Karakter morfologi tanaman talas yang diperoleh pada berbagai lahan data kualitatif dianalisis secara deskriptis, sedangkan data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA). Besarnya pengaruh lahan terhadap variasi morfologi talas pari dianalisis dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) diulang sebanyak 7 menggunakan analisis varians (ANOVA) kali dan dilanjutkan dengan uji Wilayah Berganda Duncan (DMRT). Hasil penelitian variasi morfologi talas pari pada berbagai lahan diperoleh adanya perbedaan pada beberapa karakter morfologi. Variasi morfologi terjadi pada warna helai daun, panjang tangkai daun, warna pelepah, panjang pelepah, bentuk umbi/cormus dan cabang umbi/cormus, dan diameter umbi/cormus. Hasil analisis varian menunjukkan bahwa panjang tangkai daun terpendek pada lahan persawahan dengan rata-rata 16,86 cm. Panjang pelepah terpendek pada lahan persawahan dengan rata-rata 21,49 cm. Diamater umbi/cormus terbesar dengan rata-rata 4,91 cm terdapat pada lahan pekarangan. Ada pengaruh lahan terhadap variasi morfolgi talas pari, terdapat pada warna helai daun, warna pelepah, panjang tangkai daun, panjang pelepah, bentuk umbi/cormus, cabang umbi/cormus, dan diameter umbi. | SUMMARY The purpose of the study is to know the morphological variations of taro {(Colocasia esculenta (L.) Schott} pari cultivars on different land. Methods used the method of survey sampling techniques generally purposive random sampling on different land include rice fields, lawns and Moor. Morphological variation of the observed parameters include habitus, leaf, and root/kormus. Morphological characters of plant taro acquired land on the various qualitative data were analyzed in deskriptis, whereas the quantitative data were analyzed using the variant analysis (ANOVA). The magnitude of the influence of the land against variations in the morphology of talas pari analyzed by Random Design complete (RAL) is repeated as many as 7 using analysis of variance (ANOVA) times and continued with Multiple Area test Duncan (DMRT). Results of the study morphological variations of the various rays talas land gained distinction on several morphological characters. Morphological characters of different strands of color that is the color of leaves, stem, shape bulbs/tubers/branch and cormus cormus. The results of the analysis of variance showed that the land affects a few characters long at pari taro stalk the leaves, stem length and diameter of the tuber/cormus. The length of the stalk of the leaf on rice land with an average of 16.86 cm is the shortest of the leaf stalk. The length of the River on land rice fields with average stem length 21.49 cm is the shortest. Diamater bulbs/cormus biggest with an average 4.91 cm found in the farm yard. There is the influence of the land against variation of morfolgi taro pari on colors, there are strands of leaves, stem color, the length of the leaf stalk, stem length, the shape of the bulb/bulbs, branches/cormus cormus, and diameter of the tuber. | |
| 14703 | 18023 | F1I012001 | Implementasi Convention on the Right of Child dalam Penenganan Child trafficking di Indonesia tahun 2011-2013 | Convention on the Right of the Child (CRC) merupakan sebuah konvensi yang fokus terhadap permasalahan hak anak, tidak terkecuali permasalahan tentang child trafficking yang berlaku sejak 1990 banyak memaparkan tentang hak anak, yang termasuk di dalamnya terkait anak dalam situasi eksploitasi. Banyak faktor yang melatarbelaking child trafficking di dunia internasional, salah satunya yaitu faktor kemiskinan di negara tersebut. Indonesia menjadi salah satu negara yang ikut meratifkasi konvensi tersebut dengan KEPPRES NO. 36 tahun 1990, yang menjadikan Indonesia mengimplementasikan pasal dalam CRC ke dalam Undang Undang, kebijakan serta program guna melindungi anak dari ancaman child trafficking. Salah satu kebijakan Pemerintah Indonesia dalam menekan angka child trafficking, yaitu dengan membuat sebuah Rancangan Aksi Nasional tindak pidana perdagangan orang dan ekploitasi seksual anak tahun 2009-2014 serta membentuk sebuah Kota Layak Anak (KLA) yang bertujuan untuk melindungi anak dari segala macam bentuk eksploitasi seksual. | Convention on the Right of the Child (CRC) is a Convention, in which mainly focused on children’s right issues with no exception about child trafficking issue, applied since 1990 consists of children’s rights in an exploited situation. Lots of factor surrounding child trafficking internationally, one ofother being poverty in some countries. Indonesia has ratified CRC Convention through the release of KEPPRES No. 36 year of 1990, that signifies Indonesia’s commitment to the implementation of CRC by Legal Constitution, policy and program to protect children from child trafficking. One of the policies include founding a National Action Plan to crime against human trafficking and sexual exploitation from 2009 to 2014 also establishing a City Feasible for Children (Kota Layak Anak/KLA) that aims to protect children from any forms of sexual exploitation. | |
| 14704 | 18024 | H1D011011 | PENGARUH PERSENTASE KETIDAKBERATURAN HORIZONTAL TERHADAP KINERJA MODEL STRUKTUR GEDUNG 5 LANTAI DI KOTA PALU | Indonesia merupakan salah satu wilayah dengan tingkat aktivitas gempa bumi tinggi karena merupakan negara yang termasuk ke dalam lingkaran cincin api pasifik dan pertemuan tiga lempeng besar. Kinerja struktur gedung pada daerah rawan gempa sangat penting untuk diperhitungkan sesuai dengan peraturan SNI 03-1726-2012, sehingga dapat memberikan informasi mengenai dampak dan strategi mitigasi yang harus diterapkan. Kota Palu berdasarkan peta gempa Indonesia termasuk wilayah yang rawan gempa dan terklasifikasikan sebagai wilayah berpeluang gempa tinggi karena berdasarkan peta hazard gempa Indonesia tahun 2010 dengan gempa berkekuatan 500 tahunan, Kota Palu memiliki percepatan gravitasi yang termasuk ke dalam klasifikasi resiko gempa tinggi. Pemodelan gedung yang dibuat untuk melihat perbandingan kinerja model adalah bangunan apartemen 5 lantai dengan berbagai variasi pada ketidak beraturan horizontal. Penekanan ketidakberaturan horizontal pada sudut dalam dengan persentase 0%, 20%, 40% dan 60%. Lokasi gedung berada di wilayah tanah sedang dengan model bangunan terbuat dari baja. Dilakukan tiga metode analisis, yaitu analisis statik ekivalen, dinamik respon, dan pushover maka akan diketahui perbandingan kinerja model struktur gedung akibat perbedaan persentase sudut dalam. Penelitian ini menggunakan bantuan software SAP2000 V14. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan persentase sudut dalam memberi dampak pada kekuatan struktur dalam menahan gaya gempa. Secara umum telah terjadi penurunan gaya geser seismik seiring dengan meningkatnya persentase sudut dalam. Simpangan tingkat dan rasio simpangan meningkat seiring dengan meningkatnya persentase sudut dalam pada semua analisis. Kinerja model struktur sebagian besar berada pada fase damage control yang berada diantara immediate occupancy (IO) dengan life safety (LS). Namun, struktur dengan persentase sudut dalam 0% pada arah Y satu-satunya yang berada pada fase immediate occupancy (IO) yaitu tidak ada kerusakan struktur. | Indonesia is one of the areas with a high level of seismicity activity because it is a country that belongs to the circle of the Pacific ring of fire and the confluence of three major plates. Performance of building structures in earthquake-prone areas is very important to be checked in accordance with SNI 03-1726-2012 regulation, so that it can provide information on the impact and mitigation strategies should be implemented. Territory of Indonesia has a varying level of vulnerability to earthquakes, from low to high. Level of vulnerability to earthquakes in Indonesia have been mapped in the 2010 Indonesian earthquake hazard map. Kalimantan island is the only area that is safe from the earthquake and there are some areas that have a high enough insecurity as Palu. Based on seismic hazard map of Indonesia in 2010 by an earthquake measuring 500 yearly, Palu city has a gravitational acceleration that is included in the classification of high seismic risk. Modeling of the building created to compare the performance of the model is a 5 storey building with a stores on a wide variety of horizontal irregularities. attention to horizontal at an angle irregularities in the percentage of 0%, 20%, 40% and 60%. The location of the building in the area of land under the building model made of steel. Do three methods of analysis, the equivalent static analysis, dynamic response, and it will be known pushover, it will be known the comparative performance of the model of the structure due to the percentage difference inside angle. This study uses help of software SAP2000 V14. The results showed that the percentage difference inside angle of impact on the power structure within withstand earthquake forces. In general there has been a decrease in seismic shear force due to the increased percentage inside angles. Structure drift and drift ratio increases with increasing percentage of angles in all analyzes. Performance structure models are mostly located in the phase of damage control that is between immediate occupancy (IO) with life safety (LS). However, the structure of the percentage of 0% at the corners in the Y direction only who are at immediate phase of occupancy (IO) that there is no structural damage. | |
| 14705 | 18025 | G1A013097 | HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DAN RASIO LINGKAR PINGGANG-PINGGUL DENGAN NILAI ANKLE-BRACHIAL INDEX PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang. Aterosklerosis merupakan penyebab utama kematian di negara maju dan diperkirakan kurang dari 25 tahun mendatang akan menjadi penyebab utama kematian di negara berkembang. Ankle-Brachial Index merupakan uji screening non invasif prediktor aterosklerosis sistemik. Salah satu faktor risiko utama aterosklerosis adalah obesitas. Tren kejadian penyakit aterosklerosis dan obesitas semakin meningkat pada kelompok usia dewasa muda. Hubungan antara Indeks Massa Tubuh dan Rasio Lingkar Pinggang-Pinggul dengan Ankle-Brachial Index pada dewasa muda masih belum banyak diteliti. Tujuan. Mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh dan Rasio Lingkar Pinggang-Pinggul dengan nilai Ankle-Brachial Index pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman Metode. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 42 orang dengan usia antara 18-30 tahun. Pengambilan subjek penelitian dengan metode consecutive sampling. Subjek penelitian mengisi kuesioner tentang aktivitas fisik dan diwawancarai tentang riwayat merokok serta riwayat hipertensi, dislipidemia, dan diabetes mellitus. Setiap subjek penelitian diukur berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang, dan lingkar pinggul untuk mendapatkan nilai Indeks Massa Tubuh dan Rasio Lingkar Pinggang-Pinggul. Selanjutnya subjek penelitian dilakukan pengukuran tekanan sistolik ankle dan brachial dengan vascular doppler, kemudian dihitung nilai Ankle-Brachial Index Hasil. Terdapat hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan Ankle-Brachial Index yang bermakna secara statistik (p<0.05). Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara Rasio Lingkar Pinggang-Pinggul dengan Ankle-Brachial Index (p>0.05). Kesimpulan. Terdapat hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan Ankle-Brachial Index pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. | Background. Atherosclerosis is the leading cause of death in developed countries and it is estimated that less than 25 years, it will be the leading cause of death in developing countries. Ankle-Brachial Index is a non-invasive screening test to predict systemic atherosclerosis. One of the main risk for atherosclerosis is obesity. Trends in the incidence of atherosclerotic disease and obesity is increasing in the young adult age groups. The relationship between body composition with Ankle-brachial index in young adults still have not been studied. Objective. To know the relationship between body composition with Ankle-Brachial Index on the students of Medical Faculty Jenderal Soedirman University. Methods. This was observational analytic study with cross-sectional approach. Forty two men aged between 18 and 30 years participated in this study. The sampling methods is consecutive sampling. The participants filled out questionnaires about physical activity and be interviewed about smoking history,history of hypertension, dyslipidemia, and diabetes mellitus. Each participant was measured weight, height, waist circumference, and hip circumference to get value review of Body Mass Index and Waist-Hip Ratio. Then each participant was measured the ankle and brachial sistolic pressure, after that we calculated the Ankle-Brachial Index score. Results. There is a relationship between body mass index with the Ankle-Brachial Index, which was statistically significant (p <0.05). There is no statistically significant relationship between Waist-Hip Ratio with Ankle-Brachial Index (p> 0.05). Conclusion. There is a relationship between Body Mass Index with the Ankle-Brachial Index on the students of Medical Faculty Jenderal Soedirman University. | |
| 14706 | 18027 | G1A013021 | PENGARUH INTERVENSI PROGRAM PEMANASAN FIFA 11+ TERHADAP KELINCAHAN (AGILITY) PADA SISWA SEKOLAH SEPAK BOLA MARS MUDA PURWOKERTO | Latar Belakang. Kualitas seorang pemain sepak bola ditentukan oleh teknik dasar dan unsur biomotorik, salah satunya yaitu menggiring dan kelincahan. Program pemanasan FIFA 11+ telah diuji pada pemain sepak bola dunia tidak hanya dapat mencegah cedera, tetapi juga dapat meningkatkan komponen biomotorik seorang pemain sepak bola, salah satunya kelincahan. Kelincahan dapat diterapkan pada saat menggiring bola sehingga pada implikasi lebih jauh dapat meningkatkan kualitas dari pemain sepak bola. Tujuan. Mengetahui apakah terdapat pengaruh intervensi program pemanasan FIFA 11+ terhadap kelincahan (agility) pada siswa Sekolah Sepak Bola MARS Muda Purwokerto. Desain penelitian. Metode penelitian adalah quasi experimental tipe one group pretest-postest design. Subjek penelitian adalah siswa Sekolah Sepak Bola MARS Muda Purwokerto. Didapatkan 28 subjek penelitian yang memenuhi kriteria insklusi dan drop out dengan metode total sampling. Subjek menjalani intervensi program pemanasan FIFA 11+ 2 kali seminggu selama 6 minggu. Pengukuran kelincahan dengan zig-zag run test dilakukan sebelum dan sesudah program pemanasan FIFA 11+. Analisis data menggunakan uji t berpasangan dengan p<0,05. Hasil. Terdapat peningkatan bermakna nilai kelincahan sebelum dan sesudah intervensi program pemanasan FIFA 11+. Rata-rata nilai kelincahan meningkat dari ±7,39 menjadi ±5,61 dengan nilai p=0,000. Sebelum intervensi, subjek didominasi oleh kategori kelincahan baik (67,86%), namun setelah intervensi subjek didominasi oleh kategori kelincahan baik sekali (100%) Kesimpulan. Terdapat pengaruh intervensi program pemanasan FIFA 11+ terhadap kelincahan pada siswa Sekolah Sepak Bola MARS Muda Purwokerto. | Background. The quality of a football player is determined by the basic techniques and biomotoric components one of which is dribbling and agility. FIFA 11+ warm up program has been tested on the world's football players not only to prevent injuries, but also able to improve biomotoric components of a football player, especially agility. Agility can be applied when dribbling which is finally led to the quality of a football player. Objective. To know if there is an influence of FIFA 11+ warming up program to agility on students of MARS Muda Football School Purwokerto Research Methodology. The research method was quasi-experimental with one group pretest-postest design. Subjects are students in the MARS Muda Football School Purwokerto. We obtained 28 research subjects who meet the eligible criteria with total sampling method. Subjects underwent FIFA 11+ warming up program 2 times a week for 6 weeks long. Agility measurement using zig-zag run test was conducted before and after the FIFA 11+ warming up program. Data were analyzed using paired t-test with significancy value p <0.05. Result. There is a significant increase of agility value before and after the intervention of FIFA 11+ warming up program. The mean value of agility increased from ± 7.39 to ± 5.61 with p=0,000. Before the intervention, the subject is dominated by good agility category (67.86%), but after the intervention of the subject is dominated by excellent agility category (100%). Conclusion. There is an influence of FIFA 11+ warming up program to agility on students of MARS Muda Football School Purwokerto. | |
| 14707 | 18026 | D1E013103 | KONSENTRASI VFA TOTAL, N-NH3, DAN SINTESIS PROTEIN MIKROBA RUMEN KAMBING YANG MENDAPAT SUPLEMENTASI SULFUR DAN ASAM ISOBUTIRAT SECARA IN VITRO | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi sulfur dan asam isobutirat terhadap konsentrasi VFA, N-NH3 dan sintesis protein mikroba pada kambing secara in vitro.Materi penelitian menggunakan cairan rumen kambing Jawarandu, pakan basal (60% rumput lapang, dedak padi 22%, pollard 3,3%, dan bungkil kelapa 14,67%), mineral sulfur dan asam isobutirat.Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x3.Peubah yang diukur adalah konsentrasi VFA total, N-NH3, dan sintesis protein mikroba.Taraf pemberian sulfur dan asam isobutirat yang disuplementasikan yaitu sulfur 0 % + asam isobutirat 0 mM (P1), sulfur 0 % + asam isobutirat 0,2 mM (P2), sulfur 0 % + asam isobutirat 0,4 mM (P3), sulfur 0,3 % + asam isobutirat 0 mM (P4), sulfur 0,3 % + asam isobutirat 0,2 mM (P5), sulfur 0,3 % + asam isobutirat 0,4 mM (P6), sulfur 0,6 % + asam isobutirat 0 mM (P7), sulfur 0,6 % + asam isobutirat 0,2 mM (P8), sulfur 0,6 % + asam isobutirat 0,4 mM (P9). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01)dalam meningkatkan konsentrasi VFA Total, N-NH3, dan Sintesis protein mikroba. Hasil rataan produksi VFA total berkisar antara 122,00–150,67 mM, rataan N-NH3 berkisar antara 10,47- 12,67 mM, sementara rataan SPM berkisar antara 2,93– 59,78 mg/ 20 ml cairan rumen.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsentrasi VFA total dan N-NH3 tertinggi diperoleh dari cairan rumen yang diberi 0,6% sulfur dan 0,2 mM asam isobutirat. Sedangkan, sintesis protein mikroba rumen terbaik dicapai oleh cairan rumen yang diberi 0,3% sulfur dan 0,2 mM asam isobutirat. | The aim of this research was to mesure the impact of interaction between sulfur and isobutyric acid on VFA and N-NH3 concentrations and microbial protein synthesis in goat byin vitro. The materials used in this research weregoat rumen fluid, basal feed consisted ofwild grass 60%, rice bran 22%, pollard 3.3%, and coconut meal 14.67%, sulphur mineral, and isobutyric acid.This experimental research used completely randomized design (CRD)3x3 factorially. The treatments tested were the levels of mineral sulphur and isobutyric acidthat were supplemented in goat diet. The levels of supplemented mineral sulphur and isobutyric acidwere sulphur 0% + isobutiric acid 0 mM (P1); sulphur 0% + isobutiric acid 0.2 mM (P2), sulphur 0% + isobutiric acid 0.4 mM (P3), sulphur 0.3% + isobutiric acid 0 mM (P4), sulphur 0.3% + isobutiric acid 0.2 mM (P5), sulphur 0.3% + isobutiric acid 0.4 mM (P6), sulphur 0.6% + isobutiric acid 0 mM (P7), sulphur 0.6% + isobutiric acid 0.2 mM (P8), sulphur 0.6% + isobutiric acid 0.4 mM (P9). The results showed that the average values of total VFA production were between 122.00–150.67mM,the average values of N-NH3 were between 10.47- 12.67 mM, meanwhile the average values of microbial protein synthesis were between 2.93– 59.78mg/ 20 ml ruminal fluids. The results of variance analysis showed that the treatment increased total VFA, N-NH3 and microbial protein synthesis concentration very significantly (P<0.01). This experiment concludes that the best suplementation of sulfur and isobutyric acidthat increasestotal VFA and N-NH3 is atthe level0.6% sulphur and 0.2mM isobutiric acid. Meanwhile, the best interaction to increase microbialprotein synthesis is at thesupplementation 0.3% sulphur and 0.2 mM isobutiric acid. | |
| 14708 | 18028 | D1B015016 | PENGARUH PENAMBAHAN KUNYIT (Curcuma domestica Val.) DAN ASAM JAWA (Tamarindicus indica) TERHADAP pH, VISKOSITAS, DAN TOTAL KEASAMAN YOGURT SUSU SAPI | Penelitian bertujuan untuk mengkaji perubahan pH, viskositas, dan total keasaman yogurt susu sapi dengan penambahan kunyit dan asam jawa. Materi penelitian yang digunakan yaitu 6 liter susu sapi, kunyit, asam jawa, skim, dan aquades. Kultur starter yang digunakan adalah starter kering bakteri komersial terdiri dari Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus acidophilus, dan Streptococcus thermophillus. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari P0: Yogurt tanpa penambahan kunyit dan asam jawa, P1: Yogurt ditambah kunyit asam 6%, P2: Yogurt ditambah kunyit asam 12%, P3: Yogurt ditambah kunyit asam 18%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kunyit asam dengan level yang berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap pH dan viskositas, tetap berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap total keasaman. Rataan pH yogurt susu sapi pada setiap perlakuan yaitu P0 = 4,02; P1 = 3,91; P2 = 3,89; dan P3 = 3,91. Rataan viskositas pada setiap perlakuan yaitu P0 = 1.53 cP, P1 = 1.93 cP, P2 = 2.65 cP, P3 = 1.94 cP. Rataan total keasaman pada setiap perlakuan yaitu P0 = 1.25%; P1 = 1.28%; P2 = 1.30%; dan P3 = 1.29%. Kesimpulan penelitian adalah penambahan kunyit asam mampu menurunkan pH meningkatkan viskositas tetapi menghasilkan total keasaman yogurt susu sapi yang sama. | The purpose of the research was to study the changes in pH, viscosity, and titrable acidity of yogurt of cow milk. This research used 6 liter of cow's milk, turmeric, tamarindus, skim milk, aquadest, and commercial starter bacteria (Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus acidophillus, and Streptococcus thermophilus). The method used was an experimental method using a completely randomized design with 4 treatments and 5 replications. The treatments given were P0: yogurt without addition of turmeric and tamarindus, P1: yogurt with the addition of 6% of turmeric and tamarindus, P2: yogurt with the addition of 12% of turmeric and tamarindus, P3: yogurt with the addition of 18% of turmeric and tamarindus. The results showed that the addition of tamarindus and turmeric had very significant effect (P<0.01) on pH and viscosity, but had no significant effect (P>0.05) on titratable acidity of yogurt of cow milk. The averages of pHs were P0 = 4.02; P1 = 3.91; P2 = 3.89; dan P3 = 3.91. The averages of viscosity were P0 = 1.53 cP, P1 = 1.93 cP, P2 = 2.65 cP, P3 = 1.94 cP. The averages of titratable acidity were P0 = 1.25%; P1 = 1.28%; P2 = 1.30%; dan P3 = 1.29%. In conclusion, the addition of turmeric and tamarindus decreases the pH and viscosity, but produces the similar titratable acidity of yogurt of cow milk. | |
| 14709 | 18029 | D1E013112 | Kecernaan Bahan Kering dan Organik pada Jerami Padi yang Disuplementasi Urea Lepas Lambat (Tepung Gaplek-Urea) pada Berbagai Taraf secara In Vitro | Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan taraf optimal suplementasi urea lepas lambat (tepung gaplek-urea) pada pakan jerami padi berdasarkan kecernaan bahan kering dan bahan organik secara in vitro. Materi yang digunakan adalah cairan rumen dari 3 ekor sapi yang diambil segera setelah sapi dipotong di Rumah Potong Hewan Bantarwuni, suplemen tepung gaplek-urea, pakan basal jerami padi (IR 64 Super) 70% dan konsentrat 30%. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) one way classification dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan: P0 = 100 % BK pakan basal + 0% BK urea lepas lambat, P1 = 100 % BK pakan basal + 6,25% BK urea lepas lambat, P2 = 100 % BK pakan basal + 12,50% BK urea lepas lambat, P3 = 100 % BK pakan basal + 18,75% BK urea lepas lambat, P4 = 100 % BK pakan basal + 25,00% BK urea lepas lambat. Variabel yang diukur terdiri dari kecernaan bahan kering (KBK) dan kecernaan bahan organik (KBO). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dilanjutkan dengan uji orthogonal polynomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi urea lepas lambat (tepung gaplek-urea) berpengaruh sangat nyata (P<0,01) meningkatkan kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Kecernaan bahan kering dan bahan organik tertinggi didapatkan dari suplementasi tepung gaplek-urea pada taraf 18,75%. | The aim of this study was to determine the optimum level of slow-release urea (cassava meal-urea) supplementation in rice straw diets based on dry and organic matter digestibilities by in vitro. The materials used were rumen liquid of 3 cattles, taken immediately after being slaughtered from slaughtering house in Bantarwuni, slow-release urea supplement, basal diet consisted of 70% of rice straw (IR 64) and 30% of concentrates. The experimental design employed was completely randomized design (CRD) one way classification with 5 treatments and 4 replications. The treatments were: P0 = 100% DM basal diet + 0% DM of slow-release urea, P1= 100% DM basal diet + 6.25% DM of slow-release urea, P2 = 100% DM basal diet + 12.50% DM of slow-release urea, P3 = 100% DM basal diet + 18.75% DM of slow release-urea, P4 = 100% DM basal diet + 25.00% DM of slow release urea. The measured variables were dry and organic matter digestibilities. The Data were analyzed by analysis of variance and continued with orthogonal polynomial test. The results showed that the supplementation of slow-release urea (cassava meal-urea) significantly (P<0,01) increased dry and organic matter digestibilities. The highest dry and organic matter were found in the supplementation of cassava meal-urea at a level of 18.75%. | |
| 14710 | 18030 | D1E012196 | HUBUNGAN MUSIM DENGAN BOBOT LAHIR DAN UKURAN LINIER TUBUH PEDET SAPI BRAHMAN DI BPTU-HPT SEMBAWA SUMATERA SELATAN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan musim dengan bobot lahir, panjang badan dan lingkar dada pedet sapi Brahman. Materi penelitian yang digunakan adalah 450 ekor pedet sapi Brahman. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pengambilan data dilakukan secara sensus. Musim (X) dikelompokkan menjadi (1) awal musim kemarau, (2) akhir musim kemarau, (3) awal musim hujan dan (4) akhir musim hujan. Data dianalisis dengan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan bobot lahir 33,63 ± 4,20 kg, panjang badan 58,76 ± 4,15 cm dan lingkar dada 71,05 ± 3,42 cm. Hasil analisis menunjukkan bahwa musim berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap bobot lahir, panjang badan dan lingkar dada. Nilai koefisien korelasi (r) bobot lahir, panjang badan dan lingkar dada masing-masing sebesar 0,306, 0,200, dan 0,206. Nilai koefisien determinasi (r²) bobot lahir, panjang badan dan lingkar dada masing-masing sebesar 9,4 %, 4,0 %, 4,2 %. Persamaan regresi dapat digunakan untuk menduga bobot lahir adalah Y = 30,41 + 1,21X, panjang badan Y = 56,68 + 0,78X, dan lingkar dada Y = 69,29 + 0,66X. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa bobot lahir, panjang badan dan lingkar dada pedet sapi Brahman mengalami penurunan pada awal hingga akhir musim kemarau kemudian mengalami peningkatan pada awal hingga akhir musim hujan. | The purpose of this research was to determine relationship the seasons with birth weight, body length and chest circumference of calf Brahman cattle. The materials of this research were used 450 calf Brahman cattle. The research method used was survey with data collection by census. Seasons grouped into (1) early dry season, (2) end of dry season, (3) early wet season and (4) the end of wet season. The regression analysis showed that the average of birth weight is 33.63 ± 4.20 kg, body length is 58.76 ± 4.15 cm and chest circumference is 71.05 ± 3.42 cm. The analysis showed that the season was highly significant relationship (P<0.01) on birth weight, body length and chest circumference. Correlation coefficient (r) birth weight, body length and chest circumference were 0.306, 0.200, and 0.206 respectively. The coefficient of determination (r²) of birth weight, body length and chest circumference were 9.4%, 4.0%, 4.2% respectively. The regression equation can be used to predict birth weight gained is Y = 30.41 + 1.21X, body length Y = 56.68 + 0.78X and chest circumference Y = 69.29 + 0.66X. This study was concluded that the birth weight, body length and chest circumference of calf Brahman cattle has decreased at the beginning to the end of dry season and then increased at the beginning to the end of wet season. | |
| 14711 | 18031 | F1C012067 | Pola Komunikasi Orang Tua dengan Anak Sekolah Dasar Al-Irsyad Al-Islamiyyah 01 Purwokerto dalam Peningkatan Literasi Media Televisi | Televisi sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat saat ini dan salah satu penggunanya adalah anak-anak. Selain karakter audio-visualnya yang lebih menarik, kemudahan akses juga memudahkan penggunanya untuk mendapatkan informasi. Sebagai pengguna televisi, anak usia sekolah dasar cenderung melakukan peniruan terhadap apa yang dilihatnya, maka agar anak dapat memilah tayangan yang bisa memberikan dampak baik dan buruk, anak harus terliterasi media. Karena literasi media merupakan hal yang harus dipelajari maka orang tua harus membantu anak dalam meningkatkan kemampuan literasi media televisi anak dengan memberikan penjelasan atau membuat kebiasaan menonton tv untuk anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi yang dilakukan orang tua pada anak dalam proses peningkatan literasi media televisi. Penelitian ini menggunakan konsep pola komunikasi keluarga dan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah orang tua dan murid kelas 4-6 sekolah dasar Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam dan observasi pada informan penelitian. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah model Miles dan Huberman yang terdiri dari (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan kemudian uji validitas data dilakukan dengan cara membandingkan hasil wawancara dan observasi dari sumber data. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa pola komunikasi yang tepat untuk proses peningkatan literasi media televisi pada anak adalah pola komunikasi authoritative. Dalam pola ini orang tua masih mendengarkan dan mengetahui sifat masing-masing anak sehingga mengetahui cara menangani anak untuk mengajarkan literasi media televisi, dan anak juga lebih mudah memahami penjelasan yang diberikan orang tua. Sementara itu pola komunikasi authoritarian dan permissive kurang tepat digunakan karena anak akan merasa diatur atau dibiarkan sehingga dapat timbul rasa penasaran ingin meniru apa yang dilihat dan dilarang orang tua dan dapat menyebabkan anak lebih rentan terkena dampak buruk dari televisi. Kata Kunci: pola komunikasi, literasi media televisi, anak sekolah dasar | Television has become a part of community life and one of the users are children. Apart from its audio-visual characteristic that makes television more interesting, the way to access television is also easier which makes finding information on television more convenient. As a television user, elementary school-age children tend to do imitation of things they saw, so to be able to sort and choose the content that contain negative and positive effect on television, children have to learn about media literacy. Because media literacy is something that must be learned, parents had to help their children to improve the media literacy television skill by giving instruction or creating new habit and regulation in watching television. The purpose of this research is to analyze the communication pattern used by parents in order to improve their children’s skill at the age 9-12 in media literacy television. This research used family communication pattern concept with the qualitative descriptive methods. Subject in this research are parents and 4-6 graders in SD Al Irsyad Al-Islamiyah 01 Purwokerto. Data collection was done by interview and observation with the informant of this research. Data analysis methods that used in this research is the model by Miles and Huberman that consist of three things: (1) data reduction, (2) data presentation, and (3) conclusion and test the data validity by comparing the results from interview and observation with the data resource. The result from this research explained that the most appropriate communication pattern to improve children’s skill in media literacy television is the authoritative pattern. In this pattern, parents still willing to listen to their children and finding out the character of each child so they know how to handle and communicate to each child in order to improve the children’s skill in media literacy television and it also easier for the children to understand the explanation given by their parents. Meanwhile, the other communication pattern, authoritarian and permissive is not appropriate to use in order to improve the media literacy television skill, it can cause children to feel restrained or even neglected by their parents which can arise the curiosity to imitate things they see that are prohibited by their parents and it also can cause the children more susceptible to negative effect of television. Keyword: communication pattern, media literacy television, elementary school children | |
| 14712 | 18033 | F1A012063 | EKSISTENSI PERMAINAN TRADISIONAL DODOL-DODOLAN DI DESA GEBANG KULON KABUPATEN CIREBON (THE EXISTENCE OF TRADITIONAL GAMES “DODOL-DODOLAN” IN GEBANG KULON VILLAGE CIREBON DISTRICT) | Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna serta fungsi permainan dodol-dodolan bagi masyarakat Desa Gebang Kulon dan mendeskripsikan upaya masyarakat dalam menjaga eksistensi permainan dodol-dodolan di Desa Gebang Kulon Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi dan data penelitian dianalisis dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan makna dan fungsi permainan dodol-dodolan bagi masyarakat yaitu, sebagai identitas desa, warisan budaya yang harus dilestarikan, sebagai media pembelajaran, sebagai alat sosialisasi, mengembangkan kecerdasan natural anak, dan menjadikan anak lebih kreatif. Lalu upaya yang dilakukan masyarakat Desa Gebang Kulon dalam menjaga ekistensi permainan dodol-dodolan yaitu dengan menyelenggarakan festival permainan dodol-dodolan dan memasukkan permainan dodol-dodolan ke dalam acara perlombaan. | The purpose of this research is to describe the meaning and function of dodol-dodolan game for the villagers of Gebang Kulon and also to describe the efforts to keep the existence of dodol-dodolan game in Gebang Kulon village, Cirebon district. The method for data collection using the in-depth interviews, observation, and documentation technique and the data will analyze by interactive analysis models. The results showed the meaning and function of dodol-dodolan games for society is, as the village's identity, cultural heritage which must be preserved, and as a learning tools, as a tools of socialization, develop the natural intelligence of kids, and make children more creative. Then, efforts done by Gebang Kulon villagers in keeping the existance of dodol-dodolan games by organizing dodol-dodolan games festival and make dodol-dodolan include into the event. Keywords: existence, games, dodol-dodolan | |
| 14713 | 17310 | H1F012055 | GEOLOGI DAN KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP ALTERASI HIDROTERMAL DAN MINERALISASI EMAS PADA ENDAPAN SULFIDASI TINGGI DI DAERAH “A”, PROVINSI SULAWESI UTARA | Endapan bijih hidrotermal merupakan endapan bijih yang populer ditambang di Indonesia karena banyaknya kegiatan magmatisme dan vulkanisme di beberapa daerah Indonesia. Kedua proses ini yang menjadi dasar dari terbentuknya sistem hidrotermal yang dapat menghasilkan mineralisasi bijih khususnya emas di suatu daerah. Maksud dari penelitian ini adalah melakukan pemetaan geologi dan alterasi, analisis data struktur, dan analisis sampel batuan kemudian dilakukan evaluasi mengenai kontrol struktur terhadap mineralisasi. Tujuan dari penelitian diantaranya, mengetahui kondisi geologi, persebaran alterasi hidrotermal, kontrol struktur geologi terhadap persebaran alterasi dan mineralisasi, dan implikasi kontrol struktur geologi dalam eksplorasi emas. Lokasi penelitian terletak di Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara. Metode yang diterapkan diantaranya pemetaan geologi, pemetaan zona alterasi, pemetaan struktur dan pengambilan sampel batuan. Geomorfologi daerah penelitian, diantaranya Satuan Dinding Kaldera Purba dan Satuan Perbukitan Kaldera Purba. Litostratigrafi daerah penelitian yaitu Satuan Lava Andesit, Satuan Breksi Tuff Dasitik, Satuan Tuff Dasitik, Satuan Breksi Diatrema, Satuan Konglomerat Maar, dan Satuan Breksi Hidrotermal. Struktur geologi di daerah penelitian terdapat kekar berupa kekar gerus berarah N-S, NE-SW, dan W-E, dan kekar tarik berarah NE-SW. Sesar yang berkembang diantaranya Sesar Mendatar Delta, Sesar Mendatar Delta Timur, Sesar Mendatar Delta Selatan, Sesar Normal Charlie, Sesar Normal Mike, dan Sesar Vulkanik Delta. Zona alterasi yang berkembang diantaranya, silisik, argilik lanjut, argilik, dan propilitik. Daerah penelitian dikontrol oleh struktur transfer konjugasi berarah NNE-SSW dan NEE-SWW. Berdasarkan waktu terjadinya struktur terhadap mineralisasi maka Sesar Mendatar dekstral Delta, Sesar Mendatar Delta Timur, Sesar Normal Mike dan Sesar Normal Charlie merupakan struktur pre-mineralisasi dan Sesar Mendatar Delta Selatan merupakan sesar syn-mineralisasi. Implikasi struktur geologi terhadap eksplorasi adalah arah struktur dengan kelurusan NE-SW banyak membawa mineraliasi. Hal ini ditunjukan dengan kekar tarik yang terisi/ urat yang dominan mengarah NE-SW dikarenakan struktur tersebut pre-mineralisasi sehingga menghasilkan kadar emas yang cukup tinggi. | Hydrothermal ore deposits are ore deposits, which are popular mined in Indonesia because of the many activities of magmatism and volcanism in some areas of Indonesia. Both of these processes are the basis for the formation of the hydrothermal system, which can produce ore mineralization, particularly gold in an area. The purpose of this study is to conduct geological mapping and alteration, structure data analysis, and analysis of rock samples and then performed an evaluation of the structural control of the mineralization. The objective of such research, know the geological conditions, the distribution of hydrothermal alteration, geological structure controls toward distribution of the alteration and mineralization, and the implications of the geological structural control in the exploration of gold. The research location is situated in Lolayan District, Bolaang Mongondow Regency, North Sulawesi Province. The methods applied include geological mapping, mapping alteration zones, structural mapping and rock sampling. Geomorphology research areas, including the Paleo Caldera Walls Unit, and Paleo Caldera Hills Unit. Lithostratigraphy research areas, namely Andesite Lava Unit, Dacitic Tuff Breccia Unit, Dacitic Tuff Unit, Diatreme Breccia Unit, Maar Conglomerate Unit, and Hydrothermal Breccia Unit. The geological structure in the research area fracture such shear fracture which trending N-S, NE-SW, and W-E, and tensional fracture which trending NE-SW. The fault that growing include: Delta Stike-slip Fault, East Delta Sinistral Strike-slip Fault, South Delta Strike-slip Fault, Charlie Normal Fault, Mike Normal Fault, and Delta Volcanic Fault. Alteration zones that develop include: silicic, advanced argillic, argillic and propylitic. The research area is controlled by a conjugate transfer structures trending NNE-SSW and NEE-SWW. Based on the timing of the mineralized structures against the Delta Dextral Strike-slip Fault, East Delta Strike-slip Fault, Mike Normal Fault, Charlie Normal Fault is a pre-mineralization structures and South Delta Strike-slip Fault is a syn-mineralization faults. Implications of the geological structure of the exploration is structural trends NE-SW lineament with many carrying mineralization. This is evidenced by tensional fracture-filled/vein dominant lead NE-SW due to the structure of pre-mineralization resulting quite-high grade of gold. | |
| 14714 | 18034 | D1E013185 | Kajian Bahan Pembawa Ekstrak Daun Waru terhadap Kecernaan dan Neraca Energi Pakan Domba | Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh bahan pembawa ekstrak daun waru terhadap kecernaan dan neraca energi. Perlakuan yang diuji adalah pemberian konsentrat tanpa suplementasi ekstrak daun waru (R0), konsentrat dengan ekstrak daun waru yang dibawa tepung jerami padi amoniasi (R2), konsentrat dengan ekstrak daun waru yang dibawa tepung ampas tahu (R3), dan konsentrat dengan ekstrak daun waru yang dibawa tepung onggok (R3). Penelitian menggunakan metode eksperimental yang dirancang menggunakan RAL. Peubah yang diamati adalah kecernaan dan neraca energi dengan metode koleksi total selama lima hari. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan bahan pembawa ekstrak daun waru berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap kecernaan maupun neraca energi. Meskipun tidak berpengaruh nyata, terdapat kecenderungan pakan yang mendapat suplementasi ekstrak daun waru (R1, R2, dan R3) memiliki kecernaan dan neraca energi lebih tinggi dari kontrol (R0). Ditinjau dari kecernaan dan neraca energi, jerami padi amoniasi, ampas tahu dan onggok dapat dijadikan sebagai bahan pembawa ekstrak daun waru dalam pakan domba. | The aim of this research was to study the effect of Hibiscus tiliaceus leaf extract carriers on digestibility and metabolizable energy. Treatments used were diets contained either no Hibiscus tiliaceus leaf extract (R0) or with Hibiscus tiliceus leaf extract carried by ammoniated rice straw meal (R1), Hibiscus tiliaceus leaf extract carried by tofu waste meal (R2), Hibiscus tiliaceus leaf extract carried by cassava by-product meal (R3). The method used was experimental method using Completely Randomized Design (CRD). Variables measured were digestibility and metabolizable energy using total collecting method. Data were analyzed by analysis of variance. The analysis of variance showed that there was no significant (P>0.05) effect of the tratments on digestibility and metabolizable energy. Even though statistically not significant, digestibility and metabolizable energy of feed supplemented with waru leaf extract (R0, R1, R2, and R3) tended to be higher than control (R0). Ammoniated rice straw, tofu waste and cassava by-product can be used as carriers of Hibiscus tiliaceus leaf extract in sheep feed. | |
| 14715 | 18035 | H1C013038 | PERANCANGAN PROTOTYPE SISTEM KENDALI PINTU PERLINTASAN KERETA API BERBASIS LOGIKA FUZZY DENGAN MIKROKONTROLER ARDUINO | Palang pintu perlintasan kereta api merupakan salah satu sarana penunjang keselamatan dalam transportasi kereta api. Pada persimpangan palang pintu perlintasan kereta api saat ini masih banyak terjadi masalah terutama pada kecelakaan lalu lintas. Faktor manusia dan tekologi sering menjadi sorotan dalam banyak kasus diperlintasan kereta api. Berbagai kemungkinan dapat terjadi dalam perlintasan kereta api sehingga pengendalian otomatis secara sederhana seperti membuka atau menutup palang pintu tidak mungkin dilakukan dan akan sangat membahayakan. Oleh karena itu dalam penelitian ini dirancang sebuah sistem pengendalian pintu perlintasan kereta api berbasis logika fuzzy degan mikrokontroler Arduino. Dengan menggunakan teknologi logika fuzzy maka sistem akan mampu meniru kemampuan pemikiran manusia untuk mengendalikan sesuatu. Pengendal logika fuzzy akan menerima sebanyak dua jenis parameter masukan yaitu kondisi jalan dan kondisi perlintasan, sedangkan untuk pengendalian keseluruhan memilki input tambahan berupa kecepatan kereta. Penelitian ini menghasilkan referensi penempatan sensor dan algoritma sistem kendali pintu perlintasan kereta api dengan logika fuzzy. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, hasil perbandingan antara pengujian hardware dengan hasil simulasi dalam basis aturan (rule base) maka nilai output yang dihasilkan dari prototype hasilnya cukup akurat dengan persentase error rata-rata sebesear 0% atau dengan nilai RMSE sebesar 0,0096. | Railroad crossings gate is one kind of safety facitilies in railway transportation Sometimes there were trouble happen such as a traffic accident. Human errors and technologies often become the attention on that tragedy. Many probability could happen in railroad crossings, so a simple automatic control system such as a doorstop that suddenly open or close can't be implemented and could be dangerous. Hence, this study designed a doorstop control system based on fuzzy with Arduino microcontroller. By using fuzzy logic technology, the system will be able to imitate the capability of human way of thinking to control something. Fuzzy logic controller will receive as much as two types of input parameters, they are road and crossing conditions, while the overall control has an additional input in the form of train speed. This research produce result in the placement of sensors and algorithms reference of control system railroad crossings gate with fuzzy logic. Based on the research that has been done, the results of the comparison between the test hardware with simulation results and rule base give the output value generated from the prototype result is quite accurate with an average percentage error of 0% or the RMSE value of 0.0096. | |
| 14716 | 18036 | D1E013134 | PRODUK VFA TOTAL DAN KADAR N-NH3 PADA JERAMI PADI YANG DISUPLEMENTASI UREA LEPAS LAMBAT PADA BERBAGAI TARAF SECARA IN VITRO | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai taraf suplementasi urea lepas lambat pada jerami padi terhadap produk VFA total dan kadar N-NH3 secara in vitro, serta mengetahui taraf optimal suplementasi urea lepas lambat berdasarkan produk VFA total dan kadar N-NH3. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah cairan rumen yang berasal dari sapi sebanyak 3 ekor yang diambil di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Tambaksari segera setelah sapi dipotong dan digunakan sebagai sumber inokulum. Perlakuan yang diuji yaitu suplementasi urea lepas lambat (onggok-urea) dengan taraf 0% (P0), 6,25% (P1), 12,50% (P2), 18,75% (P3) dan 25% (P4) pada ransum yang tersusun dari jerami padi 70% dan konsentrat 30%. Konsentrat tersusun dari pollard, tepung jagung, onggok dan mineral mix, masing-masing 15, 10, 4, dan 1% BK. Metode penelitian yang digunakan eksperimental secara in vitro. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap one way classification. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh secara linier terhadap konsentrasi VFA total dengan persamaan Y = 147,4 + 1,112 X dan berpengaruh secara kuartik terhadap kadar N-NH3 dengan persamaan Y = 95,27 + 2,02 X – 0,61 X2 + 0,04 X3 – 0,0009 X4 Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa suplementasi urea lepas lambat pada pakan basa jerami padi dapat diberikan sebanyak 25% BK. | This experiment aimed to determine the effect different level of slow-release urea supplementation in rice straw on total VFA product and N-NH3 by in vitro method and to determine the optimum level of supplementation with slow-release urea based on the products of total VFA and N-NH3 levels. The materials used in this experiment were rumen fluids of 3 cattle from slaughter house, Tambaksari, immediately after being slaughtered. The treatments consisted of the slow-release urea supplementation (cassava waste-urea) with a level of 0% (P0), 6.25% (P1), 12.50% (P2), 18.75% (P3) and 25% (P4) on rations composed of rice straw and concentrate of 70% to 30%. The concentrate composed of pollard, maize, cassava waste and mineral mix 15, 10, 4, and 1% DM respectively. The experiment used in vitro method and was designed with completely randomized design one way classification. The data was analyzed with the analysis of variance and followed by orthogonal polynomial test. The results showed that the treatments linearly affected the concentration of total VFA, as expected by an equation, Y = 147.4 + 1.112 X and quadratically affect the concentration of N-NH3 forming equations, Y = 95.27 + 2.02 X – 0.61 X2 + 0.04 X3 – 0.0009 X4. Based on the result, it is concluded that the slow - release urea supplementation on rice straw basal feed can be given as much as 25% of DM. | |
| 14717 | 18037 | A1G010016 | ANALISIS PERBANDINGAN KEUNTUNGAN USAHATANI PEPAYA DENGAN SEMANGKA DI KECAMATAN BULUSPESANTREN KABUPATEN KEBUMEN | Kabupaten Kebumen, khususnya Kecamatan Buluspesantren dikenal sebagai salah satu sentra buah-buahan di antaranya pepaya dan semangka. Produksi semangka di kecamatan tersebut mencapai 35,92 persen dan produksi pepaya mencapai 21,26 persen dari produksi total di Kabupaten Kebumen, sementara, selain itu pemasarannya mudah sehingga potensial untuk dikembangkan dan perlu dilakukan kajian tentang keuntungan dan efisiensi usahatani pepaya dan semangka. Tujuan penelitian adalah untuk menghitung perbedaan keuntungan usahatani pepaya dengan usahatani semangka dan mengetahui efisiensi usahatani pepaya dan semangka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan metode pengambilan sampel cluster random sampling, sedangkan alat analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan serta uji t. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan keuntungan antara usahatani semangka dan usahatani pepaya di Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen di mana keuntungan usahatani pepaya Rp 45.150.400,00 lebih tinggi dibandingkan keuntungan usahatani semangka Rp 39.704.000,00. R/C ratio usahatani pepaya 2,33 dengan (t hitung6,052>t tabel 2.093.), sedangkan R/C ratio usahatani semangka sebesar 1,53 sehingga usahatani pepaya lebih menguntungkan bagi petani dibandingkan usahatani semangka di Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen. Kata kunci : keuntungan, usahatani, pepaya, semangka | Kebumen Regency, especially Buluspesantren subdistrict is known as one of the centers of production horticulture fruits including papaya and watermelon. Watermelon production reaches 35.92 percent and papaya production reached 21.26 percent of total production in Kabupaten Kebumen. The traditional pattern of production still needs to be study of the benefits and efficiency of farming papaya and watermelon. The purpose of the study to calculate the difference profits between papaya and watermelon farming and to know efficiency papaya and watermelon. The research method used survey method with collective data use cluster random sampling. Analysis tools use cost and revenue analysis by using the t-test. The results showed difference benefit between watermelon and papaya farming farming in district Buluspesantren District Kebumen (t calcualted 6,052> t table 2.093). Benefit of papaya farming (Rp 45.150.400,00) higher than benefits of the watermelon farming (Rp 39.704.000,00). R/C of papaya farming (2,33) higher than R/C of the watermelon farming (1,53). Base on the result has conclussion that papaya farming higher benefit than watermelon farming. in district Buluspesantren District Kebumen Keyword : benefit, papaya, watermelon | |
| 14718 | 18038 | D1E013192 | PENAMBAHAN SULFUR DALAM FERMENTASI ONGGOK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KECERNAAN PROTEIN DAN SERAT KASAR PAKAN KAMBING SECARA IN VITRO | Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh penambahan sulfur dalam fermentasi onggok terhadap kecernaan protein dan serat kasar pakan kambing. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah cairan rumen kambing Jawa Randu jantan sebanyak 3 ekor yang diambil di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Sokaraja segera setelah kambing dipotong. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 = Pakan yang mengandung onggok tidak difermentasi, P1 = Pakan yang mengandung onggok fermentasi tanpa ditambah sulfur (0%), P2 = Pakan yang mengandung onggok fermentasi ditambah sulfur 0,2%, dan P3 = Pakan yang mengandung onggok fermentasi ditambah sulfur 0,4%. Metode penelitian yang digunakan eksperimental in vitro. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap. Data yang diperoleh dianalisis variansi dan dilakukan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi taraf sulfur dalam fermentasi onggok kecernaan protein kasar semakin meningkat (P < 0,05) tetapi kecernaan serat kasar semakin menurun. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disarankan bahwa untuk meningkatkan kecernaan protein kasar pakan kambing perlu adanya penambahan onggok fermentasi yang ditambah 0,4% sulfur, sedangkan untuk mendapatkan kecernaan serat kasar yang tinggi tidak perlu perlakuan fermentasi maupun penambahan sulfur. | This study was conducted to investigate the effect of sulphur supplementation in the cassava by-product fermentation process on the digestibility of protein and crude fiber of feed for goats. The materials used in this experiment were rumen fluid of 3 male Jawa Randu goats from Slaughter House in Sokaraja, immediately after the goat were being slaughtered. The treatments consisted of P0 = Feed contained unfermented cassava by-product , P1 = Feed contained fermented cassava by-product without sulphur addition (0%), P2 = Feed contained fermented cassava by-product + sulphur 0.2%, and P3 = Feed contained fermented cassava by-product + sulphur 0.4%. The experiment used in vitro method and was designed with Completely Randomized Design. The data were analyzed by variance analysis and was further tested using honesty significant difference test. The results showed that the higher level of sulphur in cassava by-product fermentation increased digestibility of crude protein (P <0.05), but the crude fiber digestibility decreased. Based on the results, it is suggested that the increasing digestibility of feed crude protein for goats needs the addition of fermented cassava by-product plus 0.4% of sulphur, whereas to obtain a high digestibility of crude fiber, it does not need sulphur supplementation. | |
| 14719 | 18040 | D1E013211 | PENAMBAHAN SULFUR DALAM FERMENTASI ONGGOK SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PRODUK FERMENTASI RUMEN SECARA IN VITRO | Penelitian yang bertujuan mengkaji pengaruh penambahan sulfur dalam fermentasi onggok terhadap konsentrasi Vollatile Fatty Acid (VFA) total, N- Amonia (N-NH3), ¬dan Sintesis Protein Mikroba, sudah dilaksanakan mulai dari 16 Desember 2016 sampai 30 Januari 2017 di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah cairan rumen kambing Jawarandu jantan sebanyak 3 ekor yang diambil di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Sokaraja segera setelah kambing dipotong. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 = pakan yang mengandung onggok tidak difermentasi P1 = pakan yang mengandung onggok fermentasi tanpa sulfur, P2 = pakan yang mengandung onggok fermentasi ditambah sulfur 0,2 %, dan P3 = pakan yang mengandung onggok fermentasi ditambah sulfur 0,4 %. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental in vitro. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Berdasarkan analisis variansi dan uji Beda Nyata Jujur perlakuan berpengaruh nyata (P< 0,05) terhadap konsentrasi VFA total, N- N -NH3, dan sintesis protein mikroba. Semakin tinggi taraf sulfur yang ditambahkan pada fermentasi onggok konsentrasi VFA total dan sintesis protein mikroba semakin meningkat sedangkan N -NH3 semakin menurun. | A study was conducted to investigate the effects of supplementation with sulphur in cassava by-product fermentation process on the concentrations of total Vollatile Fatty Acid (VFA), N-ammonia (N-NH3), and Microbial Protein Synthesis, from December 16th, 2016 until January 30th, 2017 at the Laboratory of Nutrition and Feed Sciences, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The materials used in this experiment were rumen fluid of 3 male Jawarandu goats from Slaughter House of Sokaraja, taken immediately after the goat were being slaughtered. The treatments consisted of P0= Feed which contained cassava by-product without fermentation (control), P1= feed which contained cassava by-product fermentation, P2= feed which contained cassava by-product fermentation + sulphur 0.2 %, and P3 = feed which contained cassava by-product fermentation + sulphur 0.4 %. The experiment used in vitro method and was designed with Completely Randomized Design. The data was analyzed with an analysis of variance and followed by Honesty Significant Difference (HSD) test. According to the variance analysis and Honesty Significant Difference (HSD) test, treatments significantly affected VFA and N-NH3 consentrations and Microbial Protein Synthesis (P< 0.05). The higher level of sulphur added to cassava by-product fermentation process, the VFA consentration and Microbial Protein Synthesis increased, however, N-NH3 consentration decreased. | |
| 14720 | 18041 | D1E013240 | KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PAKAN SAPI POTONG DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG DAUN WARU PADA BUNGKIL KEDELAI SECARA IN VITRO | Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh substitusi level tepung daun waru pada bungkil kedelai dalam konsentrat dengan rumput gajah terhadap Kecernaan Bahan Kering (KBK) dan Kecernaan Bahan Organik (KBO). Penelitian dilaksanakan pada tanggal 25 Januari 2017 sampai 9 Februari 2017 di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah cairan rumen, tepung daun waru, rumput gajah dan konsentrat. Komposisi konsentrat yang digunakan dalam penelitian adalah bungkil kedelai 12%, bekatul 18%, onggok 10%, bungkil kelapa 13%, pollard 20%, urea 4%, mineral 2%, garam 1% dan tetes 20%. Penelitian menggunakan metode experimental secara in vitro dengan rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan dengan menggunakan imbangan rumput gajah dan konsentrat berbanding 40% : 60%. Perlakuan terdiri atas P1 (konsentrat 60% + rumput gajah 40 % + tepung daun waru 0%), P2 (konsentrat 59.9% + rumput gajah 40% + tepung daun waru 0.1 %), P3 (konsentrat 59,8% +rumput gajah 40% + tepung daun waru 0,2 %), P4 (konsentrat 59.7% + rumput gajah 40% + tepung daun waru 0.3 %), P5 (konsentrat 59.6% + rumput gajah 40% + tepung daun waru 0.4 %). Peubah yang di ukur adalah KBK dan KBO. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa substitusi tepung daun waru pada bungkil kedelai tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap KBK akan tetapi berpengaruh nyata terhadap KBO (P<0.05). Berdasarkan hasil uji orthogonal polynomial bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap KBO. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah P5 (0.4%) cenderung dapat digunakan untuk meningkatkan KBK dan KBO meskipun hasil uji lanjut menyatakan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap KBK akan tetapi memiliki hasil KBK cukup tinggi yaitu 36.20% di samping itu juga memiliki KBO tinggi yaitu 45.04%. | The research aimed to evaluate the effect of substitution with Hibiscus leaf meal on soybean meal in the concentrate with napier grass on Dry Matter Digestibility (DMD) and Organic Matter Digestibility (OMD). The research was conducted from 25 of January until 9 of February 2017 in the Laboratory of Nutrition Science, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Central Java. The materials used in this study consisted of rumen fluid, Hibiscus leaf meal, napier grass and concentrate. The composition of concentrate was soybean meal 12%, rice bran 18%, cassava meal 10%, coconut meal 13%, wheat bran 20%, urea 4%, mineral 2%, salt 1% and molasses 20%. The research used experimental method by in-vitro with completely randomzied design 5 treatments, and 4 replicates were used. The napier grass to concentrate ratio was 40% : 60%. The treatments consisted of P1 (concentrate 60% + elephant grass 40% + Hibiscus leaf meal 0%), P2 (concentrate 59.9% + napier grass 40% + hibiscus leaf meal 0.1%), P3 (concentrate 59.8% + napier grass 40% + Hibiscus leaf meal 0.2%), P4 (concentrate 59.7% + napier grass 40% + Hibiscus leaf meal 0.3%), P5 (concentrate 59.6% + napier grass 40% + Hibiscus leaf meal 0.4%). The measured of variables were replicated DMD and OMD. The analysis of variance showed that the effect of substitution with Hibiscus leaf meal of the soybean meal was not significant (P>0.05) on the DMD but it’s significant (P<0.05) on the OMD. According to the orthogonal polynomial test, the treatment very significantly (P<0.01) affected the OMD. The conclusion of this research is, P5 (0.4%) tends to increase DMD and OMD, although the result of orthogonal polynomial test showed that it was not significant on DMD but the value was high, 36.20% and also the result of OMD was high, 45.04%. |