Artikelilmiahs

Menampilkan 14.761-14.780 dari 49.719 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1476118089B1J012208PENAMBAHAN ALGA Sargassum duplicatum Bory PADA MEDIA KULTUR IN VITRO TERHADAP PERTUMBUHAN SEEDLING ANGGREK
Vanda tricolor Lindl
Vanda tricolor merupakan salah satu jenis anggrek yang memiliki banyak keunggulan, antara lain warna bunganya indah dan beraneka ragam dengan bentuk dan ukuran yang unik. Perbanyakan V. tricolor dapat dilakukan melalui kultur in vitro. Teknik kultur in vitro membutuhkan media yang tepat untuk menunjang pertumbuhan anggrek. Ke dalam media kultur dapat ditambahkan senyawa organik untuk mengoptimalkan pertumbuhan seedling anggrek, salah satunya dengan penambahan alga Sargassum duplicatum. Alga ini mengandung zat pengatur tumbuh seperti auksin dan giberelin, yang bermanfaat untuk pertumbuhan seedling anggrek. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan percobaan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dicoba berupa bobot alga S. duplicatum 0, 12, 24, 36, 48 dan 60 g, yang masing-masing diulang tiga kali. Variabel yang diamati adalah pertumbuhan dengan parameter waktu muncul daun baru, jumlah daun, panjang daun, waktu muncul akar baru, jumlah akar, panjang akar, dan tinggi tanaman. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Ragam atau uji F dengan taraf kepercayaan 95% dan 99%. Apabila hasil uji F memperlihatkan beda nyata, dilakukan uji lanjut BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak S. duplicatum berpengaruh terhadap pertumbuhan seedling anggrek V. tricolor. Bobot penambahan alga S. duplicatum terbaik adalah 36 g/l.Vanda tricolor is an orchid species processing many advantages, some of which are due to its beautiful and various flowers of unique shape and size. Propagation can be performed by means of in vitro culture. In vitro culture technique needs appropriate media to support orchid growth. An algae species, Sargassum duplicatum, can be added into the media, since it contains growth regulating substances, such as auxin and gibberellin, which are useful for seedling growth. This study aims to know the effect of S. duplicatum application into in vitro culture media of V. tricolor on the seedling growth and to know the best application of the algae in increasing seedling growth. An experimental method was arranged in a Completely Randomized Design (CRD). The treatments were S. duplicatum weight of 0, 12, 24, 36, 48 and 60 g replicated three times respectively. The variable examined was seedling growth with parameters comprising day of new leaf emergence, leaf number, leaf length, day of new root emergence, root number, root length and plant height. Data were analyzed using ANOVA or F test with confidence level of 95% and 99%. LSD was carried out when F test showed significant difference. The results reveal that application of S. duplicatum extract has significant effect on the growth of V. tricolor seedling. The best application is of 36 g/l algae weight.
1476218107H1C013007ALAT PENDETEKSI OBJEK BERDASARKAN KETINGGIAN DAN ARAH GERAK MENGGUNAKAN SENSOR INFRA MERAH DAN PASSIVE INFRA RED (PIR) DENGAN LOGIKA FUZZY BERBASIS ARDUINODengan tingginya angka pencurian yang terjadi saat ini, sistem keamanan rumah menjadi kebutuhan yang mutlak diterapkan. Untuk itu dibutuhkan sistem keamanan yang berperan sebagai deteksi objek untuk memberikan informasi langsung dan akurat kepada pemilik rumah. Dalam penelitian ini, penulis merancang sebuah alat pendeteksi objek menggunakan perpaduan sensor infra merah dan Passive Infra Red (PIR) berbasis arduino untuk mengidentifikasi objek yang berada pada lorong rumah berdasarkan ketinggian dan arah geraknya. Sebagai pengelompokan ketinggian objek digunakan empat buah sensor infra merah dan dua buah sensor PIR yang dipasang vertikal, sedangkan dalam pengelompokan arah geraknya digunakan empat buah sensor PIR yang dipasang persegi. Kedua pengelompokan ini diproses dan dikendalikan berdasarkan aturan logika fuzzy. Pengendali logika fuzzy ini mengeluarkan informasi klasifikasi objek berdasarkan parameter-parameter yang dihasilkan. Ketika alat mendeteksi adanya objek yang melewati lorong, sistem memberikan informasi pengidentifikasian objek berupa objek kecil, objek sedang, objek tinggi (manusia), atau objek terbang ke Thingspeak. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, alat pendeteksi ini dapat mengidentifikasi objek dengan akurat ketika kecepatan objek tidak terlalu cepat. Ketika objek dilewatkan dengan kecepatan pelan, persentase akurasi alat mencapai 100%. Ketika objek dilewatkan dengan kecepatan sedang, persentase akurasi alat mencapai 93,75%. Sedangkan, ketika objek dilewatkan dengan kecepatan cepat, persentase akurasinya hanya 2,5%.By the numerous rates of robbing occurred nowadays, the home security system was absolute requirement being applied. For that reason, it required a security system which acted as an object detection in sending an accurate information directly to owner. In this study, the writer staked out the object detection tool using infra red sensor and Passive Infra Red (PIR) integrated-based arduino for identifying an object located at alley based on the height, it used four infra red sensors and two PIR sensors mounted vertically whilst in grouping the direction of motion using four PIR sensors which was square mounted. For such two classifications processed and controlled by the rules of fuzzy logic. This fuzzy logic controller was providing an information object classification based on parameters generated. While this tool identified an object passed through the alley, the system gave identifications of such small, moderate, high object (human) as well as flying object to Thingspeak. According to the done study, this detection tool was able to identify the moderate velocity objects accurately. Whilst the object were passed slowly, the accuracy of the tool percentage attained 100%. While the object were passed in average velocity, the accuracy of this tool decreased to 93,75%. While the object with the high speed passed it, the accuracy of the tool got off into 2,5% only.
1476318083E1A012190PENCEGAHAN TINDAK PIDANA KORUPSI OLEH KEJAKSAAN NEGERI KOTA BEKASI (STUDI DI DWILAYAH HUKUM KOTA BEKASI)Di Indonesia tindak pidana korupsi meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini membawa dampak buruk terhadap perekonomian nasional. Orang-orang yang menduduki jabatan strategis pada instansi negara pemerintahan berlomba-lomba melakukan tindak pidana korupsi. Lembaga Kejaksaan merupakan salah satu aparat penegak hukum yang diberikan kewenangan dalam hal pemberantasan korupsi. Hal ini sejalan dengan Pasal 30 Ayat1 Huruf 4 Undang-Undang Nomor 16 Tahun2004 Tentang Kejaksaan Republik Indonesia. Berdasarkan hal tersebut menimbulkan pertanyaan bagaimana pencegahan tindak pidana korupsi di Kejaksaan Negeri Kota Bekasi. Penelitian ini dilakukan dengan cara metode pendekatan yuridis sosiologis yaitu penelitian melalui kepustakaan maupun penelitiaan lapangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui upaya apa yang dilakukan Kejaksaan Negeri Kota Bekasi untuk mencegah tindak pidana korupsi serta mengkaji hambatan pencegahan tindak pidana korupsi di Kejaksaan Negeri Kota Bekasi. Tindakan Kejaksaan Negeri Kota Bekasi dalam pencegahan tindak pidana korupsi selain upaya represif dan preventif adalah upaya dalam bentuk preemtif dan edukatif. Salah satu program tindak pidana korupsi dari Kejaksaan Negeri Kota Bekasi adalah TP4D. TP4D ini adalah salah satu peran serta Kejaksaan dalam proses pelaksanaa pembangunan. Masing-masing instansi ini mempunyai peran serta karena dituntut oleh pemerintah pusat dan juga presiden bahwa semua sektor harus ikut mendukung proses pembangunan, tugas TP4D sebenernya bukan hanya mencegah terjadinya tindak pidana korupsi tetpai juga mengamankan dan mengawal proses pembangunan karena ada tingkat kerawanan untuk terjadinya tindak pidana korupsi dalam proses pembangunan.Corruption in Indonesia increased from year to year. This is an adverse impact on the national economy. People who occupy strategic positions in state government agencies vying committing corruption. Prosecutor institution is one of law enforcement officers were given the authority in terms of fighting corruption. This is in line with Article 30 Ayat1 Clause 4 of Law No. 16 Tahun2004 About Attorney of the Republic of Indonesia. Based on this begs the question of how to prevent corruption in the State Attorney Bekasi. The research was conducted by the sociological juridical approach namely through literature and penelitiaan research field. The purpose of this research to know what efforts the State Attorney Bekasi City to prevent corruption and examines barriers to the prevention of corruption in the State Attorney Bekasi. Kota Bekasi District Attorney action in the prevention of corruption in addition to the repressive and preventive efforts are in the form of pre-emptive efforts and educative. One of corruption program of the State Attorney Bekasi City is TP4D. TP4D This is one of the Prosecutor's participation in the process of development deploy. Each institution has a role as well as demanded by the central government and also the president that all sectors should help support the development process, the task TP4D actually not only prevent the occurrence of corruption tetpai also to secure and oversee the development process because there is a level of vulnerability to criminal acts corruption in the development process.
1476418081E1A012172PELAKSANAAN PEMBERIAN PEMBEBASAN BERSYARAT KEPADA NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II A BESI NUSAKAMBANGAN KABUPATEN CILACAPDalam hukum pidana dikenal adanya sangsi penjara, Pidana penjara merupakan jalan terakhir dalam sistem hukum pidana yang berlaku, untuk itu dalam pelaksanaannya harus mengacu pada hak asasi manusia dalam Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang nomor 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan mengatur mengatur mengenai hak-hak seseorang narapidana antara lain mendapatkan pembebasan bersyarat.
Penelitian ini dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Besi Nusakambangan Kabupaten Cilacap. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis, yaitu pendekatan yang menekankan pada pencarian-pencarian. Sumber data berupa data primer dan sekunder. Data disajikan secara sistematis serta dianalisis dengan metode kuantitatif.
Pembebasan bersyarat adalah proses pembinaan narapidana diluar Lembaga Pemasyarakatan setelah menjalani sekurang-kurangnya 2/3 masa pidananya dengan ketentuan 2/3 masa pidana tersebut minimal 9 bulan. Dalam pelaksanaan pembebasan bersyarat setiap narapidana yang diajukan mendapatkan pembebasan bersyarat haruslah memenuhi syarat substantif dan juga syarat administratif selain itu juga narapidana harus mendapatkan penjaminan dari pihak keluarga.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui Pelaksanaan Pemberian Pembebasan Bersyarat oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Besi Nusakambangan Kabupaten Cilacap dianggap telah berhasil, karena dilihat dari perbandingan data Pembebasan Bersyarat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Besi Nusakambangan Kabupaten Cilacap dari tahun 2010-2016 antara yang diusulkan dengan yang terealisasikan mendekati dengan jumlah diusulkan dan jumlah yang terealisasi terus meningkat tiap tahunnya. Hambatan yang terjadi dalam Pelaksanaan Pemberian Pembebasan Bersyarat oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Besi Nusakambangan Kabupaten Cilacap antara lain prosedur pengususlan pembebasan bersyarat terlalu rumit dan memakan waktu yang cukup lama, terdapat hambatan psikologis dari masyarakat dalam penerimaan kembali narapidana dalam masyarakat yang mengakibatkan terhambatnya proses intergrasi narapidana dalam kehidupan sosial masyarakat.
In criminal law is known a prison sanctions, imprisonment is the final way in the system of criminal law that applied, so that, in the implementation is should be based on human rights in Article 14 paragraph 1 Law Number 12 Year 1995 concerning about Correctional that regulate the prisoner's right, some of that is to get the exemption.
This study is conducted at the Correctional Institution Class II A Besi Nusakambangan, Cilacap region. The method of this study is Socio-juridical, which is the approachment that emphasizes for the searches. The sources of data is primary and secondary data. The data presented in a systematic and analyzed with quantitative methods.
Parole is a prisoner training process out of the Correctional Institution after doing at least 2/3 of its criminal restraint passed with the decision that the 2/3 of the criminal restraint is minimumly 9 months. In the implementation of parole, every prisoner that proposed to get the parole is supposed to be qualifid substantively and also the administrative requirements, in the other hand, the prisoners should get a guarantee from their family.
Based on the result from the study of The Implementation of Parole to Prisoners In Correctional Institution Class II A Besi Nusakambangan, Cilacap, this study is considered succeeded, as seen from comparison data of Parole in Correctional Institution Class II A Besi Nusakambangan, Cilacap Region since in 2010-2016 between the proposed with the realized was not much different with the proposed amount and the amount was realized has increased annually. The obstacle in the implementation of parole provision by Correctional Institution Class II A Besi Nusakambangan, Cilacap Region are the proposal procedure of the parole itself is too complicated and took a long time, there are also psychological obstacle from the society to welcome and receive the prisoner well turned in society that led to hamper the integration process of prisoner in the social life of society.
1476518106A1G013002ANALISIS NILAI TAMBAH BUAH PALA (STUDI KASUS CV CIELOFOOD PRATAMA KABUPATEN BOGOR)Industri yang mengembangkan dan memproduksi hasil olahan pala berupa sirup di Kabupaten Bogor adalah CV. Cielofood Pratama. Sirup buah pala merupakan salah satu bentuk olahan yang sangat berpotensi untuk dikembangkan. Proses pengolahan daging buah pala menjadi sirup pala dapat memberikan nilai tambah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis besarnya biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan usaha pengolahan buah pala di CV. Cielofood Pratama Kabupaten Bogor, (2) menganalisis besarnya nilai tambah usaha pengolahan pala menjadi sirup pala di CV. Cielofood Pratama Kabupaten Bogor. Penelitian ini dilakukan di CV. Cielofood Pratama Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kabupaten Bogor pada tanggal 1 Oktober sampai 31 Oktober 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus pada CV. Cielofood di Kabupaten Bogor. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis pendapatan dan analisis nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) rata-rata total biaya produksi sirup pala dalam satu bulan yaitu sebesar Rp9.475.238,00 penerimaan sirup pala sebesar Rp94.720.000,00 dan pendapatan bersih sebesar Rp85.244.762,00 yang artinya penjualan sirup pala di CV. Cielofood pada bulan Oktober 2016 menguntungkan, (2) Nilai tambah sirup pala pada kemasan botol besar yaitu Rp72.975,00 per botol dan nilai tambah sirup pala pada kemasan botol kecil yaitu Rp51.224,00 per botol.The industries that develop and manufacture processed nutmeg syrup form in Bogor regency is CV. Cielofood Pratama. Nutmeg fruit syrup is one of the highly refined form can potentially be developed. Processing by using fruit syrup became the nutmeg nutmeg can provide added value. So to find out great value added given syrup of nutmegs value-added analysis is required, and the production costs incurred for processing into syrup nutmegs pala. This research aims to: (1) analyzing the magnitude of the cost of production, reception, and processing revenues nutmegs in CV. Cielofood Pratama Bogor regency, (2) analyze the magnitude of value added processing of nutmeg nutmeg syrup into CV. Cielofood Pratama Bogor regency. This research was conducted in the CV Cielofood Pratama Village Bantarjati, district of Bogor Utara, Bogor district on 1 October to 31 December 2016. The research method used is a case study on CV. Cielofood in Bogor regency. Types of data used in this study i.e., primary data and secondary data. Methods of analysis used in the study is an analysis of income and value added analysis. The results showed that (1) the average total cost of production of nutmeg syrup that is amounting to Rp9.475.238,00 nutmeg syrup acceptance amounted to Rp94.720.000 and net income Rp85.244.762,00 which means sales CV. nutmeg syrup Cielofood in October 2016 benefit, (2) the added value of the nutmeg large bottle syrup namely Rp2.001.447,00 and value added of nutmeg small bottle syrup namely Rp677.418,00

1476618082C1A012041ANALISIS PERBEDAAN PENDAPATAAN USAHA DAN EFISIENSI BUDIDAYA IKAN TAMBAK DI KABUPATEN CIREBON
(STUDI KASUS : IKAN BANDENG DAN UDANG VANAME)
penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey dan kuisioner pada petambak ikan bandeng dan udang vaname. Judul penelitian ini adalah “ Analisis Perbedaan Pendapatan Usaha dan Efisiensi di Kabupaten Cirebon (studi Kasus: Ikan Bandeng Dan Udang Vaname)” . penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usaha dan tingkat efisiensi tambak ikan bandeng dan udang vaname serta perbedaannya, agar petambak nantinya dapat meningkatkan pendapatan usaha dan tingkat efisiensi usahanya serta pemerintah dapat membuat kebijakan yang dapat meningkatkan pendapatan usaha dan tngkat efisiensi usaha tambak ikan bandeng dan udang vaname.metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan caran memeberikan kuisioner kepada responden sebsnayak 84 orang, data yang digunakan adalah data primer. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan usaha, R/C ratio, uji hipotesis dua mean dengan sampel besar (n1 ; n2 ; ≥ 30).
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa usaha tambak ikan bandeng dan udang vaname memiliki pendapatan usaha yang besar atau menguntungkan (TR > TC ) dan telah mencapai tingkat efisien (R/C > 1). Pendapatan usaha tambak ikan bandeng lebih kecil dari pendapatan usaha tambak udang vaname. Sedangkan tingkat efisiensi usaha tambak ikan baneng lebih besar dari usaha tambak udang vaname.upaya untuk meningkatkan pendapatan usaha dan tingkat efisiensi usaha tambak ikan bandeng dan udang vaname.adalah dengan cara adanya pengolahan benih sendiri yang dilakukan petambak, pengunaan faktor produksi yang lebih optimal oleh petambak dan penjagaan kualitas air dari limbah oleh pemerintah
This research is a quantitative research survey methods and questionnaires on fish and shrimp farmers vaname. The title of this research is "Difference Analysis Revenue and Efficiency in Cirebon (Case study: milkfish and shrimp Vaname)". This research aims to determine the operating revenues and the efficiency level of pond fish and shrimp vaname and the differences, so that farmers will be able to increase revenues and the level of business efficiency, and the government can make policies that can increase revenues and efficiency farming milkfish and shrimp vaname .This method of data collection in this study is to caran giving out questionnaires to the respondents as many as 84 people, the data used is primary data. The analytical tool used in this research is the analysis of revenues, R / C ratio, with a mean hypothesis test two large samples (n1; n2; ≥ 30).
Based on the survey results revealed that farming fish and shrimp vaname have large revenues or profitable (TR> TC) and has reached the efficient level (R / C> 1). Revenue fish farms are smaller than the shrimp farm income vaname. While the level of business efficiency Baneng fish ponds larger than shrimp farms vaname.upaya to increase business revenue and the level of efficiency of fish farming and shrimp vaname.adalah by way of their own seed processing is carried out farmers, the use of factors of production more optimal by farmers and maintaining the water quality of the waste by the government
1476718084H1L013016RANCANG BANGUN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENENTUKAN PENERIMA BEASISWA BERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (STUDI KASUS FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN) Lembaga pendidikan khususnya universitas banyak sekali beasiswa yang ditawarkan kepada mahasiswa. Beberapa permasalahan yang sering terjadi misal proses seleksi yang tidak akurat karena banyaknya pendaftar beasiswa yang harus disesuaikan dengan kriteria yang ada, sehingga proses seleksi membutuhkan ketelitian dan waktu maka hal ini tidak efisien. Aplikasi sistem pendukung keputusan diharapkan mampu memberikan alternatif dalam menetukan penerima beasiswa. Aplikasi ini menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode SAW dipilih karena metode ini menentukan bobot dari setiap kriteria yang telah ditentukan kemudian dilanjutkan dalam proses normaliasi sesuai dengan persamaan yang ada pada metode SAW lalu dilanjutkan dengan proses perangkingan untuk menyeleksi alternatif terbaik, dalam hal ini yang dimaksud adalah mahasiswa yang berhak menerima beasiswa. Sistem ini dibangun menggunakan dengan bahasa pemrograman PHP, HTML, CSS dan Javascript serta MySQL sebagai basis data.
Kata Kunci: Simple Additive Weighting (SAW), Beasiswa, Sistem Pendukung Keputusan.
Educational institutions especially universities lots of scholarships offered to students. Some of the problems that often occur e.g. the selection process is not accurate because of the large number of applicants scholarship that should be adapted to theexisting criteria, so the selection process requires precision and time then this is notefficient. Decision support system applications are expected to provide an alternative in determine scholarship recipients. This application uses the method Simple Additive Weighting (SAW). SAW method was chosen because this method determines the weighting of each criterion specified later in the process of normaliasi in accordance with the existing equations method SAW and continued with the process of perangkingan for selecting the best alternative, in this case the question is students are eligible to receive a scholarship. The system is built using the PHP programming language, HTML, CSS and Javascript and MySQL as the database.

Keywords: Simple Additive Weighting (SAW), Scholarships, A Decision Support System.
1476818085C1C013014Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapan Islamic Social Reporting Pada Perusahaan Yang Masuk Dalam Jakarta Islamic IndexPenelitian ini menguji faktor-faktor yang mempengaruhi pengungkapan ISR yaitu ukuran perusahaan, profitabilitas, kinerja lingkungan, dan likuiditas. ISR merupakan indeks pengungkapan tanggung jawab sosial yang sesuai dengan prinsip syariah. Bagi para pengguna laporan perusahaan yang muslim, pengungkapan tanggung jawab sosial merupakan bentuk pertanggung jawab bagi Allah SWT. Bahan observasi dalam penelitian ini adalah Jakarta Islamic Index, yang merupakan indeks yang menggambarkan saham syariah di Indonesia. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa profitabilitas dan kinerja lingkungan mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap pengungkapan ISR sesuai dengan penelitian-penelitian sebelumnya. Sedangkan untuk ukuran perusahaan dan likuiditastidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengungkapan ISR.This study aims to examine the factor that affect ISR such as firm size, profitability, environmental performance, and liquidity. ISR (Islamic Social Reporting) is a social responsibility disclosure index accordance to the sharia principles. For Muslim firm report user, the social responsibility disclosure is accountability to Allah SWT to make decision. Therefore, the subject of observation in this study is the Jakarta Islamic Index that describes the sharia in Indonesia. The result proves that profitability and environmental performance had significant effect to ISR disclosure which consistence with the all research before. While for firm size and liquidity doesn’t have significant effect to ISR disclosure.
1476918087C1C012114PENGARUH KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA, PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI, SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PEMERINTAH, DAN PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH TERHADAP KEANDALAN PELAPOLAN KEUANGAN DAERAH
(Studi Empiris pada Satuan Kerja Perangkat Daerah di Kabupaten Banyumas)
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, sistem pengendalian internal pemerintah, dan pengawasan keuangan daerah terhadap keandalan pelaporan keuangan daerah pada SKPD di Kabupaten Banyumas.
Pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuesioner. Kuesioner diberikan kepada 60 responden pada 30 SKPD di Kabupaten Banyumas. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia, sistem pengendalian internal pemerintah, dan pengawasan keuangan daerah berpengaruh terhadap keandalan pelaporan keuangan daerah pada SKPD di Kabupaten Banyumas. Sedangkan, pemanfaatan teknologi informasi tidak berpengaruh terhadap keandalan pelaporan keuangan daerah. Namun, secara keseluruhan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, sistem pengendalian internal pemerintah, dan pengawasan keuangan daerah berpengaruh secara bersama-sama terhadap keandalan pelaporan keuangan daerah pada SKPD di Kabupaten Banyumas.
This study aimed to examine the influence of human resource quality, the use of technological information, the goverment internal control system, and the area of financial supervision toward the reliability of the local goverment financial report at SKPD in Banyumas Regency.
The technique of data collection in this research used questionnaire. The questionnaires were given to 60 respondents at 30 SKPD in Banyumas Regency. The method of this research is multiple linear regression analysis.
The result of this study indicates that human resource quality, the goverment internal control system, and the area of financial supervision influenced toward reliability of the local goverment financial report at SKPD in Banyumas Regency. Whereas, the use of technological information does not influence to the reliability of the local goverment financial report. However, overall the human resource quality, the use of technological information, the goverment internal control system, and the area of financial supervision together influenced toward reliability of the local goverment financial report at SKPD in Banyumas Regency.
1477021069F1G013043PESAN MORAL PADA NOVEL KHOTBAH DI ATAS BUKIT KARYA KUNTOWIJOYORINGKASAN

Penelitian ini berjudul “Pesan Moral pada Novel Khotbah Di Atas Bukit Karya Kuntowijoyo”. Ini merupakan sebuah penelitian dengan objek karya sastra yang berbentuk novel. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan unsur intrinsik yang meliputi alur, latar, dan penokohan dalam novel Khotbah Di Atas Bukit Karya Kuntowijoyo, (2) menganalisis tema dan pesan moral dalam novel Khotbah Di Atas Bukit Karya Kuntowijoyo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis. Data yang dikumpulkan berupa teks dalam novel Khotbah Di Atas Bukit Karya Kuntowijoyo. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca sumber data, kemudian mengklasifikasikan data, dan data dipisahkan berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian. Hasil penelitian dari unsur intrinsik dalam novel tersebut yaitu alur yang digunakan adalah maju. Latar tempat sebagian besar di bukit. Latar waktu menunjukkan pagi hari, siang hari, sore hari dan malam hari. Latar sosialnya yaitu kebiasaan orang-orang di pasar dan sekitar bukit. Tokoh yang dibahas adalah Barman, Popi, Humam, dan pengikut Barman. Tema yang diangkat adalah tentang pentingnya etika dalam mencapai kehidupan yang bahagia. Hasil penelitian dari analisis pesan moral adalahkeadilan, tanggung jawab, hati nurani, kejujuran, kerendahan hati, dan kesetiaan. Keenam pesan moral tersebut pada intinya adalah sebuah etika.
ABSTRACT

The title of this study is “Pesan Moral pada Novel Khotbah Di Atas Bukit karya Kuntowijoyo”. The object of this study is taken from the novel. The aim of the study are (1) describing the intrinsic element includes plot, setting, character in the novel entitled Khotbah Di Atas Bukit by Kuntowijoyo, (2) analysing the theme and the moral value in the novel Khotbah Di Atas Bukit by Kuntowijoyo. The method used in this study is descriptive. Data collected is the texts taken from the novel Khotbah Di Atas Bukit by Kuntowijoyo. Method of collecting data done by reading the data source, verifying them, and then data is divided based on the issues and the objectives of study. The intrinsic element’s result is that the plot used is reverse plot or progress. The setting of place is mostly taken in the mountain. The time settings are at the morning, noon, and evening. The social background is the habit of people at the market and around the hill. The characters are Barman, Popi, Humam, and Barman’s fellows. The theme is ethics. The theme discusses importance of ethics to pursue joyful life. The result analysis of moral values are fair shake, responsibility, consciousness, honesty, modesty, and fidelity. These moral values are the core of an ethic.
1477118088A1L009196PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS BAYAM (Amaranthus sp) Tanaman bayam (Amaranthus sp.) dikenal di seluruh dunia, yang berasal dari daerah Amerika tropika yang semula dianggap sebagai tumbuhan hias. Masyarakat Amerika menyebut bayam (Amaranthus sp.) sebagai tanaman yang indah dari daerah tropik Timur Jauh (Far East). Kata "amaranth" dalam bahasa Yunani berarti "everlasting" (abadi). Perkembangan selanjutnya, tanaman bayam dipromosikan sebagai sayuran dan sumber gizi bagi penduduk di negara berkembang. Diperkirakan tanaman bayam masuk ke Indonesia pada abad XIX, bersamaan dengan perdagangan antar negara. Keluarga Amaranthaceae memiliki sekitar 60 generasi, terbagi dalam sekitar 800 spesies bayam. Kenyataan di lapangan, penggolongan jenis bayam dibedakan atas 2 macam, yaitu bayam liar dan bayam budidaya. Jenis bayam budidaya dibedakan menjadi 2 macam, yaitu : (1) Bayam cabut dan (2) Bayam tahun. tujuan penelitian ini adalah : (1) Pertumbuhan dan hasil dua varietas bayam pada penanaman dipolybag. (2) Dosis pupuk organik cair terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman bayam. (3) Mengetahui kombinasi dan produksi dua varietas bayam yang terbaik. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL), Penelitian ini terdiri dari dua faktor yaitu : (1) Varietas bayam. (2) dosis pupuk organik. 0cc, 50cc, 75cc, dan 100cc. Hasil peneltian menunjukan berbeda sangat nyata pada bobot tanaman segar dan berbeda nyata pada bobot akar. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui dosis pupuk organik cair yang terbaik, untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi bayam.Spinach (Amaranthus sp.) is well known in the world, originated from tropical America that assumes as ornament plant at first time. American peoples called it (Amaranthus sp.) as the beatifull plant from far east. The word “amaranth” itself in greek means “everlasting”. The next development, spinach is promoted as vegetable and nutrient source to people in development countries.It was estimated coming to Indonesia in XIX century by international trading. The family of Amaranthaceae has 60 generation that divided into 800 species of spinach. However in the reality in the field, it is divided into two varieties, that are wild spinach and cultivate spinach. Then, cultivate spinach is divided into two kinds, that are: (1) withdrawal spinach and (2) annual spinach. The purpose of this research is : (1) the growth and yield of two varieties of spinach on planting dipolybag. (2) Dose best liquid organic fertilizer on the growth and yield of spinach. (3) Combinations and production of two varieties of spinach are best. This research was used Completely Randomized Design (CRD),. This treatment consist of two factors: (1) Variety of spinach. (2) Doses of organic fertilizer. 0cc, 50cc, 75cc, and 100cc The result of the research showed that there were siqnificant differences in the weight of the fresh plant and also in the weight of the roots. Further research is needed to determine the dose of liquid organic fertilizer is best, to boost the growth and production of spinach.
1477218090E1A113039TINDAK PIDANA MENJUAL SATWA LANGKA YANG DILINDUNGI UNDANG-UNDANG (Tinjauan Yuridis Putusan No. 277/Pid.Sus/2014/PN.BKS)Indonesia dikenal sebagai Negara yang memiliki daftar panjang tentang satwa liar yang terancam punah. Hal ini yang menjadi dasar pemerintah dalam mengeluarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya (UUKH). Dengan diberlakukannya aturan tersebut ternyata belum bisa mengatasi permasalahan terkait tindak pidana terhadap satwa.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui unsur-unsur yang terbukti dalam tindak pidana menjual satwa langka yang dilindungi Undang-Undang pada Putusan No. 277/Pid.Sus/2014/PN.BKS., serta dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana pada Putusan No. 277/Pid.Sus/2014/PN.BKS.
Metode Penelitian yang digunakan penelitian ini yaitu Metode Pendekatan yuridis-normatif, Spesifikasi Penelitian deskriptif, Pendekatan Masalah yang digunakan meliputi pendekatan Undang-Undang, dan pendekatan Analisis.
Berdasarkan hasil penelitian, bahwa secara umum penerapa unsur tindak pidana pada Pasal 21 Ayat (2) huruf a Jo Pasal 40 ayat (2) UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem dalam Putusan Perkara No. 277/Pid.Sus/2014/PN.BKS telah terpenuhi, yang pada pokoknya menetapkan terdakwa PN terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Menyimpan atau Memperniagakan Satwa Yang Dilindungi Dalam Keadaan Hidup”, sehingga terdakwa dijatuhi pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan 4 (empat) bulan dan denda sebesar Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah), dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama 1 (satu) bulan.
Indonesia is known as a country that has a long list of endangered wildlife. This is the basic for the government in issuing Law Act Number 5 Year 1990 about Natural Living Resources Conservation and its Ecosystem (UUKH). With the enactment of the rule was not able to overcome the problems related to criminal acts animals.
The purpose of this research is to determine about the elements of a criminal acts of selling rare animals protected by the law of Judicial Review Verdict Number 277/Pid.Sus/2014/PN.BKS, as well as the basic of legal considerations by Judicial Review Verdict Number 277/Pid.Sus/2014/PN.BKS.
Approaching method which is used in this research was juridical-normative and the specification of this research was descriptive analytical. In this research also used some problem approach include Statute Approach, and Analytical Approach.
Based on result of research, that the general application of the elements of a criminal act under Article 21 paragraph (2) letter a j.o. Article 40 paragraph (2) Law Act Number 5 Year 1990 about Natural Living Resources Conservation and its Ecosystem (UUKH) in Judicial Review Verdict Number 277/Pid.Sus/2014/PN.BKS has been fulfilled, which the point is determining permanently defendant of state court be legally guilty and surely guilty, doing criminal act “Saved and Sold those regulary protected animals as a live, thus defendant was punished for a year and 4 (four) months of jail and Rp. 100.000.000,- of fine, and conditially if the fine is not paid, it will be replaced by jail punishment for a year.
1477318091A1L012114PENGGUNAAN GEL LIDAH BUAYA SEBAGAI PELAPIS UNTUK MEMPERTAHANKAN KUALITAS BUAH PAPRIKA
(The Using of Aloe vera Gel as Coating to Maintain the Quality of Bell Pepper)
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui perbedaan respons buah paprika yang diberikan perlakuan pelapisan gel lidah buaya dengan yang tidak diberikan perlakuan pelapisan gel lidah buaya selama masa penyimpanan, 2) menunjukkan adanya pengaruh dari besarnya konsentrasi gel lidah buaya yang digunakan untuk melapisi buah paprika selama masa penyimpanan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji F dengan taraf 5% kemudian dilanjutkan dengan menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Perlakuan terdiri dari konsentrasi gel lidah buaya dan lama pencelupan, faktor pertama terdiri dari 3 taraf yaitu konsentrasi gel lidah buaya 0%, 50% dan 100% faktor kedua terdiri dari 3 taraf yaitu lama pencelupan 1 menit, 3 menit dan 5 menit. Variabel yang diamati berupa susut bobot, kekerasan buah, pH buah, uji organoleptik, total padatan terlarut dan kandungan vitamin C. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelapisan gel lidah buaya pada buah paprika dapat menekan penurunan total padatan terlarut dan kekerasan buah paprika. Adanya pengaruh dari perlakuan gel lidah buaya dengan konsentrasi 50% terhadap total padatan terlarut (TPT) sebesar 5.03°brix dan pengaruh dari perlakuan kombinasi antara konsentrasi gel lidah buaya dengan lama pencelupan terhadap kekerasan buah paprika yaitu pada konsentrasi gel lidah buaya 50% dengan lama pencelupan 1 menit sebesar 2.2 kg/cm2.The purpose of this research are to 1) determine the different response of bell pepper that given by Aloe vera coating and without Aloe vera coating during shelf life, 2) showed the effect of Aloe vera gel concentration that used for coating bell pepper during shelf life. The experimental design used was randomized block design. The data were analyzed by using F 5% followed by using Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Treatment consisted of Aloe vera gel concentration and dipping time, the first factor consist of 3 levels, Aloe vera gel concentration 0%, 50% and 100% the second factor consist of 3 levels, dipping time 1 minute, 3 minutes and 5 minutes. Observed variable were weight decrease, hardness of fruit, pH of fruit, organoleptic test, total dissolved solid and vitamin C content. The result of analysis showed that the treatment of Aloe vera coating to bell pepper pressing the decrease total dissolved solid and the hardness of fruit. There is an effect of Aloe vera gel with 50% concentration the total dissolved solid 5.03°brix and there is an effect the combination of concentration and dipping time at the hardness of fruit in 50% concentration of Aloe vera gel with 1 minute dipping time is 2.2 kg/cm2.
1477418067A1M012072Pengaruh Suhu, Proporsi Laru Bubuk Kulit Manggis, Dan Waktu Penyimpanan Terhadap Perubahan Karakteristik Nira Kelapa.Nira merupakan cairan manis yang mudah mengalami kerusakan karena fermentasi mikroba. Untuk mencegah kerusakan nira selama penyadapan, dilakukan penambahan “laru” baik alami maupun sintetis. Laru alami yang sering digunakan terdiri dari kapur dan kulit manggis serta tatal nangka. Penggunaannya dalam bentuk bubuk diharapkan akan lebih efektif. Upaya pengawetan nira setelah penyadapan selain dengan pemanasan dapat dilakukan dengan penyimpanan pada suhu rendah. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengkaji pengaruh konsentrasi laru bubuk kulit manggis terhadap karakteristik nira kelapa selama penyimpanan dan 2) Mengetahui pengaruh suhu penyimpanan terhadap karakteristik nira kelapa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Split Plot Design dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebagai rancangan dasar. Sebagai main plot adalah: Suhu Penyimpanan (S) yang terdiri dari 2 taraf (2°C(Refrigerator) dan (-20)°C(Freezer)). Sebagai sub plot yaitu 2) Konsentrasi bubuk kulit manggis (K) dalam 100 mL yang terdiri dari 5 taraf (0 % b/v ; 1 % b/v ; 2 % b/v ; 3 % b/v dan laru kontrol), dan Waktu Penyimpanan (W) yang terdiri dari 3 taraf (0 hari, 4 hari, dan 7 hari). Penelitian ini disusun secara faktorial dengan 30 kombinasi perlakuan dan 2 kali ulangan, sehingga terdapat 60 unit percobaan. Parameter yang diamati adalah parameter kimia berupa pH, total padatan terlarut, gula total, gula reduksi dan sukrosa, serta parameter mikrobiologi berupa total yeast. Semakin tinggi konsentrasi laru bubuk kulit manggis hingga penambahan 3%, penghambatan kerusakan nira semakin baik, yang ditandai dengan total yeast selama 7 hari penyimpanan semakin rendah dan penurunan pH yang kecil. Total yeast selama 7 hari penyimpanan pada perlakuan konsentrasi laru 0 %, 1%, 2% 3%, dan kontrol secara berturut-turut adalah 5,12 log CFU/ml ; 4,86 log CFU/ml ; 4,87 log CFU/ml ; 4,57 log CFU/ml ; dan 4,75 log CFU/ml. Penurunan pH nira pada perlakuan konsentrasi laru 0 %, 1%, 2% 3%, dan kontrol secara berturut-turut adalah 2,225 ; 0,9 ; 0,5 ; 0,325 dan 0,175. Penyimpanan pada suhu (-20)°C (freezer) menunjukkan penghambatan yang lebih baik dibandingkan penyimpanan pada suhu 2 °C (refrigerator). Peningkatan total yeast selama 7 hari penyimpanan pada refrigerator dan freezer adalah 1,13 log CFU/ml dan 0,35 log CFU/ml. Penurunan pH selama 7 hari penyimpanan pada refrigerator dan freezer adalah 1,17 dan 0,48.Toddy is a sweet liquid that is easily damaged by microbial fermentation. To avoid breakage during tapping the sap (toddy), adding the syntetic or natural toddy preservatives was done. Natural preservatives which often used composed of limestone, peel of mangosteen and jackfruits wood. Using mangosteen peel in a powder form may be more effective. To avoid toddys damage after tapping can done by heating or low temperature storage. The aim of this research were 1) To examine the influences of mangosteen peel powder preservative consentration on characteristic of toddy during storage and 2) To know the effects of the storage temprature on the characteristic of toddy. The experimental design which being used Split Plot Design with Randomized Completely Design as a basic design. The main plot on this research was Storage Temprature (S) which is consist of: 2oC (Refrigerator) and -20oC (Freezer).While the Sub Plot of this research are Preservative Concentration (K) in 100 mL which is consist of 5 level: 0 % b/v (K0); 1 % b/v(K1) ; 2 % b/v (K2) ; 3 % b/v (K3) and as control (K4), and Storage Time (W) which is consist of 3 level: 0 day (W1), 4 days (W2) and 7 days (W3) storage time. This research is factorial experiment with 30 treatment combinations and 2 repetition, so there were 60 experiment units in total. Parameter observed were chemical parameter which are pH, total solid disolved, total sugar, reducing sugar and sucrose and also microbial parameter which is total yeast. The result of the research showed that higher the concentration of mangosteen peel powder preservative, prevention of toddy’s damage was better, which is showed for 7 days storage time the lower of yeast total and pH value. Total yeast for 7 days storage time on different concentration of preservative 0%, 1%, 2%, 3% and control were: 5,12 log CFU/ml; 4,86 log CFU/ml; 4,87 log CFU/ml; 4,57 log CFU/ml and 4,75 log CFU/ml, respectively. The decreasing of pH of toddy with different preservative concentration on 0%, 1%, 2%, 3% and control were 2,225; 0,9; 0,5, 0,325 and 0, 175, respectively. The storage on temperature of -20oC (Freezer) showed better preventionn activity than storage on temperature of 2oC (Refrigerator). Total yeast was getting higher during 7 days storage time on both -20oC (Freezer) and 2oC (Refrigerator), each total yeast of both storage temprature are 1,13 log CFU/ml and 0,35 log CFU/ml. The decreasing of pH for 7 days on refrigerator and freezer temprature were 1,17 and 0,48.
1477518092A1H013041UJI PERFORMANSI TUNGKU BERBAHAN BAKAR KAYU BAKAR PADA PRODUKSI GULA SEMUT DI UD. SANSIBAR DESA PANEMBANGAN KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMASDesa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas merupakan desa yang rata-rata mata pencaharian masyarakatnya adalah sebagai petani nira (gula). Warga biasanya membuat industri skala rumah tangga yang memproduksi gula semut, dan masih memakai tungku tradisional berbahan bakar kayu bakar. Penelitian ini mengkaji performansi tungku tradisional berbahan bakar kayu bakar di UD. Sansibar. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) menguji performansi tungku berbahan bakar kayu bakar pada proses produksi gula semut, (2) mengetahui kebutuhan energi yang diperoleh dari bahan bakar kayu bakar pada proses pembuatan gula semut, (3) menghitung efisiensi tungku dan kebutuhan kayu bakar dalam proses produksi gula semut. Penelitian ini dilakukan di UD. Sansibar Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, dan Laboratorium Teknik Sistem Termal dan Energi Terbarukan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, dari bulan September 2016 hingga Januari 2017. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahap yaitu, (1) tahap persiapan, bahan yang digunakan dalam penelitian ini bahan bakar kayu bakar jenis albasia dengan kadar air sekitar 12,67% basis basah, nira kelapa, (2) tahap pengukuran variabel yang telah ditetapkan, (3) tahap perhitungan dan analisis data, serta (4) tahap perhitungan efisiensi energi. Variabel yang diamati: 1) suhu nira, dinding tungku, wajan dan lingkungan, 2) waktu awal penyalaan dan waktu pemasakan, 3) konsumsi bahan bakar dan 4) efisiensi tungku. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata efisiensi tungku ialah 12,51%, rata-rata efisiensi energi sistem ialah 12,34% dan rata-rata laju konsumsi bahan bakar ialah 7,38 kg/jam. Nilai efisiensi tungku dipengaruhi oleh massa nira yang dimasak, kondisi mula-mula tungku, suhu lingkungan dan kestabilan kondisi api pada saat pemasakan nira.
Panembangan Village, in Cilongok District, Banyumas Regency is villages with livelihoods community as farmers palm sugar. Usually, household scale industries produce palm sugar and uses the simple traditional firewood fueled furnace. This research examine performance of traditional furnace fueled firewood at UD. Sansibar. The purposes of this research were: (1) to test on the performance furnace fueled firewood in the process of palm sugar, (2) knowing energy needs obtained from fuel to the process of making palm sugar, (3) counting the efficiency of the fuel in production palm sugar.The research was carried out in the UD. Sansibar, Panembangan Village, in Cilongok District, Banyumas Regency, and in Laboratory Technique of Thermal System and Renewable Energy, Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, from September 2016 until January 2017. The research consists of several stages, (1) the preparation of material used in this research fuel firewood type albasia in the moisture content 12.67 % wet basis and palm saps, (2) the calculation data measurement variable that has been set out, (3) phase calculation and analysis of data, (4) calculation energy efficiency. Variable observed: 1) the temperature of palm saps, walls of the furnace, a pan and the environment, 2) the ignition time and cooking time, 3) consumption of fuel and 4) energy efficiency furnace. The results showed the average value of the efficiency of the furnace is 12.51%, average energy efficiency system is 12.34% and average fuel consumption rate is 7.38 kg/hour. The efficiency furnace influenced by mass palm saps cooked, furnace condition early, environment temperature and the flame stability when saps cooked.
1477618093C1C013125Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Auditor Switching Secara Voluntary (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di BEI Tahun 2010-2015)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap auditor switching secara voluntary.faktor-faktor tersebut meliputi ukuran kantor akuntan publik, ukuran perusahaan, pergantian manajemen, financial distress, opini audit dan fee audit terhadap auditor switching secara voluntary. Populasi penelitian ini adalah pada industri manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2010-2015. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 72 sampel. Purposive sampling method digunakan dalam penentuan sampel.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan regresi logistik menunjukkan bahwa ukuran Kantor Akuntan Publik berpengaruh secara signifikan terhadap auditor switching secara voluntary, ukuran perusahaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap auditor switching secara voluntary, pergantian manajemen berpengaruh secara signifikan terhadap auditor switching secara voluntary, financial distress berpengaruh signifikan terhadap auditor switching secara voluntary, opini audit berpengaruh secara signifikan terhadap auditor switching secara voluntary dan fee audit tidak berpengaruh secara signifikan terhadap auditor switching secara voluntary.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu bagi profesi akuntan publik, Kantor Akuntan Publik (KAP) hendaknya lebih meningkatkan keahlian yang dimiliki oleh akuntan publiknya, misalnya dengan mengikutsertakan dalam pelatihan/seminar. Hal ini dikarenakan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa variabel ukuran KAP sebagai faktor yang memengaruhi perusahaan berpindah KAP. Ukuran KAP erat kaitannya dengan kualitas audit. Jika kualitas audit yang diberikan tidak baik di mata perusahaan, maka perusahaan akan cenderung mengganti KAP.

This study is aimed to determining factors that influence the voluntary auditor switching. The factors are include the size of the public accounting firm, company size, management turnover, financial distress, audit opinion and audit fee to the voluntary auditor switching. The study population was in the manufacturing industry listed in Indonesia Stock Exchange in the period 2010-2015. There are 72 used as samples of the research. Purposive sampling method used in determining sample.
Based on the results of research and data analysis using logistic regression showed that the size of the public accounting firm significantly affect the voluntary auditor switching, company size does not significantly affect the voluntary auditor switching, management turnover significantly affect the voluntary auditor switching, financial distress significantly affect on voluntary auditor switching, audit opinion significantly affect voluntary auditor switching and audit fee does not significantly affect the voluntary auditor switching.
The implications from the conclusion above is, for the public accounting profession, the Public Accounting Firm (CPA) should further enhance the expertise possessed by public accountants, for example by engaging in training/ seminar. This is because of the results of research showing that the size of the public accounting firm variable as the factor that affect the company changed CPA. The size of the public accounting firm is closely related to audit quality. If the quality of a given audit is not good in the eyes of the company, it will tend to replace the CPA.
1477718094A1L008066PEMANFAATAN PUPUK ORGANIK BERBASIS Basillus subtilis B1 UNTUK PENINGKATAN HASIL PADIPadi (Oryza sativa L.) merupakan sumber makanan pokok utama masyarakat Indonesia. Inovasi teknologi padi yang tersedia saat ini dalam bentuk varietas unggul, pengelolaan tanaman dan sumber daya terpadu (PTT), penanganan panen dan pascapanen dapat diandalkan untuk mendukung program peningkatan produksi padi. Penelitian ini bermanfaat memberikan informasi mengenai formulasi yang terbaik untuk produksi tanaman padi dengan penggunaan pupuk organik berbahan aktif B. Subtilis B1. Penelitian ini juga diharapkan dapat meningkatkan produksi tanaman padi dengan penggunaan formulasi pupuk organik berbahan aktif B. subtilis B1.
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman serta penelitian di lapangan dilaksanakan di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Penelitian tersebut direncanakan berlangsung selama empat bulan mulai bulan Maret sampai dengan Juni 2015.
Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan formulasi pupuk organik berbahan aktif B. subtilis B1 sebagai berikut.Kontrol, P + CaCO3 + Y 0,25% + CMC 1% + B. subtilis B1, P + CaCO3 + CMC 1% + B. subtilis B1, P + CaCO3 + Y 0,25% + B. subtilis B1, P + CaCO3 + B. subtilis B1, P + Y 0,25% + CMC 1% + B. subtilis B1dimana P = pupuk kandang, Y = yeast extract. Perbandingan pupuk kandang dengan CaCO3 adalah 10 : 0,5. Jumlah kombinasi perlakuan adalah 6 x 5 ulangan = 30 unit percobaan. Luasan petak percobaan yang digunakan 4 x 3 m2 dengan jarak tanam 25 x 40 cm2. Setiap unit percobaan terdiri dari 120 tanaman sehingga jumlah tanaman yang di tanam adalah 3600 tanaman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Formulasi P + CaCO3 + Y 0,25% + CMC 1% + B. Subtilis B1 merupakan formulasi yang terbaik terhadap produksi tanaman padi. Pemberian formulasi pupuk organik berbahan aktif B. subtilis B1 berpengaruh positif terhadap hasil tanaman padi.
Rice (Oryza sativa L.) is the main source of staple food of Indonesian society. Rice technology innovations available today in the form of improved varieties, crop management and integrated resource (PTT), harvest and post-harvest handling can be relied upon to support a program to increase rice production. This study provides information on the best formulation for the production of rice plants with the use of organic fertilizer active ingredient B. SubtilisB1. As well as the research is expected to increase the production of rice plants with the use of organic fertilizer formulations contain active B. subtilis B1.
This research was conducted at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, University of General Sudirman and field research conducted in the village of Kaliori, Kalibagor subdistrict, Banyumas. The study planned to take place during the four months from March to June 2015.
The experimental design used in this study is a randomized block design (RAK) with 5 treatment of organic fertilizer formulations contain active B. subtilis B1 as follows. Control, P + CaCO3 + Y 0.25% + 1% + CMC B. subtilis B1, P + CaCO3 + CMC 1% + B. subtilis B1, P + CaCO3 + Y 0.25% + B. subtilis B1, P + CaCO3 + B. subtilis B1, P + Y 0.25% + 1% + CMC B. subtilis B1 where P = manure, Y = yeast extract. Comparison of manure with CaCO3adalah 10: 0.5. Number of combined treatment is 6 x 5 replications = 30 experimental units. Experimental plot sizes used 4 x 3 m2 with a spacing of 25 x 40 cm2. Each unit consists of 120 plant trials so that the number of plants at planting is 3600 plants.
The results showed that Formulation P + CaCO3 + Y 0.25% + 1% + CMC B. subtilis B1 is the best formulation for the production of rice plants. Provision of organic fertilizer formulations contain active B. subtilis B1 positive effect on rice yields.
1477818095D1E013125KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK RUMPUT RAJA, RUMPUT SETARIA, DAUN SINGKONG, DAN AZOLLA Sp SECARA IN VITROPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kecernaan bahan kering dan bahan organik rumput raja, rumput setaria, daun singkong, dan azolla Sp. secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 5 Maret sampai 10 Maret 2017 di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah rumput raja, rumput setaria, daun singkong, dan azolla, 60% konsentrat, dan cairan rumen sapi potong. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental in vitro menggunakan metode Tilley and Terry (1963) dengan perlakuan P1 = 40% rumput raja + 60% konsentrat, P2 = 40% rumput setaria + 60% konsentrat, P3 = 40% daun singkong + 60% konsentrat, dan P4 = 40% azolla Sp. Peubah yang diukur kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Hasil penelitian kecernaan bahan kering mempunyai kisaran nilai antara 20,01% - 40,39%, kecernaan bahan organik 42,03% - 59,58%. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa perlakuan yang diberikan berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hijauan pakan yang mempunyai serat kasar yang tinggi dapat dijadikan pakan alternatif pada saat musim kemarau tetapi pemberiannya harus diimbangi dengan konsentrat atau pakan sumber protein lainnya. Berdasarkan uji lanjut Beda Nyata Jujur dengan membandingkan nilai tengah perlakuan didapatkan bahwa kecernaan bahan kering antara P2 vs P1 dan P2 vs P3 (P2 40,392 ± 1,101 % vs P1 21,550 ± 2,097 % dan P2 40,392 ± 1,101 % vs P3 30,396 ± 1,057 %) menunjukan hasil yang berbeda nyata. Sedangkan antara P2 vs P4 dan P3 vs P4 ( P2 40,392 ± 1,101 % vs P4 20,010 ± 0,623 % dan P3 30,396 ± 1,057 % vs P4 20,010 ± 0,623 %) menunjukan hasil yang berbeda sangat nyata. Kecernaan bahan organik dari P2 vs P1 dan P2 vs P4 (P2 59,582 ± 1,395 % vs P1 43,374 ± 1,733 % dan P2 59,582 ± 1,395 % vs P4 42,030 ± 1,335 %) menunjukan hasil yang berbeda nyata, sedangkan P2 vs P4 ( P2 59,582 ± 1,395 % vs P4 42,030 ± 1,335 %) menunjukan hasil yang berbeda sangat nyata. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hijauan pakan yang mempunyai serat kasar yang tinggi seperti rumput setaria dapat dijadikan pakan alternatif untuk ternak, tetapi pemberiannya harus diimbangi dengan konsentrat atau pakan sumber protein lainnya.This research aimed to study the effect of dry matter and organic matter digestibility of king grass, setaria grass, cassava leaves, and azolla Sp. in vitro. The research was conducted on March 5 until March 10, 2017 in the Laboratory of Animal Nutrition and Food Sciences, Faculty of Animal Husbandry, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. The material used in the research were are king grass, setaria grass , cassava leaves, and Azolla, concentrate and the rumen fluid of beef cattle. The research was conducted with an experimental method in vitro that used method Tilley and Terry (1963) with treatment P1 = 40 % king grass + 60 % concentrate, P2 = 40 % setaria grass + 60 % concentrate, P3 = 40 % cassava leaves + 60 % concentrate, and P4 = 40 % azolla Sp + 60 % concentrate. Parameters measured dry matter and organic matter digestibility. The result of dry matter digestibility research have a range of values between 20.01% - 40.39%, organic matter digestibility 42.03% - 59.58%. The Results of variance analysis showed that the treatments accorded were significant (P> 0.05) on dry matter and organic matter digestibility. The conclusion of this research are forage that has a high fiber can be used as alternative feed during the dry season but the allotment must be balanced with concentrates or other feed protein sources. Based on further testng of honestly significant difference test (HSD) by comparing the mean values of treatment showed that dry matter digestibility between P2 vs P1 and P2 vs P3 (P2 40,392 ± 1,101 % vs P1 21,550 ± 2,097 % and P2 40,392 ± 1,101 % vs P3 30,396 ± 1,057 %) showed significantly different results. While between P2 vs P4 and P3 vs P4 ( P2 40,392 ± 1,101 % vs P4 20,010 ± 0,623 % and P3 30,396 ± 1,057 % vs P4 20,010 ± 0,623 %) showed highly significant results. Organic matter digestibility from P2 vs P1 dan P2 vs P4 (P2 59,582 ± 1,395 % vs P1 43,374 ± 1,733 % dan P2 59,582 ± 1,395 % vs P4 42,030 ± 1,335 %) showed significantly different results, while P2 vs P4 ( P2 59,582 ± 1,395 % vs P4 42,030 ± 1,335 %) showed highly significant results. The conclusion of the study is, forages with crude fiber as setaria grass can be used as alternative feeds to cattle but the feeding must be balanced with feed concentrates or other protein sources.
Keywords: dry matter digestibility (DMD), organic matter digestibility (OMD), king grass, setaria grass, cassava leaves, azolla.
1477913944A1H008007KAJIAN MUTU BRIKET ARANG DARI KULIT PISANGSumber energi tidak terbarukan khususnya fosil (minyak dan gas) mempunyai peran penting dalam kehidupan manusia sehari-hari. Dengan semakin bertambahnya populasi penduduk menyebabkan kebutuhan akan bahan bakarpun meningkat sehingga dibutuhkan sumber energi alternatif yang lain.Salah satu energi terbarukan yang perlumendapatkan perhatian untuk dikembangkan adalah biomasa. Briket arang merupakan arang yang diubah bentuk, ukuran dan kerapatan dengan mengepres campuran serbuk arang dan bahan perekat. Penelitian ini bertujian Mengetehui kualitas briket arang dari kulit pisang kapok dan mengetahui pengaruh ukuran serbuk terhadap kualitas briket bioarang dari kulit pisang kepok.
Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Penelitian ini menggunakan 2 faktor perlakuan yaitu jumlah perekat dan ukuran serbuk. Faktor perlakuan jumlah perekat ada 2 taraf yaitu: perekat 4%, perekat 6% sedangkan faktor ukuran serbuk arang lolos mash 18, 30 dan kombinasi antara ukuran serbuk yang tidak lolos mash 18 dan 30 dengan perbandingan 50% : 50%. Data yang diperoleh diuji dengan analisis keragaman dan uji lanjut DMRT. Variabel yang diamati pada penelitian ini meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat mudah menguap (volatile matter), karbon terikat (fixed carbon) dan nilai kalor.
Nilai rata-rata hasil pengujian kualitas briket arang kulit pisang kepok adalah kadar air 2,981% - 4,617%, kadar abu 4,732% - 4,861%, kadar zat mudah menguap 3,355% - 3,461%, fixed carbon 88,279% - 88,549% dan nilai kalor 4054,532 kal/gr – 5006,625 kal/gr. Hasil analisis keragaman menunjukan faktor jumlah perekat, ukuran serbuk dan interaksinya berpengaruh nyata terhadap kadar air dan nilai kalor, sedangkan faktor jumlah perekat, intraksi antara jumlah perekat dan ukuran serbuk tidak berpengaruh nyata terhadap kadar zat mudah menguap. Faktor ukuran serbuk, intraksi antara jumlah perekat dan ukuran serbuk tidak berpengaruh nyata terhadap fixed carbon.

Kata kunci kadar air, kadar abu, kadar zat mudah menguap, fixed carbon dan nilai kalor
Non-renewable energy sources, especially fossil (oil and gas) have an important role in human’s daily lif. The increasing of human population causes the demand of fuel increasing, so it is needed to get alternative energy sources. One of the renewable energy which must be addressed to develop is biomass. Charcoal briquette is charcoal that is changed in its shape, size and density by pressing a mixture of charcoal powder and adhesive. This study aims to determine the quality of briquette from Kepok banana peels and to find out the powder size effect on the quality of bioarang briquette.

The method which is used in this study is experimental study and randomized group design (RBD) is used as a test plan. This study uses two treatment factors, namely the amount of adhesive and powder size.Thereare two levelsof treatment factor the amount of adhesive: adhesive 4%, adhesive6%, while charcoal powder size factor of qualify mash 18, 30 and the combination of the size of the powders that do not qualify mash 18 and 30 with a ratio of 50%: 50%.

The obtained data will be tested by variety analysis and a further test of DMRT. The variables which will be observed in this study include water content, ash content, volatile matterial content, (fixed carbon and calorific value.

The average value of testing the quality of Kepok banana peel charcoal briquette is as following: water content 2.981% - 4.617%, ash content 4.732% - 4.861%, levels of levels of volatile substances 3.355% - 3.461%, fixed carbon 88.279% - 88.549% and 4054.532 calorific value cal / g - 5006.625 cal / g. The results ofvariety analysis showed that the amount of adhesive, the size of the powders and their interaction significantly affected the water content and calorific value.While the amount of adhesive factor, the interaction between the adhesive and the size of the powder did not significantly affect the levels of volatile substances. Powdersize factor, interaction of the amount of adhesive and powder size did not significantly affect the fixed carbon.

Keywords:Water Content, Ash Content, Volatile Matterial Content, Fixed Carbon And Calorific Value.
1478018096D1E013169AKTIVITAS PROTEASE CAIRAN RUMEN DAN KECERNAAN PROTEIN KASAR PAKAN KAMBING YANG MENDAPAT SUPLEMENTASI SULFUR DAN ASAM ISOBUTIRATPenelitian bertujuan mengkaji pengaruh suplementasi sulfur dan asam isobutirat serta pengaruh interaksi antara keduanya terhadap aktivitas protease cairan rumen dan kecernaan protease kasar pakan kambing. Materi yang digunakan antara lain pakan basal yang terdiri dari rumput lapang dan konsentrat (60:40), cairan rumen dari 3 ekor kambing Jawarandu yang diambil di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Sokaraja segera setelah kambing dipotong. Konsentrat terdiri dari dedak padi 22%, pollard 3,3%, dan bungkil kelapa 14,67%. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode eksperimental secara in vitro dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial 3x3 yang terdiri dari 9 perlakuan dan 3 kali ulangan. Faktor pertama (A) yaitu suplementasi sulfur yang terdiri dari 3 taraf yaitu 0% (a1), 0,3% (a2), dan 0,6 % (a3), faktor kedua (B) yaitu suplementasi asam isobutirat yang terdiri dari 3 taraf yaitu 0 mM (b1), 0,2 mM (b2), dan 0,4 mM (b3). Perlakuan yang diberikan yaitu a1b1: pakan basal + sulfur 0 % + isobutirat 0 mM, a1b2: pakan basal + sulfur 0 % + isobutirat 0,2 mM, a1b3: pakan basal + sulfur 0% + isobutirat 0,4 mM, a2b1: pakan basal + sulfur 0,3 % + isobutirat 0 mM, a2b2: pakan basal + sulfur 0,3 %+ isobutirat 0,2 mM, a2b3: pakan basal + sulfur 0,3 % + isobutirat 0,4 mM, a3b1: pakan basal + sulfur 0,6 % + isobutirat 0 mM, a3b2: pakan basal + sulfur 0,6 % + isobutirat 0,2 mM, a3b3: pakan basal + sulfur 0,6 % + isobutirat 0,4 mM. Variabel yang diukur yaitu aktivitas protease dan kecernaan protein kasar. Data dianalisis menggunakan analisis variansi (ANAVA) dan dilanjutkan dengan uji orthogonal polynomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi sulfur dan interaksi antara suplementasi sulfur dengan asam isobutirat tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap aktivitas protease, namun demikian semakin tinggi taraf suplementasi isobutirat, aktivitas protease semakin menurun. Interaksi antara suplementasi sulfur dengan asam isobutirat berpengaruh sangat nyata (P<0,01) secara kuadrater menurunkan kecernaan protein kasar, pada titik minimum PA0 (0,38 ; 6,70) dan PA1 (0,36 ; 6,57) serta pada titik maksimum PA2 (0,21 ; 17,21). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi taraf suplementasi asam isobutirat, aktivitas protease cairan rumen semakin menurun. Semakin tinggi taraf suplementasi sulfur, kecernaan protein kasar pakan semakin meningkat. The aim of this research was to assess the influence of sulphur and isobutyric acid supplementation and their interaction on protease activity of rumen fluid and crude protein digestibility of goat feed. The materials used were basal feed that consisted of field grass and concentrate with a ratio of 60:40%, rumen fluid of Jawarandu goat from abattoir in Sokaraja immediately after the goat were slaughtered. The concentrate was composed of rice bran 22%, pollard 3.3%, and coconut meal 14.67%. This research was conducted by using experimental method based on Completely Randomized Design (CRD), factorial pattern (3x3) with 9 treatments and 3 repetitions. The first factor (A) was sulphur supplementation, there were 0% (a1), 0.3% (a2), and 0.6 % (a3). The second factor (B) was isobutyric acid supplementation, there were 0 mM (b1), 0.2 mM (b2), and 0.4 mM (b3). The combination treatments given were a1b1: basal feed + sulphur 0% + isobutyric acid 0 mM, a1b2: basal feed + sulphur 0% + isobutyric acid 0.2 mM, a1b3: basal feed + sulphur 0% + isobutyric acid 0.4 mM, a2b1: basal feed + sulphur 0.3% + isobutyric acid 0 mM, a2b2: basal feed + sulphur 0.3% + isobutyric acid 0.2 mM, a2b3: basal feed + sulphur 0.3% + isobutyric acid 0.4 mM, a3b1: basal feed + sulphur 0.6% + isobutyric acid 0 mM, a3b2: basal feed + sulphur 0.6% + isobutyric acid 0.2 mM, a3b3: basal feed + sulphur 0.6% + isobutyric acid 0.4 mM. The parameters measured were protease activity of rumen fluid and crude protein digestibility. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) advanced with orthogonal polynomial test. The results of this study showed that the supplementation of sulphur and interaction between sulphur and isobutyric acid did not significantly affect (P>0.05) protease activity, but higher isobutyric acid supplementation, protease activity became decrease further at a higher level. The interaction between sulphur and isobutyric acid supplementation highly significantly affected (P<0.01) a quadratic decrease of crude protein digestibility at a minimum point, PA0 (0.38 ; 6.70) and PA1 (0.36 ; 6.57) also at a maximum point PA2 (0.21 ; 17.21). The conclusion of this study is, higher supplementation of isobutyric acid, protease activity of rumen fluid becomes decrease at a higher level. Higher supplementation of sulphur, crude protein digestibility of feed increases at a higher level.