Artikelilmiahs

Menampilkan 14.741-14.760 dari 49.719 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1474118183A1L012200EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KELAPA (Cocos nucifera L.) DI KECAMATAN PATIKRAJA, KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan aktual dan potensial, serta mengetahui pengaruh sifat-sifat kimia tanah terhadap kandungan unsur hara N dan P di dalam nira pada lahan yang ditanami kelapa di Wilayah Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas. Daerah ini merupakan daerah yang potensial untuk pengembangan pertanian, khususnya produksi nira untuk menghasilkan gula kelapa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai September 2016. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Penentuan titik sampel dilakukan berdasarkan Peta Satuan Lahan Homogen (SLH), yang dibuat dengan cara menumpangsusunkan peta (overlay) Peta Administrasi, Jenis Tanah, Kelerengan, Geologi dan Penggunaan Lahan daerah penelitian. Berdasarkan metode tersebut diperoleh 10 SLH dengan luas 56.8958 ha. Titik sampel ditentukan berdasarkan penelitian tanaman kelapa di Kecamatan Patikraja. Sebaran titik sampel terbagi dalam 12 titik sampel. Variabel yang diamati meliputi variabel utama yaitu N-total tanah, N-total nira kelapa, P-tersedia tanah, P-total nira kelapa dan variabel pendukung meliputi Daya Hantar Listrik (DHL), pH H₂O, pH KCL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan potensial di Kecamatan Patikraja keseluruhannya termasuk kelas S2 (Cukup Sesuai) dan S3 (Sesuai Marjinal).This study aims to determine land suitability of class actual and potential land, and to know the influence of the chemical characteristics of the soil nutrient content of N and P in the sap in the planted area with coconut palms, Patikraja District Area, Banyumas. This area is a potential area for development of agriculture, especially the production of sap to produce palm sugar. The study was conducted in July to September 2016. The research was conducted by survey method. The sample choosen is based on Homogeneous Soil Map Unit (SLH), which is made by map overlaying from the administrative, soil types, slope, geology and land used maps of research. Under this method gained 10 with an area of 56,8958 hectares SLH. Sample points determined based on their coconut plantations in the district Patikraja. The distribution of the sample points are divided into 12 sample points. Variables observed were the main variables, namely N-total of soil, N-total of coconut sap, P-available of soil, P-total of coconut sap and includes supporting variable Electrical Conductivity (EC), the pH of the soil. The results showed that the land suitability classes potential in Patikraja District entirety S2 (Moderately Suitable) and S3 (Marginally Suitable) class.
1474218961G1G013017PENGARUH ROYAL JELLY LEBAH Apis cerana L. TERHADAP PENGHAMBATAN PERTUMBUHAN DAN DAYA ADHESI Porphyromonas gingivalis PADA NEUTROFILInfeksi periodontal salah satunya disebabkan oleh bakteri Porphyromonas gingivalis. P. gingivalis merupakan bakteri anaerob Gram negatif, melanogenik, nonsakarolitik, berpigmen hitam, yang memiliki kemampuan untuk menempel pada neutrofil yang berperan sebagai sel pertahanan ketika infeksi terjadi sehingga akan terjadi lisis pada neutrofil dan periodontitis terbentuk. Sehingga bakteri dalam tubuh dapat meningkat. Beberapa zat aktif yang terkandung dalam royal jelly diduga dapat mempengaruhi adhesi bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya daya hambat royal jelly lebah Apis cerana L. terhadap pertumbuhan Porphyromonas gingivalis dan daya adhesi pada neutrofil. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris in vitro menggunakan the post test only control group design. Sampel terbagi menjadi 4 kelompok: kelompok I/kontrol (RPMI), kelompok II (konsentrasi 4%) kelompok III (konsentrasi 6%), dan kelompok IV (konsentrasi 8%). Indeks adhesi diketahui dengan menghitung rata-rata jumlah P. gingivalis yang menempel pada 100 neutrofil. Konsentrasi daya hambat pertumbuhan diketahui dengan menghitung nilai OD sebelum dan sesudah inkubasi dengan menggunakan spektrofotometri Uv-vis. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan indeks adhesi dan daya hambat pertumbuhan yang signifikan antar kelompok. Kesimpulan dari penelitian ini adalah royal jelly konsentrasi 8% dapat menghambat adhesi bakteri P. gingivalis pada neutrofil dan daya hambat pertumbuhan terbesar.Periodontal infection is one of them caused by Porphyromonas gingivalis bacteria. P. gingivalis is an anaerobic Gram-negative, melanogenic, nonsaccarolitic, black pigmented which has ability to attach to neutrophils. Defensive action of neutrophil would be activated as infection occured. Periodontitis would occur when neutrophil lysis. Royal jelly contain several active substances that might impact to bacterial adhesion. The aim of this study to determine inhibition potency of royal jelly Apis cerana L. to bacterial growth and adhesion of Porphyromonas gingivalis to neutrophils. This was in vitro experimental laboratory study using the post test only control group design. Samples divided into 4 group: group I/control (RPMI), group II (royal jelly 4%), group III (royal jelly 6%), and group IV (royal jelly 8%). The index of adhesion was determined by calculating average number of P.gingivalis on 100 neutrophils. The concentration inhibition the growth of P.gingivalis were measured by Uv-vis spectrophotometry.The result found that inhibition potency of royal jelly was significantly different to all groups, meanwhile there is no differences between group I and group II on bacterial adhesion. The conclusion of this research is royal jelly concentration 8% can inhibit adhesion of P. gingivalis bacteria on neutrophils and the greatest inhibitory of bacterial growth
1474318063H1C013076ANALISIS SISTEM PROTEKSI DAN GANGGUAN SURJA PETIR UNTUK KEHANDALAN JARINGAN PADA SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH (SUTM) 20 KV SNT 04 PT.PLN (PERSERO) APJ CILACAPSistem Transmisi Distribusi yang diaplikasiakan di negara Indonesia umumnya adalah sistem jalur udara. Gangguan yang besar dalam sistem tenaga listrik terjadi di daerah penyaluran (trasmisi dan distribusi). Diantara sekian banyak gangguan yang terjadi, petir merupakan salah satu penyebabnya. Letak Indonesia pada daerah khatulistiwa dengan iklim tropis dan kelembaban yang tinggi, sehingga menyebabkan kerapatan sambaran petir di Indonesia tinggi. Salah satu aset jaringan PT. PLN (PERSERO) APJ CILACAP yang sering mengalami gangguan petir adalah penyulang SNT. 04 terutama di zone 1. Permasalahan diatas perlu dikaji sehingga kita dapat menentukan sistem proteksi terhadap gangguan petir pada penyulang SNT. 04 zone 1 secara efektif agar sistem proteksi dan kehandalan pelayanan menjadi lebih baik, dan dapat menyelesaikan permasalahan tersebut secara ekonomis dan efisien. Jumlah arrester yang terpasang di penyulang SNT 04 masih kurang, sehingga menyebabkan proteksi terhadap gangguan surja petir kurang maksimal. Hasil yang diperoleh setelah melakukan simulasi menggunakan ATP Draw, arrester dapat mereduksi tegangan yang cukup besar dengan jarak 118 m dari gangguan dan durasi waktu 1,2-5 ms. Dari simulasi juga menunjukan bahwa penyulang SNT 04 membutuhkan penambahan 1 arrester pada setiap titik-titik yang sering mengalami gangguan sambaran petir. Karena waktu pengamanan terhadap tegangan lebih surja petir akan semakin cepat. Distribution Transmission system applied in the country of Indonesia in general is the system air line. Large disturbances in electric power systems occurred in the area of distribution (trasmisi and distribution). Among the many distractions that occur, lightning is one cause. Indonesia is on the equator line with the tropical wheather and the high humidity it causes of the high strike density of the strom in Indonesia high. One of the networking aset of PT. PLN (Persero) which is offenly had the storm problem is feeder KBL. 04 especially in the zone 1. The problems above need to be disscussed so we can decide the protection system towards the lightning disturbances of feeder KBL. 04 zone 1 effectivelly so the protection system an the good reliability will be better, and they can solve those problems economically and efficient. Total arresters installed at the feeder SNT 04 is still lacking, resulting in protection against lightning surge interference less than the maximum.The result after we have done the simulation using ATP Draw, arrester can reduce the high voltage quickly with the distance is about 118 m from the problem and with the duration is about 1,2-5 ms. From the simulation we also can get when the arrester is closer with to tools so it will be better because the time of safety towards more voltage of the lightning strike will be faster.
1474418064A1L012127PENGARUH KONSENTRASI NITROGEN PADA BERBAGAI JENIS PUPUK DAUN TERHADAP ASPEK FISIOLOGI DAN PERTUMBUHAN PEMBIBITAN TANAMAN CABAI (Capsicum annuum L.)Salah satu teknik budidaya yang sangat berpengaruh dalam kesuksesan budidaya cabai adalah penyemaian dan pemeliharaan bibit cabai di persemaian hingga bibit siap tanam. Pemeliharaan dapat dilakukan dengan mengaplikasikan pupuk daun. Penelitian ini bertujuan 1) mengetahui jenis pupuk terbaik terhadap pertumbuhan dan fisiologis pada pembibitan tanaman cabai. 2) mengetahui konsentrasi nitrogen terbaik terhadap pertumbuhan dan fisiologis pada pembibitan tanaman cabai. 3) mengetahui kombinasi konsentrasi nitrogen dan jenis pupuk bagi perumbuhan dan fisiologis tanaman cabai. Penelitian dilaksanakan di screenhouse, Desa Adipala, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, pada bulan Juli sampai September 2016. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan RAKL dengan 2 faktor, 12 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi nitrogen terdiri 0 ppm, 6900 ppm, 13900 ppm. Faktor kedua adalah jenis pupuk daun terdiri ZA, Growmore, Gandasil D, Phonska. Data dianalisis dengan cara uji F, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) konsentrasi nitrogen mempengaruhi komponen pertumbuhan dan konsentrasi terbaik 13900 ppm yaitu pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, bobot segar tanaman, bobot segar akar, bobot segar daun, bobot kering tanaman, bobot kering akar, bobot kering daun, lebar bukaan stomata kandungan klorofil dibanding konsentrasi 0 ppm dan 6900 ppm. (2) jenis pupuk daun hanya mempengaruhi lebar bukaan stomata. Variabel lebar bukaan stomata terbaik dengan pupuk Growmore (2,411 µm) lebih baik dibandingkan dengan pupuk ZA sebesar (2,323 µm), Gandasil D (2,326 µm), Phonska (2,322 µm). (3) Kombinasi perlakuan konsentrasi nitrogen dan jenis pupuk daun mampu meningkatkan lebar bukaan stomata.One of the techniques of cultivation were very influential on the success of chili cultivations are seeding and maintenance of chili seeds in the seedbed until the seedlings are ready for planting. Maintenance can be done by applying foliar fertilizers. This research aims to 1) determine the best type of fertilizer on the growth and aspect of physiological chilli seedling. 2) determine the best concentration of nitrogen on the growth and aspect of physiological chili seedling.3) the interaction between concentration of nitrogen with the type of foliar fertilizer on the growth and aspect of physiological of chili seedling. The research was conducted in screenhouse which located in Adipala Village, Adipala sub districts, Cilacap regency, from July to September 2016. Experimental design used was RAKL with 2 factors, 12 treatments and 3 replications. The first factor was the concentration of nitrogen consist of 0 ppm, 6900 ppm, 13900 ppm. The second factor was the type of foliar fertilizer consist of ZA, Growmore, Gandasil D, Phonska. Data were analyzed by F test, and continued with DMRT if significant. The results showed (1) the concentration of foliar fertilizer effect plant growth component, and the best concentration of nitrogen was 13900 ppm on variable: plant height, leaf amount, leaf area, root length, weight of fresh plants, weight of fresh root, weight of fresh leaves, weight of dry plants, weight of dry root, weight of dry leaf, width aperture of stomata, amount of chlorophyll compared to concentrations of 0 ppm and 6900 ppm. (2) the type of foliar fertilizer only affect widht aperture of stomata. Width aperture of stomata variable with Growmore fertilizer (2,411 µm) is better than za (2,323 µm), Gandasil d (2,326 µm), Phonska (2,322 µm). (3) The interaction of nitrogen concentration and foliar fertilizer was significant of the width aperture of stomata.
1474518048A1L012038Aplikasi BIO P60, BIO T10 dan Fungisida secara Tunggal atau Gabungan terhadap Penyakit Bulai pada Jagung Varietas P21Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian BIO P60, BIO T10 dan fungisida secara tunggal atau gabungan dalam menekan penyakit bulai dan terhadap pertumbuhan serta produksi tanaman jagung varietas P21 di lapangan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dan lahan pertanaman jagung, Desa Jatisaba, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, mulai Februari sampai dengan Juni 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan, terdiri atas kontrol, BIO P60, BIO T10, fungisida fenamidon,dimetomorf dan metalaksil. Variabel pengamatan meliputi masa inkubasi, intensitas penyakit, dan laju infeksi, perkecambahan, tinggi tanaman dan jumlah daun, munculnya bunga petama kali, bobot basah dan kering buah per tongkol, jumlah tongkol, panjang tongkol, dan jumlah baris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BIO P60 secara tunggal atau gabungan mampu menekan intensitas penyakit bulai sebesar 22,37-40,19%. Perlakuan BIO T10 secara tunggal atau gabungan mampu menekan intensitas penyakit sebesar 18,8-37,57% serta fungisida fenamidon sebesar 46,43-55,67%. Penundaan masa inkubasi perlakuan benih dengan fungisida fenamidon sebesar 53,07-54,21%, BIO P60 sebesar 25,47–30,87% dan BIO T10 sebesar 17,35-26,66%.Perlakuan dengan menggunakan BIO P60 secara tunggal atau gabungan mampu meningkatkan perkecambahan 10,77%, tinggi tanaman 25,08-27,89%, munculnya bunga pertama kali 6,04–6,72%, panjang tongkol 2,49-10,4%, jumlah tongkol 20,9% serta bobot basah 19,19-27,27% dan bobot kering tongkol 17,49 – 27,67%. Perlakuan BIO T10 secara tunggal atau gabungan mampu meningkatkan perkecambahan 10,42%, tinggi tanaman 2,88-22,7%, jumlah tongkol 10,92-19,08%, panjang tongkol 9,26-15,11%, bobot tongkol basah 24,29–31,43% dan bobot tongkol kering 25,94 – 32,19%.This research aimed to determine the effect of BIO P60, BIO T10 and fungicides alone or in combinationon to control downy mildew and on growth and production of corn P21 variety in the field. The research was carried out at the Laboratory of Plant Protection Faculty of Agriculture Jenderal Soedirman University and at corn fields, Jatisaba Village, Purbalingga Subdistrict, Purbalingga Regency, from February up to June 2016. Randomized block design (RBD) was used, with 3 replicants i.e. control, BIO P60, BIO T10, fenamidon, dimetomorf and metalaxyl fungicides. Variables observed were incubation period, disease intensity,infection rate, germination, crop height, number of leaves, the first flowering time, wet and dry weight of cob, the number of cobs, cob length, and number of rows. Results of the research showed that BIO P60 alone or in combination could suppress the intensity of diseaseas 22.37-40.19%. BIO T10 alone or in combination and fungicide fenamidon could suppress 18.8-37.57% and 46.43-55.67% respectively. BIO P60, BIO T10 and fungicide fenamidon for seed treatments could delay incubation period as 25.47-30.87%; 17.35-26.66% and 53.07-54.21% respectively. BIO P60 alone or in combination could increase 10.77% germination, crop height 25.08- 27.89%, the first flowering time 6.04-6.72%, cob length 2.49- 10.4 %, the number of cobs 20.9%, wet and dry weight of cob as 19.19-27.27% and 17.49-27.67% respectively. BIO T10 alone or in combination could increase germination 10.42%, crop height 2.88-22.7%, the number of cobs 10.92-19.08%, cob length 9.26-15.11%, wet and dry weight of corncob as 24.29-31.43% and 25.94-32.19% respectively.
1474618073A1C112025KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI DI KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMASJagung merupakan komoditi pokok selain tanaman padi yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena tidak hanya sebagai bahan pangan pokok tetapi juga sebagai bahan baku berbagai olahan industri. Kecamatan Kembaran merupakan salah satu sentra penghasil jagung kerena masyarakat taninya menjadikan usahatani jagung sebagai sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan dan menjaga kelangsungan hidup petani dibandingkan dengan kegiatan lainnya di bidang selain usahatani jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) profil usahatani jagung, (2) besarnya biaya produksi, penerimaan dan pendapatan usahatani jagung dan (3) besarnya kontribusi pendapatan usahatani jagung terhadap pendapatan rumah tangga petani di Kecamatan Kembaran.
Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas pada bulan Agustus 2016. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive), dengan pertimbangan bahwa Kecamatan Kembaran merupakan Kecamatan dengan produksi jagung tertinggi kedua di Kabupaten Banyumas. Pengambilan sampel petani ditentukan dengan menggunakan metode Simple Random Sampling diperoleh petani sampel sejumlah 44 orang. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, dan pendapatan dan analisis kontribusi pendapatan.
Para petani di Kecamatan Kembaran melakukan usahatani jagung pada bulan Agustus sampai bulan November. Varietas yang digunakan oleh petani di Kecamatan Kembaran yaitu varietas lokal yang dibeli dari hasil panen sebelumnya dari petani setempat. Pola tanam yang dilakukan petani adalah padi-padi-palawija (jagung). Hasil analisis pada usahatani jagung menunjukkan bahwa total biaya produksi yang dikeluarkan pada usahatani jagung sebesar Rp3.330.535,25 per hektar, penerimaan rata-rata sebesar Rp13.347.917 per hektar dan pendapatan rata-rata sebesar Rp9.776.689,00 per hektar. Besarnya kontribusi pendapatan usahatani jagung terhadap pendapatan rumah tangga petani sebesar 51,79 persen, memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan rumah tangga dan merupakan mata pencaharian utama.
Corn is a main commodity except rice plant which has high economic value because it is not only as a main foodstuff but also as raw material for various proceed industry. Kembaran district is one of corn producers centre because the people made the corn farming as their income to fulfill their need and mainthain their life sustainability rather than another activities beside corn farming. This research has aim to determine 1) The profile of corn farming, 2) The amount of the production fee, the income of corn farming towards farm household income 3) The contribution of corn farming income on household income of farmers in Kembaran District.
The research method used was survey. The research is conducted in Kembaran district, Banyumas regency on August 2016. The site selection was done purposively with consideration that Kembaran district is a district which has the second highest corn production in Banyumas regency. The technique sampling is by using Simple Random Sampling the number of the farmer’s sample obtained was 48 people. The data analysis that is used are fee and income analysis and contribution income analysis.
The farmers in Kembaran district do the corn farming on August until November. The varieties that is used by the farmers in Kembaran district is local variety which is brought from the previous harvest result. The planting form that is used by the farmers is padi-padi-palawija. The analysis result on corn farming showed that the total production fee that has been spent is Rp3.513.845,25 per hectare, the reception average is Rp13.347.917 per hectare and the income average is Rp9.776.689,00. The amount of corn farming income contribution towards the farm household income is 51,79% it gives a big contribution towards the farm household income and it is as a main livelihood.
1474716570A1M012080PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP SUSU JAGUNG PADA MAHASISWA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANSusu jagung manis merupakan susu nabati yang berasal dari ekstrak biji jagung dengan atau tanpa penambahan bahan lain. Susu jagung manis ini belum dikenal dan masih jarang diminati oleh masyarakat pada umumnya selain itu pengemasan pada produk juga penting dilakukan guna menekan terjadinya perubahan pada produk. Kemasan plastik merupakan jenis kemasan yang cocok untuk produk susu dan turunannya oleh karena itu perlu adanya pengujian mengenai penerimaan konsumen terhadap produk susu jagung dan desain kemasannya. Penelitian ini bertujuan untuk) mengetahui preferensi konsumen terhadap sensoris susu jagung.. Penelitian ini merupakan penelitian survei, sampel atau responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa Unsoed. Responden ditentukan dengan metode accidental sampling. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ditentukan dengan metode slovin. Variabel yang diamati adalah preferensi konsumen terhadap susu jagung dan desain kemasan. Data yang diperoleh dari responden dianalisis menggunakan uji Fridman. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Preferensi konsumen terhadap sensoris susu jagung adalah susu yang berwarna putih kekuningan sampai kuning, aroma susu jagung yang tidak terlalu terasa atau tidak terlalu kuat, flavor (citarasa) yang enak. 2) preferensi konsumen terhadap desain kemasan adalah jenis kemasan botol (PET), desain label dan warna desain label kemasan, keduanya sama-sama disukai.Sweet corn milk is derived from corn extract with or without the addition of other ingredients. Sweet corn milk is not popular yet and they are rarely in demand by the general public, in addition, the packaging of the product is also important in order to suppress the change in the product. Therefore, it needs to test on consumer acceptance towards sweet corn milk and packaging design. This study aims to; 1) determine the consumer preferences towards sensory test of sweet corn milk; The research using survey method, using Unsoed’s college students as respondents. Respondents were determined by accidental sampling method. The number of respondents who were taken in the research was determined by the Slovin’s method. The variables observed were consumer preferences towards sensory test and the packaging design. The data obtained from the respondents were analyzed using Friedman test. The results showed that; 1) consumer preferences towards sensory test sweet corn milk is milk that is yellowish white to yellow, the aroma of sweet corn milk which is not too pronounced or too strong, flavor are delicious.
1474818074F1F012048AN ANALYSIS OF MILITARY IDIOMATIC EXPRESSION IN VIDEO GAME: “CALL OF DUTY 4 MODERN WARFARE”Raihan. Hafiz Arib. 2017. An Analysis of Military Idiomatic Expression in Video Game Call of Duty 4 Modern Warfare. Skripsi. Pembimbing 1: Kristianto Setiawan, S.S., M.A. Pembimbing 2: Indriyati Hadiningrum, S.S. M.Pd. Penguji: Erna Wardani S.Pd., M.Hum. Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Sastra Inggris, Program Studi S1 Sastra Inggris, Purwokerto.
Kata Kunci: idiom, Call of Duty 4 Modern Warfare, militer, video game.
Penelitian yang berjudul An Analysis of Military Idiomatic Expression in Video Game Call of Duty 4 Modern Warfare bertujuan untuk mengetahui arti dan jenis idiom dari idiom militer pada permainan video Call of Duty 4 Modern Warfare dan menganalisa mengapa idiom digunakan. Peneliti menggunakan metode kualitatif untuk menganalisa data. Data dari penelitian ini merupakan ujaran yang mengandung idiom militer dari seluruh karakter dalam permainan video.
Teknik sampel keseluruhan diterapkan pada penelitian ini untuk mendapatkan data yang variatif. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan pragmatik dan dua teori. Pertama, teori idiom karya Makkai digunakan untuk menganalisa jenis-jenis dan arti. Kedua, teori tujuan dan fungsi idiom karya Chaer untuk menganalisa mengapa idiom digunakan dalam permainan video tersebut.
Pada hasil pertama penelitian ini ditemukan 59 idiom militer. Seluruh ujaran tersebut berasal dari seluruh karakter dalam permainan video. Dari 59 idiom militer tersebut, terdapat 27 idiom tergolong kedalam phrasal verb idiom, 7 idiom tergolong kedalam tournure idiom, 1 idiom tergolong kedalam irreversible idiom, dan 24 idiom tergolong kedalam phrasal compound idiom. Kedua, to express suitable thought menjadi aspek yang paling sering muncul mengapa idiom digunakan dan diikuti oleh to show indirect meaning.
Raihan. Hafiz Arib. 2017. An Analysis of Military Idiomatic Expression in Video Game Call of Duty 4 Modern Warfare. Supervisor 1: Kristianto Setiawan, S.S., M.A. Supervisor 2: Indriyati Hadiningrum, S.S., M.Pd. External Examiner: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum. Ministry of Research, Technology and Higher Education. Jenderal Soedirman University. Faculty of Humanities. English Study Program, Purwokerto.
Keywords: idiom, Call of Duty 4 Modern Warfare, military, video game.
The research entitled An Analysis of Military Idiomatic Expression in Video Game Call of Duty 4 Modern Warfare aims to find out what types and meanings of military idiomatic expressions in video game Call of Duty 4 Modern Warfare and why idioms are used. I used qualitative method to analyze the data. The data of this research are the expressions which contain military idiomatic expression from whole characters in the video game.
Total sampling was applied in this research to get various data from the object. To analyze the data, I used pragmatic approach and two theories. First, theory of types of idiom from Makkai was used to find the meanings and types. Secondly I used the purposes and functions theory of idiom from Chaer to find out why idioms are used in this video game.
The first result shows that there are 59 military idiomatic expressions. Those expressions are uttered by the whole characters in the video game. From those 59 military idiomatic expressions, 27 expressions belong to phrasal verb idiom, 7 expression belong to tournure idiom, 1 expression belongs to irreversible idiom, and 24 expressions belong to phrasal compound idiom. Second, to express suitable thought is the most frequent aspect of why idioms are used and followed by to show indirect meaning as the second aspect.
1474918066A1C010073ANALISIS FINANSIAL DAN NILAI TAMBAH PADA AGROINDUSTRI TAPIOKA KELOMPOK MANUNGGAL SARI DESA GUMELAR KECAMATAN GUMELAR KABUPATEN BANYUMASAgroindustri tapioka merupakan industri yang memanfaatkan ubi kayu sebagai bahan baku, selain itu industri tapioka merupakan industri yang padat karya. Peningkatan kebutuhan pasar akan tapioka tidak di imbangi dengan ketersediaan bahan baku. Hal ini menyebabkan harga bahan baku meningkat, yang akan berpengaruh pada pendapatan bersih perajin. Perlu adanya perhitungan finansial untuk mengetahui keuntungan agroindustri tapioka.
Penelitian yang dilakukan pada agroindustri tapioka kelompok Manunggal Sari bertujuan untuk mengetahui : 1) besarnya biaya dan pendapatan, 2) rasio penerimaan dan biaya, 3) besarnya nilai tambah agroindustri tapioka, 4) analisis pengaruh perubahan harga jual tapioka dan harga beli bahan baku terhadap pendapatan agroindustri tapioka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey. Pengambilan data pada bulan Agustus 2015 sampai September 2015, data yang digunakan periode bulan Agustus 2015. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, analisis Revenue Cost Ratio (R/C), analisis nilai tambah dan analisis sensitivitas.
Hasil penelitian menunjukan agroindustri tapioka Manunggal Sari di Desa Gumelar tergolong dalam industri pengolahan tradisional dan padat karya. Dari satu kilogram bahan baku ubi kayu menghasilkan rata-rata 30% tapioka kasar, 8% onggok dan 2% elot. Rata-rata biaya periode produksi bulan Agustus 2015 sebesar Rp147.764.165,61, penerimaan sebesar Rp166.879.375,00 dan pendapatan sebesar Rp19.115.209,39. Usaha agroindustri tapioka Manunggal Sari layak dikembangkan karena nilai R/C sebesar 1,13. Nilai tambah dari pengolahan satu kilogram ubi kayu sebesar Rp316,78 dengan keuntungan perajin sebesar Rp226,78. Berdasarkan penurunan harga jual tapioka sebesar 4,13% dan harga bahan baku naik 12,12%, agroindustri tapioka Manunggal Sari masih memberikan keuntungan.
Tapioca agro-industry is an industry that utilize cassava as raw material, in addition to the tapioca industry is a labor-intensive industry. The increase of market demand for tapioca was not balanced by the availability of raw materials. This led to increased raw material prices, that will affect the incomes of crafters. Financial calculations was necessary to determine benefits tapioca agro-industry.
Research that conducted in the tapioca agro-industry of Manunggal Sari Group aimed to determine: 1) the amount of costs and revenues, 2) the ratio of costs and revenues, 3) the amount of value added and tapioca agro-industry, 4) analysis of the effects and changes of tapioca price and the purchase price of raw materials the tapioca agro-industry revenue. This research used the survey method. Data collected from august until September 2015, the data used were august 2015 period. Data analysis used was costs and revenues analysis, revenue cost ratio (R/C) analysis, added-value analysis and sensitivity analysis.
The results showed that the tapioca agro-industry of Manunggal Sari Group in Gumelar Village belonging to the traditional processing industries and labor-intensive. A kilogram of cassava produced about 30% rough tapioca, 8% cassava pilel and 2% elot. The average of production cost in august 2015 period were about Rp 147,764,165.61, the reception were about Rp 166,879,375.00 and Rp 19,115,209.39 of revenue. Tapioca agro-industry of Manunggal Sari should be developed because the R/C value was 1.13. The added value of 1 kilogram cassava processing was Rp 316.78 with about Rp 226.78 of profit gained crafters. According to the scenario of the decreasing in selling price of tapioca by 4.13% and the increasing of raw material price by 12.12%, tapioca agro-industry of Manunggal Sari still gives profits.
1475018068D1E013149SUPLEMENTASI UREA LEPAS LAMBAT (TEPUNG GAPLEK-UREA) PADA JERAMI PADI TERHADAP PRODUK FERMENTASI RUMEN SECARA IN VITROPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui taraf suplementasi urea lepas lambat (tepung gaplek-urea) yang optimal pada pakan basal jerami padi berdasarkanproduk volatyle fatty acid (VFA) totaldan nitrogen amonia (N-NH3) secara in vitro. Materi yang digunakanadalah cairan rumen dari 3 ekor sapiberbeda, urea lepas lambat (tepung gaplek-urea), pakan basal jerami padi (IR 64 Super) 70% dan konsentrat 30%. Percobaan menggunakanrancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan: P0 = 100 % BK pakan basal + 0% BK urea lepas lambat, P1 = 100 % BK pakan basal + 6,25% BK urea lepas lambat, P2 = 100 % BK pakan basal + 12,50% BK urea lepas lambat, P3 = 100 % BK pakan basal + 18,75% BK urea lepas lambat danP4 = 100 % BK pakan basal + 25,00% BK urea lepas lambat. Variabel yang diukur terdiri dari volatyle fatty acid (VFA) total dan nitrogen amonia (N-NH¬3). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dilanjutkan dengan uji orthogonal polynomial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi urea lepas lambat (tepung gaplek-urea) berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap VFA total dan N-NH3. Taraf suplementasi urea lepas lambat 18,75% BK merupakan yang terbaik, karena menghasilkan produk VFA total dan N-NH3 yang optimal.This study was conducted to determine the optimumlevel of slow-release urea supplementation (cassava meal-urea) in the basal feed rice straw by product total volatyle fatty acid (VFA total) and nitrogen ammonia (N-NH3) in vitro. The material used is the rumen fluid of three different cows, slow-release urea (cassava meal-urea), rice straw basal feed (IR 64 Super) 70% and 30% concentrate. The experiment used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. The treatments were: P0 = 100% DM basal feed + 0% DM slow-release urea, P1 = 100% DM basal feed + 6.25% DM slow-release urea, P2 = 100% DM basal feed + 12.50% DMslow-release urea, P3 = 100% basal feedDM + 18.75% DM slow-release urea and P4 = 100% DM basal feed + 25.00% DM slow-release urea. The measured variables weretotal volatyle fatty acid (VFA total) and nitrogen ammonia (N-NH3). Data were analyzed using analysis of variance followed by orthogonal polynomial test. The results showed that the effect of slow-release urea supplementation (cassava meal-urea) was significant (P<0.01) on the total VFA and N-NH3. The slow release urea supplementation level of 18.75% DM was the best, because it produced an optimum total VFA and N-NH3.
1475118069D1E013201PENGARUH PENAMBAHAN SUSU SKIM YANG BERBEDA PADA DADIH SUSU KAMBING TERHADAP KADAR PROTEIN, TOTAL PADATAN DAN pHPengaruh penambahan susu skim yang berbeda pada dadih susu kambing terhadap kadar protein, total padatan dan pH. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan jumlah susu skim yang berbeda pada dadih susu kambing terhadap kadar protein, total padatan dan pH. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak dan Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak dengan metode eksperimen. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL). Terdapat empat perlakuan penambahan susu skim yaitu tanpa penambahan susu skim, penambahan susu skim 2%, 4% dan 6% dengan lima kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan uji orthogonal polinomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan susu skim (2, 4 dan 6%), memberikan pengaruh nyata (P<0.05) terhadap kadar protein, berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap total padatan dan berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap pH. Rataan nilai kadar protein secara berurutan yaitu 5,359; 6,059; 6,467; 6,827%; nilai total padatan secara berurutan yaitu 14,92; 18,50; 19,25; 20,82%; nilai pH secara berurutan yaitu 5,2; 5,32; 5,18; 5,08. Kesimpulan, penambahan susu skim sampai dengan taraf 6% meningkatkan kadar protein, total padatan dan menurunkan pH dadih susu kambing.Effect of different skim milk addition on protein content, total solids and pH of dadih goat milk. Purpose of the research was to study the effect of different levels of skim milk on protein content, total solids and pH of dadih goat milk. Research was conducted in Postharvest Technology Laboratory and Animal Nutrition Laboratory using experimental method. A pattern using completely randomized design (CRD) was used. Treatments included: no addition skim milk, addition 2%, 4% and 6% skim milk with 5 replications. Data was analyzed by variance analysis and continued by orthogonal polynomial. The results showed that addition skim milk ( 2%, 4%, 6%) have significant effect (P<0.05) on protein content, highly significant effect on total solid (P<0.01) and have no significant on pH (P>0.05). The average of protein content were 5,359; 6,059; 6,467; 6,827%, respectively. The average of total solid were 14,92; 18,50; 19,25; 20,82%. The average of pH were 5,2; 5,32; 5,18; 5,08%, respectively. In the concluding, addition skim milk up to 6% causes the increasing protein content, total solid, and decreasing pH of dadih goat milk.
1475218070A1L013043KERAGAMAN FENOTIPE, GENETIK DAN HERITABILITAS GENOTIPE KEDELAI (Glycine max (L.) Merril) BERDAYA HASIL TINGGI DI KABUPATEN BANYUMASGenotipe kedelai yang unggul untuk suatu daerah belum tentu menunjukan keunggulan yang sama di daerah lain, karena faktor agroekologi yang sangat beragam. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pertumbuhan dan daya hasil dari lima genotipe kedelai, (2) mengetahui keragaman genetik, (3) mengetahui heritabilitas serta genotipe yang memiliki daya hasil paling tinggi. Penelitian dilakukan di lahan petani yang berada di Desa Papringan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini dimulai pada Sepetember 2016 sampai dengan Januari 2017. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), delapan kali ulangan dengan perlakuan tunggal (varietas Slamet, Grobogan, galur G2 , G71 dan A343). Data yang diperoleh diuji menggunakan analisis varian (ANOVA), jika terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan Least Significant Difference (LSD). Keragaman genetik dan heritabilitas. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah cabang produktif (cabang), jumlah buku batang utama, jumlah buku total per tanaman, jumlah polong total (polong), jumlah polong normal (polong), jumlah biji total per tanaman (polong), jumlah biji normal per tanaman (biji), bobot biji per tanaman (gram), bobot biji per petak efektif (gram), bobot 100 biji (gram), dan bobot brangkasan kering (gram). Hasil penelitian menunjukan (1) terdapat perbedaan pengaruh seluruh terhadap karakter agronomi pada kelima genotipe kedelai. (2) Keragaman genetik kelima genotipe tanaman kedelai seluruh karakter agronomi termasuk ke dalam kategori luas. (3) Besaran nilai duga heritabilitas kelima genotipe tanaman kedelai semua karakter agronomi termasuk ke dalam kategori tinggi. Produktivitas tertinggi dimiliki oleh galur G2 sebesar 3,99 ton/ha .Soybean genotypes that are superior to a region are not necessarily show the same advantages in other areas, due to the very diverse agro-ecological. This research aims to (1) determine growth and yield of five soybean genotypes, (2) know genetic variability, (3) know heritability and determine genotypes that have the highest yield. The study was conducted in farmers' fields in the village of Papringan, District of Banyumas, Banyumas, Central Java Province. The research was started from September 2016 to January 2017. The experimental design used a Complete Randomized Block Design (RAKL) With single factor (varieties of Slamet, Grobogan, lines of G2, G71 and A343). The experiment was repeated 8 times. Obtained datas from 5 soybean genotypes were tested using analysis of variance (ANOVA) or F test, if there was variations, it is followed by Least Significant Difference (LSD). Genetic variability, and heritability. The observed variables are plant height (cm), number of productive branches (branch), nodes number of the main stem (nod), total number of nodes per plant (nod), total number of pods (pod), number of normal pods (pod), the total number of seeds per plant (seed) ,number of normal seeds per plant (seed), seed weight per plant (gram), seed wight per effective square (gram), 100-seeds weight (gram), and plant dry weight (gram). Soybean genotypes influence on all agronomic characters. Genetic variability of soybean genotypes of all agronomic characters belong to the broad category. The magnitude of heritability estimates genotypes agronomic characters of soybean plants all belong to the high category. The highest productivity is owned by line G2 is 3.99 tons / ha.
1475318071A1L009148PERTUMBUHAN DAN HASIL LIMA VARIETAS KUBIS (Brassica oleraceae L.) PADA DUA RAKITAN TEKNOLOGI BUDIDAYA SECARA ORGANIK BERBASIS PUPUK ORGANIK CAIR DAN PESTISIDA NABATIPenelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui varietas terbaik yang dapat menghasilkan pertumbuhan dan produksi tinggi pada dua rakitan budidaya secara organik berbasis POC dan pestisida nabati, 2) Mengetahui rakitan teknologi budidaya kubis organik yang dapat menghasilkan pertumbuhan dan produksi terbaik pada rakitan teknologi budidaya secara organik berbasis POC dan pestisida nabati. Penelitian dilaksanakan di Desa Serang Kec. Karangreja, Kab. Purbalingga pada bulan Juni sampai dengan September 2015. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Split Plot dengan 2 faktor. Petak utama adalah rakitan teknologi budidaya kubis organik yang terdiri dari dua taraf, yaitu R1 (Pupuk kandang (10ton/ha) + POC tanah (6ml/l) + POC daun (6ml/l) + Agens hayati Trichoderma harzianum + Mikorhiza) dan R2 (Pupuk kandang (10ton/ha) + POC tanah (6ml/l) + dolomit + kombinasi POC daun (6ml/l) dan fosfat nabati (6%) + pestisida nabati (maja gadung (6%)). Anak petak adalah varietas, terdiri dari lima varietas, yakni (Grand 11, Green Nova, Silvia, TI 78G dan Guci). Total kombinasi perlakuan sebanyak 10 kombinasi diulang sebanyak 4 kali. Variabel yang diamati: tinggi tanaman, jumlah daun, lebar bukaan stomata, kehijauan daun, panjang akar, bobot tajuk segar, bobot akar segar, bobot tajuk kering, bobot akar kering, diameter krop, bobot krop segar dan bobot krop kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Varietas Grand 11 (V1), Silvia (V3), TI 78G (V4) merupakan varietas yang direkomendasikan, berdasarkan rata-rata bobot akar segar dan bobot krop kering paling besar diantara varietas lainnya. Rakitan teknologi budidaya R2 (Pupuk kandang (10ton/ha) + POC tanah (6ml/l) + dolomit + kombinasi POC daun (6ml/l) dan fosfat nabati (6%) + pestisida nabati (maja gadung (6%)) menunjukkan nilai rata-rata tertinggi pada variabel bobot akar segar, bobot tajuk kering dan bobot krop kering.This study aims to 1) Determine the best varieties that can generate growth and high production to assemblies cultivation of organically-based LOF and botanical pesticides, 2) Knowing assemblies cultivation technology of cabbage, organic can be performing growth and the best production on assembly cultivation technology of organic-based LOF and botanical pesticides. The research was conducted in the Village of Serang Sub-district Karangreja, District Purbalingga in June to September 2015. The experimental design used was split plot design with two factors. The main plot is assembled cultivation technology of cabbage organic consists of two levels: R1 (manure (10ton/ha) + LOF for ground (6ml/l) + LOF for leaf (6ml/l) + Biological agents Trichoderma harzianum + mikorhiza) and R2 (manure (10ton/ha) + LOF for ground (6ml/l) + dolomite + combination POC leaf (6ml/l) and phosphate vegetable (6%) + pesticide plant (maja yam (6%)). The subplots are varieties, consists of five varieties (Grand 11, Green Nova, Silvia, TI 78G and Guci). Total combined treatment of as many as 10 combinations repeated 4 times. the variables measured were: plant height, number of leaves, the width of stomata opening, green of leaf, root length, the weight fresh canopy, weight of fresh root, the weight dry canopy. weight of dry root, diameter crop, the weight of fresh krop and the weight dry krop. The results showed that: Varieties Grand 11 (V1), Silvia (V3), TI 78G (V4) is a variety recommended, based on the average weight of the root fresh and dry weight of most major crop among other varieties. Assembled cultivation technology R2 (manure (10ton/ha) + ground LOF (6ml/l) + dolomite + combination LOF for leaf (6ml/l) and phosphate vegetable (6%) + pesticide plant (maja gadung (6%)) show the highest average value in the variable fresh root weight, dry weight and the weight of the crop canopy dry.
1475418072A1L013095PENGARUH BERBAGAI NILAI EC (ELECTRICAL CONDUCTIVITY) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS SAWI PADA HIDROPONIK SISTEM RAKIT APUNGKebutuhan masyarakat terhadap sawi semakin lama semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya kesadaran masyarakat pentingnya mengonsumsi sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh EC terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pada hidroponik sistem rakit apung, 2) mendapatkan varietas sawi terbaik yang ditanam pada hidroponik sistem rakit apung, 3) mengetahui pengaruh interaksi antara EC dengan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi.
Penelitian ini dilaksanakan di screen house Pondok Pesantren Darussalam, Dukuhwaluh, Purwokerto dengan ketinggian 100 m di atas permukaan laut, dimulai bulan November 2016 sampai Januari 2017. Penelitian menggunakan percobaan faktorial terdiri dari 2 faktor dengan Rancangan Acak Kelompok. Faktor pertama adalah nilai EC (P) terdiri dari tiga taraf, yaitu EC 2,0 (P1), 3,0 (P2), dan 4,0 (P3) mS cm-1. Faktor kedua adalah varietas sawi (V) terdiri dari tiga taraf, yaitu Tosakan (V1), Shinta (V2), dan Christina (V3). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah klorofil, volume akar, panjang akar, bobot akar segar, bobot tajuk segar, dan bobot tanaman segar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa taraf EC 3,0 mS cm-1 memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, volume akar, bobot akar segar, bobot tajuk segar, dan bobot tanaman segar. Varietas Shinta memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman, panjang akar, bobot tajuk segar, dan bobot tanaman segar. Interaksi antara EC dengan varietas berpengaruh terhadap jumlah klorofil.
The society need for mustard is increases as long as the increasing number of population and the public awareness to consume vegetables. This research aimed to: 1) know the influence of EC on the growth and yield of mustard with floating hydroponics system, 2) get the best varieties of mustard were planted with floating hydroponics system, 3) know the influence of interaction between EC and varieties on the growth and the yield of mustard.
The research was carried out in screen house at Darussalam Boarding School, Dukuhwaluh, Purwokerto with altitude of 100 m above sea level, from November 2016 until January 2017. The experimental design used was a factorial treatment consist of 2 factors with Randomized Complete Block Design (RCBD). The first factor was EC value with 3 levels, there are EC 2.0 (P1), 3.0 (P2), and 4.0 (P3) mS cm-1. The second factor was 3 varieties of mustard, there are Tosakan (V1), Shinta (V2), and Christina (V3). The variables observed were plant height, leaf number, leaf area, leaf color, chlorophyll number, root length, root volume, root’s fresh weight, canopy’s fresh weight, and plant’s fresh weight.
The EC level of 3.0 mS cm-1 was giving the highest results on the plant height, leaf number, leaf area, root volume, root’s fresh weight, canopy’s fresh weight, and plant’s fresh weight. A variety of Shinta was giving the highest results on the plant height, root length, canopy’s fresh weight, and plant’s fresh weight. Interaction between EC and varieties affect on chlorophyll number.
1475518075A1L013020Studi Karakter Morfologi dan Fisiologi Penunjang Hasil Lima Genotipe Kedelai (Glycine Maxx (L.) Merril) di Kabupaten BanyumasProduksi kedelai dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan kedelai nasional sehingga perlu ditingkatkan, salah satunya melalui pemuliaan tanaman dengan menciptakan varietas unggul. Korelasi antar karakter tanaman memiliki arti yang penting dalam kegiatan seleksi untuk menciptakan varietas unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfologi dan fisiologi beberapa genotipe kedelai yang berdaya hasil tinggi dan mengetahui korelasi karakter morfologi dan fisiologi dengan daya hasil kedelai yang dibudidayakan di daerah Banyumas. Penelitian dilaksanakan di lahan petani Desa Papringan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2016 sampai Januari 2017. Rancangan percobaan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 5 perlakuan berupa genotipe kedelai (Slamet, Grobogan, G2, G71 dan A343) dengan 8 ulangan. Variabel yang diamati berupa warna daun, bentuk daun, warna trikoma, warna bunga, warna polong, warna biji, bentuk biji, jumlah klorofil, jumlah stomata, laju tumbuh tanaman, tinggi tanaman, jumlah buku utama, jumlah buku total, jumlah cabang, umur pembentukan bunga, umur pengisian polong, umur masak fisiologis, jumlah polong isi, jumlah polong rusak, jumlah biji normal, jumlah biji rusak, bobot biji per tanaman, bobot biji per petak efektif, dan bobot 100 biji. Hasil penelitian menunjukkan karakter komponen hasil memiliki hubungan yang lebih kuat terhadap karakter bobot biji per tanaman. Domestic soybean production has not met the needs of the national soybean. Development of High Yielding Varieties is one of many solutions for fullfiling the national soybean demand. Knowing the correlation between morphological, physiological, agronomical characters and yield of plants is very important in the development of High Yielding Varieties. This research aimed to evaluate morphological and physiological characters of some soybean genotypes which could be used for developing high yielding varieties and to analyze the corelation between morphological, physiological, agronomical characters and yield of some soybean genotypes.This research was conducted in farmers' fields Papringan Village, Banyumas District. This research was carried out from October 2016 until January 2017. A non factorial experiment consisted of five treatments (soybean genotypes) i e. (Slamet, Grobogan, G2, G71, and A343 )and 8 replication arranged in Randomized Completely Block Design (RCBD) was used. The obsereved variables were shape of leaves and seeds, colour of leaves, trichome, flowers, pods, and seeds, number of chlorophyll, number of stomata, growth rates of plants, plant height, number of major nodes, number of nodes in total, number of branches, time of first flower formation, time of pod filling, time of physiological maturity, number of pods, number of damaged pods, number of seeds, number of damaged seeds, seed weight per plant, grain weight per plot effective, and weight of 100 seeds. The results show that character of yield components have a better corelation than the character of grain weight per plant.
1475618076C1A013053PENGARUH SUKU BUNGA, INFLASI DAN PENDAPATAN PERKAPITA TERHADAP TABUNGAN PADA BANK UMUM DI INDONESIA TAHUN 1999-2015Penelitian ini berjudul “Pengaruh Suku Bunga, Inflasi dan Pendapatan Perkapita Terhadap Tabungan pada Bank Umum di Indonesia Tahun 1999-2015”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suku bunga, inflasi dan pendapatan perkapita terhadap tabungan pada bank umum serta mengidentifikasi variabel yang paling berpengaruh terhadap tabungan pada bank umum. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dan data sekunder dengan metode time series dalam kurun waktu tujuh belas tahun (1999-2015). Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS).
Hasil analisis menunjukkan bahwa suku bunga, inflasi dan pendapatan perkapita secara bersama-sama mempunyai pengaruh signifikan terhadap tabungan pada bank umum. Sedangkan secara parsial menunjukkan bahwa inflasi mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap tabungan pada bank umum, pendapatan perkapita mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap tabungan pada bank umum dan suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap tabungan pada bank umum. Variabel yang paling berpengaruh terhadap tabungan pada bank umum adalah pendapatan perkapita.
Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu pertama pengendalian inflasi dapat dilakukan dengan cara peningkatan giro wajib minumum. Kedua, peningkatan pendapatan perkapita dapat dilakukan dengan cara meningkatkan investasi di sektor yang produktif.
This research titled “The Effect of Interest Rate, Inflation and Income per Capita on Conventional Banking Saving in Indonesia Within 1999-2015”. This research aims to analyze the influence of interest rate, inflation and income percapita against conventional banking saving and to identified which variables would give the biggest influence to conventional banking saving. This research method is quantitative research and secondary data using time series method within seventeen years period (1999-2015). Data analysis technique used multiple linear regression with Ordinary Least Square (OLS) method.
Analysis result showed that interest rate, inflation, and income percapita simultaneously and significantly influence conventional banking saving. And partially showed that inflation have negative and significant influence against conventional banking saving, income percapita has positive and significant influence against conventional banking saving, and interest rate doesn't have significant influence against conventional banking saving. The most influential variable against conventional banking saving is income percapita.
The implication of the conclusion are: first, inflation control can be done by the enhancement of statutory reserves. Second, the enhancement of income percapita can be done by enhancement investment in the productif sector.
1475718077A1H013031Pembuatan Bioetanol dari Pelepah Nipah dengan Perlakuan Waktu Fermentasi dan Konsentrasi Mikroba Saccharomyces cerevisiaePelepah nipah merupakan salah satu limbah pertanian yang berpotensi dikembangkan menjadi bioetanol karena mengandung selulosa 42,22% yang dapat digunakan sebagai sumber karbon dalam pembuatan bioetanol. Selulosa dalam substrat dihidrolisis menggunakan enzim selulase dari Aspergillus niger. Hasil hidrolisis yang mengandung kadar gula reduksi tertinggi difermentasi oleh mikroba Saccharomyces cerevisiae dengan variasi waktu fermentasi 48, 96 dan 144 jam sehingga diperoleh bioetanol. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui dan mempelajari karakteristik hidrolisis enzimatik bioetanol dari bahan baku pelepah nipah dengan enzim selulase dari Aspergillus niger, (2) mengetahui dan mempelajari karakteristik fermentasi bioetanol dari bahan baku pelepah nipah menggunakan mikroba Saccharomyces cerevisiae, (3) mengetahui pengaruh waktu fermentasi dan konsentrasi mikroba Saccharomyces cerevisiae terhadap bioetanol yang dihasilkan. Bahan dan alat yang digunakan pada penelitian ini adalah pelepah nipah, akuades, mikroba Saccharomyces cerevisiae dan Aspergillus niger, urea, NPK, erlenmeyer, rotary shaker, botol fermentasi, dan spektrofotometer. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu konsentrasi mikroba Saccharomyces cerevisiae dan variasi waktu fermentasi. Variabel yang diamati meliputi kadar gula reduksi dan kandungan bioetanol hasil fermentasi. Hasil yang didapat dianalisis menggunakan analisis sidik ragam, jika berpengaruh maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Penambahan konsentrasi mikroba Saccharomyces cerevisiae 2,5% (v/v) dengan waktu fermentasi 144 jam menghasilkan bioetanol paling tinggi dengan kadar bioetanol sebesar 3,638% (v/v).Nipa palm fronds is one of the agricultural waste that could potentially be developed into bioethanol because it contains 42,22% celluloses that can be used as a carbon source in the manufacture of bioethanol. Cellulose in substrate hydrolyzed using cellulase enzymes from Aspergillus niger. The hidrolysis result that contains the highest reduction of sugar levels fermented by Saccharomyces cerevisiae microbe with fermentation period are 48, 96 and 144 hours until bioethanol obtained. This research aimed to (1) know and study the enzymatic hydrolysis of bioethanol characteristics from raw nipa palm fronds with enzyme cellulase of Aspergillus niger, (2) know and study the fermentation characteristics bioethanol from raw nipa palm fronds using the Saccharomyces cerevisiae microbe, (3) determine the influential of fermentation period and concentration of Saccharomyces cerevisiae microbe to produced bioethanol. The research was used materials and instruments are nipa palm fronds, aquades, Saccharomyces cerevisiae and Aspergillus niger microbe, urea, NPK, erlenmeyer, rotary shaker, fermentor and spectrofotometer. The research was used is a Complete Randomized Design (CRD) with factorial pattern consist of two factors i.e., Saccharomyces cereviseae’s concentration and fermentation period. Variables observed include reducing sugar levels and the the fermentation result of bioethanol content. The result were analyzed using the analysis of varians method, if the influential is significant then it is continued using Duncan Multiple Range Test (DMRT) at the level of 5%. The S. cerevisiae’s concentration 2.5% (v/v) with fermentation period of 144 hours produces the highest bioethanol of 3.638% (v/v).
1475818078A1C111021Laba Produk Olahan Nanas Pada Industri “Tiga Sekawan” Di Desa Beluk Kecamatan Belik Kabupaten PemalangIndustri pengolahan pangan mempunyai prospek bisnis yang cukup baik terhadap pangan berupa produk olahan, baik setengah jadi maupun produk jadi. Salah satunya adalah Industri “Tiga Sekawan” yang memproduksi olahan nanas lebih dari satu macam produk. Permasalahannya adalah pembukuan biaya yang tidak terperinci. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui gambaran umum industri kecil olahan nanas “Tiga Sekawan”, (2) menghitung biaya bersama dan harga jual untuk produk dodol nanas, manisan nanas, stik nanas, dan krupuk nanas yang dihasilkan oleh industri kecil olahan nanas “Tiga Sekawan”, (3) menghitung laba produk bersama industri kecil olahan nanas “Tiga Sekawan”.
Penelitian dilaksanakan di industri kecil olahan nanas “Tiga Sekawan” Desa Beluk, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang dari tanggal 17 Mei 2016 sampai 30 Juli 2016. Industri olahan nanas terdapat di 3 desa, yaitu: Desa Beluk, Desa Sikasur, dan Desa Tugubulu. Sampel dipilih secara purposive sampling.
Hasil penelitian menunjukkan industri “Tiga Sekawan” adalah industri kecil yang menjalankan usahanya di bidang industri makanan dengan produk yang dihasilkan berupa dodol nanas, manisan nanas, stik nanas, dan kerupuk nanas. Besarnya biaya bersama adalah Rp70.837.516,00 yang meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik bersama. Harga pokok produk bersama per kemasan Dodol Nanas sebesar Rp8.000,00 dengan harga jual Rp14.500,00 ; Manisan Nanas Rp6.200,00 dengan harga jual Rp14.000,00 ; Stik Nanas Rp6.100,00 dengan harga jual Rp9.500,00 ; dan Krupuk Nanas Rp4.500,00 dengan harga jual Rp7000,00. Laba yang diperoleh sebesar Rp124.778.467,00.
Food processing industry has a pretty good business prospects of the food in the form of refined products, both semi-finished and finished products. "Tiga Sekawan" is one of food processing industry which produces processed pineapple more than one kind of product. The problem is that less of detailed cost accounting. This study aims to (1) know the general picture of small industry of processed pineapple in "Tiga Sekawan", (2) calculate the shared cost and selling prices for the pineapple porridges, candied pineapples, pineapple sticks and pineapple crackers produced by the small industry of processed pineapple, “Tiga Sekawan”, (3) calculate joint product profit in small industry of processed pineapple" Tiga Sekawan".
The research was conducted in a small industry of processed pineapple "Tiga Sekawan" in Beluk Village, Belik District, Pemalang Regency from May 17th 2016 to July 30th, 2016. The pineapple processing industry located in three villages : Beluk Village, Sikasur Village and Tugubulu Village. Samples were selected with purposive sampling.
The results showed the industry "Tiga Sekawan" is a small industry that carries on business in the food industry with products produced in the form pineapple porridges, candied pineapples, pineapple sticks and pineapple crackers. The amount of sharing cost is Rp70.837.516,00 which includes the cost of materials, direct labor costs and joint factory overhead costs. Joint cost product each pack of Pineapple porridges is Rp14.500,00 with selling price Rp8.000,00; Candied pineapple Rp14.000,00 with selling price Rp6.200,00; Pineapple sticks Rp9.500,00 with selling price Rp6.100,00; and Pineapple Crackers Rp7000,00 with selling price Rp4.500,00. Profits earned of Rp124.778.467,00.
1475918079C1A013016FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERMINTAAN AIR PDAM GOLONGAN RUMAH TANGGA "A" DI KABUPATEN PURWOREJO CABANG BANYUURIP (STUDI KASUS : PELANGGAN PDAM DI KECAMATAN BANYUURIP TAHUN 2017)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendapatan, harga air, jumlah anggota keluarga, dan sumber air lain, serta variabel yang paling berpengaruh terhadap permintaan air PDAM golongan rumah tangga “A” di Kabupaten Purworejo Cabang Banyuurip. Populasi penelitian ini adalah pelanggan PDAM golongan rumah tangga “A” di Kecamatan Banyuurip sebanyak 67 pelanggan. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil analisis menunjukkan bahwa harga air dan sumber air lain mempunyai pengaruh negatif dan signifikan, sedangkan jumlah anggota keluarga berpengaruh positif namun tidak signifikan, dan pendapatan tidak signifikan terhadap permintaan air PDAM golongan rumah tangga “A di Kecamatan Banyuurip.This study is aimed to analyze the effect of income, price of water, number of family members, and the ownership of water source, and the most influence variable to PDAM demand water of household group “A” in Purworejo regency brunch Banyuurip. Population in this research is costumer of PDAM household group “A” in the subdistic Banyuurip as many 67 costumer. The tecnique of data analysis is use a multiple linear regression with Ordinary Least Square method (OLS). The analysis result showed that the price of water and ownnership of water source has a negative and significant, while the number of family member is positif but not significant, and the income is not significanly to PDAM water demand of household group “A” in subdistric Banyuurip.
1476018080C1L013045The Role of Forensic Accountant and Investigative Audit in Fraud Detection on Banking Sector in IndonesiaBanyaknya fraud yang masih terjadi di sektor perbankan hingga saat ini menyebabkan perlunya perhatian khusus untuk mendeteksi, mengurangi, dan menindaklanjuti terjadinya fraud pada sektor perbankan. Peran auditor independen saja ternyata tidak cukup untuk mendeteksi banyaknya fraud yang terjadi di sektor perbankan. Penerapan peran akuntan forensik dan audit investigatif adalah solusi untuk kecemasan dunia keuangan terutama pada sektor perbankan di Indonesia. Akuntan forensik dan audit investigatif dalam bentuk yang paling sederhana adalah perpaduan antara ilmu akuntansi, audit dan hukum.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah peran akuntan forensik dan audit investigatif memiliki pengaruh positif terhadap pendeteksian fraud pada sektor perbankan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dalam penentuan sampel, yaitu sebanyak 86 responden. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kuesioner sebagai instrumen penelitian dengan objek penelitian persepsi para praktisi dari Association of Certified Fraud Examiner (ACFE), Jakarta. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji regresi linear berganda menggunakan IBM SPSS 22.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran akuntan forensik dan audit investigatif berpengaruh positif terhadap pendeteksian fraud pada sektor perbankan di Indonesia. Penelitian ini menyarankan untuk peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel gender, usia, atau latar belakang pendidikan yang dibuktikan oleh penelitian ini bahwa kriteria tersebut memiliki pengaruh yang signifikan dan dapat menjelaskan variabel dependen. Bagi penelitian selanjutnya dapat merujuk pada penelitian ini sebagai acuan sumber informasi, pengetahuan, dan referensi terkait pentingnya implementasi peran akuntan forensik dan audit investigatif dalam pendeteksian fraud pada sektor perbankan di Indonesia.
The amount of fraud that still occur in banking sector until now causing the need for special attention to detect, reduce, and follow-up the fraud that occurs in the banking sector. The role of independent auditors only was not sufficient to detect the amount of fraud that occurred in the banking sector. Application of the role of forensic accountant and investigative audit is a solution for the axienty of financial world, especially for banking sector. Forensic accountant and investigative audit in simply form is a blend between accounting, auditing, and law science.

This study aims to determine whether the role of forensic accountant and investigative audit have a positive effect in fraud detection on banking sector in Indonesia. This study use purposive sampling technique in determination of sample, as many as 86 respondents. This study use quantitative approach and questionnaire as a research instrument with the research object of practitioners’ perception from Association of Certified Fraud Examiners (ACFE), Jakarta. Test of hypothesis conduct by multiple linear regression tests using IBM SPSS 22.

The results of this study indicate that the role of forensic accountant and investigative audit have positive effect in fraud detection on banking sector in Indonesia. This study suggests for the next researcher to add the variable of gender, age, or educational background as evidenced by this study that these criteria have a significant effect and could explain the dependent variable. For further research can refer to this study as a reference source of information, knowledge, and related references about the importance of implementation role of forensic accountant and investigative audit in fraud detection on banking sector in Indonesia.