Artikelilmiahs
Menampilkan 14.881-14.900 dari 49.719 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 14881 | 18197 | C1C013124 | PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL DAN PENGUNGKAPAN INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP KINERJA KUANGAN PERUSAHAAN (Studi Empiris pada Perusahaan Jasa yang Terdaftar dalam Indeks LQ 45 Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2015) | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh intellectual capital dan pengungkapan intellectual capital baik secara simultan maupun parsial terhadap kinerja keuangan perusahaan jasa yang terdaftar dalam indeks LQ 45 Bursa Efek Indonesia tahun 2013-2015. Selain itu, penelitian ini juga menguji variabel independen manakah yang lebih berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan analisis deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder yang diperoleh dari internet www.idx.co.id dan atau website resmi masing-masing perusahaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 13 perusahaan dengan jumlah amatan sebanyak 39 data. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intellectual capital dan pengungkapan intellectual capital baik secara simultan dan parsial berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengungkapan intellectual capital merupakan variabel yang lebih berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. | This research aimed to examine the influence of intellectual capital and intellectual capital disclosure simultaneously and partially towards financial performance against service companies incorporated in LQ 45 Indonesia Stock Exchange 2013-2015. Moreover, this research also examine which independent variable is the most effecting variable towards company’s financial performance.This research is both qualitative and quantitative research with deskriptive analysis. The data used in this research are secondary data. The data used in this study are secondary data that collected from www.idx.co.id or from company’s official website. There are 13 companies are used as sample of this research with total observation of 39 data. Total sample acquired by purposive sampling technique. However statistical analysis techniques used is multiple linier regression analysis. The result shows that the intellectual capital and intellectual capital disclosure are both simultanesously and partially affect the increase of company’s financial performance. This research also show that intellectual capital disclosure is the most affecting variable to increase company’s financial performance. | |
| 14882 | 18198 | E1A013084 | PELAKSANAAN PENYIDIKAN TERHADAP TINDAK PIDANA PERJUDIAN (Di Kepolisian Resor Banyumas) | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penyidikan terhadap tindak pidana perjudian di Kepolisian Resor Banyumas serta hambatan-hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan penyidikan terhadap tindak pidana perjudian di Kepolisian Resor Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian normatif empiris yang bersifat deskriptif dengan menggunakan jenis data sekunder dan data primer. Lokasi penelitian di Kepolisian Resor Banyumas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dan wawancara. Teknis analisis data yang digunakan adalah teknis analisis data kualitatif. Perjudian merupakan perbuatan yang bertentangan dengan norma agama, moral, kesusilaan maupun hukum. Terhadap perkara tindak pidana perjudian, Polri merupakan lembaga pertama dalam proses penegakan hukum pidana yang mempunyai tanggung jawab dalam tahap penyidikan tindak pidana. Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, diperoleh hasil bahwa pelaksanaan penyidikan terhadap tindak pidana perjudian di Kepolisian Resor Banyumas adalah berawal dari diketahuinya tindak pidana sampai pada penyerahan berkas perkara dari penyidik ke penuntut umum. Proses tersebut meliputi diketahuinya tindak pidana melalui laporan atau pengaduan, tertangkap tangan, atau diketahui sendiri oleh penyidik, dilakukan penyelidikan, dikeluarkan surat perintah penyidikan, pemberitahuan dimulainya penyidikan kepada Penuntut Umum, penanganan perkara pidana yang memerlukan pemeriksan dan pengolahan TKP, pemanggilan tersangka dan saksi, penangkapan, penahanan, penggledahan, penyitaan, pemeriksaan terhadap tersangka, saksi, dan saksi ahli, pembuatan Berita Acara Pemeriksaan tersangka atau saksi, dan yang terakhir penyelesaian dan penyerahan berkas perkara kepada Penuntut Umum. Hambatan-hambatan dalam pelaksanaan penyidikan terhadap tindak pidana perjudian di Kepolisian Resor Banyumas berupa minimnya jumlah penyidik utama, terbatasnya kemampuan tekhnis penyidikan yang dikuasai penyidik pembantu dan minimnya kesadaran masyarakat untuk membantu tugas penyidik dalam mengungkap suatu tindak pidana perjudian yang terjadi di wilayah hukum Kepolisian Resor Banyumas. | ABSTRACT This research aims to understand the implementation of investigation toward criminal offense of gambling in Kepolisian Resor Banyumas and the obstacles during the investigation of criminal offense of gambling in Kepolisian Resor Banyumas. This research is normative empirical research which is descriptive by using primary and secondary data. This research takes place in Kepolisian Resor Banyumas. The techniques of data collection are library research and interview. The technique of data analysis is qualitative data analysis. Gambling is the act that contradicts with religious norm, morality, ethics, and law. Related to criminal offense of gambling, Indonesian National Police becomes the first institution which is responsible to the process of investigating criminal offense. Based on the research that has been conducted, the result shows that the implementation of investigation of criminal offense of gambling in Kepolisian Resor Banyumas begins from discovering criminal offense until submitting the brief from investigator to public prosecutor. Those processes involve discovering criminal offense through report or complaint, caught in the act, or discovered by the investigator; conducting investigation; issuing investigation instruction letter; giving notification to public prosecutor that the investigation will be begun; handling criminal case which needs investigation and crime scene process; summoning the suspect, the witness, and the expert witness; arresting, seizuring orders, and investigating the suspect, the witness, and the expert witness; creating Investigation and Interrogation Report of suspect or witness; and the last, adjudicating and submitting the brief to public prosecutor. The obstacles in conducting investigation of criminal offense of gambling in Kepolisian Resor Banyumas are the minimum number of the main investigators, the limitation of technical ability of investigation governed by police investigator, and the less awareness of society to help the duty of investigator in revealing criminal offense of gambling happening in legal district of Kepolisian Resor Banyumas. | |
| 14883 | 18199 | E1A013250 | Tinjauan Juridis Tindakan Pelanggaran Hak Asasi Manusia Oleh Turki Terhadap Kelompok Minoritas Etnis Kurdi | Tinjauan Juridis Tindakan Pelanggaran Hak Asasi Manusia Oleh Turki Terhadap Kelompok Minoritas Etnis Kurdi ABSTRAK Hak asasi manusia menjamin perlindungan mengenai kelompok minoritas yang ada pada setiap negara. Hal ini diatur dalam beberapa konvensi dan kovenan internasional. Permasalahan mengenai hak kelompok minoritas dialami oleh Etnis Kurdi di Turki yang memiliki sejarah panjang pelanggaran hak asasi manusia oleh Turki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan internasional berkaitan dengan perlindungan terhadap kelompok minoritas, serta menganalisis pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh Turki terhadap Etnis Kurdi di Turki. Penelitian ini dilakukan dengan metode pendekatan juridis normatif, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan sejarah. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sudah terdapat pengaturan internasional berkaitan dengan kelompok minoritas serta terdapat berbagai pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Turki terhadap Etnis Kurdi di masa lampau maupun masa kini. Berdasarkan pengecualian pemberlakuan prinsip retroaktif, tidak semua pelanggaran-pelanggaran tersebut dapat diadili oleh peradilan internasional. Dari penelitian ini diharapkan Turki dapat meratifikasi konvensi mengenai kelompok minoritas yang belum diratifikasi, serta memenuhi kewajiban internasionalnya untuk mematuhi ketentuan-ketentuan sebagai Negara Peserta konvensi. Kata Kunci: Hak Kelompok Minoritas, Pelanggaran Hak Asasi Manusia, Pemerintah Turki, Etnis Kurdi. | Juridical Review of Human Rights Violations Act by Turkey Against Minority Group of Kurdish Ethnic ABSTRACT Human rights guarantee the protection of minority groups that exist in each country. This is governed by several international conventions and covenants. The issue of minority rights is experienced by Kurdish Ethnic in Turkey which has a long history of human rights violatations by Turkey. This study aims to determine the international arrangements relating to the protection of minorities, as well as analyzing the human rights violations committed by Turkey against Kurdish Ethnic in Turkey. This research is legal research with legislation approach and historical approach. Based on the results of the research, there are already international arrangements relating to minority groups and there are various human rights violations committed by Turkey against Kurdish Ethnic in the past and the present. Under the exclusion of the principle of retroactivity, not all of these violations can be prosecuted by international tribunal. From this research it is expected that Turkey can ratify the convention on the minority groups that have not been ratified, and fulfill its international obligations to comply with the provisions as a State Party to the Convention. Keywords: Minority Rights, Human Rights Violations, Turkish Government, Kurdish Ethnic. | |
| 14884 | 18184 | A1C011070 | POTENSI WILAYAH BERBASIS KOMODITAS BUAH-BUAHAN DI KABUPATEN KEBUMEN | Kabupaten Kebumen mempunyai potensi buah-buahan yang cukup beragam untuk itu diperlukan upaya penentuan prioritas pengembangan komoditas buah-buahan berdasarkan potensi wilayah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis-jenis komoditas buah-buahan basis, mengetahui komoditas buah-buahan basis yang mempunyai pertumbuhan cepat dan daya saing yang baik, mengetahui komoditas buah-buahan basis yang diprioritaskan untuk dikembangkan di Kabupaten Kebumen. Data yang digunakan adalah data sekunder yakni data produksi buah-buahan dari tahun 2011 dan 2015 yang terdiri dari 17 komoditas, sumber data diperoleh dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kebumen dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Kebumen. Metode pengambilan daerah penelitian dilakukan secara purposive. Analisis yang digunakan yaitu analisis Location Quotinet digunakan untuk mengetahui komoditas basis, Analisis Pertumbuhan Regional, Pertumbuhan Proporsional, Pertumbuhan Pangsa Wilayah digunakan untuk mengetahui pertumbuhan cepat dan daya saing baik, dan gabungan Location Quotient, Pertumbuhan Proporsional dan Pertumbuhan Pangsa Wilayah digunakan untuk mengetahui komoditas potensial .yang dapat dikembangkan di Kabupaten Kebumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komoditas buah basis di seluruh kecamatan Kabupaten Kebumen adalah mangga, jambu air, nangka, rambutan, pisang, belimbing, jambu biji, nanas, salak, dan sawo. Komoditas buah basis yang memiliki pertumbuhan cepat dan memiliki daya saing tinggi adalah komoditas jambu biji, belimbing, mangga, nanas, nangka, pisang, jambu air. Komoditas basis yang mempunyai prioritas pertama untuk dikembangkan adalah belimbing di Kecamatan Buayan, Puring, Sruweng, Sempor, Karanganyar, Karangsambung; dan prioritas kedua adalah pisang di Kecamatan Ayah, Klirong, Alian, Sruweng, Rowokele, Karanganyar. | Kebumen regency has such diverse potency on fruit commodities, therefor there is a need of prioritization of fruit commodity development based on regional potency.The aims of the study are to find out the type of fruit-base commodity, fruit-base commodity which have rapid growth and good competitiveness, and the fruit base commodity which have to be prioritized to be developed at Kebumen regency. This study used secondary data such as fruits produstion in 2011 and 2015 which was combined 17 commodities. Data was obtained from Departement of Agriculture and Statistics Indonesian of Kebumen. The location of this study was determined purposively. Location Quotient analysis was used to determine the base-comodity. While Reogional growth Analysis, Proportional growth analysis, and share growth area, Analysis used to find out rapid growth commodities and good competitiveness, also those three analysis combined to find out The most potential commodity which could be developed in Kebumen.. The result of this study has shown that the fruit-base commodity of all sub district in Kebumen are Mango, wax apple, jackfruit, rambutan, banana, starfruit, guava, pinaple, snake fruit, and sapodilla fruit. Fruit base commodity which has rapid growth and high competitiveness are guava, starfruit, mango, pineaple, jackfruit, banana, and wax apple. Fruit-base commodity which has to be highly prioritized to be developed is star fruit in Buayan, Puring, Sruweng, Sempor, Karanganyar, and Karangsambung sub districts, while banana is the second commodities to be prioritized in Ayah, Klirong, Alian, Sruweng, Rowokele, Karanganyar Sub district. | |
| 14885 | 18200 | A1L112030 | Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Daun Sirih dan Gula Pasir Terhadap Daya Tahan Kesegaran Unga Potong Sedap Malam | Penelitian bertujuan untuk: 1) mengkaji konsentrasi ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) yang optimal terhadap daya tahan kesegaran bunga potong sedap malam, 2) mengetahui konsentrasi gula pasir yang optimal terhadap daya tahan kesegaran bunga potong sedap malam dan 3) mengkaji kombinasi antara konsentrasi ekstrak daun sirih hijau dan konsentrasi gula pasir yang mampu mempertahankan kesegaran bunga sedap malam. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2016 di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman yang beralamat di Kelurahan Karangwangkal, Purwokerto Utara, Banyumas. Rancangan penelitian menggunakan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 12 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) larutan ekstrak daun sirih sebesar 2,5% merupakan konsentrasi paling optimal dalam mempertahankan kesegaran bunga selama 7,55 hari 2) konsentrasi larutan gula pasir sebesar 10% merupakan konsentrasi paling optimal karena dapat mempertahankan kesegaran hingga 8,55 hari, dan 3) kombinasi terbaik larutan ekstrak daun sirih dengan gula pasir yaitu 2,5% dan 10% karena dapat mempertahankan masa kesegaran hingga 8,78 hari. | This study aims to: 1) Assess the optimal concentration of extract of green betel leaf (Piper betle L.) optimal to on the durability of the freshness of tuberose cut flowers, 2) Determine optimal sugar concentration to the durability of the freshness of tuberose cut flowers, 3 ) Assessing the combination of green betel leaf extract concentration and concentration of sugar that is able to maintain the freshness of tuberose flower. The experiment was conducted in November 2016 at the Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman, Village Karangwangkal, North Purwokerto, Banyumas. The experimental design was randomized block design (RBD) factorial with 12 treatment combinations repeated three times. The results showed that 1) the green betel leaf extract solution 2.5% was the most optimal concentration in maintaining the freshness of flowers for 7.55 days 2) the results showed that the sugar solution 10% was the most optimal concentration because maintained the freshness period up to 8,55 days and 3) also showed that the best combination was combination between 2,5% green betel leaf and 10% sugar solution of betel leaf extract solution with sugar at 2.5% and 10% as it maintained the freshness period up to 8.78 days. | |
| 14886 | 17930 | A1L012111 | KERAGAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) HASIL MUTASI GENERASI KETIGA DI DATARAN MEDIUM DESA KETENGER KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui keragaman pertumbuhan dan hasil kentang mutan generasi ketiga 2) mengetahui kentang mutan generasi ketiga yang cocok dibudidayakan di dataran medium. Penelitian dilaksanakan sejak bulan Juni sampai Agustus 2016, pada ketinggian (552 m dpl) di Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan rancangan perbesaran (Augmented Design) dengan rancangan dasar RAK (Rancangan Acak Kelompok) dan uji lanjut menggunakan LSI (Least Significant Increase). Perlakuan yang dicoba adalah genotip kentang mutan generasi ketiga sebanyak 54 klon dan 4 varietas sebagai varietas pembanding. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah batang, diameter batang, jumlah daun, susunan daun, warna daun, jumlah umbi, diameter umbi, bentuk umbi, bobot total umbi per tanaman, warna kulit umbi, dan kebiasaan tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan 1) terdapat keragaman sifat kuantitatif pada kentang mutan, yaitu tinggi tanaman berbeda dibandingkan varietas pembandingnya (Granola) yaitu pada klon G21D1V3, G92D1V3, G71D1V3, G11D1V3, G132D1V3, G71D1V3, A31D1V3 dan G81D1V3. 2) Terdapat keragaman sifat kualitatif pada kentang mutan, yaitu bentuk umbi berbeda dibandingkan varietas pembandingnya (Atlantik) dari bentuk bulat menjadi short-oval pada klon A31D1V3 sedangkan pada (Granola) dari bentuk umbi short-oval menjadi bulat yaitu pada klon G73D1V3, G132D1V3 dan G62D1V3. 3) Terdapat keragaman sifat kualitatif pada kentang mutan, yaitu warna daun dan kebiasaan tumbuh berbeda dibandingkan varietas pembandingnya (Atlantik) yaitu pada klon A12D1V3, A81D1V3, A91D1V3, A71D1V3, A21D1V3, A41D1V3. 4) Jumlah umbi kentang mutan yang memiliki hasil lebih banyak pada mutan M11D2V3 sebanyak 12 umbi. | This reasearch was aimed to 1) knowing the growth and yield of potato diversity third generation mutants 2) knowing production of potato mutants third generation in the medium plans. Research was conducted since June until August 2016, on elevation (552 m asl) in village of Ketenger, Baturraden , Banyumas. Reaserch design magnification (Augmented Design) with the basic (RCBD) (design of randomized complete block design) and tes using the LSI (least significant an increase). The experiment used was genotyping of potato mutants third generation as much as 54 clone and 4 varieties as varieties comparison. The variabels observed include plant height, number of stem, diameter of stem, number of leaves, arrangement of leaf, color of leaf, leaf number deviates, number of tuber, diameter of bulb, the shape of tuber, total weight tubers crop, color of tuber and habit grew. The results of examination showed 1) there is a diversity of quantitative traits in potato mutant, the height of plant different than varieties comparator (Granola) there are clones G21D1V3, G92D1V3, G71D1V3, G11D1V3, G132D1V3, G71D1V3, A31D1V3 dan G81D1V3. 2) There is a diversity of qualitative traits in potato mutant, the which forms tuber differently than the varieties comparator (Atlantic) of the spherical shape into a short-oval in clones A31D1V3 whereas in (granola) of tuber shape short-oval into a round that is in clones G73D1V3, G132D1V3 dan G62D1V3. 3) There is a diversity of qualitative traits in potato mutant, the leaf color and growth habit is different than the comparator varieties (Atlantic) there are clones A12D1V3, A81D1V3, A91D1V3, A71D1V3, A21D1V3, A41D1V3. 4) The number of mutant potato tubers that have a lot more results in mutants M11D2V3 many as 12 bulbs. | |
| 14887 | 18202 | E1A013044 | PERLINDUNGAN SAKSI KORBAN DALAM EKSPLOITASI SECARA EKONOMI DAN SEKSUAL TERHADAP ANAK (Studi di Pengadilan Negeri Purwokerto) | Perlindungan Anak dapat diartikan sebagai upaya yang ditujukan untuk mencegah, merehabilitasi, dan memberdayakan anak yang mengalami tindak perlakuan yang salah, eksploitasi (baik ekonomi maupun seksual) dan penelantaran agar dapat menjamin kelangsungan tumbuh kembang anak secara wajar baik fisik, mental dan sosialnya. Dengan kata lain perlindungan anak itu diberikan kepada anak yang menjadi korban dari tindak perlakuan yang salah seperti diskriminasi, eksploitasi (baik ekonomi maupun seksual) dan kekerasan dalam rangka menjunjung hak asasi anak dan mewujudkan kesejahteraan anak dan untuk melindungi perkembangan mental dan psikologis anak. Eksploitasi berdasarkan Pasal 1 Angka 7 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang adalah tindakan dengan atau tanpa persetujuan korban yang meliputi, tetapi tidak terbatas pada pelacuran, kerja atau pelayan paksa, perbudakan atau praktik seperti perbudakan, penindasan, pemerasan, pemanfaatan fisik, seksual, organ reproduksi atau secara melawan hukum memindahkan atau mentransplantasi organ atau jaringan tubuh, atau memanfaatkan tenaga atau kemampuan seseorang oleh pihak lain untuk mendapatkan keuntungan baik materiil maupun immaterial. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, pendekatan yang digunakan adalah normatif empiris (applied law research). Spesifikasi yang digunakan adalah deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer (yang diperoleh dari hasil wawancara dengan informan) dan data sekunder (dari literatur dan undang-undang). Hasil penelitian menunjukan perlindungan yang diberikan oleh Hakim di Pengadilan Negeri Purwokerto terhadap saksi korban yaitu anak tersirat didalam putusan karena pengadilan merupakan lembaga yudikatif yang berfungsi menyelenggarakan dan menegakkan hukum dan keadilan. Didalam memberikan putusan maka hakim harus seksama memeriksa fakta-fakta hukum yang ada dan melakukan pengawasan juga terhadap anak korban eksploitasi. | Child protection can be interpreted as an effort aimed at preventing, rehabilitating, and empowering children experiencing acts of wrong treatment, exploitation (both economic and sexual) and neglect in order to ensure continuity of normal child growth physically, mentally and socially. In the words, that child protection is given to children who are be a victims of acts wrong treatment such as discrimination, exploitation (both economic and sexual) and violence in order to uphold the rights of children and the welfare of children and to protect the mental and psychological development of children. Exploitation under Article 1 Point 7 of Act No 21 of 2007 on the eradication of trafficking in persons is an act with or without the consent of a victim include, but are not limited to prostitution, labor or waitress forced, slavery or practices similar to slavery, oppession, exploitation, utilization physical, sexual, reproductive organs or unlawfully remove or transplanted organ or tissue, or utilize power or ability of a person by another party to benefit both material and immaterial. The research method used is a qualitative research approach used is a normative empirical. Spesification is descriptive. The data used is a primary data (obtained from interviews with informants) and secondary data (from literature and law). The results of research show that the protection granted by judge in Purwokerto’s district court againts child witnesses are implicit in the ruling. Because the court is the judicial part that serves to conduct and enforce law and justice. In giving the verdict the judge must carefully examine the facts existing laws and oversight also againts child victims of exploitation. | |
| 14888 | 18203 | F1F013032 | KIMBERLY’S GOAL SETTING PROCESSES TOWARD IDEAL STATE IN JEAN KWOK’S GIRL IN TRANSLATION | Proses mencapai kondisi yang ideal menjadi sebuah isu yang umum ditemui dalam karya sastra. Girl in Translation, sebuah novel karya Jean Kwok, merupakan salah satu dari sekian banyak novel yang menggambarkan bagaimana seseorang mencapai kondisi ideal dengan cara menetapkan sebuah tujuan. Berangkat dari isu tersebut, penelitian ini bermaksud untuk mempelajari bagaimana proses penetapan tujuan mengarahkan tokoh utama dalam novel Girl in Translation karya Kwok yang bernama Kimberly untuk mencapai kondisi idealnya. Psikologi sastra digunakan sebagai alat untuk menganalisis novel tersebut. Kemudian, untuk mendukung analisis tersebut digunakan juga teori ketidaksesuaian dan teori penetapan tujuan oleh Locke dan Latham. Selanjutnya, penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis novel tersebut melalui langkah-langkah seperti pengumpulan data, pengkategorisasian data dan analisis data. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa terdapat tiga tujuan jangka pendek yang Kimberly tetapkan untuk mengejar kondisi idealnya yaitu untuk menjadi seorang kelas menengah atas. Tiga tujuan jangka pendek tersebut meliputi lulus dari Sekolah Dasar P.S. 44, lulus dari Harrison Prep dan lulus dari sekolah kedokteran. Sebagai konsekuensi dari tujuan-tujuan tersebut, ditemukan bahwa Kimberly menunjukan peningkatan kinerja pada aktivitas yang berhubungan dengan tujuannya yang kemudian memungkinkan dirinya untuk mencapai kondisi idealnya. | The process of achieving ideal state is a common issue in literary work. Jean Kwok’s Girl in Translation is one among many novels which portrays how someone reaches ideal state through setting a goal. Regarding this issue, this research aims to study how goal setting processes lead the main character of Kwok’s Girl in Translation named Kimberly to achieve her ideal state. Psychology in literature is applied as a tool to analyze this novel. To support the analysis, discrepancy theory and Locke and Latham’s goal setting theory are used as well. Then, this research uses qualitative method to analyze the novel through the steps of data collection, data categorization and data analysis. The result of this research finds that there are three short-term goals that Kimberly sets to pursue her ideal state; to become an upper middle class. The three short-term goals include graduating from P.S. 44 elementary school, graduating from Harrison Prep and graduating from medical school. As a consequence of the goals, it is found that Kimberly shows an improvement of performance on goal-related activities which makes it possible for her to attain her ideal state afterwards. | |
| 14889 | 18204 | A1L012081 | PERLAKUAN STRES AIR DAN PEMBERIAN PUPUK PK UNTUK MEMPERCEPAT PEMBUNGAAN TANAMAN KELENGKENG (Dimocarpus longan Lour.) VARIETAS DIAMOND RIVER | Penelitian ini bertujuan: 1) mengetahui lamanya stres air yang paling cepat dalam menginisiasi pembungaan tanaman kelengkeng, 2) mengetahui dosis pupuk PK yang dapat memacu inisiasi pembungaan tanaman kelengkeng, 3) mengetahui kombinasi perlakuan yang memberikan hasil terbaik dalam menginisiasi pembungaan tanaman kelengkeng. Penelitian ini dilaksanakan di Cilengko Farm, Baturaden mulai Juli 2016 sampai Desember 2016. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari 2 faktor dengan 12 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah lamanya stres air yang terdiri dari 3 taraf, yaitu kontrol, stres air selama 2 minggu, dan stres air selama 3 minggu. Faktor kedua adalah dosis pupuk PK yang terdiri dari 4 taraf, yaitu kontrol, dosis pupuk PK 50 g/tanaman, dosis pupuk PK 100 g/tanaman, dan dosis pupuk PK 150 g/tanaman. Variabel yang diamati adalah luas daun (cm2), jumlah daun (helai), pertambahan tinggi tanaman (cm), kandungan klorofil (unit), jumlah hari untuk berbunga (hsp), persentase bunga rontok (%), dan persentase bunga jadi (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan belum dapat mempercepat inisiasi pembungaan tanaman kelengkeng. | This study aims to: 1) determine the duration of water stress fastest in initiating flowering longan plant, 2) determine the dosage PK fertilizer to stimulate the initiation of flowering longan plant, 3) knowing the combination treatment gives the best results in initiating flowering longan plant. This research was conducted in Cilengko Farm, Baturaden began in July 2016 until December 2016. The experimental design was Randomized Completely Block Design that repeated 3 times. The first factor was the amount of water stress, which consists of three levels: control, water stress for 2 weeks, and water stress for 3 weeks. The second factor was the dosage of PK fertilizers, which consists of 4 levels: control, PK fertilizer dosage of 50 g/plant, PK fertilizer dosage of 100 g/plant, and PK fertilizer dosage of 150 g/plant. The variables measured were leaf area (cm2), number of leaves (leaf), additional height of plant (cm), chlorophyll content (unit), number of days to flower (hsp), number of flowers does fall out (%), and number of finished flowers (%). The results showed that the treatments were not yet able to accelerate the initiation of flowering longan plants. | |
| 14890 | 18205 | E1A011103 | Poligami dengan Anak di bawah Umur (Tinjauan Yuridis terhadap putusan Pengadilan Agama Nomor : 50/Pdt.G/2013/PA.Tlm | Asas monogami yang dianut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, dalam suatu perkawinan seorang pria hanya boleh mempunyai seorang isteri, seorang wanita hanya boleh mempunyai seorang suami, dalam pertimbangan hukum, hakim menolak permohonan izin poligami karena calon isteri Pemohon tidak mengajukan dispensasi nikah terlebih dahulu, sehingga Peneliti tertarik untuk mengkaji mengenai poligami dengan anak di bawah umur dalam Putusan Nomor 50/Pdt.G/2013/PA.Tlm. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu bahan pustaka yang mencakup dokumen-dokumen resmi, buku-buku perpustakaan, peraturan perundang-undangan. Doktrin serta dokumen-dokumen yang berkaitan dengan materi penelitian yang tersedia di perpustakaan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa poligami dengan anak di bawah umur yang dilakukan oleh Pemohon dan Calon isteri Pemohon menyimpangi atau tidak sesuai dengan syarat alternatif yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan Pasal 4 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Jo Pasal 41 huruf (a) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Jo Pasal 57 Kompilasi Hukum Islam. Pada faktanya hakim tetap pada putusannya yaitu, menolak izin poligami karena tidak memenuhi syarat yang terdapat dalam Pasal 7 ayat (2) yaitu, dalam hal adanya penyimpangan ayat (1) Pasal ini dapat meminta dispensasi kepada Pengadilan yang diminta oleh kedua orang tua pihak pria atau pihak wanita sedangkan Pemohon tidak mengajukan permohonan dispensasi. | The principle of monogamy which has been embraced by Act Number 1 Year 1974 about Marriage on Article 3 verse (1), in a marriage a man only able to have a wife, a wife only able to have a husband. Based on judge’s consideration, judge may refuse an entreaty of polygamy permittion because the candidate of wife do not propose marriage dispensation in the first place, up to the Writer interested to review about polygamy with under-age children through The Verdict Number 50/Pdt.G/2013/PA.Tlm. This research used secondary data, that is Library source which includes official documents, books, and acts, doctrines, and documents which still related with this research that predifined at library. Based on result of research, can be concluded that polygamy with under-age children that had been done by Applicant and Applicant’s Candidate wife, is deviating or not proper with alternative condition on Article 4 verse (2) Act Number 1 Year 1974 about Marriage Jo Article 41 alphabet (a) Government Regulation Number 9 Year 1975 about The Implementation of the Act Number 1 Year 1974 about Marriage Jo Article 57 Compilation of Islamic Law. In fact the judge was keeping on its verdict, that refusing polygamy permittion because of unfulfilling conditions on Article 7 verse (2) that is, thing of deviation of verse (1) this Article is able requesting dispensation to the court that requested by both side parents of man and woman, meanwhile the Applicant didn’t apply entreaty of dispensation. | |
| 14891 | 18206 | C1B013071 | PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN RISK TAKING BEHAVIOR TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN ASURANSI DI INDONESIA DAN MALAYSIA | Penelitian ini merupakan studi empiris yang berjudul “Pengaruh Good Corporate Governance dan Risk Taking Behavior Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Asuransi di Indonesia dan Malaysia”. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji apakah terdapat pengaruh antara Good Corporate Governance (Frekuensi Rapat Dewan Komisaris, Kompensasi Dewan Direksi, dan Kepemilikan Institusional) dan Risk Taking Behavior (Rasio Beban Klaim, Rasio Tingkat Kecukupan Dana, dan Rasio Likuiditas) terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan Bursa Malaysia. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan asuransi di Indonesia dan Malaysia dari tahun 2011 sampai dengan 2015. Prosedur pemilihan sampel adalah pusposive sampling sehingga diperoleh 9 perusahaan asuransi di Indonesia dan 7 perusahaan asuransi di Malaysia. Teknik analisis data menggunakan regresi data panel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kinerja keuangan perusahaan asuransi di Indonesia hanya dipengaruhi oleh variabel rapat dewan komisaris, sedangkan kinerja keuangan perusahaan asuransi di Malaysia dipengaruhi oleh variabel kepemilikan institusional, rasio beban klaim, dan rasio likuiditas. | This research is an empirical study, entitled " The Effects of Good Corporate Governance and Risk Taking Behavior Against Financial Performance of Insurance Company in Indonesia and Malaysia". The purpose of this study was to test whether there is an influence of Good Corporate Governance (proxied with Frequency of Board Meetings, Compensation of the Board of Directors and Institutional Ownership) and Risk Taking Behavior (proxied with Incurred Loss Ratio, Adequacy of Capital Fund Ratio and Liquidity Ratio) on Insurance Financial Performance that are listed in Indonesia Stock Exchange and Malaysia Stock Exchange. The population in this study is insurance company in Indonesia and Malaysia from 2011 to 2015. The sample selection procedure is pusposive and obtained 9 insurance companies in Indonesia and 7 insurance companies in Malaysia. Data were analyzed using panel data regression. These results indicate that the financial performance of insurance companies in Indonesia only influenced by the frequency of board meetings, while the financial performance of insurance companies in Malaysia is influenced by institutional ownership, incurred loss ratio and liquidity ratio. | |
| 14892 | 18207 | G1A011123 | HUBUNGAN BAKTERIURIA ASIMTOMATIK DENGAN KEJADIAN PERSALINAN PRETERM DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO TAHUN 2015 | Latar Belakang: Persalinan preterm terjadi ketika wanita hamil menjalani persalinan sebelum 37 minggu. Persalinan preterm merupakan penyebab kasus maternal terbanyak di dunia. Sebanyak 10% bayi lahir preterm. Bayi yang lahir preterm mempunyai risiko tinggi untuk mempunyai disabilitas atau bahkan kematian. Infeksi telah dikaitkan dengan peningkatan tisiko terjadinya persalinan preterm, infeksi mempunyai peranan penting terhadap terjadinya persalinan preterm. Bakteriuria asimtomatik yang merupakan salah satu penyebab infeksi mempunyai kaitan erat dengan persalinan preterm. Tujuan: Untuk mengukur hubungan antara bakteriuria asimtomatik dan kejadian persalinan preterm di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan kasus kontrol. Pasien yang menjalani persalinan preterm di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo antara Januari 2015 sampai Desember 2015 didata sebagai kasus, sedangkan pasien partus normal yang datang pada tahun yang sama didata sebagai kontrol. Data diambil dari rekam medis yang tercatat selama kurun waktu Januari 2015 sampai Desmber 2015. Sampel di seleksi dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang spesifik kemudia di analisis menggunakan uji lambda. Hasil: Analisis bivariat antara persalinan preterm dengan kontrol menghasilkan nilai p=0,014. Bakteriuria asimtomatik lazim terjadi di masa kehamilan dan dapat meningkatkan risiko terjadinya persalinan prererm Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara bakteriuria asimtomatik dan kejadian persalinan preterm di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. | INTRODUCTION: Preterm delivery is when a pregnant women does labor too early, before 37 weeks of pregnancy have been completed. Preterm delivery is the most cause of maternal case in the world. About 10% baby born are preterm. There is a higher risk to the baby of serious disability or death when the baby is born early. Infection is associated with increased risk of preterm delivery, infections play a major role in the genesis of preterm delivery. Asymptomatic bacteriuria which one of cause infection is strongly associated with preterm delivery. The aim of this study is to assess the association between asymtomatic bacteriuria and preterm delivery in Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital, Purwokerto. OBJECTIVES: To determine the influence of maternal risk factors on the incidence of maternal death due to preeclampsia/eclampsia in Prof. Dr. Margono Soekarjo hospital. METHODS: This was observational analytic study with case-control approach. Patients of preterm delivery admitted to Margono Soekarjo Hospital between Januari 2015 to Desember 2015 were enrolled as case, whereas patients of normal parturition admitted in the same year were enrolled as control. Data in this study were carried out through medical record. From Januari 2015 to Desember 2015. Samples were selected with specific inclusion and exclusion criteria and then were analysed using Lambda test. RESULTS: Bivariate analysis showed p value of 0.014. Asymptomatic bacteriuria is a common infection in pregnancy and they are at an increased risk. CONCLUSION: There is a relationship between asymptomatic bacteriuria and preterm delivery in Prof. Dr. Margono Soekarjo hospital. | |
| 14893 | 18208 | E1A113083 | Penangguhan Penahanan terhadap Pelaku Anak dalam Tindak Pidana di Kejaksaan Negeri Banyumas | Dalam perkara anak, penahanan merupakan upaya hukum terakhir apabila upaya diversi gagal maupun pelaku anak sudah melakukan tindak pidana lebih dari sekali, serta melakukan hal-hal yang terindikasi dalam Pasal 21 ayat (1) KUHAP. Apabila pelaku anak sudah melakukan tindak pidana lebih dari sekali, maka tidak akan dilakukan upaya diversi melainkan langsung dilakukan penahanan. Pelaku anak memiliki hak yang harus dilindungi, khususnya terkait dengan penahanannya, yaitu hak mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan pengajuan penangguhan penahanan terhadap pelaku anak di Kejaksaan Negeri Banyumas banyak yang dikabulkan dan mengetahui faktor-faktor yang menjadi pertimbangan pengambilan kebijakan Kepala Kejaksaan Negeri Banyumas dalam mengabulkan maupun tidak mengabulkan permohonan penangguhan penahanan pelaku anak. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis, karena masalah yang diteliti berkaitan erat dengan realitas sosial dan tingkah laku manusia, yaitu penangguhan penahanan terhadap pelaku anak di Kejaksaan Negeri Banyumas. Dari hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa permohonan penangguhan penahanan bagi tersangka atau terdakwa, dalam penelitian ini adalah pelaku anak merupakan suatu hak hukum. Namun dikabulkan atau tidak dikabulkan permohonan penangguhan penahanan tersebut merupakan kewenangan Kepala Kejaksaan Negeri dengan pertimbangan yang matang baik dari permohonan pelaku anak/ keluarga/ penasehat hukumnya, nota pendapat Penuntut Umum anak, Kasi Pidum, ketentuan dalam KUHAP, termasuk kepentingan anak dan masyarakat atau publik, serta adanya persyaratan yang ditentukan yaitu adanya jaminan. Permohonan penangguhan penahanan pelaku anak di Kejaksaan Negeri Banyumas banyak yang dikabulkan karena pelaku perkara tersebut baru satu kali melakukan tindak pidana, masih sekolah, adanya jaminan dari penjamin (orangtua/ kepala sekolah maupun penasehat hukumnya) bahwa pelaku perkara pidana anak tersebut tidak akan menimbulkan kekhawatiran, seperti melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan/ atau mengulangi tindak pidana. | In the case of a child, detention is the final remedy if the diversion attempt fails and the child offender has committed a crime more than once, and does the things indicated in Article 21 paragraph (1) of the Criminal Procedure Code. If the child offender has committed a crime more than once, there will be no divergence attempt but an immediate detention. The child offender has the right to be protected, particularly with regard to his detention, namely the right to apply for suspension of detention. The purpose of this study was to determine the reasons for the suspension of the suspension of the child abuser in the Banyumas District Court which was granted and to know the factors that became the consideration of the decision of the Chief of Banyumas District Attorney in granting or not granting the request for the suspension of child perpetrators detention. The method of research in this study using sociological juridical approach, because the problem studied is closely related to social reality and human behavior, namely the suspension of detention of child abusers in Banyumas State Attorney. From the research results obtained the picture that the request for suspension of detention for the suspect or defendant, in this study is the child perpetrator is a legal right. However, granted or not granted the application for suspension of detention is the authority of the Chief of the District Attorney with good consideration from the request of the child/ family/ legal advisor, the opinion of the Pediatric Prosecutor, the provisions in the Criminal Procedure Code, including the interests of the child and the public or the public, As well as the existence of the specified requirement that there is a guarantee. The request for suspension of child custody in the Banyumas District Court has been granted because the perpetrator of the case has only committed a criminal offense, is still in school, guarantees from the guarantor (parent/ principal and legal counsel) that the child criminal offender will not cause any concern, Such as running away, eliminating evidence and/ or repeating a crime. | |
| 14894 | 18209 | C1B013001 | PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE, SUKU BUNGA DAN STRUKTUR MODAL TERHADAP PROFITABILITAS PADA KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA YANG TERDAFTAR DI DINAS KOPERASI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini adalah penelitian survey dengan judul “Pengaruh Good Corporate Governance, Suku Bunga dan Struktur Modal terhadap Profitabilitas pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia yang Terdaftar di Dinas Koperasi Kabupaten Bayumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh Transparency, Accountability, Responsibility, Independency, Fairness, Suku Bunga dan Struktur Modal terhadap Profitabilitas pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia yang Terdaftar di Dinas Koperasi Kabupaten Bayumas. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh KPRI di Kabupaten Banyumas sejak tahun 2013 sampai periode 2015. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan diperoleh sampel 20 KPRI dari 77 KPRI. Teknik kuesioner dan dokumentasi digunakan sebagai metode pengumpulan data dalam penelitian ini. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dan uji asumsi klasik dengan SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Transparency, Accountability, Responsibility berpengaruh positif terhadap Profitabilitas dengan nilai signifikansi masing-masing 0,004; 0,043; 0,040. Variabel Struktur Modal berpengaruh negatif terhadap Profitabilitas dengan nilai siginifikasi 0,047. sedangakan Independency, Fairness,dan Suku Bunga tidak berpengaruh terhadap Profitabilitas dengan nilai signifikansi masing-masing 0,460; 0,987; 0,302. Kemampuan prediksi variabel Transparency, Accountability, Responsibility, Independency, Fairness, Suku Bunga dan Struktur Modal sebesar 52%, sedangkan sisanya sebesar 48% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model penelitian seperti modal, pendapatan, biaya, organisasi dan manajemen, pengawasan serta pembinaan. | This research is a survey research entitled “Influence Good Corporate Governance,Interest Rate and Capital Structure on Profitability to the Cooperative Employees Indonesian Republic at Banyumas Regency”. This research aimed to test whether Transparency, Accountability, Responsibility, Independency, Fairness, Interest Rate and Capital Structure on Profitability to the Cooperative Employees Indonesian Republic registered in Official Cooperative at Banyumas Regency.Population in this research of all KPRI in Banyumas Regency since 2013 until 2015.This research applied data collecting, quisionaire and documentation The research method used purposive sampling and the sample in this research remained 20 KPRI from 77 KPRI. Analized data using double linear regression analysis and the classic assumptions test with SPSS version 21. The result of this research show that variable Transparency, Accountability, Responsibility has a positive effect on profitability with a significant value of 0,004; 0,043; 0,040. Variable Capital Structure has a negative effect on profitability with a significance value of 0,04.While Independency, Fairness, and Interest Rate does not have a significant effect on Profitability with a significant value of0,460; 0,987; 0,302. The prediction capability of variable Transparency, Accountability, Responsibility, Independency, Fairness, Interest Rate and Capital Structure on Profitability in this research is 52%, while the remaining 48% is influenced by other factors which are not included in this research model such as capital, revenue, costs, organization anf management, supervision and guidance. | |
| 14895 | 18210 | G1B012099 | Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Keberadaan Bakteri Escherichia coli Di Depot Air Minum Isi Ulang Kabupaten Banyumas | Abstrak Latar Belakang: Air minum isi ulang merupakan suatu jawaban akan kebutuhan masyarakat akan air minum. Air minum yang biasa diperoleh dari depot air minum isi ulang. Air minum isi ulang harus memenuhi persyaratan kualitas yang telah ditetapkan. Apabila kurang baik dalam proses pengolahannya, maka air tersebut dapat tercemar oleh bakteri patogen contohnya Escherichia coli. Tujuannya untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keberadaan bakteri E.coli di depot air minum isi ulang di Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p sebesar 0,000 (>0,05) berarti bahwa ada hubungan yang signifikan antara kelayakan bahan baku depot air minum isi ulang dengan keberadaan bakteri E.coli. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara kelayakan bahan baku depot air minum isi ulang dengan keberadaan bakteri E.coli dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p sebesar 0,955. | FACTORS ASSOCIATED WITH THE PRESENCE OF THE BACTERIA Escherichia coli IN DRINKING WATER REFIL DEPOT BANYUMAS REGENCY Natasya Dea Prabasiwi, Agnes Fitria Widiyanto, dan Suratman Jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman Jl. Dr. Soeparno Karangwangkal Purwokerto Abstrak Background: Drinking water refill an answer would be the drinking water needs of the community. Ordinary drinking water obtained from depot refill drinking water. Refill drinking water must meet the quality requirements that have been set. If less good in the treatment process, the water may be contaminated by pathogenic bacteria for example Escherichia coli . The goal is to determine the factors associated with the presence of E.coli in drinking water refill depot in Banyumas. Methods: This study used analytic design with cross sectional approach. Results: Based on the statistical test using chi-square test p-value of 0.000 was obtained (> 0.05) means that there is a significant relationship between the eligibility of raw materials depot refill drinking water with the presence of E.coli bacteria. Conclusion: There was a significant correlation between the viability of raw materials depot refill drinking water with the presence of E.coli bacteria from the statistical test using chi-square test p value of 0.955 was obtained. Keywords: E.coli, depot refill drinking water, drinking water | |
| 14896 | 18212 | H1C011067 | RANCANG BANGUN FIVE LEVEL VOLTAGE SOURCE INVERTER (VSI) SATU FASE ENAM SAKLAR DENGAN KONTROL MODIFIED SINE WAVE YANG DILENGKAPI TRAFO | Voltage source inverter (VSI) merupakan salah satu jenis inverter yang mengubah tegangan searah menjadi tegangan bolak-balik. Inverter multilevel jauh lebih baik daripada inverter konvensional yang hanya dua level dilihat dari distorsi gelombang keluarannya. Cara kerja inverter ini dikendalikan oleh saklar-saklar semikonduktor salah satunya dengan kontrol modified sine wave. Pada penelitian ini, semikonduktor yang digunakan adalah MOSFET. Pada kondisi ideal, saat MOSFET dalam kondisi ON memiliki karakteristik tegangan pada terminal pengalir dan sumber (VDS) sama dengan nol dan arus yang mengalir sama dengan arus bebannya, dan ketika OFF memiliki karakteristik tegangan pada MOSFET sama dengan tegangan sumbernya (VDD) dan arus yang mengalir sama dengan nol sehingga dengan menggunakan MOSFET tidak terjadi kerugian daya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan menguji rangkaian five level voltage source inverter satu fase enam saklar menggunakan kontrol modified sine wave dengan trafo. Untuk membuat prototype rangkaian five level voltage source inverter (VSI) dengan menggunakan software Proteus 7, sebelumnya menggunakan software PSIM 9.0.3 untuk merancang dan mengetahui unjuk kerja rangkaian inverter yang dilengkapi dengan trafo. Rangkaian ini terdiri dari beberapa rangkaian yang saling terhubung yaitu rangkaian pembangkit sinyal, rangkaian komparator, rangkaian dead time, rangkaian driver, dan rangkaian inverter. Penambahan tranformator digunakan untuk menaikkan nilai tegangan, yaitu menaikkan tegangan bolak balik dari 17,6Vac menjadi 252Vac. Rangkaian five level VSI dengan kontrol modified sine wave menghasilkan bentuk gelombang yang lebih baik jika menggunakan tegangan masukan sebesar 48V dari pada tegangan masukan sebesar 24V. Hasil dari pengukuran inverter yang dilengkapi trafo menghasilkan tegangan lebih dari 220V yang mampu menyuplai beban 5 lampu sebesar 45Watt. | Voltage source inverter (VSI) is one type of inverter that converts direct voltage into an alternating voltage. Multilevel inverter much better than conventional inverters are only two levels seen from the output waveform distortion. The workings of this inverter is controlled by semiconductor switches one with a modified sine wave control. In this study, the semiconductor used is a MOSFET. In ideal conditions, when the MOSFET in the ON condition has the characteristics of voltage at the terminals diverter and source (VDS) is equal to zero and the current flow at the current load, and when OFF has the characteristics of voltage at the MOSFET is equal to the source voltage (VDD) and the current flow equal to zero so by using MOSFET power losses do not occur. This study aims to create and test a series of five levels of voltage source inverter single-phase six-switch using a modified sine wave control with a transformer. To make a prototype series of five levels of voltage source inverter (VSI) using software Proteus 7 9.0.3 before using PSIM software to design and determine the performance of the inverter circuit equipped with a transformer. It consists of a series of inter-connected that the signal generator circuit, comparator circuit, dead time circuit, driver circuit and an inverter circuit. Addition transformer is used to raise the voltage value of raising the AC voltage of 17,6Vac be 252Vac. The series of five levels of VSI with modified sine wave control produces a better waveform when using an input voltage of 48V on the input voltage of 24V. The results of the measurements, incorporating inverter transformer produces a voltage of about 220V capable of supplying 5 the light load of 45watt. | |
| 14897 | 18213 | A1L012152 | KAJIAN SIFAT KIMIA TANAH, SERAPAN NITROGEN DAN FOSFAT PADA TANAMAN DURIAN (Durio zibethinus Murr) DI KECAMATAN PATIKRAJA KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kimia tanah, tingkat kandungan unsur hara N dan P, dan tingkat penyerapan unsur N dan P pada tanaman durian di wilayah Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan mulai Juli sampai September 2016, dengan metode survei. Penentuan titik sampel dilakukan berdasarkan Peta Satuan Lahan Homogen (SLH), yang dibuat dengan cara menumpang susunkan Peta Geologi, Landform, dan Kelerengan di daerah penelitian. Variabel yang diamati meliputi pH H2O, pH KCl, Daya Hantar Listrik (DHL), N-total, P-tersedia tanah, serapan N dan P oleh daun. Dari hasil analisis korelasi dan regresi sifat kimia tanah sangat berpengaruh terhadap kandungan nitrogen dan fosfat dalam daun durian. Kandungan nitrogen dalam daun memiliki pengaruh terhadap kandungan fosfat dalam daun tanaman durian, begitu juga sebaliknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan N-total dan P-tersedia tanah di daerah penelitian berturut adalah 0,14 % dan 9 ppm. Status unsur hara nitrogen dan fosfat di daerah penelitian tergolong rendah. Kandungan rata-rata nitrogen dalam daun tanaman durian di daerah penelitian adalah 1,25 %, sedangkan fosfat adalah 0,55 %. | The purposes of research were to determine the chemical properties of soil, amount N and P nutrient of soil, and nitrogen uptake and phosphate in durian (durio zibethinus murr) at Patikraja District, Banyumas Regency. The research was conducted on Juli until September 2016, with survey method. The determination of sample points was based on Homogeneous Land Unit (HLU), that was made by overlaying geology map, landform, and slope in research areas. The variables were observed and measured in the study include pH H2O, pH KCl, Electrical Conductivity (EC), total N, available P of soil, nitrogen uptake and phospate on leaf. From the results of correlation and regression analysis, chemical properties of soil is influence to the content of nitrogen and phosphate in durian leaf. Nitrogen content in the leaves have an effect on phosphate content in durian leaf, and the otherwise. The results showed that the content of total N and available P in the research area is 0,14 % and 9 ppm. Status of nutrient nitrogen and phosphate in the research area is low. The average content of nitrogen in durian leaf in the research area is 1,25 %, while phosphate is 0.55%. | |
| 14898 | 18215 | E1A112033 | IMPLEMENTASI REFORMASI HUKUM SAPU BERSIH PUNGUTAN LIAR (SABER PUNGLI) DI WILAYAH HUKUM PURBALINGGA | ABSTRAK IMPLEMENTASI REFORMASI HUKUM SAPU BERSIH PUNGUTAN LIAR (SABER PUNGLI) DI WILAYAH HUKUM PURBALINGGA Oleh : YULIA AFRIANI PRIYONO E1A112033 Praktik pungutan liar (Pungli) yang terjadi di Indonesia telah merusak sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pungli di Indonesia terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Pemerintah memandang perlu upaya pemberantasan secara tegas, terpadu, efektif, efisien, dan mampu menimbulkan efek jera yaitu dengan di bentuknya Satgas Saber Pungli. Satgas Saber Pungli Kabupaten Purbalingga memiliki tanggung jawab dalam pemberantasan dan pencegahan tindak pidana pungli di wilayah Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini dilakukan dengan metode pendekatan yuridis sosiologis yaitu penelitian melalui kepustakaan maupun penelitian lapangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui upaya apa yang dilakukan Satgas Saber Pungli Kabupaten Purbalingga untuk mencegah tindak pidana pungli serta mengkaji faktor penyebab terjadinya pungutan liar. Hasil penelitian bahwa upaya dalam mencegah tindak pidana pungli yaitu dengan upaya preventif, represif dan edukatif. Upaya preventif yaitu dengan di bentuknya Tim Satgas Saber Pungli Kabupaten Purbalingga, upaya represif yaitu berupa penindakan terhadap perkara pungli dan upaya edukatif dengan melaksanakan pembinaan, sosialisasi dan pemahaman tentang masalah pungli. Faktor penyebab terjadinya pungli di wilayah Purbalingga yaitu meliputi penyalahgunaan wewenang, faktor mental, faktor ekonomi, faktor kultural dan budaya organisasi, dan lemahnya pengawasan. Kata kunci : Satgas Saber Pungli, Pencegahan, Tindak Pidana Pungli | ABSTRACT IMPLEMENTATION OF LEGAL REFORM OF CLEAN NETWORK PURPOSE (SABER PUNGLI) IN PURBALINGGA LEGAL TERRITORY By: YULIA AFRIANI PRIYONO E1A112033 The practice of illegal levies (Pungli) that occurred in Indonesia has damaged the joints of life in society, nation, and state. Pungli in Indonesia continues to show an increase from year to year. The Government considers the need for eradication efforts in a firm, integrated, effective, efficient, and able to cause a deterrent effect that is in the form of Saber Pungli Task Force. Satgas Saber Pungli Purbalingga District has responsibility in eradication and prevention of criminal punishment illegal in Purbalingga District. This research is done by method of sociological juridical approach that is research through library and field research. The purpose of this study is to determine what efforts conducted Sabung Pongli Sabbaling Task Force in Purbalingga District to prevent crime punishment as well as to examine factors causing illegal charges. The result of research that effort in preventing crime punishment is with preventive, repressive and educative effort. The preventive effort is in the form of Task Team Saber Pungli Purbalingga regency, repressive effort that is in the form of punishment against litigation and educative effort by conducting guidance, socialization and understanding about the problem of extortion. Factors causing illegal levies in Purbalingga include abuse of authority, mental factors, economic factors, cultural factors and organizational culture, and poor supervision. Keywords: Saber Pungli Task Force, Prevention, Crime of Pungli | |
| 14899 | 18221 | E1A113001 | TINJAUAN YURIDIS SENGKETA ANTARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN REPUBLIK RAKYAT TIONGKOK DI PERAIRAN PULAU NATUNA | ABSTRAK Perairan Pulau Natuna terdiri dari laut teritorial, zona tambahan, zona ekonomi eksklusif, dan landas kontinen. Yurisdiksi negara Republik Indonesia salah satunya berada pada perairan Pulau Natuna. Zona ekonomi eksklusif di perairan Pulau Natuna diakui oleh negara Republik Rakyat Tiongkok sebagai bagian dari Laut Cina Selatan. Hal demikianlah yang menyebabkan konflik antara Indonesia dengan tiongkok terkait tumpang tindihnya wilayah perairan antara zona ekonnomi eksklusif dari Indonesia dengan Laut Cina Selatan yang bagian dari kedaulatan Tiongkok. Hasil penelitian menunjukan, apabila dilihat dari sudut pandang United Nations Convention on the Law of the Sea 1982 (UNCLOS 1982), maka Indonesia berhak atas kedaulatan dan penerapakn yurisdiksi nasional di wilayah perairan Pulau Natuna yang menjadi sengketa. Hasil tersebut sejalan dengan ketentuan mengenai lebar zona ekonomi eksklusif seluas 200 mil yang dihitung dari garis pangkal Pulau Natuna. Tiongkok dengan mendasarkan tidak hanya pada UNCLOS 1982, akan tetapi juga pada sembilan titik putus (nine dash line) yang didasarkan atas histioric rights. Menurut penelitian hal demikian tidak dapat dipaksakan keberadaannya untuk menentukan batas wilayah perairan dari Tiongkok, karena menyalahali ketentuan di dalam UNCLOS 1982 atau Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Kata Kunci : Perairan Pulau Natuna, Laut Cina Selatan, UNCLOS 1982 | ABSTRACT The waters of Natunas Island are composed of territorial sea, contiguous zone, exclusive economic zone and continental shelf. Republic of Indonesia as great country has an yurisdiction on the sea closest to the Natunas Island, it’s called exclusive economic zone of Indonesia. Exclusive economic zone on the waters of Natunas Island are regognized by China as part of South China Sea. The things causes some conflict between Indonesia with China especially concern into overlapping between South China Sea of China and Exclusive Economic Zone (EEZ) of Indonesia. There is the results that make some clear position. The results based on UNCLOS 1982, and it showed that Indonesia has right for sovereignity in exclusive economic zone of Indonesia, the nearest sea of Natunas Island. Exclusive economic zone of Indonesia has length 200 nautical miles that measure from baselines of Natunas Island. China as a claim state of exclusive economic zone of Indonesia is not only based on UNCLOS 1982, but also based on nine dash line from historic rights. According to the research such things could not be forced the existence to determining of the limits of China territorial waters, because it’s not accordance with the provisions of United Nations Convention on the Law of the Sea. Key word: The Waters of Natunas Island, The South China Sea, UNCLOS 1982 | |
| 14900 | 18217 | D1E013107 | PENAKSIRAN NILAI HETEROSIS KARAKTERISTIK UKURAN MORFOMETRIK HASIL PERSILANGAN ITIK MAGELANG DENGAN TEGAL | Penelitian bertujuan untuk mengkaji ukuran morfometrik (panjang badan, lingkar dada, lingkar perut, panjang leher, lebar pubis, dan panjang shank) dan mengkaji nilai heterosis karakteristik ukuran morfometrik pada itik hasil persilangan itik Magelang dengan Tegal generasi kedua (F2). Materi yang digunakan adalah itik hasil persilangan resiprok itik Tegal jantan dengan betina Magelang (Gallang) dan itik jantan Magelang dengan betina Tegal (Maggal). Metode penelitian adalah eksperimen. Uji t untuk mengetahui perbedaan ukuran morfometrik antara itik Maggal dengan Gallang. Itik diukur pada umur 12 minggu. Berdasarkan uji t, F2 itik Gallang dan Maggal serta F1 dan F2 itik Gallang dan Maggal tidak menunjukkan perbedaan (P>0,05). Nilai heterosis karakteristik lingkar dada dan panjang leher pada itik Gallang yaitu 0,04 % dan 0,11 % dan nilai heterosis lingkar dada pada itik Maggal yaitu 0,04%, sedangkan ukuran lainnya bernilai negatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ukuran morfometrik itik hasil persilangan itik Ma gelang dengan Tegal generasi kedua (F2) relatif sama dan nilai heterosis positif pada lingkar dada dan panjang leher menunjukkan ciri itik pedaging. | The aim of this research was to assess the size of morphometric (body length, chest circumference, waist circumference, neck length, width pubis and shank length) and to estimate the heterosis characteristic morphometric measurement from crossbreeding Magelang duck with Tegal duck second generation (F2). The method was experiment. t test to know the difference of morfometric size between Maggal ducks and Gallang. The materials used were reciprocal crossbreeding ducks between male Tegal duck with female Magelang (Gallang) and male Magelang duck with female Tegal (Maggal). Ducks were measured at 12 weeks of age. Based on t test showed that F1 and F2 of Gallang and Maggal and F2 Gallang and Maggal was not significantly differences (P>0.05). Heterosis values of neck length and chest circumference characteristic in Gallang ducks is 0.4% and 0.11% and Heterosis value of Maggal ducks chest circumference was 0.04%, while another body size was negative. Based on the result of this research concluded that morphometrics of F2 were same relatifely and heterosis value was positive on chest circumference and neck length that showed characteristic of duck meat producer. |