Artikelilmiahs

Menampilkan 14.841-14.860 dari 49.719 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1484118155D1E013005KONSENTRASI VFA DAN N-NH3 CAIRAN RUMEN KAMBING YANG MENDAPAT PAKAN BATANG PISANG FERMENTASI DENGAN PENAMBAHAN ONGGOKPenelitian yang bertujuan mengkaji pengaruh penggunan batang pisang fermentasi dengan penambahan onggok terhadap konsentrasi volatile fatty acid (VFA) dan konsentrasi N-NH3 rumen kambing. Telah dilaksanakan dari tangal 1 Januari sampai 17 Februari 2017. Materi yang digunakan adalah cairan rumenkambing sebagai sumber inokulum yang berasal dari tiga kambing jawarandu jantan dan batang pisang fermentasi menggunakan effective microorganism (EM4) dengan penambahan onggok. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari P1 (Pakan 50% konsentrat + 50% rumput lapang), P2 (Pakan 50% konsentrat + 25% rumpt lapang + 25% batang pisang tanpa fermentasi), P3 (Pakan 50% konsentrat + 50% batang pisang tanpa fermentasi), P4 (Pakan 50% konsentrat + 25% rumput lapang + 25% batang pisang fermentasi),P5 (50% konsentrat + 50% batang pisang fermentasi),P6 (Pakan 50% konsentrat + 25% rumput lapang + 25% batang pisang fermentasi dengan penambahan onggok), P7 (Pakan 50% konsentrat + 50% batang pisang fermentasi dengan penambahan onggok). Peubah yang diukur adalah konsentrasi VFA dan konsentrasi N-NH3. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap konsentrasi VFA dan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap konsentrasi N-NH3. Namun setelah dilakukan uji beda nyata jujur ternyata perlakuan tidak berpengaruh terhadap konsentrasi VFA. Konsentrasi N-NH3 terendah dicapai oleh perlakuan 50% batang pisang fermentasi (P5) namun tidak berbeda dengan perlakuan 50% batang pisang tanpa fermentasi (P3) dan 50% batang pisang fermentasi yang ditambah onggok (P7).
Ditinjau dari konsentrasi VFA dan N-NH3 dapat disimpulkan bahwa perlakuan batang pisang fermentasi yang ditambah onggok dapat menggantikan rumput lapang 100%.
The objectives of this research were to determine the effect of the use of banana stem fermentation with the addition of cassava on the VFA and N-NH3 concentrations in goat rument. The research was conducted from 1st of January until 17th of February, 2017. The materials used were the rumen fluid as a source of inoculum derived from three male jawarandu goat and banana stem fermentation using effective microorganism (EM4) with the addition of cassava by product. The research was conducted with the experimental method, using a completely randomized design (CRD) with 7 treatments and 4 replications. The treatment consisted of P1 (50% concentrate + 50% grass field), P2 (50% concentrate + 25% grass field + 25% of the banana stems without fermentation), P3 (50% concentrate + 50% of the banana stemwithout fermentation) , P4 (50% concentrate + 25% grass field + 25% of the banana stems fermentation), P5 (50% concentrate + 50% of the banana stems fermentation), P6 (50% concentrate + 25% grass field + 25% of the banana stems fermentation with the addition of cassava by product), P7 (50% concentrate + 50% of the banana stems fermentation with the addition of cassava by product). Variables measured were volatile fatty acid and nitrogen ammonia concentration. Data were analyzed by analysis of variance followed by honesty significant difference test. The results showed that the treatment significantly (P <0.05) affected volatile fatty acid concentration and highly significantly (P<0.01) nitrogen ammonia affected concentration. However, after honesty significantly difference test turned out to be treatment did not affect theconcentration of volatile fatty acid. The lowest concentration of nitrogen ammonia was achived by the treatment of 50% banana stem fermentation (P5) but not differenttreatment of 50% banana stems without fermentation (P3) and 50% banana stems fermentation with addition of cassava by product (P7).
From the concentration of volatile fatty acid and nitrogen ammonia it can be concluded that the treatment of banana stems fermentation with the addition of cassava by product can replace a 100% of field grass.
1484218982D1E012303POTENSI HIJAUAN UNTUK PAKAN SAPI PERAH
DALAM RANGKA PENYEDIAAN PAKAN BERKELANJUTAN DI KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian pemberian hijauan dengan kebutuhan sapi perah sesuai periode pemeliharaan dan mengetahui jumlah potensi hijauan pakan yang ada di sekitar daerah peternak sapi perah di Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2016 sampai dengan 1 Januari 2017. Materi penelitian adalah lahan milik peternak yang ditanami rumput gajah dan rumput gajah yang dibudidayakan oleh peternak di Kecamatan Pekuncen, Kecamatan Sumbang, dan Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Data penunjang yang diambil adalah produksi Setaria sp., Glirisida sp., dan jerami padi. Masing-masing diukur kadar air, kadar abu, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, dan BETN. Metode yang digunakan adalah metode survey. Data diperoleh melalui wawancara dengan peternak dan sampling hijauan rumput gajah. Produksi rumput gajah pada masing-masing kecamatan yang terpilih yaitu sebanyak 936630,42 ton/tahun (Pekuncen), 120000 ton/tahun (Sumbang), dan 187400 ton/tahun (Kedungbanteng). Produksi BK dari masing-masing kecamatan yaitu 141320,57 kg (Pekuncen), 28404,03 kg (Sumbang), dan 17247,30 kg (Kedungbanteng). Kesimpulan penelitian ini yaitu berdasarkan luas lahan milik peternak dan produksi rumput gajahnya di masing-masing kecamatan dapat menampung ternak sebanyak 24,19 UT (Pekuncen), 3,27 UT (Sumbang), dan 1,59 UT (Kedungbanteng).This study aimed to determine the suitability of forage with the needs of dairy cows according to the maintenance period and to know the amount of potential forage feed around the dairyfarmer area in Banyumas regency. The researchwas conducted on December 1, 2016 until January 1, 2017. The research material is land owned by farmers who planted elephant grass and elephant grass cultivated by farmers were Pekuncen Subdistrict, Sumbang Subdistrict, and Kedungbanteng Subdistrict, Banyumas Regency, Central Java. The supporting data taken are the production of Setaria sp., Gliricide sp., and rice straw. Each was measured water content, ash content, crude protein, coarsefat, coarse fiber, and BETN. The method used is survey method. Data obtained by interviews with breeder and sampling of elephant grass forage. The results of research alowed excess production dry matter (DM) 186,97 ton / year. Elephant grass production in each selected sub-districts was 936630,42 tons / year (Pekuncen), 120000 tons / year (Sumbang), and187400 tons / year (Kedungbanteng). The conclusion of this research is The conclusion of this research is based on farmer's land area and elephant grass production in each sub-district could accommodate 24,19 UT (Pekuncen), 3,27 UT (Sumbang), and 1,59 UT (Kedungbanteng) animals.
1484318156D1E013111PENDUGAAN NILAI HERITABILITAS BOBOT TETAS DAN PERTUMBUHAN ITIK HASIL PERSILANGAN RESIPROK ITIK TEGAL DENGAN MAGELANG GENERASI KE-2Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai heritabilitas bobot tetas dan pertumbuhan itik hasil persilangan resiprok itik Tegal dengan Magelang generasi ke-2 (F2). Persilangan itik Tegal jantan dengan itik Magelang betina keturunannya disebut itik Gallang (F1), sedangkan persilangan itik Magelang jantan dengan itik Tegal betina keturunannya disebut itik Maggal (F1). Materi yang digunakan adalah itik Gallang dan Maggal F2 sejumlah 50 ekor yang berasal dari 80 induk F1 yang dikawinkan dengan 16 pejantan F1 (perbandingan jantan dengan betina 1:5). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen tanpa rancangan dan pendugaan nilai heritabilitas (h2) menggunakan metode analisis regresi tetua-anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa itik Maggal F2 memiliki rata-rata bobot tetas 39,465 ± 3,934 g, laju pertumbuhan absolut 1175,860 ± 213,554 g dan laju pertumbuhan relatif 0,119 ± 0,001/minggu sedangkan itik Gallang F2 memiliki rata-rata bobot tetas 40,033 ± 3,481 g, laju pertumbuhan absolut 1220,663 ± 186,475 g dan laju pertumbuhan relatif 0,119 ± 0,001/minggu. Bobot tetas F2 lebih rendah dibanding tetuanya yaitu itik Tegal dan itik Magelang, namun laju pertumbuhan absolut dan relatif F2 lebih tinggi dibandingkan F1 dan tetuanya yaitu itik Tegal dan Magelang. Nilai heritabilitas itik F2 untuk sifat bobot tetas sebesar 0,039 ± 0,243, laju pertumbuhan absolut sebesar 0,117 ± 0,292; dan laju pertumbuhan relatif sebesar 0,051 ± 0,230. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai heritabilitas itik F2 untuk sifat bobot tetas, laju pertumbuhan relatif dan laju pertumbuhan absolut relatif rendah.
Kata Kunci : heritabilitas, bobot tetas, laju pertumbuhan relatif, laju pertumbuhan absolut.
This research aimed to know the heritability (h2) value of hatching weight and growth as a result of 2nd generation of reciprocal crossbred between Tegal and Magelang ducks (F2). Tegal male ducks crossed with Magelang female ducks have an offspring called Gallang (F1), while Magelang male ducks crossed with Tegal female ducks have offspring called Maggal (F1). The material were Gallang ducks and Maggal ducks in a total of 50 ducks from 1st generation of 80 ducks mated with 1st generation of 16 male ducks (male and female ratio 1:5). The method was experimental without design and h2 values were estimated using parents offspring regression method. The results showed that the average of 2nd Maggal ducks (F2) had hatching weight of 39.465 ± 3.934 g, absolute growth rate of 1175.860 ± 213.554 g and relative growth rate of 0.119 ± 0.001/week and then the average of 2nd Gallang ducks (F2) had hatching weight of 40.060 ± 3.481 g, absolute growth rate of 1220.663 ± 186.475 g and relative growth rate of 0.119 ± 0.001/week. Hatching weight of F2 was lower than F1, however absolute and relative growth rate of F2 were higher than F1. Heritability values of F2 hathcing weight, absolute growth rate and relative growth rate were 0.039 ± 0.243; 0.117 ± 0.292; and 0.051 ± 0.230, respectively. It could be concluded that the population of Gallang and Maggal ducks for 2nd generation (F2) has a relatively low h2 values of hatching weight, relative growth rate and absolute growth rate.
Keywords : heritability, hatching weight, the relative growth rate, absolute growth rate.
1484418157G1A010013HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RSUD. PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTOHUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO

ABSTRAK

Latar Belakang: Di Indonesia sekitar 4,3 per 1000 jiwa dengan jenis kanker tertinggi adalah kanker payudara. Kanker payudara merupakan masalah kesehatan yang sering dialami perempuan dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat menimbulkan kematian. Keadaan tersebut dapat menimbulkan reaksi psikologis berupa kecemasan. Dukungan sosial dapat mengurangi kecemasan yang dialami pasien kanker payudara.
Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan sosial keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUD Prof. DR.Margono Soekarjo Purwokerto.
Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 40 pasien kanker payudara di RSUD Prof. DR.Margono Soekarjo Purwokerto. Data didapatkan melalui wawancara dan rekam medis. Pengukuran tingkat kecemasan menggunakan kuesioner Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS) dan pengukuran dukungan sosial keluarga menggunakan skor APGAR keluarga. Analisi univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Spearman.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pasien yang memiliki dukungan sosial keluarga sehat, tidak ada yang mengalami kecemasan berat. Pada pasien dengan dukungan sosial keluarga tidak sehat sebanyak 8 pasien mengalami kecemasan berat. Terdapat hubungan dukungan sosial keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUD Prof. DR.Margono Soekarjo Purwokerto (.p=0,000;r=0,757).
Kesimpulan: Dukungan sosial keluarga berhubungan dengan tingkat kecemasan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.

Kata kunci: kanker payudara, tingkat kecemasan, dukungan sosial keluarga







THE CORRELATION BETWEEN SOCIAL FAMILY SUPPORT AND ANXIETY LEVEL TOWARDS BREAST CANCER PATIENTS WHO UNDERGO CHEMOTHERAPHY IN MARGONO SOEKARDJO HOSPITAL

ABSTRACT

Background: Breast cancer is one of the most common cancers in Indonesia which 4.3 per 1000 people suffer from it. It is a detrimental disease which is easily found mostly in women. Its ability to do metastasis into other parts of the body can lead into death of the patients. Regarding to this condition, a chance for the breast cancer patients to feel anxiety is likely. Social support tends to decrease this negative feeling in breast cancer patients.
Objective: The aim of the study was to know the correlation between social family support and anxiety level towards breast cancer patients who undergo chemotheraphy in Margono Soekardjo Hospital.
Method: The study design used was analytic observational metode with cross-sectional approach. The total sampel was 40 breast cancer patients in Margono Soekardjo Hospital. The data was collected through interviews and medical records. Anxiety level was measured by Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS) Questionnaire and social family support was determined by using Family APGAR score. Univariat analysis was done using frequency distribution table and bivariat analysis was done using Spearman test.
Result: There was a correlation between social family support and anxiety level towards breast cancer patients who undergo chemotheraphy in Margono Soekardjo Hospital (p= 0,000; r=-0,578).
Conclusion: There was a correlation between social family support and anxiety level towards breast cancer patients who undergo chemotheraphy in Margono Soekardjo Hospital.

Keyword: breast cancer, anxiety level, social family support







1484518158D1E013007KECERNAAN BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK DAN NILAI ENERGI PAKAN DOMBA YANG MENDAPAT PAKAN BATANG PISANG FERMENTASI DENGAN PENAMBAHAN MOLASESPenelitian yang bertujuan mengkaji pengaruh penggunan batang pisang fermentasi dengan penambahan molasses terhadap kecernaan bahan kering, bahan organik, dan nilai energi pakan domba. Telah dilaksanakan dari tangal 1 Januari sampai 17 Februari 2017. Materi yang digunakan adalah cairan rumen sebagaisumber inokulum yang berasal dari tiga domba ekor tipis jantan dan batang pisang fermentasi menggunakan effective microorganism (EM4) dengan penambahan molasses. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari P1(Pakan 50% konsentrat + 50% rumput lapang), P2(Pakan 50% konsentrat + 25% rumput lapang + 25% batang pisang tanpa fermentasi), P3 (Pakan 50% konsentrat + 50% batang pisang tanpa fermentasi), P4 (Pakan 50% konsentrat + 25% rumput lapang + 25% batang pisang fermentasi tanpa penambahan molases),P5 (50% konsentrat + 50% batang pisang fermentasi tanpa penambahan molases),P6 (Pakan 50% konsentrat + 25% rumput lapang + 25% batang pisang fermentasi dengan penambahan molases), P7 (Pakan 50% konsentrat + 50% batang pisang fermentasi dengan penambahan molases). Peubah yang diukur adalah kecernaan bahan kering, bahan organik, dan nilai energi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap kecernaan bahan kering, bahan organik, dan nilai energi. Uji beda nyata jujur menunjukan bahwa kecernaan bahan kering, bahan organik dan nilai energi pakan P1 (50% konsentrat dan 50 %rumput lapang) lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan pakan lainnya(P<0.01), meskipun tidak berbeda nyata dengan P7 (50% konsentrat dan 50% batang pisang fermentasi dengan penambahan molasses) dan P5 (50% konsentrat dan 50% batang pisang fermentasi tanpa penambahan molasses). Kesimpulan dari penelitian yaitu batang pisang fermentasi yang ditambah molasses dapat menggantikan rumput lapang 100%.The objectives of this research were to determine the effect of the use of banana stems fermentation with the addition of molasses on the digestibilities of dry matter,organic matter, and the energy value in the diet of sheep.The research was conducted from January 1st to February 17th 2017. The materials used were the rumen fluid as a source of inoucoulum derived from three male thin-tailed sheep and banana stems fermentation was conducted using effective microorganism (EM4) with the addition of molasses. The research was conducted using the experimental method, and a completely randomized design (CRD) with 7 treatments and 4 replications The treatments consisted of P1 (50% of concentrate + 50% of field grass), P2 (50% of concentrate + 25% of field grass + 25% of the banana stems without fermentation), P3 (50% of concentrate + 50% of the banana stems without fermentation) , P4 (50% of concentrate + 25% of field grass + 25% of the banana stems fermentation without the addition of molasses), P5 (50% of concentrate + 50% of the banana stems fermentation without the addition of molasses), P6 (50% of concentrate + 25% of field grass + 25% of the banana stems fermentation with the addition of molasses), P7 (50% of concentrate + 50% of the banana stems fermentation with the addition of molasses). Variables measured were dry matter digestibilities, organic matter, and the energy value. Data were analyzed by analysis of variance followed by honesty significant difference test. The results showed that the treatment highly significantly (P <0.01) affected the dry matter digestibility , organic matter digestibility , and the energy value. Honesty significant difference test showed that the digestibilities of dry matter, organic matter and the energy value of P1 feeds (concentrate and grass field) were higher comparedto the treatments of other feed, but were not significantly different compared to P7 (50% of concentrate and 50% of the banana stems fermentation with the addition of molasses) and P5 (50% of concentrate and 50% of the banana stems fermentation without the addition of molasses). The conclusion of the research is that, banana stems fermentation with the addition of molasses can replace 100% of field grass.
1484618983D1E013213DAMPAK BANTUAN PEMERINTAH DI KELOMPOK TANI TERNAK TUNAS MUKTI, KECAMATAN GUMELAR, KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak bantuan pemerintah terhadap populasi ternak, pendapatan peternak dan motivasi beternak di KTT Tunas Mukti yang beranggotakan 27 peternak. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis uji t untuk membandingkan populasi dan pendapatan sebelum dan sesudah mendapatkan bantuan. Variabel motivasi dianalisis menggunakan metode deskriptif yang didukung oleh data yang diperoleh dari perhitungan analisis skala likert. Hasil analisis menunjukkan pada populasi didapatkan hasil t hitung sebesar 4,092 > t tabel(0,05) sebesar 2,059. Pendapatan peternak didapatkan hasil t hitung sebesar 2,312 > t tabel(0,05) sebesar 2,059. Keduanya menunjukkan adanya penurunan populasi dan pendapatan peternak antara sebelum dan sesudah mendapatkan bantuan. Motivasi didapat dari perhitungan skala likert dan diambil rata-rata skor yang diperoleh hasil sebesar 40,77 yang artinya bahwa tingkat motivasi masuk dalam kategori cukup. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat penurunan populasi ternak dan pendapatan peternak kambing perah di Kelompok Tani Ternak Tunas Mukti antara sebelum dan sesudah mendapatkan bantuan. Meskipun ada mekanisme pengembalian bantuan ternak kepada kelompok, tetapi tidak ada sangsi yang tegas terhadap anggota yang tidak mengembalikan bantuan berupa ternak kepada kelompok, sehingga melemahkan daya juang peternak dalam menjalankan usaha peternakan secara konsisten. Hal ini turut berdampak pada motivasi beternak di Kelompok Tani Ternak Tunas Mukti sehingga kriteria motivasi masuk ke dalam kategori cukup.This research is aimed to find out the impact of government program to the population, income, and motivation of dairy goat farmer at the KTT Tunas Mukti. A total of 27 farmers member of KTT Tunas Mukti were chosen respondents. The sampling techique is by using the census technique to all member of the group. Quesionnaire and observation were chosen as the intrument of this research. The data analyzed using t test analysis to compare population and rewards before and after. As for motivation explorative descriptive method was used followed by a questionaire which deveopen using Likert Scale. The result showed that the goat population and farmers income were significantly decrease after received government program. Current farmers motivation are at low to moderate level with an average of 40.77 of a total score of 100. Although a mechanism for goat payback to the group existed, but the lack of firm sanction against members who did not follow the regulation to payback the goat lessen the motivation to obey this rule, thus undermining the farmers’ livelihoods in a consistent manner. This also has an impact on the motivation of farming in the Farmers Group Tunas Mukti so that the motivation was mostly at moderate level.
1484719676G1F013026AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenesPenyakit kulit merupakan salah satu penyakit yang paling sering dijumpai pada negara beriklim tropis, seperti di Indonesia. Prevalensi penyakit kulit pada negara berkembang antara 20-80%. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui potensi antibakteri fraksi etil asetat daun jarak pagar (Jatropha curcas Linn) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes.
Penelitian eksperimental ini meliputi pembuatan fraksi etil asetat, serta uji aktivitas antibakteri dengan metode dilusi. Konsentrasi yang digunakan yaitu 0,1%; 0,5%; 1%; 3%; 5%; 10% dan kontrol negatif dan positif. Pengumpulan data untuk menentukan KHM (Konsentrasi Hambat Minimal) dilakukan dengan membandingkan kejernihan kultur di media pada berbagai konsentrasi yang berbeda, dengan kontrol negatif dan kontrol positif. Penentuan KBM (Konsentrasi Bunuh Minimal) dilakukan dengan melihat ada tidaknya koloni bakteri yang muncul pada media.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai KHM untuk bakteri S. pyogenes sebesar 0,5%, sedangkan untuk bakteri S. aureus sebesar 1%, hal ini ditunjukkan dengan tabung yang mulai jernih. Nilai KBM untuk bakteri S. pyogenes sebesar 10%, sedangkan untuk bakteri S. aureus lebih dari 10%, hal ini ditandai dengan sudah tidak munculnya koloni bakteri.
Fraksi etil asetat daun jarak pagar memiliki potensi yang sangat lemah terhadap bakteri S. pyogenes dan S. aureus.

Skin disease is one of the most common diseases in tropical countries, such as in Indonesia. Prevalence of skin disease in developing countries between 20-80%. The objective of the study was to investigate the antibacterial potency of ethyl acetate fraction of (Jatropha curcas Linn) leaf against Staphylococcus aureus and Streptococcus pyogenes bacteria.
This experimental study involves the manufacture ethyl acetate fractions, antibacterial activity by dilution method. The concentration used are 0.1%; 0.5%; 1%; 3%; 5%; 10%; negative and positive control. Data collection to determine MIC (Minimal Inhibitory Concentration) was done by comparing the clarity of cultures in the media at different concentrations, with negative and positive control. Determination of MBC (Minimum Bacterisidal Concentration) is done by looking at the bacterial colonies that appear on the media.
The results showed that the value of MIC for bacteria S. pyogenes was 0.5%, for S. aureus bacteria of 1%, this was indicated by a clear starting tube. The value of MBC for bacteria S. pyogenes is 10%, for S. aureus bacteria more than 10%, this is indicated by the bacterial colony.
The ethyl acetate fraction of jatropha leaves has a very weak potential against S. pyogenes and S. aureus.

1484818159D1E011220KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK KLOBOT JAGUNG, TONGKOL JAGUNG, KULIT BAWANG PUTIH, DAN DAUN SENGON SECARA IN VITROPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecernaan bahan kering dan bahan organik yang paling baik dari tongkol jagung, klobot jagung, kulit bawang putih, dan daun sengon secara in vitro. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah klobot jagung, tongkol jagung, kulit bawang putih, dan daun sengon, konsentrat yang terdiri dari pollard, bungkil kelapa, onggok, bekatul, jagung, garam, dolomit, starvit dan mineral. Imbangan kosentrat dengan hijauan yang digunakan adalah 70% : 30%. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental in vitro yang dirancang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji yaitu P1 = 30% klobot jagung + 70% konsentrat, P2 = 30% tongkol jagung + 70% konsentrat, P3 = 30% kulit bawang putih + 70% konsentrat, dan P4 = 30% daun sengon + 70% konsentrat. Peubah yang diukur adalah kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Data dihitung dengan menggunakan persamaan aljabar kemudian dianalisis menggunakan analisis variansi dan diuji lanjut menggunakan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian kecernaan bahan kering pada perlakuan yang diuji yaitu antara 14.19% – 26.04% dan kecernaan bahan organik pada perlakuan yang diuji yaitu antara 14.77% - 26.58. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kecernaan bahan kering dan bahan organik yang tinggi adalah klobot jagung dan daun sengon, yang medium adalah tongkol jagung dan yang rendah adalah kulit bawang putih.The aim of this research was to find out the optimum levels of dry matter digestibility and organic matter digestibility of corn husk, corn cob, garlic husk, and sengon leaf. The materials used in the research were corn husk, corn cob, garlic husk, and sengon leaf, as well as concentrate comprised of pollard, coconut cake, cassava waste, rice bran, corn, salt, dolomite, starvit and minerals. The ratio of oncentrate to grass used was 70% : 30%. The research method was experimental by in vitro, was designed using a completely randomized design (CRD). The treatments tested were P1 (30% of corn husk + 70% of concentrate), P2 (30% of corn cob + 70% of concentrate), P3 (30% of garlic husk + 70% of concentrate), and P4 (30% of sengon leaf + 70% of concentrate). The variables were dry matter digestibility and organic matter digestibility. Data were calculated using an algebraic method then were analyzed using analysis of variance followed by honest significant difference test (HSD). The average values of dry matter digestibility of the treatments were between 14.19% - 26.04% and the average values of organic matter digestibility of the treatments were between 14.77% - 26.58%. The research showed that the treatments highly significantly affected (P<0.01) dry matter digestibility and organic matter digestibility. The conclusion of this research were the highest dry matter digestibility and organic matter digestibility were of corn husk and sengon leaf, the medium was of corn cob and the lowest was of garlic husk.
1484918161G1A010004PENGARUH KENDALI KADAR GLUKOSA DARAH TERHADAP PENURUNAN FUNGSI KOGNITIF PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI DOKTER KELUARGA WILAYAH BANYUMASPENGARUH KENDALI KADAR GLUKOSA DARAH TERHADAP PENURUNAN FUNGSI KOGNITIF PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI DOKTER KELUARGA WILAYAH BANYUMAS

ABSTRAK

Latar belakang: Diabetes melitus tipe 2 paling sering terjadi di Indonesia yaitu sekitar 80% dari keseluruhan jumlah penderita. Fungsi kognitif seseorang dapat menurun secara fisiologis karena proses penuaan seiring berkurangnya volume otak, jumlah neuron dan kadar neurotransmiter, namun dapat terjadi secara patologis karena kelainan metabolik, seperti yang terjadi pada penderita DM tipe 2. Gangguan fungsi kognitif pada DM tipe 2 akan menjadi masalah dunia di masa mendatang seiring dengan terus bertambahnya jumlah penderita DM tipe 2.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh kendali kadar glukosa darah terhadap fungsi kognitif pada pasien DM Tipe 2 di Dokter Keluarga Wilayah Banyumas.
Metode: Jenis penelitian ini merupakan studi analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Kendali kadar glukosa darah didapatkan melalui rekam medis pasien diabetes melitus tipe 2 di dokter keluarga wilayah Banyumas. Data tentang penurunan fungsi kognitif diperoleh dari daftar panduan pertanyaan pengumpulan data melalui wawancara langsung dengan pasien menggunakan kuesioner MMSE. Analisis univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat Chi-square.
Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan dari 48 sampel terdapat 7 sampel yang memiliki nilai HbA1c baik atau 14,6% dengan penurunan fungsi kognitif sedang 2 orang atau 4,2% dan penurunan fungsi kognitif ringan 5 orang atau 10,4%, kemudian 20 sampel yang memiliki nilai HbA1c sedang atau 41,7% dengan penurunan fungsi kognitif sedang 13 orang atau 21,7% penurunan fungsi kognitif ringan 7 orang atau 14,6%. Sedangkan 21 orang yang memiliki nilai HbA1c buruk atau 43,8% dengan penurunan fungsi kognitif sedang 19 orang atau 39,6% dan memiliki penurunan fungsi kognitif ringan 2 orang atau 2,4%. Berdasarkan hasil uji chi square diperoleh nilai p 0,006 dimana <0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara HbA1c dengan Penurunan fungsi kognitif pada pasien yang menderita DM tipe 2 yang berobat pada dokter keluarga wilayah Banyumas.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara HbA1c dengan penurunan fungsi kognitif pada pasien yang menderita DM tipe 2.

Kata kunci: Diabetes melitus tipe 2, Penurunan fungsi kognitif, Kendali kadar glukosa darah.

EFFECT OF BLOOD GLUCOSE CONTROL LEVEL TO DECREASE COGNITIVE FUNCTION IN PATIENTS TYPE 2 DIEBETES MELLITUS
IN BANYUMAS AREA

ABSTRACT

Background: Diabetes melitus is most common in Indonesia which is about 80% of the total of all patients of DM. A person’s cognitive function can due aging process as the reduction in brain volume, the number of neurons and neurotransmitter level, but can occurs because of metabolic abnormalities, as occurs in patients with diabetes mellitus type 2. Impaired cognitive function in type 2 diabetes will be the world’s problems in future.
Objective: To determine the effect of blood glucose control level on cognitive function in patients with type 2 diabetes in Banyumas.
Methods: An analytic study using cross sectional approach. Control of blood glucose levels obtained through medical record of patients with type 2 DM in Banyumas. The data of decrease cognitive function was obtained from a list of guiding question of data collection through direct interviews with patients using MMSE quetionarre. Univariate analysis using frequency distribution tables and bivariate analysis using chi-square.
Result: Bivariate analysis of 48 sample showed there were 7 samples had good HbA1c value or 14.6% with a decline in cognitive function was 2 or 4.2% and mild cognitive impairment 5 people or 10.4%, then 20 samples that have HbA1c value is or 41.7% with a decline in cognitive function were 13 people or 21.7% mild cognitive impairment 7 people or 14.6%. 21 people who had a bad HbA1c value or 43.8% with a decline in cognitive function were 19 people or 39.6%, and has a mild cognitive impairment 2 or 2.4%. Based on the results obtained chi square test p-value of 0.006 where <0.05 so that it can be concluded that there is a relationship between HbA1c with a decline in cognitive function in patients suffering from type 2 of DM in Banyumas.
Conclusions: There are significant correlations between HbA1c with a decline in cognitive function in patients of type 2 DM.

Keywords: blood glucose control level, cognitive function, Type 2 diabetes mellitus.

1485018162E1A013120CHOICE OF LAW DALAM PUTUSAN ARBITRASE INTERNASIONAL TENTANG SENGKETA PANANAMAN MODAL ASING
(Studi Putusan ICSID Case No. ARB/11/13)
Berdasarkan Pasal 32 ayat (4) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, sengketa penanaman modal asing (PMA) antara investor asing dan Pemerintah Republik Indonesia (RI) diselesaikan melalui lembaga arbitrase internasional. Salah satu lembaga arbitrase tersebut adalah Internastional Centre of Settlement Investment Dispute (ICSID). Dalam Putusan ICSID Case No. ARB/11/13 Ravat Ali Rizvi, warga negara Inggris, menjadi Penggugat dan Pemerintah RI menjadi Tergugat. Indonesia digugat ke forum ICSID karena Pengugat merasa dirugikan akibat tindakan bail out terhadap investasinya, Bank Century. Tergugat mengajukan Keberatan Pendahuluan yaitu ICSID tidak berwenang memutus sengketa a quo. Permasalahan yang akan dibahas adalah penyelesaian sengketa a quo berdasarkan hukum Indonesia dan penerapan teori choice of law.

Metode pendekatan yang digunakan adalah metode penelitian yuridis normatif dengan menggunakan beberapa pendekatan masalah meliputi pendekatan perundang-undangan, pendekatan analitis, dan pendekatan kasus. Data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa peraturan perundang-undangan, putusan arbitrase internasional, pustaka-pustaka ilmu hukum dan artikel-artikel ilmiah. Penelitian ini menjelaskan kajian pilihan hukum dalam Putusan ICSID Case No. ARB/11/13 tidak berhenti ketika telah dipilih hukum yang hendak dipakai, namun juga melihat persoalan pendahuluan, konflik kualifikasi, dan persoalan ketertiban umum setelah putusan tersebut dikeluarkan.

Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pemeriksaan keberatan pendahuluan menggunakan hukum Indonesia, karena dalam BIT RI-Inggris telah secara tegas memilih hukum Indonesia yang berlaku bagi para pihak. Terjadi konflik kualifikasi antara Penggugat, Tergugat dan Majelis Arbiter dalam persoalan pendahulan walaupun telah jelas yang dipilih hukum Indonesia. Konflik kualifikasi ini menyebabkan perbedaan interpretasi bidang-bidang PMA menurut hukum Indonesia dengan putusan Majelis Arbiter. Putusan Majelis Arbiter mengabulkan keberatan Tergugat, yaitu perkara a quo di luar yurisdiksi ICSID.
Pursuant to Article 32 paragraph (4) of Indonesian Investment Law No. 25 of 2007, disputed foreign direct investment (FDI) between foreign investors and the Government of the Republic of Indonesia (RI) resolved through international arbitration institutions. One of the arbitral institution is Internastional Center of Settlement of Investment Dispute (ICSID). In Award of ICSID Case No. ARB / 11/13 Ravat Ali Rizvi, a British citizen, became the Plaintiff and Government of Indonesia became Defendant. Indonesia sued to ICSID forum for Plaintiff felt harmed by the actions against investment bailout, Bank Century. Defendants filed Preliminary Objections that ICSID is not authorized to decide disputes quo. Issues to be discussed is settlement of disputes quo under Indonesian law and application of the theory of choice of law.

The method used is a normative juridical research method by using several approaches issues include legislation approach, analytical approach, and the approach to the case. The data used is secondary data in the form of legislation, international arbitration ruling, libraries jurisprudence and scholarly articles. This paper describes the study of legal options in its Decision ICSID Case No. ARB / 11/13 does not stop when it has been the law that would be used, but also look at the issue of the introduction, qualification conflict, and the issue of public order after the verdict was issued.

The conclusion of this study is preliminary objection examination using Indonesian law, because the BIT RI-English has expressly opted Indonesian law applicable to the parties. A conflict between the plaintiff qualification, Defendant and the Council of Arbitrators in the introductory issue has clearly chosen though Indonesian law. This qualification conflicts lead to differing interpretations Foreign Investment areas under Indonesian law by the verdict of the Arbiter. Verdict of the arbitrator granted Defendants objected, namely case a quo outside the jurisdiction of ICSID.

1485118160D1E013097PENGARUH KONSENTRASI SARI LENGKUAS (Alpinia galanga) PADA PEMBUATAN TELUR ASIN TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS TELUR ASINPengaruh Konsentrasi Sari Lengkuas (Alpinia galanga) pada Pembuatan Telur Asin Terhadap Aktivitas Antioksidan dan Kadar Asam Lemak Bebas Telur Asin, pengambilan data telah dilaksanakan dari tanggal 23 Januari sampai 15 Februari 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsentrasi sari lengkuas (Alpinia galanga) untuk meningkatkan aktivitas antioksidan dan menurunkan kadar asam lemak bebas telur asin. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan pada penelitian ini dengan 4 perlakuan dan diulang 5 kali. Perlakuan yang diberikan yaitu P1 = 0%, P2 = 25%, P3 = 50%, P4 = 75%. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji lanjut ortogonal polinomial. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi sari lengkuas berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap aktivitas antioksidan dan kadar asam lemak bebas. Uji lanjut yang digunakan menunjukan perlakuan berpengaruh secara linier dengan persamaan Y = 3,44 + 31,35X dengan r = 0,99 dan r2 = 97,94% untuk aktivitas antioksidan dan Y = 1,03 - 0,2X dengan r = 0,94 dan r2 = 89,70% untuk kadar asam lemak bebas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konsentrasi sari lengkuas (Alpinia galanga) sampai 75% mampu meningkatkan aktivitas antioksidan dan menurunkan kadar asam lemak bebas telur asin.Effect of Concetration Galangale Juice (Alpinia galanga) on Antioxidant Activity and Free Fatty Acid Content at Salted Egg, The data was taken from January 23th till Fenruary 15th 2017. The purpose of this experiment to determine the best concetration of galangale juice (Alpinia galanga) to increase the antioxidant activity and decrease the free fatty acid content on salted egg. Randomized Complete Design was used in this experiment with 4 treatments and 5 repeated. The treatment were P1 = 0%, P2 = 25%, P3 = 50%, P4 = 75%. The data were analyzed by analysis of variance and to be continued with orthogonal polynomial test. The result of analysis showed that concetration of galangale juice significance effect (P<0,01) on antioxidant activity and free fatty acid content. Based on orthogonal polynomial test the treatment showed linear effect with equation Y = 3,44 + 31,35X with r = 0,99 and r2 = 97,94% for antioxidant activity and Y = 1,03 - 0,2X with r = 0,94 and r2 = 89,70% for free fatty acid content. The conclusion of the experiment show that concetration of galangale juice (Alpinia galanga) till 75% can increase the antioxidant activity and the decrease of free fatty acid content in salted egg.
1485218164A1L013189KAJIAN APLIKASI METABOLIT SEKUNDER DUA ISOLAT Pseudomonas fluorescens TERHADAP PENYAKIT KUNING PADA TANAMAN LADAPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji keefektifan metabolit sekunder dua isolat P. fluorescens isolat P60 dan P20 terhadap penyakit kuning dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan serta kandungan senyawa fenol pada tanaman lada. Penelitian telah dilaksanakan pada pertanaman lada endemik penyakit kuning di Dusun Kleben, Desa Sidorejo, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Yogyakarta dan Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Oktober 2016 sampai Desember 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 6 ulangan dan 4 perlakuan yang terdiri atas kontrol, metabolit sekunder P. fluorescens isolat P60, metabolit sekunder P. fluorescens isolat P20, metabolit sekunder P. fluorescens isolat gabungan P60 dan P20. Variabel yang diamati adalah kejadian penyakit, jumlah daun sehat, jumlah daun sakit, pertambahan daun, dan analisis senyawa fenol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan menggunakan metabolit sekunder P. fluorescens P60, P20 dan gabungan mampu menekan kejadian penyakit di akhir masing-masing 15,59; 21,06, dan 16,58%. Namum, perlakuan belum mampu menekan jumlah daun sakit, meningkatkan pertambahan daun dan jumlah daun sehat. Perlakuan metabolit sekunder P. fluorescens mampu meningkatkan kandungan senyawa fenol (saponin, tanin, dan glikosida) pada tanaman lada.

This research aimed to study the effectiveness of secondary metabolites derived from Pseudomonas fluorescens isolates (P60 and P20) against the disease and their effect on the growth and phenolic compounds in the pepper crops. This research was carried out at the disease endemic pepper plant in the Kleben sub-village, Sidorejo Village, Godean, Sleman, Yogyakarta and the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from October up to December 2016. Randomized block design was used with six replicates and four treatments consisted of control, secondary metabolites of P. fluorescens P60 and P20 isolates, and their combination. Variables observed were disease intensity, number of healthy leaves, number of symptom leaves, additional leaf, and phenolic compounds analysis. Results of the research showed that the secondary metabolites of P. fluorescens P60 and P20 isolates and their combination could suppress the disease incidence respectively 15,59; 21,06, and 16,58%. The secondary metabolite could not suppress the number of symptom leaves, increase the addition of leaves, and the number of healthy leaves. All secondary metabolites could increase the phenolic compounds content (saponins, tannins, and glycosides) in pepper crops.

1485318165D1E013228PENGGUNAAN DEKOK DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) UNTUK TEAT DIPPING SAPI PERAH TERHADAP WAKTU REDUKTASE DAN KEASAMAN SUSUPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan dekok daun mengkudu untuk teat dipping sapi perah dalam menghambat kontaminasi mikroba terhadap waktu reduktase dan keasaman susu dan mengetahui persentase dekok daun mengkudu yang paling baik untuk digunakan sebagai teat dipping sapi perah. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah sapi perah laktasi 24 ekor, susu sapi perah 500 ml setiap ekor, daun mengkudu ± 300 gram, metyline blue, pp 1%, labu erlenmeyer, inkubator, tabung reaksi, buret dan statif, alumunium foil, kapas. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap. Perlakuan yang diuji yaitu P0 (larutan povine iodine 10%), P1 (dekok daun mengkudu 10%), P2 (dekok daun mengkudu 20%), dan P3 (dekok daun mengkudu 30%). Peubah yang diukur adalah waktu reduktase dan keasaman susu. Hasil penelitian didapatkan bahwa dekok daun mengkudu 20% mempunyai waktu reduktase terlama yakni 600 menit dan tingkat keasaman susu paling rendah yakni 0.16%. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa perlakuan yang diberikan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap waktu reduktase dan keasaman susu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan dekok daun mengkudu untuk teat dipping sapi perah sudah dalam taraf maksimum pada konsentrasi 20%.The aim of this research was to find out the effect of noni leaf decoction use for teat dipping dairy cattle to inhibit microbial contamination thus influenced time of reductase and acidility of milk, and to find out optimum percentage for teat dipping dairy cattle. The research method was experimental, using Completely Randomized Design (CRD). The material used in the research were 24 lactating dairy cattle, 500 ml milk of lactating dairy cattle, ± 300 gr noni leaf, metyline blue, pp 1%, incubator, alumunium foil, erlenmeyer, buret and statif. The variables were the levels of reductation time and milk acidity. The treatments used were P0 ( 10% povine iodine), P1 ( 10% noni leaf decoction , P2 ( 20% noni leaf decoction), dan P3 ( 30% noni leaf decoction). The results showed that 20% noni leaf decoction had the longest reductase time of 600 minutes and the lowest acidity of milk at 0.16%. Results of analysis variance showed that the treatments had highly significant effects (P <0.01) on time of reductase and acidity of milk. The use of 20% noni leaf decoction for the time of reductase and acidity of milk was the most optimum level.
1485418166D1E013238PENGGUNAAN DEKOK DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L) SEBAGAI TEAT DIPPING SAPI PERAH TERHADAP TOTAL MIKROBA DAN TOTAL SEL SOMATIK SUSUPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan dekok daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) sebagai teat dipping sapi perah terhadap total mikroba dan sel somatik susu.Penelitian menggunakan metode eksperimen. Materi yang digunakan adalah24 ekor sapi perah, iodin, dekok daun mengkudu, seperangkat alat untuk perhitungan total mikroba dan sel somatik susu. Rancanganpercobaan yang digunakan adalah Rancangan AcakLengkap dengan empat perlakuan dan enam ulangan.Perlakuan terdiri P0 (teat dipping dengan iodin 10%), P1 (teat dipping dengan dekok daun mengkudu 10%), P2 (teat dipping dengan dekok daun mengkudu 20%) dan P3 (teat dipping dengan dekok daun mengkudu 30%). Peubah yang diamati adalah total mikroba susu dan total sel somatik susu. Data diuji dengan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan teat dipping dengan dekok daun mengkudu (Morinda citrifolia L)berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap total mikroba dan total sel somatik susu. Hasil pengamatan rataan total mikroba susu adalah P0= 1,4 x 106 cfu/ml± 0,188, P1= 7,9 x 105 cfu/ml± 0,21, P2= 5,2 x 105 cfu/ml ± 0,16, P3= 1,7 x 106 cfu/mla ± 0,18. Hasil rataan pengamatan sel somatik susu adalah P0= 1,9 x 105 sel/ml± 10,3, P1= 1,8 x 105 sel/ml ± 16,0, P2= 1,5 x 105 sel/ml ± 19,0, P3= 2,0 x 105 sel/ml ± 21,6. Kesimpulan dari penelitian adalah penggunaan dekok daun mengkudu (Morinda citrifolia L) sebagai teat dipping sapi perah dapat menurunkan total mikroba susu sebesar 62,85% dan sel somatik susu sebesar 21,05%.The aim of this research was to know theappropriate of mengkudu leaf (Morinda citrifolia L.) extract for dairy cow teat dipping that effect the milk’s total microbes and somatic cell counts. The research method was experimental. The using 24 dairy cows, iodine, extract of mengkudu leaf and devices to measure the total microbes and somatic cell counts of the milk. The experimental design used was Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and six replications. The treatments consisted of P0 (teat dipping with 10% of iodine), P1 (teat dipping with 10% of mengkudu leaf extract), P2 (teat dipping with 20% of mengkudu leaf extract) and P3 (teat dipping with 30% of mengkudu leaf extract). The variables included total microbes and somatic cell counts of the milk. The data were tested by analysis of variance and continued by honestly significant difference test. The results showed that treatments of teat dippingwith mengkudu leaf (Morinda citrifolia L.) had highly significant affects (P<0,01) on the milk’s total microbes and somatic cell counts. The results of the observation showed that the average of milk’s total microbes for P0= 14 x 105 cfu/ml± 0,188, P1= 7,9 x 105 cfu/ml± 0,21, P2= 5,2 x 105 cfu/ml ± 0,16, P3= 17 x 105 cfu/mla ± 0,18. The results of the observation showed that the average of somatic cell counts for P0= 1,9 x 105 sel/ml± 10,3, P1= 1,8 x 105 sel/ml ± 16,0, P2= 1,5 x 105 sel/ml ± 19,0, P3= 2,0 x 105 sel/ml ± 21,6. In conclusions the use of mengkudu leaf extract as teat dipping can decrease the amount of total microbes and somatic cell counts in milk by 62,85% and 21,05%, respectively.
1485518167D1E013250KECERNAAN BAHAN KERING (KBK) DAN KECERNAAN BAHAN ORGANIK (KBO) DAUN NANGKA, DAUN LAMTORO, DAUN MENGKUDU DAN DAUN TURI SECARA IN-VITROPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh terhadap nilai kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik dan untuk mengetahui bahan yang paling optimal dan paling baik untuk digunakan sebagai pakan ternak ruminansia. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun turi, daun mengkudu, daun lamtoro, daun nangka, konsentrat yang terdiri dari pollard, bungkil kelapa, onggok, mineral, dedak padi, dan urea, serta cairan rumen sapi yang diperoleh dari Rumah Potong Hewan (RPH) Bantarwuni, Purwokerto. Penelitian menggunakan metode eksperimental secara in-vitro dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak (INMT). Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan terdiri dari (R1 = Daun Nangka 40% + Konsentrat 60%; R2 = Daun Lamtoro 40% + Konsentrat 60%; R3= Daun Mengkudu 40% + Konsentrat 60%; dan R4= Daun Turi 40% + Konsentrat 60%) dengan lima kali pengulangan. Peubah yang diamati yaitu kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Data dihitung menggunakan aljabar kemudian dianalisis menggunakan analisis variansi dan diuji lanjut dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian empat hijauan berdasarkan pada perhitungan aljabar menunjukkan rataan kecernaan bahan kering (KBK) adalah R1=22,04±7,32%, R2=33,22±1,97%, R3=33,22±3,31%, R4=43,46±4,26%. Rataan kecernaan bahan organik (KBO) adalah R1=26,32±7,23%, R2=34,12±1,82%, R3=35,96±3,19%, R4=46,32±4,86%. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,05) terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. The research aimed to know the values of dry matter digestibility and organic matter digestibility and to know the most optimal and the best feedstuffs to be used as ruminant feed. The materials of the research were leaf, noni leaf, lamtoro leaf, and jackfruit leaf, as well as concentrate comprised of pollard, coconut cake, cassava, minerals, rice bran and urea, and cow’s rumen fluid that was obtained from a slaughter house (RPH) in Bantarwuni, Purwokerto. The research used experimental method by in -vitro conducted at the laboratory of. The Research applied Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments consisted of (R1 = Jackfruit leaf 40% + Concentrate 60%; R2 = Lamtoro leaf 40% + Concentrate 60% ; R3= Noni leaf 40% + Concentrate 60%; and R4= Turi leaf 40% + Concentrate 60%) with five replicated. The observed variables namely Dry Matter Digestibility and Organic Matter Digestibility. The data were calculated using algebra and then analyzed using variance analysis and tested using honesty significant difference (HSD) test. The research Results of four leaf based on the calculation of the algebra shows the averages of Dry Matter Digestibility (DMD) is R1=22.04±7.23%, R2=33.22±1.97%, R3=33.22±3.31%, R4=43.46±4.26%. Average on Organic Matter Digestibility (OMD) were R1=26.32±7,23%, R2=34.12±1.82%, R3=35.96±3,19%, R4=46.32±4.86%. The results of the analysis of variance showed that the treatment affected the significantly (P<0.05) on Dry Matter Digestibility and Organic Matter Digestibility.
1485618168C1C013118PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN
PERBANKAN DENGAN EFEK MEDIASI KINERJA KEUANGAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
intellectual capital pada perusahaan perbankan dan efeknya terhadap kinerja
keuangan dengan menggunakan komponen Risk-Based Bank Rating (RBBR) dan
nilai perusahaan (PBV).
Populasi penelitian ini adalah seluruh bank yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia (BEI) tahun 2014-2015. Metode yang digunakan dalam menenmtukan
sampel adalah metode purposive sampling, sehingga diperoleh 66 sampel
perusahaan yang setiap tahunnya terdiri dari 33 perusahaan. Metode analisis yang
digunakan dalam penelitian ini adalah Partial Least Square (PLS).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1). Intellectual capital
berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. 2). Intellectual capital tidak
berpengaruh secara langsung terhadap nilai perusahaan. 3) Kinerja keuangan
berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. 4) Intellectual capital
berpengaruh secara tidak langsung terhadap nilai perusahaan melalui kinerja
keuangan. Berdasarkan hasil uji statistik, hanya rentabilitas yang diproksikan
dengan return on assets (ROA) yang mampu menggambarkan konstruk kinerja
keuangan dari dua komponen Risk-Based Bank Rating lainnya yaitu likuiditas
(LDR) dan permodalan (CAR).
The aims of this research is to analyze intellectual capital in banking
company and it effect on financial performance using the components of Risk-Based
Bank Rating (RBBR) and Company Value (PBV). Term of population in this
research is banking companies registered in Indonesian Stock Exchange (IDX)
entirely, period 2014-2015. The research used purposive sampling with 66
companies sampel which consist of 33 banking companies per year, with data
analysis used Partial Least Squre (PLS). The result showed that:1). Intellectual
capital affect on financial performance significantly, 2).Intellectual Capital didn’t
affect directly on company value, 3) Financial performance affect on company
value significantly, 4). Intelectual capital affect on company value indirectly pass
to financial performance. Based on statistical analysis, rentability had been proxied
to the return on asset (ROA) only, enable to describe of financial performance
construction of two others component of Risk-Based Rating namely liquidity (LDR)
dan capital (CAR).
1485718169A1C012044ANALISIS TITIK IMPAS MULTI PRODUK
(Studi Kasus Pada CV. Promindo Utama, Desa Losari Lor,
Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat)
CV. Promindo Utama adalah salah satu badan usaha yang bergerak di bidang produksi dan perdagangan hasil-hasil pengolahan produk pertanian seperti puree buah, jus buah-buahan, minuman nata de coco, minuman asam jawa. CV. Promindo Utama tidak hanya memproduksi satu produk saja tetapi ada beberapa produk yang diproduksi, sehingga diperlukan suatu analisis yang dapat digunakan untuk menghitung nilai titik impas dari masing-masing produk sehingga dapat diketahui tingkat penjualan yang harus dicapai agar perusahaan tidak mengalami kerugian melainkan dapat memperoleh keuntungan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menghitung besar biaya produksi, penerimaan total dan pendapatan bersih yang diperoleh dari produksi jus buah mangga gedong, puree buah, minuman nata de coco, dan minuman asam jawa di CV. Promindo Utama dan 2) menganalisis titik impas dari produksi jus buah mangga gedong, puree buah, minuman nata de coco, dan minuman asam jawa yang diproduksi CV. Promindo Utama.
Penelitian dilaksanakan di CV. Promindo Utama, Desa Losari Lor, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat pada tanggal 14 November sampai 10 Desember 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pemilihan tempat dilakukan secara sengaja (purposive). Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan, dan pendapatan, analisis peramalan, dan analisis titik impas multi produk.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) total biaya produksi yang dikeluarkan oleh CV. Promindo Utama adalah sebesar Rp2.358.416.858,00, total penerimaan yang diperoleh CV. Promindo Utama adalah sebesar Rp2.472.500.000,00 dan pendapatan bersih atau keuntungan yang didapatkan oleh CV. Promindo Utama adalah sebesar Rp114.083.142,00, 2) Nilai titik impas multi produk pada CV. Promindo Utama adalah sebesar Rp1.674.420.569,00 dengan biaya tetap sebesar Rp331.240.783,00 dan nilai kontribusi tertimbang yang diperoleh adalah 0,199718983, dengan nilai titik impas untuk masing-masing produk adalah nilai titik impas untuk jus mangga gedong sebesar Rp155.477.337,00, nilai titik impas untuk puree mangga arumanis sebesar Rp79.967.161,00, nilai titik impas untuk puree mangga gedong Rp147.156.616,00, nilai titik impas untuk puree sirsak sebesar Rp57.098.104,00, nilai titik impas untuk puree jambu biji merah sebesar Rp47.992.466,00, nilai titik impas untuk puree lemon sebesar Rp349.013.995,00, nilai titik impas untuk puree nanas sebesar Rp5.856.449,00, dan nilai titik impas untuk minuman nata de coco dan minuman asam jawa sebesar Rp775.643.443,00 dan Rp57.105.407,00.
CV. Promindo Utama is one of the main business entities engaged in the production and the results of the processing trade of agricultural products such as fruit juice, fruit puree, nata de coco drinks and tamarind drinks. CV Promindo Utama not only producing one product but there are some products that are produced, so required an analysis that can be used to calculate the break-even value of each product so that it can be known the level of sales to be achieved so that the company suffered no losses but can earn a profit. This research aimed to 1) calculate the cost of production, revenues and net income earned from the production of mango gedong fruit juice, fruit puree, nata de coco drinks, and tamarind drinks in CV Promindo Utama and 2) analyze the break-even production of mango gedong fruit juice, fruit puree, nata de coco drinks, and tamarind drinks produced by CV Promindo.
The research was carried out in CV Promindo Utama, Losari Lor Village, District Losari, Cirebon Regency, West Java, on November 14th until December 10th 2016. Research methods used are case studies. The selection of the place done deliberately (purposive). Analytical methods used are cost analysis, acceptance, and revenue analysis, forecasting, and analysis of the breakeven multi product.
The results showed that 1) total production cost incurred by CV Promindo Utama is Rp2.358.416.858,00, total receipts gained CV. Promindo Utama is Rp2.472.500.000,00 and net income or profit earned by CV Promindo Utama is Rp114.083.142,00, 2) value of break-even multi product on CV Promindo Utama is Rp1.674.420.569,00 with fixed costs is Rp331.240.783,00 and value weighted contributions obtained is 0.199718983, with a value of break-even for those products are Value break-even for mango juice gedong is Rp155.477.337,00, the value of break-even to puree the mango arumanis is Rp79.967.161,00, the value of break-even to puree mango gedong is Rp147.156.616,00, the value of break-even to soursop puree is Rp57.098.104,00, the value of break even for guava puree red is Rp47.992.466,00, the value of break even for the lemon puree is Rp349.013.995,00, the value of break-even to pineapple puree is Rp5.856.449,00, and the value of break-even for nata de coco drinks and tamarind drinks are Rp775.643.443,00 and Rp57.105.407,00.
1485818170A1L109006KAJIAN PEMBERIAN PUPUK N-ZEOLIT-SR TERHADAP SERAPAN NITROGEN DAN HASIL PADI SAWAH PADA TANAH INCEPTISOLPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh pemberian pupuk N-ZEOLIT-SR dan varietas padi serta interaksinya terhadap pertumbuhan, serapan unsur hara N dalam tanaman dan hasil tanaman padi sawah (2) menentukan takaran pupuk N-ZEOLIT-SR yang tepat bagi pertumbuhan padi sawah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Split-Plot. Faktor pertama sebagai mainplot adalah varietas padi sawah, yaitu Inpari-13 (V1) dan Ciherang (V2). Faktor kedua sebagai subplot terdiri atas takaran pupuk N-ZEOLIT-SR (N). Pupuk N-ZEOLIT-SR memiliki dua komposisi, yaitu K1 dan K2. Komposisi pupuk K1 menggunakan zeolit lolos saringan 100 mesh dengan diameter butir pupuk 4-5 mm. Komposisi pupuk K2 menggunakan zeolit lolos saringan 60 mesh dengan diameter pupuk 1-2 mm. Takaran pupuk N-ZEOLIT-SR terdiri dari enam aras yaitu: 0; 2,69; 5,38; 8,06; 10,75 dan 13,43 g N/polibag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian takaran pupuk berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah anakkan produktif, panjang malai, bobot kering tanaman, jumlah gabah bernas, bobot kering 1000 gabah dan bobot kering gabah bernas serta terdapat interaksi antara takaran pupuk N-ZEOLIT-SR dengan varietas padi sawah terhadap variabel bobot kering tanaman dan bobot kering gabah bernas.The objectives of this research were to determine: (1) the effect of N-ZEOLITE-SR fertilizer and variety of paddy and interaction to growth, absorption of nitrogen nutrition in plant and result of paddy rice (2) determine dosage of N-ZEOLITE-SR fertilizer to growth of paddy rice. The experiment was laid out using a Split-Plot design. The first factor as a variety of paddy rice a mainplot (K1). The second factor as subplot that is dosage of N-ZEOLITE-SR fertilizer (N). The N-ZEOLITE-SR fertilizier consisted of two compositions, K1 and K2. Compotition K1 fertilizier used zeolite passing through a 100-mesh sieve with a diameter of 4-5 mm fertilizier. Compotition K2 fertilizier used zeolite passing through a 60-mesh sieve with a diameter 0f 1-2 mm fertilizier. N-ZEOLITE-SR fertilizier consists of six a limits, 0; 2.69; 5.38; 8.06; 10.74 and 13.43 g N/polybag. The results showed that the levels of fertilizier significantly affects plant height, numbers of productive tillers, panicles length, dry weight of plant, numbers of unhulled rice full, the weight of 1000 seeds, the dry weight of unhulled rice full, there is interaction between levels of fertilizier N-ZEOLITE-SR with varieties of paddy on dry weight of plant and the dry weight of unhulled rice full variable.
1485918171G1A013037HUbungan Status Kepesertaan JKN dengan Status Kesehatan Peserta JKN di Puskesmas Purwokerto SelatanAngka kesakitan dapat menggambarkan status kesehatan penduduk secara umum, status kesehatan dipengaruhi oleh beberapa faktor internal yaitu genetik, dan faktor eksternal yaitu budaya, agama, pendapatan, pekerjaan, sosiodemografi, dan pelayanan kesehatan. Status kepesertaan JKN (PBI dan bukan PBI) termasuk dalam faktor pelayanan kesehatan yang dapat mempengaruhi status kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status kepesertaan JKN dengan status kesehatan peserta JKN di Puskesmas Purwokerto Selatan. Penelitian menggunakan rancangan penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Subjek penelitian terdiri dari 110 peserta JKN di Puskesmas Purwokerto Selatan. Data status kepesertaan diperoleh melalui pendaftaran dan kartu JKN, status kesehatan diperoleh melalui pengisian Kuesioner SF-36. Analisis statistik dilakukan secara bertahap yaitu, analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji chi-square, analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik. Analisis univariat menunjukkan status kepesertaan JKN PBI lebih banyak (60,9%), tidak bekerja (60,9), menikah (91,8%), agama muslim (99,1%), jenis kelamin perempuan (83,6%), usia dewasa (63,6%), suku jawa (97,3%), <UMK (64,5%), dan pendidikan rendah (60,9%). Analisi bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna status kepesertaan JKN dengan status kesehatan peserta JKN (p=0,474). Analisis multivariat menunjukkan variabel yang berpeluang mempengaruhi status kesehatan adalah usia (OR=20,400, 95% CI=4,352-95,663, p=0,00). Kesimpulannya adalah tidak terdapat hubungan bermakna status kepesertaan JKN dengan status kesehatan peserta JKN di Puskesmas Purwokerto Selatan.
Kata Kunci : Status Kepesertaan, Status Kesehatan, JKN
Morbidity can describe the health status of the general population, health status is influenced by internal factors are genetic, and external factors, are culture, religion, income, employment, sociodemographic, and health services. JKN membership status (PBI and not PBI) is included in the health service factors that can affect the health status. The aim of this study to determined the association of JKN membership status with the health status of JKN membership in South Purwokerto Health Center. This research used an analytic observational research with cross sectional design. Subject consisted of 110 members of JKN in the South Purwokerto Health Center. The membership status of JKN was obtained from the registration and JKN card, health status of jkn members was obtained from the responses of SF-36 questionnaire. Statistical analysis was done gradually, univariate analysis, bivariate analysis using chi-square test, multivariate analysis using logistic regression test. The Univariate analysis showed that members status of PBI are more (60.9%), unemployment (60.9%), married (91.8%), Muslim religion (99.1%), female (83.6%) , age of consent (63.6%), Java rate (97.3%), <UMK (64.5%), and low education (60.9%). The bivariate analysis showed that JKN membership status with the health status of JKN pmembers in South Purwokerto Health Center had no significant relatonship (p=0,74). Multivariate analysis showed that age likely to affect the health status (OR = 20,400, 95% CI = 4.352 to 95.663, p = 0.00). Our result segested that thereis no significant relationship of JKN membership status with the health status of JKN members in South Purwokerto Health Center.
Keywords : Membership Status, Health Status, JKN
1486018172G1A013059PERBEDAAN KADAR SOLUBLE FMS LIKE TYROSIN KINASE-1 (sFlt-1) PADA KEHAMILAN PREEKLAMSIA DAN KEHAMILAN NORMOTENSIF
DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO
Latar belakang. Preeklamsia merupakan sindrom obstetri yang mempengaruhi 5-10% wanita hamil dan menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas maternal maupun perinatal di negara berkembang. Ketidakseimbangan faktor angiogenik khususnya antiangiogenik (sFlt-1) memiliki peranan penting terhadap kejadian preeklamsia.
Tujuan. Untuk mengetahui perbedaan kadar sFlt-1 pada pasien preeklamsia dan pasien dengan kehamilan normotensif serta hubungannya dengan tekanan darah dan proteinuria.
Metode Penelitian. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah pasien dengan preeklamsia sebanyak 18 subjek dan pasien dengan kehamilan normotensif sebanyak 19 subjek. Analisis statistik menggunakan uji Mann Whitney, ROC, dan Rank Spearman.
Hasil Penelitian. Subjek penelitian menunjukan rerata kadar sFlt-1 pada preeklamsia 11,56 ng/mL dan rerata kadar sFlt-1 pada kehamilan normotensif 7,21 ng/mL. Analisis bivariat kadar sFlt-1 pada kedua kelompok menunjukan perbedaan yang signifikan (p=0,021;Z=-2,311). Cut off point pada kehamilan preeklamsia yaitu 7,71 ng/mL. Terdapat hubungan positif sFlt-1 dengan tekanan darah sistolik (p=0,001;r=0,514). Terdapat hubungan positif sFlt-1 dengan tekanan darah diastolik (p=0,008;r=0,427). Terdapat hubungan positif sFlt-1 dengan proteinuria (p=0,02;r=0,628).
Kesimpulan. Terdapat perbedaan bermakna kadar sFlt-1 pada preeklamsia dan kehamilan normotensif . Terdapat hubungan bermakna antara kadar sFlt-1 dengan tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, dan proteinuria.
Background. Preeclampsia is a syndrome that affects 5-10% of obstetric pregnant woman and causes of morbidity and maternal and perinatal mortality in developing countries. The imbalance of angiogenic factors in particular antiangiogenic (sFlt-1) has an important role on the incidence of preeclampsia
Objectives. To determine differences in levels of sFlt-1 in patients with preeclampsia and patients with normotensive pregnancies and its association with blood pressure and proteinuria.
Methods. The study design was used cross sectional. Subjects were patients with preeclampsia were 18 subjects and patients with normotensive pregnancies as many as 19 subjects. Statistical analysis was used Mann Whitney test, ROC, and Spearman Rank.
Result. The subject of research showed the average levels of sFlt-1 in preeclampsia 11.56 ng/mL and the average levels of sFlt-1 in normotensive pregnancies 7.21 ng/mL. Bivariate analyzes levels of sFlt-1 in both groups showed a significant difference (p=0,021;Z=-2,311). Cut off point of preeklamsia pregnancies was 7,71 ng/mL. There was a positive association sFlt-1 with systolic blood pressure (p=0,001;r=0,514). There was a positive association sFlt-1 with diastolic blood pressure (p=0,008;r=0,427). There was a positive association sFlt-1 with proteinuria (p=0,02;r=0,628).
Coclusions. There were significant differences in the levels of sFlt-1 in preeclampsia and normotensive pregnancies. There was a significant relationship between the levels of sFlt-1 with systolic blood pressure, diastolic blood pressure, proteinuria.