Artikelilmiahs

Menampilkan 14.821-14.840 dari 49.719 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1482118136E1A013115OPERASI TANGKAP TANGAN OLEH KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI
(Studi Kasus Tindak Pidana Suap Kasubdit Mahkamah Agung)
Operasi Tangkap Tangan (OTT) merupakan strategi yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengungkap terjadinya tindak pidana suap. Berawal dari suatu penyadapan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai bukti permulaan untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana suap atau korupsi, lalu melakukan operasi tangkap tangan untuk menangkap pelaku. Sebagai contoh kasus operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK terhadap Kasubdit Mahkamah Agung, Andri Tristianto Sutrisna.
Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui implementasi operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK terhadap kasus tindak pidana suap Kasubdit Mahkamah Agung dan Untuk mengetahui operasi tangkap tangan yang di lakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi bertentangan atau tidak dengan Asas Praduga Tak Bersalah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif dan menggunakan bahan hukum sekunder dan primer. Implementasi operasi tangkap tangan oleh KPK pada kasus ini telah sesuai dengan prosedur internal yang diterbitkan oleh KPK dan juga telah sesuai dengan pengaturan yang ada pada KUHAP. Berkaitan dengan asas praduga tak bersalah, operasi tangkap tangan tidaklah bertentangan dengan asas tersebut karena teknik penyadapan yang dilakukan oleh KPK dijadikan sebagai bukti permulaan dan tidak bertentangan dengan peraturan yang ada dan juga dilakukan tanpa menyalahkan pelaku.

Kata Kunci: Operasi Tangkap Tangan, Komisi Pemberantasan Korupsi.
Sting operation (OTT) is strategy undertaken by The Corruption Eradication Commission (KPK) to revealing criminal acts of bribery. Starting from wiretapping conducted by KPK sting operation to arrest the perpetrator. For the example cases of sting operation conducted by KPK against chief of the sub-directorate of appeals and special civil case second reviews at the Supreme Court, Andri Tristianto Sutrisna.
This study intends to determine the implementation sting operation by KPK against the crime of bribery cases chief of the sub-directorate of appeals and special civil case second reviews at the Supreme Court and to determine sting operation conducted by KPK has contradict or not with the principle presumption of innocence. The method used in this study was a juridical normative with research prescriptive specification, and used secondary law. Implementation of sting operation by KPK in this case in accordance with published internal procedure by KPKand also in accordance with the existing arrangements in KUHAP. In connection with the presumption of innocence, sting operation do not contradict with this principle because the tapping technique carried out by KPK are serve as preliminary evidence and does not conflict with existing legislation and also do without blaming the perpetrator.

Keywords: Sting Operation, The Corruption Eradication Commission
1482218137A1C109014Analisis Marjin Pemasaran Kentang ( Solanum Tuberosum.L ) Asal Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes. Kecamatan Paguyangan merupakan daerah sentra penghasil Kentang di Kabupaten Brebes, meskipun demikian para petani Kentang di Kecamatan Paguyangan belum mendapatkan keuntungan secara maksimal karena adanya perbedaan harga di tingkat produsen dengan harga di tingkat akhir konsumen yang relatif tinggi, sedangkan saluran pemasarannya relatif pendek. Ttujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui marjin pemasaran kentang pada setiap saluran pemasaran di Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes. (2) Mengetahui besarnya bagian harga yang diterima oleh petani (farmer`s share) (3) Mengetahui besarnya profit margin yang diterima oleh masing-masing pedagang pada setiap saluran pemasaran.
Penelitian dilakukan di Desa Pandansari, dan Dusun Taman, Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes dan dilaksanakan pada bulan Mei 2016 – Juni 2016. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei penentuan responden petani dengan metode simple random sampling dan untuk pedagang dengan metode snowball sampling. Jumlah responden petani sebanyak 58 orang dan jumlah pedagang yang dijadikan sampel sebanyak 19 orang yang terdiri dari, 7 tengkulak desa, 3 pedagang besar, 4 tengkulak pasar, 5 pedagang pengecer,
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Marjin pemasaran Kentang di Kecamatan Paguyangan di setiap saluran pemasaran yaitu: saluran I memiliki marjin pemasaran sebesar Rp 4,000,00/kg, saluran II sebesar Rp4,200,00/kg, saluran III sebesar Rp4,400,00/kg. Farmer’s share terbesar ada pada saluran pemasaran I sebesar 60 persen. Persentase keuntungan terbesar pada saluran pemasaran I sebesar 85.81 persen.
Paguyangan District is an area of potato production centers in Brebes, nevertheless Potato farmers in Brebes District have not benefited to the maximum because of the difference in prices at the producer level with the end consumer price level is relatively high, whereas relatively short marketing channels. Ttujuan this study were (1) Knowing the potato marketing margin on each marketing channel in District Paguyangan Brebes. (2) Determine the amount of part of the price received by farmers (farmer`s share) (3) Knowing the amount of profit margins earned by each merchant on every marketing channel.
The study was conducted in the village of Pandansari, and Hamlet Park, District Paguyangan Brebes and implemented in May 2016 - June 2016. The research was conducted by survey respondents determination farmers with simple random sampling method and for merchants with snowball sampling method. The number of respondents farmers as much as 58 and the number of traders who used a sample of 19 people consisting of 7 middleman village, three major traders, middlemen market 4, 5 retailers,
The results showed that the marketing margin Chips in District Paguyangan in each marketing channel, namely: channel I have a marketing margin of Rp 4,000,00 / kg, the second channel of Rp4,200,00 / kg, the third channel of Rp4,400,00 / kg , The farmer's share is on the first marketing channel by 60 percent. The largest percentage gain on the marketing channel I amounted to 85.81 percent.
1482318138E1A013247PERTANGGUNGJAWABAN AUSTRALIA ATAS PENCEMARAN
LAUT TIMOR AKIBAT TUMPAHAN MINYAK DI ANJUNGAN MINYAK LEPAS PANTAI MONTARA
Pengeboran minyak lepas pantai tidak dipungkiri dapat menimbulkan kerugian. Salah satu kasusnya yaitu yang terjadi di wilayah perairan Australia, sebuah sumur minyak bernama Montara meledak dan menimbulkan semburan liar yang mengakibatkan tumpahnya minyak mentah ke perairan Australia dan juga mencemari perairan Indonesia khususnya di wilayah Laut Timor, Nusa Tenggara Timur. Kerugian dialami oleh kedua negara, khususnya masyarakat pesisir pulau-pulau di sekitar Laut Timor mengalami kerugian di sektor perikanan, pembudidayaan rumput laut, dan pariwisata.
Indonesia dan Australia merupakan negara yang meratifikasi United Nations Conference on the Law of the Sea (UNCLOS) sehingga terikat dalam ketentuan di dalamnya, khususnya dalam ketentuan Pasal 194 ayat 4 yang pada intinya mengatur tentang kewajiban yang harus dijalankan oleh negara dalam menghindari, mengurangi, dan mengontrol pencemaran laut.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mekanisme dan bentuk pertanggungjawaban Australia atas pencemaran Laut Timor akibat tumpahan minyak dianjungan minyak lepas pantai Montara. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder didukung dengan data primer. Data yang terkumpul dianalisa menggunakan metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, mekanisme pertanggungjawaban Australia merujuk pada Pasal 279 UNCLOS 1982, yaitu diselesaikan melalui beberapa cara yang diatur dalam Pasal 33 ayat 1 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Adapun Legal Committee IMO berpendapat bahwa pemerintah Australia dan Indonesia dapat membuat perjanjian dalam hal merumuskan mekanisme pertanggungjawaban. Bentuk pertanggungjawaban dari Australia yaitu berupa reparasi sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 31 Draft International Law Commission tentang Responsibility of States for Internationally Wrongful Acts. Belum ada aturan yang komprehensif yang khusus mengatur tentang mekanisme maupun bentuk pertanggungjawaban negara dalam hal pencemaran yang diakibatkan oleh kegiatan pengeboran minyak lepas pantai.
Offshore oil drilling is no doubt can cause harm. One such case happened in Australian waters, a wellhead platform called Montara exploded and caused blowouts resulting in spillage of crude oil into the Australian waters and also pollute the Indonesian waters, particularly in the area of the Timor Sea, East Nusa Tenggara. Both countries suffered losses, particularly the coastal communities around the islands in Timor Sea which suffered losses in the various sector such as fisheries, seaweed farming, and tourism.
Indonesia and Australia are countries that ratified the United Nations Conference on the Law of the Sea (UNCLOS) that is bound in its provisions, especially in the provision of Article 194 paragraph 4 which basically regulates the obligations to be executed by the state to avoid, reduce, and control of marine pollution.
The purpose of this research is to determine the mechanisms and forms of Australia responsibility over the Timor Sea pollution caused by oil spills at offshore oil rigs Montara. This research uses normative juridical approach with descriptive research specifications. The data used are secondary data supported by primary data. The data are analyzed using qualitative normative method.
Based on the research results, the mechanism of Australia responsibility refers to Article 279 of UNCLOS 1982, that is resolved in some way set forth in Article 33 paragraph 1 of the Charter of the United Nations. The IMO Legal Committee found Australia and the Indonesian government can make arrangements in terms of formulating a responsibility mechanism. A form of Australia responsibility is in the form of reparations as stipulated in Article 31 of the Draft of the International Law Commission on Responsibility of States for Internationally Wrongful Acts. There are no comprehensive rules that specifically regulates the mechanisms and forms of state responsibility in terms of the pollution caused by offshore oil drilling activities.
1482418043A1H013024PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PANGAN LOKAL DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTAPangan lokal merupakan makanan segar dan belum diolah yang dihasilkan dan dijual di lingkungan kabupaten atau provinsi. Preferensi konsumen terhadap pangan lokal yaitu derajat kesukaan dan ketidaksukaan konsumen terhadap pangan lokal dan hal ini akan berpengaruh terhadap konsumsi pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap pangan lokal di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian bersifat kuantitatif dimana pengambilan data menggunakan teknik non-probability convenience sampling dengan total responden sebanyak 120 responden. Faktor analisis digunakan untuk mengidentifikasi preferensi konsumen terhadap pangan lokal di Daerah Istimewa Yogyakarta. Data diolah menggunakan SPSS v16. Tahapan pengolahan data meliputi : a) pengurangan data, b) perhitungan KMO, c) analisis communalities, d) total variance explained, e) factor matrix dan f) rotated factor marix. Hasil penelitian menunjukkan tujuh faktor yang mempengaruhi preferensi konsumen terhadap pangan lokal: a) Kesegaran, kesehatan dan kualitas pangan lokal, b) Mendukung ekonomi lokal melalui keaslian produk, c) Keluarga terbiasa memakan pangan lokal yang mudah diolah, d) warna menarik serta rasa yang enak dan tidak menggunakan kemasan, e) Kemudahan mendapatkan pangan lokal dengan harga murah, f) Promosi tentang pangan lokal, g) Pengalaman membeli pangan lokal dengan rasa yang enak dan kualitas bagus. Total varians yang dihasilkan dari ke 7 faktor diatas untuk menjelaskan preferensi konsumen terhadap pangan lokal adalah 70,560%.Local food is unprocessed food produced and sold in the neighborhood district or province. Consumer preferences towards local food is defined as the degree of consumers likelihood to local food and that affect on food consumption. The purpose of this research is to know the consumer preferences to local food in Yogyakarta. The research employed quantitative technique and data was collected using non-probability convenience sampling. A total of 120 respondents completed the questionnaire. Factor analysis was used to identify consumer preferences towards local food in the special region of Yogyakarta. The data was processed using SPSS v16. Stages of the data processing include: a) data reduction, b) KMO calculation, c) analysis communalities, d) total variance explained, e) factor matrix and f) rotated factor matrix. The results showed that seven factors influence consumer preferences towards local food that are: a) freshness, health and quality food local, b) Support local economies through the authenticity of products, c) Family are accustomed to consuming local food that is easily processed, d) attractive colors as well as good flavors and not use packaging, e) the ease of getting local food at cheap prices, f) the promotion of local food, g) local food buying experience with delicacy and good quality. Total variance explained consumer preferences of local food from all 7 factor is 70,560%.
1482518139E1A013223TANGGUNG JAWAB NEGARA DALAM TINDAKAN AGRESI MENURUT HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL
(Studi tentang Kasus Agresi Israel ke Lebanon Tahun 2006)
ABSTRAK

Agresi Israel ke Lebanon tahun 2006 berlangsung selama 34 hari dan mengakibatkan kerugian yang besar bagi kedua negara. Tangggung jawab negara timbul dalam hal negara itu merugikan negara lain. Pertanggungjawaban negara dibatasi atas perbuatan yang melanggar hukum internasional saja. Agresi merupakan pelanggaran hukum internasional karena agresi digolongkan sebagai kejahatan paling serius pada Statuta Roma Tahun 1999 tentang Mahkamah Pidana Internasional. Tanggung jawab negara Israel dibebankan akibat agresi yang melanggar hukum internasional dan menimbulkan kerugian yang besar.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tanggung jawab negara Israel yang melakukan agresinya terhadap Lebanon pada tahun 2006. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder, selanjutnya data tersebut diolah dan disajikan dalam bentuk naratif. Analisa yang digunakan adalah normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Israel belum melakukan apapun sebagai wujud tanggung jawabnya terhadap agresi ke Israel tahun 2006. Sesuai Pasal 91 Protokol Tambahan I tahun 1977 mengenai pertanggungjawaban, Israel dapat dikenakan ganti rugi dan harus bertanggung jawab atas semua tindakan yang dilakukan. Agresi Israel ke Lebanon menimbulkan banyak korban, maka seharusnya Israel bertanggung jawab memberi ganti rugi untuk para korban yang menderita pada saat agresi terjadi sehingga dapat dijadikan acuan bagi negara lain yang melakukan hal yang sama.

Kata Kunci: tanggung jawab negara, agresi, kerugian
ABSTRACT


Israeli aggression on Lebanon in 2006 lasted 34 days and resulted in large losses for both countries. State responsibilities arise in terms of the country harm other country. State responsibility is limited for acts that only violate international law. Aggression is a violation of international law because aggression is classified as the most serious crimes based on Rome Statute of 1999 on the International Criminal Court. Israel state responsibility is charged as a result of aggression in violation of international law and cause great harm.
The purpose of this research is to determine the responsibility of the state of Israel by its aggression against Lebanon in 2006. This research uses normative juridical approach. The data used is secondary data, then the data is processed and presented in a narrative form. The analysis used is qualitative normative.
The results showed that Israel did not do anything as a manifestation of its responsibility for the aggression to Israel in 2006. In accordance with Article 91 of Additional Protocol I of 1977 on responsibility, Israel is liable to compensation and shall be responsible for all actions taken. Israeli aggression on Lebanon caused many casualties, then Israel should be responsible to give compensation to the victims who suffered during the aggression occurs so that it can be used as reference for other countries to do the same.

Keywords: state responsibility, aggression, harm
1482618140H1E010034PENGARUH TEMPERATUR SINTERING TERHADAP STRUKTUR, SIFAT MAGNET ANISOTROPI, DAN ABSORPSI GELOMBANG MIKRO MANGANESE FERRITEPasir besi merupakan sumber daya alam yang melimpah di Indonesia. Sayangnya saat ini pemanfaatan pasir besi masih kurang efektif karena dimanfaatkan dalam keadaan mentah. Pembuatan magnet anisotropi manganese ferrite dilakukan untuk menentukan pengaruh temperatur sintering terhadap struktur dan sifat-sifat magnetik, dan mengetahui kemampuan bahan manganese ferrite dalam menyerap gelombang mikro. Metode yang digunakan yaitu metode reaksi padatan (solid state reaction). Bahan utama yang digunakan adalah Fe2O3 dengan dopping MnO2. Metode ini terdiri dari proses pencampuran dengan cara milling selama 20 menit, pemadatan dengan tekanan 1 ton dalam kondisi pengaruh medan magnet 6000 Gauss, dan sintering pada suhu 900, 1000, dan 1100 ˚C selama 3 jam. Karakterisasi yang dilakukan meliputi karakterisasi XRD (X-Ray Diffraction), VSM (Vibrating Sample Magnetometer), VNA (Vector Network Analizer). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi temperatur sintering pada MnO2Fe2O3 mengakibatkan perubahan Struktur mikro dan ukuran partikel. Fasa berubah seiring dengan meningkatnya temperatur sintering. Struktur MnO2Fe2O3 terdapat pada suhu 1100°C. Sifat magnet yang meliputi nilai magnetisasi saturasi (M_s), dan magnetisasi remanen (M_r) meningkat, sedangkan nilai medan koersivitas (H_c) menurun seiring seiring dengan meningkatnya temperatur sintering. Performa serapan gelombang mikro menurun seiring dengan miningkatnya fasa MnO2Fe2O3.The Iron sand is a natural resource which is abundant in Indonesia. Currently, the iron sand didn’t bring more profit because of the utilization still in raw condition. The magnetic anisotropic material Manganese ferrite made to determine the Sintering temperature dependence towards their Structure and magnetic properties, also to perform the ability of manganese ferrite to absorb the Microwave. The method uses Solid state reaction with main substance is Fe¬2O3 dopped MnO2. The experiment Consist of 20 minutes milling, 1 ton compaction within magnetic field 6000 Gauss. Finally, the Sintering varied by 3 temperatures 900, 1000, and 1100 ˚C during 3 hours respectively. X-Ray Difraction, VSM and VNA used to characterize the sample. The variation of Sintering Temperature makes a change in MnO2Fe2O3 causing the change of Micro structure and particle size. Increasing sintering temperature makes changes in phase, the magnetic saturation (Ms) and Magnetic Remanence (MR) increase meanwhile the Field Coercivity (Hc) and Microwave absorbtion decrease. The structure of MnO2Fe2O3 detected at 1100 C.
1482718141A1C112003Analisis Risiko Usaha Budidaya Ayam Broiler dengan Pola Kemitraan Inti Plasma di Desa Kebumen Kecamatan Baturaden Kabupaten BanyumasAyam broiler merupakan salah satu komoditas ternak yang berperan sebagai sumber protein hewani yang memiliki berbagai keunggulan, antara lain masa produksi yang relatif pendek, produktivitas tinggi, harga relatif murah dan permintaan daging ayam yang semakin meningkat seiring dengan kesadaran akan pentingnya gizi bagi masyarakat. Desa Kebumen merupakan salah satu desa yang masyarakatnya sebagian besar membudidayakan ayam broiler dengan pola kemitraan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis pendapatan yang mampu diterima oleh peternak mitra, 2) mengidentifikasi sumber-sumber risiko produksi, 3) menganalisis risiko produksi pada budidaya ayam broiler yang bermitra di Desa Kebumen. Penelitian dilakukan pada bulan November sampai dengan Januari 2017. Penentuan responden menggunakan metode judgemental sampling dengan jumlah responden sebanyak 4 orang. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan keuntungan, analisis risiko, dan distribusi poisson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Keuntungan terbesar diterima oleh Bapak Suwito sebesar Rp. 59.532.526/tahun dengan kapasitas produksi 12.000 ekor/periode dan total biaya sebesar Rp. 440.920.618/tahun, keuntungan terendah diterima oleh Bapak Agus sebesar Rp. 26.049.879/tahun dengan kapasitas produksi 6.000 ekor/periode dan total biaya sebesar Rp. 210.432.074/tahun. Keuntungan per kilogram ayam broiler terbesar diperoleh oleh Bapak Rahmat sebesar Rp. 3.627/kg ayam broiler dan kuntungan terendah diperoleh oleh Bapak Bambang sebesar Rp. 1.315/kg ayam broiler, 2) Terdapat lima jenis sumber risiko produksi pada peternakan ayam broiler pola kemitraan di Desa Kebumen yaitu cuaca, penyakit, afkir, fluktuasi harga ayam broiler dan FCR yang melebihi standar, 3) Berdasarkan analisis distribusi poisson nilai probabilitas sukses 1 kali produksi tertinggi diperoleh oleh peternak mitra CIA yaitu Bapak Rahmat sebesar 27% dan nilai probabilitas sukses 1 kali produksi terendah diperoleh oleh peternak mitra Ciomas yaitu Bapak Agus sebesar 15%.
Broiler chicken is one of the livestock commodities that serve as a source of animal protein that has many advantages, including relatively short production period, high productivity, relatively cheap prices and demand for chicken meat has increased along with awareness of the importance of nutrition for the community. Kebumen village is a village where people mostly cultivate broiler with partnership. This research aims to: 1) analyzing the income received by farmers who are able to partner, 2) identify the sources of production risk, 3) analyze the risks of production on broiler farming partnered in the village of Kebumen. The research was conducted in November to January 2017. The determination of the respondents using the judgemental sampling method by the number of respondents was 4. Data were collected by observation and interview using a questionnaire. The analysis that used was analysis of profit, risk analysis, and poisson distribution. The result showed that: (1) The largest profit obtained by Mr. Suwito of Rp. 59.532.526 with a production capacity 12.000 per period and total cost of Rp. 440.920.618 the lowest profit obtained by Mr. Agus of Rp. 26.049.879 with a production capacity 6.000 per period and total cost of Rp. 210.432.074, with the largest profit per kilogram broiler obtained by Mr. Rahmat of Rp. 3.627/kg and the lowest profit obtained by Mr. Bambang of Rp. 1.315/kg, (2) There are five types of sources production risk in broiler chicken farms in the Kebumen village partnership that is weather, disease, cast off, price fluctuations of broiler chicken and FCR exceed of standard, (3) Based on the calculation probability succes for 1 time of the highest scores of poisson were obtained farmers CIA partners Mr. Rahmat is 27% and the lowest value was obtained by the farmer of Ciomas partnership, Mr. Agus is 15%.
1482818143A1L012173RESPON BUNGA SEDAP MALAM (Polianthes tuberosa) TERHADAP PENGARUH PERENDAMAN DAN KONSENTRASI LARUTAN PEWARNAABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui pengaruh pewarnaan terhadap kualitas dan masa pajang bunga sedap malam ,(2) mengetahui lama waktu perendaman optimum untuk pewarna merah pada bunga potong sedap malam dan (3) mengetahui konsentrasi pewarna makanan cair terbaik untuk pewarnaan bunga potong sedap malam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial, dengan tiga kali ulangan yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi larutan yaitu : 0 ml, 30 ml, 60 ml, 90 ml. Faktor kedua adalah lama perendaman yaitu : 2 jam, 6 jam, 8 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh konsentrasi berpengaruh sangat nyata terhadap volume larutan peraga terserap, daun layu, serta bunga layu. Pengaruh lama perendaman berpengaruh nyata terhadap volume larutan peraga terserap dan presentase bunga layu pada 7 hsp. Lama waktu perendaman umumnya mempengaruhi pembentukan warna tepi petal dan bercak. Semakin lama waktu perendaman jumlah bercak semakin banyak dan jelas, dan warna tepi petal semakin tebal. Perlakuan komposisi larutan pulsing dengan penambahan larutan pewarna 60 ml memberikan respon warna bunga terbaik
This research aims to : (1) determine the effect of coloring against quality and vase life of sedap malam flower. (2) determine the length of the optimum submersion time for the red dye on sedap malam cut flower and (3) determine the best concentration of dye solution for dyeing sedap malam cut flower. This research held for one month from October until November 2016. This research used Completely Randomized Design (RAL) factorial, with three replications consisting of two factors. The first factor was the concentration of solutions : 0,30,60,and 90ml. The second factor was submersion times : 2,6,and 8hours. The results showed that concentration significantly affected the volume of solution absorbed, as well as the leaves wilt. Submersion time significantly affected the volume of solution absorbed and percentage of wilt flowers at day 7. The longer time used for submergence, the amount of spotting more and clearer, and the edge of the petal colors clearer. The tretament of pulsing solution composition with the addition of 60 ml dye solution provided the best flower color.
1482918144D1E013227PENGARUH LAMA SIMPAN TERHADAP KADAR AIR, SUSUT MASAK DAN pH DAGING AYAM BROILER YANG DIRENDAM AIR DINGIN (5 - 10 C)Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh lama simpan terhadap kadar air, nilai pH dan susut masak daging yang direndam dalan air dingin 5 - 100C. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah karkas daging ayam broiler bagian dada dan air dingin dengan suhu 5 - 100C. Penelitian menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL), 4 perlakuan perendaman daging ayam broiler dalam air dingin 5 - 100C yang disimpan 0 (R1); 4 (R2), 8 (R3) dan 12 jam (R4) dan setiap perlakuan diulang 5 kali. variabel yang diukur meliputi kadar air, nilai pH dan susut masak. Data diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji orthogonal polynomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lama simpan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar air dan nilai pH dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap susut masak daging. Uji orthogonal polinomial menunjukkan hubungan linear antara lama simpan dan kadar air dan nilai pH . Rataan kadar air daging adalah 74,68%; 74,57%; 73,80% dan 72,56%. Rataan nilai pH adalah 6,34; 6,10; 6,06 dan 6,02. Rataan susut masak adalah 34,114%; 34,796%; 35,056% dan 35,454%. Kesimpulan, semakin panjang lama simpan, maka kadar air dan nilai pH daging ayam semakin menurun. Namun semakin panjang lama simpan, susut masak daging ayam cenderung semakin meningkat.The purpose of the research was to know the effect of storage time on water content, pH value and cooking loss of broiler chicken meat soaked in cold water 5 - 100C. The material used in the research was breast of carcass broiler chicken meat and cold water with a temperature of 5 - 100C. This research used experimental method by completely randomized design, the treatment soaked of broiler meat in cold water 5 - 100C was saved at 0 (R1); 4 ( R2); 8 (R3) and 12 hours (R4) with 5 replication. variabels measured were water content, pH values and cooking loss. Data were analyzed by using analysis of variance and followed by orthogonal polynomial test. The results showed that storage time has significant (P<0.05) effects on water content and the pH value but has no significant effects (P>0.05) on cooking losses Orthogonal polynomial test showed a linear relationship between storage time and water content and pH value. The average of water content 74.68%; 74.57%; 73.80%; and 72.56%. The average of the pH value 6.34; 6.10; 6.06 and 6.02. The average of cooking losses 34.114%; 34.796%; 35.056% and 35.454%. In conclusion, the longer storage time, the lower water content and pH value of chicken meat. However, the longer storage time, the higher cooking loss of chicken meat.
1483018145E1A113072IMPLEMENTASI REFORMASI HUKUM SAPU BERSIH PUNGUTAN LIAR DALAM PENANGANAN PUNGUTAN LIAR DI WILAYAH POLRES PURWOREJOABSTRAK

IMPLEMENTASI REFORMASI HUKUM SAPU BERSIH PUNGUTAN LIAR DALAM PENANGANAN PUNGUTAN LIAR DI WILAYAH POLRES PURWOREJO

Oleh :
AYU RAHMAN SYAFITRI
E1A113072

Skripsi ini dibuat untuk membahas mengenai implementasi Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) dan mengetahui bagaimana kebijakan Satgas Saber Pungli dalam penanganan pungutan liar di wilayah Kepolisian Resor (Polres) Purworejo. Praktik pungutan liar telah merusak sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sehingga perlu upaya pemberantasan secara tegas, terpadu, efektif, efisien, dan mampu menimbulkan efek jera yaitu dengan pembentukan Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar. Penelitian ini disusun menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari kegiatan wawancara yaitu interaksi antara peneliti dengan responden, yaitu Wakil Kepala Kepolisian Resor Purworejo selaku Ketua Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar di Kabupaten Purworejo. Pada penelitian ini, data sekunder diperoleh dengan melakukan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satgas Saber Pungli di wilayah Polres Purworejo sudah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun, Pemerintah Daerah dan Satgas Saber Pungli Kabupaten Purworejo belum memberikan sosialisasi kepada masyarakat Kabupaten Purworejo tentang adanya Perpres yang mengatur tentang Satgas Saber Pungli sehingga banyak masyarakat yang belum mengetahuinya dan juga pembentukan Satgas Saber Pungli di Kabupaten Purworejo berjarak sedikit lama dari dikeluarkannya Peraturan Presiden No. 87 Tahun 2016. Kebijakan Penanganan Pungutan Liar di Wilayah Polres Purworejo menggunakan cara penal (hukum pidana) dan non-penal (bukan hukum pidana). Menggunakan cara penal dengan penyelesaian kasus di Pengadilan sedangkan cara penal dengan cara pengembalian hasil pungutan liar kepada korban sebagai bentuk peringatan kepada pelaku agar tidak mengulangi perbuatan pungli tersebut.

Kata Kunci : Implementasi, Reformasi Hukum, Penanganan Pungutan Liar
ABSTRACT

THE IMPLEMENTATION OF LEGAL REFORMS SWEEPING ILLEGAL FEES IN THE HANDLING OF ILLEGAL FEES IN THE RESORT POLICE AREA AT PURWOREJO

By :
AYU RAHMAN SYAFITRI
E1A113072

This thesis was made for discussing the implementation of the Presidential Decree Number 87 in 2016 on Clean Sweep of the Task Force of Illegal Fees (Satgas Saber Pungli) and find out how the policy Task Force Clean Sweep of Illegal Fees in the handling of illegal fees in the Resort Police Purworejo. Illegal Payments practices have damaged joints society, nation, and state that needs eradicating explicitly, integrated, effective, efficient, and capable of a deterrent effect, namely the formation of the Task Force Clean Sweep of Illegal Fees. This research is collated using sociological juridical approach. The data used are primary data and secondary data. Primary data were obtained from the interviews that the interaction between researcher and respondent, the Deputy Head of the Police District as Chairman of the Task Force Purworejo Clean Sweep of Illegal Fees in the district Purworejo. In this study, secondary data obtained by performing a literature study. The results showed that the implementation of the Presidential Decree Number 87 in 2016 on a Clean Sweep of the Task Force of Illegal Fees in the area of the Police Station Purworejo already implemented in accordance with applicable regulations. However, Local Government and the Task Force Clean Sweep of Illegal Fees on their Purworejo district has not dissemination to the public of Purworejo about the regulation governing the Task Force on Illegal Fees so many people who do not know and also the establishment of Task Force Clean Sweep of Illegal Payments in the district Purworejo is slightly longer than the issuance of Presidential Decree Number 87 in 2016. Handling Illegal Payments Policy in Region Police Purworejo using manner penal (criminal law) and non-penal (not criminal). Using the method with a penal settlement in a court case, where as penal manner by way of return of illegal payments to victims as a form of warning to the perpetrator in order not to repeat such illegal fees.

Keywords : Implementation, Legal Reforms, Handling of Illegal Fees
1483118146D1B015015KEMAMPUAN KERJASAMA PENYULUH DAN PETERNAK DALAM MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN PADA KELOMPOK PETERNAK KAMBING LESTARI DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMASPenelitian bertujuan untuk mengetahui kemampuan kerjasama penyuluh, mengetahui kemampuan penyuluh mensejahterakan peternak, mengetahui pendapatan peternak, dan menganalisis hubungan antara kemampuan kerjasama penyuluh dan peternak dalam mewujudkan kesejahteraan dengan pendapatan peternak pada kelompok peternak kambing lestari di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas yang telah dilaksanakan di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas, mulai tanggal 15 Desember sampai dengan tanggal 15 Januari 2017. Pengumpulan data menggunakan metode purposive sampling yaitu meliputi desa Banjarsari wetan, Banjarsari Kulon, dan Gandatapa yang merupakan anggota dari kelompok peternak kambing lestari. Pengambilan jumlah responden dilakukan dengan menggunakan metode sensus dengan total dari jumlah responden 46 orang. Variabel yang diamati dan diukur meliputi kemampuan kerjasama, kemampuan mensejahterakan peternak, dan pendapatan peternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel saling berhubungan yaitu antara kemampuan kerja sama dengan pendapatan peternak dan kemampuan mensejahterakan peternak dengan pendapatan peternak. The purpose of the research was to determine the ability of cooperative extension agent, to determine the ability of extension agent to support farmers, to know the farmer's income, and analyze the relationship between the ability of extension workers and farmers cooperative welfare farmer's on lestari farmers group goat in Sumbang District, Banyumas Regency, that has been done in Sumbang District, Banyumas Regency, on December 15th until January 15th 2017. The data collection used purposive sampling method that were Banjarsari wetan Village, Banjarsari kulon Village, and Gandatapa Village who are member of a lestari farmer’s group. Study was conducted using census method of the total of 46 people respondents. The variables observed and measured included collaboration capabilities, the ability of extension agent to support welfare of farmers and farmer incomes. The results showed that the variables are interconnected between the ability of cooperative extension agent with farmer's income and the ability of extension agent to support farmers with farmer incomes.
1483218147C1G014066PENGARUH KAPABILITAS ORGANISASI AUDIT INTERNAL TERHADAP EFEKTIVITAS AUDITTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kapabilitas organisasi audit internal terhadap efektivitas audit. Populasi penelitian ini adalah seluruh staf/pejabat pemeriksa di Inspektorat Kabupaten Klaten dan Inspektorat Kota Surakarta. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner. Kuesioner kapabilitas organisasi audit internal disusun berdasarkan Indikator Key Process Area elemen-elemen Internal Audit-Capability Model (IA-CM), sedangkan kuesioner efektivitas audit disusun berdasar sejauh mana auditor memahami peluang terjadinya kecurangan akibat pengendalian internal yang kurang memadai.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapabilitas organisasi audit internal tersebut berpengaruh positif terhadap efektivitas audit. Kapabilitas organisasi audit internal objek penelitian sudah baik berdasarkan tingkat implementasi indikator-indikator elemen IACM. Namun masih terdapat capaian indikator-indikator yang kurang memadai antara lain indikator pemberian jasa advis, assurance, dan pengelolaan aparat pengawasan internal pemerintah (APIP).
The purpose of this study is to determine the effect of organizational capability internal audits of the effectiveness of the audit. The study population is the entire staff / officials examiner in Klaten District Inspectorate and the Inspectorate of Surakarta. Research data collection using the questionnaires. Internal audit organizational capability questionnaire prepared by Key Process Area Indicators of elements of Internal Audit-Capability Model (IA-CM), while the effectiveness of the audit questionnaire, arranged on the extent to which the auditor understand the opportunities of fraud as a result of inadequate internal controls.
The results show that the capability of the internal audit organization has a positive effect on the effectiveness of the audit. Internal audit organization capability is already good research object based on the level of implementation indicators IACM element. There remains the achievement of the indicators among other indicators inadequate provision of advisory services, assurance, and the management of the government's internal control apparatus (GICA)
1483318149C1L013002DETERMINANT OF FINANCIAL STATEMENT FRAUD : PRESPECTIVE OF FRAUD DIAMOND THEORY (Empirical Study On Indonesian Banking Sector 2011-2015)Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh elemen-element fraud dalam teori fraud diamond terhadap indikasi financial statement fraud yang terjadi di sektor perbankan Indonesia pada tahun 2011-2015. Fraud diamond adalah pengembangan lebih lanjut dari teori fraud triangle yang mencakup financial targets, financial stability, institutional ownership, external pressure, external auditor quality, changes in auditors, dan change in directors.
Indikasi adanya financial statement fraud yang ditunjukkan dengan adannya discretionary accruals merupakan variabel dependen dalam penelitian ini. Sampel dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling, yaitu dari 30 perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode tahun 2011-2015 dengan total 150 perusahaan observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode regresi berganda.
Hasil ini penelitian menunjukkan bahwa (1) ) financial targets, financial stability,dan external auditor quality berpengaruh positif terhadap terjadinya financial statement fraud, (2) external pressure berpengaruh negatif terhadap terjadinya financial statement fraud , (3) dan institutional ownership, change in auditor dan change in directors tidak memiliki pengaruh terhadap terjadinya financial statement fraud.
This study aimed to examine the elements of fraud in fraud diamond theory against indications of financial statement fraud banking sector in Indonesia at 2011-2015. Fraud diamond model is a further development of classical fraud triangle theory. It include financial targets, financial stability, institutional ownership, external pressure, external auditor quality, changes in auditors, and change of director. The indication of financial statement fraud that proxied by discretionary accruals serve as dependent variable. Sample were selected using purposive sampling method from 30 listed companies in Indonesia Stock Exchange in the banking sector during year period 2011-2015, resulted in 150 firm-observation. Data analysis was conducted using the multilinear regression method.
The results of this study show that (1) financial targets, financial stability,and external auditor quality had positive influence to the occurence of financial statement fraud, (2) External pressure had negative influence to the occurence of financial statement fraud, (3) then institutional ownership, change in auditor and change of director had no influence to the occurence of financial statement fraud.
1483418142H1C013073IDENTIFIKASI JUMLAH, DIAMETER, KELILING, DAN KONTUR CITRA SEL DARAH PUTIH MENGGUNAKAN METODE WATERSHEDAcute Lymphoblastic Leukemia (ALL) merupakan suatu kelainan di mana produksi sel darah menjadi tidak terkontrol. Hal ini menyebabkan produksi sel yang belum matang lalu berkembang menjadi sel-sel darah putih yang disebut limfoblas. Limfoblas tersebut tidak berfungsi dengan baik lalu pada akhirnya mengancam dan menghambat produksi sel-sel sehat yang lain. Diagnosis kelainan ini dapat dilakukan dengan mengamati karakteristik seperti jumlah, diameter, keliling, kontur sel-sel darah tersebut sehingga dapat diidentifikasi jenisnya. Complete Blood Count (CBC) merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengamati secara langsung komponen darah. Akan tetapi, metode CBC memiliki kelemahan karena membutuhkan waktu pengamatan yang lama serta bergantung pada kejelian pengamat sehingga tingkat kesalahan masih cukup tinggi. Teknik pengolahan citra digital merupakan salah satu metode yang bisa digunakan untuk menjawab persoalan tersebut dengan cara melakukan pengolahan secara digital sehingga diperoleh objek kontur citra digital sel darah putih. Untuk memperoleh kontur sel darah putih, dapat dilakukan dengan segmentasi Watershed. Segmentasi Watershed mampu melakukan segmentasi terhadap tepi objek secara otomatis, sehingga dapat dikenali bentuk atau kontur sel darah putih. Setelah dilakukan segmentasi, pengolahan selanjutnya yaitu menghitung jumlah, diameter, serta keliling dari kontur sel darah putih. Penelitian ini melakukan segmentasi sel darah putih pada citra digital komponen darah. Hasil keluaran sistem berupa kontur sel darah putih beserta parameternya seperti luas, jumlah, diameter, serta kelilingnya. Percobaan dilakukan terhadap 36 data citra sel darah putih yang memiliki karakteristik beragam. Hasil penelitian menunjukkan sistem memiliki tingkat keberhasilan sebesar 91,75%. Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) is a disorder in which the blood cell production became uncontrolled. This kind of situation causes production of immature cells then evolved into white blood cells called Lymphoblast. The lymphoblast doesn’t properly and eventually threaten and inhibit the production of other healthy cells. This abnormality diagnosis can be performed by observing some characteristics such as number, area, diameter, circumference, and contour of white blood cells so that it can be identified with its type. Complete Blood Count (CBC) is a one method which is used to observe blood cell components directly. However, this method has weaknesses because it takes very long Time and depending on the observer foresight so its error rate still high. Digital image processing technique is a method which can be used to review the issue by means of digital image processing so we can obtain digital contour of the white blood cells. The watershed segmentation method can be performed in order to obtain its contour. This method can perform segmentation of the object edge automatically, so the shape and contour of white blood cells can be recognized. After segmentation, further processing is performed to obtain number, diameter, and circumference oaf white blood cells. This research performs segmentation towards white blood cells of the blood component images. The output of the system in the form of white blood cell contour and its parameters such as area, number, diameter and circumference. The experiments were performed on the 36 image data of the white blood cells that have diverse characteristics. The results showed the system has a success rate of 91.75%.
1483518148E1A013206Peranan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) Dalam Menangani Konflik di Suriah
(Studi Tentang Konflik di Negara Suriah tahun 2011-2016)


Konflik yang berlangsung di Suriah sejak tahun 2011 antara Pemerintah Suriah dengan pihak oposisi merupakan suatu pelanggaran terhadap hukum internasional. Penggunaan senjata kimia terlarang, pengeboman, pembunuhan, penyiksaan dilakukan tanpa pandang bulu. Warga sipil tidak bersalah menjadi korban selama berlangsungnya konflik Suriah. Dewan keamanan, sesuai dengan perananya yakni menjaga perdamaian dan keamanan internasional sebagaimana yang diatur dalam Pasal 24 Piagam PBB sudah seharusnya melakukan suatu upaya untuk menangani konflik yang terjadi di Suriah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam menyelesaikan konflik internasional dan dalam menangani konflik di Suriah. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif terhadap peraturan yang ada dengan menggunakan metode penyajian teks naratif dan tabel.
Dewan Keamanan dalam menangani konflik Suriah telah melakukan berbagai upaya sesuai dengan peranya dalam Piagam PBB diantaranya dengan memfasilitasi perundingan perdamaian antara pihak yang berkonflik, membentuk kelompok khusus di Suriah, mengirim utusan khusus PBB untuk membawa proposal perdamaian, serta berhasil mengeluarkan resolusi Dewan Keamanan sejumlah 21 resolusi berisi keputusan mengikat untuk menyelesaikan konflik di Suriah

Syrian conflict that happened between Syrian government and the opposition side already violating the International law. The use of chemical weapons, bombing, murdering and torturing people were done randomly. So many innocent civilians became victims along this conflict. United Nations Security Council, according to its role under articles number 24 Charter of The United Nations which is maintaining the international peace and security should take any effort in order to handling the conflict in Syria.
The aims of this research are to understand the role of United Nations Security Council in solving international conflicts and in handling the Syrian conflict. This research is normative juridical research with qualitative approach towards legal regulation and served by descriptive narative method and also table.
United Nations Security Council in handling Syrian conflict already implemented its role according Charter of the United Nations which are facilitate politic dialouge between government and opposition, creating special group in Syrian, sending United Nations special envoy, and creating 21 resolutions that have binding power toward all members to finish the Syrian conflict.
1483618150H1C013055IDENTIFIKASI JUMLAH, DIAMETER, KELILING DAN KONTUR CITRA SEL DARAH PUTIH MENGGUNAKAN METODE ACTIVE CONTOURPenyakit dalam sel darah biasanya diidentifikasi menggunakan prosedur diagnosis Complete Blood Count (CBC). CBC merupakan tes darah yang memberikan informasi kepada dokter tentang lima bagian utama dari darah. Salah satu bagian tersebut adalah sel darah putih. Sel darah putih ini berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh. Namun, proses CBC masih menimbulkan masalah, yaitu bahwa prosedur untuk menghitung sel darah dengan mikroskop secara manual memerlukan tenaga dan waktu yang lama, serta membutuhkan biaya yang mahal. Dengan memanfaatkan teknik pengolahan citra digital, citra mikroskopis sel darah dapat dipindai secara otomatis kemudian dapat ditentukan jumlah, diameter, dan kontur dari sel darah secara otomatis. Pada penelitian ini untuk melakukan identifikasi terhadap citra mikroskopis sel darah putih digunakan metode segmentasi Active Contour. Segmentasi Active Contour adalah metode segmentasi menggunakan model kurva tertutup yang dapat bergerak melebar ataupun menyempit mengikuti tepi objek. Keluaran dari program yang dibuat pada penbelitian ini adalah citra mikroskopis sel darah putih dan hasil identifikasi jumlah, diameter, kontur dan keliling sel darah putih. Percobaan dilakukan terhadap 36 data citra. Dari data tersebut 29 citra berhasil mendeteksi seluruh objek sel darah putih, dan 7 citra hanya berhasil mendeteksi sebagian citra sel darah putih. Sistem berhasil menghitung jumlah sel darah putih sebesar 86 sel dari 91 sel dengan akurasi sistem sebesar 94,5%.White blood cell disease is usually identified using Complete Blood Count (CBC) diagnosed procedure. CBC is a blood test that gives information to doctor about five main part of blood. One of those parts is white blood cell. It help to defend the body against multiple diseases as a part of body immune system. However, CBC also has its own problem, which is the process of counting cell is still manual, need a long time to finish, and cost expensively. Therefore, using image processing technique the identification process of quantity, diameter, periphery and contour of white blood cell can be calculated automatically. To accomplish this research, the writer used active contour segmentation method. Active contour method is a method using closed curve model that can expand or tighten following the boundary of the object. The output of the program from this research is white blood cell microscopic digital image and the identification result of quantity, diameter, contour, and periphery of white blood cell. 36 data images were used for this experiment, with 29 were successful to identify and the other 7 could not fully identify. From the data of total 91 cells. 86 were successfully identified by the system with total accuracy of 94.5%.
1483718151E1A112013IMPLEMENTASI PERPRES NO. 87 TAHUN 2016 TENTANG SATUAN TUGAS SAPU BERSIH PUNGUTAN LIAR (Studi Di Wilayah Hukum Polres Banyumas)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor penyebab sehingga terjadi pungutan liar di Kabupaten Banyumas yang berada diwilayah hukum Polres Banyumas serta untuk mengetahui dan menganalisis upaya-upaya yang dilakukan oleh Aparat Hukum, khususnya Polres Banyumas dan masyarakat guna memberantas pungutan liar dan penerapan sanksi bagi pelaku tindakan pungutan liar di wilayah hukum polres banyumas berdasarkan Perpres No. 87 Tahun 2016 Tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar.
Peneliti melakukan penelitian di Polres Banyumas .Hasil penelitian yang dicapai menunjukkan bahwa faktor terjadinya pungutan liar yang dilakukan oleh penyelenggara penyelenggara pelayanan publik yang berada di wilayah hukum polres banyumas ialah bergesernya moral tenaga pelayan publik menjadi pribadi materialis, kesempatan yang diberikan oleh masyarakat maupun instansi terkait untuk melakukan pungutan liar, mekanisme penghukuman bagi pelaku tergolong ringan dan hanya memiliki efek jera yang bersifat sementara. Metode Pre-emptif merupakan usaha atau upaya-upaya pencegahan kejahatan sejak awal atau sejak dini, yang mana tindakan itu lebih bersifat psikis atau moril untuk mengajak atau menghimbau kepada pelayan publik agar dapat mentaati setiap norma-norma yang berlaku. Metode preventif merupakan upaya yang dilakukan dengan tujuan untuk mencegah timbulnya kejahatan dengan tindakan pengendalian dan pengawasan, atau menciptakan suasana yang kondusif guna mengurangi dan selanjutnya menekan agar kejahatan itu tidak berkembang ditengah masyarakat.
This research aims to find out and analyse the factors which cause the charges to the wild in the Regency of Banyumas who are legal relic in Banyumas Police Department as well as to know and analyze the efforts carried out by the legal Authorities, particularly the Banyumas Police Department and the community in order to eradicate wild charges and applying sanctions for the perpetrators of actions in jurisdictions levy Banyumas Police Department based on Regulation Number 87 year 2016 regarding Clean Sweep of Wild Charges. Researchers conducting research in Banyumas Police Department. Research results achieved indicates that the factor of occurrence of wild charges conducted by the organizer of the public services which are in the area of legal transition of Banyumas Police Department is moral power public servants become materialist, the opportunity given by the community as well as relevant agencies to conduct a plebiscite in the wild, the mechanism of punishment for the perpetrator belongs to light and only have a deterrent effect is temporary. Method of Preemptive is the effort or crime prevention efforts since the beginning or early on, which is where the action was more moral or psychic to invite or appealed to public servants in order to obey any applicable norms. Preventive methods is the efforts made with a view to prevent crime control measures and surveillance, or creating a conducive atmosphere in order to reduce and subsequently punched so that crimes were not growing in the middle of the community.
1483818152C1B013086ANALISIS PENGARUH LIKUIDITAS, LEVERAGE,DAN SALES TERHADAP KINERJA KEUANGAN STUDI KASUS PADA PT. GUCI MAS PLASINDO PERIODE 2011-2016

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja keuangan dan menguji pengaruh likuiditas, leverage dan sales terhadap kinerja keuangan baik secara simultan dan parsial. Studi kasus pada PT. Guci Mas Plasindo yang diteliti mulai tahun 2011-2016. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan studi kasus dan asosiatif. Sampel yang digunakan untuk melakukan penelitian ini sebanyak 1 perusahaan yang bergerak dalam bidang industri kemasan plastik. Periode pengamatan dilakukan selama 6 tahun yaitu dimulai dari tahun 2011 sampai tahun 2016. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh langsung berupa laporan keuangan. Teknik analisis data yang dilakukan dengan menggunakan analisis statistik yaitu: analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik dan uji hipotesis dengan SPSS 18.0 for windows.
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah apakah likuiditas (current ratio) berpengaruh negatif terhadap ROA (H1), apakah leverage (debt to equity ratio) berpengaruh positif terhadap ROA (H2), apakah sales berpengaruh positif terhadap ROA (H3). Secara parsial hasil perhitungan menunjukkan bahwa: current ratio tidak berpengaruh terhadap ROA, leverage berpengaruh positif terhadap ROA, dan sales berpengaruh negatif terhadap ROA. Implikasi hasil penelitian diantaranya perusahaan harus mempertimbangkan proporsi hutang yang akan digunakan dalam struktur modal karena meskipun debt to equity ratio memiliki hubungan postif dengan ROA namun perusahaan tetap harus memiliki kontrol atas pendanaan eksternalnya agar tidak menjadi extreme leverage, perusahaan juga harus memperhatikan kebijakan penjualannya. Selain itu penelitian ini memiliki implikasi bagi investor dan kreditur terkait dengan pengambilan keputusan investasi dan pendanaan karena dapat mengacu pada forecasting sebagai hasil dari penelitian ini.


The purpose of this study was to analyze the financial performance and examine the effect of liquidity, leverage and sales of financial performance both simultaneously and partially. The case study on PT. Mas urn PLASINDO studied beginning in 2011-2016. The approach used in this study is a case study approach and associative. The sample used to conduct this research as one company that is engaged in the plastic packaging industry. Made during the observation period of 6 years starting from the year 2011 to 2016. The data used are secondary data is data obtained directly in the form of financial statements. Data analysis is done by using statistical analysis: linear regression analysis, test classic assumptions and hypothesis testing with SPSS 18.0 for windows.
The hypothesis of this study is, whether the liquidity (current ratio) negative effect on ROA (H1), the leverage (debt to equity ratio) positive effect on ROA (H2), andpositive effect on the sales ROA (H3).The calculations show that the current ratio does not affecting the ROA, leveragepositively affectingon ROA and ROA negatively affecting sales.Then,the research results shows an implication that companies should consider the proportion of debt that will be used in the capital structure because the debt to equity ratio has apositive relationship with ROA but companies still need a control over their external fundingin order not to get into extreme leverage, the company must also pay attention to policy sales. Morever, this research has implications for investors and creditors relating to investment and financing decision-making because it can refer to forecasting as a result of this research.
1483918153E1A013188PEMBATALAN SURAT KEPUTUSAN KEPALA KANTOR REGIONAL I BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG PENSIUN DITINJAU DARI ASPEK PROSEDURAL
( Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta Nomor : 01/G/2015/PTUN-YK )
ABSTRAK
Judul :
PEMBATALAN SURAT KEPUTUSAN KEPALA KANTOR REGIONAL I BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TENTANG PENSIUN DITINJAU DARI ASPEK PROSEDURAL
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Nomor : 01/G/2015/PTUN-YK)
Oleh :
GABELA EVITASARI YULINDA
E1A013188
Penelitian ini bersumber pada putusan PTUN Yogyakarta Nomor : 01/G/2015/PTUN-YK, yang akan menguraikan keabsahan Keputusan Tata Usaha Negara ditinjau dari aspek prosedural, serta bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam menentukan keabsahan surat keputusan objek sengketa tersebut.
Tergugat dalam perkara a-quo adalah Kepala Kantor Regional I Badan Kepegawaian Negara, dan objek gugatannya adalah Surat Keputusan Kepala Kantor Regional I Badan Kepegawaian Negara Nomor : 000166/KEP/BV/23316/14 tertanggal 28 Oktober 2014 Mengenai Pensiun Atas Nama Yundarningsih S.N, S.Pd. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus dan pendekatan konseptual.
Majelis Hakim berpendapat bahwa Tergugat dalam mengeluarkan Surat Keputusan Objek Sengketa tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya dalam aspek prosedural. Akibat hukum dikabulkannya gugatan Penggugat yakni Surat Keputusan Objek Sengketa menjadi batal, Tergugat berkewajiban mencabut Surat Keputusan Objek Sengketa dan menerbitkan Surat Keputusan baru.

Kata kunci : Keabsahan KTUN, Pensiun, Aspek Prosedural.
ABSTRACT
Title :
THE CANCELATION OF ADMINISTRATIVE DECISION ABOUT PENSION
IN TERMS OF PROCEDURAL ASPECT
(Study of State Administrative Court Decision Yogyakarta No. 01 / G / 2015 / PTUN.YK)
By :
GABELA EVITASARI YULINDA
E1A013188
The research was sourced by the State Administrative Court Decision Yogyakarta No. 01 / G / 2015 / PTUN.YK. This study will explain the validity of an administrative decision in terms of procedural aspect, and how the legal considerations of judge in deciding the validity of an administrative decision.
Defendants in the case a quo is the head of the regional office of State Employment Agency, and the object of the lawsuit is the administrative decision No. 000166/KEP/BV/23316/14 about pension on behalf of Yundarningsih S.N, S.Pd. The method that used in this research is normative juridical approach with the approach of legislation, casebased approach, and the conceptual approach.
The judges opined that the head of the regional office of State Employment Agency had wrongly published the administrative decision because it’s not in accordance with regulations, especially in terms of procedural aspect. As a result of the law granting plaintiff object of the cancellation of administrative decision, the Defendant is obliged to revoke the administrative decision that has been the object of the lawsuit and publish the new administrative decision.

Keyword : The Validity of Administrative Decision, Pension, Prosedural Aspect.
1484018154C1B013014ANALISIS PENGARUH FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL PERBANKAN TERHADAP PENYALURAN KREDIT UMKM PADA BANK UMUM YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2011-2015Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari Dana Pihak Ketiga, suku bunga kredit, Capital Adequacy Ratio, Non Performing Loan, inflasi, dan Produk Domestik Bruto terhadap jumlah penyaluran kredit UMKM pada Bank Umum Konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2015. Sampel yang digunakan adalah sebanyak 20 Bank Umum Konvensional yang diambil dengan metode purposive sampling. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi berganda.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Dana Pihak Ketiga, Capital Adequacy Ratio, dan Non Performing Loan berpengaruh positif terhadap penyaluran kredit UMKM. Produk Domestik Bruto berpengaruh negatifterhadap penyaluran kredit UMKM,sedangkan suku bunga kredit dan inflasi tidak berpengaruh terhadap penyaluran kredit UMKM. Hasil regresi menunjukkan kemampuan prediksi dari keenam variabel independen terhadap penyaluran kredit UMKM sebesar 90,3% sebagaimana ditunjukkan oleh besarnya koefisien determinasi disesuaikan, sedangkan sisanya sebesar 9,7% dipengaruhi oleh faktor lain diluar model yang belum dimasukkan dalam model penelitian.
Implikasi dari penelitian ini bagi Bank Umum Konvensional yang ingin meningkatkan jumlah penyaluran kredit UMKM, maka manajemen bank sebaiknya meningkatkan jumlah Dana Pihak Ketiga yang dihimpun, menjaga tingkat kecukupan modal sebesar minimal 8%, meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam menganalisis calon debitur. Adapun implikasi bagi pemerintah yaitu agar dapat menjaga tingkat inflasi ke tingkat yang rendah dan stabil.
This research aimed to analyze the effect of third party fund, interest rate, capital adequacy ratio, non performing loan, inflation, and gross domestic product towards total of SMEs credit distributionon conventional banks which listed on Indonesia Stock Exchange period 2011-2015. The samples used were 20 banks taken by purposive sampling method. This study used multiple regression analysis.
Based on the research result showed that third party fund, capital adequacy ratio, and non performing loan had positive effect on SMEs credit distribution. Gross domestic product had negative effect on SMEs credit distribution. Interest rate and inflation did not have effect to SMEs credit distribution. In additional, the result of regression estimation show a predictive ability of the six independent variables to total SMEs credit distribution is 90,3% as indicated by the adjusted R2, while the remaining 9,7% is influenced by other factors outside the model that not be entered in research model.
The implication of this study for conventional banks which wish to increase the amount of SMEs credit distribution, then the bank management should increase the amount of third party funds, keeping the ratio of CAR with minimum ratio 8%, enhance human resource skill to analyze the debitor. The implication for government is to keep the inflation in low rate and stable.