Artikelilmiahs
Menampilkan 14.861-14.880 dari 49.719 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 14861 | 18059 | C1B010005 | PENGARUH WORD OF MOUTH, KUALITAS LAYANAN, LOKASI DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN JASA ARUNG JERAM PADA BANYU WOONG ADVENTURE BANJARNEGARA | Penelitian ini merupakan penelitian survei pada konsumen arung jeram Banyu Woong Adventure yang berada di Banjarnegara. Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Word of Mouth, Kualitas Layanan, Lokasi, dan Persepsi Harga Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Arung Jeram Pada Banyu Woong Adventure Banjarnegara”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh word of mouth, kualitas layanan, lokasi, dan persepsi harga terhadap keputusan pembelian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen arung jeram Banyu Woong Adventure. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 100 responden. Accidental sampling method digunakan dalam penentuan responden. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2016. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan analisis regresi berganda menunjukkan bahwa: (1) Word of Mouth berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian, (2) Kualitas layanan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian, (3) Lokasi berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian, (4) Persepsi harga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dalam upaya meningkatkan informasi positif word of mouth, pihak manajemen memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen sehingga konsumen merasa puas. Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan, pihak manajemen sebaiknya mempertahankan kualitas operator arung jeram sehingga konsumen semakin aman dan nyaman dalam berarung jeram. Dalam upaya meningkatkan lokasi, pihak manajemen sebaiknya menambah berbagai fasilitas secara lengkap sesuai dengan kebutuhan dan harapan konsumen sedangkan dalam upaya meningkatkan persepsi harga, pihak manajemen sebaiknya mempertimbangkan penentuan harga yang terjangkau agar konsumen tetap melakukan pembelian ulang. | This research is a survey on consumer rafting Banyu Woong Adventure which is in Banjarnegara. This study takes the title: "Influence of Word of Mouth, Quality of Service, Location and Price Perception Of Consumer Purchase Decision On Banyu Woong Rafting Adventure Banjarnegara". The purpose of this study was to determine the effect of word of mouth, the quality of service, location, and price perception on purchasing decisions. The population in this study are all consumers rafting Banyu Woong Adventure. The number of respondents were taken in this study was 100 respondents. Accidental sampling method used in the determination of the respondents. This study was conducted in April 2016. Based on the research and analysis of data using multiple regression analysis showed that: (1) Word of Mouth positive influence on purchasing decisions, (2) quality of service is a positive influence on purchasing decisions, (3) Location positive influence on purchasing decisions, (4) perception price positive influence on purchase decisions. The implications of the above conclusion that in order to increase positive word of mouth information, the management provide the best service to consumers so that consumers feel satisfied. In an effort to improve the quality of service, management should maintain the quality of rafting operators so that consumers are increasingly safe and comfortable in rafting. In an effort to improve the location, the management should add a full range of facilities in accordance with the needs and expectations of consumers, while in an effort to improve price perception, management should consider affordable pricing so that consumers still make repeat purchases. | |
| 14862 | 18182 | E1A112067 | Perlindungan Hukum Terhadap PT. Summit Oto Finance sebagai Pelaku Usaha atas Tindakan Konsumen yang Melalaikan Kewajibannya dalam Putusan Pengadilen Negeri Singkawang Nomor 24/Pdt.G/BPSK/2013/PN.SKW berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. | Masalah perlindungan konsumen di Indonesia sekarang ini sudah mencakup berbagai bidang kehidupan masyarakat. Terutama masalah yang terkait dengan pembiayaan konsumen. Perlindungan hukum merupakan salah satu upaya agar tujuan hukum dapat tercapai. Tujuan hukum yang dimaksud yaitu terpeliharanya keamanan dan ketertiban sehingga dapat menjamin kepastian hukum, dengan demikian dapat menghindarkan tindakan konsumen yang melalaikan kewajibannya. Artikel ini berjudul “Perlindungan Hukum Terhadap PT. Summit Oto Finance sebagai Pelaku Usaha atas Tindakan Konsumen yang Melalaikan Kewajibannya dalam Putusan Pengadilen Negeri Singkawang Nomor 24/Pdt.G/BPSK/2013/PN.SKW berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen”. Perlindungan hukum diberikan kepada pelaku usaha dalam dunia perdagangan, antara konsumen dan pelaku usaha harus dalam keadaan yang seimbang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perlindungan hukum bagi pihak pelaku usaha terhadap tindakan konsumen yang melalaikan kewajibannya dalam putusan Pengadilan Negeri Singkawang Nomor 24/Pdt.G/BPSK/2013/PN.SKW. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang yang bersifat deskriptif analitis. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder dari bahan kepustakaan. Metode analisis data yang digunakan ialah metode normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim sudah memberikan perlindungan hukum terhadap pelaku usaha atas tindakan konsumen yang melalaikan kewajibannya. Namun, hakim seyogyanya mempertimbangkan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. | Consumer protection problem in Indonesia at the moment has covered all sorts of society life sector. It is including consumer finance. The law protection is one of the efforts in order to reach the law purpose. The law purpose which meant is the protected of the safety ang orderliness so it can certify the law assurance, by that, it could be avoiding the consumer neglecting its obligation. The title of this article is “Law Protection for PT. Summit Oto Finance as Businessmen by Consumer Action of Neglecting Its Obligation on State Court Resolution Number 24/Pdt.G/BPSK/2013/PN.SKW based on Act Number 8 of 1999 about Consumer Protection.” Law protection is given to the businessmen in the world trade, relation between consumer and businessman should be balance. The purpose of this researh is to know about the law protection for PT. Summit Oto Finance as a businessmen by consumer action which is neglecting its obligation on state court resolution number 24/Pdt.G/BPSK/2013/PN.SKW based on Act Number 8 of 1999 about Consumer Protection. This research was using normative juridical method with the legislation approach which has characteristic analysis descriptive. The data resource of this research using secondary data from the literature material.. Data analysis method which is used is qualitative normative method. This results showed that judges has given law protection for PT. Summit Oto Finance as the businessman by the consumer action which is neglecting its obligation.The judges should considering Article 5 act number 8 of 1999 about Consumer Protection. | |
| 14863 | 18163 | C1B011085 | ANALISIS PENGARUH CITRA MEREK, HARGA, KUALITAS PRODUK, DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (Studi Pada Mahasiswa Pengguna Laptop Asus di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jendral Soedirman) | Penelitian ini merupakan penelitian survei pada mahasiswa pengguna produk laptop ASUS di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini mengambil judul: “ Analisis Pengaruh Citra Merek, Harga, Kualitas Produk, dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Pada Mahasiswa Pengguna Laptop ASUS di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh citra merek, harga, kualitas produk, dan promosi terhadap keputusan pembelian. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 100 responden. Purposive sampling method digunakan untuk menentukan responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan analisis regresi berganda menunjukkan bahwa: (1) Citra merek berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. (2) Harga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. (3) Kualitas produk berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. (4) Promosi berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu perusahaan harus meningkatkan citra merek misalnya dengan cara memperbaiki kualitas dan keunggulan laptop ASUS serta menjaga kepopuleran ASUS dengan konsisten memperbaharui aplikasi software maupun hardware sehingga ASUS menjadi perusahaan yang selalu berada dalam benak pelanggan sebagai produsen laptop masa kini. Penentuan harga dengan cara memberikan harga yang terjangkau untuk setiap kalangan dan memberikan kesebandingan antara harga yang di keluarkan dengan manfaat yang didapatkan oleh konsumen. Meningkatkan kualitas produk misalnya dengan cara memperbaiki setiap detail dari komponen-komponennya, atau bahkan pihak ASUS dapat menyertakan aplikasi tambahan kepada setiap laptopnya sehingga dapat bersaing dengan laptop merek lain. Meningkatkan promosi misalnya dengan cara meningkatkan kuantitas penayangan iklan di berbagai media. Dengan seringnya konsumen melihat iklan, maka konsumen merasa produk yang dipakainya adalah produk yang unggul dan konsumen merasa aman. Ketika konsumen melihat tayangan iklan ASUS di televisi ataupun media promosi lainnya, mereka dapat melihat bahwa ASUS merupakan produk laptop masa kini dan konsumen merasa puas akan promosi yang ditayangkan memang benar adanya. | This research is a survey research on customer of product notebook Asus in Economic and Business Faculty of Jenderal Soedirman University. The analisys of “Analisys of Brand Image, Price, Product Quality, and Promotion to Purchase Decision (A Study on Student Used Notebook ASUS in Economic and Business Faculty of Jenderal Soedirman University)”. The aims of research is to find out the effect of brand image, price, product quality, and promotion to purchase decision. The research population are all student of Economic and Business Faculty of Jenderal Soedirman University. There were 100 student chosen as respondents of the research. Then purposive sampling method was used to determine the respondents. Based on result of research and data analysis using analysis regression it has got the conclusions: (1) Brand image has a positive on purchase desicion. (2) Price has a positive on purchase decision. (3) Product quality has a positive on purchase decision. (4) Promotion has a positive on purchase decision. The implications of the above conclusion that the company must improve the brand image for example by improving the quality and excellence notebook ASUS and maintain popularity by consistently updating software and hardware applications that ASUS become a company that is always in the minds of customers as a manufacturer of notebooks up to date. Pricing by providing affordable prices for every circle and provide proportionality between the prices issued by the benefits gained by consumers. Improve product quality, for example by improving every detail of its components, or even the ASUS can include additional application to any notebook that can compete with other brands of notebooks. Increasing the promotion for example by increasing the quantity of ads in various media. With frequent consumers see the advertising, so consumers feel the products he uses are superior products that consumers feel safe. When consumers see the commercials on television ASUS or other promotional media, they can see that ASUS is a product of laptops up to date and consumers were satisfied with the promotion that aired true. | |
| 14864 | 18173 | C1A013009 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI DAN EFISIENSI PADA INDUSTRI KECIL PENGOLAHAN IKAN ASIN DI KECAMATAN CILACAP SELATAN KABUPATEN CILACAP | Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi dan Efisiensi Industri Kecil Pengolahan Ikan Asin di Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan faktor produksi yang meliputi modal, bahan baku, jam kerja, bak rendam dan dummy penggunaan es terhadap hasil produksi ikan asin dan untuk mengetahui faktor produksi yang memiliki pengaruh paling besar terhadap hasil produksi ikan asin serta untuk mengetahui tingkat efisiensi ekonomis usaha pengolahan ikan asin di Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap. Metode analisis data primer. Data diperoleh langsung dari responden yaitu para pengusaha ikan asin melalui penyebaran kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan model double log. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) secara simultan variabel modal, bahan baku, jam kerja, bak rendam dan dummy penggunaan es berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi ikan asin sedangkan secara parsial variabel modal, bahan baku, dan bak rendam berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi ikan asin (2) bahan baku merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap produksi ikan asin (3) industri kecil pengolahan ikan asin di Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap mencapai efisiensi ekonomis sebesar 1,36. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu untuk meningkatkan hasil produksi ikan asin di Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap dapat dilakukan dengan menambah modal usaha guna meningkatkan pembelian kapasitas bahan baku sehingga hasil produksi juga meningkat. Ketika terjadi masa paceklik atau ketersediaan bahan baku di cilacap sedang menurun, oleh karena itu produsen perlu melakukan pembelian bahan baku dari luar daerah cilacap. Guna menunjang kelancaran produksi sebaiknya produsen menyediakan peralatan secara lengkap salah satunya bak rendam. Pengusaha ikan asin sebaiknya dapat mengkombinasikan input secara tepat agar dapat menghasilkan output yang maksimal atau produsen sebisa mungkin dapat meminimalisis biaya produksi, sehingga dapat diharapkan pendapatan produsen juga meningkat. Kata kunci : Produksi Ikan Asin, Modal, Bahan Baku, Jam Kerja, Bak Rendam, dan Dummy Es. | This research titled "Factors Affecting Production and Efficiency of Small Industry Processing salted fish in Cilacap District South of Cilacap Regency". The purpose of this research was to determine the effect of the use of factors of production which includes the capital, raw materials, work hours, soaking tubs and dummy use of ice to against the results of the production of salted fish and to know the production factors that have the most factors on the outcome of the production of salted fish and to know the level of economic efficiency of salted fish processing business in Cilacap District South of Cilacap Regency.This study was conducted using primary data analysis. Data obtained directly from respondents, employers anchovies through questionnaires. The analytical method used is multiple linear regression model with double log. The results showed that (1) simultaneously variable capital, raw materials, work hours, soaking tubs and dummy use of ice positive and significant effect on the production of salted fish while in partial, capital, raw materials, and soaking tubs positive and significant impact on production salted fish (2) the raw material is the most influential variable to the production of salted fish (3) small industry processing salted fish in Cilacap District South of Cilacap Regency achieve economic efficiency of 1.36. The implications of the conclusion above is to increase the production of salted fish in Cilacap District South of Cilacap Regency can be done by adding business capital in order to increase the purchase of raw material capacity so that the results of the production also increased. When there is a period of scarcity or availability of raw material in cilacap is decreased and therefore the manufacturer need to do the purchasing raw materials from outside the area of cilacap. To support the smooth production should provide equipment manufacturers a complete one soaking tubs. Entrepreneurs salted fish should be able to combine the input in a timely manner in order to produce maximum output or the manufacturer as much as possible can meminimalisis production cost, so it can be expected the income producers also increased. Keywords: Salted fish production, capital, raw materials, Hours of Work, Bath Soak, and Dummy Ice. | |
| 14865 | 18176 | H1C013050 | ANALISIS KOORDINASI PENGAMAN OVERCURRENT RELAY, GROUND FAULT RELAY, RECLOSER, DAN FUSE CUT OUT TERHADAP GANGGUAN ARUS HUBUNG SINGKAT PADA PENYULANG KALIBAKAL-09 PT. PLN(PERSERO) RAYON PURWOKERTO AREA PURWOKERTO. | Pada penyulang 20 kV terdapat peralatan proteksi arus lebih antara lain yaitu Over Current Relay (OCR), Ground Fault Relay (GFR), Recloser, dan Fuse Cut Out (FCO). Peralatan proteksi yang dipasang di penyulang 20 kV harus dapat berkoordinasi dengan baik antara satu dengan lainnya. Studi ini dilakukan untuk menganalisis koordinasi dari peralatan pengaman pada penyulang Kalibakal-09 antara lain dengan menganalisis gangguan hubung singkat, menentukan nilai setting peralatan pengaman, dan mengetahui waktu kerja relay terhadap titik gangguan serta melihat koordinasi antar relay tersebut dan membandingkan hasil perhitungan terhadap realisasi dilapangan. Metode yang digunakan dalam analisis koordinasi dari peralatan pengaman yaitu perhitungan impedansi total di bus 20 kV, menghitung arus hubung singkat baik manual maupun menggunakan simulasi pada software ETAP 12.6.0 yang terjadi di bus sisi 20 kV, baik untuk arus hubung singkat 3 𝚽, 2𝚽 maupun 1𝚽, menentukan setting relai arus lebih (OCR) dan ground fault relay (GFR) di sisi feeder 20 kV, menentukan setting recloser dan fuse cut out di feeder, dan menganalisis setting yang sudah dihitung, yaitu membandingkan nilai perhitungan dengan keadaan sistem proteksi yang sebenarnya. Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan waktu kerja dari peralatan pengaman, ketika terjadi gangguan arus hubung singkat pada daerah percabangan, maka FCO akan melakukan pemutusan lebih dulu, karena untuk mengantisipasi menghindari pemadaman yang lebih luas, sehingga dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan setting OCR, GFR, Recloser, dan FCO yang ada dilapangan atau pada titik gangguan masih dalam kondisi baik. | At 20 kV feeders are overcurrent protection equipment, among others, Over Current Relay (OCR), Ground Fault Relay (GFR), Recloser, and Fuse Cut Out (FCO). Protection equipment installed in 20 kV feeders must be able to coordinate well with each other. This study was conducted to analyze the coordination of safety equipment on the feeder Kalibakal-09, among others, by analyzing the short circuit, determine the value of setting safety equipment, and know when the relay to the point of interference and see coordination between the relay and compare the results of the calculation of the actual field. The method used in the analysis of the coordination of the safety equipment that is the calculation of the total impedance on the bus 20 kV, calculate short circuit current either manually or using simulation on ETAP software 12.6.0 that occurred on the bus side of 20 kV, both for the short circuit current 3 Φ, 2Φ and 1Φ, specify the setting relay overcurrent (OCR) and ground fault relay (GFR) on the side of the feeder 20 kV, specify the settings Recloser and fuse cut-out in the feeder, and analyze the settings that have been calculated, comparing the values calculated with the state of the protection system in fact. Based on the analysis and calculation of working time of protective equipment, when an interruption occurs the short circuit current in the area of branching, the FCO will terminate first, as to anticipate avoid blackouts wider, so that it can be concluded that the overall setting of the OCR, GFR, Recloser and FCO that exist in the field or at the point of interruption is still in good condition. | |
| 14866 | 18178 | E1A013263 | PENCANTUMAN KOLOM AGAMA DALAM KARTU TANDA PENDUDUK BAGI PENGANUT ALIRAN KEPERCAYAAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA | Hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Salah satu hak asasi manusia yang diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945, yaitu negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya dan kepercayaannya masing-masing. Polemik kolom agama dalam Kartu Tanda Penduduk yang akhir-akhir ini menjadi topik pembicaraan di media-media. Kolom agama di Kartu Tanda Penduduk sebenarnya hanya ada enam agama dapat terdaftar di Indonesia. Terdapat 245 "penghayat/penganut kepercayaan" yang tidak bisa menulis kepercayaan mereka pada kolom agama di Kartu Tanda Penduduk, bahkan tidak dipenuhinya kolom agama ini akan berdampak pada pemenuhan hak-hak konstitusional warga negara Indonesia, namun masalah yang timbul ketika satu-satunya agama yang mungkin tercantum dalam kolom agama. Banyak aliran kepercayaan yang ingin dimasukkan pada Kartu Tanda Penduduk, para “penganut/penghayat” harus dipaksa untuk tunduk kepada salah satu agama yang diakui di Indonesia hanya untuk mendapatkan Kartu Tanda Penduduk. | Human rights are a set of rights attached to nature and human existence as a creature of God Almighty and it is His grace that must be respected, upheld and protected by the state, law, government, and everyone for the respect and protection of the dignity human. One of the human rights set forth in the Constitution of 1945, which the state guarantees the freedom of each citizen to embrace religion and belief respectively. Polemics religion column in the Identity Card is lately become a topic of conversation in the media. Religion column in the National Identity Card is actually only six religions can be registered in Indonesia. There are 245 "seeker / believer" who can not write their belief in the religion column in the National Identity Card, even the non-fulfillment of the religion column will have an impact on the fulfillment of the constitutional rights of Indonesian citizens, but problems arise when the only religion may be listed in the column of religion. Many faiths who wish to be included on a National Identity Card, the "believer / seeker" should be forced to submit to one of the recognized religions in Indonesia just to get a National Identity Card. | |
| 14867 | 18174 | H1C011036 | ANALISIS PENGARUH INJEKSI KOMPONEN ARUS DC PADA SISTEM PV TERHUBUNG JALA-JALA LISTRIK DENGAN MENGGUNAKAN H-BRIDGE CSI DAN TRAFO | Penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan solusi energi alternatif. PLTS memanfaatkan tenaga sinar matahari menggunakan sel surya sebagai pengkonversi energi matahari menjadi energi listrik. Salah satu tipe PLTS mulai di kembangkan adalah sistem on grid connected menggunakan inverter H-bridge CSI. Di sistem ini listrik DC yang dihasilkan PV dikonversi inverter menjadi listrik AC dan dialirkan menuju grid. Namun suatu sistem PLTS dengan menggunakan inverter dapat menghasilkan komponen DC. Ada sejumlah efek samping yang dapat diakibatkan oleh komponen DC (IDC) di sisi trafo. Efek dominan adalah kejenuhan trafo. Hal ini menyebabkan peningkatan distorsi harmonik, peningkatan daya reaktif, kerugian daya, dan panas yang berlebih pada trafo (overheat). Dari hasil pengujian diperoleh bahwa semakin besar nilai IDC maka harmonisa yang dihasilkan juga akan semakin besar, besarnya nilai IDC berbanding lurus dengan nilai THD, dan semakin besar nilai IDC maka kualitas daya pada sebuah sistem akan semakin menurun sehingga menyebabkan nilai efisiensi pada inverter dan trafo akan menurun, nilai efisiensi kualitas daya pada sistem berbanding terbalik dengan nilai IDC. | The Application of Solar Power Generation Plant (SPP) is an alternative energy solution. SPP harness solar energy using solar cells as converting solar energy into electricity. One type SPP started in developed is on grid connected systems using H-bridge inverter CSI. In this system the DC power generated PV inverter converted into AC power and supplied to the grid. However, a solar systems by using inverters can generate a DC component. There are a number of side effects that can be caused by a DC component (IDC) on the side of the transformer. The dominant effect is a transformer saturation. This leads to increased harmonic distortion, increased reactive power, power loss, and excessive heat in the transformer (overheat). From the test results showed that the greater the value IDC then harmonics generated will also increase, the value of the IDC is directly proportional to the value of THD, and the greater the value of IDC, the quality of power in a system will decrease, causing the efficiency of the inverter and transformer will decreases, the efficiency of the power system quality is inversely proportional to the value of the IDC. | |
| 14868 | 18179 | E1A013051 | PENDAMPINGAN BANTUAN HUKUM TERHADAP ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA DALAM TINGKAT PENYIDIKAN (Studi di Polres Ciamis) | ABSTRAK Pengaturan Hukum terhadap anak yang melakukan tindak pidana merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap hak asasi manusia, termasuk penghormatan pada hak anak yang berkonflik dengan hukum, mengenai pengaturan pemberian bantuan hukum ini diatur dalam beberapa peraturan perundang-undangan seperti Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHAP dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.Berdasarkan hal tersebut timbul pertanyaan bagaimana implementasi pendampingan bantuan hukum terhadap anak yang melakukan tindak pidana dalam tingkat penyidikan di Polres Ciamis. Penelitian ini dilakukan dengan metode pendekatan yuridis sosiologis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan pendampingan bantuan hukum yang dilakukan terhadap anak yang melakukan tindak pidana dalam tingkat penyidikan di Polres Ciamis dan apakah pendampingan tersebut sudah sesuai dengan ketentuan asas yang tercantum dalam undang-undang sistem peradilan pidana anak. Polres Ciamis dalam melakukan penyidikan terhadap semua anak yang berhadapan dengan hukum memberikan pendampingan bantuan hukum dari Balai Pemasyarakatan (BAPAS) dan atau Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Pendampingan bantuan hukum diberikan sebelum dilakukannya penyidikan, dengan adanya surat pemberitahuan penyidikan dari Penyidik Anak di Polres Ciamis kepada BAPAS ataupun P2TP2A Kabupaten Ciamis. Dan dalam pelaksanaan pendampingan yang diberikan di Polres Ciamis sudah sesuai dengan asas-asas yang diatur dalam Sistem Peradilan Pidana Anak. | ABSTRACT Legal arrangements for children who commit criminal acts is a form of respect for human rights, including respect for the rights of children in conflict with the law, on setting up legal aid is regulated in several laws such as the Law No. 8 of 1981 on the Criminal Code Procedure and Law No. 11 of 2012 on the Criminal Justice System Children. Based on these conditions the question arises how the implementation of legal aid assistance to children who committed criminal acts in the investigation at the Ciamis district police. The method used in this study was a sociological juridical approach. The purpose of this study to determine the application of legal aid assistance committed against children who committed criminal acts in the investigation at Ciamis district police and whether such assistance is in conformity with the provisions of the principles contained in the legislation juvenile justice system. Ciamis District Police in investigating all children in conflict with the law giving legal aid assistance from the Institute of Corrections (BAPAS) or Integrated Services Center for Women and Children Protection (P2TP2A). Facilitation of legal aid granted prior to an investigation, with the notification of investigation of Children investigator on Ciamis District Police to BAPAS or P2TP2A in Ciamis District. And in the implementation of the assistance given in Ciamis District Police are in accordance with the principles set out in the Criminal Justice System Children. | |
| 14869 | 18180 | H1C013036 | PERANCANGAN NODE NIRKABEL SISTEM KENDALI BEBAN PLTS BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) | Sistem kendali beban pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) umumnya belum dapat dikendalikan secara jarak jauh. Pengembangan suatu perangkat berbasis Internet of Things pada PLTS memungkinkan pengendalian beban dan pemantauan pembangkit secara real time dari jarak jauh. Penelitian ini menyajikan rancangan perangkat dan aplikasi pemantauan dan pengendalian PLTS menggunakan node nirkabel berbasis Internet of Things. Data pemantauan disimpan di cloud database Thingspeak dan ditampilkan melalui aplikasi android. Aplikasi android juga digunakan untuk mengendalikan beban PLTS melalui sebuah relay yang berfungsi untuk memutus atau menghubungkan aliran arus yang menuju beban. Pengujian terhadap perangkat yang dibuat menunjukkan komponen sensor pada sistem pemantauan memiliki nilai error 0.121A dan 0.15 V pada sensor arus dan tegangan. Cepat atau lamanya pembacaan nilai dari thingspeak dipengaruhi oleh koneksi internet. Semakin cepat pembacaan nilai dari thingspeak maka perubahan kondisi relay akan semakin cepat dan begitupun sebaliknya. Respon waktu relay paling cepat dalam memutus atau menghubung adalah 5.88 detik, dan paling lama 41.18 detik atau bahkan bisa lebih lama tergantung pada koneksi internet. | Load control system at Solar Power Plant generally can not be controlled remotely. The development of an Internet of Things based devices on solar power plants enables controlling the load and plant monitoring in real time remotely. This study presents the design of the device and application monitoring and controls of solar power plants using Internet of Things based wireless node. Monitoring data stored in the cloud database Thingspeak and displayed via the android application.Android application is also used to control the load of a solar power plant through a relay which serves to disconnect or connect the current flow to the load. Tests on devices made shows the sensor component on monitoring system has an error value of 0.121A and 0.15 V in voltage and current sensors. The Higher or lower thingskpeak to read the value influence by internet connections. The faster thingspeak read the value, the faster relay condition changed. The fastest respond of relay to dissconnected or connected was 5.888 second, And the slowest was 41.18 second or it can be slower depend on internet connections. | |
| 14870 | 18181 | F1F011017 | ANALYSIS OF ASSOCIATIVE MEANING IN URBANO COMIC STRIPS IN THE JAKARTA POST SUNDAY EDITIONS ON MARCH-SEPTEMBER 2015 | Prastowo, Aji, 2017. Analysis of Associative Meaning in Urbano Comic Strips in the Jakarta Post Sunday Edition on March-September 2015. Pembimbing 1: Dr. Chusni Hadiati., S.S, M.Hum., Pembimbing 2: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum., Penguji: Tuti Purwati, S.S., M.Pd. Universitas Jenderal Soedirman. Fakultas Ilmu Budaya. Program Studi Sastra Inggris. Purwokerto. Kata kunci: Associative Meaning, Komik Strip Urbano, Tipe-Tipe Associative Meaning. Penelitian ini berjudul “Analysis of Associative Meaning in Urbano Comic Strips in the Jakarta Post Sunday Edition on March-September 2015”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan tipe-tipe associative meaning di komik strip Urbano yang dihasilkan oleh karakter utama dan untuk menemukan tipe affective meaning yang dominan. Data utama dari penelitian ini adalah komik strip Urbano di bulan Maret-September 2015. Kemudian, data tersebut dianalisis menggunakan teori dari Leech tentang associative meaning. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam menganalisis data. Hasil dari peneltian ini menunjukan bahwa ada 19 ujaran yang termasuk dalam tipe associative meaning. Data tersebut diklasifikasikan sebagai berikut: 1 data connotative meaning, 2 data social meaning, 14 data associative meaning, 1 data reflected meaning, dan 1 data collocative meaning. Affective meaning adalah tipe yang dominan di Urbano komik strip. Hal ini ditunjukan oleh beberapa karateker yang menunjukan perasaan dan ideanya lewat ujaran-ujaran yang mengandung masalah, solusi dari masalah atau reaksi dari masalah yang dimiliki oleh karakter lain. | Prastowo, Aji. 2017. Analysis of Associative Meaning in Urbano Comic Strips in The Jakarta Post Sunday Editions on March-September 2015. Thesis. Supervisor 1: Dr. Chusni Hadiati, S.S, M.Hum., Supervisor 2: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum., Examiner: Tuti Purwati, S.S., M.Pd. Jenderal Soedirman University, Humanities Faculty, English Department, English Study Program. Purwokerto. Keywords: Associative Meaning, Urbano Comic Strips, Types of Associative Meaning. The research entitled “Analysis of associative meaning in Urbano Comic Strips in the Jakarta Post Sunday Editions on March-September 2015”. The purpose of the research is to find out the types of associative meaning in Urbano comic strips produced by major characters in Urbano comic strips and find the dominant type of associative meaning. The main data of the research is Urbano comic strips Sunday edition on March-September 2015. Later, the data were analyzed using the types of associative meaning’s theory by Leech. This research used descriptive qualitative method to analyze the data. The results of the research showed 19 utterances produced by major characters. The data were classified as follows: 1 datum of connotative meaning, 2 data of social meaning, 14 data of affective meaning, 1 datum of reflected meaning, and 1 datum of collocative meaning. The affective meaning is the dominant type in Urbano comic strips. It shown by some characters that show their feeling or idea with through utterances which contain the problem, the solution of the problem, or its reaction of the other character’s problem. | |
| 14871 | 18185 | D1E012202 | EFEKTIVITAS PUPUK PADAT ORGANIK GRANUL FESES AYAM SUPLEMENTASI HERBAL DALAM URIN SAPI BUNTING TERHADAP JUMLAH DAN LUAS LEMBAR DAUN RUMPUT GAJAH DEFOLIASI I | Penelitian bertujuan mengetahui efektivitas pemberian pupuk padat organik granul feses ayam suplementasi herbal dalam pupuk cair urin sapi bunting terhadap jumlah dan luas lembar daun rumput gajah. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah granul dari feses ayam 1000 kg, dan urin sapi bunting 240 liter dengan penambahan herbal nanas 18 kg, temulawak 12 kg, mengkudu 6 kg. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan nested dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis variansi. Hasil penelitian tidak menunjukkan pengaruh nyata (P>0.05) jenis dan dosis pupuk terhadap jumlah daun. Jenis pupuk berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap luas lembar daun rumput gajah, serta dosis pupuk tidak berpengaruh terhadap luas lembar daun rumput gajah. Kesimpulan dan saran dari penelitian adalah pemberian pupuk padat organik granul suplementasi herbal dalam pupuk cair urin sapi bunting tidak memberikan pengaruh pada jumlah daun, dan berpengaruh pada luas lembar daun, disarankan pemberian pupuk padat organik granul suplementasi herbal dalam urin cair sapi bunting dinaikan dosis dalam penggunaannya. | The study aims to determine the effectiveness of granules solid organic fertilizer of chicken feces supplementation herbs on pregnant cow urine liquid fertilizer against the number and broad leaves of grass. The materials used in this study were 1000 kg of granule chicken feces fertilizer and 240 liters of urine of pregnant cow with the addition of herbal namely 18 kg of pineapple, 12 kg of ginger, and 6 kg of noni. The method used is a nested design with 12 treatments and 3 replications. Data were analyzed using analysis of variance. Results of the study showed no real effect (P> 0.05) the type and dose of fertilizer on the number of leaves. Type of fertilizer was highly significant (P <0.01) in the broad leaves of grass, as well as fertilizer dose did not affect the broad leaves of grass. Conclusions and recommendations from the study is the fertilizer of organic solid granules supplementation of herbs in liquid fertilizer of pregnant cow urine no effect on the number of leaves, and has the effect on the broad leaves, the recommended fertilizer organic solid granules supplementation of herbs in the urine liquid pregnant cow increased dose in use. | |
| 14872 | 18186 | A1L012080 | PENGARUH PEMBERIAN STRES AIR DAN KClO3 UNTUK MERANGSANG PEMBUNGAAN TANAMAN KELENGKENG (Dimocarpus longan Lour) VARIETAS KRISTAL | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh lamanya stres air terhadap pembungaan kelengkeng, 2) mengetahui pengaruh dosis KClO3 terhadap pembungaan kelengkeng, 3) menentukan kombinasi lamanya stres air dan dosis KClO3 yang terbaik untuk merangsang pembungaan kelengkeng. Penelitian ini dilaksanakan di Cilengko Farm, Desa Pandak, Kecamatan Baturraden dan di laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada Juli 2016 sampai Desember 2016. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan dua faktor, yang terdiri dari lamanya stres air (tanpa pemberian stres air, stres air selama 2 minggu, dan stres air selama 3 minggu) dan dosis KClO3 (tanpa pemberian KClO3, 5 ml/l, 10 ml/l, 15 ml/l), sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan terdapat dua unit percobaan untuk masing-masing ulangan. Variabel yang diamati meliputi jumlah daun (helai), luas daun (cm2), pertambahan tinggi tanaman (cm), kandungan klorofil (unit), saat muncul bunga (hsp), jumlah bunga rontok (%), dan jumlah bunga tidak rontok (%).Data dianalisis menggunakan uji F dan dilanjutkan dengan DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pemberian perlakuan stres air hanya dapat dilihat pengaruhnya pada jumlah daun, dan dianggap belum mampu merangsang pembungaan kelengkeng, 2) pemberian perlakuan KClO3 hanya dapat dilihat pengaruhnya pada jumlah daun, dan dianggap belum mampu merangsang pembungaan kelengkeng, 3) Kombinasi antara pemberian stres air dan KClO3 belum mampu merangsang pembungaan kelengkeng. | This study aims to: 1) determine the effect of duration of water stress on the flowering of longan, 2) determinate the effect of dose of KClO3 on the flowering of longan, 3) determine the combination of duration of water stress and dose of KClO3 of the best for stimulate the flowering of longan. This research was conducted in Cilengko Farm, Pandak village, District of Baturaden and in the laboratory of Agronomy and Horticulture Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman in July 2016 to December 2016. This research used a randomized complete block design (RCBD) with two factors, consisting the duration of water stress (not given water stress, water stress for 2 weeks, and water stress for 3 weeks) and dose of KClO3 (not given KClO3, 5 ml/l, 10 ml/l, 15 ml/l), so there were 12 combinations of treatments. Each treatment was repeated 3 times and there were two experimental units for each replicate. The observed variables include the number of leaves (leaf), leaf area (cm2), increase plant height (cm), chlorophyll content (unit), the emergence of flower (hsp), number of flower does fall out (%), and number of flower does not fall out (%).The data were analyzed using the F test and continued with DMRT 5%. The results showed 1) the treatment of water stress performed visible effect on the number of leaves, and was not capable to stimulate the flowering of longan, 2) the treatment of KClO3 performed visible effect on the number of leaves, and was not capable to stimulate the flowering of longan, 3) a combination of the treatment of water stress and KClO3 was not able to stimulate the flowering of longan. | |
| 14873 | 18187 | E1A013038 | BUKTI PERMULAAN YANG CUKUP SEBAGAI SYARAT SAHNYA PENETAPAN TERSANGKA NG HAKER LARSON (Tinjauan Yuridis Perkara Praperadilan No. 19/Pid.Prap/2016/Pn.Jkt.Sel) | Bukti permulaan adalah suatu syarat yang patut dipenuhi oleh penyidik dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka yang diatur dalam pasal 1 angka 14 KUHAP. Di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana tidak terdapat aturan yang lebih lanjut mengatur mengenai bukti permulaan itu sendiri, sehingga terdapat berbagai aturan lain diluar KUHAP yang mengatur bukti permulaan secara beragam. Kesimpangsiuran dan ketidakpastian suatu aturan dalam KUHAP yang merupakan pedoman bagi aparat penegak hukum dalam menerapkan hukum ini dikhawatirkan akan menimbulkan permasalahan, dimana bisa saja seseorang ditetapkan sebagai tersangka namun belum berdasarkan bukti permulaan yang cukup. Namun perkembangan memberikan pencerahan mengenai pengaturan bukti permulaan dan penetapan tersangka dalam putusan Mahkamah Konstitusi No. 21/PUU-XII/2014 yang saling erat berkaitan dan dapat diuji keabsahannya melalui lembaga praperadilan. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui dasar pemikiran diaturnya lebih lanjut mengenai bukti permulaan yang cukup dalam putusan Mahkamah Konstitusi tersebut dan kesesuaian penerapannya dalam praktik melalui putusan praperadilan Nomor 19/Pid.Prap/2016/PN.Jkt.Sel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif dan menggunakan sumber data primer dan sekunder. Dalam putusan Nomor 19/Pid.Prap/2016/PN.Jkt.Sel, pemohon yang ditetapkan sebagai tersangka secara tiba-tiba oleh Penyidik POLRI menganggap tindakan penyidik ini keliru bahkan tidak memenuhi prosedur hukum yakni dibutuhkan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka. Dimana terlebih lagi sebelumnya telah ada putusan praperadilan nomor 58/Pid.Prap/2015/PN.Jkt.Sel yang menyatakan penetapan tersangka atas diri pemohon dinyatakan tidak sah oleh hakim yang memutus. Dalam putusan hakim yang memutus putusan nomor 19/Pid.Prap/2016/PN.Jkt.Sel ini pun juga mengabulkan permohonan pemohon sebagian dan menyatakan penetapan tersangka yang dilakukan oleh penyidik POLRI adalah tidak sah melalui acara praperadilan. | Preliminary evidence is a requirement that should be met by investigators in determining a person as a suspect set out in article 1 of Law number 14 of the act of the law of criminal procedure. In the act of the law of criminal procedure there are no more rules governing the preliminary evidence itself, so there are various other rules governing outside the act of the law of criminal procedure preliminary evidence is mixed. Confusion and uncertainty of a rule in the act of the law of criminal procedure is a guideline for law enforcement officers in applying this law could cause significant problems, which could be a person named as a suspect but has not been based on sufficient preliminary evidence. But the development of enlightened about setting initial evidence and suspects in the establishment of the Constitutional Court No. 21 / PUU-XII / 2014 are closely related to each other and can be tested validity through pretrial agencies. This study intends to determine the rationale for the exclusion of further regarding sufficient preliminary evidence in the verdict of the Constitutional Court and the suitability of their application in practice through a pretrial decision No. 19 / Pid.Prap / 2016 / PN.Jkt.Sel. The method used in this research is a normative juridical prescriptive research specifications and using primary and secondary data sources. In its decision No. 19 / Pid.Prap / 2016 / PN.Jkt.Sel, applicants are named as a suspect suddenly by Investigator Police mistakenly considers this investigator does not even meet the legal procedures required initial evidence sufficient to establish a person as a suspect , Where pre-existing moreover pretrial decision number 58 / Pid.Prap / 2015 / PN.Jkt.Sel stating determination of the suspect upon the applicant declared invalid by the judge to decide. In a verdict that decided the decision number 19 / Pid.Prap / 2016 / PN.Jkt.Sel The applicant was also granted in part and expressed determination of the suspect committed by Police investigators are not valid through pretrial events. | |
| 14874 | 18188 | C1B012113 | PENGARUH PERSEPSI HARGA, PROMOSI, KETIDAKPUASAN KONSUMEN, DAN PERSEPSI MEREK TERHADAP PERPINDAHAN MEREK DENGAN VARIABEL VARIETY SEEKING SEBAGAI MODERASI | Penelitian ini berjudul Pengaruh Persepsi Harga, Promosi, Ketidakpuasan Konsumen, dan Persepsi Merek Terhadap Keputusan Perpindahan Merek Dengan Variabel Variety Seeking Sebagai Variabel Moderasi (Studi Pada Mahasiswi S1 FEB UNSOED). Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh dari variabel persepsi harga, promosi, ketidakpuasan konsumen, and persepsi merek terhadap perpindahan merek serta untuk menganalisis pengaruh dari variabel variety seeking terhadap hubungan antara variabel persepsi harga, promosi, ketidakpuasan konsumen, and persepsi merek dengan keputusan perpindahan merek. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua mahasiswi Unsoed yang menggunakan lipstick. Metode pengambilan sampel menggunakan purpossive sampling. Pada penelitian ini diambil 100 responden sebagai sampel. Alat analisis menggunakan regresi berganda, dan regresi metode moderasi. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa persepsi harga, promosi, ketidakpuasan konsumen, dan persepsi merek memiliki pengaruh positif terhadap perpindahan merek, dan variabel variety seeking mampu memoderasi hubungan antara variabel persepsi harga, promosi, ketidakpuasan konsumen, dan persepsi harga dengan perpindahan merek. | This study entitled Effect Of Price Perception, Promotion, Consumers Dissatisfaction, And Brand Perception on Brand Switching With Variety seeking as Moderation Variable (A Study on Brand Switching Lipstick Wardah S1 student at the Faculty of Economics and Business UnSoed). The research objective was to analyze the effect of Price Perception, Promotion, Consumers Dissatisfaction, And Brand Perception on Brand Switching and to analyze the effect of variety seeking on correlation between Price Perception, Promotion, Consumers Dissatisfaction, Brand Perception and Brand Switching. The population in this study was all S1 students in UnSoed Purwokerto who use lipstick. Sampling methode use the purposive sampling. In this researh will take 100 respondent as sample. Analytical tool used is multiple regression, and moderation regression. Based on the results of this study concluded that Price Perception, Promotion, Consumers Dissatisfaction, And Brand Perception has positive effect on Brand Switching, and Variety seeking can be moderated the correlation between Price Perception, Promotion, Consumers Dissatisfaction, Brand Perception and Brand Switching. | |
| 14875 | 18189 | A1L012017 | Pertumbuhan dan Hasil Padi Varietas Situ Patenggang dengan Aplikasi Asap Cair Tempurung Kelapa dan Pupuk N, P, K | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh aplikasi pupuk N, P, dan K terhadap pertumbuhan dan hasil padi varietas Situ Patenggang, (2) pengaruh aplikasi asap cair tempurung kelapa terhadap pertumbuhan dan hasil padi varietas Situ Patenggang, (3) aplikasi asap cair tempurung kelapa dan pupuk N, P, dan K yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil padi varietas Situ Patenggang. Penelitian dilaksanakan di Desa Cendana, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga pada ketinggian 360 m di atas permukaan laut (dpl). Penelitian dilakukan selama 7 bulan, dimulai bulan Maret sampai September 2016. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu rancangan petak terbagi yang terdiri atas dua faktor. Petak utama yaitu dosis asap cair tempurung kelapa yang terdiri atas: tanpa asap cair tempurung kelapa (0 lt/ha), dilarutkan dengan rasio 1 : 100 (90 lt/ha) dan dilarutkan dengan rasio 1 : 200 (45 lt/ha). Anak petak yaitu dosis pupuk N, P, K terdiri atas 0%, 25%, 50% dan 100% (Dosis rekomendasi adalah 100 kg N/ha, 100 kg P2O5, 50 kg K2O). Variabel penelitian yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah anakan, bobot tajuk dan akar, panjang malai, jumlah malai, jumlah gabah per rumpun,bobot gabah per rumpun, bobot 1000 biji, bobot biji per petak efektif dan bobot hasil per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aplikasi asap cair tempurung kelapa masih belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil padi gogo varietas Situ Patenggang (2) aplikasi N,P,K 50% hanya mampu meningkatkan karakter bobot segar tajuk vegetatif dan bobot biji isi per rumpun (3) interaksi antara perlakuan asap cair tempurung kelapa dan pupuk N, P dan K memberikan respon terhadap bobot biji per petak efektif dan bobot per Ha namun masih relatif rendah. | ABSTRACT The objectives of this study were (1) Determine the effect of the application wood vinegar of coconut shell and fertilizer of N, P, K growth and yield of Situ Patenggang upland varieties, (2) Determine the application wood vinegar of coconut shell and fertilizer N, P, and K were able to increase the growth and yield of Situ Patenggang upland varieties, (3) application of wood vinegar of coconut shell and fertilizer N, P, and K were able to increase the growth and yield of rice varieties Situ The research was conducted in the village of Cendana, District Kutasari, Purbalingga at an altitude of 360 m above sea level (asl). The study was conducted for 7 months, started in March to September 2016. The experimental design was a design of split plot design consist of two factors. The main plot is the dose of wood vinegar of coconut shell as main plot, with a concentration no application (0 lt / ha), dissolved with a ratio of 1: 100 (90 l / ha) and dissolved with a ratio of 1: 200 (45 lt / ha). The sub plots is the dose of fertilizer N, P, K as subplot 2, consisting of 0%, 25%, 50% and 100% (dosage recommendation is 100 kg N / ha, 100 kg P2O5, 50 kg K2O). Research variables observed were plant height, leaf number, leaf area, number of tillers, the weight of the canopy and roots, panicle length, number of panicles, number of grains per panicle, grain weight per panicle, weight of 1000 seeds, seed weight per plot effective and weights results per hectare. The results showed that (1) application of wood vinegar of coconut shell has not been able to increase growth and yield, (2) However, to increase the efficiency of N, P, K 50% on the character of vegetative canopy fresh weight and content of grain weight per clump, (3) interaction between liquid smoke coconut shell and fertilizer N, P and K afford respond to the grain weight per plot effective and weight per ha, but relatively low. Keywords: wood vinegar of coconut shell, N,P,K fertilizer, upland rice of situ patenggang | |
| 14876 | 18195 | A1C012094 | ANALISIS PENENTUAN PRIORITAS PENGEMBANGAN KOMODITAS TANAMAN PANGAN UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN PURBALINGGA | Setiap wilayah memiliki perbedaan potensi menghasilkan komoditas tanaman pangan tertentu. Hal ini menyebabkan ada beberapa komoditas tanaman pangan yang tumbuh relatif cepat dibanding dengan yang lain. Saat ini produksi tanaman pangan masih tersebar di berbagai kecamatan dan diperlukan upaya penentuan prioritas pengembangan komoditas basis tanaman pangan di Kabupaten Purbalingga. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui : 1) Komoditas tanaman pangan basis di masing – masing kecamatan di Kabupaten Purbalingga; 2) Pemusatan komoditas pangan tertentu serta mengetahui spesialisasi wilayah terhadap komoditas pangan tertentu; 3) Pertumbuhan komoditas tanaman pangan di Kabupaten Purbalingga; 4) Prioritas pengembangan tanaman pangan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli - Agustus 2016 di Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data produksi dan luas panen 8 komoditas tanaman pangan 18 kecamatan di Kabupaten Purbalingga tahun 2006 - 2015. Analisis data yang digunakan yaitu analisis SLQ, DLQ, Shift and Share, Koefisien Lokalisasi, Koefisien Spesialisasi dan Overlay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) wilayah basis tertinggi komoditas padi sawah terletak di Kecamatan Kalimanah, padi ladang di Kecamatan Kutasari, jagung di Kecamatan Karangreja, ubi kayu di Kecamatan Pengadegan, ubi jalar di Kecamatan Karangreja, kacang tanah di Kecamatan Kejobong, kedelai di Kecamatan Kemangkon, dan kacang hijau di Kecamatan Karanganyar. 2) Seluruh komoditas tanaman pangan secara regional bersifat menyebar dan tidak ada spesialisasi di tiap kecamatan. 3) komoditas tanaman pangan yang mengalami kemajuan pertumbuhan selama 10 tahun terakhir di sebagian wilayah diantaranya yaitu komoditas padi sawah, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, dan kedelai. 4) Prioritas pengembangan unggulan utama pada komoditas padi sawah dikembangkan di Kecamatan Kemangkon, Bukateja, Purbalingga, Kalimanah, Padamara, Bojongsari, Mrebet, Bobotsari, Karangjambu, Karanganyar, Kertanegara, Karangmoncol, dan Rembang. Komoditas jagung di Kecamatan Karangreja, Karangjambu, Kertanegara. Komoditas ubi jalar di Kecamatan Mrebet, Kertanegara. Komoditas kacang tanah di Kecamatan Kalimanah, Bojongsari. Komoditas kedelai di Kecamatan Kalimanah. Kata kunci: Prioritas pengembangan, Tanaman pangan | Each region has a different potential to produced of food crops in particular. This causes there are several food crops that grown relatively fast compared to the others. This now the production of food crops still scattered in various districts and needed efforts the prioritization of the development of food crops based in Purbalingga. The purposed of this study was to known; 1) based of food crops in sub-district in Purbalingga 3) growth food crops in each sub-district in Purbalingga, 4) Priority development of food crops. The basic method used in this research is descriptive. The kinds of data used is secondary data which include production data and harvest scope data 8 food crops in 18 sub-district in Purbalingga and data used in 2006 – 2015. The data analysis used namely SLQ, DLQ, Shift and Share, localization coefficient, specialization coefficient and Overlay.The study conducted on July – August 2016 at District of Purbalingga. The basic method used in this research is descriptive. The kinds of data used is secondary data which include production data and harvest scope data 8 food crops in 18 sub-district in Purbalingga and data used in 2006 – 2015. The data analysis used namely SLQ, DLQ, Shift and Share, localization coefficient, specialization coefficient and Overlay. The results showed; 1) the highest based area of rice-field is located in Kalimanah, rice unirrigate in Kutasari, corn in Karangreja, cassava in Pengadegan, sweet potatoes in Karangreja, peanut in Kejobong, soybean in Kemangkon, and mung bean in Karanganyar; 2) all food crops commodities regionally incleaned to spread and there sub-district do not specialization about certain food crops commodities; 3) food crops commodities who experience progressive growth as long as latest 10 years of each sub-district in Purbalingga showed rice-field, corn, cassava, sweet potato, peanut, and soybean; 4) Priority development in rice-field commodities developed in district of Kemangkon, Bukateja, Purbalingga, Kalimanah, Padamara, Bojongsari, Mrebet, Bobotsari, Karangjambu, Karanganyar, Kertanegara, Karangmoncol, and Rembang. Corn commodities in districts of Karangreja, Karangjambu, and Kertanegara. Sweet Potato in districts of Mrebet, Kertanegara. Peanut commodities in district of Kalimanah, Bojongsari. Soybeans in district of Kalimanah. | |
| 14877 | 18190 | G1A013038 | HUBUNGAN ASUPAN KAFEIN DENGAN KEPADATAN TULANG PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang: Osteoporosis merupakan penyakit dengan penurunan massa tulang yang memiliki prevalensi cukup tinggi dan diperkirakan akan terus meningkat. Kafein merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan kepadatan tulang. Kurikulum Fakultas Kedokteran yang tergolong padat membuat membuat mahasiswa mengkonsumsi kafein. Tujuan: Mengetahui hubungan asupan kafein dengan kepadatan tulang pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian sebanyak 34 mahasiswa laki-laki. Data asupan kafein diperoleh dari Semi Quantitative FFQ dan Food Recall. Data kepadatan tulang diukur dengan bone densitometry. Hubungan asupan kafein dengan kepadatan tulang dianalisis menggunakan uji Pearson. Hasil: Nilai asupan kafein pada subjek mahasiswa laki-laki memiliki rentang 9,00-160 mg/hari dengan rerata 73,33 ± 46,69. Nilai kepadatan tulang pada subjek mahasiswa laki-laki memiliki rentang -2,00-1,30 dengan rerata -0,60 ± 0,79. Hasil uji Pearson bernilai p= 0,009, menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik (p < 0,05) antara asupan kafein dengan kepadatan tulang dan nilai r = -0,441 (korelasi sedang asupan kafein dengan kepadatan tulang). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara asupan kafein dengan kepadatan tulang pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. | Bakground: Osteoporosis is a disease with decreased bone density and has a high prevalence and contimied to increase. Caffeine is one of many factors that can decrease bone density. Curriculum in Medical Faculty has a busy schedule that make student college use caffeine. Objective: To determine the correlation between caffeine intake and bone density in student colllege medical Faculty Jenderal Soedirman University. Methods: This was an analytic observational study with cross sectional approach. Total research subjects were 34 college students. Caffeine intake data was obtained from Semi Quantitative FFQ and Food Recall. Bone density data was measured with bone densitometry. Correlation between caffeine intake and bone density was analyzed used the Pearson test. Result: Caffeine intake of college students ranged from 9,00-160 mg/day with a mean of 73,33 ± 46,69. Result of bone density test was -2,00-1,30 with a mean -0,60 ± 0,79. Pearson test’s result was p= 0,009, showed that there was a statistically significant correlation (p < 0,05) between caffeine intake and bone density with r = -0,441 (moderate correlation between caffeine and bone density). Conclusion: There was a correlation between caffeine intake and bone density in student college medical Faculty Jenderal Soedirman University. | |
| 14878 | 18191 | G1A013033 | HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DAN MASSA LEMAK DENGAN DENSITAS TULANG PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN. | ABSTRAK Latar Belakang : Osteoporosis merupakan penyakit yang berkaitan dengan penurunan densitas tulang. Osteoporosis perlu penanganan serius karena prevalensinya yang tinggi dan dampak yang ditimbulkan cukup berat. Faktor risiko yang dapat mempengaruhi densitas tulang terdiri dari faktor yang tidak dapat diubah dan faktor yang dapat diubah. Diantara faktor tersebut terdapat faktor yang masih diperdebatkan yaitu indeks massa tubuh dan massa lemak. Mahasiswa Kedokteran merupakan calon tenaga kesehatan yang dituntut untuk memiliki kriteria tinggi sehingga kesehatan mahasiswa kedokteran perlu diperhatikan. Kesehatan tulang sering diabaikan oleh mahasiswa karena tidak menunjukkan keluhan yang jelas. Tujuan : Mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dan massa lemak dengan densitas tulang pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Metode : Penelitian dilaksanakan di kampus Jurusan Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran pada bulan Maret 2017, merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Subjek penelitian sebanyak 36 laki-laki berusia 18-22 tahun. Data indeks massa tubuh didapatkan melalui perhitungan berat badan dalam kilogram dibagi kuadrat dari tinggi badan dalam meter. Data massa lemak diukur menggunakan Bioelectrical Impedance Analyzer (BIA). Data densitas tulang diukur menggunakan densitometer Quantitative Ultrasound (QUS). Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil : Nilai indeks massa tubuh pada subjek memiliki rentang 18,0-36,6 dengan rerata 24,91 ± 4,59. Nilai massa lemak pada subjek memiliki rentang 12-30,8% dengan rerata 21,95 ± 5,14%. Nilai densitas tulang dalam skor T pada subjek memiliki rentang -2,0-2,3 dengan rerata -0,28 ± 0,79. Hasil uji korelasi pearson didapatkan nilai p = 0,001 untuk indeks massa tubuh (r=0,697) dan massa lemak (r=0,665), menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan secara statistik (p<0,05) antara indeks massa tubuh dan massa lemak dengan densitas tulang. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dan massa lemak dengan densitas tulang pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. | ABSTRACT Background : Osteoporosis is a disease associated with decreased bone density. Osteoporosis needs serious handling because of the high prevalence and impact is quite severe. Risk factors that may affect bone density consists of factors that can not be change and the factors that can be change. Among these factors there are several factors that are still debated, there are the body mass index and fat mass. Medical student are candidates for health professional who are required to have high criteria so that the health of medical students need to be considered. Bone health is often overlooked by students because it has no obvious symptoms. Objective : To determine the correlation between body mass index and fat mass with bone density in college student Medical Faculty of Jenderal Soedirman University. Methods : Research held on campus Medical Faculty of Jenderal Soedirman University in march 2017, is an observasional study with cross sectional design. Total research subject were 36 men aged 18-22 years. Body mass index data was obtained from rasio of weight in kg and quadrate from height in meter. Fat mass data was measured with Bioelectrical Impedance Analyzer (BIA). Bone density data was measured with densitometry Quantitative Ultrasound (QUS). Bivariate analysis using pearson. Result : Value of body mass index in subject had a range of 18,0-36,6 with mean 24,91 ± 4,59. Value of fat mass in subject had a range 12-30,8% with mean 21,95 ± 5,14%. Value of bone density in subject had a range -2,0-2,3 with mean -0,28 ± 0,79. Pearson test’s result were p = 0,001 for body mass index (r=0,697) and fat mass (r=0,665), show there were statistically significant correlation (p<0,05) between body mass index and fat mass with bone density. Conclusion : There were significant correlation between body mass index and fat mass with bone density in college student Medical Faculty of Jenderal Soedirman University. | |
| 14879 | 18194 | A1L010144 | UJI EFEKTIVITAS 4 JENIS SERESAH DAUN DALAM PROSES PEMATANGAN BUAH PISANG CAVENDISH ( Musa Paradisiaca. L) | Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengkaji pengaruh penggunan 4 jenis seresah daun terhadap pematangan buah pisang, 2) Mendapatkan seresah daun yang mampu mempercepat proses pematangan pisang, 3) Mengkaji penggunaan bahan organik dalam menyamai penggunaan Kalsium-karbida dalam pematangan buah pisang. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Karangwangkal, Purwokerto. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2016 – Juli 2016. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan ini terdiri dari : K : Kontrol, B Kalsium-karbida, A : Daun Albasia, C : Daun Cengkeh, P: Daun Pisang, N : Daun Nilam. Hasil penelitian menunjukkan Pematangan buah pisang menggunakan karbit lebih cepat dibandingkan dengan perlakuan seresah daun. Pematangan buah pisang dengan menggunakan seresah daun berturut-turut yaitu seresah daun albasia, seresah daun pisang, seresah daun nilam dan seresah daun cengkeh. Penggunaan seresah daun dapat mempengaruhi lama kematangan karena seresah daun dapat menghasilkan etilen. Pengaruh lain dari penggunaan seresah daun yaitu pada aroma pisang yang diperam menggunakan seresah daun nilam, aroma daun nilam tercium pada buah pisang yang sudah matang. Penggunaan seresah daun pisang dapat menyamai penggunaan karbit pada proses pemeraman buah pisang yaitu pada variabel kadar Vitamin C. | This research is aimed to: 1) Assessing the impacts of influences of four types of leaf litter on the ripening fruit. 2) Obtain organic material which can accelerate to ripening process of bananas. 3) Assess the advantages of organic materials as seems as calcium carbide in the ripening of bananas. Research is conducted at the Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, wich started from June to August 2016. Furthemore, this study used a Completely Randomized Block Design (CRBD) this treatments have seversal parts, that is K : Control, B : Calcium carbide, A : Albasia Leaf litter, C : Clover leaf litter P : Banana leaf litter, N : Patchouli leaf litter. The results showed that maturation of bananas using carbide faster than the leaf litter treatment. Banana ripening time consecutively albasia leaf litter, banana leaf litter, patchouli leaf litter and leaf clovers litter. Leaf litter affected ripening produced ethylene. The other effect of using leaf litter shown in the scent of bananas ripened using patchouli leaf litter that smell the aroma of patchouli. The use of banana leaf litter was equal to calcium carbide in the ripening process of bananas on variable levels of vitamin C | |
| 14880 | 18196 | A1H013046 | Kajian Motivasi Konsumen dalam Mengkonsumsi Pangan Olahan Halal di D.I Yogyakarta dengan Pendekatan Means End Chain (MEC) | Yogyakarta merupakan provinsi yang memiliki presentase penduduk muslim yaitu sebesar 91,38 % dari jumlah penduduknya Banyaknya penduduk muslim yang tinggal di D.I Yogyakarta mempengaruhi permintaan pangan halal yang beredar di Yogyakarta. Demi keberhasilan penyediaan pangan halal yang sesuai dengan permintaan konsumen di D.I Yogyakarta ini, perlu dikaji secara mendalam motivasi konsumen pangan olahan halal di D.I Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi konsumen dalam mengkonsumsi pangan olahan halal di D.I Yogyakarta. Sebanyak 40 responden diwawancarai dengan purposive convenience sampling. Means End Chain (MEC) digunakan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik terhadap potensi motif konsumsi makanan. Hasil penelitian menunjukkan dua hubungan motivasi konsumen: a) religius agar masuk surga, b) menaati peraturan Allah untuk kesehatan. Dalam penelitian ini diperoleh nilai centrality index yang tertinggi yaitu ‘Peraturan Allah’ (0,15); ‘kesehatan’ (0,14) dan ‘religius’ (0,12). Nilai centrality index yang terendah yaitu ‘higienis’ (0,01); ‘makanan bersih’ (0,01) dan ‘percaya’ (0,01) Berdasarkan teori hierarki kebutuhan Maslow konsumen pangan olahan halal di D.I Yogyakarta dikategorikan kedalam kebutuhan aktualisasi diri. | Yogyakarta is the large muslim population has a presentage 91,38%. This may affect to the demand for halal food in Yogyakarta. For the sake of the success of the provision of halal food to suit consumer demand in Yogyakarta. It is need to be examine the consumers motivation towards halal food in Yogyakarta. The purpose of this research is to know the motivations of consumers when consume the processed halal food in Yogyakarta. A total of 40 respondents were interviewed using a purposive convenience sampling. Mean -end Chain (MEC) is used to provide a better understanding towards the potential motives of food consumption. The results showed that there are two consumer motivation identified: a) religious in understanding order to go to heaven, b) follow God rules for health benefit. In this research obtained the highest of centrality index that is ' Rule of God ' (0.15); ' health ' (0.14) and ' religious ' (0.012). The lowest of centrality index that is ' hygienic ' (0.01); ' clean food ' (0.01) and ' believe ' (0.01). Based on the theory of Maslow hierarchy, processed halal food consumers in Yogyakarta are categorized into self-actualization needs. |