Artikelilmiahs

Menampilkan 1.101-1.120 dari 48.725 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
11016924G1G009047Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Tentang Dental Ergonomi Dengan Kejadian Neck Pain (Studi Cross Sectional pada Dokter Gigi yang Bekerja di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas)Pengetahuan dan sikap tentang dental ergonomi perlu dimiliki oleh seorang dokter gigi agar dapat meminimalisir terjadinya musculoskeletal disorders (MSDs). MSDs paling sering ditemukan pada dokter gigi yaitu neck pain. Neck pain merupakan gejala yang ditimbulkan pada daerah servikal dengan tanda klinis berupa nyeri, kekakuan dan ketidaknyamanan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap tentang dental ergonomi dokter gigi dengan kejadian neck pain. Metode penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Responden penelitian ini terdiri dari 29 dokter gigi yang bekerja di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Setiap responden mengisi kuesioner standar Nordic dan kuesioner pengetahuan dan sikap tentang dental ergonomi. Semua data yang terkumpul terdistribusi normal, selanjutnya dianalisis statistik menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 55,2% dokter gigi memiliki pengetahuan baik tentang dental ergonomi dan sebanyak 62,1% dokter gigi memiliki sikap mendukung tentang dental ergonomi. Tidak ada hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dan sikap tentang dental ergonomi dokter gigi dengan kejadian neck pain (p > 0,05). Terdapat hubungan bermakna antara usia, jenis kelamin, dan lama kerja dokter gigi dengan kejadian neck pain (p < 0,05). Simpulan penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap dokter gigi dengan kejadian neck pain, artinya pengetahuan rendah dan sikap tidak mendukung tidak selalu mempengaruhi kejadian neck pain atau sebaliknya pengetahuan baik dan sikap mendukung tidak selalu mempengaruhi kejadian neck pain. The knowledge and attitude about dental ergonomics needs to be had by a dentist so that can minimize the incidence of musculoskeletal disorders (MSDs). MSDs which is the most often found on dentist is neck pain. Neck pain is a symptoms arising in the cervical area with clinical sign of pain, stiffness and discomfort. The purpose of this research was to know about the relation between the level of knowledge and attitude about dental ergonomics of dentist with neck pain incidence. The method of this research was observational analytic research with cross sectional design. The respondents of this research consist of 29 dentists that work in Health Offices of Banyumas District. Every respondent fill the questionnaire of standard Nordic, questionnaire of knowledge and questionnaire of dental ergonomics attitude. All of collected data were normally distributed, then it was analyzed the statistic using chi-square. The result of this research show about 55,2% dentists have good knowledge about dental ergonomics and 62,1% dentists have support attitudes about dental ergonomics. There is no statistical relation between the level of knowledge and attitude of dental ergonomics of dentists with neck pain incidence (p > 0,05). There is a statistical relation between age, genre, and long work of dentist with neck pain incidence (p < 0,05). The conclusion of this research was no relation between the level of knowledge and dentist’s attitude with the neck pain, it mean that the low knowledge and not supporting attitude doesn’t always affect with neck pain or otherwise good knowledge and supported attitude doesn’t always affect with neck pain.
11027099G1B006007ANALISIS PILIHAN KATA PADA ARTIKEL JURNAL HUMANIS
Penelitian ini berjudul “Analisis Pilihan Kata pada Artikel Jurnal Humanis”. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan serta menganalisis pilihan kata pada artikel junal Humanis yang dilihat dari penulisan huruf, penulisan kata, dan penggunaan tanda baca. Hasil penelitian ini yaitu terdapat kesalahan pilihan kata yang terdapat di artikel jurnal Humanis. Kesalahan berupa penulisan dalam jurnal disebabkan kurangnya pemahaman kaidah penulisan karya tulis ilmiah yang baik dan benar. Penulisan ini harus disesuaikan dengan kaidah yang sebenarnya, agar hasilnyabisa di baca dan mudah dipahami. Suatu penulisan di dalam Jurnal Humanis yang harus diteliti yaitu penulisan huruf baku, penulisan tersebut meliputi huruf kapital, huruf abjad, huruf vokal, dan huruf konsonan. Suatu penulisan kata di dalam Jurnal Humanis yang harus diteliti. Penulisan kata tersebut meliputi kata dasar, kata turunan, kata ulang, gabungan kata, bentuk singkatan dan akronim, dan kata berimbuhan. Suatu penulisan di dalam Jurnal Humanis yang harus diteliti penggunaan tanda bacanya. Penggunaan tanda baca meliputi tanda baca titik, koma, titik dua, titik koma, tanya, dan seru. Kesalahan penulisan kata selalu banyak dijumpai dalam setiap paragraf, sedangkan penulisan kata yang benar sangat mempengaruhi hasil penulisannya. Penulisan pilihan kata seharusnya disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang beragam latar belakang pendidikan jika pendidikan masih dijenjang yang rendah maka penulis jurnal harus menyesuaikan dengan tingkat pemahaman mereka sedangkan penulisan paragraph dan kalimat juga harus di perhatikan.This study entitled "Analisis Pilihan Kata pada Artikel Jurnal Humanis". The purpose of this study is to describe and analyze the word choice in Jurnal Humanis articles views of writing the word, and the use of punctuation. The results of this research that there is a mistake in the word choice contained Jurnal Humanis article. Errors in the form of writing in journal cause a lack of understanding of the rules of writing scientific are good and right. This writing must be adapted to actual rules, in order to bias results in read and understood. Judging from the shape grouping divided into three, namely the writing of letters, the use of the standard, and use of punctuation. A writen in the Jurnal Humanis that have research standard writen, writing includes capital writen,writen of the alphabet, vowel and consonant. A word of writing in Jurnal Humanis that should be investigated. These include spelling basic words, derived words, repeated words, combination of words, abbreviations and acronyms shape, and affixxation. The writen Jurnal Humanis that have investigated use of punctuation. Include use of punctuation points, comma, colons, questions, and exciting. Always a lot of spelling errors encountered in each paragraph, while writing the correct word greatly affect the results of writing. The writen word choice should be adjusted to conditions that varied background in education if education is still a low level, the authors journals must adjust to level of their understanding while writen paragraphs and sentences must also be considered.
11037082E1A009074STUDY BANDING TANGGUNG JAWAB HUKUM PERUSAHAAN ANGKUTAN SHUTTLE BUS DENGAN PERUSAHAAN ANGKUTAN TRAVELPenulis mengambil judul penelitian Study Banding Tanggung Jawab Perusahaan Angkutan Shuttle Bus Dengan Perusahaan Angkutan Travel. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu mengenai perbedaan tanggung jawab hukum perusahaan angkutan Shuttle Bus dan perusahaan angkutan Travel serta mengenai kelebihan dan kekurangan dari masing-masing angkutan tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dan spesifikasi penelitian preskriptif. Penelitian ini berlokasi di Perusahaan Joglosemar Executive Shuttle Bus dan PO Qyta Trans, dari dua lokasi tersebut diperoleh Data Sekunder dan Data Penunjang Sekunder dengan metode pengumpulan data dokumentasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan analisis normatif kualitatif dan hasil penelitian disajikan dalam bentuk teks naratif.
Dari hasil penelitian dan pembahasan diperoleh jawaban masalah yaitu, perbedaan tanggung jawab hukum antara angkutan shuttle bus dan angkutan tarvel terletak pada pelayanan yang diberikan. Perusahaan Joglosemar Executive Shuttle Bus memberikan pelayanan antar jemput point-to-point. Sedangkan PO Qyta Trans memberikan pelayanan antar jemput door-to-door. Diketahui juga bahwa Perusahaan Joglosemar Executive Shuttle Bus telah Berbadan Hukum, sedangkan PO Qyta Trans masih Perusahaan Perorangan yang belum berbadan hukum dan tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 139 ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Untuk kelebihan dan kekurangan masing-masing angkutan terdapat pada:
a. Shuttle Bus, memiliki kelebihan, yaitu mengutamakan kecepatan dan ketepatan waktu untuk sampai tujuan, jadwal yang pasti dan teratur memudahkan penumpang dalam memilih waktu perjalanan. Kelemahannya terdapat pada diferensiasi harga yang berbeda/lebih mahal jika dibandingkan dengan angkutan umum lainnya, memungkinkan penumpang untuk mengeluarkan biaya tambahan penyelenggaraan pengangkutan untuk sampai ke tujuan.
b. Travel, memiliki kelebihan, teknis operasional yang mengantar dan menjemput penumpang dari rumah ke rumah, penumpang tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan penyelenggaraan pengangkutan. Kelemahan tidak tepat waktu.
Saran untuk hasil penelitian tersebut yaitu, PO Qyta Trans sebagai penyelenggara angkutan seharusnya Berbadan Hukum. Untuk kegiatan pengiriman barang seharusnya memiliki ijin tersendiri yang khusus yaitu ijin usaha melakukan kegiatan Pos sesuai dengan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2009 tentang Pos.
The author took the title of the study Comparative Study of Liability Company Shuttle Bus Transportation With Travel Carrier. The problems of this study is the differences in legal liability company shuttle bus transportation and travel carrier as well as the advantages and disadvantages of each of these transport.
This study uses research methods specifications normative and prescriptive research. This study is located in the Joglosemar Executive Shuttle Bus Company and PO Qyta Trans, obtained from two locations Secondary Data and Secondary Data Supporting the data collection methods of documentation and interviews. This study uses qualitative and normative analysis results are presented in the form of narrative text.
From the research and discussion of the answers obtained problem is, the difference between the legal responsibility of the shuttle bus and freight transport tarvel located on the service provided. Joglosemar Executive Shuttle Bus Companies provide shuttle service point-to-point. While PO Qyta Trans provide shuttle service door-to-door. Please also note that Joglosemar Executive Shuttle Bus Company has Regulated the Law, while the Company is PO Qyta Trans Individuals who have legal status and are not in accordance with the provisions of Article 139 paragraph (4) of Law No. 22 Year 2009 on Road Traffic and Road Transportation.
For the advantages and disadvantages of each transport found in:
a. Shuttle Bus, has its advantages, namely prioritizing speed and timeliness to reach the destination, and a regular schedule certainly facilitate passengers in choosing travel time. The disadvantage there is the differentiation of different price / more expensive when compared to other public transport, enabling passengers to spend extra organizing the transport to get to the destination.
b. Travel, has its advantages, technical operations drop and pick up passengers from home to home, passengers do not have to pay extra freight implementation. Weakness is not timely.
Suggestions for the results of these studies are, PO Qyta Trans as transport providers should Regulated Law. For the shipping of goods should have its own specific license is a license Pos activities in accordance with Law No. 38 Year 2009 on Pos.
Keywords : Liability Carrier , Shuttle Bus , Travel
11047102F1D008037Peran Pemerintah Desa Dalam Pemberdayaan Masyarakat Melalui Alokasi Dana Desa (ADD) pada Program Pembangunan Sarana dan Prasarana di Desa Buniwah Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes Tahun 2011Penelitian ini menjelaskan tentang peran pemerintah desa dalam pemberdayaan masyarakat melalui ADD pada program pembangunan sarana dan prasarana di Desa Buniwah Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) memahami peran pemerintah desa dalam agenda setting, formulasi dan implementasi pemberdayaan masyarakat melalui ADD pada program pembangunan saran dan prasarana di Desa Buniwah Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes tahun 2011; dan 2) memahami faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pemberdayaan masyarakat melalui Alokasi Dana Desa (ADD) pada program pembangunan sarana dan prasarana di Desa Buniwah Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes tahun 2011. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, sementara pendekatan yang dipakai adalah studi kasus. Teknik pengambilan informan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumen. Metode analisis dengan menggunakan model analisis interaktif, serta validitas data adalah dengan triangulasi sumber.
Hasil penelitian ini mengungkapkan kenyataan bahwa peran pemerintah Desa Buniwah Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes pada pelaksanaan program ADD dalam melaksanakan Agenda Setting dan formulasi dalam Musyawarah Rencana Pemabangunan Desa (Musrenbangdes) masih kurang efektif terbukti yang mengusulkan untuk melaksanakan pembangunan talud di Desa Buniwah bukan dari pemerintah desa, melainkan dari tokoh masyarakat. Pada tahap implementasi pemerintah desa berfungsi sebagai pengawas jalannya program dan pembangunan talud. Pemerintah desa juga mengajak masyarakat desa untuk melakukan pemberdayaan masyarakat. Pemerintah desa mengadakan swadaya masyarakat untuk membantu program ADD.
Faktor pendukung dari program ADD ini adalah peran aktif pemerintah desa. Artinya, pemerintah desa mengajak masyarakat untuk berpertisipasi dalam pemberdayaan masyarakat melalui pembangunan sarana dan prasarana di Desa Buniwah. Peran aktif pemerintah untuk mengajak masyarakat dengan mengadakan sosialisasi kepada seluruh masyarakat agar mereka mengetahui program ADD yang dilaksanakan pemerintah desa. Adanya dana swadaya masyarakat dengan adanya dana bantuan dari masyarakat dapat membantu pembangunan sarana dan prasarana.
Faktor penghambat dari program ADD ini adalah telatnya pencairan dana dari pemerintah Kabupaten Brebes. Lalu pemerintah desa Buniwah meminjam dana ADD untuk membayar tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) masyarakat Desa Buniwah yang sudah jatuh tempo. Artinya dengan adanya faktor penghambat ini maka pengerjaan program pembangunan saran dan prasarana di Desa Buniwah menjadi terlambat.
This research explains about the role of village government in society empowerment through ADD in the program of infrastructure development in the Village of Buniwah, Sub district of Sirampog in the Regency of Brebes. This research aims to : 1) understand the role of village government in the setting agenda, formulation and implementation society empowerment through ADD in the program of infrastructure development in the Village of Buniwah, Sub district of Sirampog in the Regency of Brebes in 2011; and 2) understands the factors that support and impede the society empowerment through the Village Fund Allocation (ADD) in the program of infrastructure development in the3 Village of Buniwah, Sub district of Sirampog in the Regency of Brebes in 2011. This research uses the qualitative method, the approach in this research uses the study case. Taking sample informant uses the purposive sampling. Technique of data collection is conducted by depth interview, observation and documentation. Analysis method uses the interactive analysis method, and data validity is the source triangulation.
The result of research explains the reality that the role of Village government of Buniwah, Sub district of Sirampog in the Regency of Brebes in the implementation of ADD program in the Implementation of Setting Agenda and formulation in the Village Development Plant Musyawarah (Musrenbangdes) still less effective who the implementation of Talud development in the Village of Bunniwah is not from the village government, but he come from the public figure. In the stage of village government implementation has function as the controller for the program and Talud development. Village government also asks the village society to conduct the society empowerment. Village government conduct the society empowerment to help the ADD program.
The support factors from the ADD program is the active role of village government. It means that village government asks the society to participate in the society empowerment through the infrastructure development in the Village of Buniwah. Active role of government is to asks the society by doing the socialization to all the society in order to know the ADD program that is conducted in the village government. There is the self-supporting fund of society which this fund from the society assistance can help the infrastructure development.
The factor that impede the ADD program is the late of fund implementation from the Regency of Brebes. The activity of the government village of Buniwah loans the ADD to pay the Tax of land and buildings (PBB) in the village of Buniwah that has been fallen due. It means with these barrier factors so the development program of infrastructure in the Village of Buniwah will become late.
11057116P2CB12015ANALISIS PENGARUH FAKTOR TEKNIS DAN FUNDAMENTAL DALAM MEMPREDIKSI RETURN SAHAM (STUDI KOMPARATIF PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR, REAL ESTATE DAN FINANSIAL YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA)
Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Faktor Teknis dan Fundamental dalam Memprediksi Return Saham (Studi Komparatif pada Perusahaan Manufaktur, Real Estate dan Finansial yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh volume perdagangan saham, leverage, ukuran perusahaan, price to book value, return on equity dan return on investment terhadap return saham. Juga untuk menganalisis perbedaan pengaruh volume perdagangan saham, leverage, ukuran perusahaan, price to book value, return on equity dan return on investment terhadap return pada perusahaan manufaktur, real estate dan finansial.
Penelitian menggunakan data sekunder perusahaan manufaktur, perusahaan real estate dan perusahaan finansial yang terdaftar di Perusahaan Efek Indonesia tahun 2009 sampai tahun 2012. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling yaitu sebanyak 59 perusahaan. Metode analisis yang digunakan adalah analisa regresi linier berganda. Berdasarkan analisis dapat disimpulkan bahwa:
1. Volume perdagangan saham t-3 pada perusahaan manufaktur dan keuangan berpengaruh positif terhadap return tetapi pada perusahaan real estate tidak mempunyai pengaruh yang signifikan. Volume perdagangan saham pada t-1 dan t-2 kelompok perusahaan manufaktur, keuangan dan real estate tidak mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap return saham.
2. Leverage t-1, t-2 dan t-3 pada perusahaan manufaktur, keuangan dan real estate tidak berpengaruh negatif terhadap return saham.
3. Ukuran perusahaan t-1, t-2 dan t-3 pada perusahaan manufaktur, keuangan dan real estate tidak berpengaruh negatif terhadap return saham.
4. PBV t-1, t-2 dan t-3 pada perusahaan manufaktur, real estate dan keuangan tidak berpengaruh positif terhadap return saham.
5. ROE t-1, t-2 dan t-3 pada perusahaan manufaktur, real estate dan keuangan tidak berpengaruh positif terhadap return saham.
6. ROI t-1, t-2 dan t-3 pada perusahaan manufaktur, real estate dan keuangan tidak mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap return saham.
7. Tidak terdapat perbedaan pengaruh volume perdagangan saham, leverage, ukuran perusahaan, Price to Book Value (PBV), Return On Equity (ROE) dan Return On Investment (ROI) terhadap return saham pada perusahaan manufaktur, real estate dan finansial.
Implikasi penelitian ini adalah dalam pengambilan keputusan investasi, investor harus tetap melihat berbagai kondisi dari laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia karena dalam penelitian ditemukan nilai pengaruh positif dan negatifnya, terutama volume perdagangan saham t-3 pada perusahaan manufaktur dan keuangan serta memperhatikan ukuran perusahaan t-3 pada perusahaan manufaktur.
This study titled Influence of Technical Analysis and Fundamental in Predicting Stock Return (Comparative Study on Manufacturing, Real Estate and Financial Listed in Indonesia Stock Exchange). The purpose of this study was to analyze the effect of the volume of stock trading, leverage, firm size, price to book value, return on equity and return on investment to return. Also to analyze the effect of differences in trading volume, leverage, firm size, price to book value, return on equity and return on investment to return on manufacturing, real estate and finance.
Research using secondary data of manufacturing companies, real estate companies and finance companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2009 until 2012. Sampling with purposive sampling method 59 different companies. The analytical method used was multiple linear regression analysis. Based on the analysis it can be concluded that:
1. Trade volume t-3 in the manufacturing industry have a positive effect to ther return but on the financial industry and the real estate industry had no significant effect. Trading volume at t-1 and t-2 group manufacturing company, finance and real estate does not have a significant positive effect on return.
2. Leverage on the manufacturing industry, finance and real estate are not negatively affect the return.
3. Firm size in manufacturing have positive effect to the return on real estate and financial industry does not have a significant positive effect. Firm size was not a significant positive effect on real estate return in t-1 and t-2 manufacturing and finance.
4. PBV in manufacturing, real estate and finance no positive effect on the return.
5. ROE in the manufacturing firm, real estate and finance no positive effect on the return.
6. ROI on manufacturing, real estate and finance does not have a significant positive effect on return.
7. There is no difference in the influence of trading volume, leverage, firm size, Price to Book Value (PBV), Return on Equity (ROE) and Return On Investment (ROI) of the return on manufacturing, real estate and finance.
The implications of this study are in making investment decisions, investors should still look at the various conditions of the financial statements of companies listed on the Indonesia Stock Exchange since the study found positive effects and negative values, especially the company's trading volume manufacturing at t-3 and t-3 as well as the financial pay attention to the firm size in manufacturing t-3.
11067103G1A006128THE USE OF CODE MIXING IN ADVERTISEMENTS
(A Study of PT Indosat tbk Advertisements)
Penelitian ini membahas tentang jenis dan tujuan menggunakan campur kode dalam iklan. Pendekatan sosiolinguistik diterapkan dalam menganalisis bentuk dan tujuan penggunaan campur kode. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang menggambarkan fenomena penggunaan campur kode sebagai alat promosi yang dibaca oleh orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada lima jenis campur kode yang digunakan dalam iklan Indosat menggunakan kata Inggris, menggunakan frase bahasa Inggris, menggunakan bentuk hybrid, menggunakan klausa, dan menggunakan idiom bahasa Inggris . Bentuk-bentuk code mixing ditemukan dan diklasifikasikan sebagai kata, frase, klausa, dan idiom bahasa Inggris yang dimasukkan ke kalimat Indonesia flyer Indosat untuk mempromosikan produk dan programnya. Analisis berikutnya juga menjelaskan tujuan menggunakan campur kode dalam iklan. Sebagian besar penggunaan campur kode adalah untuk alasan need filling motive dan being more informative karena tidak ada kata-kata atau frase Indonesia yang terkait yang memiliki arti yang serupa. Selain itu, penggunaan kode pencampuran juga digunakan untuk memberikan need prestige feeling dan asserting status, pride, and power untuk memberikan karakteristik khusus untuk iklan.This research studies the type and the purpose of using code mixing in the advertisements. The socio-linguistics approach is applied in analyzing the code mixing form. The method of this research is descriptive qualitative that describes the phenomenon of code mixing as the tools of promotion that is read by people. The result of this research shows that there are five types of code mixing used in Indosat advertisement; they are inserting English word, inserting English phrase, inserting hybrid, inserting clause, and inserting English idiom. Those forms of code mixing are found and classified as the English word, phrase, clause, and idiom that are inserted into Indonesian sentences of Indosat flyers to promote their product and program. The next analysis also describes the purposes of using code mixing in advertisement. Most of the using of code mixing is to give need filling motive and being more informative because there is no related Indonesian words or phrases that have a similar meaning. Besides, the using of code mixing is also used to give a prestige-filling motive and asserting status, pride, and power in order to give a special characteristic to the advertisements.
11077104N1A006007Hubungan Riwayat Pemberian ASI Terhadap Penurunan Risiko Kejadian Kanker PayudaraLatar belakang: Proses laktasi dikemukakan sebagai teori yang dapat menurunkan risiko kanker payudara. Hal tersebut berkenaan dengan hormon-hormon seperti estrogen dan progesteron yang mempengaruhi dalam prolifeasi sel pada jaringan payudara. Beberapa studi menyatakan pemberian ASI juga berhubungan dengan level hormon estrogen yang mempengaruhi payudara yang mungkin dapat menimbulkan keganasan, tetapi ini masih dalam perdebatan penelitian sebelumnya. Diharapkan dari penelitian ini dapat diketahui hubungan dari riwayat pemberian ASI terhadap penurunan risiko kejadian kanker paydudara.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara riwayat pemberian ASI terhadap penurunan risiko kejadian kanker payudara di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Metode: Penelitian ini bersifat non-eksperimen (analitik obsevasional) dengan rancangan penelitiancase-control. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling sampai kuota 84 responden kelompok kasus dan 84 responden kelompok kontrol dengan instrumen berupa kuesioner. Analisa statistik yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat yang menggunakan uji chi-square(X2).
Hasil Penelitian: Mayoritas responden memiliki riwayat paritas 3 orang anak (40.5%), tidak memakai KB (54.8%), tidak pernah terpapar radiasi sinar-X (61,9%), mempunyai riwayat keluarga (faktor genetik) sebesar 47,6% dan riwayat pemberian ASI yang tidak eksklusif sebesar 57,1%. Hasil uji statistik chi-square hubungan riwayat pemberian ASI dengan kejadian kanker payudara diperoleh nilai p = 0.000 dan nilai OR = 4,267.
Kesimpulan: Pemberian ASI secara eksklusif dapat menurunkan risiko terjadinya kanker payudara secara signifikan di Rumah Sakit Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Background: Lactation process being forward as one of the major reason for reducer of the breast cancer. This was associated with the hormones like estrogen and progesterone that affect the prolifeasi cell to the breast tissue. Some studies said breast feeding is also associated with estrogen hormone level that influence breast that could lead to cancer, but it is still in the debate among the scientists. It is hoped that this research can be identified the relationship between breastfeeding history to decrease the risk of breast cancer incidence.
The purpose: The research aimed was to investigate the relation between the breastfeeding history to decease the risk of breast cancer incidence in the Prof. Dr. Margono Soekarjo General Hospital in Purwokerto.
Method: This research non-experimental (analytic obsevasional) with case-control design. Samples was taken with purposive sampling techniques with 84 respondents in cases group and 84 respondents in controls group with instruments in the form of questionnaire. Statistic Analysis is univariat analysis and bivariat using tests chi square (X2).
Results of Research: The majority of respondents had a history paritas 3 children (40,5 percent ), did not use family planning (54,8 percent), were never would have been exposed to radiation X-ray (61,9 percent), have family history (genetic factors) of 47,6 percent and the non-exclusive breastfeeding history of 57,1 percent. The result of the relationship between breastfeeding history with the risk of breast cancer incidence chi-square statistics, the p = 0,000 and values OR = 4,267.
Conclusion: The exclusive breastfeeding have significantly decrease the risk of breast cancer incidence at Prof. Dr. Margono Soekarjo General Hospital in Purwokerto.
11087105N1A006012STUDI TINGKAT KEMANDIRIAN PERAWATAN DIRI PADA ANAK TUNA GRAHITA DI SLB C YAKUT PURWOKERTOLatar Belakang:Tidak semua pasangan dikaruniai anak yang normal baik fisik maupun mental dalam hal ini tidak mengalami retardasi mental (tuna grahita).Retardasi mental (tuna grahita) adalah anak yang mengalami kelainan (fisik, mental-intelektual, sosial, dan ekonomi) dalam proses perkembangannya sehingga mereka memerlukan pelayanan pendidikan khusus dan pelayanan kesehatan khusus. Aktifitas kegiatan sehari-hari yang dilakukan pada anak berkebutuhan khusus meliputi kebersihan diri, makan, minum, berpakaian, berhias.
Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk bagaimanakah gambaran tingkat kemandirian perawatan diri anak tuna grahita diSLB C Yakut Purwokerto
Metode:Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua siswa SLB C Yakut Purwokerto pada tahun ajaran 2013-2014 yang berjumlah 118 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 32 anak yang terdiri dari kelas I, II, dan III. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner.
Hasil:Sebagian besar anak tuna grahita memiliki tingkat kemandirian perawatan diri yang tinggi sebesar 75% (24 orang) dan hanya sedikit yang memiliki kemandirian perawatan diri yang sedang sebesar 25% (8 orang).
Kesimpulan:Aspek kemandirian perawatan diri anak tunagrahita di SLB C Yakut Purwokerto sebagian besar memiliki kemampuan yang tinggi dari berbagai aspek yaitu kemampuan makan sendiri, kemampuan minum sendiri, kemampuan kebersihan diri, kemampuan berpakaian dan kemampuan berhias diri dan hanya sedikit yang memiliki kemampuan sedang.
Background: Not all couples are blessed with children both physically and mentally normal in this case is not mentally retarded (mentally disabled). Mental retardations are children who have abnormalities (physical, mental, intellectual, social, and economic) in the process of development so that they require special education services and special health services. The daily activities which were performed by children with special needs include doing personal hygiene, eating, drinking, dressing, doing ornate.
Objectives: This study aims to overview how the level of independent self-care of mentally retarded children in SLB C Yakut Purwokerto.
Methods: This research is descriptive and analytical. The population in this study is all parents of students SLB C Yakut Navan in the period of 2013-2014, amounted to 118 people. The samples in this study were 32 children consisting of class I, II, and III. The instrument used in the research is questionnaire.
Results:The majority of mentally disabled children who have high levels of independent self-care are about 75% (24 people) and only 25% (8 people) have medium level of the self-care.
Conclusion: The aspects of independent self-care levels in children SLB C Yakut Navan most have high ability of the various aspects of the ability to feed themselves, the ability to drink alone, self-cleaning ability, capability and ability ornate dress themselves and few have moderate ability.
11097106A1M009046FORMULASI TIWUL INSTAN BERBAHAN UTAMA TEPUNG UBI KAYU-TEPUNG JAGUNG DENGAN TAMBAHAN TAPIOKA DAN SUSU BUBUK RENDAH LEMAKPenelitian ini mengkaji pengaruh penambahan tepung jagung juga pengaruh penambahan tapioka dan susu bubuk rendah lemak. Tujuan penelitian ini adalah: 1). Menentukan proporsi tepung tepung jagung untuk menghasilkan tiwul instan dengan kandungan protein yang tinggi dan sifat sensori yang disukai; 2). Menentukan persentase penambahan tapioka dan susu bubuk rendah lemak untuk menghasilkan tiwul instan tinggi protein dan sifat sensori yang disukai; 3). Menentukan kombinasi perlakuan antara proporsi tepung substitusi, penambahan tapioka dan susu bubuk rendah lemak agar menghasilkan tiwul instan yang memiliki kualitas terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 3 faktor yaitu proporsi berat tepung ubi kayu:tepung jagung (P, %b/b) 100:0 (P0); 90:10 (P1); 80:20 (P2); 70:30 (P3); penambahan tapioka (T, %b/b) terhadap total tepung yaitu 0% (T0); 3,5% (T1); 7% (T2) dan penambahan susu bubuk rendah lemak (S, %b/b) terhadap total tepung yaitu 0% (S0); 3,5% (S1); 7% (S2), sehingga diperoleh 36 unit perlakuan yang diulang 2 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah tiwul instan P3T1S1 (proporsi tepung ubi kayu:tepung jagung 70:30, penambahan tapioka 3,5% dan susu bubuk rendah lemak 3,5%) mempunyai kadar protein total 7,93%bk; kadar protein terlarut 0,03 %bk; kadar lemak 4,78 %bk; kadar karbohidrat (by difference) 86,37 %bk; kadar air 7,39 %bb; kadar abu 0,91 %bk; rendemen 111,29%; densitas kamba 0,68; koefisien rehidrasi 2,92; warna 2,80 (agak cokelat), tekstur 2,93 (kenyal), bau tepung jagung 2,83 (agak terasa), flavor 2,70 (enak) dan nilai kesukaan 2,63 (suka).This recearch study about the effect of substituted corn flour and effect the addition of tapioca and low fat milk powder The purpose of this research were 1). To decide the proportion of corn flour to produce instant tiwul with high protein content and preferable sensory characteristics; 2). To find the opyimum proportion of additional tapioca and low fat milk powder to produce instant tiwul with high protein content and preferable sensory characteristics; 3) To find combination of treatments between the propotion of flour substitution, the addition of tapioca and low fat milk powder in order to produce instant tiwul with the best quality. The research used experimental method with factorial Randomized Block Design. The tested factors consist of 3 factor, they are the proportion of weight cassava flour:corn flour (P, %w/w) is 100:0 (P0), 90:10 (P1), 80:20 (P2) and 70:30 (P3), the addition of tapioca (T, %w/w) to the total amount of main ingredient those are 0% (T0), 3.5% (T1) and 7% (T2) and the additionof low fat milk powder (S, %w/w) to the total amount of main ingredient those are 0% (S0), 3.5% (S1) and 7% (S2), so that it was obtained 36 treatment units which repeaded twice. Results of the research showed that the best treatment was instant tiwul P3T1S1 (cassava flour:corn flour 70%:30%; tapioca 3,5% and low fat milk powder 3,5%). The best tiwul instant contained protein of 7.93 %db, soluble proteins of 0.03 %db, total fat content of 4.78 %db, carbohydrate content of 86.37 %db, water content of 7.39 %wb, ash content of 0.91 %db, yield of 111.29%, bulk density of 0.68, rehydration coefficient of 2.92, color of 2.80 (rather brown), firmness of 2.93 (chewy), smell substitution-flour of 2.83 (rather smelly), flavor of 2.70 (nice) and preferences of 2.63 (prefer).
11107109H1G009036Kualitas Air Waduk "Danau Siombak" Kecamatan Medan Marelan Medan Sumatera UtaraPenelitian ini berjudul “Kualitas Air Waduk Danau Siombak Kecamatan Medan Marelan Medan Sumatera Utara”. Waduk Danau Siombak oleh masyarakat dikenal dengan nama Danau Siombak. Danau Siombak merupakan perairan menggenang akibat pengerukan galian tanah untuk pembangunan tol BELMERA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air Danau Siombak untuk kegiatan perikanan dilihat dari tiga aspek (fisika, kimia, dan biologi).
Metode survey dengan teknik pengambilan sampel Purposive Random Sampling digunakan dalam penelitian ini. Lokasi penelitian dibagi menjadi tiga stasiun, yaitu inlet, tengah, dan outlet perairan. Sampel diambil pada siang hari. Data dari setiap parameter dianalisis desktiptif komparatif.
Hasil Penelitian menunjukkan secara umum kualitas air Danau Siombak berupa Suhu berkisar antara 30-32°C, Kecerahan 38-40,5 cm, Kekeruhan 0,76–1,84 NTU, TSS 12,5–27,8 mg/L, DO 3,6–5 mg/L, pH 6,0-6,7 , BOD 4,99–7,56 mg/L, COD 13,5–28,8 mg/L, Amoniak 0,0019-0,0077 mg/L, Nitrat 0,5-2,5 mg/L, Posfat 0,03–0,06 mg/L, CO2 bebas berkisar antara 11,2-20 mg/L, dan Plankton dengan kelimpahan antara 1630-2771 ind/L.
Tidak semua parameter sebanding dengan PP No.82 Tahun 2001 kelas III untuk perikanan,. Parameter untuk perikanan yaitu suhu, kekeruhan, TSS, pH, DO, dan COD. Parameter yang tidak mendukung untuk perikanan kecerahan, CO2 bebas, BOD, Nitrat, Amoniak dan Fosfat.
This study titled “Water Quality of Lake Siombak Reservoir in Marelan District of Medan North Sumatra”. Danau Siombak Reservoir is well known as Danau Siombak. Siombak is stagnant lake formed by dredging land during Belmera expressway construction. The purpose of this study was to determine water quality of Lake Siombak for fishing activities from three aspects (physics, chemistry, and biology).
A survey method was applied with purposive sampling technique. Study site was divided into 3 stations (inlet, middle, and outlet). Sampling was done in the daytime. Data obtained from comparative descriptive analysis of each parameter.
Results showed that generally Siombak lake water quality parameters were 30-32°C for temperature, 38-40.5 cm for brightness, 0.76-1.84 NTU for turbidity, 12.5 27.8 mg/L for TSS, 3.6-5 mg/L for DO, 6.0-6.7 for pH, 4.99-7.56 mg/L for BOD, 13.5-28.8 mg/L for COD, 0.0019-0.0077 mg/L Ammonia, 0.5-2.5 mg/L for Nitrate, 0.03-0.06 mg/L for phosphate, 11.2-20 mg/L for free-CO2, and Plankton was between 1630-2771 ind/L.
Comparing to the PP No.82 of 2001 Class III for fishing, all parameters did not support fishing. Parameters supporting fisheries, included temperature, turbidity, TSS, pH, DO, COD, and ammonia. Parameters being inconvenient to fishing were brightness, free CO2, BOD , Nitrate and Phosphate
11117107A1M008005Hubungan Antara Respon Deret Sensor LDR (Light Dependent Resistor) dan Perubahan Mutu Jeruk Siam (C.nobilis var. chrisocarpa) Selama PenyimpananKematangan buah jeruk biasanya ditandai dengan perubahan warna kulit buah. Bersamaan dengan perubahan warna yang terjadi maka sifat fisikokimia juga akan mengalami perubahan. Perubahan warna kulit jeruk dapat diamati dengan menggunakan sensor LDR (Light dependent resistor) melalui prinsip pemantulan cahaya yang dikarenakan terhadap buah.Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perubahan warna jeruk siam selama penyimpanan menggunakan sensor LDR. Perubahan warna tersebut berhubungan dengan perubahan mutu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan deskripsi dan inverensia. Penelitian ini menggunakan dua perlakuan, yaitu dengan cara distruksi dan non distruksi. Perlakuan tersebut dibuat tiga kali ulangan yang dilakukan selama 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara respon sensor terhadap perubahan kadar klorofil, untuk jeruk yang disimpan di dalam box adalah y = 2E-05x + 0,029 (R2 = 0,683), sedangkan jeruk yang disimpan dalam keadaan terbuka adalah y = 4E-05x + 0,022 (R2 = 0,626). Selanjutnya, hubungan yang linier antara respon sensor terhadap kekerasan, untuk jeruk yang disimpan di dalam box adalah y = -0,002x + 1,992 (R2 = 0,892), sedangkan jeruk yang disimpan dalam keadaan terbuka adalah y = -0,000x + 1,453 (R2 = 0,666). Hubungan respon sensor mempengaruhi kadar padatan terlarut dalam bentuk persamaan regresi y = -0,007x + 6,783 (R2 = 0,873) untuk jeruk yang disimpan dalam box dan y = -0,008x + 8,151 (R2 = 0,818) untuk jeruk yang disimpan dalam keadaan terbuka. Maturity of citrus fruit can be characterized by its skin discoloration. In conjunction with the color change the physico-chemical characteristic also change. Orange skin discoloration can be monitored using LDR (Light dependent resistor) sensor through the principle of light reflection due to the fruit color. This study was aimed to measure the change of siam orange color during storage using LDR sensor. The color change associated with changes in its quality. The research was experimental using descriptions and inverensial method. This study used two treatments; distruction and non-distruction methods. The treatment condacted for 21 days, in three replications. Resultsof the research showed that the relationship between response of the sensor to changes of chlorophyll levels, for citrus fruit stored in a box is y = 2E-05x + 0,029 (R2 = 0,683), while the orange that is stored in the open system is y = 4E-05x + 0,022 (R2 = 0.626). Furthermore, linear relationship between response of the sensor against texture, for oranges that are stored inside the box is y = -0 002x + 1,992 (R2 = 0,892), while the orange that is stored in the open system is y = -0 000x + 1,453 (R2 = 0,666). Sensor response relationships affect the levels of dissolved solids in the form of a regression equation of y = -0 007x + 6,783 (R2 = 0,873) to the orange box and stored in the y = -0 008x + 8,151 (R2 = 0,818) for oranges that are stored in the open system.
11127108H1A009016MODIFIKASI KITOSAN DENGAN TEMBAGA (II) DAN APLIKASINYA UNTUK ADSORPSI CONGO REDPenelitian tentang adsorpsi zat warna Congo Red telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan adsorpsi kitosan setelah dimodifikasi dengan tembaga (II) dalam menurunkan kadar zat warna dan untuk mengetahui kondisi optimum dari penyerap terhadap penurunan kadar zat warna Congo Red. Modifikasi kitosan-tembaga (II) dilakukan dengan menggunakan metode kopresipitasi. Kitosan yang telah disintesis memiliki derajat deasetilasi (DD) 83,90%. Karakterisasi dengan FTIR digunakan untuk mengetahui gugus-gugus pada kitosan-tembaga yang menunjukan adanya ikatan Cu-N pada daerah 478,35 cm-1 dan serapan sekitar 586,36 cm-1 yang menunjukan vibrasi rentangan Cu-O. Proses adsorpsi dilakukan dengan metode Bacth meliputi variasi pH dan variasi waktu kontak. Analisis terhadap adsorpsi Congo Red menggunakan spektrofotometer Ultraviolet-Visible. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitosan-tembaga (II) mampu menurunkan kadar zat warna Congo Red hingga 95,812% sedangkan kitosan hanya mencapai 72,299%. Kondisi optimum adsorpsi zat warna Congo Red oleh kitosan dan kitosan-tembaga (II) terjadi pada pH 5 dan waktu kontak 20 menit.
Research on adsorption of Congo Red dye has been carried out in order to determine the adsorption ability of chitosan modified with copper (II) to reduce the concetration of the dye and to determine the optimum conditions of adsorbent to reduce the concentration dye Congo Red. Modification of chitosan-copper (II) were calculated using coprecipitation. The degree of deacetylation (DD) of chitosan have synthesized 83.90% . Characterization by FTIR to determine the functional groups on chitosan - copper showed the presence of Cu-N bond in the area of 586.36 cm-1 and a peak around 478.35 cm-1, which showed the Cu - O stretch vibration . Adsorption process was carried out by bacth method under variation of pH and contact time. Analysis of Congo Red adsorption was reformed using spectrophotometer Ultraviolet-Visible. The results showed that the chitosan-copper (II) is able to reduce the concentration of the dye Congo Red to up 95.812% while chitosan was only 72.299%. The optimum conditions for Congo Red dye adsorption by chitosan and chitosan-copper (II) is at pH 5 and contact time of 20 minutes.
11137110F1B009066REVITALISASI POSYANDU DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN BALITA DI DESA REJASARI KECAMATAN PURWOKERTO BARATPermasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia adalah permasalahan pelayanan kesehatan. Salah satu upaya pemerintah untuk mengatasinya yaitu melalui program revitalisasi posyandu yang bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam menunjang upaya mempertahankan dan meningkatkan status gizi serta kesehatan ibu dan anak melalui peningkatan kemampuan kader, manajemen dan fungsi posyandu. Namun pada kenyatannya program revitalisasi posyandu masih belum berjalan secara optimal. Pemerintah terkesan tidak memperhatikan lagi kelanjutan dari program revitalisasi posyandu tersebut. Tujuan program Revitalisasi posyandu adalah untuk mengetahui program revitalisasi posyandu melalui proses pemberdayaan terhadap kemampuan kader dalam meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan balita di posyandu. Atas dasar hal tersebut, maka perlu dikaji revitalisasi posyandu dalam meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan balita itu sendiri di Desa Rejasari Kecamatan Purwokerto Barat.The problems faced by Indonesia is a health care problem. One of the government's efforts to overcome that is through posyandu revitalization program aimed at empowering communities to support efforts to maintain and improve the nutritional status and health of mothers and children through increased ability cadre, management and functions posyandu. But in reality posyandu revitalization program is still not running optimally. The government does not pay attention anymore impressed continuation of the revitalization program posyandu. The purpose of the program is to determine the revitalization posyandu posyandu revitalization program through the process of empowerment of the ability of cadres to improve health services for mothers and infants in posyandu. On the basis of this, it is necessary to study the revitalization posyandu in improving maternal health services and toddlers in the village themselves Rejasari Western of Purwokerto District.
11147111F1D008024ANALISIS PERBANDINGAN SISTEM KADERISASI ANTARA PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS) DAN PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (PPP) DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini membahas tentang analisis perbandingan sistem kaderisasi antara Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Persatuan Pembangunan di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan sistem kaderisasi PKS dan PPP Kabupaten Banyumas, dalam mekanisme rekruitmen, pembinaan kualitas, dan mekanisme penempatan atau penugasan kader partai. Perbandingan mengenai sistem kaderisasi tersebut berkaitan dengan kepengurusan partai Islam yaitu PKS dan PPP yang mampu bertahan dalam dominasi PDIP di Kabupaten Banyumas.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perbandingan sistem kaderisasi antara Partai Keadilan sejahtera dan Partai Persatuan Pembangunan memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Tipe partai yang berbeda, yaitu PKS sebagai Partai Kader, dan PPP sebagai Partai Massa menjadikan mereka memiliki dasar yang berbeda dalam melakukan rekruitmen. Dari mekanisme penerimaan aggota, pembinaan kader, serta penempatan kader dalam struktur kepartaian dan Jabatan strategis menggunakan sistem yang berjenjang dan metodik. Peningkatan suara yang dialami oleh PKS melalui kaderisasi yang tersusun rapi dan kader berkualitas dalam mengangkat isu populis. Pembinaan dan penempatan kadernya dalam struktur kepartaian dan jabatan strategis yang dilakukan PKS berdasarkan mekanisme yang tersusun rapi dan mengutamakan kader binaanya sehingga lebih bersifat ekslusif. Siapa saja dapat masuk menjadi kader dan masuk kedalam struktur kepartaian atau jabatan strategis partai PKS. Senioritas dan jenjang pembinaan yang dilakukan menjadi syarat bagi siapa saja yang ingin masuk kedalam tubuh PKS tanpa adanya ikatan darah dan garis keturunan. PPP partai yang mengandalkan banyaknya massa yang dihasilkan tidak melalukan kaderisasi dengan baik. Dari penerimaan anggota, pembinaan kualitas, serta penempatan kader dalam struktur dan Jabatan strategis melalui mekanisme yang mengandalkan ketokohan dan garis keturunan. Sistem kaderisasi tidak berjalan, mengandalkan kegiatan pengajian dan silaturahmi dari tokoh Kyai untuk melakukan pembinaan. Penurunan suara yang dialami oleh PPP dikarenakan sistem kaderisasi yang tidak berjalan menyebabkan ikatan emosional antara kader dengan partai tidak terjalin, tokoh yang dijadikan sebagai manuver politik PPP masih menggunakan tokoh lama dan isu yang diangkat hanya mengenai keagamaan dibandingkan isu populis.
This research discussed about analysis of comparative system regeneration between Keadilan Sejahtera Party and Persatuan Pembangunan Party in Banyumas. This study aims to know comparison system regeneration PKS and PPP in Banyumas, through the mechanism rekruitmen, training quality, and mechanism placement or wilfully kader party. Comparison on the system regeneration was related to the management of the islamic party namely PKS and PPP able to survive under domination PDIP in Banyumas.
The results of this research show that the comparison of the system of regeneration recruitment among the Keadilan Sejahtera Party (PKS) and Persatuan Pembangunan Party (PPP) has a very striking difference. Type partai different namely PKS as party members, anf PPP as party mass make they have rudimentary different in recruiting. Of a mechanism acceptance members, placement of cadres in the party structure and strategic posision using a tiered system and methodical. Voice improvement experienced by PKS via cadre recruitment arranged neatly and qualified cadrea in a populist issue. Training and placement cader in structure and position of strategic done PKS based on a mechanism that neatly arranged and giving priority to cader so that acted more exclusive. Anyone can enter into kader and entering into another structure or the tenure strategis party of PKS. Seniority and levels of development by becomes ar requirement for anyone who wanted to get into the body of PKS without any ties of blood and lineage. PPP as the party to rely on the resulting mass influx did not affect a good cadre recruitment. From the receipt of a member, the construction quality, as well as the placement of cadres in structure and strategic posision trough mechanism that rely on the lights and bloodlines. Cadre recruitment system does not run, relying on his activities and hospitality of Kyai for doing the coaching. Voice loss experienced by the cadre recruitment system because PPP does not start causing emotional ties between the cadres of the party are not antwined, the characters used as the PPP political maneuvering is still using the old figures and raised only about religious issues than populist.

11157112F1F007028AN ANALYSIS OF TRANSLATION STRATEGIES OF RELIGIOUS TERMS IN THE ENGLISH TRANSLATION OF NEGERI 5 MENARAPenelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi penerjemahan dan pergeseran yang digunakan dalam menerjemahkan istilah-istilah keagamaan pada terjemahan bahasa Inggris Negeri 5 Menara. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan analisis dokumen. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis melalui strategi penerjemahan dari Newmark (1988) dan Suryawinata dan Hariyanto (2003) dan pergeseran penerjemahan dari Catford (1965). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerjemah menggunakan sembilan strategi: literal (32,72%), transference (25,31%), naturalization (4,94%), addition (12,35%), deletion (4,94%), synonym (7,41%), cultural equivalent (1,23%), descriptive equivalent (4,32%), dan componential equivalent (6,79%). Strategi literal adalah yang paling banyak digunakan untuk menerjemahkan istilah-istilah keagamaan ke dalam bahasa Inggris, sedangkan strategi cultural equivalent adalah yang paling sedikit. Keputusan menggunakan strategi literal untuk menerjemahkan sebagian besar istilah-istilah keagamaan menunjukkan bahwa penerjemah menemukan padanan istilah-istilah dalam bahasa target yang dapat digunakan untuk menggantikan istilah-istilah tersebut. Berdasarkan analisis shift, peneliti menemukan 105 pergeseran kategori: class shift (3,81%), unit shift (51,43%), dan intra system shift (44.76%). Unit shift dan intra system shift adalah pergeseran kategori yang paling banyak digunakan dalam penerjemahan istilah-istilah keagamaan di Negeri 5 Menara ke dalam bahasa Inggris.The research was aimed to find out the translation strategies and shifts used in translating religious terms in the English Translation of Negeri 5 Menara. This study was conducted in descriptive qualitative method. The data were collected by document analysis. The data collected then were analyzed through translation strategies of Newmark (1988) and Suryawinata and Hariyanto (2003) and translation shifts of Catford (1965). The research result revealed that the translator uses nine strategies: literal (32.72%), transference (25.31%), naturalization (4.94%), addition (12.35%), deletion (4.94%), synonym (7.41%), cultural equivalent (1.23%), descriptive equivalent (4.32%), and componential equivalent (6.79%). Literal strategy was mostly used to translate religious terms into English, while cultural equivalent strategy was the fewest. The decision for using literal strategy to translate most of religious terms show that the translator find the equivalent terms in the target language that can be used to replace those terms. Based on the analysis of shift, the researcher found 105 category shifts: class shifts (3.81%), unit shifts (51.43%), and intra system shifts (44.76%). Unit shift and intra system shift were category shifts that are mostly used in the translation of religious terms in Negeri 5 Menara into English.
11167113B1J009021POTENSI EKSTRAK MISELIUM Ganoderma sp. ISOLAT BANYUMAS 2 TERHADAP SEL KANKER SERVIKS DENGAN LAMA INKUBASI BERBEDAGanoderma lucidum merupakan makrofungi yang tergolong sebagai jamur obat (medicinal mushrooms). Salah satu koleksi isolat lokal yaitu Ganoderma sp. isolat Banyumas 2. Zat aktif dari G. lucidum yang memiliki aktivitas farmakologi yaitu polisakarida dan triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai IC50 ekstrak miselium Ganoderma sp. isolat Banyumas 2 yang berpotensi sebagai antikanker serviks dan lama inkubasi miselium Ganoderma sp. pada medium cair PDYB yang optimal sebagai bahan antikanker serviks. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan faktor tunggal, yaitu lama inkubasi; 14 dan 28 hari; dan uji potensi antikanker ekstrak miselium Ganoderma sp. isolat Banyumas 2 menggunakan metode MTT. Semua perlakuan diulang 3 kali ulangan sehingga seluruh perlakuan uji MTT terdiri atas 72 unit percobaan. Seri konsentrasi yang digunakan yaitu 1000, 500, 250, 125, 62,5, dan 31,25 µg/mL. Parameter utama yang diukur dalam penelitian ini adalah persentase penghambatan sel kanker. Parameter pendukungnya adalah bobot miselium basah, miselium kering, dan bobot ekstrak. Hasil uji MTT berupa persentase penghambatan sel kanker, kemudian dilakukan analisis regresi untuk mencari nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ekstrak miselium n-heksan Ganoderma sp. isolat Banyumas 2 inkubasi 28 hari memiliki nilai IC50 sebesar 493 µg/mL, dan ekstrak miselium n-heksan Ganoderma sp. isolat Banyumas 2 inkubasi 14 hari memiliki nilai IC50 sebesar 514 µg/mL. Kedua ekstrak tersebut memiliki aktivitas antikaker yang rendah. Waktu inkubasi miselium Ganoderma sp. isolat Banyumas 2 selama 28 hari yang diekstraksi dengan n-heksan, memberikan hasil yang lebih optimal untuk penghambatan pertumbuhan sel kanker.Ganoderma lucidum is macrofungi classified as medicinal mushrooms. One of local collection isolate is Ganoderma sp. isolate Banyumas 2. The active compounds of G. lucidum which have pharmacological activity are polysaccharides and triterpenoids. The aim of this research was to determine the IC50 value of the Ganoderma sp. isolat Banyumas 2 mycelia extract which have potential as cervical anticancer and to optimize time of Ganoderma sp. isolat Banyumas 2 incubation in PDYB liquid medium as the cervical anticancer compounds. This research used experimental methode with a single factor at incubation time: 14 and 28 days, the assay anticancer potential activity is using MTT assay, all treatment was repeated 3 times repetition so that all treatments MTT assay consist of 72 experimental units. The primary parameters was measured by inhibition percentage of cell line HeLa. Secondary parameters are wet weight mycelia, dry weight mycelia, and weight extract. Anticancer activity of bioactive compounds can be determined by finding the value extract of toxicity against HeLa cells Serial with concentrations used were 1000, 500,250,125,62.5 and 31.25 µg/mL. The result of MTT assay was the form of of percentage inhibition cancer cells, then the regretion analysis to find the value of IC50. The result showed that IC50 values of mycelia extract of Ganoderma sp. Banyumas 2 isolates 28 days of incubation was 493µg/mL and IC50 mycelia extract of Ganoderma sp. Banyumas 2 isolates for 14 days of incubation was 514 µg/mL. The optimal time of mycelia of Ganoderma sp. isolate Banyumas 2 which potential in inhibited cell line HeLa was 28 days.
11177120H1H009005PENGKAYAAN Daphnia sp. MENGGUNAKAN WORTEL SEBAGAI PAKAN ALAMI UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN SINTASAN LARVA GURAMI (Osphronemus gouramy)

THE ENRICHMENT OF Daphnia sp. USING CARROTS AS LIVE FOOD FOR INCREASE GROWTH AND SURVIVAL RATES OF GOURAMY LARVAE (Osphronemus gouramy)
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pengkayaan Daphnia sp. menggunakan wortel dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan dan sintasan larva ikan Gurami (O. gouramy). Metode penelitian menggunakan metode experimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan, pemeliharaan larva dilakukan selama 21 hari. Perlakuan yang dilakukan adalah perbedaan dosis wortel untuk pengkayaan Daphnia sp. yang meliputi P0: 0 g/L air, P1: 30 g/L air, P2: 60 g/L air, P3: 90 g/L air, dan P4: 120 g/L air. Parameter utama yang diamati yaitu pertumbuhan mutlak, pertumbuhan harian, spesific growth rate, sintasan, laju ingesti larva Gurami dan parameter pendukung adalah kualitas air meliputi suhu, pH, dan oksigen terlarut. Hasil menunjukkan peningkatan laju pertumbuhan panjang mutlak tertinggi yaitu 0,43 cm (P2), laju pertumbuhan harian 20x10-3g (P3), SGR tertinggi 26,62% (P3), sintasan tertinggi yaitu 77,6% (P3). Tingkat laju ingesti Daphnia sp. dengan pengkayaan wortel yaitu 100% sedangkan Daphnia sp. non pengkayaan tingkat laju ingestinya adalah 70%. Parameter pendukung pada kondisi yang optimal untuk larva ikan Gurami.
Kata kunci : pertumbuhan; sintasan; Daphnia; larva Gurami; wortel.

ABSTRACT
The purpose of this study was to determine the effect of Daphnia sp. enrichment using different doses of carrots on growth and survival rates of gouramy larvae (O. gouramy). An experimental method was applied and a completely randomized design was implemented for five treatments in quadruplicates. The larvae were reared twenty-one days. The treatments were difference doses of carrots for Daphnia enrichment including P0: 0 g/L of water, P1: 30g/L of water, P2: 60g/L of water, P3: 90g/L of water, and P4: 120g/L of water. The main parameters were absolute growth, daily growth, and specific growth, survival, and ingestion rates of gouramy larvae. And water quality parameters consisted of temperature, pH, and dissolved oxygen, as additional parameters. Result showed, the highest absolute length growth rate was 0.43 cm (P2), daily growth rate was 20x10-3g (P3), SGR was 26.62% (P3), and survival rate was 77.6% (P3). The ingestion rates of carrots – enriched Daphnia diet groups was 100% and this of Daphnia without carrots enrichment diet group was 70%. Water quality parameters were optimal for larval life.
Keywords: growth; survival rate; Daphnia; O. gouramy larvae; carrot.
11187114C1B010057PENGARUH CASH POSITION, DEBT TO EQUITY RATIO, RETURN ON ASSETS, TOTAL ASSET TURNOVER DAN SALES GROWTH TERHADAP DIVIDEND PAYOUT RATIO
(Studi Empiris pada Perusahaan-perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2006-2011)
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari cash position, debt to equity ratio, returnon assets, total asset turnover dan sales growth terhadap dividend payout ratio pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2006-2011. Dengan menggunakan metode purposive sampling, sample dari penelitian ini sebanyak 16 perusahaan. Metode dalam penelitian ini menggunakan alat analisis multiple regresi. Hasil analisis dalam penelitian ini mengindikasikan bahwa cash position, debt to equity ratio, return on assets, total asset turnover dan sales growth secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio. Hasil penelitian ini juga mengindikasikan bahwa cash position, return on assets, dan total asset turnover berpengaruh positif siginifikan terhadap dividend payout ratio. debt to equity ratio dan sales growth tidak berpengaruh signifikan terhadap dividend payout ratioThe purpose of this research is to analyze the effect of the cash position, debt to equity ratio, return on assets, total asset turnover and sales growth to dividend payout ratio in manufactur companies listed on Indonesia Stock Exchange period 2006-2011. By using purposive sampling, this research using 16 companies as the sample. This study used multiple regression analysis as the method. The result of this research indicate that cash position, debt to equity ratio, return on assets, total asset turnover and sales growth are together have significant effect to dividend payout ratio in manufactur companies listed on Indonesia Stock Exchange period 2006-2011. The result also indicate that cash position, return on assets and total asset turnover have positif significant effect to dividend payout ratio, but debt to equity ratio and sales growth have not significant effect to dividend payout ratio.
11197124F1B008070DAMPAK PEMBANGUNAN PROYEK JALAN LINGKAR UTARA (JALINGKUT) TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
di KOTA TEGAL
Pembangunan Proyek Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) di Kota Tegal merupakan pelaksanaan pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah yang menghubungkan Kota Tegal dengan Kabupaten Brebes dengan panjang 18,4 km. Pembangunan ini juga berfungsi untuk merangsang perkembangan dan pertumbuhan masyarakat pesisir Kota Tegal, serta dapat memberikan pengaruh besar terhadap masyarakatnya. Dalam pembangunan proyek jalan lingkar utara di Kota Tegal tentunya mempengaruhi perubahan guna lahan di sepanjang kawasan pembangunan jalan lingkar utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dampak pembangunan proyek jalan lingkar utara (jalingkut) di Kota Tegal setelah adanya pembangunan jalan lingkar utara yang dilaksanakan di Kota Tegal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei. Responden yang dijadikan sampel 100 orang khususnya masyarakat Tegalsari yang terkena dampak pembangunan proyek jalan lingkar utara di Kota Tegal. Metode analisis data yang digunakan adalah tabulasi silang dan analisa Uji t sampel berpasangan. Menguji dampak pembangunan dapat dilihat dari sebelum dan sesudah pelaksanaan pembangunan. Dalam observasi kondisi masyarakat sekitar yang terkena dampak pembangunan pada saat sebelum pelaksanaan pembangunan tergolong menengah kebawah. Hal ini dapat terlihat dari segi ekonomi masyarakatnya yang masih cenderung kurang. Adanya pembangunan proyek jalan lingkar utara di Kota Tegal ini tentunya akan mempengaruhi kondisi ekonomi masyarakatnya, agar daerah yang terkena pembangunan lebih maju perekonomiannya. Terlihat dengan adanya pembangunan jalan lingkar utara di Kota Tegal kondisi masyarakatnya lebih baik dari sebelumnya. Ganti rugi lahan dengan harga tinggi sangat mempengaruhi keadaan masyarakat, misalnya banyaknya usaha dagang masyarakat yang berada dipinggiran jalan lingkar utara. Pembangunan proyek jalan lingkar utara di Kota Tegal berdampak positif untuk masyarakat sekitar yang terkena pembangunan proyek jalan.Construction Project of North ring road (Jalingkut) in the city of Tegal is an implementation of the construction carried out by the Government which connects the city of Tegal in Brebes Regency with to long 18,4 km. This development also serves to stimulate the development and growth of coastal community town of Tegal, and can give up major effect againt to the society. The building of project ring road north in Tegal certainly to change purpose area in see region the building. The purpose of this research is to test of the impact of the construction of the Northern Periphery project (jalingkut) to the welfare of society in the city of Tegal after the construction of the Northern periphery of the City took place in Tegal. This research using quantitative research methods with the approach of the survey. Respondents who made a sample of 100 people especially communities affected by the construction of Tegalsari project North ring road in the city of Tegal. Methods of data analysis used is cross-tabulations and analysis T-Test sample. The impact test of construction can be seen from before and after the implementation of development. In observation condition of a community around which it is exposed to the impact of development at the time before the implementation of development appertain medium-sized down. This can be seen from economic aspect of society that still tending to less. The construction of the North ring road project in the city of Tegal is certainly going to affect the economic conditions of its people, so that the areas affected by the construction of more advanced economy. Spotted with the construction of the north ring road in the city of Tegal condition of their socities better than before. The compensation land with very high prices affect the State of the community, such as the number of trade business community residing in the Northern periphery. Construction of the North ring road project in the city of Tegal positive impact for local communities affected by the construction of road projects
11207115C1B010064ANALISIS PENGARUH PERPUTARAN MODAL KERJA, STRUKTUR MODAL, UMUR PERUSAHAAN, UKURAN PERUSAHAAN, DAN PERTUMBUHAN PENJUALAN TERHADAP RETURN ON ASSETS (ROA) SERTA PENGARUH TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN
(Studi Empiris pada Perusahaan yang terdaftar di Index Kompas 100 periode 2010-2012)
Penelitian ini merupakan penelitian studi empiris pada perusahaan yang
terdaftar di Index Kompas 100 periode 2009-2012. Penelitian ini mengambil judul
"Analisis Pengaruh Perputaran Modal Kerja, Struktur Modal, Umur Perusahaan,
Ukuran Perusahaan, dan Pertumbuhan Penjualan terhadap Return On Assets
(ROA) serta pengaruh terhadap Harga Saham".
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor yang
mempengaruhi ROA, serta pengaruh ROA terhadap Harga saham. Variabel yang
digunakan dalam penelitian ini adalah Perputaran modal kerja, struktur modal,
umur perusahaan, ukuran perusahaan, dan pertumbuhan penjualan, serta ROA.
Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode dokumentasi, tinjauan
pustaka serta pencarian di internet. Penelitian ini menggunakan uji regresi
berganda dan regresi sederhana. Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan
yang terdaftar di Index Kompas 100, dengan menggunakan purposive sampling
sebagai teknik pengambilan sampel terpilih 12 perusahaan yang dapat dianalisis.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan
regresi berganda menunjukkan: (1) Perputaran modal kerja, struktur modal, umur
perusahaan, ukuran perusahaan, dan pertumbuhan penjualan secara simultan
berpengaruh terhadap Return On Assets (ROA). (2) struktur modal, umur
perusahaan, ukuran perusahaan, dan pertumbuhan penjualan secara parsial
berpengaruh negatif signifikan terhadap Return On Assets (ROA) dan variabel
perputaran modal kerja secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap
kondisi Return On Assets (ROA).
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan
regresi sederhana menunjukkan secara simultan dan secara parsial Return On
Assets (ROA) berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham.
Implikasi dari kesimpulan penelitian ini adalah pihak perusahaan dan
investor sebaiknya lebih memperhatikan Perputaran modal kerja, struktur modal,
umur perusahaan, ukuran perusahaan, dan pertumbuhan penjualan dalam
memperoleh laba dan sebelum menanmkan investasinya. Pada hasil penelitian ini
nilai adjusted R-Square 48,6 % sebesar sehingga sisanya sebesar 52,4%
dijelaskan oleh variabel lain. Oleh karena itu, bagi penelitian selanjutnya
hendaknya memasukan variabel independen lain seperti current rasio, . Selain itu,
peneliti selanjutnya hendaknya memperpanjang tahun penelitian agar diperoleh
hasil yang lebih beragam.
This research is an empirical study of Companies listed in Kompas 100
Index 2010-2012 period. This research titled: " Analyze the effect of working
capital turnover, capital structure, age company, firm size, and sales growth of
Return On Assets (ROA) and Its effect on stock price".
The purpose of this research was to investigate the factors influence of
Retun On Assets (ROA). Variables used in this research were the Working Capital
Turnover, Capital Structure, age of company , company size, and sales growth.
Data collection techniques used the method of documentation, literature review
and internet search. This research used multiple regression analysis and simple
regression analysi .The population in this research is all of company listed in
Kompas 100 Index, using purposive sampling as sampling method 12 companies
were chosen.
Based on the research and data analysis which used multiple regression
analysis showed: (1) Working Capital Turnover, Capital Structure, age of
company , company size, and sales growth simultaneously affect the Return On
Assets (ROA). (2) variable Capital Structure, age of company , company size,
and sales growth are partially significant negative impact to Return On Assets
(ROA), and variable working capital turnover is partially significant positive
impact to Return On Assets (ROA).
Based on the research and data analysis which used multiple regression
analysis showed: (1) Working Capital Turnover, Capital Structure, age of
company , company size, and sales growth simultaneously affect the Return On
Assets (ROA). (2) variable Capital Structure, age of company , company size,
and sales growth are partially significant negative impact to Return On Assets
(ROA), and variable working capital turnover is partially significant positive
impact to Return On Assets (ROA).
Based on the research and data analysis which used simple regression
analysis showed Return On assets (ROA) simultaneously and partially significant
positif impact to stock price.
The implication of the conclusions of this research is that the management
company should be more attention to the variable of working capital turnover,
capital structure, age of company, company size, and sales growth to increase
value of profit and investors in assessing the value of Return On Assets and stock
price on its stock price should be more concerned with age company. From the
research result, the Adjusted R-square value is 48,6%, so that the remaining is
52,4% which is explained by other variables. Therefore, ccurrent ratio. Beside
that, further research should expand period of research such as banking and
finance companies in order to obtain more diverse results.