Artikel Ilmiah : A1M009029 a.n. WISNU MARTHA SETIAWAN

Kembali Update Delete

NIMA1M009029
NamamhsWISNU MARTHA SETIAWAN
Judul ArtikelAPLIKASI EDIBLE COATING BERBAHAN DASAR TAPIOKA DENGAN PENAMBAHAN SERAT NANO DAN ASAM ASKORBAT TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA GETUK GORENG SELAMA PENYIMPANAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Edible coating dengan penggunaan serat onggok berukuran nano sebagai penguat film dan asam askorbat sebagai oxygen scavenger. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penambahan serat nano, asam askorbat interakasi terhadap sifat fisik dan kimia getuk goreng selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 kali ulangan. Faktor yang dicoba meliputi konsentrasi serat nano (% b/b dari berat kering tapioka) yang terdiri dari 2 taraf yaitu 0,5% (N1) dan 1% (N2) dan konsentrasi asam askorbat yang terdiri dari 3 taraf yaitu 0ppm (A1), 50ppm(A2), dan 100ppm (A3)sehingga diperoleh 6 kombinasi perlakuan dan disimpan selama 0 hari, 7 hari, dan 14 hari untuk mengetahui ketahanan getuk goreng hingga masih baik dikonsumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serat nano 1% b/b dan asam askorbat 100ppm pada edible coatingmemberikan pengaruh terhadap sifat fisik dan kimia getuk goreng yang telah disimpan hingga 7 hari. Perlakuan tersebut secara berturut-turut menghasilkan nilai tekstur 11,06mm/detik.g dan 11,17mm/detik.g, kadar air 28,19% dan 26,54%, asam lemak bebas 0,3% bk dan 0,21%, bilangan peroksida 9,25 m.eq/kg dan 9,27 m.eq/kg. Pengaruh interaksi penambahan serat nano 1% b/b dan asam askorbat 100ppm (N2A3) menghasilkan nilai tekstur 9,17 mm/detik.g, kadar air 26,25%, nilai asam lemak bebas 0,16% bk, dan nilai bilangan peroksida 8,92 m.eq/kg.
Abtrak (Bhs. Inggris)Edible coating with cassava fiber in nano-size used as reinforcement material of film and ascorbic acid which can be used as oxygen scavenger. The purposes of this study was to determine the addition of nano cassava fiber, ascorbic acid, and its interaction to physical and chemical characteristics of “getuk goreng” during storage. This research used Randomized Block Design (RAL) factorial with three replicates.The tested factor of this research are nano cassava fiber concentration (% w/w of the Tapioca’s dry weight)concist of two levels 0.5% (N1) dan 1% (N2) and ascorbic acid concentration concist of three levels 0ppm (A1), 50ppm(A2), dan 100ppm (A3) to obtain 6 treatment combinations and it stored for 0 day, 7 days, and 14 days to determine the shelf life of “getuk goreng”. The results showed the addition of 1% (w/w) nano cassava fiber and 100 ppm ascorbic acid into edible coating was able to keep a goodconditionto wards physical and chemical characteristics of “getuk goreng” until the 7th days of storage. That treatment had11.86 mm/s g and 11.17 mm/s g of texture, 28.19% and 26.54% of water content, 0.3% wb and 0.21%wb of free fatty acid, 9.25 m.eq/kg and 9.27 m.eq/kg of peroxide. The interaction of 1% nano cassava fiber and 100 ppm ascorbic acid (N2A2) had 9.17 mm/sec.g of texture, 26.25% of water content, 0.16% db of free fatty acid and 8.92% m.eq/kg of peroxide.
Kata kunciEdible coating, serat nano, asam askorbat, getuk goreng.
Pembimbing 1Dr. Rifda Naufalin, S. P. M. Si.
Pembimbing 2Pepita Haryanti, S. TP. M. Sc.
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.