Artikelilmiahs
Menampilkan 11.521-11.540 dari 49.029 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 11521 | 4457 | A1H008044 | PENENTUAN PARAMETER VISUAL CITRA DIGITAL TANAH UNTUK PENDUGAAN KADAR AIR TANAH MENGGUNAKAN INFRARED WEBCAM | Pendugaan kadar air tanah menggunakan pengolahan citra digital diharapkan mampu menjadi metode alternatif untuk mendapatkan informasi kadar air tanah secara real time. Penelitian ini bertujuan untuk (a) mengembangkan program pengolahan citra digital menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 7.0 untuk mendapatkan parameter visual citra tanah (b) mengetahui parameter visual yang tepat untuk menentukan kadar air tanah (c) mengetahui tingkat ketelitian pendugaan kadar air tanah pada lahan kering menggunakan teknik pengolahan citra (d) menemukan pengaruh perbedaan penggunaan webcam dan infrared webcam (sebagai sensor citra) terhadap citra yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan analisis korelasi antara kadar air dengan parameter visual citra (RGB, HSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya intensitas sebagai parameter citra dengan penangkap citra infrared webcam yang mempunyai korelasi kuat. Hal ini ditunjukkan besarnya nilai koefisien determinasi sebesar 0,744 dengan nilai MPE 16,76% dengan ketelitian mencapai 83,24%. Penggunaan infrared webcam sebagai penangkap citra tanah lahan kering lebih baik daripada penggunaan webcam. | Prediction of soil moisture content by digital image processing is expected to be an alternative method to measure soil moisture content in real time. The aims of this research were (a) to develop a program of digital image processing using Visual Basic 7.0 to obtain visual soil parameters (b) to determine the precise image parameters to determine soil moisture content (c) to determine the level of soil moisture estimation accuracy on dry land using image processing techniques (d) to find the effect of differences between the use of webcam and infrared webcam to image produced. This research used correlation analysis between the water content and visual image parameters (RGB, HSI). The results showed that only intensity (I) parameter from infrared webcam have a highest correlation. It shown by 0.744 of the coefficient of determination with 16.76% MPE values and 83.24% of accuration. Applying infrared webcam as the sensor for capturing dry land soil image is better than webcam. | |
| 11522 | 4459 | G1B008121 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CAMPAK PADA BALITA (Studi Saat Kejadian Luar Biasa (KLB) di Desa Prupuk Selatan Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal Bulan Oktober 2011) | KLB campak di Desa Prupuk Selatan pada bulan Oktober 2011 merupakan KLB campak yang muncul untuk pertamakalinya dengan jumlah kasus sebanyak 6 balita. Berdasarkan data dari Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, jumlah kasus campak di Kabupaten Tegal pada tahun 2011 adalah 12,3 per 100.000 penduduk. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi campak pada balita (studi saat KLB di Desa Prupuk Selatan Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal bulan Oktober tahun 2011). Jenis penelitian yang digunakan adalah kasus kontrol. Populasi kasus adalah penderita campak pada bulan Oktober tahun 2011 berjumlah 6 yang telah didiagnosis oleh petugas kesehatan dan populasi kontrol berasal dari populasi yang memiliki karakteristik sama dengan kasus akan tetapi didiagnosis oleh petugas kesehatan tidak menderita campak. Besar sampel seluruhnya adalah 30 balita terdiri dari 6 kasus dan 24 kontrol. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (Chi square). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan status imunisasi (p value: 0,000), riwayat kontak (p value: 0,000), dan kepadatan hunian (p value: 0,007, OR: 22,00 dan CI 95%: 2,364-204,759) dengan campak pada balita. Faktor yang tidak berhubungan dengan campak pada balita adalah status gizi, ventilasi rumah, lantai rumah, pendapatan responden dan pendidikan responden. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya KLB campak pada balita diantaranya para ibu diharapkan datang ke posyandu setiap bulannya untuk dilakukan penimbangan berat badan anak dan mengimunisasi anak mereka karena pencegahan dari penyakit campak kunci utamanya adalah dengan imunisasi. | Measles outbreaks in Prupuk Selatan village on October 2011 was the first measles outbreaks with total cases as many as 6 children under five. Based on the data from the Profile on Health Office of Tegal, the number of measles case in Tegal Regency in 2011 was 12,3 per 100.000 population. The purpose of this study was to determine the factors that affect the measles in children under five (study of extraordinary outbreaks at the Prupuk Selatan Village on Margasari District, Tegal Regency in October 2011). The type of this research was control case. The case populations were measles patients in October 2011 amounted to 6 patients who had been diagnosed by health officer and the population controls were taken from the population that had the characteristics similar to the case but diagnosed by the health worker as negative to measles. The sample size was 30 children under five consisted of 6 cases and 24 controls. Data analysis was performed by univariate and bivariate (Chi square).The results showed that there were relationships between immunization status (p value: 0,000), contact history (p value: 0,000), and residential density (p value: 0,007, OR: 22,00 and CI 95%: 2,364-204,759 ) with measles in children under five. The factors that were not associated with measles in children under five were nutritional status, home ventilation, floor, respondent’s income and respondents’ education. The efforts that could be done to prevent extraordinary outbreaks of measles in children under five namely; mothers are expected to come to the posyandu every month to do children weighing and have their children immunized because the main key of the measles prevention is by immunization. | |
| 11523 | 4461 | C1B008115 | PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN FASILITAS KERJA SERTA MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KEPALA SEKOLAH DASAR NEGERI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja. Pengaruh fasilitas kerja terhadap kinerja. Serta pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja Kepala Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Responden adalah seluruh anggota populasi yang berjumlah 37 kepala sekolah. Analisis data menggunakan analisis deskriptif/kualitatif dan analisis regresi linear. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan dan pelatihan sudah baik, fasilitas kerja sudah baik, serta motivasi kerja sudah baik. Pendidikan dan pelatihan memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja kepala sekolah, fasilitas kerja memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja kepala sekolah, serta motivasi kerja memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja kepala sekolah. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu : (1) Untuk meningkatkan kinerja Kepala Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Sumbang melalui pendidikan formal, yaitu dengan diberikannya kesempatan memperoleh jenjang yang lebih tinggi dengan mengikuti kuliah di universitas terdekat dengan sekolah, yang pelaksanaannya tidak mengganggu kegiatan pembelajaran. Sedangkan melalui pendidikan non formal yaitu dengan memberikan kewajiban kepada semua Kepala Sekolah untuk mengikuti diklat dan kursus yang diselenggarakan oleh lembaga tertentu. (2) Untuk meningkatkan kinerja Kepala Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Sumbang melalui peningkatan kualitas fasilitas kerja yaitu dengan menambahkan akses internet di setiap ruang kerja Kepala Sekolah sebagai media referensi dan wawasan. (3) Untuk meningkatkan kinerja Kepala Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas melalui peningkatan motivasi kerja yaitu dengan memberikan beasiswa kepada Kepala Sekolah dari pemerintah dan lembaga terkait untuk studi lanjut kejenjang yang lebih tinggi. Pemberian beasiswa ini sangat diharapkan dapat meningkatkan kualitas kepala sekolah. | The study is to analyze the influence of education and training to performance. The influence of facilities work on the performance. And the influence of motivation work on the performance of the head of public elementary school in sub-district Sumbang district Banyumas. Respondents is all members of the population which consisted of 37 schoolmistress. Analysis of data using analysis descriptive / qualitative analysis and linear regression. The result of this research was concluded that education and training is good facility is good work and motivation work have been good. Education and training to exert an influence a positive and significantly affect the improving performance of school the facility of employment and significant give a positive influence on the performance of school and motivation work give a positive and significant influence on the performance schoolmistress. Implication of the conclusion over namely: (1) To improve the performance of the Public Elementary School Principals in Sub Contribute through formal education, that is given the opportunity to obtain a higher level by attending the university closest to the school, the implementation does not interfere with the learning activities. While through non-formal education is to give to all the principal obligation to follow the training and courses held by a particular institution. (2) To improve the performance of the Public Elementary School Principals in Sub Contribute through improving the quality of working facilities by adding internet access in every room of the principal work as a media reference and insight. (3) To improve the performance of state elementary school principal in the district, Banyumas regency Contribute through increased motivation is to provide scholarships to the principal of the government and related agencies for further studies kejenjang higher. Providing scholarships is expected to improve the quality of the school principal. | |
| 11524 | 4460 | A1L008029 | UJI BIO P60 TERHADAP PENYAKIT HAWAR PELEPAH DAUN PADA PADI GOGO IN PLANTA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan biopestisida Bio P60 untuk mengendalikan penyakit hawar pelepah daun dan dalam memengaruhi pertumbuhan dan hasil padi gogo. Penelitian dilaksanakan di rumah kasa dan Laboratorium Perlindungan Tanaman Bagian Mikrobiologi Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dari bulan Juli sampai November 2012. Perlakuan yang dicoba menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), 7 perlakuan dengan 4 kali ulangan, perlakuannya meliputi: kontrol; benih tidak direndam Bio P60, disemprot fungisida; benih direndam Bio P60 selama 30 menit, tidak disemprot Bio P60; benih direndam Bio P60 selama 30 menit, disemprot Bio P60 sebanyak 1 kali; 3 kali; 5 kali; 7 kali. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan Bio P60 baik dengan teknik perendaman maupun penyemprotan belum mampu menekan intensitas penyakit hawar pelepah daun dan belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi gogo. | This study aimed at determining the ability of Bio P60 biopesticide to control leaf sheath blight disease and the growth and yield of upland rice. The experiment was conducted at the screen house and the Plant Protection Laboratory section of Microbiology, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University from July to November 2012. Treatment was attempted using a randomized block design (RBD) with 7 treatments and 4 replicates, treatment includes: control; seeds were not soaked Bio P60, sprayed fungicide; Bio P60 seeds soaked for 30 minutes, not sprayed Bio P60; seeds soaked Bio P60 during 30 minutes, sprayed Bio P60 1 time, 3 times, 5 times and 7 times. Results showed that treatment of Bio P60 either by soaking or spraying techniques have not been able to suppress sheath blight disease intensity and to increase the growth and yield of upland rice. | |
| 11525 | 4458 | A1D007048 | Rancangan Tata Letak dan Set Up Proses Produksi Pelumas Bio Grease | Pembuatan biogrease dari minyak sawit memiliki potensi yang dapat dikembangkan dengan optimalisasi dari industri kecil yaitu dengan perancangan tata letak dan setup alat produksi yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Menentukan kebutuhan ruang dan tata letak pada industri pelumas biogrease skala industri kecil pedesaan, (2) Mengetahui setup alat terbaik pada industri biogrease skala industri kecil pedesaan. Penelitian ini dilakukan dalam 2 tahapan yaitu (1) Perancangan tata letak dan (2) Eksperimental setup alat produksi. Perancangan tata letak dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: (1) Penentuan kebutuhan ruang (2) Membuat ARC (Activity Relationship Chart), (3) Membuat ATBD (Activity Template Block Diagram), (4) Membuat ARD (Activity Relationship Diagram), dan (5) Menyusun tata letak industri. Penelitian setup alat produksi dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang dicoba adalah jenis kompor (K) yang meliputi (K1) kompor dengan merk ”Quantum”, (K2) kompor dengan merk ”Rinnai”, dan (K3) kompor dengan merk ”Sapporo”, dan faktor kedua adalah jenis dandang (D) meliputi (D1) dandang ukuran besar dengan diameter 41 cm dan tinggi 49 cm, (D2) dandang ukuran sedang dengan diameter 35 cm dan tinggi 45 cm, dan (D3) dandang ukuran kecil dengan diameter 32 cm dan tinggi 38 cm. Pada penelitian setup alat produksi, variabel yang diamati adalah waktu pemasakan dan tinggi buih. Hasil penelitian diketahui kebutuhan ruang pabrik seluas 96,72 m2 yang terdiri dari (1) ruang kantor dan ruang tunggu, (2) ruang produksi, (3) ruang pengemasan, (4) ruang produk jadi, (5) mushola dan tempat istirahat, (6) WC dan tempat cuci, dan (7) ruang parkir. Eksperimental setup alat menunjukkan bahwa jenis dandang ukuran besar dan kompor dengan merk “Sapporo” merupakan alat terbaik untuk memproduksi biogrease. | The production of palm oil bio-grease has the potential development through small industry optimization by layout designing and proper set up of production equipment. The objections of this study were: (1) Determine the requirements of space and layout of the bio grease lubricant industry on small-scale rural industries, (2) Determine the best tools setup in the bio grease industry on small-scale rural industries. The research was conducted in two stages: (1) layout designing and (2) Production equipment experimental set up. The layout designing is conducted through these following steps: (1) determine the need for space (2) ARC (Activity Relationship Chart) Making, (3) ATBD (Activity Template Block Diagram) Making, (4) ARD (Activity Relationship Diagram) making, and (5) the industrial layout preparing. The research of production equipment setup is conducted using randomized block design (RBD) experimental methods. The observed factors are the type of stove (K) which is includes (K1) stove with brand "Quantum", (K2) stove with brand "Rinnai", and (K3) stove with brand "Sapporo", and the type of boiler (D ) include (D1) large size boiler with diameter of 41 cm and height of 49 cm, (D2) medium-size boiler with diameter of 35 cm and height of 45 cm, and (D3) small size boiler with diameter of 32 cm and a height of 38 cm. In the production equipment setup research, the observed variables are the time of cooking and the froth height. From the results of this research, it’s determined that the factory space needs is 96.72 m2 consisting of (1) the office and waiting room, (2) the production room, (3) packaging room, (4) the finished product storage room, (5) mosque and rest room, (6) sinks and toilets, and (7) parking area. The experimental equipment set-up shows that the large size boiler and stove with brand "Sapporo" are the best equipment for bio grease producing. | |
| 11526 | 4464 | F1F007019 | AN ANALYSIS OF THE WORD “FOR” IN JANE AUSTEN’S EMMA CHAPTER 1-8 | Penelitian yang berjudul “An analysis of the word “for” in Jane Austen’s Emma chapter 1-8” bertujuan untuk mengetahui penggunaan kata “for” dalam novel berjudul Emma oleh Jane Austen. Penelitian ini berusaha untuk mendeskripsikan kategori dan fungsi kata “for” yang ada di bab 1 sampai 8. Data pokok yang digunakan dalam kajian ini adalah hasil observasi tentang kategori dan fungsi dari kata “for” yang telah dikelompokkan dan dianalisis. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Oleh karena itu, analisis datanya dibagi kedalam tiga bagian. Pertama, mengelompokkan data berdasarkan kategori dan fungsinya. Kedua, menganalisis kategori dan fungsinya berdasarkan teori dari Frank (1972), Swan (1996), dan Underwood (2005). Ketiga, menarik kesimpulan. Hasil kajian menunjukan bahwa: (1) Terdapat 160 kata “for” sebagai preposisi, dan (2) 27 kata “for” sebagai konjungsi. Hasil ini menunjukan bahwa penggunaan kata “for”dalam novel Emma oleh Jane Austen dengan frekuensi paling banyak adalah sebagai preposisi. Oleh karena itu, kata “for” mempunyai kategori utama sebagai preposisi dengan berbagai fungsi didalamnya karena mempunyai frekuensi yang paling tinggi. | The research entitled “An analysis of the word “for” in Jane Austen’s Emma chapter 1-8” is aimed at finding out the use of the word “for” in a novel entitled Emma by Jane Austen. It tries to describe the categories and the functions of the word ‘for’ appearing in chapter 1 until 8. The main data used in this study are the observation result of the categories and functions of the word ‘for’ which have been classified and analyzed. This study uses descriptive qualitative method. The data analysis is divided into three parts. First, classifying the data based on its categories and functions. Second, analyzing the categories and the functions of the word ‘for’ based on the theories from Frank (1972), Swan (1996), and Underwood (2005). Third, make some conclusions. The result of this study shows that; (1) There are 160 words ‘for’ as preposition, and (2) 27 words ‘for’ are as conjunction. From these results, the most common use of the word ‘for’ in the novel Emma by Jane Austen is preposition. Thus, the word ‘for’ has the main function as a preposition, because the word ‘for’ as preposition has the highest total frequency with various functions. | |
| 11527 | 4466 | G1F008087 | HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PEKERJA SEKS KOMERSIL DI BANYUMAS | Pekerja seks komersil merupakan salah satu komponen masyarakat yang sering bersinggungan dengan antibiotik. Perlu diketahui hubungan pengetahuan dengan sikap penggunaan antibiotik pada pekerja seks komersil, sehingga diketahui kondisi yang sebenarnya untuk kepentingan membuat anjuran yang benar tentang penggunaan antibiotika di kalangan pekerja seks komersil Banyumas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap penggunaan antibiotik pada wanita pekerja seks komersil di Banyumas. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Metode pengumpulan data menggunakan angket. Jumlah sampel terdiri atas 63 pekerja seks komersil di Gang Sadar Banyumas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Pearson correlation. Hasil analisis data, diperoleh responden dengan pengetahuan baik (57,1%) pengetahuan kurang (42,9%), sikap positif (46%) sikap negatif (54%). Adanya hubungan pengetahuan dengan sikap ditunjukkan dengan p<0,05. Terdapat hubungan yang searah yaitu semakin tinggi pengetahuan PSK maka semakin positif sikap PSK dalam penggunaan antibiotik dengan interpretasi hubungan agak rendah (r hitung = 0,570). Perlu dilakukan penelitan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan dan sikap penggunaan antibiotik. | Commercial sex workers are part of the society that a lot intersect with antibiotics. Level of knowledge and attitude of the use of antibiotics are need to known, therefore the actual conditions to make right policy or recommendations about the use of antibiotics among commercial sex workers in Gang Sadar Banyumas. The purpose of this study was to determine the effect of level of knowledge with attitude of the use of antibiotic in female sex workers in Banyumas. This study is cross sectional. Data collection methods using questionnaires. The whole sample is 125 commercial sex workers in gang sadar Banyumas. The data were analyzed with univariate and bivariate Pearson test. The results of data analysis, the respondent obtained with good knowledge (57,1%) less knowledge (42,9%), positive attitude (46%) negative attitude (54%). Gets the value of r = 0.609 and count value r = 0,244 table. The existence of the relationship of knowledge with the attitude shown by p<0.05 there is a direct relationship, the higher the incidence of knowledge the more positive attitude of PSK in the use of antibiotics with the interpretation of the relationship is rather low. Need to do research to find out the factors that affect the knowledge and attitude to the use of antibiotics. | |
| 11528 | 4467 | G1F008035 | ISOLASI DAN SKRINING Actinomycetes DARI SEDIMEN TANAH SUNGAI SERAYU YANG BERPOTENSI MENGHASILKAN ANTIBIOTIK TERHADAP BAKTERI Methicillin Resistant Staphylococcus aureus | Actinomycetes merupakan salah satu mikroba tanah yang mempunyai kemampuan menghasilkan antibiotik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan skrining terhadap Actinomycetes sebagai mikroba yang potensial menghasilkan antibiotik terhadap MRSA. Sampel yang digunakan pada penelitian ini diambil dari sedimen tanah sungai Serayu Banjarnegara. Sampel diambil pada 10 titik. Actinomycetes diisolasi dengan medium Starch Nitrat Agar (SNA). Isolat Actinomycetes yang didapat kemudian dilakukan skrining aktivitas dengan cara uji antagonis terhadap bakteri MRSA dengan menggunakan metode agar blok. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa Actinomycetes mempunyai potensi menghasilkan antibiotik terhadap bakteri MRSA. Actinomycetes yang memiliki potensi menghasilkan antibiotik paling besar adalah isolat nomor 1 yaitu sampel nomor 2 yang dinyatakan dengan nilai rasio daya hambat sebesar 1,82. | Actinomycetes are the one of soil microbial that have ability to produce antibiotic. The purpose of this study is for screening against Actinomycetes as microbial prospect potency to product antibiotic against MRSA. The sample used in this study were taken from the soil sediment of Serayu river Banjarnegara. Samples were taken at 10 points. Actinomycetes were isolatd by Starch Nitrat Agar (SNA) medium. The isolats of Actinomycetes that had acquired then screened by antagonistic activity test against MRSA using method of agar blocks. The result were analyzed descriptively. The results showed that the Actinomycetes have the potential to produce antibiotic against MRSA. Actinomycetes that have the greatest potential to produce antibiotic is isolat number 1 that is sample number 2 that represented by the value of the inhibition ratio is 1,82. | |
| 11529 | 4471 | A1H008060 | PENGARUH PENGERINGAN MENGGUNAKAN MATAHARI DAN OVEN TERHADAP KUALITAS TEKSTUR CHIPS SINGKONG PADA PEMBUATAN MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR) | Mocaf adalah memodifikasi sel ubi kayu atau singkong secara fermentasi, sehingga menyebabkan perubahan karakteristik yang lebih baik dari tepung yang dihasilkan berupa naiknya viskositas, kemampuan gelasi, daya rehidrasi, dan kemudahan melarut. Secara umum proses pembuatan mocaf meliputi tahap-tahap penimbangan, pengupasan, pemotongan, perendaman (fermentasi), pengeringan dan pengilingan menjadi tepung. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh pengeringan menggunakan matahari dan oven terhadap kualitas tekstur chips singkong, menganalisis pengaruh perendaman chips singkong dengan penambahan bakteri Lactobacillus plantarum terhadap kualitas tekstur chips singkong kering yang dikeringkan menggunakan metode penjemuran matahari dan oven, menghitung nilai perbandingan analisis tekstur chips singkong dari pengeringan matahari dan oven dengan uji T. Penelitian dilakukan di UPT badan pengembangan proses dan teknologi kimia (BPPTK) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Desa Gading, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Penelitian ini berjalan selama satu bulan, dimulai dari tanggal 3 September 2012 – 4 Oktober 2012. Hasil penelitian menunjukan chips singkong perendaman bakteri Lactobacillus plantarum membutuhkan waktu pengeringan yang lebih singkat dibanding chips singkong yang direndam dalam air netral. Perlakuan pengeringan matahari maupun oven menghasilkan tekstur chips singkong tidak berbeda. | Mocaf is modifying cell manioc or cassava fermented, causing changes in the characteristics of flour produced in the form of increased viscosity, ability, power, gelasi rehydration and ease dissolves. In general the process of making mocaf covers the stages of weighing, stripping, cutting, submersion (fermented), drying and milled into flour. Research objectives analyze the effect of using the Sun and drying oven of the quality of cassava chips texture, analyzing the influence of soaking the chips of cassava with the addition of the bacteria Lactobacillus plantarum to the quality of the texture of dried cassava chips are dried using a method of drying out of the Sun and the oven, calculate the value of texture analysis comparison of cassava chips from Sun and drying oven with a T-test. Research done in the process of development agencies and UPT technology Chemistry (BPPTK) Indonesia Institute of Sciences (LIPI), The Subdistrict Playen, Gunungkidul Regency, Yogyakarta. The study was run for one month, starting from the date of 3 September 2012 - 4 October 2012. The research results showed the cassava chips soaking bacteria Lactobacillus plantarum requires a drying time is shorter than the cassava chips soaked in water is neutral. Drying treatment of the Sun or oven to produce cassava chips texture is no different. | |
| 11530 | 4469 | F1F007169 | An Analysyis of Translation Techniques of Words Containing Referential Meaning in Subtitle of Facing The Giants Movie | Penerjemahan merupakan sesuah proses mentransfer pesan dari satu bahasa ke bahasa lainnya. Ada beberapa teknik penerjemahan yang dapat dilakukan dalam sebuah proses penerjemahan. Penerjemahan subtitle memiliki sedikit perbedaan daripada penerjemahan pada umumnya karena penerjemahan subtitle memiliki karakteristik khusus, antara lain terbatas pada ruang dan waktu. Studi tentang teknik penerjemahan ini bertujuan untuk mengetahui kategori dari makna referensial yang dapat ditemukan dalam subtitle film Facing the Giants dan teknik penerjemahan yang dikunakan untuk menerjemahkannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang menjelaskan kategori makna rujukan dalam subtitle film Facing the Giants dan menganalisis teknik penerjemahan yang digunakan untuk menerjemahkannya. Data primer penelitian ini diambil dari dua sumber yang berbeda. Subtitle Bahasa Inggris film ini diambil dari www.opensubtitles.org dan subtitle Bahasa Indonesia diambil dengan mencatat subtitle dari film resminya. Sedangkan, data sekunder diambil dari sumber-sumber eksternal yang berkaitan dengan teori tentang makna referensial dan teknik penerjemahan. Analisis yang dilakukan menemukan bahwa semua kategori makna referensial dapat ditemukan dalam subtitle film Facing the Giants. Selain itu, ditemukan juga bahwa ada beberapa tek nik penerjemahan yang digunakan dalam menerjemahkannnya dari subtitle Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia. | Translation is a process of transferring the message of one language to another. There are some translation technique can be taken in the process of translation. The translation of subtitle is a bit different to the other common translation because subtitle translation has some special characteristics i.e. limited by space and time constraints. This study about the translation technique of words containing referential meaning aims to find out the category of referential meaning can be found in the subtitle of Facing the Giants movie and the translation technique used in the translation from English to Indonesian. This research used descriptive qualitative method that described the category of referential meaning in the subtitle of Facing the Giants movie and analyzed the translation technique used in translating them. The primary data of this research were taken from two different sources, the English subtitle of the movie was taken from www.opensubtitles.org and the Indonesian subtitle was taken by taking a note the subtitle from the official movie. Whereas, the secondary data were taken from external sources related to the theory of referential meaning and translation technique. The analysis found that all the categories of referential meaning can be found in the subtitle of Facing the Giants movie. Moreover, it is found that there are various translation techniques that are used to translate them from English to Indonesian subtitle. | |
| 11531 | 4470 | G1A009123 | HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN TIPE A DENGAN KEJADIAN NYERI KEPALA TIPE TEGANG DI POLI SARAF RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Nyeri Kepala Tipe Tegang merupakan nyeri kepala primer yang paling sering terjadi dan sering menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari. Beberapa penelitian melaporkan adanya hubungan antara kepribadian tipe A dengan kejadian NKTT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepribadian tipe A dengan kejadian NKTT di RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Metode Penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan case control. Pengambilan sampel pada kelompok kasus dan kontrol dilakukan dengan metode consecutive sampling dengan jumlah sampel total 44 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat berupa table distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan Chi-Square. Hasil Penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara kepribadian tipe A dengan kejadian NKTT di . Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto (p = 0,000; Odd Ratio 10,370; Confidence Interval 3,860 – 27,862). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk perkembangan penelitian lain mengenai kepribadian tipe A. | Tension Type Headache is a primary headache that mostly happens un human life and often makes daily activities cannot be done optimally. Some studies reported an association between type A personality pattern with the incidence of TTH. The aims og this study was to determine the relationship between type A personality pattern with the incidence of TTH in Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital Purwokerto. The method of this study was analytic observasional with case control approach. Sampling technique in the case and control groups performed with consecutive sampling method with 88 respondens in total sample. Analysis data used univariate analysis through frequency distribution tables and bivariate analysis with Chi-Square test. Result showed there was significant relationship between type A personality pattern with TTH incidence in Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital Purwokerto (p = 0,000; Odd Ratio 10,370; Confidence Interval 3,860 – 27,862). This study hope can be reference for expansion for other study for use type A personality. | |
| 11532 | 4472 | D1F010003 | TOTAL PROTEIN PLASMA (TPP) DAN FIBRINOGEN DARAH PADA KELINCI YANG TERINFEKSI KOKSIDIOSIS DI SENTRA PETERNAKAN KELINCI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh koksidiosis terhadap Total Protein Plasma (TPP) dan jumlah fibrinogen darah pada kelinci di Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan metode survei dan metode laboratoris. Pengambilan sampel menggunakan metode convenient sampling/ accident sampling/ selected sampling (tidak terikat). Sasaran penelitian adalah peternakan kelinci di Kabupaten Banyumas. Model analisis yang digunakan adalah Pengujian Student (T test). Hasil penelitian diperoleh rataan total TPP kelinci yang terinfeksi koksidiosis 4,5777 x 106 dan rataanTPP kelinci yang tidak terinfeksi koksidiosis 5,2333 x 106. Rataan jumlah fibrinogen darah kelinci yang terinfeksi koksidiosis 0,5 gr/dL dan rataan jumlah fibrinogen darah kelinci yang tidak terinfeksi koksidiosis 0,8 g/dL. Meskipun hasil uji t menunjukan bahwa koksidiosis tidak berpengaruh nyata terhadap penurunan total TPP (P > 0,05) dan fibrinogen darah (P > 0,05). | The aim of this research was to determine the effect of rabbit coccidiosis on the number of Protein Plasma Total (PPT) and the number of fibrinogen in Banyumas. The research used survey methods and laboratory methods. The samplied was taken by convenient sampling method/ accident sampling/ selected sampling (not attached). Target of the research was rabbit farms in Banyumas. The analysis model used was Student Testing (T test). The results were obtained by averaging the number of Protein Plasma Total (PPT) of infected rabbit coccidiosis 4,5777 x 106 and the average the number of Protein Plasma Total (PPT) of total non-infected rabbits coccidiosis 5,2333 x 106. The average number of fibrinogen infected rabbit coccidiosis 0,5 gr/dL and the average number of fibrinogen uninfected rabbit coccidiosis 0,8 g/dL. Altought The T test results showed that coccidiosis did not significantly affect the the number of Protein Plasma Total (PPT) (P > 0,05) and the number of fibrinogen (P>0.05). | |
| 11533 | 4473 | A1M008039 | KARAKTERISASI SOSIS JAMUR TIRAM PUTIH DENGAN PENAMBAHAN RUMPUT LAUT, TAPIOKA, DAN MINYAK | Sosis jamur tiram putih ini menggunakan bahan pengisi rumput laut Eucheuma cotonii dengan tapioka. Penambahan minyak sangat penting supaya dihasilkan adonan sosis yang kalis, struktur yang halus dan kompak. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan proporsi rumput laut dengan tapioka yang tepat, penambahan minyak yang tepat, dan kombinasi perlakuan keduanya sehingga dihasilkan sosis jamur tiram putih yang memiliki kualitas terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 kali ulangan. Faktor yang dicoba yaitu proporsi rumput laut dengan tapioka (A) yang terdiri dari A1 (1:1), A2 (1:2), dan A3 (1:3); serta konsentrasi penambahan minyak (M) yang terdiri dari M1 (10%), M2 (11%), dan M3 (12%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) proporsi rumput laut dengan tapioka 1:2 (A2) menghasilkan sosis jamur tiram putih dengan kadar serat pangan 3,98% bk, tekstur kenyal (2,73), aroma jamur agak kuat (2,33); 2) penambahan minyak 11% (M2) menghasilkan sosis jamur tiram putih dengan struktur halus (2,96) dan flavor enak (2,86); 3) kombinasi perlakuan terbaik berdasarkan uji indeks efektifitas diperoleh dari proporsi rumput laut dengan tapioka 1:3 dan konsentrasi penambahan minyak 10% (A3M1). Produk ini memiliki kadar serat pangan 4,04% bk; kadar air 61,04% bb; kadar lemak 22,33% bk; tingkat kelunakan 0,13 mm/gram/detik, dengan warna putih kecoklatan (2,30), tekstur kenyal (2,90), aroma jamur agak kuat (2,46), flavor enak (2,95), struktur halus (3,05), dan kesukaan disukai (3,05). | White oyster mushroom sausage used filler of sea grasses called Eucheuma cotonii with tapioca. Therefore, oil addition is important in order to get the sausage paste which is not sticky and the smooth and compact structure. Aims of this research were to determine sea grasses proportion with the tapioca, to determine the exact oil addition and to determine the best treatment combination between filling substance and oil in producing the sausage of white osyster mushroom having the best quality. This research used randomized complete block design (RCBD) consisting three replicated. Tasted factors consisted of the sea grasses proportion with tapioca comprising A1 (1:1), A2 (1:2), and A3 (1:3), and concentrations of oil addition i.e. M1 (10%), M2(11%), and M3 (12%). Result of the research performed that : 1) the proportion of the sea grasses with tapioca 1:2 (A2) produced the sausage of the white oyster mushroom with the fiber content of 3,98% db, elastic texture (2.73), moderately strong mushroom aroma (2.33); 2) oil addition of 11% (M2) produced the sausage of the white oyster mushroom with the smooth structure (2.96), dan tasty flavor (2.86); 3) the best combination based on the test of the effectiveness index was gained from the sea grasses proportion with tapioca 1:3 and the oil addition concentration of 10% (A3M1) having the food fiber content of 4,04% db; water content of 61.04% wb; fat content of 22.33% db; the softness level of 0,13 mm/gr/second, and produced brownish white in color (2.30), elastic texture (2.90), rather strong aroma of mushroom (2.46), tasty flavor (2.95), smooth structure (3.05), and preferred (3.05). | |
| 11534 | 4474 | A1H008024 | PENGARUH VARIASI MEDIA PERENDAMAN TERHADAP KUALITAS MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR) | Teknologi pengolahan ubi kayu pada umumnya masih tradisional.Salah satu usaha diversifikasi pengolahan ubi kayu yang saat ini sedang dikembangkan adalah tepung mocaf (Modified Cassava Flour).Tepung mocaf adalah tepung ubi kayu yang dibuat dengan menggunakan prinsip modifikasi sel ubi kayu secara fermentasi.Proses fermentasi ubi kayu menghasilkan tepung dengan karakteristik berbau netral (cenderung harum), tekstur lembut, warna lebih putih.Tujuanpenelitian ini adalah mengetaui pengaruh perendaman pada tekstur dan kadar air. Perendaman dilakukan dengan 3 variasi yaitu menggunakan air, starter Acetobacter xylinumdan Lactobacillus plantarum.Penelitian dilakukan di UPT BPPTK Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Yogyakarta.Variabel yang diukurmeliputikadar air dan tekstur. Hasil menunjukkan bahwa :lama perendaman berpengaruh terhadap nilai kadar air yang dapat mempengaruhi nilai kerusakan (tekstur) pada chips. Pada perendaman menggunakan starter A (Acetobacter xylinum) nilai kerusakan maksimal tedapat pada jam ke-42 yaitu 25,160%, sedangkan starter B (Lactobacillus plantarum) nilai kerusakan maksimal terdapat pada ke-48 dengan nilai 34,967%. Perlakuan yang terbaik adalah menggunakan starter B (Lactobacillus plantarum) karena nilai kerusakan pada setiap jam pengambilan sampel lebih besar dibandingkan dengan perlakuan netral dan starter A (Acetobacter xylinum). | Cassava processing technology in general is still traditional. One of the efforts to diversify the processing of cassava that is currently being developed is the flour MOCAF (Modified Cassava Flour). Mocaf is cassava flour which is created by using the principle of cell modification fermented manioc. The fermentation process produces manioc flour with a characteristic smell neutral (likely fragrant), creamy texture, the color whiter. The purpose of which is to be achieved in this analysis of the influence of soaking in texture, Soaking conducted using water a starter acetobacter xylinum and lactobacillus plantarum. Research done in the UPT BPPTK Indonesia Institute of Sciences (LIPI).Variables that are measured include moisture content and texture. The results show that: old submersion effect on value the water level that can affect value damage ( texture ) on chips. On immersion use a starter A (Acetobacterxylinum ) the value damage maximum at the 42 namely 25,160 %, while a starter B (Lactobacillus plantarum ) the value damage maximum are on 48 namely 34,967 %. The best treatment is use a starter B (Lactobacillus plantarum) because value damage to every hour sample taking larger than treatment neutral and a starter A (Acetobacter xylinum). | |
| 11535 | 4480 | A1M008003 | PENGARUH METODE PENEPUNGAN DAN LAMA PERENDAMAN JAGUNG TERHADAP KUALITAS ROTI MANIS | Solusi dalam mengurangi impor terigu yaitu dengan meningkatkan nilai tambah tepung jagung dalam pembuatan roti manis sebagai subtitusi sebagian terigu. Tepung jagung memiliki kandungan gluten yang rendah sehingga dalam dalam pembuatannya diperlukan modifikasi metode penepungan yang mampu merubah karakteristik tepung jagung sehingga dihasilkan roti manis dengan tekstur menyerupai roti yang terbuat dari terigu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama perendaman jagung, jenis bahan perendam dan interaksi keduanya terhadap sifat roti manis bersubtitusi tepung jagung termodifikasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan tiga kali ulangan. Faktor yang dicoba yaitu jenis bahan perendam air (R1), bakteri asam laktat (R2), ragi tape (R3) dan lama perendaman 12 jam (W1), 24 jam (W2), 36 jam (W3) dan 48 jam (W4) sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik diperoleh dari kombinasi bahan perendam dan lama perendaman, yaitu air (R1) dengan lama perendaman 24 jam (W2). Roti yang dihasilkan memiliki warna kulit roti (crust) 1,69 (kuning), rasa 3,63 (enak) dan kesukaan 3,55 (suka), sedangkan berdasarkan variabel kimia yaitu bahan perendam air (R1) dengan lama perendaman 24 jam (W2) memiliki kadar air 21,22%bk, kadar protein total 8,29 %bk, kadar abu 1,55 %bk dan kadar lemak 7,46 %bb. | Solutions in reducing import of flour that is by increasing the added value of corn flour in bread making flour substitution is sweet as some. Corn flour has a gluten content is low so needed modified flouring method to make others who are able to change characteristics of corn starch so that it produced a sweet bread with a texture resembling bread made from wheat flour. The purpose of this research was to determine the influence of the time amount submerging, the type of material the submerging and the interaction of two of them toward the substituted sweet bread ingredient by modified corn starch. This research uses Complete Random Design (RAL) factorial with three replicates. The factors tested are kind of a mixed ingredients water (R1), lactic acid (R2), yeast tape (R3) and the time amount submerging 12 hour (W1), 24 hours (W2), 36 hours (W3) and 48 hours (W4) so that the retrieved 12 combination treatment. The results showed that the best treatment is obtained from the combination of the type submerging material and the length of time the submerging, which is water (R1) submersion length of 24 hours (W2). The results showed that the crust of sweet bread of 1,69 (yellow), a sense of 3,63 (tasty) and the preference of 3.55 (like), whereas on the basis of the chemical variables i.e. a mixed ingredients water (R1) submersion length of 24 hours (W2) has 21,22% db of water content, 8,29 % db totally protein contents, 1.55% db of ash content and fat content 7,46% wb. | |
| 11536 | 4479 | A1M008041 | STUDI KANDUNGAN PEMANIS BUATAN SIKLAMAT PADA MAKANAN JAJANAN DI SEKOLAH DASAR WILAYAH KECAMATAN PURWOKERTO UTARA | Makanan jajanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia terutama anak sekolah. Makanan jajanan berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan gizi anak, namun makanan jajanan juga dapat menjadi sumber kontaminan. Hal ini di indikasikan adanya penggunaan bahan tambahan pangan yang tidak sesuai dengan standar keamanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan siklamat serta kadar siklamat pada makanan jajanan, mengetahui pengetahuan responden pedagang, orang tua dan guru tentang siklamat, mengetahui hubungan antara tingkat pendapatan pedagang dengan penggunaan siklamat pada makanan jajanan yang di jual di SD wilayah Kecamatan Purwokerto Utara, serta mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan pedagang terhadap pengetahuan tentang siklamat, dan mengetahui jenis jajanan yang sering dibeli anak SD wilayah Kecamatan Purwokerto Utara. Penelitian ini menggunakan metode survei dan penelitian laboratorium. Penentuan lokasi dipilih dengan metode purposive, yaitu SD di wilayah Kecamatan Purwokerto Utara karena dekat dengan Instansi pendidikan yaitu Universitas Jenderal Soedirman. Penentuan sampel SD dilakukan dengan teknik simple random sampling, kemudian pada sekolah terpilih dilakukan wawancara terhadap responden pedagang, orang tua, guru dan murid dengan teknik accidental sampling menggunakan kuisioner. Pada pedagang terpilih diambil sampel jajannya untuk kemudian dianalisis di laboratorium. Hasil penelitian ini menunjukan sebanyak 17 sampel (77,3%) dari 22 sampel makanan jajanan yang diteliti positif menggunakan siklamat dengan kadar 14-573 ppm dan 2 sampel diantaranya mengandung siklamat melebihi ambang batas yaitu es campur sebesar 573 ppm dan es kelapa 1 sebesar 532 ppm. Jumlah tersebut melewati ambang batas maksimum penggunaan siklamat yaitu sebesar 500 ppm. Pengetahuan responden pedagang tentang siklamat tergolong rendah sebesar 72,7%, sedang 27,3% dan tidak ada yang tergolong tinggi. Pengetahuan responden orang tua tentang siklamat tergolong rendah sebesar 58,0%, sedang 31,0%, dan tinggi 11,0%. Pengetahuan responden guru tentang siklamat tergolong tinggi sebesar 54,0%, sedang 33,3%, dan rendah 12,7%. Tidak ada hubungan antara tingkat pendapatan pedagang dengan penggunaan siklamat pada makanan jajanan yang dijual. Tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan pedagang terhadap pengetahuan tentang siklamat. Jenis jajanan yang sering dibeli murid SD wilayah Kecamatan Purwokerto Utara adalah jajanan jenis snack dan jajanan jenis minuman. | Street food is an integral part of human life, especially for students. Street food has contributed in fulfill the nutritional needs of children, on the other hand street food can also be a source of contaminants. It is indicated by the use of food additives that are not in accordance with food safety standards. The purpose of this research are determine the presence of cyclamate and cyclamate levels in street foods, determine the respondent’s knowledge, such as traders, parents and teachers about cyclamate, determine the relation between the trader’s income level toward using of cyclamate in the street food sold in North Purwokerto District and determine the relation between the trader’s education level toward the trader’s knowledge of cyclamate, determine the most frequent types of street food that were purchased by elementary students in North Purwokerto District. This research used survey and laboratory method. The location was selected with purposive method, that is the elementary school in North Purwokerto because it was the close area to Jenderal Soedirman University. Determination of elementary students as sample used simple random sampling. Then, the interview to the respondent was performed in the selected school with accidental sampling using questioner. Samples were taken at selected trader for later analysis in the laboratory. The results of this research indicated that 17 samples (77.3%) of 22 street food samples use cyclamate with level of 14-573 ppm (mg/L) and 2 samples contained cyclamate exceed the specified threshold that was equal to 573 ppm and 532 ppm. That amount exceed the maximum threshold of the use of cyclamate, which was 500 ppm. Trader respondent’s knowledge of cyclamate is low at 72.7 %, moderate 27.3%, and no one had high knowledge. The parents’s knowledge of cyclamate is low at 58%, moderate 31.0%, high 11%. The teacher’s knowledge of cyclamate is high at 54.0%, moderate 33.3%, low 12.7%. There was no relation between the income level of traders with the using of cyclamate in the street food. There was no relation between education level of traders with cyclamate knowledge. The most frequent types of street food that were purchased by elementary students in North Purwokerto District were snacks and drinks. | |
| 11537 | 4475 | C1B009024 | PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA DENGAN KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA KARYAWAN PT PLN (PERSERO) AREA PURWOKERTO | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi terhadap kinerja dengan komitmen organisasi sebagai variabel mediasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah karyawan tetap PT PLN (Persero) Area Purwokerto sebanyak 55 responden. metode pengambilan sampel adalah metode cluster sampling dengan menggunakan analisis regresi berganda dan analisis regresi multivariate dengan bantuan program SPSS 17. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. 2) motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. 3) Komitmen organisasi berpengaruh parsial pada pengaruh antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja. 4) Komitmen organisasi berpengaruh parsial pada pengaruh antara motivasi terhadap kinerja. | The purpose of this study was to analyze the effect of leadership style on performance, motivation on performance, organization comittment as a relation mediating variable of leadership style to performance, and organization comittment as a relation mediating variable of motivation to performance. The samples used were permanent employees of PT PLN (Persero) Area Purwokerto as many as 55 respondents. The method used for sampling is cluster sampling method, while the metod used for data analisys is multiple linier regression and multivariate regression, with the help of IBM SPSS Statistics 17.00 program. Results of this research shows that : 1) leadership style has positive and significant influence on performance. 2) motivation has positive and significant influence on performance. 3) organization comittment has partially mediated of leadership style on performance. 4) organization comittment has partially mediated of motivation on performance. | |
| 11538 | 4476 | A1M008002 | PENGARUH pH PELARUT DAN KONSENTRASI PENAMBAHAN EKSTRAK BIJI BUAH SOMBA TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA JELLY PEPAYA NANAS | Kekhawatiran konsumen terhadap keamanan penggunaan pewarna sintetis pada produk pangan merupakan salah satu faktor yang mendorong pewarna alami menjadi alternatif yang layak dikembangkan penggunaannya. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai pewarna alami adalah somba. Alternatif pemanfaatan buah somba adalah penggunaan ekstrak biji buah somba sebagai pewarna alami pada produk jelly. Aplikasi ekstrak biji buah somba dengan variasi pH pelarut air yang digunakan untuk ekstraksi pada produk jelly belum diketahui jumlah penambahan yang tepat agar dihasilkan produk dengan sifat fisik dan kimia yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pH pelarut ekstrak biji buah somba terhadap sifat fisik dan kimia jelly pepaya nanas, mengkaji pengaruh konsentrasi penambahan ekstrak biji buah somba terhadap sifat fisik dan kimia jelly pepaya nanas, dan menentukan kombinasi perlakuan pengaruh perbedaan pH pelarut dan konsentrasi penambahan ekstrak biji buah somba terhadap sifat fisik dan kimia jelly pepaya nanas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dari 9 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan. Faktor yang dicoba yaitu pH pelarut (P) yang meliputi pH 4 (P1), pH 7 (P2) dan pH 10 (P3); Konsentrasi penambahan ekstrak (S) yang meliputi 1% (S1), 2% (S2) dan 3% (S3). Variabel fisik dan kimia yang diamati, yaitu viskositas, total asam dan vitamin C. Data fisik dan kimia dianalisis menggunakan uji F dan apabila berpengaruh nyata dilanjutkan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi pH pelarut memiliki nilai viskositas dan vitamin C meningkat, total asam menurun. Semakin tinggi jumlah konsentrasi penambahan ekstrak memiliki viskositas dan vitamin C meningkat, total asam cenderung menurun. Perlakuan pelarut pH 4 dan konsentrasi penambahan ekstrak 2% (P1S2) menghasilkan nilai terbaik dari semua kombinasi perlakuan. Hasil perlakuan tersebut memiliki nilai viskositas 1,37 Pa.S; total asam 0,23 % dan vitamin C 0,49 mg/g. | The consumer’s concern on the safety of synthetic coloring agent in food product was one of the main factors that drive natural coloring agent developed into a viable alternative. Annatto was one of potential plant as a colorant. Alternative utilization of annato was usage of annatto extract as coloring agent in jelly product. The apropriate addition of annatto extract with pH variation on the water solvent that was used in extraction on jelly product was not known yet. The research aimed to examined the effect of solvent’s pH in annatto extract toward the physical and chemical properties of papaya-pineapple jelly, examined the effect of annatto extract concentration toward the physical and chemical properties of papaya-pineapple jelly, and determined the combination of solvent’s pH and concentration on annatto extract toward the physic and chemical properties of papaya-pineapple jelly. This research used an experimental methods with Randomized Block Design of 9 treatments combinations and 3 repetitions. Factors attempted were solvent’s pH (P) including pH 4 (P1), pH 7 (P2), and pH 10 (P3); the concentration of extract (S) including 1% (S1), 2% (S2) dan 3% (S3). The physical and chemical variables that were observed were viscovity rate, acid total and vitamine C content. Chemical and physical data were analyzed by F test. If there was a significant difference, then continued by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at 5%. The result of the research showed that more higher solvent’s pH a increaseding of viscocity rate and vitamine C, the descending of acid total. The concentration of extract including the increaseding of viscocity rate and vitamine C, the descending inclined of acid total. P1S2 treatment (solvent’s pH 4 and 2% extract concentration) is the best treatment of all combination. The result of the treatment viscocity rate at 1.37 Pa.S; acid total at 0.23%; and vitamine C content at 0.49 mg/g. | |
| 11539 | 4374 | E1A007303 | TINDAK PIDANA PENCABULAN (Studi Kriminologis tentang Sebab-sebab Terjadinjnya Pencabulan dan Penegakan Hukumnya di Kabupaten Purbalingga) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dua hal, pertama untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya tindak pidana pencabulan, dan kedua untuk mengetahui penegakan hukumnya yang perlu di lakukan untuk mencegah dan menanggulangi tindak pidana pencabulan di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini di laksanakan di kabupaten purbalingga dengan lokasi penelitian pada porles Purbalingga dan Badan Keluarga Berencana dan Perlindungan Perempuan (BKBPP) Purbaliingga. Adapun jenis penelitian yang di gunakan adalah penelitian pustaka (library research) dan penelitian lapangan (field research), dengan penelitian deskriptif yaitu menganalisis data yang di peroleh dari studi lapangan dan perpustakaan dengan cara menjelaskan dan menggambarkan kenyataan objek. Data yang di gunakan adalah data primer yang di peroleh secara langsung dari objek penelitian di lapangan dan data sekunder yang diperoleh dari hasil studi pustaka. Hasil penelitian menujukan bahwa jumlah tindak pidana pencabulan dalam kurun waktu 2006-2012 ada kalanya meningkat dan menurun .Adapun faktor-faktor penyebab terjadinya tindak pidana pencabulan adalah 1. faktor rendahnya pendidikan dan ekonomi , 2. faktor lingkungan atau tempat tinggal ,3. faktor minuman keras (beralkohol), 4. faktor teknologi, 5. Peranan korban. Upaya penegakan hukumnya tindak pidana pencabulan adalah dengan melakukan 2 cara yaitu melauli upaya preventif yang harus di lakukan oleh setiap elemen ,oleh individu,masyarakat,pemerintah, kepolisian dan pihak terkait. Kedua yaitu melalui upaya represif yang di lakukan oleh aparat penegak hukum yaitu Polres Purbalingga. | This studyaims to find outtwothings: firsttodeterminethe root causes ofcriminalsexual abuse, and secondto determine that law enforcement needs to be done to prevent and combat crimesof abusein Purbalingga. The research was carried on in the districtPurbalingga with research sitesin porlesPurbalingga and National Family Planningand Protection of Women (BKBPP) Purbaliingga. The type of research that is in use is the research library (library research) and field research (fieldresearch), adescriptive studythatanalyzed dataobtainedfromfield studies and libraries witha way to explainand describe the reality of the object.The data used are primary data that was obtained directly from the object of researchin the field and second ary data obtained from the literature. The results addressing the obsceneamount of crimein the period2006-2012 there were times when in creases and decreases. FactorsThe cause of thecriminal actof abuseis 1.lack of educationand economicfactors, 2.environmental factorsor residence, 3.factorliquor(alcohol), 4.technological factors, 5.The role ofthe victim. Enforcement of criminal obscenity law is to do2 ways preventive measures that should be doneby eachelement, by individuals, communities, government, the policeand other relevant parties. Secondis through repressive effortsunder taken by law enforcement officials that police Purbalingga. | |
| 11540 | 4478 | C1A009067 | Analisis Pendapatan dan Konsumsi Tukang Kredit Harian di UD. NIAGA UTAMA | Penelitian ini berjudul “ Analisis Pendapatan dan Konsumsi Tukang Kredit Harian Di UD. NIAGA UTAMA”. Metode dalam penelitian ini adalah metode survey. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan wawancara langsung kepada responden yang ada di wilayah barat meliputi : Tegal, Bumiayu, Banjar patroman dan di wilayah timur meliputi Batang dan Semarang dengan menggunakan kuesioner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah variabel – variabel curahan jam kerja, lama bekerja, status pernikahan dan umur berpengaruh terhadap pendapatan tukang kredit harian, untuk mengetahui apakah pendapatan yang diperoleh tukang kredit harian dapat mencukupi kebutuhan konsumsi rumah tangga. Hipotesis dalam penelitian ini adalah pertama, curahan jam kerja, lama bekerja, status pernikahan dan umur mempunyai pengaruh terhadap pendapatan tukang kredit harian di UD. NIAGA UTAMA. Kedua, pendapatan tukang kredit harian di UD. NIAGA UTAMA dapat mencukupi kebutuhan konsumsi rumah tangga. Penelitian ini merupakan penelitian penelitian survei dengan melakukan wawancara langsung kepada responden dengan menggunakan kuesioner. Metode analisis data yang digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan tukang kredit harian digunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel – variabel yang berpengaruh terhadap pendapatan tukang kredit harian adalah lama bekerja dan umur. Sedangkan variabel curahan jam kerja dan status pernikahan tidak berpengaruh terhadap pendapatan tukang kredit harian. Pendapatan tukang kredit harian sudah bisa mencukupi kebutuhan konsumsi keluarga. Ini dibuktikan dengan hasil nilai APC sebesar 0,679. Karena nilai APC < 1, maka konsumsi lebih kecil dari pendapatan atau pendapatan yang ada cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Implikasi dalam penelitian ini adalah para tukang kredit harian harus menyadari bahwa peningkatan pendapatan bekerja tidak dapat diperoleh dengan waktu yang singkat. Mereka harus ulet dan bekerja keras untuk meningkatkan pendapatannya. Pimpinan UD. NIAGA UTAMA perlu mempertimbangkan status pernikahan dalam menyeleksi calon karyawan, karena tidak semua tukang kredit harian yang sudah menikah memiliki semangat untuk memperoleh pendapatan yang banyak. Pimpinan juga perlu mempertimbangkan umur dalam menyeleksi calon karyawan. Dalam penelitian ini rentang usia responden berada pada kisaran 15-35 tahun. Dalam rentang usia tersebut umur berpengaruh positif terhadap pendapatan. | The title of research “ THE ANALYSIS THE INCOME AND THE CONSUMPTION OF MAN CREDIT DAILY IN NIAGA UTAMA BUSINESS COMMERCE “. The method of this the survey method. The data are taken by doing direct interview to the respondent who are in the west area include : Tegal, Bumiayu, Banjar patroman and in the east include : Batang and Semarang by using quetionnaire. This research intends to know do the variables of office hours, years on the job, marital status and age influence to the income of man credit daily, to know whether the income of man credit daily can suffice the consumption needs of the family. The hypotthesis in this research, first the office hours, years on the job, marital status and age have influence to the income of man credit daily in Niaga Utama business commerce. Second, the income of man credit daily in it can suffice the consumption needs of the family. This research is a survey research by doing direct interview to the respondents by using questionare. The data analysis method which is used to know the factors that influence the income the man credit daily is double linier regretion analysis. The result shows that the variables which influence to the income of man credit daily are the years on the job and the age. Whereas office hours and marital status don’t influence to the income of man credit daily. The income of man credit daily can suffice the consumption needs of the family. This is approved by the yield values APC in the ammount of 0,679. Because the yield values APC less than 1, so the consumption is less than the income or the income is enough to suffice the consumption needs of the family. The implication of this research is the man credit daily must realize that the increase revenue can’t be obtainable in short time. They must be dilligent and hardworking to increase their income. The leader of Niaga Utama business commerce needs to consider the marital status in selecting the prospective employees. In this research the age of the respondents are between 15-35 years old. In that age range has the positive influence to the income. |