Artikelilmiahs

Menampilkan 11.501-11.520 dari 50.440 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
115014443C1J008013ANALYSIS OF ALLOCATIVE EFICIENCY TOBACCO FARMING
IN WONOTIRTO VILLAGE BULU SUB DISTRICT
TEMANGGUNG REGENCY
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat faktor produksi benih, pupuk, dan jumlah tenaga kerja terhadap produksi total tembakau, juga untuk menganalisis tingkat efisiensi dengan menggunakan faktor-faktor produksi atau efisiensi alokatif dalam pertanian tembakau di Wonotirto Desa Bulu Kecamatan, Kabupaten Temanggung. Responden dari penelitian ini adalah petani tembakau di Desa Wonotirto, terdiri dari 98 petani. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah fungsi produksi dengan fungsi Cobb-Douglass, uji penyimpangan Asumsi Klasik, Uji Statistik dan Analisis Efisiensi Alokasi. Variabel benih, pupuk dan tenaga kerja secara bersama-sama dan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap produksi tembakau di Desa Wonotirto Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung. Jumlah yang digunakan benih dan pupuk memiliki belum efisien, dan kebutuhan penggunaan tambahan benih dan pupuk untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi dari eficient. Di sisi lain, Jumlah tenaga kerja yang digunakan efisien.This study aims to analyze the level influence of factors production seed, fertilizer and the amount of labor on total production of tabacco, also to analyze the level of efficiency by using the factors of production or allocative efficiency in tabacco’s farming in Wonotirto Village Bulu Subdistrict, Temanggung Regency. Respondents of this research are tabacco farmers in the Wonotirto village, consist of 98 farmers. Data analysis methods used in this study is the production function with a function of Cobb-Douglass, test deviation of Classical Assumption, Statistic Test and Analysis of Allocative Efficiency. Variables of seed, fertilizer and labor jointly and partially had significant influence on tabacco production in Wonotirto Village Bulu Subdistrict, Temanggung Regency. The used amount of seed and fertilizer has not efficient yet, and needs additional use of seed and fertilizer to achieve higher level of eficient. In other side, The used amount of labor is efficient.
115024444E1A008033TINDAK PIDANA MEMBUJUK ANAK MELAKUKAN
PERSETUBUHAN YANG DILAKUKAN SECARA BERLANJUT
(Studi Kasus Pada Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto
No. 03/Pid.Sus/2012/PN. PWT)
Persetubuhan adalah perpaduan antara anggota kemaluan laki-laki dan perempuan,
jadi anggota kemaluan laki-laki harus masuk ke dalam anggota kemaluan perempuan,
sehingga mengeluarkan mani. Persetubuhan terhadap wanita belum cukup umur
disyaratkan dilakukan “di luar perkawinan” artinya pelaku dan korban tidak terikat dalam
suatu perkawinan. Apabila perbuatan pidana tersebut berlangsung secara teru-menerus atau
berlanjut maka termasuk dalam klasifikasi sebagai satu perbuatan berlanjut. Berdasarkan
hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur-unsur Pasal
81 ayat (2) UU No. 23 Tahun 2002 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dan pertimbangan hakim
Pengadilan Negeri Purwokerto dalam menjatuhkan pidana dalam Putusan Pengadilan
Negeri Purwokerto Nomor 03/Pid.Sus/2012/PN. PWT.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, dengan spesifikasi
penelitian deskriptif dan sumber data adalah data sekunder. Adapun metode pengumpulan
data dengan mempelajari peraturan perundang-undangan, buku-buku literatur, dokumen
dan putusan pengadilan atau yurisprudensi yang berkaitan dengan obyek atau materi
penelitian kemudian dianalisis secara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa perbuatan
Terdakwa MUHAJIR RASYID bin ROSIDI yang melakukan tindak pidana membujuk
anak melakukan persetubuhan yang dilakukan secara berlanjut terhadap korban GITA
LUSIANA yang berumur 14 tahun, memenuhi unsur-unsur Pasal 81 ayat (2) UU No. 23
Tahun 2002 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP, yaitu: 1) Unsur barangsiapa; 2) Unsur dengan
sengaja; 3) Unsur melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak;
4) Unsur melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain; dan 5) Unsur
melakukan beberapa perbuatan perhubungan, sehingga dengan demikian harus dipandang
sebagai satu perbuatan yang diteruskan atau berlanjut.
Pertimbangan hakim Pengadilan Negeri Purwokerto dalam menjatuhkan pidana pada
perkara Nomor 03/Pid.Sus/2012/PN. PWT. adalah: 1) Keterangan saksi; 2) Keterangan
Terdakwa; 3) Visum et Repertum; 4) Antara keterangan para saksi, keterangan Terdakwa
dan hasil Visum et Repertum mempunyai hubungan yang erat dan saling bersesuaian;
5) Terpenuhinya unsur-unsur Pasal 81 ayat (2) UU No. 23 Tahun 2002 jo Pasal 64 ayat (1)
KUHP; dan 6) Terpenuhinya unsur-unsur tindak pidana, yaitu: unsur memenuhi rumusan
undang-undang, unsur bersifat melawan hukum dan Unsur kesalahan, yang terdiri dari
unsur mampu bertanggung jawab, tidak ada alasan pemaaf dan pembenar dan
pertimbangan hal-hal yang memberatkan dan meringankan.
Sexual intercourse is the integration between the penis and vagina, so the penis must
be inserted into vagina, so it will squirt the sperm. The sexual intercourse in the women
under the age that is being conducted without any marriage relationship it means that the
suspect and victim do not being connected with the marriage. If this criminal act happens
sustainably so it can be classified into sustainably act. Based on the explanation above, so
this research aims to find out the implementation of elements in Article 81 (2) Ordinance
No. 23, 2002 jo Article 64 (1) KUHP and the Judge Consideration of Public Court of
Purwokerto in punishing in the Decision of Public Court of Purwokerto Number
03/Pid.Sus/2012/PN.PWT.
This research uses the method of normative juridical, with the descriptive research
specification and data source is the secondary data. And the method of collecting data by
learning the regulation of ordinance, literature book, document and court decision or
jurisprudence which related with the object or material in the research then analyzed
normatively and qualitatively.
Based on the result and discussion of research it is obtained the conclusion hat the
action of the Suspect MUHAJIR RASYID bin ROSIDI that conducts the criminal act by
inducing the children to do the sexual intercourse that doing sustainably to the victim GL
who has 14 year olds, it fulfills the elements of Article 81 (2) Ordinance No. 23 in 2002 jo
Article 64 (1) KUHP, that is: 1) the element of who; 2) the element of with intentionally;
3) the element to do the deceiving, the series of deceiving or persuade the children; 4) the
element of doing the sexual intercourse with her or with other; and 5) the element of
doing some sexual intercourse, so it must be considered as an act that must be continued
or followed up.
The judge consideration of Public Court of Purwokerto in punishing of criminal act
in the case Number 03/Pid.Sus/2012/PN. PWT. is: 1) the witness explanation; 2) the
suspect explanation; 3) Visum et Repertum; 4) among the explanation of witness, suspect
and the result of Visum et Repertum has the strong correlation and supported each other;
5) the fulfillment of element in Article 81 (2) Ordinance No. 23 in 2002 jo Article 64 (1)
KUHP; and 6) the fulfillment of criminal act elements, that is: the element of fulfillment
of ordinance formulation, the element to have the characteristic to against the law and the
mistake element that consisted of the element to be able to take responsibility, no any
reasons of forgiveness and correctness and the consideration that burdens and lighten.
115034445F1B008098PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PERUM DAMRI TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PENUMPANG DI STASIUN PURWOKERTOABSTRAK
Penelitian ini dilatar belakangi adanya kualitas pelayanan publik disektor angkutan bus yang masih rendah. Salah satunya terjadi pada Bus DAMRI kelas ekonomi yang dianggap belum memberikan keamanan dan kenyamanan pada penumpang, sehingga menyebabkan adanya ketidakadilan serta kecenderungan menurunnya pemanfaatan pelayanan Bus DAMRI kelas ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan mekanisme permasalahan tentang seberapa besar pengaruh kualitas pelayanan Perum Damri terhadap tingkat kepuasan penumpang di Stasiun Purwokerto. Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara kualitas pelayanan Perum DAMRI terhadap tingkat kepuasan penumpang di Stasiun Purwokerto sebesar 26%, ini berarti koefisien korelasinya termasuk pada tingkat yang rendah. Baiknya kualitas pelayanan dapat dinilai dari segi tangibles (ketampakan fisik), reliability (keandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan) dan empaty (perlakuan). Tetapi kenyataannya dalam observasi, kondisi kualitas pelayanan dari segi assurance (jaminan) tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan pada penelitian ini.

Kata Kunci : Kepuasan Penumpang, Kualitas Pelayanan Perum DAMRI
ABSTRACT
This research is based on the lack of serving quality in the Purwokerto Bus Station. One of it happened to Damri Bus economic class which is noted as hadn’t serve the passenger a high safety and comfortable serving, so that cause unfairness and intend to bus malfunction, especially in economic class. The aim of this research is to find out the problem mechanism about how big the ascendancy of Damri Bus serving quality to the passenger satisfaction in Purwokerto Bus Station. This research uses the survey research with quantitative approach.
The result of this research shows that there’s a positive and significant impact between the Damri Bus serving quality to the passenger satisfaction in Purwokerto Bus Station is 26%. This means correlation co efficiency classified in low degree. Better to assess the serving quality based on the tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. But the fact in the observation, serving quality condition from assurance side doesn’t have a positive and significant impact to this research.

Key Words :Passenger Satisfaction, Damri General Company’s Serving Quality
115044446F1F007030An Analysis of Genre Found in Life Lines Column of The Jakarta PostTujuan dari penelitian ini adalah, (1) untuk mencari tahu jenis genre yang ada didalam kolom life lines, (2) untuk menginvestigasi realisasi jenis genre yang ada pada kolom life lines dikoran The Jakarta Post edisi bulan Mei 2012.
Data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil pengamatan klasifikasi genre yang telah diklasifikasikan dan dianalisis. Dari pengumpulan data, 33 artikel yang ditemukan dalam The Jakarta Post dengan klasifikasi yang berbeda. Fokus penelitian ini adalah dalam kolom life line diedisi Mei 2012. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Analisis data dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, mengelompokkan artikel berdasarkan kategori. Kedua, menganalisis kategori dari artikel berdasarkan teori genre oleh Jenny Hammond (1992). Ketiga, membuat kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) ada dua belas artikel berita, dua cerita, tiga deskripsi, sepuluh review, dua artikel mempengaruhi tentang, tiga artikel mepengaruhi untuk, dan satu anekdot, (2) kolom life lines menggunakan artikel berita untuk menyajikan informasi terakhir tentang kehidupan yang memiliki tujuan untuk menginformasikan pada pembaca tentang peristiwa-peristiwa kehidupan yang tergolong penting. Kemudian strukturnya adalah ^Judul ^Ringkasan peristiwa ^Latarbelakang peristiwa ^Sumber informasi^. Yang terakhir adalah pola gramatikalnya yang menggunakan informasi yang singkat didalam judul tentang ceritanya, menggunakan kata kerja tindakan, kata kerja berfikir dan perasaan, dan juga fokus terhadap peserta khusus serta berhubungan dengan kondisi tempat dan waktu.
Tesis ini diharapkan untuk memberikan beberapa manfaat bagi mereka yang tertarik di dalamnya. Hal ini dapat sebagai referensi tambahan, yang tertarik untuk melakukan penelitian tentang teks di surat kabar. Selain itu, tesis ini memberikan kontribusi pengetahuan tentang genre di koran.
The aims of this research are (1) to find out the genre on life lines column, (2) to investigate the realization of genre on life lines column of The Jakarta Post in May 2012 edition.
The main data used in this study are the observation result of the classification of genre which have been classified and analyzed. From the data collection, 33 articles were found in The Jakarta Post with different classification. The focus of this study is the life lines column in May edition 2012. This study used descriptive qualitative method. The data analysis was divided into three parts. First, classifying the articles based on the categories. Second, analyzing the categories of the articles based on the genre theory by Jenny Hammond (1992). Third, make some conclusions.
The result of this study shows that: (1) there are twelve news items, two recounts, three descriptions, ten reviews, two expositions of persuading that, three expositions of persuading to, and an anecdote, (2) the column used news item in order to presents the latest information about life. It has social function to inform the reader about events of the day about life which are considered newsworthy. Then, the schematic structures is ^Headline ^Summary of event ^Background events ^Sources^. The last is grammatical patterns which use short telegraphic information about story in headline, verbs of action, verbs of thinking and feeling, and focus on specific participant, circumstance of time and place.
The thesis is projected to give some advantages for those who are interested in it. It can be an additional reference, which interested in conducting a research about text in newspaper. In addition, the thesis gives contribution knowledge about the genre in the newspaper.
115054426E1A007364TINDAK PIDANA KEKERASAN FISIK DALAM RUMAH TANGGA YANG DILAKUKAN SUAMI TERHADAP ISTERI (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Perkara Nomor : 31/Pid.Sus/2012/PN.Pwt.)Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis pembuktian unsur Pasal 44 ayat (2) UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT padaàPutusan Nomor : 31/Pid.Sus/2012/PN.Pwt. Selain itu ditujukan pula untuk mengetahui pbangan hakim dalam menjatuhkan pidana pada Putusaomor : 31/Pid.Sus/2012/PN.Pwt. Guna mencapai tujuan tersebut maka penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data sekunder yang terkumpul kemudian diolah, disajikan, dan dianalisa secara kualitatif dengan penyajian data teks naratif.
Hasil penelitian menyatakan bahwa, Terdakwa pada Putusan Nomor : 31/Pid.Sus/PN.Pwt telah memenuhi kesemua unsur Pasal 44 ayat (2) UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT.
Pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana pada Putusan Nomor : 31/Pid.Sus/2012/PN.Pwt terbagi menjadi dua antara lain pertimbangan yuridis hakim bahwa perbuatan terdakwa telah sesuai dengan Pasal 44 ayat (2) UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT selain itu juga, pertimbangan sosiologis terdakwa bahwa terdakwa sebagai kepala keluarga mempunyai tanggungan keluarga yang harus diberikan nafkah, terdakwa berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya dan terdakwa belum pernah dihukum, maka hakim Pengadilan Negeri Purwokerto menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun.
This research was conducted with the aim toidentify and analyze the elements of proof in Article 44 paragraph (2) of the Law No. 23 Year 2004 on the Elimination of Domestic Violence on Decision Number : 31/Pid.Sus/2012/PN.Pwt. In addtion it also aimed to determine the consideration of the judges in imposing capital on Decision Number : 31/Pid.Sus/2012/PN.Pwt. To achieve this goal then peneletian performed using normative juridicial approach. Secondary data are collected and processed, presented, and analyzed qualitatively with the presentation of narrative text data.
The results suggest that, in Decision Number : 31/Pid.Sus/2012/PN.Pwt has met all these elements of Article 44 paragraph (2) of the law No. 23 Year 2004 on the Elimination of Domestic Violence in scope Legal reasoning of judges in imposing capital on Decision Number : 31/Pid.Sus/2012/PN.Pwt divided into two inter alia consideration of judicial magistrate that the defendant as head of family have depedents who must be a living, the defendant promised not to repeat his actions and the defedant has not been convicted, the Navan District Court convict the defendant therefore with imprisonment for 2 (two) years.
115064449A1L008025PENGARUH FREKUENSI APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN DOSIS FORMULASI JAMUR Trichoderma harzianum TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA ORGANIKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Pengaruh frekuensi aplikasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada organik, (2) Pengaruh dosis formulasi jamur Trichoderma harzianum terhadap pertumbuhan hasil tanaman selada organik, (3) Interaksi antara frekuensi pupuk organik cair dan dosis formulasi Trichoderma harzianum terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) pola faktorial dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah frekuensi aplikasi pupuk organik cair yang terdiri dari 3 taraf yaitu aplikasi satu minggu sekali, dan aplikasi dua minggu sekali, dan kontrol (tanpa aplikasi). Faktor kedua adalah dosis formulasi Trichoderma harzianum yang terdiri dari 3 taraf yaitu 10g/polybag, 15g/polybag, dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi pemberian pupuk organik cair yang terbaik adalah seminggu sekali (konsentrasi 4 ml/l), dilihat dari variabel luas daun, volume akar, bobot basah tajuk, bobot kering tajuk, bobot basah akar, bobot kering akar, bobot basah tanaman, dan bobot kering tanaman. Dosis formulasi T. harzianum 10 g/polibag memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil selada organik. Terjadi interaksi antara frekuensi pupuk organik cair dan dosis formulasi T. harzianum terhadap luas daun, volume akar, bobot basah tanaman, bobot basah tajuk, bobot kering tanaman, bobot kering tajuk, dan bobot kering akar.This research was aimed to know 1) the effect of application frequency of the liquid organic fertilizer on growth and yield of the organic lettuce plants, 2) the effect of formula doses of the fungus Trichoderma harzianum on growth and yield of the organic lettuce plants, organic lettuce plants, and 3) interaction between frequency of the liquid organic fertilizer and the fungus Trichoderma harzianum on growth and yield of the organic lettuce plants. The research used a factorial randomized complete block design (RCBD) in 2 factors and 3 replicates. The first factor was the application frequencies of the liquid organic fertilizer consisting of three levels i.e. one week, two weeks, and control (no application). The second one was the formulation doses of T. harzianum consisting of three levels i.e. 10 g/polybag, 15 g/polybag, and control. Results of the research performed that the best application frequency of the liquid organic fertilizer was on every one week (concentration of 4 ml/l), when seen from variables of leaf area, root volume, crown wet weight, crown dry weight, plant wet weight, and plant dry weight. The T. harzianum formulation dose of 10 g/polybag gave the best growth and yield of the organic lettuce. Interactions between frequency of the liquid organic fertilizer and the fungus Trichoderma harzianum occurred on leaf area, root volume, plant wet weight, plant dry weight, crown wet weight, crown dry weight, and root dry weight.
115074454G1B008064PENGARUH BEBERAPA DETERMINAN FAKTOR INTERNAL
TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA PERAWAT DI RUANG RAWAT
INAP RSUD CIAMIS
Rumah sakit merupakan salah satu pelayanan kesehatan selama 24 jam. Tenaga kesehatan terbanyak adalah perawat. Perawat dituntut memberikan pelayanan terbaik, sehingga rentan mengalami kelelahan kerja. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh faktor internal terhadap kelelahan kerja pada perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Ciamis. Jenis penelitian ini adalah observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Variabel penelitian yaitu umur, jenis kelamin, masa kerja, beban kerja, dan shift kerja. Sampel penelitian 89 orang. Analisis data menggunakan Chi-square, Regresi Linear Sederhana, Regresi Linear Ganda, dan Regresi Parsial. Hasil uji Regresi Linear Ganda menyatakan umur tidak berpengaruh terhadap kelelahan kerja (p=0,540), masa kerja berpengaruh terhadap kelelahan kerja (p=0,000) dan beban kerja berpengaruh terhadap kelelahan kerja (p=0,000). Hasil uji Regresi Linear Ganda menyatakan bahwa masa kerja dengan nilai p=0,000 mempunyai pengaruh paling besar terhadap kelelahan kerja dengan nilai adjusted R2 sebesar 71,6% dan didukung oleh uji Regresi Parsial dengan koefisien korelasi sebesar 0,420 yang menyatakan berpengaruh sedang. Kesimpulannya yaitu variabel masa kerja paling mempengaruhi kelelahan kerja (r=0,420). Saran untuk RSUD Ciamis adalah memperhatikan jumlah perawat laki–laki dan perempuan di setiap ruang rawat inap, memberikan pelatihan dan pendidikan kepada perawat dan mengatur tugas perawat yang sesuai dan seimbang dengan disertai pengawasan yang baik.Hospital is one of health service for 24 hours. Mostly the Health personnel are
nurses. Nurses are at the front lines of hospitals are services that expected to
provide the best services, thus vulnerable to fatigue. The purpose of this study was
to determine the effect of internal factors to fatigue of nurses in the Ciamis
hospital ward. The study was observational analytic with cross-sectional
approach. The variables studied were age, sex, and years of service, workload, and
shift work. The research samples are 89 nurses in the ward unit. Data analysis
using Chi-square, Simple Regression, Multiple Regression, and Partial
Regression. Multiple regression test results stated age not affect the fatigue
(p=0.540), working time affect the fatigue (p=0.000) and workload to fatigue as
well (p=0.000). Multiple regression test results stated that working time (p=0.000)
has the most effect on fatigue with adjusted R
2
value of 71.6% and is supported by
the Partial regression with CC=0.420 that states have a moderate effect. The
conclusion that the working time variable most influential fatigue (r=0.420).
Suggestions for Ciamis hospitals are balancing the number of men and women
nurses in each space, providing training and education to nurses, and manage the
appropriate duties of nurses corresponding and balanced with accompanying good
supervision.
115084450H1D007079ANALISIS GERUSAN LOKAL DI SEKITAR PILAR DAN ABUTMENT JEMBATAN DENGAN SOFTWARE HEC-RAS
(Studi Kasus Jembatan Kali Klawing Bancar Kabupaten Purbalingga)
Banyak kasus-kasus tentang runtuhnya bangunan jembatan bukan hanya disebabkan oleh faktor konstruksi, namun persoalan gerusan di sekitar pilar dan abutment jembatan juga bisa menjadi penyebab lain. Gerusan merupakan suatu proses alamiah yang terjadi di sungai sebagai akibat pengaruh morfologi sungai (dapat berupa tikungan atau bagian penyempitan aliran sungai) atau adanya bangunan air seperti : bendung, jembatan, pintu air dan lain-lain. Oleh karena itu perlu adanya penelitian untuk mengetahui kedalaman gerusan lokal di sekitar pilar dan abutment. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kedalaman gerusan lokal di sekitar pilar dan abutment jembatan menggunakan software HEC-RAS. Tahapan penelitan ini terdiri dari : pengumpulan data, perhitungan curah hujan rerata kawasan, perhitungan curah hujan rancangan, perhitungan debit banjir rancangan, peniruan geometri sungai, peniruan geometri jembatan, simulasi aliran dan perhitungan kedalaman gerusan lokal. Hasil penelitian menunjukan kedalaman gerusan lokal di sekitar pilar Jembatan Kali Klawing Bancar terbesar adalah 3,43 m pada debit kala ulang 100 tahun, sedangkan kedalaman gerusan lokal di sekitar abutment Jembatan Kali Klawing Bancar terbesar adalah sebesar 5,91 m pada debit kala ulang 100 tahun.Many cases of collapse of building bridges are not only caused by the construction factors, but the scouring problem around bridge piers and abutments can also be another cause. Scour is a natural process that occurs in the river as a result of the influence of river morphology (either bend or narrowing of the river) or the presence of such waterworks: dam, bridges, water gates and others. Therefore, research is needed to detect the depth of local scour around piers and abutment at bridge. The purpose of this study was to determine the depth of local scour around piers and abutments at bridge using HEC-RAS software. Stages of this research consists of: data collection, area averaged rain fall data calculation, designed rainfall calculation, designed flood discharge calculation, river geometry modelling, bridge geometry modelling, flow simulation, and local scour depth calculation.The results show that the biggest depth of local scour around piers of Jembatan Kali Klawing Bancar is 3,43 m at return period 100 years , while the biggest depth of local scour around abutment of Jembatan Kali Klawing Bancar is 5,91 m at return period 100 years.
115094451C1B009065ANALISIS KINERJA KEUANGAN KOPERASI SYARIAH DN KOPERASI KONVENSIONAL (STUDI KASUS PADA KOPERASI PENERIMA P3KUM DI KOTA PURWOKERTO)penelitian ini mengukur kinerja keuangan koperasi syariah dan koperasi konvensional, penelitian ini juga untuk mengetahui variabel kinerja keuangan apa saja yang yang mempengaruhi tingkat pengembalian pinjaman P3KUM (Program Pembiayaan Produktif bagi Koperasi dan Usaha Mikro). kinerja keuangan diproksikan melalui tiga rasio yaitu rasio likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas. populasi pada penelitian ini ialah semua koperasi yang menerima pinjaman P3KUM di kota Purwokerto tahun 2005 - 2007. sampel dipilih berdasarkan purposive sampling dengan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan koperasi syariah dan koperasi konvensional dalam kondisi cukup baik. dalam penelitian juga menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rasio likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas pada koperasi syariah dan koperasi konvensional. penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara parsial variabel cash ratio dan long term debt to equity ratio terhadap prospek tingkat pengembalian pinjaman P3KUM pada koperasi syariah dan tidak terdapat pengaruh secara parsial variabel current ratio, tangible asset debt coverage, Return on investmen (ROI) dan return on equity (ROE) terhadap prospek tingkat pengembalian pinjaman P3KUM koperasi syariah. Untuk koperasi konvensional terdapat pengaruh secara parsial variabel long term debt to equity ratio dan return on investment (ROI) terhadap tingkat pengembalian pinjaman P3KUM pada koperasi konvensional dan tidak terdapat pengaruh secara parsial variabel current ratio, cash ratio, tangible asset debt coverage, dan return on equity (ROE) terhadap tingkat pengembalian pinjaman P3KUM koperasi konvensional.The objectives of this research are to measure the financial performance Islamic cooperation and conventional cooperation and this research to know, what kind of financial performance variable which influence the instalment payment of P3KUM (Program Pembiayaan Produktif bagi Koperasi dan Usaha Mikro) credit. Financial performance is divided into three ratio : liquidity ratio, solvability ratio and rentability ratio.The population in this study were all cooperation acceptance P3KUM in Purwokerto City years 2005-2007. Sample were determinined by purposive sampling technique in order to obtain a representative sample in accordance with the specified criteria. Based on research result shows that the financial performance of islamic and conventional cooperation in sufficient good. It is also known that there are no significant differences in financial performance through liquidity ratio, solvability ratio and rentability ratio between islamic and conventional cooperation. This research result shows there are partial influence cash ratio and long term debt to equity ratio to probability instalment payment of P3KUM credit from islamic cooperation and there are no partial influence current ratio, tangible asset debt coverage, return on investment (ROI) and return on equity (ROE), to probability instalment payment of P3KUM credit from islamic cooperation.The conventional cooperation on research result shows that there are partial influence long term debt to equity ratio and return on investment (ROI) to instalment payment of P3KUM credit, and there are no partial influence current ratio, cash ratio, tangible asset debt coverage, and return on equity (ROE), instalment payment of P3KUM credit.
115104452H1D007035PENGARUH VARIASI KONSENTRASI SUSPENSI AIR SEMEN TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK BAMBU WULUNGBambu merupakan tanaman yang mempunyai tingkat pertumbuhan yang tinggi. Bambu bisa digunakan untuk konstruksi, namun memiliki keawetan yang terbatas sehingga diperlukan pengawetan bambu sebelum dimanfaatkan agar meningkatkan daya tahan bambu dan dapat memperpanjang masa pakai bambu. Dengan mensuspensi air semen ke dalam pori-pori bambu diharapkan pori-pori menjadi lebih rapat, dan dapat mengeluarkan zat pati yang ada di dalamnya sehingga dengan demikian harapannya kekuatan dan ketahanan bambu wulung akan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya peningkatan sifat fisik dan mekanik bambu wulung karena pengaruh suspensi air semen dan mengetahui kadar suspensi optimal. Kadar air terbesar terdapat dibagian pangkal dengan nilai rata-rata 121,94%. Nilai kerapatan pada kadar suspensi optimum 1 : 5,6 sebesar 0.766 gr/cm³ atau naik 36.78%. Nilai Absorsi pada kadar suspensi optimum 1 : 5.8 sebesar 45.95 % atau turun 33.13 %. Nilai kuat tekan sejajar serat pada kadar suspensi optimum 1 : 5 sebesar 7.39 kg/mm² atau naik 28.79%. Kadar rata-rata suspensi optimum untuk bambu wulung dengan perbandingan berat semen dan air yaitu pada variasi 1 : 5.5.Bamboo is a plant that has a high growth rate. Bamboo can be used for construction, but has a limited durability that required preservation of bamboo before utilized to increase the durability of bamboo and can extend the life of bamboo. With suspend cement water into the pores of the bamboo pores are expected to be more tightly, and can excrete starch in it and there by hope the strength and durability of wulung bamboo will increase. This study aims to determine the magnitude of increase in physical and mechanical properties of wulung bamboo because of the influence of aqueous suspensions of cement and determine optimal levels of suspension. The water content of the base of the section contained the largest average value of 121.94%. Suspension density value at optimum levels of 1: 5.6 at 0766 g / cm ³, up 36.78%. Absorption values at optimum suspension level 1: 5.8 at 45.95%, down 33.13%. Value of compressive strength parallel to the fiber suspension at optimum levels 1: 5 at 7:39 kg / mm ², up 28.79%. Average levels of suspension for optimum weight ratio of bamboo wulung with cement and water is the variation 1: 5.5.
115114465A1L008033Produksi Galur-Galur Padi Hasil Biofortifikasi Fe
Pada Tiga Dosis Pupuk K
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi, pengaruh pupuk K terhadap hasil padi dan respon galur padi hasil biofortifikasi Fe pada tiga dosis pupuk K. Rancangan percoban yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT), dengan petak utama (Main plot) adalah 3 (tiga) taraf pupuk kalium yaitu K0 = 0 kg KCl/ha; K1 =100 kg KCl/ha; dan K2 = 200 kg KCl/ha; sedangkan anak petak (Sub Plot) adalah galur murni padi yaitu V1 = G2; V2= G7; V4= G27; dan satu varietas pembanding yaitu V3= Cigeulis, dengan pengulangan sebanyak 3 (tiga) kali. Data hasil pengamatan dianalisis dengan Uji F, untuk membedakan perlakuan digunakan uji lanjut BNJ dengan taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan. Galur-galur padi hasil biofortifikasi Fe yang memiliki tinggi tanaman tertinggi yaitu G2 (115,47 cm) dan G27 (109,47 cm). Produksi gabah kering tertinggi adalah G2 (4,87 kg) dan G27 (4,9 kg). Penambahan pupuk kalium pada genotip padi biofortifikasi Fe tidak mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi pada lahan yang mempunyai K2O total yang tinggi yaitu 0,105 %. Galur G2 dan Cigeulis menunjukkan respon yang positif pada variable panjang malai yaitu panjang malai meningkat seiring dengan penambahan dosis pupuk kalium, sedangkan respon galur G7 sebaliknya yaitu panjang malai turun seiring dengan penambahan pupuk kalium pada dosis 0 kg/ha, 100 kg/ha dan 200 kg/haThe aims of this study to determine the growth and production, the effect of potassium the improving rice results and respon of the strains of iron biofortification of rice yield at three dose of potassium fertilizer. Experiment design was use Split Plot Design (RPT), with the main plot (Main plot) is 3 (three) level of potassium that K0 = 0 kg KCl / ha; K1 = 100 kg KCl / ha, and K2 = 200 kg KCl / ha, while the subplot (Sub Plot) is a pure strain of rice that V1 = G2; V2 = G7; V4 = G27, and avariety of comparators that V3=Cigeulis, with repetition 3 (three) times. The data were analyzed by F test, to distinguish between treatments used to test BNJ 5% error level. The results showed strains Fe biofortification of rice yield with highest plant height G2 (115.47 cm) and G27 (109.47 cm). Highest dry grain production is G2 (4.87 kg) and G27 (4.9 kg). The addition
2
of fertilizer potassium on Fe biofortification of rice genotypes are not able to increase growth and production on land that has a very high total K2O. G2 and cigeulis show a response that positive on the variables of long panicles of which is long panicles of increase in line with the addition of a dose of potassium, fertilizer while response lines of the G7 in contrast namely long panicles of down along with the addition of fertilizer potassium in a dose of 0 kg. / ha, 100 kg. / ha and 200 kg / ha
115124453L1A005008HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN PERTAMBAHAN BERAT BADAN IBU SELAMA HAMIL DENGAN BERAT BAYI LAHIR DI RSIA BUNDA ARIF PURWOKERTOJURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2013

INTISARI

SHINTA RAHAYU PERMATA SARI


Status gizi ibu sebelum konsepsi dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Selain itu gizi ibu hamil menentukan berat bayi yang sedang dikandung, maka pemantauan gizi ibu hamil sangatlah penting dilakukan. Pengukuran antropometri merupakan salah satu cara untuk menilai status gizi ibu hamil. Ukuran antropometri ibu hamil yang paling sering digunakan adalah kenaikan berat badan ibu hamil dan ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) selama kehamilan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dan pertambahan berat badan ibu selama hamil dengan berat bayi lahir. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan kasus kontrol. Jumlah sampel adalah 30 orang ibu yang melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (kasus) dan 30 orang ibu yang melahirkan bayi dengan berat lahir normal (kontrol). Pengambilan data diperoleh dengan wawancara dan catatan bagian rekam medis di RSIA Bunda Arif Purwokerto. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square . Hasil penelitian menunjukkan variabel yang terbukti berhubungan dengan berat bayi lahir di RSIA Bunda Arif Purwokerto adalah pertambahan berat badan ibu selama hamil (OR 91,000 ; 95% CI 15,356-539,259). Sedangkan variabel status gizi ibu berdasarkan ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) tidak terbukti berhubungan terhadap berat bayi lahir. Dari hasil penelitian ini dapat disarankan bahwa kepada pihak Rumah Sakit diharapkan menindaklanjuti dengan melakukan koordinasi kepada Dinas Kesehatan agar dilakukan intervensi berupa penyuluhan atau pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil untuk mencegah terjadinya BBLR.

Kata kunci : status gizi, pertambahan berat badan ibu, berat bayi lahir.
Pustaka : 60 (1995-2013)


DEPARTMENT OF PUBLIC HEALTH
FACULTY OF MEDICINE AND HEALTH SCIENCES
JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY
PURWOKERTO
2013


ABSTRACT

SHINTA RAHAYU PERMATA SARI
CORRELATION BETWEEN NUTRITION STATUS AND MATERNAL WEIGHT GAIN WITH INFANT BIRTH WEIGHT AT BUNDA ARIF MATERNAL AND CHILDREN HOSPITAL PURWOKERTO

The maternal nutrition status in the preconceptional period and during pregnancy have an important influence to their fetus growth. In addition, maternal nutrition status also has an important influence to their infant birth weight, so nutritional intervention is important to do. Antropometri measure is one of measuring the nutritional status. Based on upper arm scale dan maternal weight gain are often used. The purpose of this research is to know the correlation between nutrition status dan maternal weight gain with infant birth weight. This study is categorized as an analytic survey case control method. The sample consist are 30 mothers who bear the low body weighing baby born (case) and 30 mothers who bear the normal body weighing baby born (control). The technique for collecting some data are interview and data from medical records in Bunda Arif Maternal dan Children Hospital Purwokerto. The data was analyzed in univariate dan bivariate using Chi-Square test. The result showed that the variable correlated is maternal weight gain with infant birth weight (OR 91,000 ; 95% CI 15,536-539,259). The variable is not correlated with infant birth weight is the nutrition status based on upper arm scale. The research result recommends that the hospital is expected to give the follow-up by coordinating with Health Offices to make some interventions in the form of carrying out training or giving additional healthy food for the pregnant women to prevent the existing if the low body weighing baby born.

Keywords : nutrition status, maternal weight gain, infant birth weight.
References : 60 (1995-2013)




115134455A1H007055RANCANG BANGUN PROTOTIPE ALAT PASTEURISASI SUSU MENGGUNAKAN MODUL TERMOELEKTRIK (TE)Susu merupakan salah satu dari sumber nutrisi, tetapi tingkat kerusakannya tinggi,
karena aktifitas mikroorganisme. Berdasarkan dari alasan tersebut, pasturisasi adalah alternatif dari
pengawetan susu. Dalam penelitian ini, sebuah unit pasturisasi menggunakan modul termoelektrik
untuk sumber pemanasan sebagai pengurai. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) merancang dan
membangun unit pasturisasi menggunakan modul termoelektrik sebagai sumber pemanas 2)
mengetahui modul termoelektrik khusus selama proses pasturisasi dari modul termoelektrik
digunakan untuk membuat observasi untuk mengetahui perkembangan temperatur dari susu. Untuk
menambahkan voltasi listrik, ruang panas, dan temperatur lingkungan juga diamati.Hasil dari
percobaan diindikassi bahwa arus listrik dan nomer dari modul termoelektrik dipengaruhi oleh
efisiensi dan proses pasturisasi serta temperatur susu. Berdasarkan atas percobaan menggunakan
satu termoelektrik dari 3 termoelektrik, koefisien yang ditunjukan dari unit pasturisasi adalah
antara 4. 52% sampai 41. 99%.
Milk is one of best nutrition source , but is hisly perisable due to microorganism
activity. Based on that reason, pasteurization alternative to extend milk shelfeite. In this research,
apasteurization unit using thermoelectric modul for heat source was investisated. Objectives of the
research were: 1) to design and build a pasteurization unit using thermoelectric modul for the heat
source, and 2) to know the TE modul characteristic during pasteurization proses. In the
experiment, 4 moduls of the TE were used. Observervation was made to know themperature
development of milk. In addition, electrical voltage electrical current, heating roony, and
enviroment temperature were also observed. Result of the experiments indicated that electrical
current and number of TE modul influenced the effeciency of pasteurization process and
temperature of the milk. Based on experiments using one TE to 3 TE moduls, the coefficient of
performance of the pasteurization unit were between 4. 52% to 41. 99%.
115144456L1A005006STUDI PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PEMULUNG SAMPAH DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) GUNUNG TUGEL KECAMATAN PATIK RAJA KABUPATEN BANYUMASPemulung adalah salah satu pekerjaan yang biasanya mengumpulkan sampah dari berbagai lokasi pembuangan sampah. Sepanjang hari pemulung bekerja dengan sampah sehingga mempunyai risiko kesehatan dan keselamatan kerja yang tinggi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kesehatan dan keselamatan yang terjadi adalah dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada pekerja pemulung di TPA Gunung Tugel. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode observasional. Variabel yang akan diteliti adalah variabel orang, tempat dan waktu. Sampel penelitian 57 orang yang diperoleh dengan menggunakan metode Simple Random Sampling. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat untuk mendeskripsikan variabel yang diteliti. Hasil analisis variabel orang diketahui responden terbanyak memiliki kategori umur 25–64 tahun (94,7%), berjenis kelamin perempuan (64,9%), pendidikan pada tingkat dasar (77,2%), pernah mengalami kecelakaan kerja (45,6%), dan merasa nyaman menggunakan APD (63,2). Jenis APD yang banyak digunakan oleh pemulung adalah pelindung kaki (77,2%). Hasil analisis variabel tempat diketahui 93% responden mencari sampah hanya di area TPA dan telah menggunakan APD. Hasil analisis variabel waktu diketahui responden terbanyak dengan masa kerja >8tahun (66,7%) dan menggunakan APD. Sebaiknya Unit Persampahan menyediakan APD dan melakukan pemantauan penggunaan APD pada pemulung.A scavenger is one job that is usually collect waste from various waste disposal sites. All day long they are working with waste therefore have high risk for health and safeties. One effort that can be done to reduce the risks is by using Personal Protective Equipment (PPE). The purpose of this study is to obtain the description of the use of Personal Protective Equipment (PPE) to Gunung Tugel scavengers in the landfill. This research is descriptive and observational studies. The variables that will be examined are the variables of people, places and time. The research sample are 57 people who obtained by using Simple Random Sampling. Data analysis was performed univariate analyzes to describe the variables studied. The results of the analysis of the variables known to most respondents have age category 25-64 years (94.7%), female (64.9%), education at the primary level (77.2%), never had an accident (45.6 %), and felt comfortable using PPE (63.2%). Types of PPE that is widely used by the scavengers are protective feet (77.2%). The result of the place analysis variables is 93% of respondents only work on landfill area and have been using PPE. The results of the time analysis variables known to most respondents with tenure > 8tahun (66.7%) and use of PPE. Waste disposal management unit should provide PPE for scavengers, and monitoring the using of it.
115154463A1L008032Kualitas Fisik dan Kandungan Gizi Besi Galur-galur Padi Hasil Biofortifikasi Fe pada Tiga Dosis Pupuk KPenelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui produksi, kualitas fisik beras, dan kandungan Fe beras tigagalur padi hasil Biofortifikasi Fe; 2) Mengetahui pengaruh pupuk K terhadap kualitas fisik beras; 3) Mengetahui produksi dan kualitas fisik beras tiga galur padi hasil biofortifikasi Fe pada tiga taraf dosis pupuk K. Rancanganpercobaan yang dilakukan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan tiga ulangan. Petak utama (main plot )adalah tiga dosis pupuk kalium yaitu K0 = 0 kg KCl/ha, K1 =100 kg KCl/ha, dan K2 = 200 kg KCl/ha, sedangkan anak petaknya (sub plot) adalah empat jenis padi yaitu V1 = G2, V2 = G7, V3 = Cigeulis sebagai varietas pembanding, dan V4 = G27. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji F pada taraf nyata 5%, apabila nyata makadilakukan uji lanjut dengan menggunakan uji DMRT dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa G27 merupakan galur yang memiliki kualitas fisik yang paling baik dibandingkan galur yang lain, penambahan dosis kalium K1(100 kg KCl/ha) dan K2 (200 kg KCl/ha) meningkatkan bobot 1000 biji, bobot beras utuh, dan menurunkan bobot beras pecah. G7, G27 dan Cigeulis memberikan respon yang positif dengan meningkatnya beras utuh dan menurunnya beras pecah dengan penambahan kalium, sedangkan respon dari G2 berbeda yaitu dengan menurunnya beras utuh dan meningkatnya beras pecah seiring dengan penambahan dosis kalium. Galur-galur padi G2, G7, dan G27 memiliki kandungan Fe lebih tinggi dibandingkan cigeulis sebagai varietas pembanding, kandungan Fe tertinggi dicapai oleh G2 (16,60 ppm) kemudian urutan berikutnya G27 (15,83) dan G7 (15,72 ppm).The aims of this study to: 1) Determinethe production, the physical quality of rice, and three liness of Fe content of rice paddy yield Fe biofortification; 2) Knowing the effect of K fertilizer on physical quality of rice; 3) Knowing the physical quality rice production and three liness of Fe biofortification of rice yield at three levels of fertilizer K. Experimental design was used Split Plot Design with three replications. Mainplot (mainplot) be three potassium fertilizer level that is K0 = 0kg KCl/ha, K1 = 100kg KCl/ha, and K2= 200kgKCl/ha, while subplot are the four types of rice that V1 = G2, G7 = V2, V3 = Cigeulis as comparison varieties, and V4 = G27. The data were analyzed using the F test, if real then conducted further tests using DMRT test with an error rate of 5%. The results showed that the G27 is a lines that has the best physical qualities than
2
the other lines, addition of potassium dose K1 (100kgKCl/ha) and K2 (200kgKCl/ha) increased 1000 grain weight, the weight of rice grains, and lower weight of broken rice. G7, G27 and Cigeulis responded positively with increased whole rice and broken rice decreased by the addition of potassium, while the response of G2 is different and with decreasing intact rice and broken rice increased due to the addition of potassium dose. Rice liness G2, G7, and G27 have a higher Fe content than varieties Cigeulis as a comparison, the highest Fe content reached by G2 (16.60 ppm) and then the next sequence G27 (15.83 ppm) and G7 (15.72 ppm).
115164457A1H008044PENENTUAN PARAMETER VISUAL CITRA DIGITAL TANAH
UNTUK PENDUGAAN KADAR AIR TANAH MENGGUNAKAN INFRARED WEBCAM
Pendugaan kadar air tanah menggunakan pengolahan citra digital diharapkan mampu menjadi metode alternatif untuk mendapatkan informasi kadar air tanah secara real time. Penelitian ini bertujuan untuk (a) mengembangkan program pengolahan citra digital menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 7.0 untuk mendapatkan parameter visual citra tanah (b) mengetahui parameter visual yang tepat untuk menentukan kadar air tanah (c) mengetahui tingkat ketelitian pendugaan kadar air tanah pada lahan kering menggunakan teknik pengolahan citra (d) menemukan pengaruh perbedaan penggunaan webcam dan infrared webcam (sebagai sensor citra) terhadap citra yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan analisis korelasi antara kadar air dengan parameter visual citra (RGB, HSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya intensitas sebagai parameter citra dengan penangkap citra infrared webcam yang mempunyai korelasi kuat. Hal ini ditunjukkan besarnya nilai koefisien determinasi sebesar 0,744 dengan nilai MPE 16,76% dengan ketelitian mencapai 83,24%. Penggunaan infrared webcam sebagai penangkap citra tanah lahan kering lebih baik daripada penggunaan webcam.
Prediction of soil moisture content by digital image processing is expected to be an alternative method to measure soil moisture content in real time. The aims of this research were (a) to develop a program of digital image processing using Visual Basic 7.0 to obtain visual soil parameters (b) to determine the precise image parameters to determine soil moisture content (c) to determine the level of soil moisture estimation accuracy on dry land using image processing techniques (d) to find the effect of differences between the use of webcam and infrared webcam to image produced. This research used correlation analysis between the water content and visual image parameters (RGB, HSI). The results showed that only intensity (I) parameter from infrared webcam have a highest correlation. It shown by 0.744 of the coefficient of determination with 16.76% MPE values and 83.24% of accuration. Applying infrared webcam as the sensor for capturing dry land soil image is better than webcam.
115174459G1B008121FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CAMPAK PADA BALITA (Studi Saat Kejadian Luar Biasa (KLB) di Desa Prupuk Selatan Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal Bulan Oktober 2011)KLB campak di Desa Prupuk Selatan pada bulan Oktober 2011 merupakan KLB campak yang muncul untuk pertamakalinya dengan jumlah kasus sebanyak 6 balita. Berdasarkan data dari Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, jumlah kasus campak di Kabupaten Tegal pada tahun 2011 adalah 12,3 per 100.000 penduduk. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi campak pada balita (studi saat KLB di Desa Prupuk Selatan Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal bulan Oktober tahun 2011). Jenis penelitian yang digunakan adalah kasus kontrol. Populasi kasus adalah penderita campak pada bulan Oktober tahun 2011 berjumlah 6 yang telah didiagnosis oleh petugas kesehatan dan populasi kontrol berasal dari populasi yang memiliki karakteristik sama dengan kasus akan tetapi didiagnosis oleh petugas kesehatan tidak menderita campak. Besar sampel seluruhnya adalah 30 balita terdiri dari 6 kasus dan 24 kontrol. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (Chi square). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan status imunisasi (p value: 0,000), riwayat kontak (p value: 0,000), dan kepadatan hunian (p value: 0,007, OR: 22,00 dan CI 95%: 2,364-204,759) dengan campak pada balita. Faktor yang tidak berhubungan dengan campak pada balita adalah status gizi, ventilasi rumah, lantai rumah, pendapatan responden dan pendidikan responden. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya KLB campak pada balita diantaranya para ibu diharapkan datang ke posyandu setiap bulannya untuk dilakukan penimbangan berat badan anak dan mengimunisasi anak mereka karena pencegahan dari penyakit campak kunci utamanya adalah dengan imunisasi.

Measles outbreaks in Prupuk Selatan village on October 2011 was the first measles outbreaks with total cases as many as 6 children under five. Based on the data from the Profile on Health Office of Tegal, the number of measles case in Tegal Regency in 2011 was 12,3 per 100.000 population. The purpose of this study was to determine the factors that affect the measles in children under five (study of extraordinary outbreaks at the Prupuk Selatan Village on Margasari District, Tegal Regency in October 2011). The type of this research was control case. The case populations were measles patients in October 2011 amounted to 6 patients who had been diagnosed by health officer and the population controls were taken from the population that had the characteristics similar to the case but diagnosed by the health worker as negative to measles. The sample size was 30 children under five consisted of 6 cases and 24 controls. Data analysis was performed by univariate and bivariate (Chi square).The results showed that there were relationships between immunization status (p value: 0,000), contact history (p value: 0,000), and residential density (p value: 0,007, OR: 22,00 and CI 95%: 2,364-204,759 ) with measles in children under five. The factors that were not associated with measles in children under five were nutritional status, home ventilation, floor, respondent’s income and respondents’ education. The efforts that could be done to prevent extraordinary outbreaks of measles in children under five namely; mothers are expected to come to the posyandu every month to do children weighing and have their children immunized because the main key of the measles prevention is by immunization.

115184461C1B008115PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN FASILITAS KERJA SERTA MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KEPALA SEKOLAH DASAR NEGERI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja. Pengaruh fasilitas kerja terhadap kinerja. Serta pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja Kepala Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Responden adalah seluruh anggota populasi yang berjumlah 37 kepala sekolah.
Analisis data menggunakan analisis deskriptif/kualitatif dan analisis regresi linear. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan dan pelatihan sudah baik, fasilitas kerja sudah baik, serta motivasi kerja sudah baik. Pendidikan dan pelatihan memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja kepala sekolah, fasilitas kerja memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja kepala sekolah, serta motivasi kerja memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja kepala sekolah. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu : (1) Untuk meningkatkan kinerja Kepala Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Sumbang melalui pendidikan formal, yaitu dengan diberikannya kesempatan memperoleh jenjang yang lebih tinggi dengan mengikuti kuliah di universitas terdekat dengan sekolah, yang pelaksanaannya tidak mengganggu kegiatan pembelajaran. Sedangkan melalui pendidikan non formal yaitu dengan memberikan kewajiban kepada semua Kepala Sekolah untuk mengikuti diklat dan kursus yang diselenggarakan oleh lembaga tertentu. (2) Untuk meningkatkan kinerja Kepala Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Sumbang melalui peningkatan kualitas fasilitas kerja yaitu dengan menambahkan akses internet di setiap ruang kerja Kepala Sekolah sebagai media referensi dan wawasan. (3) Untuk meningkatkan kinerja Kepala Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas melalui peningkatan motivasi kerja yaitu dengan memberikan beasiswa kepada Kepala Sekolah dari pemerintah dan lembaga terkait untuk studi lanjut kejenjang yang lebih tinggi. Pemberian beasiswa ini sangat diharapkan dapat meningkatkan kualitas kepala sekolah.
The study is to analyze the influence of education and training to performance. The influence of facilities work on the performance. And the influence of motivation work on the performance of the head of public elementary school in sub-district Sumbang district Banyumas. Respondents is all members of the population which consisted of 37 schoolmistress.
Analysis of data using analysis descriptive / qualitative analysis and linear regression. The result of this research was concluded that education and training is good facility is good work and motivation work have been good. Education and training to exert an influence a positive and significantly affect the improving performance of school the facility of employment and significant give a positive influence on the performance of school and motivation work give a positive and significant influence on the performance schoolmistress.
Implication of the conclusion over namely: (1) To improve the performance of the Public Elementary School Principals in Sub Contribute through formal education, that is given the opportunity to obtain a higher level by attending the university closest to the school, the implementation does not interfere with the learning activities. While through non-formal education is to give to all the principal obligation to follow the training and courses held by a particular institution. (2) To improve the performance of the Public Elementary School Principals in Sub Contribute through improving the quality of working facilities by adding internet access in every room of the principal work as a media reference and insight. (3) To improve the performance of state elementary school principal in the district, Banyumas regency Contribute through increased motivation is to provide scholarships to the principal of the government and related agencies for further studies kejenjang higher. Providing scholarships is expected to improve the quality of the school principal.
115194460A1L008029UJI BIO P60 TERHADAP PENYAKIT HAWAR PELEPAH DAUN
PADA PADI GOGO IN PLANTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan biopestisida Bio P60 untuk mengendalikan penyakit hawar pelepah daun dan dalam memengaruhi pertumbuhan dan hasil padi gogo. Penelitian dilaksanakan di rumah kasa dan Laboratorium Perlindungan Tanaman Bagian Mikrobiologi Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dari bulan Juli sampai November 2012. Perlakuan yang dicoba menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), 7 perlakuan dengan 4 kali ulangan, perlakuannya meliputi: kontrol; benih tidak direndam Bio P60, disemprot fungisida; benih direndam Bio P60 selama 30 menit, tidak disemprot Bio P60; benih direndam Bio P60 selama 30 menit, disemprot Bio P60 sebanyak 1 kali; 3 kali; 5 kali; 7 kali. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan Bio P60 baik dengan teknik perendaman maupun penyemprotan belum mampu menekan intensitas penyakit hawar pelepah daun dan belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi gogo.This study aimed at determining the ability of Bio P60 biopesticide to control leaf sheath blight disease and the growth and yield of upland rice. The experiment was conducted at the screen house and the Plant Protection Laboratory section of Microbiology, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University from July to November 2012. Treatment was attempted using a randomized block design (RBD) with 7 treatments and 4 replicates, treatment includes: control; seeds were not soaked Bio P60, sprayed fungicide; Bio P60 seeds soaked for 30 minutes, not sprayed Bio P60; seeds soaked Bio P60 during 30 minutes, sprayed Bio P60 1 time, 3 times, 5 times and 7 times. Results showed that treatment of Bio P60 either by soaking or spraying techniques have not been able to suppress sheath blight disease intensity and to increase the growth and yield of upland rice.
115204458A1D007048Rancangan Tata Letak dan Set Up Proses Produksi Pelumas Bio GreasePembuatan biogrease dari minyak sawit memiliki potensi yang dapat dikembangkan dengan optimalisasi dari industri kecil yaitu dengan perancangan tata letak dan setup alat produksi yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Menentukan kebutuhan ruang dan tata letak pada industri pelumas biogrease skala industri kecil pedesaan, (2) Mengetahui setup alat terbaik pada industri biogrease skala industri kecil pedesaan. Penelitian ini dilakukan dalam 2 tahapan yaitu (1) Perancangan tata letak dan (2) Eksperimental setup alat produksi. Perancangan tata letak dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: (1) Penentuan kebutuhan ruang (2) Membuat ARC (Activity Relationship Chart), (3) Membuat ATBD (Activity Template Block Diagram), (4) Membuat ARD (Activity Relationship Diagram), dan (5) Menyusun tata letak industri. Penelitian setup alat produksi dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang dicoba adalah jenis kompor (K) yang meliputi (K1) kompor dengan merk ”Quantum”, (K2) kompor dengan merk ”Rinnai”, dan (K3) kompor dengan merk ”Sapporo”, dan faktor kedua adalah jenis dandang (D) meliputi (D1) dandang ukuran besar dengan diameter 41 cm dan tinggi 49 cm, (D2) dandang ukuran sedang dengan diameter 35 cm dan tinggi 45 cm, dan (D3) dandang ukuran kecil dengan diameter 32 cm dan tinggi 38 cm. Pada penelitian setup alat produksi, variabel yang diamati adalah waktu pemasakan dan tinggi buih. Hasil penelitian diketahui kebutuhan ruang pabrik seluas 96,72 m2 yang terdiri dari (1) ruang kantor dan ruang tunggu, (2) ruang produksi, (3) ruang pengemasan, (4) ruang produk jadi, (5) mushola dan tempat istirahat, (6) WC dan tempat cuci, dan (7) ruang parkir. Eksperimental setup alat menunjukkan bahwa jenis dandang ukuran besar dan kompor dengan merk “Sapporo” merupakan alat terbaik untuk memproduksi biogrease.The production of palm oil bio-grease has the potential development through small industry optimization by layout designing and proper set up of production equipment. The objections of this study were: (1) Determine the requirements of space and layout of the bio grease lubricant industry on small-scale rural industries, (2) Determine the best tools setup in the bio grease industry on small-scale rural industries.
The research was conducted in two stages: (1) layout designing and (2) Production equipment experimental set up. The layout designing is conducted through these following steps: (1) determine the need for space (2) ARC (Activity Relationship Chart) Making, (3) ATBD (Activity Template Block Diagram) Making, (4) ARD (Activity Relationship Diagram) making, and (5) the industrial layout preparing. The research of production equipment setup is conducted using randomized block design (RBD) experimental methods. The observed factors are the type of stove (K) which is includes (K1) stove with brand "Quantum", (K2) stove with brand "Rinnai", and (K3) stove with brand "Sapporo", and the type of boiler (D ) include (D1) large size boiler with diameter of 41 cm and height of 49 cm, (D2) medium-size boiler with diameter of 35 cm and height of 45 cm, and (D3) small size boiler with diameter of 32 cm and a height of 38 cm. In the production equipment setup research, the observed variables are the time of cooking and the froth height.
From the results of this research, it’s determined that the factory space needs is 96.72 m2 consisting of (1) the office and waiting room, (2) the production room, (3) packaging room, (4) the finished product storage room, (5) mosque and rest room, (6) sinks and toilets, and (7) parking area. The experimental equipment set-up shows that the large size boiler and stove with brand "Sapporo" are the best equipment for bio grease producing.