Artikelilmiahs

Menampilkan 11.501-11.520 dari 49.031 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
115014440A1L008125EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN PERKEBUNAN
DAN KONSERVASINYA SECARA BERKELANJUTAN DI DESA CIPUTIH, KECAMATAN SALEM, KABUPATEN BREBES
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi kesesuaian lahan dan perencanaan sistem pertanian berkelanjutan di lahan bengkok Desa Ciputih, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. Analisis data yang digunakan adalah analisis data parametrik berdasarkan data primer dan data sekunder. Untuk menentukan kelas kesesuaian lahan dengan cara menggunakan sistem pencocokan (matching) antara karakteristik lahan hasil analisis dilapang dan di laboratorium dengan persyaratan tumbuh tanaman perkebunan. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian lahan aktual tanaman kakao, cengkeh, dan kopi robusta adalah N (tidak sesuai) dan S3 dengan faktor pembatas kemiringan lahan, ketersediaan air berupa bulan kering, dan drainase. Kesesuaian lahan potensial N (tidak sesuai) menjadi S3 (sesuai marjinal) karena faktor pembatas lereng dapat dilakukan perbaikan dengan tindakan konservasi untuk pengelolannya, sedangkan untuk drainase dapat dilakukan perbaikan dengan pembuatan bedengan. Kesesuaian lahan potensial S3 menjadi S2 karena faktor pembatas ketersediaan air dapat dilakukan tindakan konservasi seperti pembuatan saluran irigasi. Arahan penggunaan lahan yang cocok untuk lahan Desa Ciputih adalah Agrosilviculture sebagai salah satu pilihan sistem pertanian berkelanjutan.

Kata Kunci: Evaluasi kesesuaian lahan, tanaman perkebunan, pertanian berkelanjutan
This research aims are to evaluate the land suitability and plan for farming system on farming land at Ciputih village, Salem District, Brebes Regency. The data analysis used for this research is parametric data analysis to show primary or secondary data to classify the suitability of land by using matching system between direct observation on result analysis of land characteristics an laboraty observation with growth classification that is required for the plants. The results showed that actual land suitability for plant cocoa, clove, and robusta cofee on farming land were Nm (not suitable) and S3 (marginally suitable) with the limit factor of slope, water availability (draught quantity)and drainage. The potential land suitability N (not suitable) become S3 (marginally suitable) because the limit factors which are to control with conservation, to control for dainage with made drain.. The potential land suitability S3 (marginally suitable) become S2 (moderately suitable) cause the water availability (draught quantity) can be to control with conservation to example made irrigation. The suitable land exploitation management for farming land was agrosilviculture as one of choosing the farm sustainable.

Key words: Evaluation of land suitability, plant, farm sustainable.
115024364D1E008089TOTAL NILAI PACKED CELL VOLUME (PCV) DAN ERITROSIT KELINCI YANG TERINFEKSI KOKSIDIOSIS DI KABUPATEN BANYUMAS.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh koksidiosis terhadap kadar Packed Cell Volume (PCV) dan jumlah eritrosit pada kelinci di Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan metode survei dan metode laboratoris. Pengambilan sampel menggunakan metode convenient sampling/ accident sampling/ selected sampling (tidak terikat).Sasaran penelitian adalah peternakan kelinci di Kabupaten Banyumas. Model analisis yang digunakan adalah Pengujian Student (T test). Hasil penelitian diperoleh rataan (Ŷa) total Packed Cell Volume (PCV) kelinci yang terinfeksi koksidiosis 3,1757 x 106 dan rataan (Ŷb) Packed Cell Volume (PCV) total kelinci yang tidak terinfeksi koksidiosi 1,5900 x 106. Rataan (Ŷa) jumlah eritrosit kelinci yang terinfeksi koksidiosis 28,29% dan rataan (Ŷa) jumlah eritrosit kelinci yang tidak terinfeksi koksidiosis 29,75%. Hasil uji t menunjukan bahwa koksidiosis tidak berpengaruh nyata terhadap penurunan total Packed Cell Volume (PCV) (P > 0,05) namun berpengaruh nyata terhadap penurunan jumlah eritrosit (P < 0.05).
The aim of this research was to determine the effect of rabbit coccidiosis on levels of Packed Cell Volume (PCV) and the number of erythrocytes in Banyumas. The research used survey methods and laboratory methods. The samplied was taken by convenient sampling method/ accident sampling /selected sampling (not attached). Target of the research was rabbit farms in Banyumas. The analysis model was used Student Testing (T test). The results were obtained by averaging (Ŷ a) Total Packed Cell Volume (PCV) of infected rabbit coccidiosis 3.1757 x 106 and the average (Ŷ b) Packed Cell Volume (PCV) of total non-infected rabbits coccidiosis 1.5900 x 106. The average (Ŷ a) number of erythrocytes infected rabbit coccidiosis 28.29% (Ŷ a) and the average number of erythrocytes uninfected rabbit coccidiosis 29.75%. The T test results showed that coccidiosis did not significantly affect the total decline Packed Cell Volume (PCV) (P> 0.05) but significantly affect on decreasing the number of erythrocytes (P <0.05).
115034441E1A006168NETRALITAS PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH (Studi Di Kabupaten Banyumas)Skripsi ini mengambil topik permasalahan mengenai pengaturan netralitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pemilukada) di Kabupaten Banyumas.
Pengaturan netralitas PNS dalam Pemilukada di Kabupaten Banyumas tersebar dalam berbagai peraturan perundang-undangan, yang tercermin dalam berbagai macam ketentuan yang berisi larangan bagi PNS, yaitu : Larangan menjadi anggota dan atau pengurus Partai Politik; Larangan menjadi pelaksana kampanye, dan juru kampanye, apabila menjadi peserta kampanye PNS dilarang menggunakan atribut partai atau pasangan calon peserta Pemilu, dan dilarang mengerahkan PNS, serta menggunakan fasilitas negara; Larangan membuat keputusan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon; Larangan memberikan dukungan kepada calon; serta Larangan mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon.
Pengaturan netralitas PNS tercermin dalam berbagai macam ketentuan yang berkaitan dengan pencalonan, panitia pemilihan, dan jenis sanksi, yaitu: melampirkan surat pernyataan mengundurkan diri dari jabatan negeri; PNS diberhentikan dari jabatan negeri sejak ditetapkan sebagai Pasangan Calon; PNS yang menjadi anggota Panitia Pemilukada tanpa izin dikenai Sanksi Hukuman Disiplin Tingkat Berat; dan Secara umum pelanggaran terhadap ketentuan netralitas PNS dapat dikenakan hukuman disiplin berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010.
This thesis is the topic concerns about neutrality adjustment settings Civil Servants (PNS) in the general election of regional head and deputy regional head (Pemilukada) in Banyumas Regency.
Setting neutrality of civil servants in the General Election in Banyumas scattered in various laws and regulations, reflected in various provisions that contain restrictions for civil servants, namely : Prohibition is a member and or managers of Political Parties; Prohibition became managing campaigns; and campaigners; if a civil campaign participants are prohibited from using attributes parties or election candidates couples; and civil servants are prohibited from deploying, and using state facilities; Prohibition made the decisions or actions that benefit or harm any candidate; Prohibition provides support to candidates; and ban this activity leads to bias against candidates; and ban this activity leads to bias against candidates.
Setting the neutrality of civil servants is reflected in various provisions relating to the nomination, selection Committee, and types of sanctions, namely : attach a statement from the office of the country resign, PNS removed from office since the country designated as a Candidate, Civil servants who are members of Election Committee without permission Disciplinary sanctions are Level Weight, and general violation of the neutrality of the civil service provisions may be subject to discipline punishment by Government Regulation No. 53 Year 2010.
115044442E1A007214Penerapan Remunerasi Di Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Kabupaten BanyumasMeningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, meningkat pula tuntutan terhadap Rumah Sakit untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Terutama tuntutan pelayanan medis secara cepat, tepat dan efisien. Ada banyak cara yang dilakukan rumah sakit untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan pada masyarakat, salah satunya adalah dengan memperbaiki sistem remunerasi di rumah sakit. Mengapa hal ini penting? Karena sistem remunerasi yang baik akan berefek pada peningkatan kinerja, motivasi dan produktivitas karyawan dan staf medis yang semua itu akan bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penelitian preskriptif, lokasi penelitian di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Sumber bahan hukum Bahan hukum primer, sekunder dan tersier, metode pengumpulan bahan hukum dalam penelitian ini dilakukan dengan inventarisasi peraturan perundang-undangan, dokumentasi dan studi kepustakaan, metode penyajian bahan hukum disajikan dalam bentuk teks naratif, dan metode analisis yang dipergunakan adalah analisis normative kualitatif dengan model interpretasi sistematik dan gramatikal.
Penerapan Remunerasi Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Banyumas didasarkan pada Pasal 1 angka 23 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, menjelaskan bahwa Badan Layanan Umum (BLU) kegiatannya menyediakan barang atau jasa meliputi rumah sakit, lembaga pendidikan, pelayanan lisensi, penyiaran, dan lain-lain. Remunerasi di Badan Layanan Umum Daerah Kabupaten Banyumas didasarkan pada Peraturan Bupati Nomor 95 Tahun 2010 Tentang Perubahan Atas Perbub No 28 tahun 2009 Tentang Remunerasi pada Badan Layanan Umum Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas
Increasing public awareness of the importance of health, also increase the demands on the Hospital to improve the quality of care. Especially the demands of medical services quickly, accurately and efficiently. There are many ways in which hospitals to improve the quality of health services in the community, one of which is to improve the system of remuneration in the hospital. Why is this important? Because a good remuneration system will have an effect on performance improvement, motivation and productivity of employees and medical staff are all that will lead to improved quality of health care in hospitals
The research method used in this study is a normative juridical approach, the specification of research used is descriptive research, University research sites in Navan General Sudirman, sources of primary legal materials legal materials, secondary and tertiary methods of collection of legal materials in the study conducted by the inventory rules legislation, documentation and library research, legal method of presenting the material presented in the form of narrative text, and analysis method used was a qualitative analysis of the normative model of systematic and grammatical interpretation.
Application of Public Service Remuneration Regional Hospital Banyumas is based on Article 1 paragraph 23 of Law No. 1 of 2004 on State Treasury, explained that the Public Service Agency (BLU) activity provides goods or services includes hospitals, educational institutions, licensing services, broadcasting , and others. Remuneration in the Public Service of Banyumas Regency based on the decree No. 95 of 2010 on the Amendment No. 28 of 2009 Perbub On Remuneration in the Public Service General Hospital Banyumas
115054462L1A005097ANALISIS DEPKRIPTIF KARAKTERISTIK KELUARGA DAN POLA KONSUMSI ZAT GOITROGENIK PADA PENDERITA GONDOK DI KECAMATAN BATURADEN KABUPATEN BANYUMAS

JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2013


INTISARI

LINA SUHARYANI




Defisiensi iodium dapat menyebabkan timbulnya gondok (pembesaran kelenjar tiroid) yang merupakan mekanisme adaptasi terhadap kurangnya masukan iodium dan terganggunya hormon tiroid. Mengurangi jenis makanan yang mengandung zat goitrogenik merupakan salah satu cara yang diterapkan untuk menurunkan resiko kejadian gondok namun sayangnya masih banyak masyarakat yang mengkonsumsi sumber pangan yang mengandung zat goitrogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik keluarga dan pola konsumsi zat goitrogenik pada penderita gondok di Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yang bersifat deskriptif yaitu untuk mendiskripsikan seperti tingkat pendidikan, usia, jenis kelamin, pekerjaan, tingkat pendapatan, genetik gondok dalam keluarga dan pola konsumsi zat goitrogenik. Analisi dilakukan. Jumlah responden sebanyak 60 yang terdiri dari penderita gondok dan bukan penderita gondok masing-masing berjumlah 30 responden. Analisis data menggunakan analisis Univariat. Hasil analisis univariat menunjukan bahwa variabel yang berhubungan dalam penelitian ini hanya pada faktor konsumsi zat goitrogenik sedangkan pada variabel lainnya tidak berhubungan. Disarankan supaya meningkatkan kualitas makanan terutama dalam menyiapkan penganekaragaman menu sehari-hari dalam memilih bahan makanan.

Kata kunci : perilaku pola konsumsi zat goitrogenik, iodium, gondok.
Pustaka : 58 (1985 – 2012).


PUBLIC HEALTH DEPARTMENT
FACULTY OF MEDICINE AND HEALTH SCIENCES
JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY
PURWOKERTO
2013


ABSTRACT

LINA SUHARYANI
DESCRIPTIVE ANALYSIS OF CHARACTERISTICS OF FAMILY AND CONSUMPTION PATTERNS IN PATIENTS GONDOK GOITROGENIK SUBSTANCE IN THE DISTRICT DISTRICT BATURADEN BANYUMAS

Deficiency of iodine can cause goiter (enlarged thyroid gland), which is an adaptation to the lack of feedback mechanisms iodine and thyroid hormone disruption. Reduce foods that contain substances goitrogenik is one way that is applied to reduce the risk of incidence of goiter, but unfortunately there are still many people who consume food sources that contain substances goitrogenik. This study aimed to investigate the characteristics of families and goitrogenik substance consumption patterns in patients with goiter in District Baturaden Banyumas. Type of research is a descriptive study sucs as education level, age, gender, occupation, income level, family and genetic mumps in goitrogenik substance consumption patterns. Analysis performed. The number of respondents were 60 patients consisting of patients with thyroid goiter and instead amounted to 30 respondents. Analysis of the data using analysis Univariat. The results of univariate analysis showed that the variables associated in this study is only a factor of substance consumption goitogenik while the other variables are not related. It is suggested in order to improve the quality of food, especially in preparing the daily menu diversification in choosing foods.


Keywords: behavioral patterns of substance consumption goitrogenik, iodine, goiter.
References: 58 (1985-2012).

115064443C1J008013ANALYSIS OF ALLOCATIVE EFICIENCY TOBACCO FARMING
IN WONOTIRTO VILLAGE BULU SUB DISTRICT
TEMANGGUNG REGENCY
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat faktor produksi benih, pupuk, dan jumlah tenaga kerja terhadap produksi total tembakau, juga untuk menganalisis tingkat efisiensi dengan menggunakan faktor-faktor produksi atau efisiensi alokatif dalam pertanian tembakau di Wonotirto Desa Bulu Kecamatan, Kabupaten Temanggung. Responden dari penelitian ini adalah petani tembakau di Desa Wonotirto, terdiri dari 98 petani. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah fungsi produksi dengan fungsi Cobb-Douglass, uji penyimpangan Asumsi Klasik, Uji Statistik dan Analisis Efisiensi Alokasi. Variabel benih, pupuk dan tenaga kerja secara bersama-sama dan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap produksi tembakau di Desa Wonotirto Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung. Jumlah yang digunakan benih dan pupuk memiliki belum efisien, dan kebutuhan penggunaan tambahan benih dan pupuk untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi dari eficient. Di sisi lain, Jumlah tenaga kerja yang digunakan efisien.This study aims to analyze the level influence of factors production seed, fertilizer and the amount of labor on total production of tabacco, also to analyze the level of efficiency by using the factors of production or allocative efficiency in tabacco’s farming in Wonotirto Village Bulu Subdistrict, Temanggung Regency. Respondents of this research are tabacco farmers in the Wonotirto village, consist of 98 farmers. Data analysis methods used in this study is the production function with a function of Cobb-Douglass, test deviation of Classical Assumption, Statistic Test and Analysis of Allocative Efficiency. Variables of seed, fertilizer and labor jointly and partially had significant influence on tabacco production in Wonotirto Village Bulu Subdistrict, Temanggung Regency. The used amount of seed and fertilizer has not efficient yet, and needs additional use of seed and fertilizer to achieve higher level of eficient. In other side, The used amount of labor is efficient.
115074444E1A008033TINDAK PIDANA MEMBUJUK ANAK MELAKUKAN
PERSETUBUHAN YANG DILAKUKAN SECARA BERLANJUT
(Studi Kasus Pada Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto
No. 03/Pid.Sus/2012/PN. PWT)
Persetubuhan adalah perpaduan antara anggota kemaluan laki-laki dan perempuan,
jadi anggota kemaluan laki-laki harus masuk ke dalam anggota kemaluan perempuan,
sehingga mengeluarkan mani. Persetubuhan terhadap wanita belum cukup umur
disyaratkan dilakukan “di luar perkawinan” artinya pelaku dan korban tidak terikat dalam
suatu perkawinan. Apabila perbuatan pidana tersebut berlangsung secara teru-menerus atau
berlanjut maka termasuk dalam klasifikasi sebagai satu perbuatan berlanjut. Berdasarkan
hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur-unsur Pasal
81 ayat (2) UU No. 23 Tahun 2002 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dan pertimbangan hakim
Pengadilan Negeri Purwokerto dalam menjatuhkan pidana dalam Putusan Pengadilan
Negeri Purwokerto Nomor 03/Pid.Sus/2012/PN. PWT.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, dengan spesifikasi
penelitian deskriptif dan sumber data adalah data sekunder. Adapun metode pengumpulan
data dengan mempelajari peraturan perundang-undangan, buku-buku literatur, dokumen
dan putusan pengadilan atau yurisprudensi yang berkaitan dengan obyek atau materi
penelitian kemudian dianalisis secara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa perbuatan
Terdakwa MUHAJIR RASYID bin ROSIDI yang melakukan tindak pidana membujuk
anak melakukan persetubuhan yang dilakukan secara berlanjut terhadap korban GITA
LUSIANA yang berumur 14 tahun, memenuhi unsur-unsur Pasal 81 ayat (2) UU No. 23
Tahun 2002 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP, yaitu: 1) Unsur barangsiapa; 2) Unsur dengan
sengaja; 3) Unsur melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak;
4) Unsur melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain; dan 5) Unsur
melakukan beberapa perbuatan perhubungan, sehingga dengan demikian harus dipandang
sebagai satu perbuatan yang diteruskan atau berlanjut.
Pertimbangan hakim Pengadilan Negeri Purwokerto dalam menjatuhkan pidana pada
perkara Nomor 03/Pid.Sus/2012/PN. PWT. adalah: 1) Keterangan saksi; 2) Keterangan
Terdakwa; 3) Visum et Repertum; 4) Antara keterangan para saksi, keterangan Terdakwa
dan hasil Visum et Repertum mempunyai hubungan yang erat dan saling bersesuaian;
5) Terpenuhinya unsur-unsur Pasal 81 ayat (2) UU No. 23 Tahun 2002 jo Pasal 64 ayat (1)
KUHP; dan 6) Terpenuhinya unsur-unsur tindak pidana, yaitu: unsur memenuhi rumusan
undang-undang, unsur bersifat melawan hukum dan Unsur kesalahan, yang terdiri dari
unsur mampu bertanggung jawab, tidak ada alasan pemaaf dan pembenar dan
pertimbangan hal-hal yang memberatkan dan meringankan.
Sexual intercourse is the integration between the penis and vagina, so the penis must
be inserted into vagina, so it will squirt the sperm. The sexual intercourse in the women
under the age that is being conducted without any marriage relationship it means that the
suspect and victim do not being connected with the marriage. If this criminal act happens
sustainably so it can be classified into sustainably act. Based on the explanation above, so
this research aims to find out the implementation of elements in Article 81 (2) Ordinance
No. 23, 2002 jo Article 64 (1) KUHP and the Judge Consideration of Public Court of
Purwokerto in punishing in the Decision of Public Court of Purwokerto Number
03/Pid.Sus/2012/PN.PWT.
This research uses the method of normative juridical, with the descriptive research
specification and data source is the secondary data. And the method of collecting data by
learning the regulation of ordinance, literature book, document and court decision or
jurisprudence which related with the object or material in the research then analyzed
normatively and qualitatively.
Based on the result and discussion of research it is obtained the conclusion hat the
action of the Suspect MUHAJIR RASYID bin ROSIDI that conducts the criminal act by
inducing the children to do the sexual intercourse that doing sustainably to the victim GL
who has 14 year olds, it fulfills the elements of Article 81 (2) Ordinance No. 23 in 2002 jo
Article 64 (1) KUHP, that is: 1) the element of who; 2) the element of with intentionally;
3) the element to do the deceiving, the series of deceiving or persuade the children; 4) the
element of doing the sexual intercourse with her or with other; and 5) the element of
doing some sexual intercourse, so it must be considered as an act that must be continued
or followed up.
The judge consideration of Public Court of Purwokerto in punishing of criminal act
in the case Number 03/Pid.Sus/2012/PN. PWT. is: 1) the witness explanation; 2) the
suspect explanation; 3) Visum et Repertum; 4) among the explanation of witness, suspect
and the result of Visum et Repertum has the strong correlation and supported each other;
5) the fulfillment of element in Article 81 (2) Ordinance No. 23 in 2002 jo Article 64 (1)
KUHP; and 6) the fulfillment of criminal act elements, that is: the element of fulfillment
of ordinance formulation, the element to have the characteristic to against the law and the
mistake element that consisted of the element to be able to take responsibility, no any
reasons of forgiveness and correctness and the consideration that burdens and lighten.
115084445F1B008098PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PERUM DAMRI TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PENUMPANG DI STASIUN PURWOKERTOABSTRAK
Penelitian ini dilatar belakangi adanya kualitas pelayanan publik disektor angkutan bus yang masih rendah. Salah satunya terjadi pada Bus DAMRI kelas ekonomi yang dianggap belum memberikan keamanan dan kenyamanan pada penumpang, sehingga menyebabkan adanya ketidakadilan serta kecenderungan menurunnya pemanfaatan pelayanan Bus DAMRI kelas ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan mekanisme permasalahan tentang seberapa besar pengaruh kualitas pelayanan Perum Damri terhadap tingkat kepuasan penumpang di Stasiun Purwokerto. Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara kualitas pelayanan Perum DAMRI terhadap tingkat kepuasan penumpang di Stasiun Purwokerto sebesar 26%, ini berarti koefisien korelasinya termasuk pada tingkat yang rendah. Baiknya kualitas pelayanan dapat dinilai dari segi tangibles (ketampakan fisik), reliability (keandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan) dan empaty (perlakuan). Tetapi kenyataannya dalam observasi, kondisi kualitas pelayanan dari segi assurance (jaminan) tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan pada penelitian ini.

Kata Kunci : Kepuasan Penumpang, Kualitas Pelayanan Perum DAMRI
ABSTRACT
This research is based on the lack of serving quality in the Purwokerto Bus Station. One of it happened to Damri Bus economic class which is noted as hadn’t serve the passenger a high safety and comfortable serving, so that cause unfairness and intend to bus malfunction, especially in economic class. The aim of this research is to find out the problem mechanism about how big the ascendancy of Damri Bus serving quality to the passenger satisfaction in Purwokerto Bus Station. This research uses the survey research with quantitative approach.
The result of this research shows that there’s a positive and significant impact between the Damri Bus serving quality to the passenger satisfaction in Purwokerto Bus Station is 26%. This means correlation co efficiency classified in low degree. Better to assess the serving quality based on the tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. But the fact in the observation, serving quality condition from assurance side doesn’t have a positive and significant impact to this research.

Key Words :Passenger Satisfaction, Damri General Company’s Serving Quality
115094446F1F007030An Analysis of Genre Found in Life Lines Column of The Jakarta PostTujuan dari penelitian ini adalah, (1) untuk mencari tahu jenis genre yang ada didalam kolom life lines, (2) untuk menginvestigasi realisasi jenis genre yang ada pada kolom life lines dikoran The Jakarta Post edisi bulan Mei 2012.
Data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil pengamatan klasifikasi genre yang telah diklasifikasikan dan dianalisis. Dari pengumpulan data, 33 artikel yang ditemukan dalam The Jakarta Post dengan klasifikasi yang berbeda. Fokus penelitian ini adalah dalam kolom life line diedisi Mei 2012. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Analisis data dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, mengelompokkan artikel berdasarkan kategori. Kedua, menganalisis kategori dari artikel berdasarkan teori genre oleh Jenny Hammond (1992). Ketiga, membuat kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) ada dua belas artikel berita, dua cerita, tiga deskripsi, sepuluh review, dua artikel mempengaruhi tentang, tiga artikel mepengaruhi untuk, dan satu anekdot, (2) kolom life lines menggunakan artikel berita untuk menyajikan informasi terakhir tentang kehidupan yang memiliki tujuan untuk menginformasikan pada pembaca tentang peristiwa-peristiwa kehidupan yang tergolong penting. Kemudian strukturnya adalah ^Judul ^Ringkasan peristiwa ^Latarbelakang peristiwa ^Sumber informasi^. Yang terakhir adalah pola gramatikalnya yang menggunakan informasi yang singkat didalam judul tentang ceritanya, menggunakan kata kerja tindakan, kata kerja berfikir dan perasaan, dan juga fokus terhadap peserta khusus serta berhubungan dengan kondisi tempat dan waktu.
Tesis ini diharapkan untuk memberikan beberapa manfaat bagi mereka yang tertarik di dalamnya. Hal ini dapat sebagai referensi tambahan, yang tertarik untuk melakukan penelitian tentang teks di surat kabar. Selain itu, tesis ini memberikan kontribusi pengetahuan tentang genre di koran.
The aims of this research are (1) to find out the genre on life lines column, (2) to investigate the realization of genre on life lines column of The Jakarta Post in May 2012 edition.
The main data used in this study are the observation result of the classification of genre which have been classified and analyzed. From the data collection, 33 articles were found in The Jakarta Post with different classification. The focus of this study is the life lines column in May edition 2012. This study used descriptive qualitative method. The data analysis was divided into three parts. First, classifying the articles based on the categories. Second, analyzing the categories of the articles based on the genre theory by Jenny Hammond (1992). Third, make some conclusions.
The result of this study shows that: (1) there are twelve news items, two recounts, three descriptions, ten reviews, two expositions of persuading that, three expositions of persuading to, and an anecdote, (2) the column used news item in order to presents the latest information about life. It has social function to inform the reader about events of the day about life which are considered newsworthy. Then, the schematic structures is ^Headline ^Summary of event ^Background events ^Sources^. The last is grammatical patterns which use short telegraphic information about story in headline, verbs of action, verbs of thinking and feeling, and focus on specific participant, circumstance of time and place.
The thesis is projected to give some advantages for those who are interested in it. It can be an additional reference, which interested in conducting a research about text in newspaper. In addition, the thesis gives contribution knowledge about the genre in the newspaper.
115104426E1A007364TINDAK PIDANA KEKERASAN FISIK DALAM RUMAH TANGGA YANG DILAKUKAN SUAMI TERHADAP ISTERI (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Perkara Nomor : 31/Pid.Sus/2012/PN.Pwt.)Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis pembuktian unsur Pasal 44 ayat (2) UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT padaàPutusan Nomor : 31/Pid.Sus/2012/PN.Pwt. Selain itu ditujukan pula untuk mengetahui pbangan hakim dalam menjatuhkan pidana pada Putusaomor : 31/Pid.Sus/2012/PN.Pwt. Guna mencapai tujuan tersebut maka penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data sekunder yang terkumpul kemudian diolah, disajikan, dan dianalisa secara kualitatif dengan penyajian data teks naratif.
Hasil penelitian menyatakan bahwa, Terdakwa pada Putusan Nomor : 31/Pid.Sus/PN.Pwt telah memenuhi kesemua unsur Pasal 44 ayat (2) UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT.
Pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana pada Putusan Nomor : 31/Pid.Sus/2012/PN.Pwt terbagi menjadi dua antara lain pertimbangan yuridis hakim bahwa perbuatan terdakwa telah sesuai dengan Pasal 44 ayat (2) UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT selain itu juga, pertimbangan sosiologis terdakwa bahwa terdakwa sebagai kepala keluarga mempunyai tanggungan keluarga yang harus diberikan nafkah, terdakwa berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya dan terdakwa belum pernah dihukum, maka hakim Pengadilan Negeri Purwokerto menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun.
This research was conducted with the aim toidentify and analyze the elements of proof in Article 44 paragraph (2) of the Law No. 23 Year 2004 on the Elimination of Domestic Violence on Decision Number : 31/Pid.Sus/2012/PN.Pwt. In addtion it also aimed to determine the consideration of the judges in imposing capital on Decision Number : 31/Pid.Sus/2012/PN.Pwt. To achieve this goal then peneletian performed using normative juridicial approach. Secondary data are collected and processed, presented, and analyzed qualitatively with the presentation of narrative text data.
The results suggest that, in Decision Number : 31/Pid.Sus/2012/PN.Pwt has met all these elements of Article 44 paragraph (2) of the law No. 23 Year 2004 on the Elimination of Domestic Violence in scope Legal reasoning of judges in imposing capital on Decision Number : 31/Pid.Sus/2012/PN.Pwt divided into two inter alia consideration of judicial magistrate that the defendant as head of family have depedents who must be a living, the defendant promised not to repeat his actions and the defedant has not been convicted, the Navan District Court convict the defendant therefore with imprisonment for 2 (two) years.
115114449A1L008025PENGARUH FREKUENSI APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN DOSIS FORMULASI JAMUR Trichoderma harzianum TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA ORGANIKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Pengaruh frekuensi aplikasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada organik, (2) Pengaruh dosis formulasi jamur Trichoderma harzianum terhadap pertumbuhan hasil tanaman selada organik, (3) Interaksi antara frekuensi pupuk organik cair dan dosis formulasi Trichoderma harzianum terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) pola faktorial dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah frekuensi aplikasi pupuk organik cair yang terdiri dari 3 taraf yaitu aplikasi satu minggu sekali, dan aplikasi dua minggu sekali, dan kontrol (tanpa aplikasi). Faktor kedua adalah dosis formulasi Trichoderma harzianum yang terdiri dari 3 taraf yaitu 10g/polybag, 15g/polybag, dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi pemberian pupuk organik cair yang terbaik adalah seminggu sekali (konsentrasi 4 ml/l), dilihat dari variabel luas daun, volume akar, bobot basah tajuk, bobot kering tajuk, bobot basah akar, bobot kering akar, bobot basah tanaman, dan bobot kering tanaman. Dosis formulasi T. harzianum 10 g/polibag memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil selada organik. Terjadi interaksi antara frekuensi pupuk organik cair dan dosis formulasi T. harzianum terhadap luas daun, volume akar, bobot basah tanaman, bobot basah tajuk, bobot kering tanaman, bobot kering tajuk, dan bobot kering akar.This research was aimed to know 1) the effect of application frequency of the liquid organic fertilizer on growth and yield of the organic lettuce plants, 2) the effect of formula doses of the fungus Trichoderma harzianum on growth and yield of the organic lettuce plants, organic lettuce plants, and 3) interaction between frequency of the liquid organic fertilizer and the fungus Trichoderma harzianum on growth and yield of the organic lettuce plants. The research used a factorial randomized complete block design (RCBD) in 2 factors and 3 replicates. The first factor was the application frequencies of the liquid organic fertilizer consisting of three levels i.e. one week, two weeks, and control (no application). The second one was the formulation doses of T. harzianum consisting of three levels i.e. 10 g/polybag, 15 g/polybag, and control. Results of the research performed that the best application frequency of the liquid organic fertilizer was on every one week (concentration of 4 ml/l), when seen from variables of leaf area, root volume, crown wet weight, crown dry weight, plant wet weight, and plant dry weight. The T. harzianum formulation dose of 10 g/polybag gave the best growth and yield of the organic lettuce. Interactions between frequency of the liquid organic fertilizer and the fungus Trichoderma harzianum occurred on leaf area, root volume, plant wet weight, plant dry weight, crown wet weight, crown dry weight, and root dry weight.
115124454G1B008064PENGARUH BEBERAPA DETERMINAN FAKTOR INTERNAL
TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA PERAWAT DI RUANG RAWAT
INAP RSUD CIAMIS
Rumah sakit merupakan salah satu pelayanan kesehatan selama 24 jam. Tenaga kesehatan terbanyak adalah perawat. Perawat dituntut memberikan pelayanan terbaik, sehingga rentan mengalami kelelahan kerja. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh faktor internal terhadap kelelahan kerja pada perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Ciamis. Jenis penelitian ini adalah observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Variabel penelitian yaitu umur, jenis kelamin, masa kerja, beban kerja, dan shift kerja. Sampel penelitian 89 orang. Analisis data menggunakan Chi-square, Regresi Linear Sederhana, Regresi Linear Ganda, dan Regresi Parsial. Hasil uji Regresi Linear Ganda menyatakan umur tidak berpengaruh terhadap kelelahan kerja (p=0,540), masa kerja berpengaruh terhadap kelelahan kerja (p=0,000) dan beban kerja berpengaruh terhadap kelelahan kerja (p=0,000). Hasil uji Regresi Linear Ganda menyatakan bahwa masa kerja dengan nilai p=0,000 mempunyai pengaruh paling besar terhadap kelelahan kerja dengan nilai adjusted R2 sebesar 71,6% dan didukung oleh uji Regresi Parsial dengan koefisien korelasi sebesar 0,420 yang menyatakan berpengaruh sedang. Kesimpulannya yaitu variabel masa kerja paling mempengaruhi kelelahan kerja (r=0,420). Saran untuk RSUD Ciamis adalah memperhatikan jumlah perawat laki–laki dan perempuan di setiap ruang rawat inap, memberikan pelatihan dan pendidikan kepada perawat dan mengatur tugas perawat yang sesuai dan seimbang dengan disertai pengawasan yang baik.Hospital is one of health service for 24 hours. Mostly the Health personnel are
nurses. Nurses are at the front lines of hospitals are services that expected to
provide the best services, thus vulnerable to fatigue. The purpose of this study was
to determine the effect of internal factors to fatigue of nurses in the Ciamis
hospital ward. The study was observational analytic with cross-sectional
approach. The variables studied were age, sex, and years of service, workload, and
shift work. The research samples are 89 nurses in the ward unit. Data analysis
using Chi-square, Simple Regression, Multiple Regression, and Partial
Regression. Multiple regression test results stated age not affect the fatigue
(p=0.540), working time affect the fatigue (p=0.000) and workload to fatigue as
well (p=0.000). Multiple regression test results stated that working time (p=0.000)
has the most effect on fatigue with adjusted R
2
value of 71.6% and is supported by
the Partial regression with CC=0.420 that states have a moderate effect. The
conclusion that the working time variable most influential fatigue (r=0.420).
Suggestions for Ciamis hospitals are balancing the number of men and women
nurses in each space, providing training and education to nurses, and manage the
appropriate duties of nurses corresponding and balanced with accompanying good
supervision.
115134450H1D007079ANALISIS GERUSAN LOKAL DI SEKITAR PILAR DAN ABUTMENT JEMBATAN DENGAN SOFTWARE HEC-RAS
(Studi Kasus Jembatan Kali Klawing Bancar Kabupaten Purbalingga)
Banyak kasus-kasus tentang runtuhnya bangunan jembatan bukan hanya disebabkan oleh faktor konstruksi, namun persoalan gerusan di sekitar pilar dan abutment jembatan juga bisa menjadi penyebab lain. Gerusan merupakan suatu proses alamiah yang terjadi di sungai sebagai akibat pengaruh morfologi sungai (dapat berupa tikungan atau bagian penyempitan aliran sungai) atau adanya bangunan air seperti : bendung, jembatan, pintu air dan lain-lain. Oleh karena itu perlu adanya penelitian untuk mengetahui kedalaman gerusan lokal di sekitar pilar dan abutment. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kedalaman gerusan lokal di sekitar pilar dan abutment jembatan menggunakan software HEC-RAS. Tahapan penelitan ini terdiri dari : pengumpulan data, perhitungan curah hujan rerata kawasan, perhitungan curah hujan rancangan, perhitungan debit banjir rancangan, peniruan geometri sungai, peniruan geometri jembatan, simulasi aliran dan perhitungan kedalaman gerusan lokal. Hasil penelitian menunjukan kedalaman gerusan lokal di sekitar pilar Jembatan Kali Klawing Bancar terbesar adalah 3,43 m pada debit kala ulang 100 tahun, sedangkan kedalaman gerusan lokal di sekitar abutment Jembatan Kali Klawing Bancar terbesar adalah sebesar 5,91 m pada debit kala ulang 100 tahun.Many cases of collapse of building bridges are not only caused by the construction factors, but the scouring problem around bridge piers and abutments can also be another cause. Scour is a natural process that occurs in the river as a result of the influence of river morphology (either bend or narrowing of the river) or the presence of such waterworks: dam, bridges, water gates and others. Therefore, research is needed to detect the depth of local scour around piers and abutment at bridge. The purpose of this study was to determine the depth of local scour around piers and abutments at bridge using HEC-RAS software. Stages of this research consists of: data collection, area averaged rain fall data calculation, designed rainfall calculation, designed flood discharge calculation, river geometry modelling, bridge geometry modelling, flow simulation, and local scour depth calculation.The results show that the biggest depth of local scour around piers of Jembatan Kali Klawing Bancar is 3,43 m at return period 100 years , while the biggest depth of local scour around abutment of Jembatan Kali Klawing Bancar is 5,91 m at return period 100 years.
115144451C1B009065ANALISIS KINERJA KEUANGAN KOPERASI SYARIAH DN KOPERASI KONVENSIONAL (STUDI KASUS PADA KOPERASI PENERIMA P3KUM DI KOTA PURWOKERTO)penelitian ini mengukur kinerja keuangan koperasi syariah dan koperasi konvensional, penelitian ini juga untuk mengetahui variabel kinerja keuangan apa saja yang yang mempengaruhi tingkat pengembalian pinjaman P3KUM (Program Pembiayaan Produktif bagi Koperasi dan Usaha Mikro). kinerja keuangan diproksikan melalui tiga rasio yaitu rasio likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas. populasi pada penelitian ini ialah semua koperasi yang menerima pinjaman P3KUM di kota Purwokerto tahun 2005 - 2007. sampel dipilih berdasarkan purposive sampling dengan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan koperasi syariah dan koperasi konvensional dalam kondisi cukup baik. dalam penelitian juga menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rasio likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas pada koperasi syariah dan koperasi konvensional. penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara parsial variabel cash ratio dan long term debt to equity ratio terhadap prospek tingkat pengembalian pinjaman P3KUM pada koperasi syariah dan tidak terdapat pengaruh secara parsial variabel current ratio, tangible asset debt coverage, Return on investmen (ROI) dan return on equity (ROE) terhadap prospek tingkat pengembalian pinjaman P3KUM koperasi syariah. Untuk koperasi konvensional terdapat pengaruh secara parsial variabel long term debt to equity ratio dan return on investment (ROI) terhadap tingkat pengembalian pinjaman P3KUM pada koperasi konvensional dan tidak terdapat pengaruh secara parsial variabel current ratio, cash ratio, tangible asset debt coverage, dan return on equity (ROE) terhadap tingkat pengembalian pinjaman P3KUM koperasi konvensional.The objectives of this research are to measure the financial performance Islamic cooperation and conventional cooperation and this research to know, what kind of financial performance variable which influence the instalment payment of P3KUM (Program Pembiayaan Produktif bagi Koperasi dan Usaha Mikro) credit. Financial performance is divided into three ratio : liquidity ratio, solvability ratio and rentability ratio.The population in this study were all cooperation acceptance P3KUM in Purwokerto City years 2005-2007. Sample were determinined by purposive sampling technique in order to obtain a representative sample in accordance with the specified criteria. Based on research result shows that the financial performance of islamic and conventional cooperation in sufficient good. It is also known that there are no significant differences in financial performance through liquidity ratio, solvability ratio and rentability ratio between islamic and conventional cooperation. This research result shows there are partial influence cash ratio and long term debt to equity ratio to probability instalment payment of P3KUM credit from islamic cooperation and there are no partial influence current ratio, tangible asset debt coverage, return on investment (ROI) and return on equity (ROE), to probability instalment payment of P3KUM credit from islamic cooperation.The conventional cooperation on research result shows that there are partial influence long term debt to equity ratio and return on investment (ROI) to instalment payment of P3KUM credit, and there are no partial influence current ratio, cash ratio, tangible asset debt coverage, and return on equity (ROE), instalment payment of P3KUM credit.
115154452H1D007035PENGARUH VARIASI KONSENTRASI SUSPENSI AIR SEMEN TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK BAMBU WULUNGBambu merupakan tanaman yang mempunyai tingkat pertumbuhan yang tinggi. Bambu bisa digunakan untuk konstruksi, namun memiliki keawetan yang terbatas sehingga diperlukan pengawetan bambu sebelum dimanfaatkan agar meningkatkan daya tahan bambu dan dapat memperpanjang masa pakai bambu. Dengan mensuspensi air semen ke dalam pori-pori bambu diharapkan pori-pori menjadi lebih rapat, dan dapat mengeluarkan zat pati yang ada di dalamnya sehingga dengan demikian harapannya kekuatan dan ketahanan bambu wulung akan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya peningkatan sifat fisik dan mekanik bambu wulung karena pengaruh suspensi air semen dan mengetahui kadar suspensi optimal. Kadar air terbesar terdapat dibagian pangkal dengan nilai rata-rata 121,94%. Nilai kerapatan pada kadar suspensi optimum 1 : 5,6 sebesar 0.766 gr/cm³ atau naik 36.78%. Nilai Absorsi pada kadar suspensi optimum 1 : 5.8 sebesar 45.95 % atau turun 33.13 %. Nilai kuat tekan sejajar serat pada kadar suspensi optimum 1 : 5 sebesar 7.39 kg/mm² atau naik 28.79%. Kadar rata-rata suspensi optimum untuk bambu wulung dengan perbandingan berat semen dan air yaitu pada variasi 1 : 5.5.Bamboo is a plant that has a high growth rate. Bamboo can be used for construction, but has a limited durability that required preservation of bamboo before utilized to increase the durability of bamboo and can extend the life of bamboo. With suspend cement water into the pores of the bamboo pores are expected to be more tightly, and can excrete starch in it and there by hope the strength and durability of wulung bamboo will increase. This study aims to determine the magnitude of increase in physical and mechanical properties of wulung bamboo because of the influence of aqueous suspensions of cement and determine optimal levels of suspension. The water content of the base of the section contained the largest average value of 121.94%. Suspension density value at optimum levels of 1: 5.6 at 0766 g / cm ³, up 36.78%. Absorption values at optimum suspension level 1: 5.8 at 45.95%, down 33.13%. Value of compressive strength parallel to the fiber suspension at optimum levels 1: 5 at 7:39 kg / mm ², up 28.79%. Average levels of suspension for optimum weight ratio of bamboo wulung with cement and water is the variation 1: 5.5.
115164465A1L008033Produksi Galur-Galur Padi Hasil Biofortifikasi Fe
Pada Tiga Dosis Pupuk K
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi, pengaruh pupuk K terhadap hasil padi dan respon galur padi hasil biofortifikasi Fe pada tiga dosis pupuk K. Rancangan percoban yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT), dengan petak utama (Main plot) adalah 3 (tiga) taraf pupuk kalium yaitu K0 = 0 kg KCl/ha; K1 =100 kg KCl/ha; dan K2 = 200 kg KCl/ha; sedangkan anak petak (Sub Plot) adalah galur murni padi yaitu V1 = G2; V2= G7; V4= G27; dan satu varietas pembanding yaitu V3= Cigeulis, dengan pengulangan sebanyak 3 (tiga) kali. Data hasil pengamatan dianalisis dengan Uji F, untuk membedakan perlakuan digunakan uji lanjut BNJ dengan taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan. Galur-galur padi hasil biofortifikasi Fe yang memiliki tinggi tanaman tertinggi yaitu G2 (115,47 cm) dan G27 (109,47 cm). Produksi gabah kering tertinggi adalah G2 (4,87 kg) dan G27 (4,9 kg). Penambahan pupuk kalium pada genotip padi biofortifikasi Fe tidak mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi pada lahan yang mempunyai K2O total yang tinggi yaitu 0,105 %. Galur G2 dan Cigeulis menunjukkan respon yang positif pada variable panjang malai yaitu panjang malai meningkat seiring dengan penambahan dosis pupuk kalium, sedangkan respon galur G7 sebaliknya yaitu panjang malai turun seiring dengan penambahan pupuk kalium pada dosis 0 kg/ha, 100 kg/ha dan 200 kg/haThe aims of this study to determine the growth and production, the effect of potassium the improving rice results and respon of the strains of iron biofortification of rice yield at three dose of potassium fertilizer. Experiment design was use Split Plot Design (RPT), with the main plot (Main plot) is 3 (three) level of potassium that K0 = 0 kg KCl / ha; K1 = 100 kg KCl / ha, and K2 = 200 kg KCl / ha, while the subplot (Sub Plot) is a pure strain of rice that V1 = G2; V2 = G7; V4 = G27, and avariety of comparators that V3=Cigeulis, with repetition 3 (three) times. The data were analyzed by F test, to distinguish between treatments used to test BNJ 5% error level. The results showed strains Fe biofortification of rice yield with highest plant height G2 (115.47 cm) and G27 (109.47 cm). Highest dry grain production is G2 (4.87 kg) and G27 (4.9 kg). The addition
2
of fertilizer potassium on Fe biofortification of rice genotypes are not able to increase growth and production on land that has a very high total K2O. G2 and cigeulis show a response that positive on the variables of long panicles of which is long panicles of increase in line with the addition of a dose of potassium, fertilizer while response lines of the G7 in contrast namely long panicles of down along with the addition of fertilizer potassium in a dose of 0 kg. / ha, 100 kg. / ha and 200 kg / ha
115174453L1A005008HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN PERTAMBAHAN BERAT BADAN IBU SELAMA HAMIL DENGAN BERAT BAYI LAHIR DI RSIA BUNDA ARIF PURWOKERTOJURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2013

INTISARI

SHINTA RAHAYU PERMATA SARI


Status gizi ibu sebelum konsepsi dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Selain itu gizi ibu hamil menentukan berat bayi yang sedang dikandung, maka pemantauan gizi ibu hamil sangatlah penting dilakukan. Pengukuran antropometri merupakan salah satu cara untuk menilai status gizi ibu hamil. Ukuran antropometri ibu hamil yang paling sering digunakan adalah kenaikan berat badan ibu hamil dan ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) selama kehamilan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dan pertambahan berat badan ibu selama hamil dengan berat bayi lahir. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan kasus kontrol. Jumlah sampel adalah 30 orang ibu yang melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (kasus) dan 30 orang ibu yang melahirkan bayi dengan berat lahir normal (kontrol). Pengambilan data diperoleh dengan wawancara dan catatan bagian rekam medis di RSIA Bunda Arif Purwokerto. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square . Hasil penelitian menunjukkan variabel yang terbukti berhubungan dengan berat bayi lahir di RSIA Bunda Arif Purwokerto adalah pertambahan berat badan ibu selama hamil (OR 91,000 ; 95% CI 15,356-539,259). Sedangkan variabel status gizi ibu berdasarkan ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) tidak terbukti berhubungan terhadap berat bayi lahir. Dari hasil penelitian ini dapat disarankan bahwa kepada pihak Rumah Sakit diharapkan menindaklanjuti dengan melakukan koordinasi kepada Dinas Kesehatan agar dilakukan intervensi berupa penyuluhan atau pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil untuk mencegah terjadinya BBLR.

Kata kunci : status gizi, pertambahan berat badan ibu, berat bayi lahir.
Pustaka : 60 (1995-2013)


DEPARTMENT OF PUBLIC HEALTH
FACULTY OF MEDICINE AND HEALTH SCIENCES
JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY
PURWOKERTO
2013


ABSTRACT

SHINTA RAHAYU PERMATA SARI
CORRELATION BETWEEN NUTRITION STATUS AND MATERNAL WEIGHT GAIN WITH INFANT BIRTH WEIGHT AT BUNDA ARIF MATERNAL AND CHILDREN HOSPITAL PURWOKERTO

The maternal nutrition status in the preconceptional period and during pregnancy have an important influence to their fetus growth. In addition, maternal nutrition status also has an important influence to their infant birth weight, so nutritional intervention is important to do. Antropometri measure is one of measuring the nutritional status. Based on upper arm scale dan maternal weight gain are often used. The purpose of this research is to know the correlation between nutrition status dan maternal weight gain with infant birth weight. This study is categorized as an analytic survey case control method. The sample consist are 30 mothers who bear the low body weighing baby born (case) and 30 mothers who bear the normal body weighing baby born (control). The technique for collecting some data are interview and data from medical records in Bunda Arif Maternal dan Children Hospital Purwokerto. The data was analyzed in univariate dan bivariate using Chi-Square test. The result showed that the variable correlated is maternal weight gain with infant birth weight (OR 91,000 ; 95% CI 15,536-539,259). The variable is not correlated with infant birth weight is the nutrition status based on upper arm scale. The research result recommends that the hospital is expected to give the follow-up by coordinating with Health Offices to make some interventions in the form of carrying out training or giving additional healthy food for the pregnant women to prevent the existing if the low body weighing baby born.

Keywords : nutrition status, maternal weight gain, infant birth weight.
References : 60 (1995-2013)




115184455A1H007055RANCANG BANGUN PROTOTIPE ALAT PASTEURISASI SUSU MENGGUNAKAN MODUL TERMOELEKTRIK (TE)Susu merupakan salah satu dari sumber nutrisi, tetapi tingkat kerusakannya tinggi,
karena aktifitas mikroorganisme. Berdasarkan dari alasan tersebut, pasturisasi adalah alternatif dari
pengawetan susu. Dalam penelitian ini, sebuah unit pasturisasi menggunakan modul termoelektrik
untuk sumber pemanasan sebagai pengurai. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) merancang dan
membangun unit pasturisasi menggunakan modul termoelektrik sebagai sumber pemanas 2)
mengetahui modul termoelektrik khusus selama proses pasturisasi dari modul termoelektrik
digunakan untuk membuat observasi untuk mengetahui perkembangan temperatur dari susu. Untuk
menambahkan voltasi listrik, ruang panas, dan temperatur lingkungan juga diamati.Hasil dari
percobaan diindikassi bahwa arus listrik dan nomer dari modul termoelektrik dipengaruhi oleh
efisiensi dan proses pasturisasi serta temperatur susu. Berdasarkan atas percobaan menggunakan
satu termoelektrik dari 3 termoelektrik, koefisien yang ditunjukan dari unit pasturisasi adalah
antara 4. 52% sampai 41. 99%.
Milk is one of best nutrition source , but is hisly perisable due to microorganism
activity. Based on that reason, pasteurization alternative to extend milk shelfeite. In this research,
apasteurization unit using thermoelectric modul for heat source was investisated. Objectives of the
research were: 1) to design and build a pasteurization unit using thermoelectric modul for the heat
source, and 2) to know the TE modul characteristic during pasteurization proses. In the
experiment, 4 moduls of the TE were used. Observervation was made to know themperature
development of milk. In addition, electrical voltage electrical current, heating roony, and
enviroment temperature were also observed. Result of the experiments indicated that electrical
current and number of TE modul influenced the effeciency of pasteurization process and
temperature of the milk. Based on experiments using one TE to 3 TE moduls, the coefficient of
performance of the pasteurization unit were between 4. 52% to 41. 99%.
115194456L1A005006STUDI PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PEMULUNG SAMPAH DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) GUNUNG TUGEL KECAMATAN PATIK RAJA KABUPATEN BANYUMASPemulung adalah salah satu pekerjaan yang biasanya mengumpulkan sampah dari berbagai lokasi pembuangan sampah. Sepanjang hari pemulung bekerja dengan sampah sehingga mempunyai risiko kesehatan dan keselamatan kerja yang tinggi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kesehatan dan keselamatan yang terjadi adalah dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada pekerja pemulung di TPA Gunung Tugel. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode observasional. Variabel yang akan diteliti adalah variabel orang, tempat dan waktu. Sampel penelitian 57 orang yang diperoleh dengan menggunakan metode Simple Random Sampling. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat untuk mendeskripsikan variabel yang diteliti. Hasil analisis variabel orang diketahui responden terbanyak memiliki kategori umur 25–64 tahun (94,7%), berjenis kelamin perempuan (64,9%), pendidikan pada tingkat dasar (77,2%), pernah mengalami kecelakaan kerja (45,6%), dan merasa nyaman menggunakan APD (63,2). Jenis APD yang banyak digunakan oleh pemulung adalah pelindung kaki (77,2%). Hasil analisis variabel tempat diketahui 93% responden mencari sampah hanya di area TPA dan telah menggunakan APD. Hasil analisis variabel waktu diketahui responden terbanyak dengan masa kerja >8tahun (66,7%) dan menggunakan APD. Sebaiknya Unit Persampahan menyediakan APD dan melakukan pemantauan penggunaan APD pada pemulung.A scavenger is one job that is usually collect waste from various waste disposal sites. All day long they are working with waste therefore have high risk for health and safeties. One effort that can be done to reduce the risks is by using Personal Protective Equipment (PPE). The purpose of this study is to obtain the description of the use of Personal Protective Equipment (PPE) to Gunung Tugel scavengers in the landfill. This research is descriptive and observational studies. The variables that will be examined are the variables of people, places and time. The research sample are 57 people who obtained by using Simple Random Sampling. Data analysis was performed univariate analyzes to describe the variables studied. The results of the analysis of the variables known to most respondents have age category 25-64 years (94.7%), female (64.9%), education at the primary level (77.2%), never had an accident (45.6 %), and felt comfortable using PPE (63.2%). Types of PPE that is widely used by the scavengers are protective feet (77.2%). The result of the place analysis variables is 93% of respondents only work on landfill area and have been using PPE. The results of the time analysis variables known to most respondents with tenure > 8tahun (66.7%) and use of PPE. Waste disposal management unit should provide PPE for scavengers, and monitoring the using of it.
115204463A1L008032Kualitas Fisik dan Kandungan Gizi Besi Galur-galur Padi Hasil Biofortifikasi Fe pada Tiga Dosis Pupuk KPenelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui produksi, kualitas fisik beras, dan kandungan Fe beras tigagalur padi hasil Biofortifikasi Fe; 2) Mengetahui pengaruh pupuk K terhadap kualitas fisik beras; 3) Mengetahui produksi dan kualitas fisik beras tiga galur padi hasil biofortifikasi Fe pada tiga taraf dosis pupuk K. Rancanganpercobaan yang dilakukan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan tiga ulangan. Petak utama (main plot )adalah tiga dosis pupuk kalium yaitu K0 = 0 kg KCl/ha, K1 =100 kg KCl/ha, dan K2 = 200 kg KCl/ha, sedangkan anak petaknya (sub plot) adalah empat jenis padi yaitu V1 = G2, V2 = G7, V3 = Cigeulis sebagai varietas pembanding, dan V4 = G27. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji F pada taraf nyata 5%, apabila nyata makadilakukan uji lanjut dengan menggunakan uji DMRT dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa G27 merupakan galur yang memiliki kualitas fisik yang paling baik dibandingkan galur yang lain, penambahan dosis kalium K1(100 kg KCl/ha) dan K2 (200 kg KCl/ha) meningkatkan bobot 1000 biji, bobot beras utuh, dan menurunkan bobot beras pecah. G7, G27 dan Cigeulis memberikan respon yang positif dengan meningkatnya beras utuh dan menurunnya beras pecah dengan penambahan kalium, sedangkan respon dari G2 berbeda yaitu dengan menurunnya beras utuh dan meningkatnya beras pecah seiring dengan penambahan dosis kalium. Galur-galur padi G2, G7, dan G27 memiliki kandungan Fe lebih tinggi dibandingkan cigeulis sebagai varietas pembanding, kandungan Fe tertinggi dicapai oleh G2 (16,60 ppm) kemudian urutan berikutnya G27 (15,83) dan G7 (15,72 ppm).The aims of this study to: 1) Determinethe production, the physical quality of rice, and three liness of Fe content of rice paddy yield Fe biofortification; 2) Knowing the effect of K fertilizer on physical quality of rice; 3) Knowing the physical quality rice production and three liness of Fe biofortification of rice yield at three levels of fertilizer K. Experimental design was used Split Plot Design with three replications. Mainplot (mainplot) be three potassium fertilizer level that is K0 = 0kg KCl/ha, K1 = 100kg KCl/ha, and K2= 200kgKCl/ha, while subplot are the four types of rice that V1 = G2, G7 = V2, V3 = Cigeulis as comparison varieties, and V4 = G27. The data were analyzed using the F test, if real then conducted further tests using DMRT test with an error rate of 5%. The results showed that the G27 is a lines that has the best physical qualities than
2
the other lines, addition of potassium dose K1 (100kgKCl/ha) and K2 (200kgKCl/ha) increased 1000 grain weight, the weight of rice grains, and lower weight of broken rice. G7, G27 and Cigeulis responded positively with increased whole rice and broken rice decreased by the addition of potassium, while the response of G2 is different and with decreasing intact rice and broken rice increased due to the addition of potassium dose. Rice liness G2, G7, and G27 have a higher Fe content than varieties Cigeulis as a comparison, the highest Fe content reached by G2 (16.60 ppm) and then the next sequence G27 (15.83 ppm) and G7 (15.72 ppm).