Artikelilmiahs
Menampilkan 11.581-11.600 dari 50.467 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 11581 | 4518 | H1A008036 | PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI DETERJEN DENGAN BAHAN AKTIF SURFAKTAN METIL ESTER SULFONAT (MES) DARI MINYAK BIJI NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L) | Deterjen adalah surfaktan anionik dengan gugus alkil atau garam dari sulfonat atau sulfat berantai panjang dari natrium yang berasal dari derivat minyak nabati atau minyak bumi. Pada penelitian ini akan mengkaji potensi minyak biji nyamplung sebagai bahan aktif surfaktan Metil Ester Sulfonat (MES) dalam formulasi deterjen bubuk. Hasil penelitian menunjukan bahwa metil ester yang diperoleh sebesar 67,74% (b/b) dan surfaktan MES yang diperoleh sebesar 88,98% (b/b). Karakterisasi deterjen bubuk dengan bahan aktif MES mempunyai nilai pH antara 11,716-11,857, densitas antara 0,514-0,524 g/mL, bahan tidak larut air antara 18,81-27,72%, kadar air antara 4-10%, kestabilan emulsi antara 86-96%, stabilitas busa antara 65-82%, dan memiliki daya deterjensi yang baik dalam membersihkan kotoran berlemak pada kain putih. | Surfactants with anionic detergents are alkyl groups or sulfonate or sulphate salts of long chain of sodium comes from derivatives have vegetable oil or petroleum. This research will examine the potential nyamplung seed oil as the active ingredient Methyl Esther surfactants Sulfonate (MES) in detergent powder formulations. Results of the study indicate that the methyl esters obtained by 67,74% (b/b) and surfactants obtained of MES 88,98% (b/b). Characterization of powder detergent with active ingredient MES have pH values between 11,716-11,857, between 0,514-density g/mL 0.570, not water soluble ingredients between 18,81-27,72%, moisture content between 4-10%, emulsion stability between 86-96%, foam stability between 65-85%, and have a good detergentcy in cleaning the dirt on white fabric of fatty. | |
| 11582 | 4530 | E1A007283 | PENERAPAN PERATURAN DAERAH NOMOR 4 TAHUN 2011 TENTANG PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI PURWOKERTO | Pengaturan akan penataan dan pemberdayaan Pedagang kaki Lima perlu dilakukan agar menunjang tercapainya ketertiban di masyarakat. Dengan tercapainya ketertiban di masyarakat, berarti negara telah berhasil mewujudkan salah satu tujuan hukum. Tujuan hukum harus ada di setiap negara yang merupakan negara hukum. Negara hukum memiliki tugas untuk menjunjung tinggi hukum dan negara harus turut campur dalam segala aspek dan sendi-sendi kehidupan masyarakat untuk mewujudkan negara yang sejahtera. Apabila dikaitkan dengan asas otonomi bahwa daerah memiliki hak, wewenang, dan kewajiban untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kewenangan penting yang diturunkan oleh peraturan perundang-undangan kepada pemerintah daerah adalah kewenangan untuk membentuk suatu peraturan yang berlaku di dalam lingkup daerah yang disebut Peraturan Daerah. Berkaitan dengan upaya melakukan penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima di wilayah Banyumas, Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2011 Tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima. Ruang lingkup Perda ini mencakup hak dan kewajiban pedagang kaki lima; penataan, pemberdayaan, pembinaan dan pengawasan, larangan, serta sanksi administrasi dan ketentuan pidana. Berdasarkan hasil penelitian, wewenang pengaturan pedagang kaki lima di Banyumas merupakan wewenang Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi (DISPERINDAGKOP) Kabupaten Banyumas. Kewenangan DINPERINDAGKOP untuk melakukan penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima di wilayah Banyumas merupakan pelimpahan kewenangan secara delegasi oleh Bupati Banyumas. Hasil dari penelitian ditujukan untuk mengetahui bagaimana kriteria penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima di Purwokerto. | The setting will restructuring and empowerment street vendors needs to be done in order to support the achievement of order in society. With the achievement of order in society, the country has managed to achieve one of the goals of the law. The purpose of law should exist in every country that is a state law. State law has a duty to uphold the law and the state should intervene in all aspects of life aspects and the community to achieve a prosperous country. When linked with the principle of autonomy that the region has the right, authority and duty to regulate and manage their own affairs and interests of local communities in accordance with the legislation. Authority derived essential by legislation to local governments the authority to establish the rules that apply within the scope of the so-called regional regulation. In connection with the arrangement and effort to empower street vendors in the area Banyumas Banyumas district government issued a Regional Regulation No. 4 Year 2011 About Structuring and Empowering Traders Street Markets. The scope of these laws include the rights and obligations of street vendors; arrangement, empowerment, guidance and supervision, restrictions, and administrative sanctions and criminal provisions. Based on this research, hawkers regulatory authority is the authority in Banyumas Office of Trade, Industry and Cooperatives (Disperindagkop) Banyumas. DINPERINDAGKOP Authority to undertake restructuring and empowerment of street vendors in the area of Banyumas is a delegation of authority by delegation by the Regent of Banyumas. The results of the study aimed to find out how the arrangement and the empowerment criteria street vendors in Purwokerto. | |
| 11583 | 4531 | E1A008332 | PENGAWASAN DINAS KESEHATAN PEMERINTAH KABUPATEN BANYUMAS TERHADAP KUALITAS AIR MINUM USAHA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG (Tinjauan Yuridis Pasal 10 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 736/MENKES/PER/VI/2010) | Sumber daya yang penting bagi kehidupan masyarakat, air memerlukan perhatian yang lebih dalam hal pemanfaatan dan pemeliharaannya. Di Indonesia sendiri, yang merupakan negara dengan wilayah perairan yang cukup luas kadang masih kurang perhatian dalam hal pemanfaatan dan pemeliharaan sumber daya air bagi kehidupan. Banyak diantara kasus yang terjadi adalah pemanfaatan yang pemeliharaan sumber daya air tersebut menyalahi standar rasional penggunaan dan merugikan banyak pihak. Salah satu kasus penting yang sekarang ini terjadi dan perlu mendapat perhatian lebih adalah mengenai penyediaan air minum bagi masyarakat yang merupakan sumber penting bagi tata kehidupan. Air sendiri dalam kehidupan secara nyata telah tereksplorasi besar-besaran sehingga memungkinkan timbulnya suatu keterbatasan. Kebutuhan yang vital bagi makhluk hidup terutama manusia adalah kebutuhan akan air. Kebutuhan akan air tersebut diantaranya adalah kebutuhan untuk air minum. Air yang bersih dan sehat merupakan kualifikasi yang sangat diperlukan untuk pemenuhan kebutuhan tersebut. Hal ini dikarenakan pemanfaatan air sebagai air minum secara langsung berkaitan dengan tubuh manusia, sehingga perlu dijaga kualitasnya agar tidak membahayakan tubuh manusia itu sendiri. Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Fungsi air bagi kehidupan tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Penggunaan air yang utama dan sangat vital bagi kehidupan adalah sebagai air minum, hal ini untuk memenuhi kebutuhan air dalam tubuh. Pengaturannya, kualitas air minum yang dapat didistribusikan ke masyarakat ada di dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 736/MENKES/PER/VI/2010 tentang Tata Laksana Pengawasan Kualitas Air Minum pengawasan dapat dilakukan dengan Pengawasan intern, adalah pengawasan yang dilakukan oleh aparat dalam organisasi itu sendiri. Pada dasarnya pengawasan harus dilakukan oleh pucuk pimpinan sendiri. Setiap pimpinan unit dalam organisasi pada dasarnya berkewajiban membantu pucuk pimpinan mengadakan pengawasan secara fungsional sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing. Pengawasan ekstern, adalah pengawasan yang dilakukan oleh aparat dari luar organisasi sendiri. | As the important resource for the social community, water requires more attention in the utilization and maintenance. In Indonesia, a country with fairly broad waters, sometimes are lacking attention in the utilazation and maintenance of water resources for life. many of the cases is the utilization where the maintenance of water resources violate the standard of rational use and detrimental to many parties. One of the important cases that currently going on and needs more attention is the provision of drinking water for the community as an important source for the livelihood. Water in life, actually have explored a large-scale thus allowing the emergence of a limitation. the vital need to human beings is the need for water. The need for water includes the need for drinking water. The clean and healthy water is an indispensable qualification for the fulfillment of those needs. This is because the use of water as drinking water is directly related to the human body, so the quality should be maintained in order not to harm the human body itself. Water is a chemical compound that is essential for human life on the world. The function of water for life cannot be replaced by other compounds. The vital and the main use of water in life is as drinking water, it is for the fulfillment the needs of water in the body. The rule, the quality of drinking water that can be distributed to the public as exist in the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia, Number 736/MENKES/PER/VI/2010 about Management of Drinking Water Quality Monitoring, supervision can be done with internal oversight, is carried out by officers of the organization itself. Basically, supervision should be carried out by the chairman of leadership himself. Each unit leader within the organization is essentially obligated to help the chairman of leadership to conduct the functional supervision in accordance with their respective duties. External oversight, is the supervision that is carried out by the officers from outside the organization itself. | |
| 11584 | 4640 | B1J008153 | PEMANFAATAN TUMBUHAN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms. SEBAGAI BAHAN KERAJINAN OLEH MASYARAKAT DI KECAMATAN PLUMBON KABUPATEN CIREBON | Penelitian yang berjudul “Pemanfaatan Tumbuhan Eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solm. Sebagai Bahan Kerajinan Oleh Masyarakat di Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon”, bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan cara pemanfaatan eceng gondok sebagai bahan dasar kerajinan oleh masyarakat di Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon. Metode penelitian adalah survai dengan pengambilan sampel secara acak terpilih di Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon dan wawancara dilakukan dengan menggunakan kuisioner. Data dianalisis secara deskriptif. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kelimpahan eceng gondok yang terdapat di Desa Lurah yaitu sebanyak 385.700 tumbuhan sedangkan di Desa Marikangen sebanyak 177.083 tumbuhan dan eceng gondok tersebut hanya digunakan sebagai bahan dasar kerajinan dan furniture diantaranya dimanfaatkan sebagai tas, meja dan kursi, alas gelas, vas bunga, tutup saji, tempat pinsil, taplak meja, keranjang cucian, tempat buah, pigura foto, rak TV, keranjang sampah, tempat tisu, tempat beras, tikar, kipas tangan, topi, nampan dan tempat parcel. | This study, entitled "Utilization of Plant Water hyacinth (Eichhornia crassipes (Mart.) Solm. As Craft Supplies in District Plumbon Community Cirebon District", aimed to determine the abundance of water hyacinth and how to use it raw materials as a for crafting by communities in the Plumbon District Cirebon regency. The method was survey with random sampling selected in Plumbon District Cirebon regency and interviews were conducted using a questionnaire. Data were analyzed descriptively. The results revealed that the abundance of water hyacinth there is in Lurah Village that many 385.700 plant average in Marikangen Village many 177.083 plant and that water hyacinth they were only used as crafts and furnitures such as bags, tables and chairs, coasters, vases, food coverages, place pencils, table clothes, laundry baskets, picture frames, TV racks, bins, places for paper towels rice and parcel, mats, hand fans, hats and trays. | |
| 11585 | 4532 | G1B008093 | STUDI DESKRIPTIF KEJADIAN LEPTOSPIROSIS DI KABUPATEN BANYUMAS | Data Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas pada Tahun 2010 – 2011 terdapat 6 kasus Leptospirosis, pada tahun sebelumnya tidak terdapat kasus Leptospirosis di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kejadian Leptospirosis di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian Epidemilogi Deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dari penelitian ini adalah orang yang pernah menderita Leptopsirosis di Kabupaten Banyumas yang berjumlah 5 orang. Hasil penelitian menujukkan bahwa umur penderita rata-rata < 20 tahun, penderita dengan pekerjaan tidak beresiko sebanyak 4 orang, jenis kelamin penderita seluruhnya laki-laki, perkiraan durasi waktu sakit mulai dari 15 hari sampai 105 hari, kondisi 4 orang penderita dinyatakan sembuh dan 1 orang meninggal. Kelima penderita dimungkinkan terkena Leptospirosis setelah kontak dengan air yang menggenang. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah tingkat pendidikan penderita yang tergolong rendah sehingga dimungkinkan pengetahuan penderita mengenai Leptospirosis terbatas. Saran dalam penelitian ini adalah perlu diberikan sosialisasi mengenai Leptospirosis terutama kepada orang yang beresiko terkena Leptospirosis. | Data from Health Department of Banyumas Regency in 2010 -2011 there are 6 Leptospirosis cases, whereas there was not Leptospirosis cases on previously years. This research aimed to described Leptospirosis incident in Banyumas Regency. This research was Descriptive Epidemiology research that used cross sectional design method. Samples from this research were person who ever got Leptospirosis in Banyumas Regency ammounting of 5 respondents. Result of the reserach showed that the average age of respondents were < 20 years, respondents with no risk jobs were 4 person, sex of all respondents were male, estimation of sick time durations started from 15 days until 105 days, condition of 4 respondents already recovered, and 1 person passed away. Possibility of five respondents got Leptospirosis after contacted with puddle. Conclusion in this research was the education level of respondents belong to low education so the possibility of respondents knowledge about Leptospirosis limited. Suggestion in this research, is need to give socialization about Leptopsirosis especially to people who have Leptospirosis risk factors. | |
| 11586 | 4534 | E1A007163 | PERANAN DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAH RAGA DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KESETARAAN ( STUDI DI KABUPATEN BANJARNEGARA) | Berdasarkan Undang – Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang perubahan kedua atas Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Mengatur bahwa daerah diberi wewenang untuk mengatur urusan rumah tangganya sendiri. Urusan yang menjadi kewenangan daerah ada 16 jenis,salah satunya adalah urusan pendidikan. Peraturan Daerah Kabupaten Banjarnegara Nomor 16 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Banjarnegara mengatur bahwa pelaksanaan urusan pemerintahan daerah di bidang Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga yang menjadi kewenangan daerah diserahkan kepada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga. Pendidikan meliputi pendidikan formal,non formal serta informal. Pendidikan kesetaraan merupakan satuan pendidikan non formal yang penyelenggaraannya masih menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga. Berkaitan dengan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga dalam penyelenggaraan pendidikan kesetaraan di Kabupaten Banjarnegara serta menganalisis faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga dalam menjalankan peranannya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perkembangan ilmu hukum,khususnya Hukum Administrasi Negara. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode pendekatan Yuridis Sosiologis. Spesifikasi penelitian akan digambarkan secara deskriptif dengan menggunakan sumber data primer yang diperoleh dengan wawancara dan data sekunder yaitu dengan studi pustaka. Hasil penelitian akan disajikan dalam tabel matriks dan tabel matriks.metode penentuan informan dilakukan dengan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian,maka dapat diketahui bahwa: 1. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga berperan dalam penyelenggaraan pendidikan kesetaraan yaitu berkoordinasi dengan pihak terkait, mengeluarkan ijin yang berupa ijin operasional dan ijin pendirian, melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan kesetaraan dan memberi sanksi bagi yang melanggar aturan, meminta pertanggung jawaban secara tertulis dan lisan, mengeluarkan surat rekomendasi. 2. Faktor faktor yang mempengaruhi peranan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga dalam penyelenggaraan pendidikan kesetaraan terdiri dari faktor pendorong yang meliputi faktor hukum,penegak hukum,dan sarana prasarana dan faktor penghambat yang meliputi masyarakat,budaya dan keadaan geografis. | Based on the Constitution No. 12 of 2008 the second changes on Constitution No. 32 of 2004 concerning to Local Government Sets authorized to regulate the affairs of his own household. There are 16 issue affairs of the local authority, one of which is the business of education. Banjarnegara District Regulation No. 16 of 2008 on the Organization and Administration of Banjarnegara District Office states that the implementation of local government affairs in the field of Education, Youth and Sports in the local authority submitted to the Department of Education, Youth and Sports. Education includes formal, non-formal and informal. Educational equity is a non-formal education unit which its implementation within the responsibility of the Department of Education, Youth and Sports. Related to this study aims to determine the role of Education, Youth and Sports in the administration of educational equality in the District of Banjarnegara and analyze factors of which influence the Department of Education, Youth and Sports in the running part. This study has expected to provide benefits for the development of the law, particularly the Government Administrative Law. The method used in this research is a method of Juridical Sociological approach. Specifically will be described in descriptive research using primary data sources, and were obtained by interviews and secondary data study of literature. The results will be present in a matrix table. Method for determine the informant utilizing purposive sampling method. Based on these results, we can saw that: 1. Department of Education, Youth and Sports played in equality of education is coordinated with related parties, in the form of permits issued operating licenses and permits establishment, to supervise the implementation of educational equity and provide penalty for those who violate the rules, hold accountable both written and orally, issued a letter of recommendation. 2. Factors that influence the role of Department of Education, Youth and Sports in educational equality consists of driving factors include the factors of law, law enforcement, infrastructure and inhibiting factors which include community, cultural and geographical conditions. | |
| 11587 | 4536 | B1J008073 | EFEKTIVITAS Fusarium oxysporum Non-Patogen (FoNP) DALAM MENGENDALIKAN Fusarium oxysporum f.sp. lycopersici (Fol) PENYEBAB PENYAKIT LAYU PADA TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) | Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui efektivitas suspensi konidium Fusarium oxysporum Non-Patogen (FoNP) pada konsentrasi tertentu dan cara induksi resistensi terhadap F.oxysporum f.sp. lycopersici (Fol) penyebab penyakit layu pada tanaman tomat. Metode yang digunakan adalah eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi suspensi konidium FoNP dengan tiga taraf perlakuan [K1 (105 konidium/ml), K2 (106 konidium/ml), K3 (107 konidium/ml)] dan faktor ke dua adalah cara induksi resistensi dengan dua perlakuan (inokulasi FoNP ke dalam tanah dan inokulasi FoNP pada perendaman akar). Parameter utama yang diamati adalah intensitas penyakit sedangkan parameter pendukungnya adalah periode inkubasi, suhu dan kelembapan rumah kaca, pH dan kelembapan tanah, serta tinggi tanaman pada akhir pengamatan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (uji F) dengan tingkat kesalahan 5% dan 1%. Hasil analisis ragam yang nyata atau sangat nyata kemudian dilanjutkan dengan uji BNT dengan tingkat kesalahan 5% dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi suspensi konidium Fusarium oxysporum non-patogen pada konsentrasi tertentu dan cara induksi resistensi tidak berpengaruh, namun cara induksi resistensi secara mandiri sangat berpengaruh terhadap intensitas penyakit maupun keefektifan relatif pengendalian penyakit layu F.oxysporum f.sp. lycopersici. Pada penelitian ini, pemberian suspensi konidium Fusarium oxysporum non-patogen pada konsentrasi 107 konidium/ml dengan cara inokulasi ke dalam tanah merupakan cara induksi resistensi paling baik yang memiliki nilai rataan intensitas penyakit paling rendah yaitu 10,543% dan keefektifan relatif pengendalian paling tinggi yaitu 84,713% dalam mengendalikan layu F.oxysporum f.sp. lycopersici pada tanaman tomat. | This research aims to know the effectiveness of conidia suspension Fusarium oxysporum Non-Patogen (FoNP) on particular concentrate and resistance induction on F.oxysporum f.sp. lycopersici (Fol) as the withered causes of Tomato. Complete Random Design was the experimental method by using factorial form consists of two factors. The first factor was conidia suspension concentrate of FoNP with three treatments [K1 (105 conidia/ml), K2 (106 conidia/ml), K3 (107 conidia/ml)] and the second factor was resistance induction method with two treatments (FoNP inoculation to soil and FoNP inoculation to plant root). The main parameter observed was disease intensity and the supporter parameter was incubation period, temperature and green house humidity, pH and soil humidity, and plant height in the end of observation. The data was analyzed through F test with error standard were 5% and 1%. The real F test or significant was continued through BNT test with error standard were 5% dan 1%. The result shows that the conidia suspension interaction of Fusarium oxysporum non-pathogen on particular concentrate and resistance induction were not influenced, but the independent resistance induction was significantly influencing disease intensity and effective control on withered disease of F.oxysporum f.sp. lycopersici. Giving conidia suspension of Fusarium oxysporum non-pathogen with 107 conidia/ml and using inoculation to the soil was the best resistance induction by having low average intensity value, 10,543%, and the highest effective control was 84,713% in controlling F.oxysporum f.sp. lycopersici withered on Tomato. | |
| 11588 | 4537 | H1A007024 | PENURUNAN KADAR BOD, COD, TSS DAN Coliform AIR SUNGAI CISADANE MENGGUNAKAN PENYARINGAN BERTINGKAT | Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas air Sungai Cisadane agar sesuai dengan standar kualitas air menurut peraturan pemerintah No. 82 tahun 2001. Sampel air diambil dari satu titik yaitu, bagian pinggir kanan. Metode penelitian berupa pengukuran kadar BOD, COD, TSS dan Coliform hasil penyaringan bertingkat. Hasil percobaan menunjukkan bahwa dengan 3 kali penyaringan menggunakan penyaringan bertingkat dapat menurunkan nilai BOD sebesar 85,73%, menurunkan nilai COD sebesar 76,47%, menurunkan nilai TSS sebesar 79,60% dan menurunkan jumlah fecal Coliform sebesar 99,45% . penyaringan bertingkat cukup efektif dalam menurunkan nilai BOD, COD, TSS dan Coliform. | This research aims to improve the quality of the Cisadane river water to meet water quality standards according to Government Regulation No. 82/2001. Water samples taken from the one-point that is, the right side. Research methods are measuring levels of BOD, COD, TSS and Coliform multilevel filtering results. The experiment results show that with 3 times filtration using a multilevel filtering, it can reduce the value of BOD 85,73%, reduce the value of COD 76,47%, reduce the value of TSS 79,60% and reduce the amount of fecal Coliform 99,45%. Multilevel filtering is quite effective in lowering the value of BOD, COD, TSS and Coliform. Keywords: multilevel filtering, BOD, COD, TSS and Coliform | |
| 11589 | 4540 | H1L008014 | PENGEMBANGAN APLIKASI WEB FORUM MENGGUNAKAN CODEIGNITER (STUDI KASUS HIMPUNAN MAHASISWA ADIPATI EWANGGA KUNINGAN) | Aplikasi web forum adalah program komputer berbasis website yang berfungsi untuk berdiskusi secara online kepada penggunanya. Selama ini Himpunan Mahasiswa Adipati Ewangga (HIMADIWA) masih melakukan rapat secara tatap muka. Banyak sekali kendala yang dihadapi oleh pengurus untuk melakukan rapat karena padatnya jadwal kuliah para pengurus sehingga sulit untuk menentukan waktu untuk rapat. Untuk menghadapi permasalahan tersebut HIMADIWA membutuhkan forum diskusi dan rapat berbasis website agar agenda rapat dan diskusi antar anggota dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Pada penelitian ini dibangun aplikasi forum berbasis website menggunakan CodeIgniter untuk memberikan wadah kepada anggota sebagai sarana berdiskusi dan pengurus untuk melakukan rapat secara online. Aplikasi web forum yang dibuat oleh penulis dirancang untuk memberikan informasi berita terbaru, agenda, data anggota dan pengurus, forum diskusi, dan forum untuk rapat para pengurus. Setelah menggunakan aplikasi web forum ini pengurus HIMADIWA tidak kesulitan dalam pendataan anggota dan mempunyai wadah berdiskusi serta rapat secara online. | Web forum application is a computer program based on website that have a function to disscuss onlinely to its user. So far, HIMADIWA still do the meeting by face to face. A lot of obstaclef that are faced by organizer to do the meeting, because the organizers schedule is full. So it is difficult to decide the meeting time to solve this problem HIMADIWA need disscussing and meeting forum based on website. Therefore, the members meeting and disscussing problem can be done wherever and whenever. In this research forum application based on website is developed by using codeigniter to gift a place for the members as a means of disscussing with the organizer in giving information, latest news, program, members and organizers data, disscussing and meeeting forum for all organizers. | |
| 11590 | 4548 | A1L008120 | EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN BUAH (RAMBUTAN, JERUK DAN DURIAN) DAN KONSERVASINYA SECARA BERKELANJUTAN DI DESA KAMAL, KECAMATAN LARANGAN, KABUPATEN BREBES | Penelitian evaluasi kesesuaian lahan yang telah dilakukan di Desa Kamal Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes Propinsi Jawa Tengah. Tujuannya adalah: 1) melakukan evaluasi kesesuaian untuk budidaya tanaman buah (rambutan, jeruk dan durian) dan 2) merencanakan arahan pengelolaan lahan dan tindakan konservasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah metoda survai dengan teknik sampling berdasarkan peta Satuan Lahan Homogen (SLH) sekala 1 : 25.000 yang dibuat dengan metoda tumpang susun dari peta jenis tanah, peta kelerengan, peta isoerodent, dan peta elevasi. Untuk menentukan kelas kesesuaian lahan dilakukan dengan menggunakan sistem pencocokan (matching) antara karakteristik lahan pada masing-masing SLH dengan persyaratan tumbuh yang dikehendaki oleh tanaman rambutan, jeruk, dan durian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian lahan aktual tanaman rambutan, jeruk dan durian adalah sangat sesuai (S1), cukup sesuai (S2) dan sesuai marginal (S3) dengan pembatas temperatur, pH, kelerengan, dan bahaya erosi. Faktor pembatas temperatur sulit untuk dikelola, sehingga kesesuaian lahan aktual dengan faktor pembatas temperatur, kelas kesesuaian lahan potensialnya relatip tetap yaitu sesuai marginal (S3). Sedangkan yang faktor pembatasnya pH, erosi dan lereng relatip dapat dikelola yaitu dengan dengan tindakan konservasi dan pengelolaan yang tepat, sehingga kelas kesesuaian lahan potensial memungkinkan naik satu tingkat menjadi sangat sesuai (S1) dan cukup sesuai (S2). Arahan penggunaan lahan yang cocok untuk lahan tersebut adalah Agroforestry sebagai salah satu pilihan sistem pertanian berkelanjutan dengan pendekatan agribisnis. | Land suitability evaluation study that has been conducted in the village of Kamal, Larangan, Brebes, Central Java Province. The objectives are: 1) to evaluate the suitability for the cultivation of fruit trees (rambutan, citrus and durian) and 2) land management plan direction and conservation measures. The research method used is the method of survey sampling technique based on Homogeneous Land Unit map (SLH) scale 1: 25,000 were made by the method of stacking overlap map soil type, slope maps, maps isoerodent, and elevation maps. To determine the suitability of land is done by using a system matching (matching) between land characteristics of each SLH with the requirements desired by the plant grows rambutan, citrus and durian. The results showed that the actual suitability of plant rambutan, citrus and durian are very suitable (S1), is quite suitable (S2) and marginally suitable (S3) with a limiting temperature, pH, slope, and the hazard of erosion. Temperature limiting factor is difficult to manage, so the actual land suitability factors limiting temperature, relative potential land suitability classes remain the corresponding marginal (S3). While the factors limiting pH, erosion and slope relative that can be managed with the conservation and management measures are appropriate, so that the potential of land suitability classes allow up one level to highly suitable (S1) and is quite suitable (S2). Referral suitable land use for land is one option Agroforestry as a sustainable farming system approach to agribusiness. | |
| 11591 | 4541 | F1A009011 | MANTERA SAKTI MAN JADDA WAJADA (Studi Hermeneutika Novel Negeri 5 Menara Karya Ahmad Fuadi) | Masyarakat, sebagai komponen paling penting dalam sosialisasi mempunyai peran penting bagi seorang pengarang. Keberadaan masyarakat adalah sebuah nilai yang tidak dapat dibeli karena penciptaan karya sastra tidak bisa terlepas dari masyarakat atau realitas sosial. Melalui karya sastra, seorang pengarang bermaksud menyampaikan informasi, gambaran atau pesan tertentu kepada pembaca. Novel “Negeri 5 Menara” (N5M) karya Ahmad Fuadi adalah salah satu karya sastra yang muncul dari sebuah realitas sosial di masyarakat. Pengarangnya menulis N5M berdasarkan kisah nyata yang ia alami. Ia ingin menunjukkan pada dunia bahwa apapun yang menjadi hambatannya dalam meraih cita-cita pasti dapat dilalui dengan berpedoman pada kalimat “man jadda wajada” sebagai “mantera”. Hermeneutika dipilih dalam menganalisis novel ini karena di dalamnya terdapat pola yang menjelaskan adanya saling ketergantungan antara pemahaman, interpretasi dan penjelasan, pemahaman penafsiran, dan penerapan yang terjadi. Lingkaran hermeneutis menunjukkan bahwa makna dalam dunia teks adalah makna yang disepakati sebagai hasil pertukaran. Berangkat dari proses hermeneutis seperti itulah pemahaman dan pemaknaan terhadap novel “Negeri 5 Menara” dilakukan. Selain dari novel, penelitian ini menggunakan bahan penelitian lain untuk mendukung penelitian. Adapun bahan penelitian tersebut adalah rekaman acara Kick Andy di Metro TV. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna “bersungguh-sungguh” dalam kalimat “man jadda wajada” tergambarkan secara jelas dan mampu membangun karakter dalam novel tersebut. Pemaknaan tersebut terangkum dalam dua belas pemaknaan lain. Kedua belas makna tersebut menggambarkan adanya penguatan terhadap makna “bersungguh-sungguh” dalam kalimat “man jadda wajada”. Selain itu terdapat keterkaitan antara “man jadda wajada” dengan realitas sosial dalam novel N5M mengenai lembaga pendidikan pesantren. Pendidikan pesantren sama halnya dengan lembaga pendidikan lain yang mengajarkan pelajaran umum. Adanya pengembangan minat dan bakat yang sama dengan lembaga pendidikan umum semakin memperjelas lembaga pendidikan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang unggul. Implikasi dari penelitian ini adalah, makna “man jadda wajada” membuat banyak orang terinspirasi untuk terus berusaha. Kisah yang digambarkan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pembaca dan pengarang. Selain itu stigma negatif terhadap lembaga pendidikan pesantren diharapkan dapat berubah. Dengan perubahan pandangan terhadap lembaga pendidikan pesantren diharapkan masyarakat dapat melihat pesantren sebagai lembaga pendidikan yang sama dengan lembaga pendidikan lain, hingga pada akhirnya lembaga pendidikan pesantren dapat disejajarkan dengan lembaga pendidikan umum lainnya. | Society as the most important component in social has an important role for an author. The existence of the society is a priceless value for the creation of a literary work because it cannot be detached from society or social reality. Through the work of literature, an author intends to convey information, descriptions or a particular message to the reader. Novel “Negeri 5 Menara” (N5M) by Ahmad Fuadi's, is one of literary works that arise from a social reality in the society. The author named Ahmad Fuadi's wrote the N5M based on the true story of his experience. He wants to show the world that whatever the obstacles in reaching our goals, sure we can pass it by saying “man jadda wajada” as a spell. Hermeneutics is selected in the analysis because there is a pattern that explains the interdependence between understanding, interpretation and explanation, understanding of the interpretation, and application of what was happened. Hermeneutics indicates that the meaning in a textual world is agreed as the result of an exchange. Based on hermenutical process, the researcher did the research about “Negeri 5 Menara” novel. Apart from the novels, this research materials to support reseacrh. As for the research material was recording the show Kick Andy on Metro TV. Reseacrh showed that the meaning “heartily” in a sentence “man jadda wajada” clearly describes and able to build the character of the novel. The meaning embodied in the definition of the other twelve. Twelve of those meanings illustrate the existence of the strengthening of the meaning of “serious” in the phrase “man jadda wajada”. In addition, there is a link between “man jadda wajada” with reality in the novel about pesantren boarding school institutions on N5M. Pesantren boarding school education also teaches about general knowledge. The development of talents and will as well as other public schools makes the institution of pesantren boarding school as a superior institution. The implications of this reseacrh indicate that, “man jadda wajada” meaning make a lot of people inspired to keep trying. The story depicted is expicted to provide a positive impact for the reader and author. In addition the negative stigma of pesantren boarding institution expected to be changed. With the changing views of pesantren boarding institutions expected public can see the pesantren as an educational institution similar to that of other institutions. So the boarding institution comparable with other public institutions. | |
| 11592 | 4542 | A1L008011 | KARAKTER PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI GOGO DALAM SISTEM INTERCROPS PERTANAMAN PADI GOGO – RUMPUT GAJAH DI LAHAN TADAH HUJAN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rumput gajah terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa varietas padi gogo dalam sistem intercrops di lahan tadah hujan. Penelitian dilaksanakan dengan metode eksperimen di desa Banjaranyar Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas pada bulan Maret 2012 sampai September 2012. Rancangan yang digunakan adalah rancangan petak terbagi dengan dua faktor yang dicoba. Faktor pertama yaitu penanaman rumput gajah sebagai petak utama: tanpa rumput gajah dan dengan rumput gajah. Faktor kedua adalah varietas padi gogo sebagai anak petak: Situ Patenggang, Kalimutu, Danau Gaung, dan Jatiluhur. Hasil penelitian menunjukkan rumput gajah yang digunakan sebagai tanaman tumpangsari tidak mempengaruhi pertumbuhan dan hasil padi gogo. Beberapa varietas padi gogo menunjukkan adanya perbedaan pada variabel jumlah anakan, biomassa tanaman, total panjang akar, jumlah gabah hampa per malai, jumlah gabah hampa per rumpun, dan bobot 1000 butir gabah. Varietas Situ Patenggang menunjukkan total panjang akar dan bobot gabah isi per rumpun tertinggi masing-masing sebesar 505,27 cm dan 7,38 g pada penanaman tumpangsari dengan rumput gajah. | This research is aimed to know the elephant grass influence to growth and yield of some varieties of upland rice in system intercrops cistern farm..The Research is conducted with the experiment method in Banjaranyar Countryside of Sokaraja Subdistrict of Banyumas Regency at month March 2012 until September 2012. The conception used is split plot design with two factor are experiment. First factor that is elephant grass as especial check; without elephant grass and with the elephant grass. Second factor is varieties of upland rice as check child; Situ Patenggang, Kalimutu, Danau Gaung, Jatiluhur. Result of research show the elephant grass which is used by yield intercrops not influence the growth and result of upland rice. Some varieties of upland rice show the existence of difference at variable total number of tillers per cluster, crop biomassa, total of root length , vacuous shell of rice amount per hill, amount up the vacuous shell of rice per hill, and wight 1000 shell of rice item. Varieties Situ Patenggang show total of length grow on and wight shell of rice fill per highest hill each of 505,27 cm and 7,38 g at cultivation intercrops with elephant grass. | |
| 11593 | 4543 | C1A007131 | PERILAKU USAHA INDUSTRI KECIL TEMPE DI DESA PLIKEN KECAMATAN KEMBARAN | Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus yang di laksanakan di Desa Pliken Kecamatan Kembaran. Penelitian ini mengambil judul : “Perilaku Usaha Industri Kecil Tempe Di Desa Pliken Kecamatan Kembaran”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan bersih dan tingkat efisiensi pengusaha industri tempe di Desa Pliken Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas Penelitian ini menggunakan analisis R/C , BEP, KHL. Untuk menghitung efisiensi usaha digunakan pendekatan analisis rasio penerimaan dan biaya (R/C), Perhitungan Break Even Point digunakan untuk mengetahui berapa banyak jumlah tempe yang harus diproduksi untuk mencapai Break Even Point atau titik impas perajin tempe di Desa Pliken Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Untuk mengetahui apakah pendapatan bersih atau keuntungan dari pengusaha tempe di Desa Pliken Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas sudah memenuhi Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yaitu dengan membandingkan antara rata - rata pendapatan bersih industri tempe dengan daftar KHL yang ditetapkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigasi untuk wilayah Kabupaten Banyumas Implikasi dari kesimpulan diatas adalah Industri kecil pembuatan tempe di Desa Pliken Kecamatan Kembaran Banyumas bisa tetap dikembangkan karena menguntungkan dengan rata-rata laba tiap bulan adalah 9 % dengan variasi laba terkecil adalah 7% dan terbesar 17% dengan pendapatan terkecil sebesar Rp 354.800,00 dan terbesar 3.482.750,00. Industri sudah efisien yang ditunjukkan ole RC sebesar 1,1. Kemudian dilihat melalui analisis Break Event Point (BEP), BEP unit tempe di desa Pliken Kecamatan Kembaran adalah sebesar 115,11 kg | This research is a case study carried on in the Desa Pliken, Kecamatan Kembaran. This research takes the title: "Behaviour of Small Tempe Industrial Business In the Desa Pliken, Kecamatan Kembaran". The purpose of this study is to determine net income and efficiency level of tempe industrial business owner in the Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Based on the results of analysis tools using analysis of R/C, BEP, KHL. To calculate the business efficiency ratio, it using approaches analysis revenues and cost (R / C), Calculation of Break Even Point is used to determine how much tempe should be produced to reach Break Even Point of tempe industrial business owner in the Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. To determine whether the net income or profits of the tempe industrial business owner meets Living Needs (KHL), that is comparing the average of tempe industry net income with KHL list, made by the Department of Labor and Transmigration for Kabupaten Banyumas. The implications of the above conclusion is a small industry in the Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas could still be developed due to favorable benefits to the average monthly income was 9% with the smallest profit variation is 7% and the largest 17% of the smallest revenue of Rp 354,800.00 and largest Rp 3,482,750.00, and has been shown by RC efficient of 1.1. Then viewed through the analysis Break Event Point (BEP), BEP tempe unit in the village district Pliken twins amounted to 115.11 kg. | |
| 11594 | 4561 | H1B008049 | KAJIAN BEBERAPA SIFAT GRAF DALAM PENENTUAN SPEKTRUM GRAF REGULER KUAT | Graf reguler kuat adalah graf reguler yang mempunyai parameter (n,k,a,b) dengan n menyatakan jumlah titik graf tersebut, k menyatakan derajat setiap titik, a menyatakan jumlah ketetanggaan bersama untuk setiap dua titik yang bertetangga dan b menyatakan jumlah ketetanggan bersama untuk setiap pasang titik yang tidak bertetangga. Graf sederhana G dapat dicari spektrumnya, yaitu susunan nilai eigen dari matriks ketetanggaan graf tersebut beserta multiplisitasnya. Tulisan ini mengkaji beberapa sifat graf dalam penentuan spektrum graf reguler kuat. | Strongly regular graphs is a regular graphs which have parameters (n,k,a,b) with n is total point of graph, k is degree of each point, a is total joint neighborhood for every two points which is neighbours and b is defined with total joint neighborhood for each pair of points which not neighbors. The spectrum of simple graph G can be searched, which is the set of eigen value from the neighborhood matrix of the graph with their multiplicity. This paper examines some of the properties graph in the determination of the spectrum strongly regular graph. | |
| 11595 | 4546 | H1D007077 | KAJIAN BIAYA TRANSPORTASI MOBIL PENUMPANG AKIBAT ADANYA PARKIR DI BADAN JALAN (ON-STREET PARKING) | Kendaraan yang menuju ataupun meninggalkan Purwokerto terus meningkat tiap tahun, khusus pada ruas jalan yang terdapat parkir di badan jalan (on-street parking) akan berdampak pada waktu tempuh perjalanan dan kecepatan kendaraan serta mempengaruhi perhitungan komponen-komponen Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dan Biaya Waktu Perjalanan (BWP). Karena parkir di badan jalan berpengaruh terhadap kecepatan kendaraan yang menjadi parameter perhitungan biaya operasional kendaraan, maka perlu dihitung biaya transportasi akibat parkir di badan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan BOK, BWP, dan biaya transportasi atau Generalized Cost (GC) untuk mobil penumpang akibat adanya kegiatan parkir di badan jalan dengan kondisi lalu lintas dengan on-street parking dan without on-street parking di Jalan MT. Haryono, Jalan Jenderal Suprapto dan Jalan Masjid Purwokerto. Metode yang digunakan dalam menghitung BOK adalah PCI 1988 dan LAPI ITB 1996. Hasil dari penelitian menunjukkan meningkatnya GC di Jalan Masjid pada kondisi on-street parking dengan metode PCI 1988 dan BWP pada peak time pagi, siang, dan sore Rp. 191,46, Rp. 453,34, Rp. 534,28 dan metode LAPI ITB 1996 dan BWP sebesar Rp. 165,01, Rp. 334,13, Rp. 407,18. Selisih GC di Jalan Jenderal Suprapto dengan metode PCI 1988 dan BWP pada peak time pagi, siang, dan sore Rp. 174,56, Rp. 165,02, Rp. 77,91 dan metode LAPI ITB 1996 dan BWP sebesar 156,86, Rp. 148,12, Rp. 70,30. Selisih GC di Jalan MT. Haryono arah Selatan ke Utara dengan metode PCI 1988 dan BWP pada peak time pagi, siang, dan sore Rp. 850,16, Rp. 554,50, Rp. 270,57 dan metode LAPI ITB 1996 dan BWP sebesar Rp. 805,37, Rp.534,75, Rp. 265,84. Selisih GC di Jalan MT. Haryono arah Utara ke Selatan dengan metode PCI 1988 dan BWP pada peak time pagi, siang, dan sore Rp. 798,98, Rp. 379,26, Rp. 237,18 dan metode LAPI ITB 1996 dan BWP sebesar Rp. 832,31, Rp. 437,91, Rp. 299,36. | The vehicles heading or leaving Purwokerto increase each year, especially on the street with on-street parking will have an impact on the travel time and vehicle’s speed and affect the calculation of the components of Vehicle Operating Costs (VOC) and Cost Time Travel (TTC). Because of on-street parking could affect the speed of the vehicle which was one of the parameter in the calculations of VOC, it was necessary to count transportation costs due to on-street parking. This study aims to determine the VOC addition, TTC, and the Generalized Cost (GC) for passenger cars due to parking activity in the road with and without on-street parking on MT. Haryono, Jenderal Suprapto and Masjid Streets in Purwokerto. The method used in calculating the VOC was PCI 1988 and LAPI ITB 1996. Results from the study showed increased GC in Masjid street’s on condition of on-street parking with PCI 1988andTTC method’s at peak time in the morning, afternoon, and evening was Rp. 191.46, Rp. 453.34, Rp. 534.28 and with LAPI ITB 1996 and TTC methods at each time was Rp. 165.01, Rp. 334.13, Rp. 407.18. Generalized Cost at Suprapto street with PCI 1988 and TTC method’s at peak time in the morning, afternoon, and evening was Rp. 174.56, Rp. 165.02, Rp. 77.91 and with LAPI ITB 1996 and TTC methotds at each time was156.86 respectively, Rp. 148.12, Rp. 70.30. Generalized Cost at MT. Haryono Sourth from South to North with PCI 1988 and TTC method’s at peak time in the morning, afternoon, and evening was Rp. 850.16, Rp. 554.50, Rp. 270.57 and with LAPI ITB 1996 and TTC method at each time was Rp. 805.37, Rp.534, 75, Rp. 265.84. Generalized Cost at MT. Haryono street from North to South with PCI 1988 and TTC method’s at peak time in the morning, afternoon, and evening was Rp. 798.98, Rp. 379.26, Rp. 237.18 and with LAPI ITB 1996 and TTC method at each time was Rp. 832.31, Rp. 437.91, Rp. 299.36. | |
| 11596 | 4547 | A1L008129 | EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN PANGAN (PADI GOGO, JAGUNG DAN UBI KAYU) DAN KONSERVASINYA SECARA BERKELANJUTAN DI LAHAN DESA ADISANA, KECAMATAN BUMIAYU, KABUPATEN BREBES | Penelitian evaluasi kesesuaian lahan untuk beberapa tanaman pangan telah dilakukan di Desa Adisana Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes Propinsi Jawa Tengah pada tahun 2012. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui kesesuaian lahan untuk tanaman pangan (padi gogo, jagung dan ubi kayu) dan (2) merencanakan tindakan konservasinya untuk menuju sistem pertanian berkelanjutan. Penelitian dilakukan dengan metoda survai, dan penentuan sampel dilakukan berdasarkan Satuan lahan Homogin (SLH) yang dibuat dengan menumpang-tindihkan peta jenis tanah, peta kelerengan, peta isoerodent dan peta elevasi. Evaluasi kelas kesesuaian lahan menggunakan sistem pencocokan (matching) antara karakteristik lahan dengan persyaratan tumbuh tanaman. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian lahan aktual tanaman padi gogo, jagung dan ubi kayu adalah cukup sesuai (S2) dan sesuai marjinal (S3) dengan faktor pembatas tingkat bahaya erosi, tekstur tanah dan kelerengan. Faktor pembatas tekstur tanah merupakan sifat tanah yang relatif sukar dikelola, sedangkan tingkat bahaya erosi dan kelerengan merupakan karakteristik lahan yang relatif dapat dikelola. Melalui tindakan konservasi dan pengelolaan yang tepat, kesesuaian lahan potensialnya dapat ditingkatkan menjadi sangat sesuai (S1) dan cukup sesuai (S2). Arahan penggunaan lahan yang sesuai adalah Agropastura dengan sistem pola tanam ganda. | Research evaluating land suitability for some crops have been conducted in the village of Brebes Bumiayu Adisana District, Central Java Province in 2012. The purpose of this study was: (1) determine the suitability of land for food crops (gogo rice, corn and cassava) and (2) conservation action plan towards sustainable farming systems. The study was conducted by survey method and sampling carried out by homogeneous land unit (SLH) made with boarded-overlaid map soil type, slope maps, isoerodent maps and elevation maps. Evaluation of land suitability classes using matching system (matching) between land characteristics with plant growth requirements. The results showed the actual suitability of plant upland rice, maize and cassava are moderately suitable (S2) and the marginally suitable (S3) by a factor limiting the level of erosion, soil texture and slope. The limiting factor is the nature of the soil texture of the soil is relatively difficult to manage, while the rate of erosion and land slope is characteristic of a relatively manageable. Through the conservation and proper management, land suitability potential can be increased to highly suitable (S1) and is moderately suitable (S2). Referrals appropriate land use is Agropastura with double cropping systems. | |
| 11597 | 4550 | E1A009142 | GUGATAN INTERVENSI DALAM BENTUK TUSSENKOMST PADA PERKARA PERBUATAN MELAWAN HUKUM YANG DIAKHIRI DENGAN PUTUSAN GUGUR (Suatu Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor: 12/Pdt.G/2009/PN.Pwt.) | Intervensi adalah ikut sertanya pihak ketiga dalam perkara yang sedang berlangsung antara Penggugat dan Tergugat. Salah satu bentuk intervensi tersebut adalah tussenkomst, yaitu pihak ketiga masuk ke dalam perkara untuk membela kepentingannya sendiri. Dikabulkan tidaknya permohonan intervensi diputuskan melalui suatu putusan sela. Pemeriksaan perkara pun kemudian dilanjutkan hingga penjatuhan putusan akhir. Dalam perkara yang penulis teliti, hakim menjatuhkan putusan akhir berupa putusan gugur. Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik melakukan penelitian dengan mengambil suatu judul skripsi “Gugatan Intervensi dalam Bentuk Tussenkomst pada Perkara Perbuatan Melawan Hukum yang Diakhiri dengan Putusan Gugur (Suatu Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor:12/Pdt.G/2009/PN.Pwt.). Tipe penelitian ini adalah yuridis normatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan permohonan intervensi dan dalam menjatuhkan putusan gugur beserta akibat hukumnya. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan permohonan intervensi adalah karena syarat intervensi telah terpenuhi, yakni adanya kepentingan hukum dan jangka waktu pengajuan sesuai dengan aturan yang berlaku, sedang hakim menggugurkan gugatan Penggugat karena Penggugat tidak bersedia melakukan kewajibannya dalam memenuhi kekurangan biaya panjar perkara. Akibat hukum dikabulkannya intervensi, terdapat 3 (tiga) pihak dan 2 (dua) gugatan dan terhadapnya tidak dapat diajukan banding secara tersendiri, sedang akibat hukum putusan gugur dalam perkara ini, Penggugat dihukum untuk membayar biaya perkara dan ia masih dapat mengajukan kembali gugatan baru dengan terlebih dahulu membayar biaya perkara baru sesuai dengan aturan yang berlaku. | Intervention is the participation of third party in the ongoing case between Plaintiff and Defendant. One form of intervention is tussenkomst, the third party join the lawsuit to defend his own interests. Whether the intervention petition is granted or not, it will be dicided by interim decision. And after that, the examination of the case is continued untill the judges make final decision. In the case that I researched, the judges made a final decision in the form of the fall lawsuit decision. Based on that description, the authors are interested in doing research by taking a thesis title,” Intervention in Tussenkomst way at Tort Case that is end by Fall Lawsuit Decision (Judicial Review to Decision Court Purwokerto District No: 12/ Pdt. G/ 2009/PN. Pwt.) The type of this legal research is normative. It aims to determine the legal reasoning of judges in granting the intervention petition and in falling the plaintiff lawsuit and also the legal consequences of both. Based on the results, obtained the conclusion that the judge's legal reasoning in granting intervention petition is because the intervention condition have been met, the legal interest and the intervention period in accordance with the applicable rules, and the legal reasoning of judges who falling the plaintiff lawsuit is because the plaintiff was not willing to fulfill the obligations in paying shortage court costs. Due to legal granting of intervention, there are 3 (three) parties and 2 (two) lawsuits, and toward the granting of intervention can not be separately appealed, and due to the fall lawsuit decision in this case, the plaintiff is sentenced to pay court costs, and he may file a new lawsuit by improving the lawsuit and paying the new court costs according to the applicable rules . | |
| 11598 | 4551 | E1A008298 | PERMOHONAN KASASI TENTANG KEPAILITAN YANG DITOLAK (Suatu Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor 771 K/Pdt.Sus/2010 Mahkamah Agung) | ABSTRAK Putusan pengadilan niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat atas perkara Nomor 03/Pembatalan Perjanjian Perdamaian/2010/PN.Niaga.Jkt.Pst tertanggal 28 Juli 2010 tentang “Kepailitan” antara Tomi Bungaran Cs sebagai pemohon pailit dan PT. Interkon Kebon Jeruk sebagai termohon pailit yang isinya mengabulkan seluruh permohonan pemohon menyebabkan PT. Interkon Kebon Jeruk Cs merasa tidak puas. PT. Interkon Kebon Jeruk kemudian mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung Republik Indonesia. Akan tetapi, permohonan kasasi tersebut ditolak. Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik melakukan penelitian dengan mengambil judul skripsi “PERMOHONAN KASASI TENTANG KEPAILITAN YANG DITOLAK (Suatu Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor 771 K/Pdt.Sus/2010 Mahkamah Agung)”. Tipe penelitian ini adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim Mahkamah Agung dalam menolak permohonan kasasi dalam perkara kepailitan dan akibat hukum ditolaknya kasasi tersebut. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa pertimbangan hukum hakim mahkamah agung dalam menolak permohonan kasasi tidak tepat karena debitur tidak lalai memenuhi isi perjanjian sebagaiamana termaktub dalam Pasal 70 ayat (1) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004. Akibat hukum ditolaknya kasasi tersebut PT. Interkon Kebon Jeruk pailit dan seluruh harta kekayaan PT. Interkon Kebon Jeruk diserahkan kepada kurator sebagaimana termaktub dalam Pasal 69 ayat (1) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004. Kata Kunci: kasasi, kepailitan, pengadilan niaga. | ABSTRACT Decisionof the commercial court at the Central Jakarta District Court on case No. 03/Pembatalan Perdamaian/2010/PN.Niaga.Jkt.Pst dated July 28, 2010 on "Bankruptcy" between Tomi Bungaran Cs., as applicants bankruptcy and PT. Interkon Kebon Jeruk as a defendant of bankruptcy petitioners which granted entirely applicants’s petitions have caused PT. Interkon Kebon Jeruk unsatisfied. PT.Interkon Kebon Jeruk Cs then filed cassation to the Supreme Court of the Republic of Indonesia. However, the appeal was rejected. Based on the description, the authors are interested in doing research by taking a thesis title "The appeal about Bankruptcy WhichRejected (A Judicial Review Of Decision Number 771 K/Pdt.Sus/2010 Supreme Court)". The type of this research is normative juridical,with legislation and analysis approach. This study aims to determine the legal reasoning of the Supreme Court’s judgein rejecting the appeal in a bankruptcy case and legal consequences of the rejection. Result showed that the legal reasoning of judges in Supreme Court in rejecting an appeal is not appropriate because the debtor fulfilled the agreement aswritten in Article 70 paragraph (1) of Law No. 37 Year 2004. Legal consequences of the appeal rejection is PT.Interkon Kebon Jeruk was bankrupt and all assets of PT. Interkon Kebon Jeruk submitted to the curator as set forth in Article 69 paragraph (1) of Law No. 37 Year 2004. Keywords: appeal, bankruptcy, commercial court. | |
| 11599 | 4554 | G1B008131 | Gambaran Peran Keluarga dalam Pemenuhan Kebutuhan Gizi Lansia di Kelurahan Purwokerto Kulon Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas | Gizi merupakan salah satu faktor yang penting dalam mencapai derajat kesehatan yang optimal bagi lanjut usia, untuk meningkatkan dan mempertahankan kesehatan pada lansia, diperlukan gizi yang seimbang. Gizi yang baik juga sangat berperan dalam upaya penurunan persentase timbulnya penyakit dan angka kematian di usia lanjut. Keluarga memilki peranan penting dalam upaya pemenuhan kebutuhan gizi lansia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran keluarga dalam pemenuhan kebutuhan gizi lansia di Kelurahan Purwokerto Kulon Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional, dengan besar sampel 92 keluarga dengan teknik pengambilan menggunakan simpel random sampling. Hasil penelitian menunjukkan responden tidak melakukan pemenuhan kebutuhan gizi lansia yaitu 58,7%, memiliki pengetahuan baik yaitu 78,3%, sikap kurang baik yaitu 57,6%, pendapatan rendah yaitu 62,0%, pendidikan rendah yaitu 64,1%, dan mendapatkan informasi yang sudah baik yaitu 66,3%. Peran keluarga yang berhubungan dalam pemenuhan kebutuhan gizi lansia adalah pendidikan dengan p value 0,032. Peran keluarga yang tidak berhubungan dalam pemenuhan kebutuhan gizi lansia adalah pengetahuan dengan p value 0,696, sikap dengan p value 0,491, pendapatan dengan p value 0,373, dan ketersediaani nformasi dengan p value 0,892. Keluarga tidak memiliki peran dalam pemenuhan kebutuhan gizi lansia. Saran untuk Dinas Kesehatan adalah melakukan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai gizi lansia serta keluarga dapat menyiapkan makanan kepada lansia sesuai dengan kebutuhannya. | Becoming older (aging) is a process of self-repair disappearing network slowly and maintain the structure and normally function, therefore can not defend against of infections and repair damage suffered. Nutrition is one of the important factors in achieving optimal health for the elderly, to improve and maintain the health of the elderly, need a balanced diet. Good nutrition also plays an important role in efforts to reduce the incidence of disease and mortality in the elderly. Family have the important role in effort to fulfill nutritional needs of the elderly. This study aims to determine the role of the family in the fulfillment of the nutritional needs of the elderly in PurwokertoKulon VillagePurwokerto Selatan DistrictBanyumas Regency. The design uses a cross-sectional study, sample 92 families using random sampling simple technique. The results showed that respondent did not fulfill the nutritional needs of the elderly is 58.7%, have a good knowledge is 78.3%, unfavorable attitude is 57.6%, low income is 62.0%, low education is 64.1%, and get the information already good is 66.3%. The role of family related to behavior fulfillment need of nutrition in the elderly is education with p value of 0.032. The role of family unrelated to behavior fulfillment need of nutrition in the elderly is the knowledge with p value0.696, attitude with p value 0.491, incomes with p value 0.373, and the availability of information with p value 0.892. The family did not have a role in the elderly fulfillment need of nutrition. | |
| 11600 | 4552 | E1A006238 | KEWENANGAN PENDIDIKAN TINGGI DALAM MELAKUKAN KERJASAMA ANTARLEMBAGA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO. 12 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI | Peran pendidikan tinggi sangat penting dalam mendorong perkembangan dan kemajuan bangsa dan Negara, khususnya dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi.Mengingat pentingnya peran tersebut maka pendidikan tinggi harus selalu mengembangkan potensinya, salah satu upayanya adalah dengan melakukan kerjasama dengan pihak lain yang memiliki kompetensi serta memberikan manfaat positif secara komprehensif. Dalam hal ini kewenangan pendidikan tinggi dalam melakukan kerjasama merupakan kewenangan atribusi, yang diatur dalam Undang-undang No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normative dengan pendekatan undang-undang dan analisis, spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penelitian preskriptif, menggunakan sumber bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, metode pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan inventarisasi peraturan perundang-undangan, dokumentasi dan studi kepustakaan, metode penyajian bahan hukum disajikan dalam bentuk teks naratif dan matriks kualitatif, metode analisis menggunakan analisis normative kualitatif dengan model interpretasi sistematik dan gramatikal. | The role of higher educationis very important in encouraging the development and progress of the nation and the state, particularly inscience and technology. Given the important role so higher education should always develop their potential, one of the efforts is by cooperating with others who have the competence and provide positive benefits in a comprehensive manner. In this case the higher education authorities to cooperate in the authority of attribution, which is set in the Law. 12 Legislation of 2012 about Higher Education. The method was used in this study is normative juridical approach to the law and analysis, specification of research is descriptive research, using sources of primary legal materials, secondary, and tertiary, methods of collecting an inventory of legal materials is done by legislation, documentation and literature study, the method of presentation of legal materials are presented in the form of narrative text and qualitative matrix, normative analysis method using qualitative analysis with systematic and grammatical interpretation models |