Artikelilmiahs
Menampilkan 11.561-11.580 dari 50.467 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 11561 | 4505 | A1L008155 | IDENTIFIKASI GULMA PADA SISTEM TANAM PADI GOGO-RUMPUT GAJAH SERTA PENGARUHNYA TERHADAP HASIL PADI | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan gulma dan hasil padi pada sistem tanam tumpangsari padi gogo-rumput gajah. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi, dengan petak utama adalah penanaman rumput gajah dan anak petak adalah empat varietas padi gogo yaitu Situ Petenggang, Kalimutu, Danau Gaung, dan Jatiluhur dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa gulma yang dominan tumbuh adalah gulma berdaun lebar. Keberadaan rumput gajah belum mampu menurunkan kompetisi terhadap gulma dan bobot kering gulma total. Namun demikian, penanaman rumput gajah cenderung mampu menurunkan bobot kering gulma total tetapi hasil bobot gabah per petak cenderung meningkat. | The objective of this study was to identify the growth of weeds and rice yield under upland rice-elephant grass intercropped. Split Plot Design was applied with main plots of grown elephant grass and without elephant grass and subplot of upland rice varieties viz. Situ Patenggang, Kalimutu, Danau Gaung, and Jatiluhur with three replication. The result showed that the dominant weed growth was broadleaf weeds. The presence of elephant grass could not decreased competition to weeds and total weed dry weight. However, grown elephant grass weight of total weed dry weight but improve grain yield per plot relatively. | |
| 11562 | 4510 | G1B008109 | EFEKTIVITAS MODEL PENDAMPINGAN GIZI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN ASUPAN GIZI IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I KEMBARAN | Masalah gizi seimbang di Indonesia masih merupakan masalah yang cukup berat. Keadaan gizi ibu yang kurang baik sebelum hamil dan pada waktu hamil cenderung akan melahirkan bayi dengan berar badan rendah (BBLR). Berdasarkan profil kesehatan Kabupaten Banyumas (2010), AKI di Kabupaten Banyumas 116,81 per I00.000 kelahiran hidup ditahun 2010. Jumlah ibu hamil beresiko tinggi 165 dari 331 ibu hamil (Profil Kesehatan Kabupaten Banyumas Tahun 2010). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengetahuan, sikap, dan asupan gizi ibu hamil sebelum dan sesudah intervensi model pendampingan gizi di wilayah Puskesmas Kembaran I Kabupaten Banyumas. Jenis dan metode penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Quasi exsperimen (eksperimen semu). Jumlah sampel sebagai kelompok perlakuan dan pembanding masing-masing sebanyak 18 responden. Data didapatkan melalui observasi dan wawancara responden dengan menggunakan kuesioner dan form recall. Variabel-variabel yang diteliti adalah pengetahuan, sikap, Tingkat Konsumsi Energi (TKE) dan Tingkat Konsumsi Protein (TKP). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (uji Paired t-Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan, sikap, TKE dan TKP pada ibu hamil sebelum dan sesudah intervensi model pendampingan, tidak ada perbedaan pengetahuan, sikap, TKE dan TKP pada ibu hamil pembanding, Ada perbedaaan pengetahuan, sikap dan TKE kelompok perlakuan setelah dilakukan intervensi model pendampingan gizi dengan kelompok pembanding yang tidak diberi perlakuan. Tidak ada perbedaan TKP antara kelompok perlakuan dan pembanding. Disarankan Bagi Institusi kesehatan, perlu dilakukan penyuluhan secara rutin yang terkait tentang makanan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi serta memenuhi syarat gizi seimbang. | The problem of balanced nutrition in Indonesia was still a substantial problem. The condition of poor maternal nutrition before pregnancy and during pregnancy tended to bear a baby with low body weight (LBW). The proportion of LBW in Indonesia based on Riskesdas data in 2010 was 11,1%. Based on the Banyumas health profile (2010), AKI in Banyumas Regency in 2009 were 147,13 of 100,000 live births, then declined to 116,81 of 100.000 live births in 2010. The numbers of high-risk pregnant women were 165 of 331 pregnant women (Banyumas Health Profile 2010). The purpose of this study was to determine whether there were differences in knowledge, attitudes, and nutrient intake of pregnant women before and after the intervention of nutrition assistance model in the Kembaran Health Center I, Banyumas Regency. The type and methods of this research used Quasi experiment. The number of samples as the treatment group and the comparing group each had a total of 18 respondents. Data were obtained through observation and respondents interview using questionnaires and recall forms. The variables studied were knowledge, attitude, level of energy consumption (TKE) and the level of protein intake (TKP). Data analyses were performed by univariate and bivariate analyses (Paired t-Test). The results showed that there were differences in knowledge, attitudes, TKE and TKP on pregnant women before and after the intervention of mentoring model, there was no difference in knowledge, attitudes, TKE and TKP on comparing pregnant women. There were differences of knowledge, attitudes and TKE from the treatment group after the intervention of nutrition mentoring models with the comparing group which did not receive treatment. Meanwhile, There was no difference of TKP between the treatment and comparing group. It was necessarily recommended for healthcare institutions to make counseling on regular basis related to safe and healthy foods to be consumed and qualify the balanced nutrition. | |
| 11563 | 4507 | F1G009009 | ANALISIS KEJIWAAN TOKOH UTAMA NOVEL CERITA CINTA ENRICO KARYA AYU UTAMI | Penelitian ini berjudul “Analisis Kejiwaan Tokoh Utama Novel Cerita Cinta Enrico Karya Ayu Utami”. Novel ini menarik untuk diteliti karena menampilkan ketidakwajaran perilaku tokoh utama dari perilaku yang semula. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur novel yang meliputi alur, tokoh, latar, tema dan mendeskripsikan kejiwaan tokoh utama. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini bahwa alur yang digunakan adalah alur campuran karena peristiwa-peristiwa yang terjadi berjalan maju, namun pada bagian tertentu peristiwa ditarik ke belakang. Tokoh utamanya adalah Enrico. Latar yang mendominasi adalah Sumatera, Madura dan Jawa. Temanya adalah kebebasan memilih jalan hidup. Masalah kejiwaan yang dialami oleh tokoh utama antara lain 1) kecemasan yang berupa kecemasan realistik, kecemasan neurotik dan kecemasan moral; 2) Emosi juga dialami oleh tokoh utama antara lain rasa bersalah, rasa malu, kesedihan, kebencian dan cinta; 3) konflik interpersonal dan neurotik dialami oleh tokoh utama karena mengalami kesulitan emosional sehingga memerlukan kebutuhan neurotik, kebutuhan tersebut antara lain kebutuhan kasih sayang dan penerimaan, kebutuhan partner yang bersedia mengambil alih kehidupannya, dan kebutuhan mencukupi diri dan independensi. | This research is entitled “Analisis Kejiwaan Tokoh Utama Novel Cerita Cinta Enrico Karya Ayu Utami” and the researcher is interested in studying it because the novel depicts the main character’s unnatural behaviour. The approach is the psychology of literature whereas the aims are to describe the novel’s structure (i.e. plot, character, setting, and theme) and to describe the main character’s psychological problems. The results show that the plot is really complex since the writer usesprogressivescenes, but in theother scenes readears are told the story in flashback. The main story is Enrico and the dominant settings are in Sumatra, Madura, and Java, whereas the theme is a freedom to choose a way of life. The psychological problems faced by the main character are 1) realistic anxiety, neurotic behaviour, and moral anxiety; 2) emotional conflicts such as guilt, shyness, sadness, hatred and love; and 3) interpersonal and neurotic conflicts because the main character is emotionally troubled that result in the needs of affection and acceptance, of a partner to handle and control his life, and the needs of self independence. | |
| 11564 | 4539 | H1B008026 | FUZZY NEURAL NETWORK DENGAN NEURON FUZZY KWAN DAN CAI SERTA APLIKASINYA UNTUK EVALUASI KINERJA PERTAHANAN KLUB SEPAK BOLA | Pada makalah ini dibahas mengenai fuzzy neural network dengan neuron fuzzy Kwan dan Cai. Algoritma yang digunakan pada fuzzy neural network ini adalah algoritma propagasi maju. Selanjutnya, fuzzy neural network dengan neuron fuzzy Kwan dan Cai diaplikasikan untuk evaluasi kinerja pertahanan klub sepak bola. Pada aplikasi, perhitungan dilakukan secara manual maupun menggunakan program. | This paper discusses about fuzzy neural network with neuron fuzzy Kwan dan Cai. The algorithm used in this fuzzy neural network is feed forward algorithm. Futhermore, fuzzy neural network with neuron fuzzy Kwan and Cai can be applied to evaluate a defense performance of football clubs. In the application, we calculate manually and using a program. | |
| 11565 | 4520 | A1D007023 | PENGARUH SUHU DAN WAKTU PENYIMPANAN TERHADAP MUTU BUAH MANGGA GEDONG MENGGUNAKAN PENDINGIN EVAPORATIF TIPE EVAPORASI LANGSUNG ALIRAN TEGAK LURUS | Buah mangga setelah dipanen mengalami proses pematangan menuju ke proses penuaan (senescense) yang menjadi penyebab kemunduran mutu serta kesegarannya. Salah satu upaya untuk menangani kemunduran mutu buah mangga ini adalah dengan penyimpanan suhu rendah, salah satunya yaitu meggunakan sistem pendinginan evaporatif tipe evaporasi langsung aliran tegak lurus. Tujuan penelitian ini adalah; 1)Mengetahui pengaruh suhu penyimpanan terhadap mutu buah mangga dengan penerapan pendingin evaporatif; 2) Mengetahui pengaruh waktu penyimpanan terhadap mutu buah mangga dengan penerapan pendingin evaporatif; dan 3) Mengkaji interaksi waktu penyimpanan terhadap mutu buah mangga dengan penerapan pendingin evaporatif. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang dicoba yaitu suhu penyimpanan (S) terdiri suhu kamar (S1), suhu pendingin evaporatif (S2) dan waktu penyimpanan (W) terdiri dari minggu ke-0 (W0), minggu ke-1 (W1), minggu ke-2 (W2), minggu ke-3 (W3) dan minggu ke-4 (W4) sehingga diperoleh 10 kombinasi perlakuan dengan 3 kali pengulangan. Variabel yang diamati meliputi laju respirasi, susut bobot, tekstur, warna, vitamin C, dan variabel sensori terdiri dari tekstur, warna, aroma, kesegaran dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penyimpanan mangga pada pendingin evaporatif tipe evaporasi langsung aliran tegak lurus menghasilkan laju respirasi dan vitamin C yang cenderung lebih tinggi, sedangkan susut bobot dan tekstur cenderung lebih rendah dibandingkan penyimpanan mangga pada suhu kamar. 2) Selama penyimpanan, laju respirasi, kandungan vitamin C mengalami penurunan. Nilai susut bobot dan tekstur mengalami peningkatan, sedangkan warna berubah dari hijau menjadi kuning selama waktu penyimpan. 3) Mangga yang disimpan pada alat pendingin evaporatif tipe evaporasi langsung aliran searah menunjukkan hasil yang tidak berbeda dengan mangga yang disimpan pada suhu ruang. | The fruit of the mango after harvested subjected to the process maturation into an aging process (senescense) is the cause a setback quality and freshness. One of the efforts to handle a setback the quality of the fruit of the mango is with the storage of low temperatures, one of them is using the system of storage temperature on evaporative cooler direct evaporation perpendicular flow type. The purpose of this study are: (1) determine the effect of storage temperatures on quality of mango fruit by the application of evaporative cooler, (2) determine the effect of time storage on quality of mango fruit by the application of evaporative cooler, and (3) to examine the interaction time of storage quality of mango fruit by the application of evaporative cooler. This research is using Completely Randomized Design (CRD). Factors that tested were storage temperature (S) consist of room temperature (S1), storage temperature on evaporative cooler direct evaporation perpendicular flow type (S2) and storage time (W) consist of week-0 (W0), week-1 (W1), week-2 (W2), week-3 (W3), and week-4 (W4) to obtain ten combinations of treatment with three times replication. Variables observed consist of the rate of respiration, loss of weight, texture, color, vitamin C, and sensory variables consist of texture, color, aroma, freshness and flavor. The result showed that mango storage on evaporative cooler direct evaporation perpendicular flow type produce the rate of respiration and vitamin c, which tend to be high.Texture and loss of weight tend to be lower than mango storage at room temperature. During the storage, rate of respiration and content of vitamin C have decreased. The value of texture and loss of weight have increased, meanwhile the color of mango changes during the storage, from green color to orange. Mango that is stored on evaporative cooler direct evaporation perpendicular flow type shows results that are no different of mango that is stored at the room temperature. | |
| 11566 | 4512 | A1I006019 | APLIKASI DOSIS PUPUK HAYATI MIKORIZA BERAGENSIA Bacillus sp. B46 DAN PENGURANGAN PUPUK SINTETIK PADA TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum Annum L.) DI TANAH ULTISOL | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk hayati mikoriza beragensia Bacillus sp. B46 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah, mengetahui pengaruh pengurangan pupuk sintetik (N,P,K) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah, serta mengetahui pengaruh interaksi antara pupuk hayati mikoriza beragensia Bacillus sp. B46 dan pengurangan pupuk sintetik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah. Penelitian telah dilaksanakan di lahan kering, desa Kaliori Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas dan dilaksanakan pada bulan April 2011 sampai Oktober 2011. Penelitian ini merupakan percobaan lapang yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, volume akar, bobot tanaman segar, bobot tajuk kering per tanaman, bobot akar kering, jumlah bunga, jumlah buah, bobot buah segar per tanaman, bobot buah kering pertanaman, dan volume buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada semua variabel pengamatan tidak menunjukkan hasil yang signifikan. | This study aimed to determine the effect of mycorrhizal biofertilizer with Bacillus sp. agent B46 on the growth and yield of red pepper, determine the effect of a reduction on synthetic fertilizer (N, P, K) on the growth and yield of red pepper, and determine the agent of the interaction between mycorrhizal biofertilizer with Bacillus sp. B46 and reduction of synthetic fertilizers on the growth and yield of red pepper. Research was conducted on dry land, the village Kaliori Kalibagor Banyumas district and implemented in April 2011 to October 2011. This study was a field experiment using a randomized block design (RBD). The variables measured were plant height, number of leaves, number of branches, root volume, plant fresh weight, dry weight per plant canopy, root dry weight, number of flowers, number of fruits, fresh fruit weight per plant, weight of dry fruit, and fruit volume. The results showed that the observation of all variables showed no significant results. | |
| 11567 | 4514 | A1L008051 | PENGARUH PEMBERIAN TIGA TARAF DOSIS PUPUK KANDANG DAN TIGA JENIS PUPUK EVAGROW, HERBAFARM DAN BIO NATURE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK (Raphanus sativus var Hortensis L.) | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis pupuk kandang ayam yang optimal untuk pertumbuhan dan hasil lobak, mengetahui jenis pupuk yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil lobak dan mengetahui interaksi antara dosis pupuk kandang ayam dan jenis pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil lobak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2012 sampai bulai Juni 2012, dilaksanakan di lahan yang berlokasi di desa Melung, kecamatan Kedung Banteng, kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Ketinggian tempat 658 m dpl. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) pola faktorial dengan tiga ulangan. Faktor yang dicoba meliputi : 1) Pupuk kandang dengan dosis yang berbeda, terdiri dari : 10 ton/ha (D1), 20 ton/ha (D2), dan 30 ton/ha (D3) ; 2) Jenis pupuk, terdiri dari : herbafarm (J1), evagrow (J2), dan bio nature (J3). Hasil penelitian menunjukkan, pemberian pupuk kandang ayam 10 ton/ha, 20 ton/ha, dan 30 ton/ha memberikan hasil yang berbeda nyata terhadap variabel jumlah daun per tanaman, bobot umbi kering, bobot umbi basah, bobot umbi per petak efektif, dan bobot umbi per hektar, jenis pupuk organik cair tidak memberikan efek yang berbeda nyata pada seluruh variabel pertumbuhan dan hasil lobak, interaksi antara dosis pupuk kandang ayam dan jenis pupuk organik cair pada analisis regresi hanya berbeda nyata pada variabel jumlah daun sebesar 17,21 helai pada interaksi dosis pupuk kandang ayam 30 ton/ha dan jenis pupuk organik cair evagrow. | The purpose of this research is to know the dose of chicken manure that is optimal for the growth and yield of radish, knowing the kind of fertilizer for proper growth and results of radish and know the interactions between dose of chicken manure and the type of liquid organic fertilizer on growth and yield of radish. This research was carried out in May 2011 until June 2012 bulai, implemented in land located in the Melung village,Kedung Banteng district of Banyumas Regency, Central Java. The height of the 658 m above sea level. The design used was Randomized Complete Block Design (RAKL) factorial pattern with three replicates.he factors tested include: 1) manure with different dosages, it consists of: 10 tons/ha (D1), 20 tons/ha (D2), and 30 tons/ha (D3); 2) types of fertilizer, consists of: herbafarm (J1), evagrow (J2), and bio nature (J3). Research results showed, giving the chicken manure 10 tonnes/ha, 20 ton/ha, and 30 tons/ha gives different results to the variable number of leaves per plant, dried tuber weight, weight wet tubers, tuber weight per effective swath, and tuber weight per hectare, the type of liquid organic fertilizer does not give different effects on real variables throughout the growth and yield of radish, the interaction between a dose of chicken manure and liquid organic fertilizer type on regression analysis differed markedly on a variable number of leaves of 17, 21 strands in interactions doses manure chicken of 30 tons/ha and the type of liquid organic fertilizer Evagrow. | |
| 11568 | 4515 | A1G005040 | FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KELANCARAN PENGEMBALIAN KREDIT PEDAGANG SAYURAN PADA DANAMON SIMPAN PINJAM (DSP) UNIT PASAR WAGE PURWOKERTO | Danamon Simpan Pinjam (DSP) adalah salah satu lembaga perkreditan yang dikembangkan oleh Bank Danamon secara khusus untuk melayani dan membantu mengembangkan usaha berskala mikro dan kecil. Kegiatan penyaluran kredit tersebut tidak dapat lepas dari adanya risiko kredit. Risiko kredit ini diindikasikan dengan tingkat kredit macet atau tingkat Non Performing Loan (NPL), yang masih terjadi pada DSP Unit Pasar Wage. Penelitian bertujuan mengetahui penilaian faktor 5C (character, capital, capacity, collateral dan condition) oleh DSP Unit Pasar Wage terhadap calon nasabahnya dan mengetahui alokasi penggunaan kredit oleh debitur serta menganalisis pengaruh variabel yaitu total pendapatan, konsumsi keluarga, besar pinjaman dan suku bunga terhadap tingkat kelancaran pengembalian kredit diharapkan akan bermanfaat untuk mengantisipasi risiko kredit tersebut sedini mungkin. Penelitian ini menggunakan metode sensus dengan responden pedagang sayuran yang berjualan di Pasar Wage dan mengajukan kredit di DSP Unit Pasar Wage Purwokerto. Data diambil dengan metode kuesioner dan observasi langsung. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder, yang kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji regresi berganda. Setelah dilakukan penelitian diperoleh hasil : 1. Danamon Simpan Pinjam (DSP) Unit Pasar Wage Purwokerto sudah melakukan penilaian faktor 5 C (Character, Capital, Capacity, Collateral, dan Condition) terhadap pedagang sayur untuk memastikan kelayakan nasabah dalam menerima kredit 2. Alokasi penggunaan kredit oleh pedagang sayur yang berjualan di Pasar Wage dan memiliki pinjaman di DSP Pasar Wage Purwokerto sebagian besar tidak digunakan seluruhnya untuk usaha dagangnya 3. Persamaan regresinya adalah sbb: Y = 1.067 + 0.139X1 - 0.337X2 + 0.035X3 - 6.050E7X4. Berdasarkan uji regresi linier berganda bahwa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kelancaran pengembalian kredit pedagang sayuran di Pasar Wage yang memiliki pinjaman di DSP Unit Pasar Wage Purwokerto adalah total pendapatan, konsumsi keluarga, besar pinjaman dan suku bunga. | Danamon Simpan Pinjam (DSP) is one of the institutions developed by Bank Danamon specifically to serve and support develop micro and small scale enterprises. Activities credit distribution that cannot loose from risk credit. Credit risk this indicated to level non performing loan (NPL) that still happens on a DSP Unit PasarWage. The aims of the research is to find out the assessment 5C factor (character, capacity, capital, collateral and condition) by DSP Unit Pasar Wage against would-be clients and find out the use of credit allocation by debtor as well as to analyze the influence of variables such as income, consumption, loan and interest rate on performance loan. Census method was applied in this research which are vegetables trader customer of DSP Unit Pasar Wage. Sampling method in this research is census method. A sample of research taken to 59 vegetable trader. Data collected by method a questionnaire and observation. The source of the data used, namely primary and secondary data. Linear regression was used to analyze the data. Base on the research and data analysis conducted were 1) Danamon Simpan Pinjam Unit Pasar Wage Purwokerto have investigation five factor 5 C (Character, Capital, Capacity, Collateral, and Condition) vegetables trader customer to decision validity credit received. 2) A lot of vegetables trader customer in Pasar Wage Purwokerto have been over financial on credite receiver to trade in bussiness. 3) that equal regression is Y = 1.067 + 0.139X1 - 0.337X2 + 0.035X3 - 6.050E7X4. Base on the conclusion has suggested that determinant of performance loan such as income, family consumption, loan and interest rate | |
| 11569 | 4516 | A1D007039 | PREFERENSI BERAS JAGUNG INSTAN PADA MASYARAKAT YANG BERBEDA STATUS SOSIAL EKONOMI DI KECAMATAN SUMBANG, KABUPATEN BANYUMAS | Jagung merupakan sumber karbohidrat yang dapat menggantikan beras sebagai makanan pokok. Salah satu produk olahan jagung yaitu beras jagung instan yang saat ini belum dikenal oleh masyarakat luas. Untuk itu perlu uji preferensi untuk mengetahui tingkat penerimaan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui preferensi beras jagung instan pada masyarakat yang berbeda status sosial ekonominya di Kecamatan Sumbang, 2) mengetahui varietas dan jenis ukuran beras jagung instan yang disukai oleh masyarakat di Kecamatan Sumbang, 3) mengetahui hubungan antara faktor sosial ekonomi dengan preferensi beras jagung instan. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survei dan uji organoleptik mengenai beras jagung instan. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu dengan stratified random sampling. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah uji preferensi beras jagung instan, tingkat pendapatan responden, dan tingkat pendidikan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) preferensi beras jagung instan pada masyarakat strata kelas menengah ke bawah yaitu menyukai beras jagung instan berwarna kuning dengan aroma jagung masih terasa kuat, tekstur yang agak pulen, dan rasa jagung masih terasa. Sedangkan pada masyarakat strata kelas atas menyukai beras jagung berwana putih dengan aroma jagung yang agak kuat, tekstur yang agak pulen, dan rasa jagung agak terasa; 2) varietas dan jenis ukuran beras jagung instan yang disukai oleh masyarakat di Kecamatan Sumbang yaitu varietas jagung kuning hibrida Pioneer dan jagung putih lokal dengan ukuran 10 mesh; 3) tidak ada hubungan antara tingkat pendapatan seseorang dengan kesukaan terhadap beras jagung instan, sehingga diharapkan beras jagung instan dapat diterima oleh semua kalangan masyarakat. | Corn is a source of carbohydrates that can substitute rice as a staple food. One of the products processed corn namely instant corn rice, which is currently not yet known by the public. Therefore need a testing preference determine the level of acceptance public. This research were aimed 1) to know preference instant corn rice in different economic social status in Sumbang district, 2) to know varieties and size types of instant corn rice preferred by people in Sumbang district, 3) to know the relation between socio-economic factors with instant corn rice preferences. This research should be conducted by survey methods and organoleptic test of instant corn rice. Sampling techniques use stratified random sampling. Variable observed in this research is instant corn rice preferences test, income level, and education level of the respondents. Results of the research showed that: 1) preference of instant corn rice on the lower middle class strata are like yellow instant corn rice, aroma of corn still feels strong, slightly sticky texture, and the flavor of corn still feels. While in the upper class strata are like white instant corn rice, aroma of corn rather strong, texture was a bit sticky, and the flavor of corn rather feels; 2) varieties and size types of instant corn rice favored by people in Sumbang district is hybrid Pioneer yellow corn varieties and local white corn varieties with 10 mesh size; 3) there is no relation between socio-economic factor with instant corn rice preferences, so hopefully instant corn rice accepted by all people. | |
| 11570 | 4517 | A1L008009 | PENGARUH JENIS DAN DOSIS PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAYAM MERAH (Alternanthera amonea Voss.) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Pengaruh jenis pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah. (2) Pengaruh dosis pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah. (3) Interaksi antara jenis dan dosis pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) pola faktorial dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah jenis pupuk organik terdiri dari 3 jenis, yaitu Bio Nature, Evagrow dan Herbafarm. Faktor kedua adalah dosis pupuk organik yang terdiri dari tiga taraf yaitu 160, 240 dan 320 l/ha. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, volume akar, bobot tanaman per petak efektif dan bobot tanaman per hektar. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji F, apabila terdapat pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan uji DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pupuk organik yang terbaik adalah Herbafarm, dilihat dari tinggi tanaman, bobot segar tanaman, hasil tanaman per petak efektif dan hasil tanaman per hektar. Dosis pupuk organik 320 l/ha memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bayam merah. Perlakuan jenis pupuk organik dan dosis pupuk organik tidak menujukkan interaksi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah. | This research was aimed to know (1) Effects of organic fertilizer types on growth and yield of red spinach. (2) Effects of organic fertilizer doses on growth and yield of red spinach. (3) Interaction between types and doses of organic fertilizer on growth and yield of red spinach. The experimental design used was factorial randomized complete block design in two factors and replicated three times. The firs factor was types of organic fertilizer consisting of three levels namely Bio Nature, Evagrow and Herbafarm. The second one was doses of organic fertilizer in three levels namely 160, 240 and 320 l/ha. Variables observed were plant height, leaf number, leaft exten, plant fresh weight, plant dry weight, root volume, plant weight per effective plot and plant weight per hectare. The data were analyzed by using F test, when significant then continued by using DMRT of 5%. Result of the research performed that Herbafarm was the best organic fertilizer when seen from plant height, plant fresh weight, plant weight per effective plot and plant weight per hectare. The doses of 320 l/ha gave the best result on growth and yield of red spinach. The type and dose of organic fertilizer did not indicate an interaction on growth and yield of the red spinach. | |
| 11571 | 4521 | G1A008027 | Hubungan Antara Durasi Tidur Dengan Memori Jangka Pendek Pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto | Latar Belakang: Buruknya kebiasaan tidur merupakan kondisi umum pada masyarakat modern, banyak pola aktivitas tidur yang diabaikan sedangkan tidur diperlukan agar tubuh berfungsi dengan baik, sebab banyak sistem dalam tubuh yang harus diistirahatkan dan hal itu hanya dapat dilakukan selagi manusia tidur. Kurangnya waktu tidur cenderung dapat mengalami gangguan konsentrasi pada pagi harinya yang menyebabkan kemampuan memori jangka pendek terhadap informasi baru yang masuk berkurang. Beberapa penelitian epidemiologi antara hubungan durasi tidur dengan fungsi kognitif menunjukan hasil yang kurang konsisten Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara durasi tidur dengan memori jangka pendek pada mahasiswa kedokteran di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan kohort prospektif. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa kedokteran Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto yang mengikuti Kuliah Alih Tahun 2012. Sampel diambil menggunakan data primer berupa kuesioner dengan metode total sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji Korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan total responden pada penelitian ini adalah 22 orang yang sesuai kriteria inklusi. Hasil uji korelasi Spearman pada variabel durasi tidur dan memori jangka pendek tidak terdapat hubungan bermakna (p=0,332). Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi yang signifikan antara durasi tidur dengan memori jangka pendek terhadap mahasiswa kedokteran Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. | Background: Poor sleep habits is a common condition in modern society. Many sleep activity patterns were ignored while sleep is necessary for the body to function properly. It’s because many systems in the body that should be rested and it can only be done with sleep. Lack of sleep tends to impair concentration in the morning that causes short-term memory reduced. Several epidemiological studies of the relationship between sleep duration and cognitive function showed less consistent results.Objective: The aim of this study was to determine the relationship between sleep duration with short-term memory of medical students Jenderal Soedirman University Methods: This study was an analytic observational study with prospective cohort approach. The population in this study were medical students who took 2012 periode in Jenderal Soedirman University. Samples were taken using primary data from the questionnaire with total sampling method. Analysis of the data used was Spearman correlation test.Results: The results showed the total respondents were 22 people who fit the inclusion criteria. Spearman correlation showed no significant relationship (p=0.332) between duration of sleep with short-term memory.Conclusion: There was no significant relationship between sleep duration with short-term memory in medical student Jenderal Soedirman University. | |
| 11572 | 4522 | E1A007158 | PUTUSAN PENGADILAN YANG MENYATAKAN GUGATAN TIDAK DAPAT DITERIMA (SUATU TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN NO.09/PDT.G/PN.JKT.SEL) | ABSTRAK PUTUSAN PENGADILAN YANG MENYATAKAN GUGATAN TIDAK DAPAT DITERIMA (SUATU TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN NO.09/PDT.G/PN.JKT.SEL) Oleh : DAVID SIMATUPANG E1A007158 Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan nomor 09/PDT.G/2009/PN.JKT.SEL dengan para pihak Hagus Suanto sebagai Penggugat melawan Adnan Buyung Nasution dan Partners LAW FIRM (tergugat 1), Eri Hertiawan (tergugat II), Iur Adnan Buyung Nasution (tergugat III), Citibank NA (turut tergugat I), Bank Indonesia (turut tergugat II). Putusan tersebut berawal dari Gugatan tentang Perbuatan Melawan Hukum. Gugatan yang diajukan oleh Hagus kepada para tergugat pada putusan akhir dinyatakan gugatan tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard/NO) karena diterimanya eksepsi Tergugat II mengenai kurangnya pihak tergugat (Plurium litis consortium). Atas dasar pemikiran tersebut penulis tertarik melakukan penelitian dengan mengambil suatu judul skripsi “Putusan Pengadilan yang menyatakan gugatan tidak dapat diterima (Suatu Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor :09/Pdt.G/2009/PN.Jkt.Sel.)” Tipe penulisan ini adalah penelitian yuridis normative,dengan menerapkan hukum secara in conkreto. Sumber bahan hukum yang digunakan adalah sumber bahan hukum sekunder yang disajikan dengan sistematis, dengan analisa bahan hukum secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam tidak menerima gugatan pada perkara No.09/Pdt G/2009/PN.JKT.Sel, sudah relatif benar karena tidak ditariknya pihak M Sadly Hasibuan sebagai pihak tergugat dalam gugatan penggugat untuk menguatkan pertimbangan hukum, hakim dapat menggunakan sumber hukum Yurisprudensi pada Putusan Mahkamah Agung No. 151 K/Sip/1975. Akibat hukum putusan No.09/Pdt.G/2009/PN.Jkt.Sel bagi penggugat yaitu dapat mengajukan gugatan baru dengan memperbaiki gugatan. | ABSTRACT COURT RULING STATED THAT LAWSUIT UNACCEPTABLE (A REVIEW OF DECISIONS juridical NO.09/PDT.G/PN.JKT.SEL) By: DAVID SIMATUPANG E1A007158 Court ruling in the South of Jakarta No.09/PDT.G/2009/PN.JKT.SEL, Hagus Suanto as plaintiff contrary Adnan Buyung and Partners LAW FIRM (defendant 1), Eri Hertiawan (defendant 2), Iur Adnan Buyung Nasution (defendant III), Citibank NA (co-defendant 2), Bank Indonesia (co-defendant 2). The decision begins from the lawsuit of Unlawful Acts. The Lawsuit filed by Hagus for defendants,finally declared the verdict can not be accepted (niet ontvankelijke verklaard / NO)because of accepted the defendant II exception about the lack of the defendant (Plurium litis consortium). Based on the background above, the author interested take the title of research "The court decision which states the lawsuit is not acceptable (A Review Juridical the South Jakarta District Court Decision No. 09/Pdt.G/2009/PN.Jkt.Sel)." This research is using normative juridical approach with implementation of Law in conkreto. This research is using secondary data then the data will be presented in a systematic analytical qualitative normative. Based on the result research can be concluded as consider the judge did not accept the claim No.09/Pdt G/2009/PN.JKT.Sel, it is relatively accepted because there is no canceled a lawsuits from M Sadly Hasibuan as defedant to strengthen a legal law. A judge may use other sources of law jurisprudence for the Supreme Court Decision No.151 K/Sip/1975. In the end, the legal verdict No.09/Pdt.G/2009/PN.Jkt.Sel for the plaintiff is, it can be taken a new lawsuit by fixing lawsuit. Keywords: Lawsuit, Exception, the Civil Procedure Law | |
| 11573 | 4523 | C1A007121 | PENDAPATAN DAN KONSUMSI RUMAH TANGGA PENGUSAHA WANITA INDUSTRI PEMBUAT OPAK ( Studi Kasus Ibu Rumah Tangga Desa Panawangan Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis) | Perempuan mempunyai peranan penting bagi perekonomian. Berdasarkan data BPS tahun 2010 persentase penduduk wanita di Indonesia sebesar 49,83 persen. Persentase jumlah penduduk wanita tersebut merupakan jumlah yang potensial bagi pembangunan ekonomi. Karena saat ini wanita tidak hanya menjalankan pekerjaan rumah tangga, mengurus anak dan suami, namun wanita sudah mulai ikut berpartisipasi di sektor publik sebagai tenaga kerja wanita. Umumnya wanita cenderung memilih bekerja di sektor informal karena wanita tersebut masih bisa membagi waktu antara pekerjaan dengan keluarga. Bagi para wanita yang tinggal di Desa Panawangan, maka mengolah beras ketan menjadi opak merupakan sebuah pilihan sebagai sumber tambahan penghasilan. Pendapatan yang diperoleh ibu rumah tangga dari produksi opak ditambah dengan pendapatan dari anggota keluarga lain (suami/anak) diharapkan dapat mencukupi kebutuhan keluarga. Kebutuhan itu berupa kebutuhan sandang, pangan, dan papan serta kebutuhan lainnya yang bisa datang tidak diduga. Penelitian ini dilakukan dengan metode sensus. Data diolah langsung dari responden yaitu pengusaha wanita pembuat opak di Desa Panawangan Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis dan dari monografi Desa Panawangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi dan tabulasi. Berdasarkan hasil perhitungan dapat diperoleh hasil : (a) modal dan jam kerja berhubungan terhadap pendapatan responden, sedangkan lama usaha tidak memiliki hubungan dengan pendapatan responden. (b) Besarnya kontribusi pendapatan pengusaha wanita pembuat opak terhadap pendapatan keluarga dikatakan besar, yaitu 60,57 persen atau lebih dari 50 persen menyumbang pendapatan keluarga. (c) Rumah tangga wanita pembuat opak di Desa Panawangan memiliki rata-rata APC sebesar 0,48, dimana hal tersebut berarti APC rumah tangga pembuat opak kurang dari 1, dan dapat dikatakan bahwa pendapatan rumah tangga wanita pembuat opak dapat digunakan untuk memenuhi seluruh kebutuhan konsumsi. Implikasi yang dapat diberikan untuk kesimpulan tersebut adalah : (a) memberikan kemudahan untuk memperoleh modal agar masyarakat bisa meningkatkan usahanya, (b) Pembuat opak hendaknya lebih giat dalam menekuni kegiatannya, serta (c) dapat mempertahankan bahkan meningkatkan usahanya dalam membuat opak, tetapi tidak melupakan kodratnya sebagai seorang ibu rumah tangga yang bertanggung jawab terhadap keluarga. | Women have an important role for the economy. Based on BPS data in 2010 the percentage of females in Indonesia amounted to 49.83 percent. Percentage of the women population is potential for economic development. Because, women are not only work at home as a housewife, raising children and husband, but she had begun to participate in the public sector as the female labor force. Generally, women tend to work in the informal sector because women are still able to divide their time between works and family. For women who live in the Panawangan Village making opak from sticky rice is an option as an additional source of income. Income earned from the opak plus income from other family members (husband/son) is expected to provide family needed. Their needs are including in the form of cloth, food, and shelter, and other needs that may come up unexpectedly. The research was done by census method. Data is processed directly from the respondents that women entrepreneurs in the village opak maker at Panawangan Village, District Panawangan, Ciamis and from the Panawangan Village monograph. The data analysis techniques used are correlation and tabulations. Based on the calculation results can be obtained: (a) capital and working hours are related on the income of the respondents, while the business experience does not have a relationship with respondents' income. (b) The amount of women income contribution from making opaque on the family income is quite large, which is 60.57 percent or contribute more than 50 percent on the total family income. (c) Households that the women are making opak in the Panawangan village have an average of APC at 0,48, where it is means that APC of households that making opak less than 1, and it can be said that the woman's household income opak maker can be used to meet all consumer needs. The implications that can be given to this conclusion are (a) by given capital so that people can improve their business, (b) opaque maker should pursue more effort in their activities, and (c) to maintain and even increase its efforts in making opak, but not forgotten their duty as a housewife. | |
| 11574 | 4300 | E1A009106 | Politik Kriminal Penanggulangan Tindak Pidana Korupsi Di Indonesia Pada Era Reformasi | Kejahatan merupakan permasalahan sosial, terlebih apabila kejahatan tersebut adalah korupsi yang merupakan kejahatan luar biasa. Tindak pidana korupsi oleh karenanya perlu ditanggulangi agar statistik kriminalnya menurun. Upaya penanggulangan tersebut dinamakan dengan politik kriminal. Politik kriminal penanggulangan tindak pidana korupsi di Indonesia mendapatkan perhatian khusus sejak era reformasi pada tahun 1998. Berbagai peraturan perundang-undangan dibentuk sebagai wujud penyerapan aspirasi masyarakat terhadap tuntutan pemberantasan korupsi, peraturan perundang-undangan tersebut merumuskan upaya penal dan upaya non penal dalam menanggulangi tindak pidana korupsi. Meningkatnya kriminalitas korupsi menunjukan bahwa sebenarnya terdapat permasalahan dalam politik kriminalnya. Penelitian terhadap perumusan upaya penal dan upaya non penal dalam perundang-undangan di bidang korupsi dilakukan dalam rangka menemukan jawaban atas dugaan tersebut. Melalui penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui politik kriminal penanggulangan tindak pidana korupsi di Indonesia pada era reformasi. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa politik kriminal penanggulangan tindak pidana korupsi di Indonesia pada era reformasi dilakukan melalui berbagai pembentukan peraturan perundang-undangan. Politik kriminal tersebut masih terfokus kepada upaya penal sehingga mengesampingkan upaya non penal yang sesungguhnya merupakan upaya paling strategis dalam menanggulangi kejahatan. | Crime is a social problem , especially if the crime is corruption crime which is an extraordinary crime. Corruption therefore need to be addressed in order to decrease crime statistics. Countermeasures efforts is called a criminal policy. Criminal policy corruption crime in Indonesia special attention since the reform era in 1998. Various laws and regulations established as a form of absorption aspirations towards the eradication of corruption charges, the legislation is an attempt to formulate penal and non- penal efforts in tackling corruption. Increased corruption crime shows that there are actually problems in the criminal policy. Research on formulation efforts penal and non- penal efforts in legislation in the field of corruption conducted in order to find answers to these allegations. Through research normative regulatory approach, this study aims to determine the response of criminal policy corruption crime in Indonesia during the reform era. Based on the research note that criminal policy establishment through various legislations. Criminal policy corruption crime are still focused on the efforts that penal non penal override effort which is really a most strategic efforts in countermeasures crime. | |
| 11575 | 4525 | G1F008010 | UJI SENSITIVITAS MEROPENEM TERHADAP BAKTERI PENGHASILEXTENDEDSPECTRUMBETA LACTAMASE (ESBL) DI RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO, PURWOKERTO | Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) Enterobacteriaceae dapat dihasilkan oleh Proteus sp., Klebsiella sp., Escherichia coli, Citrobacter, Morganella, Providencia, Salmonella, dan Serratia. Bakteri tersebut dapat menyebabkan multidrug resistance terhadap suatu antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat sensitivitas meropenem terhadap bakteri-bakteri penghasil ESBL di RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto. Bakteri penghasil ESBL diisolasi dari 53 sampel urin yang diperoleh dari kateter urin pasien pria berumur lebih dari 19 tahun, yang telah dirawat minimal 2 hari. Identifikasi jenis bakteri dilakukan dengan uji pewarnaan gram serta uji IMVIC (Indole, Methyl red, Voges-Proskauer, Citrate). Pengujian ESBL dilakukan dengan initial screen test menggunakan cakram antibiotik cefotaxime dan ceftazidime. Uji sensitivitas meropenem dilakukan dengan menggunakan metode disk diffusion test pada medium Mueller Hinton Agar. Interpretasi data hasil pengukuran diameter zona hambat antibiotik didasarkan pada Clinical Laboratory Standard Institute (CLSI). Hasil bakteri penelitian menunjukkan bahwa bakteri penghasil ESBL yang diperoleh sebesar 58,92%, ESBL/ Non ESBL sebesar 28,46%, dan Non ESBL sebesar 14,62%. Uji sensitivitas meropenem terhadap bakteri penghasil ESBL menunjukkan hasil sensitif sebesar 86,49%, intermediet sebesar 0%, dan resisten sebesar 13,51%. | Enterobacteriaceae Extended Spectrum Beta Lactamase (ESBL) can beproduced by Proteus spp., Klebsiella spp., Escherichia coli, Citrobacter, Morganella, Providencia, Salmonella, and Serratia. The bacteria can cause multidrug resistan against antibiotics. This study aim is to determine the level of sensitivity of meropenem against ESBL producing bacteria in RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo, Purwokerto. ESBL bacteria was isolated from 53 urine samples obtained from a urinary catheter male patient solder than19 years old, who had been hospitalized at least 2 days. Identification of the types of bacteria were conducted by gram staining test and IMViC (Indole, Methyl red, Voges-Proskauer, Citrate) test. ESBL Tests conducted with initial screen test using cefotaxime and ceftazidime antibiotic discs. Sensitivity test of meropenem were conducted using disk diffusion test on Mueller Hinton Agar as the medium. Interpretation of data from antibiotic inhibition zone diameter measurements was based on theClinical Laboratory Standards Institute (CLSI). Test results showed that the ESBL producing bacteria by 58,92%, ESBL/ Non ESBL by 28,46%, and Non ESBL by 14,62%. Sensitivity of meropenem against ESBL shows the results of 86,49%, 0%, 13,51% as sensitive, intermediate, resistant, respectively. | |
| 11576 | 4544 | F1C008012 | INTERAKSI ANTARA ETNIS TIONGHOA DENGA WARGA SUNDA DALAM MASYARAKAT SOSIAL DI KOTA TASIKMALAYA (Studi Kasus Komunikasi Pembauran pada etnis Tionghoa dan etnis Sunda di Jalan Pemuda Kota Tasikmalaya) | Penelitian ini berjudul Interaksi antara etnis Tionghoa dengan etnis Sunda dalam Masyarakat Sosial di Kota Tasikmalaya (Studi kasus Komunikasi Pembauran pada etnis Tionghoa dan etnis Sunda di Jalan Pemuda Kota Tasikmalaya). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Komunikasi Pembauran yang terjadi dalam masyarakat sosial antara etnis Tionghoa dan warga Sunda dengan segala identitas etnisnya dan mengetahui seperti apa dinamika etnosentrisme masing – masing individu dengan kebudayaan yang berbeda dalam proses komunikasi di lingkungan masyarakat sosial di Tasikmalaya. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pembauran yang terjadi antara etnis Tionghoa dan etnis Sunda di Jalan Pemuda terbentuk melalui beberapa tahapan interaksi sosial seperti akomodasi, asimiliasi, dan akulturasi. Identitas diri dari individu kedua etnis masih kuat dan saling menonjolkan kebudayaannya dalam proses berinteraksi. Komunikasi yang terjadi sudah intensif terlihat dengan adanya kerjasama dalam kegiatan gotong-royong dan bahasa yang digunakan sudah menggunakan bahasa Sunda. Sikap etnosentrisme dari kedua etnis ini sudah mulai berubah dengan adanya kesadaran untuk melakukan interaksi dengan warga lainnya. Perubahan pandangan kedua etnis ini terhadap kebudayaan masing-masing menyebabkan sikap etnosentrisme mengalami pergeseran dan menyatukan etnis Tionghoa dan Sunda dalam masyarakat sosial di Jalan Pemuda. Kata Kunci: Interaksi, Komunikasi Antarbudaya, Pembauran, Etnosentrisme | This research titled Interaction between Chinese ethnic and Sundanese ethnic in Social Society at Tasikmalaya City (Case Studies Communication Assimilation of Chinese ethnic and Sundanese ethnic at Pemuda Street). This research aims to know how the assimilation communication which happened in the society between Tionghoa and Sundanese ethnic with their all ethnic identity and to know what ethnocentrism dynamic is like in each individual with the different culture on communication process in the society environment at Tasikmalaya. The result of this research concluded that assimilation which happened between Tionghoa ethnic and Sundanese in Jalan Pemuda was formed through many steps of social interaction, such as accomodation, assimilitation, and acculturation. Self identity from individual of both ethnic still strong and predominate each other their cultures in the interaction process. The communication which happened intensively with cooperation in gotong-royong activity and its language which used was Sunda language. The attitude of ethnocentrism from both ethnic had begun to change with an awareness to do interaction with another people. The change of this both ethnic into each cultures caused attitude of ethnocentrism came through a friction and united Tionghoa and Sundanese ethnic in the society at Pemuda street. Keywords: Interaction, Intercultural Communication, Assimilation, Ethnocentrism | |
| 11577 | 4524 | A1M008068 | PENGARUH SUHU DAN LAMA PENCELUPAN TERHADAP RENDEMEN DAN AKTIVITAS PENGHAMBATAN MALONALDEHID MINUMAN FUNGSIONAL BERBAHAN DASAR Sargassum crassifolium DAN DAUN KUMIS KUCING | Tanaman kumis kucing dan rumput laut coklat Sargassum crassifolium merupakan tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai pangan fungsional karena terbukti kedua bahan tersebut mengandung komponen bioaktif yang dapat berperan sebagai antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengaruh suhu dan lama pencelupan serta interaksi antar keduanya terhadap aktivitas penghambatan MDA dan rendemen minuman. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 16 kombinasi perlakuan dan 2 kali ulangan. Faktor yang dicoba meliputi suhu pencelupan (T) yang terdiri dari empat taraf yaitu T1 (70 oC); T2 (80 oC); T3 (90 oC); dan T4 (100 oC). Lama waktu pencelupan (W) terdiri dari empat taraf yaitu W1 (1 menit); W2 ( 3 menit); W3 (5 menit); dan W4 (7 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu 70 sampai dengan 80 oC meningkatkan aktivitas penghambatan MDA tetapi peningkatan suhu 80 sampai dengan 100 oC menurunkan aktivitas penghambatan MDA. Peningkatan suhu pencelupan dari 70 sampai dengan 100 oC menurunkan kadar rendemen. Peningkatan waktu pencelupan dari 1sampai dengan 7 menit menurunkan kadar rendemen dan aktivitas penghambatan MDA. Minuman dengan suhu pencelupan 80 oC dan waktu pencelupan selama 3 menit menghasilkan tingkat penghambatan MDA tertinggi yaitu 59,4% dengan rendemen minuman sebesar 82,43%. | Java tea plant and Sargassum crassifolium brown seaweed is a potentially plants to develop as functional drink because its contains bioactive component with antioxidant activity. Aims of the research were to know the influence of dipping temperature and dipping time depth toward the inhibition activity of MDA and yield of drink value and to know the influence of interaction between dipping temperature and dipping time depth toward the inhibition activity of MDA and yield of drink value. This research was using the a randomized block design (RBD) with 16 treatment combination and twice restating. The first factore was dipping temperature (T): 70 oC ( T1); (T2) 80 oC; (T3) 90 oC; and (T4) 100 oC. The second factor was dipping time depth (W): 1 minutes (W1); 3 minutes (W2); 5 minutes (W3); and 7 minutes (W4). The variables observed were the rendemen value and the MDA value. Result of the research showed that the increase of dipping temperature from 70 up to 80 oC improve the inhibition activity of MDA but the increase of dipping temperature from 80 up to 100 oC degrading the inhibition activity of MDA.The increase of dipping temperature from 70 up to 100 oC degrading yield of drink value. The increase of dipping time from 1 up to 7 minutes degrading yield of drink value, and the inhibition activity of MDA. The best combination with the highest level of inhibition activity of MDA obtained on treatment combination of dipping temperature 80 oC and dipping time during 3 minutes (T2W2) that was showed with the inhibition percentage of MDA of 59, 4% and the yield of drink value of 82,43%. | |
| 11578 | 4527 | C1A007027 | FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI EKSPOR KOPI INDONESIA KE JEPANG PERIODE TAHUN 1993- 2009 | Penelitian ini berjudul: "Faktor-faktor yang Mempengaruhi Nilai Ekspor Kopi Indonesia Untuk Periode Jepang 1993-2009". Hasil dari penelitian ini adalah produksi kopi Indonesia, volume ekspor kopi Indonesia ke Jepang, harga kopi internasional, dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat memiliki pengaruh positif signifikan terhadap nilai ekspor kopi Indonesia ke Jepang dan harga teh internasional dengan penduduk Jepang memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap nilai ekspor kopi Indonesia ke Jepang, sedangkan PDB Jepang tidak berpengaruh signifikan. Populasi Jepang adalah variabel yang memberikan pengaruh paling besar terhadap nilai ekspor kopi Indonesia ke Jepang. Implikasinya adalah, perlu kebijakan pemerintah untuk meningkatkan ekspor kopi, misalnya penggunaan teknologi di Indonesia untuk meningkatkan volume produksi kopi dan meningkatkan ekspor kopi Indonesia berkualitas sesuai selera penduduk Jepang. | This research entitled: “Factors Affecting Indonesian Coffee Export Value To Japan Period 1993-2009”. The result of this research are Indonesian coffee production, Indonesian coffee export volume to Japan, international coffee prices, and exchange rate of rupiah against U.S dollar have a positive significant influence on the value of Indonesian coffee export to Japan and international tea prices with Japanese population have a negative significant influence on the value of Indonesian coffee export to Japan, while GDP of Japan has not significant. Japanese population is variable that gives the most influence on the value of Indonesian coffee export to Japan. The implication is, need a government policy to increase in coffee exports, for example the usage of technology in Indonesian to increase volume of coffee production and to increase Indonesian coffee export quality according Japanese population taste. | |
| 11579 | 4529 | A1H008050 | RANCANG BANGUN MESIN SEALER MENGGUNAKAN ELEMEN PANAS KAWAT NIKELIN | Harga sealer untuk pengemasan bahan pangan yang tersedia dipasaran tidak terjangkau oleh para pemilik industri rumah tangga, oleh karena itu sealer dengan harga yang terjangkau untuk industri rumah tangga perlu dikembangkan. Penelitian ini ditunjukan untuk merespon masalah tersebut dan dimaksudkan untuk: merancang sealer menggunakan panas kawat nikelin, menilai kinerja seler dalam proses pengemasan, membuat atau menyusun petunjuk pengemasan tersebut Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap yaitu: perakiitan, pembuatan dan pengujian kinerja sealer. Dimensi sealer yang dibuat adalah (99×23×37)cm, bagian utama sealer terdiri dari: kerangka, gigi plat baja, pegas dan elemen pemanas sealer tersebut mempunyai dua sisi pemanas yang masing – masing mempunyai jalur pemanas sepanjang 15 cm, sumber energi untuk pemanasan adalalah arus listrik Hasil menunjukan bahwa sealer terbaik dicapai pada suhu 180oC – 187oC, timgkat keberhasilan alat dalam pengemasan adalah hand sealer %, sealer listrik 93%, dan sealer skala industri 100%. Pengoperasian menggunakan sealer ini kurang baik apabila dioperasikan dengan cara berdiri karena salah satu kaki operator akan menjadi penopang berat badan sehingga operator apabila belum terbiasa akan kesulitan dalam pengoperasian dengan kapasitas besar. | Price of sealer for packaging food availabe in the market, is not affordable by home industry owners. Therefore, sealer with reasonable price for home industry deeds to be developed. This reseach was addressed to respon the problem and aimed at. 1. To design a sealer using nikelin wires, 2. To asses performance of the sealer in packaging procces, 3. To make guideline for using the sealer. The research was done with three stages, designing, manufacturing, and performance testing. Deminsion of the sealer was 99 x 23 x 37 cm. Main part of the sealer crasisted of frame, a stooth, pedal, string, and heating elements. The sealer has two steel heating sides with 15 cm long of heating line each. PLN electricity was used as heating energy sonich. Result of the experiments indicated that the best sealing was achiered at 184oC-187oC. degree of succes in using the sealer was is hand of the sealer 97 %, the sealer electricity 93 %, and the sealer scale industry 100 %. The operation of using the sealer is less good if operated by means stand due one of the operator is in to a weight so operator if not used more trouble of operating with capacity large. | |
| 11580 | 4533 | D1C006010 | PEMANFAATAN KULIT SINGKONG FERMENTASI MENGGUNAKAN LEUCONOSTOC MESENTEROIDES DALAM PAKAN PENGARUHNYA TERHADAP N-NH3 DAN VFA (in vitro) | Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh pemanfaatan kulit singkong fermentasi terhadap konsentrasiN-NH3 dan VFA. Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu cairan rumen kambing yang diambil dari Rumah Potong Hewan (RPH) Karanglewas. Penelitian menggunakan metode eksperimental yang dirancang menurut Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sebagai perlakuan adalah kulit singkong tanpa fermentasi (P1) sedangkan untuk P2 dan P3 serta P4 sama dengan P1, akan tetapi bekatul dalam konsentrat digantikan oleh kulit singkong yang difermentasi menggunakan Leuconostoc mesenteroides berturut–turut sebanyak 10%, 20%, 30%. Pakan terdiri atas rumput lapang dan konsentrat dengan imbangan 60 : 40. Variabel yang diukur yaitu VFA dan N-NH3. Data yang diperoleh dianalisis variansi dan dilanjutkan dengan uji Orthogonal Polinomial. Hasil penelitian menginformasikan kadar VFA untuk masing-masing perlakuan P1, P2, P3 dan P4 adalah 149,6 mM; 160,4 mM; 148,0 mM; 107,6 mM; sedangkan kadar N-NH3 adalah 2,32 mM; 2,36 mM; 2,96 mM dan 2,44 mM. Analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar VFA dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap N-NH3. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kulit singkong yang di fermentasi secara anaerob menggunakan L. mesenteroides tidak dapat menggantikan bekatul dalam pakan kambing. | The aim of this research was to studythe use of fermentad cassava peelon volatile fatty acid and N-NH3 of goat ration. The materials were goatrumen fluid taken from slaughter house of Karanglewas Purwokerto. This experiment used experimental method design according to Completely Randomized Design. The treatments tested were ration contain unfermentedcassava peelas control (P1), while for P2, P3and P4 same as P1, but rice bran were subtitutedbyfermentedcassava peelas much as 10%, 20%, 30% respectively. Rationconsists ofgrassfieldandconcentrate at thebalance60 : 40%.The variable measured and recorded were volatile fatty acid (VFA) and N-NH3. Data were analysed by anava and continued by orthogonal polynomial. The result showed that the average of VFA were 149,6 mM; 160,4 mM; 148,0 mM; 107,6 mM; and N-NH3 were 2,32 mM; 2,36 mM; 2,96 mM; and 2,44 mM, for P1, P2, P3 and P4 respectively. Analysis of variance showed that treatment were significant effect (P < 0.05) on VFA and not significant (P > 0.05) on N-NH3. It can be concluded that fermentad cassava peel can not replace by rice bran in goat ration. |