Artikelilmiahs

Menampilkan 11.421-11.440 dari 50.432 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
114214347I1C006003GEOLOGI DAN POTENSI SUMBERDAYA ANDESIT DAN DIORIT DAERAH GUNUNGJAYA DAN SEKITARNYA KECAMATAN BELIK KABUPATEN PEMALANG
JAWA TENGAH
Maksud dan tujuan dari penelitian skripsi ini adalah untuk menerapkan salah satu cabang ilmu geologi dalam bidang keteknikan khususnya pada bahan galian industri.
Metodologi penelitian meliputi : tahap persiapan, tahap studi pendahuluan, tahap penellitian lapangan, tahap analisis dan pengolahan data, tahap analisis perhitungan cadangan, dan tahap penulisan laporan.
Lokasi penelitian tugas akhir berada di daerah Gunungjaya dan Sekitarnya, Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Pada peta daerah penelitian ditandai dengan kotak berwarna hitam. Posisi geografis daerah penelitian ini 1090.362547- 109.407867 BT dan -70.199647 -7.154681 LS, Daerah penelitian memiliki 5km x 5km yaitu 25km2, dengan ketinggian 300-800m dpl. Fisiografi daerah penelitian terletak pada Pegunungan Serayu Utara Daerah penelitian dapat dicapai dengan alat transportasi darat. Waktu yang ditempuh dari kampus Purbalingga hingga daerah Gunungjaya adalah 3 jam.
Daerah penelitian pembagian satuan dibagi menjadi 4 yaitu satuan Perbukitan Struktural badak, satuan perbukitan Intrusi Badak, satuan Punggungan aliran lava Gunungtiga dan Satuan Punggungan Blok Sesar Gunungtiga. Satuan batuan mulai dari yang berumur tua hingga berumur muda yaitu satuan perselingan batulempung batupasir, batupasir, intrusi diorit dan satuan lava andesit, pada Miosen Tengah diendapkan batulempung perselingan batupasir pada lingkungan bathyal atas – bathyal tengah dengan arus turbidt yang mempengaruhi, setelah batulmpung perselingan batupasir diendapkan pada Miosen tengah diendapkan batupasir dengan lingkungan pengendapan bathyal atas – bathyal tengah dengan mekanisme arus turbidite, setelah batupasir diendapkan terjadi tektonik yang menyebabkan pengangkatan dan menimbulkan sesar mendatar kanan yang menyebabkan intrusi diorit yang memotong batulempung perselingan batupasir dengan umur Miosen akhir, lalu pada umur kuarter terjadi aktivitas gunung slamet yang menyebabkan lava andesit tersingkap. Perhitungan cadangan dilakukan untuk mengetahui potensi sumberdaya andesit dan diorit dimana dari keempat blok prospek mempunyai nilai tertentu, dalam perhitungan cadangan menggunakan rumus kerucut terpancung, metoda isoline dan metoda penampang, kemudian didapat hasil dengan melihat berat jenis batuan yang dimulai dari 2,6ton/m3 - 2,8ton/m3, volume dan luasan, dari hasil perhitungan cadangan akan didapat faktor kehilangan tertambang yang kemudian diolah untuk menjadi bahan baku aspal, bahan bangunan, serta ornamen – ornamen batu ukir
The purpose of this thesis research is to apply one of the branches of geological sciences in the field of engineering especially in extractive industries.

Research methodology includes: preparation, preliminary, field research, analysis and processing data, analytical calculation of reserves and report writing.

This research area is located in Gunungjaya, Belik District, Pemalang Region, Central Java. The map of this research area marked by black box. Geographic positions of this area are 1090.362547- 109.407867 BT and -70.199647 -7.154681 LS and stretch until 25 km2, with an altitude of 300–800 above the sea level. Physiographic areas of research including into North Hills Of Serayu. This research area can be reached by road. Time taken from the geology campus Purbalingga to Gunngjaya is about 3 hours,
Regional distribution of this research area divided into 4 parts they are badak struktural hills, Badak units hills intrusion, Gunungtiga unit ridge lava flow, Gunungtiga fault block ridge units. The lithologies which is start from the old one to the young one are cross unit of claystone sandstone, sandstone, diorit intrusion and andesit lava unit. The central Miosen deposited claystone bedded laminate sandstone on the up bathyal environment-middle bathyal with affected by turbidite flow, after claystone bedded laminate sandstone deposited to a middle Miosen with up bathyal precipitation environment-middle bathyal with turbidite flow mechanism. After the sandstone was deposited tectonic happen and cause appoinment, and right horizontal section makes diorit section cut the claystone bedded laminate sandstone with last Miosen age, then at the quarter of age make the Slamet Mountain activity cause andesit lava exposed. The reserve calculation did to know about the source of andesit and diorit potential that from the fourth prospect block has a certain result. In this reserve calculation use cone formula beheaded, isoline methode and section methode. After watch the rock density start from 2,6ton/m3 - 2,8ton/m3 volume and area, from this reserve calculation caught lost factor mineable which is then processed into asphalt materials, building materials and also carved stone ornament.
114224349E1A007189PENERAPAN PASAL 8 AYAT 1 HURUF J JO. PASAL 62 AYAT 1 UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN PENGADILAN NEGERI JAKARTA PUSAT NO : 906/PID.B/2011/PN.JKT.PST.Perkembangan kebutuhan masyarakat akan teknologi pada saat ini meningkat dengan sangat pesat. Hal ini dikarenakan kebutuhan teknologi merupakan kebutuhan yang dapat meningkatkan status sosial masyarakat pada lingkungannya. Oleh karena itu menyebabkan para pelaku usaha bersaing untuk melakukan kegiatan usaha dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya kebutuhan teknologi serta untuk mendapatkan keuntungan. Namun dengan adanya persaingan usaha ini menimbulkan kendala yaitu banyaknya pelaku usaha yang melakukan perbuatan sewenang-wenang dalam melakukan kegiatan usahanya yang mengakibatkan kerugian yang akan diderita oleh konsumen, dalam hal ini adalah masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Pasal 8 ayat 1 Huruf J Jo. Pasal 62 ayat 1 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen yang menyatakan tentang “Perbuatan yang Dilarang Bagi Pelaku Usaha” khususnya dalam hal “Memproduksi dan / atau memperdagangkan barang dan / atau jasa yang tidak mencantumkan Informasi dan / atau petunjuk penggunaan barang dalam Bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.” Yang dilakukan oleh kedua terdakwa yaitu RANDY LESTER SAMUSAMU dan DIAN YUDHA NEGARA.
Metode yang digunakan adalah Yuridis Normatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa menunjukkan bahwa kedua terdakwa tersebut tidak memenuhi unsur sebagai pelaku usaha dan tidak memiliki kemampuan memproduksi barang serta perbuatan memperdagangkan yang dilakukan hanya bersifat insidentil, kasuistis dan bukan merupakan kegiatan yang sifatnya rutinitas, serta terkait dengan barang yang diperdagangkan yaitu IPAD tidak termasuk ke dalam 45 produk telematika yang wajib dilengkapi dengan petunjuk penggunaan ( manual ) dan kartu jaminan / garansi berbahasa Indonesia, sehingga penerapan Pasal 8 ayat 1 huruf J Jo. Pasal 62 ayat 1 tersebut tidak sesuai dengan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat itu.


Growth of requirement of society will be technological at the moment mount fast considerably. This matter because requirement of technological represent requirement of which can improve social status society its environment. Therefore cause perpetrator is effort competing to do business activity as a mean to fulfill requirement of society specially requirement of technological and also to get profit. But with existence of emulation of this effort generate constraint that is to the number of perpetrator is effort have done arbitrary deed in doing its business activity which result loss to be suffered by consumer, in this case is society.
This research aim to know Applying Section 8 article 1 Letter J Jo. Section 62 article 1 Law Number 8 Year 1999 About Consumerism which express about "Prohibited deed To Perpetrator is Effort" specially in the case of " Producing and / or commercialize goods and / or service which don’t mention Information and / or guide of usage of goods in Indonesian pursuant to legislation going into effect." Which done by both defendant that is RANDY LESTER SAMUSAMU and DIAN YUDHA NEGARA.
Method the used is Yuridis Normatif. Pursuant to result of analysis and research indicate that both the defendant don’t fulfill element as perpetrator is effort and don’t have ability produce goods and also deed commercialize which is done only having the character of insidentil, kasuistis and not such a activity which in character rutinitas, and also related to commercialized goods that is IPAD don’t the including into 45 product of telematika which is obliged to provide with guide of usage ( manual ) and guarantee card / warranty have Indonesian, so that applying Section 8 article 1 letter of J Jo. Section 62 the article 1 disagree with decision District Court Of Jakarta Center that.


Key Words : Perpetrator is effort, Prohibited deed, Producing, commercializing goods
114234373A1H008028Kajian Pengaruh Ragi Tape Dan Waktu Fermentasi Dalam Pemanfaatan Kulit Singkong Sebagai Bahan Pembuatan BioetanolBioetanol merupakan alternatif penyedia energi yang merupakan senyawa alkohol yang dapat diperoleh melalui proses-proses fermentasi biomassa dengan bantuan mikroorganisme. Banyak sumber daya alam yang berpotensi sebagai bahan bakar alternatif dari bioetanol, salah satunya adalah kulit singkong yang merupakan limbah dari tanaman singkong yang memiliki kandungan serat yang dapat digunakan sebagai sumber energi dan yang selama ini merupakan sampah yang masih belum banyak dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah (added value). Tinggi rendahnya kadar bioetanol ditentukan oleh aktivitas ragi, serta proses fermentasi alkohol. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui pengaruh lama waktu fermentasi serta dosis pemberian ragi terhadap kadar alkohol yang dihasilkan, (2) Menghitung rendemen etanol dari limbah kulit singkong. Penelitian dilakukan menggunakan Rancang Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor yang diuji yaitu dosis ragi tape (10%, 12%, dan 14%) dan lama fermentasi (3 hari, 6 hari, dan 9 hari). Variabel yang diamati meliputi penentuan kadar etanol hasil destilasi dan rendemen bioetanol. Hasil penelitian menunjukan kadar etanol tertinggi sebesar 24,81% (v/v) dicapai pada pemberian ragi tape 14% dan 25,08% (v/v) dengan waktu fermentasi 9 hari; adapun rendemen perlakuan tersebut sebesar 39,16% pada pemberian ragi tape 14% dan 39,58% dengan waktu fermentasi 9 hari.Bioetanol- an alternative energy is a compound that can be obtained through alcoholic fermentation processes biomass. There are many natural resources which have potential as alternative fuel from bioethanol; one of them is cassava peels - a waste of cassava plant which content of fibers that can be used as a source of energy. It has been known that bioethanol production level is determined by the activity of yeast and the process of alcoholic fermentation. The purpose of this research is (1) Study the influence of fermentation time to the alcohol content produced, (2) Calculate ethanol yield from cassava peels. The research was conducted using a Random Design Group (RDG) consisting of two factor, they are: the dose of yeast tape (10 %, 12 %, and 14 %), and fermentation time (3 days, 6 days, and 9 days). Variable observed include ethanol content and bioethanol yield. The results showed that the fermentation time and the dose of yeast have significant effects on ethanol level as well as the yield. Results show that the best combination is dose of yeast tape14% and fermentation time 9 days, 24,81%(v/v) dose of yeast tape 14%, 25,08%(v/v) fermentation 9 days and yield of 39,16% dose of yeast tape 14%, 39,58% fermentation 9 days.
114244350D1E008108PENGGUNAAN PAKAN FUNGSIONAL DALAM RANSUM TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN AYAM BROILER
(THE USE OF FUNCTIONAL FEED IN RATIONS ON CONSUMTION AND
BODY WEIGHT GAIN BROILER)
Penelitian ini dilaksanakan tanggal 20 Juli sampai tanggal 25 Agustus 2012 di Sub Stasiun Percobaan dan Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan pakan fungsional dalam ransum terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan ayam broiler yang di pelihara sampai umur 35 hari. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam broiler umur 1 hari (DOC) unsex strain Multi Breeder 202 Platinum sebanyak 100 ekor. Percobaan dilakukan menggunakan metode eksperimental in vivo dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pakan perlakuan terdiri dari 5 macam, setiap perlakuan di ulang 4 kali dan setiap ulangan berisi 5 ekor ayam. Perlakuan terdiri dari R0 = pakan fungsional, 0%, R1 = pakan fungsional 5%, R2 = pakan fungsional 10%, R3 = pakan fungsional 15%, R4 = pakan fungsional 20%. Peubah yang diamati adalah konsumsi pakan dan pertambaan bobot badan. Data yang diperoleh di analisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji orthogonal polynomial. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa penggunaan pakan fungsional berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pertambahan bobot badan. Rataan konsumsi pakan yaitu R0 = 1557,55 ± 152,99 g; R1 = 1682,52 ± 91,51 g; R2 =1579, 01 ± 86,56 g; R3 = 1671, 73 ± 74,51 g; R4 = 1652, 67 ± 93,06 g. Rataan pertambahan bobot badan yaitu R0 = 689,86 ± 51,26 g; R1 = 673,61 ± 55,37 g; R2 = 638,15 ± 94,86 g; R3 = 526,16 ± 78,15 g; R4 = 502,45 ± 50,65 g pada setiap perlakuan. Hasil uji lanjut Orthogonal Polynomial perlakuan menunjukan respon linier dengan persamaan garis Y = 710.49750 - 10.445800 X dengan nilai koefisien determinasi (r2) = 57,72 % yang artinya bahwa 57,72 % perbedaan pertambahan bobot badan ayam broiler (Y) ditentukan oleh variasi level pakan fungsional (X) dan koefisien korelasi (r) = 0,7597, artinya penggunaan pakan fungsional yang terbaik untuk meningkatkan pertambahan bobot badan berada pada level 5 %. Kesimpulan bahwa Penggunaan pakan fungsional yang terdiri dari minyak ikan lemuru, probiotik dan N3 anti allergen sebesar 20% dalam ransum tidak memberikan pengaruh terhadap konsumsi pakan ayam broiler, Sedangkan penggunaan pakan fungsional sebesar 20% mampu menunjukkan pengaruh terhadap pertambahan bobot badan, meskipun terjadi penurunan pertambahan bobot badan ayam broiler.This reseacrh was conducted from July 20th until August 25th 2012 at the Experimental Sub-Station and Laboratory of Animal Nutrition and Feed Science, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University. This research was aimed to evaluate the use of functional feed in the ration, it’s effects on feed cunsumtion and body weight gain in broiler until the age of 35 days. The used materials in this research were 1-day-old unsex Multi Platinum 202 strain broiler chickens (DOC) as many as 100 birds. The experiments were performed using in vivo experimental method with completely randomized design (CRD). The feed consisted of 5 treatments, each treatment was repeated 4 times and each replication contained 5 chickens. The treatment consisted of functional feed R0 = 0% of functional feed, R1 = 5% of functional feed, R2 = 10% of functional feed, R3 = 15% of functional feed, R4 = 20% of functional feed. The variables measured were the feed consumtion and body weight gain. The data obtained were analyzed using analysis of variance and followed by orthogonal polynomial test. The results of analysis of variance showed that the use of functional feed highly significantly (P<0.01) affected the body weight gain and did not significantly (P>0.05) affect the feed consumtion. The mean consumtion were R0 = 1557.55 ± 152.99 g; R1 = 1682.52 ± 91.51 g; R2 =1579. 01 ± 86.56 g; R3 = 1671. 73 ± 74.51 g; R4 = 1652. 67 ± 93.06 g, respectively. The meant of body weight gain were R0 = 689,86 ± 51,26 g; R1 = 673.61 ± 55.37 g; R2 = 638.15 ± 94.86 g; R3 = 526.16 ± 78.15 g; R4 = 502.45 ± 50.65 g. Further test results showed that treatment response of Orthogonal polynomials was linier with the line equation Y = 710.49750 - 10.445800 X with the coefficient of determination (r2) = 57,72 % which meant that 57,72 % of the body weight gain (Y) was determined by variations in the level of functional feed (X) and correlation coefficient (r) = 0,7597 and, which means that the use of functional feed was best for body weight gain at the level of 5 %. The conclusion is that the use of functional feed in the ration up to 20% did not affect feed consumtion, however it does influence the body weight gain.
114254362A1H008033Kajian Teknoekonomi Pendirian Industri Alat Pencetak Briket Semi MekanisPemanfaatan limbah menjadi briket merupakan salah satu alternatif pengganti bahan bakar. Sehingga banyak industri alat pencetak briket di Indonesia, namun jumlahnya di Jawa Tengah masih sedikit. Ketersediaan bahan baku yang memadai merupakan langkah awal untuk mendirikan industri alat pencetak briket semi mekanis. Upaya untuk meminimalkan resiko kegagalan dalam pengambilan keputusan pendirian alat pencetak briket semi mekanis yaitu dengan melakukan analisis teknoekonomi. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui kelayakan pendirian industri alat pencetak briket semi mekanis di Kabupaten Banyumas ditinjau dari aspek pasar dan pemasaran, teknis dan teknologis, manajemen operasional, hukum dan dampak lingkungan serta aspek finansial. Metode yang digunakan adalah metode kebijakan. Penelitian dilaksanakan di Provinsi Jawa Tengah pada bulan Mei 2012 sampai Juli 2012. Data dan informasi yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder.Hasil penelitian meliputi 1) Analisis aspek pasar pemasaran menunjukkan adanya peluang pasar bagi produk alat pencetak briket semi mekanis, segmen pasar yang jelas, dan harga bahan baku untuk membuat alat pencetak briket semi mekanis yang masih terjangkau di sekitar daerah Kabupaten Banyumas dan Provinsi Jawa Tengah; 2) Analisis aspek teknis dan teknologis menunjukkan bahwa industri alat pencetak briket ini layak untuk diusahakan karena bahan baku yang memadai, kapasitas produksi yang logis sebesar 20 buah unit per bulan, teknologi yang bisa diterapkan, dan pengawasan mutu yang terencana, lokasi pabrik direncanakan di Kecamatan Ajibarang; 3) Analisis aspek manajemen operasional menunjukkan struktur organisasi berbentuk organisasi garis dengan spesifikasi jabatan yang jelas, manajemen penggajian yang sesuai UMK Kabupaten Banyumas yang masih dapat dipenuhi perusahaan, dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan adalah 19 orang; 4) Analisis aspek yuridis dan AMDAL menunjukkan bahwa pendirian usaha industri alat pencetak briket semi mekanis layak direalisasikan, bentuk badan usaha yang direncanakan adalah CV atau Persekutuan Komanditer, semua perijinan yang dibutuhkan dapat dibuat di Badan Penanaman Modal (BPM Kabupaten Banyumas); 5) Analisis aspek keuangan menunjukkan bahwa pendirian industri alat pencetak briket semi mekanis layak untuk direalisasikan karena memiliki NPV keadaan normal sebesar Rp 697.841.750, IRR sebesar 43 persen, PI sebesar 2,92 persen, dan nilai PBP 1,90 tahun. Selain itu, industri pembuatan alat pencetak briket semi mekanis ini juga layak didirikan pada kondisi pendapatan turun sampai 15 persen, biaya operasional naik sampai 15 persen dan biaya investasi naik 25 persen.The use of waste to briquettes is one of alternative way to subtitute the refined fuel. So there are many briquettes former instrument in Indonesia, but their existence are still a little in Central Java. The available of quite raw material is the first step to build up the semi-mechanic briquettes former instrument. The means to minimize the failure risks on taking decision the build of semi-mechanic briquettes former instrument is by doing technoeconomy analysis. The aim of the research is to understand the proper of establishment of semi-mechanic briquettes former industry in Banyumas Residence to be observed from market and marketing aspect, technic and technologies aspect, operational management aspect, juridical and environmental aspect and financial aspect. The method used in this research is learned method. The research was done in Banyumas Residence on May 2012 until July 2012. Data and informations that collected were primary and secondary data. The research result are 1) the analysis of market and marketing apect show that there is a market opportunity for the semi-mechanic briquettes printer instrument, there is a clear market segment, and affordable price of raw materials around Banyumas Residence area and Central Java; 2) the analysis of technic and technologies show that this instrument is proper to produce because quite of the raw materials stock, logic capacity production are 20 instruments per mounth, the technologies that can be applied, and planned quality control, the location of factory is planned in Ajibarang District; 3) The operational management aspect shows that organization structure is line organization with clear position in it, salary management which appropriate with Banyumas Regency’s Residence Minimum Wages (RMW) that still can be fulfilled by the company, and the employers that needed are 19 employers; 4) The analysis of juridical and environment impact show that this instrument is proper to be realization, the planned corporation is CV or Commanditer Partnership, all the permission that needed can be made in Capital Investment Committee (CIC) in Banyumas Regency; 5) The analysis of financial aspect shows that the build of semi-mechanic briquettes former industry is proper to be realization because it has NPV with normal condition on Rp 697,841,750, IRR on 43%, and PI on 2.92%, and PBP score on 1.90 year. On other side, this industry is proper to build in income decreases until 15% condition, operational cost increases until 15% and investment cost increases until 25%.
114264371C1A008006ANALISIS WILLINGNESS TO ACCEPT(WTA) DANA KOMPENSASI
PADA PEKERJA PLASMA BULU MATA PALSU
(StudiKasus di DesaCandiwulanKec.KutasariKab.Purbalingga)
Penelitianiniberjudul“AnalisisWillingness To Accept (WTA) Dana KompensasiPadaPekerja Plasma Bulu MataPalsu (StudiKasus di DesaCandiwulanKec. KutasariKab. Purbalingga)”.Tujuanpenelitianiniadalahuntukmengkajipersepsipekerja plasma terhadapkeberadaan plasma yang tidakmemilikiJamsostekdanperlindungansosial, mengetahuikesediaanmenerimakompensasi, mengetahuibesarnyanilaiWTA, sertamengkajikeberadaaninvestasiasing.
Penelitian ini merupakananalisis data primer dansekunder. Data primer diperoleh melaluiwawancararesponden, sedangkan data sekunderdiperolehmelaluiPemerintah Daerah, BadanPusatStatistik, Dinsosnakertransserta Kantor Penanaman Modal danPerizinanTerpadu (KPMPT). Alatanalisis yang digunakanadalahCVM (Contingent valuation Method)
BerdasarkanhasilpenelitiansebagianbesarpekerjamemahamiJamsosteknamunpemahamanUU No.13 tentangKetenagakerjaanmasihrendah.PekerjatidakmengetahuibagaimanacaramenerapkanJamsostek. Atasdasarkondisi yang demikianpekerjacenderunglebihmemilihuntukmenerimakompensasidaripadamenuntutadanyaJamsostek.Perludiujikebenaranmengenaitujuandariinvestasiyaitumeningkatkanpertumbuhanekonomi, mengurangipenganggurantapi di sisi lain kesejahteraanmasyarakat (pekerja)tidakbegitudiperhatikankarenatidaksesuaidengantujuanpembangunan millennium yaitutercapaikesejahteraanrakyatdanpembangunanmasyarakat. Ada kesediaanpekerjamenerimadanakompensasi(WTA) dengannilai rata-rata sebesar Rp42.000,00/KK/bulan. Hal tersebutmencerminkanadanyakesediaanmenerimakompensasipekerjaatasrendahnyaupah yang diperolehkarenatidaksesuaidenganresikopekerjaan
Implikasi dari penelitian ini adalah adanyakesediaanmenerimakompensasipadapekerja plasma bulumatapalsu. Perluadanyaevaluasikebijakan pro investasi di KabupatenPurbalingga.Nilaidanakompensasi yang sebaiknyadiberikanadalah Rp42.000,00/pekerja/bulan. Pemerintahperlumeningkatkanpengawasan yang ketat di plasma-plasma yang terletak di pelosokdesa.Perludilakukansosialisasi yang intensdariPemerintahKabupatenterhadappekerjamengenaihakpekerjasertapengetahuantentangpenerapanJamsostekserta UU No.13 tentang Ketenagakerjaan.

SUMMARY
This study entitled "Analysis of Willingness To Accept (WTA) of Compensation Fund of Plasma fake Eye-Lashes workers (Case Study Candiwulanvillage district KutasariPurbalingga region)". The purpose of this study was to assess the perception of plasma workers towards the existence of plasma workers who do not have Social Security and Jamsostek, to know the willingness to accept compensation, knowing the value of the WTA, as well as assessing the foreign investment.
This study is an analysis of primary and secondary data. The primary data obtained through interviews of respondents, while secondary data obtained through local government, Central Statistical Agency, Social services, Labour, and Transmigration Bureau and Investment Office and Integrated Licensing. The analysis tools are CVM (Contingent valuation Method).
Based on our research, most of the workers understand Social Security, but knowledge of Act 13 about Employment is still low. Workers do not know how to apply Social Security. On the basis of the conditions of such workers tend to prefer to receive compensation than requiring Social Security in their company.
Therefore, it needs to be tested about the truth of the purpose of the investment is to increase economic growth, reduce unemployment, but on the other hand the welfare of society (workers) are not considered because it does not comply with the Millennium Development Goals to achieve welfare and community development. There is a willingness to accept workers' compensation (WTA) with the average value of Rp42.000, 00 / household / month. It reflects a willingness to accept compensation for workers on low wages earned for work not in accordance with the risk.
The implication of this research is a willingness to accept compensation on workers of plasma fake eyelashes. There need to be an evaluation of pro-investment policies in Purbalingga. Value of the compensation fund should be given is Rp42.000, 00 / workers / month. Governments need to increase surveillance in plasmas which located in remote villages. There needs to be an intense socialization of District Government against workers on the rights of workers as well as knowledge about the application of Social Security Act and Act 13 about Employment.
114274325H1A008025PENGARUH WAKTU KONTAK TERHADAP PENURUNAN KADAR FENOL LIMBAH BATIK MENGGUNAKAN METODE AOPs SISTEM UV, H2O2, DAN UV/H2O2Fenol merupakan salah satu senyawa organik yang berasal dari buangan industri yang berbahaya bagi lingkungan dan manusia, hal ini disebabkan karena fenol bersifat anionik di dalam larutan air. Penurunan kadar fenol dalam limbah cair industri batik dapat diupayakan dengan metode AOPs. Pada penelitian ini digunakan metode AOPs dengan sistem UV, H2O2, dan UV/H2O2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem UV, H2O2, dan UV/H2O2 dapat menurunkan kadar fenol dengan persentase sebesar 34,27%, 35,86%, dan 36,78%.Phenol is one of the organic compounds from industrial waste which are harmful to the environment and human, this is because phenol is anionic in the water solution. A decrease in the levels of phenol in industrial liquid waste Batik can be attempted by the method of AOPs. On this research, methods of the system used UV, H2O2, and UV/H2O2 by AOPs. The research results show that system UV, H2O2, and UV/H2O2 can degrade value of phenol with a percentage of 34.27%, 35.86%, and 36.78%.
114284387G1B008081EVALUASI KINERJA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) KILANG PARAXYLENE PT. PERTAMINA (PERSERO) REFINERY UNIT IV CILACAP BERDASARKAN KADAR HIDROKARBON TOTALLimbah cair industri minyak & gas serta panas bumi banyak mengandung bahan kimia berbahaya dan beracun. Limbah cair industri minyak & gas serta panas bumi yang tidak terolah dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia disekitar industri tersebut berada. Oleh karena itu setiap industri minyak & gas serta panas bumi harus memiliki IPAL agar tidak ditemukan cemaran yang berbahaya bagi lingkungan perairan dan kesehatan manusia, begitu pula PT Pertamina RU IV Cilacap. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja IPAL PT Pertamina RU IV Cilacap dalam menurunkan kadar Hidrokarbon total yaitu kandungan oil content, amonia, sulfida dan phenol dalam air limbah. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT Pertamina RU IV Cilacap menggunakan CPI (Corrugated Plate Interceptor), RBC (Rotating Bio Contractors) dan Holding Basin. Hasil pengukuran menunjukkan parameter hidrokarbon yaitu oil content, amonia, sulfida dan phenol telah memenuhi baku mutu yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 19 Tahun 2010. Dapat disimpulkan bahwa kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT Pertamina RU IV Cilacap sudah baik dan air limbah bisa dibuang ke lingkungan. Pengolahan limbah di PT Pertamina RU IV Cilacap bisa di aplikasikan ke industri lain yang menghasilkan limbah sejenis.Liquid waste of oil and gas as well as geothermal industries mostly contains hazardous and toxic chemicals. Liquid waste of oil and gas as well as geothermal that is not treated properly may cause environmental pollution and endanger human health in the surrounding area of the industry. Therefore, every oil and gas and geothermal industry such as PT Pertamina RU IV Cilacap must have Waste Water Treatment Plant (WWTP) in order to create zero contamination that is harmful to the aquatic environment and human health. This research was conducted to evaluate the performance of the WWTP of PT Pertamina RU IV Cilacap in lowering the total hydrocarbon level; those are oil content, ammonia, sulphide and phenols in waste water. This research was a descriptive observational study. Waste Water Treatment Plant (WWTP) of PT Pertamina RU IV Cilacap used CPI (Corrugated Plate Interceptor), RBC (Rotating Biological Contactors) and the Holding Basin. Measurement results showed that the parameters of hydrocarbon; oilcontent, ammonia, sulphide and phenols had met the quality standards set out in the Regulation of the Minister of Environment No. 19 2010. It could be concluded that the performance of the Waste Water Treatment Plant (WWTP) PT Pertamina RU IV Cilacap was exemplary and the waste water could be discharged into the environment. Waste Water Treatment Plant (WWTP) of PT Pertamina RU IV Cilacap could be applied to other industries that produce similar waste.
114294353I1C006006GEOLOGI DAN ANALISIS BAWAH PERMUKAAN
REMBESAN GAS ALAM DENGAN METODE GEOLISTRIK
DI DESA KARANGLEWAS, KECAMATAN JATILAWANG,
KABUPATEN BANYUMAS,
JAWA TENGAH
Daerah penelitian berada di wilayah Desa Karanglewas, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi daerah penelitian secara geografis pada koordinat 109°06’30” - 109°09’ BT dan -7°33’ - -7°36’ LS, berada sekitar 21 km dari Kota Purwokerto. Luasan daerah penelitian yaitu 5x5 km (25 km2). Daerah telitian secara geomorfologi terbagi menjadi 2 satuan, yaitu Satuan Punggungan Antiklin Karanglewas dan Satuan Dataran Aluvial Jatilawang. Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi lima satuan lithostratigrafi tidak resmi, yaitu : satuan batupasir, satuan batulempung, satuan batupasir tufan, satuan basalt , dan satuan endapan aluvial. Struktur geologi yang berkembang pada daerah penelitian berupa lipatan antiklin yang mempunyai arah sumbu barat-timur dan sesar-sesar geser berarah baratlaut-tenggara, hal ini menunjukkan bahwa gaya atau tegasan yang terjadi pada daerah penelitian dari arah utara-selatan akibat dari subduksi Jawa. Adapun cadangan hidrokarbon yang terjebak dengan struktur lipatan antiklin kemudian keluar ke permukaan melalui jalur bukaan dari sesar-sesar yang ada, hidrokarbon tersebut berupa gas pada Formasi Halang.Research areas is in Karanglewas Village, Jatilawang District, Banyumas Regency, Central Java Province. In geographical coordinates the study areas is 109o 06’ 03” – 109o 09’ BT and -7o 33’- -7o 36’ LS, 21 km from Purwokerto City. The measured of research areas is 5x5 km (25 km2). Research areas is devided into 2 units geomorphology, that’s Anticline Karanglewas Ridge Unit and Alluvial Plain Jatilawang Unit. Stratigraphy of research areas is devide to 5 units litostratigraphy unofficial, that is : Sandstone Unit, Claystone Unit, Tuffaceous Sandstone Unit, Basalt Unit, and Alluvial Deposits Unit. Structure geology that growing in research areas is anticline fold that have west - east direction and strike slip fault northwest - southeast direction, that showing the force happen in research areas from north - south direction, conclusion from Java subduction. Hydrocarbon reserved that trapped with anticline fold structure and show to surface on cracking from strike slip fault that was, the hydrocarbon is gas in Halang Formation.
114304352A1H008013RANCANGBANGUN ALAT PENCETAK BRIKET ARANG
SEMI MEKANIS
Mengatasi menipisnya sumber energi, bahan bakar briket bisa dijadikan salah satu alternatif menggantikan minyak tanah sebagai bahan bakar rumah tangga. Pembuatan briket diperlukan alat untuk mencetak briket. Alat untuk pencetak briket memiliki berbagai jenis yaitu sistem manual, sistem semi mekanis, dan sistem otomatis. Alat pencetak briket sistem semi mekanis seperti Galdabini 100 masih terdapat kelemahan, maka dibuatlah alat dengan beberapa perubahan, terdiri dari: dimensi alat, jumlah pemakaian pegas tarik, pemakaian pembuat lubang pada briket, dan jumlah cetakan. Tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini meliputi: Merancangbangun alat pencetak briket dengan menggunakan sistem hidrolik, mengetahui tekanan hidrolik terhadap pengepresan briket, dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kerapatan briket. Hasil uji performansi alat menunjukkan bahwa gaya yang diberikan hidrolik kapasitas 4 ton terhadap penekan briket setiap engkol sebesar 161,443 N, gaya yang bekerja pada pegas setiap kali engkol sebesar 840,606 N, dan gaya yang mengenai briket sebesar 4648,456 N. Gaya yang diberikan penekan saat pengempaan briket menghasilkan kerapatan briket dengan rata-rata 33 engkol sebesar 0,821 g/cm3 dan 34 engkol sebesar 0,979 g/cm3 dengan kebutuhan energi yang dibutuhkan manusia saat melakukan pencetakan briket sebesar 0,283x10-1 MJ/briket.
Addressing the depletion of energy resources, fuel briquettes can be used as one alternative replaces kerosene as household fuel. Making briquette needs equiepment to form it. There are three formed equiepments among manual system, semi-mechanical, and semi-automatic system. Formed equiepment of semi-mechanical system is like Galdabini 100, which have weakness. So that, it has to be changed on quantity and dimension of an equipment, quantity of spring use, use of digging a hole on briquettes. The purposes of this research are to design formed equipment using a bottle Jack, to know the pressure of a bottle jack on pressing briquettes, and to know factors which affect the density of briquettes. The results of performance test shows that the force jack which 4 tonnes capacity of briquettes is 161,443 N every crank, the force spring on each time of the crank is 840,606 N, and the force of briquettes is 4648,456 N. The force exerted suppressor when pressing briquette produce density briquette with an average of 33 crank 0,821 g / cm3 and 34 crank of 0,979 g / cm3 with necesity of human energy when pressing briquette of 0,283x10-1 MJ / briquettes.
114314355I1C006001GEOLOGI DAN STUDI SIFAT FISIK BATUGAMPING
FORMASI TAPAK DAERAH TUNJUNGMULI,
KECAMATAN KARANGMONCOL,
KABUPATEN PURBALINGGA, JAWA TENGAH
Maksud dari penelitian skripsi ini adalah untuk menerapkan salah satu cabang ilmu geologi dalam bidang keteknikan khususnya pada bahan galian industri.
Untuk dapat memecahkan beberapa permasalahan yang timbul, diperlukan metode pendekatan dan pemecahan masalah. Beberapa tahap penelitian yang memperjelas dan mengarahkan penelitian adalah penelitian pendahuluan, penyelidikan lapangan, analisis dan pengolahan, serta penyusunan laporan.
Daerah penelitian terletak di Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol, kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Secara geografi, lokasi penelitian berada pada 9.197.800 MN-9.192.000 MN dan 333.000 ME-329.000 ME. Luas daerah penelitian yaitu 29,25 km2, dengan ketinggian 150-600m dpl. Fisiografi dareah penelitian terletak pada Pegunungan Serayu Utara. Satuan geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi empat satuan geomorfologi, antara lain: Satuan Perbukitan Aliran Lava Baleraksa, Satuan Lembah Homoklin Tunjungmuli, Satuan Punggungan Homoklin Tunjungmuli, dan Satuan Dataran Aluvial Pekirangan. Daerah penelitian dibagi menjadi enam satuan stratigrafi tidak resmi. Satuan tersebut antara lain : Satuan breksi volkanik, satuan perselingan batupasir-napal, satuan batugamping, satuan breksi, satuan batulempung, dan satuan endapan aluvial. Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian berupa sesar. Sesar yang ditemukan di Satuan perselingan batupasir-napal berupa sesar mendatar mengiri turun. Sesar ini diperkirakan memiliki umur Pliosen Akhir–Pleistosen. Batugamping anggota Formasi Tapak merupakan batugamping kalstik. Beradasarkan anakisis sifat fisik dan sifat kimia batugamping dapat dimanfaatkan sebagai bahan agregat semen dan bahan agregat beton non struktural.
The purpose of this thesis research is to apply one of the branches of geological sciences in the field of engineering especially in extractive industries.
To be able to solve some of the problems that arise, necessary methods and problem-solving approaches. Some of the research phase to clarify and direct the research is preliminary, field investigation, analysis and processing, and preparation of reports.
The research area is located in Tunjungmuli, Karangmoncol District, Purbalingga regency, Central Java (9.197.800 MN-9.192.000 MN and 333.000 ME-329.000). This area is 29,25 km2 wide, with an altitude of 150–600 above the sea level. Physiographic areas of research including into North Hills Of Serayu. Geomorphology unit in this research area divided into four units, they are : Baleraksa Volcanic Hills Unit, Tunjungmuli Homoclinal Valley Unit, Tunjungmuli Homoclinal Hills Unit, and Pekirangan Alluvial Plain Unit. The research area is divided into six stratigraphic units. The units are : Volacanic breccia, bedded laminate sandstone-marl unit, limestone unit, breccia unit, claystone unit, and alluvial. Geological structures that were observed in the research area are fault. Fault that observed in the bedded laminate sandstone-marl unit is strike slip fault. This fault that occured in Late Pliocene–Pleistocene. Tread Limestone Formation is a limestone members kalstik. From the properties physical and chemical properties of limestone aggregate can be used for cement and non-structural concrete aggregate materials.
114323912C1B008037Analisis Kesehatan Keuangan Perbankan Berdasar Raasio CAEL dan pengaruhnya terhadap return saham perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2008-2011RINGKASAN
Tujuan penelitian ini adalah menentukan tingkat kesehatan kinerja keuangan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2008-2011.
dengan menggunakan rasio CAEL dan menguji pengaruhnya terhadap return saham.
Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Sampel dipilih berdasarkan dengan kriteria yang ditentukan. Berdasarkan kriteria tersebut, diperoleh sampel sebanyak 22 bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2008-2011.
Analisis data menggunakan analisis tingkat kesehatan kinerja keuangan perbankan berdasar rasio CAEL dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) Sebanyak 14 bank memiliki kinerja keuangan dengan predikat sangat baik, 7 bank memiliki kinerja keuangan dengan predikat baik dan 1 bank memiliki kinerja keuangan dengan predikat cukup baik. (2) Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham perusahaan perbankan yang lterdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2008-2011. (3) Non Performing Loan (NPL) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham perusahaan perbankan yang yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2008-2011. (4) Return On Assets (ROA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2008-2011. (5) Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap return perusahaan saham perbankan yang yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2008-2011.
ANALISIS KESEHATAN KEUANGAN PERBANKAN BERDASAR RASIO CAEL DAN PENGARUHNYA TERHADAP RETURN SAHAM PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
2008-2011
Oleh:
Wini Dwipayani1, Drs. Yayat Giyatno, M.Sc,2, Dian Purnomo Jati, SE, M.Sc, 3
Email : winidwipayani@ymail.com
Fakultas Ekonomi Universitas Jendral Soedirman

ABSTRACT
This research aimed to analyze the influence of CAEL ratio on the bank levels performance and to examine the influence of CAEL ratio toward the banking company's stock return listed on the Stock Exchange in 2008 -2011 period. Population taken in this study were banking companies listed in Indonesia Stock Exchange 2008-2011 period. The sample in this study used purposive sampling method, the sample was selected on the basis of conformity with the criteria specified characteristics. Based on the criteria obtained a sample of 22 companies. The hypothesis presented in this study was analyzed using multiple linear regression test. The results of this research indicate that: (1) Capital Adequacy ratio had a positive and significant impact on stock return. (2) Non Performing Loan had a negative and significant impact on stock return. (3) Return On Asset had a positive and significant impact to stock return. (4) Loan to Deposit Ratio had a positive and significant impact on stock return.


114334380G1B008100HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN
BRONCHOPNEUMONIA PADA BALITA USIA 1-5 TAHUN DI RUMAH
SAKIT UMUM DAERAH CILACAP.
Bronchopneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernafasan bagian bawah yang bersifat akut. RSUD Cilacap mencatat penderita yang mengalami Bronchopneumonia sebesar 18,92%. Bronchopneumonia dapat memperburuk keadaan gizi melalui gangguan masukan makanan dan kehilangan zat-zat esensial tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan status gizi dengan kejadian Bronchopneumonia pada anak. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan case control study, subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 1-5 tahun yang dirawat jalan dan rawat inap di RSUD Cilacap pada periode 1 Januari-31 Maret 2012. Sampel kasus adalah sebagian anak usia 1-5 tahun yang dirawat jalan dan rawat inap yang mengalami Bronchopneumonia sedangkan sampel kontrolnya adalah sebagian anak yang dirawat jalan dan rawat inap yang tidak mengalami Bronchopneumonia. Keseluruhan subjek penelitian 102 anak, dengan perbandingan 51:51 untuk sampel kasus dan sampel kontrol. Hasil analisis menyatakan ada hubungan antara status gizi dengan Bronchopneumonia dengan nilai OR = 6,543 dan 95% Cl = 2,57–16,66. Sarannya adalah orang tua anak diharapkan lebih memperhatikan status gizi yang didapatkan anak, dengan memberikan nutrisi yang baik dan memenuhi kebutuhan gizi untuk pertumbuhan, perkembangan serta imunitas tubuh anak, meningkatkan pengetahuan dan perhatian tentang gizi dan penyakit Bronchopneumonia pada anak.Bronchopneumonia is one of infectious disease of the respiratory tract its under
parts are is acute. RSUD Cilacap noted sufferers experiencing bronchopneumonia
of 18,92 %. Bronchopneumonia can further damage nutrition through disorder
input food and lose substances essential the body. Research is aimed to know
whether there was an association nutrition status with the genesis
bronchopneumonia on child. This research is an analytic approach case control
study, with a subject in this research is children aged 1-5 years treated the road
and hospitalization in rsud cilacap in the period 1 January – 31 March 2012. The
sample case was some of the children the age of 1-5 years treated the road and
hospitalization or experiencing bronchopneumonia while a sample of control are
some of the children who are treated the road and hospitalization which do not
undergo bronchopneumonia. 102 children, the whole subject of study by
comparison 51: 51 for a sample of cases and a sample of control. The result
analysis suggest that there was a connection between nutrition status with
bronchopneumonia with the value or = 6,543 and 95 % cl = 2.57-16.66. Advised
is parents child was expected to pay more attention to nutrition status of had a
child, by providing nutrition good and fulfill the nutritional needs for growth, the
development, as well as immunity body of children increase of knowledge and
attention on nutrition and disease bronchopneumonia on child.
114344358C1B009085ANALISIS PENGARUH FAKTOR STIMULUS EKSTERNAL DAN STIMULUS
INTERNAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN IMPULSIF PADA
PRODUK JASA DI TEMPAT HIBURAN
(Studi Kasus pada Penyewaan Mobil Gowes di alun-alun Kebumen)
Penelitian ini menganalisis pengaruh interaksi antara konsumen dengan penyedia jasa, dan promosi penjualan sebagai faktor stimulus eksternal, individualisme dan kolektivisme, emosional dan kognisi, serta motif hedonik sebagai faktor stimulus internal terhadap pembelian impulsif pada produk jasa. Sampel pada penelitian ini yang diambil dengan metode purposive sampling sebanyak 104 orang yang berusia 15-50 tahun dan pernah menyewa "mobil gowes" minimal satu kali di alun-alun Kebumen. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan analisis independent t-test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial antara konsumen dengan penyedia jasa berpengaruh positif terhadap pembelian impulsif, promosi penjualan tidak berpengaruh terhadap pembelian impulsif, individualisme dan kolektivisme, emosioanal dan kognisi, motif hedonik juga berpengaruh positif terhadap pembelian impulsif.
This study examined the effect of social interaction between consumer and
service provider,sales promotionas external stimuli factors, individualism and
collectivism, emotional and cognitive, hedonic motive as internal stimuli factors
toward impuls buying on service product. The sample of this study were 104 people
who have approximately15-50 years old and ever or once time that
rented "Mobil gowes" on Kebumen town square,using purposive sampling method.
Independent t-test and multiple regression analysis were used to test the hypothesis.
The result of this study was indicate the interaction between consumer and service
provider have positive effect to impulse buying, sales promotion have not effect to
impulse buying, and all internal stimuli factors have positive effect to impulse buying.
114354359E1E008057PENOLAKAN PRAPERADILAN TENTANG PENANGKAPAN DAN PENAHANAN DALAM TINDAK PIDANA PENCABULAN ANAK DIBAWAH UMUR (Tinjauan yuridis Putusan Nomor : 01/Pid.Pra/2011/PN.Pwt)Penelitia ini mengambil judul “Penolakan Praperadilan Tentang Penahanan dan Penangkapan dalam Tindak Pidana Pencabulan Anak Dibawah Umur (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor : 01/Pid.Pra/2011/PN.Pwt)”. Tujuan penelitian untuk mengetahui hal-hal yang menjadi dasar hakim menolak permohonan pemohon terhadap proses penangkapan dan penahanan yang di lakukan oleh termohon dalam Putusan Nomor : 01/Pid.Pra/2011/PN.Pwt dan untuk mengetahui akibat hukum terhadap ditolaknya permohonan pemohon praperadilan dalm Putusan Nomor 01/Pid.Pra/2011/PN.Pwt.
Metode pendekatan yang dipakai adalah yuridis normatife atau legal research,yaitu pendekatan dengan konsep silegistis positivitis . Konsep ini mengungkapan, bahwa hukum identik dengan norma-norma tertulis yang di buat dan diundangkan oleh lembaga atau pejabat negara yang berwenang. Konsep ini, hukum melihat sebagai system normatif yang bersifat otonom, tertutup dan terlepas dari kehidupan masyarakat. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif analistis yaitu penenlitian yang menggambarkan keadaan objek yang akan diteliti untuk kemudian dianalisis berdasarkan teori-teori hukum dan praktik pelaksanaan hukum positif yang menyangkut permasalahan tanpa maksud untuk mengambil kesimpulan- kesimpulan yang berlaku umum.
Data yang diperlukan adalah data sekunder berupa Putusan Perkara Praperadilan Pengadilan Purwokerto Nomor : 01/Pid.Pra/2011/PN.Pwt .,
karena pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif. Dalam penelitian ini bahan yang digunakan adalah sekunder dan primer.
Berdasarkan bukti tertulis yang diajukan oleh para pemohon Praperadilan dalam Putusan Nomor 01/Pid.Pra/2011/PN.PWT bertanda bukti P-3 yang merupakan bukti yang sama dengan bukti surat yang diajukan Termohon bertanda bukti T-19 berupa Surat Perintah Penahanan No. Pol. : SP. Han/154/V/2011/Reskrim tertanggal 3 Mei 2011 atas nama Skd al. Kd Bin Msr adalah berdasarkan bukti penahanan yang dilakukan terhadap Pemohon Praperadilan sesuai dengan perintah penahanan.
Berdasarkan alat bukti yang disampaikan oleh Termohon berupa Surat Perintah Penahanan Nomor Pol : SP. Han/ 154/V/2011/Reskrim, tertanggal 3 Mei 2011 serta Surat Perintah Penangkapan terhadap Skd al. Kd Bin Msr dengan Nomor : Sprin/153/V/2011/Reskrim, tanggal 2 Mei 2011, bahwa penangkapan dan penahanan terhadap tersangka Skd al. Kd Bin Msr adalah sah dan berdasarkan hukum. Serta berdasarkan bukti-bukti berupa Surat Perintah Tugas Nomor : SP.Gas/129/IV/2011/Reskrim, tanggal 20 April 2011, Surat Perintah Penyidikan Nomor : S.Sidik/129a/IV/2011/ Reskrim, tertanggal 20 April 2011, serhingga akibat hukum ditolaknya praperadilan dalam PutusanNomor : 01/Pid.Pra/2011/PN.Pwt., bahwa proses penahanan terhadap terdakwa dalam Tindak Pidana Pencabulan Anak Dibawah Umur tetap dilanjutkan.

Kata Kunci : Praperadilan, Penangkapan, Penahanan
The title of this research is “The Rejection of Prejustice About The Arrest And Capture In The Criminal Act Of Children Abuse Under Age (Juridical Review To The Decision Number: 01/Pid.Pra/2011/PN.Pwt)”. The purpose of this research is to find out the things that become the foundation of judge to refuse the request of requester to the capture and arrest process that is conducted by requester in the Decision Number:01/Pid.Pra/2011/PN.Pwt and to find out the impact of law to the refusal of the request of requester in the prejustice in the Decision Number 01/Pid.Pra/2011/PN.Pwt.
The method of approach uses the normative juridical or legal research, that is the approach by using the concept of silegistis positivitis. This concept explains that the law is identical with the written norms that made in Ordinance by the authorized institution or government official. This concept, the law sees as the normative system that has autonomous characteristic, closed and far away from the social life. Research specification uses the analytical descriptive that the research depicts the object situation that still being researched and then analyzed based on the theoretical law and implementation practical of positive law which related with the problem without any tendency to take the general conclusion.
Data that is needed is the secondary data it is the Case Decision of Trial Prejustice Purwokerto Number: 01/Pid.Pra/2011/PN.Pwt., because the approach in this research uses the approach of normative juridical. In this research the material uses the secondary and primary.
Based on the written evidence that is proposed by the requester in the Prejustice in the Decision Number 01/Pid.Pra/2011/PN.PWT, the evidence P-3 that is the similar evidence with the letters evidence that is proposed the Requester with evidence of arrest evidence letters No.Pol.:SP. Han/154/V/2011/Reskrim with date 3 May 2011 with name Skd al. Kd Bin Msr is based on the arrest evidence that is conducted to the Prejustice Requester based on the arrest order.
Based on the evidence tool that is informed by Requester with Arrest Letters Order Number Pol: SP. Han/154/V/2011/Reskrim, with date 3 may 2011 and Arrest Letters Order to the Skd al. Kd Bin Msr with Number: Sprin/153/V/2011/Reskrim, date 2 may 2011, that the arrest and capture to the suspect Skd al. Kd Bin Msr is legal and based on the law. And also based on the evidences of Duty Order Letters Number:SP.Gas/129/IV/2011/Reskrim, date 20 April 2011, Investigation Letters Order Number: S.Sidik/129a/IV/2011/Reskrim, with date 20 April 2011, so the impact of law by the rejection in the prejustice in the Decision Number: 01/Pid.Pra/2011/PN.Pwt., that the arrest process to the suspect in the Criminal Act Of Children Abuse Under Age can be continued.


Keywords: Prejustice, capture, arrest
114364348E1A008290Kekuatan Pembuktian Alat Bukti Surat Laboratorium Forensik Tentang Narkotika di Persidangan (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 22/Pid.Sus/2012/PN Purwokerto)ABSTRAK
Masalah penyalahgunaan narkotika di Indonesia, sekarang ini sudah sangat memprihatinkan. Narkotika di satu sisi merupakan obat atau bahan yang bermanfaat di bidang pengobatan atau pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan di sisi lain dapat pula menimbulkan ketergantungan yang sangat merugikan apabila disalahgunakan atau digunakan tanpa pengendalian dan pengawasan yang ketat dan saksama. Penyalahgunaan narkotika sangat membahayakan masyarakat terutama generasi muda yang berakibat dapat merusak moral bangsa.
Maka penulis melakukan penelitian dengan judul:

Kekuatan Pembuktian Alat Bukti Surat Laboratorium Forensik Tentang Narkotika di Persidangan (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 22/Pid.Sus/2012/PN Purwokerto)

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan yang pertama, bagaimana kekuatan pembuktian alat bukti surat laboratorium forensik tentang narkotika di persidangan dalam Putusan Nomor 22/Pid.Sus/2012/PN Purwokerto? Kedua, Bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan Putusan Nomor 22/Pid.Sus/2012/PN Purwokerto?
Berdasarkan hasil penelitian terhadap Putusan Nomor 22/Pid.Sus/2012/PN Purwokerto, hasil pemeriksaan laboratories kriminalistik No. Lab.: 124/NNF/2012 tanggal 30 Januari 2012 pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri cabang Semarang dalam Putusan Nomor: 22/Pid.Sus/2012/PN. PWT sebagai alat bukti surat berdasarkan pada Pasal 184 Ayat (1) KUHAP dan Pasal 187 huruf c KUHAP adalah alat bukti surat yang dibuat oleh pejabat yang berwenang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan pembuatan serta keterangan yang terkandung di dalamnya yang dibuat diatas sumpah jabatan. Maka alat bukti surat tersebut adalah alat bukti yang bernilai sempurna.
Alat bukti yang diajukan di sidang pemeriksaan oleh Penuntut Umum dan keyakinan hakim yaitu keterangan saksi-saksi, keterangan terdakwa, alat bukti surat dan barang bukti berupa 1 (satu) bungkus kertas buku warna putih berisi ganja, 1 (satu) buah botol plastik berisi urine, 1(satu) unit handphone merk Nokia warna hitam type RH-105 No.085726003983. Alat bukti tersebut telah memenuhi asas batas minimum pembuktian yang dirumuskan dalam Pasal 183 KUHAP. Terdakwa juga telah terbukti secara sah dan meyakinkan memenuhi unsur-unsur yang terdapat dalam Pasal 127 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yaitu unsur setiap orang, menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman dan tanpa hak atau melawan hukum telah dapat dibuktikan di persidangan. Majelis Hakim juga mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan terhadap terdakwa.

Kata kunci : Pembuktian, Alat Bukti Surat, Penyalahgunaan Narkotika.




ABSTRACT


Drug abuse problem in Indonesia, is very alarming nowdays. Narcotics is an useful drug or substance in medicine or health care, and the development of science but on the other hand can also cause dependency that is very detrimental if abused or used without strict control and supervision and carefully. Drug abuse is very dangerous to the public; especially the younger generation, it can lead to moral ruin.

The authors conducted a study with the title:
Proving the power of Evidence Forensic Laboratory Letter on Narcotics in Court (Judicial Review Decision Number 22/Pid.Sus/2012/PN Purwokerto)

Based on the description above, can be formulated as the first problems: how the power of documentary evidence proving the forensic laboratory of the drug court in Decision No. 22/Pid.Sus/2012/PN Purwokerto. Second problem: how to judge the legal considetations in decisions number 22/Pid.Sus/2012/PN Purwokerto?
Based on the results of the Decision no. 22/Pid.Sus/2012/PNPurwokerto, no. Criminality examination laboratories. Lab.: 124/NNF/2012, January 30, 2012 Criminal Investigation Police Forensic Laboratory center Semarang branch in Decision No. 22/Pid.Sus/2012/PN. PWT as documentary evidence is based on Article 184 Paragraph (1) Criminal Procedure Code and Code of Criminal Procedure Article 187 c is documentary evidence made by the competent authority based on legislation in force and manufacture as well as the information contained in it is made on oath. So the documentary is perfect valuable evidence.
Evidence submitted at the hearing by the prosecution and conviction the judge those are witnesses, defendant's testimony, documentary evidence and the evidence of one (1) pack of white notebook paper containing marijuana, 1 (one) plastic bottles containing urine , 1 (one) unit of black Nokia mobile type RH-105 No.085726003983. The evidence has to meet the minimum evidentiary principles formulated in Article 183 Criminal Procedure Code. The defendant also has been proven legally and convincingly meet the elements contained in Article 127 paragraph (1) letter a of Law No. 35 Year 2009 on Narcotics, the element of every person, plant, maintain, possess, store, control or provide Narcotics Group I in the form of plants and without rights or against the law have been proven in court. Panel of Judges also consider the burdensome and relieve the defendant.
Keywords: Evidence, Letter ofEvidence, Narcotics Abuse.
114374367C1B009026ANALISIS PENGARUH SHOPPING MOTIVES TERHADAP CONSUMER ATTITUDE DAN ACTUAL ACTION DENGAN MARITAL STATUS SEBAGAI VARIABEL MODERASI (STUDY PADA KONSUMEN MORO)Penelitian pada konsumen Moro bertujuan untuk menganalisis pengaruh utilitarian dan hedonic Shopping motives terhadap actual action yang dimediasi oleh consumer attitude dan untuk menganalisis marital status dalam memoderasi hubungan antara utilitarian dan hedonic shopping motives terhadap comsumer attitude. Dalam penelitian ini, marital status merupakan variabel moderasi yang berfungsi untuk membandingkan pengaruh utilitarian dan hedonic shopping motives terhadap consumer attitude pada konsumen yang belum menikah dan sudah menikah. Data dianalisis menggunakan analisis SEM dan menggunakan purposive sampling untuk menentukan 130 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa utilitarian dan hedonic shopping motives mempunyai pengaruh positif terhadap consumer attitude, consumer attitude mempunyai pengaruh positif terhadap actual action, serta consumer attitude memediasi pengaruh utilitarian dan hedonic shopping motives terhadap actual action.This survey of MORO’s consumers is purpose to analyze influence of utilitarian and hedonic shopping motives to actual action mediated by consumer attitude. And also to analyze influence of marital status to moderate relation between utilitarian shopping motives to consumer attitude. In this study, marital status is a moderation variable which the function is to compare influence of utilitarian and hedonic shopping motives toward consumer attitude on unmarried consumer and married consumer. Data was analyzed using Structural Equation Modelling (SEM) and use a purposive sampling to recruite 130 respondents . The result of this study indicate that utilitarian and hedonic shopping motives have positive influence toward consumer attitude, consumer attitude have positive influence toward actual action and also consumer attitude mediated relation among utilitarian, hedonic shopping motives toward actual action.

114384368A1H008056Variasi Nozzle Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Benih Kentang Pada Penanaman Secara Aeroponik Salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan pada bibit kentang impor adalah dengan usaha pembibitan kentang secara aeroponik. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui jenis nozzle yang terbaik dari tiga nozzle yang dicoba. (2) mengetahui perbedaan variabel pertumbuhan kentang pada tiga jenis nozzle. (3) mengetahui perbedaan variabel hasil benih kentang pada tiga perlakuan nozzle. Hasil menunjukkan bahwa nozzle 1 (warna kuning hitam) dengan diameter semburan 1 m, merupakan nozzle terbaik. Varietas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Varietas Atlantik dan Granola. Nilai tinggi tanaman rata-rata dan jumlah daun rata-rata tertinggi baik pada Varietas Atlantik maupun Granola terdapat pada perlakuan nozzle 1. Standar deviasi tertinggi Varietas Atlantik dimiliki oleh perlakuan nozzle 2, standar deviasi tertinggi Varietas Granola dimiliki oleh perlakuan nozzle 1. Jumlah rata-rata umbi terbanyak pada Varietas Atlantik terdapat pada perlakuan nozzle 2 (warna hijau) dengan diameter semburan 2.4 m, sedangkan jumlah rata-rata umbi terbanyak Varietas Granola terdapat pada perlakuan nozzle 1 dan bobot rata-rata umbi perumpun tertinggi Varietas Atlantik dan Granola terdapat pada perlakuan nozzle 1. Nilai rata-rata ETo bulan Mei, Juni dan Juli sebesar 3.4 mm/hari. Nilai ETc kentang pada masa awal pertumbuhan (initial) sebesar 1.73 mm/hari, pada masa perkembangan (development) 4.27 mm/hari dan masa pertumbuhan dan perkembangan termasuk persiapan dalam masa pembuahan (middle) sebesar 2.29 mm/hari.
One of the efforts to reduce dependence on imported potato seeds is by application of aeroponic potato breeding method. The purpose of this research is: (1) to find out the best type of nozzle out of three nozzle used. (2) to know growth variabel difference of the three nozzle treatments. (3) to find out the difference of weight of potato among the three nozzle treatments. The Varieties used in this research was Atlantic and Granola. The results shows that the nozzle 1 (black yellow color) with burst diameter of 1 m, is the best nozzle. The highest average plant height and average number of leaves, on both Atlantic and Granola Varieties, were achieved in nozzle 1 treatment. The highest deviation standart for Atlantic Varieties were observed in nozzle 2 treatment and the highest deviation standart for Granola Varieties observed in nozzle 1 treatment. The highest amount of tubers on Atlantic Varieties were achieved in nozzle 2 treatment (green color) with burst diameter of 2.4 m, whereas for Granola Varieties, amount of tubers were highest on nozzle 1 treatment. The highest average for a bunch of tubers weight and height for both Atlantic and Granola Varieties were achieved in nozzle 1 treatment. Average value of ETo is 3.4 mm/day for May, June and July. ETc value of potato growth initial stage is 1.73 mm/day, in development stage is 4.27 mm/day, in middle stage is 2.29 mm/day.
114394302H1D008057PERILAKU STRUKTUR RANGKA PEMIKUL MOMEN DAN STRUKTUR RANGKA BRESING KONSENTRIK MENGGUNAKAN SOLIDWORKS 2012Perancangan bangunan tahan gempa diperlukan untuk mencegah atau mengurangi kerusakan bangunan di Indonesia yang rawan terhadap gempa. Baja menjadi alternatif material yang banyak dipilih di Indonesia. Namun, struktur baja rangka portal tidak terlalu efektif sebagai sistem lateral pada gedung tinggi karena deformasi yang berlebihan. Oleh karena itu, perancangan dihadapkan pada braced frame dimana satu atau lebih bentang portal diberi bracing. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku daktilitas, kekakuan dan distribusi tegangan struktur rangka pemikul momen (SRPM) dan struktur rangka bresing konsentrik (SRBK) menggunakan SolidWorks 2012. Pada penelitian ini dibuat model SRPM dan SRBK dengan tinggi 5 m dan lebar 6 m. SRPM dan SRBK dikenai beban monotonik dengan memberikan beban lateral terpusat pada bagian kolom kiri atas. Dari hasil analisis diketahui bahwa beban ultimit (Pu) untuk SRPM yaitu 792.380 N sedangkan untuk SRBK 2.518.330 N. SRPM termasuk dalam daktil penuh dengan daktilitas 5,77 sedangkan SRBK termasuk dalam daktil parsial dengan daktilitas 1,43. Kekakuan SRPM 3.240,84 N/mm dan kekakuan SRBK 85.737,79 N/mm. Distribusi tegangan maksimum untuk SRPM terjadi pada bagian pertemuan balok-kolom dan pada kolom bagian bawah, sedangkan untuk SRBK terjadi pada kolom kiri atas, kolom kiri bawah dan pertemuan kolom-bresing.

Design of earthquake resistant buildings is necessary to prevent or mitigate the damage of buildings in Indonesia which is sensitive to earthquakes. Steel becomes an alternative material that mostly chosen in Indonesia. However, the structure of portal framework steel is not too effective as a lateral system for high-rise building due to excessive deformation. Therefore, the design is faced with braced frame where one or more span portals are given with bracing. The purpose of this research is to find out the behavior of ductility, the stiffness and stress distribution of moment resisting frame structure (MRF) and concentric braced frame structure (CBF) using SolidWorks 2012. In this research, created a model of MRF and CBF that height is 5 m and width is 6 m. MRF and CBF are given monotonic load by providing concentrated lateral load at the top left column. From the analysis, it is known that the ultimit load (Pu) for the MRF is 792.380 N, also for CBF is 2.518.330 N. MRF is included in the full ductil with ductility 5,77 while CBF is included in the partial ductil with ductility 1,43. Stiffness of MRF is 3.240,84 N/mm and CBF is 85.737,79 N/mm. Maximun stress distribution of MRF occured at the intersection of beam-column and the bottom of column, while for CBF occured at the top left column, bottom left column and the intersection of column-bracing.

114404400A1L008052KAJIAN PEMANFAATAN MIKORIZA PADA VARIASI PENGURANGAN DOSIS PUPUK N-P-K TERHADAP
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN
PAKCOY (Brassica chinensis L.)
Pakcoy merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang memiliki kandungan gizi yang lengkap dan nilai ekonomis yang tinggi. Budidaya pakcoy masih tergantung pada penggunaan pupuk buatan atau anorganik seperti pupuk N-P-K. Penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus dan dengan dosis yang tinggi berdampak negatif baik terhadap tanah, tanaman dan lingkungan. Oleh karena itu diperlukan suatu teknologi yang dapat mengatasi permasalahan tersebut, salah satunya adalah dengan pemanfaatan mikoriza. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh pemanfaatan genus mikoriza dan pengurangan dosis pupuk N, P, dan K terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) diulang tiga kali. Perlakuan terdiri atas dua faktor yaitu genus mikoriza (Glomus, Gigaspora dan campuran Glomus dan Gigaspora) dan pengurangan dosis pupuk N-P-K (0%, 25% dan 50%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan mikoriza berpengaruh terhadap jumlah daun tanaman pakcoy, genus mikoriza campuran (Glomus dan Gigaspora) memberikan pengaruh jumlah daun terbanyak (16,78 helai/tanaman). Pengurangan dosis pupuk N-P-K berpengaruh terhadap jumlah daun, jumlah daun tanaman pakcoy terbanyak yaitu pada pengurangan dosis pupuk sebesar 50% (17,89 helai/tanaman). Interaksi pemanfaatan mikoriza dan pengurangan dosis pupuk N-P-K terjadi pada jumlah daun (20 helai/tanaman) pada mikoriza campuran dengan pengurangan dosis pupuk N-P-K 50% dan bobot akar segar (6,10 gram/tanaman) pada mikoriza campuran dengan pengurangan dosis pupuk N-P-K 0%.Pakcoy is one of vegetable crops that has a complete nutrient content and high economic value. Pakcoy cultivation still dependent on the use of artificial fertilizers or inorganic fertilizers such as N-P-K. The use of inorganic fertilizers continuously and with high doses of negative impacts on soil, plants and the environment. Therefore we need a technology that can solve these problems, one of which is the use of mycorrhizae. This research aimed to examine the effect of the use of the genus mycorrhiza and dose reduction of fertilizer N, P, and K on the growth and yield of pakcoy. Research using Randomized Block Design (RBD) is repeated three times. Treatment consists of two factors: the genus mycorrhiza (Glomus, Gigaspora and mixture of Glomus and Gigaspora) and a reduction in the dose of N-P-K (0%, 25 % and 50%). The result showed that the use of mycorrhizal influence on the number leaves pakcoy, mycorrhizal genus which influence most the number of leaves on a mixed mycorrhizal (Glomus and Gigaspora) (16,78 sheets/plant). N-P-K fertilizer dose reduction effect on the number of leaves, number of leaves of plants is the most pakcoy fertilizer dose reduction of 50% (17,89 sheets/plant). Utilization of mycorrhizal interactions and N-P-K dose reduction occurred in the number of leaves (20,00 pieces/plant) and root fresh weight (6,10 grams/plant).