Artikelilmiahs

Menampilkan 11.461-11.480 dari 50.439 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
114614379B1J008151UPAYA MEMACU PERTUMBUHAN TUNAS MIKRO KENTANG KULTIVAR GRANOLA DENGAN JENIS DAN KONSENTRASI SITOKININ BERBEDAPertumbuhan tunas mikro merupakan tahap pertama pembentukan umbi mikro kentang. Faktor utama yang paling menentukan pembentukan umbi mikro kentang adalah jenis media, konsentrasi sukrosa, jenis dan konsentrasi zat pengatur tumbuh, serta suhu dan fotoperiodisitas.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari pengaruh jenis dan konsentrasi sitokinin terhadap pertumbuhan tunas mikro kentang (Solanum tuberosum L.) kultivar Granola, dan menentukan konsentrasi sitokinin yang paling baik untuk memacu pertumbuhan tunas mikro kentang (Solanum tuberosum L.) kultivar Granola. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan rancangan petak terpisah (split plot design). Sebagai petak utama adalah jenis sitokinin (BAP dan Kinetin), dan sebagai anak petak adalah konsentrasi yang terdiri atas 5 taraf yaitu: 0, 5, 10, 15 dan 20 µM. Masing ‒ masing perlakuan diulang 3 kali sehingga diperoleh 30 unit percobaan. Data penelitian yang diperoleh dianalisis dengan analisis varian (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf kepercayaan 95 dan 99%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis dan konsentrasi sitokinin berpengaruh terhadap pertumbuhan tunas kentang kultivar Granola. BAP dengan konsentrasi 5 - 15 μM merupakan perlakuan terbaik untuk memacu pertumbuhan tunas kentang kultivar Granola.
Microshoot growth is the first step in potato microtuber formation. The main facors controlling microtuber formations include the kind of media, sucrose concentration, the kind and concentration of plant growth regulators temperature and photoperiodicity. This research has been carried out with a view to study the influence of sitokinin type and concentration on microshoot formation of Granola cultivar potato (Solanum tuberosum L.), as well as to determine the best sitokinin type and its concentration on microshoot formation of Granola cultivar potato (Solanum tuberosum L.). The research method used was an experimental method on a split plot design. The main plot was the type of cytokinin (BAP and Kinetin), and the sub plot was cytokinin concentration at 5 levels of concentration i.e. : 0, 5, 10, 15 and 20 µM. Each treatment was replicated 3 times which resulted in obtaining 30 experimental units. The data obtained were then analysed using an analysis of variance, followed by honestly significant difference test at 95 and 99% levels of confidence. The research results showed that the formation of microshoot of Granola cultivar of potato was controlled by the kind and concentration of cytokinin used. The addition of 5 - 15 μM of BAP was found to be the best treatments to stimulate microshoot formation of Granola cultivar of potato.

Keywords: Potato, Granola Cultivar, Microtuber, Microshoot, BAP, Kinetin

114624395E1E008053KEWENANGAN MAHKAMAH KONSTITUSI
DALAM PEMAKZULAN PRESIDEN DAN/ATAU WAKIL PRESIDEN
KEWENANGAN MAHKAMAH KONSTITUSI
DALAM PEMAKZULAN PRESIDEN DAN/ATAU WAKIL PRESIDEN
Oleh :
SRI MARGIATI
EIE008053
Kewenangan Mahkamah Konstitusi untuk memberikan putusan atas usul pemakzulan dari DPR ditegaskan dalam Pasal 24C ayat (2) UUD 1945 yang menegaskan bahwa Mahkamah Konstitusi wajib memberikan putusan atas pendapat Dewan Perwakilan Rakyat mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden menurut Undang-Undang Dasar. Berdasarkan uraian tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kewenangan Mahkamah Konstitusi dalam pemakzulan Presiden dan/atau Wakil Presiden.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (Statute Approach), spesifikasi penelitian deskriptif, dengan sumber bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang dikumpulkan dengan cara identifikasi kemudian inventarisasi terhadap peraturan perundang-undangan dan buku kepustakaan dan akhirnya dianalisis dengan cara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan didapat kesimpulan bahwa kewenangan Mahkamah Konstitusi dalam pemakzulan Presiden dan/atau Wakil Presiden adalah memeriksa, mengadili, dan memutus Pendapat DPR mengenai dugaan bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden telah melakukan pelanggaran hukum dan/atau Presiden dan/atau Wakil Presiden tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden. Apabila Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden terbukti melakukan pelanggaran hukum dan/atau Presiden dan/atau Wakil Presiden tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden maka amar putusan Mahkamah Konstitusi menyatakan membenarkan pendapat DPR. Ketentuan mengenai pemakzulan Presiden dan/atau Wakil Presiden, sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 7B ayat (7) UUD 1945, tidak mampu menegakkan supremasi hukum, karena terdapat celah yang merapuhkan sendi-sendi negara hukum, yaitu apabila Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden melakukan pelanggaran hukum, maka putusan tersebut tidak bisa memberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden sejak putusan dibacakan dalam persidangan Mahkamah Konstitusi, karena berdasarkan Pasal 7B ayat (7) UUD 1945 pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden hanya dapat dilakukan oleh MPR berdasarkan persetujuan anggota MPR, yang berarti pula tergantung pada konfigurasi politik di MPR.
THE AUTHORITY OF CONSTITUTION JUSTICE COURT
IN THE IMPEACHMENT OF PRESIDENT AND VICE PRESIDENT

By:
SRI MARGIATI
EIE008053

The authority of Constitution Justice Court to give the decision for the suggestion of impeachment from DPR has been stated in the Article 24C (2) UUD 1945 explained that the Constitution Justice Court must give the decision for the suggestion of DPR about the suspicion of violation by President and Vice President according to UUD. Based on the explanation above, so this research aims to find out the authority of Constitution Justice Court in the impeachment of President and Vice President.
The method of research uses the normative juridical by using the Statute Approach, descriptive research specification, with the source of primary and secondary law that have been collected by identification way then inventoried to the regulation of ordinance and literature book and finally it is analyzed by qualitative normative.
Based on the result of research and discussion it can be concluded that the authority of Constitution Justice Court in the impeachment of President and Vice President is to investigate, to judge, and decide the Opinion of DPR about the suspicion that the President and Vice President have conducted the violation of law and/or President and/or Vice President are not fulfill the condition anymore as the President and Vice President. If the Constitution Justice Court decides that the President a and/or Vice President are proven doing the violation to the law and/or President and/or Vice President are not anymore fulfill the condition as the President and/or Vice President so the decision of Constitution Justice Court states to agree with the opinion of DPR. The certainty about the impeachment of President and Vice President, as stated in the Article 7B (7) UUD 1945, it can not afford to implement the supreme of law, because there is the space that makes vulnerable the state of law, that is if the Constitution Justice Court decides that President and Vice President do the violation of law, so that decision can afford to stop the President and/or Vice President since the decision read in the trial of Constitution Justice Court, because based on the Article 7B (7) UUD 1945 the impeachment of President and/or Vice President just can be conducted by MPR based on the agreement of MPR members that means also depending on the politic configuration at MPR.

114634402E1A007343 UANG KEMBALIAN DARI PELAKU USAHA YANG TIDAK SESUAI DENGAN HAK KONSUMEN DI SPBU OVIS PURWOKERTO
(Tinjauan Yuridis Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen)
ABSTRAKSI
UU No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen telah memberikan kekuatan hukum bahwa konsumen mempunyai kedudukan yang sama dengan pelaku usaha, serta untuk menumbuhkan kesadaran konsumen akan haknya terhadap pelaku usaha yang bertindak sewenang-wenang dan juga menumbuhkan kesadaran akan kewajiban pelaku usaha. Permasalahan yang diajukan dalam penulisan skripsi ini adalah bagaimana perlindungan hukum terhadap konsumen yang uang kembaliannya tidak sesuai dengan hak konsumen berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Berkaitan dengan hak konsumen untuk menerima uang kembalian, manakala uangnya lebih dari yang semestinya digunakan untuk membayar di SPBU Ovis, adakalanya terjadi peristiwa yang tidak semestinya, dimana para petugas yang melayani pernah tidak mengembalikan sisa uang yang semestinya diterima oleh pihak konsumen. Tindakan ini tentu saja dapat dikategorikan sebagai tindakan yang membuat konsumen merasa tidak nyaman.
Adapun metode penelitian yaitu yuridis normatif yaitu dengan pengambilan data dan pengumpulan data yang dilakukan dengan mencari informasi berdasarkan dokumen-dokumen maupun literatur yang berkaitan dengan penelitian, dimana hal ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap konsumen yang uang kembaliannya tidak sesuai dengan hak konsumen berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah SPBU Ovis Purwokerto bertanggung jawab dalam memberikan uang kembalian yang tidak diberikan oleh operator dan melakukan tindakan tegas berupa pemecatan terhadap operator yang bersangkutan.

Kata Kunci : Uang Kembalian, Hak Konsumen, SPBU
ABSTRACTION
Law no. 8 of 1999 on Consumer Protection has given the force of law that consumers have the same position with the actors, as well as to foster consumer awareness are rights against actors who act arbitrarily and grow awareness of the obligation actors. The problems posed in writing this essay is how the law on consumer protection that money is not in accordance with the change of consumer rights by Act No. 8 of 1999 on Consumer Protection. Relating to the rights of consumers to receive money returns, while more than necessary the money used to pay at retail outlets Ovis, sometimes events occur that are not necessarily who the staff who serve have not necessarily return the remaining money that is received by the consumer. This course of action can be categorized as an act of making the consumer feel uneasy.
As for research methods namely namely the juridical normative data acquisition and data collection is done by searching for information on documents and literature related to the study, which aims to examine the case law on consumer protection that money is not in accordance with the change of consumer rights pursuant to Code Act No. 8 of 1999 on Consumer Protection.
Conclusions of this study are SPBU Ovis Purwokerto responsible in giving money returns that are not provided by the operator and decisive action in the form of dismissal of the relevant operator.

Keywords: Money Return, Consumer Rights, Gas Stations
114644403H1D007067PENGARUH PARKIR DI BADAN JALAN (ON STREET PARKING) TERHADAP KINERJA RUAS JALAN
(Studi Kasus di Ruas Jalan Masjid, Jalan Suprapto dan Jalan MT Haryono, Purwokerto)
Keberadaan on-street parking telah merambah ke kota kecil di Jawa Tengah yaitu Kota Purwokerto. Jumlah penduduk di Purwokerto yang semakin meningkat diikuti dengan jumlah kepemilikan kendaraan bermotor yang semakin tinggi dari tahun ke tahun, hal ini dapat menyebabkan intensitas lalu lintas meningkat. Beberapa ruas jalan di pusat kota seperti Jalan Masjid, Jalan Suprapto, dan Jalan MT. Haryono cenderung digunakan untuk on-street parking. Pada ruas jalan tersebut disediakan ruang untuk parkir di badan jalan, sehingga kapasitas jalan menjadi berkurang dan menyebabkan penurunan kinerja ruas jalan. Sehubungan dengan masalah tersebut diperlukan upaya untuk mengetahui dampak adanya on-street parking dan menyusun rekomendasi studi berupa perbaikan/optimalisasi penataan parkir.
Langkah awal yang dilakukan adalah dengan melakukan survei lalu lintas, survei hambatan samping dan survei waktu tempuh di Ruas Jalan Masjid, Jalan Suprapto dan Jalan MT. Haryono. Data tersebut selanjutnya dianalisis dengan menghitung tingkat pelayanan jalan menggunakan metode MKJI 1997 dan USHCM 2010 sekaligus memberi usulan perbaikan pada tahun 2013. Data sekunder diperoleh dengan pencarian di BPS Kabupaten Banyumas berupa jumlah kepemilikan jumlah kendaraan bermotor lima tahun terakhir untuk memprediksi tingkat pelayanan jalan dan usulan perbaikan untuk tahun 2018.
Dari hasil analisis pengaruh on-street parking diperoleh tingkat pelayanan jalan untuk Jalan Masjid yaitu C, Jalan Suprapto B dan Jalan MT. Haryono C. Usulan perbaikan tahun 2013 berupa meniadakan on-street parking di sepanjang ruas di Jalan Masjid, di Jalan Suprapto diusulkan agar instansi terkait lebih serius dalam pengelolaan parkir terutama pada jam puncak siang dan di Jalan MT Haryono berupa usulan untuk meniadakan on-street parking pada salah satu arah. Prediksi tingkat pelayanan jalan untuk tahun 2018, di Jalan Masjid menjadi C, Jalan Suprapto D dan Jalan MT Haryono menjadi D. Usulan perbaikan di Jalan Masjid belum ada penanganan khusus apabila usulan penanganan parkir pada tahun 2013 dapat diterapkan, di Jalan Suprapto diusulkan meniadakan on-street parking dan larangan masuk bagi becak, sepeda dan sejenisnya, untuk Jalan MT Haryono diusulkan meniadakan parkir pada kedua arah dan diusulkan juga kepada pemerintah Kabupaten Banyumas dengan adanya kegiatan pasar harus menyediakan fasilitas off-street parking.
The existence of on-street parking has been expanded to a small city in Central Java, Purwokerto. The number of its population increases, followed by the number of the motor vehicles ownership which also increases from year to year. It can cause the traffic intensity increased. Several streets in the center of city such as Streets Masjid, Suprapto, MT. Haryono, tend to be used as on-street parking. On the side of the streets, it is provided parking space, thus the street capacity is decreased and it reduces the street performance. Related to this problem, it is necessary to determine the impact of on-street parking and arrange a recommendation study in the form of improvement/optimization of parking arrangement.
The initial steps to do are traffic, side barrier, and travel time surveys at Streets Masjid, Suprapto, and MT. Haryono. Furthermore, the data are analyzed by calculating the level of service using MKJI 1997 method and USHCM 2010, also give the improvement proposal in 2013. The second data are obtained by searching at BPS Banyumas District, in the form of the number of vehicle ownership five years later, to predict the level of street service and improvement proposal for 2018.
From the influence of on-street parking analysis, it is obtained the level of street service for Streets Masjid that is C, Suprapto is B, and MT. Haryono is C. The improvement proposal in 2013 is negating on-street parking along the sides of Street Masjid. At Street MT. Haryono suggested that the related agencies to be more serious in manage the parking, especially at peak hours in the afternoon. And at Street MT. Haryono, it’s suggested to negate on-street parking on one of the direction. The prediction of the street service level in 2018 is at Street Masjid to be C, Street Suprapto D, and Street MT. Haryono to be D. The improvement proposal at Street Masjid there is no special handling if the parking management proposal in 2013 can be applied. At Street Suprapto, it is suggested to negate on-street parking and entrance forbidden for paddy cab, bicycle, and sort of. And for Street MT. Haryono, it is suggested to negate parking on the two sides and also suggested to Banyumas District Government by the existence of market activity it should provide the facility of off-street parking.
114654839F1C008083PERANAN KOMUNIKASI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN LIUR WALET DI WILAYAH KARANG BOLONG,KEBUMEN Pemasaran memiliki peranan dalam meningkatkan penjualan. Proses pemasaran tidak terlepas dari komunikasi yang dibangun, ketika pemasaran berlangsung maka proses komunikasi juga berlangsung karena terdapat kesinambungan antara keduanya. Sama halnya dengan penjualan liur walet di Kebumen, dimana penjualan liur walet dapat mengalami peningkatan salah satunnya dipengaruhi adanya komunikasi pemasaran. Dalam menjalankan komunikasi pemasaran tersebut, dibutuhkan adanya strategi pemasaran dan bauran pemasaran yang termasuk didalamnya. Oleh karenanya perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui peranan komunikasi pemasaran, dengan memahami strategi pemasaran dan bauran pemasaran dalam penjualan liur walet di wilayah Kebumen.
Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Data yang diperoleh berupa data dari wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data dilakukan dengan teknik triangulasi yang berupa triangulasi sumber
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa peran komunikasi pemasaran dalam meningkatkan penjualan sarang burung walet menggunakan konsep dari komunikasi pemasaran yang didalamnya terdapat strategi pemasaran dan bauran pemasaran. Dengan strategi pemasaran berupa direct selling, penjualan tatap muka dan promosi penjualan. Serta bauran pemasaran yang didasarkan pada konsep 16 P.

THE ROLE OF MARKETING COMMUNICATIONS IN INCREASING SALES OF SALIVA OF SWALLOW IN THE KARANGBOLONG, KEBUMEN REGION


Marketing have an important role in increasing of sales. The process of marketing it self is inseperable with developed of communications, simultaneous with the sales activity they also developed marketing communication. One and other it can not be seperated. In the case of saliva of swallow in Kebumen area, the marketing communication is made an important role in increasing sales of the saliva of swallow. Increasing of the marketing it self have a good impact of the sales. In carrying such marketing communications, it is need a marketing strategy including the marketing mix . Therefore it is necessary to investigate the role of marketing communications by understanding the marketing strategy and marketing mix in sales of saliva of swallow in Kebumen region.
This study applied a qualitative approach with descriptive research method. Selection of people who have information is using purposive sampling. Data obtained is data from in-depth interviews, observation and documentation. The type of data used is primary data and secondary data. Analysis of the data is data reduction, data presentation, and conclusion. The validity of the data was done by using a triangulation technic which is including triangulation source.
Results from the research showed that the sales of the saliva of swallow using the concept of marketing communication in which including marketing strategies and the marketing mix. Wich marketing strategies with is include direct selling, personal selling and sales promotion and then promotion mix based from the concept of 16 P.
114664406D1A007055PENGARUH LEVEL PEMBERIAN PUPUK ORGANIK GRANUL TERHADAP PRODUKSI BAHAN KERING,JUMLAH ANAKAN DAN TINGGI TANAMAN PADA RUMPUT GAJAH DEFOLIASI KETIGAPupuk organik granul merupakan pupuk organik dengan mengubah bentuk fisik menjadi butiran yang memiliki sifat kering dan keras sehingga tidak cepat rusak ketika dikemas dan cepat terurai ketika berada di dalam tanah. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh pemberian level pupuk organik granul dan level pupuk organik granul terbaik ditinjau dari produksi bahan kering, jumlah anakan dan tinggi tanaman rumput gajah pada defoliasi ketiga. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Adapun perlakuannya adalah ;R0 : Pupuk organik granul dosis 0 ton/ha/defoliasi; R1 : Pupuk organik granul dosis 15 ton/ha/defoliasi; R2: Pupuk organik granul dosis 30 ton/ha/defoliasi; R3: Pupuk organik granul dosis 45 ton/ha/defoliasi; R4: Pupuk organik granul dosis 60 ton/ha/defoliasi; R5: Pupuk organik granul dosis 75 ton/ha/defoliasi;. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap produksi bahan kering dan tinggi tanaman rumput gajah dan berpengaruh nyata (P <0,05) terhadap jumlah anakan. Hal ini ditunjukkan dengan pola linier untuk penggunaan pupuk organik granul terhadap produksi bahan kering pada dengan persamaan Y = 0,52801905 + 0,02573238 x dan polalinier untuk tinggi tanaman dengan persamaan Y =92.061905 + 0.8672381 x. Serta pola linier untuk penggunaan pupuk organik granul terhadap jumlah anakan dengan persamaan Y = 8,7142857 + 0,07695238 x.Pemberian pupuk organik granul dengan dosis sampai dengan 75 ton/ha/defoliasi pada defoliasi ketiga dapat meningkatkan produksi bahan kering, tinggi tanaman dan jumlah anakan rumput gajah.The granule organic fertilizer is an organic fertilizer changed from physically mashed material into dry and hard granules so it cannot be damaged when it is packaged,it broakes down easilywhen it is put in the soil. The purpose of this research was to find out the effect of granule organic level and the best level of granule organic fertilizer considerated from the production of dry matter, the amount of tillers, and the height of Elephant Grass at third defoliation. The methods of this research was experimental with RAL design. The treatment were ; R0 : Granule organic fertilizer at the rate of 0 ton/ha/defoliation; R1 : Granule organic fertilizer at the rate of 15 ton/ha/defoliation; R2 : Granule organic fertilizer at the rate of 30 ton/ha/defoliation; R3 : Granule organic fertilizer at the rate of 45 ton/ha/defoliation; R4 : Granule organic fertilizer at the rate of 60 ton/ha/defoliation; R5 : Granule organic fertilizer at the rate of 75 ton/ha/defoliation; each of the treatment was replicated 4 times. The variables measured were the production of dry matter, the amount of tillers, and the height at third defoliation. The analysis results showed that the treatments influenced very significantly on the production of dry matter and the height of the elephant grass (P<0,01) and also significanton the amount of tillers(P <0.05). It was showed by a linear pattern for the use of granule organic fertilizer on the production of dry matter with an equation Y = 0.52801905 + 0.02573238 x and a linear pattern for the height of the plant with an equation Y = 92.061905 + 0.8672381 x. Also, there was a linear pattern for the use of granule organic fertilizer on the amount of tiller with an equation Y = 8.7142857 + 0.07695238 x. The provision of granule organic fertilizer at the rate of 75 ton/ha/defoliasi at third defoliation canhigher the production of dry matter, the amount of tillers and the height of Elephant Grass.
114674421A0A009011Manajemen Tebang Tebu di PG Trangkil Kabupaten Pati Jawa Tengah Tebang dan angkut merupakan satu kesatuan dan divisi terpenting pada PG Trangkil, yang merupakan proses akhir dari kegiatan budidaya tanaman tebu. Petani kemitraan dengan PG Trangkil, merupakan proses bantuan tebang dan angkut ditentukan pada awal musim tanam apakah tebang angkut akan dilakukan sendiri atau diserahkan kepada PG Trangkil, kemudian pembayaran biaya tebang dan angkut akan dimasukan di dalam nota gula petani yang didapat setelah tebu masuk dalam satu periode. Tujuan Praktik Kerja Lapangan ini adalah mempelajari secara langsung manajemen tebang tebu yang berkaitan dengan tebang dan angkut di PG Trangkil, mengetahui model kemitraan antara petani tebu dengan PG, hak dan kewajiban masing-masing pihak, serta mengetahui analisis finansial usahatani tebu yang dilakukan petani.
Praktik Kerja Lapangan dilaksanakan di PT. Kebon Agung PG Trangkil di Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati dari tanggal 23 April 2012 sampai tanggal 21 Juni 2012. Metode yang digunakan yaitu partisipatif aktif dalam manajemen tebang tebu, antara lain dimulai dari penebangan tebu sampai mengangkut tebu tersebut ke pabrik gula (tebang dan angkut). Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan, pendapatan, R/C ratio dan ROI.
Model kemitraan yang dilakukan antara PG Trangkil dengan petani adalah model plasma inti dimana PG Trangkil sebagai inti dan para petani sebagai plasmanya. Hasil analisis finansial usahatani tebu per hektar di PG. Trangkil sebagai berikut: total biaya sebesar Rp45.048.634,00; penerimaan sebesar Rp63.695.109,00; pendapatan sebesar Rp18.646.475,00; R/C ratio adalah 1,41 dan ROI 41,2%.
Cutting and transport is an integral and important division in PG Trangkil, which is the final process of the cultivation of sugar cane. Farmers Trangkil partnership with PG, a process of cutting and transportation assistance is determined at the beginning of the growing season are cutting their own conveyance will be made or submitted to PG Trangkil, then payment of the cost of harvesting and transport will be included in the memorandum obtained after sugar cane growers in the one period . Field Work Practice aim was to study the management directly related to cutting sugar cane cut and haul in PG Trangkil, know the model of partnership between cane farmers with PG, the rights and obligations of each party, and to know the financial analysis of farm sugarcane farmer.
Field Work Practices conducted in PT. Kebon PG Trangkil in District Court Trangkil, Pati from the date of 23 April 2012 until 21 June 2012. The method used is an active participatory management of sugarcane harvesting, among others, starting from cane harvesting to transporting cane to the sugar mill (cutting and transport). The method of analysis used is the analysis of costs, revenues, earnings, R / C ratio and ROI.
Model partnerships between PG Trangkil conducted with farmers is a model in which the core plasma PG Trangkil as the core and the plasma farmers. The results of the financial analysis of farm sugarcane per hectare in PG. Trangkil as follows: total cost of Rp45.048.634, 00; revenue of Rp63.695.109, 00; revenue Rp18.646.475, 00; R / C ratio was 1.41 and 41.2% ROI.
114684407E1A007407TINDAK PIDANA EKSPLOITASI SEKSUAL ANAK
( Studi Kasus Dalam Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor:42 /PID.Sus/ 2011/PN.PWT )
Penelitian ini berjudul “TINDAK PIDANA EKSPLOITASI SEKSUAL ANAK”(Studi Kasus Dalam Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor : 42 /PID.Sus/ 2011 /PN.PWT )”. Penelitian dilakukan di Pengadilan Negeri Klas IB Purwokerto. Tujuan Penelitian untuk mengetahui penerapan unsur-unsur tindak pidana eksploitasi seksual anak serta untuk mengetahui dasar hukum pertimbangan hakim dalam memutus perkara eksploiasi seksual anak-anak pada perkara Nomor: 42/PID.Sus/2011/PN.PWT
Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif. Spesifikasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis.Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder.Data primer diperoleh dari hasil wawancara mendalam dan intensif dengan informan sedangkan data sekunder diperoleh yaitu dengan mempelajari peraturan perundang-undangan, literature, hasil penelitian serta dokumen-dokumen resmi yang berkaitan dengan obyek penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Unsur-unsur dari tindak pidana Eksploitasi seksual anak adalah :
a. Setiap Orang, yaitu terdakwa Daning Tianingsih alias Mami Ning binti Kasmuri
b. Yang mengeksploitasi ekonomi atau seksual, yaitu terdakwa menerima saksi korban untuk berkerja sebagai Pekerja Seks Komersial
c. Dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain, yaitu membagi dua imbalan yang korban peroleh masing-masing Rp 50.000
Pertimbangan Hukum Hakim Dalam Memutus Perkara Eksploitasi Seksual Anak Di Pengadilan Negeri Purwokerto Dalam Perkara Nomor :42/PID.Sus/2011/PN.PWT telah sesuai dengan prinsip perlindungan anak, sebab pelaku dinyatakan oleh Hakim bersalah telah melanggar Pasal 88 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
This study, entitled of CRIMINAL CHILD SEXUAL EXPLOITATION (case studies in Purwokerto District Court Verdict number: 42/PID.Sus/2011/PN.PWT). Research conducted in the District Court Klas IB Purwokerto. The purpose of Research to determine the application of elements of criminal acts of child sexual exploitation as well as to know the legal basis for the consideration of the judge in the case ruled the sexual eksploiasi of children on case number: 42/PID.Sus/2011/PN.PWT using qualitative research methods Research. The approach used is the juridical normative. Specifications used in this research is descriptive analytic.The Data used in this research is the primary data and secondary data.Primary Data obtained from the results of in-depth and intensive interviews with informants while secondary data obtained by studying the legislation, literature, research results and official documents relating to the object of research. Based on Based on the results of the study it can be concluded that the elements of the criminal acts of child sexual exploitation are:
a. any person, i.e. the defendant Daning Tianingsih aka Mami Ning Bint Kasmuri
b. who exploit economic or sexual, i.e. the defendant received the witness the victim to work as commercial sex workers with the intention of favouring
c. yourself or someone else, namely split two rewards that victims get their respective consideration of Rp 50,000
judges in Legal Cases sever its child sexual exploitation In Purwokerto District Court in the case number: 42/PID.Sus/2011/PN.PWT were in accordance with the principle of child protection, as stated by judge convicted offender has violated Article 88 Act No. 23 of 2002 on child protection.
114694408D1E008119PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP DAYA TETAS DAN HASIL TETAS TELUR ITIK (Anas
plathyrinchos)
(THE EFFECT OF TEMPERATURE ON HATCHABILITY A ND EGG HATCHING YIELD DUCK (Anas
platyrinchos))
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur terhadap daya tetas,
mortalitas dan hasil tetas telur itik. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan
rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas tiga
perlakuan. Perlakuan pertama penetasan dengan menggunakan temperatur 36-37°C,
perlakuan kedua menggunakan temperatur 37-38°C, serta perlakuan ketiga menggunakan
temperatur 38-39°C dengan setiap unit perlakuan diulang sebanyak delapan kali ulangan.
Hasil analisa variansi menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap
persentase daya tetas, hasil tetas dan mortalitas embrio. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa daya tetas persentase tertinggi diperoleh pada temperatur 38-39°C yaitu 62±13,6 %.
Persentase hasil tetas tertinggi diperoleh pada temperatur 38-39°C yaitu 49,5±10,3%,
sedangkan persentase mortalitas embrio tertinggi diperoleh pada termperatur 36-37ºC
yaitu 87, 91±7,32%. Hasil penelitian dapat disimpulkan suhu optimum untuk penetasan telur
itik berkisar antara 38-39°C.
This study was aimed to determine the effect of temperature on hatchability,
mortalityand hatching outcome of duck eggs. The research usied experimental methods the
designused was Completaly Rendomized design (CRD) consistied of three treatments. The
first treatment used the first hatching temperatures of 36-37°C, the second treatment used
temperature 37-38°C, and the third treatment using temperature of 38-39°C with each
repeated treatment unit eight replications. The results of analysis variance showed that
there were significant differences (P<0.05) at percentage of hatchability, embryo mortality
and hatchability outcome . The highest percentage of hatchability results was obtained at a
temperature of 38-39°C, which was 62 ±13.6%. The highest percentage ofhatching outcome
was obtained at a temperature of 38-39°C, 49.5±10.3%. While the highest percentage of
embryo mortality was obtained at temperature of 36-37°C, 87.91±7.32%. The research
concluded the optimum temperature for hatchingduck eggs ranges between 38-39°C.
114704410E1A007357TINDAK PIDANA TANPA HAK MENGUASAI NARKOTIKA GOLONGAN I (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor :114/Pid.Sus/2010/PN.Pwt).ABSTRAK

Narkotika merupakan zat atau obat yang sangat bermanfaat dan diperlukan untuk pengobatan penyakit tertentu. Namun, jika disalahgunakan atau digunakan tidak sesuai dengan standar pengobatan dapat menimbulkan akibat yang sangat merugikan bagi perseorangan atau masyarakat khususnya generasi muda. Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang dapat mengakibatkan bahaya yang lebih besar bagi kehidupan dan nilai-nilai budaya bangsa yang pada akhirnya akan dapat melemahkan ketahanan nasional.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan unsur-unsur tindak pidana tanpa hak menguasai narkotika golongan I dalam putusan Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto perkara Nomor : 114/Pid.Sus/2010/PN.Pwt, di samping itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hal-hal yang menjadi dasar pertimbangan hukum Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto dalam menjatuhkan putusan pidana pada perkara Nomor : 114/Pid.Sus/2010/PN.Pwt.
Atas dasar pembahasan dari hasil penelitian, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : berdasarkan fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan diketahui bahwa semua unsur-unsur telah terpenuhi. Pada putusan perkara Nomor : 114/Pid.Sus/2010/PN.Pwt, hakim Pengadilan Negeri Purwokerto telah menerapkan unsur-unsur dalam Pasal 111 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sehubungan dengan telah terpenuhinya semua unsur tindak pidana tanpa hak menguasai narkotika golongan I dalam bentuk tanaman yang beratnya melebihi 1 (satu) kilogram sebagaimana dirumuskan dalam Pasal 111 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sehingga terdakwa telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum.
Hal-hal yang menjadi dasar pertimbangan hukum Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto dalam menjatuhkan putusan pidana pada perkara Nomor : 114/Pid.Sus/2010/PN.Pwt adalah : Adanya pembuktian sebagaimana diatur dalam Pasal 184 ayat (1) KUHAP, pembuktian berdasarkan alat-alat bukti yang sah dan telah terbukti dipersidangan yang meliputi : keterangan para saksi, barang bukti dan keterangan terdakwa. Adanya fakta yang memenuhi unsur-unsur Pasal 111 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, semua fakta yuridis yang terungkap di persidangan telah membuat keyakinan majelis hakim sebagai dasar dalam memutus perkara, serta syarat-syarat pemidanaan. Adanya hal-hal yang memberatkan dan yang meringankan terdakwa.
ABSTRACT

Narcotics is substance or medicine very useful and need for certain disease therapy. But, if misused or be used disagree with standard therapy can evoke consequence very harm for civil or society especially the rising generation. Abuse and narcotics dark circulation that can cause larger ones danger for life and nation culture values which is on final can weaken national endurance.
This watchfulness aim detects doing an injustice elements applications without right dominates my group narcotics in judge of district court decision Purwokerto number case: 114/Pid. Sus/2010/PN. Pwt, despitefully this watchfulness aims to detect matters that be base law deliberation judge district court Purwokerto in drop criminal decision in number case: 114/Pid. Sus/2010/PN. Pwt.
On the basis of discussion from watchfulness result, so inferential as follows: based on law facts revealed at conference have been known that any elements has been fulfilled. in number verdict: 114/Pid. Sus/2010/PN. Pwt, judge of district court Purwokerto apply elements in paragraph 111 verses (2) number law 35 year 2009 about narcotics. Related as fulfilled all doing an injustice elements without right has dominated my group narcotics in the form of plants wt has exceed 1 (one) kilogram as formulated in paragraph 111 verses (2) number law 35 year 2009 about narcotics, so that defendant proved validly and convince guilty do doing an injustice as accusation by publik procecutor.
Matters that be base law deliberation judge district court Purwokerto in drop criminal decision in number case: 114/Pid. Sus/2010/PN. Pwt: verification existence as arranged in paragraph 184 verses (1) KUHAP, verification based on valid proof tools and proved conference that cover: Mitnesses explanation, proof goods and defendant explanation. fact existence that fulfil paragraph elements 111 verses (2) number law 35 year 2009 about narcotics, all juridical facts revealed at conference has made judge assembly confidence as base in decision case, with terms crime. Matters existence that stress and unburden defendant.
114714354G1G008027HUBUNGAN ANTARA ASUPAN GIZI (KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN) DENGAN STATUS GIZI BAYI CLEFT LIP PALATE
(CLP) YANG MENGGUNAKAN OBTURATOR

(Studi di RSAB Harapan Kita Jakarta Barat Tahun 2012)
Cleft lip dan/atau cleft palate merupakan kelainan kongenital pada rongga mulut yang terbentuk dari kegagalan proses penyatuan prossesus nasal medialis dan prossesus maksilaris serta kegagalan penyatuan palatum pada minggu ke enam dan ke tujuh di dalam kandungan. Bayi dengan kelainan ini akan mengalami kesulitan minum, oleh karena itu digunakan alat bantu minum yang dinamakan obturator. Penggunaan obturator diharapkan agar bayi terpenuhi asupan gizinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan gizi (konsumsi energi dan protein) dan status gizi bayi cleft lip palate (CLP) yang menggunakan obturator. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di RSAB Harapan Kita dengan sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 31 pasien. Pengambilan data menggunakan metode recall 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat konsumsi energi baik sebanyak 21 bayi (67,7%), konsumsi protein baik sebanyak 22 bayi (71,0%), status gizi baik sebanyak 29 bayi (93,5%), dan 31 bayi (100%) tidak mengalami penyakit infeksi. Berdasarkan analisis menggunakan uji Chi-Square tidak ada hubungan antara konsumsi energi dengan status gizi bayi CLP yang menggunakan obturator (nilai exact sig (2-sided)=1,000 yang berarti p>0,05). Tidak ada hubungan antara konsumsi protein dengan status gizi bayi CLP yang menggunakan obturator (nilai exact sig (2-sided)=0,503 yang berarti p>0,05). Pemberian informasi bagi orangtua mengenai asupan gizi (konsumsi energi dan protein) yang dibutuhkan bayi serta penanganan awal bayi CLP dengan penggunaan obturator agar membantu bayi memperoleh asupan gizi yang baik.




Kata Kunci : Cleft Lip and Palate, Obturator, Asupan Gizi, Status Gizi Bayi 0-6 bulan
Kepustakaan : 17 (2000-2012)
Cleft lip and/or cleft palate are congenital abnormalities in oral cavity formed from a failure of fusion process of the medial nasal processus and maxillary processus, as well as the failure of fusion of the margins of palatal processes by the sixth to seventh week of intrauterine life. The infant with these disorders will experience feeding difficulties, therefore use a drinking aids called an obturator. The use of the obturator is expected to fulfilled the nutrient intake. The aim of this study was to know the association of nutrient intake (energy and protein consumption) and nutritional status of infant with cleft lip palate using obturator. This study is observational analytic study with cross sectional approach. The study was conducted in RSAB Harapan Kita, the samples included the inclusion criterias were 31 patients. The data were collected using the recall 24 hours method. The result showed that 21 infants (67,7%) had a good energy consumption, 22 infants (71,0%) had a good protein consumption, 29 infants (93,5%) had a good nutritional status, and all samples had no absence infectious. Analysis data using Chi-Square, and the result there was no association between energy consumption and nutritional status of infant with cleft lip palate using obturator (exact value sig(2-sided)=1,000 which means p>0,05). There was no association between protein consumption and nutritional status of infants with cleft lip palate using obturator (exact value sig(2-sided)=0,503 which means p>0,05). Information for parents about nutrient intake (energy and protein consumption) was needed as well as the handling of infant with CLP with obturator use to help infant to get good nutrient intake.




Key word : Cleft Lip and Palate,Obturator, Nutrient Intake, Nutritional Status (Infant 0-6 month)
Reference : 17 (2000-2012)
114724411E1A008263TINDAK PIDANA TERORISME YANG DILAKUKAN OLEH ANAK (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Negeri Klaten Nomor: 19/Pid. Sus/2011/PN.Klt)
Terorisme merupakan tindak pidana yang mengancam dan menimbulkan ketakutan bagi warga masyarakat. Negara Republik Indonesia sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945 wajib melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Oleh karena itu Negara berkewajiban untuk melindungi seluruh warga negaranya dari setiap ancaman terorisme. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 merupakan kebijakan Legislatif dalam upaya menanggulangi tindak pidana terorisme di Indonesia. Tindak Pidana Terorisme pada saat ini tidak hanya saja dilakukan oleh orang dewasa namun saat ini anak-anak juga sudah mulai terlibat dalam tindak pidana terorisme. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan menggunakan data sekunder yang berupa bahan hukum primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian terhadap putusan perkara Nomor: 19/Pid.Sus/2011/PN.Klt, Terdakwa AW (umur 17 tahun) terlibat secara langsung dalam aksi terorisme, terdakwa diputus oleh hakim setelah menjalani proses persidangan, hakim memeriksa alat bukti yang diajukan dalam persidangan dan memperoleh keyakinannya, terdakwa terbukti secara memenuhi unsur-unsur tindak pidana sesuai rumusan Pasal 15 Jo Pasal 9 UU No. 15 Tahun 2003. Hakim memperhatikan rumusan Pasal 19 UU No. 15 Tahun 2003 dan Pasal 26 ayat (1) dan (2) UU No. 3 Tahun 1997 dalam menjatuhkan sanksi terhadap terdakwa berupa pidana penjara selam 2 tahun.Terrorism is a crime to threaten and create fear for the residents. The Republic of Indonesia as mandated by the Act of 1945 shall protect the whole Indonesian nation and the entire country of Indonesia. Therefore the State has an obligation to protect all citizens from any threat of terrorism. Law No. 15 of 2003 is the policy of the Legislature in an effort to tackle terrorism in Indonesia. Crime Terrorism today is not only done by adults but now the kids have also begun to engage in criminal acts of terrorism. Research used in this research is normative law using secondary data in the form of primary and secondary legal materials. Based on the results of the decision Case Number: 19/Pid.Sus/2011/PN.Klt, Defendant AW (age 17 years) were directly involved in acts of terrorism, the defendant decided by a judge after a trial, the judge hears the evidence submitted in trials and obtain convictions, the defendant proven to meet the elements of a crime as defined by Section 15 of Article 9 of Law No. Jo. 15 of 2003. Judge attention to the formulation of Article 19 of Law no. 15 of 2003 and Article 26 paragraph (1) and (2) Law no. 3 Year 1997 in the form of sanctions against defendant diving 2 years imprisonment.
114734218H1D008077PERILAKU STRUKTUR BAJA SPLIT-K-ECCENTRICALLY BRACED FRAME DAN MOMENT RESISTING FRAME MENGGUNAKAN SOLIDWORKS 2012
Indonesia merupakan negara yang mempunyai potensi gempa bumi tinggi sehingga diperlukan struktur yang didesain dengan memperhitungkan parameter kegempaan. Konstruksi baja merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan sebagai struktur tahan gempa. Secara garis besar ada tiga tipe sistem struktur baja, yaitu: (1) Moment Resisting Frame (MRF), (2) Concentrically Braced Frame (CBF), dan (3) Eccentrically Braced Frame (EBF). Pada tugas akhir ini dilakukan perbandingan dua sistem struktur baja, yaitu Moment Resisting Frame (MRF) dan Eccentrically Braced Frame tipe Split-K (Split-K-EBF) menggunakan SolidWorks. SolidWorks merupakan salah satu perangkat lunak berbasis metode elemen hingga yang digunakan untuk pemodelan struktur tiga dimensi. Pemodelan struktur berupa struktur portal 3D yang dibebani secara lateral. Dari hasil analisis, didapatkan bahwa Split-K-EBF dapat menerima beban ultimit lebih besar, yaitu sebesar 1694,825 kN dan MRF dapat menerima beban ultimit sebesar 782,102 kN. Distribusi tegangan maksimum Split-K-EBF terjadi pada link, sedangkan distribusi tegangan maksimum MRF terjadi pada kolom bawah dan sambungan balok kolom. Split-K-EBF memiliki kekakuan lebih besar, yaitu sebesar 44,497 kN/mm dan MRF memiliki kekakuan sebesar 3,528 kN/mm. Tetapi Split-K-EBF memiliki daktilitas lebih kecil, yaitu sebesar 2,61 dan MRF memiliki daktilitas sebesar 6,0.Indonesia is a country that has a high potential earthquake, so it’s required to designed the structure by considering seismic parameters. Steel construction is one alternative that can be used as earthquake resistant structures. Generally there are three types of steel structural systems, ie: (1) Moment Resisting Frame (MRF), (2) Concentrically Braced Frame (CBF), and (3) Eccentrically Braced Frame (EBF). Comparison of the two systems of steel structure, which is Moment Resisting Frame (MRF) and Split-K-Eccentrically braced Frame (Split-K-EBF) using SolidWorks is performed in this final project. SolidWorks is a software based on the finite element method which is used for modeling three-dimensional structures. The structure modeling is a portal 3D in the form of structures laterally loaded. From the analysis, it was found that the Split-K-EBF has larger ultimite loads, which amounted to 1694.825 kN and MRF has ultimit load of 782.102 kN. The maximum stress distribution of Split-K-EBF occurs on the link, while the distribution of the maximum stress occurs in the MRF is under the column and beam-column connections. Split-K-EBF has a greater stiffness, amounting to 44.497 kN/mm and MRF has a stiffness of 3.528 kN/mm. But Split-K-EBF has a smaller ductility, in the amount of 2.61 and 6.0 for MRF has ductility.
114744413A1H008010ASPEK TEKNIS DAN EKONOMI PADA STUDI KELAYAKAN PENANAMAN PADI DI LAHAN PASANG SURUT KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN TIMURUpaya mewujudkan ketersediaan pangan yang cukup menghadapi kendala lahan pertanian yang terus menyempit. Salah satu upaya untuk mengatasinya melalui program “food estate area” di Provinsi Kalimantan Timur yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian dan tambak. Lokasi penelitian seluas 3.367,45 ha yang sebagian besar wilayahnya berupa lahan pasang surut dapat dimanfaatkan dengan reklamasi lahan serta pengaturan tata air irigasi dan drainase yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan lahan secara teknis dan ekonomi untuk pengembangan sistem pertanian padi di lahan pasang surut. Nilai pH tanah di lokasi antara 3,76–6,07. Nilai pH tanah yang rendah disebabkan adanya pirit pada kedalaman 60-120 cm. Nilai pH air permukaan tanah dan air sungai antara 5,54-7,06. Nilai EC (Electrivity Conductivity) tanah antara 0,007–1,684 mS. Nilai EC air permukaan tanah dan air sungai 15,9–24,86 mS. Tingkat kesesuaian lahan di lokasi penelitian: S3nx seluas 2.475,03 ha (73,50 %), S3 fnx seluas 234,12 ha (6,95 %) dan N1c seluas 658,3 ha (19,55 %). Total lokasi yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usaha pertanian 80,5% atau seluas 2.709 ha. Analisis ekonomi usaha tani di lokasi penelitian menunjukkan nilai R/C (Revenue/Cost) sebesar 2,39 atau menguntungkan untuk diteruskan. Investasi untuk pembukaan usaha tani sebesar Rp 127.654.430.000,00 (127,6 milyar Rupiah) atau Rp 47.122.344,00 per ha. Biaya untuk kebutuhan usaha tani tiap periode masa tanam sebesar Rp Rp 18.790.740.221,00 (18,8 milyar Rupiah) atau sebesar Rp 6.936.412,00 per ha. Dengan penerimaan setiap periode masa tanam diperkirakan sebesar Rp 44.969.400.000,00 (44,9 milyar Rupiah) atau senilai Rp 16.600.000,00 per ha. Modal diperkirakan akan kembali dalam jangka waktu 2 tahun 2 bulan.Efforts to achieve a sufficient food supply is constrained by the narrowing of agricultural land. One of the efforts to solve the problem is the "food estate area" at East Kalimantan which in potential to be developed into agricultural land and farms. Location studied cover 3367.45 ha, mostly in the form of tidal area, this area can be used land reclamation and irrigation water regulation and good drainage. The purpose of this research was to determine the technical and economic land feasibility of tidal land for rice farming system development in study show that. Ph value of the soil at the study site was between 3.76 to 6.07. Low soil pH values which in due to pyrite found at a depth of 60-120 cm. PH value of surface water and river water was between 5.54 to 7.06. Rated EC (Electrivity Conductivity) soil was between 0,007–1,684 mS. Rated EC of surface water and river water was between 15,9–24,86 mS. The level of suitability of land in the study site are: S3nx covering 2475.03 ha (73.50%), S3fnx covering 234.12 ha (6.95%) and N1c covering 658.3 ha (19.55%). Total areas that can be utilized for the development of agriculture is 80.45% or 2709 ha. Economic analysis showed the value of R /C (Revenue/Cost) for the farm is 2.39 or farming profitable. The investment required for the opening of the farm which is Rp 127,654,430,000.00 (127.6 billion rupiah) or Rp 47,122,344.00 per ha. The cost for farming at each planting periods Rp 18,790,740,221.00 (18,7 billion rupiah) or Rp 6,936,412.00 per ha. Revenue in each period of the plant is estimated at Rp 44,969,400,000.00 (43.3billion rupiah) or Rp16,600,000.00 per ha. Investment is expected to be returned within a period of 2 years and 2 months.
114754412A1M008016PENGARUH PROPORSI DAN JENIS FLAVOURING TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MINUMAN FUNGSIONAL BERBAHAN DASAR Sargassum crassifolium DAN DAUN KUMIS KUCINGMinuman fungsional biasanya dibuat dari tanaman obat dan rempah-rempah serta berbagai bahan alami, misalnya rumput laut coklat (Sargassum crassifolium) dan daun kumis kucing atau java tea. Pengembangan formulasi minuman dengan penambahan flavouring lemon, jahe dan pekak dapat menghasilkan minuman fungsional yang bisa diterima oleh masyarakat dan memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh proporsi S. crassifolium dan daun kumis kucing, penambahan jenis flavouring jahe dan pekak serta interaksinya terhadap aktivitas antioksidan minuman S. crassifolium java tea celup. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang dicoba meliputi Perbandingan proporsi S. crassifolium dengan daun kumis kucing (K), yaitu K1 (100:0), K2 (80:20), K3 (60:40), K4 (40:60), K5 (20:80), K6(0:100), serta Jenis flavouring (F) meliputi F1 (lemon), F2 (lemon+jahe), F3 (lemon+pekak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan proporsi daun kumis kucing dalam minuman dan penambahan flavouring jahe meningkatkan aktivitas antioksidan. Formulasi optimal yang menghasilkan minuman S. crassifolium java tea dengan aktivitas antioksidan tertinggi yaitu perlakuan proporsi S. crassifolium dan daun kumis kucing 40:60 dengan flavouring jahe (K4F2) memiliki penghambatan MDA 66,95% dan rendemen sebesar 83,89%.Functional drink typically made from medicinal plants and herbs as well as many natural materials, such as the Brown seaweed (Sargassum crassifolium) and java tea leaves. Development of formulations with the addition of flavouring, lemon ginger and pekak in order to provide a functional beverage that can be accepted by the community and has a high antioxidant activity. This research aims to assess the influence of proportion of S. crassifolium and java tea leaves, addition of flavouring and ginger as well as their interaction towards star anise antioxidant activity drinks S. crassifolium java tea dye. This study used a Randomized Block Design (RBD). The factors tested include comparison the proportion of S. crassifolium with java tea leaves (K), i.e. K1 (100: 0), K2 (80:20), K3 (60:40), K4 40 (40:60), K5 (20:80), K6 (0:100), as well as types of flavouring (F) covering F1 (lemon), F2 (lemon+ginger), F3 (lemon+star anise). The results showed that an increased proportion of java tea leaves in the drinks and the addition of ginger flvouring increase antioxidant activity. Optimal formulations that produce drinks S. crassifolium java tea with the highest antioxidant activity, i.e. the proportion of treatment S. crassifolium and java tea leaves 40:60 with a flavouring of ginger (K4F2) have inhibitory MDA 66.95% and yield of 83.89%.
114764419G1F007060HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP KONSUMSI SPORT SUPPLEMENTS PADA ANGGOTA FITNESS CENTER DI PURWOKERTOPengetahuan yang baik tentang nutrisi dan suplemen dapat mempengaruhi sikap seseorang dalam mengkonsumsi sport supplements. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap konsumsi sport supplements pada anggota fitness center di Purwokerto.
Sampel dalam penelitian ini adalah 86 orang anggota fitness center berusia 15-35 tahun yang sudah mengkonsumsi sport supplements. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Data primer dikumpulkan dengan menggunakan angket yang terdiri dari karakteristik responden, pengetahuan nutrisi dan sport supplements, serta sikap terkait dengan konsumsi sport supplements. Data terkumpul diolah dan dianalisis secara deskriptif dan statistik. Data hubungan variabel pengetahuan dengan variabel sikap konsumsi sport supplements dianalisis dengan uji Chi Square.
Hasil penelitian menunjukkan 51,2% responden memiliki tingkat pengetahuan baik, dan 54,7% responden memiliki tingkat sikap baik. Terdapat 65,1% responden yang mengkonsumsi sport supplements jenis protein, 55,8% responden mengkonsumsi sport supplements untuk menambah massa otot. Lima puluh persen responden adalah mahasiswa yang belum memiliki pekerjaan. Hasil uji korelasi dengan uji Chi Square menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap konsumsi sport supplements (p=0,503).
Berdasarkan hasil penelitian, perlu adanya pengawasan dan penyuluhan oleh tenaga kesehatan tentang sport supplements untuk meningkatkan pemahaman anggota fitness center dalam mengkonsumsi sport supplements.
Nutrition and supplements knowledge will affect someone’s behaviour in consuming sport supplements. This research was aimed to know the relation between knowledge and sport supplement’s consumption behaviour among members of fitness center in Purwokerto.
Sample in this research were 86 members of fitness center age 15-35 years old who had consumed sport supplements. Primary data was collected by cross sectional method using questionnaire which was made by researcher. The questionnaires consist of respondent characteristic, nutrition knowledge, and sport supplements, also behaviour and consumption’s pattern of sport supplements. Data analysis was conducted descriptively and statistically. Validity and reliability test of questionnaire used product moment and cronbach alpha correlation tests. Data relation of knowledge variable and sport supplements consumption behaviour were analyzed using chi square test.
Results showed 51,2% respondents had good knowledge and 54,7% respondent had good behaviour. Sixty five point one percent respondents consumed protein kind of sport supplements, 55,8% respondents took mass gain sport supplement. Fifty percent respondent were university student. Chi square correlation test showed there was no relation between knowledge and behaviour of taking sport supplements (p=0,503).
Therefore, member of fitness center need supervision and sugestion from health experts in order to increase awareness of the importance of taking sport suplements wisely.
Keywords : sport supplements, knowledge, behaviour, fitness center.
114774414A1H008006KARAKTERISTIK DAN PERUBAHAN KADAR AIR
PADA KERIPIK TALAS DENGAN MEDIA PENGGORENGAN PASIR, KERIKIL, DAN MINYAK GORENG
Pengolahan talas sebagian besar memanfaatkan umbi segar diantaranya yang paling populer adalah keripik talas. Penggunaan minyak goreng pada akhir-akhir ini sering menimbulkan permasalahan kesehatan di masyarakat. Sejauh ini belum banyak informasi dan penelitian tentang penggorengan dengan pasir dan kerikil sebagai media penghantar panas. Pada penelitian ini dilakukan penggorengan dengan pasir dan kerikil, serta dengan minyak goreng. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik bahan, tingkat penerimaan konsumen, nilai kadar air selama proses penggorengan, tingkat kerenyahan, dan nilai serapan minyak dari keripik talas. Penelitian ini dilakukan dengan tiga media penggorengan yaitu pasir, kerikil, dan minyak goreng pada tiga suhu penggorengan yaitu 160 oC, 170 oC, dan 180 oC. Model prediksi matematika pada perubahan kadar air selama proses penggorengan masing-masing media yaitu, untuk pasir M =Mi.exp{(-11,92)(exp(-3364/TKelvin)) } dengan tingkat kesalahan rata-rata sebesar 6,63%, untuk kerikil M =Mi.exp{(-13615,98)(exp(-6805/TKelvin)) } dengan tingkat kesalahan rata-rata sebesar 9,76%, dan untuk minyak goreng M =Mi.exp{(-24,24)(exp(-3254/TKelvin)) } dengan tingkat kesalahan rata-rata sebesar 4,22%. Dalam model matematika tersebut suhu (T) yang digunakan dalam satuan Kelvin dan kadar air dalam basis basah. Nilai penyerapan minyak goreng masing-masing suhu, yaitu untuk suhu 160 oC sebesar 21,34%, suhu 170 oC sebesar 17,34%, dan suhu 180 oC sebesar 16,78%. Tingkat kerenyahan dihitung dengan mencari nilai tegangannya, hasilnya adalah untuk media pasir 0,66 N/mm2, media kerikil 0,89 N/mm2, dan media minyak goreng 0,41 N/mm2. Karakteristik bahan yang diperoleh berdasarkan hasil uji organoleptik dengan 20 panelis, menunjukkan bahwa keripik talas yang digoreng menggunakan media pasir dan kerikil mendapatkan penilaian yang baik dari segi tekstur, rasa, warna, dan tingkat kesukaan konsumen.The most popular treatment of taro is made into chips. The use of vegetable oil at the end of these days often cause health problems in the public. So far, not a lot of information and research about the frying process with sand and gravel as a heat transfer medium. In this research, the frying process with sand, gravel, and with the vegetable oil. The purpose of this study was to determine the characteristics of the material, the value of the water content during the frying process, the level of consumer acceptance, the level of crispness, and oil absorption value of taro chips. The research was conducted with three medium frying that is sand, gravel, and vegetable oil at three frying temperature of 160 oC, 170 oC, and 180 oC. Mathematical prediction models in changing moisture content during the frying process for each media are, for sand is M = Mi.exp{(-11,92)(exp(-3364/TKelvin)) } with an average error rate of 6,63%, gravel is M = Mi.exp {(-13615,98)(exp(-6805/TKelvin)) } with an average error rate of 9.76%, and vegetable oil is M = Mi.exp{(-24,24)(exp(-3254/TKelvin)) } with an average error rate of 4,22%. The temperature that used in the mathematical model was in units of Kelvin and moisture content in wet basis. Vegetable oil absorption value of each temperature are 21.34% at 160 oC at 17.34% for temperature of 170 oC and by 16.78% for temperature of 180 °C. Crispness level is calculated by finding the value of the stress, the result are, for sand 0.66 N/mm2, gravel 0.89 N/mm2, and vegetable oil 0.41 N/mm2. Characteristics of the material obtained by the results of organoleptic test with 20 panelists, suggesting that the fried taro chips using sand and gravel get a good assessment in terms of texture, flavour, color, and the level of consumer preferences.
114784416E1A009159UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH MELALUI PAJAK PARKIR DI KABUPATEN BANYUMASABSTRAK
UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH MELALUI PAJAK PARKIR DI KABUPATEN BANYUMAS

Oleh :

Dwina Sanidya Putri

E1A009159

Pajak merupakan sumber penerimaan keuangan negara yang terbesar. Pajak terbagi atas pajak pusat dan pajak daerah. Pajak daerah dikelola oleh Pemerintah Daerah yang dalam pelaksanaannya terdapat otonomi daerah. Salah satu pajak daerah yang mempunyai potensi besar dalam menyumbang pendapatan asli daerah adalah pajak parkir. Pasal 158 ayat (1) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menyatakan bahwa pajak daerah dan retribusi daerah ditetapkan dengan undang-undang yang pelaksanaannya lebih lanjut dengan Peraturan Daerah.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif yaitu mengkaji peraturan perundang-undangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah melalui pajak parkir di Kabupaten Banyumas. Setelah dilakukan pembahasan diketahui bahwa upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah melalui pajak parkir belum dilakukan secara maksimal karena ada teknis pelaksanaan yang belum dapat dilaksanakan terkait dengan peraturan yang belum dibuat, penerapan sanksi belum tegas dan pengawasan yang masih lemah sehingga perlu lebih meningkatkan upaya sebagaimana tersebut di atas.

Kata Kunci : Upaya, Pemerintah Daerah, Pendapatan Asli Daerah, Pajak Parkir
ABSTRACT

EFFORTS TO INCREASE INCOME TAX ORIGINAL AREA THROUGH THE PARKING LOT IN THE DISTRICT BANYUMAS

by:

Dwina Sanidya Putri

E1A009159


Taxes are the revenue sources of the largest financial state. Tax divided into central tax and local tax. Local taxes administered by the local government in the implementation of regional autonomy there. One of the local taxes that have great potential in contributing to tax revenue is parking. Article 158, paragraph (1) of Law No. 32 Year 2004 on Regional Government states that local taxes and levies are set by legislation further implementation by the regional regulation.
The method used in this research is the study of normative juridical legislation. This study aims to determine the efforts of the Government of Banyumas in order to increase tax revenues through parking in Banyumas. After discussion it is known that the efforts of the Government of Banyumas in order to increase revenue through parking tax has not performed to its full potential because of technical execution can not be carried out related to the rules that have not been made, the application of sanctions yet firm and supervision is still weak so the need further enhance the efforts mentioned above.


Keywords: Efforts, Local Government, Revenue, Tax Parking.
114794417G1A008125HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG NUTRISI PADA IBU HAMIL DAN LOKASI TINGGAL DENGAN KEBIASAAN PANTANG MAKANAN PADA IBU HAMIL DI KABUPATEN CILACAPABSTRAK

Latar Belakang: Angka kematian ibu (AKI) adalah suatu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan. Angka kematian ibu (AKI) di Kabupaten Cilacap menempati urutan keempat di Provinsi Jawa Tengah dan mengalami peningkatan kembali. Terjadi kematian pada ibu hamil disebabkan karena kekurangan energi kronis (KEK), perdarahan dan infeksi. Hal ini dimungkinkan karena adanya kebiasaan pantang makanan pada ibu hamil. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa pengetahuan, kebudayaan dari lokasi tempat tinggal berhubungan terhadap kebiasaan pantang makanan pada ibu hamil.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan tentang nutrisi pada ibu hamil dan lokasi tinggal dengan kebiasaan pantang makanan pada ibu hamil yang dibagi menjadi dua tempat penelitian yaitu daerah perdesaan dan perkotaan di Kabupaten Cilacap.
Metode: Metode penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling dengan besar sampel 35 pada daerah perdesaan dan 71 pada daerah perkotaan. Penelitian ini dianalisi dengan menggunakan uji Chi-Square dan untuk melihat kekuatan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat menggunakan uji Koefisien Kontingensi.
Hasil: Hasil analisis dengan uji Chi-Square antara pengetahuan tentang nutrisi pada ibu hamil dengan kebiasaan pantang makanan pada ibu hamil menunjukan hasil dengan nilai p-value 0,471 dan antara lokasi tinggal dengan kebiasaan pantang makanan pada ibu hamil menunjukan hasil dengan nilai p-value 0,450.
Kesimpulan: Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan tentang nutrisi pada ibu hamil dengan kebiasaan pantang makanan pada ibu hamil dan tidak terdapat hubungan antara lokasi tinggal dengan kebiasaan pantang makanan pada ibu hamil.


Kata Kunci : Kebiasaan pantang makanan, ibu hamil, pengetahuan, lokasi tinggal, perdesaan, perkotaan.

ABSTRACT

Background: Maternal mortality rate (MMR) is an indicator to know the health status of women. The maternal mortality rate (MMR) in Cilacap District ranks fourth in the Central Java Province and has increased again. Maternal death occurs due to chronic energy deficiency, bleeding and infection. This is possible because of the abstinence food habit during pregnancy. Some studies say that the knowledge and culture of location of residence related to abstinence food habits of pregnant women.
Object: This study aimed to determine the relationship between knowledge of nutrition on pregnant women and location with abstinence food habits in pregnant women. This study was divided into two study sites which were rural and urban areas in Cilacap.
Method: The research method was an observational analytic with cross-sectional approach. Sampling was done by simple random sampling with sample size 35 in rural areas and 71 in urban areas. This study was analyzed using Chi-Square test to see the strength of the relationship between the independent variables and the dependent variables using the contingency coefficient test.
Result: The analysis of the result with the Chi-Square test between knowledge about nutrition on pregnant women with abstinence food habits in pregnant women showed that with a p-value 0,471 and between the location with abstinence food habits in pregnant women showed that with a p-value 0,450.
Conclusion: From the analysis result can be the resume that there was no correlation between knowledge about nutrition on pregnant women with abstinence food habits in pregnant women and there was no correlation between the location with abstinence food habits in pregnant women.


Keywords : Abstinence food habit, pregnant women, knowledge, location, rural, urban.
114804418E1A009115PROGRAM KEMITRAAN BUMN DENGAN USAHA KECIL DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN SEBAGAI TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DI PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK CABANG PURWOKERTOSebagai salah satu pelaku usaha kegiatan ekonomi dalam perekonomian nasional berdasarkan ekonomi demokrasi di Indonesia, Badan Usaha Milik Negara haruslah melaksanakan kegiatannya dengan profesional dan mengikuti perkembangan zaman yang terjadi saat ini. Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara dengan memperhatikan posisi strategis BUMN dalam perekonomian Indonesia guna mengoptimalkan peran BUMN agar menjadi lebih profesional. Namun dalam melaksanakan kegiatan usaha, baik pihak swasta maupun pemerintah yang diwakili oleh BUMN haruslah memperhatikan aspek sosial. Sebagaimana yang diamanatkan pada Pasal 88 UU No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN bahwa BUMN dapat menyisihkan sebagian laba bersihnya untuk keperluan pembinaan usaha kecil/koperasi serta pembinaan masyarakat sekitar BUMN. Dengan lahirnya UU No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN lahirlah Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor PER-05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan (PKBL) sebagai pengaturan mengenai salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dari BUMN.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui penerapan Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor PER-05/MBU/2007 tentang PKBL sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dari BUMN di PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cabang Purwokerto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cabang Purwokerto sebagai unit operasional telah menerapkan ketentuan Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor PER-05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.
As one of the businesses of economic activity in the national economy based on economic democracy in Indonesia, BUMN should carry out their activities with professionals and keep abreast of the current era. Government issued Law No. 19 of 2003 on BUMN with respect to the strategic position of the Indonesian economy in order to optimize the role of the state in order to become more professional. But in conducting business, both private and government, represented by BUMN must give attention to social aspects. As stipulated in Article 88 of Law No. 19 Year 2003 on BUMN can set aside part of its net income for the purposes of fostering small businesses / cooperatives and community development around the state. With the birth of the Law no. 19 of 2003 on state born Minister of BUMN No. PER-05/MBU/2007 about Partnership Program with the State Owned Small Business and Community Development Program (CSR) as a form of regulation on corporate social responsibility of the BUMN.This research was conducted with the purpose of knowing the application of the Minister of BUMN No. PER-05/MBU/2007 about CSR as a form of corporate social responsibility of state-owned PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Branch Purwokerto. The results showed that PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Branch Purwokerto as operational units have implemented the rule of Minister BUMN No. PER-05/MBU/2007 about Partnership Program with the State Owned Small Business and Community Development.