Artikel Ilmiah : A1H008044 a.n. WAHYU WIDODO

Kembali Update Delete

NIMA1H008044
NamamhsWAHYU WIDODO
Judul ArtikelPENENTUAN PARAMETER VISUAL CITRA DIGITAL TANAH
UNTUK PENDUGAAN KADAR AIR TANAH MENGGUNAKAN INFRARED WEBCAM
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pendugaan kadar air tanah menggunakan pengolahan citra digital diharapkan mampu menjadi metode alternatif untuk mendapatkan informasi kadar air tanah secara real time. Penelitian ini bertujuan untuk (a) mengembangkan program pengolahan citra digital menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 7.0 untuk mendapatkan parameter visual citra tanah (b) mengetahui parameter visual yang tepat untuk menentukan kadar air tanah (c) mengetahui tingkat ketelitian pendugaan kadar air tanah pada lahan kering menggunakan teknik pengolahan citra (d) menemukan pengaruh perbedaan penggunaan webcam dan infrared webcam (sebagai sensor citra) terhadap citra yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan analisis korelasi antara kadar air dengan parameter visual citra (RGB, HSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya intensitas sebagai parameter citra dengan penangkap citra infrared webcam yang mempunyai korelasi kuat. Hal ini ditunjukkan besarnya nilai koefisien determinasi sebesar 0,744 dengan nilai MPE 16,76% dengan ketelitian mencapai 83,24%. Penggunaan infrared webcam sebagai penangkap citra tanah lahan kering lebih baik daripada penggunaan webcam.
Abtrak (Bhs. Inggris)Prediction of soil moisture content by digital image processing is expected to be an alternative method to measure soil moisture content in real time. The aims of this research were (a) to develop a program of digital image processing using Visual Basic 7.0 to obtain visual soil parameters (b) to determine the precise image parameters to determine soil moisture content (c) to determine the level of soil moisture estimation accuracy on dry land using image processing techniques (d) to find the effect of differences between the use of webcam and infrared webcam to image produced. This research used correlation analysis between the water content and visual image parameters (RGB, HSI). The results showed that only intensity (I) parameter from infrared webcam have a highest correlation. It shown by 0.744 of the coefficient of determination with 16.76% MPE values and 83.24% of accuration. Applying infrared webcam as the sensor for capturing dry land soil image is better than webcam.
Kata kuncilahan kering, pengolahan citra, webcam, infrared webcam.
Pembimbing 1Dr. Ardiansyah, S.TP., M.Si.
Pembimbing 2Afik Hardanto, S.TP., M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.