Artikelilmiahs
Menampilkan 11.601-11.620 dari 50.467 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 11601 | 4575 | H1B009030 | KONSTRUKSI DAN SIFAT-SIFAT BILANGAN BULAT | Bilangan bulat dapat dikonstruksi menggunakan relasi ekuivalen dari pasangan terurut bilangan asli. Bilangan bulat yang dilengkapi dengan operasi penjumlahan dan perkalian memenuhi sifat aljabar dan sifat urutan. | Integers can be constructed using an equivalent relation of ordered pair of natural numbers. Integers which are equipped with addition and multiplication operations satisfy the algebraic and the order properties. | |
| 11602 | 4582 | F1C008014 | Adegan Kekerasan dalam Serial Kartun Televisi (Analisis Isi Adegan Kekerasan dalam Serial Kartun One Piece, Spongebob Squarepants, dan Doraemon) | Penelitian ini mencoba untuk menganalisis adegan kekerasan dalam serial kartun televisi Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah mencaritahu sejauh mana adegan kekerasan dalam serial kartun One Piece, Spongebob Squarepants dan Doraemon. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode analisis isi kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya tendensi frekuensi adegan kekerasan dalam serial kartun Spongebob Squarepants dan Doraemon dengan One Piece. One Piece merupakan salah satu serial kartun yang pernah dicekal KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) karena melanggar Peraturan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siar (P3SPS) Pasal 23 tentang pelanggaran adegan kekerasan secara fisik dan Pasal 24 tentang ungkapan kasar dan makian. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tendensi kekerasan pada masing-masing judul serial kartun. Kategori pelanggaran kekerasan fisik sebanyak 62,62% paling banyak ditayangkan dalam serial kartun One Piece. Kategori pelanggaran kekerasan psikologis didominasi serial kartun Doraemon, yaitu sebanyak 59,73%. Kategori pelanggaran Pasal 23 paling banyak dilakuakan oleh serial One Piece, yaitu 49,31%. Serta kategori kekerasan pelanggaran Pasal 24 sebanyak 62,68% paling banyak ditayangkan serial kartun Doraemon. Kemunculan adegan kekerasan dalam serial kartun sebagai wujud berkurangnya kepekaan KPI terhadap makna kekerasan, dari sesuatu yang patut diwaspadai menjadi hal yang lumrah terjadi. Padahal kemunculan adegan kekerasan dalam serial kartun dapat membahayakan khususnya pada anak-anak. Dalam penelitian ini, perubahan makna tentang kekerasan tersebut dapat dijelaskan melalui teori kekerasan simbolik. Kata kunci: Adegan kekerasan serial kartun, One Piece, Spongebob Squarepants, Doraemon, P3SPS, Teori kekerasan simbolik | This research tried to analyze of violence scenes in Indonesian television cartoon series. The purpose of this research is how much the violence scenes appeared in One Piece, Spongebob Squarepants and Doraemon. This research is a descriptive quantitative research which uses content analysis method. The research result shows that there is a tendency of violence which high frequency has been displayed in cartoon movies which still appear in Indonesian station television like Spongebob Squarepants and Doraemon with One Piece. One Piece is the cartoon movie who has sturdied by KPI based regulation of P3SPS chapter 23 violented category about phisycs and chapter 24 violented category about coarse expression. The research result shows that there is a tendency of violence in four categories. The phisycs violated category has been displayed in One Piece cartoon movie with percentage 62,62%. The Phicycology violated category is dominated in Doraemon cartoon movie which has been displayed percentage 59,73%. The regulation of P3SPS violence scene has been displayed in One Piece cartoon movie with percentage 49,31%. And the regulation of P3SPS chapter 24 violented category about coarse expression with percentage 62,68% has been displayed in Doraemon cartoon movie. The cartoon movie that aired in television with violence scene, as being to lessen a sensitivity from KPI, from conscentious situation being to normaly happen. Whereas, the violence scenes appeared in cartoon movie may be harmful especially to children. In this research, the turning about this has been explaned with symbolic violence theory. Keywords: violence scenes, television cartoon movies, One Piece, Spongebob Squarepants, Doraemon, P3SPS, symbolic violence theory. | |
| 11603 | 4549 | E1A007341 | PENGATURAN PERDAGANGAN ORGAN TUBUH MANUSIA MENURUT HUKUM INTERNASIONAL (Studi Terhadap Penjualan Organ dari Praktisi Falun Gong di China 2006) REGULATION OF HUMAN ORGAN TRAFFICKING BASED ON INTERNATIONAL LAW (Study on the Organ Commerce of Falun Gong Practice in China 2006) | Era globalisasi membawa masyarakat semakin berkembang. Perdagangan manusia memiliki perluasan makna, tidak hanya tubuh yang dipindahkan dari satu negara ke negara lain untuk di jadikan budak, namun bagian tubuh manusia seperti ginjal, mata, jantung, hingga kulit tidak luput dari eksploitasi perdagangan manusia. Penelitian bertujuan mengetahui pengaturan perdagangan organ tubuh menurut hukum internasional. Serta penyelesaian kasus dalam penjualan organ tubuh manusia di Cina. Metode penelitian digunakan adalah penelitian yuridisnormatif dengan spesifikasi deskriptif.Hasil penelitian disusun secara sistematis logisserta dianalisis secara normatif kualitatif. Dalam hukum internasional pencegahan perdagangan organ manusia diatur dalam: Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia Tahun 1948; Dekraasi Istanbul tentang Perdaganan Organ dan Wisata Trasplantasi tahun 2008; Konvensi Menentang Kejahatan Transnasional Terorganisir Tahun 2000, khususnya Protokol Mencegah, Menekan, dan Menghukum Perdagangan Manusia, Terutama Perempuan dan Anak Tahun 2003, Konvensi Eropa Hak Asasi Manusia dan Transplantasi Biomedikal, khususnya Protokol Tambahan tentang Transplantasi Organ dan Jaringan Asal Manusia Tahun 2002 serta Pedoman WHO tentang Transplantasi Organ pada Manusia Tahun 1991. Pemerintah Cina mengeluarkan Undang-undang Trasplantasi Organ Tubuh Manusia pada tahun 2007, dan apabila dikemudian terjadi lagi, penyelesaian kasus penjualan organ tubuh, dapat menggunakan Undang-undang Trasplantasi Organ Tubuh di Cina 2007. | Globalitation era brought global society to be more develop. The development of human trafficking had a wide definition which not only about a human who moved fromcountry to another country as slaves but human organ such as kidney, eyes, heart, and skin also included in human trading. The research objective is to analyze the regulation of human organ trafficking based on international law as well as the solution in a case of human organ trafficking in china. The research method is normative jurisdiction approach with descriptive research. The result was presented as description that compilatedsistematical and logical based on qualitative normative model. On international law, a prevention of human organ trafficking and transplantation was ruled on declaration which are Universal Declaration of Human Right 1948. Declaration of istanbul on organ trafficking and Trasplant Turism 2008.United Nation Convention Against Trasnational crime,2000,Protocol to Prevent suppessand Punish Trafficking in Person, Especially women and Children Supplementing the United Nations Conventions agains Transnational Organized Crime.Additional protocol to the convention on Human Right and Biomedicine. Concering Trasplantation of organs and tissues of human Origin 2002 and WHO Guiding Principles on Human Cell,Tissue and Organ Trasplantation 1991 The china government had issued a law about human organ transplantation in 2007, even if in the next days, there will be the same case, it can be solved by china's law about human organ transplantation that was made in 2007. | |
| 11604 | 4553 | N1A006040 | HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN KEJADIAN STROKE HEMORAGIK DI RUMAH SAKIT MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Latar Belakang Stroke merupakan penyakit gangguan fungsional otak fokal maupun global akut dengan gejala dan tanda sesuai bagian otak yang terkena, yang sebelumnya tanpa peringatan dan yang dapat sembuh sempurna, dengan cacat, atau kematian. Merokok adalah membakar tembakau yang kemudian dihisap asapnya baik menggunakan rokok maupun menggunakan pipa. Rokok merupakan benda yang sudah tak asing lagi bagi masyarakat. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti merasa tertarik untuk menganalisis hubungan kebiasaan merokok dengan kejadian stroke. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui hubungan kebiasaan merokok dengan kejadian stroke. Desain Penelitian penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien stroke di Rumah Sakit Margono Soekarjo yang terdaftar aktif pada tahun 2011-2012. Besar populasi 1 tahun terakhir adalah sebanyak 502 kasus stroke. Hasil uji statistik korelasi chi-square terbukti menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara antara indeks kebiasaan merokok dengan kejadian stroke, (p value 0,032 dengan p>0,05). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis rokok yang dihisap dengan kejadian stroke, sedangkan lama merokok dan banyaknya rokok yang dihisap dalam sehari berhubungan dengan kejadian stroke hemoragik. Semakin banyak batang rokok yang dihisap dalam sehari dan lamanya seorang merokok meningkatkan kejadian stroke hemoragik. | Background Stroke is a disease of the brain functional disorder of acute focal or global symptoms and signs the appropriate part of the brain affected, previously without warning, and can recover completely, cured with a disability, or death. Smoking tobacco is burned and then inhaled using either smoke cigarettes or use a pipe. Cigarettes are objects that are familiar to the public. Under these conditions, the researchers were interested to analyze the relationship between smoking and the incidence of stroke. Purpose of this study was to determine relationship of smoking to the incidence of stroke. The study design used was an analytical study with cross sectional correlation. The population in this study were all stroke patients in hospital Margono Soekarjo active registered in 2011-2012. Large populations of the last 1 year is as much as 502 cases of stroke. The results of statistical correlation chi-square proved to show that there is a significant correlation between the index of smoking and the incidence of stroke, (p value 0.032 with p > 0.05). There was no significant relationship between the type of cigarettes smoked by the incidence of stroke hemoragic, whereas the old smoking and number of cigarettes smoked in a day incidence of stroke hemoragic. Where the more cigarettes smoked per day and duration of smoking the incidence of stroke hemoragic. | |
| 11605 | 4555 | A1L008042 | EKSISTENSI NEMATODA PURU AKAR (Meloidogyne spp.) PADA PERTANAMAN TEMBAKAU DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan mengetahui populasi nematoda puru akar (Meloidogyne spp.) dan intensitas serangan nematoda puru akar (Meloidogyne spp.) pada tanaman tembakau di wilayah Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian survey yang menggunakan metode pengambilan purpossive random sampling. Variabel yang diamati adalah intensitas serangan, indeks puru, populasi nematoda pada akar dan tanah, dan hasil panen. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif komparatif. Data yang bersifat kuantitatif dianalisis dengan uji sidik ragam, apabila berbeda nyata dilanjut dengan BNT dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi nematoda tembakau tertinggi terdapat pada desa Pengadegan yaitu 0,8 pada umur tanaman 31–45 hari dan pada luas lahan 350–1150 m2 dengan populasi nematoda 0,84. Intensitas serangan nematoda tertinggi terdapat pada desa Cindaga sebesar 0,013%, pada umur tanaman 31–45 hari dan 61–75 hari dengan populasi nematoda 0,014%, dan pada luas lahan 1151–1950 m2 dengan populasi nematoda 0,014%. | This study aimed at determining the population of root knot nematode (Meloidogyne spp.) and the intensity of root knot nematode (Meloidogyne spp.) in tobacco plants in the region of Banyumas. This study is a survey using purpossive random sampling method. Observed variables the intensity of attack, ulcer index, nematode population in the roots and soil, and crops. Data were analyzed by descriptive comparative. The data quantitatively analyzed by analysis of variance, if significantly different from continued by BNT with level 5%. The results showed that highest tobacco nematode population present in the village Pengadegan 0.8, the age of the plant 31–45 days and the land area and 350–1150 m2 with nematode populations 0.84. The intensity of the attack on the village contained the highest nematode Cindaga of 0.013%, at plant age 31–45 day and 61–75 days with the nematode population 0.014%, and the land area and 1151–1950 m2 with a population of nematodes 0.014%. | |
| 11606 | 4556 | C1L008050 | ANALYSIS OF E-GOVERNMENT IMPLEMENTATION IN JAVA ISLAND: FINANCIAL AND NONFINANCIAL INFORMATION TRANSPARENCY ON THE WEBSITE | Penelitian ini berjudul “Analysis of E-government Implementation in Java Island: Financial and Nonfinancial Information Transparency on The Website”. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengungkapan transparansi informasi keuangan dan non keuangan yang didasarkan pada website Pemerintahan Kota/Kabupaten di Pulau Jawa, untuk mengetahui ketersediaan informasi keuangan dan non keuangan pada website Pemerintahan Kota/Kabupaten di Pulau Jawa, dan untuk menganalisa ada atau tidaknya perbedaan signifikan antara peringkat indeks pengungkapan informasi keuangan dengan klasifikasi Kota/Kabupaten di Pulau Jawa . Penelitian ini menggunakan semua Pemerintah Daerah di Pulau Jawa. Dengan menggunakan all sampling dari 118 Kota/Kabupaten, 82 website Kota/Kabupaten digunakan sebagai sampel. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Chi-square. Berdasarkan hasil analisa, rata-rata indeks pengungkapan informasi keuangan yang terbukti lebih rendah daripada informasi non keuangan. Hanya 1 fitur yang dapat dinilai baik karena ditampilkan oleh lebih dari 41 website. Fitur non keuangan dapat dinilai lebih baik karena 12 dari 15 fitur ditampilkan oleh lebih dari 41 website. Dan dari hasil tes Chi-kuadrat, tidak ada perbedaan yang signifikan antara indeks rating dan klasifikasi kota/Kabupaten di pulau Jawa. | The research entitled “Analysis of E-government Implementation in Java Island: Financial and Nonfinancial Information Transparency on The Website”. This study aims to get financial and nonfinancial information transparency disclosure based on Local Government in Java Island website, to understand availability of financial and nonfinancial information on Local Government in Java Island website and to analyze whether there is significant difference or not between information (financial and nonfinancial) disclosure index and city clasification. The research used all local governments in Java Island. Using all sampling, from 118 City/County, 82 website are used as samples. Analysis tools used in this study is Chi-square analysis. Based on the results analysis, The average of financial information disclosure index is proven lower than nonfinancial. Only 1 feature that can be assessed good because it is displayed by more than 41 website. Of nonfinancial features can be assessed better because 12 out of 15 features are displayed by more than 41 website. And from the chi-square test result, there is no significant difference between index rating and classification Cities/Counties in Java Island. | |
| 11607 | 4557 | G1B008129 | PERSEPSI IBU DALAM PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP-ASI) DINI DI WILAYAH PUSKESMAS JATIBOGOR KABUPATEN TEGAL | Target pencapaian ASI eksklusif adalah 80% dari total ibu yang menyusui. Pemberian ASI eksklusif di Indonesia belum memenuhi target yaitu 15,3%. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi ibu dalam pemberian MP-ASI dini pada bayi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara. Analisis penelitian meliputi pengumpulan, reduksi dan penyajian data serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi ibu dalam pemberian MP-ASI dini yaitu ibu menganggap ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi, sehingga bayi membutuhkan MP-ASI agar menambah berat badan, membuat bayi sehat dan tenang. Persepsi tersebut muncul karena pengetahuan rendah dan adanya tradisi pemberian MP-ASI dini. Pengetahuan yang rendah dikarenakan petugas kesehatan tidak memberikan informasi yang tepat tentang ASI eksklusif dan MP-ASI. Tradisi pemberian MP-ASI dini yang melekat di lingkungan ibu disebabkan karena pengaruh keluarga yang mendukung ibu dalam memberikan MP-ASI dini kepada bayi. Saran yang diberikan yaitu bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal dan Puskesmas Jatibogor agar melakukan penyuluhan dan pendidikan kesehatan kepada ibu hamil beserta keluarganya, bagi masyarakat agar aktif mencari informasi tentang ASI eksklusif dan MP-ASI agar pengetahuan meningkat serta perlu kerjasama lintas sektoral untuk mengatasi tradisi pemberian MP-ASI dini untuk memasyarakatkan ASI eksklusif. | Target achievement of exclusive breastfeeding is 80% of the total of mothers who breastfeed. Exclusive breastfeeding at Indonesia in 2010 only 15.3%. Using qualitative research methods with a purposive sampling. Techniques of data collection through interviews. Analysis of the study includes collection, reduction, data presentation and conclusion. The validity of the data used is triangulation of sources. Result of research indicate that the mother perception in gift MP-ASI early that is mother assume the insufficient just ASI to fulfill requirement of gizi baby, so that baby require the MP-ASI to be adding body weight, making healthy baby and peace. The perception emerge because low knowledge and existence of tradition of gift MP-ASI early. Low knowledge because of health worker not give the correct information about exclusive ASI and MP-ASI, coherent gift MP-ASI tradition early in mother environment caused because family influence supporting mother in giving MP-ASI early to baby. Advice that can be given is to the District Health Office for Tegal and Puskesmas Jatibogor that perform health counseling and education to pregnant women and their husbands and families, for communities to be more actively seeking health information, especially about exclusive breastfeeding and MP-ASI provision that increases knowledge and necessary cross-sectoral collaboration to address the provision of MP-ASI tradition in delivering early exclusive breastfeeding. | |
| 11608 | 4583 | H1B007051 | APLIKASI BASISDATA FUZZY MODEL TAHANI SEBAGAI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM PEMILIHAN RUMAH DI DAERAH PURWOKERTO | Pada makalah ini, basisdata fuzzy model Tahani digunakan sebagai sistem pendukung keputusan untuk pemilihan rumah di daerah Purwokerto. Input fuzzy yang digunakan yaitu tipe, harga, besar uang muka, besar angsuran, serta lokasi dari rumah tersebut. Output yang dihasilkan berupa derajat keanggotaan rumah dari yang tertinggi hingga terendah. Rumah yang direkomendasikan untuk dibeli adalah rumah yang meiliki derajat keanggotaan tertinggi. | In this papper, we apply Tahani model as a decision support system in choosing a house in Purwokerto. The input are type, price, down payment, installment, and location of the houses. Meanwhile the output are degree of membership (from the highest to the lowest) of the houses. The house with the highest degree of membership is the recommended house to buy. | |
| 11609 | 4513 | F1F007088 | STEVENS’ SELF DECEPTION DEPICTED IN KAZUO ISHIGURO’S THE REMAINS OF THE DAY | Abstrak: Penelitian yang berjudul “Stevens’ Self Deception Depicted in Kazuo Ishiguro’s The Remains of the Day” ini bertujuan untuk menganalisis self deception (kebohongan pada diri sendiri) karakter utama yang tergambar dalam novel ketiga karya Kazuo Ishiguro, The Remains of the Day. Isu self deception dalam novel tersebut sangat menarik untuk diteliti karena melibatkan usaha seorang menyembunyikan sesuatu dari dirinya sendiri, dengan kata lain, membohongi diri sendiri. Dengan menggunakan pendekatan psikologi dan teori self deception Alfred Mele serta metode deskriptif kualitatif, penelitian ini akan mendeskripsikan karakter utama dalam novel tersebut yang melakukan self deception. Lebih jauh lagi akan dianalisa bagaimana Stevens melakukan self deception dan apa motifnya. Dari analisa diketahui ada tiga kondisi yang menjadikan karakter utama novel, Stevens, sebagai seorang self deceiver (orang yang melakukan self deception). Tiga kondisi tersebut yaitu mempercayai sesuatu yang berbeda dengan kondisi yang ada, berbeda antara perkataan atau sikap dan tingkah laku, serta memanipulasi keadaan emosi. Sementara motif Stevens dalam melakukan self deception adalah untuk memenuhi keinginannya merefleksikan dan mengenang hidupnya menjadi hidup yang bermakna diusianya sekarang. | Abstract: The research entitled “Stevens’ Self Deception Depicted in Kazuo Ishiguro’s The Remians of The Day” is aimed to analyze the main characters’ self deception portrayed in Kazuo Ishiguro’s third novel The Remians of The Day. Self deception issue in this novel is very interesting to analyze since it involves one’s struggle to hide something from one’s own self, in other word, deceiving one’s very own self. By applying psychological approach and self deception theory by Alfred Mele as well as descriptive qualitative method, this research describes the main character of the novel who commits self deception. The discussion has analyzed how Stevens commits self deception and his motives in committing his self deception. From the analysis, there are three conditions that make the main character of the novel, Stevens, a self deceivers. They are: believing a notion that opposes the surrounding condition, being contradictory between words or attitude and behavior, and manipulating emotional states. While Stevens’ motives in committing his self deception is the need to reflect and look back on his life as a meaningful life at his aging age. | |
| 11610 | 4558 | F1A008079 | “FENOMENA KESENIAN BRAEN” (Studi tentang Gambaran dan Proses Regenerasi Kelompok Kesenian Braen di Desa Rajawana Kecamatan Karang Moncol Kabupaten Purbalingga) | Kesenian Braen ini merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional yang ada di Indonesia. Braen itu sendiri merupakan kesenian yang bernafaskan Islam yang berkembang di wilayah Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga. Braen dikategorikan sebagai kesenian Islam, baik secara sejarah maupun sudut pandang seni. Penelitian berjudul “Fenomena Kesenian Braen” (Studi Tentang Gambaran dan Proses Regenerasi Anggota Kelompok Kesenian Braen di Desa Rajawana Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga) ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesenian Braen dan proses regenerasi anggota kelompok kesenian Braen di Desa Rajawana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paparan yang bersifat deskriptif. Sasaran utama penelitian ini adalah ke anggota kesenian Braen dan masyarakat Desa Rajawana yang dianggap tahu tentang keberadaan kesenian Braen. Sasaran pendukungya adalah pihak DINBUDPARPORA Kabupaten Purbalingga. Data yang diperoleh melalui wawancara dengan informan dan observasi. Metode yang digunakan melalui pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah model analisis interaktif. Hasil dari penelitian ini menerangkan Kesenian Braen merupakan salah satu kesenian yang bernafaskan Islam yang berasal dari Desa Rajawana yang diwariskan oleh Syekh Makhdum Khusain. Dalam perekrutan anggota kesenian Braen dilakukan dengan sukarela yang dilakukan oleh ketua kesenian Braen terhadap para perempuan yang memiliki partisipasi dalam perkembangan kesenian Braen tersebut.Kesenian Braen merupakan pewarisan budaya yang semestinya dijaga dan dilestarikan, khususnya oleh masyarakat Desa Rajawana itu sendiri dan dukungan dari pihak pemerintah terkait. Kepada para anggota kelompok kesenian Braen, hendaklah tetap mempertahankan semangat dan pengabdiannya untuk tetap bertahan sebagai anggota kelompok kesenian Braen sambil menyiapkan generasi penerus yang akan menggantikan mereka pada saatnya nanti. | The art of Braen is one of the traditional art form that owned in Indonesia. Braen itself is the art that has the Islam characteristic that develops in the area Sub district of Karangmoncol in Regency of Purbalingga. Braen is categorized as the art of Islam whether historically or from point of view of art.The title of this research is “Art Phenomenon of Braen” (Study About The Description and Process of the Group Member Regeneration of the Art of Braen in the Village of Rajawana in Sub district of Karangmoncol in Regency of Purbalingga) this research aims to find out the description of the art of Braen and the process of group member regeneration of the art of Braen in the Village of Rajawana. This research uses the method of qualitative with the explanation that has descriptive characteristic. The main target in this research is the member of the art of Braen and society in the Village of Rajawana that has been considered familiar or understand about the existence of the art of Braen. The target of its support is the side of DINBUDPARPORA in Regency of Purbalingga. Data that has been obtained through the interview with the informant and observation. The method in this research in taking the sample uses the purposive sampling. Technique of analysis uses the interactive analysis model. The result of this research explains about the Art of Braen where it is one of the art which has Islam characteristic that come from the Village of Rajawana that has been inherited by Syekh Makhdum Khusain. In the recruitment of the member of art of Braen is conducted voluntary who conducted by the chief of art of Braen to the female that has the participation in the development of the art of Braen. The art of Braen is the culture heritage that must be protected and preserved, especially by the society in the village of Rajawana and support from the side of related government. To the group member of the art of Braen, they are supposed to preserve the spirit and their loyalty to keep existing as the group member of the art of Braen while preparing the new generation that will replace them later. | |
| 11611 | 4535 | B1J008176 | KEANEKARAGAMAN SERANGGA PENYERBUK TANAMAN TOMAT (Lycopersicon esculentum MILL.) PADA BERBAGAI KONDISI PENGKAYAAN TUMBUHAN Tridax procumbens L. | Tanaman tomat (Lycopersicon esculentum Mill) merupakan tanaman budidaya yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Keberhasilan penyerbukan pada tanaman tomat bergantung kepada penyerbukan tanaman yang dilakukan oleh serangga. Upaya untuk meningkatkan keragaman dan populasi serangga penyebuk yaitu dengan pengkayaan tumbuhan inang ataupun pemikat yang dibutuhkan oleh serangga penyerbuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman serangga penyerbuk pada lahan tanaman tomat yang diperkaya dengan T. procumbens L. serta mengetahui hubungan antara serangga penyerbuk dengan pengkayaan tumbuhan Tridax procumbens L. dan hubungan tumbuhan Tridax procumbens L. dengan jumlah buah tomat yang dihasilkan. Metode penelitian menggunakan metode eksperiment lapang, dengan Rancangan Acak Lengkap. Sebagai petak adalah komoditas pertanian tomat. Perlakuan faktor yaitu tumbuhan Tridax procumbens L. dengan taraf yang berbeda ( 5%, 10%, dan 15 % dari jumlah tanaman). Lokasi penelitian dilakukan di lahan pertanian di lereng gunung Slamet Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. Metode analisis yang digunakan untuk mengetahui keanekaragaman serangga polinator menggunakan Indeks Shannon-Winner, dan Shannon-Evennes. Perbedaan dan pengaruh pengkayaan tumbuhan T. procumbens L. dianalisis menggunakan anova, korelasi, dan regresi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa keanekaragaman serangga penyerbuk pada tiap perlakuan dikatakan sedang yaitu 1>H’>3 dan kemerataan serangga penyerbuk dikatakan tinggi yaitu E>0,8. Pengaruh pengkayaan tumbuhan liar T. procumbens L. terhadap keanekaragaman serangga penyerbuk dan jumlah buah dikatakan sangat signifikan dengan nilai F=25,516 dan F=13,077 yang paling berpengaruh adalah pada pengkayaan 10 %, serta pengkayaan tumbuhan liar T. procumbens L. terhadap keragaman serangga penyerbuk dan jumlah buah dikatakan berhubungan dengan nilai R²=0,562; Y=-217,660+462,661*H’ dan R²=0,905; Y=566,000+462,661*H’ Kata kunci : Serangga Penyerbuk, Tomat, Tridax procumbens L. | Tomato plants (Lycopersicon esculentum Mill) is cultivated plants that have high economic value. The success of pollination in tomato plants depend on pollination of plants by insects. Efforts to increase diversity and number of pollination population is by providing enrichment of host plants needed by pollinators. The purpose of this study were to determine the diversity of pollinators on tomatos cultivatian area enriched with Tridax procumbens and determine the relationship between the number of pollinators with T. procumbens L. and determine the relationship between the T. procumbens L. with tomatoes produced. The method used experiments, with completely randomized design. Treatment was T. procumbens L. plants with different degree (5%, 10%, and 15% of the total crop). The research was done on the farm on the slopes of Mount Slamet District Karangreja Purbalingga. The diversity of insect pollinators was analyzed using Shannon-Winner, and the Shannon-Evenness index. To know the differences and the influence of enrichment of T. procumbens L. plants, were analyzed using ANOVA, correlation, and regression test. The results showed that the diversity of pollinators on each treatment is medium that 1>H’>3, and high evennes of pollinators that E>0,8. Effect of enrichment T. procumbens L. plants the diversity of insect pollinators and fruit is a significant amount to value of F=25,516 and F=13,077 . The most influence is 10% enrichment, gave enrichment T. procumbens L. plants with diversity pollinators and fruit number is associated value of R²= 0,562; Y = 217,660+ 462,661*H’ dan R² = 0,905; Y = 566,000 + 462,661*H’ | |
| 11612 | 4559 | B1J008040 | KERAGAMAN SERANGGA PENYERBUK DAN KEBERHASILAN PENYERBUKAN TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) PADA LAHAN YANG DIPERKAYA DENGAN TUMBUHAN Cleome rutidosperma DC. | Tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) memiliki bunga uniseksual sehingga dapat menyerbuk sendiri. Serangga penyerbuk berperan dalam proses penyerbukan yang dapat meningkatkan hasil buah dan biji. Untuk memenuhi kebutuhan nektar dan pollen serangga penyerbuk, pada lahan tanaman tomat perlu ditambahkan tumbuhan Cleome rutidosperma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman serangga penyerbuk lahan tanaman tomat yang diperkaya dengan C. rutidosperma, dampak pengkayaan tumbuhan C. rutidosperma terhadap jumlah buah tomat yang diproduksi, dan hubungan antara serangga penyerbuk dengan produksi tanaman tomat pada lahan yang diperkaya dengan tumbuhan C. rutidosperma. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperiment menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Lokasi penelitian dilakukan di lahan pertanian di lereng Gunung Slamet Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. Metode analisis yang digunakan yaitu Indeks Shannon-winner, Indeks Shannon-Evennes, ANOVA, korelasi, dan regresi. Hasil dari penelitian didapat 8 spesies yaitu Amegilla zonata L., Polistes tenebricosus, Eurema andersoni, Episyrphus balteatus, Lasioglossum malachurum, Xylocopa sp., Musca domestica L., Borbo cinnara. Keragaman serangga penyerbuk tergolong sedang. Banyaknya tumbuhan liar C. rutidosperma sebesar 15% menghasilkan produksi tomat yang paling tinggi. Semakin meningkatnya jumlah individu serangga penyerbuk maka akan meningkatkan produksi buah tomat.. | Tomato plants (Lycopersicum esculentum Mill.) has flowers uniseksual that can be self-pollinated. The presence of insect pollinators contribute to help the process of pollination so as to increase the yield of fruit and seed enrichment. To meet the needs of the nectar and pollen of insect pollinators, the tomato crop land should be added to plant Cleome rutidosperma.. The purposes of this study were to determine the diversity of insect pollinators on crop lands that were enriched with tomato plants C. rutidosperma, the impact of the enrichment of plant C. rutidosperma to the production of tomatoes, and the relationship between diversity of insect pollinators and the amount of tomatoes. The method used field experiments using completely randomized design. What research is done on the farm on the slopes of Mount Slamet District Karangreja Purbalingga. The method of analysis used was index-winner Shannon and Shannon-Evenness index while to figure out the differences and the influence of enrichment flowering plants were analyzed using ANOVA, correlation, and regression. From the results obtained 8 species namely Amegilla zonata L., Polistes tenebricosus, Eurema andersoni, Episyrphus balteatus, Lasioglossum malachurum, Xylocopa sp., Musca domestica L., Borbo cinnara. The diversity of insect pollinators classified medium. The number of wild plants C. rutidosperma by 15% resulted in the highest production of tomatoes. The increasing number of individuals of insect pollinators will increase the fruit production of tomato . | |
| 11613 | 4560 | C1A006056 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL PRODUKSI INDUSTRI KECIL INDUSTRI KERIPIK TEMPE DI KECAMATAN RAWALO KABUPATEN BANYUMAS | RINGKASAN Penelitian ini berjudul “ Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Produksi Industri Kecil Keripik Tempe di Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas ”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan faktor produksi yang meliputi modal usaha, tenaga kerja, bahan baku dan bahan bakar terhadap hasil produksi keripik tempe dan untuk mengetahui faktor produksi yang memiliki pengaruh paling besar terhadap hasil produksi keripik tempe serta untuk mengetahui tanggapan hasil akibat penambahan input atau skala pengembalian hasil produksi industri kecil keripik tempe di Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis data primer. Data diperoleh langsung dari responden yaitu para pengusaha keripik tempe melalui penyebaran kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan model fungsi Cobb Douglas. Dari hasil penelitian di dapat persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Ln Y = 0,932 + 0,285 Ln X1 + 0,037 LnX2 + 0,587 Ln X3 + 0,155 Ln X4 t hitung = (0,587) (2,025) (0,373) (5,028) (2,032) t tabel = 2,021 ; R2 = 0,898 ; Adj R2 = 0,888 ; F hitung = 96,524 ; F tabel = 2,61 ; n = 49 ; α = 0,05 Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) secara simultan hasil produksi keripik tempe dipengaruhi oleh faktor produksi modal usaha, tenaga kerja, bahan baku dan bahan bakar sedangkan secara parsial hasil produksi keripik tempe dipengaruhi oleh faktor produksi modal usaha, bahan baku dan bahan bakar (2) bahan baku merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap hasil produksi keripik tempe (3) usaha industri kecil keripik tempe di Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas berada dalam kondisi constant return to scale. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu dalam upaya meningkatkan hasil produksi keripik tempe baik dari segi kuantitas maupun kualitas, pengusaha keripik tempe dapat melakukannya dengan cara lebih mengintensifkan dalam penggunaan faktor produksi misalnya dengan penggunaan faktor-faktor produksi yang berkualitas. Penggunaan bahan baku utama yaitu kedelai hendaknya memilih kualitas kedelai yang lebih baik, sedangkan dari segi penggunaan tenaga kerja hendaknya pengusaha memilih tenaga kerja yang memiliki skill dalam pengolahan keripik tempe. Selain itu pengusaha keripik tempe disarankan untuk dapat menambah kombinasi penggunaan input dalam proses produksinya secara tepat supaya dapat memperoleh hasil atau output dalam proporsi yang lebih besar, tetapi hendaknya penambahan kombinasi penggunaan input tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas produksi yang dimiliki. | ABSTRACT The purpose of this study was to determine the effect of the use of production factors including capital, labor, raw materials and fuels for the production of chips tempe production and to determine the factors that have the most effect on the production of chips tempe and to see what the results due to the addition of input or output returns to scale small-scale industries tempe chips in district Rawalo Banyumas. The analysis method used is multiple linear regression models Cobb Douglas functions. The results showed that (1) the simultaneous production of tempe chips influenced by production factors capital, labor, raw materials and fuel, while the partial results tempe chips production is influenced by the factors of production capital, raw materials and fuels (2) raw material is the most influential variable on production of tempe chips (3) small industrial enterprises in Sub Rawalo tempe crisps Banyumas in a state of constant returns to scale. The implications of the above conclusion that in order to increase the yield of tempe chips in terms of both quantity and quality, tempe chips employers can do this by further intensifying the use of factors of production such as the use of factors of production quality. The use of primary raw materials that soy should choose a better quality of soybean, while in terms of labor utilization should employers choose workers who have skills in processing tempe chips. Additionally tempe crisps advised employers to be able to add a combination of the use of inputs in the production process in order to obtain the exact result or output in a larger proportion, but should the addition of a combination of input use is tailored to the needs and productive capacity. Keyword: tempe chips, capital, labor, raw materials and fuels | |
| 11614 | 4562 | H1B009005 | KARAKTERISTIK HIMPUNAN KRITIS DALAM PELABELAN TOTAL SISI AJAIB PADA GRAF BANANA TREE | Sebuah himpunan kritis dalam pelabelan total sisi ajaib pada graf G merupakan subhimpunan label sedemikian sehingga label tersebut membangun satu-satunya pelabelan total sisi-ajaib . Jika (a,b) pasangan terurut yang menyatakan label b pada posisi a, maka adalah pelabelan pada graf G dengan label b pada posisi a. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa karakteristik himpunan kritis pada graf Banana Tree, yaitu minimal berukuran , dengan n menyatakan banyaknya daun dari graf bintang dan k menyatakan banyaknya graf bintang kecuali himpunan kritis pada graf BT(1,1) berukuran 2. Selain itu, jika x adalah label dari titik daun dan y adalah label dari sisi yang bersisian dengan x, maka setiap himpunan kritis dalam λ harus memuat x atau y, tapi tidak keduanya. | A critical set in edge magic total labelling on graph G is a subset label such that it can forms the edge magic total labelling uniquely. If (a,b) is ordered pair which represents label b in position a, then is labelling of G which has label b in position a. The result shows that obtain some characteristic of critical set on Banana Tree graph, such as the size of it at least , where n is number of leaf and k is number of star, except the size of critical set on graph BT(1,1) is 2. Beside it, if x is the label of any leaf and y is the label of the edge adjacent to it then each critical set in λ must contain either x or y, not both. | |
| 11615 | 4565 | A1G009045 | EFISIENSI PRODUKSI USAHATANI KENTANG DI DESA DAWUHAN KECAMATAN SIRAMPOG KABUPATEN BREBES Efficient Potato Farming Production at Dawuhan Village in the Sirampog District of the Brebes Region | Desa Dawuhan merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Brebes yang mempunyai potensi sebagai penghasil komoditas kentang. Dewasa ini produktivitas tanaman kentang perlu ditingkatkan guna memenuhi permintaan kebutuhan kentang dalam negeri. Peningkatan produktivitas tanaman kentang dapat dilaksanakan antara lain dengan cara mengkombinasikan penggunaan input yang bertujuan untuk (1) menganalisis pengaruh faktor produksi luas lahan, bibit, pupuk, tanaga kerja, insektisida dan fungisida terhadap besarnya hasil produksi kentang (2) menghitung tingkat efisiensi ekonomis usahatani kentang di Desa Dawuhan Kecamatan Sirampog (3) Menghitung biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani kentang. Penelitian dilaksanakan di Desa Dawuhan Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan rancangan pengambilan sampelnya adalah Simple Random Sampling. Jumlah petani yang sampel 20 orang diambil dari populasi sebanyak 50 orang petani. Hasil analisis penggunaan faktor produksi dengan menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas menunjukan bahwa luas lahan berpengaruh sangat nyata, bibit berpengaruh tidak nyata, tenaga kerja berpengaruh tidak nyata, pupuk berpengaruh tidak nyata dan negatif, insektisida berpengaruh tidak nyata dan negatif, fungisida berpengaruh tidak nyata dan negatif terhadap produk kentang. Biaya produksi rata-rata per luas lahan garapan sebesar Rp 7.942.885,00 penerimaan rata-rata sebesar Rp 49.078,750 dan pendapatan rata-rata per luas lahan garapan sebesar Rp 42.738,500. Penggunaan faktor produksi luas lahan secara ekonomis belum efisien sehingga masih terbuka peluang untuk meningkatkan produksi kentang dengan meningkatkan penggunaan faktor produksi tersebut. Sejalan dengan program PHT (Pengendalian Hama Terpadu) maka penggunaan pestisida digunakan secara bijaksana dan seharusnya menggunakan pestisida alami yang ramah lingkungan. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu adanya penyuluhan kepada petani mengenai penggunaan faktor produksi yang tepat dan benar agar diperoleh hasil produksi yang maksimal. | The Dawuhan village, located in the Brebes region, is one of the potential regions to crop potatoes as a commodity. These days productivity of potato cultivating needs to be increased in order to meet the domestic needs of the country. This much needed increase in productivity can be done through combining methods of input in order to (1) analyze the affects of wide land cultivation, seed, fertilizer, manpower, insecticide and fungicide towards mass potato crop production (2) calculating the economic efficiency level of potato farmingat Dawuhan village in the District of Sirampog (3) calculate cost, agregation and profit of potato farming. Research was conducted in the Dawuhan village of the District of Sirampog in the Brebes Region. Method of research used is survey and survey stakes of Simple Random Sampling. In total there were 20 samples of farmers taken from a population of 50 farmers. Results of this analyze used the production factor through the Cobb-Douglas production factor which showed that broad fields cause a significant affect, seeds not so much of an afect as well as manpower, fertilizers non-significant and negative affect, insecticide and fungicide cause also a non-significant and negative affect towards potato production. Production costs range for per land cultivation as much as Rp 49.078,750 and profit range per land cultivation of Rp 42.738,500. The use of land cultivation product factor economically still lacks efficiency and therefore a gaping opportunity to increase potato production by increasing the use of production factors. In parallel to the PHT program (Integrated Pest Control) pesticide should be used prudently and only through environmentally friendly pesticide. Therefore, in 2 accordance to these findings, information needs to be spread amongst farmers regarding these product factors clearly and accurately in order to gain maximum productivity. | |
| 11616 | 4566 | H1B008023 | PERAMALAN WINTER’S EXPONENTIAL SMOOTHING DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA NON-LINEAR PROGRAMMING | Peramalan Winter’s exponential smoothing (WES) multiplicative dapat digunakan apabila nilai parameter level ( ), trend ( ), dan musiman ( ) telah diperoleh dengan ukuran kesalahan terkecil. Untuk mendapatkan , , dan biasanya diperoleh menggunakan metode coba dan salah (trial and error). Algoritma non-linear programming dapat digunakan untuk memperoleh , , dan . Pada skripsi ini difokuskan menggunakan algoritma kuadratis untuk memperoleh , , , sehingga diperoleh hasil peramalan WES. Proses untuk memperoleh , , dengan algoritma kuadratis dengan software SPSS versi 9 diperoleh sebesar , sebesar , dan sebesar . Proses selanjutnya menentukan hasil peramalan WES data pendapatan Kabupaten Tegal tahun 1981-2011 diperoleh hasil peramalan 5 tahun ke depan (tahun 2012-2016) adalah Rp 386.901.811.018,13, Rp 393.361.659.799,84, Rp 399.335.147.151,67, Rp 404.859.870.667,20, dan Rp 409.970.521.748,95. Peramalan pendapatan Kabupaten Tegal 5 tahun ke depan dikatakan optimal, dikarenakan , , memiliki forecasting error terkecil dengan nilai MAPE sebesar 72,7360. | Forecasting of Winter’s exponential smoothing (WES) multiplicative can be used, when value of parameter level ( ), trend ( ), and seasonal ( ) exist with little error. Generally , , and are found by trial and error method. Non-linear programming algorithm can used for getting , , and . This thesis concerns in quadratic algorithm to get , , for WES. The values of , , found by quadratic algorithm using software SPSS version 9 are , , and . Respectively in the simulation (or applied) on the read data, the results of forecasting are 386,901,811,018.13 rupiahs, 393,361,659,799.84 rupiahs, 399,335,147,151.67 rupiahs, 404,859,870,667.20 rupiahs, and 409,970,521,748.95 rupiahs. Forecasting income of Tegal for 5 next year can be expressed optimum, caused by , , have little forecasting error with MAPE is 72.7360. | |
| 11617 | 4567 | F1C008047 | Musik dan Realitas Sosial (Studi Resepsi Tentang Pemaknaan Komunitas Slankers Purwokerto Terhadap Lagu dan Pesan Kritik Sosial Band Slank) | Penelitian ini berjudul “Musik dan Realitas Sosial (Studi Resepsi Tentang Pemaknaan Komunitas Slankers Purwokerto Terhadap Lagu dan Pesan Kritik Sosial Band Slank)”. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pemaknaan komunitas Slankers terhadap lagu dan pesan kritik sosial Slank serta untuk mengetahui faktor-faktor yang turut membentuk pemaknaan tersebut. Untuk tujuan tersebut peneliti menggunakan metode kualitatif dengan menerapkan studi resepsi. Dalam menetapkan informan, peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemaknaan komunitas Slankers Purwokerto terhadap lagu dan pesan kritik sosial Slank cenderung seragam. Peneliti membagi tiga kategorisasi keseragaman pemaknaan komunitas Slankers yaitu, lagu-lagu kritik sosial yang diciptakan Slank adalah bentuk sindiran dalam karya seni atas realitas sosial yang terjadi di Indonesia, bentuk protes atau perlawanan terhadap penyimpangan yang terjadi, dan sebagai media pembelajaran atau alat untuk mengoreksi diri. Terdapat dua faktor yang turut mempengaruhi keseragaman pemaknaan komunitas Slankers yaitu, pertama; adanya pengaruh kelompok rujukan (Komunitas Slankers) terhadap nilai-nilai dan pengalaman dari masing-masing anggota komunitas saat mendengarkan lagu kritik sosial Slank. Kedua; dinamika kondisi sosial politik di Indonesia. Kata kunci : studi resepsi, kritik sosial, komunitas Slankers | This research titled : “Music and Social Reality (Reception Studies About Meaning of Song And Message of Social Critism Slank Band by Purwokerto Slankers Community)”. This research using qualitative methode with applying reception studies. The researcher used purposive sampling in informant selection technique. The result of this research showed that meaning by Purwokerto Slankers community into Slank’s song and social critics message tend to be uniform. The researcher distinguished three category of Slankers community’s meaning uniformity, there were social critics songs made by Slank was satire forms in the works of art on social reality which happened in Indonesia, protest forms or resistance into a happened deviation, and as a learning media or a tool for self correction. There were two factors which influencing Slankers community’s meaning uniformity, first: the availability of referral group influence (Slankers Community) into values and self experience from each community member when listened Slank’s social critics song, and second: the dynamic of social and political condition in Indonesia. Keyword : reception studies, social critism, Slankers community | |
| 11618 | 4563 | H1B006052 | BILANGAN ANTI-KEKULE PADA GRAF TANGGA LINGKARAN | Matching pada suatu graf merupakan himpunan sisi sedemikian sehingga tidak ada dua sisi yang memuat titik bersama. Perfect matching pada suatu graf adalah himpunan sisi dari graf yang setiap titiknya bersisian dengan tepat satu sisi dalam matching. Bilangan anti-Kekule adalah jumlah minimal sisi yang harus dihapus dari sebuah graf terhubung yang memuat perfect matching sedemikian sehingga graf tersebut masih tetap terhubung tetapi tidak memuat perfect matching. Pada penelitian ini dikaji bilangan anti-Kekule pada graf tangga lingkaran. Graf tangga lingkaran adalah graf yang terdiri dari dua graf lingkaran dengan titik-titik yang bersesuaian dihubungkan oleh satu sisi. Bilangan anti-Kekule pada graf tangga lingkaran CLn, n ≥ 3 adalah 3 untuk n ganjil dan 4 untuk n genap. | Matching in a graph is a set of edges such there are no two edges have a vertex in common. Perfect matching in a graph is a set of edges on a graph which every vertex is incident to an edge in matching. Anti-Kekule number is the smallest number of edges that must be removed from a connected graph with a perfect matching such that the graph remains connected, but has no perfect matchings. In this research it is inspected the anti-Kekule numbers on circular ladder graph. Circular ladder graph is a graph which consists of two concentric graphs in which each of the corresponding vertices is joined by an edge. Anti-Kekule number on circular ladder graph CLn, n ≥ 3 is 3 which n is odd number and 4 which n is even number. | |
| 11619 | 4569 | H1B009009 | MODEL PREDATOR PREY DENGAN RESPON FUNGSIONAL TIPE II | Model Lotka-Volterra dikembangkan dengan melibatkan faktor daya dukung lingkungan dan respon predator yang terdiri dari respon fungsional dan respon numerikal. Respon fungsional yang cocok untuk model predator prey yang terdiri dari satu predator dan satu prey adalah respon fungsional tipe II dan respon numerikal sebanding dengan respon fungsional. Model predator prey dengan respon fungsional tipe II mempunyai dua titik kesetimbangan yang bersifat tidak stabil serta satu titik kesetimbangan positif yang bersifat tidak stabil atau stabil asimtotis, bergantung pada nilai parameter yang digunakan. Model tersebut diaplikasikan pada lalat pengorok daun Liriomyza huidobrensis dan musuh alaminya Opius chromatomyiae, sehingga untuk jangka waktu yang lama akan menuju densitas tertentu yaitu 306 ekor dan 3 ekor. | The Lotka-Volterra model was developed by involving the carrying capacity factor and predator response consisting of functional response and numerical response. Functional response which is suitable for predator prey model consisting of one predator and one prey is functional response type II and numerical response which is proportional to the functional response. Predator prey model with functional response type II has two unstable equilibrium points and one positive equilibrium point which unstable or asymptotically stable, depends on the value of the parameters that are used. The model applied to the leafminers Liriomyza huidobrensis and their natural enemies Opius chromatomyiae,so that for a long period of time will lead to a certain density that is 306 L. huidobrensis and 3 O. chromatomyiae. | |
| 11620 | 4570 | H1B007046 | APLIKASI FUZZY INFERENCE SYSTEM (FIS) METODE TSUKAMOTO PADA PENENTUAN HARGA KOMPUTER BERDASARKAN SPESIFIKASI KOMPUTER | Fuzzy Inference System (FIS) merupakan sistem yang memanfaatkan logika fuzzy untuk pengambilan keputusan. Terdapat 3 metode dalam FIS, yaitu Mamdani, Sugeno dan Tsukamoto. Penelitian ini membahas metode Tsukamoto yang digunakan untuk menentukan harga komputer berdasarkan spesifikasi komputer. Tahapan metode Tsukamoto meliputi fuzzifikasi, aplikasi fungsi implikasi, komposisi aturan, dan defuzzifikasi. Input fuzzifikasi berupa kecepatan processor, kapasitas hardisk, ukuran Virtual Graphics Adapter (VGA) dan kapasitas Random Access Memory (RAM). Aplikasi fungsi implikasi yang digunakan pada metode Tsukamoto adalah fungsi implikasi Min. Komposisi aturan dibentuk berdasarkan kombinasi kriteria input yang disusun sesuai kondisi komputer saat ini. Defuzzifikasi adalah mengkonversi nilai keanggotaan fuzzy yang diperoleh dari aplikasi fungsi implikasi ke nilai crisp dengan menggunakan rata-rata terbobot. Output dari deffuzifikasi ini merupakan harga komputer. Berdasarkan harga yang diperoleh, pembeli diharapkan dapat mempertimbangkan spesifikasi komputer yang sesuai dengan harga komputer. | Fuzzy Inference System (FIS) is a system which applies fuzzy logic for decision-making. There are 3 methods in FIS, namely Tsukamoto, Mamdani and Sugeno. This study discusses Tsukamoto Methods used to determine the price of a computer based on computer specifications. Tsukamoto methods steps there are fuzzification, implication function application, composition rules and defuzzification. The fuzzification input are processor speed, RAM capacity, hardisk capacity and VGA capacity. implication function application used in Tsukamoto method is the implication function application Min. Composition of the rules established by the combination input criteria are based on present computer. Defuzzification is converting the fuzzy membership value to crisp value which is obtained from the implication function application using weighted average. This deffuzification output is a computer price. Based on the computer price, customers are expected to consider computer specification which is appropriate to computer price. |