Artikelilmiahs

Menampilkan 11.481-11.500 dari 49.031 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
114814419G1F007060HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP KONSUMSI SPORT SUPPLEMENTS PADA ANGGOTA FITNESS CENTER DI PURWOKERTOPengetahuan yang baik tentang nutrisi dan suplemen dapat mempengaruhi sikap seseorang dalam mengkonsumsi sport supplements. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap konsumsi sport supplements pada anggota fitness center di Purwokerto.
Sampel dalam penelitian ini adalah 86 orang anggota fitness center berusia 15-35 tahun yang sudah mengkonsumsi sport supplements. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Data primer dikumpulkan dengan menggunakan angket yang terdiri dari karakteristik responden, pengetahuan nutrisi dan sport supplements, serta sikap terkait dengan konsumsi sport supplements. Data terkumpul diolah dan dianalisis secara deskriptif dan statistik. Data hubungan variabel pengetahuan dengan variabel sikap konsumsi sport supplements dianalisis dengan uji Chi Square.
Hasil penelitian menunjukkan 51,2% responden memiliki tingkat pengetahuan baik, dan 54,7% responden memiliki tingkat sikap baik. Terdapat 65,1% responden yang mengkonsumsi sport supplements jenis protein, 55,8% responden mengkonsumsi sport supplements untuk menambah massa otot. Lima puluh persen responden adalah mahasiswa yang belum memiliki pekerjaan. Hasil uji korelasi dengan uji Chi Square menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap konsumsi sport supplements (p=0,503).
Berdasarkan hasil penelitian, perlu adanya pengawasan dan penyuluhan oleh tenaga kesehatan tentang sport supplements untuk meningkatkan pemahaman anggota fitness center dalam mengkonsumsi sport supplements.
Nutrition and supplements knowledge will affect someone’s behaviour in consuming sport supplements. This research was aimed to know the relation between knowledge and sport supplement’s consumption behaviour among members of fitness center in Purwokerto.
Sample in this research were 86 members of fitness center age 15-35 years old who had consumed sport supplements. Primary data was collected by cross sectional method using questionnaire which was made by researcher. The questionnaires consist of respondent characteristic, nutrition knowledge, and sport supplements, also behaviour and consumption’s pattern of sport supplements. Data analysis was conducted descriptively and statistically. Validity and reliability test of questionnaire used product moment and cronbach alpha correlation tests. Data relation of knowledge variable and sport supplements consumption behaviour were analyzed using chi square test.
Results showed 51,2% respondents had good knowledge and 54,7% respondent had good behaviour. Sixty five point one percent respondents consumed protein kind of sport supplements, 55,8% respondents took mass gain sport supplement. Fifty percent respondent were university student. Chi square correlation test showed there was no relation between knowledge and behaviour of taking sport supplements (p=0,503).
Therefore, member of fitness center need supervision and sugestion from health experts in order to increase awareness of the importance of taking sport suplements wisely.
Keywords : sport supplements, knowledge, behaviour, fitness center.
114824414A1H008006KARAKTERISTIK DAN PERUBAHAN KADAR AIR
PADA KERIPIK TALAS DENGAN MEDIA PENGGORENGAN PASIR, KERIKIL, DAN MINYAK GORENG
Pengolahan talas sebagian besar memanfaatkan umbi segar diantaranya yang paling populer adalah keripik talas. Penggunaan minyak goreng pada akhir-akhir ini sering menimbulkan permasalahan kesehatan di masyarakat. Sejauh ini belum banyak informasi dan penelitian tentang penggorengan dengan pasir dan kerikil sebagai media penghantar panas. Pada penelitian ini dilakukan penggorengan dengan pasir dan kerikil, serta dengan minyak goreng. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik bahan, tingkat penerimaan konsumen, nilai kadar air selama proses penggorengan, tingkat kerenyahan, dan nilai serapan minyak dari keripik talas. Penelitian ini dilakukan dengan tiga media penggorengan yaitu pasir, kerikil, dan minyak goreng pada tiga suhu penggorengan yaitu 160 oC, 170 oC, dan 180 oC. Model prediksi matematika pada perubahan kadar air selama proses penggorengan masing-masing media yaitu, untuk pasir M =Mi.exp{(-11,92)(exp(-3364/TKelvin)) } dengan tingkat kesalahan rata-rata sebesar 6,63%, untuk kerikil M =Mi.exp{(-13615,98)(exp(-6805/TKelvin)) } dengan tingkat kesalahan rata-rata sebesar 9,76%, dan untuk minyak goreng M =Mi.exp{(-24,24)(exp(-3254/TKelvin)) } dengan tingkat kesalahan rata-rata sebesar 4,22%. Dalam model matematika tersebut suhu (T) yang digunakan dalam satuan Kelvin dan kadar air dalam basis basah. Nilai penyerapan minyak goreng masing-masing suhu, yaitu untuk suhu 160 oC sebesar 21,34%, suhu 170 oC sebesar 17,34%, dan suhu 180 oC sebesar 16,78%. Tingkat kerenyahan dihitung dengan mencari nilai tegangannya, hasilnya adalah untuk media pasir 0,66 N/mm2, media kerikil 0,89 N/mm2, dan media minyak goreng 0,41 N/mm2. Karakteristik bahan yang diperoleh berdasarkan hasil uji organoleptik dengan 20 panelis, menunjukkan bahwa keripik talas yang digoreng menggunakan media pasir dan kerikil mendapatkan penilaian yang baik dari segi tekstur, rasa, warna, dan tingkat kesukaan konsumen.The most popular treatment of taro is made into chips. The use of vegetable oil at the end of these days often cause health problems in the public. So far, not a lot of information and research about the frying process with sand and gravel as a heat transfer medium. In this research, the frying process with sand, gravel, and with the vegetable oil. The purpose of this study was to determine the characteristics of the material, the value of the water content during the frying process, the level of consumer acceptance, the level of crispness, and oil absorption value of taro chips. The research was conducted with three medium frying that is sand, gravel, and vegetable oil at three frying temperature of 160 oC, 170 oC, and 180 oC. Mathematical prediction models in changing moisture content during the frying process for each media are, for sand is M = Mi.exp{(-11,92)(exp(-3364/TKelvin)) } with an average error rate of 6,63%, gravel is M = Mi.exp {(-13615,98)(exp(-6805/TKelvin)) } with an average error rate of 9.76%, and vegetable oil is M = Mi.exp{(-24,24)(exp(-3254/TKelvin)) } with an average error rate of 4,22%. The temperature that used in the mathematical model was in units of Kelvin and moisture content in wet basis. Vegetable oil absorption value of each temperature are 21.34% at 160 oC at 17.34% for temperature of 170 oC and by 16.78% for temperature of 180 °C. Crispness level is calculated by finding the value of the stress, the result are, for sand 0.66 N/mm2, gravel 0.89 N/mm2, and vegetable oil 0.41 N/mm2. Characteristics of the material obtained by the results of organoleptic test with 20 panelists, suggesting that the fried taro chips using sand and gravel get a good assessment in terms of texture, flavour, color, and the level of consumer preferences.
114834416E1A009159UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH MELALUI PAJAK PARKIR DI KABUPATEN BANYUMASABSTRAK
UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH MELALUI PAJAK PARKIR DI KABUPATEN BANYUMAS

Oleh :

Dwina Sanidya Putri

E1A009159

Pajak merupakan sumber penerimaan keuangan negara yang terbesar. Pajak terbagi atas pajak pusat dan pajak daerah. Pajak daerah dikelola oleh Pemerintah Daerah yang dalam pelaksanaannya terdapat otonomi daerah. Salah satu pajak daerah yang mempunyai potensi besar dalam menyumbang pendapatan asli daerah adalah pajak parkir. Pasal 158 ayat (1) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menyatakan bahwa pajak daerah dan retribusi daerah ditetapkan dengan undang-undang yang pelaksanaannya lebih lanjut dengan Peraturan Daerah.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif yaitu mengkaji peraturan perundang-undangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah melalui pajak parkir di Kabupaten Banyumas. Setelah dilakukan pembahasan diketahui bahwa upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah melalui pajak parkir belum dilakukan secara maksimal karena ada teknis pelaksanaan yang belum dapat dilaksanakan terkait dengan peraturan yang belum dibuat, penerapan sanksi belum tegas dan pengawasan yang masih lemah sehingga perlu lebih meningkatkan upaya sebagaimana tersebut di atas.

Kata Kunci : Upaya, Pemerintah Daerah, Pendapatan Asli Daerah, Pajak Parkir
ABSTRACT

EFFORTS TO INCREASE INCOME TAX ORIGINAL AREA THROUGH THE PARKING LOT IN THE DISTRICT BANYUMAS

by:

Dwina Sanidya Putri

E1A009159


Taxes are the revenue sources of the largest financial state. Tax divided into central tax and local tax. Local taxes administered by the local government in the implementation of regional autonomy there. One of the local taxes that have great potential in contributing to tax revenue is parking. Article 158, paragraph (1) of Law No. 32 Year 2004 on Regional Government states that local taxes and levies are set by legislation further implementation by the regional regulation.
The method used in this research is the study of normative juridical legislation. This study aims to determine the efforts of the Government of Banyumas in order to increase tax revenues through parking in Banyumas. After discussion it is known that the efforts of the Government of Banyumas in order to increase revenue through parking tax has not performed to its full potential because of technical execution can not be carried out related to the rules that have not been made, the application of sanctions yet firm and supervision is still weak so the need further enhance the efforts mentioned above.


Keywords: Efforts, Local Government, Revenue, Tax Parking.
114844417G1A008125HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG NUTRISI PADA IBU HAMIL DAN LOKASI TINGGAL DENGAN KEBIASAAN PANTANG MAKANAN PADA IBU HAMIL DI KABUPATEN CILACAPABSTRAK

Latar Belakang: Angka kematian ibu (AKI) adalah suatu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan. Angka kematian ibu (AKI) di Kabupaten Cilacap menempati urutan keempat di Provinsi Jawa Tengah dan mengalami peningkatan kembali. Terjadi kematian pada ibu hamil disebabkan karena kekurangan energi kronis (KEK), perdarahan dan infeksi. Hal ini dimungkinkan karena adanya kebiasaan pantang makanan pada ibu hamil. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa pengetahuan, kebudayaan dari lokasi tempat tinggal berhubungan terhadap kebiasaan pantang makanan pada ibu hamil.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan tentang nutrisi pada ibu hamil dan lokasi tinggal dengan kebiasaan pantang makanan pada ibu hamil yang dibagi menjadi dua tempat penelitian yaitu daerah perdesaan dan perkotaan di Kabupaten Cilacap.
Metode: Metode penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling dengan besar sampel 35 pada daerah perdesaan dan 71 pada daerah perkotaan. Penelitian ini dianalisi dengan menggunakan uji Chi-Square dan untuk melihat kekuatan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat menggunakan uji Koefisien Kontingensi.
Hasil: Hasil analisis dengan uji Chi-Square antara pengetahuan tentang nutrisi pada ibu hamil dengan kebiasaan pantang makanan pada ibu hamil menunjukan hasil dengan nilai p-value 0,471 dan antara lokasi tinggal dengan kebiasaan pantang makanan pada ibu hamil menunjukan hasil dengan nilai p-value 0,450.
Kesimpulan: Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan tentang nutrisi pada ibu hamil dengan kebiasaan pantang makanan pada ibu hamil dan tidak terdapat hubungan antara lokasi tinggal dengan kebiasaan pantang makanan pada ibu hamil.


Kata Kunci : Kebiasaan pantang makanan, ibu hamil, pengetahuan, lokasi tinggal, perdesaan, perkotaan.

ABSTRACT

Background: Maternal mortality rate (MMR) is an indicator to know the health status of women. The maternal mortality rate (MMR) in Cilacap District ranks fourth in the Central Java Province and has increased again. Maternal death occurs due to chronic energy deficiency, bleeding and infection. This is possible because of the abstinence food habit during pregnancy. Some studies say that the knowledge and culture of location of residence related to abstinence food habits of pregnant women.
Object: This study aimed to determine the relationship between knowledge of nutrition on pregnant women and location with abstinence food habits in pregnant women. This study was divided into two study sites which were rural and urban areas in Cilacap.
Method: The research method was an observational analytic with cross-sectional approach. Sampling was done by simple random sampling with sample size 35 in rural areas and 71 in urban areas. This study was analyzed using Chi-Square test to see the strength of the relationship between the independent variables and the dependent variables using the contingency coefficient test.
Result: The analysis of the result with the Chi-Square test between knowledge about nutrition on pregnant women with abstinence food habits in pregnant women showed that with a p-value 0,471 and between the location with abstinence food habits in pregnant women showed that with a p-value 0,450.
Conclusion: From the analysis result can be the resume that there was no correlation between knowledge about nutrition on pregnant women with abstinence food habits in pregnant women and there was no correlation between the location with abstinence food habits in pregnant women.


Keywords : Abstinence food habit, pregnant women, knowledge, location, rural, urban.
114854418E1A009115PROGRAM KEMITRAAN BUMN DENGAN USAHA KECIL DAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN SEBAGAI TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DI PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK CABANG PURWOKERTOSebagai salah satu pelaku usaha kegiatan ekonomi dalam perekonomian nasional berdasarkan ekonomi demokrasi di Indonesia, Badan Usaha Milik Negara haruslah melaksanakan kegiatannya dengan profesional dan mengikuti perkembangan zaman yang terjadi saat ini. Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara dengan memperhatikan posisi strategis BUMN dalam perekonomian Indonesia guna mengoptimalkan peran BUMN agar menjadi lebih profesional. Namun dalam melaksanakan kegiatan usaha, baik pihak swasta maupun pemerintah yang diwakili oleh BUMN haruslah memperhatikan aspek sosial. Sebagaimana yang diamanatkan pada Pasal 88 UU No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN bahwa BUMN dapat menyisihkan sebagian laba bersihnya untuk keperluan pembinaan usaha kecil/koperasi serta pembinaan masyarakat sekitar BUMN. Dengan lahirnya UU No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN lahirlah Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor PER-05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan (PKBL) sebagai pengaturan mengenai salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dari BUMN.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui penerapan Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor PER-05/MBU/2007 tentang PKBL sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dari BUMN di PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cabang Purwokerto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cabang Purwokerto sebagai unit operasional telah menerapkan ketentuan Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor PER-05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.
As one of the businesses of economic activity in the national economy based on economic democracy in Indonesia, BUMN should carry out their activities with professionals and keep abreast of the current era. Government issued Law No. 19 of 2003 on BUMN with respect to the strategic position of the Indonesian economy in order to optimize the role of the state in order to become more professional. But in conducting business, both private and government, represented by BUMN must give attention to social aspects. As stipulated in Article 88 of Law No. 19 Year 2003 on BUMN can set aside part of its net income for the purposes of fostering small businesses / cooperatives and community development around the state. With the birth of the Law no. 19 of 2003 on state born Minister of BUMN No. PER-05/MBU/2007 about Partnership Program with the State Owned Small Business and Community Development Program (CSR) as a form of regulation on corporate social responsibility of the BUMN.This research was conducted with the purpose of knowing the application of the Minister of BUMN No. PER-05/MBU/2007 about CSR as a form of corporate social responsibility of state-owned PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Branch Purwokerto. The results showed that PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Branch Purwokerto as operational units have implemented the rule of Minister BUMN No. PER-05/MBU/2007 about Partnership Program with the State Owned Small Business and Community Development.
114864369H1D008061ANALISIS PENGARUH VARIASI TINGGI MUKA AIR TANAH TERHADAP STABILITAS TURAP KANTILEVER
MENGGUNAKAN SIGMA/W
Keruntuhan lereng dipengaruhi oleh perubahan tinggi muka air tanah, sehingga diperlukan struktur penahan tanah yang dibangun dengan memperhitungkan aspek perubahan tinggi muka air tanah. Turap kantilever merupakan salah satu konstruksi yang dibangun untuk mencegah keruntuhan tanah. Analisis stabilitas turap kantilever memerlukan pemodelan struktur, dan Sigma/W merupakan salah satu perangkat lunak berbasis metode elemen hingga yang dapat digunakan untuk pemodelan struktur. Pada tugas akhir ini dilakukan 30 variasi ketinggian muka air tanah dengan interval perubahan tinggi muka air tanah sebesar 20 cm. Dari hasil analisis, didapatkan bahwa perubahan tinggi muka air tanah memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap nilai perpindahan dan tekanan air pori yang terjadi, namun tidak terlalu berpengaruh pada perubahan nilai distribusi tegangan total.Perpindahan maksimum terjadi pada lapisan tanah timbunan pada saat tinggi muka air 2,8 meter dari permukaan tanah UDS 1, yaitu sebesar 140,13159 mm. Tekanan air pori maksimum terjadi pada lapisan tanah dasar pada saat tinggi muka air 2,8 meter dari permukaan tanah UDS 1, yaitu sebesar 135,33501kN/m2. Distribusi tegangan total maksimum terjadi pada lapisan tanah dasar pada saat tinggi muka air 2,8 meter dari permukaan tanah UDS 1, yaitu sebesar 237.93445kN/m2.The collapse of gradient affected by changes in ground water level, therefore it is necessary to consider the aspect of ground water level changes into the structure of retaining built. Cantilever sheet pile is one of the constructions that was built to prevent soil collapse. Analysis of the stability of cantilever sheet pile requires modeling the structure, and Sigma/W is one of the element method based software, which can be used for modeling the structure. In this final project performed 30 variations in ground water level with interval changes in ground water levelby 20 cm. From the analysis, it was found that the changes in ground water levels provide a significant influence on the value of displacement and pore water pressure that occurs, but does not significantly affect the total change in total stress distributionvalue.The maximum displacement occurs in soil accumulation at the water level of 2,8 meters from the ground surface UDS 1, is equal to 140,13159 mm. The maximum pore water pressure occurred on the basis of soil water level at 2,8 meters from the ground surface UDS 1, is equal to 135,33501 kN/m2.The maximum total stress distribution occurs on the basis of soil water level at 2,8 meters from the ground surface UDS 1, is equal to 237,93445kN/m2.
114874420G1A009050PENGARUH AKTIVITAS RENANG TERHADAP PERUBAHAN KAPASITAS VITAL PARU PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNSOEDLatar Belakang : Penyakit paru merupakan penyakit dengan jumlah kejadian ke-3 terbanyak dengan prevalensi 17 %. Penyakit paru dapat menyebabkan terjadinya penurunan kapasitas vital paru. Kapasitas vital paru dapat dipengaruhi oleh indeks massa tubuh, jenis kelamin, usia, dan aktivitas fisik. Menurut berbagai penelitian, aktivitas olahraga renang diketahui dapat meningkatkan kemampuan respirasi.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas renang terhadap perubahan kapasitas vital paru pada mahasiswa kedokteran Unsoed.
Metode : Penelitian ini dilakukan pada 20 orang mahasiswa kedokteran Unsoed menggunakan uji pre-eksperimental dengan rancangan pre dan post test. Sampel diambil dengan menggunakan teknik consecutive sampling dan disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pemeriksaan kapasitas vital paru dilakukan dua kali, sebelum dan sesudah aktivitas renang selama 2 minggu dengan frekuensi 1 minggu sekali. Aktivitas renang dilakukan dalam 5 seri dengan tiap seri terdiri dari 6 menit latihan dan 15 menit istirahat dalam zona latihan 70-85 % denyut nadi maksimal. Data yang didapatkan diuji secara statistik menggunakan uji t berpasangan.
Hasil : Hasil dari penelitian ini menyatakan terdapat perbedaan bermakna antara kapasitas vital paru sebelum dan sesudah aktivitas renang (p = 0,000 ; p>0,05). Rerata kapasitas vital paru mengalami peningkatan, 3,6045 liter sebelum aktivitas renang menjadi 3,9795 liter setelah aktivitas renang.
Kesimpulan : Terdapat pengaruh positif aktivitas renang terhadap perubahan kapasitas vital paru pada mahasiswa kedokteran Unsoed.
Background : Lung disease was the third rank of the most common disease with 17% prevalence. Lung disease could cause the decreasing of lung vital capacity . Lung vital capacity could be affected by body mass index, gender, age, and physical activity. Based on some previous researches, swimming activity could increase the respiration ability.
Objective : This study aimed to understand about the effect of swimming activity to lung vital capacity change of the Jenderal Soedirman University medical student.
Method : This study was done to 20 students of medical major using pre-experimental with pre and post test design. Samples were selected by consecutive sampling technic and adapted to inclusion and exclusion criteria. Lung vital capacity measurement was done twice, before and after the swimming activities for 2 weeks with the frequency once per week. Swimming activity was done by 5 series with 6 minutes exercise and 15 minutes rest for each series at 70-85 % maximum pulse training zone. Data would be statistically analyzed by paired t-test method.
Result : The result of this study showed that there is a significant difference of lung vital capacity before and after the swimming activities. Means of lung vital capacity also increased, 3,6045 liter before the swimming acitivities turned to 3,9795 liter after the swimming activities.
Conclusion : There is positive effect of swimming activity to lung vital capacity change of Jenderal Soedirman University Medical Student.
114884415I1C006005GEOLOGI DAN POTENSI SUMBERDAYA ANDESIT DAN DIORIT
DAERAH SIMPUR DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BELIK, KABUPATEN PEMALANG, JAWA TENGAH
Lokasi penelitian berada di daerah Simpur dan Sekitarnya, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Secara geografis lokasi penelitian berada pada 9.208.500mN - 9.213.500mN dan 315.100mE - 320.100mE dengan luas ± 25 km2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi sumberdaya dan cadangan batuan beku pada daerah tersebut. Daerah penelitian terdiri dari empat satuan stratigrafi yaitu Satuan Batulempung-Batupasir, Satuan intrusi diorit, Satuan lava andesit, dan Satuan Endapan Aluvial. Berdasarkan pembagian satuan stratigrafi, daerah penelitian memiliki dua potensi sumberdaya yaitu andesit dan diorit. Potensi sumberdaya tersebut dapat dihitung jumlahnya dengan metode perhitungan cadangan yang sesuai dengan kenampakan bentuk cadangan yang ada dipermukaan.This research is located in the Simpur Area, District Belik, Pemalang, Central Java. Geographically, the study site is at 9.208.500mN - 9.213.500mN and 315.100mE - 320.100mE with a ± 25 km2. This study aims to determine the potential resources and reserves of igneous rocks in the area. The research area consists of four stratigraphic units are mudstone-sandstone unit, Unit diorite intrusions, andesitic lava Unit, Unit and Alluvial deposits. Based on the distribution of stratigraphic units, the study area has two resource potential are andesite and diorite. Resource potential can be calculated that number by the method of calculation of reserves in accordance with the appearance of a form of backup is on the surface.
114894422H1C008034ANALISIS UNJUK KERJA
PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA HIBRIDA SURYA-DIESEL
(STUDI KASUS PULAU BUNAKEN, MANADO, SULAWESI UTARA)
Cetak biru Pengelolaan Energi Nasional 2005 - 2025 yang merupakan penjabaran dari Kebijakan Energi Nasional (KEN) berisi strategi, upaya-upaya serta program-program utama dan pendukung dalam rangka mencapai sasaran pengelolaan energi nasional. Salah satu upaya yang telah dikembangkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). PLTS atau pembangkit tenaga listrik terbarukan lainnya dapat digabungkan dengan pembangkit listrik tenaga diesel untuk meningkatkan efisiensi sistem yang biasa disebut Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH). Salah satu wilayah yang sudah menerapkan hal tersebut dalam kurun waktu 2 tahun terakhir adalah Pulau Bunaken. PLTH Bunaken didesain dengan pola operasi Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida dimana PLTS beroperasi bersama-sama dengan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel eksisting untuk mensuplai beban selama 24 jam. Analisis unjuk kerja PLTH Bunaken dilakukan untuk mengevaluasi kinerja PLTH guna menjadi referensi pengembangan di tempat lain. Dalam penelitian ini, analisis unjuk kerja yang telah dilakukan adalah selama 4 bulan periode analisis (Nopember 2011 – Februari 2012)meliputi 5 parameter yaitu Reference Yield (Yr), Final Yield (YF), Performance Ratio (PR), Solar Fraction (Fsol) dan Efisiensi Inverter. Hasilnya untuk Yr =408,6 jam , Yf 282,8 jam= , PR =69,2% dan Fsol =38% serta untuk efisiensi inverter didapat range nilai dari 70%-90%. Dari hasil analisis tersebut memperlihatkan bahwa performa sistem dalam keadaan cukup baik dan sistem sudah berjalan sesuai yang rencana.

Blueprints National Energy Management 2005 - 2025 as the formulation of the National Energy Policy strategies, as well as the efforts of the major programs and support in order to achieve the objectives of national energy management. One effort that has been developed is a Solar Power Plant. Solar or other renewable power generation can be combined with diesel power plants to improve the efficiency of the system which is called Hybrid Power Plant. One of the areas that are already implementing it within the last 2 years, the island of Bunaken. Bunaken Power plant designed operating pattern Hybrid Power Systems where photovoltaic operate in conjunction with existing Diesel Power Plant to supply the load for 24 hours. Bunaken Power plant performance analysis carried out to evaluate the performance of the reference Hybrid Power Plant for development elsewhere. In this study, analysis of performance that has been done is for 4-month period of analysis (November 2011 - February 2012) includes five parameters: Reference Yield (Yr), Final Yield (YF), Performance Ratio (PR), Solar Fraction (Fsol) and Efficiency Inverter. The results for Yr = 408.6 hours, 282.8 hours = Yf, PR = 69.2% and Fsol = 38% and for inverter efficiency values obtained range from 70% -90%. From the results of this analysis show that the performance of the system is good and the system is going according to the plan

114904424A1H008045ANALISA KELUARAN DERET
SENSOR LIGHT DEPENDENT RESISTOR (LDR)
PADA PENGUKURAN KUALITAS TELUR ITIK DENGAN PERLAKUAN POSISI TELUR DAN FILTER WARNA
Sortasi kualitas telur itik pada umumnya menggunakan metode konvensioanal. Metode ini membutuhkan orang yang berpengalaman untuk mendapatkan hasil sortasi yang lebih baik. Untuk memungkinkan sortasi secara obyektif, penggunaan sensor LDR dapat diterapkan. Terkait dengan hal ini, tujuan dari penelitian berikut ini adalah sebagai berikut:
1. Merancang dan membangun instrument sortasi kualitas telur menggunakan sensor LDR.
2. Mengamati karakteristik sensor LDR dalam merespon cahaya yang dilewatkan filter cahaya dan telur itik.
3. Mengamati akurasi instrument dalam menyeleksi kualitas telur itik.
Dalam penelitian ini, instrument terdiri dari sumber cahaya (lampu pijar 75 watt), filter cahaya (merah, biru, dan hijau), dan deret sensor LDR (10 LDR dan 15 LDR). Dalam percobaan ini, dua kualitas telur itik (baik dan busuk) yang digunakan. Pengukuran dilakukan untuk mengamati karakteristik sensor dalam merespon cahaya yang dilewatkan (transmitted light). Respon sensor dinyatakan dalam nilai resistansi (ohm). Analisis dilakukan untuk menentukan median dari nilai-nilai resistansi dan menggunakanya sebagai threshold untuk membedakan telur itik yang baik dan telur itik yang busuk. Hasil percobaan menunjukan bahwa penempatan posisi telur secara horisontal dan penggunaan filter hijau adalah perlakuan terbaik untuk memilah telur yang baik dan yang busuk. Dalam hal ini, akurasi sortasi tertinggi adalah 80%.
Sortation of duck egg quality is generally using conventional method. This method needs experienced person to achieve better sortation result. To enable objective sortation, use of LDR sensor can be applied. In relation to the matters, objectives of this research were as follow :
1. To design and build duck egg’s quality sortation instrument using LDR sensor.
2. To observe characteristic of LDR sensir in respon to light transmitted through light filters and duck eggs.
3. To observe accuracy of instrument in sorting quality of duck eggs.
In this research, the instrument consisted of light sources ( electric lamp 75 watt), light filters ( red, blue, and green), and series sensor (10 LDRs and 15 LDRs). In the experiment, two quality of duck egg (good and bad) were provided. Measurement were made to observe sensor in responsing the transmitted light. Respon of the sensor was stated in resistance value (ohm). Analysis was made to define median of the resistance value and uses it as threshold for differencing good and bad duck eggs. Results of this experiments indicated that horizontal placement of the egg and use of green filter was the best treatment for sorting good and bad eggs. In this case, highest accuracy of the sortation was 80%.
114914425E1A007293PEMBUKTIAN ALAT BUKTI TERDAKWA ANAK DALAM TINDAK PIDANA PENCURIAN (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor : 40/Pid.B/2012/PN.Pwt)ABSTRAK
Keterangan terdakwa sebagai salah satu alat bukti yang sah menurut undang-undang dalam suatu pembuktian perkara pidana adalah untuk memenuhi alat bukti petunjuk guna hakim memperoleh keyakinan untuk mengambil putusan apakah hakim benar-benar memperoleh keyakinan bahwa terdakwa melakukan tindak pidana atau tidak dan untuk dasar pertimbangan hukum bagi hakim dalam menjatuhkan putusan. Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk meneliti dan menuangkan hasilnya dalam skripsi yang berjudul :
PEMBUKTIAN ALAT BUKTI TERDAKWA ANAK DALAM TINDAK PIDANA PENCURIAN (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor : 40/Pid.B/2012/PN.Pwt)
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan yang pertama Mengapa terdakwa anak di hadirkan dalam persidangan pada Putusan Nomor : 40/Pid.B/2012/PN.Pwt ? kedua Bagaimana kekuatan alat bukti keterangan terdakwa anak dalam Tindak Pidana Pencurian pada Putusan Nomor : 40/Pid.B/2012/PN.Pwt?
ABSTRACT

Statement from the defendant as one of the valid evidence under the laws in a criminal case is to fulfill the instructions of evidence, the judge in order to gain conviction to take decisions, whether the judge actually confident that defendant committed the crime or not and for basic legal considerations for judges in making adjudication. Based on the description, the author are interested in researching and pouring the results in this thesis entitled :
EVIDENTIARY OF DEFENDANT CHILD STATEMENT
IN THIEVERY CRIMINAL OFFENSE (JUDICIAL REVIEW THE DECISION OF THE DISTRICT COURT PURWOKERTO NUMBER : 40/PID.B/2012/PN.PWT).
Based on the description above, the author formulated a problem, the first is why the defendant which is still a child present at the court in the Verdict Number : 40/Pid.B/2012/PN.Pwt? The second is how the strength of the defendant statement of the thievery criminal offense on the Verdict Number : 40/Pid.B/2012/PN.Pwt?
114924423E1A008234PENCEMARAN NAMA BAIK TERHADAP BADAN HUKUM MELALUI MEDIA MASSA SEBAGAI DELIK ADUAN (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor 183 K/PID/2010)Peranan pers yang utama adalah sebagai sarana penyalur aspirasi dan informasi kepada masyarakat salah satunya melalui Surat Pembaca. Namun kini banyak penulis Surat Pembaca yang dipidana karena dianggap mencemarkan nama baik. Salah satunya kasus Fifi Tanang melawan PT Duta Pertiwi. Fifi Tanang melalui Surat Pembaca mengkritik PT Duta Pertiwi karena dianggap melakukan penipuan. Pihak PT Duta Pertiwi kemudian melaporkan Fifi Tanang ke polisi atas tuduhan penghinaan. Pada Pengadilan Tingkat Pertama dan Tingkat Banding terdakwa diputus bersalah melakukan penistaan tertulis Pasal 311 ayat (1) KUHP. Pada tingkat kasasi putusan tersebut dibatalkan oleh Mahkamah Agung karena yang menjadi objek penistaan adalah badan hukum, mengingat delik tersebut merupakan delik aduan absolut maka yang seharusnya mengadu adalah Direktur Utama PT tersebut, sementara dalam kasus ini yang mengadu adalah kuasa hukum PT Duta Pertiwi. Penelitian berjudul “PENCEMARAN NAMA BAIK TERHADAP BADAN HUKUM MELALUI MEDIA MASSA SEBAGAI DELIK ADUAN (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor 183 K/PID/2010)” ini disusun menggunakan tipe penelitian yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian kasus ini pada dasarnya ada dua pelanggaran yaitu pelanggaran prosedural dan substansial. Segi prosedur hukum seharusnya Direktur Utama PT Duta Pertiwi yang mengadukan suatu perkara ke kepolisian, sedang dari sisi substansi perkara seharusnya yang dimintai pertanggungjawaban adalah pemimpin redaksi media yang memuat surat pembaca Fifi Tanang.
Kata kunci: pers, surat pembaca, pencemaran nama baik
ABSTRACT
The essential role of press is the means for distribution the aspiration and information to society and one through is letters to the editor. But now a lot of the letters to the editor writer’s convicted considered libelous. One was the case of Fifi Tanang against PT Duta Pertiwi. Fifi Tanang through a letters to the editor criticizing PT Duta Pertiwi because it is considered fraud. PT Duta Pertiwi later reported to the police Fifi Tanang on charges of contempt. At the Court of First Instance and Appellate Court found guilty of defamation in writing Article 311 paragraph (1) of the Criminal Code. On appeal the decision was overturned by the Supreme Court because the object defamation is a legal person, since the offense is an offense that should be the absolute complaint is pitted President Director, while in this case the complainant is a lawyer PT Duta Pertiwi. The study entitled "DEFAMATORY LEGAL PERSON THROUGH THE MASS MEDIA AS OFFENSE COMPLAINT (Judicial Review of Supreme Court Decision No. 183 K/PID/2010) is made using a type of normative research using statute aproach and case aproach. Source of data used are secondary data. Based on the results of this case study are basically of two violations of the procedural and substantial violations. In terms of legal procedures should the CEO of PT Duta Pertiwi who complained of a case to the police, was the substance of the case should be held accountable is the chief editor of media that contains Fifi Tanang’s letters to the editor.
Keyword: press, letters to the editor, defamation
114934428A1C007076Evaluasi Investasi Peremajaan dan Pengembangan Usaha Pengolahan Teh Hitam (Camellia sinensis (L). O.Kuntz) di PT. Perkebunan Nusantara VIII (PERSERO) Cisaruni Kabupaten Garut Jawa Barat. Tanaman teh merupakan perdu atau pohon kecil yang dibudidayakan untuk dipanen daunnya. Dilihat dari cara pengolahannya teh terdiri dari tiga jenis yaitu teh hijau, teh hitam dan teh oolong, sedangkan sistem pengelolaan manajemen budidaya teh di Indonesia dibagi menjadi tiga macam yaitu perkebunan rakyat, perkebunan besar negara dan perkebunan besar swasta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan investasi peremajaan dan usaha perkembangan pengolahan teh hitam di PTPN VIII Cisaruni Kabupaten Garut. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara teknik pencatatan data, observasi dan wawancara, sedangkan metode analisis yang digunakan adalah analisis kelayakan usaha dengan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (NET B/C), Pay Back Period (PBP) dan metode peramalan produksi dengan metode Triple exponential smoothing dan pengujian perkiraan. Analisis kelayakan usaha pada usaha pengolahan teh hitam di PTPN VIII Cisaruni Kabupaten Garut menghasilkan nilai NPV sebesar Rp. 46,837,798, IRR dihasilkan adalah 19.27 persen, masih lebih tinggi dari tingkat pengembalian minimum yang diharapkan yaitu sebesar 18 persen. Nilai Net B/C diperoleh adalah 1.057 dan Payback period adalah 5 tahun 8 bulan 22 days. Hasil peramalan yang didapat dari tahun 2013 sampai dengan 2017 berturut-turut adalah 1,814,271 Kg, 1,793,398 Kg, 1,718,459 Kg, 1,668,455 Kg, 1,722,385 Kg. Hal ini menunjukkan bahwa usaha pengolahan teh hitam layak untuk dilanjutkan. Tea is low growing vegetation that cultivated for its leaves. Based on the cultivation, there are three kinds of tea, such as green tea, black tea, and oolong tea. Management system of tea plantation in Indonesia is divided into three variety, there are smallholder, government plantation, and private plantation. This research aims to know the feasibility of investment and business development of black tea cultivation in government VIII Cisaruni, Garut Regency. The data collecting method were data recording, observation, interview and the business feasibility analysis were using Net Present Value (NPV), Internal rate of return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (NET B/C), Pay Back Period (PBP) and production forecasting method was Triple Exponential Smoothing and measurement test. Based on the result for business feasibility of black tea cultivation business in PTPN VIII Cisaruni, Garut Regency, the NPV value was Rp. 46,837,798. The IRR was 19.27 percent, which means higher than expected minimum return rate with 18 percent. Net B/C value was 1.057, and payback period was 5 years 8 months 22 days. Forecasting result since 2013 to 2017 were 1,814,271 Kg, 1,793,398 Kg, 1,718,459 Kg, 1,668,455 Kg, 1,722,385 Kg, respectively. It shows that black tea cultivation business was feasible to be implemented.
114944429H1D007026ANALISIS KARAKTERISTIK KECELAKAAN LALU LINTAS DAN UPAYA PENANGANAN LOKASI RAWAN KECELAKAAN
LALU LINTAS
(Studi Kasus di Ruas Jalan Antar Kota di Kabupaten Purbalingga)
Kabupaten Purbalingga menurut data dari Polres Purbalingga , diperoleh informasi bahwa tiga tahun terakhir (2010-2012) terjadi peningkatan jumlah kasus kecelakaan. Dengan kondisi tersebut diperlukan upaya untuk mengetahui daerah rawan kecelakaan (blackspot area) dan upaya penanganan untuk mengurangi peristiwa kecelakaan.
Langkah awal yang dilakukan adalah dengan pencarian data sekunder di Polres Purbalingga berupa data kecelakaan dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 yang terjadi di Kabupaten Purbalingga. Data tersebut selanjutnya di analisis dengan menghitung Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) manggunakan metode Pembobotan yang mengacu pada Pedoman Konstruksi dan Bangunan Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah Pdt T-09-2004-B tahun 2004. Data primer diperoleh dengan melakukan survey lapangan setelah didapat daerah rawan kecelakaan (black spot) dari analisis data setiap tahunnya.
Dari hasil analisis daerah rawan kecelakaan (black spot) diperoleh ruas-ruas jalan di Kabupaten Purbalingga yang merupakan daerah rawan kecelakaan, untuk tahun 2010 yaitu jalan raya turut Desa Jetis, Kecamatan Kemangkon dan jalan raya Dukuh Bayeman, Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja, untuk tahun 2011 yaitu jalan raya turut Desa Panican, Kecamatan Kemangkon dan jalan raya turut Desa/Kecamatan Kejobong, lalu untuk tahun 2012 ada jalan raya turut Desa/Kecamatan Bojongsari, jalan raya turut Desa Karangduren, Kecamatan Bobotsari dan Jalan Mayjend Sungkono turut Desa Blater, Kecamatan Kalimanah.
Saran dari penelitian ini adalah kedepannya perlu perbaikan jalan untuk jalan yang sudah tidak bagus, penambahan dan perbaikan marka dan rambu jalan pada lokasi rawan kecelakaan dan dibentuknya tim terpadu penanganan kecelakaan yang terdiri dari unsur Kepolosian dan Dinas Perhubungan.

Kata kunci: Kecelakaan Lalu Lintas, Daerah rawan kecelakaan lalu lintas, Metode Pembobotan, AEK (Angka Ekivalen Kecelakaan), Purbalingga
Purbalingga , according to data from the Police Purbalingga, the information that the last three years (2010-2012) an increasing number of cases of accidents. Under these conditions it is necessary to know the accident-prone areas (blackspot area) and the way to reduce accidents.
The initial step is to search secondary data at the Police Station Purbalingga, such as accident data from 2010 to 2012 that occurred in Purbalingga. The data were further analyzed by calculating Equivalent Accident Number (EAN) Weighting method refers to the Guidelines for Construction and Building Ministry of Settlement and Regional Infrastructure Pdt T-09-2004-B 2004. The primary data obtained by field surveys after an accident-prone area obtained (black spot) from an analysis of data every year.
From the analysis of accident-prone areas (black spots) obtained road sections in Purbalingga which is prone to accidents, for the year 2010 that the Highways of Jetis Village, Kemangkon and highways Bayeman, Tlahab Lor village, Karangreja, for in 2011 the Panican highway, Kemangkon, and highways of Kejobong Villages, and for 2012 there is a highway of Bojongsari Village, highways of Karangduren Village, Bobotsari and Highways Mayjend Sungkono Blater Village, District Kalimanah.
Suggestions of future research is necessary to repair the road was not good, additions and improvements markings and street signs in accident-prone locations and the establishment of an integrated team for handling accidents comprising Police Departement, Departement of Public Works and Department of Transportation.

Key Words: Traffic accidents, black spot areas,weighting method, equivalent number of accidents.
114954431B1J008012ANALISIS TAKSIMETRI PISANG (Musa spp.)Penelitian yang berjudul “Analisis Taksimetri Pisang (Musa spp.)” telah dilaksanakan di Herbarium Unsoed (PUNS) dan beberapa lokasi di Eks-Kotatip Purwokerto pada bulan Juli hingga Oktober 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemiripan antar kultivar pisang (Musa spp.). Metode penelitian yang digunakan adalah metode berbasis koleksi yang diperoleh dengan mengamati sampel kultivar Musa spp. yang terdapat di Herbarium Unsoed (PUNS) dan metode eksploratif dengan teknik pengambilan sampel secara acak terpilih di berbagai lokasi di eks-Kotatip Purwokerto. Kultivar pisang yang diperoleh diidentifikasi kemudian diamati karakter morfologinya. Data hasil pengamatan digunakan untuk menganalisis hubungan kemiripan antar kultivar pisang dengan metode UPGMA (Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Mean). Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 17 kultivar dapat dikelompokkan menjadi 6 kelompok, yaitu: kelompok AA, AAA, AAB 1, AAB 2, ABB, dan BB. Kelompok AA, AAA, AAB 1, dan AAB 2 merupakan sister group dari kelompok ABB dan BB. M. acuminata ‘Emas’ (kelompok AA) mempunyai hubungan kemiripan tertinggi dengan M. acuminata ‘Cangkel’ (kelompok AA), sedangkan M. balbisiana ‘Kluthuk Wulung’ (kelompok BB) merupakan kultivar pisang yang paling berbeda di antara kultivar-kultivar yang lain.A study entitled “Taximetry Analysis of Bananas (Musa spp.)” has been carried out in Herbarium Unsoed (PUNS) and several locations in Purwokerto area from July–October 2012. This study was aimed to determine similarity relationship amongst banana cultivars. The research methods were collection–based method by observing banana cultivars sample in PUNS and explorative method with purposive random sampling technique in several locations in Purwokerto area. Banana cultivars found were identified and observed morphologically. Observation data, then, were used to analyze the similarity relationship amongst cultivars with UPGMA method. The result showed that there were 17 banana cultivars which can be classified into six groups, i.e.: Group AA, AAA, AAB 1, AAB 2, ABB, and BB. Group AA, AAA, ABB 1, and ABB 2 is the sister group of Group ABB and BB. M. acuminata ‘Emas’ (Group AA) has the highest similarity relationship with M. acuminata ‘Cangkel’ (Group AA), whereas M. balbisiana ‘Kluthuk wulung’ (Group BB) is the most different banana cultivar.
114964366H1D008059ANALISIS PENGARUH VARIASI MATERIAL DAN BENTUK GEOMETRI DINDING PENAHAN TANAH TIPE GRAVITASI TERHADAP STABILITAS KONSTRUKSIDinding penahan tanah tipe gravitasi merupakan salah satu konstruksi yang dibangun untuk mencegah keruntuhan lereng. Analisis stabilitas Dinding penahan tanah tipe gravitasi memerlukan pemodelan struktur, dan Sigma/W merupakan salah satu perangkat lunak berbasis metode elemen hingga yang dapat digunakan untuk pemodelan struktur. Pada tugas akhir ini dilakukan permodelan dinding penahan tanah tipe gravitasi yang efektif untuk studi kasus Pelabuhan Pamanukan Subang, dimana konstruksi tidak hanya divariasikan dengan material beton dan batu kali, namun bentuknya juga divariasikan dengan tipe dinding penahan tanah dengan tumit dan dinding penahan tanah tanpa tumit. Dari hasil analisis, didapatkan bahwa material beton lebih stabil daripada material batu kali,meskipun soil displacement yang terjadi hampir sama, namun material beton mampu menahan tegangan hingga 1,2776 Ton lebih besar dibanding material batu kali. Hasil analisis dinding penahan tanah dengan tumit, panjang tumit yang terlalu kecil cenderung kurang stabil, namun bila tumit terlalu lebar juga tidak memberi pengaruh yang signifikan. Sehingga bila dilihat dari nilai soil displacement dan soil total stress yang terjadi, lebar tumit yang paling efektif adalah 1 m (0,26H). untuk analisis dinding penahan tanah tanpa tumit, model 5 (lebar alas 0,79H) adalah dimensi yang paling efektif, dimana nilai soil displacement yang terjadi pada dinding penahan tanah material beton dan batu kali adalah 0,04258 m dan 0,041533 mGravity wall is one of the constructions that built to prevent the collapse of the slope. Stability analysis of the gravity walls require structural modeling, and Sigma/W is an element method based software that can be used for modeling the structure. In this final task do the effective conducted gravity wall modeling for Pamanukan Port Subang case studies, where construction are not only varied with concrete materials and stone, but the shape also varied with the type of retaining wall with toe and retaining wall without toe. From the analysis, it was discovered that the concrete material is more stable than the stone material, although the displacement that occurred about the same, but the concrete material capable of withstanding stree up to 1.2776 tons bigger than stone. The results of the analysis of retaining wall with toe, long toe that are too small tend to be less stable, also thera are no significant effect if the toe is too wide. So that when viewed from the total value of soil displacement and soil stress that happens, the most effective heel width is 1 m (0.26 H). for the analysis of retaining wall without toe, model 5 (base width 0.79 H) is the most effective dimension, where the value of soil displacement that occurs in the concrete retaining wall and stone material is 0.04258 m and 0.041533 m
114974433H1C008047STUDI VARIABLE SPEED DRIVE (VSD) MOTOR DC DUAL ROTARI MENGGUNAKAN BRIDGE CONVERTER DENGAN KONTROL PI BERBASIS MIKROKONTROLERPengendalian kecepatan motor DC memegang peranan penting pada dunia industri, karena motor DC mempunyai karakteristik kopel-kecepatan yang menguntungkan dibandingkan dengan motor AC. Sistem pengendali kecepatan motor VSD menggunakan bridge converter yang berfungsi sebagai driver motor untuk mengatur arah putaran motor. Metode kontrol PI PWM dapat digunakan untuk mengendalikan kecepatan motor DC. Gelombang PWM dapat dibangkitkan menggunakan mikrokontroler. Kecepatan motor DC dapat dikendalikan dengan mengatur besarnya duty cycle pada gelombang PWM yang menuju motor DC dan menggunakan kontrol PI agar kecepatan motor dapat sesuai dengan nilai set point yang diinginkan. Dari hasil simulasi dan laboratorium diperoleh kesimpulan bahwa kecepatan motor DC sebanding dengan nilai tegangan yang masuk ke motor DC.DC motor speed control plays an important role in the industrial world, because a DC motor has speed characteristics coupling profitable than AC motor. VSD motor speed control system using a bridge converter functions as a motor driver to set the direction of motor rotation. PWM PI control method can be used to control speed of DC motors. PWM waveform can be generated using a microcontroller. DC motor speed can be controlled by adjusting magnitude of duty cycle on the PWM waveform according to the desired set point value. From the result of simulation and laboratory practice can be concluded that DC motor speed is proportional with the voltage flowing into a DC motor.
114984437E1A008246KEWENANGAN CAMAT DALAM PENEGAKAN DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH (STUDI DI KECAMATAN KALIWEDI KABUPATEN CIREBON)ABSTRAK
Judul : Kewenangan Camat dalam Penegakan Disiplin Pegawai Negeri Sipil Daerah (Studi di Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon)
Nama : Deni Yusup Permana
NIM : E1A008246

Negara Republik Indonesia adalah merupakan Negara Kesatuan yang menganut asas desentralisasi dalam menyelenggarakan pemerintahan. Hal ini diwujudkan dengan memberikan kesempatan dan keleluasaan kepada Daerah untuk menyelenggarakan otonomi Daerah sebagaimana telah diatur dalam Pasal 18 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Dasar 1945. Berkaitan dengan otonomi daerah dalam hal ini Kewenangan Camat dalam penegakan disiplin Pegawai Negeri Sipil Daerah Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon mendapatkan pelimpahan sebagian wewenang dari Bupati/Walikota yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah pasal 126 ayat (2).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kewenangan Camat Kaliwedi dalam Penegakan disiplin pegawai negeri sipil daerah di Kabupaten Cirebon. Guna mencapai tujuan tersebut maka penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dan spesifikasi penelitian preskriptif. Lokasi penelitian di kantor Kecamatn Kaliwedi Kabupaten Cirebon. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, yang disusun secara sistematis, logis dan rasional. Data yang terkumpul kemudian diolah, disajikan, dan dianalisis secara normatif kualitatif
Hasil penelitian ini memberikan simpulan bahwa kewenangan Camat dalam Penegakan disiplin pegawai negeri sipil daerah di Kecamatan Kaliwedi kabupaten Cirebon adalah berdasarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2008 Tentang Kecamatan. Sejalan dengan hal itu Camat juga mendasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil dan juga Peraturan Bupati Cirebon Nomor 18 tahun 2010 Tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Pemerintahan Dari Bupati Kepada Camat yang berarti bahwa kewenangan Camat merupakan kewenangan Delegatif.
Kata kunci : Kewenangan, Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon, Disiplin Pegawai Negeri Sipil Daerah.


ABSTRACK

The Republic of Indonesia is a country that adheres to the principle of decentralization Unity in running the government. This is realized by providing the opportunity and freedom to the area to conduct regional autonomy as provided in Article 18 paragraph (1) and (2) of the Constitution of 1945. Relating to regional autonomy in this case the disciplinary authority of Head Civil Service Regional District Cirebon regency Kaliwedi get partial delegation of authority from the Regent / Mayor stated in Law No. 32 Year 2004 on Regional Government Article 126 paragraph (2).
This study aims to determine how the authority Kaliwedi Enforcement Sub discipline regional civil servants in the district of Cirebon. To achieve these objectives, this research using normative juridical approach and prescriptive research specifications. The research location Kecamatn office Kaliwedi Cirebon regency. Source of data used are primary data and secondary data, compiled systematically, logically and rationally. The collected data is then processed, presented, and analyzed qualitatively normative.
The results provide the conclusion that the disciplinary authority of the Head in a civil enforcement area in District Kaliwedi Cirebon district is based on the Law No. 32 Year 2004 on Regional Government and followed by Government Regulation 19 of 2008 on Sub. Accordingly Head also based on Government Regulation No. 53 Year 2010 on Civil Service Discipline and Cirebon decree No. 18 of 2010 On Delegation of Authority Part Of Regents To Sub Sub, which means that the authority is the authority Delegatif.
Keywords: Authority, District Kaliwedi Cirebon District, Regional Civil Discipline.





114994399E1A009158PERANAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DALAM PEMBUATAN ELEKTRONIK KTP (E-KTP) DI KABUPATEN BANYUMASABSTRAK

PERANAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DALAM PEMBUATAN ELEKTRONIK KTP (E-KTP) DI KABUPATEN BANYUMAS

Oleh :

Rentauli Simanjuntak

(Sri Hartini, Tedi Sudrajat, Sutikno)

Sistem Administrasi Informasi Kependudukan (SIAK) merupakan sistem informasi yang dibangun untuk mendukung proses administrasi kependudukan yang meliputi pendaftaran pendudukan dan pencatatan sipil serta digunakan sebagai solusi dari masalah kependudukan. Usaha yang dilakukan pemerintah untuk mewujudkan tertib administrasi kependudukan di Indonesia adalah program Elektronik KTP (E-KTP). Program Elektronik KTP (E-KTP) merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Dalam tulisan ini akan diajukan masalah berupa peranan dan hambatan-hambatan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam pembuatan Elektronik KTP (E-KTP) di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah yuridis sosiologis.
Hasil penelitian menyatakan bahwa Peranan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam pembuatan Elektronik KTP (E-KTP) di Kabupaten Banyumas adalah Membuat persiapan yang terkait dengan pembuatan Elektronik KTP (E-KTP); melaksanakan konsep pembuatan Elektronik KTP (E-KTP) yang telah ditentukan oleh Pusat; Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas sebagai pihak yang berwenang dalam pembuatan Elektronik KTP (E-KTP) di Kabupaten Banyumas; Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas merupakan dinas daerah dibidang administrasi kependudukan yang melaksanakan sosialisasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan Elektronik KTP (E-KTP) di Kabupaten Banyumas; Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas memiliki koordinasi dengan setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Banyumas dalam proses pembuatan Elektronik KTP (E-KTP).

Kata kunci : Peranan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, pembuatan Elektronik KTP (E-KTP).





ABSTRACT
ROLE OF INSTITUTION OF POPULATION AND CIVIL REGISTRATION IN MAKING ELECTRONIC ID CARD (E-KTP) IN THE DISTRICT BANYUMAS
By :
Rentauli Simanjuntak

(Sri Hartini, Tedi Sudrajat, Sutikno)

System Information Administration of Population (SIAK) is an information system that built to support the administration that includes the registration of occupation and civil registry and is used as a solution to population problems. The efforts of the government to achieve the orderly administration of population in Indonesia is a program Electronic Identity Card (E-KTP). Electronic identity cards (E-KTP) is part of the administration that aims to orderly administration based on a national population database. Electronic Program ID card (E-KTP) is a mandate of Law No. 23 year 2006 concerning Population Administration. In this paper will be presented in the form of problems and obstacles role the Department of Population and Civil Registration in making Elekktronik ID card (E-KTP) in Banyumas. The research method used in this paper is a sociological juridical.
The results of this study stated that the role of the Institution of Population and Civil Registration in the manufacture of Electronic Identity Card (E-KTP) in Banyumas is Making preparations associated with the manufacture of Electronic ID card (E-KTP); implement the concept of making Electronic ID card (E-KTP) has determined by the Center; Institution of Population and Civil Registration Banyumas as authorities in the manufacture of Electronic Identity Card (E-KTP) in Banyumas; Institution of Population and Civil Registration Banyumas is an office area in the field of administration that the dissemination relating to the implementation of Electronic Identity Card (E-KTP) in Banyumas; Institution of Population and Civil Registration Banyumas coordinate with each district is in the process of making Banyumas Electronic ID card (E-KTP).

Keywords: Role, Department of Population and Civil Registration, Electronic manufacturing ID cards (E-KTP) population.


115004438G1A008099ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI SIKLUS MENSTRUASI PADA PENGGUNA METODE KONTRASEPSI SUNTIK DEPO MEDROXI PROGESTERON ASETAT (DMPA) DAN SUNTIK KOMBINASI: STUDI CROSS-SECTIONAL PADA PUSKESMAS 1 PURWOKERTO TIMUR Pemakaian metode kontrasepsi suntik Depo Medroxi Progesteron Asetat (DMPA) dan kontrasepsi suntik kombinasi dapat mempengaruhi siklus menstruasi. Terdapat faktor-faktor resiko yang mempengaruhi siklus menstruasi seperti usia, Indeks Massa Tubuh, paritas, pendidikan, status ekonomi, aktivitas fisik dan tingkat stress. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor resiko yang mempengaruhi siklus menstruasi pada pengguna metode kontrasepsi suntik Depo Medroxi Progesteron Asetat (DMPA) dan kontrasepsi suntik kombinasi di Puskesmas 1 Purwokerto Timur. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observational dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan bulan Januari-Februari 2013 di Puskesmas 1 Purwokerto Timur. Sampel penelitian berjumlah 60 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengguna kontrasepsi suntik DMPA dan suntik kombinasi menggunakan kuesioner dan diukur berat badan serta tinggi badan. Pada hasil penelitian dengan analisis bivariat Chi-square menunjukkan nilai p 0,004 dan 0,001 ( < 0,005) dengan CI 95% untuk usia dan pendidikan. Analisis multivariat hubungan antar variabel dilakukan dengan regresi logistic menunjukkan nilai odds ratio 0, 306 dan 0,116 dengan CI 95% untuk usia dan pendidikan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa usia merupakan faktor resiko yang paling mempengaruhi siklus menstruasi pada pengguna metode kontrasepsi suntik Depo Medroxi Progesteron Asetat (DMPA) dan kontrasepsi suntik kombinasi di Puskesmas 1 Purwokerto Timur. Usia reproduksi yang tidak ideal memiliki resiko 0,306 kali lebih besar untuk mempunyai resiko menstruasi tidak teratur dibandingkan usia reproduksi yang ideal.Use of Depo Medroxi Progesterone Acetate (DMPA) injectable contraceptive and combined injectable contraceptives causing menstrual cycle regularity. There are risk factors that influence the menstrual cycle such as age, body mass index, parity, education, economic status, physical activity and stress levels. The purpose of this study was to determine the risk factors that influence the menstrual cycle in Depo Medroxi Progesterone Acetate (DMPA) injectable contraceptive acceptors and combined injectable contraceptives acceptors at East Purwokerto 1 Public Health Centre. This study was an observational analytic study with a cross-sectional approach. The study was conducted in January-February 2013 at East Purwokerto 1 Public Health Centre. The study sample amounted to 60 people who meet the inclusion criteria. The data status of contraceptive acceptors obtained from kuesioner and personal data as well as measurements of weight and height obtained from interviews and direct measurement. In the research by Chi-square bivariate analysis showed 0.004 and 0.001 p values (<0.005) with 95% CI for age and education. Multivariate analysis of the relationship between variables is done by logistic regression showed odds ratio 0.306 and 0.116 with 95% CI for age and education. From the results of this study concluded that age affects the menstrual cycle on the contraceptive injection Depo Medroxi Progesterone Acetate (DMPA) and combined injectable contraceptives acceptors at East Purwokerto 1 Public Health Centre. The not ideal reproduction age have risk 0, 306 to affect the menstrual cycle than ideal reproduction age.