Artikelilmiahs

Menampilkan 11.481-11.500 dari 50.476 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
114814369H1D008061ANALISIS PENGARUH VARIASI TINGGI MUKA AIR TANAH TERHADAP STABILITAS TURAP KANTILEVER
MENGGUNAKAN SIGMA/W
Keruntuhan lereng dipengaruhi oleh perubahan tinggi muka air tanah, sehingga diperlukan struktur penahan tanah yang dibangun dengan memperhitungkan aspek perubahan tinggi muka air tanah. Turap kantilever merupakan salah satu konstruksi yang dibangun untuk mencegah keruntuhan tanah. Analisis stabilitas turap kantilever memerlukan pemodelan struktur, dan Sigma/W merupakan salah satu perangkat lunak berbasis metode elemen hingga yang dapat digunakan untuk pemodelan struktur. Pada tugas akhir ini dilakukan 30 variasi ketinggian muka air tanah dengan interval perubahan tinggi muka air tanah sebesar 20 cm. Dari hasil analisis, didapatkan bahwa perubahan tinggi muka air tanah memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap nilai perpindahan dan tekanan air pori yang terjadi, namun tidak terlalu berpengaruh pada perubahan nilai distribusi tegangan total.Perpindahan maksimum terjadi pada lapisan tanah timbunan pada saat tinggi muka air 2,8 meter dari permukaan tanah UDS 1, yaitu sebesar 140,13159 mm. Tekanan air pori maksimum terjadi pada lapisan tanah dasar pada saat tinggi muka air 2,8 meter dari permukaan tanah UDS 1, yaitu sebesar 135,33501kN/m2. Distribusi tegangan total maksimum terjadi pada lapisan tanah dasar pada saat tinggi muka air 2,8 meter dari permukaan tanah UDS 1, yaitu sebesar 237.93445kN/m2.The collapse of gradient affected by changes in ground water level, therefore it is necessary to consider the aspect of ground water level changes into the structure of retaining built. Cantilever sheet pile is one of the constructions that was built to prevent soil collapse. Analysis of the stability of cantilever sheet pile requires modeling the structure, and Sigma/W is one of the element method based software, which can be used for modeling the structure. In this final project performed 30 variations in ground water level with interval changes in ground water levelby 20 cm. From the analysis, it was found that the changes in ground water levels provide a significant influence on the value of displacement and pore water pressure that occurs, but does not significantly affect the total change in total stress distributionvalue.The maximum displacement occurs in soil accumulation at the water level of 2,8 meters from the ground surface UDS 1, is equal to 140,13159 mm. The maximum pore water pressure occurred on the basis of soil water level at 2,8 meters from the ground surface UDS 1, is equal to 135,33501 kN/m2.The maximum total stress distribution occurs on the basis of soil water level at 2,8 meters from the ground surface UDS 1, is equal to 237,93445kN/m2.
114824420G1A009050PENGARUH AKTIVITAS RENANG TERHADAP PERUBAHAN KAPASITAS VITAL PARU PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNSOEDLatar Belakang : Penyakit paru merupakan penyakit dengan jumlah kejadian ke-3 terbanyak dengan prevalensi 17 %. Penyakit paru dapat menyebabkan terjadinya penurunan kapasitas vital paru. Kapasitas vital paru dapat dipengaruhi oleh indeks massa tubuh, jenis kelamin, usia, dan aktivitas fisik. Menurut berbagai penelitian, aktivitas olahraga renang diketahui dapat meningkatkan kemampuan respirasi.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas renang terhadap perubahan kapasitas vital paru pada mahasiswa kedokteran Unsoed.
Metode : Penelitian ini dilakukan pada 20 orang mahasiswa kedokteran Unsoed menggunakan uji pre-eksperimental dengan rancangan pre dan post test. Sampel diambil dengan menggunakan teknik consecutive sampling dan disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pemeriksaan kapasitas vital paru dilakukan dua kali, sebelum dan sesudah aktivitas renang selama 2 minggu dengan frekuensi 1 minggu sekali. Aktivitas renang dilakukan dalam 5 seri dengan tiap seri terdiri dari 6 menit latihan dan 15 menit istirahat dalam zona latihan 70-85 % denyut nadi maksimal. Data yang didapatkan diuji secara statistik menggunakan uji t berpasangan.
Hasil : Hasil dari penelitian ini menyatakan terdapat perbedaan bermakna antara kapasitas vital paru sebelum dan sesudah aktivitas renang (p = 0,000 ; p>0,05). Rerata kapasitas vital paru mengalami peningkatan, 3,6045 liter sebelum aktivitas renang menjadi 3,9795 liter setelah aktivitas renang.
Kesimpulan : Terdapat pengaruh positif aktivitas renang terhadap perubahan kapasitas vital paru pada mahasiswa kedokteran Unsoed.
Background : Lung disease was the third rank of the most common disease with 17% prevalence. Lung disease could cause the decreasing of lung vital capacity . Lung vital capacity could be affected by body mass index, gender, age, and physical activity. Based on some previous researches, swimming activity could increase the respiration ability.
Objective : This study aimed to understand about the effect of swimming activity to lung vital capacity change of the Jenderal Soedirman University medical student.
Method : This study was done to 20 students of medical major using pre-experimental with pre and post test design. Samples were selected by consecutive sampling technic and adapted to inclusion and exclusion criteria. Lung vital capacity measurement was done twice, before and after the swimming activities for 2 weeks with the frequency once per week. Swimming activity was done by 5 series with 6 minutes exercise and 15 minutes rest for each series at 70-85 % maximum pulse training zone. Data would be statistically analyzed by paired t-test method.
Result : The result of this study showed that there is a significant difference of lung vital capacity before and after the swimming activities. Means of lung vital capacity also increased, 3,6045 liter before the swimming acitivities turned to 3,9795 liter after the swimming activities.
Conclusion : There is positive effect of swimming activity to lung vital capacity change of Jenderal Soedirman University Medical Student.
114834415I1C006005GEOLOGI DAN POTENSI SUMBERDAYA ANDESIT DAN DIORIT
DAERAH SIMPUR DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BELIK, KABUPATEN PEMALANG, JAWA TENGAH
Lokasi penelitian berada di daerah Simpur dan Sekitarnya, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Secara geografis lokasi penelitian berada pada 9.208.500mN - 9.213.500mN dan 315.100mE - 320.100mE dengan luas ± 25 km2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi sumberdaya dan cadangan batuan beku pada daerah tersebut. Daerah penelitian terdiri dari empat satuan stratigrafi yaitu Satuan Batulempung-Batupasir, Satuan intrusi diorit, Satuan lava andesit, dan Satuan Endapan Aluvial. Berdasarkan pembagian satuan stratigrafi, daerah penelitian memiliki dua potensi sumberdaya yaitu andesit dan diorit. Potensi sumberdaya tersebut dapat dihitung jumlahnya dengan metode perhitungan cadangan yang sesuai dengan kenampakan bentuk cadangan yang ada dipermukaan.This research is located in the Simpur Area, District Belik, Pemalang, Central Java. Geographically, the study site is at 9.208.500mN - 9.213.500mN and 315.100mE - 320.100mE with a ± 25 km2. This study aims to determine the potential resources and reserves of igneous rocks in the area. The research area consists of four stratigraphic units are mudstone-sandstone unit, Unit diorite intrusions, andesitic lava Unit, Unit and Alluvial deposits. Based on the distribution of stratigraphic units, the study area has two resource potential are andesite and diorite. Resource potential can be calculated that number by the method of calculation of reserves in accordance with the appearance of a form of backup is on the surface.
114844422H1C008034ANALISIS UNJUK KERJA
PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA HIBRIDA SURYA-DIESEL
(STUDI KASUS PULAU BUNAKEN, MANADO, SULAWESI UTARA)
Cetak biru Pengelolaan Energi Nasional 2005 - 2025 yang merupakan penjabaran dari Kebijakan Energi Nasional (KEN) berisi strategi, upaya-upaya serta program-program utama dan pendukung dalam rangka mencapai sasaran pengelolaan energi nasional. Salah satu upaya yang telah dikembangkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). PLTS atau pembangkit tenaga listrik terbarukan lainnya dapat digabungkan dengan pembangkit listrik tenaga diesel untuk meningkatkan efisiensi sistem yang biasa disebut Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH). Salah satu wilayah yang sudah menerapkan hal tersebut dalam kurun waktu 2 tahun terakhir adalah Pulau Bunaken. PLTH Bunaken didesain dengan pola operasi Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida dimana PLTS beroperasi bersama-sama dengan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel eksisting untuk mensuplai beban selama 24 jam. Analisis unjuk kerja PLTH Bunaken dilakukan untuk mengevaluasi kinerja PLTH guna menjadi referensi pengembangan di tempat lain. Dalam penelitian ini, analisis unjuk kerja yang telah dilakukan adalah selama 4 bulan periode analisis (Nopember 2011 – Februari 2012)meliputi 5 parameter yaitu Reference Yield (Yr), Final Yield (YF), Performance Ratio (PR), Solar Fraction (Fsol) dan Efisiensi Inverter. Hasilnya untuk Yr =408,6 jam , Yf 282,8 jam= , PR =69,2% dan Fsol =38% serta untuk efisiensi inverter didapat range nilai dari 70%-90%. Dari hasil analisis tersebut memperlihatkan bahwa performa sistem dalam keadaan cukup baik dan sistem sudah berjalan sesuai yang rencana.

Blueprints National Energy Management 2005 - 2025 as the formulation of the National Energy Policy strategies, as well as the efforts of the major programs and support in order to achieve the objectives of national energy management. One effort that has been developed is a Solar Power Plant. Solar or other renewable power generation can be combined with diesel power plants to improve the efficiency of the system which is called Hybrid Power Plant. One of the areas that are already implementing it within the last 2 years, the island of Bunaken. Bunaken Power plant designed operating pattern Hybrid Power Systems where photovoltaic operate in conjunction with existing Diesel Power Plant to supply the load for 24 hours. Bunaken Power plant performance analysis carried out to evaluate the performance of the reference Hybrid Power Plant for development elsewhere. In this study, analysis of performance that has been done is for 4-month period of analysis (November 2011 - February 2012) includes five parameters: Reference Yield (Yr), Final Yield (YF), Performance Ratio (PR), Solar Fraction (Fsol) and Efficiency Inverter. The results for Yr = 408.6 hours, 282.8 hours = Yf, PR = 69.2% and Fsol = 38% and for inverter efficiency values obtained range from 70% -90%. From the results of this analysis show that the performance of the system is good and the system is going according to the plan

114854424A1H008045ANALISA KELUARAN DERET
SENSOR LIGHT DEPENDENT RESISTOR (LDR)
PADA PENGUKURAN KUALITAS TELUR ITIK DENGAN PERLAKUAN POSISI TELUR DAN FILTER WARNA
Sortasi kualitas telur itik pada umumnya menggunakan metode konvensioanal. Metode ini membutuhkan orang yang berpengalaman untuk mendapatkan hasil sortasi yang lebih baik. Untuk memungkinkan sortasi secara obyektif, penggunaan sensor LDR dapat diterapkan. Terkait dengan hal ini, tujuan dari penelitian berikut ini adalah sebagai berikut:
1. Merancang dan membangun instrument sortasi kualitas telur menggunakan sensor LDR.
2. Mengamati karakteristik sensor LDR dalam merespon cahaya yang dilewatkan filter cahaya dan telur itik.
3. Mengamati akurasi instrument dalam menyeleksi kualitas telur itik.
Dalam penelitian ini, instrument terdiri dari sumber cahaya (lampu pijar 75 watt), filter cahaya (merah, biru, dan hijau), dan deret sensor LDR (10 LDR dan 15 LDR). Dalam percobaan ini, dua kualitas telur itik (baik dan busuk) yang digunakan. Pengukuran dilakukan untuk mengamati karakteristik sensor dalam merespon cahaya yang dilewatkan (transmitted light). Respon sensor dinyatakan dalam nilai resistansi (ohm). Analisis dilakukan untuk menentukan median dari nilai-nilai resistansi dan menggunakanya sebagai threshold untuk membedakan telur itik yang baik dan telur itik yang busuk. Hasil percobaan menunjukan bahwa penempatan posisi telur secara horisontal dan penggunaan filter hijau adalah perlakuan terbaik untuk memilah telur yang baik dan yang busuk. Dalam hal ini, akurasi sortasi tertinggi adalah 80%.
Sortation of duck egg quality is generally using conventional method. This method needs experienced person to achieve better sortation result. To enable objective sortation, use of LDR sensor can be applied. In relation to the matters, objectives of this research were as follow :
1. To design and build duck egg’s quality sortation instrument using LDR sensor.
2. To observe characteristic of LDR sensir in respon to light transmitted through light filters and duck eggs.
3. To observe accuracy of instrument in sorting quality of duck eggs.
In this research, the instrument consisted of light sources ( electric lamp 75 watt), light filters ( red, blue, and green), and series sensor (10 LDRs and 15 LDRs). In the experiment, two quality of duck egg (good and bad) were provided. Measurement were made to observe sensor in responsing the transmitted light. Respon of the sensor was stated in resistance value (ohm). Analysis was made to define median of the resistance value and uses it as threshold for differencing good and bad duck eggs. Results of this experiments indicated that horizontal placement of the egg and use of green filter was the best treatment for sorting good and bad eggs. In this case, highest accuracy of the sortation was 80%.
114864425E1A007293PEMBUKTIAN ALAT BUKTI TERDAKWA ANAK DALAM TINDAK PIDANA PENCURIAN (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor : 40/Pid.B/2012/PN.Pwt)ABSTRAK
Keterangan terdakwa sebagai salah satu alat bukti yang sah menurut undang-undang dalam suatu pembuktian perkara pidana adalah untuk memenuhi alat bukti petunjuk guna hakim memperoleh keyakinan untuk mengambil putusan apakah hakim benar-benar memperoleh keyakinan bahwa terdakwa melakukan tindak pidana atau tidak dan untuk dasar pertimbangan hukum bagi hakim dalam menjatuhkan putusan. Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk meneliti dan menuangkan hasilnya dalam skripsi yang berjudul :
PEMBUKTIAN ALAT BUKTI TERDAKWA ANAK DALAM TINDAK PIDANA PENCURIAN (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor : 40/Pid.B/2012/PN.Pwt)
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan yang pertama Mengapa terdakwa anak di hadirkan dalam persidangan pada Putusan Nomor : 40/Pid.B/2012/PN.Pwt ? kedua Bagaimana kekuatan alat bukti keterangan terdakwa anak dalam Tindak Pidana Pencurian pada Putusan Nomor : 40/Pid.B/2012/PN.Pwt?
ABSTRACT

Statement from the defendant as one of the valid evidence under the laws in a criminal case is to fulfill the instructions of evidence, the judge in order to gain conviction to take decisions, whether the judge actually confident that defendant committed the crime or not and for basic legal considerations for judges in making adjudication. Based on the description, the author are interested in researching and pouring the results in this thesis entitled :
EVIDENTIARY OF DEFENDANT CHILD STATEMENT
IN THIEVERY CRIMINAL OFFENSE (JUDICIAL REVIEW THE DECISION OF THE DISTRICT COURT PURWOKERTO NUMBER : 40/PID.B/2012/PN.PWT).
Based on the description above, the author formulated a problem, the first is why the defendant which is still a child present at the court in the Verdict Number : 40/Pid.B/2012/PN.Pwt? The second is how the strength of the defendant statement of the thievery criminal offense on the Verdict Number : 40/Pid.B/2012/PN.Pwt?
114874423E1A008234PENCEMARAN NAMA BAIK TERHADAP BADAN HUKUM MELALUI MEDIA MASSA SEBAGAI DELIK ADUAN (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor 183 K/PID/2010)Peranan pers yang utama adalah sebagai sarana penyalur aspirasi dan informasi kepada masyarakat salah satunya melalui Surat Pembaca. Namun kini banyak penulis Surat Pembaca yang dipidana karena dianggap mencemarkan nama baik. Salah satunya kasus Fifi Tanang melawan PT Duta Pertiwi. Fifi Tanang melalui Surat Pembaca mengkritik PT Duta Pertiwi karena dianggap melakukan penipuan. Pihak PT Duta Pertiwi kemudian melaporkan Fifi Tanang ke polisi atas tuduhan penghinaan. Pada Pengadilan Tingkat Pertama dan Tingkat Banding terdakwa diputus bersalah melakukan penistaan tertulis Pasal 311 ayat (1) KUHP. Pada tingkat kasasi putusan tersebut dibatalkan oleh Mahkamah Agung karena yang menjadi objek penistaan adalah badan hukum, mengingat delik tersebut merupakan delik aduan absolut maka yang seharusnya mengadu adalah Direktur Utama PT tersebut, sementara dalam kasus ini yang mengadu adalah kuasa hukum PT Duta Pertiwi. Penelitian berjudul “PENCEMARAN NAMA BAIK TERHADAP BADAN HUKUM MELALUI MEDIA MASSA SEBAGAI DELIK ADUAN (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor 183 K/PID/2010)” ini disusun menggunakan tipe penelitian yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian kasus ini pada dasarnya ada dua pelanggaran yaitu pelanggaran prosedural dan substansial. Segi prosedur hukum seharusnya Direktur Utama PT Duta Pertiwi yang mengadukan suatu perkara ke kepolisian, sedang dari sisi substansi perkara seharusnya yang dimintai pertanggungjawaban adalah pemimpin redaksi media yang memuat surat pembaca Fifi Tanang.
Kata kunci: pers, surat pembaca, pencemaran nama baik
ABSTRACT
The essential role of press is the means for distribution the aspiration and information to society and one through is letters to the editor. But now a lot of the letters to the editor writer’s convicted considered libelous. One was the case of Fifi Tanang against PT Duta Pertiwi. Fifi Tanang through a letters to the editor criticizing PT Duta Pertiwi because it is considered fraud. PT Duta Pertiwi later reported to the police Fifi Tanang on charges of contempt. At the Court of First Instance and Appellate Court found guilty of defamation in writing Article 311 paragraph (1) of the Criminal Code. On appeal the decision was overturned by the Supreme Court because the object defamation is a legal person, since the offense is an offense that should be the absolute complaint is pitted President Director, while in this case the complainant is a lawyer PT Duta Pertiwi. The study entitled "DEFAMATORY LEGAL PERSON THROUGH THE MASS MEDIA AS OFFENSE COMPLAINT (Judicial Review of Supreme Court Decision No. 183 K/PID/2010) is made using a type of normative research using statute aproach and case aproach. Source of data used are secondary data. Based on the results of this case study are basically of two violations of the procedural and substantial violations. In terms of legal procedures should the CEO of PT Duta Pertiwi who complained of a case to the police, was the substance of the case should be held accountable is the chief editor of media that contains Fifi Tanang’s letters to the editor.
Keyword: press, letters to the editor, defamation
114884428A1C007076Evaluasi Investasi Peremajaan dan Pengembangan Usaha Pengolahan Teh Hitam (Camellia sinensis (L). O.Kuntz) di PT. Perkebunan Nusantara VIII (PERSERO) Cisaruni Kabupaten Garut Jawa Barat. Tanaman teh merupakan perdu atau pohon kecil yang dibudidayakan untuk dipanen daunnya. Dilihat dari cara pengolahannya teh terdiri dari tiga jenis yaitu teh hijau, teh hitam dan teh oolong, sedangkan sistem pengelolaan manajemen budidaya teh di Indonesia dibagi menjadi tiga macam yaitu perkebunan rakyat, perkebunan besar negara dan perkebunan besar swasta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan investasi peremajaan dan usaha perkembangan pengolahan teh hitam di PTPN VIII Cisaruni Kabupaten Garut. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara teknik pencatatan data, observasi dan wawancara, sedangkan metode analisis yang digunakan adalah analisis kelayakan usaha dengan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (NET B/C), Pay Back Period (PBP) dan metode peramalan produksi dengan metode Triple exponential smoothing dan pengujian perkiraan. Analisis kelayakan usaha pada usaha pengolahan teh hitam di PTPN VIII Cisaruni Kabupaten Garut menghasilkan nilai NPV sebesar Rp. 46,837,798, IRR dihasilkan adalah 19.27 persen, masih lebih tinggi dari tingkat pengembalian minimum yang diharapkan yaitu sebesar 18 persen. Nilai Net B/C diperoleh adalah 1.057 dan Payback period adalah 5 tahun 8 bulan 22 days. Hasil peramalan yang didapat dari tahun 2013 sampai dengan 2017 berturut-turut adalah 1,814,271 Kg, 1,793,398 Kg, 1,718,459 Kg, 1,668,455 Kg, 1,722,385 Kg. Hal ini menunjukkan bahwa usaha pengolahan teh hitam layak untuk dilanjutkan. Tea is low growing vegetation that cultivated for its leaves. Based on the cultivation, there are three kinds of tea, such as green tea, black tea, and oolong tea. Management system of tea plantation in Indonesia is divided into three variety, there are smallholder, government plantation, and private plantation. This research aims to know the feasibility of investment and business development of black tea cultivation in government VIII Cisaruni, Garut Regency. The data collecting method were data recording, observation, interview and the business feasibility analysis were using Net Present Value (NPV), Internal rate of return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (NET B/C), Pay Back Period (PBP) and production forecasting method was Triple Exponential Smoothing and measurement test. Based on the result for business feasibility of black tea cultivation business in PTPN VIII Cisaruni, Garut Regency, the NPV value was Rp. 46,837,798. The IRR was 19.27 percent, which means higher than expected minimum return rate with 18 percent. Net B/C value was 1.057, and payback period was 5 years 8 months 22 days. Forecasting result since 2013 to 2017 were 1,814,271 Kg, 1,793,398 Kg, 1,718,459 Kg, 1,668,455 Kg, 1,722,385 Kg, respectively. It shows that black tea cultivation business was feasible to be implemented.
114894429H1D007026ANALISIS KARAKTERISTIK KECELAKAAN LALU LINTAS DAN UPAYA PENANGANAN LOKASI RAWAN KECELAKAAN
LALU LINTAS
(Studi Kasus di Ruas Jalan Antar Kota di Kabupaten Purbalingga)
Kabupaten Purbalingga menurut data dari Polres Purbalingga , diperoleh informasi bahwa tiga tahun terakhir (2010-2012) terjadi peningkatan jumlah kasus kecelakaan. Dengan kondisi tersebut diperlukan upaya untuk mengetahui daerah rawan kecelakaan (blackspot area) dan upaya penanganan untuk mengurangi peristiwa kecelakaan.
Langkah awal yang dilakukan adalah dengan pencarian data sekunder di Polres Purbalingga berupa data kecelakaan dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 yang terjadi di Kabupaten Purbalingga. Data tersebut selanjutnya di analisis dengan menghitung Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) manggunakan metode Pembobotan yang mengacu pada Pedoman Konstruksi dan Bangunan Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah Pdt T-09-2004-B tahun 2004. Data primer diperoleh dengan melakukan survey lapangan setelah didapat daerah rawan kecelakaan (black spot) dari analisis data setiap tahunnya.
Dari hasil analisis daerah rawan kecelakaan (black spot) diperoleh ruas-ruas jalan di Kabupaten Purbalingga yang merupakan daerah rawan kecelakaan, untuk tahun 2010 yaitu jalan raya turut Desa Jetis, Kecamatan Kemangkon dan jalan raya Dukuh Bayeman, Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja, untuk tahun 2011 yaitu jalan raya turut Desa Panican, Kecamatan Kemangkon dan jalan raya turut Desa/Kecamatan Kejobong, lalu untuk tahun 2012 ada jalan raya turut Desa/Kecamatan Bojongsari, jalan raya turut Desa Karangduren, Kecamatan Bobotsari dan Jalan Mayjend Sungkono turut Desa Blater, Kecamatan Kalimanah.
Saran dari penelitian ini adalah kedepannya perlu perbaikan jalan untuk jalan yang sudah tidak bagus, penambahan dan perbaikan marka dan rambu jalan pada lokasi rawan kecelakaan dan dibentuknya tim terpadu penanganan kecelakaan yang terdiri dari unsur Kepolosian dan Dinas Perhubungan.

Kata kunci: Kecelakaan Lalu Lintas, Daerah rawan kecelakaan lalu lintas, Metode Pembobotan, AEK (Angka Ekivalen Kecelakaan), Purbalingga
Purbalingga , according to data from the Police Purbalingga, the information that the last three years (2010-2012) an increasing number of cases of accidents. Under these conditions it is necessary to know the accident-prone areas (blackspot area) and the way to reduce accidents.
The initial step is to search secondary data at the Police Station Purbalingga, such as accident data from 2010 to 2012 that occurred in Purbalingga. The data were further analyzed by calculating Equivalent Accident Number (EAN) Weighting method refers to the Guidelines for Construction and Building Ministry of Settlement and Regional Infrastructure Pdt T-09-2004-B 2004. The primary data obtained by field surveys after an accident-prone area obtained (black spot) from an analysis of data every year.
From the analysis of accident-prone areas (black spots) obtained road sections in Purbalingga which is prone to accidents, for the year 2010 that the Highways of Jetis Village, Kemangkon and highways Bayeman, Tlahab Lor village, Karangreja, for in 2011 the Panican highway, Kemangkon, and highways of Kejobong Villages, and for 2012 there is a highway of Bojongsari Village, highways of Karangduren Village, Bobotsari and Highways Mayjend Sungkono Blater Village, District Kalimanah.
Suggestions of future research is necessary to repair the road was not good, additions and improvements markings and street signs in accident-prone locations and the establishment of an integrated team for handling accidents comprising Police Departement, Departement of Public Works and Department of Transportation.

Key Words: Traffic accidents, black spot areas,weighting method, equivalent number of accidents.
114904431B1J008012ANALISIS TAKSIMETRI PISANG (Musa spp.)Penelitian yang berjudul “Analisis Taksimetri Pisang (Musa spp.)” telah dilaksanakan di Herbarium Unsoed (PUNS) dan beberapa lokasi di Eks-Kotatip Purwokerto pada bulan Juli hingga Oktober 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemiripan antar kultivar pisang (Musa spp.). Metode penelitian yang digunakan adalah metode berbasis koleksi yang diperoleh dengan mengamati sampel kultivar Musa spp. yang terdapat di Herbarium Unsoed (PUNS) dan metode eksploratif dengan teknik pengambilan sampel secara acak terpilih di berbagai lokasi di eks-Kotatip Purwokerto. Kultivar pisang yang diperoleh diidentifikasi kemudian diamati karakter morfologinya. Data hasil pengamatan digunakan untuk menganalisis hubungan kemiripan antar kultivar pisang dengan metode UPGMA (Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Mean). Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 17 kultivar dapat dikelompokkan menjadi 6 kelompok, yaitu: kelompok AA, AAA, AAB 1, AAB 2, ABB, dan BB. Kelompok AA, AAA, AAB 1, dan AAB 2 merupakan sister group dari kelompok ABB dan BB. M. acuminata ‘Emas’ (kelompok AA) mempunyai hubungan kemiripan tertinggi dengan M. acuminata ‘Cangkel’ (kelompok AA), sedangkan M. balbisiana ‘Kluthuk Wulung’ (kelompok BB) merupakan kultivar pisang yang paling berbeda di antara kultivar-kultivar yang lain.A study entitled “Taximetry Analysis of Bananas (Musa spp.)” has been carried out in Herbarium Unsoed (PUNS) and several locations in Purwokerto area from July–October 2012. This study was aimed to determine similarity relationship amongst banana cultivars. The research methods were collection–based method by observing banana cultivars sample in PUNS and explorative method with purposive random sampling technique in several locations in Purwokerto area. Banana cultivars found were identified and observed morphologically. Observation data, then, were used to analyze the similarity relationship amongst cultivars with UPGMA method. The result showed that there were 17 banana cultivars which can be classified into six groups, i.e.: Group AA, AAA, AAB 1, AAB 2, ABB, and BB. Group AA, AAA, ABB 1, and ABB 2 is the sister group of Group ABB and BB. M. acuminata ‘Emas’ (Group AA) has the highest similarity relationship with M. acuminata ‘Cangkel’ (Group AA), whereas M. balbisiana ‘Kluthuk wulung’ (Group BB) is the most different banana cultivar.
114914366H1D008059ANALISIS PENGARUH VARIASI MATERIAL DAN BENTUK GEOMETRI DINDING PENAHAN TANAH TIPE GRAVITASI TERHADAP STABILITAS KONSTRUKSIDinding penahan tanah tipe gravitasi merupakan salah satu konstruksi yang dibangun untuk mencegah keruntuhan lereng. Analisis stabilitas Dinding penahan tanah tipe gravitasi memerlukan pemodelan struktur, dan Sigma/W merupakan salah satu perangkat lunak berbasis metode elemen hingga yang dapat digunakan untuk pemodelan struktur. Pada tugas akhir ini dilakukan permodelan dinding penahan tanah tipe gravitasi yang efektif untuk studi kasus Pelabuhan Pamanukan Subang, dimana konstruksi tidak hanya divariasikan dengan material beton dan batu kali, namun bentuknya juga divariasikan dengan tipe dinding penahan tanah dengan tumit dan dinding penahan tanah tanpa tumit. Dari hasil analisis, didapatkan bahwa material beton lebih stabil daripada material batu kali,meskipun soil displacement yang terjadi hampir sama, namun material beton mampu menahan tegangan hingga 1,2776 Ton lebih besar dibanding material batu kali. Hasil analisis dinding penahan tanah dengan tumit, panjang tumit yang terlalu kecil cenderung kurang stabil, namun bila tumit terlalu lebar juga tidak memberi pengaruh yang signifikan. Sehingga bila dilihat dari nilai soil displacement dan soil total stress yang terjadi, lebar tumit yang paling efektif adalah 1 m (0,26H). untuk analisis dinding penahan tanah tanpa tumit, model 5 (lebar alas 0,79H) adalah dimensi yang paling efektif, dimana nilai soil displacement yang terjadi pada dinding penahan tanah material beton dan batu kali adalah 0,04258 m dan 0,041533 mGravity wall is one of the constructions that built to prevent the collapse of the slope. Stability analysis of the gravity walls require structural modeling, and Sigma/W is an element method based software that can be used for modeling the structure. In this final task do the effective conducted gravity wall modeling for Pamanukan Port Subang case studies, where construction are not only varied with concrete materials and stone, but the shape also varied with the type of retaining wall with toe and retaining wall without toe. From the analysis, it was discovered that the concrete material is more stable than the stone material, although the displacement that occurred about the same, but the concrete material capable of withstanding stree up to 1.2776 tons bigger than stone. The results of the analysis of retaining wall with toe, long toe that are too small tend to be less stable, also thera are no significant effect if the toe is too wide. So that when viewed from the total value of soil displacement and soil stress that happens, the most effective heel width is 1 m (0.26 H). for the analysis of retaining wall without toe, model 5 (base width 0.79 H) is the most effective dimension, where the value of soil displacement that occurs in the concrete retaining wall and stone material is 0.04258 m and 0.041533 m
114924433H1C008047STUDI VARIABLE SPEED DRIVE (VSD) MOTOR DC DUAL ROTARI MENGGUNAKAN BRIDGE CONVERTER DENGAN KONTROL PI BERBASIS MIKROKONTROLERPengendalian kecepatan motor DC memegang peranan penting pada dunia industri, karena motor DC mempunyai karakteristik kopel-kecepatan yang menguntungkan dibandingkan dengan motor AC. Sistem pengendali kecepatan motor VSD menggunakan bridge converter yang berfungsi sebagai driver motor untuk mengatur arah putaran motor. Metode kontrol PI PWM dapat digunakan untuk mengendalikan kecepatan motor DC. Gelombang PWM dapat dibangkitkan menggunakan mikrokontroler. Kecepatan motor DC dapat dikendalikan dengan mengatur besarnya duty cycle pada gelombang PWM yang menuju motor DC dan menggunakan kontrol PI agar kecepatan motor dapat sesuai dengan nilai set point yang diinginkan. Dari hasil simulasi dan laboratorium diperoleh kesimpulan bahwa kecepatan motor DC sebanding dengan nilai tegangan yang masuk ke motor DC.DC motor speed control plays an important role in the industrial world, because a DC motor has speed characteristics coupling profitable than AC motor. VSD motor speed control system using a bridge converter functions as a motor driver to set the direction of motor rotation. PWM PI control method can be used to control speed of DC motors. PWM waveform can be generated using a microcontroller. DC motor speed can be controlled by adjusting magnitude of duty cycle on the PWM waveform according to the desired set point value. From the result of simulation and laboratory practice can be concluded that DC motor speed is proportional with the voltage flowing into a DC motor.
114934437E1A008246KEWENANGAN CAMAT DALAM PENEGAKAN DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH (STUDI DI KECAMATAN KALIWEDI KABUPATEN CIREBON)ABSTRAK
Judul : Kewenangan Camat dalam Penegakan Disiplin Pegawai Negeri Sipil Daerah (Studi di Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon)
Nama : Deni Yusup Permana
NIM : E1A008246

Negara Republik Indonesia adalah merupakan Negara Kesatuan yang menganut asas desentralisasi dalam menyelenggarakan pemerintahan. Hal ini diwujudkan dengan memberikan kesempatan dan keleluasaan kepada Daerah untuk menyelenggarakan otonomi Daerah sebagaimana telah diatur dalam Pasal 18 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Dasar 1945. Berkaitan dengan otonomi daerah dalam hal ini Kewenangan Camat dalam penegakan disiplin Pegawai Negeri Sipil Daerah Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon mendapatkan pelimpahan sebagian wewenang dari Bupati/Walikota yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah pasal 126 ayat (2).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kewenangan Camat Kaliwedi dalam Penegakan disiplin pegawai negeri sipil daerah di Kabupaten Cirebon. Guna mencapai tujuan tersebut maka penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dan spesifikasi penelitian preskriptif. Lokasi penelitian di kantor Kecamatn Kaliwedi Kabupaten Cirebon. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, yang disusun secara sistematis, logis dan rasional. Data yang terkumpul kemudian diolah, disajikan, dan dianalisis secara normatif kualitatif
Hasil penelitian ini memberikan simpulan bahwa kewenangan Camat dalam Penegakan disiplin pegawai negeri sipil daerah di Kecamatan Kaliwedi kabupaten Cirebon adalah berdasarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2008 Tentang Kecamatan. Sejalan dengan hal itu Camat juga mendasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil dan juga Peraturan Bupati Cirebon Nomor 18 tahun 2010 Tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Pemerintahan Dari Bupati Kepada Camat yang berarti bahwa kewenangan Camat merupakan kewenangan Delegatif.
Kata kunci : Kewenangan, Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon, Disiplin Pegawai Negeri Sipil Daerah.


ABSTRACK

The Republic of Indonesia is a country that adheres to the principle of decentralization Unity in running the government. This is realized by providing the opportunity and freedom to the area to conduct regional autonomy as provided in Article 18 paragraph (1) and (2) of the Constitution of 1945. Relating to regional autonomy in this case the disciplinary authority of Head Civil Service Regional District Cirebon regency Kaliwedi get partial delegation of authority from the Regent / Mayor stated in Law No. 32 Year 2004 on Regional Government Article 126 paragraph (2).
This study aims to determine how the authority Kaliwedi Enforcement Sub discipline regional civil servants in the district of Cirebon. To achieve these objectives, this research using normative juridical approach and prescriptive research specifications. The research location Kecamatn office Kaliwedi Cirebon regency. Source of data used are primary data and secondary data, compiled systematically, logically and rationally. The collected data is then processed, presented, and analyzed qualitatively normative.
The results provide the conclusion that the disciplinary authority of the Head in a civil enforcement area in District Kaliwedi Cirebon district is based on the Law No. 32 Year 2004 on Regional Government and followed by Government Regulation 19 of 2008 on Sub. Accordingly Head also based on Government Regulation No. 53 Year 2010 on Civil Service Discipline and Cirebon decree No. 18 of 2010 On Delegation of Authority Part Of Regents To Sub Sub, which means that the authority is the authority Delegatif.
Keywords: Authority, District Kaliwedi Cirebon District, Regional Civil Discipline.





114944399E1A009158PERANAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DALAM PEMBUATAN ELEKTRONIK KTP (E-KTP) DI KABUPATEN BANYUMASABSTRAK

PERANAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL DALAM PEMBUATAN ELEKTRONIK KTP (E-KTP) DI KABUPATEN BANYUMAS

Oleh :

Rentauli Simanjuntak

(Sri Hartini, Tedi Sudrajat, Sutikno)

Sistem Administrasi Informasi Kependudukan (SIAK) merupakan sistem informasi yang dibangun untuk mendukung proses administrasi kependudukan yang meliputi pendaftaran pendudukan dan pencatatan sipil serta digunakan sebagai solusi dari masalah kependudukan. Usaha yang dilakukan pemerintah untuk mewujudkan tertib administrasi kependudukan di Indonesia adalah program Elektronik KTP (E-KTP). Program Elektronik KTP (E-KTP) merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Dalam tulisan ini akan diajukan masalah berupa peranan dan hambatan-hambatan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam pembuatan Elektronik KTP (E-KTP) di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah yuridis sosiologis.
Hasil penelitian menyatakan bahwa Peranan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam pembuatan Elektronik KTP (E-KTP) di Kabupaten Banyumas adalah Membuat persiapan yang terkait dengan pembuatan Elektronik KTP (E-KTP); melaksanakan konsep pembuatan Elektronik KTP (E-KTP) yang telah ditentukan oleh Pusat; Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas sebagai pihak yang berwenang dalam pembuatan Elektronik KTP (E-KTP) di Kabupaten Banyumas; Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas merupakan dinas daerah dibidang administrasi kependudukan yang melaksanakan sosialisasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan Elektronik KTP (E-KTP) di Kabupaten Banyumas; Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas memiliki koordinasi dengan setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Banyumas dalam proses pembuatan Elektronik KTP (E-KTP).

Kata kunci : Peranan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, pembuatan Elektronik KTP (E-KTP).





ABSTRACT
ROLE OF INSTITUTION OF POPULATION AND CIVIL REGISTRATION IN MAKING ELECTRONIC ID CARD (E-KTP) IN THE DISTRICT BANYUMAS
By :
Rentauli Simanjuntak

(Sri Hartini, Tedi Sudrajat, Sutikno)

System Information Administration of Population (SIAK) is an information system that built to support the administration that includes the registration of occupation and civil registry and is used as a solution to population problems. The efforts of the government to achieve the orderly administration of population in Indonesia is a program Electronic Identity Card (E-KTP). Electronic identity cards (E-KTP) is part of the administration that aims to orderly administration based on a national population database. Electronic Program ID card (E-KTP) is a mandate of Law No. 23 year 2006 concerning Population Administration. In this paper will be presented in the form of problems and obstacles role the Department of Population and Civil Registration in making Elekktronik ID card (E-KTP) in Banyumas. The research method used in this paper is a sociological juridical.
The results of this study stated that the role of the Institution of Population and Civil Registration in the manufacture of Electronic Identity Card (E-KTP) in Banyumas is Making preparations associated with the manufacture of Electronic ID card (E-KTP); implement the concept of making Electronic ID card (E-KTP) has determined by the Center; Institution of Population and Civil Registration Banyumas as authorities in the manufacture of Electronic Identity Card (E-KTP) in Banyumas; Institution of Population and Civil Registration Banyumas is an office area in the field of administration that the dissemination relating to the implementation of Electronic Identity Card (E-KTP) in Banyumas; Institution of Population and Civil Registration Banyumas coordinate with each district is in the process of making Banyumas Electronic ID card (E-KTP).

Keywords: Role, Department of Population and Civil Registration, Electronic manufacturing ID cards (E-KTP) population.


114954438G1A008099ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI SIKLUS MENSTRUASI PADA PENGGUNA METODE KONTRASEPSI SUNTIK DEPO MEDROXI PROGESTERON ASETAT (DMPA) DAN SUNTIK KOMBINASI: STUDI CROSS-SECTIONAL PADA PUSKESMAS 1 PURWOKERTO TIMUR Pemakaian metode kontrasepsi suntik Depo Medroxi Progesteron Asetat (DMPA) dan kontrasepsi suntik kombinasi dapat mempengaruhi siklus menstruasi. Terdapat faktor-faktor resiko yang mempengaruhi siklus menstruasi seperti usia, Indeks Massa Tubuh, paritas, pendidikan, status ekonomi, aktivitas fisik dan tingkat stress. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor resiko yang mempengaruhi siklus menstruasi pada pengguna metode kontrasepsi suntik Depo Medroxi Progesteron Asetat (DMPA) dan kontrasepsi suntik kombinasi di Puskesmas 1 Purwokerto Timur. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observational dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan bulan Januari-Februari 2013 di Puskesmas 1 Purwokerto Timur. Sampel penelitian berjumlah 60 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengguna kontrasepsi suntik DMPA dan suntik kombinasi menggunakan kuesioner dan diukur berat badan serta tinggi badan. Pada hasil penelitian dengan analisis bivariat Chi-square menunjukkan nilai p 0,004 dan 0,001 ( < 0,005) dengan CI 95% untuk usia dan pendidikan. Analisis multivariat hubungan antar variabel dilakukan dengan regresi logistic menunjukkan nilai odds ratio 0, 306 dan 0,116 dengan CI 95% untuk usia dan pendidikan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa usia merupakan faktor resiko yang paling mempengaruhi siklus menstruasi pada pengguna metode kontrasepsi suntik Depo Medroxi Progesteron Asetat (DMPA) dan kontrasepsi suntik kombinasi di Puskesmas 1 Purwokerto Timur. Usia reproduksi yang tidak ideal memiliki resiko 0,306 kali lebih besar untuk mempunyai resiko menstruasi tidak teratur dibandingkan usia reproduksi yang ideal.Use of Depo Medroxi Progesterone Acetate (DMPA) injectable contraceptive and combined injectable contraceptives causing menstrual cycle regularity. There are risk factors that influence the menstrual cycle such as age, body mass index, parity, education, economic status, physical activity and stress levels. The purpose of this study was to determine the risk factors that influence the menstrual cycle in Depo Medroxi Progesterone Acetate (DMPA) injectable contraceptive acceptors and combined injectable contraceptives acceptors at East Purwokerto 1 Public Health Centre. This study was an observational analytic study with a cross-sectional approach. The study was conducted in January-February 2013 at East Purwokerto 1 Public Health Centre. The study sample amounted to 60 people who meet the inclusion criteria. The data status of contraceptive acceptors obtained from kuesioner and personal data as well as measurements of weight and height obtained from interviews and direct measurement. In the research by Chi-square bivariate analysis showed 0.004 and 0.001 p values (<0.005) with 95% CI for age and education. Multivariate analysis of the relationship between variables is done by logistic regression showed odds ratio 0.306 and 0.116 with 95% CI for age and education. From the results of this study concluded that age affects the menstrual cycle on the contraceptive injection Depo Medroxi Progesterone Acetate (DMPA) and combined injectable contraceptives acceptors at East Purwokerto 1 Public Health Centre. The not ideal reproduction age have risk 0, 306 to affect the menstrual cycle than ideal reproduction age.
114964440A1L008125EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN PERKEBUNAN
DAN KONSERVASINYA SECARA BERKELANJUTAN DI DESA CIPUTIH, KECAMATAN SALEM, KABUPATEN BREBES
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi kesesuaian lahan dan perencanaan sistem pertanian berkelanjutan di lahan bengkok Desa Ciputih, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. Analisis data yang digunakan adalah analisis data parametrik berdasarkan data primer dan data sekunder. Untuk menentukan kelas kesesuaian lahan dengan cara menggunakan sistem pencocokan (matching) antara karakteristik lahan hasil analisis dilapang dan di laboratorium dengan persyaratan tumbuh tanaman perkebunan. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian lahan aktual tanaman kakao, cengkeh, dan kopi robusta adalah N (tidak sesuai) dan S3 dengan faktor pembatas kemiringan lahan, ketersediaan air berupa bulan kering, dan drainase. Kesesuaian lahan potensial N (tidak sesuai) menjadi S3 (sesuai marjinal) karena faktor pembatas lereng dapat dilakukan perbaikan dengan tindakan konservasi untuk pengelolannya, sedangkan untuk drainase dapat dilakukan perbaikan dengan pembuatan bedengan. Kesesuaian lahan potensial S3 menjadi S2 karena faktor pembatas ketersediaan air dapat dilakukan tindakan konservasi seperti pembuatan saluran irigasi. Arahan penggunaan lahan yang cocok untuk lahan Desa Ciputih adalah Agrosilviculture sebagai salah satu pilihan sistem pertanian berkelanjutan.

Kata Kunci: Evaluasi kesesuaian lahan, tanaman perkebunan, pertanian berkelanjutan
This research aims are to evaluate the land suitability and plan for farming system on farming land at Ciputih village, Salem District, Brebes Regency. The data analysis used for this research is parametric data analysis to show primary or secondary data to classify the suitability of land by using matching system between direct observation on result analysis of land characteristics an laboraty observation with growth classification that is required for the plants. The results showed that actual land suitability for plant cocoa, clove, and robusta cofee on farming land were Nm (not suitable) and S3 (marginally suitable) with the limit factor of slope, water availability (draught quantity)and drainage. The potential land suitability N (not suitable) become S3 (marginally suitable) because the limit factors which are to control with conservation, to control for dainage with made drain.. The potential land suitability S3 (marginally suitable) become S2 (moderately suitable) cause the water availability (draught quantity) can be to control with conservation to example made irrigation. The suitable land exploitation management for farming land was agrosilviculture as one of choosing the farm sustainable.

Key words: Evaluation of land suitability, plant, farm sustainable.
114974364D1E008089TOTAL NILAI PACKED CELL VOLUME (PCV) DAN ERITROSIT KELINCI YANG TERINFEKSI KOKSIDIOSIS DI KABUPATEN BANYUMAS.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh koksidiosis terhadap kadar Packed Cell Volume (PCV) dan jumlah eritrosit pada kelinci di Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan metode survei dan metode laboratoris. Pengambilan sampel menggunakan metode convenient sampling/ accident sampling/ selected sampling (tidak terikat).Sasaran penelitian adalah peternakan kelinci di Kabupaten Banyumas. Model analisis yang digunakan adalah Pengujian Student (T test). Hasil penelitian diperoleh rataan (Ŷa) total Packed Cell Volume (PCV) kelinci yang terinfeksi koksidiosis 3,1757 x 106 dan rataan (Ŷb) Packed Cell Volume (PCV) total kelinci yang tidak terinfeksi koksidiosi 1,5900 x 106. Rataan (Ŷa) jumlah eritrosit kelinci yang terinfeksi koksidiosis 28,29% dan rataan (Ŷa) jumlah eritrosit kelinci yang tidak terinfeksi koksidiosis 29,75%. Hasil uji t menunjukan bahwa koksidiosis tidak berpengaruh nyata terhadap penurunan total Packed Cell Volume (PCV) (P > 0,05) namun berpengaruh nyata terhadap penurunan jumlah eritrosit (P < 0.05).
The aim of this research was to determine the effect of rabbit coccidiosis on levels of Packed Cell Volume (PCV) and the number of erythrocytes in Banyumas. The research used survey methods and laboratory methods. The samplied was taken by convenient sampling method/ accident sampling /selected sampling (not attached). Target of the research was rabbit farms in Banyumas. The analysis model was used Student Testing (T test). The results were obtained by averaging (Ŷ a) Total Packed Cell Volume (PCV) of infected rabbit coccidiosis 3.1757 x 106 and the average (Ŷ b) Packed Cell Volume (PCV) of total non-infected rabbits coccidiosis 1.5900 x 106. The average (Ŷ a) number of erythrocytes infected rabbit coccidiosis 28.29% (Ŷ a) and the average number of erythrocytes uninfected rabbit coccidiosis 29.75%. The T test results showed that coccidiosis did not significantly affect the total decline Packed Cell Volume (PCV) (P> 0.05) but significantly affect on decreasing the number of erythrocytes (P <0.05).
114984441E1A006168NETRALITAS PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH (Studi Di Kabupaten Banyumas)Skripsi ini mengambil topik permasalahan mengenai pengaturan netralitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pemilukada) di Kabupaten Banyumas.
Pengaturan netralitas PNS dalam Pemilukada di Kabupaten Banyumas tersebar dalam berbagai peraturan perundang-undangan, yang tercermin dalam berbagai macam ketentuan yang berisi larangan bagi PNS, yaitu : Larangan menjadi anggota dan atau pengurus Partai Politik; Larangan menjadi pelaksana kampanye, dan juru kampanye, apabila menjadi peserta kampanye PNS dilarang menggunakan atribut partai atau pasangan calon peserta Pemilu, dan dilarang mengerahkan PNS, serta menggunakan fasilitas negara; Larangan membuat keputusan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon; Larangan memberikan dukungan kepada calon; serta Larangan mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon.
Pengaturan netralitas PNS tercermin dalam berbagai macam ketentuan yang berkaitan dengan pencalonan, panitia pemilihan, dan jenis sanksi, yaitu: melampirkan surat pernyataan mengundurkan diri dari jabatan negeri; PNS diberhentikan dari jabatan negeri sejak ditetapkan sebagai Pasangan Calon; PNS yang menjadi anggota Panitia Pemilukada tanpa izin dikenai Sanksi Hukuman Disiplin Tingkat Berat; dan Secara umum pelanggaran terhadap ketentuan netralitas PNS dapat dikenakan hukuman disiplin berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010.
This thesis is the topic concerns about neutrality adjustment settings Civil Servants (PNS) in the general election of regional head and deputy regional head (Pemilukada) in Banyumas Regency.
Setting neutrality of civil servants in the General Election in Banyumas scattered in various laws and regulations, reflected in various provisions that contain restrictions for civil servants, namely : Prohibition is a member and or managers of Political Parties; Prohibition became managing campaigns; and campaigners; if a civil campaign participants are prohibited from using attributes parties or election candidates couples; and civil servants are prohibited from deploying, and using state facilities; Prohibition made the decisions or actions that benefit or harm any candidate; Prohibition provides support to candidates; and ban this activity leads to bias against candidates; and ban this activity leads to bias against candidates.
Setting the neutrality of civil servants is reflected in various provisions relating to the nomination, selection Committee, and types of sanctions, namely : attach a statement from the office of the country resign, PNS removed from office since the country designated as a Candidate, Civil servants who are members of Election Committee without permission Disciplinary sanctions are Level Weight, and general violation of the neutrality of the civil service provisions may be subject to discipline punishment by Government Regulation No. 53 Year 2010.
114994442E1A007214Penerapan Remunerasi Di Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Kabupaten BanyumasMeningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, meningkat pula tuntutan terhadap Rumah Sakit untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Terutama tuntutan pelayanan medis secara cepat, tepat dan efisien. Ada banyak cara yang dilakukan rumah sakit untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan pada masyarakat, salah satunya adalah dengan memperbaiki sistem remunerasi di rumah sakit. Mengapa hal ini penting? Karena sistem remunerasi yang baik akan berefek pada peningkatan kinerja, motivasi dan produktivitas karyawan dan staf medis yang semua itu akan bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian yang digunakan adalah penelitian preskriptif, lokasi penelitian di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Sumber bahan hukum Bahan hukum primer, sekunder dan tersier, metode pengumpulan bahan hukum dalam penelitian ini dilakukan dengan inventarisasi peraturan perundang-undangan, dokumentasi dan studi kepustakaan, metode penyajian bahan hukum disajikan dalam bentuk teks naratif, dan metode analisis yang dipergunakan adalah analisis normative kualitatif dengan model interpretasi sistematik dan gramatikal.
Penerapan Remunerasi Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Banyumas didasarkan pada Pasal 1 angka 23 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, menjelaskan bahwa Badan Layanan Umum (BLU) kegiatannya menyediakan barang atau jasa meliputi rumah sakit, lembaga pendidikan, pelayanan lisensi, penyiaran, dan lain-lain. Remunerasi di Badan Layanan Umum Daerah Kabupaten Banyumas didasarkan pada Peraturan Bupati Nomor 95 Tahun 2010 Tentang Perubahan Atas Perbub No 28 tahun 2009 Tentang Remunerasi pada Badan Layanan Umum Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas
Increasing public awareness of the importance of health, also increase the demands on the Hospital to improve the quality of care. Especially the demands of medical services quickly, accurately and efficiently. There are many ways in which hospitals to improve the quality of health services in the community, one of which is to improve the system of remuneration in the hospital. Why is this important? Because a good remuneration system will have an effect on performance improvement, motivation and productivity of employees and medical staff are all that will lead to improved quality of health care in hospitals
The research method used in this study is a normative juridical approach, the specification of research used is descriptive research, University research sites in Navan General Sudirman, sources of primary legal materials legal materials, secondary and tertiary methods of collection of legal materials in the study conducted by the inventory rules legislation, documentation and library research, legal method of presenting the material presented in the form of narrative text, and analysis method used was a qualitative analysis of the normative model of systematic and grammatical interpretation.
Application of Public Service Remuneration Regional Hospital Banyumas is based on Article 1 paragraph 23 of Law No. 1 of 2004 on State Treasury, explained that the Public Service Agency (BLU) activity provides goods or services includes hospitals, educational institutions, licensing services, broadcasting , and others. Remuneration in the Public Service of Banyumas Regency based on the decree No. 95 of 2010 on the Amendment No. 28 of 2009 Perbub On Remuneration in the Public Service General Hospital Banyumas
115004462L1A005097ANALISIS DEPKRIPTIF KARAKTERISTIK KELUARGA DAN POLA KONSUMSI ZAT GOITROGENIK PADA PENDERITA GONDOK DI KECAMATAN BATURADEN KABUPATEN BANYUMAS

JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2013


INTISARI

LINA SUHARYANI




Defisiensi iodium dapat menyebabkan timbulnya gondok (pembesaran kelenjar tiroid) yang merupakan mekanisme adaptasi terhadap kurangnya masukan iodium dan terganggunya hormon tiroid. Mengurangi jenis makanan yang mengandung zat goitrogenik merupakan salah satu cara yang diterapkan untuk menurunkan resiko kejadian gondok namun sayangnya masih banyak masyarakat yang mengkonsumsi sumber pangan yang mengandung zat goitrogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik keluarga dan pola konsumsi zat goitrogenik pada penderita gondok di Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yang bersifat deskriptif yaitu untuk mendiskripsikan seperti tingkat pendidikan, usia, jenis kelamin, pekerjaan, tingkat pendapatan, genetik gondok dalam keluarga dan pola konsumsi zat goitrogenik. Analisi dilakukan. Jumlah responden sebanyak 60 yang terdiri dari penderita gondok dan bukan penderita gondok masing-masing berjumlah 30 responden. Analisis data menggunakan analisis Univariat. Hasil analisis univariat menunjukan bahwa variabel yang berhubungan dalam penelitian ini hanya pada faktor konsumsi zat goitrogenik sedangkan pada variabel lainnya tidak berhubungan. Disarankan supaya meningkatkan kualitas makanan terutama dalam menyiapkan penganekaragaman menu sehari-hari dalam memilih bahan makanan.

Kata kunci : perilaku pola konsumsi zat goitrogenik, iodium, gondok.
Pustaka : 58 (1985 – 2012).


PUBLIC HEALTH DEPARTMENT
FACULTY OF MEDICINE AND HEALTH SCIENCES
JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY
PURWOKERTO
2013


ABSTRACT

LINA SUHARYANI
DESCRIPTIVE ANALYSIS OF CHARACTERISTICS OF FAMILY AND CONSUMPTION PATTERNS IN PATIENTS GONDOK GOITROGENIK SUBSTANCE IN THE DISTRICT DISTRICT BATURADEN BANYUMAS

Deficiency of iodine can cause goiter (enlarged thyroid gland), which is an adaptation to the lack of feedback mechanisms iodine and thyroid hormone disruption. Reduce foods that contain substances goitrogenik is one way that is applied to reduce the risk of incidence of goiter, but unfortunately there are still many people who consume food sources that contain substances goitrogenik. This study aimed to investigate the characteristics of families and goitrogenik substance consumption patterns in patients with goiter in District Baturaden Banyumas. Type of research is a descriptive study sucs as education level, age, gender, occupation, income level, family and genetic mumps in goitrogenik substance consumption patterns. Analysis performed. The number of respondents were 60 patients consisting of patients with thyroid goiter and instead amounted to 30 respondents. Analysis of the data using analysis Univariat. The results of univariate analysis showed that the variables associated in this study is only a factor of substance consumption goitogenik while the other variables are not related. It is suggested in order to improve the quality of food, especially in preparing the daily menu diversification in choosing foods.


Keywords: behavioral patterns of substance consumption goitrogenik, iodine, goiter.
References: 58 (1985-2012).