| NIM | A1M008041 |
| Namamhs | NINDYA RATRI PAMULARSIH |
| Judul Artikel | STUDI KANDUNGAN PEMANIS BUATAN SIKLAMAT PADA MAKANAN JAJANAN DI SEKOLAH DASAR WILAYAH KECAMATAN PURWOKERTO UTARA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Makanan jajanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia terutama anak sekolah. Makanan jajanan berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan gizi anak, namun makanan jajanan juga dapat menjadi sumber kontaminan. Hal ini di indikasikan adanya penggunaan bahan tambahan pangan yang tidak sesuai dengan standar keamanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan siklamat serta kadar siklamat pada makanan jajanan, mengetahui pengetahuan responden pedagang, orang tua dan guru tentang siklamat, mengetahui hubungan antara tingkat pendapatan pedagang dengan penggunaan siklamat pada makanan jajanan yang di jual di SD wilayah Kecamatan Purwokerto Utara, serta mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan pedagang terhadap pengetahuan tentang siklamat, dan mengetahui jenis jajanan yang sering dibeli anak SD wilayah Kecamatan Purwokerto Utara. Penelitian ini menggunakan metode survei dan penelitian laboratorium. Penentuan lokasi dipilih dengan metode purposive, yaitu SD di wilayah Kecamatan Purwokerto Utara karena dekat dengan Instansi pendidikan yaitu Universitas Jenderal Soedirman. Penentuan sampel SD dilakukan dengan teknik simple random sampling, kemudian pada sekolah terpilih dilakukan wawancara terhadap responden pedagang, orang tua, guru dan murid dengan teknik accidental sampling menggunakan kuisioner. Pada pedagang terpilih diambil sampel jajannya untuk kemudian dianalisis di laboratorium. Hasil penelitian ini menunjukan sebanyak 17 sampel (77,3%) dari 22 sampel makanan jajanan yang diteliti positif menggunakan siklamat dengan kadar 14-573 ppm dan 2 sampel diantaranya mengandung siklamat melebihi ambang batas yaitu es campur sebesar 573 ppm dan es kelapa 1 sebesar 532 ppm. Jumlah tersebut melewati ambang batas maksimum penggunaan siklamat yaitu sebesar 500 ppm. Pengetahuan responden pedagang tentang siklamat tergolong rendah sebesar 72,7%, sedang 27,3% dan tidak ada yang tergolong tinggi. Pengetahuan responden orang tua tentang siklamat tergolong rendah sebesar 58,0%, sedang 31,0%, dan tinggi 11,0%. Pengetahuan responden guru tentang siklamat tergolong tinggi sebesar 54,0%, sedang 33,3%, dan rendah 12,7%. Tidak ada hubungan antara tingkat pendapatan pedagang dengan penggunaan siklamat pada makanan jajanan yang dijual. Tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan pedagang terhadap pengetahuan tentang siklamat. Jenis jajanan yang sering dibeli murid SD wilayah Kecamatan Purwokerto Utara adalah jajanan jenis snack dan jajanan jenis minuman.
|
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Street food is an integral part of human life, especially for students. Street food has contributed in fulfill the nutritional needs of children, on the other hand street food can also be a source of contaminants. It is indicated by the use of food additives that are not in accordance with food safety standards. The purpose of this research are determine the presence of cyclamate and cyclamate levels in street foods, determine the respondent’s knowledge, such as traders, parents and teachers about cyclamate, determine the relation between the trader’s income level toward using of cyclamate in the street food sold in North Purwokerto District and determine the relation between the trader’s education level toward the trader’s knowledge of cyclamate, determine the most frequent types of street food that were purchased by elementary students in North Purwokerto District. This research used survey and laboratory method. The location was selected with purposive method, that is the elementary school in North Purwokerto because it was the close area to Jenderal Soedirman University. Determination of elementary students as sample used simple random sampling. Then, the interview to the respondent was performed in the selected school with accidental sampling using questioner. Samples were taken at selected trader for later analysis in the laboratory. The results of this research indicated that 17 samples (77.3%) of 22 street food samples use cyclamate with level of 14-573 ppm (mg/L) and 2 samples contained cyclamate exceed the specified threshold that was equal to 573 ppm and 532 ppm. That amount exceed the maximum threshold of the use of cyclamate, which was 500 ppm. Trader respondent’s knowledge of cyclamate is low at 72.7 %, moderate 27.3%, and no one had high knowledge. The parents’s knowledge of cyclamate is low at 58%, moderate 31.0%, high 11%. The teacher’s knowledge of cyclamate is high at 54.0%, moderate 33.3%, low 12.7%. There was no relation between the income level of traders with the using of cyclamate in the street food. There was no relation between education level of traders with cyclamate knowledge. The most frequent types of street food that were purchased by elementary students in North Purwokerto District were snacks and drinks.
|
| Kata kunci | makanan jajanan, siklamat, pendidikan, pengetahuan |
| Pembimbing 1 | Ir. BUDI SUSTRIAWAN, M. Si. |
| Pembimbing 2 | MUSTAUFIK, S.P., M.P. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 18 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |
|---|