Artikelilmiahs
Menampilkan 9.101-9.120 dari 50.301 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 9101 | 12091 | A1L111046 | KAJIAN LARUTAN PENGAWET DAN PENAMBAHAN SEMPROTAN AIR JERUK NIPIS UNTUK MEMPERPANJANG KESEGARAN BUNGA GERBERA (Gerbera jamesonii) | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi larutan pulsing dan penambahan semprotan air jeruk nipis terhadap masa kesegaran bunga potong gerbera. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Maret 2015. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu komposisi larutan pulsing A0: Air 300 ml ; A1 : Gula pasir 20 g/l + Clorox 1 ml/l + Asam cuka 1 ml/l, A2 : Gula pasir 40 g/l + Clorox 1 ml/l + Asam cuka 1 ml/l, A3 : Gula pasir 60 g/l + Clorox 1 ml/l + Asam cuka 1 ml/l, A4 : Gula pasir 30 g/l + Clorox 1 ml/l + Asam cuka 1 ml/l + Air jeruk nipis 3 ml/l, dan A5 : Gula pasir 30 g/l + Clorox 1 ml/l + Asam cuka 1 ml/l + Air jeruk nipis 6 ml/l. Faktor kedua adalah penambahan semprotan jeruk nipis yaitu tanpa semprotan jeruk nipis (P0) dan semprotan jeruk nipis (P1). Variabel yang diamati adalah total larutan pulsing yang terserap, total larutan holding yang terserap, persentase penambahan diameter bunga, penurunan diameter tangkai, warna bunga, saat bunga mulai layu dan masa kesegaran bunga. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan komposisi larutan pulsing memberikan pengaruh terhadap total larutan pulsing terserap 19,66 ml, masa kesegaran 8,91 hari, penurunan diameter tangkai bunga 0,46 mm dan tidak memberikan pengaruh terhadap variabel lain. Perlakuan penambahan semprotan jeruk nipis memberikan pengaruh lebih baik dibandingkan kontrol terhadap warna bunga yaitu dengan skor 4,07 dan tidak memberikan pengaruh terhadap variabel lain. Interaksi perlakuan antara komposisi pulsing dan penambahan semprotan air jeruk nipis menunjukkan tidak adanya pengaruh terhadap semua variabel pengamatan. | The study aims to determine effect of composition of the solution and addition pulsing spray lime water on cut flower vaselife gerbera period. Research conducted at the Laboratory of Agronomy, Faculty of Agriculture, Unsoed in March 2015. The experimental design used was a completely randomized design with three replications. The first factor is the composition of pulsing solutions A0: 300 ml water ; A1: sugar 20 g / l + clorox 1 ml / l + vinegar + 1 ml / l, A2: sugar 40 g / l + clorox 1 ml / l + vinegar + 1 ml / l, A3: sugar 60 g / l + clorox 1 ml /+ vinegar 1 ml / l, A4: sugar 30 g / l + Clorox 1 ml / l + vinegar 1 ml / l + lime water 3 ml / l, A5: sugar 30 g / l + clorox 1 ml / l + vinegar 1 ml / l + lime water 6 ml / l. The second factor is the addition of lime spray, which are without lime spray (P0) and spray lime (P1). Observed variables were the total of absorbed pulsing solution, the total of absorbed holding solution, the percentage of increase flowers’ diameter, the decrease stem diameter, flower’s color, when the flower’s were wilt and the vaselife of flower’s. The results showed the treatment effect of the composition of pulsing solutions give effect of the total absorbed pulsing solution 19.66 ml, 8.91 vaselife day period, a decrease of 0.46 mm diameter flower stalk and not give effect to the other variables. The addition of lime treatment sprays gives better effect than control of flower color that has a value of 4.07 and did not give effect to the other variables. The interaction between pulsing composition and the addition of lime water spray showed no effect of all the variables observed. | |
| 9102 | 9304 | P2PA11020 | KAJIAN PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PENCEMARAN KADMIUM DI SUNGAI DONAN DAN POTENSI BAKTERI INDIGENOUS DALAM MENGATASI PENCEMARAN KADMIUM | Keberadaan industri-industri berskala besar di sekitar perairan Sungai Donan berpotensi menimbulkan pencemaran kadmium (Cd). Pencemaran Cd di Sungai Donan akan memiliki keterkaitan dengan persepsi masyarakat sekitar dan kekayaan jenis bakteri indigenous. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah pencemaran Cd adalah bioremediasi. Hubungan antara pencemaran Cd di Sungai Donan, kekayaan jenis bakteri indigenous, dan persepsi masyarakat berguna untuk mengetahui dan mengkaji sebab-akibat yang terjadi di kawasan tersebut pada saat sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang pencemaran Cd di Sungai Donan; mengetahui kandungan Cd pada sedimen; mengetahui jenis isolat bakteri indigenous pada sedimen dan kemampuannya dalam meremediasi Cd; serta menganalisis hubungan antara persepsi masyarakat tentang pencemaran Cd di Sungai Donan, kandungan Cd pada sedimen, dan kekayaan jenis bakteri indigenous pada sedimen. Metode survei dilaksanakan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang pencemaran Cd di Sungai Donan, kandungan Cd pada sedimen, serta kekayaan jenis isolat bakteri indigenous pada sedimen. Pengujian kemampuan konsorsia bakteri indigenous menggunakan metode eksperimental dengan rancangan split plot design, sub-plot berupa konsorsia bakteri dan main-plot berupa lama waktu inkubasi (0, 7, 14, dan 21 hari). Data hasil wawancara masyarakat, data kandungan Cd pada sedimen, dan data kekayaan jenis bakteri indigenous dianalisis secara deskriptif. Data hasil perhitungan laju remediasi Cd dianalisis berdasarkan Analisis Ragam (ANOVA) dengan signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Analisis Pearson Correlation digunakan untuk mengetahui hubungan antara pencemaran Cd, ragam bakteri indigenous dan persepsi masyarakat dengan signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat sekitar Sungai Donan memiliki persepsi negatif tentang pencemaran Cd (77,5%). Nilai persentase masyarakat yang memiliki persepsi negatif tentang pencemaran Cd di Sungai Donan tertinggi pada stasiun 2 (88,6%), diikuti oleh stasiun 3 (83,3%), stasiun 1 (71,9%), dan stasiun 4 (66,3%). Kandungan Cd pada Sungai Donan yang tertinggi berada di stasiun 2 (4,8 ppm) dan diikuti oleh stasiun 3 (3,9 ppm), stasiun 1 (3,3 ppm), dan stasiun 4 (2,3 ppm). Isolat bakteri indigenous ditemukan sebanyak 15 spesies, dengan kekayaan jenis terbanyak pada stasiun 4 (12 spesies isolat bakteri indigenous), diikuti oleh stasiun 1 (11 spesies isolat bakteri indigenous), stasiun 3 (8 spesies isolat bakteri indigenous), dan stasiun 2 (7 spesies isolat bakteri indigenous). Perbedaan macam konsorsium dan lama waktu inkubasi memiliki pengaruh yang berbeda dalam meremediasi CdSO4 (p<0,05). Konsorsium AB yang terdiri atas isolat Bacillus licheniformis dan B. pumilus dengan waktu inkubasi 21 hari memiliki tingkat efektivitas paling tinggi sebesar 32,02%. Secara umum, kandungan Cd yang tinggi pada sedimen Sungai Donan cenderung memiliki keterkaitan dengan kekayaan jenis isolat bakteri indigenous yang rendah (p<0,05, r=-0,965). Hal tersebut cenderung memiliki keterkaitan dengan persepsi negatif masyarakat yang tinggi tentang pencemaran Cd di Sungai Donan (p < 0,05, r = 0,980). | The existence of large-scale industries around River Donan area potentially causes cadmium (Cd) pollution. Cd pollution in River Donan will have a relevance to the perception of surrounding communities and the indigenous bacteria species richness. One of the alternative efforts to overcome Cd pollution problems is bioremediation. Relationship among Cd pollution in River Donan, species richness of indigenous bacteria, and the public perception would be useful to overcome the problem occurred today. This research aims to determine the Cd content in the sediment; determine the public perception toward Cd pollution; determine species richness of indigenous bacteria in River Donan sediments and its ability to remediate Cd; and analyze the relationship among the Cd content in the sediment, species richness of indigenous bacteria, and the public perception of Cd pollution. Survey methods is used to determine the Cd content in sediment, species richness of indigenous bacterial, and public perception of Cd pollution in River Donan. The ability testing of bacterial consortia used experimental method with a split plot design, sub-plots were consortia of bacteria and main-plots were length of incubation time (0, 7, 14 , and 21 days). The Cd content data, public perception data, and the species richness of indigenous bacteria data were analyzed by descriptively. The calculation rate of remediation of Cd data were analyzed by Analysis of Variance (ANOVA) with a significance of 5% and continued with Honestly Significant Difference (HSD) Test. Pearson Correlation analysis is used to determine the relationship among Cd content in sediment, species richness of indigenous bacteria, and public perception of Cd pollution, with a significance of 5%. The results showed that peoples have a negative perception about the Cd pollution in River Donan (77.5%). The highest percentage value of peoples who have a negative perception about the Cd pollution in River Donan is located at Station 2 (88.6%), followed by station 3 (83.3%), station 1 (71.9%), and station 4 (66.3%). The highest of Cd content at River Donan located at station 2 (4.8 ppm), followed by station 3 (3.9 ppm), station 1 (3.3 ppm), and station 4 (2.3 ppm). Fifteen indigenous bacterial isolates have been found from four stations, with the highest of species richness located at station 4 (12 species of indigenous bacteria isolates), followed by station 1 (11 species of indigenous bacteria isolates), station 3 (8 species of indigenous bacterial isolates), and station 2 (7 species of indigenous bacteria isolates). Differences of consortium and a long incubation time has a different effect on CdSO4 remediation (p <0.05). AB consortium which consists of Bacillus licheniformis and B. pumilus isolates with an incubation time of 21 days has the highest effectiveness rate of 32.02%. Generally, a high of Cd content in River Donan sediments has relevance with the species richness of indigenous bacterial isolates were lower (p <0.05, r = -0.965). It is has relevance with a high of negative perception of peoples about the Cd pollution in River Donan (p <0.05, r = 0.980). | |
| 9103 | 9305 | H1D010022 | KEKUATAN BALOK BETON PRACETAK TULANGAN BAMBU MENGGUNAKAN BETON MUTU K-200 DENGAN VARIASI PANJANG PENYALURAN SAMBUNGAN | Permasalahan pada konstruksi beton adalah waktu pelaksanaan yang cukup lama serta biaya konstruksi yang terus meningkat. Permasalahan ini membuat timbulnya teknologi beton pracetak yang dinilai lebih efektif dan efisien. Penggunaan pracetak yang dilakukan secara massal akan menekan biaya dibanding menggunakan beton konvensional. Sementara semakin menipisnya ketersediaan material bijih besi membuat material ini menjadi mahal. Sehingga manusia harus menemukan alternatif bahan pengganti baja tulangan yang memiliki sifat mekanik hampir sama dan keberadaanya masih melimpah. Salah satu alternatifnya adalah bambu. Pada kajian ini akan dilakukan penelitian penggunaan sistem balok pracetak dengan menggunakan tulangan bambu sebagai bahan pengganti dari material baja sebagai tulangan. Parameter yang ingin dicapai ialah mengetahui kapasitas balok tulangan baja, balok tulangan bambu, balok pracetak tulangan bambu, pola retak dan pola keruntuhan, serta panjang penyaluran sambungan efektif balok pracetak. Penelitian dilakukan terhadap 6 buah balok beton bertulang, masing-masing 3 buah balok tulangan baja (BK), 3 buah balok tulangan bambu (BB), 3 buah balok pracetak penyaluran 5 cm (BP5), 3 buah balok pracetak penyaluran 7 cm (BP7), 3 buah balok pracetak penyaluran 9 cm (BP9), dan 3 buah balok pracetak penyaluran 9 cm tanpa angkur (BP9T). Dari hasil pengujian menunjukan bahwa pada balok tulangan bambu (BB) memiliki rasio 0,53 terhadap BK. Pada balok pracetak didapatkan panjang penyaluran sambungan efektif yaitu pada penyaluran 7 cm dengan rasio 0,21 yang lebih tinggi dari BP5 dan BP9 yaitu 0,09 dan 0,11. Terjadi peningkatan kapasitas pada BP9 dibanding BP9T dengan peningkatan kapasitas 47,20%. Pola keruntuhan pada BK merupakan runtuh geser lentur, pada BB terjadi keruntuhan lentur, dan pada BP5,BP7,BP9 dan BP9T terjadi keruntuhan pada sambungan. | The strength of precast concrete beam bamboo reinforcement use concrete quality K-200 with variation of long distribution connection. Dani Abdurrahman Mu’thi The problem in beam construction is long time process and construction price that continuously increase. This problem trigger new technology of beam precast that more effective and efficient. Using precast in massive production will decrease cost compare with using conventional beam. In the other hand, iron core stock that getting decrease make it expensive. So, human should found substitution material to replace steel reinforcement which has similarity and easy to find. One of the alternative is bamboo. This research use precast beam system with bamboo reinforcement as material for replace steel. The parameter that going to reach known the capacity of beam steel reinforcement, beam bamboo reinforcement, beam precast of bamboo reinforcement, crack pattern and collapse pattern, and also effective long distribution connection beam precast. This research tested to six concrete beams reinforcement consist of three beam steel reinforcement, three beam bamboo reinforcement ,three precast beam distribution 5 cm, three precast beam distribution 7 cm, three precast beam distribution 9 cm, and three precast beam distribution 9 cm without anchor. The result of test show beam bamboo reinforcement has ratio 0,53 toward beam steel reinforcement. Effective distribution for precast beam is 7 cm with ratio 0,21 higher than precast beam distribution 5 cm and precast beam distribution 9 cm 0,09 and 0,11. There was increasing capacity to precast beam distribution 9 cm compare to precast beam distribution 9 cm without anchor as 47,20 %. Collapse pattern on beam steel reinforcement is flexural shear collapse. Collapse pattern on beam bamboo reinforcement is bending collapse, and for precast beam distribution 5 cm, precast beam distribution 7 cm, precast beam distribution 9 cm, and precast beam distribution 9 cm without anchor got collapse in connection. | |
| 9104 | 9307 | B1J009071 | PENGARUH INDUKSI MUTASI IRADIASI SINAR GAMMA TERHADAP FENOTIP TANAMAN KECIPIR POLONG PANJANG [Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC] | Kecipir [Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC] merupakan jenis sayuran tanaman tropis yang mampu tumbuh dengan baik di Indonesia. Tanaman kecipir dapat dimanfaatkan seluruh bagiannya untuk dikonsumsi baik oleh manusia maupun hewan. Potensi yang dimiliki tanaman kecipir ini perlu dikembangkan dengan cara peningkatan keragaman tanaman kecipir. Keragaman kecipir dapat diinduksi melalui mutasi menggunakan mutagen baik fisik maupun kimia. Salah satu mutagen fisik adalah iradiasi sinar gamma. Dosis iradiasi yang digunakan untuk menginduksi keragaman sangat menentukan keberhasilan terbentuknya tanaman mutan yang diharapkan terutama yang mampu menghasilkan varietas unggul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh induksi mutasi iradiasi sinar gamma terhadap fenotip tanaman kecipir polong panjang. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dosis iradiasi yaitu 0 (kontrol), 5Gy, 10Gy, 15Gy, 20Gy, dan 25Gy. Setiap perlakuan diulang sebanyak 8 kali sehingga total ada 48 unit polybag tanaman kecipir polong panjang. Variabel yang diamati adalah karakter kuantitatif seperti jumlah daun, panjang daun, lebar daun dan panjang tangkai daun sedangkan karakter kualitatif yaitu warna daun, warna batang, dan bangun daun. Data dianalisis menggunakan analisis varian pada taraf nyata 5% dan 1% dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dosis iradiasi sinar gamma 15 Gy merupakan dosis yang paling berpengaruh sangat nyata terhadap panjang daun, lebar daun dan panjang tangkai daun. Beberapa karakter mutan yang didapatkan yaitu warna daun dan bangun daun. Kata kunci : induksi mutasi, iradiasi sinar gamma, fenotip, kecipir | ABSTRACT Winged Bean [Psophocarpus tetragonolobus ( L. ) DC] is a type of tropical vegetable crops that grows well in Indonesia. All parts of winged bean plants can be utilized. Leaves, flowers, and seeds can be consumed either for human or animals. Its potency needs to be improved by increasing the diversity of winged bean plants. The diversity of winged bean can be induced by mutation either using physical or chemical mutagens. One of physical mutagens is gamma ray irradiation. The dosage of irradiation used determines the success of the formed mutant plants especially one with high quality traits. The purpose of this study is to determine the effect of gamma ray irradiation on the phenotype of long pod winged bean plants. This research used completely randomized design (CRD) with 5 treatments of irradiation dosages, namely 0 (kontrol), 5, 10, 15, 20, and 25 Gy. Each treatment was repeated 8 times so that there are 48 units of polybag with plants. Variables observed were quantitative characters included; number of leaves, leaf length, leaf width and petiole length. Qualitative characters consisted of leaf colour, stem colour, and the structure of the leaves. Data were analysed using analysis of variance at significance level of 5% and 1% then followed by Least Significant Difference test (LSD). The results showed that the dosage of gamma ray irradiation of 15 Gy gave the most significant influence of the leaf length, leaf width and leaf limb length. Some mutant characters were observed in leaves’s color and leaf structure. Keywords: mutation induction, gamma ray irradiation, phenotype, winged bean | |
| 9105 | 10707 | E1A008268 | TINDAK PIDANA PENYERTAAN DALAM HAL PERBUATAN CABUL DAN PEMERKOSAAN DI KABUPATEN CILACAP (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Negeri Cilacap Nomor 27/Pid.B./2012/PN. CLP) | Tindak pidana pencabulan dan perkosaan dialami korban SM binti Moch. Suwito. yang dilakukan oleh Terdakwa I Bayu Dwi Purnomo dan Terdakwa II Azzam Hanifan Husain. Atas perbuatan tersebut, Terdakwa I didakwa telah melakukan tindak pidana “turut serta melakukan pemerkosaan” sedangkan Terdakwa II didakwa telah melakukan tindak pidana “turut serta melakukan cabul”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur-unsur Pasal 285 KUHP jo Pasal 55 ayat (1), unsur-unsur Pasal 289 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) KUHP dan dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana terhadap pelaku tindak pidana pemerkosaan dan perbuatan cabul dengan penyertaan dalam Putusan Pengadilan Negeri Cilacap Nomor 27/Pid.B./2012/PN. CLP. Metode penelitian dengan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian deskriptif, dan analisis data dengan menggunakan metode analisis normatif kualitatif. Berdaskan hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa perbuatan Terdakwa I Bayu Dwi Purnomo yang melakukan tindak pidana ”turut serta melakukan perkosaan”, memenuhi unsur-unsur Pasal 285 KUHP jo Pasal 55 ayat (1), yaitu: unsur ”barangsiapa”, unsur ”dengan kekerasan atau dengan ancaman kekerasan memaksa seorang wanita yang bukan istrinya bersetubuh dengan dia”. unsur ”mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan tindak pidana itu”. Perbuatan Terdakwa II Azzam Hanifan Husain yang melakukan tindak pidana “turut serta melakukan pencabulan”, memenuhi unsur-unsur Pasal 289 KUHP jo Pasal 55 ayat (1), yaitu: unsur ”barangsiapa”, unsur ”dengan kekerasan atau dengan ancaman kekerasan memaksa seseorang untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, diancam karena melakukan perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan” dan unsur ”mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan tindak pidana itu”. Dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana terhadap pelaku tindak pidana pemerkosaan dan perbuatan cabul dengan penyertaan dalam Putusan Pengadilan Negeri Cilacap Nomor 27/Pid.B./2012/PN. CLP adalah: Pertimbangan yuridis, meliputi: 1) Bukti Formal, meliputi yang meliputi: a) Terpenuhinya unsur-unsur tindak pidana pemerkosaan dan turut serta melakukan perbuatan cabul; b) Mampu bertanggung jawab; c) Tidak ada alasan pemaaf dan pembenar; d) Dasar mengadili dan memutus perkara, 2) Hasil Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) Anak; dan 3)Nilai-Nilai yang ada didalam Masyarakat. Pertimbangan sosiologis, meliputi: 1) Para Terdakwa masih anak-anak; 2) Para Terdakwa belum pernah dihukum; 3) Para Terdakwa mengakui kesalahannya dan menyesali perbuatannya. | Criminal act of indecent and rape is experienced by victim of SM binti Moch. Suwito that is conducted by Suspected I Bayu Dwi Purnomo and Suspected II Azzam Hanifan Husain. For that actions, the suspected I is charged he has conducted the criminal act “participates in doing the rape” and Suspected II is charged that he has conducted the criminal act ‘participates and conducts the indecent act”. This research aims to find out the implementation of the element in Article 285 KUHP jo Article 55 subsection (1), the elements rtcile 289 KUHP jo Article 55 subsection (1) KUHP and foundation of law consideration of judge in punishing the sanction of criminal act to the suspected of criminal act of rape and indecent act wit h the participation in the Decision of Public Court of Cilacap Number 27/Pid.B./2012/PN.CLP. Method of research uses the method of normative juridical approach, descriptive research specification, and data of analysis uses the method of qualitative normative analysis. Bases on the result of research and discussion it can be concluded tat the act of the Suspected I Bayu Dwi Purnomo that conducts the criminal act “participates in doing rape”, it fulfils the elements of Article 285 KUHP jo Article 55 subsection (1), that is: the element of “Who”. Element of “with force or with threat of force to the women who she is not his wife to do the intercourse act with him”. Element of “them who conducts, commands to do, and who participates in doing criminal act”. The act of the Suspected II Azzam Hanifan that conducts the criminal act “participates in doing the indecent”, he fulfils the elements in article 289 KUHP jo Article 55 subsection (1), that is t he elements of “who”, element of “with force or with threat of force to ask someone to do or allowing in doing the indecent act, threaten because dong the act that assails honor values” and element of “them who do, commands to do, and participates in doing the criminal act”. The basic of law consideration of judge in punishing the sanction of criminal act to the suspected of rape and indecent act with participation in the Decision of Public Court of Cilacap Number 27/Pid.B./2012/PN. CLP is: Juridical consideration, involves: 1) Formal Evidence, involves that involves: a) fulfilled the elements of criminal act of rape and participates in doing the indecent act; b) afford to responsible; c) no any reason of forgiver and corrector; d) basic of judgment and decide the case, 2) The result of public research (Litmas) of children; and 3) Values That is the community. Sociological consideration, involves: 1) The suspects still being children; 2) the Suspects have been not punished in jail; 3) The suspects admit their mistakes and regret their act. | |
| 9106 | 10530 | G1A010096 | EVALUASI PENEGAKAN DIAGNOSIS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN CILACAP TAHUN 2013 | Latar Belakang. Angka kejadian DBD di Kabupaten Cilacap pada tahun 2013 sebanyak 820 kasus dengan 9 kasus kematian. Diagnosis DBD ditegakkan berdasarkan diagnosis klinis (kriteria kLatar Belakang. Angka kejadian DBD di Kabupaten Cilacap pada tahun 2013 sebanyak 820 kasus dengan 9 kasus kematian. Diagnosis DBD ditegakkan berdasarkan diagnosis klinis (kriteria klinis dan laboratorium) serta diagnosis laboratorium menurut WHO tahun 2011. Akan tetapi, dicurigai masih terdapat 10%-20% kasus DBD di Kabupaten Cilacap pada tahun 2013 yang kurang sesuai dengan kriteria diagnosis WHO tahun 2011. Tujuan. Mengevaluasi penegakan diagnosis Demam Berdarah Dengue (DBD) di RSUD Kabupaten Cilacap tahun 2013. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif. Sampel penelitian adalah pasien RSUD Kabupaten Cilacap tahun 2013 yang didiagnosis menderita penyakit DBD. Checklist berisi kriteria diagnosis DBD dari WHO 2011 digunakan untuk dibandingkan dengan rekam medik pasien. Hasil. Terdapat 47 kasus yang belum memenuhi kriteria penegakan diagnosis DBD menurut WHO tahun 2011, sedangkan sebanyak 85 kasus sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan WHO tahun 2011. Kesimpulan. Terdapat 35,6% diagnosis pasien DBD di RSUD Kabupaten Cilacap pada tahun 2013 belum memenuhi kriteria penegakan diagnosis DBD menurut WHO tahun 2011, sedangkan diagnosis pada 64,4% pasien DBD di RSUD Kabupaten Cilacap tahun 2013 sudah memenuhi kriteria penegakan diagnosis DBD menurut WHO tahun 2011. | Background. The incidence of DHF at Cilacap district in 2013 is 820 cases and 9 deaths. According to World Health Organization in 2011, DHF diagnosis based on clinical criteria and laboratory test of patient. However, there is about 10% -20% cases of DHF in 2013 did not match WHO diagnosis criteria. Objective. Evaluate the diagnosis of dengue hemorrhagic fever (DHF) at Cilacap hospital in 2013. Method. This study is an observational study with descriptive design. Samples were taken from Cilacap hospital that were diagnosed with DHF. Diagnosis criteria of DHF by WHO in 2011 will be compared with patient's medical record. Results. There are 47 cases which do not meet the criteria for diagnosis of DHF according to the WHO in 2011, while as many as 85 cases already meet the criteria. Conclusion. There are about 35.6% diagnosis of DHF at Cilacap hospital in 2013 that were not met the criteria for diagnosis of DHF according to the WHO year 2011, while the diagnosis in 64.4% of patients with DHF at Cilacap hospital in 2013 has met the criteria for diagnosis of DHF according to the WHO year 2011. | |
| 9107 | 11365 | A1L009171 | PENGARUH JENIS DAN LAMA PERENDAMAN SETEK DAUN WIJAYA KUSUMA PADA EKSTRAK BAWANG MERAH, EKSTRAK JAGUNG MUDA DAN URIN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN | Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pengaruh jenis ekstraksi hormon alami terhadap pertumbuhan setek daun wijaya kusuma (2) Mengetahui pengaruh lamanya waktu perendaman terhadap pertumbuhan setek daun wijaya kusuma (3) Mengetahui jenis ekstraksi hormon alami dengan lama waktu perendaman yang optimal terhadap pertumbuhan setek daun wijaya kusuma. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Grendeng Purwokerto Utara dengan ketinggian tempat 70 mdpl. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan September sampai bulan November 2014. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga kali ulangan. Faktor yang diteliti yaitu macam hormon alami dan lama perendaman. Variabel yang diamati terdiri atas kecepatan tumbuh tunas, jumlah daun, panjang tunas, bobot basah daun, bobot kering daun, akar terpanjang, jumlah akar volume akar, bobot basah akar dan bobot kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian hormon alami tidak memberikan pengaruh terhadap semua variabel setek daun wijaya kusuma. Perlakuan lama perendaman tidak memberikan pengaruh terhadap semua variabel setek daun wijaya kusuma. Tidak terdapat interaksi antara hormon alami dan lama waktu perendaman terhadap semua variabel pengamatan | This study attempts to ( 1 ) to examine influence the type of extraction a naturally on the growth of setek leaves wijaya kusuma ( 2 ) to examine the influence of the length of time a soaking on the growth of setek leaves wijaya kusuma ( 3 ) to examine the type of extraction a naturally with long time soaking optimal on the growth of setek leaves wijaya kusuma. Research carried out in purwokerto urban village grendeng north with a height place 70 m dpl. This study was conducted from september until november 2014. This study using random design group ( a shelf ) by three orders of remedial. Factors to be researched namely sorts of a naturally and long immersion. A variable whose observed consists of the speed of the growing bud, number of leaves, long shoots, wet leaves weight, dried leaves of the weight, the root of the longest, the number of the root of the volume of the root, the weighting of wet roots and the weighting of the dried root of the. The research results show that the provision of treatment a naturally not to exert an influence upon all the variables setek leaves wijaya kusuma. Old treatment soaking not to exert an influence upon all the variables setek leaves wijaya kusuma. There is no interaction between a naturally and long time soaking against all the variables observation. | |
| 9108 | 11494 | E1A010046 | TINJAUAN HUKUM INTERNASIONAL TERHADAP PERLINDUNGAN ZONA DEMILITERISASI (KAJIAN TENTANG KOREAN DEMILITARIZED ZONE) | Perang merupakan hal yang sudah tidak asing lagi dalam sejarah peradaban manusia. Adanya perang yang terjadi dari masa ke masa menghasilkan suatu peraturan yang mencakup sarana dan tatacara berperang yang baik dan bermoral yaitu hukum humaniter internasional. Perkembangan hukum humaniter internasional semakin berkembang dimana terdapat peraturan yang mengatur mengenai demilitarized zone. Salah satu demilitarized zone yang masih berlangsung sampai sekarang adalah Korean demilitarized zone, dimana daerah tersebut adalah daerah yang rawan konflik. Melihat hal tersebut maka dapat dirumuskan masalah berupa bagaimanakah perlindungan Korean demilitarized zone menurut hukum internasional? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan legis positivis, spesifikasi deskriptif, lokasi penelitian di Unit Perpustakaan Terpadu UNSOED, Pusat Informasi Ilmiah Fakultas Hukum UNSOED, United Nation Information Center, media internet, data berupa data sekunder, metode analisa menggunakan metode yuridis kualitatif yaitu data yang diperoleh dianalisa berdasarkan hukum yang relevan dengan masalah dan didukung dengan doktrin. Hasil penelitian dan pembahasan dapat diperoleh jawaban sebagai berikut: • Praktik perlindungan terhadap demilitarized zone telah dilaksanakan oleh berbagai pihak, terutama pihak-pihak yang terikat dalam perjanjian pembentukan suatu daerah demilitarized zone. • Pembentukan serta perlindungan Korean demilitarized zone telah diatur dalam Korean Armistice Agreement dimana kedua belah pihak yaitu Korea Utara dan Korea Selatan mengatur serta melindungi secara bersama-sama kawasan Korean demilitarized zone, dengan ketentuan kedua belah pihak tidak boleh memasuki dan melakukan kegiatan militer dalam kawasan Korean demilitarized zone. • Praktik perlindungan terhadap Korean demilitarized zone telah dilakukan oleh kedua negara dan pihak-pihak lain. | Abstract War isn’t something odd in history of human civilization. The existence of war in every generation of human history, developed some regulation about rule of war called international humanitarian law. The development of international humanitarian law is progressively which there is a regulation that regulate some special zone called demilitarized zone. One of the demilitarized which exist until now is Korean demilitarized zone, where the zone is prone to conflict. Because of it we can formulate some issues about how is the protection of Korean demilitarized according to international law? The method that use in this study is normative juridical with legis positivis approach, descriptive specification, the study take place in UNSOED Integrated Center Library, Law Faculty UNSOED Scientific Information Center, United Nation Information Center and internet media, the data is secondary data, the analysis method using qualitative juridical which the gathered data analyzed based on the relevant legal issues and is supported by doctrine. Result of research and discussion can be obtained as follows reply: • The Practice of protection against demilitarized zone have been implemented by the various parties , especially those who are bound in the establishment of a regional agreement demilitarized zone. • Establishment and protection of the Korean demilitarized zone has been set in the Korean Armistice Agreement in which both parties that North Korea and South Korea set up and jointly safeguard regional Korean demilitarized zone , provided that both parties could not enter and conduct military activities in the Korean demilitarized zone . • The practice of protection against Korean demilitarized zone has been carried out by both the state and other parties . | |
| 9109 | 9308 | C1K009023 | Effect of Knowledge Sharing and Feedback on Intrinsic Motivation Toward Organizational Commitment | Penelitian ini berjudul "Pengaruh berbagi ilmu pengetahuan dan umpan balik terhadap Motivasi Intrinsik Terhadap Komitmen Organisasi". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh berbagi pengetahuan dan umpan balik terhadap motivasi intrinsik terhadap komitmen organisasi. Populasi dalam penelitian ini adalah beberapa karyawan Departemen Luar Negeri Indonesia di Jakarta. Jumlah sampel yang digunakan adalah 100 karyawan dari Departemen Luar Negeri Indonesia yang berada di Jakarta yang terpilih sebagai responden penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan analisis regresi berganda dan sederhana, kesimpulannya adalah: (1) Berbagi pengetahuan dan umpan balik secara positif berhubungan dengan motivasi intrinsik (2) Motivasi intrinsik berhubungan positif dengan komitmen afektif (3) Motivasi intrinsik berhubungan positif tetapi tidak signifikan terkait dengan komitmen berkelanjutan (4) motivasi intrinsik berhubungan positif dengan komitmen normatif. Implikasi dari kesimpulan di atas adalah Indonesia Departemen Luar Negeri di Jakarta perlu memperhatikan berbagi pengetahuan antar karyawan dan budaya umpan balik dalam organisasi mereka. Cara ini dapat dilakukan dengan memberikan seminar secara berkala dan memberikan kompensasi bagi karyawan yang menghadiri seminar itu dan mendorong mereka untuk memberikan umpan balik satu sama lain untuk meningkatkan kinerja mereka pada tugas berikutnya diberikan. Dan juga untuk meningkatkan komitmen organisasi karyawan mereka harus membayar perhatian pada motivasi intrinsik karyawan. Cara-cara dilakukan dengan menyediakan karyawan lebih keterlibatan mengenai tujuan dan nilai-nilai organisasi, memberikan mereka rasa tantangan dan merasa bahwa kontribusi mereka dihargai oleh organisasi. | ABSTRACT This research is entitled "Effects of Knowledge Sharing and Feedback on Intrinsic Motivation Toward Organizational Commitment". The purpose of this study is to examine the effect of knowledge sharing and feedback on intrinsic motivation toward organizational commitment. The population in this study are several employees Indonesian Ministry of Foreign Affairs in Jakarta. The number of samples to be used is 100 employee of Indonesian Ministry of Foreign Affairs in Jakarta chosen as the respondents of research. Based on the result of research and data analysis using multiple and simple regression analysis, the conclusion is: (1) Knowledge sharing and feedback is positively related to intrinsic motivation (2) Intrinsic motivation is positively related to affective commitment (3) Intrinsic motivation is positively but not significant related to continuance commitment (4) Intrinsic motivation is positively related to normative commitment. The implication of the conclusion above is Indonesian Ministry of Foreign Affair in Jakarta needs to pay attention on the employee knowledge sharing and feedback culture in their organization. The way can be done by giving them seminar periodically and give compensation for the employee attending that seminar and encourage them to give feedback to each other to increase their performance on the next task given. And also to increase employee's organizational commitment they have to pay attention on employee's intrinsic motivation. The ways be done by provide employees more engagement regarding the organization's goals and values, giving them sense of challenge and feels that their contribution valued by the organization. | |
| 9110 | 9309 | C1K010017 | THE EFFECT OF BRAND IMAGE, SERVICE QUALITY AND PERCEIVED PRICE ON CUSTOMER LOYALTY THROUGH CUSTOMER SATISFACTION AS MEDIATION VARIABLE (STUDY ON ISTANA CARINDO HONDA MOBIL) | Tujuan penelitian dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh citra merek, kualitas layanan serta harga pada kepuasan pelanggan dan untuk menganalisis pengaruh kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan. Jenis penelitian ini adalah metode survey. Penelitian ini dilakukan di daerah Purwokerto dan Istana Carindo Honda Mobil di Jl. S. Parman, Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas. Populasi dari penelitian ini adalah pelanggan dari Istana Carindo Honda Mobil. Ukuran sampel dari penelitian ini adalah 110 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. Selain itu, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modelling (SEM) analisis. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa citra merek, kualitas layanan serta harga memiliki efek positif pada kepuasan pelanggan dan kepuasan pelanggan memiliki efek positif terhadap loyalitas pelanggan. Berdasarkan kesimpulan, dapat implementasikan bahwa sebagai upaya untuk meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan, manajemen Istana Carindo Honda Mobil di Purwokerto perlu memprioritaskan pada merek, kualitas layanan dan kebijakan harga sebagai upaya untuk meningkatkan loyalitas pelanggan . | ABSTRACT Research purposes of current study are to analyze the effect of brand image, service quality as well as price on customer satisfaction and to analyze the effect of customer satisfaction on customer loyalty. Type of this research is a survey method. This research is conducted at Purwokerto area and Istana Carindo Honda Mobil in Jl. S. Parman, South Purwokerto, Banyumas Regency. Population of this research is customers of Istana Carindo Honda Mobil. So the sample size of this research of 110 respondents. The sampling technique uses convenience sampling. Furthermore, the technique of data analysis that used in this research is Structural Equation Modelling (SEM) analysis. Based on the result of data analysis, it can be concluded that brand image, service quality as well as perceived price has a positive effect on customer satisfaction and so customer satisfaction has a positive effect on customer loyalty. Based on the conclusions, it can be implied that as an effort to increase the customer satisfaction level, the management of Istana Carindo Honda Mobil in Purwokerto needs to make priority on brand, service quality and price policies as an effort to increase the customer loyalty. | |
| 9111 | 9310 | B1J007113 | viabilitas bakteri asal biofertilizer komersial pada media carrier alami berbeda dan kemampuannya dalam mengendalikan Fusarium oxysporum pada tanaman cabai (Capsicum annum L.) | Biofertilizer merupakan inokulum mikroorganisme tanah yang berfungsi sebagai pengubah senyawa organik menjadi senyawa anorganik. Mikroorganisme tumbuh baik pada media yang mengandung banyak nutrisi. Media alami dapat digunakan untuk pertumbuhan bakteri secara optimal, karena memiliki kandungan C, H, O dan N yang berguna untuk menyusun protoplasma bakteri. Air kelapa, cocopeat dan bonggol pisang merupakan bahan yang mengandung nutrisi cukup banyak, sehingga memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai media carrier. Banyaknya kandungan nutrisi dalam media carrier akan meningkatkan viabilitas bakteri secara maksimal berdampak pada peningkatan biosintesis metabolit yaitu molekul yang disintesis oleh mikroba yang bersifat sebagai nutrien darurat untuk bertahan hidup atau juga sebagai antibiotik. Peningkatan biosintesis ini akan menambah kandungan hara pada tanah dan juga dapat digunakan sebagai mikroba antagonis yang mampu mengendalikan patogen Fusarium oxysporum penyebab layu pada tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media carrier alami terhadap viabilitas mikroba biofertilizer komersial, mengetahui jenis media carrier alami yang mendukung viabilitas bakteri asal biofertilizer komersial tertinggi dan mengetahui kemampuan bakteri asal biofertilizer komersial dalam menghambat patogen F. oxysporum pada tanaman cabai (Capsicum annum). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari empat penginokulasian mikroba biofertilizer pada media carrier alami yang berbeda yaitu: media alami Air Kelapa; media alami Bonggol Pisang; media alami Cocopeat dan media alami Campuran dari ketiga bahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media carrier alami berpengaruh terhadap peningkatan viabilitas mikroba bioertilizer. Viabilitas tertinggi terjadi pada bakteri Peseudomonas spp. yang diinokulasikan pada media bonggol pisang (BP) dengan nilai viabilitas 25,63%. Perlakuan biofertilizer komersial dalam menekan pertumbuhan patogen F. oxysporum pada tanaman cabai (C. Annum) tidak berbeda nyata berdasarkan uji F pada taraf 5%. | Biofertilizer is an inoculum of soil microorganisms that serve as modifiers of organic compounds into inorganic compounds. Microorganisms grow well on medium containing many nutrients. Natural media can be used to optimize bacterial growth, because they contain C, H, O and N that are useful for preparing bacterial protoplasm. Coconut water, cocopeat and banana weevil an materials that contain enough nutrients, making them to be used as a carrier medium. The amount of nutrient content in the carrier media will improve the viability of the bacteria to the maximum impact on increasing biosynthesis metabolite synthesized by microbes that act as nutrients for survival reseve as well as antibiotic. The increased biosynthesis of this will supely nutrient content of the soil and it can also be used as a microbial antagonist which is capable of controlling Fusarium oxysporum causing plant wilt. The purposes of this study are to determine the effect of natural carrier media on the viability of microbes from biofertilizer, and know the natural carrier media type that supports the viability of bacteria from the highest commercial biofertilizer and determine the ability of bacterial origin commercial biofertilizer in inhibiting pathogenic F. oxysporum in pepper. This research is ekspiremental with a completely randomized design (CRD). Treatment includes the manufacture of biofertilizer tested using different natural carrier madium consisting of coconut water, banana weevil, cocopeat and mixture of all three. The results showed that the natural carrier of medium influence on the increase in microbial viability bioertilizer. The highest viability occurs in bacteria Peseudomonas spp. were inoculated on the medium banana weevil (BP) with a value of 25.63% viability. Commercial biofertilizer treatments in suppressing the growth of pathogenic F. oxysporum in pepper (C. annuum) was not significantly different by the F test at the 5% level. | |
| 9112 | 5401 | P2BA11033 | KUALITAS SPERMATOZOA ITIK LOKAL (Anas platyrhynchos) PASCA PENGAWETAN DALAM EKSTENDER BERBEDA DIKOMBINASI KRIOPROTEKTAN GLISEROL BERBAGAI KONSENTRASI | Budidaya itik memberikan keuntungan besar, sehingga budidaya itik harus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan telur dan daging yang besar. Salah satu itik yang banyak dibudidayakan adalah itik lokal (Anas platyrhyncos). Semakin meningkatnya permintaan, diperlukan teknologi untuk menghasilkan bibit unggul dalam jumlah banyak dan waktu singkat dengan inseminasi buatan. Spermatozoa yang digunakan untuk inseminasi buatan, dapat berasal dari prosedur memelihara motilitas dan viabilitasnya. Teknologi pengawetan spermatozoa berguna memperpanjang viabilitas dan motilitas spermatozoa. Agar kemampuan spermatozoa untuk bertahan hidup lebih lama selama pengawetan temperatur rendah dilakukan penambahan ekstender seperti Ringer Laktat, Tris dan PBS serta krioprotektan gliserol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motilitas, viabilitas dan morfologi spermatozoa itik lokal pasca pengawetan dalam berbagai ekstender dikombinasi dengan krioprotektan gliserol berbagai konsentrasi. Penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap 3x5x7 factorial, faktor pertama : jenis ekstender (Ringer laktat, Tris dan PBS), factor kedua : perlakuan konsentrasi Gliserol (0%, 2%, 4%, 6% dan 8) dan lama penyimpanan (0,1,2,3,4,5,6 hari). Data dianalisis ragam (ANOVA) dengan software SPSS versi 17. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa penggunaan ekstender PBS merupakan ekstender terbaik dalam memelihara motilitas dan viabilitas spermatozoa, sedangkan konsentrasi 2-8% memberikan pengaruh yang sama baiknya dalam mempertahankan motilitas dan viabilitas spermatozoa. Sedangkan gliserol 8% dalam ringer laktat lebih baik dalam mempertahankan morfologi spermatozoa normal. | The cultivation of ducks provide an economic advantage, so the duck cultivation should be developed to meet the large needs of from eggs and meat. One of the ducks that are widely cultivated is local ducks (Anas platyrhyncos). The increasing demand needs technologies to produce Day Old Duck in large quantities and short time by artificial insemination. Spermatozoa used for artificial insemination, could be derived from sperm preservation biotechnology. Technology of spermatozoa preservation is useful to maintain or extend their viability and motility of those spermatozoa. In order to maintain spermatozoa for longer surviving during low temperature preservation, extenders such as Ringer's lactate, Tris and PBS and cryoprotectant glycerol usually were applied. This study aims to asses motility, viability and morphology of local ducks spermatozoa after preservation six days treatment in different extenders in combination with various concentrations of cryoprotectant glycerol. The research method was experimental method, completely randomized design, 3x5x7 factorial, first factor was the type of extender, the second factor was the five concentration of cryoprotectants and the third factor was days of storage. Data of motility, viability and morphology of spermatozoa were analyzed using analysis of variance (ANOVA). It was concluded that glycerol at concentration of 2 - 8% in combination with extender in maintaining motility, viability and morphology of spermatozoa of local ducks (gliserol 2-8% in PBS good for maintaining motility and viability, gliserol 8% in Lactat Ringer good for maintaining normal spermatozoa | |
| 9113 | 9311 | B1J007145 | KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN MAKROZOOBENTHOS DI KOLAM IKAN BEKAS PENAMBANGAN PASIR BESI DESA KARANGBENDA ADIPALA CILACAP | Keberadaan suatu organisme pada habitatnya berkorelasi dengan daya dukung kondisi lingkungan yang sesuai. Pencemaran terhadap organisme perairan akan mengakibatkan menurunnya keanekaragaman dan kelimpahan spesies pada lokasi yang terkena dampak pembuangan limbah, salah satu organisme biotik yang dimungkinkan terkena dampaknya adalah bentos. Berdasarkan sifat hidupnya bentos dapat dibedakan menjadi fitobentos dan zoobentos. Zoobentos adalah hewan yang sebagian besar hidupnya berada pada sedimen atau di dekatnya. Zoobentos sendiri terbagi menjadi beberapa golongan, salah satunya adalah makrozoobentos. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan, keanekaragaman dan kulitas air kolam ikan makrozoobentos di kolam ikan bekas penambangan pasir Desa Karangbenda Adipala Kabupaten Cilacap. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Karangbenda Adipala Cilacap. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan rancangan acak terpilih, untuk perlakuannya adalah sampel diambil sebanyak 3 kali ulangan pada tiap kolam menggunakan Eckman grab kemudian dipindahkan ke dalam saringan makrobentos No 20, selanjutnya makrozoobentos yang diperoleh dimasukan ke dalam botol sampel yang telah diberi larutan formalin. Makrozoobentos yang diperoleh kemudian diidentifikasi menggunakan buku identifikasi dari Edmondson (1959) di Laboratorium Biologi Akuatik Fakultas Biologi dan dihitung nilai kelimpahan, kelimpahan relatif dan nilai indeks keanekaragaman menggunakan Shannon-Wiener. Makrozoobentos yang diperoleh selama penelitian sebanyak 5 spesies yang terbagi dalam 4 famili yaitu Potamidideae, Cerithiideae, Turitellideae dan Terebrideae. Kelimpahan seluruh spesies pada stasiun kolam I berkisar antara 86,02 Ind/m2– 4903,23 ind/m2 dan nilai kelimpahan relatif antara 0,2 – 0,89%. Nilai kelimpahan stasiun kolam II adalah sebanyak 2451,61 dan 602,15 ind/m2, dengan nilai kelimpahan relatif sebesar 0,79% dan 0,19%. Pada stasiun kolam III ditemukan 3 spesies dengan nilai kelimpahan berkisar antara 43,01 ind/m2 – 3397,85 ind/m2 dan nilai kelimpahan relatif antara 0,01%,-0,72%. | The existence of an organism in its habitat carrying capacity correlated with the appropriate environmental conditions. The acquatic organism will result in decreased od diversity and abundance of species in the affected areas of waste disposal, one of the possible biotic organisms are affected is benthos. Based on the nature of benthic life can be divided into fitobentos and zoobentos. Zoobentos are animals most of her life being on or in the sediments nearby. Zoobentos is divided into several groups, one of which is macrozoobenthos. The purpose of this study was to determine the abundance, diversity and quality of water in a fish pool of macrozoobenthos in the village of karangbenda Adipala Cilacap. Location of the research conducted in the village of Karangbenda Adipala Cilacap. The method used was a survey method with a randomized design was selected, for the treatment of the sample is taken 3 times a replicate of each pool using Eckman grab then moved into the No. 20 sieve of makrobentos, subsequently acquired makrozoobentos inserted into the sample bottles that had been treated with formalin. Macrozoobenthos were then identified using identification books from Edmondson (1959) at the Laboratory of Aquatic Biology Faculty of Biology and the calculated value of the abundance, relative abundance and diversity index values using the Shannon-Wiener. Macrozoobenthos were obtained during the experiment were divided by 5 species in 4 families that Potamidideae, Cerithiideae, Turitellideae and Terebrideae. The abundance of all species in the station I ranged from 86.02 Ind/m2- 4903.23 ind/m2 and the value of relative abundance between 0.2% - 0.89%. The value of an abundance of station II is 2451.61 and 602.15 ind/m2, with a relative abundance value is 0.79% and 0.19%. At station III found 3 species with abundance values ranged from 43.01 ind/m2 - 3397.85 ind/m2 and relative abundance values between 0.01% - 0.72%. | |
| 9114 | 9312 | H1D009065 | IDENTIFIKASI TINGKAT RISIKO DAERAH RAWAN TSUNAMI WILAYAH KECAMATAN ADIPALA BERDASARKAN BAHAYA ALAM DAN KERENTANAN | Cilacap, sebagai salah satu kabupaten yang berada di pesisir selatan Jawa Tengah tergolong dalam daerah rawan bencana tsunami menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hal ini dikarenakan Cilacap mempunyai bentuk berupa teluk yang menyempit yang merupakan salah satu ciri daerah yang rawan terhadap tsunami. Seperti saat terjadi tsunami Pangandaran pada tahun 2006, Kabupaten Cilacap juga mengalami kerusakan yang cukup parah. Salah satu kecamatan yang terkena gelombang tsunami adalah Kecamatan Adipala. Berdasarkan kondisi tersebut, maka perlu dilakukan identifikasi tingkat resiko daerah rawan tsunami di Kecamatan Adipala berdasarkan bahaya alam dan kerentanan. Indentifikasi tingkat risiko daerah rawan tsunami dilakukan dengan mengkompilasi tingkat bahaya alam dan tingkat kerentanan. Tingkat bahaya diperoleh dari potensi rendaman dan perkiraan rendaman yang akan terjadi. Tingkat kerentanan diperoleh dengan menjumlahkan faktor-faktor kerentanan. Faktor-faktor kerentanan terdiri dari kelas penggunaan lahan, kelas ketinggian, kelas jarak dari pantai, kelas kepadatan penduduk, dan kelas peluang evakuasi. Berdasarkan analisis yang dilakukan diperoleh hasil bahwa Desa Bunton merupakan desa yang memiliki tingkat bahaya tertinggi dengan perkiraan jarak rendaman sejauh 1417,07 m. Berdasarkan tingkat kerentanan, Desa Gombolharjo memiliki nilai presentase daerah sangat rentan tertinggi, yaitu sebesar 20% dan Desa Karangbenda memiliki nilai presentase daerah tidak rentan tertinggi, yaitu sebesar 22,86%. Berdasarkan tingkat risiko, Desa Bunton memiliki nilai presentase daerah sangat berisiko tertinggi, yaitu sebesar 19,03%, kemudian Desa Gombolharjo sebesar 11,63%, dan Desa Wlahar sebesar 2,87%. Desa Karangbenda memiliki nilai presentase daerah yang tidak beresiko tertinggi, yaitu sebesar 55,57%. | Cilacap is regency in the southern coast of Central Java belongs to the tsunami prone areas according to The National Disaster Management Board (BNPB). Cilacap was a narrowing bay that is one of characteristic of tsunami prone areas. Such as the time of the tsunami Pangandaran in 2006, Cilacap also suffered substantial damage. One of subdistrict that have been affected by the tsunami waves is Adipala. Based on that condition, it is needed to do risk level identification of tsunami prone areas in Adipala Subdistrict based on natural hazard and vulnerability Risk level identification of tsunami prone area was done by compiling the level of natural hazard and the level of vulnerability. The danger level is obtained from the potential marinade and estimated marinade that will occur. The level of vulnerability is obtained by summing the vulnerability factors. The vulnerability factors consist from land use, altitudes, distance from shore, population density, and the chances of evacuation classes. Based on the analisys, the result obtained that Bunton village has the highest danger with the estimate distance of marinade as far as 1417,07 meters. Based on the level of vulnerability, Gombolharjo village has the highest percentage of the very vulnerable areas by 20% and Karangbenda village has the highest percentage of the not vulnerable areas by 22,86%. Based on the level of the risk, Bunton village has the highest percentage of the very risky areas by 19,03%, then Gombolharjo village has the second highest percentage by 11,63%, and Wlahar village has the third highest percentage by 2,87%. Karangbenda village has the highest percentage of the not risky areas by 55,57%. | |
| 9115 | 10709 | F1C011036 | Kesenjangan Kepuasan dalam Pemenuhan Kebutuhan Informasi Politik dan Hukum Melalui Portal Berita Online Detik.com | Kemajuan teknologi telah memungkinkan informasi apa pun dapat diperoleh dengan mudah. Pada tahun 2014 yang merupakan tahun politik ini telah memunculkan banyaknya berita atau informasi terkait dengan politik dan hukum pada media cetak dan elektronik, termasuk portal berita online detik.com. Seperti yang diungkapkan teori Uses and Gratification bahwa dalam menggunakan media, khalayak selalu memiliki motif sebelum menggunakan detik.com (Gratification Sought) dan merasakan kepuasan setelah menggunakan detik.com (Gratification Obtained). Antara kepuasan yang dicari dan yang diperoleh tersebut, terkadang memunculkan kesenjangan. Hal ini lah yang mendasari penulis untuk melakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesenjangan kepuasan antara motif dan kepuasan yang diperoleh dalam memenuhi kebutuhan informasi politik dan hukum melalui portal berita online detik.com. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan menggunakan kuisioner yang disebarkan kepada 82 orang mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Unsoed. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, secara keseluruhan tidak adanya perbedaan rata-rata kepuasan antara yang dicari dan yang diperoleh. Namun, apabila dilihat pada tiap komponen terdapat perbedaan rata-rata kepuasan pada komponen dorongan rasa ingin tahu, di mana rata-rata GO yang jauh lebih besar menunjukkan bahwa pada komponen tersebut kemampuan detik.com untuk memenuhi kebutuhan pembacanya lebih kuat dibandingkan dengan komponen lainnya. Kedua, berdasarkan hasil uji kesenjangan dapat diketahui bahwa dari 11 indikator kebutuhan, terdapat 3 indikator yang tidak mampu dipenuhi oleh detik.com, yaitu untuk memenuhi kebutuhan akan informasi politik dan hukum, ingin up to date mengenai isu-isu politik dan hukum, dan kebutuhan untuk menambah referensi dalam memperkuat pendapat atau opini tentang sesuatu. | Advances in technology have allowed any information can be obtained easily. In 2014 which is a political year has led to many news or information related to politics and the law on the print and electronic media, including online news portal detik.com. As Uses and Gratification theory said that in using the media, the audiences always have motives before using the media (Gratification Sought) and feel satisfaction after using the media (Gratification Obtained) which is detik.com. Sometimes, there is discrepancy between those gratifications. This is the reason why the authors do this research. This research aims to know the gratification discrepancy between the gratification sought and the gratification obtained to fulfill the political and legal information needs by using online news portal detik.com. The method used in this research is quantitative descriptive method and using questionnaires distributed to 82 students of Communication Fisip Unsoed. The results of this research, first, there was no difference in the mean between the gratification sought and the gratification obtained. However, when seen in each component there are differences in the mean gratification of the impulse of curiosity component, which is the GO mean is greater than GS shows that it has more ability to fulfill readers’ needs than other components. Second, based on the discrepancy test result can be seen that in 11 indicators of need, there are 3 indicators that cannot be fulfilled by detik.com, which is to fulfill the needs of political and legal information, want to be up to date on issues of politics and law, and the needs to increase the reference to reinforcing the opinion about something. | |
| 9116 | 9313 | H1C007066 | Perbaikan Kualitas Citra ULTRASONOGRAFI MEDIS (USG) pada Penderita Kanker Serviks | Ultrasonografi Medis (USG) merupakan suatu alat hasil dari perkembangan teknologi yang menghasilkan suatu citra yang digunakan untuk mendapatkan informasi pada penderita kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada area leher rahim yaitu bagian rahim yang menghubungkan rahim bagian atas dengan vagina. Usia rata-rata kejadian kanker leher rahim adalah 52 tahun. Citra adalah suatu gambar pada bidang dua dimensi yang memiliki kemiripan atau representasi dari suatu objek. Perbaikan kualitas citra (image enhancement) merupakan salah satu proses awal dalam pengolahan citra (image preprocessing). Perbaikan kualitas diperlukan karena seringkali citra yang dijadikan objek pembahasan mempunyai kualitas yang buruk, Operasi morfologi adalah salah satu operasi pada pengolahan citra yang berfungsi menghilangkan noise di dalam suatu citra. Penelitian diharapkan mendapatkan hasil citra USG pada penderita kanker serviks yang jelas agar mendapatkan informasi yang tepat. | Medical ultrasonography (USG) is a result of technological development tool which generates an image that used to obtain information on patients with cervical cancer. Cervical cancer is a cancer that occurs in the cervical area of the uterus that connects the uterus to the top of vagina. The average age incidence of cervical cancer is 52 years old. Citra is a two dimensions of image on a field that has a likeness or representation of an object. Improvement of image quality (image enhancement) is one of the initial processes in image processing (image preprocessing). the quality of the image Repairs necessary because often as object of image has poor quality, morphological operations is one of the operations on that image processing function to eliminate noise in an image, Research is expected to get the USG image in patients with cervical cancer that obviously order to get the right information. | |
| 9117 | 11101 | F1C008064 | Perempuan dalam Media (Studi Resepsi Mahasiswa Kota Purwokerto tentang Tayangan Mata Lelaki di Trans7) | Media massa menanamkan nilai-nilai dalam tiap produknya, termasuk pada media televisi. Khalayak pun pada dasarnya punya kuasa untuk menolak, menerima, atau menerima sebagian dan menolak sebagian lainnya. Penelitian ini meneliti hal tersebut menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menerapkan studi resepsi, khususnya metode diakronis. Metode pengumpulan data dilakukan dengan Focus Group Disucussion (FGD) dan wawancara mendalam. Informan ditetapkan dengan menggunakan teknik teknik purposive sampling dan dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan diferensiasi latar belakangnya. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah secara umum keseluruhan informan tidak menerima begitu saja pemaknaan yang ditawarkan oleh tayangan. Mereka secara kritis memaknai tayangan berdasarkan sudut pandang mereka masing-masing. Ditemukan beberapa pemaknaan yang dominan dari keseluruhan informan, yaitu terkait perempuan sebagai komoditas di media massa, sudut pandang media yang hanya melihat perempuan dari segi fisik, semakin lunturnya perempuan yang masih memegang erat budaya timur, dan yang terakhir adalah terjadinya bias gender di media massa. Ditemukan tiga faktor yang signifikan terhadap keberagaman pemaknaan informan, yaitu ketaatan terhadap norma-norma agama, latar belakang keharmonisan keluarga, dan latar belakang pendidikan. Sedangkan faktor yang tidak signifikan, yaitu faktor usia dan jenis kelamin. Terdapat persamaan penerimaan makna tentang penggambaran sosok perempuan dalam tayangan pada masing-masing kelompok informan. Persamaan penerimaan pesan tiap informan sebagian besar dipengaruhi oleh pengalaman, sikap, dan keyakinannya masing-masing. Dari hasil analisis spectrum of reading David Morley, kelompok negotiated reading terdiri dari sembilan informan yang tersebar dari ketiga kelompok. Sedangkan kelompok oppositional reading terdiri dari empat informan yang juga tersebar dari ketiga kelompok. Sementara tidak ditemukan satu pun informan yang masuk kelompok dominant reading. | Mass media inculcate values into their products, including on the television media. Audience were basically have the power to reject, accept, or partially accept and reject the others. This research investigate it using qualitative descriptive method by applying the reception analysis, especially diachronic method. As for the method of data collection was done by Focus Group Discussion (FGD) and in-depth interview. Informants determined by using purposive sampling technique and were divided into three groups based on their background differentiation. The results obtained from this study are generally whole informant not take for granted the meaning offered by impressions. They critically interpret their impressions based on their own viewpoint. Found some dominant meaning of the whole informant, which is related to women as a commodity in the media, the media perspective only see women in terms of physical, the erosion of women who still hold tight to eastern culture, and the latter is a gender bias in the media. There were three factors that significantly influence the diversity of meanings informants, namely adherence to the norms of religion, background family harmony, and educational background. While not a significant factor, there is the factor of age and gender. There is a common acceptance of the meaning of women figured in mass media on each group of informants. The common acceptance of the meaning on each informant largely influenced by the experiences, attitudes, and beliefs of each. From the analysis of the spectrum of reading by David Morley, reading negotiated group consists of nine informants spread of the three groups. While oppositional reading group consists of four informants were also spread from the three groups. Meanwhile not found any informant who included in dominant reading group. | |
| 9118 | 9314 | B1J010059 | KAJIAN TAKSONOMI TANAMAN DURIAN (Durio zibethinus Murr.) BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI DI KECAMATAN KEMRANJEN, BANYUMAS | Penelitian mengenai hubungan kemiripan durian (Durio zibethinus Murr.) berdasarkan karakter morfologi telah dilakukan di Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai dengan teknik pengambilan sampel secara acak terpilih di lima desa Kecamatan Kemranjen. Data yang diperoleh, diidentifikasi dan diamati karakter morfologinya kemudian dianalisis untuk diketahui hubungan kemiripan fenetik tanaman durian menggunakan metode UPGMA (Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Mean) dengan software MEGA 5. Hasil penelitian diperoleh 6 kultivar yang secara keseluruhan tersebar merata di lokasi penelitian, yakni durian Montong Kromo Banyumas, durian Montong Kani, durian Lokal Kuning, durian Sunan, durian Lokal Putih dan durian Lokal Kuningmas. Montong Kromo Banyumas merupakan kultivar asli daerah Banyumas dengan nama sinonim durian Bawor. Berdasarkan fenogram diperoleh dua kelompok kultivar durian. Kelompok I terdiri dari durian montong Kromo Banyumas dan durian Montong Kani. Kelompok II terdiri dari dua sub kelompok, sub kelompok I terdiri dari durian lokal kuning dan durian lokal putih, sedangkan sub kelompok II terdiri dari durian sunan dan durian lokal kuningmas. Hubungan kemiripan terdekat adalah durian Lokal Putih dan Lokal Kuning dengan nilai dissimilaritas 0,254. Hubungan kemiripan terjauh adalah durian montong kromo Banyumas dan lokal kuningmas dengan nilai dissimilaritas 2,048. | A research about the relationship amongt morphological characters of durian (Durio zibethinus Murr.) has been done in Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas. The research method was explorative survey in which the samplings were obtained through purposive random sampling technique in five villages of Kemranjen Kabupaten Banyumas. The data obtained, identified and observed morphologic character then analyzed to note the similarity relationships fenetik durian using methods UPGMA (Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Mean) with software MEGA 5. Result of this research obtained 6 cultivars were overall fairly spread on site research, i.e. durian Montong Kromo Banyumas, durian Montong Kani, durian Lokal Kuning, durian Sunan, durian Lokal Putih and durian Lokal Kuningmas. Montong Kromo Banyumas is cultivar original in Banyumas with the name sinonym is durian Bawor. Based on phenogram obtained there are two groups of durians. The first group consist of durian Montong Kromo Banyumas and durian Montong Kani. The Second group consists of two sub groups, sub group I consist of durian Lokal Kuning and durian Lokal Putih, sub group II consist of durian Sunan and Lokal Kuningmas. Closest relationship is between durian Lokal Kuning and durian Lokal Putih with a dissimilarity of 0,254. Farthest relationship is between durian Montong Kromo and durian Lokal kuningmas with a dissimilarity of 2,048. | |
| 9119 | 9257 | C1K010062 | ANALYZING THE EFFECT OF INTERNAL FACTORS ON VALUE OF FINANCIAL SECTOR COMPANIES LISTED AT INDONESIA STOCK EXCHANGE | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh Return on Investment, Earning per Share, Dividen per Share, Net Profit Margin, dan Return on Equity pada nilai perusahaan sektor keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Populasi penelitian adalah perusahaan sektor keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling, penelitian ini menggunakan 15 perusahaan sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda sebagai metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Return on Investment memiliki efek negatif pada Nilai Perusahaan; (2) Earning Per Share memiliki efek positif pada Nilai Perusahaan; (3) Dividen per Share tidak berpengaruh pada Nilai Perusahaan; (4) Net Profit Margin memiliki efek positif pada Nilai Perusahaan; (5) Return on Equity memiliki efek positif pada Nilai Perusahaan. | The aims of this research were to examine the effect of Return on Investment, Earning per Share, Dividend per Share, Net Profit Margin, and Return on Equity on value of financial sector companies listed at Indonesia Stock Exchange. The research population was financial sector companies listed at Indonesia Stock Exchange. Chosen by using purposive sampling method, this research used 15 companies as sample. This study used multiple regression analysis as the method. The result of this research indicated that: (1) Return on Investment has a negative effect on Firm Value; (2) Earning per Share has a positive effect on Firm Value; (3) Dividend per Share has no effect on Firm Value; (4) Net Profit Margin has a positive effect on Firm value; (5) Return on Equity has a positive effect on Firm value. | |
| 9120 | 9315 | B1J010014 | STUDI PEMANFAATAN TUMBUHAN PADA UPACARA ADAT KAMPUNG NAGA DI KABUPATEN TASIKMALAYA | Kampung Naga merupakan salah satu perkampungan adat di Indonesia yang masih bertahan dan memegang teguh adat istiadatnya. Salah satunya adalah pemanfaatan tumbuhan pada upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat Kampung Naga di Kabupaten Tasikmalaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui spesies tumbuhan dan pemanfaatannya dalam berbagai proses upacara adat pada masyarakat Kampung Naga dan mengetahui peran dan usaha masyarakat Kampung Naga dalam melestarikan keanekaragaman tumbuhan yang dimanfaatkan dalam upacara adat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik wawancara semi terstruktur terhadap kuncen/kepala adat, tokoh masyarakat, dan warga masyarakat sekitar mengenai hal-hal yang berhubungan dengan adat istiadat masyarakat Kampung Naga dalam pemanfaatan tumbuhan untuk upacara adat. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 25 spesies tumbuhan dari 15 familia yang dimanfaatkan oleh masyarakat pada upacara adat di Kampung Naga. Spesies tumbuhan tersebut dimanfaatkan masyarakat Kampung Naga pada upacara hajat sasih, upacara nujuh bulan, upacara kelahiran, upacara kematian, upacara perkawinan, upacara khitanan massal, dan upacara penanaman, pemanenan, dan penyimpanan padi. Adapun spesies tumbuhan yang dimanfaatkan pada upacara adat Kampung adalah Falcataria moluccana (Miq.) Barneby & J.W.Grimes, Allium sativum L., Alstonia angustiloba Miq., Areca catechu L., Arenga pinnata (Wurmb) Merr., Artocarpus integer (Thunb.) Merr., Bambusa spinosa Roxb., Bischofia javanica Blume, Carica papaya L., Citrus x aurantium L., Cocos nucifera L., Cordyline fructicosa (L.) A. Chev., Cheilocostus speciosus (J.Koenig) C.D.Specht, Curcuma longa L., Ficus obscura Bl., Homalomena occulta (Lour.) Schott., Ipomea batatas Lam, Kaempferia galanga L., Manihot esculenta Crantz, Musa x paradisiaca L, Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm., Oryza sativa L, Piper betle L., Pogonatherum paniceum (Lam.) Hack., dan Zingiber montanum (J.Koenig) Link ex A.Dietr. Peran dan usaha masyarakat Kampung Naga dalam melestarikan keanekaragaman tumbuhan yang dimanfaatkan pada upacara adat dengan bentuk kearifan lokal berupa nilai, norma, etika, kepercayaan, adat istiadat, hukum adat, dan aturan-aturan khusus. Kata kunci: pemanfaatan tumbuhan, upacara adat, Kampung Naga | Kampung Naga is one of the indigenous villages in Indonesia that still persist and uphold it’s customs. One example is the use of plants in traditional ceremonies conducted by Indigenous Peoples in Kampung Naga at Tasikmalaya Regency. The purpose of this study was to determine the plant species and its utilization in various traditional ceremonies by Kampung Naga’s Indigenous People and determine the roles and efforts of Kampung Naga’s Indigenous People in conserving the plant diversity used in traditional ceremonies. The method used in this study is a survey method with a semi-structured interview technique to Kuncen/head of customs, community leaders , and residents of surrounding communities on matters relating to the customs of Kampung Naga’s Indigenous Peoples in the use of plants for traditional ceremonies . Data were analyzed descriptively . The results showed that there were 25 species of plants from 15 familia used by people in traditional ceremony at Kampung Naga. The plants were used by Kampung Naga’s Indigenous People at hajat sasih ritual, nujuh bulan ritual, birth ritual, death ritual, marriage ritual, mass circumcision ritual, and rice planting, harvesting, and storage ritual. The plant species are Falcataria moluccana (Miq.) Barneby & J.W.Grimes, Allium sativum L., Alstonia angustiloba Miq., Areca catechu L., Arenga pinnata (Wurmb) Merr., Artocarpus integer (Thunb.) Merr., Bambusa spinosa Roxb., Bischofia javanica Blume, Carica papaya L., Citrus x aurantium L., Cocos nucifera L., Cordyline fructicosa (L.) A. Chev., Cheilocostus speciosus (J.Koenig) C.D.Specht, Curcuma longa L., Ficus obscura Bl., Homalomena occulta (Lour.) Schott., Ipomea batatas Lam, Kaempferia galanga L., Manihot esculenta Crantz, Musa x paradisiaca L., Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm., Oryza sativa L, Piper betle L., Pogonatherum paniceum (Lam.) Hack., and Zingiber montanum (J.Koenig) Link ex A.Dietr. Roles and efforts of Kampung Naga’s Indigenous People in conserving plant diversity used in traditional ceremonies was shown in the form of local wisdom such as value, norms, ethics, beliefs, customs, customary law, and special rules. Keywords: use of plants, traditional ceremonies, Kampung Naga |