Artikelilmiahs

Menampilkan 9.141-9.160 dari 48.918 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
91419325B1J010161KOMPARASI JENIS-JENIS ANGGREK DI PERKOTAAN DAN PEDESAAN KABUPATEN PURBALINGGAAnggrek termasuk dalam familia Orchidaceae, yang merupakan salah satu familia tumbuhan berbunga dengan jumlah jenis paling besar. Anggrek banyak dijumpai tidak hanya di perkotaan namun juga di pedesaan. Keanekaragaman jenis anggrek di suatu wilayah baik di perkotaan maupun pedesaan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain perbedaan lokasi, lingkungan dan perilaku masyarakat.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keranekaragaman jenis anggrek di perkotaan dan pedesaan Kabupaten Purbalingga dan mengetahui perbedaan keanekaragaman anggrek berdasarkan lokasi perkotaan dan pedesaan. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah sampel anggrek yang ada di Kabupaten Purbalingga.
Penelitian menggunakan metode survei dengan pengambilan sampel secara purposive random sampling. Parameter yang diamati adalah morfologi anggrek, macam jenis anggrek dan faktor lingkungan seperti ketinggian tempat, suhu dan kelembaban udara yang ada di perkotaan dan pedesaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman jenis anggrek di perkotaan lebih bervariasi dibandingkan pedesaan. Jenis-jenis anggrek yang ditemukan di perkotaan (Kecamatan Purbalingga) sebanyak 12 jenis yaitu Cattleya sp., C. warneri, Guarianthe skinneri, Dendrobium sp. 1, Dendrobium sp. 2, Dendrobium sp. 4, D. bigibbum, Phalaenopsis sp., P. amabilis, P. pulcherrima, Spathoglottis plicata, Vanda tricolor. Jumlah jenis anggrek di perkotaan lebih banyak dibandingkan dengan pedesaan pada lokasi Kecamatan Karanganyar, Padamara, Kaligondang dan Kemangkon. Perbedaan lokasi perkotaan dan pedesaan tidak terlalu besar pengaruhnya terhadap keanekaragaman jenis anggrek di Kabupaten Purbalingga, karena anggrek yang ditemukan hampir sama. Keanekaragaman jenis anggrek di Kabupaten Purbalingga lebih dipengaruhi oleh perilaku masyarakat karena kepemilikan anggrek di perkotaan diperoleh dengan membeli, di pedesaan masyarakat jarang membeli anggrek ataupun memperoleh anggrek karena diberi oleh orang lain.
Plants Orchidaceae is one of the greatest families flowering. Orchids were often found not only in urban but also in rural areas. Orchid species diversity in urban and rural areas can be affected by several factors, such as differences in urban and rural areas, environmental factors and society behavior. The aims of this research were to find species diversity of orchid in urban and rural areas and to find out effect of different areas i.e. urban and rural areas to diversity of orchids. The material used in this research was sample of orchid that presence in Purbalingga District. The method in this research used a survey method with purposive random sampling. The parameters observed include morphology, variety of orchid spesies and environmental factors such as altitude, temperature and humidity in the urban and rural. The result showed that the diversity of orchids is more varied urban than rural. 12 spesies is found in urban areas including Cattleya sp., C. warneri, Guarianthe skinneri, Dendrobium sp. 1, Dendrobium sp. 2, Dendrobium sp. 4, D. bigibbum, Phalaenopsis sp., P. amabilis, P. pulcherrima, Spathoglottis plicata, Vanda tricolor. Species of orchid in urban area more than in rural areas. The differences between urban and rural areas was not significant influence on species diversity of orchids in Purbalingga district, because both areas almost have same number of orchid. The diversity of orchids in Purbalingga influenced by the society behavior of people in urban areas because of the ownership of orchids obtained by purchase, rural communities acquire orchids as given by others.
91429326H1C009013UNJUK KERJA ASTERISK DAN FREESWITCH SEBAGAI IPPBX DI JARINGAN LOKAL UNSOEDUntuk membangun sebuah jaringan Voice over Internet Protocol (VoIP) dibutuhkan sebuah server yang berfungsi sebagai IPPBX. Asterisk dan Freeswitch adalah sebuah layanan yang dapat digunakan sebagai server VoIP. Dua buah komputer server berbasis Linux distribusi Ubuntu 12.04 digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh spesifikasi perangkat keras komputer terhadap kualitas layanan VoIP. Kualitas dari purwarupa sebuah layanan VoIP dapat dilihat dari nilai delay, jitter, packet loss, CPU usage, memory usage, dan Mean Opinon Score (MOS). Dari hasil penelitian yang dilakukan, didapatkan nilai rerata delay, jitter, packet loss, dan MOS komunikasi suara pada server pertama menggunakan Asterisk sebesar 1.11496 ms, 0.089447413 ms, 0 %, dan 4.9 sedangkan Freeswitch sebesar 0.63715634 ms, 0.060024744 ms, 0%, dan 5. Nilai untuk server kedua menggunakan Asterisk secara berurutan dengan nilai 0.64534 ms, 0.101067622 ms, 0 %, dan 4.8, sedangkan Freeswitch 0.641292924 ms, 0.066395223 ms, 0%, dan 5. Kemudian CPU usage dan Memory usage pada server 1 menggunakan Asterisk 1.2 % dan 0.5%, Freeswitch 1 % dan 1%. Pada server 2 menggunakan Asterisk 0.7 % dan 0.6%, pada Freeswitch 0.5% dan 1.08%. Berdasarkan nilai yang diperoleh, Freeswitch lebih baik digunakan di jaringan lokal UNSOED.
To make a Voice over Internet Protocol’s (VoIP) network, a server is needed for an IPPBX. Asterisk and Freeswitch are a services that can be used for a VoIP server. There are two of computer server with Linux’s Ubuntu 12.04 operating system used to determine the influence of computer hardware specifications of the quality of VoIP services. To determine the quality of a prototype VoIP service can be determined from the value of delay, jitter, packet loss, CPU usage, memory usage, and Mean Opinon Score (MOS). Results of research conducted, the mean value obtained delay, jitter, packet loss on voice communication, and MOS using an Asterisk server number 1 is 1.11496 ms, 0.089447413 ms, 0 %, 4.9, with Freeswitch is 0.63715634 ms, 0.060024744 ms, 0%, and 5 .On server number 2 using Asterisk in sequence with a value of 0.64534 ms, 0.101067622 ms, 0 %, and 4.8 , using Freeswitch 0.641292924 ms, 0.066395223 ms, 0%, and 5 . CPU usage and memory usage on the server 1 using Asterisk is 1.2 % and 0.5 % , Freeswitch 1 % and 1 % . On server 2 using Asterisk 0.7 % and 0.6 % , Freeswitch 0.5 % and 1.08% . Based on the values that obtained, Freeswitch better used in UNSOED local network.
To make a Voice over Internet Protocol’s (VoIP) network, a server is needed for an IPPBX. Asterisk and Freeswitch are a services that can be used for a VoIP server. There are two of computer server with Linux’s Ubuntu 12.04 operating system used to determine the influence of computer hardware specifications of the quality of VoIP services. To determine the quality of a prototype VoIP service can be determined from the value of delay, jitter, packet loss, CPU usage, memory usage, and Mean Opinon Score (MOS). Results of research conducted, the mean value obtained delay, jitter, packet loss on voice communication, and MOS using an Asterisk server number 1 is 1.11496 ms, 0.089447413 ms, 0 %, 4.9, with Freeswitch is 0.63715634 ms, 0.060024744 ms, 0%, and 5 .On server number 2 using Asterisk in sequence with a value of 0.64534 ms, 0.101067622 ms, 0 %, and 4.8 , using Freeswitch 0.641292924 ms, 0.066395223 ms, 0%, and 5 . CPU usage and memory usage on the server 1 using Asterisk is 1.2 % and 0.5 % , Freeswitch 1 % and 1 % . On server 2 using Asterisk 0.7 % and 0.6 % , Freeswitch 0.5 % and 1.08% . Based on the values that obtained, Freeswitch better used in UNSOED local network.
Keywords : Asterisk, Freeswitch, IPPBX, VoIP, QoS
914310715E1A009072PERMOHONAN PENINJAUAN KEMBALI YANG DILAKUKAN OLEH ISTRI TERPIDANA (Studi Terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor: 97/PK/Pid.Sus/2012)Peninjauan Kembali adalah bagian dari upaya hukum luar biasa yang dicantumkan dalam Bab XVIII KUHAP Pasal 263 sampai dengan Pasal 269. Peninjauan Kembali hanya dapat diajukan dan ditujukan terhadap putusan pengadilan yang “telah berkekuatan hukum tetap”, dan diajukan, diperiksa serta diputus oleh Mahkamah Agung sebagai instansi pertama dan terakhir. Oleh karena itu, Peninjauan Kembali merupakan upaya hukum paling akhir yang bertujuan untuk memberikan adanya kepastian hukum.
Metode Penelitian yang digunakan dalam studi kasus ini adalah bersifat Deskriptif Analitis, guna memperoleh gambaran yang menyeluruh dan sistematis mengenai norma hukum, asas hukum, dan pengertian hukum yang terdapat pada pengertian hukum yang berlaku, yang dapat diterapkan dalam menganalisis Peninjauan Kembali. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif, yaitu dititikberatkan pada studi dokumen untuk mempelajari data sekunder yang terkumpul berupa literatur – literatur yang ada kaitannya dengan permasalahan yang diteliti. Teori yang digunakan dalam studi kasus ini adalah Teori Penafsiran Hukum.
Hasil penelitian menyatakan bahwa kondisi Terpidana Sudjiono Timan yang melarikan diri alias Buron tidak dapat diartikan sebagai Terpidana telah meninggal dunia dan pengajuan permintaan Peninjauan Kembali oleh Fanny Barki Timan sebagai Ahli Waris Terpidana dalam kondisi Terpidana belum meninggal dunia tidak memenuhi syarat formil. Mengenai pertimbangan hukum Hakim Mahkamah Agung dalam menjatuhkan perkara Putusan Nomor: 97PK/Pid.Sus/2012 adalah tidak tepat dikarenakan mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali yang dilakukan oleh Ahli Waris diwakili oleh Kuasa Hukumnya. Hal ini mengabaikan nilai-nilai atau norma yang hidup di dalam masyarakat dimana seorang koruptor yang sedang buron dilepaskan dari segala tuntutan hukumnya.
Reconsideration is part of an extraordinary legal remedy which is set out in Chapter XVIII of the KUHAP Article 263 to Article 269. Reconsideration may be filed and directed against the court ruling "has permanent legal force", and filed, examined and decided by the Supreme Court as The first and last instance. Therefore, judicial review is the ultimate remedy that aims to provide legal certainty.
The research method used in this case study is a descriptive analytical, in order to obtain a thorough and systematic description of the rule of law, principles of law, and understanding of the law contained in the definition of applicable law, which can be applied in analyzing Reconsideration. The approach used in this research is normative juridical, which is focused on the study of documents to study secondary data collected in the form of literature - literature that has to do with the problems studied. The theory used in this case study is the Theory of Legal Interpretation.
The study states that the condition Sudjiono Timan offenders who escaped fugitive in other words can not be interpreted as offenders have died and filing a request Reconsideration by Fanny Barki Timan as Heir Convicted offenders condition has not died not meet the formal requirements. Regarding the legal reasoning of the Supreme Court Justices in the case dropped Decision No. 97PK/Pid.Sus/2012 is not appropriate due to grant a request for Judicial Review conducted by Heir represented by Legal Counsel. This ignores the values or norms that live in a society where a fugitive criminals who are released from all the lawsuit.
914411103F1B011050KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL PEREMPUAN DALAM BIROKRASI PUBLIK (Studi Kasus Perempuan Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Purbalingga)Pemerintah di Indonesia melembagakan segala macam program-program yang bertujuan untuk memberdayakan perempuan. Upaya pemerintah juga menyasar pada terbukanya kesempatan bagi perempuan dalam mengisi jajaran birokrasi lembaga di Indonesia. Birokrasi yang mengisi pada posisi staf, kepala bagian maupun kepala dinas atau lembaga pemerintahan tersebut. Terkait posisi yang ada tersebut, saat ini sudah sering kita jumpai pemimpin lembaga pemerintahan seorang perempuan. Gaya kepemimpinan yang dimiliki seorang perempuan dalam memimpin lembaga dan menjalankan tugasnya yang membawa lembaga tersebut untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan. Penelitian yang menggunakan metode deskriptif dengan studi kasus seseorang/individu, purposive sampling sebagai teknik pemilihan informan dan menggunakan metode analisis data model interaktif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini membuktikan bahwa kepemimpinan transformasional perempuan yang subjek penelitian lakukan dalam upaya perubahan dan pembenahan dilakukan pemimpin sebagai penguatan internal dalam mencapai tujuan bersama. Perilaku disiplin sebagai pemimpin juga turut andil dalam memberikan pengaruh ideal bagi lembaga yang berdampak langsung secara siginifikan bagi kemajuan BPPKP.The Indonesian government undertake all sorts of programs that aim to empower women. Government efforts also targeted at opening up opportunities for women in filling the ranks of the bureaucracy institutions in Indonesia. Bureaucracy that fill the position of staff, the head part and the head of department or agency of the government. Related to that is the position, now we often see a woman leader of government agencies. Leadership style possessed woman in the lead institution and carry out duties which brought the institution to achieve the planned objectives. Study using descriptive research method with a case study of a person / people, purposive sampling as selection techniques informants and methods of data analysis in the form of an interactive model. The results obtained in this study proves that women are the subject of transformational leadership research done in an effort to change and improvements are made to the leader as an internal reinforcement in achieving a common goal. Behavioral research subject disciplines as leaders also took part in influencing ideal for organizations that have a direct impact for significantly to the advancement of BPPKP.
914511295C1A010010PERBANDINGAN PENDAPATAN PEMBATIK DALAM KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUB) BATIK PRINGMAS DENGAN PEMBATIK NON KUB DI DESA PAPRINGAN KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul “Perbandingan Pendapatan Pembatik Dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Batik Pringmas Dengan Pembatik Non KUB Di Desa Papringan Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pendapatan pembatik anggota KUB dengan pembatik non anggota KUB dan mengetahui tingkat pendapatan rumah tangga pembatik anggota KUB dan pembatik non anggota KUB.
Penelitian ini dilakukan dengan metode survey. Adapun alat analisis yang digunakan untuk menganalisis permasalahan adalah uji beda rata-rata. Responden dalam penelitian ini adalah pembatik anggota KUB dan pembatik non anggota KUB di Desa Papringan Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas.
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh:(1) rata-rata pendapatan pembatik anggota KUB sebesar Rp163.758,62 dan rata-rata pendapatan pembatik non anggota KUB sebesar Rp129.172,41, (2) bahwa tidak terjadi perbedaan yang signifikan antara pendapatan pembatik anggota KUB dengan pembatik non anggota (3) hanya satu responden dari masing-masing jenis responden yang pendapatan perkapitanya sudah memenuhi standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Kabupaten Banyumas 2014.
This study entitled "Comparison of Revenue Batik Labour In Business Group (KUB) Batik Pringmas With Batik Labour Non Members KUB in Papringan Village, Banyumas District". This study aims to determine the differences income batik labour members with batik labour non-members KUB and determine the level of household income batik labour member and non-members KUB.
This research was conducted by survey method. The analysis tool used to analyze the problem is using different average test. Respondents in this study is batik labour members and non-members KUB in Papringan Village,Banyumas District, Banyumas.
Based on the research results, obtained: (1) the average income of KUB member Rp163.758,62 and average income for non-members KUB Rp129.172,41, (2) that there was no significant difference between the income KUB members with KUB non-members (3) only one respondent of each type per capita income of respondents who already meet the standards of the Living Needs (KHL) Banyumas, 2014.
91469327C1A008103FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROFITABILITAS PADA BANK-BANK UMUM MILIK PEMERINTAH DI KABUPATEN CILACAP


Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Profitabilitas Pada Bank-Bank Umum Milik Pemerintah di Kabupaten Cilacap Tahun 2010-2012”. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui besarnya pengaruh Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Non Perfoming Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR) terhadap Profitabilitas (ROA) dan untuk mengetahui faktor mana diantara ketiga faktor tersebut diatas yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap Profitabilitas (ROA) pada Bank-bank Umum Milik Pemerintah di kabupaten Cilacap tahun 2010-2012.
Metode penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dan uji asumsi klasik seperti uji autokolerasi, uji heterokedastisitas, uji multikolineritas dan juga dilakukan uji statistik seperti uji f, uji t dan juga uji elastisitas. Pada penelitian ini menggunakan data sekunder yang di dapatkan dari Bank Indonesia Purwokerto.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, variabel faktor Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Non Perfoming Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR) mempunyai pengaruh signifikan terhadap Profitabilitas (ROA) dan faktor Non Perfoming Loan (NPL) mempunyai pengaruh paling besar terhadap Profitabilitas (ROA).
Implikasi dari penelitian yaitu Bank perlu meningkatkan LDR agar profitabilitas meningkat. Hal ini perlu dilakukan dengan memasarkan kredit dengan lebih gencar. Rasio BOPO dan NPL harus ditekan sekecil mungkin akan kinerja yang diukur dengan ROA semakin baik. Untuk meningkatkan profitabillitas (ROA) secara maksimal, bank-bank umum milik pemerintah di Kabupaten Cilacap hendaknya lebih konsentrasi untuk menurunkan NPL dibanding BOPO dan LDR, karena non performing loan (NPL) memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap return on asset (ROA) dibanding BOPO dan LDR. Rasio BOPO ditekan dengan mengurangi biaya operasional dan meningkatkan pendapatan operasional. NPL diturunkan dengan cara melakukan penagihan terhadap kredit yang macet, memberikan kredit secara selektif sesuai dengan norma-norma pemberian kredit dan restrukturisasi pinjaman.


This research is entitled “The Factors Which Influence the Profitability of Common Banks of Government in Cilacap Regency during 2010 until 2012”. The objectives of this research areto know how significance the influence of Operational Cost to the Operational Input (BOPO), Non Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR) to the Profitability (ROA) and to know what factor among those three factors which has the most significant influence to the profitability (ROA) in common banks of government in Cilacap regency during 2010 until 2012.
The research method uses multiple linear regression analysis and classic assumption test such as autocorrelation test, heteroscedasticity test, multicolinearity test, and statistic test (f test, t test, and elasticity test). This research uses secondary data from Bank Indonesia Purwokerto (branch of central bank of Indonesia in Purwokerto).
The result shows that the cost operational variable to the operational input (BOPO), Non Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR) significantly influence to the Profitability (ROA), and Non Performing Loan (NPL) influences most significantly to theProfitability (ROA).
The Implication of this research is banks have to increase LDR to raise profitability. It has to be done by marketing credit intensively. BOPO and NPL ratio need to be decreased as small as possible in order that the performance measured with ROA is improved. In order to increase ROA, common banks of government in Cilacap regency have to more focus on decreasing NPL rather than BOPO and LDR as non performing loan (NPL) influence more significantly to the return on asset (ROA) rather than BOPO and LDR. The ratio of BOPO is pressed by decreasing operational cost and by increasing operational input. NPL is decreased by collecting stuck credit, by giving credit selectively based on credit norms and loan restructuring.

91479328H1D010066KEKUATAN PLAT PONDASI TELAPAK MENGGUNAKAN BETON MUTU K-200
DENGAN VARIASI TULANGAN BAMBU
Bambu merupakan produk hasil alam yang renewable yang dapat diperoleh dengan mudah, murah, mudah ditanam, pertumbuhan cepat, dapat mereduksi efek global warming serta memiliki kuat tarik tinggi (Setiyabudi, 2010). Menurut Janssen (2000), momen lentur pada balok bertulang bambu dapat mencapai 78% jika dibandingkan dengan balok dengan tulangan baja. Selain itu menurut Setiya (2012), kuat tarik bambu dapat mencapai 1280 kg/cm2.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan plat pondasi bertulangan bambu, yaitu dengan cara membandingkan kapasitas plat pondasi bertulangan bambu dengan kapasitas plat pondasi bertulangan baja berdiameter 8 mm, yang sekaligus sebagai variabel kontrol. Jenis bambu yang digunakan adalah bambu apus dengan variasi diameter 8mm, 10mm, dan 12mm. Sementara itu mutu beton yang digunakan adalah K200. Pengujian dilakukan dengan memberikan beban terpusat satu titik ditengah dengan keadaan plat terkekang di keempat sisi-sisinya.
Dari hasil penelitian didapati bahwa nilai kapasitas plat pondasi bertulangan baja adalah 34,7 KN, dan yang paling mendekati nilai kapsitas ini adalah benda uji dengan tulangan bambu dimensi 10mm yaitu dengan nilai kapasitas sebesar 34,2 KN. Sementara itu untuk keretakan yang terjadi adalah retak amplop, yaitu keretakan yang diawali dari tengah yang kemudian menjalar ke tepi-tepi plat. Sedangkan untuk bagian sisinya jenis keretakan yang terjadi adalah retak lentur.
Bamboo is a renewable natural products that can be obtained easily, cheap, easy to grow, fast growing, can reduce the effects of global warming and has a high tensile strength (Setiyabudi, 2010). According to Janssen (2000), the bending moment on bamboo reinforced beam can reach 78% when compared to the beams with steel reinforcement. In addition, according to Setiya (2012), the tensile strength of bamboo can reach 1280 kg/cm2.
This study aims to determine the strength of the footplate foundation use bamboo reinforcement, by comparing the capacity of the footplate foundation use bamboo reinforcement with the capacity of footplate foundation use steel diameter of 8 mm as its reinforcement, which at the same time as control variables. The type of bamboo used is bamboo Apus with dimensions variations 8mm, 10mm, and 12mm. While the quality of the concrete used was K200. Testing is done by providing one point concentrated load center with state of the plate restrained at all four sides.
From the research, it was found that the value of the bamboo reinforcement footplate foundation capacity is 34,7 KN, and the closest to the value of these capacities is bamboo reinforcement concrete with a dimensions of 10mm, it capacity was 34,2 KN. Meanwhile, the rift is cracked envelope, ie cracks starting from the center and then spread to the edges of the plate. As for the types of cracks that occur side is cracked bending.
91489329B1J010189DETEKSI GEN erm(B) DAN mef(A) PADA ISOLAT Streptococcus pneumoniae DI INDONESIA YANG TIDAK PEKA TERHADAP ERITROMISIN Streptococcus pneumoniae atau pneumokokus merupakan bakteri Gram-positif penyebab infeksi saluran pernapasan akut seperti pneumonia atau penyakit invasif lainnya seperti meningitis dan otitis media terutama pada anak-anak. S. pneumoniae menginfeksi anak-anak dan orangtua dengan tingkat mortalitas yang tinggi.
Eritromisin merupakan antibiotik pertama yang ditemukan dari jenis makrolida dan digunakan untuk pengobatan terhadap penyakit invasif pneumokokus. Peningkatan konsumsi secara global dan penggunaan makrolida yang kurang tepat memicu persebaran dari strain S. pneumoniae yang tidak peka dan dapat menyebabkan kegagalan pengobatan terhadap penyakit invasif pneumokokus. Gen penyebab ketidakpekaan S. pneumoniae terhadap makrolida seperti eritromisin adalah gen erm(B) dan mef(A). Gen erm(B) merupakan gen pada elemen transposon konjugatif yang mengkode enzim metilase ribosomal atau Erm(B), enzim penyebab modifikasi pada situs pengikatan eritromisin pada pneumokokus sehingga mengurangi afinitas eritromisin. Gen mef(A) adalah gen pada elemen kromosomal genetik yang terdapat salah satunya di transposon Tn1207 dan mengkode mekanisme pompa effluks yang menyebabkan eritromisin dikeluarkan lebih cepat dibandingkan kecepatan eritromisin untuk berdifusi kedalam sitoplasma bakteri.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi gen erm(B) dan mef(A) gen pada isolat S. pneumoniae yang tidak peka terhadap eritromisin menggunakan Duplex PCR. Penelitian menggunakan metode survey deskriptif. Isolat yang digunakan merupakan isolat koleksi Lembaga Eijkman yang diambil dari nasofaring individu pembawa S. pneumoniae pada anak-anak di Lombok, pasien anak-anak dan dewasa pengidap HIV di RSCM sebanyak 56 isolat. Berdasarkan hasil uji sensitivitas antibiotik terhadap eritromisin menggunakan metode difusi cakram, didapatkan 25 isolat bersifat resisten, 8 isolat bersifat intermediet dan 23 isolat bersifat peka. Pada 14 dari 25 isolat resisten ditemukan hanya gen mef(A) [56%], 5/25 isolat resisten ditemukan hanya gen erm(B) [20%] dan 6/25 isolat resisten ditemukan mef(A) + erm(B) [24%], sedangkan pada semua isolat intermediet (8/8) ditemukan hanya mef(A) (100%], namun pada 10/23 isolat peka ditemukan mef(A) [43,5%] dan isolat peka sisanya (13/23) tidak ditemukan erm(B) atau mef(A) [56,5%].
Streptococcus pneumoniae or pneumococcus is a Gram-positive bacteria which causes some acute respiratory infections such as pneumonia or other invasive disease like meningitis and otitis media especially in children. S. pneumoniae infects children and elder people with high mortallity rates. Erythromycin is the first invented antibiotic from macrolide and used for medication of invasive pneumococcal disease. Non-susceptibilities towards erythromycin are encodes by erm(B) and mef(A) genes. erm(B) is a gene in conjugative transposon element which encodes enzyme methylase ribosomal or Erm(B), an enzyme that caused a modification on erythromycin binding site in S. pneumoniae and reduces the affinity of erythromycin. mef(A) is a genetic chromosomal element in transposon which encodes efflux pump mechanism and excludes erythromycin from cytoplasm faster than its diffusion inside cytoplasm.
The purpose of this study is to detect erm(B) and mef(A) genes in non-susceptible S. pneumoniae isolate towards erythromycin using Duplex PCR. This study used descriptive survey method. Isolates were from collection isolates of Eijkman Institute which taken from nasopharyngeal carriage of S. pneumoniae within children in Lombok, children and adult HIV patients in RSCM. Antimicrobial susceptibillity test to erythromycin used disk diffusion method and obtained 25 resistant isolates, 8 intermediate isolates and 23 susceptible isolates. The result of genes detection obtained 14 from 25 resistant isolates contained mef(A) gene [56%], 5/25 resistant isolates contained erm(B) gene [20%] and 6/25 isolates contained both mef(A) + erm(B) genes [24%]. All intermediate isolates (8/8) contained only mef(A)
[100%], but 10/23 susceptible isolates contained mef(A) [43,5%] and the rest susceptible isolates (13/23) were negative from those genes [56,5%].
91499330H1D009028PERILAKU LENTUR BALOK BETON BERTULANG
DENGAN PERKUATAN NEAR SURFACE MOUNTED
MENGGUNAKAN BAMBU PETUNG
Perilaku Lentur Balok Beton Bertulang dengan Perkuatan Near Surface Mounted menggunakan Bambu PetungFlexural Behavior of Concrete Beams with Near Surface Mounted Strengthening Using Dendrocalamus Asper Back Bamboo
91509331C1C010039PENGARUH PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN TERHADAP KINERJA SKPD DENGAN BUDAYA ORGANISASI, ASIMETRI INFORMASI DAN GAYA KEPEMIMPINAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI ( Studi Empiris pada Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Purbalingga)Penelitian ini merupakan studi empiris pada Pemerintah Daerah Kabupaten
Purbalingga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh partisipasi
penyusunan anggaran terhadap kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Sampel dalam penelitian ini adalah pejabat struktural pada 44 SKPD yang
berjumlah 82 orang dengan menggunakan proporsionate stratified random
sampling. Metode pengumpulan data adalah dengan penyebaran kuesioner. Data
yang diolah menggunakan teknik analisis regresi sederhana dan analisis regresi
variabel moderasi dengan metode selisih mutlak. Hasil analisis menunjukan bahwa
partisipasi penyusunan anggaran berpengaruh signifikan terhadap kinerja SKPD.
Budaya organisasi, asimetri informasi dan gaya kepemimpinan dapat memoderasi
pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja SKPD.
This research is an empirical study in Purbalingga Regency. This research is to
examine whether budget participation significantly affect the performance of
Regional Working Units (SKPD), but is also aim to examine whether situational
factors such as organizational culture, information asymmetry, leadership style
may affect the relationship between budget participation and performance against
the performance Regional Working Units (SKPD). The number of this research
sample is 82 samples by using proporsionate stratified random sampling. Data
collection method used was questionnaire. Based on the result of this research, we
can concluded : budget participation does have any significant effect towards
regional working units (SKPD) performance, organizational culture does have any
moderating effect towards the relationship of budget participation to regional
working units (SKPD) performance, asymmetry information does have any
moderating effect towards the relationship of budget participation to regional
working units (SKPD) performance, leadership style does have any moderating
effect towards the relationship of budget participation to regional working units
(SKPD) performance.
91519332C1A009071Efektifitas Implementasi PNPM Mandiri Perdesaan Dalam Pengentasan Kemiskinan Di Kabupaten Banyumas (Studi Kasus Pada Kelompok Swadaya Masyarakat Simpan Pinjamn Khusus Perempuan Di Desa Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas)Penelitian ini berjudul “Efektifitas Implementasi PNPM Mandiri Perdesaan Dalam Pengentasan Kemiskinan Di Kabupaten Banyumas (Studi Kasus Pada Kelompok Swadaya Masyarakat Simpan Pinjam Khusus Perempuan Di Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektifitas PNPM Mandiri perdesaan dalam memberdayakan masyarakat miskin melalui KSM Simpan Pinjam Khusus Perempuan dan mengetahui Efektifitas Implementasi PNPM Mandiri Perdesaan dalam mengentaskan kemiskinan di Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini dilakukan dengan metode survei. Alat analisis yang digunakan adalah tabulasi dengan metode perbandingan digunakan untuk mengetahui tingkat efektifitas PNPM Mandiri perdesaan dalam memberdayakan masyarakat miskin untuk berusaha dan efektifitas PNPM Mandiri perdesaan untuk mengentaskan kemiskinan.
Berdasarkan hasil perhitungan Perbandingan disimpulkan bahwa PNPM Mandiri perdesaan efektif dalam memeberdayakan anggota KSM-SPP untuk melakukan usaha. PNPM Mandiri Perdesaan efektif dalam mengentaskan kemiskinan di KSM-SPP di Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng. Menurut Kebutuhan Hidup Layak, diperoleh sebanyak 7 responden atau sebesar 9,86 persen masuk dalam katagori sejahtera, sedangkan 64 responden atau 90,14 persen masuk dalam katagori tidak sejahtera.
Implikasi dari penelitian ini adalah diharapkan pemerintah tetap melanjutkan PNPM Mandiri Perdesaan, khususnya KSM-SPP agar dapat memberdayakan masyarakat miskin untuk melakukan usaha dan dapat mengentaskan kemiskinan yang angkanya masih tinggi di Indonesia. PNPM Mandiri Perdesaan perlu ditingkatkan program-program kerjanya agar masyarakat miskin mampu untuk hidup layak. Selain itu, perlu adanya pantauan dari pihak Koordinator Ekonomi Desa dan Unit Pengelola Kecamatan agar modal yang dikeluarkan PNPM Mandiri Perdesaan melalui KSM-SPP digunakan oleh masyarakat miskin untuk usaha ekonomi produktif.
The title of this research is “The Effectiveness of The PNPM Mandiri Perdesaan Implementation In Order To Raise The Poorness In The Banyumas Regency (Study Case In The Self-Supporting Society Group Save And Owe Especially For Women In Beji Village, Kedungbanteng Sub-District, Banyumas Regency)”. The purpose of this research is to know the efeectiveness of PNPM Mandiri Perdesaan to empower the poor society through KSM save and owe especially for women and the effectiveness PNPM Mandiri Perdesaan implementation in order to raise the poorness in Beji village, Kedungbanteng sub-district, Banyumas Regency.
This reseach is using survey method. The analysis instrument that is used is tabulation with comparison method, to know the effectiveness‘s level PNPM Mandiri Perdesaan to empower the poor society to do improvement and to raise the poorness.
Based on the result of the accounting comparison, it can be concluded that PNPM Mandiri Perdesaan is really effective in empowering the member of KSM-SPP to make any improvement. PNPM Mandiri Perdesaan is really effective in raising the poorness in KSM-SPP in the Beji village, Kedungbanteng sub-district. According to KHL, there are 7 respondens or 9,86 percent from the sample in prosperous, and 64 responden or 90,14 percent from the sample in improsperous.
The implication of this reseach is the expectation for government to continue PNPM Mandiri Perdesaan, especially for KSM-SPP in order to empower the poor society to make improvement and to be able to raise the poorness which the quantity is still high in Indonesia. PNPM Mandiri Perdesaan must increase their programs so that the poor society can live prosperously. Besides, it is necessary to monitor PNPM Mandiri Perdesaan by the village economics coordinator and the sub-district organizer unit. This monitoring is to give instruction to the poor society how to use the fund from PNPM Mandiri Perdesaan, that is to increase economics productive.
915211416F1B009043EFEKTIVITAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 43/PMK.010/2012 TERHADAP PERILAKU KONSUMSI MASYARAKAT PADA KENDARAAN BERMOTOR DI KABUPATEN BANYUMASPeraturan Menteri Keuangan No. 43 Tahun 2012 telah di keluarkan pemerintah dan sudah mulai di berlakukan sejak Juni 2012. Peraturan tersebut mengatur tentang pembayaran uang muka kredit kendaraan bermotor. Padahal sekarang ini industri otormotif di Indonesia sebagian besar di gerakkan dari kredit. Masyarakat sudah terbiasa dengan adanya kredit murah kendaraan bermotor. Penelitian ini mencoba untuk mengukur seberapa besar efektivitas yang di timbulkan dari diterapkannya Peraturan Menteri Keuangan No. 43 Tahun 2012 terhadap perilaku konsumsi masyarakat pada kendaraan bermotor khususnya sepeda motor.Metode yang digunakan yaitu metode penelitian survey. Tehnik pengambilan sampel menggunakan teknik insidental sampling. Metode analisis dengan menggunakan kuantitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner, observasi, dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku konsumsi masyarakat Kabupaten Banyumas masih tergolong tinggi dengan nilai distribusi frekuensi sebesar 84 persen dan masuk dalam kategori tinggi. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan Peraturan Menteri Keuangan No 43 Tahun 2012 Tentang Uang Muka Pembayaran Konsumen Untuk Kendaraan Bermotor Pada Perusahaan Pembiayaan belum efektif terhadap perubahan perilaku konsumsi masyarakat pada sepeda motor karena minat masyarakat untuk memiliki sepeda motor masih tinggi.Regulation of the Minister of Finance No. 43 The year 2012 has been issued by the government and have started coming into force in June 2012. The regulation on advance payment of motor vehicle credit. Though now otormotif industry in Indonesia is driven largely of credit. People are already familiar with their low credit motor vehicle. This study attempts to measure the effectiveness of that caused the application of the Regulation of the Minister of Finance No. 43 In 2012 the behavior of private consumption in motor vehicles, especially motorcycles. The method used is survey research methods. Sampling techniques using incidental sampling technique. Method by using quantitative descriptive analysis. Data collection methods used were questionnaires, observation, documentation. The results of this study indicate that the behavior of private consumption is still relatively high Banyumas with value frequency distribution by 84 percent and included in the high category. It can be concluded that the application of the Minister of Finance Regulation No. 43 Year 2012 on Advance Payment For Motor Vehicles At the Consumer Finance Companies are not effective against changes in consumer behavior in the motorcycle community for the public interest to have a motorcycle is still high.
91539333C1C010013PENGARUH POTENSI SUMBER DAYA MANUSIA DAN PENERAPAN AKUNTANSI TERHADAP KINERJA USAHA KECIL MENENGAH DI PURBALINGGA (Studi Empiris Pada Usaha Kecil Menengah Kabupaten Purbalingga)Penelitian ini merupakan studi empiris pada Kabupaten Purbalingga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh potensi Sumber Daya Manusia yaitu pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan pelaku bisnis dan penerapan akuntansi terhadap kinerja Usaha Kecil Menengah. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 75 dari 296 Usaha Kecil Menengah dengan menggunakan teknik quota sampling. Metode pengumpulan data adalah dengan penyebaran kuesioner. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan teknik analisis regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengetahuan, kemampuan dan penerapan akuntansi mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja Usaha Kecil Menengah dan variabel ketrampilan tidak berpengaruh
signifikan terhadap kinerja Usaha Kecil Menengah.
This research is an empirical study in Purbalingga Regency. This study
aims to examine the effect potency of human resources is described as three
variable which are knowledge, skill dan ability then apply of accounting on
business performance of Small-Medium scale enterprises in Purbalingga. The
number of this research sample is 75 samples from 296 populations by using
quota sampling. Data collection method used was questionnaire. Data obtained
were processed using the technique of double regression analysis. The result of
this research is showed that knowledge, ability and apply of accounting have
significantly influence on business performance of Small-Medium scale
enterprises in Purbalingga and variable of skill haven’t significantly influence
on business performance of Small-Medium scale enterprises in Purbalingga.
915410716H1E009030Analisis Dimensi Pompa Hidram Dengan Menggunakan Metode Konjugat GradienAnalisis dimensi pompa hidram sebagai langkah awal mengetahui debit keluaran yang maksimal telah dilakukan dengan metode konjugat gradien. Analisis ini dilakukan melalui tiga tahap utama, yaitu 1) membuat desain pompa hidram, 2) perumusan debit keluaran, dan 3) mencari solusi persamaan dengan menggunakan metode konjugat gradien. Pembuatan desain pompa mengacu pada desain pompa yang telah ada, yang terdiri dari drive pipe, tabung pompa, dan delivery pipe. Persamaan debit keluaran diperoleh dengan menggunakan persamaan Bernoulli dan kontinuitas yang di asumsikan bahwa keadaan sumber aliran sama dengan keadaan aliran di dalam pompa hidram. Persamaan yang diperoleh memiliki hubungan dengan ketinggian drive pipe¸ tabung pompa, dan delivery pipe. Solusi numerik persamaan debit yang telah dirumuskan ditentukan solusinya dengan metode Konjugat Gradien melalui software Matlab 7.01. Solusi persamaan debit keluaran secara numerik dilakukan dengan membuat listing program. Ada tiga kondisi untuk menentukan debit yang optimal, pertama ketinggian tabung pompa sebagai variabel, kedua ketinggian drive pipe sebagai variabel dan ketiga ketinggian delivery pipe sebagai variabel. Nilai debit keluaran yang maksimal dihasilkan dengan memasukkan nilai diameter drive pipe, diameter tabung pompa, dan diameter delivery pipe adalah 0,025 m, 0,05 m, dan 0,015 m dengan kecepatan sumber aliran 0,62 m/s dan tekanan dalam tabung sebesar 3668 Pa. Nilai debit keluaran yang maksimal diperoleh dengan perbandingan ketinggian drive pipe : tabung pompa : delivery pipe adalah 1:2:5 dengan debit keluaran sebesar 0,014589 liter/sekon. Semakin tinggi drive pipe dan tabung pompa maka semakin besar debit keluaran dan semakin tinggi delivery pipe semakin kecil debit keluaran.The determination of Hydraulic ram dimension aims to produce optimal output discharge. This determination is made by process of Hydraulic ram design, outflow formulation, and look for solutions the equations using conjugate gradient method. Making the design of the pump refers to the existing pump design, which consists of the drive pipe, pump tube and delivery pipe. Outflow equations obtained using the Bernoulli equation and continuity which is assumed that the state of source of the flow is equal with the state of the flow in Hydraulic ram. The equation obtained has a relationship with the height of the drive pipe, pump tube and delivery pipe. Numerical solution of the equation which has been formulated, then determined solution by the method of conjugate gradient via Matlab 7:01. The solution of outflow equations numerically has done by creates a listing program. There are three conditions to determine the optimal flow, first height of the pump tube as a variable, second the height of the drive pipe as a variable and third height of the delivery pipe as a variable. The value of optimal outflow is produced by inserting the value of the diameter of the drive pipe, pump tube diameter, and the diameter of the delivery pipe is 0.025 m, 0.05 m, and 0.015 m at the flow velocity of 0.62 m/s and pressure in chamber is 3668 Pa. The value of optimal outflow is produced the height of the drive pipe, pump tube, and delivery pipe is 1:2:5 with outflow 0.014589 liters/second.When drive pipe and pump tube higher make the output bigger and when delivery pipe higher, make the output smaller.
915510717E1A011033TANGGUNG JAWAB HUKUM DEWAN KOMISARIS DALAM PENERAPAN PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA PT. GAPURA ANGKASAGood Corporate Governance merupakan suatu komitmen atau aturan main serta praktik penyelenggaraan bisnis yang berupa prinsip prinsip agar penyelenggara bisnis tersebut dapat berjalan secara sehat dan beretika yang mengurus hubungan antara shareholders dengan stakeholders untuk membuat suatu nilai tambah bagi suatu perusahaan.
Penerapan Good Corporate Governance juga membuat pengelolaan perusahaan menjadi lebih jelas, baik dalam pembagiaan tugas, kejelasan fungsi, keterbukaan informasi, dan pengawasan jalannya operasional perusahaan serta kegiatan perusahaan lainnya yang tersirat pada 5 (lima) prinsip Good Corporate Governance, yaitu transparancy, accountability, responsibility, independent, dan fairness.
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan salah satu kontributor pendapatan negara, sehingga menjadi penting bagi pemerintah untuk menjamin keberlangsungan usaha dan operasional BUMN. Sebagai usaha untuk menjamin keberlangsungan usaha dan operasional BUMN, maka perlu adanya penerapan prinsip Good Corporate Governance secara konsisten dan berkelanjutan. PT. Gapura Angkasa yang bergerak dibidang ground handling dalam usaha jasa penerbangan di Indonesia, memiliki kewajiban dalam hal pengelolaan perusahaan berdasarkan prinsip yang ada dalam Good Corporate Governance.
Dewan Komisaris sebagai salah satu organ perseroan yang salah satunya memiliki tugas dalam hal pengawasan operasional perusahaan, memiliki peran penting dalam penerapan prinsip Good Corporate Governance pada PT. Gapura Angkasa, sehingga penelitian ini yang juga menggunakan Laporan Hasil Assesment Penerapan Good Corporate Governance pada PT. Gapura Angkasa Pada Tahun 2011 kita dapat mengetahui tanggung jawab hukum Dewan Komisaris dalam penerapan prinsip Good Corporate Governance pada PT. Gapura Angkasa yang nantinya akan diajukan saran demi peningkatan efektifitas penerapan Good Corporate Governance.
Good Corporate Governance is a commitment or the rules and practices of business administration in the form of principles in order that the business operators can run properly and ethically the management connecting shareholders and stakeholders to create an added value for a company.
Implementation of Good Corporate Governance also makes the management of the company more apparent in tasks distribution, clarity of function, information disclosure, and supervision of the company's operations as well as other corporate activities implied in five (5) good corporate governance principles, namely Transparency, accountability, responsibility , independent, and fairness.
State Owned Enterprises (SOE) is one of the contributors to state revenue, making it important for the government to ensure the sustainability of the business and operations of SOEs. In an effort to ensure the sustainability of the business and operations of state-owned enterprises, it is necessary to implement Good Corporate Governance principles consistently and continuously. PT. Gapura Angkasa engaged in ground handling in aviation business services in Indonesia, has an obligation in terms of the management of the company based on the principles implied in the Good Corporate Governance.
Board of Commissioners (BOC) as one of the organs of the company, one of which has the task in terms of operational control of the company, has an important role in the application of Good Corporate Governance in PT. Gapura Angkasa, so this study also uses Assessment Report of the Implementation of Good Corporate Governance in PT. Gapura Angkasa. In 2011 we can know the legal responsibility of the Board of Commissioners in the implementation of Good Corporate Governance in PT. Gapura Angkasa which later will be suggested to improve the effectiveness of the implementation of good corporate governance.

915610708E1A011029PENGAWASAN TERHADAP PEREDARAN SUKU CADANG SEPEDA MOTOR DALAM RANGKA PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN DI KABUPATEN BANYUMAS BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMENABSTRAK
Isu tentang peredaran suku cadang palsu sepeda motor di pasaran semakin marak terjadi. Dikhawatirkan peredaran suku cadang palsu sepeda motor tersebut telah menyebar ke berbagai daerah di tanah air, tidak terkecuali di Kabupaten Banyumas. Walaupun belum adanya kasus atau laporan terkait peredaran suku cadang palsu sepeda motor di Kabupaten Banyumas, pengawasan mengenai penyelenggaraan konsumen harus tetap dilakukan, sebagaimana diatur dalam Pasal 30 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Untuk itu mengenai pengawasan terhadap barang dan/atau jasa, pengawasan oleh pemerintah diatur melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20/M-DAG/PER/5/2009 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pengawasan Barang dan/atau Jasa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengawasan terhadap peredaran suku cadang sepeda motor dalam rangka perlindungan hukum terhadap konsumen di Kabupaten Banyumas berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder dari bahan kepustakaan yang didukung dengan data primer dari hasil wawancara. Data berupa uraian yang disusun secara urut dan sistematis. Sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap peredaran suku cadang sepeda motor di Kabupaten Banyumas dilakukan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kabupaten Banyumas yang berupa pengawasan secara berkala dan pengawasan secara khusus merupakan pengawasan yang bersifat langsung, pengawasan tidak langsung, pengawasan preventif, dan pengawasan represif.

Kata Kunci : Pengawasan, Pemerintah, Suku Cadang Sepeda Motor, Konsumen.
ABSTRACT

The issue about the distribution of imitation motorcycle spare-part in the market often happens. It is frightening if the distribution of the imitation motorcycle spare-part have been spread in may of regions in this country, not exceptional in Regency of Banyumas. Although there is no any cases or related report about the distribution of the imitation motorcycle spare-part in the Regency of Banyumas, the controlling about the implementation of the consumer must be conducted where it is regulated in the Article 30 Ordinance Number 8 in 1999 about the Consumer Protection. Because of that related through the Regulation of Trade Ministry Number 20/M-DAG/PER/5/2009 about the Determining and Procedure of the Controlling Way of the Goods and/or Service.
This research aims to find out the controlling for the distribution of the motorcycle spare-part in order to the protection of law for the consumer in the Regency of Banyumas based on the Ordinance Number 8 in 1999 about the Protection of Consumer.
This research uses the method of normative juridical research by using the regulation of Ordinance. Data source in this research uses the secondary data from the literatures material that are supported by the primary data from the result of interview. Data is in the form of explanations that have been arranged orderly and systematically. And the method of data analysis in this research uses the method of qualitative normative.
The result of research shows that the controlling which is conducted by the government to the distribution of the motorcycle spare-part in the Regency of Banyumas it is conducted by Department of Industry, Trade, and Cooperative in the Regency of Banyumas which it is the controlling periodically and controlling specifically is the controlling that has the direct characteristic, indirect controlling, preventive controlling, and repressive controlling.

Keywords: Controlling, Government, Motorcycle Spare-part, Consumer.
91579334C1C010035ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MINAT WAJIB PAJAK DALAM MENGGUNAKAN E-SPT DENGAN MENERAPKAN THEORY ACCEPTANCE MODEL
Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku wajib pajak terhadap penggunaan kepentingan E-SPT di Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada wajib pajak di Purwokerto, Indonesia. Objek penelitian ini adalah penerapan pajak khususnya E-SPT yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pajak Indonesia. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 94 wajib pajak yang telah menggunakan aplikasi pajak khususnya E-SPT. Metode analisis data yang digunakan adalah SPSS 17.0 for Windows. Penelitian ini menggunakan variabel persepsi kemudahan penggunaan, persepsi kegunaan, sikap, dan minat dalam menggunakan E-SPT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi kemudahan penggunaan merupakan faktor utama yang mempengaruhi wajib pajak niat dalam menggunakan E-SPT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi kemudahan penggunaan, persepsi kegunaan dan sikap memiliki dampak yang signifikan dan positif terhadap minat dalam menggunakan E-SPT.This study aims to predict the factors that influence taxpayer behavior towards the use of E-SPT interests in Indonesia. The research was conducted on taxpayers in Purwokerto, Indonesia. The object of this research is the application of taxes in particular E-SPT was developed by the Indonesian Directorate General of Taxation. The sample used in this study were 94 taxpayers that have used the tax application in particular E-SPT. Data analysis method used is SPSS 17.0 for Windows. This study uses the variable perceived ease of use, perceived usefulness, attitudes, and intentions in using E-SPT. The results of this study indicate that perceived ease of use is the main factors affecting the taxpayers intentions in using E-SPT. The results of this study showed that the perceived usefulness, perceived ease of use, and attitudes have significant and positive impact on the attitude required to use E-SPT.
91589336G1G008015DESKRIPSI JUMLAH Candida albicans PASIEN ANAK LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT YANG MENGALAMI ORAL MUKOSITIS
PADA PROSES KEMOTERAPI
Leukemia merupakan jenis kanker anak yang paling sering dijumpai. Perawatan yang dilakukan pada pasien leukemia limfoblastik akut adalah kemoterapi. Salah satu efek samping kemoterapi adalah oral mukositis. Pada lesi oral mukositis dapat terjadi infeksi mikroorganisme yaitu Candida albicans. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jumlah C. albicans pasien anak leukemia limfoblastik akut yang mengalami oral mukositis pada proses kemoterapi. Jenis penelitian ini adalah observasional klinis dan laboratoris dengan desain cross sectional. Subjek penelitian ini adalah pasien leukemia limfoblastik akut yang sedang menjalani protokol kemoterapi Indonesia tahun 2006 di RS Kanker Dharmais, Jakarta. Dua belas sampel dengan usia 1-18 tahun dinilai derajat keparahan oral mukositis berdasarkan klasifikasi dari WHO. Pemeriksaan jumlah C. albicans dilakukan dengan melakukan usapan pada lesi oral mukositis yang kemudian di kultur pada medium Sabouroud Dextrose Agar (SDA) dan Chrom Agar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Oral mukositis yang muncul pada fase induksi ditandai dengan lesi kemerahan dengan derajat keparah oral mukositis grade 1. Fase konsolidasi, oral mukositis yang muncul ditandai dengan lesi kemerahan yang berubah menjadi ulkus yang semakin dalam yang menyebabkan rasa sakit saat mengunyah, menelan, dan berbicara dengan derajat keparahan oral mukositis grade 1, 3, dan 4. Oral mukositis yang terjadi pada fase reinduksi ditandai dengan lesi kemerahan disertai ulkus yang rata dengan derajat keparahan oral mukositis grade 1 dan 2. Pada fase rumatan ditemukan derajat keparahan oral mukositis grade 1 dengan lesi kemerahan. Hasil pemeriksaan jumlah C. albicans fase induksi sebesar 9.903 CFU/ml, fase konsolidasi 16.125 CFU/ml, fase reinduksi 67.975 CFU/ml dan pada fase rumatan tidak ditemukan C. albicans.Leukemia is a type of cancer suffered by children that are commonly found in society. A treatment that can be done by the patients of acute lymphoblastic leukemia is chemotherapy. One of side effects caused by chemotherapy is mucositis oral. In mucositis oral lesions, there is a possibility of microorganism infection which is Candida albicans. The purpose of this research is to find out about total of C. albican children patient suffering acute lymphoblastic leukemia with mucositis oral in the chemotheraphy process. The type of this research is observational clinical and laboratory study with cross sectional design. The subjects in this research are patients of acute lymphoblastic leukemia who were undergoing Indonesian chemotherapy protocol in 2006 in RS Kanker Dharmais, Jakarta. There were twelve samples as old as 1-18 years old who were observed the acuteness extend of mucositis oral based on classification from WHO. The examination of C. albicans was conducted by caress on mucositis oral lesions which then be cultured at medium Sabouroud Dextrose Agar (SDA) and Chrom Agar. The results of this research showed that mucositis oral that appears on the induction phase is characterized by red lesions with the severity of mucositis oral grade 1. Consolidation phase, mucositis oral characterized by lesions that appear reddish which turned into an increasingly deep ulcers with pain when chewing, swallowing, and speaks to the severity of mucositis oral grade 1, 3, and 4. Mucositis oral in reinduction phase is characterized by flat red lesion to the severity of grade 2. In rumatan phase showed to the severity of mucositis oral grade 1 with red lesion. The result of C. albicans examination in induction phase was 9.903 CFU/ml, consolidation phase was 16.125 CFU/ml, reinduction phase was 67.975 CFU/ml and there was no C. albicans in maintenance phase.
91599335C1C010021FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI YANG MELAKUKAN PEKERJAAN BEBAS DALAM MEMENUHI KEWAJIBAN PERPAJAKAN DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA PURWOKERTOPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kesadaran wajib pajak orang pribadi yang melakukan pekerjaan bebas dalam kepatuhan untuk membayar pajaknya sesuai undang-undang yang sudah di tetapkan dan jika lebih dari tanggal yang sudah diberikan akan dikenai sanksi pajak yang sudah ada pada undang-undang yang berlaku. Sample dalam penelitian ini adalah wajib pajak orang pribadi yang melakukan pekerjaan bebas di wilayah KPP Pratama Purwokerto, dengan jumlah responden 100.
Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dan mengarah pada kesimpulan bahwa variabel kesadaran wajib pajak, pelayanan fiskus, dan sanksi pajak secara simultan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak di KPP Pratama Purwokerto. Dan bahwa variabel kesadaran wajib pajak, pelayanan fiskud dan sanksi pajak berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib paja di KPP Pratama Purwokerto.
The research aims to find out how big the tax payers consiciousness that do the free job in compliance to pay taxes according to the laws that are already in the set and if more than a date that had already been granted will be charged tax sanctions already on the laws that apply. The Sample in this research is the tax payers who do the free job in the KPP Pratama Purwokerto, the number of respondents are 100.
This research uses the multiple regression analysis and leads to the conclusion that the variable consciousness of tax payers, the tax service and sanctions, the fiskus service effect on tax payer compliance in KPP Pratama Purwokerto. And that a variable tax payers awareness, fiskus service make the positive effect of tax payers obidience in KPP Pratama Purwokerto.
91609337B1J010058PENGARUH PENAMBAHAN NUTRISI PADA MEDIUM CAIR DAN PADAT TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN BIOMASSA MISELIUM DAN TUBUH BUAH Pleurotus ostreatusPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai nutrisi yang mengandung nitrogen dan mineral pada medium cair dan tepung jagung pada medium padat terhadap kandungan protein pada biomassa miselium dan tubuh buah Pleurotus ostreatus, mengetahui komposisi pengayaan nutrisi medium yang menghasilkan kandungan protein tertinggi pada biomassa miselium dan tubuh buah P. ostreatus. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dicobakan adalah pengayaan nutrisi medium pada medium cair dan padat. Variabel yang digunakan dalam percobaan ini adalah variabel bebas berupa komposisi penambahan nutrisi pada medium, sedangkan variabel tegantung berupa kandungan protein jamur tiram putih (P. ostreatus) pada masing-masing perlakuan. Parameter utama yang diamati adalah kandungan protein pada biomassa miselium dan tubuh buah, sedangkan parameter pendukung adalah bobot basah dan bobot kering miselium dan tubuh buah, serta pH awal dan pH akhir medium. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), dan perbedaan nyata antar perlakuan dianalisis lebih lanjut dengan uji Duncan pada tingkat kepercayaan 95 %.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan nutrisi pada medium cair dan padat menunjukkan kandungan protein yang beragam dengan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01). Hasil kandungan protein tertinggi yaitu pada perlakuan FC2 dan TJ0 dengan persentase rata-rata 28,92 ± 2,703 % dan 24,92 ± 0,746 % sedangkan kandungan protein terendah diperoleh dari parlakuan FC1 dan TJ1 dengan persentase rata-rata yaitu 12,68 ± 2,733 % dan 18,77 ± 0,619 %. Hasil tersebut menunjukkan penambahan nutrisi pada medium pertumbuhan P. ostreatus memberikan hasil yang beragam terhadap kandungan proteinnya. Tingginya kandungan N pada medium cair mampu meningkatkan kandungan protein pada miseliumnya, sedangkan pada medium padat penambahan N tidak mampu mengkatkan kandungan protein pada tubuh buah P. ostreatus.
This study aims to determine the effect of various nutrients were containing nitrogen and minerals in a liquid and solid medium cornmeal on the protein content in the biomass of mycelium and fruiting bodies of Pleurotus ostreatus, knowing the composition of nutrient enrichment medium that produces the highest protein content in the biomass of mycelium and P. ostreatus fruiting bodies. The method used in this study was experimental with completely random design. The treatment tested was medium nutrient enrichment in a liquid and solid medium. The Variables used in this experiment is the independent variable in the form of addition of nutrients on the composition of the medium, while the dependent variable in the form of a protein content of oyster mushroom (P. ostreatus) on each treatment. The main parameters measured were protein content in the biomass of mycelium and fruiting bodies, while supporting parameters are wet weight and dry weight of mycelium and fruiting bodies, as well as the initial and final pH of the medium. The data was produced, it is analyzed using analysis of variance (ANOVA), and significant differences among treatments were analyzed further by Duncan's test at the 95% level. The results showed that the addition of nutrients in liquid and solid medium showed that the protein content varied with a highly significant difference (P<0.01). highest protein content results in the treatment of FC2 and TJ0 with an average percentage of 28.92 ± 2.703 % and 24.92 ± 0.746 % while the lowest protein content obtained from FC1 and TJ1 treatment with an average percentage is 12.68 ± 2.733 % and 18.77 ± 0,619 %. The results showed the addition of nutrients in the growth medium P. ostreatus provide mixed results on the protein content. high content of N in the liquid medium can increase the protein content in the mycelium, while the medium upon addition of N is not able to increase the protein content in the fruit body P. ostreatus.