Artikelilmiahs

Menampilkan 9.001-9.020 dari 48.912 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
900110685C1K010028GREEN MARKETING: FROM CONCERN TO CONSUMPTION; FACTORS INFLUENCING THE REPURCHASE INTENTION OF GREEN CONSUMERSPendekatan Pemasaran Hijau pada sektor produk diyakini dapat meningkatkan integrasi isu-isu yang berhubungan dengan lingkungan dalam semua aspek kegiatan perusahaan, mulai dari perumusan strategi, perencanaan, dan persiapan, melalui produksi dan distribusi atau distribusi ke pelanggan. Kecenderungan pergeseran pola konsumsi konsumen dalam mengkonsumsi produk-produk organik dari produk konvensional telah menjadi fenomena yang menarik saat ini. Demikian juga dengan faktor kesehatan, gaya hidup, dan lingkungan telah menjadi hal penting bagi konsumen untuk membeli produk organik. Salah satu sektor industri yang sering disorot masyarakat mengenai suatu produk yaitu hubungannya dengan ramah lingkungan, adalah bisnis produk kosmetik. Meskipun di Indonesia produk hijau belum begitu dikenal oleh konsumen, namun, ada beberapa produk hijau yang diterima dengan baik oleh pasar Indonesia seperti produk kosmetik hijau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh nilai produk hijau yang dirasakan, kepuasan terhadap produk hijau dan risiko produk hijau yang dirasakan terhadap kepercayaan terhadap produk hijau, serta untuk menganalisis pengaruh nilai produk hijau yang dirasakan, kepuasan terhadap produk hijau, risiko produk hijau yang dirasakan dan kepercayaan terhadap produk hijau terhadap minat pembelian kembali produk hijau pada konsumen produk kosmetik hijau. Jumlah sampel yang diambil adalah 150 orang yang pernah membeli produk atau jasa di Larissa Aesthetic Center Purwokerto, dengan teknik pengambilan sampel adalah convenience sampling. Structural Equation Modeling (SEM) digunakan untuk menganalisis variabel. Penelitian ini terdiri dari tujuh hipotesis sebagai model. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa nilai produk hijau yang dirasakan dan kepuasan terhadap produk hijau memiliki pengaruh yang signifikan positif terhadap kepercayaan terhadap produk hijau, sedangkan risiko produk hijau yang dirasakan memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap kepercayaan terhadap produk hijau. Kemudian, nilai produk hijau yang dirasakan, kepuasan terhadap produk hijau dan kepercayaan terhadap produk hijau memiliki pengaruh yang signifikan positif terhadap minat pembelian kembali produk hijau, sedangkan risiko produk hijau yang dirasakan berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap minat pembelian kembali produk hijau.

Kata kunci: Nilai produk hijau yang dirasakan, Kepuasan terhadap produk hijau, Risiko produk hijau yang dirasakan, Kepercayaan terhadap produk hijau, Minat pembelian kembali produk hijau, Produk kosmetik hijau.
Green marketing approach in the product area is believed to improve the integration of environmental issues in all aspects of the company's activities, ranging from strategy formulation, planning, and preparation, through the production and distribution or distribution to customers. The tendency of shifting consumer consumption patterns of consuming organic products from conventional products has become an interesting phenomenon today. Likewise with health factors, lifestyle, and the environment becomes an important interest of consumers to buy organic products. One of industry sectors that are often highlighted in the community regarding its products are often its relationship with environmental friendliness is a cosmetic product business. Although in Indonesia green products have not been so well known by the consumers, however, there are some green products which are well received by the Indonesian market such green product cosmetics. The purpose of this study was to analyze the influence of green perceived value, green satisfaction and green perceived risk on green trust, as well as to analyze the influence of green perceived value, green satisfaction, green perceived risk and green trust on green repurchase intention of green product cosmetics consumers. Using a sample size of 150 people who have ever purchased products or services in Larissa Aesthetic Center Purwokerto, the sampling technique was convenience sampling. Structural Equation Modeling (SEM) was used to analyze the variables. The research processed seven hypotheses development as a model. Based on the results of data analysis, it can be concluded that green perceived value and green satisfaction have positive significant influence on green trust, while green perceived risk has negative significant influence on green trust. Then, green perceived value, green satisfaction and green trust have positive significant influence on green repurchase intention, while green perceived risk has negative insignificant influence on green repurchase intention.

Keywords: Green perceived value, Green satisfaction, Green perceived risk, Green trust, Green repurchase intention, Green product cosmetics.
90029240H1C010006Studi Analisis Unjuk Kerja Pembangkit Listrik Dengan Fuell Cell Jenis Proton Exchange Membrane Fuel Cell ( PEMFC ) Kapasitas 48 Watt Fuel cell merupakan alat konversi elektrokimia yang berfungsi mengubah energi kimia fuel (bahan bakar) secara kontinyu menjadi energi listrik dimana keluarannya Direct Current (DC). Fuel cell memiliki tingkat efisiensi yang cukup tinggi. Fokus utama penelitian yang dilakukan adalah studi analisis mengenai unjuk kerja dari fuel cell dimana jenis fuel cell yang digunakan adalah Proton Exchange Membrane Fuel Cell (PEMFC) dengan bahan bakar hidrogen. PEMFC merupakan jenis dari fuel cell yang dibentuk dari anoda, katoda dan membran yang terdapat diantara anoda dan katoda tersebut dimana proton sebagai konduktor melewati membran dari bahan polimer yang berfungsi sebagai elektrolit dari anoda ke katoda. Dalam penelitian ini akan mengkaji parameter arus, tegangan, daya, dan efisiensi dari 4 stack fuel cell yang terkoneksi secara seri dan paralel dengan perbedaan suhu dan tekanan yang diberikan. Hasil penelitian diperoleh adanya penurunan nilai efisiensi seiring bertambahnya waktu yang disebabkan oleh rugi -rugi. Saat waktu 0.5s dengan beban 3 Ω dan 3 H diperoleh nilai efisiensi 42.5 % sampai 51.25 % terkoneksi paralel dari blok #1 seri dan blok #2 seri, terkoneksi seri dari blok #1 paralel dan blok #2 paralel, dan terkoneksi paralel dari blok #1 paralel dan blok #2 paralel dengan suhu 65 °C dan tekanan 0.6 Bar. Sementara pada kondisi yang sama, nilai tegangan maksimum diperoleh sebesar 12.48 V dengan nilai arus 4,16 A dan daya 51,9168 Watt. Sehingga unjuk kerja dari fuel cell dipengaruhi oleh suhu dan tekanan. Semakin kecil suhu dan tingginya tekanan yang diberikan, maka nilai arus, tegangan, daya, dan efisiensi semakin besar dan baik. Fuel cell is an electrochemical
conversion tool that functions convert chemical energy of fuel (fuel) continuously
into electrical energy which output is Direct Current (DC). Fuel cells have a
fairly high level of efficiency. Type of Proton Exchange Membrane Fuel Cell
(PEMFC) is a type of fuel cell that is formed from the anode, cathode and
membrane that exists between the anode and cathode, where the as the conductor
protons pass through the membrane of the polymer material that serves as the
electrolyte from the anode to the cathode. Obtained a decrease of efficiency
value when time increase because lossess. When the time 0.5s with load 3 Ω and
3 H, obtained efficiency value 42.5% until 51.25% that connected parallel from
block # 1series and block # 2 series, connected series from block # 1 parallel
and block # 2 in parallel, and are connected in parallel from the block # 1
parallel and block # 2 in parallel with a temperature of 65 ° C and a pressure of
0.6 bar. While at the same conditions, the maximum voltage value obtained is
12.48 V with current value 4.16 A and power 51.9168 Watt. So the performance
of the fuel cell is affected by temperature and pressure. Smaller or higher the
temperature and pressure are given, then the value of the current, voltage, power,
and efficiency will be greater and better.
90039241C1L008056ANALYSIS OF VALUE FOR MONEY ON LOCAL TAX
AND LOCAL LEVY IN BANYUMAS DISTRICT
Penelitian ini berjudul “Analisis Value For Money Terhadap Pajak Daerah dan Retribusi Daerah di Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat ekonomis, efisiensi dan efektivitas pajak daerah dan retribusi daerah di Kabupaten Banyumas periode tahun anggaran 2008-2012.
Metode analisis yang digunakan adalah dengan analisis value for money, yaitu mengukur dengan memperhitungkan tingkat rasio ekonomis, rasio efisiensi dan rasio efektivitas. Data yang digunakan adalah data biaya operasional pajak daerah dan retribusi daerah dan data pendapatan pajak daerah dan retribusi daerah Kabupaten Banyumas periode tahun anggaran 2008-2012.
Hasil penelitian menunjukkan dalam pengelolaan pajak daerah dan retribusi daerah, pemerintah Kabupaten Banyumas telah mencapai kriteria ekonomis dan efisien. Hal ini dilihat dari hasil rata-ratanya diperoleh rasio ekonomis dan efisien yaitu kurang dari 100%. Untuk kriteria efektivitas pajak daerah pemerintah Kabupaten Banyumas telah mencapai kriteria efektif, karena dari hasil rata-ratanya diperoleh rasio efektivitas lebih besar dari 100%. Sedangkan kriteria efektivitas retribusi daerah belum mencapai kriteria efektif, karena hasil rata-ratanya diperoleh rasio efektivitas kurang dari 100%.
This research entitled “Analysis Of Value For Money On Local Tax and Local Levy In Banyumas District”. The purpose of this research is to know the level of economic, efficiency and effectiveness of local tax and local levy in Banyumas District period fiscal years 2008-2012.
The analysis method was used value for money analysis, by measuring the level of economic ratio, efficiency ratio and effectiveness ratio. Data used was operating costs and revenue data of local tax and local levy in Banyumas District period fiscal years 2008-2012.
The research result shows that in managing local tax and local levy, the government of BanyumasDistrict had achieved economic and efficient criteria. It can be seen from the average result which was obtained economic and efficiency ratio which was less than 100%. The criteria of local tax effectiveness on the government of Banyumas District had achieved effective criteria, because the result which was obtained the ratio of effectiveness was greater than 100%. While the effectivenes criteria of local levy had not reached the effective criteria yet, because the average result which was obtained from the effectivenes criteria was less than 100%.
90049242C1K010056A COMPARATIVE EFFICIENCY STUDY ON STATE-OWNED COMMERCIAL BANKS AND PRIVATE-OWNED BANKS IN INDONESIA USING DATAENVELOPMENT ANALYSIS (DEA)Penelitian ini merupakan studi empiris pada Bank Umum Pemerintah dan Bank Umum Swasta yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2009-2012. Penelitian yang berjudul "Analisis Perbandingan Efisiensi antara Bank Umum Pemerintah dan Bank Umum Swasta di Indonesia Menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA)" bertujuan untuk membandingkan dan menganalisis efisiensi bank umum milik negara dan bank milik swasta selama periode 2009-2012.
Populasi yang digunakan adalah bank milik pemerintah dan bank milik swasta yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan mengambil 4 bank umum milik negara dan 13 bank swasta. Pengukuran efisiensi dalam penelitian ini menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) dengan pendekatan intermediasi. Variabel input yang digunakan dalam penelitian adalah simpanan, aset, dan biaya tenaga kerja, sedangkan variabel outputnya adalah pembiayaan dan pendapatan. Untuk mengetahui perbedaan efisiensi antara bank milik pemerintah dan bank milik swasta, penelitian ini menggunakan uji beda parametrik Independent Sample T-Test.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan yang
signifikan antara efisiensi bank milik pemerintah dan bank milik swasta selama periode 2009-2012.
This research is an empirical study on State-owned Commercial and Private-owned Banks listed on Indonesia Stock Exchange at period 2009-2012. The research entitled “A Comparative Efficiency Study On State-Owned Commercial Banks And Private-Owned Banks In Indonesia Using DataEnvelopment Analysis (DEA)”. This study aims to compare and analyze the efficiency of state-owned commercial banks and private-owned banks during the period 2009-2012.
The data of populationare state-owned commercial banks and private-owned banks listed in Indonesian Stock Exchange(IDX). Byusing purposive sampling research, 4 state-owned commercial banks and 13 private-owned banks are chosen as sample.This study uses Data Envelopment Analysis (DEA) method with intermediation approach.To find out the difference of efficiency between state-owned commercial and private-owned banks, this study used parametric different test of Independent Sample T-test.
The result of this research indicates that: (1)The efficiency level of state-owned commercial banks listed in IDX period 2009-2012 is not perfectly efficient or 97.8 percent. (2) The efficiency level of private-owned banks listed in IDX period 2009-2012 is not perfectly efficient or 91.7 percent. (3)There is no significant difference in the efficiency levelbetween state-owned commercial banks and private-owned banks during the period 2009-2012
As implications of the conclusion above, the less efficient banks suggested to increase the level of efficiency to compete with other banks.State-owned commercial banks and private-owned banks can improve efficiency in order to achieve a perfect level of efficiency, it can be carried out by several ways; allocating through surplus deposit to total asset division especially for productive assets, increasing the loan or credit portion which constitutes part of total asset itself, using contract system for the workers and working together with education institution or universities in the term of qualified human resources provision, carrying out precautionary principle in the loan without obstructing intended target and by carrying out strict supervision after credit provision, as well as creating innovation in product and service expense related to deposit will increase interest revenue and operational income.
900511515A1L011043KANDUNGAN PROTEIN DAN AMILOSA BEBERAPA GALUR PADI SAWAH DAN KORELASINYA DENGAN KARAKTER AGRONOMIKPenelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengkaji daya hasil 10 galur murni padi keturunan persilangan, 2) Mengkaji kandungan protein dan amilosa 10 galur murni padi keturunan persilangan, 3) Mengkaji korelasi antara karakter agronomik dan kualitas hasil 10 galur murni padi keturunan persilangan, 4) mendapatkan galur yang berdaya hasil tinggi dan mempunyai kandungan protein tinggi serta tekstur nasi pulen. Penelitian telah dilaksanakan di Desa Pasir Kulon Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, selama 4 bulan, dimulai bulan September 2014 sampai Januari 2015. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri atas 10 genotip dan 2 varietas pembanding dengan 3 kali ulangan. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, umur berbunga, umur panen, jumlah gabah total per malai, persentase gabah isi, bobot 1000 butir, hasil gabah per petak, kandungan protein dan kandungan amilosa. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji F, apabila terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan DMRT pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat genotip daya hasil tinggi, komponen hasil ideal, protein tinggi dan tekstur nasi pulen yaitu P-G39//CH-GD-14. Daya hasil tinggi, komponen hasil kurang ideal, protein tinggi, dan tekstur nasi pulen yaitu P-MW//G39-GD-72 dan P-PS//MR-GD-94. Daya hasil rendah, komponen hasil kurang ideal, protein tinggi, dan tekstur nasi pulen yaitu P-MW//G39-GD-73, P-MW//LG-GD-77 dan P-SL//G39-GD-106.


This study aims to: 1) review ten rice hybrid lines, 2) determine protein and amylose ten hybrid lines, 3) study correlation between agronomic characters and quality with the 10 hybird lines, 4) get high yielding hybrid lines and has a high protein content and fluffy texture. Research has been conducted at Pasir Kulon village Karanglewas subdistrict, Banyumas, for 4 months, started from September 2014 to January 2015. The experimental design in this research used is a randomized block design (RBD) consisting of 10 genotypes and 2 varieties with three replications. Variables observed were plant height, number of tillers total, the number of productive tillers, days to flowering, harvesting, the total number of grains per panicle, filled grain percentage, 1000 grain weight, grain yield per plot, protein and amylose content. The data were analyzed using the F test, if there is a significant difference then will be with DMRT at 5% error level. The results showed that were genotype with high yield, genotype with yield components ideal, high protein and rice fluffy texture that is P-G39 // CH-GD-14. Genotype with high yield, but yield components is less than ideal, high protein, and rice fluffier texture that is P-MW // G39-GD-72 and P-PS // MR-GD-94. Genotypes showing low yield, yield components is less than ideal, high protein, and rice fluffier texture that is P-MW // G39-GD-73, P-MW // LG-GD-77 and P-SL // G39-GD-106.



900611425A1L009206PEMBERIAN DOSIS PUPUK NZEO-SR TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH ULTISOLPenelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dari Oktober 2013 sampai juli 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk NZEO-SR terhadap sifat kimia Ultisol dan ketersediaan nitrogen serta mendapatkan dosis terbaik dari pupuk NZEO-SR terhadap beberapa sifat kimia Ultisol yang ditanami varietas padi gogo aromatik Inpago Unsoed 1, dengan Rancangan Acak Kelompok Lapang (RAKL) tiga kali ulangan dengan faktor yang dicoba menggunakan 2 komposisi pupuk (K1 diameter pupuk 2,0 mm-2,5 mm dan K2 diameter pupuk 2,5 mm-3,0 mm) dan 6 takaran pupuk NZEO-SR yaitu N0 (0 kg N/ha), N1 (15 kg N/ha), N2 (30 kg N/ha), N3 (45 kg N/ha), N4 (60 kg N/ha), N5 (75 kg N/ha). Variable yang diamati terdiri atas analisis sifat kimia tanah yaitu N-tersedia tanah, N-total, pH, DHL, Hdd tanah, dan KTK tanah. Diperoleh takaran terbaik yaitu pada takaran setara 60 kg N/ha sebesar 0,8265 %, yang menunjukan peningkatan nilai N-total sebesar 39,24 %, pengaruh takaran pada N-tersedia tertinggi pada takaran setara 60 kg N/ha yaitu 76,6247 ppm, pH terbaik pada takaran setara 0 kg N/ha yaitu 6,665, DHL terbaik pada takaran setara 45 kg N/ha yaitu 120,37 dan pengaruh takaran pupuk menunjukan peningkatan nilai DHL sebesar 9,96%. Hdd terbaik ditunjukan pada takaran setara 0 kg N/ha yaitu 0,0948, KTK tanah menunjukan hasil terbaik pada takaran setara 45 kg N/ha yaitu 24,8013 cmol kg-1.Research was conducted in the Laboratory of Soil Science, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, from October 2013 to July 2014. This study aimed to determine the effect of NZEO-SR fertilizer againts nature of Ultisol chemical and availability of nitrogen well as get the best dose of NZEO-SR fertilizer to some Ultisol chemical nature that planted with GOGO AROMATIC rice, varities of INPAGO UNSOED I. Using 3 repetitions of RCBD with tested factor used 2 fertilizer composition (K1, diameter of fertilizer is 2.0 mm-2.5 mm and K2 is 2.5 mm – 3.0 mm) and 6 doses of NZEO-SR fertilizer are N0 (0 kg N/ha), N1 (15 kg N/ha), N2 (30 kg N/ha), N3 (45 kg N/ha), N4 (60 kg N/ha), N5 (75 kg N/ha). Observed variables consisted of soil chemical nature analysis that is N-available of soil, N-Total, pH, DHL, Hdd of Soil and KTK of Soil. Obtained the best dose is the dose equivalent to 60 kg of 0,8626% which shows an increase in the value of N-total is 39,24%, dose of the higher N-available equivalent 60 kg N/ha is 76.6247 ppm, dose of the best pH equivalent 0 kg N/ha is 6.665, dose of the best DHL equivalent 45 kg N/ha is 120.37 and dose of fertilizer showed the increase in value of DHL is 9.96%. The best of Hdd showed in equivalent 0 kg N/ha is 0.0948, KTK of soil showed the best result in dose 45 kg N/ha is 24.8013 cmol kg-1.
90079243F1B007011Pemberdayaan Masyarakat Dalam Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Di Desa Pajerukan Kecamatan Kalibagor Kabupaten BanyumasTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan mengkaji Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) dalam memberdayakan masyarakat di Desa Pejerukan Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jumlah informan 11 orang yang terdiri dari pihak Puskesmas Kecamatan Kalibagor, Aparat Desa Pajerukan, Badan Pengelola Sarana (BPS), dan masyarakat Desa Pajerukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemberdayaan masyarakat dalam Program PAMSIMAS sudah berjalan cukup baik. Upaya pemberdayaan melalui tiga tahapan, yaitu (1) tahap penyadaran dan perubahan perilaku masyarakat,(2) tahap transformasi kemampuan, dan (3) tahap peningkatan kemampuan. Upaya penyadaran yang dilakukan melalui penyuluhan-penyuluhan yang dilakukan berulang-ulang mampu menyadarkan masyarakat sehingga terjadi perubahan perilaku pada masyarakat. Proses transformasi kemampuan dilakukan melalui pelibatan masyarakat dalam pelaksanaan program agar masyarakat belajar bagaimana mengatasi kondisi yang dihadapi. Dalam pengelolaan sarana, BPS belum dapat menjalankan tugasnya dengan baik, baik dalam teknis maupun administratif. Dibangunnya sarana air bersih melalui Program PAMSIMAS memudahkan masyarakat dalam mengakses air bersih dan sanitasi, sehingga mempermudah masyarakat untuk beradaptasi dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Tersedianya sarana air bersih dan sanitasi serta penyadaran yang dilakukan secara berkelanjutan mampu merubah perilaku kesehatan masyarakat Desa Pajerukan menjadi lebih baik. Untuk itu, demi menjaga keberlanjutan program PAMSIMAS, BPS sebagai badan pelaksana dan pengelola program harus memperhatikan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Masyarakat bersama BPS harus sama-sama menjaga dan memelihara sarana air bersih dan sanitasi yang ada.The purpose of this study is to describe and assess Water Supply and Sanitation Based Community Program (PAMSIMAS) in empowering village communities in village Pejerukan District Kalibagor Banyumas. This study uses qualitative research methods to the number of informants 11 people consisting of the sub-district health centers Kalibagor, Pajerukan Village Officials, Facility Management Agency (BPS), and the Pajerukan villagers. The results showed that the community empowerment on PAMSIMAS Program has been running pretty good. Empowerment efforts through three stages: (1) the stage of awareness and change people's behavior, (2) phase transformation capabilities, and (3) capacity building phase. Awareness efforts conducted through counseling conducted repeatedly able to make people aware that there is a change of behavior in the community. The process of transforming ability is done through community involvement in the implementation of the program so that people learn how to cope with the conditions encountered. In facilities management, BPS has not been able to carry out their duties well, both in the technical and administrative. Construction of water supply systems through PAMSIMAS Program allows people to access clean water and sanitation, making it easier for people to adapt to a clean and healthy living behavior. The availability of clean water and sanitation as well as a continued awareness can change the behavior of public health for the better Pajerukan village. Therefore, in order to maintain the sustainability of the PAMSIMAS Program, BPS as the executing agency and program managers should pay attention to what is needed by the community. Communities with BPS should both maintain and preserve clean water and sanitation.
900811092F1F008064
EXPLORING ANXIETY OF THE STUDENTS OF THE TWELFTH GRADE IN SENIOR HIGH SCHOOLWHEN ENCOUNTERING NATIONAL EXAMINATION IN ENGLISH SUBJECT
(A case study in SMA Diponegoro 1 Purwokerto, Academic Year 2013/2014)
Penelitian ini berjudul “Exploring Anxiety of The Students of The Twelfth Grade in Senior High School When Encountering National Examination in English Subject (A case study in SMA Diponegoro 1 Purwokerto, Academic Year 2013/2014)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang alasan-alasan yang memicu pelajar kelas 12 mengalami kekhawatiran dalam menghadapi UN Bahasa Inggris, untuk mengetahui masalah-masalah yang timbul diakibatkan oleh pengalaman kekhawatiran para pelajar kelas 12 dari SMA Diponegoro 1 Purwokerto untuk menghadapi Ujian Nasional Bahasa Inggris, dan untuk mencari tahu cara para pelajar menanggulangi masalah mereka.
Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan empat instrument pengumpulan data, yaitu wawancara, observasi, questioner dan analisis dokumen. Peneliti mewawancarai para siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada November 2013 hingga Maret 2014.
Hasil penelitian menunjukan bahwa para siswa merasakan khawatir baik sebelum ataupun saat UN Bahasa Inggris berlangsung. Terdapat 2 faktor, internal dan eksternal yang menyebabkan para siswa merasa cemas terhadap UN Bahasa Inggris. Contohnya ketakutan tidak bisa lulus UN Bahasa Inggris dan perasaan stress karena perceraian orang tua. Kekhawatiran mereka ini berpengaruh pada kinerja belajar mereka. Hal ini dapat dilihat dari nilai hasil uji coba UN Bahasa Inggris mereka. Disisi lain, rasa cemas bisa memberikan efek positif dan negative bagi para siswa. Sebagai efek negatifnya, para siswa mencontek dan mencari bocoran jawaban UN Bahasa Inggris. Sedangkan efek positifnya, para siswa rutin mengerjakan sholat sunnah tahajjud atau duha. Sebagai tambahan, para siswa juga telah mempersiapkan solusi atas kecemasan mereka terhadap hal ini, yang terdiri dari persiapan menjelang dan tindakan saat UN Bahasa Inggris berlangsung.
The research is entitled “Exploring Anxiety of The Students of The Twelfth Grade in Senior High School When Encountering National Examination in English Subject (A case study in SMA Diponegoro 1 Purwokerto, Academic Year 2013/2014)”. The research is aimed to explore the reasons provoked the twelfth grade students getting anxious in facing English NE, to know problems caused by the anxiety experienced by the twelfth grade students of SMA Diponegoro 1 Purwokerto when doing the English NE, and to find out the ways students overcome the problems.
In collecting the data, the researcher used four instruments consisting of an interview, observation, questionnaire and documentary analysis. The researcher interviewed the students. The observation was held on November 2013 until March 2014.
The result showed that students felt anxious toward English NE whether before and during the English NE. The reasons why did students feel anxious toward English NE were because of internal and external factor. Such as fear of not being able to pass the English NE and feeling stressful of parents’ divorce. These anxieties affected to their learning performance. It could be seen from their scores on tryout test of the English NE. Besides, students could get positive and negative effects of feeling anxious toward English NE. The negative effect made students doing negative thing such as cheating during the English NE and seeking the answer key outside the school. While the positive effect made students doing positive thing such as doing sholat sunnah tahajjud or duha. In addition, students also had prepared a good solution for their problems. They made two points of solution in facing it. The first was their preparation before facing the English NE. The second was their actions during the English NE.
90099245F1A010012Pemaknaan Kader PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) Kelurahan Grendeng Mengenai Pap SmearKanker serviks merupakan pembunuh wanita ke dua di dunia. Di Indonesia setiap tahunnya sekitar 15.000 perempuan didiagnosis terinfeksi kanker serviks, 8.000 penderita kanker serviks meninggal dunia. Di negara maju, deteksi dini kanker serviks terbukti dapat menurunkan angka mortalitas dan morbidilitas akibat kanker serviks. Pelaksanaan deteksi dini di negara berkembang masih sangat rendah, faktor demografis dan sosio-kultural menjadi penghambat dalam pelaksanaan kanker serviks. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pemaknaan ibu-ibu Kader PKK Kelurahan Grendeng mengenai pap smear dan mengetahui tindakan preventif yang dilakukan ibu-ibu kader PKK Kelurahan Grendeng. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, sasaran utama dalam penelitian ini adalah ibu-ibu Kader PKK Kelurahan Grendeng. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling, teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ibu-ibu Kader PKK Kelurahan Grendeng memiliki pengetahuan yang baik mengenai kanker serviks. Hal ini terbukti dengan kemampuan mereka dalam menjelaskan penyebab, gejala, tindakan pencegahan kanker serviks, dan deteksi dini yang dapat dilakukan. Ibu-ibu Kader PKK Kelurahan Grendeng memaknai pap smear sebagai pemeriksaan yang bermanfaat, pap smear penting bagi perempuan yang telah aktif secara seksual, pap smear merupakan cara mencegah kanker serviks, pap smear merupakan deteksi dini kanker yang berkulitas, dan terakhir pap smear merupakan pemeriksaan dengan biaya mahal. Pengetahuan dan pengalaman yang berbeda menyebabkan ibu-ibu Kader PKK Kelurahan Grendeng melakukan tindakan pencegahan yang beragam, tindakan tersebut antara lain, menjaga kebersihan kewanitaan dengan menjaganya tetap kering dan tidak menggunakan pembalut non-herbal, menjaga pola makan dengan menghindari makanan yang memicu keputihan serta mengkonsumsi makanan yang tinggi anti oksidan, menghindari KB spiral, dan setia kepada pasangan. Ibu-ibu Kader PKK Kelurahan Grendeng dan seluruh wanita di dunia seharusnya aktif dalam mencari informasi mengenai kanker serviks dan pencegahannya, mempersiapkan mental dan finansial untuk melakukan deteksi dini secara rutin sesusai yang dianjurkan oleh tenaga medis. Pemerintah juga seharusnya memaksimalkan pelaksanaan program pencegahan kanker serviks dari segi cakupan wilayah, tenaga medis, dan pelaksanaan deteksi dini secara rutin untuk mengatasi penghambat yang muncul di masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan seperti deteksi dini kanker serviks.Cervical cancer is the second killer of women in the world. In Indonesia, approximately 15.000 women diagnosed with cervical cancer every years, 8.000 women died of cervical cancer. In developed countries, early detection of cervical cancer is proven to reduce mortality and morbidity due to cervical cancer. The implementation of early detection in developing countries is very low, demographic and socio-cultural factors as a barrier to the implementation of early detection. The purpose of this study is to determine the meaning of pap smear by cadres of PKK chief Grendeng and knowing the preventive measure undertaken by cadres of PKK chief Grendeng. This study used a qualitative descriptive method, main targets of this study are cadres of PKK chief Grendeng. Sampling technique using purposive sampling, data collection technique using interview, observation and documentation. Analysis using interactive models. Results of this study showed that cadres of PKK chief Grendeng have good knowledge about cervical cancer. Its evidenced by their ability to explain the causes, symptoms, preventive action and early detection of cervical cancer. Cadres of PKK chief Grendeng meaning the pap smear as a useful examination, a pap smear is important for women who have been sexually active, pap smear is a way of preventing cervical cancer, pap smear is a qualified early detection, and last a pap smear is expensive examination. Knowledge and experiences different makes cadres of PKK chief Grendeng perform a variety of preventive measure, such actions include, protect our feminine hygiene to keep the humidity of the vagina and don`t use non-herbal pads, keeping the diet by avoiding foods that cause vaginal discharge and consuming foods high in antioxidants, avoiding a spiral of contraceptives, and faithful to husband. Cadres of PKK chief Grendeng and all women in the world should be active in seeking information about cervical cancer and its prevention, prepare mentally and financially for early detection routine as recommended by medical personnel. Government should maximize the implementation of cervical cancer prevention programs in terms of area coverage, medical personnel, and the implementation of early detection routine to overcome the obstacles that arise in community in accessing health services such as early detection of cervical cancer.
90109246F1D009063KRITIK TERHADAP INDUSTRIALISASI MODERN DALAM FILM “MODERN TIMES” KARYA CHARLIE CHAPLIN: REPRESENTASI PROPAGANDA PERJUANGAN KELAS BURUH
PASCAREVOLUSI INDUSTRI
DI AMERIKA SERIKAT
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan dan memahami kritik terhadap industrialisasi modern dalam film “Modern Times” karya Charlie Chaplin; 2) memahami propaganda dalam film “Modern Times” sebagai representasi dari perjuangan kelas buruh di Amerika Serikat pascarevolusi industri serta menguraikan alasannya. Melalui paradigma dekonstruksionisme dan perspektif pascastruktural, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan semiotika sebagai pendekatannya. Berdasarkan pendekatannya, maka data yang terkumpul dalam penelitian ini dianalisa dengan menggunakan teknik analisis semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa kritik terhadap industrialisasi modern dapat ditelusuri lewat film, seperti yang terdapat dalam film “Modern Times” karya Charlie Chaplin. Selain itu, hasil penelitian tersebut juga membuktikan bahwa kritik terhadap industrialisasi modern dalam film “Modern Times” karya Charlie Chaplin merepresentasikan propaganda perjuangan kelas buruh pascarevolusi industri di Amerika Serikat. Melalui adegan pilihan yang menjadi sasaran dalam penelitian tersebut, kritik-kritik terhadap industrialisasi modern mengarah kepada konsekuensi sistem ekonomi liberal di Amerika Serikat yang menimbulkan dehumanisasi, eksploitasi kelas buruh dan ketimpangan sosial. Kritik-kritk tersebut merepresentasikan propaganda perluasan kesadaran kelas bagi buruh dan sebagai praktik perang posisi untuk melakukan perjuangan politik.This research aims at: 1) describing and understanding the critique of modern industrialization in the film “Modern Times” by Charlie Chaplin; 2) understanding the propaganda in the film “Modern Times” as a representation of industry post-revolutionary struggle of the working class in the United States as well as outlining the reasons. Through the paradigm of deconstructionism and post-structural perspective, this research uses a qualitative method with semiotics as its approach. Based on the approach, then the data collected in this research is analyzed by using technique of semiotic analysis from Roland Barthes. The result of this research reveals the fact that the critique of modern industrialization can be traced through the film, as found in the film “Modern Times” by Charlie Chaplin. In addition, this research results also prove that the criticism of modern industrialization in the film “Modern Times” by Charlie Chaplin represents the propaganda industry post-revolutionary struggle of the working class in the United States. Through choice scenes that were targeted in these studies, critiques of modern industrialization lead to consequences liberal economic system in the United States are caused dehumanization, exploitation of the working class and social inequality. These critics represent propaganda class consciousness expansion for the workers and as a position war practice to do the political struggle.
90119247F1D009042PERAN ARGOWILIS SEBAGAI CIVIL SOCIETY LOKAL DALAM IMPLEMENTASI PERATURAN DESA NOMOR 4TAHUN 2001
TENTANG LEMBAGA PENGELOLAAN HUTAN DESA
DI DESA SOKAWERA
Artikel penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan peran Yayasan Argowilis sebagai civil society lokal dalam implementasi peraturan desa nomor 4 tahun 2001. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dalam paradigma non-positivis, khususnya konstruktivisme. Artikel penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan dan menjelaskan peranan Argowilis sebagai civil society lokal yang mendukung demokratisasi negara dalam implementasi peraturan desa nomor 4 tahun 2001 tentang Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD). Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dalam paradigma nonpositivis khususnya konstruktivisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa peranan Argowilis sebagai civil society lokal sangat berperan penting terkait pengelolaan hutan Desa Sokawera khususnya dalam kegiatan-kegiatan LPHD. Kegiatan-kegiatan tersebut melaksanakan kegiatan-kegiatan hutan seperti mendata potensi hutan, memberikan penyuluhan dan pendidikan terkait kehutanan kepada masyarakat serta melakukan pemanfaatan hutan. Peran Argowilis melalui LPHD tidak didukung Perhutani sebagai representasi negara. Selain itu, hasil penelitian ini juga membuktikan bahwa Perhutani sebagai representasi negara tidak menerima adanya peraturan desa tersebut karena berbenturan dengan konsep pengelolaan hutan bersama masyarakat atau PHBM. Padahal peran Argowilis sebagai civil society local dalam negara demokrasi telah mendorong masyarakat berpartisipasi terlibat dalam isu local seperti pengelolaan hutan desa yang bersinggungan dengan Perhutani sebagai representasi negara. Faktor pendukung yaitu dukungan moral dari masyarakat dan pemerintah Desa Sokawera. Sementara faktor penghambat yaitu kapasitas sumber daya manusia Argowilis, pandangan Perhutani dan masuknya PHBM di tahun 2004.The objective of the article is to describe and to explain the role of Argowilis Institution as a local civil society in implementing the rural regulation Number 4 of 2001, by employing qualitative method and study case approach throughout non-positivism paradigm, particularly constructivism. This article is aimed at describing and explaining the role of Argowilis as a local civil society which supports democratization in the implementation of rural regulation number 4 of 2001 about Rural Forestry Institution (LPHD). By using qualitative method and study case approach throughout non-positivism paradigm, particularly constructivism, the result shows that the role of Argowilis as a local civil society is very significant in accordance with Sokawera forestry management particularly in Rural Forestry Institution (LPHD) actions. The actions consisted of measuring the rural forest, surveying the rural forest potential, providing services relating to social and education of the society in benefiting rural forest. The role of Argowilis through LPHD is not supported by Perhutani as a state representation. Furthermore, the result of this research shows that Perhutani does not accept the implementation of rural regulation in that contradicts with Society Mutual Forestry Management (PHBM) concept. Otherwise the role of Argowilis as local civil society in the democratic-state has encouraged society to participate in local issue, such as the management of village forest that intersect with Perhutani as a representation of the state. The supporting factor is pertaining to the moral supports from Sokawerans. Whereas the threatening factor is in the capacity of Argowilis manpower, Perum Perhutani inference and the realization of Society Mutual Forestry Management (PHBM) in 2004.
90129248H1C008024ANALISA KOORDINASI ANTARA PMT DAN RECLOSER PADA PENYULANG GBG 04 Studi Kasus PT. PLN (Persero) UPJ Gombong
Gangguan yang sering terjadi di jaringan distribusi tegangan menengah adalah gangguan temporer. Gangguan temporer adalah gangguan yang dapat hilang sendirinya atau dengan memutuskan sesaat bagian yang terganggu dari sumber tegangan. Untuk mengatasi hal tersebut, pada jaringan dipasang recloser (rele penutup balik) yang kontak-kontak dapat menutup kembali secara otomatis agar kontinuitas distribusi listrik tetap terjaga. Recloser dapat dikoordinasikan dengan peralatan pengaman lain yang terpasang di jaringan tersebut, misalnya dengan rele arus lebih yang terdapat di PMT. Makalah ini membahas analisa koordinasi antara PMT dan Recloser sebagai peralatan pengaman khususnya pada penyulang GBG 04 UPJ Gombong. Penyulang GBG 04 memiliki pengaman arus lebih berupa PMT, Recloser1 dan Recloser2. Tetapi pada penyulang GBG 04 mengalami kesalahan selektivitas kerja dalam menangani gangguan yang terjadi, yaitu jika terjadi gangguan di ujung penyulang maka kontak PMT dan Recloser akan sama-sama membuka. Hal ini dalam sistem koordinasi tidak diperbolehkan karena saat recloser bekerja menangani gangguan di ujung penyulang GBG 04 ini maka PMT tidak diharuskan bekerja. Untuk itu perlu adanya evaluasi koordinasi peralatan-peralatan pengaman penyulang GBG 04 sehingga masalah selektivitas pengaman ini dapat diatasi.

Kata kunci : Koordinasi PMT dan Recloser, Rele Arus Lebih, dan Recloser.
Disorder that often occurs in medium voltage distribution network is a temporary disturbance. Temporary disorder is a disorder that can be lost itself or by deciding moment affected parts of the voltage source. To overcome this, the network mounted recloser (rele back cover) that contacts can be closed again automatically so that continuity is maintained electrical distribution. Recloser can be coordinated with other safety equipment that is installed in the network, for example, by an overcurrent relay contained in the PMT. This paper discusses the analysis of the coordination between the PMT and Recloser as safety equipment, especially on feeder GBG 04 UPJ Deal. GBG 04 feeders have a surge protector is a PMT, Recloser1 and Recloser2. But at the feeder GBG 04 in an error state selectivity in addressing labor disturbance, that is, if an interruption occurs at the end of the feeder contacts and Recloser PMT will be equally open. It is the coordination system is not allowed because when recloser working with a disorder at the end of the feeder GBG 04 PMT is not required to work. For that we need the evaluation of safety equipment coordination GBG feeder seat 04 so that the selectivity problem can be overcome.

Keywords: Coordination PMT and Recloser, Overcurrent Relay, and Recloser.
90139249H1B007040SOLUSI ANALITIK DAN SOLUSI NUMERIK
PERSAMAAN GELOMBANG AIR
ABSTRAK. Gelombang air merupakan suatu fenomena alam yang dapat dibuat ke dalam suatu model matematika yang berbentuk persamaan diferensial parsial. Model persamaan diferensial parsial tersebut diselesaikan secara analitik menggunakan metode pemisahan variabel dan secara numerik menggunakan metode beda hingga. Solusi numerik menggunakan metode beda hingga akan sama dengan solusi analitiknya jika persamaan beda hingganya stabil dan konisten.
Kata kunci: gelombang air, persamaan diferensial parsial, metode pemisahan variabel, dan metode beda hingga.

ABSTRACT. Shallow water is a natural phenomenon that can be modeled by mathematical model with partial differential equations. This partial differential equations model can be solved by analytically with separation of variables method and by numerically with finite difference method. The numerical solutions with finite difference method will be same as the analytical solutions if the finite difference equations stable and consistent.
Keywords: shallow water, partial differential equations, separation of variables method, and finite difference method.
901410686A1L010122RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAMBU AIR
CITRA (Syzigium samarangense) TERHADAP
PEMANGKASAN DAN PEMUPUKAN

Growth response and production on syzigium samarangense
due to the prunning and fertilizing
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengkaji jenis pemangkasan yang paling baik terhadap peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman jambu air citra; 2) Mengkaji perngaruh dosis campuran pupuk kandang dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jambu air citra; 3) Mengkaji pengaruh interaksi antara pemangkasan dengan campuran pupuk kandang dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jambu air citra. Penelitian dilaksanakan di Desa Karanggude, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan Mei sampai Agustus 2014. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri dari 12 perlakuan dan 3 kali ulangan. Faktor ke-1 adalah pemangkasan dan faktor ke-2 adalah pemupukan. Perlakuan yang dicoba adalah pemangkasan (pemangkasan produksi, pemangkasan bentuk), pemupukan (berbagai dosis campuran pupuk kandang dan NPK), kombinasi pemangkasan dan pemupukan serta control (tanpa pemangkasan dan pemupukan). Data dianalisis menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukan berbagai taraf pemangkasan yang dilakukan tidak menunjukkanhasil yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman air citra. Perlakuan pemupukan pada berbagai taraf yang dicobakan tidak juga menunjukkan hasil yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman air citra begitu pula kombinasi perlakuan antara pemangkasan dan pemupukan yang tidak menampakkan perbedaan yang nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jambu air citraThe purpose of this research was: 1) to determine the best prunning to increase the growth and production of Syzigium samarangense; 2) to determine the impact of giving different doses of mixed manure-NPK fertilizer to the growth and production of Syzigium samarangense; 3) to determine the impact of the interactions between prunning and different doses of given mixed manure-NPK fertilizer to the growth and production of Syzigium samarangense. The research was conducted in Karanggude Village, District Karanglewas, Banyumas.The research was carried out from May to August 2014. The design was Completly Randomized Block Design (CRBD) factorial pattern consisted of 12 treatments and 3 repetitions. The first factor was prunning and the second was fertilization. The treatments were prunnings (production prunning, shaping prunning), fertilization (different doses of given mixed manure-NPK fertilizer), the combination (prunning and fertilization) and control (without prunning and fertilizing). The data were analized by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) by 5% of error. The results showed that prunnings did not impact the growth and production of Syzigium samarangense. Mixed manure-NPK fertilizer treatment did not impact the growth and production of Syzigium samarangense. The combination treatments between prunning and different doses of given mixed manure-NPK fertilizer also did not show any significant difference in both the growth and production of Syzigium samarangense
901510687A1C007056Analisis Persepsi dan Kepuasan Anggota Terhadap Pelayanan KUD Mustika Kecamatan Sumbang Kabupaten BanyumasKoperasi merupakan sebuah lembaga yang memiliki dan dimiliki oleh anggota. Masih rendahnya partisipasi anggota dalam kegiatan perkoperasian serta kurangnya memberikan masukan-masukan membuat kemajuan KUD Mustika tidak lancar. Hal ini terlihat dari pendapatan koperasi yang rendah. Oleh sebab itu, koperasi perlu mengetahui persepsi maupun kepuasan terhadap anggotanya untuk meningkatkan loyalitas anggota terhadap koperasi. Tujuan Penelitian ini adalah (1) Mengetahui persepsi anggota KUD terhadap kinerja pelayanan yang diberikan oleh KUD Mustika, (2) Menganalis kepuasan anggota KUD terhadap kinerja pelayanan yang diberikan oleh KUD Mustika, dan (3) Menganalisis pengaruh persepsi, kepuasan anggota atas kinerja KUD dan frekuensi transaksi terhadap jumlah nilai transaksi.
Penelitian dilaksanakan di KUD Mustika Kecamatan Sumbang Banyumas pada bulan Agustus sampai September 2014. Metode penelitian yang digunakan dalam penentuan sampel adalah metode simple random sampling, sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode Importance Performance Analysis (IPA), Costumer Satisfaction Index (CSI), serta analisis regresi. Pengambilan data dilakukan dengan survey dan memberikan kuisioner kepada 61 anggota KUD.
Hasil penelitian ini adalah (1) Persepsi anggota terhadap kinerja KUD Mustika dinilai masih baik. Hasil análisis menunjukkan nilai persepsi sebesar 78,48%, yang berarti 78,48% kinerja KUD telah memenuhi harapan anggota. (2) Kepuasan anggota KUD Mustika dinilai cukup puas terhadap kinerja pelayanan yang diberikan oleh koperasi. Análisis CSI menunjukkan nilai kepuasan anggota terhadap kinerja KUD sebesar 68,60%. (3) Terdapat pengaruh frekuensi transaksi terhadap besaran nilai transaksi KUD, sedangkan persepsi anggota dan kepuasan anggota tidak signifikan mempengaruhi besaran nilai transaksi KUD Mustika.
Cooperation is an institution that has and is owned by the members. The low participation of members in the cooperative activities and the lack of providing inputs make progress KUD Mustika not smooth. This is evident from the low income of the cooperatiion. Therefore, cooperations need to know the perception and satisfaction of its members to increase the loyalty of members. The purpose of this study was (1) Knowing perception KUD members on the services performance provided by KUD Mustika, (2) analyze the satisfaction of cooperation members on the performance of services provided by KUD Mustika, and (3) to analyze the influence of perception, satisfaction over the performance of members of cooperatives and frequency of transactions to total transaction value.
The research was carried from August to September 2014 on KUD Mustika. Research targeting is the active members of KUD Mustika. The research method used in the determination of the sample is a simple random sampling method, while the research method used is the Importance Performance Analysis (IPA), Customer Satisfaction Index (CSI), and regression analysis. Data were collected by questionnaire survey and provide the 61 member cooperatives.
The results of this reseach were (1) Perception of KUD Mustika members performance is still considered good. The results of analysis indicate the perception of the value of 78.48%, which means that 78.48% KUD performance has met the expectations of members. (2) Satisfaction KUD Mustika members considered quite satisfied with the performance of cooperation service. CSI analysis shows the value of the member satisfaction KUD performance of 68.60%. (3) There is a massive influence on the frequency of transactions KUD transaction value, while the perception of members and member satisfaction did not significantly affect the amount of the transaction value KUD Mustika.
90169253H1D009064Analisis Angkutan Sedimen Bed Load Pada Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Logending Kabupaten KebumenSungai Ijo bermuara di Pantai Logending Kecamatan Ayah. Sungai ijo memiliki beberapa percabangan yang semuanya bermuara di Pantai Logending. Dengan adanya pelabuhan ikan yang dibangun di Pantai Logending, maka perlu adanya kontrol sedimen yang masuk ke pelabuhan ikan tersebut. Untuk itu analisis laju sedimen dasar perlu dilakukan untuk mengetahui besar sedimen dasar yang terbawa ke pelabuhan ikan Pantai Logending.
Penelitian ini menggunakan rumus Einstein dan rumus Frijlink. Analisis yang dilakukan adalah besar laju sedimen bed load yang terjadi di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Logending, Kebumen. Dari hasil analisis ini akan diketahui kelayakan pelabuhan dari segi sedimentasi yang terjadi. Apabila kolam labuh terlalu dangkal maka kapal tidak dapat mendarat di pelabuhan, sehingga perlu adanya kontrol sedimen. Ukuran butiran yang digunakan untuk menganalisis angkutan sedimen menggunakan rumus Einstein menggunakan d35. Sedangkan pada analisis menggunakan rumus Frijlink, ukuran butiran yang digunakan untuk analisis adalah d90 dan d50.
Hasil analisis menggunakan rumus Einstein menunjukkan besar angkutan sedimen bed load sebelum masuk kolam labuh PPI Logending yaitu sebesar 574,07 ton/hari, dan angkutan sedimen bed load pada break water (keluar kolam labuh) PPI Logending sebesar 184,71 ton/hari. Sedangkan hasil analisis menggunakan rumus Frijlink didapatkan angkutan sedimen bed load sebesar 49,47 ton/hari sebelum masuk ke kolam labuh PPI Logending, dan angkutan sedimen bed load pada break water pelabuhan (keluar kolam labuh) sebesar 25,21 ton/hari. Hasil analisis menggunakan rumus Einstein dan rumus Frijlink memiliki kesamaan yaitu sedimen bed load mengendap saat memasuki PPI Logending. Akan tetapi nilai yang dihasilkan berbeda, hal ini dipengaruhi oleh ukuran butiran sedimen yang digunakan untuk analisis.
Katakunci: Sedimen, bed load, pelabuhan, PPI Logending
Ijo river empties into the logending beach District Ayah. Ijo river has several ramifications that they all come down on the logending beach. Because of fish landing port existing in logending beach, it is necessary to control sediment that enters the fish landing port. For the analysis of the rate of sediment transport needs to be done to determine the bed load sediment carried to the fish landing port Logending beach.
This study uses Einstein dan Frijlink formula. The analysis performed is rate of bed load sediment that occurs in the fish landing port Logending, Kebumen. From the results of this analysis will be known in terms of the feasibility of the port of the sedimentation. If the harbor basin is too shallow the ship can’t land at the port, so it needs sediment control. Grain size used to analyze sediment transport using Einstein formula is d35. While the analysis using Frijlink formula, which is used for grain size analysis i.e. d90 and d50.
The results of the analysis using the Einstein formula show rate of bed load sediment transport before entering the basin of fish landing port Logending is aqual to 574.07 tons/day, and bed load sediment transport on the breakwater (out of the basin) fish landing port Logending is 184.71 tons/day. While the analysis of the results obtained using Frijlink formula, bed load sediment transport at 49.47 tons/day before entering into an basin of fish landing port Logending, and bed load sediment transport on the breakwater (exit an basin) is 25.21 tons/day. The results of the analysis using Einstein formula and Frijlink formula have in common is the bed load sediment when entering fish landing port Logending. However, the resulting value is different, it is influenced by sediment grain size used for the analysis.
Keyword: Sediment, bed load, port, PPI Logending
90175283A1L008038Aplikasi Mikoriza dan Pengurangan Dosis Anjuran Pupuk Urea, SP-36 dan KCl terhadap Beberapa Sifat Fisika Ultisol dan Produksi Tanaman PakcoyPakcoy (Brassica Chinensis L) merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang memiliki kandungan gizi lengkap, seperti protein, lemak, karbohidrat, kalsium, phosphor, zat besi, serat serta vitamin A, B1, B2, B3 dan C. Salah satu jenis tanah yang dapat digunakan untuk pengembangan budidaya tanaman pakcoy adalah ordo ultisol. Sampai sekarang pemanfaatan tanah ultisol masih belum maksimal, karena sifat fisikanya yang kurang baik. Salah satu alternatif perbaikan adalah dengan menggunakan mikoriza sebagai pupuk hayati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh mikoriza serta pengurangan dosis anjuran pupuk Urea, SP36, KCl terhadap sifat fisika Ultisol dan produksi tanaman pakcoy. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) terdiri dari dua faktor yaitu : (1) pupuk hayati mikoriza yang terdiri dari genus Glomus sp (M1), genus Gigaspora sp (M2) dan campuran keduanya (M3) serta (2) variasi dosis anjuran pupuk Urea, SP36 dan KCl yaitu, sesuai dosis anjuran (P0), 75% dosis anjuran (P1) dan 50% dosis anjuran (P2). Kedua faktor tersebut dirancang dalam bentuk perlakukan faktorial lengkap sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan yaitu : M1P0, M1P1, M1P2, M2P0, M2P1, M2P2, M3P0, M3P1 dan M3P2. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kombinasi antara mikoriza dan variasi pengurangan dosis anjuran pupuk yang diberikan tidak memperbaiki nilai BJI, BJP, porositas, BC, JO namun memperbaiki nilai BG, BL, IP. Pengurangan dosis 0,55% sampai 31,12% pupuk (Urea, SP36 dan KCl) disertai dengan pemberian setara 50 spora mikoriza per tanaman dapat meningkatkan nilai BJI, BJP, porositas serta jangka olah dan menurunkan nilai angka atterberg (BC, BL, BG) dan IP. Dosis optimum untuk produksi tanaman Pakcoy (bobot 223,467 g/ tanaman) adalah dengan pemberian 8,33 g Glomus + 12,5 g Gigaspora disertai pemberian 0,56 g Urea + 0,93 g SP36 + 0,335 g KCl / tanaman.

Pakcoy (Brassica Chinensis L) is one of vegetable that contain full nutrien, like lemak protein, fat, carbohydrate, calcium, phosphor, iron, fiber and also vitamin A, B1, B2, B3 and C. One of soil that can be used for pakcoy’s cultivation is ultisol order. Until now days ultisol soil can’t be used maximally, because the phsysical nature of ultisol isn’t good enough. One of maintenance alternative is using mikoriza as biofertilizer. The purpose of this research in order to know the influence of Gigaspora, Glomus and mixture of them, and also to reduce Urea , SP-36, KCl dosis, toward the ultisol’s phsysical nature and pakcoy’s production. This research use random system, with RAK (Rancangan Acak Kelompok) that consist of two factors, they are: (1) mikroza that consist of genus Glomus sp (M1), genus Gigaspora sp (M2) and the mixture of two of them (M3) and also (2) variation of Urea dosis, SP36 and KCl that proper with recommendation dosis (P0), 75% recommendation dosis (P1) dan 50% recommendation dosis (P2). Both of factor designed in the shape of complete factorial treatment until get 9 treatment combination that are: M1P0, M1P1, M1P2, M2P0, M2P1, M2P2, M3P0, M3P1 dan M3P2. From this research can be conclude that mixing of mikoriza and the variation of fertilizer dosis reduction can’t fix the result of BJI, BJP, porositas, BC, JO but can fix BG, BL, IP. Dosis reduction 0,55% until 31,12% fertilizer (Urea, SP36 dan KCl) with treatment that proportional with 50 mikoriza spora each plant can increase BJI, BJP, porositas and JO value and decrease BC, BL, BG) and IP. Optimum dosis for Pakcoy’s production Pakcoy (weight 223,467 g/ plant) is with treatment 8,33 g Glomus + 12,5 g Gigaspora with treatment 0,56 g Urea + 0,93 g SP36 + 0,335 g KCl / plant.
90189250H1C009062UJI METODE TEMPLATE MATCHING UNTUK MENCARI AREA MATA PADA CITRA WAJAH BERESOLUSI RENDAHPengolahan citra digital berkembang cukup pesat dengan aplikasi yang cukup luas di berbagai bidang. Pendeteksian mata manusia merupakan salah satu penelitian yang penting, baik di bidang komersial, biometric maupun bidang yang lainya. Untuk mencari informasi titik loksasi posisi mata pada wajah salah satu cara deteksi lokasi posisi mata menggunakan metode template matching. Untuk membaca karakteristik citra wajah dengan pola area mata dibutuhkan algoritma yang dapat menganalisis data tersebut. Dalam penelitian ini citra wajah yang digunakan beresolusi rendah yaitu dengan resolusi 231 x 173. Pada proses template matching citra referensi yang digunakan citra29.jpg dengan tingkat keberhasilan 64%. Dari 50 citra yang di uji cobakan yang berhasil diproses melalui template matching hanya 32 citra dan 18 citra yang tidak berhasil dalam proses template matching. Hasil dari template matching yang area matanya membentuk persegi dengan sempurna dari 32 citra hanya 27 citra. Digital image processing developed rapidly with a fairly extensive application in various fields. Detection of the human eye is one of the important research, both in the commercial field of biometrics, as well as other areas. To find information on the position of the eye point loksasi face image, one way of eye position location detection using template matching method. To read the characteristics of face images with eye area needed pattern algorithm which can analyze the data. In this study used a face image with a resolution of the low resolution of 231 x 173. In the process of template matching is used citra29.jpg reference image with a success rate of 64%. From 50 images tested were successfully processed through template matching only 32 images and 18 images were not successful in template matching process. The results of the template matching the eye area with a perfectly square shape of 32 images only 27 images.
90199251C1A007096EFISIENSI EKONOMI USAHA TANI IKAN LELE
DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN PETANI IKAN LELE
DI KELOMPOK TANI BANYU ASLI DESA NEGARAYU
KECAMATAN TONJONG KABUPATEN BREBES
RINGKASAN


Penelitian ini berjudul “Efisiensi Usaha Tani Ikan Lele dan Tingkat Kesejahteraan Petani Ikan Lele di Kelompok Tani Banyu Asli Desa Negarayu Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efisiensi ekonomi usaha tani ikan lele selama 1 (satu) periode yaitu selama 3 bulan, serta untuk mengetahui tingkat pendapatan petani budidaya ikan lele dalam memenuhi kebutuhan hidup layak. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan September – Oktober 2012. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei terhadap petani ikan lele yang terdapat di Kelompok Tani Banyu Asli Desa Negarayu Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes.
Analisis efisiensi dilakukan dengan menghitung Penerimaan Total yaitu TR = P x Q, di mana P adalah harga jual ikan lele dan Q adalah jumlah ikan lele yang diproduksi. Biaya Total yaitu TC = TFC + TVC, di mana TFC adalah Biaya Tetap Total dan TVC adalah Biaya Variabel Total. Efisiensi kemudian dihitung dengan membandingkan R/C yaitu Penerimaan Total dibagi dengan Biaya Total atau TR/TC. Untuk mengetahui tingkat pendapatan dalam memenuhi Kebutuhan Hidup Layak (KHL), apakah keluarga petani sudah berada dalam tingkat kesejahteraan digunakan rasio pendapatan perkapita terhadap KHL. Jika pendapatan perkapita = 1 berarti belum sejahtera dan apabila pendapatan perkapita > 1 berarti sudah sejahtera.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tani ikan lele di Kabupaten Brebes secara ekonomis sudah efisien karena dari analisis efisiensi ekonomi diperoleh nilai R/C lebih besar dari 1. Hal ini menunjukkan bahwa untuk setiap biaya yang dikeluarkan akan menghasilkan tambahan penerimaan dalam jumlah lebih besar dari pengeluaran biaya tersebut. Kontribusi pendapatan dari usaha tani ikan lele terhadap pendapatan total keluarga relatif besar (lebih besar dari 50 persen). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pendapatan keluarga responden bersumber pada usaha tani ikan lele. Secara umum pendapatan per kapita petani memenuhi standar KHL di Kabupaten Brebes.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu usaha tani ikan lele tersebut perlu terus dikembangkan karena memberikan keuntungan pada para petani. Untuk mengembangkan usaha tani ikan lele, skala usaha perlu ditingkatkan oleh petani ikan lele, mengingat skala usaha yang semakin besar akan memberikan keuntungan yang semakin besar pula. Petani ikan lele juga perlu meningkatkan keterampilan yang menunjang keberhasilan usaha tani ikan lele, misalnya dengan ikut pelatihan-pelatihan usaha tani ikan.
SUMMARY


This research is titled “The Analysis of Catfish Farming and Level of Prosperity Catfish Farmers in farmer group “Banyu Asli” Negarayu Tonjong Brebes Regency. This research purposes on finding out the level of economic efficiency of catfish farming in one period, one period of catfish farming is 3 months. This research also purposes on finding out the income rate of catfish farmer in order to meet the needs of decent living. The research was performed since September – October 2012. This research uses survey method on catfish farmer in farmer group “Banyu Asli” Negarayu Tonjong Brebes Regency.
The efficiency analysis is applied by figuring out the Total Revenue, TR = P x Q, P = catfish selling price and Q = the production of catfish. Total Cost, TC = TFC + TVC, TFC = Total Fixed Cost and TVC = Total Variable Cost. The efficiency is determined by comparing R/C, the Total Revenue divided by Total Cost or TC/TC. The ratio of per capita income is used in order to find out the needs of decent living and to find out wether the farmer family has been in the welfare level with the following condition. If per capita income = 1, the farmer is not in the welfare level and if per capita income > 1, the farmer has been in welfare level.
The research result has shown that catfish farming in Brebes Regency has been economically efficient. Because the economic efficiency shows that R/C > 1. It shows that every outcome result on higher income. The income contribution of catfish farming to family total income is relatively higher (it is higher than 50%). It shows that most of respondent income relies on catfish farming. It can also be concluded that farmer per capita income has met the standard of needs of decent living in Brebes Regency.
Based on the conclusion above, it can be implied that the catfish farming needs to be increased because it gives profit to the farmers. In developing catfish farming, farmers should pay more attention in bussines scale, because large scale business gives big profit. Farmers also should increases skills in catfish farming with follow fish farming training.
90209252C1B007077Pengaruh Kontrak Psikologis, Kepuasan Kerja, dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja karyawan pada PT Bank Rakyat Indonesia Cabang CilacapPenelitian ini bertujuan untuk mengalisis pengaruh kontrak psikologis terhadap kinerja karyawan, kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan, komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan pada PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Cilacap dan mengetahui variable manakah diantara kontrak psikologis, Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasi yang memiliki pengaruh paling besar terhadap Kinerja Karyawan PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Cilacap.
Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwa kontrak psikologis memiliki pengaruh yang positif terhadap kinerja karyawan. Kepuasan kerja memiliki pengaruh yang positif terhadap kinerja, komitmen organisiasi memiliki pengaruh yang positif terhadap kinerja karyawan pada PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Cilacap.Kepuasan kerja merupakan factor yang paling dominan pengaruhnya terhadap kinerja karyawan PT Bank Rakyat Indonesia CabangCilacap.

The aim of this study is to analyze the impact of psychology contract on employee performance, work satisfaction on employee performance, organization commitment on employee performance in PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) branch Cilacap, and to know the dominant variable among psychology contract, work commitment, work satisfaction who affected on employee performance in PT Bank Rakyat Indonesia.
The result of this study are the psychology contract has positive impact on employee performance. Work satisfaction have positive impact on employee performance. Organization commitment also have postive impact on employee performance in PT Bank Rakyat Indonesia branch Cilacap. The dominant factor who affected on employee performance in PT Bank Rakyat Indonesia branch Cilacap is work satisfaction.