Home
Login.
Artikelilmiahs
10704
Update
ADITYA SYAHIR
NIM
Judul Artikel
PERBAIKAN LEKATAN TULANGAN BAMBU APUS MENGGUNAKAN PIN DENGAN VARIASI DIAMETER TULANGAN PADA BETON MUTU K-200 DENGAN UJI LENTUR
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Bambu merupakan tanaman yang banyak dijumpai di Indonesia, bambu mempunyai kelebihan yang dapat dimanfaatkan untuk dunia konstruksi.Kelebihan bambu adalah mempunyai kuat tarik yang hampir menyamai baja jika digunakan sebagai tulangan pada beton bertulang.Jika dibandingkan dengan baja, harga bambu lebih murah.Bambu merupakan tanaman yang dapat dengan mudah ditanam dan pertumbuhannya juga cepat. Berbeda dengan baja yang yang terbuat dari bijih besi yang merupakan bahan yang tidak dapat diperbarui, sehingga akan berdampak pada ketersediaannya yang akan semakin menipis. Sehingga perlu adanya pengganti baja sebagai tulangan yaitu bambu. Tetapi bambu juga mempunyai kelemahan yaitu kembang susut yang besar, sehingga akan mempengaruhi lekatannya terhadap beton dan berpengaruh pada kekuatan balok. Oleh karena itu dilakukan suatu upaya untuk memperbaki kelemahan tersebut yaitu menggunakan pin. Pin dipasang secara bersilangan antar pin, sehingga diharapkan agar bambu tetap dapat melekat pada beton. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui perilaku lentur balok beton bertulang. Pada penelitian ini balok menggunakan tulangan bambu yang ditambah dengan pin serta pengujiannya menggunakan metode dua titik.Penelitian dilakukan terhadap 3 buah balok beton tulangan baja (BTJ), 3 buah balok tulangan bambu polos (BP), 3 buah balok tulangan bambu 6 mm Pin (BTB-1) dan 3 buah balok tulangan bambu 8 mm (BTB-2). Dari hasil pengujian menunjukan bahwa pada BP memiliki rasio 0,92 terhadap BTJ. Pada(BTB-1) dan (BTB-2) mengalami penurunan dengan rasio 0,58 dan 0,61 terhadap BTJ. Sedangkan pada indeks daktalitas mengalami peningkatan terhadap BTJ dengan rasio 1,2 dan 1,25. Pola retak yang terjadi untuk benda uji BTJ, BP, BTB-1 dan BTB-2 dapat dikategorikan tipe keruntuhan lentur.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Bamboo is a plant that is often found in Indonesia, bamboo has the advantage that can be utilized for the construction world. Its advantage is it has a tensile strength as same as steel if it used as reinforcing steel in reinforced concrete. When compared with steel, bamboo is cheaper than steel. Bamboo is a plant that can be easily grown and growing quickly. Different from the steel made from iron ore that is unrenewable material, so its availability become more less than before. Therefore an alternative material like bamboo is needed to change steel as reinforced concrete. But bamboo also has a disadvantage like expands and shrinkagefactor that so big and it will effect to the coherency with concrete and effect the strength of the beam. Therefore an effort using pin is doing to fix it disadvantageous. Pin is positioned cross with another pin so it can hold bamboo in order to attached to the concrete. This aim of this research is also to determine the flexural behavior of reinforced concrete beams. In this study, beam is using a reinforcement bamboo which coupled with a pin and it tested using doing two-point test method. Research conducted on 3 pieces of steel reinforcement concrete beam (BTJ), 3 pieces of plain bamboo reinforcement beam (BP), 3 pieces of bamboo reinforcement beams 6 mm Pin (BTB-1) and 3 pieces of bamboo reinforcement beams 8 mm (BTB-2). The test results show that plain bamboo reinforcement beam (BP) has a ratio 0.94 to the steel reinforcement concrete beam (BTJ). Then the pieces of bamboo reinforcement beams 6 mm Pin (BTB-1) and the pieces of bamboo reinforcement beams 8 mm (BTB-2) has decreased with ratios are 0.59 and 0.58 to the the steel reinforcement concrete beam (BTJ). Ductility index increased to BTJ with ratios are 2.4 and 2.9. Crack pattern which happens to the test object BTJ, BP, BTB BTB-1 and type-2 can be categorized as bending collapse.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save