Artikelilmiahs
Menampilkan 9.121-9.140 dari 50.298 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 9121 | 10710 | A1L010034 | PEMANFAATAN EKSTRAK TUMBUHAN BIOAKTIVATOR UNTUK MENEKAN PENYAKIT KUNING PADA CABAI MERAH FASE VEGETATIF | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh ekstrak tumbuhan bioaktivator terhadap penekanan penyakit kuning pada tanaman cabai, 2) pengaruh ekstrak tumbuhan bioaktivator terhadap pertumbuhan tanaman cabai. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Laboratorium Agroekologi, rumah semi kasa di Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (110 m dpl). Penelitian dilaksanakan mulai bulan Maret 2014 sampai Juni 2014. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 ulangan sehingga menghasilkan 24 unit percobaan. Perlakuan yang dicoba yaitu: tanpa bioaktivator, tanpa virus (K), tanpa bioaktivator, ditulari virus (KV), insektisida organik antilat, ditulari virus (AV), bioaktivator daun mimba, ditulari virus (NV), daun dan buah pace, ditulari virus (PV), daun dan akar bunga pukul empat, ditulari virus (MV). Variabel yang diamati meliputi: masa inkubasi dan gejala penyakit, intensitas penyakit, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah dan kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun dan buah pace 20g/100ml (b/v) berpotensi menunda masa inkubasi sebesar 17,88 persen, menurunkan intensitas penyakit sebesar 58,23 persen dibandingkan dengan kontrol tanpa ekstrak pace. Ekstrak tumbuhan bioaktivator daun nimba, daun dan akar bunga pukul empat, daun dan buah pace, tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah dan kering tanaman. | This research aims to determine: 1) the effect of bio-activator plant extract to minimaze yellow disease on pepper plant, 2) the effect of bio-activator plant extract on the growth of pepper plant. This research was conducted in Laboratory of Plant Protection, Laboratory of Agro-ecology, green house in Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University (110 m asl). This research was conducted from March, 2014 to June, 2014. This research was conducted with using Randomized Block Design (RDB) consisting of 6 treatments and 4 repetitions so that it generated 24 experimental units. The treatments tested were: without bio-activator, without virus (K), without bio-activator, infected virus (KV), antilat organic insecticide, infected virus (AV), bio-activator of neem leaves, infected virus (NV), leaf and fruit of pace, infected virus (PV), leaf and root of four o’clock flower, infected virus (MV). Observed variable included: incubation period and symptoms of disease, disease intensity, plant height, number of leaf, wet and dry weight of plant. The research result indicated that 20g/100ml (b/v) of pace leaf and fruit extract has potential to delay the incubation period of 17,88 percent, reducing disease intensity of 58,23 percent compared to control without pace extract. Bio-activator plant extract of neem leaves, leaf and root of four o’clock flower, pace leaf and fruit do not have influence on plant height, number of leaves, wet and dry weight of plant. | |
| 9122 | 11100 | G1A011038 | HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN DENGAN STADIUM TERDETEKSINYA KARSINOMA NASOFARING DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Karsinoma Nasofaring merupakan penyakit tidak menular yang memiliki insidensi tinggi di negara berkembang salah satunya Indonesia. Insidensi Karsinoma Nasofaring relatif tinggi yaitu 5,7 dari laki-laki dan 1,9 dari perempuan per 100.000 dengan prevalensi 4,7 per 100.000 penduduk atau diperkirakan 7.000 sampai 8.000 kasus per tahun. Penyakit ini memiliki prognosis yang lebih baik jika terdeteksi pada stadium awal. Cepat tidaknya deteksi penyakit ini berhubungan dengan berbagai faktor, salah satu faktor yang paling kuat adalah rendahnya pengetahuan pasien tentang Karsinoma Nasofaring. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan pasien dengan stadium terdeteksinya Karsinoma Nasofaring di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah pasien baru Karsinoma Nasofaring yang terdapat pada RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto pada bulan Agustus-Desember 2014. Metode sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 37 responden. Analisis bivariat dilakukan dengan uji korelasi Spearman dengan stratifikasi pendidikan dan pendapatan. Penelitian ini telah disetujui oleh Komisi Etik Penelitian Kedokteran FK Unsoed. Terdapat korelasi yang bermakna antara tingkat pengetahuan pasien dengan stadium terdeteksinya Karsinoma Nasofaring (p<0,001) dengan arah korelasi negatif dan kekuatan korelasi sedang (r=-0,586). Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan pasien, akan semakin awal stadium terdeteksi karsinoma nasofaringnya dan berlaku sebaliknya. | Nasopharyngeal Carcinoma was a non communicable disease that had a high incidence in developing countries including Indonesia. Incidence Nopharyngeal Carcinoma is a relatively high incidence of 5,7 of the men and 1,9 of women per 100.000 with the prevalence of 4,7 per 100.000 population or estimated 7.000 to 8.000 cases per year. This disease had a better prognosis if it was detected in the early stage. Early detection of the disease related to many factors, one of the strongest factor was the low level of the patients’ knowledge about Nasopharyngeal Carcinoma. The aim of this study was to analyze correlation knowledge level of patients and detection stage of Nasopharyngeal Carcinoma in RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto. This study was an analytical observational with a cross sectional approach with 37 subjects. The sample was the new Nasopharyngeal Carcinoma patients that diagnosed on August-December 2014 in RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Sampling method was consecutive sampling with 37 subjects. Bivariat analysis was done by using Spearman correlation test with stratification on education and income. This study was approved by the Research Ethics Committee of FK Unsoed. There was a significant correlation of knowledge level of patients and detection stage of Nasopharyngeal Carcinoma (p<0,001) with negative direction and moderate correlation (r=-0,586). It was concluded that the higher knowledge level of patients, the earlier the detection stage of Nasopharyngeal Carcinoma, and vice-versa. | |
| 9123 | 11102 | C1A011058 | ANALISIS VARIABEL-VARIABEL YANG BERPENGARUH TERHADAP PENERIMAAN PAJAK HOTEL DAN PAJAK RESTORAN DI WILAYAH BARLINGMASCAKEB (Periode 2007-2012) | Penelitian ini berjudul “Analisis Variabel-Variabel Yang Berpengaruh Terhadap Penerimaan Pajak Hotel dan Pajak Restoran di Wilayah Barlingmascakeb (Periode 2007-2012)”. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel-varieabel yang berpengaruh terhadap penerimaan pajak hotel dan pajak restoran di Barlingmascakeb, yaitu meliputi variabel jumlah hotel, jumlah restoran, jumlah wisatawan, PDRB perkapita dan tingkat inflasi. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode analisis regresi Ordinary Least Square (OLS) terhadap model dengan kombinasi time series dan cross section, atau disebut juga data panel (pooled data) menggunakan metode fixed effect dan uji statistik. Berdasarkan uji F baik pajak hotel dan pajak restoran menunjukkan bahwa F hitung lebih besar daripada F tabel. Dari hasil uji F pajak hotel tersebut, maka variabel jumlah hotel, jumlah restoran, jumlah wisatawan domestik dan asing, PDRB perkapita, tingkat inflasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap penerimaan pajak hotel dan pajak restoran di wilayah Barlingmascakeb. Sedangkan berdasarkan uji t pajak hotel dapat diketahui bahwa jumlah hotel, jumlah wisatawan domestik dan asing, PDRB perkapita yang memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap penerimaan pajak hotel di wilayah Barlingmascakeb. Dan uji t pajak restoran dapat diketahui bahwa hanya jumlah restoran dan PDRB perkapita yang memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap penerimaan pajak restoran di wilayah Barlingmascakeb. Berdasarkan uji variabel yang paling berpengaruh diperoleh nilai koefisien regresi variabel PDRB perkapita paling besar di antara nilai koefisien regresi variabel bebas terhadap penerimaan pajak hotel dan pajak restoran lainnya. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa jumlah hotel, jumlah restoran, jumlah wisatawan domestik dan asing, PDRB perkapita dan tingkat inflasi secara bersama-sama mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan pajak hotel dan pajak restoran di Barlingmascakeb, sedangkan secara parsial jumlah hotel, jumlah wisatawan domestik dan asing, PDRB perkapita berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak hotel, tetapi inflasi tidak berpengaruh signifikan dan secara parsial, jumlah restoran, PDRB perkapita berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak restoran, tetapi jumlah wisatawan domestik dan asing, dan inflasi tidak berpengaruh signifikan. Variabel yang paling berpengaruh adalah PDRB perkapita. Implikasi yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah peningkatan jumlah hotel hendaknya juga disamakan dengan peningkatan pelayanan serta fasilitas, sehingga jumlah pengunjung hotel terus bertambah dan pihak hotel mendapatkan keuntungan serta pemerintah dearah juga mendapatkan pemasukan dari pajak hotel. Pengusaha restoran perlu memperhatikan minat masyarakat setempat, sehingga menu makanan disesuaikan dengan kebutuhan dan daya beli masyarakat. | This research, entitled "Analysis of Influential Variables Effect on Hotels Tax Revenue and Restaurants in Barlingmascakeb 2007-2012 period”. The purpose of this research was to determine the variables that affect hotel tax revenues and restaurant tax in Barlingmascakeb, which includes a variable number of hotels, the number of restaurants, tourist numbers, per capita GRDP and the level of inflation. The method used is the method of regression analysis Ordinary Least Square (OLS) for the model with a combination of time series and cross section, also called panel data (pooled data) using the fixed effect and statistical tests. Based on F test result, both variables (hotel tax revenue and restaurant tax) shows that F statistic are higher than F table. From this F test result of tax hotels, the number of hotels, number of restaurants, number of domestic and international tourists, per capita GRDP, inflation rate are simultaneously significant on hotels tax revenue in and restaurant tax in Barlingmascakeb. Meanwhile, based on the t test result of hotel tax, shows that number of hotels, number of domestic and international tourists, per capita GRDP have a partially significant effect on hotel tax revenue in Barlingmascakeb. And t test result of restaurant tax shows that only number of restaurants and per capita GRDP which have partially significant effect on restaurant tax revenue in Barlingmascakeb. Based on the test the most influential variable regression coefficient values obtained the greatest per capita GRDP between the value of the independent variable regression coefficient hotel tax and other restaurant tax. All of the above, it can be concluded that the number of hotels, the number of restaurants, the number of domestic and foreign tourists, per capita GRDP and inflation together have a positive and significant impact on tax revenues hotel and restaurant tax in Barlingmascakeb, while partial number of hotels, the number of domestic and foreign tourists, per capita GRDP significant effect on tax revenue the hotel, but significant inflation and partially, the number of restaurants, per capita GRDP significantly influence the restaurant tax revenue, but the number of domestic and foreign tourists, and significant inflation. The most influential variable is per capita GRDP. Implications that can be derived from this research is an increasing number of hotels should also be equated with increased services and facilities, thus increasing the number of hotel visitors and hotel parties benefit as well as at local governments also get revenue from the hotel tax. Businessman need to pay attention to the local society interest, so the food menus are suitable with the society’s purchasing power. | |
| 9124 | 9316 | B1J007038 | DINAMIKA COLLEMBOLA PADA SERASAH DENGAN C:N BERBEDA YANG TERDEKOMPOSISI DI LAHAN PERTANIAN | Serasah yang jatuh ke permukaan tanah akan segera mengalami dekomposisi sehingga dapat segera diserap kembali oleh tumbuhan. Penelitian ini menggunakan serasah jerami padi karena mengandung C:N yang tinggi sedangkan serasah daun kacang tanah digunakan karena mengandung C:N yang rendah. Perbandingan C:N tinggi menunjukkan bahan penyusun membusuk lebih lama bila dibandingkan dengan C:N yang rendah. Pengelolaan tanah menggunakan serasah daun kacang tanah dan jerami padi dengan kandungan C:N berbeda diharapkan dapat meningkatkan aktivitas Collembola di dalam tanah. Aktivitas Collembola membantu jasad renik dalam merombak bahan-bahan organik sehingga proses dekomposisi menjadi lebih cepat dengan cara menghancurkan sisa-sisa tumbuhan sehingga berukuran lebih kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika Collembola pada serasah dengan C:N <10 dan >60 yang terdekomposisi di lahan pertanian, laju dekomposisi serasah dengan C:N <10 dan >60 yang terdekomposisi di lahan pertanian dan korelasi antara laju dekomposisi, C:N, kelimpahan Collembola, ragam familia Collembola serta faktor lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dan eksperimen. Variabel yang diamati meliputi variabel bebas dan variabel tergantung. Variabel bebas meliputi C:N serasah jerami padi dan C:N serasah daun kacang tanah. Variabel tergantung berupa dinamika Collembola, sedangkan parameter yang diamati adalah ragam familia Collembola dan jumlah individu pada masing-masing familia Collembola, serta laju dekomposisi serasah jerami padi dan serasah daun kacang tanah. Parameter lain yang diukur adalah faktor fisik dan kimia berupa suhu tanah, kelembaban tanah, pH tanah, C:N yang terdekomposisi , kandungan C dan N serasah daun kacang tanah dan jerami padi serta berat abu serasah. Pengukuran laju dekomposisi dilakukan dengan model Eksponensial menggunakan berat sisa serasah. Korelasi antara komposisi Collembola pada tiap jenis serasah, laju dekomposisi serasah, dan faktor lingkungan dianalisis dengan Canonical Correspondence Analysis (CCA). Komunitas Collembola mengalami fluktuasi yang beragam pada serasah daun kacang tanah dan serasah jerami padi dengan dominasi familia yang berbeda hingga minggu ke-12. Familia Isotomidae, Hypogasturidae dan Entomobryidae merupakan familia yang memberikan karakter komunitas Collembola pada serasah jerami padi sedangkan Paronellidae, Cyphoderidae, dan Sminthuridae pada serasah daun kacang tanah. Pola fluktuasi jumlah Collembola tiap-tiap familia melalui ekstraksi tanah dan metode pitfall trap bervariasi. Laju hilangnya berat serasah menunjukkan laju yang serupa walaupun C:N ratio awal dari tiap serasah berbeda. Kandungan C:N serasah menjadi faktor yang menentukan komposisi dan komunitas Collembola pada serasah dan bersama dengan faktor lingkungan tanah dan laju kehilangan berat menunjukkan korelasi yang kuat terhadap komunitas Collembola. | Litter that falls to the ground will decompose, which resulted minerals are absorbed by the plants. This study used paddy-straw litter with high value of C: N; and peanut leaf litter with low C: N value. High C: N litter mostly decompose longer than that of low C: N litter. The use of peanut leaf litter and paddy-straw litter was expected to increase soil collembola activities. The objectives of this study were to determine the dynamics of Collembola in the decomposing litter with the C: N <10 and> 60 in agricultural land, to measure the rate of decomposition of the litter, and to correlate the rate of decomposition, C : N, Collembola abundance, diversity and environmental factors. The research method used was a survey and litter bag experiments. The independent variables included C: N values of the litter, decomposition rate, soil pH, moisture, litter C:N during decomposition, and temperature. Dependent variable were the dynamics of Collembola consisted of number of familia and individuals. Measurement of the decomposition rate was followed the exponential model. The correlation between the composition of Collembola on each type of litter, litter decomposition rates, and environmental factors were investigated usingCanonical Correspondence Analysis (CCA). Collembola communities were overall increased in both types of litter until week 12. Isotomidae, Hypogasturidae and Entomobryidae characterized litter of paddy-straw while Paronellidae, Cyphoderidae, and Sminthuridae on peanut leaf litter. The number of Collembola was fluctuated over 12 weeks in the soil (extraction and pitfall traps methods). The rate of weight loss of litter was similar, although the C: N ratio of each litter was different at the beginning. The content of C: N litter most likely was the factors that determine the composition and Collembola community in litter. Environmental factors, and the rate of weight loss showed a strong correlation to the Collembola community. | |
| 9125 | 9317 | C1A010097 | Permintaan Variasi Denominasi Rupiah Oleh Masyarakat Kelurahan Tawangsari Kota Tasikmalaya Untuk Kegiatan Transaksi | Penelitian ini berjudul: ”Permintaan Variasi Denominasi Rupiah oleh Masyarakat Kelurahan Tawangsari Kota Tasikmalaya”. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui denominasi rupiah yang diminta oleh masyarakat Kelurahan Tawangsari Kota Tasikmalaya untuk kegiatan transaksi, serta mengetahui perbedaan antara masyarakat Kelurahan Tawangsari Kota Tasikmalaya yang pendapatannya skala 1, skala 2, dan skala 3 dalam melakukan permintaan terhadap denominasi rupiah untuk kegiatan transaksi. Teknik statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistic parametris dengan menggunakan uji asumsi klasik dan analisis statistik deskriptif frekuensi Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif frekuensi diperoleh hasil, pertama, : masyarakat Kelurahan Tawangsari Kota Tasikmalaya cenderung melakukan permintaan terhadap semua denominasi rupiah (denominasi Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000, Rp1.000, Rp500, Rp200, dan Rp100 rupiah) untuk tujuan transaksi, kedua: tidak terdapat perbedaan antara masyarakat Kelurahan Tawangsari Kota Tasikmalaya yang pendapatannya skala 1, skala 2, dan skala 3 dalam melakukan permintaan terhadap denominasi rupiah (denominasi Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000, Rp1.000, Rp500, Rp200, dan Rp100 ) untuk kegiatan transaksi, | This research is form of hypothesis research testing by survey method. The title of this research: " Demand of Rupiah Denomination by Tawangsari, Tasikmalaya city People for Transaction Activity ". The purpose of this research is to find out rupiah denomination for Tawangsari, Tasikmalaya citizen in daily transaction, and to find out the differences among income scale Tawangsari people from scale 1, scale 2 and scale 3 in demanding rupiah denomination for daily transaction. This research uses parametric statistic which use classical assumption test and descriptive frequency statistic analysis. Based on analysis of descriptive frequency statistical is got the information that: (1) Tawangsari people tent to do demanding toward rupiah denomination in every way (denomination 100.000,50.000, 20.000, 10.000, 5.000, 2.000, 1.000, 500, 200, and 100 Rupiah) in order doing transaction (2)there is a different income scale among Tawangsari people around scale 1, scale 2, and scale 3 in demanding toward rupiah denomination (denomination 20.000, 50.000, and 100.000 rupiah) in cash.. | |
| 9126 | 9318 | G1A010092 | KARAKTERISTIK INDIVIDU, KINERJA KADER POSYANDU DAN PENGARUHNYA TERHADAP KESEHATAN IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS BATURADEN I TAHUN 2013 | KARAKTERISTIK INDIVIDU, KINERJA KADER POSYANDU DAN PENGARUHNYA TERHADAP KESEHATAN IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS BATURADEN I TAHUN 2013 ABSTRAK Peningkatan kesehatan ibu di Indonesia merupakan Millennium Development Goals (MDGs) ke-5, sehingga diperlukan program kesehatan ibu di tingkat dasar seperti Posyandu. Kader Posyandu harus memiliki kinerja yang baik agar tujuan Posyandu dapat terlaksana. Kinerja kader tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor karakteristik individu seperti umur, pendidikan, dan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja kader Posyandu terhadap kesehatan ibu hamil dan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja kader Posyandu. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Peneliti mewawancarai 60 kader Posyandu di wilayah Puskesmas Baturaden I, yang diambil menggunakan metode sampling Probability proportional to size (PPS). Karakteristik individu dan kinerja kader diperoleh dari kuesioner dan status kesehatan ibu hamil diperoleh dari Puskesmas Baturaden I. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Spearman dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik individu kader dengan kinerja kader Posyandu, juga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur dan pekerjaan kader dengan kesehatan ibu hamil. Namun demikian, terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan kader dengan kesehatan ibu hamil dengan p = 0,013. Hasil penelitian juga menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kinerja kader Posyandu dengan kesehatan ibu hamil. Variabel umur, pendidikan, dan pekerjaan kader tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja kader. Variabel kinerja kader tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesehatan ibu hamil, tetapi variabel pendidikan kader memiliki pengaruh signifikan terhadap kesehatan ibu hamil dengan p = 0,015. Kesimpulan yang dapat diambil adalah terdapat hubungan dan pengaruh yang signifikan antara pendidikan kader dengan kesehatan ibu hamil di Posyandu wilayah Puskesmas Baturaden I. | INDIVIDUAL CHARACTERISTICS, PERFORMANCE OF POSYANDU CADRES AND ITS EFFECTS TO MATERNAL HEALTH IN BATURADEN I HEALTH CENTER ON 2013 ABSTRACT Improvement of maternal health in Indonesia is the fifth Millennium Development Goals (MDGs). Therefore a basic maternal health programme is needed, such as Posyandu. Performance of cadres must be good to achieve the goals of Posyandu. Cadre’s performance could be affected by its own individual characteristic such as age, education, and occupation. The aim of this study is to determine the effect of cadre’s performance to maternal health and factors that affected it. This research was an observational analytic with cross sectional approach. Researcher interviewed 60 cadres of Posyandu in Baturaden I health center. Respondents were taken by Probability proportional to size (PPS) sampling method. Individual characteristics and performance of cadres obtained by questionnaire and maternal health status were obtained from Baturaden I health center. Spearman test and regression analysis was used to analyze the data. The results of this research showed that there was no signifficant correlations between individual characteristic and cadre’s performance. Also, there were no signifficant correlation between age and occupation to maternal health but there was a signifficant correlation between eduaction and maternal health (p=0,013). The results also showed that there was no correlation between cadre’s performance and maternal health. Individual characteristic had no effects to cadre’s performance. Age and occupation had no effects to maternal health but eduaction had effects to maternal health (p=0,015). Cadre’s performance had no effect to maternal health. It can be concluded that there was a correlation and signifficant effect between education and maternal health. | |
| 9127 | 9319 | C1A009056 | ANALISIS PERMINTAAN KONSUMEN TERHADAP JASA PENERBANGAN PT. MERPATI NUSANTARA AIRLINES (MNA) | Penelitian ini berjudul “Analisis Permintaan Konsumen Terhadap Jasa Penerbangan PT. Merpati Nusantara Airlines (MNA)”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan penumpang dalam memilih menggunakan jasa penerbangan PT. Merpati Nusantara Airlines. Populasi dalam penelitian ini adalah para penumpang maskapai penerbangan PT. Merpati Nusantara Airlines pada tahun 2013. Sampel yang diambil berjumlah 100 orang responden dan ditentukan dengan teknik Accidental Sampling. Variabel yang diteliti yaitu pendapatan penumpang (PP), Tarif (T), Kenyamanan (K), dan tarif maskapai penerbangan lain (TS). Alat analisis yang digunakan di dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Uji Asumsi klasik menggunakan uji normalitas, multikolinearitas, uji autokorelsi, dan uji heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai koefisien determinasi disesuaikan (adjusted R-Square) sebesar 0,618, Artinya bahwa pendapatan penumpang, tarif, kenyamanan, dan tarif maskapai penerbangan lain dari model regresi dalam penelitian ini mampu menjelaskan variabel dependen yaitu permintaan jasa penerbangan Merpati sebesar 61,8 persen, sedangkan sisanya 38,2 persen dijelaskan oleh varibel lain yang tidak diteliti. Berdasarkan hasil Uji t dapat diketahui bahwa variabel pendapatan penumpang, tarif, kenyamanan, dan tarif maskapai penerbangan lain secara parsial berpengaruh signifikan terhadap permintaan jasa penerbangan Merpati Nusantara Airlines. Dari keempat variabel independen tersebut yang paling berpengaruh terhadap jumlah permintaan jasa maskapai penerbangan PT. Merpati Nusanta Airlines adalah variabel kenyamanan dengan t hitung sebesar 11,342. | The research entitled "The Analysis of Consumer Demand for Aviation Services PT. Merpati Nusantara Airlines (MNA)”, is conducted to analyze the factors that affect the passenger demand of PT. Merpati Nusantara Airlines aviaton services. The population of the research were the passenger of PT. Merpati Nusantara Airlines in 2013. The total samples had been gathered from 100 respondent and determined by accidental sampling technique. The variabel of the research were passengers revenue (PP), price (T), convenience (K), and price of another airlines (TS). The researcher used multiple linear regression to analyze the data. The classic assumption test used normality test, multicolinearity test, autocorrelation test, and heteroscedasticity test. The result of the analysis shows that the value of coefficient of determination are adjusted (adjusted R-Square) by 0,618, means that passengers revenue, price, convenience, and other airline price from the regression model in this research was able to explain the dependent variable that shows the demand for Merpati aviation services are about 61,8 percent, while the remaining 38,2 percent is explained by other unexamined variables. Based on the t test results, it could be seen that the variabel of passenger revenue, rates, convenience, and other airlines rates partially had significant effect on Merpati Nusantara Airlines demand. One of the most significant influence to demand of Merpati Nusantara Airlines services was the convenience variable, that proven from the t count amount 11,342. | |
| 9128 | 9320 | H1D008076 | ANALISIS KONDISI HIDROOGI AKIBAT PENAMBAHAN KAWASAN TERBANGUN DI PURWOKERTO SELATAN | ANALISIS KONDISI HIDROLOGI AKIBAT PENAMBAHAN KAWASAN TERBANGUN DI PURWOKERTO SELATAN Rencana pembangunan Hotel Karlita tentunya akan banyak membutuhkan air tanah untuk kebutuhan hotel, dimana akan dibuat kamar sebanyak 124 kamar. Mengingat sumber air di hotel ini menggunakan air tanah dari sumur dalam. Dan kondisi daerah tangkapan air yang semakin kritis, maka kesempatan air hujan masuk ke perut bumi menjadi semakin sedikit. Sementara itu pemakaian air tanah melalui pemompaan semakin hari semakin meningkat. Akibatnya terjadi defisit air tanah, yang mengakibatkan makin dalamnya muka air tanah. Penelitian ini menggunakan metode survei berupa pengukuran, dan percobaan peresapan untuk memperoleh data yang dibutuhkan, dan untuk analisis intensitas hujan menggunakan metode mononobe, dan untuk analisis sumur resapan menggunakan metode SK SNI 03-2453-2002. Dari hasil perhitungan hidrologi curah hujan rancangan kala ulang 5 tahun sebesar 68,66 mm/jam. Berdasarkan data dan analisis perhitungan sesuai SK SNI 03-2453-2002, diperoleh kedalaman 1,3 m dan diameter 1 m. Untuk meresapkan limpasan dari atap bangunan sebanyak 265 buah sumur resapan. Kegiatan pemompaan di Hotel Karlita ini mengakibatkan penurunan muka air tanah (drawdown) sebesar 5,7893 cm. Untuk mengembalikan muka air tanah kembali seperti semula dibutuhkan jeda waktu pemompaan selama 45,1949 menit. | ANALYSIS OF HYDROLOGICAL CONDITIONS AS A RESULT OF THE ADDITION OF THE AREA WOKE UP IN SOUTH PURWOKERTO The construction of hotel karlita will need many ground water for the demand of the hotel, which has 124 room. As the surface area which absorb water is getting less, thus the chance to get rainfall absorbed underground is automatically getting smaller each time. In the other hand, the water usage using water pump is increasing. Therefore, the ground water crisis is happens which causes the drawdownof water surface underground. This study used survey methods such as measuring, and percolation test to obtain the required data. And far the analysis intensiti of rainfall use mononobe methods,and for analysis of infiltration wells use SK SNI 03-2453-2002 methods. From the hidrology analysis of the 5 years return period is 68,66 mm/hour. Based on the data and analysis of calculation according to SK SNI 03-2453-2002, Obtained depth 1.3 m and the diameter of 1 m. Based on analysis, the infiltration wells get 265 infiltration wells is to infiltrated the runoff from the roof. Furthermore, the water pumping activity that conducted in Karlita Hotel caused the drawdown for 5,7893 cm. In order to restore the water surface, it will take 45,1949 minute before attempting another pumping each time. | |
| 9129 | 10711 | A1L010141 | Uji Dua Isolat Trichoderma sp. Dalam Formula Cair dan Padat Organik Terhadap Penyakit Antraknosa Cabai Merah (Capsicum annuum L.) | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menguji tingkat keantagonisan Trichoderma sp. isolat bawang merah dan pisang terhadap penyakit antraknosa cabai merah, 2) mengetahui dan menentukan formula Trichoderma sp. paling efektif dalam mengendalikan penyakit antraknosa cabai merah, 3) mengetahui pengaruh Trichoderma sp. dalam pupuk kandang ayam dan limbah cair tahu terhadap pertumbuhan dan hasil produksi cabai merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-Desember 2014 di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan lahan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol, pupuk kandang ayam, limbah cair tahu, Trichoderma sp. isolat bawang merah dan isolat pisang, dan fungisida berbahan aktif Mankozeb dan Propineb. Variabel pengamatan meliputi komponen patosistem (kepadatan awal dan akhir Trichoderma sp. masa inkubasi, intensitas penyakit), komponen pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah cabang, panjang akar, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, bobot akar segar, bobot akar kering), komponen hasil (jumlah bunga muncul pertama, jumlah buah, bobot basah buah), dan analisis senyawa fenol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan menggunakan formula cair dan padat organik dengan kombinasi isolat bawang merah dan pisang efektif mampu menekan penyakit antraknosa sebesar 42,41%. Beberapa perlakuan yang menggunakan Trichoderma sp. mampu meningkatkan tinggi tanaman sebesar 0,72%, panjang akar sebesar 9,46%, jumlah cabang sebesar 0,87%, bobot segar tanaman sebesar 9,55%, bobot segar akar sebesar 13,27%, bobot kering akar sebesar 4,40%, jumlah bunga 506,06%, jumlah buah per tanaman sebesar 22, 22%, bobot basah buah sebesar 25,63% dibandingkan kontrol. | This research aimed at examining 1) the antagonistic level of the Trichoderma sp. shallot and banana isolates toward antrachnose disease of red chili, 2) defining the most effective formulatioin of Trichoderma sp. in controlling antrachnose disease of red chili, 3) and the influence of Trichoderma sp. in chicken manure and tofu liquid waste on the growth and yield of red chili. The research has been conducted from August-December 2014 in the Laboratory of Plant Protection and the experimental field of Agriculture Faculty, of Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Randomized Block Design (RBD) was used with ten treatments and three replicates. The treatments were include control, chicken manure, tofu liquid waste, two isolates of Trichoderma sp., shallot and banana, and fungicide subtance active of Mankozeb and Propineb. Variables which were observed include pathosystem components (initial and final densities of Trichoderma sp., incubation period, and disease intensity), growth components (crop height, number of branches, root length, fresh weight of crops, fresh weight of root, dry weight of crops and dry weight of root), yield components (number of flowers emerge first, number of fruits, fresh weight of fruits) and phenolic compounds analysis. Result of the research showed that treatment used combination of Trichoderma sp. isolates shallot and banana was effective to suppress the anthracnose disease as high as 42.41%. Some treatments of Trichoderma sp. were effective to increase crop height as 0.72%, number of branches as 0.87%, root length as 9.46%, fresh weight of crops height as 9.55%, fresh weight of root as 13.27%, dry weight of root as 4.40%, number of flowers emerge first as interest 506%, number of fruits as 22.22%, and fresh weight of fruits as 25.63% than control. | |
| 9130 | 10712 | E1A008331 | PENERAPAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 24 TAHUN 1976 TENTANG HAK CUTI PEGAWAI NEGERI SIPIL (STUDY PELAKASANAAN CUTI BERSALIN DI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN PURBALINGGA) | Penelitian ini meneliti tentang Pegawai Negeri Sipil di lingkup Kabupaten Purbalingga, berkaitan dengan cuti pegawai yang dikarenakan hamil. Bagaimana penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1976 tentang hak Pegawai Negeri Sipil (study pelaksanaan Hak Cuti Bersalin di Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga). hasil penelitian dalam penelitian ini menggunakan bahan primer yaitu Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Undang-Undang 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah No 24 Tahun 1976 dan bahan hukum sekunder berupa visi dan misi Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga. kesimpulan dari penelitian adalah Dinas pendidikan Kabupaten Purbalingga sudah mengacu pada aturan-aturan yang berlaku yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1976 tentang hak cuti Pegawai Negeri Sipil. | This study researched the civil servants In the district of purbalingga Pertaining to leave an employee who is pregnant How the implementation of government regulation number 24 years of 1976 Regarding the rights of civil servants (Study the enforcement of maternity leave in the education office purbalingga) The results of this research is the primary use the legislation of Civil the state apparatus number 5 years of 2014, the legislation of 23 years of 2014 On local government and Government regulation number 24 years of 1976 and Secondary material in the form of law is Vision and mission of the department of education in district purbalingga The conclusion of the research is department of education in district purbalingga It is in accordance with the prevailing rules which is a government regulation number 24 years of 1976 Regarding the rights of civil servants. | |
| 9131 | 10713 | F1G011007 | REPRESENTASI ADAT ISTIADAT MINANGKABAU DALAM NOVEL TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK KARYA BUYA HAMKA | Penelitian ini berjudul “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Buya Hamka”. Alasan yang mendasari memilih novel ini adalah mengenai adat istiadat Minangkabau yang diangkat dalam novel tersebut sangat menarik. Adanya pertentangan tentang hal perbedaan adat istiadat antara Minangkabau dan Mengkasar yang dialami tokoh utama yaitu Zainuddin menjadi ketertarikan tersendiri. Pertentangan adat istiadat pada saat itu memang sangat keras. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan alur, latar, tokoh dan penokohan. Adapun alur yang ada dalam novel ini alur awal, alur tengah, dan alur akhir. Di sisi lain, latar meliputi: latar tempat, latar waktu, dan latar sosial budaya, tokoh dan penokohan meliputi tokoh utama dan tokoh bawahan. Di sisi lain, penelitian ini menggambarkan adat istidat Minangkabau yang meliputi Adat Nan Sabana Adat, Adat Nan Diadatkan, Adat Nan Teradat, Dan Adat Istiadat. Adat Nan Sabana adat adalah aturan dan sifat serta ketentuan yang terletak pada setiap jenis benda alam, Adat Nan Diadatkan adalah adat yang diadatkan oleh nenek moyang yang menciptakan adat Minangkabau, Adat Nan Teradat adalah aturan yang disusun dengan hasil musyawarah mufakat penghulu, Adat Istiadat adalah peraturan yang menampung segala kemauan dan kesukaan anak negri selama menurut alu dan atut. | This research is entitled “Representasi Adat Istiadat Minangkabau dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Buya Hamka”. The purpose of this study to describe the customs of Minangkabau that contained in the novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck by Buya Hamka. This study used an analysis descriptive method, with a focus on the customs that contained in the novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Data collection techniques used are read and understand the contents of the novel, then note the data that is important and relates to a formulation of the problem based on the existing novel structure. Then analyzed with the approach of Anthropological Literature. These results explain descriptively about customs of Minangkabau which includes Adat Nan Sabana Adat, Adat Nan Diadatkan, Adat Nan Teradat, Adat Istiadat. All these customs refer to the custom adopted by the Minangkabau people. Based on these, can produce an image of the customs of Minangkabau as a reflection of people's lives that have been written by Buya Hamka in novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. | |
| 9132 | 10714 | A1L010173 | APLIKASI PENINGKATAN KONSENTRASI SUKROSA PADA KONSENTRASI GERMISIDA (ASAM SITRAT DAN ASAM CUKA) UNTUK MEMPERPANJANG MASA KESEGARAN BUNGA KRISAN (Dendrathema grandiflora) | Bunga krisan (Dendranthema grandiflora) merupakan salah satu jenis bunga potong yang sangat disukai para pecinta tanaman hias, karena mempunyai bentuk, warna, dan ukuran yang bervariasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh peningkatan konsentrasi sukrosa dan jenis germisida yang optimal serta mengetahui pengaruh interaksi asam cuka, asam sitrat dan sukrosa terhadap masa kesegaran bunga krisan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman mulai 7 Agustus sampai 6 September 2014. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dua faktorial yang terdiri atas 12 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu konsentrasi sukrosa 30%, 40%, dan 50%. Faktor kedua adalah jenis germisida yaitu non germisida, asam sitrat 500 ppm, asam cuka 10%, dan asam sitrat 500 ppm + asam cuka 10%. Variabel yang diamati adalah masa kesegaran, intensitas warna, diameter mahkota bunga, diameter tangkai, jumlah daun, saat daun mulai layu, saat bunga mulai layu, dan volume air yang terserap. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan sukrosa dan jenis germisida tidak memberikan pengaruh nyata pada semua variabel pengamatan. Kombinasi antara sukrosa 40% dengan tanpa germisida memiliki interaksi sehingga memberikan pengaruh nyata pada variabel saat daun mulai layu yaitu memberikan masa kesegaran pada daun yang dapat bertahan 20,67 hari. | Chrysanthemum (Dendranthema grandiflora) is one kind of cut flowers which are very popular among lovers of ornamental plants, due to its shape, color, and sizes. The study aims to determine the effect of increasing concentrations of sucrose and the optimal type of germicides and determine the effect of interaction acetic acid, citric acid and sucrose to the chrysanthemum flower freshness period. Research conducted at the Laboratory of Agronomy, Faculty of Agriculture, University of General Sudirman starting on August 7 to September 6, 2014. Research using completely randomized design (CRD) factorial consisting of two 12 treatments and 3 replications. The first factor is the concentration of sucrose 30%, 40%, and 50%. The second factor is the type of germicide that is non germicides, 500 ppm citric acid, 10% acetic acid, citric acid and 500 ppm + 10% acetic acid. The variables analyzed were age freshness, intensity of color, flower crown diameter, stem diameter, number of leaves, when the leaves begin to wither, when the flowers begin to wilt, and the volume of water that is absorbed. The results showed sucrose treatment and the type of germicides no significant effect on all variables observation. The combination of sucrose 40% with no interaction so germicides have significant effect on the variable when the leaves begin to wilt which gives freshness period on leaves that can survive 20.67 days. | |
| 9133 | 9321 | B1J010048 | HUBUNGAN ANTARA UNSUR HARA TANAH DAN STRUKTUR VEGETASI TUMBUHAN BAWAH PADA TEGAKAN HUTAN JATI (Tectona grandis L. f.) DI KPH BANYUMAS TIMUR | Ekosistem hutan terdiri dari berbagai kelompok organisme yang saling berinteraksi satu sama lain dan dengan lingkungannya. Salah satu komponen dalam masyarakat hutan adalah tumbuhan bawah. Keberadaan tumbuhan bawah di lantai hutan merupakan hasil interaksi dengan lingkungan tempat tumbuhnya dan dengan tegakan yang berada di atasnya. Penelitian telah dilakukan di RPH Mandirancan yang merupakan wilayah KPH Banyumas Timur dengan tiga umur tegakan jati (T. grandis L. f.) yaitu umur tegakan 7 tahun, 27 tahun, dan 34 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur vegetasi tumbuhan bawah yang terdapat di bawah tegakan hutan jati pada umur tegakan 7, 27, dan 34 tahun dan mengetahui hubungan antara struktur vegetasi tumbuhan bawah dan unsur hara tanah (N, P, dan K) pada tegakan hutan jati umur 7, 27, dan 34 tahun. Metode survei digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode garis berpetak ukuran 10 m x 10 m yang kemudian dibagi menjadi petak-petak kecil berukuran 2 m x 2 m untuk pengamatan tumbuhan bawah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis vegetasi untuk mengetahui struktur vegetasi tumbuhan bawah, Canonical Correspondence Analysis (CCA) untuk mengetahui hubungan struktur vegetasi tumbuhan bawah dan unsur hara tanah. Hasil penelitian menemukan 56 jenis tumbuhan bawah dari 32 familia. Struktur vegetasi tumbuhan bawah mengalami perubahan komunitas secara gradual dari umur tegakan 7 hingga umur tegakan 34. Unsur hara dalam bentuk NH4, PO4, K2O terdapat meningkat pada tegakan jati yang lebih tua, dengan NH4 adalah karakter pada tegakan jati umur 34 tahun, namun Keanekaragaman dan kekayaan jenis tumbuhan bawah mengalami penurunan pada tegakan jati yang lebih tua. Keanekaragaman dan kekayaaan jenis tumbuhan bawah tidak berkorelasi dengan unsur hara tanah, namun kelimpahan tumbuhan bawah pada tegakan jati umur 34 tahun sangat ditentukan oleh NH4. | Forest ecosystem consist of interaction between group of organism and their environment. One of the component of forest ecosystem is understorey. Understorey vegetation presence on forest floor is a result of interaction between their environment where they growth and the forest stands. The research of relationship between understorey vegetation and soil nutrients was conducted in RPH Mandirancan which is region of KPH East Banyumas on three different forest age. The aims of this research were to study understorey vegetation structure on different age of teak (T. grandis L. f.) forest i.e. 7, 27, and 34 years and to study relationship between understorey vegetation structure and soil nutrients (N, P, dan K) on different age of teak forest i.e. 7, 27, and 34 years. The survey method was used. Line quadrat size 10 x 10 m was used to collected data and then each quadrat divided to five 2 x 2 m for understorey vegetation survey. Vegetation analysis was used to find understorey vegetation structure and ordination analysis i.e. CCA Canonical Correspondence Analysis to find relationship between understorey vegetation structure and soil nutrient. This result identified 56 understorey from 32 family. Understorey vegetation structure changes gradually from 7 years to old stand. Soil nutrients NH4, PO4, K2O were increased in older stand of teak, which NH4 was the character on 34 years stand of teak, however understorey species diversity and richness decreased in older stand. Understorey species diversity and richness was not influenced by soil nutrients, but its abundance on 34 year was ditermined by NH4. | |
| 9134 | 9322 | C1A010008 | Pengaruh Kemampuan Keuangan Daerah dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Ketimpangan Regional di Kawasan Subosukawonosraten (Periode 1994-2012) | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Kemampuan Keuangan Daerah dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Ketimpangan Regional di Kawasan Subosukawonosraten (Periode 1994-2012)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan keuangan daerah, pertumbuhan ekonomi, dan ketimpangan regional Subosukawonosraten serta mengetahui pengaruh kemampuan keuangan daerah dan pertumbuhan ekonomi terhadap ketimpangan regional di kawasan ini. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantatif dengan data sekunder pada 7 kabupaten/kota Subosukawonosraten selama tahun 1994-2012, dimana terlebih dahulu dilakukan perhitungan dengan alat analisis yang ada baru kemudian dijelaskan dalam bentuk deskriptif. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu derajat desentralisasi fiskal untuk mengukur kemampuan keuangan daerah, rumus pertumbuhan ekonomi dengan pendekatan PDRB, indeks ketimpangan Jaime Bonet serta untuk melihat pengaruh kemampuan keuangan daerah dan pertumbuhan ekonomi terhadap ketimpangan regional digunakan regresi data panel. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan (1) selama tahun 1994-2012 tingkat kemampuan keuangan daerah Subosukawonosraten mengalami penurunan. (2) selama tahun 1994-2012 tingkat pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan regional Subosukawonosraten mengalami peningkatan. (3) hasil estimasi regresi data panel dengan fixed effect model dapat diketahui bahwa variabel kemampuan keuangan daerah dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh secara bersama-sama dan signifikan terhadap ketimpangan regional di kawasan Subosukawonosraten. Variabel kemampuan keuangan daerah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan regional dengan koefisien regresi (-0,001457). Variabel pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan regional dengan koefisien regresi 0,002014. Tingkat kemampuan keuangan daerah Subosukaswonosraten yang menurun karena kurang maksimalnya pemungutan pajak dan retribusi daerah sebagai sumber pembiayaan daerah. Penurunan kemampuan keuangan daerah ini diikuti dengan peningkatan ketimpangan regional di Subosukawonosraten. Sebaliknya, tingkat pertumbuhan ekonomi Subosukawonosraten yang meningkat merupakan proses menuju kestabilan ekonomi pasca krisis. Peningkatan pertumbuhan ekonomi ini diikuti dengan peningkatan ketimpangan regional di Subosukawonosraten. peningkatan ketimpangan regional di Subosukawonosraten disebabkan masih terpusatnya kegiatan ekonomi pada satu daerah. Oleh karena itu, perlu upaya peningkatan kemampuan keuangan daerah melalui peningkatan PAD dan perencanaan pembangunan daerah yang berkelanjutan untuk mengurangi ketimpangan regional di Subosukawonosraten. | This research was entitled "Effect of Regional Financial Capability and Economic Growth on the Regional Disparities in Region Subosukawonosraten (Period 1994-2012)". The aim of this research was to know the level of regional financial capability, economic growth, and regional disparities in the region Subosukawonosraten over the years 1994-2012 and know the effect of regional financial capability and economic growth on regional disparities in this region. This research was descriptive quantitative with secondary data in 7 districts/cities Subosukawonosraten during the years 1994-2012. Then first performed calculations with existing analysis tools then described descriptively. The analytical tool used in this research is the degree of fiscal decentralization to measure regional financial capability, the formula economic growth approach to GDP, disparities index Jaime Bonet and to see the effect of regional financial capability and economic growth on regional disparities used panel data regression. Based on the research results showed (1) during the years 1994 to 2012 the level of regional financial capability in the region Subosukawonosraten has decreased. (2) during the years 1994 to 2012 economic growth and regional disparities in region Subosukawonosraten has increased. (3) the estimation results of the panel data regression with fixed effect model can be seen that the variables regional financial capability and economic growth together influential and significant to regional disparities in the region Subosukawonosraten. Variables regional financial capability has negative effect and significant to regional disparities with regression coefficient (-0.001457). Variables economic growth has positive effect and significant to regional disparities with regression coefficient 0.002014. Regional financial capability rate in region Subosukawonosraten decreased due to less than maximum tax and retribution as a source of local financing. Decreased regional financial capability was followed by an increase in regional disparities in region Subosukawonosraten. The rate of economic growth in region Subosukawonosraten increased was the process leading to economic stability after the crisis. Increased economic growth was followed by an increase regional disparities in region Subosukawonosraten. Increased regional disparities in region Subosukawonosraten because the concentration of economic activity in the area. Therefore, efforts should be increase the regional financial capability of the region through increased PAD and sustainable local development planning to reduce regional disparities in region Subosukawonosraten. | |
| 9135 | 9323 | G1B010069 | HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN SCABIES DI PONDOK PESANTREN ROUDLOTUS SOLICHIEN DESA KALIJARAN KECAMATAN KARANGANYAR KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2014 | Scabies banyak terjadi di pondok pesantren yang disebabakan oleh personal hygiene yang buruk dari santriwan dan santriwati di pondok pesantren tersebut. Personal hygiene yang dimaksud meliputi kebersihan kulit, kebersihan tangan, kebersihan genital, kebersihan pakaian, kebersihan handuk dan kebersihan alas tidur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan personal hygiene dengan kejadian Scabies di Pondok Pesantren Roudlotus Solichien Desa Kalijaran Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif mengunakan metode survai analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 46 responden. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara kebersihan kulit dengan kejadian Scabies (p=0,000<0,05), ada hubungan antara kebersihan tangan dengan kejadian Scabies (p=0,006<0,05), ada hubungan antara kebersihan pakaian dengan kejadian Scabies (p=0,000<0,05), dan ada hubungan antara kebersihan alas tidur dengan kejadian Scabies (p=0,025<0,05). Saran dalam penelitian ini diharapkan pemilik pondok lebih memperhatikan personal hygiene para santri, pemilik pondok diharapkan memiliki kebijakan penuh untuk mengisolir santri yang menderita Scabies agar tidak menularkan kepada teman satu asrama serta diharapkan poskestren yang sudah berjalan lebih ditingkatkan lagi dalam segi pelayanan. | Many cases of Scabies occurring in islamic boarding school that caused by bad personal hygiene of the students. Personal hygiene is included skin hygiene, hands hygiene, genital hygiene, clothes hygiene, towel hygiene and bedding hygiene. The purpose of this research is to find out the relations of personal hygiene with the incidence of Scabies in Roudlotus Solichien islamic boarding school village of Kalijaran sub-district of Karanganyar regencies of Purbalingga. This research is quantitative research using analytic survey by cross sectional approaching. Sampling technique using simple random sampling by the number of samples about 46 respondents. The research found that there is a relationship between skin hygiene with occurrence of Scabies (p=0,000<0,05), there is a relationship between hands hygiene with occurrence of scabies (p=0,006<0,05), there is a relationship between clothes hygiene with occurrence of Scabies (p=0,000<0,05), there is a relationship between bedding hygiene with occurrence of scabies (p=0,025<0,05). The advice of this research is expecting the management of islamic boarding schools pay more attention to personal hygiene of the students, and having full policy to given a home permission for student who suffers from scabies in order to perform treatment actions so as not to infecting on a friend’s dorm, as well as expected the Poskestren which already run more enhanced in terms of service. | |
| 9136 | 9324 | H1F007061 | GEOLOGI DAN ANALISIS EROSIONAL PADA PERBUKITAN KARST DAERAH CANDIRENGGO DAN SEKITARNYA KECAMATAN CANDIRENGGO, KABUPATEN KEBUMEN, JAWA TENGAH | Daerah Candirenggo Kecamatan Candirenggo merupakan daerah perbukitan yang masuk ke dalam fisiografi Pegunungan Serayu Selatan. Geologi daerah ini terdiri dari Formasi Gabon, Andesit dan Formasi Kalipucang dengan litologi berupa Breksi, Andesit dan Batugamping. Struktur geologi yang berkembang adalah Sesar Mendatar Menganan. Daerah yang sebagian besar merupakan perbukitan karst menjadi hal penting untuk dikaji peruntukannya dengan analisis erosional pada Perbukitan Karst. Faktor pendukung yang digunakan meliputi analisis petrografi, pengukuran pada lapisan batuan kemudian membuat kolom sebagai hasil dari pelarutan pada Perbukitan karst. Hasil akhir dari analisis ini berupa kolom bentukan pelarutan pada Perbukitan Karst. Untuk Kolom hasil pelarutan ditujukan agar dapat melihat pola bentukan demi bentukanpelarutan yang terjadi sebagai proses pelarutan pada Perbukitan Karst dan kemudian dibandingkan dengan klasifikasi mikro karst | Candirenggo area, District Candirenggo a hilly area that goes into Mountains South Serayu physiographic. Geology of the area consists of Gabon Formation, Andesit, and Kalipucang Formation with a marl lithology breccia, andesit and Limestone. Geological structure that develops is Right Slip Fault. Most of the work area is hilly karst be important to assess the allotment with erosional analysis on Karst hills. Supporting factors used include petrographic analysis, measurements on rock layers and then make the column as a result of the dissolution of the karst hills. The end result of this analysis in the form of column leaching Hills karst formations. For column leaching results are intended to be formed in order to see patterns formed by dissolution that occurs as the leaching process on Karst hills and then compared with the classification of micro karst | |
| 9137 | 9325 | B1J010161 | KOMPARASI JENIS-JENIS ANGGREK DI PERKOTAAN DAN PEDESAAN KABUPATEN PURBALINGGA | Anggrek termasuk dalam familia Orchidaceae, yang merupakan salah satu familia tumbuhan berbunga dengan jumlah jenis paling besar. Anggrek banyak dijumpai tidak hanya di perkotaan namun juga di pedesaan. Keanekaragaman jenis anggrek di suatu wilayah baik di perkotaan maupun pedesaan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain perbedaan lokasi, lingkungan dan perilaku masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keranekaragaman jenis anggrek di perkotaan dan pedesaan Kabupaten Purbalingga dan mengetahui perbedaan keanekaragaman anggrek berdasarkan lokasi perkotaan dan pedesaan. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah sampel anggrek yang ada di Kabupaten Purbalingga. Penelitian menggunakan metode survei dengan pengambilan sampel secara purposive random sampling. Parameter yang diamati adalah morfologi anggrek, macam jenis anggrek dan faktor lingkungan seperti ketinggian tempat, suhu dan kelembaban udara yang ada di perkotaan dan pedesaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman jenis anggrek di perkotaan lebih bervariasi dibandingkan pedesaan. Jenis-jenis anggrek yang ditemukan di perkotaan (Kecamatan Purbalingga) sebanyak 12 jenis yaitu Cattleya sp., C. warneri, Guarianthe skinneri, Dendrobium sp. 1, Dendrobium sp. 2, Dendrobium sp. 4, D. bigibbum, Phalaenopsis sp., P. amabilis, P. pulcherrima, Spathoglottis plicata, Vanda tricolor. Jumlah jenis anggrek di perkotaan lebih banyak dibandingkan dengan pedesaan pada lokasi Kecamatan Karanganyar, Padamara, Kaligondang dan Kemangkon. Perbedaan lokasi perkotaan dan pedesaan tidak terlalu besar pengaruhnya terhadap keanekaragaman jenis anggrek di Kabupaten Purbalingga, karena anggrek yang ditemukan hampir sama. Keanekaragaman jenis anggrek di Kabupaten Purbalingga lebih dipengaruhi oleh perilaku masyarakat karena kepemilikan anggrek di perkotaan diperoleh dengan membeli, di pedesaan masyarakat jarang membeli anggrek ataupun memperoleh anggrek karena diberi oleh orang lain. | Plants Orchidaceae is one of the greatest families flowering. Orchids were often found not only in urban but also in rural areas. Orchid species diversity in urban and rural areas can be affected by several factors, such as differences in urban and rural areas, environmental factors and society behavior. The aims of this research were to find species diversity of orchid in urban and rural areas and to find out effect of different areas i.e. urban and rural areas to diversity of orchids. The material used in this research was sample of orchid that presence in Purbalingga District. The method in this research used a survey method with purposive random sampling. The parameters observed include morphology, variety of orchid spesies and environmental factors such as altitude, temperature and humidity in the urban and rural. The result showed that the diversity of orchids is more varied urban than rural. 12 spesies is found in urban areas including Cattleya sp., C. warneri, Guarianthe skinneri, Dendrobium sp. 1, Dendrobium sp. 2, Dendrobium sp. 4, D. bigibbum, Phalaenopsis sp., P. amabilis, P. pulcherrima, Spathoglottis plicata, Vanda tricolor. Species of orchid in urban area more than in rural areas. The differences between urban and rural areas was not significant influence on species diversity of orchids in Purbalingga district, because both areas almost have same number of orchid. The diversity of orchids in Purbalingga influenced by the society behavior of people in urban areas because of the ownership of orchids obtained by purchase, rural communities acquire orchids as given by others. | |
| 9138 | 9326 | H1C009013 | UNJUK KERJA ASTERISK DAN FREESWITCH SEBAGAI IPPBX DI JARINGAN LOKAL UNSOED | Untuk membangun sebuah jaringan Voice over Internet Protocol (VoIP) dibutuhkan sebuah server yang berfungsi sebagai IPPBX. Asterisk dan Freeswitch adalah sebuah layanan yang dapat digunakan sebagai server VoIP. Dua buah komputer server berbasis Linux distribusi Ubuntu 12.04 digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh spesifikasi perangkat keras komputer terhadap kualitas layanan VoIP. Kualitas dari purwarupa sebuah layanan VoIP dapat dilihat dari nilai delay, jitter, packet loss, CPU usage, memory usage, dan Mean Opinon Score (MOS). Dari hasil penelitian yang dilakukan, didapatkan nilai rerata delay, jitter, packet loss, dan MOS komunikasi suara pada server pertama menggunakan Asterisk sebesar 1.11496 ms, 0.089447413 ms, 0 %, dan 4.9 sedangkan Freeswitch sebesar 0.63715634 ms, 0.060024744 ms, 0%, dan 5. Nilai untuk server kedua menggunakan Asterisk secara berurutan dengan nilai 0.64534 ms, 0.101067622 ms, 0 %, dan 4.8, sedangkan Freeswitch 0.641292924 ms, 0.066395223 ms, 0%, dan 5. Kemudian CPU usage dan Memory usage pada server 1 menggunakan Asterisk 1.2 % dan 0.5%, Freeswitch 1 % dan 1%. Pada server 2 menggunakan Asterisk 0.7 % dan 0.6%, pada Freeswitch 0.5% dan 1.08%. Berdasarkan nilai yang diperoleh, Freeswitch lebih baik digunakan di jaringan lokal UNSOED. | To make a Voice over Internet Protocol’s (VoIP) network, a server is needed for an IPPBX. Asterisk and Freeswitch are a services that can be used for a VoIP server. There are two of computer server with Linux’s Ubuntu 12.04 operating system used to determine the influence of computer hardware specifications of the quality of VoIP services. To determine the quality of a prototype VoIP service can be determined from the value of delay, jitter, packet loss, CPU usage, memory usage, and Mean Opinon Score (MOS). Results of research conducted, the mean value obtained delay, jitter, packet loss on voice communication, and MOS using an Asterisk server number 1 is 1.11496 ms, 0.089447413 ms, 0 %, 4.9, with Freeswitch is 0.63715634 ms, 0.060024744 ms, 0%, and 5 .On server number 2 using Asterisk in sequence with a value of 0.64534 ms, 0.101067622 ms, 0 %, and 4.8 , using Freeswitch 0.641292924 ms, 0.066395223 ms, 0%, and 5 . CPU usage and memory usage on the server 1 using Asterisk is 1.2 % and 0.5 % , Freeswitch 1 % and 1 % . On server 2 using Asterisk 0.7 % and 0.6 % , Freeswitch 0.5 % and 1.08% . Based on the values that obtained, Freeswitch better used in UNSOED local network. To make a Voice over Internet Protocol’s (VoIP) network, a server is needed for an IPPBX. Asterisk and Freeswitch are a services that can be used for a VoIP server. There are two of computer server with Linux’s Ubuntu 12.04 operating system used to determine the influence of computer hardware specifications of the quality of VoIP services. To determine the quality of a prototype VoIP service can be determined from the value of delay, jitter, packet loss, CPU usage, memory usage, and Mean Opinon Score (MOS). Results of research conducted, the mean value obtained delay, jitter, packet loss on voice communication, and MOS using an Asterisk server number 1 is 1.11496 ms, 0.089447413 ms, 0 %, 4.9, with Freeswitch is 0.63715634 ms, 0.060024744 ms, 0%, and 5 .On server number 2 using Asterisk in sequence with a value of 0.64534 ms, 0.101067622 ms, 0 %, and 4.8 , using Freeswitch 0.641292924 ms, 0.066395223 ms, 0%, and 5 . CPU usage and memory usage on the server 1 using Asterisk is 1.2 % and 0.5 % , Freeswitch 1 % and 1 % . On server 2 using Asterisk 0.7 % and 0.6 % , Freeswitch 0.5 % and 1.08% . Based on the values that obtained, Freeswitch better used in UNSOED local network. Keywords : Asterisk, Freeswitch, IPPBX, VoIP, QoS | |
| 9139 | 10715 | E1A009072 | PERMOHONAN PENINJAUAN KEMBALI YANG DILAKUKAN OLEH ISTRI TERPIDANA (Studi Terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor: 97/PK/Pid.Sus/2012) | Peninjauan Kembali adalah bagian dari upaya hukum luar biasa yang dicantumkan dalam Bab XVIII KUHAP Pasal 263 sampai dengan Pasal 269. Peninjauan Kembali hanya dapat diajukan dan ditujukan terhadap putusan pengadilan yang “telah berkekuatan hukum tetap”, dan diajukan, diperiksa serta diputus oleh Mahkamah Agung sebagai instansi pertama dan terakhir. Oleh karena itu, Peninjauan Kembali merupakan upaya hukum paling akhir yang bertujuan untuk memberikan adanya kepastian hukum. Metode Penelitian yang digunakan dalam studi kasus ini adalah bersifat Deskriptif Analitis, guna memperoleh gambaran yang menyeluruh dan sistematis mengenai norma hukum, asas hukum, dan pengertian hukum yang terdapat pada pengertian hukum yang berlaku, yang dapat diterapkan dalam menganalisis Peninjauan Kembali. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif, yaitu dititikberatkan pada studi dokumen untuk mempelajari data sekunder yang terkumpul berupa literatur – literatur yang ada kaitannya dengan permasalahan yang diteliti. Teori yang digunakan dalam studi kasus ini adalah Teori Penafsiran Hukum. Hasil penelitian menyatakan bahwa kondisi Terpidana Sudjiono Timan yang melarikan diri alias Buron tidak dapat diartikan sebagai Terpidana telah meninggal dunia dan pengajuan permintaan Peninjauan Kembali oleh Fanny Barki Timan sebagai Ahli Waris Terpidana dalam kondisi Terpidana belum meninggal dunia tidak memenuhi syarat formil. Mengenai pertimbangan hukum Hakim Mahkamah Agung dalam menjatuhkan perkara Putusan Nomor: 97PK/Pid.Sus/2012 adalah tidak tepat dikarenakan mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali yang dilakukan oleh Ahli Waris diwakili oleh Kuasa Hukumnya. Hal ini mengabaikan nilai-nilai atau norma yang hidup di dalam masyarakat dimana seorang koruptor yang sedang buron dilepaskan dari segala tuntutan hukumnya. | Reconsideration is part of an extraordinary legal remedy which is set out in Chapter XVIII of the KUHAP Article 263 to Article 269. Reconsideration may be filed and directed against the court ruling "has permanent legal force", and filed, examined and decided by the Supreme Court as The first and last instance. Therefore, judicial review is the ultimate remedy that aims to provide legal certainty. The research method used in this case study is a descriptive analytical, in order to obtain a thorough and systematic description of the rule of law, principles of law, and understanding of the law contained in the definition of applicable law, which can be applied in analyzing Reconsideration. The approach used in this research is normative juridical, which is focused on the study of documents to study secondary data collected in the form of literature - literature that has to do with the problems studied. The theory used in this case study is the Theory of Legal Interpretation. The study states that the condition Sudjiono Timan offenders who escaped fugitive in other words can not be interpreted as offenders have died and filing a request Reconsideration by Fanny Barki Timan as Heir Convicted offenders condition has not died not meet the formal requirements. Regarding the legal reasoning of the Supreme Court Justices in the case dropped Decision No. 97PK/Pid.Sus/2012 is not appropriate due to grant a request for Judicial Review conducted by Heir represented by Legal Counsel. This ignores the values or norms that live in a society where a fugitive criminals who are released from all the lawsuit. | |
| 9140 | 11103 | F1B011050 | KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL PEREMPUAN DALAM BIROKRASI PUBLIK (Studi Kasus Perempuan Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Purbalingga) | Pemerintah di Indonesia melembagakan segala macam program-program yang bertujuan untuk memberdayakan perempuan. Upaya pemerintah juga menyasar pada terbukanya kesempatan bagi perempuan dalam mengisi jajaran birokrasi lembaga di Indonesia. Birokrasi yang mengisi pada posisi staf, kepala bagian maupun kepala dinas atau lembaga pemerintahan tersebut. Terkait posisi yang ada tersebut, saat ini sudah sering kita jumpai pemimpin lembaga pemerintahan seorang perempuan. Gaya kepemimpinan yang dimiliki seorang perempuan dalam memimpin lembaga dan menjalankan tugasnya yang membawa lembaga tersebut untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan. Penelitian yang menggunakan metode deskriptif dengan studi kasus seseorang/individu, purposive sampling sebagai teknik pemilihan informan dan menggunakan metode analisis data model interaktif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini membuktikan bahwa kepemimpinan transformasional perempuan yang subjek penelitian lakukan dalam upaya perubahan dan pembenahan dilakukan pemimpin sebagai penguatan internal dalam mencapai tujuan bersama. Perilaku disiplin sebagai pemimpin juga turut andil dalam memberikan pengaruh ideal bagi lembaga yang berdampak langsung secara siginifikan bagi kemajuan BPPKP. | The Indonesian government undertake all sorts of programs that aim to empower women. Government efforts also targeted at opening up opportunities for women in filling the ranks of the bureaucracy institutions in Indonesia. Bureaucracy that fill the position of staff, the head part and the head of department or agency of the government. Related to that is the position, now we often see a woman leader of government agencies. Leadership style possessed woman in the lead institution and carry out duties which brought the institution to achieve the planned objectives. Study using descriptive research method with a case study of a person / people, purposive sampling as selection techniques informants and methods of data analysis in the form of an interactive model. The results obtained in this study proves that women are the subject of transformational leadership research done in an effort to change and improvements are made to the leader as an internal reinforcement in achieving a common goal. Behavioral research subject disciplines as leaders also took part in influencing ideal for organizations that have a direct impact for significantly to the advancement of BPPKP. |