Artikelilmiahs
Menampilkan 9.041-9.060 dari 50.292 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 9041 | 9270 | G1B010033 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBERADAAN FORMALIN PADA IKAN PINDANG YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL DI KABUPATEN BANYUMAS | JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO 2014 INTISARI SHINTA MEGA PUSPITA ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBERADAAN FORMALIN PADA IKAN PINDANG YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL DI KABUPATEN BANYUMAS Formalin merupakan Bahan Tambahan Pangan yang dilarang penggunaannya dalam makanan akan tetapi masih digunakan untuk mengawetkan ikan pindang yang dijual di pasar (Kemenkes RI, 2012). Pasar yang menjadi objek penelitian adalah pasar tradisional di Kabupaten Banyumas. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keberadaan Formalin pada ikan pindang yang dijual di Pasar Tradisional di Kabupaten Banyumas. Jenis dan metode penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 38 responden. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, dari 38 sampel ikan pindang terdapat 9 sampel (23,7%) mengandung Formalin. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 34 responden (89,5%) pengetahuan baik, 36 responden (94,7%) sikap baik, 36 responden (94,7%) tidak mudah mendapatkan Formalin, dan 35 responden (92,1%) tidak pernah dilakukan pengawasan. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan (p=0,422), sikap (p=0,051), kemudahan mendapatkan Formalin (p=0,578) dan pengawasan (0,567) dengan penggunaan Formalin pada ikan pindang. Disarankan bagi Instansi Kesehatan untuk melakukan inspeksi sebagai upaya pengawasan kepada pedagang ikan pindang. | DEPARTEMENT OF PUBLIC HEALTH FACULTY OF MEDICAL AND HEALTH SCIENCE JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY PURWOKERTO 2014 ABSTRACT SHINTA MEGA PUSPITA ANALYSIS OF THE FACTORS RELATED TO THE FORMALIN EXISTENCE IN SOLD BOILED FISH ON TRADITIONAL MARKET OF BANYUMAS DISTRICT Formalin is one of the Forbidden Food Additives Vendors in traditional market were still use this forbidden food additive to preserve their boiled fish (Kemenkes RI, 2012). Traditional markets in Banyumas District were the object of this study. The purpose of this study was to analyze the factors which related to the Formalin existence in boiled fish on traditional markets of Banyumas district. The type and method of this study was observational with cross sectional approach. The total sample of this study was 38 respondent. The result of laboratory test from 38 sample of boiled fish, 9 sample (23,7%) containing Formalin. The result of this study showed 34 (89,5%) respondents with good knowledge, 36 respondents (94,7%) good attitude, 36 respondents (94,7%) were difficulty to get Formalin, and 35 respondents (92,1%) has never get supervision. The result of bivariat analyze didn’t show correlation between knowledge (p=0,035), attitude (p=0,051), the ease of getting Formalin (p=0,578) and supervision (0,567) with Formalin use in boiled fish. Suggested for Health Agency to held inspection to control the boiled fish vendors. | |
| 9042 | 10692 | D1E010099 | HUBUNGAN ANTARA KIDDING INTERVAL DENGAN SERVICE PER CONCEPTION DAN LAMA KEBUNTINGAN PADA KAMBING LOKAL DI KECAMATAN SUMBANG – KABUPATEN BANYUMAS | Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara kidding intervaldengan service per conception dan lama kebuntingan pada kambing lokal yang ada di Kecamatan Sumbang. Sasaran penelitian adalah ternak kambing lokal dan peternak kambing lokal di Desa Gandatapa. Sikapat, dan Tambaksogra. Metode yang digunakan adalah metode survei. Sampel yang diteliti sebanyak 278 ekor induk kambing lokaldari total populasi induk kambing lokal 1390 ekor yang sudah beranak minimal dua kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kidding intervalterbaik secara berturut-turut adalah Desa Tambaksogra (289,75 hari), Desa Gandatapa (289,92 hari), dan Desa Sikapat (296,59 hari). Service per conception terbaik secara berturut-turut adalah Desa Sikapat (1,52kali), Desa Tambaksogra (1,53 kali), dan Desa Gandatapa (1,81 kali). Lama kebuntingan kambing lokal terbaik secara berturut-turut adalah Desa Tambaksogra (151,79 hari), Desa Gandatapa (152,37 hari), dan Desa Sikapat (152,62 hari). Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa kidding interval berpengaruh sangat nyata (P˂0,01) terhadap service per conception dan lama kebuntingan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Di Kecamatan Sumbang service per conception lebih berperan terhadap panjang atau pendeknya kidding interval. | The purpose of this research is to evaluate how far the relationship among kidding interval to service per conception and pregnancy of local does in Sumbang District. The object of this research are 278 local does at least twice kidding from pupulation of 1390 local does at Gandatapa, Sikapat, and Tambaksogra vllages. Survey methods has been used on this research. The result of this research showed that the highest kidding interval is achieved by local does is Tambaksogra Village (289,75 days), then Gandatapa Villages (289,92 days), and Sikapat Villages (296,59 days). The best average of service per conception is Sikapat (1,52 times), followed by Tambaksogra Village (1,53 times), and Gandatapa Village (1,81 times). The best result of average pregnancy is Tambaksogra Village (151,79 days), followed by Gandatapa Village (152,37 days), and Sikapat Village (152,62 days). The result of multiple regression analysis shows that kidding interval has a highly significant relationship (P<0,01) to service per conception and pregnancy. Conclusion of this research is service per conceptioncontribute the higher influenced to kidding interval. | |
| 9043 | 11096 | D1D007047 | HUBUNGAN FAKTOR SOSIAL EKONOMI PETERNAK DENGAN MOTIVASI BETERNAK KAMBING PERAH DI EKS KARESIDENAN BANYUMAS (RELATIONSHIP BETWEEN SOCIAL-ECONOMIC FACTORS AND MOTIVATION OF DAIRY GOAT FARMERS IN BANYUMAS EX-RESIDENCY) | Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 1 Januari sampai 30 Juni 2014. Tujuan penelitian adalah 1. Mengetahui tingkat motivasi peternak kambing perah di wilayah Eks Karesidenan Banyumas, 2. Mengetahui gambaran sosil ekonomi peternak kambing perah, 3. Mengetahui hubungan sosial ekonomi peternak kambing perah meliputi tingkat pendidikan, umur peternak, jumlah anggota keluarga peternak, pengalaman peternak, jumlah ternak, keterdedahan informasi pendapatan usaha dan motivasi beternak kambing perah. Penelitian ini menggunakan metode survey terhadap masing-masing kabupaten. Setiap kabupaten dipilih menggunakan metode purposive sampling yaitu berdasarkan total kecamatan yang memiliki ternak kambing perah di Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalinggga, Banjarnegara. Penarikan sampel responden selanjutnya dilakukan secara random sampling yaitu diambil 50 % dari total peternak kambing perah yang ada. Variabel yang diteliti yaitu faktor sosial ekonomi dan motivasi beternak kambing. Pengukuran motivasi berternak dapat dilakukan dengan skala likert (nilai 1-5). Hasil penelitian menunjukan bahwa, tingkat motivasi beternak kambing perah masuk kategori sedang dan untuk tingkat faktor sosial ekonomi masuk kategori rendah. Berdasarkan analisis diperoleh hasil bahwa, variabel sosial ekonomi peternak yang berhubungan dengan motivasi beternak kambing perah antara lain keterdedahan informasi (rs=0,500**), pengalaman berternak (rs=0,444**), umur (rs=0,272*), dan pendidikan (rs=0,225*). | The research was done from 1st January to 30th June 2014. The purposes of the study are to 1) know the level of motivation of the dairy goat farmers, 2) knowing social-economic background of dairy goat breeders, 3) know the relationship of social-economic dairy goat farmers include level of education, farmer’s age, number of family members of farmers, farming experience, number of livestock, opennes of information and motivation of dairy goat farming. This study used a survey method. Sample of area were taken using purposive sampling method to the area which have dairy goat farming in Banyumas, Cilacap, Purbalingga, and Banjarnegara. Respondents were chosen randomly by 50% of total farmers. The variables studied were social economic factors and motivation of goat farmers. Measurements can be done by implementing motivation likert scale (1-5). The results showed that, level of motivation of dairy goat farmers was moderate and to of social-economic factors was categorized low. Results of study showed that opennes of information, farming experience, age and educational attainment has significant relationship to the motivation of farmers. | |
| 9044 | 9271 | C1K010058 | The Effect of Fundamental Factors on Stock Price (Study in Manufacturing Companies Listed on Indonesia Stock Exchange Period 2007-2012) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh faktor fundamental, terutama rasio keuangan, terdiri dari Current Ratio (CR), Return on Equity (ROE), Return on Asset (ROA), Earning Per Share (EPS) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Harga Saham. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak tahun 2007 sampai 2012. Dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling, penelitian ini menggunakan 35 perusahaan sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda sebagai metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Current Ratio (CR) berpengaruh positif terhadap Harga Saham; (2) Return on Equity (ROE) berpengaruh positif terhadap Harga Saham; (3) Return on Asset (ROA) tidak berpengaruh signifikan terhadap HargaSaham; (4) Earning Per Share (EPS) berpengaruh positif terhadap HargaSaham; (5) Debt to Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham; (6) Current Ratio (CR), Return on Equity (ROE), Return on Asset (ROA), Earning Per Share (EPS) dan Debt to Equity Ratio (DER) secara simultan berpengaruh terhadap harga saham. Kata Kunci: Current Ratio, Return on Equity, Return on Asset, Earning per Share, Debt to Equity Ratio, Harga Saham | The aims of this research were to examine the effect of the fundamental factors, especially financial ratios, consisted of Current Ratio (CR), Return on Equity (ROE), Return on Asset (ROA), Earning per Share (EPS) and Debt to Equity Ratio (DER) on Stock Price. The research population was manufacturing companies that listed on Indonesia Stock Exchange (IDX) since 2007 until 2012. Chosen by using purposive sampling method, this research used 35 companies as sample. This study used multiple regression analysis as the method. The result of this research indicated that: 1) Current Ratio (CR) had positive effect on Stock Price; (2) Return on Equity (ROE) had positive effect on Stock Price; (3) Return on Asset (ROA) had no significant effect on Stock Price; (4) Earning per Share (EPS) had positive effect on Stock Price; (5) Debt to Equity ratio (DER) had no significant effect on Stock Price; (6) Current Ratio (CR), Return on Equity (ROE), Return on Asset (ROA), Earning per Share (EPS) and Debt to Equity Ratio (DER) simultaneously had an effect on Stock Price. Keyword: Current Ratio, Return on Equity, Return on Asset, Earning per Share, Debt to Equity Ratio, Stock Price | |
| 9045 | 9272 | H1C010035 | STUDI ANALISIS UNJUK KERJA PEMBANGKIT LISTRIK HIBRIDA SISTEM DC DENGAN FUEL CELL DAN PHOTOVOLTAIC KAPASITAS 72 WATT | Pembangkit listrik tenaga hibrida ialah pembangkit yang menggunakan sumber energi lebih dari satu macam. Teknik hibrida yang sekarang banyak digunakan adalah menggabungkan beberapa jenis pembangkit listrik yang tidak dapat diperbaharui maupun dapat diperbaharui, contohnya seperti pembangkit energi angin, surya (photovoltaic), feul cell dan diesel, pembangkit energi angin dan surya, pembangkit energi angin dan diesel, pembangkit energi surya (photovoltaic), dan fuel cell. Pembangkit energi surya (photovoltaic), dan fuel cell di pilih karena emisinya kecil, selain itu juga pembangkit hibrida ini akan menggabungkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh energi surya (photovoltaic) dan fuel cell. Pada tugas akhir ini jenis fuel cell yang digunkan adalah Proton Exchange Membrane Fuel Cell (PMFC) yang memiliki efisiensi cukup baik dan dua buah photovoltaic. Fuel cell merupakan alat konversi elektrokimia yang berfungsi mengubah energi kimia fuel (bahan bakar) secara kontinyu menjadi energi listrik dimana keluarannya Direct Current (DC). Photovoltaic merupakan suatu semikonduktor yang bisa merubah energi matahari (foton) menjadi energi listrik. Dalam penelitian ini akan mengkaji parameter arus, tegangan, daya, dan efisiensi dari 4 stack fuel cell yang terkoneksi secara seri dan paralel yang akan dikoneksi (hibrida) dengan dua buah photovoltaic. Dalam penelitian ini akan memvariasikan konfigurasi seri dan pararel antara fuel cell dan photovoltaic menggunakan soft ware bantuan yaitu matlab simulink. Hasil penelitian diperoleh nilai tegangan, arus, daya dan efisiensi akan sangat terpengaruh terhadap koneksi yang dipilih. Pada penelitian kali ini koneksi palarel dari fuel cell blok#1 blok#2 seri koneksi palarel dan photovoltaic palarel memiliki daya keluaran yang paling besar yaitu 69.1601 dengan efisiensi 88.6 %. | A hybrid power plant is a power plant that uses an energy source more than one sort. Hybrid techniques are now widely used is combining several types of power plants that cannot be updated or may be updated, for example such as wind energy, solar power (photovoltaic), feul cell and diesel, solar and wind energy plants, wind energy generators and diesel generators, solar energy (photovoltaics), and fuel cell. Generating solar energy (photovoltaics), and fuel cell in select because emissions are small, moreover also this hybrid plant will incorporate these advantages possessed by solar energy (photovoltaic) and fuel cell. In this final task type of fuel cell that is used is a Proton Exchange Membrane Fuel Cell (PMFC) that has a pretty good efficiency and two pieces of photovoltaics. Fuel cell is an electrochemical conversion device that functions convert chemical energy fuel (fuel) continuously into electrical energy which output for Direct Current (DC). Photovoltaics is a semiconductor that could transform the solar energy (photons) into electrical energy. In this research will examine the current, voltage, power, and efficiency of the fuel cell stack 4 connected in series and parallel (hybrid) with two photovoltaic. In this research will vary the configuration of the series and parallel between fuel cells and photovoltaics using soft ware assistance namely matlab simulink. The research results obtained values of voltage, current, power and efficiency will be greatly affected against the selected connection. At this time the research palarel connection of the fuel cell block # 1 block # 2 series connection palarel and photovoltaic power output palarel have the most namely 69.1601 watt efficiency with 88.6%. | |
| 9046 | 9273 | G1B010051 | TEKNIK PENGELOLAAN SAMPAH DI KELURAHAN GRENDENG KECAMATAN PURWOKERTO UTARA TAHUN 2014 | Sampah merupakan salah satu masalah yang sangat penting untuk ditangani dan membutuhkan perhatian khusus karena sampah telah menjadi persoalan nasional. Kegagalan dalam pengelolaan sampah berimbas pada menurunnya kualitas kesehatan masyarakat, merusak estetika kota, dan dalam jangka panjang dapat mempengaruhi arus investor ke daerah. Wilayah Kota Purwokerto mengalami peningkatan volume sampah dari tahun 2005-2013 yakni sebanyak 71,45%. Masyarakat di Kelurahan Grendeng masih mempunyai kebiasaan membuang sampah ke sungai dan belum memiliki informasi mengenai teknik pengelolaan sampah yang mudah dan murah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berbagai teknik pengelolaan sampah di Kelurahan Grendeng Kecamatan Purwokerto Utara Tahun 2014. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subyek penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 13 orang yang terdiri dari 4 orang sebagai informan utama dan 9 orang sebagai informan pendukung. Cara pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi, analisis dokumen, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik pengelolaan sampah di Kelurahan Grendeng Kecamatan Purwokerto Utara adalah menggunakan konsep 3R, pengadaan bank sampah dan koperasi barang bekas. Ketiga teknik pengelolaan sampah ini memberikan dampak positif yakni kemampuan mengelola sampah sehingga sampah bisa tereduksi dan lingkungan menjadi bersih. | Waste is one of the most important issues that have to be handled and required special attention because it has become a national issue. The failure of waste management impacting public health quality, city aesthetics, and it can affect to the investment. In Purwokerto area, the volume of waste has increased 71,45% from 2005 to 2013. Grendeng people still threw the waste to the river and they do not have information yet about easy and economy-priced of the waste management technique. The purpose of the research is to find out the various Waste Management Techniques at Grendeng, Purwokerto Utara in 2014. The method used is descriptive qualitative. Subjects were obtained by using purposive sampling as many as 13 people consisting of 4 persons as key informants and 9 persons as supporters. The way to collect the data were using in-depth interviews, observation, document analysis, and documentation. Validity test used in this research is triangulation technique. The result of this research indicate that the waste management techniques at Grendeng are 3R concept, waste bank and koperasi barang bekas. All techniques of waste management gave a positive effect in managing the waste, so it can reduced and make the environment clean. | |
| 9047 | 9274 | C1C010001 | PENGARUH PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN DAERAH, AKSESIBILITAS LAPORAN KEUANGAN DAERAH DAN PEMAHAMAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH TERHADAP PENGGUNAAN INFORMASI KEUANGAN DAERAH | Penelitian ini merupakan studi empiris pada Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini mengkaji penggunaan informasi keuangan daerah dengan menggunakan variabel bebas penyajian laporan keuangan daerah, aksesibilitas laporan keuangan daerah dan pemahaman SAP. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh penyajian laporan keuangan daerah, aksesibilitas laporan keuangan daerah dan pemahaman SAP terhadap penggunaan informasi keuangan daerah di SKPD Kabupaten purbalingga. Sampel penelitian ini berjumlah 86 sampel dari 194 populasi yang ada dengan menggunakan teknik simple random sampling (acak sederhana). Metode pengumpulan data primer yang dipakai adalah dengan kuesioner. Data yang diperoleh diolah menggunakan teknik analisis regresi berganda. Hasil analisis menunjukan bahwa penyajian laporan keuangan daerah, aksesibilitas laporan keuangan daerah dan pemahaman SAP berpengaruh terhadap penggunaan informasi keuangan daerah. | This research is an empirical study in Purbalingga Regency. This study was intended to examines the use of local financial information by using the independent variables regional financial statement presentation, accessibility of financial statements, and understanding SAP . The purpose of this study was to examine the effect of regional financial statement presentation, accessibility of financial statements, and understanding SAP of the uses of local financial information at SKPD in Purbalingga Regency. Sample size was 86 samples from 194 populations by using simple random sampling techniques. Data collection method used was questionnaire. Data obtained were processed using the technique of multiple regression. The result of this research is showed that regional financial statement presentation, accessibility of financial statements, and understanding SAP is have significantly influence to the use of local financial information. | |
| 9048 | 10693 | D1F011020 | BOBOT DAN PERSENTASE BAGIAN-BAGIAN KARKAS DAN NON KARKAS ITIK RAMBON JANTAN YANG DIBERI TEPUNG DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) DALAM RANSUM | Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh level pemberian tepung daun salam yang optimal terhadap bobot dan persentase bagian-bagian karkas dan non karkas itik Rambon jantan. Penelitian dilaksanakan di peternakan itik Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas dan di Laboratorium Produksi Ternak Unggas, Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini menggunakan 80 ekor itik Rambon jantan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri atas ransum basal tanpa penambahan tepung daun salam (R0), ransum basal + 3% tepung daun salam (R1), ransum basal + 6% tepung daun salam, dan ransum basal + 9% tepung daun salam. Peubah yang diamati adalah bobot bagian-bagian karkas dan non karkas serta persentase bagian-bagian karkas dan non karkas. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan apabila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian diperoleh rataan bobot dan persentase bagian-bagian karkas dari perlakuan secara berurutan yaitu Dada R0 = 238,67 g dan 27,69%, R1 = 237,59 g dan 27,73%, R2 = 253,95 g dan 29,23%, R3 = 244,91 g dan 28,84%. Punggung R0 = 182,27 g dan 21,26%, R1 = 196,23 g dan 22,87%, R2 = 200,19 g dan 23,14%, R3 = 177,89 g dan 20,99%. Paha R0 = 211,81 g dan 24,67%, R1 = 199,47 g dan 23,42%, R2 = 195,21 g dan 22,71%, R3 = 207,10 g dan 24,37%. Sayap R0 = 124,20 g dan 14,62%, R1 = 121,68 g dan 14,35%, R2 = 121,71 g dan 14,11%, R3 = 122,37 g dan 14,43%. Giblet R0 = 100,07 g dan 11,76%, R1 = 98,93 g dan 11,63%, R2 = 93,22 g dan 10,82%, R3 = 96,79 g dan 11,37%, sedangkan rataan bobot dan persentase bagian-bagian non karkas yaitu Kepala R0 = 70,50 g dan 23,35%, R1 = 67,08 g dan 22,66%, R2 = 65,50 g dan 21,93%, R3 = 68,34 g dan 22,24%. Leher R0 =149,40 g dan 49,49%, R1 = 144,70 g dan 48,87%, R2 = 150,10 g dan 50,12%, R3 = 151,32 g dan 49,52%. Shank R0 = 35,94 g dan 11,90%, R1 = 36,74 g dan 12,43%, R2 = 35,50 g dan 11,92%, R3 = 35,08 g dan 11,50%. Viscera (usus) R0 = 46,10 g dan 15,26% , R1 = 47,90 g dan 16,04%, R2 = 48,10 g dan 16,03%, R3 = 50,36 g dan 16,54%. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penambahan tepung daun salam dengan level 3%, 6%, 9% berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot dan persentase bagian-bagian karkas dan non karkas Itik Rambon Jantan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan tepung daun salam (Syzygium polyanthum) sampai dengan level 9% dalam ransum menghasilkan bobot dan persentase bagian-bagian karkas dan non karkas itik Rambon jantan yang relatif sama. | The aim of this research was to determine the optional level of propotion Salam leaf meal on the weight and percentage of carcass and non-carcass Rambon duck male. The research was conducted in Dukuhwaluh Village, Kembaran Distric, Banyumas Regency and Poultry Laboratory, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This research used 80 heads. The method used was an experimental method using Completely Randomized Design (CRD). The treatmens were feed without salam leaf meal (R0), feed + 3% salam leaf meal (R1), feed + 6% salam leaf meal (R2), and feed + 9% salam leaf meal (R3). Variables measured were weight of carcass and non-carcass parts and persentage of carcass and non-carcass parts. Data were analyzed using analysis of variance followed by Test Honestly Significant Difference (HSD). The result average weight and persentage of carcass of the treatments are Chests R0 = 238.67 g and 27.69%, R1 = 237.59 g and 27.73%, R2 = 253.95 g and 29.23%, R3 = 244.91 g and 28.84%. Backs R0 = 182.27 g and 21.26%, R1 = 196.23 g and 22.87%, R2 = 200.19 g and 23.14%, R3 = 177.89 g and 20.99%. Thigh R0 = 211.81 g and 24.67%, R1 = 199.47 g and 23.42%, R2 = 195.21 g and 22.71%, R3 = 207.10 g and 24.37%. Wings R0 = 124.20 g and 14.62%, R1 = 121.68 g and 14.35%, R2 = 121.71 g and 14.11%, R3 = 122.37 g and 14.43%. Giblets R0 = 100.07 g and 11.76%, R1 = 98.93 g and 11.63%, R2 = 93.22 g and 10.82%, R3 = 96.79 g and 11.37%, respectively, meanwhile the average of weight and persentage non-carcass parts of the treatmens are Head R0 = 70.50 g and 23.35%, R1 = 67.08 g and 22.66%, R2 = 65.50 g and 21.93%, R3 = 68.34 g and 22.24%. Neck R0 =149.40 g and 49.49%, R1 = 144.70 g and 48.87%, R2 = 150.10 g and 50.12%, R3 = 151.32 g and 49.52%. Shank R0 = 35.94 g and 11.90%, R1 = 36.74 g and 12.43%, R2 = 35.50 g and 11.92%, R3 = 35.08 g and 11.50%. Visceras R0 = 46.10 g and 15.26% , R1 = 47.90 g and 16.04%, R2 = 48.10 g and 16.03%, R3 = 50.36 g and 16.54%. Result of analysis of variance showed that salam leaf meal supplementation to the level of 3%, 6%, 9% did not significanly (P>0.05) affect weight and percentage parts of carcass and non-carcass of Rambon Drakes. The conclusion of this research were supplementation salam leaf meal (Syzygium polyanthum) up to 9% level in the diet produce weight and percentage parts of carcass and non-carcass of Rambon duck male relatifely similar. | |
| 9049 | 10694 | E1A011019 | RATIO DECIDENDI HAKIM DALAM MEMUTUS SENGKETA TATA USAHA NEGARA DIKAITKAN DENGAN ASAS PEMBUKTIAN BEBAS (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 03/G/2011/PTUN.Smg) | Putusan Pengadilan harus memuat argumentasi atau alasan hakim dalam suatu pertimbangan hukum yang dikenal dengan istilah Ratio decidendi. Ratio decidendi oleh Hakim termasuk Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara harus di dasarkan pada peraturan perundang-undangan yang ada. Untuk mencapai putusan yang memenuhi rasa keadilan bagi para pihak dan masyarakat pada umumnya dikenal asas pembuktian bebas. Asas ini memberikan kebebasan pada Hakim Tata Usaha Negara untuk menentukan beban pembuktian dan juga dalam hal menjatuhkan putusan untuk memperoleh kebenaran materiil. Dalam hal ini peneliti tertarik untuk meneliti tentang ratio decidendi dalam Putusan Nomor 03/G/2011/PTUN.Smg dan penerapan asas pembuktian bebas oleh Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara yang memeriksa dan memutus perkara tersebut. Dalam rangka menjawab hal tersebut di atas maka penelitian ini menggunakan metode pendekatan disusun dengan tipe penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Metode analisis yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa ratio decidendi Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan keliru dalam menerapkan asas pembuktian bebas. | Court verdict must contain a judge’s argument or reason in a law consideration known as a ratio decidenci. Judge’s ratio decidenci included judge’s Pengadilan Tata Usaha Negara must be based on legislation ordinance. To reach the decision filling a justice for many sides and societies generally is acquainted as a freedom verification basis. This principle gives a freedom to judge’s Pengadilan Tata Usaha Negara for deciding verification burden and also making a verdict to get material truth. In this case, the researcher is interested to canvass about a ratio decidenci in the verdict number 03/G/2011/PTUN.Smg and an application of freedom verification basis of judge’s Pengadilan Tata Usaha Negara looking into and discontinuing the lawsuit. In the answering of its case above, the researcher uses approach method arranged by the research type of normative juridical with a legislation, a conceptual, and a case approach. The used analysis method is qualitative method. The result of the research states that ratio decidenci of judge’s Pengadilan Tata Usaha Negara isn’t proper with legislation ordinance and makes a mistake in applying freedom verification basis. | |
| 9050 | 9275 | G1B010041 | PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU KADER POSYANDU TENTANG PENCEGAHAN KEKURANGAN GIZI DI PUSKESMAS II SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Kekurangan gizi masih menjadi masalah pembangunan kesehatan nasional. Dampak kekurangan gizi bagi balita, yaitu menyebabkan balita akan mengalami tumbuh kembang yang tidak normal. Peran kader sangat diperlukan dalam upaya perbaikan gizi balita di poyandu. Untuk itu seorang kader perlu mempunyai pengetahuan, sikap, dan perilaku yang mendukung. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengetahuan, sikap dan perilaku kader posyandu tentang pencegahan kekurangan gizi di Puskesmas II Sumbang. Metode yang digunakan adalah kualitatif dan bersifat deskriptif. Subyek utama dalam penelitian ini adalah kader posyandu yang aktif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel subyek dianggap telah memadai apabila telah sampai redundancy (data telah jenuh, dan sampel tidak lagi memberikan informasi yang baru). Analisis data yang digunakan adalah analisis konten. Hasil penelitian ini menunjukan hampir seluruh kader tahu tentang penyebab, tanda-tanda, serta pencegahan kekurangan gizi, mengetahui isi grafik KMS (Kartu Menuju Sehat), cara membaca KMS, dan manfaat KMS. Sikap kader, yaitu dengan berempati dan bekerja sama dengan bidan dalam pencegahan kekurangan gizi. Perilaku kader posyandu meliputi kunjungan kepada ibu balita gizi kurang untuk memberi informasi, PMT (Pemberian Makan Tambahan), dan penyuluhan dalam pencegahan kekurangan gizi, namun kader belum siap melakukan penyuluhan di posyandu karena kurangnya percaya diri dan waktu penyuluhan. Dalam upaya peningkatan pengetahuan, sikap,dan perilaku kader perlu dilakukan pelatihan mengenai pencegahan kekurangan gizi. | Malnutrition still be a problem of national health development. The impact of malnutrition for under five year, which is causing a under five year will experience an abnormal growing. Cadre's role is indispensable in efforts to repair nutrition for under five year in posyandu. For that a cadre need to have knowledge, attitudes, and behaviors that support. According this matter, the researcher wants to find out how the knowledge, attitude, and behavior cadres of posyandu about the malnutrition and its prevention. The purpose of this research was to find out the knowledge, attitude, and behavior cadres of posyandu about the prevention on the malnutrition in Sumbang health care center II. The research method applied descriptive qualitative method. The main subject of this research was the active cadres of posyandu. The sampling technique used purposive sampling. Samples were considered adequate if the subject has redundancy (the data has been saturated, and the sample no longer provide new information). Analysis of the data used content analysis. The results indicated all cadre knowing the causes, signs, and prevention of malnutrition, knowing the content of the graphic KMS(growing chart), how to read a growing chart and growing chart benefits. The attitude by empathize and cooperate with midwife in the prevention of malnutrition. The cadre of posyandu behavior covering visits to mom under five year malnutrition to give information, PMT(feeding additional), and counseling in the prevention malnutrition, but cadre was reluctant to do outreach at posyandu due to lack of confidence and the time extension. In an attempt to increase the knowledge, attitudes, and behaviors of cadres training needs to be done regarding the prevention of malnutrition. | |
| 9051 | 9231 | H1C008076 | PERENCANAAN KEBUTUHAN ENERGI LISTRIK DI UPJ PURBALINGGA MENGGUNAKAN SOFTWARE LEAP | Prediksi konsumsi energi listrik adalah ketersedian energi listrik suatu perkiraan jangka panjang tentang besarnya kebutuhan energi untuk suatu daerah tertentu dengan suatu metode analisis. Dalam sistem kelistrikan prediksi sangat dibutuhkan untuk memperkirakan dengan tepat seberapa besar energi listrik yang dibutuhkan untuk melayani beban dan kebutuhan energi dalam distribusi energi listrik dimasa yang akan datang. Mengingat jumlah penduduk di Kabupaten Purbalingga setiap tahunnya terus bertambah maka kebutuhan akan energi listrik diperkirakan juga ikut meningkat. Kondisi ini tentunya harus diantisipasi sedini mungkin agar penyediaan energi listrik dapat tersedia dalam jumlah yang cukup dan harga yang memadai. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jumlah konsumsi energi listrik di UPJ Purbalingga dari tahun 2012-2017 dengan menggunakan software LEAP, mengetahui nilai elastisitas energi di Kabupaten Purbalingga, dan menganalisis total kapasitas beban trafo per tahun yang harus disuplai dari tahun 2012-2017. Berdasarkan hasil analisis dan simulasi menggunakan software LEAP, maka prediksi konsumsi energi listrik total di UPJ Purbalingga tahun 2012 adalah 217.826.733 kWh meningkat menjadi 342.436.819 kWh pada tahun 2017, dengan peningkatan konsumsinya sebesar 57%. Permintaan konsumsi energi listrik per sektornya meningkat menjadi 44,07% pada sektor industri, sektor bisnis 72,75%, sektor publik 31,49%, sektor sosial 55,87% dan sektor rumah tangga sebesar 56,86%. Dari hasil perhitungan elastisitas energi untuk Kabupaten Purbalingga yaitu dengan membandingkan rata-rata pertumbuhan konsumsi energi listrik sebesar 8,90% dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi (PDRB) sebesar 12,26%, sehingga diperoleh nilai elastistas energinya adalah 0,73. Hasil prediksi perhitungan total beban trafo di gardu induk Purbalingga dari tahun 2012 sebesar 36,47 MVA, meningkat menjadi 57,49 MVA pada tahun 2017, maka dari kapasitas beban trafo yang tersedia di gardu induk Purbalingga sebesar 60 MVA masih bisa mensuplai untuk lima tahun kedepan walaupun pada akhir tahun 2017 jumlah kapasitas beban hampir mendekati besar kapasitas yang tersedia. | Prediction of electric power consumption of electrical energy is the availability of a long-term estimate of the magnitude of the energy requirements for a given area with an analytical method. In the prediction of the electrical system is needed to predict exactly how much electrical energy is needed to serve load and energy needs in the distribution of electrical energy in the future. Given the number of residents in Purbalingga each year continues to grow, the demand for electrical energy is also expected to increase. These conditions must be anticipated as early as possible in order to supply electrical energy to be available in sufficient quantity and adequate prices. The purpose of this study is to determine the amount of electrical energy consumption in UPJ Purbalingga of years 2012-2017 using LEAP software, knowing the value of the elasticity of energy in Purbalingga, and analyze the total transformer load capacity per year that must be supplied from the years 2012-2017. Based on the analysis and simulation using LEAP software, then the prediction of the total electrical energy consumption in Purbalingga UPJ in 2012 was 217 826 733 kWh, 342 436 819 kWh increased to 2017, with an increase in consumption by 57%.. The demand for electrical energy consumption per sector increased to 44 , 07% in the industrial sector, the business sector 72.75%, 31.49% public sector, social sector 55.87% and the household sector amounted to 56.86%. From the calculation of the energy elasticity Purbalingga by comparing the average growth of electric energy consumption by 8.90% with an average economic growth of 12.26%, in order to obtain the value of energy elasticity is 0.73. The prediction results on the calculation of the total load transformer substations Purbalingga of the year 2012 amounted to 36.47 MVA, MVA increased to 57.49 in 2017, then from the available load capacity transformer in the substation is 60 MVA Purbalingga still able to supply for the next five years although by the end of 2017 the number of large load capacity nearing capacity available. | |
| 9052 | 9276 | G1B010034 | FAKTOR-FAKTOR YANG DIHADAPI LEMBAGA KEMASYARAKATAN DALAM OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH DOMESTIK MENUJU DESA MANDIRI SAMPAH DI KELURAHAN GRENDENG PURWOKERTO UTARA | Pertumbuhan ekonomi yang pesat di kota seringkali menimbulkan permasalahan baru, salah satunya adalah meningkatnya volume sampah. Pengelolaan sampah dalam konteks ini sangat rumit dan perlu adanya penerapan kebijakan Pemerintah sesuai dengan Rencana dan Strategi Pembangunan Jangka Menengah Nasional Direktorat Jenderal Cipta Karya yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.21/PRT/M/2006. Untuk itu perlu adanya lembaga kemasyarakatan guna mewujudkan kebijakan Pemerintah menuju Desa Mandiri Sampah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang dihadapi lembaga kemasyarakatan dalam optimalisasi pengelolaan sampah domestik menuju Desa Mandiri Sampah di Kelurahan Grendeng, Purwokerto Utara. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subyek penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 7 orang. Cara pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi, analisis dokumen dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang dihadapi lembaga kemasyarakatan dalam optimalisasi sampah domestik menuju Desa Mandiri Sampah di Kelurahan Grendeng, Purwokerto Utara belum semua aspek sesuai dengan kebijakan Pemerintah, namun lembaga masyarakat setuju jika Kelurahan Grendeng dijadikan sebagai Desa Mandiri Sampah dan perlu upaya peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Kata Kunci : Lembaga Kemasyarakatan, Desa Mandiri Sampah, Pengelolaan. Kepustakaan : 46 (1995-2013) | Rapid economic growth often cause the new problems in the city, one of them is increasing volume of waste. Waste management is very complex and need for the application of Goverment policy in accordance with the Middle Term of National Development Plans and Strategy of Departement of Cipta Karya that are listed in the regulation of the Kementerian Pekerjaan Umum No.21/PRT/M/2006. Therefore, it need the society institutions to realize Goverment Policy toward the Village of Independent Waste. The purpose of this research is know the factors facing the society institutions in optimization of domestic waste management towards the Village of Independent Waste in the Grendeng, Purwokerto Utara. Methods used is qualitative descriptive. The subject of the research are obtained by using purposive sampling technique as much as of 6 person. Ways of collecting data with in-dept interviews, observation, document analysis, and documentation. The result showed that factors facing the society institution in optimalization of domestic waste to the Village of Independent Waste in the Grendeng, Purwokerto Utara has all aspects of compliance with Goverment policy, but the society institutions agree if the Grendeng as a Village of Independent Waste and needs to increase public awareness efforts in waste management. Keywords : Community Institutions, Village of Independent Waste, Management. | |
| 9053 | 5838 | D1E009099 | PENGARUH DOSIS PENAMBAHAN ARANG AKTIF TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN DAN BAU PERENGUS PADA SUSU KAMBING PASTEURISASI | Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 6-24 Juni 2013 di Laboraturium Teknologi Hasil Ternak Universitas Jendral Soedirman Purwokerto. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dosis penambahan arang aktif terhadap kandungan protein dan bau perengus pada susu kambing pasteurisasi. Materi penelitian yang digunakan susu kambing segar sebanyak 9,5 liter dari eksperimental farm Fakultas Peternakan UNSOED dan arang aktif sebanyak 570 g. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang 7 kali. Perlakuan yang diberikan adalah R0 arang aktif 0 g per 200 ml, R1 arang aktif 6 g per 200 ml, R2 arang aktif 12 g per 200 ml, R3 arang aktif 18 g per 200 ml dan R4 arang aktif 24 g per 200 ml. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan Uji Orthogonal Polinominal. Hasil Penelitian menunjukan bahwa pemberian arang aktif menurunkan kadar protein susu kambing pasteurisasi (P<0,01) dan bau susu kambing pasteurisasi berkurang (P<0,01). Hasil Uji Orthogonal Polinominal menunjukan bahwa makin meningkat level arang aktif, kadar protein susu kambing pasteurisasi makin turun mengikuti persamaan Y = 4.7625 - 0.0541x (r = 0.97). Kesimpulan dosis penggunaan arang aktif 18 g per 200 ml susu kambing dapat menghilangkan bau perengus dan penurunan proteinnya terkecil. | The Research conducted held from 6th to 24th June 2013 at the Laboratory of Animal Products Technology Jenderal Sudirman University Purwokerto. The purposes of the research was to determine the effect of dosage activated charcoal on protein content and goaty odour at pasteurized goat's milk. 9.5liters fresh goat milk from the experimental farm Faculty of Animal Husbandry, UNSOED and 570 gram of activated charcoal. Was used in this research completely randomized design (CRD) with five treatments and each treatment was repeated 7 times. The treatments were R0 was activated charcoal 0 g per 200 ml, R1 was activated charcoal 6 g per 200 ml, R2 was activated charcoal 12 g per 200 ml, R3 was activated charcoal 18 g per 200 ml and R4 was activated charcoal 24 g per 200 ml. The data were analyzed using analysis of variance and continued with polynomial orthogonal test. The result showed that giving activated charcoal can reduce protein of pasteurized goat milk and odour goat milk (P<0.01). Polynomial Orthogonal Test showed that increasing the level of activated charcoal will decrease protein content of pasteurized goat milk, following the equation Y = 4.7625714 - 0.05409524x (r = 95.31%). The conclusion showed that the best dosage to eliminate the goaty odour and smallest decreasing protein content is 18 g activated charcoal per 200 ml. | |
| 9054 | 9278 | G1B010024 | HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, SIKAP, DAN RISIKO KOMPLIKASI OBSTETRI DENGAN PEMANFAATAN JAMINAN KESEHATAN PADA IBU HAMIL DI KECAMATAN PEKUNCEN TAHUN 2014 | JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO 2014 INTISARI YULIA WULANDARIE HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, SIKAP DAN RISIKO KOMPLIKASI OBSTETRI DENGAN PEMANFAATAN JAMINAN KESEHATAN PADA IBU HAMIL DI KECAMATAN PEKUNCEN TAHUN 2014 Indonesia menghadapi masalah kematian ibu yang setiap tahunnya masih meningkat, SDKI 2012 menunjukkan 359 per 100.000 kelahiran hidup dan pada tahun 2013 sebanyak 3 kasus kematian ibu di Kecamatan Pekuncen. Salah satu upaya pemerintah untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) yaitu dengan adanya program Jaminan Kesehatan. Pemanfaatan Jaminan Kesehatan untuk persalinan (Jampersal) tahun 2013 di Kecamatan Pekuncen masih rendah yaitu dari jumlah ibu bersalin 1060 hanya terdapat 344 (32,45%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan risiko komplikasi obstetri dengan pemanfaatan Jaminan Kesehatan pada ibu hamil di Kecamatan Pekuncen. Jenis penelitian yang dilakukan penelitian kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil bulan Januari-Maret 2014 sebanyak 351. Sampel penelitian berjumlah 85 ibu hamil. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Stratified Random Sampling. Data dianalisis secara univariat, bivariat (Chi-Square Test) dan multivariat (regresi logistik). Hasil analisis data menunjukkan 23,5% responden yang memanfaatkan Jaminan Kesehatan, 56,5% responden yang pengetahuan baik, 58,8% responden memiliki sikap baik atau mendukung, dan 90,6% responden yang mengalami risiko komplikasi obstetri. Hasil analisis data menunjukkan terdapat dua variabel yang memiliki hubungan signifikan dengan pemanfaatan Jaminan Kesehatan yaitu pengetahuan dan sikap, satu variabel tidak memiliki hubungan yang signifikan seperti risiko komplikasi obstetri. Variabel yang paling berhubungan dengan pemanfaatan Jaminan Kesehatan yaitu sikap. Disarankan Bagi Institusi Kesehatan dapat melakukan penyuluhan kesehatan atau sosialisasi secara rutin mengenai Jaminan Kesehatan. Kata Kunci : Pengetahuan, Jaminan Kesehatan, Ibu hamil Daftar Pustaka : 74 (1980-2013) | FACULTY OF MEDICINE AND HEALTH SCIENCES DEPARTEMENT OF PUBLIC HEALTH UNIVERSITY OF JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO 2014 ABSTRACT YULIA WULANDARIE THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE, ATTITUDE AND OBSTETRIC COMPLICATION RISK WITH HEALTH INSURANCE UTILIZATION OF PREGNANT WOMEN IN SUB-DISTRICT PEKUNCEN Indonesia faces the problem of maternal mortality that still increasing each year, SDKI 2012 showed 359 per 100,000 live births died, and in 2013 there were three case of maternal mortality in sub-district Pekuncen. One of the government's efforts to reduce maternal mortality rate (MMR) is Health Insurance program. Health insurance is an assurance of health protection which given to each person, including pregnant women. In 2013 the utilization of Health Insurance (Jampersal) in the District Pekuncen are still very low, from 1,060 of maternal there were only 344 (32.45%) of people who take advantage of this Health Insurance. The purpose of this research was to determine the relationship between knowledge, attitude, and obstetric complication risk with health insurance utilization of pregnant women in sub-district Pekuncen. This research used a quantitative research with cross sectional approach. The population in this research are 351 pregnant mothers from January to March 2014. The research sample are 85 pregnant women. The sampling method used was stratified random sampling. Data were analyzed by using univariate, bivariate (Chi-square test) and multivariate (logistic regression). The results showed that 23.5% respondents have a health insurance, 56.5% respondents have a good knowledge, 58.8% respondents have a good attitude or support, and 90.6% respondents have experienced a obstetric complication risk. The data analysis revealed that there are two variables that have a significant relationship with the utilization of health insurance that are knowledge and attitude, one variable doesn’t have a significant relationship such as risk of obstetric complications. The most variables that have a relationship with the utilization of health insurance is attitude. The advice can be given for Health Institutions is to conduct health education or socialization on a regular basis regarding Health Insurance. Key words : Knowledge, Health Insurance, Pregnant Mother Bibliography : 74 (1980-2013) | |
| 9055 | 10695 | D1E011134 | PENGARUH PENAMBAHAN SUSU SKIM TERHADAP KADAR KEASAMAN, VISKOSITAS DAN WETTABILITY YOGHURT BUBUK SUSU SAPI | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penambahan susu skim pada pembuatan yoghurt bubuk susu sapi ditinjau dari kadar keasaman(%), viskositas (cP) dan wettability (s). Materi penelitian yang digunakan adalah susu sapi segar 30 liter, susu skim 1050 gram, indikator PP 1%, starter yoghurt kering 5 gram, akuades 4 liter. Metode penelitian yang digunakan adalah metode experimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah penambahan susu skim dengan berbagai level sebesar P0 = 0%, P1 = 2%, P2 = 4%, P3 = 6%. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan susu skim pada pembuatan yoghurt meningkatkan viskositas tetapi tidak mempengaruhi kadar keasaman dan wettability yoghurt bubuk susu sapi. Penambahan susu skim 6% memberikan hasil yang terbaik untuk meningkatkan viskositas yoghurt bubuk susu sapi. Kesimpulan dari penelitian ini pada penambahan susu skim sebanyak 6% pada pembuatan yoghurt dapat meningkatkan viskositas namun tidak memberikan pengaruh terhadap kadar keasaman dan wettability yoghurt bubuk susu sapi | The research aimed to determinethe effectiveness ofthe addition ofskimmilkinthe manufacture of powdered yoghurt cow’s milkin termsofacidity(%), viscosity(cP) andwettability(s). Material usedwas30liters offreshcow's milk, skimmilk1050grams, indicatorPP1%, 5grams of dried starter yogurt and 4litersof distilled water. The method usedwasan experimentalmethodusinga completely randomized design(CRD) with4treatmentsand5replications. Treatments includethe addition ofskimmilkwithvariouslevelsofP0=0%, P1=2%, P2=4%, P3=6%. The result showed that the addition ofskimmilkinthe manufacture ofyoghurt powder increase the viscositybutdid notaffect acidityandwettability ofcow’smilkyoghurtpowder. The addition of skim milk at 6% producedthe best resultsforincreasing the viscosity ofcow's milk yoghurtpowder. The conclusionofthis research thatthe addition ofskimmilkup to6% inthe manufacture ofyoghurtis able toincrease theviscositywith similar acidityandwettabilitycow's milk yoghurtpowder. | |
| 9056 | 11097 | F1F009083 | VIOLENCE IN AMERICA AS SEEN THROUGH THE SCRIPT OF GAME GRAND THEFT AUTO IV | ABSTRAK Henra Agusta Nugraha F1F009083 judul "KEKERASAN DI AMERIKA DILIHAT MELALUI SCRIPT GAME GRAND THEFT AUTO IV", dengan penguji pertama saya, Rizki Februansyah, SS, MA, penguji kedua, M. Taufiqurrohman SS, M.Hum, dan pemeriksa Ririn Kurnia Trisnawati SS, MA Kata Kunci : Kekerasan, Permainan, Remaja, Sosial Penelitian ini di naskah permainan Grand Theft Auto IV terdiri dari dua bagian efek kekerasan di game, jenis kekerasan. Peneliti mengungkapkan bahwa kekerasan di Amerika terjadi karena pemuda terinspirasi oleh permainan Grand Theft Auto IV. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis deskriptif kualitatif dengan melihat jenis jenis kekerasan yang terdapat pada naskah Grand Theft Auto IV yang dikaitkan dengan kekerasan di Amerika yang ada pada tiga jenis kekerasan yang didapat, penindasan penembakan dan penculikan. Analisis data menggunakan metode penjelasan dari beberapa artikel mengenai kekerasan yang dilakukan teenager yang mengacu kekerasan yang ada di naskah permainan Grand Theft Auto IV. Hasil penelitian menunjukan bahwa kekerasaan dapat dipengaruhi oleh kebiasaan remaja dalam keseharian, karena mereka terinspirasi dari permainan Grand Theft Auto IV dan kurangnya perhatian dari pihak orang tua untuk dapat mendidik para remaja agar lebih baik dalam berperilaku. | ABSTRACT Henra Agusta Nugraha F1F009083 the title “VIOLENCE IN AMERICA AS SEEN THROUGH THE SCRIPT OF GAME GRAND THEFT AUTO IV”, with my first supervisor, Rizki Februansyah, S.S., M.A, second supervisor, M. Taufiqurrohman S.S, M.Hum, external examiner, Ririn Kurnia Trisnawati S.S, M.A Key Words : Violence, Game, Teenagers, Social. This study on the manuscript game Grand Theft Auto IV is composed of two parts effects of violence in the game, kind of violence. Researcher revealed that the violence in America occur because the youth are inspired by the game Grand Theft Auto IV. This type of research is a qualitative descriptive type by looking at the types of violence contained in the manuscript of Grand Theft Auto IV which are associated with violence in America that in the end there are three types of violence they were screw, shootings and kidnappings. The data analysis using methods explanation of some of the articles about the violence committed teenager who refers to violence that exist in manuscript game Grand Theft Auto IV. The results showed that violence can be affected by juvenile habits in everyday life, because of they inspired from playing game Grand Theft Auto IV and lack of attention from their parents to educate the youth to behave well. | |
| 9057 | 12081 | A1C010001 | PROSPEK PENGEMBANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA EMPING MELINJO DI DESA BINANGUN KECAMATAN BANYUMAS KABUPATEN BANYUMAS | Desa Binangun adalah salah satu penghasil emping melinjo di Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Profil usaha emping melinjo di Desa Binangun Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas, 2) Analisis usaha finansial industri rumah tangga emping melinjo, 3) Besarnya nilai tambah melinjo setelah diolah menjadi emping melinjo, 4) Prospek pengembangan industri rumah tangga emping melinjo. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Binangun Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas pada bulan Maret 2015 sampai dengan April 2015. Pengambilan data secara sensus dengan jumlah responden sebanyak 45 orang. Analisis data yang digunakan analisis deskriptif, analisis biaya dan pendapatan, analisis R/C rasio, analisis Break Even Point (BEP), Analisis nilai tambah dan Analisis peramalan. Hasil penelitian menunjukkan usaha pembuatan emping melinjo di Desa Binangun merupakan kegiatan usaha yang dilakukan sudah sejak tahun 1998 dan masih menggunakan peralatan tradisional. Emping melinjo dijual langsung ke pedagang, warung, pasar, dan konsumen yang datang langsung ke Desa Binangun. Produksi emping melinjo yang dihasilkan pengrajin di Desa Binangun rata-rata setiap bulannya adalah 66,31 kg. Analisis biaya, penerimaan dan pendapatan per bulan pada tahun 2014 menunjukkan bahwa rata-rata biaya sebesar Rp1.305.100,00, penerimaan sebesar Rp1.657.750,00, dan pendapatan sebesar Rp352.650,00. Industri rumah tangga emping melinjo di Desa Binangun layak dikembangkan karena nilai R/C rasio 1,27. BEP produksi 5,02 kilogram dan BEP penerimaan sebesar Rp148.700,00. Nilai tambah setelah diolah menjadi emping melinjo sebesar Rp5.915,73. Usaha emping melinjo di Desa Binangun mempunyai prospek yang baik. | Binangun Village is one of the melinjo chips producer in Banyumas Regency. This research aims to know: 1) Business profil in Binangun Village Banyumas Regency, 2) Analysis of financial businesses from melinjo chips home industry, 3) The value-added melinjo after have been processed into melinjo chips, 4) Expension prospects in melinjo chips home industy. This research conducted in Binangun Village Banyumas Regency on March 2015 until April 2015. Data have been taken by sensus with 45 respondents. The data analysis used is descriptive analysis, cost and revenue analysis, Break Even Point analysis, the value-added analysis and forecasting analysis. The result showed the business of chips melinjo in Village Binangun was already exist since 1998 and production activities used traditional equipment. Chips melinjo sold to seller, small hop, market and consumers who come directly to Binangun Village. Every craftsmen in Village Binangun can produce 66,31 kg every month. Cost, revenue and income analysis monthly in 2014 showed the average cost Rp1.305.100,00, revenue Rp1.657.50,00 and income Rp352.650,00. Melinjo chips home industy in Binangun Village already qualified to be operated because the value of R/C ratio is 1,27. BEP production 5,02 kg and BEP revenue Rp148.700,00. The value-added after been processed into melinjo chips Rp5.915,73. Businesses chips melinjo in Binangun Village has great prospect. | |
| 9058 | 12186 | A1L011009 | INDEKS PANEN DAN SISTEM PERAKARAN SEPULUH GALUR PADI TIPE BARU PADA KONDISI LAHAN AEROB DAN ANAEROB | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengkaji pengaruh kondisi lahan aerob dan anaerob terhadap indeks panen dan sistem perakaran sepuluh galur padi tipe baru, 2) mengkaji respon galur padi tipe baru terhadap kondisi lahan aerob dan anaerob, dan 3) mengkaji korelasi antara karakter agronomik dan hasil. Penelitian telah dilaksanakan dengan menggunakan percobaan pot di Screen House, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman selama 6 bulan dari bulan September 2014 hingga Maret 2015. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu sepuluh galur padi tipe baru. Faktor kedua yaitu kondisi lahan anaerob (A1) dan kondisi lahan aerob (A2). Variabel penelitian yang diamati adalah panjang akar (cm), bobot basah akar (g), volume akar (ml), bobot kering akar (g), bobot kering tajuk (g), bobot gabah per rumpun (g), dan indeks panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Nilai indeks panen tinggi pada kondisi lahan aerob adalah G4 (16-4-3-(6-4-2) dan nilai indeks panen tinggi pada kondisi lahan anaerob adalah G6 (4-4-5-(2-4-5). Sistem perakaran yang menunjukkan daya adaptasi tinggi adalah G3 (5-7-4-3-3). Kondisi lahan anaerob berpengaruh untuk meningkatkan bobot basah akar, volume akar, bobot kering tajuk, dan bobot gabah per rumpun, 2) Respon galur padi tipe baru terhadap kondisi lahan aerob dan anaerob memberikan pengaruh nyata pada bobot kering akar adalah G1 (5-7-3-3-3), G3 (5-7-4-3-3), G7 (16-4-2-(5-4-6), dan G8 (21-4-2-(18-4-2), dan 3) Korelasi antara bobot kering tajuk dan bobot gabah per rumpun, bobot kering akar dan bobot gabah per rumpun, serta volume akar dan bobot gabah per rumpun menunjukkan pengaruh nyata dan positif. | This research aimed to: 1) assess the effect of aerobic and anaerobic soil conditions on harvest index and root system of ten lines new-type rice, 2) assess the response of the lines of a new-type rice at aerobic and anaerobic soil conditions, and 3) assess the correlation between agronomic characters and yield. The research has been conducted using pot experiment in Screen House, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, for 6 months start from September 2014 to March 2015. The design of this research was Randomized Block Design Complete (RBCD) with 3 repetitions. The first factor was ten lines of new-type rice. The second factor was anaerobic soil conditions (A1) and aerobic soil conditions (A2). The research variables measured were root length (cm), root-wet weight (g), root volume (ml), root-dry weight (g), canopy-dry weight (g), grain weight per clump (g), and harvest index. The results showed that: 1) The high of harvest index on aerobic soil conditions was G4 (16-4-3-(6-4-2) and the high of harvest index on anaerobic soil conditions was G6 (4-4-5-(2-4-5). The root system with high adaptability was G3 (5-7-4-3-3). Anaerobic soil conditions could increase the root-wet weight, root volume, canopy-dry weight, and grain weight per clump, 2) Response of the lines on aerobic and anaerobic soil conditions that gives significant effect on root dry weight was found in G1 (5-7-3-3-3), G3 (5-7-4-3-3), G7 (16-4-2-(5-4-6), and the G8 (21-4-2-(18-4-2), and 3) Correlations between canopy dry weight and grain weight per clump, root-dry weight and grain weight per clump, as well as root volume and grain weight per clump had shown the significant effect and positive. | |
| 9059 | 9279 | C1L010056 | The Influence of Independence Auditor and Executive Integrity on Corporate Fraud in Chinese listed Companies | Penelitian ini menguji pengaruh auditor kemerdekaan sebagai perangkat eksternal tentang pemberantasan kecurangan perusahaan yang dilakukan oleh eksekutif dengan integritas rendah di China yang dikenal memiliki perlindungan investor yang lemah dengan kontrol media yang ketat dan kurangnya penegakan hukum. Studi regresi logistik digunakan untuk mengaitkan korelasi auditor independen, integritas eksekutif dan kecurangan. Studi ini menemukan bahwa tingkat tinggi manipulasi produktif terkait dengan integritas eksekutif rendah dan penipuan perusahaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerbitan opini audit modifikasi berhubungan positif dengan kurangnya integritas dan kecurangan yang dilakukan oleh integritas eksekutif dapat dicegah dengan penerbitan opini dimodifikasi. Temuan ini memiliki implikasi bahwa auditor independen secara efektif dapat berfungsi sebagai mekanisme peringatan untuk mencegah dan mengekspos eksekutif dengan integritas yang rendah dari melakukan penipuan. Hasil penelitian ini memiliki implikasi kebijakan bahwa pemerintah harus memperkuat kualitas dan independensi profesi audit dalam rangka mewujudkan peran potensial mereka dan nilai sebagai mekanisme governance eksternal dan otoritas tertinggi harus memperkuat penegakan hukum dan perlindungan hukum terhadap investor untuk meningkatkan kinerja tata kelola. | This study examines the influence of independence auditor as external device on combating corporate fraud that done by executive with low integrity in Chinese listed companies which is known have weak investor protection with tight of media control and lack legal law enforcement. This study use logistic regression to associate the correlation of independence auditor, executive integrity and fraud. This study finds that the high degree of earning manipulation is associated with the low executive integrity and corporate fraud. This study show that the issuance of modified audit opinion is positively related with the lack of executive integrity and fraud that doing by the lack executive integrity can be prevented by issuance of modified opinion. This finding has implication that independence auditors can effectively serve as warning mechanism to discourage and expose the executive with low integrity from committing fraud. The results of this study have policy implications that the government should strengthen the quality and independence of auditing profession in order to realize their potential role and value as an external governance mechanism and highest authority should strengthen of legal law enforcement and investor protection to improve the governance performance. | |
| 9060 | 9280 | B1J007083 | POPULASI BAKTERI PADA BIOFERTILIZER KOMERSIAL | Perlu upaya dalam mengembangkan biofertilizer, pupuk anorganik yang telah terbukti memiliki dampak negatif terhadap pencemaran lingkungan antara lain penurunan kesuburan tanah, pencemaran air dan tanah, bahaya residu pestisida, penurunan keanekaragaman hayati dan ketergantungan terhadap sumber energi yang tidak terbarukan. Maka, perlu suatu upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah di atas salah satunya yaitu dengan penggunaan pupuk hayati (biofertilizer) yang diinokulasikan dengan bakteri juga sebagai salah satu teknologi alternatif ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui jenis bakteri pada biofertilizer komersial; (2) Untuk mengetahui berapa kandungan bakteri pada biofertilizer komersial. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif analitis yang dilakukan di labolatorium mikrobiologi Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman untuk penuangan bakteri dan perhitungan jumlah populasi bakteri. Perlakukan terdiri dari lima macam media selektif pertumbuhan bakteri dan pada media NA kemudian dilakukan pengenceran bertingkat, setiap pengenceran digunakan dua cawan petri (duplo). Media selektif yang digunakan adalah: (1) Ashby; (2) Caceres; (3) Kings B; (4) TSA; dan (5) YEMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis bakteri beserta jumlah yang ditemukan dalam biofertilizer komersial adalah Azospirillum spp., Azotobacter spp., Bacillus spp., Pseudomonas spp., dan Rhizobium spp. Jumlah bakteri biofertilizer komersial yang ditumbuhkan pada media selektif berbeda yaitu media King’s B tumbuh Pseudomonas spp. sejumlah 1,5 x 108 cfu/ml, media Caceres tumbuh Azospirillum spp. sejumlah 1,87 x 108 cfu/ml, media Asbhy tumbuh Azotobacter spp. sejumlah 5,2 X 105 cfu/ml, media TSA tumbuh Bacillus spp. sejumlah 6 x 104 cfu/ml, media YEMA untuk bakteri Rhizobium spp sejumlah. 1,35 x 106 cfu/ml. | Need an attempt to develop biofertilizer, inorganic fertilizers have been shown to have a negative impact on environmental pollution. So, should an attempt was made to solve the above problems one of which is the use of biological fertilizers (biofertilizer).The purpose of this study is (1) To determine the type of bacteria in commercial biofertilizer; (2) To determine how the bacterial content in commercial biofertilizer. Treat consists of five different selective media and bacterial growth media dilution NA then conducted stratified, each dilution used two petri dishes (Duplo). Selective media used were: (1) Ashby; (2) Caceres; (3) Kings B; (4) TSA; and (5) YEMA. Experiments conducted over two days. The results showed that the types of bacteria and the amount that is found in commercial biofertilizer Azospirillum spp., Azotobacter spp., Bacillus spp., Pseudomonas spp., And Rhizobium spp. The number of commercial biofertilizer bacteria grown on different selective media that King's B medium grew Pseudomonas spp. 1.5 x 108 cfu / ml, Caceres growing media Azospirillum spp. 1.87 x 108 cfu / ml, medium Asbhy grown Azotobacter spp. 5.2 X 105 cfu / ml, TSA media to grow Bacillus spp. 6 x 104 cfu / ml, YEMA media for Rhizobium spp. 1.35 x 106 cfu / ml. |