Artikelilmiahs
Menampilkan 9.041-9.060 dari 48.912 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 9041 | 9268 | H1D008031 | PENGARUH PENAMBAHAN PIN TERHADAP KUAT LEKAT TULANGAN BAMBU APUS PADA BETON MUTU K-225 | ABSTRAK PENGARUH PENAMBAHAN PIN TERHADAP KUAT LEKAT TULANGAN BAMBU APUS PADA BETON MUTU K-225 Aji Darmawan Beton merupakan material yang paling sering digunakan dalam aplikasi struktur pada konstruksi, namun beton memiliki kelemahan terhadap beban tarik. Kombinasi yang umum dilakukan adalah dengan komposit antara beton dan baja menjadi beton bertulang. Penggunaan berlebihan terhadap tulangan baja menyebabkan kelangkaan material baja yang berdampak pula pada nilai ekonomisnya. Bambu merupakan material alternatif yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pengganti tulangan baja, karena memiliki kekuatan tarik yang mampu diperbandingkan dengan baja, namun penelitian terdahulu tentang bambu menemukan beberapa masalah antara lain adalah masalah susut pada tulangan bambu. Tulangan bambu akan mengembang akibat penyerapan air pada beton segar dan kemudian akan menyusut bersamaan dengan penguapan air pada proses pengeringan beton. Penyusutan bambu berakibat pada hilangnya lekatan bambu dan beton sehingga terjadi slip antara tulangan bambu dengan beton. Dalam penelitian ini dilakukan treatment khusus dengan menggunakan pin dari kawat baja yang digunakan sebagai penahan pada saat terjadi penyusutan pada tulangan bambu. Perilaku pin baja dapat diketahui dengan perbandingan perilaku antara benda uji tanpa pin yang diberi lakban dengan benda uji dengan pin baja. Variabel bebas yang digunakan adalah diameter tulangan bambu, jumlah pin dan jarak pin. Tipe pengujian yang dilakukan adalah pengujian pull-out dengan benda uji berbentuk silinder dengan ukuran diameter 12 cm. Pendekatan analisis dilakukan sebagai kontrol dengan penyetaraan dimensi bambu dengan diameter tulangan baja 6 mm dan 8 mm, sedangkan jumlah pin yang digunakan dengan variasi pin 0, pin 2, pin 3 dan pin 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasio benda uji pull-out tulangan baja diameter 6 mm dan benda uji pull-out bambu dengan variasi diameter 0,2,3 dan 4 berturut-turut sebesar 0,05, 0,55, 1,01 dan 1,15, sedangkan rasio benda uji pull-out tulangan baja diameter 8 mm dan benda uji pull-out bambu dengan variasi diameter 0,2,3 dan 4 berturut-turut sebesar 0,14, 0,48, 0,79 dan 0,96. Berdasarkan rasio tersebut dapat simpulkan bahwa kuat lekat pada tulangan besi dapat disamakan dengan tulangan bambu setara diameter 6 mm (BB1) dengan jumlah pin 3, dan untuk benda uji bambu setara diameter 8 mm (BB2) dengan variasi pin jumlah pin 4. Kata kunci : Beton, Susut Bambu, Pin Baja, Uji Pull-out. | ABSTRACT EFFECT OF PIN ADDITION TO BOND STRENGTH OF APUS BAMBOO REINFORCEMENT IN CONCRETE K-225 Concrete is the material most commonly used in structural applications in construction, but has a weakness against the concrete tensile load. A common combination is the composite between concrete and steel into reinforced concrete. Excessive use of the steel reinforcement material causing shortages impact the economic value. Bamboo is an alternative material that has the potential to be developed as a replacement for steel reinforcement, because it has a tensile strength comparable to steel capable, but previous studies on bamboo found several problems, among others, is the problem of shrinkage on bamboo reinforcement. Reinforcement bamboo will swell due to moisture absorption on fresh concrete and then will shrink along with the evaporation of water in the drying process of concrete. Depreciation results in the loss of bond between bamboo and concrete resulting in slippage between the bamboo reinforcement with concrete. In this research, a special treatment by using pins of steel wire which is used as a buffer in the event of depreciation on bamboo reinforcement. The behavior of pin can be determined by a comparison between the behavior of the test object without the pins are given a tape with the test specimen with a pin. The independent variables used are bamboo reinforcement diameters, number of pins and pin spacing. Type testing is performed pull-out tests with a cylindrical specimen with a diameter of 12 cm. Analysis was performed as a control approach to equalization dimension of bamboo with a diameter 6 mm steel reinforcement and 8 mm, while the number of pins are used with variation of 0 pin, 2 pins, 3 pins and 4 pins. The results of this study indicate that the ratio of the pull-out test specimens of steel reinforcement diameter 6 mm and a pull-out test piece of bamboo with variation of 0,2,3 and 4 respectively of 0.05, 0.55, 1,01 and 1,15, while the ratio of the pull-out specimen diameter 8 mm steel reinforcement and a pull-out test piece of bamboo with a diameter variation of 0,2,3 and 4 respectively of 0.14, 0.48, 0.79 and 0, 96. Based on this ratio can conclude that the bond strenght on iron reinforcement can be equated with bamboo reinforcement equivalent diameter 6 mm of steel reinforcement (BB1) is 3 pins, and for bamboo specimen equivalent diameter 8 mm (BB2) of steel reinforcement is 4 pins. Keywords: Concrete, Srinkage of Bamboo, Pin of Steel, Pull-out Test. | |
| 9042 | 10690 | D1E011258 | FRAKSI LEUKOSIT BERBAGAI AYAM SENTUL BETINA PADA UMUR 18 MINGGU | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah fraksi leukosit berbagai ayam sentul pada umur 18 minggu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan ayam Sentul betina pada umur 18 minggu yang terdiri dari ayam Sentul abu (Sa), ayam Sentul batu (Sb), ayam Sentul debu (Sd), ayam Sentul emas (Se), dan ayam Sentul geni (Sg) masing-masing 5 ekor, sehingga melibatkan 25 ekor ayam Sentul. Pengambilan darah dilakukan pada vena pectoralis yang berada dibawah sayap, sampel darah yang diambil sebanyak 25 sampel dari masing-masing berbagai ayam Sentul 5 sampel. Pengamatan dilakukan terhadap jumlah fraksi leukosit pada berbagai ayam Sentul yaitu neutrofil, monosit, limfosit, eosinofil, dan basofil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan fraksi leukosit berkisar antara, neutrofil 2969µl-4102µl, monosit 451.2µl-948.6µl, limfosit 2665.4µl-3780.4µl, eosinofil 10µl-38.2µl, dan basofil tidak terdeteksi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan terhadap jumlah fraksi leukosit berbagai ayam Sentul. | This study aims to determine the number of leucocytes fraction various sentul chicken at the age of 18 weeks. This research was conducted by using chicken Sentul females at the age of 18 weeks consisting of chicken Sentul abu (Sa), chicken Sentul batu (Sb), chicken Sentul debu (Sd), chicken Sentul emas (Se), and chicken Sentul geni (Sg) each 5 tail, thus involving 25 chickens Sentul. Venous blood sampling performed on pectoralis under the wings, blood samples were taken at 25 samples of each of the various chicken Sentul 5 samples. Observations were made of the number of leucocytes in various chicken fraction Sentul namely neutrophils, monocytes, lymphocytes, eosinophils, and basophils. The results showed that the average fraction of leucocytes ranges, neutrophils 2969μl-4102μl, monocytes 451.2μl-948.6μl, lymphocytes 2665.4μl-3780.4μl, eosinophil 10μl-38.2μl, and basophils not detected. The observations show that there is no difference to the number of leukocyte fractions of various chicken Sentul. | |
| 9043 | 9266 | F1C010060 | EKSPRESI EMOSI SANTRI DALAM EMOTIKON (Kajian Penggunaan Emotikon WhatsApp oleh Santri PPQ Al Amin Pabuwaran Purwokerto) | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman Ekspresi Emosi Santri dalam Emotikon (Kajian Penggunaan Emotikon WhatsApp oleh Santri PPQ Al Amin Pabuwaran Purwokerto) Dwi Asih Ayutia F1C010060 xiv+118+2Lamp+22Gbr+4Tab Penelitian ini berjudul Ekspresi Emosi Santri dalam Emotikon (Kajian penggunaan emotikon WhatsApp oleh Santri PPQ Al Amin Pabuwaran Purwokerto). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana ekspresi emosi santri dalam penggunaan emotikon WhatsApp. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang berfokus pada pengalaman-pengalaman subjektif manusia dan interpretasi-interpretasi dunia. Data dikumpulkan dari tahap wawancara mendalam, observasi partisipatif dan dokumentasi terkait penelitian ini. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah kehadiran media baru di tengah-tengah kehidupan santri di era modern ini menyebabkan pengaruh yang revolusioner. Begitu pula dalam penggunaan emotikon yang pada awalnya digunakan untuk mewakili emosi yang dirasakan dan menjadi bentuk empati, tetapi kini emotikon juga bisa digunakan untuk menyembunyikan emosi yang sebenarnya. Tata aturan pesantren tidak lagi menjadi penghalang baginya untuk bebas berekspresi sehingga status santri tidak lagi menjadi patokan utama karena mereka bisa dengan mudah berkamuflase di dalamnya. Perbedaan karakter, latar belakang pendidikan dan pergaulannyalah yang menentukan bentuk emotikon apa saja yang mereka gunakan. Kata Kunci : Emotikon, Santri, Ekspresi Emosi, WhatsApp | ABSTRACT Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman Expressions of Santri’s1 Emotion in Using Emoticons (A study of using WhatsApp emoticons by the student of Al Amin Islamic Boarding House Pabuwaran Purwokerto) Dwi Asih Ayutia F1C010060 The title of this research is Expressions of Santri’s4 Emotion in Using Emoticons (A study of using WhatsApp emoticons by the student of Al Amin Islamic Boarding House Pabuwaran Purwokerto). The aim of this study is to analyze how the expressions of santri emotion in using WhatsApp’s emoticons. The method used is descriptive qualitative with phenomenological approach that emphasis the importance of human subjective experiences and world interpretations. The step of collecting the data is conducted by indeepth interview with the participants, participative observation and some information taken from the documents which are related to this research. The result of the research shows that The presence of new media in santri’s life in this modern era causes a revolutionary effect. It is also happen in the use of emoticons which initially use for represent the emotions and for showing empathy but it is now can also be used to make the real expression of emotion unclear. The regulation of Islamic boarding house is not become a barrier anymore to express their emotion freely, so santri statue is not proper anymore to be main standard because they can easily camouflaged. The different characters, educational background and how they socialize will mainly influence the shape of using emoticon. Key Word: Emoticon, Santri, Emotion Expression, Whatsapp 1 Students of Islamic Boarding House | |
| 9044 | 9267 | G1F010057 | ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP AKTIVITAS LAYANAN KEFARMASIAN YANG DIBERIKAN OLEH APOTEKER DI APOTEK WILAYAH KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2014 | Paradigma pelayanan kefarmasian saat ini berubah orientasinya dari obat ke pasien yang mengacu kepada konsep pharmaceutical care (asuhan kefarmasian). Salah satu cara untuk menilai kualitas layanan kefarmasian adalah dengan mengukur kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap layanan kefarmasian yang diberikan oleh apoteker kepada pasien di Apotek Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan cross sectional menggunakan kuesioner. Jumlah sampel terdiri atas 108 pasien yang mendapatkan pelayanan kefarmasian di Apotek di Kabupaten Banyumas. Seluruh item instrumen penelitian dinyatakan valid dan reliabel berdasarkan perhitungan uji validitas korelasi Pearson dan uji reliabilitas Alpha Cronbach. Analisis tingkat kepuasan pasien yang membandingkan kenyataan dengan harapan diukur menggunakan analisis gap yang dilanjutkan dengan uji statistik Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan kepuasan pasien dan diagram kartesius terhadap semua item pernyataan terkait layanan kefarmasian. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata harapan termasuk dalam tingkat kategori baik dan rata-rata kenyataan termasuk dalam tingkat kategori sedang. Analisis gap secara keseluruhan menunjukkan nilai negatif dengan nilai gap rata-rata -0,50 (p-value < 0,05) atau termasuk kategori sedang. Secara keseluruhan kenyataaan kinerja layanan kefarmasian pada pasien belum memenuhi harapan pasien, sehingga apoteker perlu mempertahankan kinerja pelayanan kefarmasian yang telah memenuhi harapan pasien dalam hal pendekatan personal apoteker kepada pasien, kemauan mendengarkan keluhan, kemauan menggali informasi kesehatan pasien, rasa empati kepada pasien, mau bersikap ramah, cara berkomunikasi yang mudah dipahami, tidak memungut biaya tambahan atas jasa konseling yang diberikan. Kata kunci: Tingkat kepuasan, harapan, kenyataan, layanan kefarmasian, Kabupaten Banyumas. | The current paradigm of pharmaceutical care was changed from drug oriented to patient oriented which refers to pharmaceutical care concept. Patient satisfaction is a method to asses the quality of pharmaceutical care. The aim of this study is to determine the level of patient satisfaction with pharmaceutical care provided by pharmacists to patients in pharmacy at Banyumas. The method of this research used cross-sectional survey method using questionnaire. The sample consists of 108 patients who received pharmaceutical care in pharmacy at Banyumas. All instrument items is valid and reliable based on the calculation of the Pearson correlation test validity and Cronbach alpha reliability test. Analysis of patient satisfaction compared the rate reality find expectations measured using gap analysis followed by Wilcoxon statistical test to determine differences in patient satisfaction and Cartesian diagrams of all items related to pharmaceutical care. The results showed that the value of the average expectation of 84.20% included in the category of good expectancy and the reality of 74,00% included in the level of reality medium category. The overall gap analysis with the average gap value - 0.50 being moderate category. Overall the reality of pharmaceutical care to patients is not match with the expectations of patients, so that pharmacists need to maintain the performance of the pharmaceutical care that have met the patient's expectations in terms of the pharmacist to the patient's personal approach, a willingness to listen to complaints, a willingness to explore the patient's health information, a sense of empathy to the patient, would be friendly, easily understood way of communicating, does not charge additional fees for services given counseling. Keywords: Level of satisfaction, expectations, reality, pharmaceutical care, Banyumas. | |
| 9045 | 9270 | G1B010033 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBERADAAN FORMALIN PADA IKAN PINDANG YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL DI KABUPATEN BANYUMAS | JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO 2014 INTISARI SHINTA MEGA PUSPITA ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBERADAAN FORMALIN PADA IKAN PINDANG YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL DI KABUPATEN BANYUMAS Formalin merupakan Bahan Tambahan Pangan yang dilarang penggunaannya dalam makanan akan tetapi masih digunakan untuk mengawetkan ikan pindang yang dijual di pasar (Kemenkes RI, 2012). Pasar yang menjadi objek penelitian adalah pasar tradisional di Kabupaten Banyumas. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keberadaan Formalin pada ikan pindang yang dijual di Pasar Tradisional di Kabupaten Banyumas. Jenis dan metode penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 38 responden. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, dari 38 sampel ikan pindang terdapat 9 sampel (23,7%) mengandung Formalin. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 34 responden (89,5%) pengetahuan baik, 36 responden (94,7%) sikap baik, 36 responden (94,7%) tidak mudah mendapatkan Formalin, dan 35 responden (92,1%) tidak pernah dilakukan pengawasan. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan (p=0,422), sikap (p=0,051), kemudahan mendapatkan Formalin (p=0,578) dan pengawasan (0,567) dengan penggunaan Formalin pada ikan pindang. Disarankan bagi Instansi Kesehatan untuk melakukan inspeksi sebagai upaya pengawasan kepada pedagang ikan pindang. | DEPARTEMENT OF PUBLIC HEALTH FACULTY OF MEDICAL AND HEALTH SCIENCE JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY PURWOKERTO 2014 ABSTRACT SHINTA MEGA PUSPITA ANALYSIS OF THE FACTORS RELATED TO THE FORMALIN EXISTENCE IN SOLD BOILED FISH ON TRADITIONAL MARKET OF BANYUMAS DISTRICT Formalin is one of the Forbidden Food Additives Vendors in traditional market were still use this forbidden food additive to preserve their boiled fish (Kemenkes RI, 2012). Traditional markets in Banyumas District were the object of this study. The purpose of this study was to analyze the factors which related to the Formalin existence in boiled fish on traditional markets of Banyumas district. The type and method of this study was observational with cross sectional approach. The total sample of this study was 38 respondent. The result of laboratory test from 38 sample of boiled fish, 9 sample (23,7%) containing Formalin. The result of this study showed 34 (89,5%) respondents with good knowledge, 36 respondents (94,7%) good attitude, 36 respondents (94,7%) were difficulty to get Formalin, and 35 respondents (92,1%) has never get supervision. The result of bivariat analyze didn’t show correlation between knowledge (p=0,035), attitude (p=0,051), the ease of getting Formalin (p=0,578) and supervision (0,567) with Formalin use in boiled fish. Suggested for Health Agency to held inspection to control the boiled fish vendors. | |
| 9046 | 10692 | D1E010099 | HUBUNGAN ANTARA KIDDING INTERVAL DENGAN SERVICE PER CONCEPTION DAN LAMA KEBUNTINGAN PADA KAMBING LOKAL DI KECAMATAN SUMBANG – KABUPATEN BANYUMAS | Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara kidding intervaldengan service per conception dan lama kebuntingan pada kambing lokal yang ada di Kecamatan Sumbang. Sasaran penelitian adalah ternak kambing lokal dan peternak kambing lokal di Desa Gandatapa. Sikapat, dan Tambaksogra. Metode yang digunakan adalah metode survei. Sampel yang diteliti sebanyak 278 ekor induk kambing lokaldari total populasi induk kambing lokal 1390 ekor yang sudah beranak minimal dua kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kidding intervalterbaik secara berturut-turut adalah Desa Tambaksogra (289,75 hari), Desa Gandatapa (289,92 hari), dan Desa Sikapat (296,59 hari). Service per conception terbaik secara berturut-turut adalah Desa Sikapat (1,52kali), Desa Tambaksogra (1,53 kali), dan Desa Gandatapa (1,81 kali). Lama kebuntingan kambing lokal terbaik secara berturut-turut adalah Desa Tambaksogra (151,79 hari), Desa Gandatapa (152,37 hari), dan Desa Sikapat (152,62 hari). Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa kidding interval berpengaruh sangat nyata (P˂0,01) terhadap service per conception dan lama kebuntingan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Di Kecamatan Sumbang service per conception lebih berperan terhadap panjang atau pendeknya kidding interval. | The purpose of this research is to evaluate how far the relationship among kidding interval to service per conception and pregnancy of local does in Sumbang District. The object of this research are 278 local does at least twice kidding from pupulation of 1390 local does at Gandatapa, Sikapat, and Tambaksogra vllages. Survey methods has been used on this research. The result of this research showed that the highest kidding interval is achieved by local does is Tambaksogra Village (289,75 days), then Gandatapa Villages (289,92 days), and Sikapat Villages (296,59 days). The best average of service per conception is Sikapat (1,52 times), followed by Tambaksogra Village (1,53 times), and Gandatapa Village (1,81 times). The best result of average pregnancy is Tambaksogra Village (151,79 days), followed by Gandatapa Village (152,37 days), and Sikapat Village (152,62 days). The result of multiple regression analysis shows that kidding interval has a highly significant relationship (P<0,01) to service per conception and pregnancy. Conclusion of this research is service per conceptioncontribute the higher influenced to kidding interval. | |
| 9047 | 11096 | D1D007047 | HUBUNGAN FAKTOR SOSIAL EKONOMI PETERNAK DENGAN MOTIVASI BETERNAK KAMBING PERAH DI EKS KARESIDENAN BANYUMAS (RELATIONSHIP BETWEEN SOCIAL-ECONOMIC FACTORS AND MOTIVATION OF DAIRY GOAT FARMERS IN BANYUMAS EX-RESIDENCY) | Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 1 Januari sampai 30 Juni 2014. Tujuan penelitian adalah 1. Mengetahui tingkat motivasi peternak kambing perah di wilayah Eks Karesidenan Banyumas, 2. Mengetahui gambaran sosil ekonomi peternak kambing perah, 3. Mengetahui hubungan sosial ekonomi peternak kambing perah meliputi tingkat pendidikan, umur peternak, jumlah anggota keluarga peternak, pengalaman peternak, jumlah ternak, keterdedahan informasi pendapatan usaha dan motivasi beternak kambing perah. Penelitian ini menggunakan metode survey terhadap masing-masing kabupaten. Setiap kabupaten dipilih menggunakan metode purposive sampling yaitu berdasarkan total kecamatan yang memiliki ternak kambing perah di Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalinggga, Banjarnegara. Penarikan sampel responden selanjutnya dilakukan secara random sampling yaitu diambil 50 % dari total peternak kambing perah yang ada. Variabel yang diteliti yaitu faktor sosial ekonomi dan motivasi beternak kambing. Pengukuran motivasi berternak dapat dilakukan dengan skala likert (nilai 1-5). Hasil penelitian menunjukan bahwa, tingkat motivasi beternak kambing perah masuk kategori sedang dan untuk tingkat faktor sosial ekonomi masuk kategori rendah. Berdasarkan analisis diperoleh hasil bahwa, variabel sosial ekonomi peternak yang berhubungan dengan motivasi beternak kambing perah antara lain keterdedahan informasi (rs=0,500**), pengalaman berternak (rs=0,444**), umur (rs=0,272*), dan pendidikan (rs=0,225*). | The research was done from 1st January to 30th June 2014. The purposes of the study are to 1) know the level of motivation of the dairy goat farmers, 2) knowing social-economic background of dairy goat breeders, 3) know the relationship of social-economic dairy goat farmers include level of education, farmer’s age, number of family members of farmers, farming experience, number of livestock, opennes of information and motivation of dairy goat farming. This study used a survey method. Sample of area were taken using purposive sampling method to the area which have dairy goat farming in Banyumas, Cilacap, Purbalingga, and Banjarnegara. Respondents were chosen randomly by 50% of total farmers. The variables studied were social economic factors and motivation of goat farmers. Measurements can be done by implementing motivation likert scale (1-5). The results showed that, level of motivation of dairy goat farmers was moderate and to of social-economic factors was categorized low. Results of study showed that opennes of information, farming experience, age and educational attainment has significant relationship to the motivation of farmers. | |
| 9048 | 9271 | C1K010058 | The Effect of Fundamental Factors on Stock Price (Study in Manufacturing Companies Listed on Indonesia Stock Exchange Period 2007-2012) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh faktor fundamental, terutama rasio keuangan, terdiri dari Current Ratio (CR), Return on Equity (ROE), Return on Asset (ROA), Earning Per Share (EPS) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Harga Saham. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak tahun 2007 sampai 2012. Dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling, penelitian ini menggunakan 35 perusahaan sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda sebagai metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Current Ratio (CR) berpengaruh positif terhadap Harga Saham; (2) Return on Equity (ROE) berpengaruh positif terhadap Harga Saham; (3) Return on Asset (ROA) tidak berpengaruh signifikan terhadap HargaSaham; (4) Earning Per Share (EPS) berpengaruh positif terhadap HargaSaham; (5) Debt to Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham; (6) Current Ratio (CR), Return on Equity (ROE), Return on Asset (ROA), Earning Per Share (EPS) dan Debt to Equity Ratio (DER) secara simultan berpengaruh terhadap harga saham. Kata Kunci: Current Ratio, Return on Equity, Return on Asset, Earning per Share, Debt to Equity Ratio, Harga Saham | The aims of this research were to examine the effect of the fundamental factors, especially financial ratios, consisted of Current Ratio (CR), Return on Equity (ROE), Return on Asset (ROA), Earning per Share (EPS) and Debt to Equity Ratio (DER) on Stock Price. The research population was manufacturing companies that listed on Indonesia Stock Exchange (IDX) since 2007 until 2012. Chosen by using purposive sampling method, this research used 35 companies as sample. This study used multiple regression analysis as the method. The result of this research indicated that: 1) Current Ratio (CR) had positive effect on Stock Price; (2) Return on Equity (ROE) had positive effect on Stock Price; (3) Return on Asset (ROA) had no significant effect on Stock Price; (4) Earning per Share (EPS) had positive effect on Stock Price; (5) Debt to Equity ratio (DER) had no significant effect on Stock Price; (6) Current Ratio (CR), Return on Equity (ROE), Return on Asset (ROA), Earning per Share (EPS) and Debt to Equity Ratio (DER) simultaneously had an effect on Stock Price. Keyword: Current Ratio, Return on Equity, Return on Asset, Earning per Share, Debt to Equity Ratio, Stock Price | |
| 9049 | 9272 | H1C010035 | STUDI ANALISIS UNJUK KERJA PEMBANGKIT LISTRIK HIBRIDA SISTEM DC DENGAN FUEL CELL DAN PHOTOVOLTAIC KAPASITAS 72 WATT | Pembangkit listrik tenaga hibrida ialah pembangkit yang menggunakan sumber energi lebih dari satu macam. Teknik hibrida yang sekarang banyak digunakan adalah menggabungkan beberapa jenis pembangkit listrik yang tidak dapat diperbaharui maupun dapat diperbaharui, contohnya seperti pembangkit energi angin, surya (photovoltaic), feul cell dan diesel, pembangkit energi angin dan surya, pembangkit energi angin dan diesel, pembangkit energi surya (photovoltaic), dan fuel cell. Pembangkit energi surya (photovoltaic), dan fuel cell di pilih karena emisinya kecil, selain itu juga pembangkit hibrida ini akan menggabungkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh energi surya (photovoltaic) dan fuel cell. Pada tugas akhir ini jenis fuel cell yang digunkan adalah Proton Exchange Membrane Fuel Cell (PMFC) yang memiliki efisiensi cukup baik dan dua buah photovoltaic. Fuel cell merupakan alat konversi elektrokimia yang berfungsi mengubah energi kimia fuel (bahan bakar) secara kontinyu menjadi energi listrik dimana keluarannya Direct Current (DC). Photovoltaic merupakan suatu semikonduktor yang bisa merubah energi matahari (foton) menjadi energi listrik. Dalam penelitian ini akan mengkaji parameter arus, tegangan, daya, dan efisiensi dari 4 stack fuel cell yang terkoneksi secara seri dan paralel yang akan dikoneksi (hibrida) dengan dua buah photovoltaic. Dalam penelitian ini akan memvariasikan konfigurasi seri dan pararel antara fuel cell dan photovoltaic menggunakan soft ware bantuan yaitu matlab simulink. Hasil penelitian diperoleh nilai tegangan, arus, daya dan efisiensi akan sangat terpengaruh terhadap koneksi yang dipilih. Pada penelitian kali ini koneksi palarel dari fuel cell blok#1 blok#2 seri koneksi palarel dan photovoltaic palarel memiliki daya keluaran yang paling besar yaitu 69.1601 dengan efisiensi 88.6 %. | A hybrid power plant is a power plant that uses an energy source more than one sort. Hybrid techniques are now widely used is combining several types of power plants that cannot be updated or may be updated, for example such as wind energy, solar power (photovoltaic), feul cell and diesel, solar and wind energy plants, wind energy generators and diesel generators, solar energy (photovoltaics), and fuel cell. Generating solar energy (photovoltaics), and fuel cell in select because emissions are small, moreover also this hybrid plant will incorporate these advantages possessed by solar energy (photovoltaic) and fuel cell. In this final task type of fuel cell that is used is a Proton Exchange Membrane Fuel Cell (PMFC) that has a pretty good efficiency and two pieces of photovoltaics. Fuel cell is an electrochemical conversion device that functions convert chemical energy fuel (fuel) continuously into electrical energy which output for Direct Current (DC). Photovoltaics is a semiconductor that could transform the solar energy (photons) into electrical energy. In this research will examine the current, voltage, power, and efficiency of the fuel cell stack 4 connected in series and parallel (hybrid) with two photovoltaic. In this research will vary the configuration of the series and parallel between fuel cells and photovoltaics using soft ware assistance namely matlab simulink. The research results obtained values of voltage, current, power and efficiency will be greatly affected against the selected connection. At this time the research palarel connection of the fuel cell block # 1 block # 2 series connection palarel and photovoltaic power output palarel have the most namely 69.1601 watt efficiency with 88.6%. | |
| 9050 | 9273 | G1B010051 | TEKNIK PENGELOLAAN SAMPAH DI KELURAHAN GRENDENG KECAMATAN PURWOKERTO UTARA TAHUN 2014 | Sampah merupakan salah satu masalah yang sangat penting untuk ditangani dan membutuhkan perhatian khusus karena sampah telah menjadi persoalan nasional. Kegagalan dalam pengelolaan sampah berimbas pada menurunnya kualitas kesehatan masyarakat, merusak estetika kota, dan dalam jangka panjang dapat mempengaruhi arus investor ke daerah. Wilayah Kota Purwokerto mengalami peningkatan volume sampah dari tahun 2005-2013 yakni sebanyak 71,45%. Masyarakat di Kelurahan Grendeng masih mempunyai kebiasaan membuang sampah ke sungai dan belum memiliki informasi mengenai teknik pengelolaan sampah yang mudah dan murah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berbagai teknik pengelolaan sampah di Kelurahan Grendeng Kecamatan Purwokerto Utara Tahun 2014. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subyek penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 13 orang yang terdiri dari 4 orang sebagai informan utama dan 9 orang sebagai informan pendukung. Cara pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi, analisis dokumen, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik pengelolaan sampah di Kelurahan Grendeng Kecamatan Purwokerto Utara adalah menggunakan konsep 3R, pengadaan bank sampah dan koperasi barang bekas. Ketiga teknik pengelolaan sampah ini memberikan dampak positif yakni kemampuan mengelola sampah sehingga sampah bisa tereduksi dan lingkungan menjadi bersih. | Waste is one of the most important issues that have to be handled and required special attention because it has become a national issue. The failure of waste management impacting public health quality, city aesthetics, and it can affect to the investment. In Purwokerto area, the volume of waste has increased 71,45% from 2005 to 2013. Grendeng people still threw the waste to the river and they do not have information yet about easy and economy-priced of the waste management technique. The purpose of the research is to find out the various Waste Management Techniques at Grendeng, Purwokerto Utara in 2014. The method used is descriptive qualitative. Subjects were obtained by using purposive sampling as many as 13 people consisting of 4 persons as key informants and 9 persons as supporters. The way to collect the data were using in-depth interviews, observation, document analysis, and documentation. Validity test used in this research is triangulation technique. The result of this research indicate that the waste management techniques at Grendeng are 3R concept, waste bank and koperasi barang bekas. All techniques of waste management gave a positive effect in managing the waste, so it can reduced and make the environment clean. | |
| 9051 | 9274 | C1C010001 | PENGARUH PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN DAERAH, AKSESIBILITAS LAPORAN KEUANGAN DAERAH DAN PEMAHAMAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH TERHADAP PENGGUNAAN INFORMASI KEUANGAN DAERAH | Penelitian ini merupakan studi empiris pada Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini mengkaji penggunaan informasi keuangan daerah dengan menggunakan variabel bebas penyajian laporan keuangan daerah, aksesibilitas laporan keuangan daerah dan pemahaman SAP. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh penyajian laporan keuangan daerah, aksesibilitas laporan keuangan daerah dan pemahaman SAP terhadap penggunaan informasi keuangan daerah di SKPD Kabupaten purbalingga. Sampel penelitian ini berjumlah 86 sampel dari 194 populasi yang ada dengan menggunakan teknik simple random sampling (acak sederhana). Metode pengumpulan data primer yang dipakai adalah dengan kuesioner. Data yang diperoleh diolah menggunakan teknik analisis regresi berganda. Hasil analisis menunjukan bahwa penyajian laporan keuangan daerah, aksesibilitas laporan keuangan daerah dan pemahaman SAP berpengaruh terhadap penggunaan informasi keuangan daerah. | This research is an empirical study in Purbalingga Regency. This study was intended to examines the use of local financial information by using the independent variables regional financial statement presentation, accessibility of financial statements, and understanding SAP . The purpose of this study was to examine the effect of regional financial statement presentation, accessibility of financial statements, and understanding SAP of the uses of local financial information at SKPD in Purbalingga Regency. Sample size was 86 samples from 194 populations by using simple random sampling techniques. Data collection method used was questionnaire. Data obtained were processed using the technique of multiple regression. The result of this research is showed that regional financial statement presentation, accessibility of financial statements, and understanding SAP is have significantly influence to the use of local financial information. | |
| 9052 | 10693 | D1F011020 | BOBOT DAN PERSENTASE BAGIAN-BAGIAN KARKAS DAN NON KARKAS ITIK RAMBON JANTAN YANG DIBERI TEPUNG DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) DALAM RANSUM | Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh level pemberian tepung daun salam yang optimal terhadap bobot dan persentase bagian-bagian karkas dan non karkas itik Rambon jantan. Penelitian dilaksanakan di peternakan itik Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas dan di Laboratorium Produksi Ternak Unggas, Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini menggunakan 80 ekor itik Rambon jantan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri atas ransum basal tanpa penambahan tepung daun salam (R0), ransum basal + 3% tepung daun salam (R1), ransum basal + 6% tepung daun salam, dan ransum basal + 9% tepung daun salam. Peubah yang diamati adalah bobot bagian-bagian karkas dan non karkas serta persentase bagian-bagian karkas dan non karkas. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan apabila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian diperoleh rataan bobot dan persentase bagian-bagian karkas dari perlakuan secara berurutan yaitu Dada R0 = 238,67 g dan 27,69%, R1 = 237,59 g dan 27,73%, R2 = 253,95 g dan 29,23%, R3 = 244,91 g dan 28,84%. Punggung R0 = 182,27 g dan 21,26%, R1 = 196,23 g dan 22,87%, R2 = 200,19 g dan 23,14%, R3 = 177,89 g dan 20,99%. Paha R0 = 211,81 g dan 24,67%, R1 = 199,47 g dan 23,42%, R2 = 195,21 g dan 22,71%, R3 = 207,10 g dan 24,37%. Sayap R0 = 124,20 g dan 14,62%, R1 = 121,68 g dan 14,35%, R2 = 121,71 g dan 14,11%, R3 = 122,37 g dan 14,43%. Giblet R0 = 100,07 g dan 11,76%, R1 = 98,93 g dan 11,63%, R2 = 93,22 g dan 10,82%, R3 = 96,79 g dan 11,37%, sedangkan rataan bobot dan persentase bagian-bagian non karkas yaitu Kepala R0 = 70,50 g dan 23,35%, R1 = 67,08 g dan 22,66%, R2 = 65,50 g dan 21,93%, R3 = 68,34 g dan 22,24%. Leher R0 =149,40 g dan 49,49%, R1 = 144,70 g dan 48,87%, R2 = 150,10 g dan 50,12%, R3 = 151,32 g dan 49,52%. Shank R0 = 35,94 g dan 11,90%, R1 = 36,74 g dan 12,43%, R2 = 35,50 g dan 11,92%, R3 = 35,08 g dan 11,50%. Viscera (usus) R0 = 46,10 g dan 15,26% , R1 = 47,90 g dan 16,04%, R2 = 48,10 g dan 16,03%, R3 = 50,36 g dan 16,54%. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penambahan tepung daun salam dengan level 3%, 6%, 9% berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot dan persentase bagian-bagian karkas dan non karkas Itik Rambon Jantan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan tepung daun salam (Syzygium polyanthum) sampai dengan level 9% dalam ransum menghasilkan bobot dan persentase bagian-bagian karkas dan non karkas itik Rambon jantan yang relatif sama. | The aim of this research was to determine the optional level of propotion Salam leaf meal on the weight and percentage of carcass and non-carcass Rambon duck male. The research was conducted in Dukuhwaluh Village, Kembaran Distric, Banyumas Regency and Poultry Laboratory, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This research used 80 heads. The method used was an experimental method using Completely Randomized Design (CRD). The treatmens were feed without salam leaf meal (R0), feed + 3% salam leaf meal (R1), feed + 6% salam leaf meal (R2), and feed + 9% salam leaf meal (R3). Variables measured were weight of carcass and non-carcass parts and persentage of carcass and non-carcass parts. Data were analyzed using analysis of variance followed by Test Honestly Significant Difference (HSD). The result average weight and persentage of carcass of the treatments are Chests R0 = 238.67 g and 27.69%, R1 = 237.59 g and 27.73%, R2 = 253.95 g and 29.23%, R3 = 244.91 g and 28.84%. Backs R0 = 182.27 g and 21.26%, R1 = 196.23 g and 22.87%, R2 = 200.19 g and 23.14%, R3 = 177.89 g and 20.99%. Thigh R0 = 211.81 g and 24.67%, R1 = 199.47 g and 23.42%, R2 = 195.21 g and 22.71%, R3 = 207.10 g and 24.37%. Wings R0 = 124.20 g and 14.62%, R1 = 121.68 g and 14.35%, R2 = 121.71 g and 14.11%, R3 = 122.37 g and 14.43%. Giblets R0 = 100.07 g and 11.76%, R1 = 98.93 g and 11.63%, R2 = 93.22 g and 10.82%, R3 = 96.79 g and 11.37%, respectively, meanwhile the average of weight and persentage non-carcass parts of the treatmens are Head R0 = 70.50 g and 23.35%, R1 = 67.08 g and 22.66%, R2 = 65.50 g and 21.93%, R3 = 68.34 g and 22.24%. Neck R0 =149.40 g and 49.49%, R1 = 144.70 g and 48.87%, R2 = 150.10 g and 50.12%, R3 = 151.32 g and 49.52%. Shank R0 = 35.94 g and 11.90%, R1 = 36.74 g and 12.43%, R2 = 35.50 g and 11.92%, R3 = 35.08 g and 11.50%. Visceras R0 = 46.10 g and 15.26% , R1 = 47.90 g and 16.04%, R2 = 48.10 g and 16.03%, R3 = 50.36 g and 16.54%. Result of analysis of variance showed that salam leaf meal supplementation to the level of 3%, 6%, 9% did not significanly (P>0.05) affect weight and percentage parts of carcass and non-carcass of Rambon Drakes. The conclusion of this research were supplementation salam leaf meal (Syzygium polyanthum) up to 9% level in the diet produce weight and percentage parts of carcass and non-carcass of Rambon duck male relatifely similar. | |
| 9053 | 10694 | E1A011019 | RATIO DECIDENDI HAKIM DALAM MEMUTUS SENGKETA TATA USAHA NEGARA DIKAITKAN DENGAN ASAS PEMBUKTIAN BEBAS (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 03/G/2011/PTUN.Smg) | Putusan Pengadilan harus memuat argumentasi atau alasan hakim dalam suatu pertimbangan hukum yang dikenal dengan istilah Ratio decidendi. Ratio decidendi oleh Hakim termasuk Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara harus di dasarkan pada peraturan perundang-undangan yang ada. Untuk mencapai putusan yang memenuhi rasa keadilan bagi para pihak dan masyarakat pada umumnya dikenal asas pembuktian bebas. Asas ini memberikan kebebasan pada Hakim Tata Usaha Negara untuk menentukan beban pembuktian dan juga dalam hal menjatuhkan putusan untuk memperoleh kebenaran materiil. Dalam hal ini peneliti tertarik untuk meneliti tentang ratio decidendi dalam Putusan Nomor 03/G/2011/PTUN.Smg dan penerapan asas pembuktian bebas oleh Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara yang memeriksa dan memutus perkara tersebut. Dalam rangka menjawab hal tersebut di atas maka penelitian ini menggunakan metode pendekatan disusun dengan tipe penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Metode analisis yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa ratio decidendi Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan keliru dalam menerapkan asas pembuktian bebas. | Court verdict must contain a judge’s argument or reason in a law consideration known as a ratio decidenci. Judge’s ratio decidenci included judge’s Pengadilan Tata Usaha Negara must be based on legislation ordinance. To reach the decision filling a justice for many sides and societies generally is acquainted as a freedom verification basis. This principle gives a freedom to judge’s Pengadilan Tata Usaha Negara for deciding verification burden and also making a verdict to get material truth. In this case, the researcher is interested to canvass about a ratio decidenci in the verdict number 03/G/2011/PTUN.Smg and an application of freedom verification basis of judge’s Pengadilan Tata Usaha Negara looking into and discontinuing the lawsuit. In the answering of its case above, the researcher uses approach method arranged by the research type of normative juridical with a legislation, a conceptual, and a case approach. The used analysis method is qualitative method. The result of the research states that ratio decidenci of judge’s Pengadilan Tata Usaha Negara isn’t proper with legislation ordinance and makes a mistake in applying freedom verification basis. | |
| 9054 | 9275 | G1B010041 | PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU KADER POSYANDU TENTANG PENCEGAHAN KEKURANGAN GIZI DI PUSKESMAS II SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Kekurangan gizi masih menjadi masalah pembangunan kesehatan nasional. Dampak kekurangan gizi bagi balita, yaitu menyebabkan balita akan mengalami tumbuh kembang yang tidak normal. Peran kader sangat diperlukan dalam upaya perbaikan gizi balita di poyandu. Untuk itu seorang kader perlu mempunyai pengetahuan, sikap, dan perilaku yang mendukung. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengetahuan, sikap dan perilaku kader posyandu tentang pencegahan kekurangan gizi di Puskesmas II Sumbang. Metode yang digunakan adalah kualitatif dan bersifat deskriptif. Subyek utama dalam penelitian ini adalah kader posyandu yang aktif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel subyek dianggap telah memadai apabila telah sampai redundancy (data telah jenuh, dan sampel tidak lagi memberikan informasi yang baru). Analisis data yang digunakan adalah analisis konten. Hasil penelitian ini menunjukan hampir seluruh kader tahu tentang penyebab, tanda-tanda, serta pencegahan kekurangan gizi, mengetahui isi grafik KMS (Kartu Menuju Sehat), cara membaca KMS, dan manfaat KMS. Sikap kader, yaitu dengan berempati dan bekerja sama dengan bidan dalam pencegahan kekurangan gizi. Perilaku kader posyandu meliputi kunjungan kepada ibu balita gizi kurang untuk memberi informasi, PMT (Pemberian Makan Tambahan), dan penyuluhan dalam pencegahan kekurangan gizi, namun kader belum siap melakukan penyuluhan di posyandu karena kurangnya percaya diri dan waktu penyuluhan. Dalam upaya peningkatan pengetahuan, sikap,dan perilaku kader perlu dilakukan pelatihan mengenai pencegahan kekurangan gizi. | Malnutrition still be a problem of national health development. The impact of malnutrition for under five year, which is causing a under five year will experience an abnormal growing. Cadre's role is indispensable in efforts to repair nutrition for under five year in posyandu. For that a cadre need to have knowledge, attitudes, and behaviors that support. According this matter, the researcher wants to find out how the knowledge, attitude, and behavior cadres of posyandu about the malnutrition and its prevention. The purpose of this research was to find out the knowledge, attitude, and behavior cadres of posyandu about the prevention on the malnutrition in Sumbang health care center II. The research method applied descriptive qualitative method. The main subject of this research was the active cadres of posyandu. The sampling technique used purposive sampling. Samples were considered adequate if the subject has redundancy (the data has been saturated, and the sample no longer provide new information). Analysis of the data used content analysis. The results indicated all cadre knowing the causes, signs, and prevention of malnutrition, knowing the content of the graphic KMS(growing chart), how to read a growing chart and growing chart benefits. The attitude by empathize and cooperate with midwife in the prevention of malnutrition. The cadre of posyandu behavior covering visits to mom under five year malnutrition to give information, PMT(feeding additional), and counseling in the prevention malnutrition, but cadre was reluctant to do outreach at posyandu due to lack of confidence and the time extension. In an attempt to increase the knowledge, attitudes, and behaviors of cadres training needs to be done regarding the prevention of malnutrition. | |
| 9055 | 9231 | H1C008076 | PERENCANAAN KEBUTUHAN ENERGI LISTRIK DI UPJ PURBALINGGA MENGGUNAKAN SOFTWARE LEAP | Prediksi konsumsi energi listrik adalah ketersedian energi listrik suatu perkiraan jangka panjang tentang besarnya kebutuhan energi untuk suatu daerah tertentu dengan suatu metode analisis. Dalam sistem kelistrikan prediksi sangat dibutuhkan untuk memperkirakan dengan tepat seberapa besar energi listrik yang dibutuhkan untuk melayani beban dan kebutuhan energi dalam distribusi energi listrik dimasa yang akan datang. Mengingat jumlah penduduk di Kabupaten Purbalingga setiap tahunnya terus bertambah maka kebutuhan akan energi listrik diperkirakan juga ikut meningkat. Kondisi ini tentunya harus diantisipasi sedini mungkin agar penyediaan energi listrik dapat tersedia dalam jumlah yang cukup dan harga yang memadai. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jumlah konsumsi energi listrik di UPJ Purbalingga dari tahun 2012-2017 dengan menggunakan software LEAP, mengetahui nilai elastisitas energi di Kabupaten Purbalingga, dan menganalisis total kapasitas beban trafo per tahun yang harus disuplai dari tahun 2012-2017. Berdasarkan hasil analisis dan simulasi menggunakan software LEAP, maka prediksi konsumsi energi listrik total di UPJ Purbalingga tahun 2012 adalah 217.826.733 kWh meningkat menjadi 342.436.819 kWh pada tahun 2017, dengan peningkatan konsumsinya sebesar 57%. Permintaan konsumsi energi listrik per sektornya meningkat menjadi 44,07% pada sektor industri, sektor bisnis 72,75%, sektor publik 31,49%, sektor sosial 55,87% dan sektor rumah tangga sebesar 56,86%. Dari hasil perhitungan elastisitas energi untuk Kabupaten Purbalingga yaitu dengan membandingkan rata-rata pertumbuhan konsumsi energi listrik sebesar 8,90% dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi (PDRB) sebesar 12,26%, sehingga diperoleh nilai elastistas energinya adalah 0,73. Hasil prediksi perhitungan total beban trafo di gardu induk Purbalingga dari tahun 2012 sebesar 36,47 MVA, meningkat menjadi 57,49 MVA pada tahun 2017, maka dari kapasitas beban trafo yang tersedia di gardu induk Purbalingga sebesar 60 MVA masih bisa mensuplai untuk lima tahun kedepan walaupun pada akhir tahun 2017 jumlah kapasitas beban hampir mendekati besar kapasitas yang tersedia. | Prediction of electric power consumption of electrical energy is the availability of a long-term estimate of the magnitude of the energy requirements for a given area with an analytical method. In the prediction of the electrical system is needed to predict exactly how much electrical energy is needed to serve load and energy needs in the distribution of electrical energy in the future. Given the number of residents in Purbalingga each year continues to grow, the demand for electrical energy is also expected to increase. These conditions must be anticipated as early as possible in order to supply electrical energy to be available in sufficient quantity and adequate prices. The purpose of this study is to determine the amount of electrical energy consumption in UPJ Purbalingga of years 2012-2017 using LEAP software, knowing the value of the elasticity of energy in Purbalingga, and analyze the total transformer load capacity per year that must be supplied from the years 2012-2017. Based on the analysis and simulation using LEAP software, then the prediction of the total electrical energy consumption in Purbalingga UPJ in 2012 was 217 826 733 kWh, 342 436 819 kWh increased to 2017, with an increase in consumption by 57%.. The demand for electrical energy consumption per sector increased to 44 , 07% in the industrial sector, the business sector 72.75%, 31.49% public sector, social sector 55.87% and the household sector amounted to 56.86%. From the calculation of the energy elasticity Purbalingga by comparing the average growth of electric energy consumption by 8.90% with an average economic growth of 12.26%, in order to obtain the value of energy elasticity is 0.73. The prediction results on the calculation of the total load transformer substations Purbalingga of the year 2012 amounted to 36.47 MVA, MVA increased to 57.49 in 2017, then from the available load capacity transformer in the substation is 60 MVA Purbalingga still able to supply for the next five years although by the end of 2017 the number of large load capacity nearing capacity available. | |
| 9056 | 9276 | G1B010034 | FAKTOR-FAKTOR YANG DIHADAPI LEMBAGA KEMASYARAKATAN DALAM OPTIMALISASI PENGELOLAAN SAMPAH DOMESTIK MENUJU DESA MANDIRI SAMPAH DI KELURAHAN GRENDENG PURWOKERTO UTARA | Pertumbuhan ekonomi yang pesat di kota seringkali menimbulkan permasalahan baru, salah satunya adalah meningkatnya volume sampah. Pengelolaan sampah dalam konteks ini sangat rumit dan perlu adanya penerapan kebijakan Pemerintah sesuai dengan Rencana dan Strategi Pembangunan Jangka Menengah Nasional Direktorat Jenderal Cipta Karya yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.21/PRT/M/2006. Untuk itu perlu adanya lembaga kemasyarakatan guna mewujudkan kebijakan Pemerintah menuju Desa Mandiri Sampah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang dihadapi lembaga kemasyarakatan dalam optimalisasi pengelolaan sampah domestik menuju Desa Mandiri Sampah di Kelurahan Grendeng, Purwokerto Utara. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subyek penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 7 orang. Cara pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi, analisis dokumen dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang dihadapi lembaga kemasyarakatan dalam optimalisasi sampah domestik menuju Desa Mandiri Sampah di Kelurahan Grendeng, Purwokerto Utara belum semua aspek sesuai dengan kebijakan Pemerintah, namun lembaga masyarakat setuju jika Kelurahan Grendeng dijadikan sebagai Desa Mandiri Sampah dan perlu upaya peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Kata Kunci : Lembaga Kemasyarakatan, Desa Mandiri Sampah, Pengelolaan. Kepustakaan : 46 (1995-2013) | Rapid economic growth often cause the new problems in the city, one of them is increasing volume of waste. Waste management is very complex and need for the application of Goverment policy in accordance with the Middle Term of National Development Plans and Strategy of Departement of Cipta Karya that are listed in the regulation of the Kementerian Pekerjaan Umum No.21/PRT/M/2006. Therefore, it need the society institutions to realize Goverment Policy toward the Village of Independent Waste. The purpose of this research is know the factors facing the society institutions in optimization of domestic waste management towards the Village of Independent Waste in the Grendeng, Purwokerto Utara. Methods used is qualitative descriptive. The subject of the research are obtained by using purposive sampling technique as much as of 6 person. Ways of collecting data with in-dept interviews, observation, document analysis, and documentation. The result showed that factors facing the society institution in optimalization of domestic waste to the Village of Independent Waste in the Grendeng, Purwokerto Utara has all aspects of compliance with Goverment policy, but the society institutions agree if the Grendeng as a Village of Independent Waste and needs to increase public awareness efforts in waste management. Keywords : Community Institutions, Village of Independent Waste, Management. | |
| 9057 | 5838 | D1E009099 | PENGARUH DOSIS PENAMBAHAN ARANG AKTIF TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN DAN BAU PERENGUS PADA SUSU KAMBING PASTEURISASI | Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 6-24 Juni 2013 di Laboraturium Teknologi Hasil Ternak Universitas Jendral Soedirman Purwokerto. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dosis penambahan arang aktif terhadap kandungan protein dan bau perengus pada susu kambing pasteurisasi. Materi penelitian yang digunakan susu kambing segar sebanyak 9,5 liter dari eksperimental farm Fakultas Peternakan UNSOED dan arang aktif sebanyak 570 g. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang 7 kali. Perlakuan yang diberikan adalah R0 arang aktif 0 g per 200 ml, R1 arang aktif 6 g per 200 ml, R2 arang aktif 12 g per 200 ml, R3 arang aktif 18 g per 200 ml dan R4 arang aktif 24 g per 200 ml. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan Uji Orthogonal Polinominal. Hasil Penelitian menunjukan bahwa pemberian arang aktif menurunkan kadar protein susu kambing pasteurisasi (P<0,01) dan bau susu kambing pasteurisasi berkurang (P<0,01). Hasil Uji Orthogonal Polinominal menunjukan bahwa makin meningkat level arang aktif, kadar protein susu kambing pasteurisasi makin turun mengikuti persamaan Y = 4.7625 - 0.0541x (r = 0.97). Kesimpulan dosis penggunaan arang aktif 18 g per 200 ml susu kambing dapat menghilangkan bau perengus dan penurunan proteinnya terkecil. | The Research conducted held from 6th to 24th June 2013 at the Laboratory of Animal Products Technology Jenderal Sudirman University Purwokerto. The purposes of the research was to determine the effect of dosage activated charcoal on protein content and goaty odour at pasteurized goat's milk. 9.5liters fresh goat milk from the experimental farm Faculty of Animal Husbandry, UNSOED and 570 gram of activated charcoal. Was used in this research completely randomized design (CRD) with five treatments and each treatment was repeated 7 times. The treatments were R0 was activated charcoal 0 g per 200 ml, R1 was activated charcoal 6 g per 200 ml, R2 was activated charcoal 12 g per 200 ml, R3 was activated charcoal 18 g per 200 ml and R4 was activated charcoal 24 g per 200 ml. The data were analyzed using analysis of variance and continued with polynomial orthogonal test. The result showed that giving activated charcoal can reduce protein of pasteurized goat milk and odour goat milk (P<0.01). Polynomial Orthogonal Test showed that increasing the level of activated charcoal will decrease protein content of pasteurized goat milk, following the equation Y = 4.7625714 - 0.05409524x (r = 95.31%). The conclusion showed that the best dosage to eliminate the goaty odour and smallest decreasing protein content is 18 g activated charcoal per 200 ml. | |
| 9058 | 9278 | G1B010024 | HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, SIKAP, DAN RISIKO KOMPLIKASI OBSTETRI DENGAN PEMANFAATAN JAMINAN KESEHATAN PADA IBU HAMIL DI KECAMATAN PEKUNCEN TAHUN 2014 | JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO 2014 INTISARI YULIA WULANDARIE HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, SIKAP DAN RISIKO KOMPLIKASI OBSTETRI DENGAN PEMANFAATAN JAMINAN KESEHATAN PADA IBU HAMIL DI KECAMATAN PEKUNCEN TAHUN 2014 Indonesia menghadapi masalah kematian ibu yang setiap tahunnya masih meningkat, SDKI 2012 menunjukkan 359 per 100.000 kelahiran hidup dan pada tahun 2013 sebanyak 3 kasus kematian ibu di Kecamatan Pekuncen. Salah satu upaya pemerintah untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) yaitu dengan adanya program Jaminan Kesehatan. Pemanfaatan Jaminan Kesehatan untuk persalinan (Jampersal) tahun 2013 di Kecamatan Pekuncen masih rendah yaitu dari jumlah ibu bersalin 1060 hanya terdapat 344 (32,45%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan risiko komplikasi obstetri dengan pemanfaatan Jaminan Kesehatan pada ibu hamil di Kecamatan Pekuncen. Jenis penelitian yang dilakukan penelitian kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil bulan Januari-Maret 2014 sebanyak 351. Sampel penelitian berjumlah 85 ibu hamil. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Stratified Random Sampling. Data dianalisis secara univariat, bivariat (Chi-Square Test) dan multivariat (regresi logistik). Hasil analisis data menunjukkan 23,5% responden yang memanfaatkan Jaminan Kesehatan, 56,5% responden yang pengetahuan baik, 58,8% responden memiliki sikap baik atau mendukung, dan 90,6% responden yang mengalami risiko komplikasi obstetri. Hasil analisis data menunjukkan terdapat dua variabel yang memiliki hubungan signifikan dengan pemanfaatan Jaminan Kesehatan yaitu pengetahuan dan sikap, satu variabel tidak memiliki hubungan yang signifikan seperti risiko komplikasi obstetri. Variabel yang paling berhubungan dengan pemanfaatan Jaminan Kesehatan yaitu sikap. Disarankan Bagi Institusi Kesehatan dapat melakukan penyuluhan kesehatan atau sosialisasi secara rutin mengenai Jaminan Kesehatan. Kata Kunci : Pengetahuan, Jaminan Kesehatan, Ibu hamil Daftar Pustaka : 74 (1980-2013) | FACULTY OF MEDICINE AND HEALTH SCIENCES DEPARTEMENT OF PUBLIC HEALTH UNIVERSITY OF JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO 2014 ABSTRACT YULIA WULANDARIE THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE, ATTITUDE AND OBSTETRIC COMPLICATION RISK WITH HEALTH INSURANCE UTILIZATION OF PREGNANT WOMEN IN SUB-DISTRICT PEKUNCEN Indonesia faces the problem of maternal mortality that still increasing each year, SDKI 2012 showed 359 per 100,000 live births died, and in 2013 there were three case of maternal mortality in sub-district Pekuncen. One of the government's efforts to reduce maternal mortality rate (MMR) is Health Insurance program. Health insurance is an assurance of health protection which given to each person, including pregnant women. In 2013 the utilization of Health Insurance (Jampersal) in the District Pekuncen are still very low, from 1,060 of maternal there were only 344 (32.45%) of people who take advantage of this Health Insurance. The purpose of this research was to determine the relationship between knowledge, attitude, and obstetric complication risk with health insurance utilization of pregnant women in sub-district Pekuncen. This research used a quantitative research with cross sectional approach. The population in this research are 351 pregnant mothers from January to March 2014. The research sample are 85 pregnant women. The sampling method used was stratified random sampling. Data were analyzed by using univariate, bivariate (Chi-square test) and multivariate (logistic regression). The results showed that 23.5% respondents have a health insurance, 56.5% respondents have a good knowledge, 58.8% respondents have a good attitude or support, and 90.6% respondents have experienced a obstetric complication risk. The data analysis revealed that there are two variables that have a significant relationship with the utilization of health insurance that are knowledge and attitude, one variable doesn’t have a significant relationship such as risk of obstetric complications. The most variables that have a relationship with the utilization of health insurance is attitude. The advice can be given for Health Institutions is to conduct health education or socialization on a regular basis regarding Health Insurance. Key words : Knowledge, Health Insurance, Pregnant Mother Bibliography : 74 (1980-2013) | |
| 9059 | 10695 | D1E011134 | PENGARUH PENAMBAHAN SUSU SKIM TERHADAP KADAR KEASAMAN, VISKOSITAS DAN WETTABILITY YOGHURT BUBUK SUSU SAPI | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penambahan susu skim pada pembuatan yoghurt bubuk susu sapi ditinjau dari kadar keasaman(%), viskositas (cP) dan wettability (s). Materi penelitian yang digunakan adalah susu sapi segar 30 liter, susu skim 1050 gram, indikator PP 1%, starter yoghurt kering 5 gram, akuades 4 liter. Metode penelitian yang digunakan adalah metode experimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah penambahan susu skim dengan berbagai level sebesar P0 = 0%, P1 = 2%, P2 = 4%, P3 = 6%. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan susu skim pada pembuatan yoghurt meningkatkan viskositas tetapi tidak mempengaruhi kadar keasaman dan wettability yoghurt bubuk susu sapi. Penambahan susu skim 6% memberikan hasil yang terbaik untuk meningkatkan viskositas yoghurt bubuk susu sapi. Kesimpulan dari penelitian ini pada penambahan susu skim sebanyak 6% pada pembuatan yoghurt dapat meningkatkan viskositas namun tidak memberikan pengaruh terhadap kadar keasaman dan wettability yoghurt bubuk susu sapi | The research aimed to determinethe effectiveness ofthe addition ofskimmilkinthe manufacture of powdered yoghurt cow’s milkin termsofacidity(%), viscosity(cP) andwettability(s). Material usedwas30liters offreshcow's milk, skimmilk1050grams, indicatorPP1%, 5grams of dried starter yogurt and 4litersof distilled water. The method usedwasan experimentalmethodusinga completely randomized design(CRD) with4treatmentsand5replications. Treatments includethe addition ofskimmilkwithvariouslevelsofP0=0%, P1=2%, P2=4%, P3=6%. The result showed that the addition ofskimmilkinthe manufacture ofyoghurt powder increase the viscositybutdid notaffect acidityandwettability ofcow’smilkyoghurtpowder. The addition of skim milk at 6% producedthe best resultsforincreasing the viscosity ofcow's milk yoghurtpowder. The conclusionofthis research thatthe addition ofskimmilkup to6% inthe manufacture ofyoghurtis able toincrease theviscositywith similar acidityandwettabilitycow's milk yoghurtpowder. | |
| 9060 | 11097 | F1F009083 | VIOLENCE IN AMERICA AS SEEN THROUGH THE SCRIPT OF GAME GRAND THEFT AUTO IV | ABSTRAK Henra Agusta Nugraha F1F009083 judul "KEKERASAN DI AMERIKA DILIHAT MELALUI SCRIPT GAME GRAND THEFT AUTO IV", dengan penguji pertama saya, Rizki Februansyah, SS, MA, penguji kedua, M. Taufiqurrohman SS, M.Hum, dan pemeriksa Ririn Kurnia Trisnawati SS, MA Kata Kunci : Kekerasan, Permainan, Remaja, Sosial Penelitian ini di naskah permainan Grand Theft Auto IV terdiri dari dua bagian efek kekerasan di game, jenis kekerasan. Peneliti mengungkapkan bahwa kekerasan di Amerika terjadi karena pemuda terinspirasi oleh permainan Grand Theft Auto IV. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis deskriptif kualitatif dengan melihat jenis jenis kekerasan yang terdapat pada naskah Grand Theft Auto IV yang dikaitkan dengan kekerasan di Amerika yang ada pada tiga jenis kekerasan yang didapat, penindasan penembakan dan penculikan. Analisis data menggunakan metode penjelasan dari beberapa artikel mengenai kekerasan yang dilakukan teenager yang mengacu kekerasan yang ada di naskah permainan Grand Theft Auto IV. Hasil penelitian menunjukan bahwa kekerasaan dapat dipengaruhi oleh kebiasaan remaja dalam keseharian, karena mereka terinspirasi dari permainan Grand Theft Auto IV dan kurangnya perhatian dari pihak orang tua untuk dapat mendidik para remaja agar lebih baik dalam berperilaku. | ABSTRACT Henra Agusta Nugraha F1F009083 the title “VIOLENCE IN AMERICA AS SEEN THROUGH THE SCRIPT OF GAME GRAND THEFT AUTO IV”, with my first supervisor, Rizki Februansyah, S.S., M.A, second supervisor, M. Taufiqurrohman S.S, M.Hum, external examiner, Ririn Kurnia Trisnawati S.S, M.A Key Words : Violence, Game, Teenagers, Social. This study on the manuscript game Grand Theft Auto IV is composed of two parts effects of violence in the game, kind of violence. Researcher revealed that the violence in America occur because the youth are inspired by the game Grand Theft Auto IV. This type of research is a qualitative descriptive type by looking at the types of violence contained in the manuscript of Grand Theft Auto IV which are associated with violence in America that in the end there are three types of violence they were screw, shootings and kidnappings. The data analysis using methods explanation of some of the articles about the violence committed teenager who refers to violence that exist in manuscript game Grand Theft Auto IV. The results showed that violence can be affected by juvenile habits in everyday life, because of they inspired from playing game Grand Theft Auto IV and lack of attention from their parents to educate the youth to behave well. |