Artikelilmiahs
Menampilkan 9.081-9.100 dari 50.307 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 9081 | 10700 | D1E010181 | SUBSTITUSI KONSENTRAT MENGGUNAKAN BULU AYAM HASIL FERMENTASI PENGARUHNYA TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN KECERNAAN PROTEIN PAKAN AYAM BROIL | Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh substitusi konsentrat dengan tepung bulu ayam fermentasi terhadap kecernaan bahan kering dan protein ayam niaga pedaging. Materi yang digunakan 60 ekor ayam broiler umur 8 minggu. Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu 0% (R0), 3% (R1), 6% (R2), 9% (R3), dan 12% (R4) yang diulang 4 kali. Peubah yang diukur adalah kecernaan bahan kering dan kecernaan protein. Data dianalisis dengan analisis variansi. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan protein. Penggunaan tepung bulu ayam fermentasi dapat menggantikan konsentrat sampai 12% dalam pakan ayam broiler tanpa mempengaruhi kecernaan bahan kering dan kecernaan protein. | The objectives of this research was to investigate the effect of The substitution of concentrates by flour chicken feather meal on digestibility of dry matter and protein on broiler ration. The materials in this study were 60 broiler chickens. The research was conducted with the experimental method, using a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. As the treatments were used feeds flour chicken feathers as much as 0% (R0),3% (R1), 6% (R2), and 9% (R3) 12% (R4). Variables measured were digestibility of dry matter and protein. The data were analyzed using analysis of variance. The results of variance analysis showed that the treatment did not significant by effect (P>0.05) digestibility of dry matter and protein The conclusion of this research is that, The use of flour chicken feathers mixed can replace concentrates of up to 12 % in feed broiler chicken without affecting digestibility of dry matter and protein on broiler chicken. | |
| 9082 | 9299 | H1C008079 | ANALISIS ESTIMASI KEBUTUHAN ENERGI LISTRIK DI KABUPATEN KEBUMEN MENGGUNAKAN METODE REGRESI | Prediksi kebutuhan energi listrik adalah estimasi ketersediaan energi listrik dalam jangka menengah di suatu daerah tertentu dengan suatu metode analisis. Dalam sistem kelistrikan estimasi sangat dibutuhkan untuk memperkirakan dengan tepat berapa besar energi listrik yang dibutuhkan untuk melayani beban dan kebutuhan energi dalam distribusi energi listrik di masa yang akan datang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perkiraan daya listrik dan konsumsi energi listrik per pelanggan tahun 2014 di PT. PLN (Persero) Rayon Kebumen dengan mengacu data aktual pada tahun sebelumnya menggunakan metode analisis regresi. Penelitian menggunakan aplikasi Minitab 14 dengan berbagai model regresi. Hasil estimasi tahun 2014 menunjukkan bahwa peningkatan jumlah daya listrik pada pelanggan rumah tangga yaitu sebesar 16.725.640 VA atau 13,77%, pelanggan sosial sebesar 462.042 VA atau 6,79%, pelanggan bisnis sebesar 991.389 VA atau 11,13%, pelanggan industri sebesar 848.238VA atau 27,97%, dan pelanggan pemerintah sebesar 904.941 VA atau 35,8%. Sedangkan hasil estimasi energi listrik tahun 2014 untuk pelanggan rumah tangga turun sebesar 6.498.276 kWh atau 40,8%, pelanggan sosial naik sebesar 84.342 kWh atau 11,73%, pelanggan bisnis naik sebesar 110.696 kWh atau 8,75%, pelanggan industri turun sebesar 110.696 kWh atau 8,75%, dan pelanggan pemerintah naik sebesar 124.953 kWh atau 30,75%. Nilai persentase kesalahan estimasi yang dirumuskan dalam Mean Absolute Percentage Error (MAPE) dari berbagai analisis regresi dalam penelitian dari yang terkecil adalah regresi kuadratik, lalu regresi linier, kemudian regresi eksponensial, dan yang terakhir regresi logaritmik. | Prediction of electric energy needs are estimated availability of electrical energy in the medium term in a particular area with an analytical method. In the estimation of the electrical system is needed to predict exactly how much electrical energy is needed to serve load and energy needs in the distribution of electrical energy in the future. The purpose of this study is to determine the approximate electrical power and electrical energy consumption per customer in 2014 in PT. PLN (Persero) Rayon Kebumen with reference to the actual data in the prior year using regression analysis method. The research uses Minitab 14 applications with a variety of regression models. The estimation results in 2014 showed that an increase in the amount of electrical power for residential customers amounted to 16.725.640 VA or 13,77%, the social customer amounted to 462.042 VA or 6,79%, business customers amounted to 991.389 VA or 11,13%,, industrial customers amounted to 848.238 VA or 27,97% and government customers are 904.941 VA or 35,8%. While the results of the estimation of electrical energy in 2014 for residential customers decreased by 6.498.276 kWh or 40,8%, social customers increased amounted to 84.342 kWh or11,73%, business customers increased amounted to 110.696 kWh or 8,75%, industrial customers descreased amounted to 110.696 kWh or 8,75%, and government customers increased amounted to 124.953 kWh or 30,75%. The smallest value of Mean Absolute Percentage Error (MAPE) of multiple regression analysis in the research is the quadratic regression, and linear regression, then regression exponential, and logarithmic regression latter. | |
| 9083 | 9293 | C1B010106 | ANALISIS PENGARUH KEBUTUHAN SOSIAL, PENGARUH SOSIAL, KENYAMANAN, KETERTARIKAN PADA INTERNET TERHADAP KETERGANTUNGAN DALAM MENDORONG PERILAKU PEMBELIAN | RINGKASAN Judul penelitian ini adalah “Analisis Pengaruh Kebutuhan Sosial, Pengaruh Sosial, Kenyamanan, Ketertarikan pada Internet terhadap Ketergantungan dalam Mendorong Perilaku Pembelian pada Android Smartphone (Studi Kasus pada Mahasiswa S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman)”. Populasi penelitian adalah Mahasiswa S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 154 sampel yang menggunakan Android smartphone. Hipotesis dalam penelitian ini adalah 1) Kebutuhan sosial berpengaruh positif signifikan terhadap ketergantungan, 2) Pengaruh sosial berpengaruh positif signifikan terhadap ketergantungan, 3) Kenyamanan berpengaruh positif signifikan terhadap ketergantungan, 4) Ketertarikan pada internet berpengaruh positif signifikan terhadap ketergantungan dan 5) Ketergantungan berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku pembelian. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan sosial berpengaruh positif signifikan terhadap ketergantungan, pengaruh sosial berpengaruh positif signifikan terhadap ketergantungan, kenyamanan berpengaruh positif signifikan terhadap ketergantungan, ketertarikan pada internet berpengaruh positif signifikan terhadap ketergantungan, dan ketergantungan berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku pembelian pada studi kasus Mahasiswa S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman. Sebagai implikasi dari kesimpulan di atas, pihak produsen smartphone yang menggunakan sistem operasi Android dapat mengidentifikasi kebutuhan sosial dari konsumen mereka, meningkatkan keseluruhan kualitas dari Android smartphone yang mereka produksi khususnya pada aplikasi instant messenger dan sosial media. Selain itu dapat menambah berbagai fitur yang dapat memberikan manfaat, kemudahan dan kenyamanan bagi konsumen mereka serta dapat bekerjasama dengan berbagai operator seluler untuk dapat memberikan layanan internet yang prima. Kata kunci : Kebutuhan Sosial, Pengaruh Sosial, Kenyamanan, Ketertarikan pada Internet, Ketergantungan, Perilaku Pembelian. | The tittle of this research is “ Analysis the Effect of Social Needs, Social Influence, Convenience, Internet Affinity to Dependency to Drive Purchase Behaviour on Android Smartphone (Case Study on Student of S1 Management Economic and Business Faculty of Jenderal Soedirman University)”. Population of this research was Student of S1 Management Economic and Business Faculty of Jenderal Soedirman University. Sample that used in the research were 154 respondents who use an Android smartphone. Hypotheses of this research are 1) Social needs has positive significant effect on dependency, 2) Social influence has positive significant effect on dependency, 3) Convenience has positive significant effect on dependency, 4) Internet Affinity has positive significant effect on dependency and 5) Dependency has positive significant effect on purchase behaviour. Analysis of data for this research used multiple regression and simple regression. Result of this research revealed that social needs has positive significant effect on dependency, social influence has positive significant effect on dependency, convenience has positive significant effect on dependency, internet affinity has positive significant effect on dependency, and dependency has positive significant effect on purchase behaviour. As the implications from the above conclusions, smartphone manufacturers that use the Android operating system can identify the social needs of their consumers, improve the overall quality of their Android smartphone especially on instant messenger and social media applications. Moreover, they can add a variety of features that can provide benefits, easiness and convenience for their customers and they can cooperate with various mobile operators to be able to provide excellent internet service. Keywords: Social Needs, Social Influence, Convenience, Internet Affinity, Dependency, Purchase Behaviour. | |
| 9084 | 9294 | H1C007064 | DESAIN APLIKASI INTEGRASI SISTEM PAKAR KESEHATAN | ABSTRAK Sistem pakar kesehatan yang telah dikembangan para peneliti sebelumnya masih mempunyai kendala utama dari penggunaan sistem pakar yaitu tidak adanya wadah yang menampung berbagai sistem pakar-sistem pakar tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan pula adanya integrasi dari aplikasi-aplikasi sistem pakar yang ada menjadi satu sistem informasi pakar berbasis web. Di dalam proses pembuatan sistem aplikasi berbasis web yang terintegrasi, terkadang terdapat kesalahan atau ketidakhandalan sistem dalam mengatasi kebutuhan user maupun sistem keamanan user, hal itu dikarenakan tidak adanya rekayasa atau desain perangkat lunak yang tersedia sebelum proses pengimplementasian atau coding. proses pemodelan dan desain menggunakan UML (Unified Modelling Lenguage) mempunyai berbagai keunggulan, diantaranya mudah dipahami oleh programmer karena diagram yang terdapat pada UML mempunyai sifat yang terstruktur. Dalam tugas akhir ini penulis akan merancang dan memodelkan aplikasi sistem pakar yang terintegrasi menggunakan software StarUML 5.0, proses yang dilakukan diawali dengan merancang integrasi antar aplikasi,database, server, fungsi admin/user, hingga perancangan user interface admin/user. | Abstract Health expert system which had been cultivated the previous researchers still have major obstacles of the use, there’s nothing sites to accommodate a variety of existing expert systems Therefore, it needs also the integration of expert system applications into the existing web-based information systems expert, In the process of making an integrated web-based application system, sometimes there is an error or unreliability system in dealing needs users and user security system, it is because there is no available designs software before implementation or coding, process modeling and design using UML (Unified Modeling lenguage) has various advantages, including understandable by programmers because contained in the UML diagrams have structural properties. In this paper the author will be designing and modeling the integrated expert system application using StarUML 5.0 software, the process begins with the design integration between applications, databases, servers, functions admin / user, until the user interface design of the admin / user. | |
| 9085 | 9295 | P2FB12005 | KAPASITAS MANAJEMEN KEARSIPAN DALAM PELAYANAN ADMINISTRASI DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO (STUDI KASUS PADA SUBBAG UMUM DAN PERLENGKAPAN) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kapasitas manajemen kearsipan di Unsoed melaksanakan kegiatan pengelolaan arsip dalam rangka mendukung pelayanan administrasi, dengan melihat pada kapasitas perencanaan, pengorganisasian, pengawasan serta memperhatikan faktor-faktor yang menjadi penentu dalam pelaksanaan pengelolaan arsip yaitu sumber daya manusia, sarana prasarana, anggaran, dukungan dan perhatian pimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kapasitas pengelolaan arsip di Unsoed melaksanakan kegiatan pengelolaan catatan dalam mendukung pelayanan administrasi, dengan melihat perencanaan kapasitas, pengorganisasian, pemantauan dan memperhatikan faktor-faktor yang menentukan dalam pelaksanaan manajemen arsip, sumber daya yaitu manusia, infrastruktur , anggaran, dukungan dan perhatian kepemimpinan. Perlu adanya koordinasi dan komunikasi antara pimpinan dengan unit keasipan sehingga kegiatan pengelolaan akan lebih terarah dan terkoordinir. Dengan adanya koordinasi dan komunikasi ini pimpinan juga akan mengetahui perkembangan serta kendala yang ada pada unit kearsipan. Selain itu juga belum adanya kejelasan tentang kedudukan/ posisi dari unit kearsipan di Unsoed, karena belum menempatkan unit kearsipan pada Struktur Organisasi sebagai unit yang berdiri sendiri. Unit kearsipan berada di bawah Subbag Tata Usaha kantor pusat administrasi sehingga unit kearsipan tidak mempunyai kewenangan untuk mengatur dan membuat program kerja pengelolaan arsip. Kesimpulan dari hasil analisa diatas, bahwa kapasitas atau kemampuan dari manajemen kearsipan di Unsoed dalam mengelola arsip untuk mendukung pelayanan administrasi sudah cukup baik karena sudah sesuai dengan standar kearsipan. Pengelolaan arsip di Unsoed berpedoman pada kode klasifikasi dan Jadwal retensi Arsip (JRA) yang berupa Peraturan Rektor Unsoed, sehingga pelaksanaan pengelolaan arsip menjadi lebih baik dibandingkan sebelum adanya kegiatan kearsipan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa faktor penentu yang sangat penting bagi keberhasilan pengelolaan arsip di Unsoed adalah perhatian dan dukungan pimpinan. Dengan adanya koordinasi dan komunikasi yang baik antara pimpinan dan unit kearsipan maka kegiatan pengelolaan akan terkoordinir dan terarah untuk pencapaian tujuan, tanpa adanya dukungan dan perhatian dari pimpinan maka kegiatan pengelolaan arsip tidak dapat berjalan dengan optimal, kebutuhan sarana prasarana, SDM dan anggaran tidak akan terpenuhi. Keadaan sekarang arsip di Unsoed sudah tertata dengan baik, sehingga memudahkan dalam penemuan kembali apabila arsip dibutuhkan dan pelayanan administrasi juga lebih baik dan meningkat. | This study aims to determine how the management capacity of archives in Unsoed implement records management activities in support of administrative services, by looking at capacity planning, organizing, monitoring and addressing these factors are decisive in the implementation of records management, namely human resources, infrastructure, budget, support and leadership attention. This study aims to Determine how the management capacity of archives in Unsoed implement records management activities in support of administrative services, by looking at capacity planning, organizing, monitoring and addressing these factors are decisive in the implementation of records management items, namely human resources, infrastructure , budget, support and leadership attention. he need for coordination and communication between the leadership of the unit so keasipan management activities will be more focused and coordinated. Coordination and communication with these leaders will also know the progress and constraints on archival unit. In addition, the lack of clarity on the status / position of archival unit in Unsoed, because it has not put the archival unit on Organizational Structure as a stand-alone unit. Archival unit is under the Administrative Sub administrative headquarters so that archival unit has no authority to regulate and make archive management work program. Conclusions from the above analysis, that the capacity or ability of management to manage archives in Unsoed archives to support administrative services is quite good because it is in accordance with archival standards. Records management in Unsoed guided by the classification code and Retention Schedule Archives (JRA) in the form of Regulation Rector Unsoed, so the implementation of records management to be better than before the filing activity. From the research it was found that a very important determining factor for the success of records management in Unsoed is the attention and support of the leadership With the coordination and communication between the leadership and the archival unit management activities will be coordinated and directed to the achievement of the goal, without the support and attention of the leadership of the records management activities may not run optimally, the needs of infrastructure, human resources and budget will not be met . Present state archives in Unsoed is well defined, making it easier for the rediscovery of the archive when needed and also better administrative services and increased. | |
| 9086 | 9296 | H1C007044 | STUDI ANALISIS KERUSAKAN MOTOR INDUKSI 36P101A DI AREA 50 PT. PERTAMINA (PERSERO) REFINERY UNIT IV CILACAP | Motor induksi merupakan motor listrik arus bolak-balik yang merubah energi listrik menjadi energi gerak dengan menggunakan gandengan medan listrik dan mempunyai slip antara medan stator dan medan rotor. Apabila terjadi kerusakan internal motor, maka kemungkinan besar motor membutuhkan waktu yang lama untuk perbaikan atau bahkan tidak bisa dipakai lagi. Salah satu kejadian kerusakan internal motor adalah di PT. Pertamina (Persero) RU IV Cilacap. Motor mengalami kerusakan winding stator dan terjadi spot bekas terbakar hingga menyebabkan winding putus. Gangguan tersebut mengakibatkan motor tidak bisa beroperasi kembali dan dilakukan perbaikan di bengkel pemeliharaan. Analisis pemodelan dan perhitungan bertujuan untuk melakukan pendekatan dengan kondisi di lapangan dan mengetahui nilainya. Nilai arus hubung singkat satu fasa ke tanah saat terjadi gangguan dengan melakukan perhitungan menunjukan hasil yang lumayan cukup besar yaitu 2,599 kA. Dengan adanya arus hubung singkat ini maka relay GFR bekerja, tetapi dapat macet atau tertahan sebelum trip. Dampak dari gangguan tersebut menyebabkan motor tidak dapat beroperasi dalam sementara waktu seiring masa perbaikan winding stator beban sementara dialihkan ke motor lain. Kata kunci : Motor, Gangguan Hubung Singkat, Pemodelan, Perhitungan. | Induction motors are electric motors of alternating current which changes electrical energy into mechanical energy by using the electric field coupling and has a slip between the stator field and rotor field. In the event of internal damage the motor, it is likely that the motor takes a long time to repair or even can’t be used again. One of the incidence of internal damage the motor is in PT. Pertamina (Persero) RU IV Cilacap. Motor stator winding is damaged and burnt spots occur causing winding up broke. The disorder results in the motor can’t be repaired and back in operation in the maintenance workshop. Analysis modeling and calculation aims to approach the conditions in the field and know its value. Short-circuit current value of the phase to ground when there is interference by the results of the calculations show a fairly sizable 2,599 kA. With the short circuit current is the relay GFR work, but it can be jammed or stuck before the trip. The impact of the disorder causes the motor can’t operate in a while as the improvement of the stator winding while the load transferred to the other motor. Keywords: Motor, Crashes Short Circuit, Modeling, Calculation. | |
| 9087 | 9297 | F1D007060 | Budaya Muwur Dalam Pemilihan Kepala Desa Tahon 2007 di Desa Rawalo, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas | Artikel ini merupakan hasil dari studi kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus untuk memahami dan menjelaskan faktor-faktor yang melatarbelakangi budaya muwur dalam Pemilihan Kepala Desa Tahun 2007, di Desa Rawalo, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa budaya muwur dalam Pilkades Rawalo berlangsung sejak jaman dahulu. Budaya muwur berlangsung pada Pemilihan Kepala Desa Tahun 2007 di Desa Rawalo. Berawal dari kebiasaan masyarakat yang selalu menggunakan muwur dalam pilkades, muwur lama kalamaan menjadi tradisi masyarakat dalam pilkades.Terdapat dua faktor yang melatarbelakangi budaya muwur.faktor yang pertama adalah sikap pragmatis dan permisif masyarakat. Hal ini dikarenakan, masyarakat yang selalu mencari keuntungan dari muwur pada setiap pelaksanaan pilkades hingga masyarakat menjadi terbuka untuk membahas pilkades. Membudayanya muwur dilatarbelakangi juga oleh faktor ekonomi masyarakat. Ekonomi lemah masyarakat yang dipandang lewat pekerjaan sebagian masyarakat menjadikan setiap calon kepala desa memanfaatkan pilkades menjadi ajang membantu masyarakat sekaligus mencari pendukung. . | This article is the result of a qualitative study using case study approach to understand and explain the factors of the background of the happen of muwur culture in Head of Village Election 2007 in Rawalo, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas. The result shows that muwur culture in Rawalo Village has happen since a long years ago. This muwur culture taking place in execution of Head of Village Election 2007 in Rawalo Village. It begin from the habit of people that always use muwur in head of village election, at last become a people tradition in head of village election. There is two factors that become a background of muwur culture. The first is people pragmatic and permissive attitude. Its because, people always looking for benefit from muwur in every head of village election until people become open people to talk about muwur in haed of village eletion. Civilizing muwur is backgrounded to by economic factor. Weak people economic that saw by the job oh mainly people make every candidate use head of village election become event to help people dan looking for supporter. | |
| 9088 | 10701 | C1K010038 | THE INFLUENCE OF SHOPPING ORIENTATIONS, LIFESTYLE AND PERCEIVED WEBSITE QUALITY TO ONLINE PURCHASE DECISION | Pengguna internet semakin meningkat seiring dengan berkembangnya teknologi di dunia. China merupakan salah satu negara dengan pengguna internet tertinggi. Sebagian besar dari pengguna adalah mahasiswa, menggunakan internet untuk berbelanja online. Ketertarikan mahasiswa melakukan belanja online merupakan faktor yang mendasari penelitian ini dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti fenomena belanja online dikalangan mahasiswa asing. Penelitian ini dilakukan dengan cara mendistribusikan kuesioner kepada mahasiswa asing di Hebei University yang pernah melakukan belanja online. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi logistik pada SPSS 17.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa kenyamanan dalam variabel orientasi belanja dan gaya hidup memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian online. Berdasarkan pada konklusi penelitian, menambah pilihan bahasa selain bahasa mandarin, meningkatkan keamanan dan fasilitas transaksi online dapat meningkatkan kenyamanan konsumen, terutama mahasiswa asing. | Internet users are increasing along with the development of technology in the world. China is one of the countries with the most of Internet users. Most of the users are using the internet to shopping, and most of the users are college students. The college student interest shopping through online shop is one of factor why this research was conducted. The purpose of this study is to investigate the phenomenon of online shopping among foreign students. This study is conduct by distributing questionnaires to Hebei University’s foreign students who ever have experience in online shopping. Logistic Regression on SPPS 17.0 was used as a tool to analyze the data. The results of this study are convenience in shopping orientations and lifestyle has significant influence on online purchasing decision. Based on conclusion, it could be implied that added features of a language other than Chinese, improved security and facilitated transactions in online purchases could improve consumer convenience, especially foreign students in the decision to purchase through online shop. | |
| 9089 | 5381 | C1A008121 | TOPOGRAFI KEMISKINAN DI DAERAH PEDESAAN (Studi Kasus Desa Cipaku Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga) | Penelitian ini berjudul “ TOPOGRAFI KEMISKINAN DI DAERAH PEDESAAN (Studi Kasus Desa Cipaku Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga)”. Tujuan dari penelitian ini adalah unuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dengan rata-rata pendapatan, mengetahui hubungan antara jam kerja dengan pendapatan rumah tangga, mengetahui hubungan antara pendapatan dengan konsumsi rumah tangga ,mengetahui hubungan antara jumlah tanggungan keluarga dengan konsumsi rumah tangga dan tingkat kemiskinan di Desa Cipaku. Metode penelitian ini adala survai. Metode penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive, yaitu di desa Cipaku. Penelitaian ini dilakukan pada bulan Desember 2012. Metode pengambilan sampel dilakukan secara stratified random sampling berdasarkan tingkat kemiskinan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 95 rumah tangga. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis tabulasi silang. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara tingkat pendidikan dengan pendapatan yaitu semakin tinggi tingkat pendidikan rumah tangga miskin dan rumah tangga tidak miskin maka semakin tinggi pendapatan yang diperoleh. Hubungan antara jam kerjam dengan pendapatan mempunyai korelasi yang positif. Artinya dengan semakin lama jam kerja yang dicurahkan untuk bekerja maka semakin tinggi pendapatan yang diperoleh. Pendapatan rumah tangga berpengaruh terhadap pengeluaran konsumsi rumah tangga kedua kelompok mempunyai korelasi yang positif. Tingginya pendapatan rumah tangga tidak miskin karena sebagian besar responden rumah tangga tidak miskin jam kerjanya lebih banyak dan memiliki tabungan. Terdapat hubungan yang positif antara jumlah tanggungan keluarga dengan konsumsi rumah tangga. Artinya tinggi jumlah konsumsi rumah tangga karena jumlah anggota yang ditanggung juiga banyak sehingga menambah biaya untuk konsumsi dan pemenuhan kebutuhan yang banyak. Kemiskinan di Desa Cipaku dikarenakan rendahnya tingkat pendidikan. Artinya semakin tinggi tingkat pendidikan yang ditempuh maka akan memiliki tingkat pendapatan yang tinggi, dengan pendapatan yang tinggi kemiskinan di Desa Cipaku akan menurun. | This research entitle “ POVERTY TOPOGRAPHY IN VILLAGE AREA (Case Study Cipaku Village Mrebet Sub-regency Purbalingga Regency) “. The purpose of this study was to determine the correlation of education level and average income, to determine the correlation of working hour and household income, to determine the correlation of income and household consumption, to determine the correlation of number of household dependants and household consumption and poverty level in Cipaku Village. The research method used was survey. Location determination method conducted purposively, in Cipaku Village. This research conducted in Desember 2012. Sampling obtaining method conducted as random stratified sampling based on poverty level. The number of sample in this research were 95 household. Data analysis technic use was cross-tabulation analysis. Result of this research showed there was a positive correlation between education level and income, that the higher the education of poor household and not poor household, the higher the income obtained. The correlation between working hour and income was positive, means the longer working hour spent, the higher income obtained. Household income affecting spending consumption both household group with positive correlation. The height of income of not poor household because most of not poor household respondent work longer and have saving. There was a positive correlation between the number of household dependants and household consumption. That means the height og household consumption because of the high number of household dependants, thus add to the cost of consumption and a lot of needs fulfillment. Poverty in Cipaku Village was caused by low level of education. Means that the higher education reached, the higher income will get, with a higher income, poverty in Cipaku Village will decrease. | |
| 9090 | 11535 | H1D011021 | EFEK GAYA PRATEGANG PADA BALOK BETON BERTULANGAN LIMBAH BAN (PRESTRESSED EFFECTS AT WASTE TIRES-REINFORCED CONCRETE) | Kebutuhan produksi ban di dunia selalu meningkat dengan bertambahnya jumlah kendaraan bermotor, namun dalam hal pemusnahannya limbah ban ini sulit dilakukan dikarenakan membutuhkan temperatur yang tinggi. Karet memiliki sifat fleksibilitas yang tinggi, sehingga layak untuk dijadikan alternatif sebagai pengganti baja. Ban bekas yang digunakan sebagai pengganti tulangan diberi variasi gaya prategang untuk memberi optimalisasi nilai regangan karet yang tinggi. Pada penelitian ini metode yang digunakan dalam pemberian gaya prategang adalah sistem pra-tarik (pre-tension system). Dimensi penampang ban karet adalah 10 mm x10 mm berjumlah 10 buah. Benda uji yang dibuat berjumlah 7 buah, yaitu balok beton tanpa tulangan sebagai balok kontrol 1 (BK1), balok beton dengan tulangan berdiameter 6 mm (BK2), balok beton bertulangan ban karet dengan gaya prategang 0% (BU1), balok beton bertulangan ban karet dengan gaya prategang 17% (BU3), balok beton bertulangan ban karet dengan gaya prategang 25%, balok beton bertulangan ban karet dengan gaya prategang 40% (BU4), dan balok beton bertulangan ban karet dengan gaya prategang 60% (BU6). Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil kapasitas lentur dari tulangan ban bekas memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan dengan hasil kapasitas lentur BK1, kecuali pada nilai kapasitas lentur BU1. Hasil nilai daktalitas dari semua benda uji memiliki nilai lebih tinggi dari daktalitas BK1. Namun secara keseluruhan benda uji bersifat tidak daktail. Nilai kekakuan pada kekakuan awal maupun kekakuan ekuivalen memiliki nilai yang sebanding dengan penambahan gaya prategang, kecuali pada BU3. Pola keruntuhan pada semua benda uji mengalami pola keruntuhan lentur kecuali pada BK1. | The necessity of tire production in the world is increasing with the growing number of motor vehicles, but in terms of waste tire destruction is difficult to do because it requires high temperature. Rubber has high flexibility, making it suitable as an alternative to become the substitute of steel. Ex-tires that used as a substitute for reinforcement are given various prestressing force styles to give the optimization for the high value of rubber strain. In this research, the method that used in the give of prestressing force is pre-tension system. Dimensional area of the tire rubber is 10 mm x 10 mm amounted 10 pieces. The test specimens made amounted 7 pieces, that is concrete beam without reinforcement as a control beam 1 (BK1), reinforced concrete beam with 6 mm of diameter (BK2), rubber tires-reinforced concrete beam with 0% prestressing force (BU1), rubber tires-reinforced concrete beam with 17% prestressing force (BU3), rubber tires-reinforced concrete beam with 25% prestressing force, rubber tires-reinforced concrete beam with 40% prestressing force (BU4), and rubber tires-reinforced concrete beam with 60% prestressing force (BU6). The experimental result shows that the results of the flexural capacity of used tires-reinforced concrete has a higher value than the flexural capacity of BK1, unless the value of BU1 flexural capacity. Result shows that the ductility value of all specimens has higher value than the ductility of BK1. However, the whole test objects are not ductile. Stiffness value at the initial and the equivalent has a proportional value with the addition of prestressing force, except at BU3. The collapse pattern at all specimens has a flexural collapse pattern unless at the BK1. | |
| 9091 | 11648 | E1A010021 | PENGAWASAN TERHADAP PERATURAN DESA TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA SETELAH BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN | Pengawasan terhadap Peraturan Desa terutama Peraturan Desa tentang APBDes merupakan hal yang penting dilakukan. Di samping Peraturan Desa merupakan produk hukum yang tidak disebutkan atau tidak menjadi bagian dalam hierarki peraturan perundang-undangan berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011, di sisi lain pengawasan terhadap Peraturan Desa tentang APBDes belum ditentukan secara eksplisit dalam peraturan perundang-undangan sehingga diperlukan adanya kajian yang lebih mendalam terhadap Pengawasan Peraturan Desa tentang APBDes setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Tujuan yang hendak dicapai pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengawasan terhadap Peraturan Desa tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa setelah berlakunya Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Untuk mencapai tujuan penelitian digunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif dengan teknik pendekatan konseptual, pendekatan perundang-undangan dan pendekatan historis. Keberadaan Peraturan Desa perlu diawasi untuk menjamin agar pelaksanaan kewenangan desa berjalan secara efisien dan efektif sesuai dengan rencana dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pengawasan dapat dilakukan melalui beberapa tahapan mekanisme yaitu yang Pertama melalui Evaluasi yaitu pengkajian dan penilaian terhadap rancangan peraturan desa dan rancangan peraturan kepala desa untuk mengetahui bertentangan dengan kepentingan umum dan/atau peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. Klarifikasi yaitu pengkajian dan penilaian terhadap peraturan daerah dan peraturan kepala daerah untuk mengetahui bertentangan dengan kepentingan umum dan/atau peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, sedangkan Pengendalian dalam pengawasan produk hukum desa merupakan kegiatan mengamati dan mengidentifikasi realisasi pengawasan dengan melakukan kegiatan pemantauan/monitoring yang dilaksanakan setiap akhir tahun atau sewaktu-waktu apabila diperlukan. | Oversight of the village regulations especially village regulations on APBDes it is important done. Beside village regulation is a legal product that is not mentioned or not as part in a hierarchy of the legislation based on act no 12 2011 , on the other hand oversight of the village regulations on apbdes undetermined explicitly in legislation so that needed review that more in-depth against supervision of village regulations on apbdes after enactment of laws number 12 2011 on the establishment of legislation. Will the purpose of which reached at this research namely to know the supervision to village regulations about income and expenditure budget village after enactment lobbies number 12 2011 on the establishment of legislation .To achieve the purpose of research used method of qualitative research with the approach of juridical normative with technique conceptual approach , legislations and approach historical approach. The existence of village regulations needs to be monitored to ensure that village exercise of authority running efficiently and effectively in accordance with the plan and the provisions of legislations .Supervision can be achieved in several stages of a mechanism that which is first through evaluation that is for the assessment and an assessment of the draft of the village and a draft law the village head to know contrary to the public interest and / or legislation higher .Clarification that is for the assessment and an assessment of local regulations and regional decree of the head to find out in opposition to the public interest and / or legislation higher , while restraint within supervision village legal products are the activities observe and identify the realization of supervision by conducting monitoring activities monitoring / to be held every the end of or up at any time it was needed. | |
| 9092 | 9298 | F1D007048 | Strategi Politik Badan Kekeluargaan Masyarakat Kota Bekasi dalam Proses Penentuan Dukungan Bagi Calon Kandidat Walikota Bekasi Pada Pemiilihan Walikota Bekasi Tahun 2012 | Penelitian ini membahas tentang “Strategi Politik Badan Kekeluargaan Masyarakat Kota Bekasi Dalam Proses Penentuan Dukungan Bagi Calon Kandidat Walikota Pada Pemilihan Walikota Bekasi tahun 2012”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh proses dukung mendukung kandidat walikota yang dilakukan oleh kelompok/organisasi yang berbasis di daerah. Pada saat pilkada berlangsung di hampir setiap wilayah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memahami strategi politik yang digunakan BKMKB dalam proses penentuan dukungan kandidat walikota Bekasi tahun 2012. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan sample dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling serta snowball sampling. Selain itu, penelitian ini menggunakan metode analisis interkatif sebagai teknik analisis data. BKMKB adalah salah satu organsisasi masyarakat yang berbasis di daerah Bekasi. Dalam pemilihan walikota Bekasi tahun 2012, BKMKB turut serta untuk mendukung salah satu pasang calon yang bertarung dalam agenda lima tahunan tersebut. Proses penentuan dukungan yang dilakukan oleh BKMKB dilakukan dengan cara musyawarah dari anggota dan pengurus hingga mencapai kesepakatan di tingkat pengurus besar. Adapun kriteria yang diambil oleh BKMKB yaitu, track record yang baik, kualitas kepemimpinan hingga putra asli daerah Bekasi. Hingga terpilihlah Rahmat Effendi sebagai sosok yang didukung oleh BKMKB. Selain karena ia merupakan pelaksana tugas walikota pada awal tahun 2012, Rahmat Effendi juga merupakan ketua umum dari organisasi BKMKB. Proses pendukungan ini tentunya ada dukungan dan hambatan. Dukungan berasal dari sosok Rahmat Effendi yang cukup populer di masyarakat Bekasi serta cukup signifikannya anggota organisasi BKMKB di wilayah Kota Bekasi. Hambatannya berasal dari sebagian anggota yang mempunyai kepentingannya tersendiri. Hal ini dikarenakan anggota BKMKB bukan hanya orang asli Bekasi, namun juga orang pendatang yang berada di Bekasi dengan berbagai latar belakang dan juga berbagai partai yang tidak sepenuhnya setuju dengan pencalonan Rahmat Effendi. | This study discusses the "Political Strategy of Badan Kekeluargaan Masyarakat Kota Bekasi Determination Support Process for Candidatein Bekasi Mayor Election 2012". This research is motivated by the support for mayor candidate by the group/organization based in the area at the time the election takes place in almost every region in Indonesia. This study aims to understand the political strategy that BKMKB use in the process of determining Bekasi mayor candidata in 2012. This study used a qualitative research method with a case-study approach. Sampling techniques in the study using purposive sampling and snowball sampling. In addition, this study uses interactive analysis methods as data analysis techniques. BKMKB is one of the outspoken society based in Bekasi. In Bekasi mayor election 2012, BKMKB participated to support one of the pairs of candidates contesting in the five-year agenda. The process of determining the support is done by consensus of the members and officials to reach a deal on a large board level. The criteria adopted by BKMKB are good track record, leadership qualities and native son Bekasi area. Then, Rahmat Effendi elected as being supported by BKMKB. In addition to executing the task because he is the mayor in early 2012, Rahmat Effendi also the chairman of the organization BKMKB. The process is certainly have support and resistance. Support comes from the fac that Rahmat Effendiis quite popular in the community as well as significantly BKMKB organization members in the city of Bekasi. The resistance come from some members who have their own interests. This is because not only the members of the original BKMKB Bekasi, but also the immigrants who were in Bekasi with different backgrounds and also the various parties that do not fully agree with the nomination Rahmat Effendi. | |
| 9093 | 9300 | G1B010021 | EFEKTIFITAS PENYULUHAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KADER MENGENAI DETEKSI DINI KEKURANGAN GIZI BALITA DI PUSKESMAS II SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | INTISARI Masalah gizi kurang dapat mengakibatkan tumbuh kembang balita terganggu dan dapat mengalami gangguan pada organ dan sistem tubuh. Deteksi dini adalah kegiatan pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang balita. Kader Posyandu menjadi salah satu ujung tombak untuk melakukan upaya penyebaran informasi pada masyarakat. Upaya deteksi dini kekurangan gizi balita dapat dilakukan dengan memberikan penyuluhan pada kader dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap kader mengenai deteksi dini kekurangan gizi balita di Puskesmas II Sumbang Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan rancangan non-randomized control group pretest postest design. Populasi adalah seluruh kader Posyandu aktif di Wilayah Puskesmas II Sumbang. Sampel sebanyak 19 orang kelompok perlakuan dan kelompok pembanding. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji pair t test dan wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada pengetahuan (p=0,000) dan sikap (p=0,000) kader antara sebelum dan sesudah penyuluhan pada kelompok perlakuan. Sebaliknya, tidak ada perbedaan pada pengetahuan (p=0,578) dan sikap (p=0,104) kader antara sebelum dan sesudah tanpa diberi penyuluhan pada kelompok pembanding. Hasil uji menunjukkan penyuluhan dengan ceramah efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap kader di wilayah Puskesmas II Sumbang. Disarankan kepada Puskesmas II Sumbang agar menggunakan penyuluhan dengan metode ceramah dalam penyampaian pesan kesehatan kepada kader. | ABSTRACT The problem of malnutrition can lead to impaired growth and development of infants and may experience a disruption in the body's organs and systems. Early detection is the activity of early inspection to find any irregularities growth and development of infans. Integrited Care Post is led by elected cadres to carry out routine activities in and outside the Integrited Care Post schedule. Knowledge and attitude of candre can be improve through health education. This study aimed to analyze the effectiveness of health education to improve cadre knowledge and attitude related to detection of malnutrition in Primary Health Center II Sumbang Banyumas District. This research was a Quasy Experimental with non-randomized control group pretest posttest design. The population was all of active cadres Integrited Care Post in Primary Health Center II Sumbang Banyumas District. Sample was selected 19 people for treatment group and control group by the used of technical purposive of sampling. The analysis of the data used pair t test and wilcoxon. The result showed there was a significant difference in knowledge (p = 0.000) and attitude (p = 0.000) cadres before and after health education on treatment group. Converstly, there is no difference in knowledge (p = 0,578) and attitude (p = 0,104) cadres before and after health education in control group. It revealed that health education effectively to knowledge and attitude of cadre in the Primary Health Center II Sumbang Banyumas District. Recommended that Primary Health Center II Sumbang Banyumas District could use health education with the lecture method in the deliver of health messages to the cadre. | |
| 9094 | 9301 | H1K007024 | KARAKTERISTIK KEDALAMAN DAN POLA SEBARAN SEDIMEN DI PERAIRAN LAGUNA SEGARA ANAKAN BAGIAN BARAT. | Laguna Segara Anakan Secara administratif terletak di Kecamatan Kampung Laut Kabupaten Cilacap yang berbatasan dengan Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Sungai yang bermuara di Laguna Segara Anakan menyebabkan kandungan sedimen tersuspensi semakin bertambah dan mempengaruhi kedalaman sehingga diperlukan pengukuran terhadap karakteristik kedalaman dan pola sebaran sedimen dasar dengan metode survei Pengambilan data : Kedalaman dan Sedimen Dasar. Analisis Data : Kedalaman Peta Batimetri, Sedimen Dasar Diagram lingkaran (pie), Diagram Ternary dan Peta Isopleth. dimana pengambilan sedimen dasar dilakukan dengan menggunakan alat sedimen grabb dan GPS-echosounder. Peta Batimetri Laguna Segara Anakan menunjukkan morfologi dasar laut yang berubah terutama di kedalaman -1 hingga -25 m sehingga menunjukan bahwa ketiga perairan memiliki kondisi arus dan gelombang yang relatif kecil dan memungkinkan untuk memindahkan sedimen permukaan dasar. | Segara Anakan lagoon a Administratively the District located in Sea Cilacap district bordering the Kudat District of West Java. River which empties into the lagoon Segara anakan lead to increasing levels of suspended sediment and affect the depth so that the necessary measurements of the depth and characteristics of sediment distribution patterns Data were collected by survey method: Depth and Sediment floor. Data Analysis: The depth - Map Bathymetry, Basic Sediment - Pie charts (pie), Ternary Diagram and Map Isopleth. Where as the bottom sediments were performed using an grabb sediment and GPS-echosounder. Bathymetry map of Segara anakan lagoon showed seafloor morphology changes particularly the depth of -1 to -25 m so that the waters have shown that all three flow conditions and waves are relatively small and allows to move the sediment surface of the base. | |
| 9095 | 9302 | B1J010218 | PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH CENDAWAN PADA TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) DI DESA SUMBANG KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Tomat (Lycopersicum esculentum) sejak dahulu telah banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Tomat merupakan komoditas hortikultura yang dapat ditanam pada hampir semua wilayah baik dataran rendah maupun tinggi. Desa Sumbang Kecamatan Sumbang merupakan salah satu daerah yang banyak terdapat pertanaman tomat di Kabupaten Banyumas. Pertanaman tomat di Desa Sumbang banyak mengalami kerugian salah satunya karena penyakit yang disebabkan oleh cendawan, sehingga diperlukan penelitian mengenai jenis serta persentase penyakit yang disebabkan oleh cendawan di Desa Sumbang. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis-jenis penyakit yang disebabkan oleh cendawan pada tanaman tomat, mengetahui jenis penyakit yang disebabkan oleh cendawan yang paling banyak muncul pada tanaman tomat dan mengetahui besarnya persentase penyakit yang disebabkan oleh cendawan pada tanaman tomat. Metode yang digunakan adalah metode survei, teknik pengambilan sampel dilakukan secara Simple Random Sampling. Jumlah tanaman yang disurvei sebanyak 25 tanaman dalam satu lokasi diambil berdasarkan rumus dari Supranto. Dipilih tanaman pada setiap lokasi yang terdapat penyakit dan dicocokkan berdasarkan tanda dan gejala yang ditunjukkan menggunakan buku: “Penyakit-Penyakit Tanaman Hortikultura Di Indonesia”, “Dasar-Dasar Ilmu Penyakit Tumbuhan” dilanjutkan dengan menghitung persentase dan frekuensi kemunculan penyakit.Hasil penelitian di peroleh bahwa terdapat empat penyakit yang disebabkan oleh cendawan pada pertanaman tomat di Desa Sumbang Kecamatan Sumbang, yaitu hawar daun, bercak coklat, antraknosa buah dan layu. Penyakit hawar daun merupakan penyakit yang paling banyak muncul. Presentasi penyakit hawar daun sebesar 94,14%, bercak coklat sebesar 89,07%, antraknosa buah sebesar 15,74% dan layu sebesar 5,87%. | Tomato (Lycopersicum esculentum Mill.) long ago been consumed by many people. Tomato is a horticultural commodity that can be grown in almost all areas both lowland and high. District of Sumbang Sumbang village is one area that many are tomatoes farm in Banyumas. Contribute tomatoes farm in the village one of many suffered losses due to diseases caused by fungi, so that the necessary research on the type and percentage of disease caused by the fungus in the village of Contribute.This research aims to determine the types of diseases caused by the fungus on tomato plants, knowing the type of fungus disease that appears most on tomato plants and determine the percentage of disease caused by the fungus on tomato plants. The experiment was conducted in the Sumbang village, Sumbang sub district, Banyumas. The method was used a survey method, The sampling technique was done by Simple Random Sampling. The number of plants surveyed as many as 25 plants in one location taken based on the formula of Supranto. Plants are selected at each location that contained diseases and matched based on signs and symptoms are shown using the book: "Penyakit-Penyakit Tanaman Hortikultura Di Indonesia”, "Dasar-Dasar Ilmu Penyakit Tumbuhan continued with counting the percentage and frequency of occurrence of the disease. The results obtained in the study that there are four diseases caused by the fungus on tomato crop in the village of Sumbang village, Sumbang sub district, those disease are leaf blight, brown spots, fruit anthracnose and wilt. Leaf blight is a disease that appears most. Presentation leaf blight of 94.14%, 89.07% for brown spot, anthracnose fruit amounted to 15.74% and 5.87% wilted. | |
| 9096 | 9303 | H1C007065 | ANALISIS INTERKONEKSI PLTS DENGAN JALA-JALA LISTRIK SATU FASE MENGGUNAKAN FULL-BRIDGE INVERTER SUMBER TEGANGAN DAN TRAFO | Energi listrik sangatlah dibutuhkan oleh kehidupan manusia sehari - hari. Untuk memenuhi kebutuhan energi tersebut terdapat energi alternatif yang bisa di manfaatkan seperti, energi matahari yang diubah menjadi energi listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) adalah suatu teknologi pembangkit yang mengkonversikan energi foton dari surya menjadi menjadi energi listrik. Dalam mengubah energi matahari menjadi energi listrik dibutuhkan dengan pv inverter dalam hal ini kehandalannya meliputi kapasitor elektolit yang biasanya ada di pv inverter menggunakan topologi VSI (Voltage Source Inverter). Untuk menghilangkan kapasitor elektrolit tersebut bisa menggunakan 2 sumber baterai yang dipasang seri. Untuk itu pv inverter yang mengunakan topologi VSI digunakan inverter FULL-BRIDGE untuk diinterkoneksikan ke PLTS dengan jala – jala listrik satu fase yang bersumber tegangan dan trafo.Dan untuk menganalisis hasil arus keluaran inverter ketika terhubung dengan jala – jala listrik dari inverter FULL-BIRDGE yang bersumber tegangan dan trafo diaplikasikan menggunakan software PSIM. maka Dengan hasil simulasi menggunakan interkoneksi PLTS dengan jaja – jala listrik satu fasa menggunakan full-bridge diharakan memeberikan kualitas dari sisi tegangan, arus, faktor daya, harmonisa, dan efisiensi keluaran dari sistem tersebut. Dengan Nilai faktor daya yang dihasilkan sebesar 0.9946 dengan daya aktif sebesar 278.89Watt, daya semu sebesar 280.41VA, dan daya reaktif yang dihasilkan 29.158VAR. Untuk nilai efisiensi dari sistem didapat sebesar 85.470% pada saat indeks modulasi 0.9. Hal ini menunjukkan tingkat kehandalan yang baik dari sistem | Electrical energy is needed by the human daily life To meet the energy requirements there are alternatives energy can be utilized such as, solar energy is converted into electrical energy. Solar Power Plant (PLTS) is a plant technology that converts photons of solar energy into electrical energy. In converting solar energy into electrical energy needed by pv inverter reliability in this case includes a capacitor electrolytes usually in pv inverter topology using VSI (Voltage Source Inverter). To eliminate the electrolytic capacitors can use 2 batteries sources in series. Therefore pv inverter topology using the VSI used FULL-BRIDGE inverters for interconnected to PLTS with powerline one phase that comes from voltage and trafo. And to analyze the results of the inverter output current when connected to the power line from FULL Bridge inverter taht comes from voltage and transformer applied using PSIM software. Simulation results using PLTS interconnection with single phase powerline using a full-bridge is expected to provide the quality of the voltage, current, power factor, harmonics, and the output efficiency of the system. With the power factor value of 0.9946 generated by the active power of 278.89Watt, apparent power of 280.41VA, and reactive power generated 29.158VAR. Efficiency of the system obtained by 85 470% when the modulation index is 0.9. This shows a good level of reliability of the system. | |
| 9097 | 10703 | F1C010053 | KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA DALAM MENCIPTAKAN HUBUNGAN YANG HARMONIS ANTAR WARGA DI KELURAHAN KANDANG GAMPANG KECAMATAN PURBALINGGA KABUPATEN PURBALINGGA | Penelitian ini berjudul Komunikasi Lintas Budaya dalam Menciptakan Hubungan yang Harmonis Antar Warga di Kelurahan Kandang Gampang Kecamatan Purbalingga Kabupaten Purbalingga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses komunikasi antar budaya dan proses komunikasi lintas budaya di Kelurahan Kandang Gampang Kecamatan Purbalingga Kabupaten Purbalingga dalam menciptakan hubungan yang harmonis. Sasaran pada penelitian ini adalah masyarakat yang tinggal di Kelurahan Kandang Gampang, baik WNA maupun WNI yang terlibat langsung dalam proses komunikasi lintas budaya di Kelurahan Kandang Gampang. Lokasi penelitian dilakukan di Kelurahan Kandang Gampang, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan pada Bulan Maret 2014 sampai Bulan September 2014 hingga peneliti dapat menemukan kesimpulan. Metode penelitian yang dipakai adalah deskriptif kualitatif yaitu untuk menggambarkan suatu fenomena sosial. Penelitian ini akan mendeskripsikan realitas sosial yang ada yakni proses komunikasi lintas budaya yang ada di Kandang Gampang, Purbalingga dalam berbagai aspek, dimana penulis melakukan pengamatan secara langsung di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan Komunikasi antarbudaya yang harmonis terjadi karena adanya rasa saling toleransi antarbudaya. Selain itu perkawinan silang antaretnis dan pertemuan rutin antar perwakilan etnis atau budaya juga sangat mempengaruhi keharmonisan yang terjadi dalam suatu masyarakat multikultur. Seperti yang terjadi di Kelurahan Kandang Gampang, terdapat beberapa kegiatan yang mengharuskan perwakilan antaretnis-antarbudaya untuk berkumpul rutin membahas berbagai persoalan yang ada di Kelurahan Kandang Gampang. Begitu juga dengan komunikasi lintas budaya, ada beberapa faktor yang membuat komunikasi lintas budaya berlangsung harmonis, yaitu pertemuan rutin perwakilan tiap budaya yang ada dan adanya rasa toleransi antar budaya yang terlibat. | The study titled The Cross-Cultural Communication Between People to Create a Harmonious Relationship in Kelurahan Kandang Gampang Kecamatan Purbalingga Kabupaten Purbalingga. The purpose of this study was to understand the process of intercultural communication and cross-cultural communication in Kelurahan Kandang Gampang, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga to Create a Harmonious Relationship. Targets in this study were peoples who live in Kandang Gampang, both foreigners and citizens, who were directly involved in the process of cross-cultural communication in Kandang Gampang. Location of research conducted at Kelurahan Kandang Gampang, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga. The study was conducted on March 2014 to September 2014 until researchers can find a conclusion. The research method used is descriptive qualitative research that used to to describe a social phenomenon. This study will describe the social reality that the process of cross-cultural communication in the Kandang Gampang, Purbalingga in various aspects, which the authors observed directly at the sites. The results showed that the harmonious intercultural communication occurs because of mutual tolerance between cultures. In addition, cross-ethnic marriages and regular meetings between representatives of ethnicity or culture also greatly affect the harmony that occurs in a multicultural society. As happened in the Kelurahan Kandang Gampang, there are some activities that require inter-ethnic representation-between cultures to come together regularly to discuss the various problems that exist in the Kelurahan Kandang Gampang. So is the cross-cultural communication, there are several factors that make cross-cultural communication takes place harmoniously, i.e. regular meetings each cultural representation and a sense of tolerance between cultures involved. | |
| 9098 | 10704 | H1D010058 | PERBAIKAN LEKATAN TULANGAN BAMBU APUS MENGGUNAKAN PIN DENGAN VARIASI DIAMETER TULANGAN PADA BETON MUTU K-200 DENGAN UJI LENTUR | Bambu merupakan tanaman yang banyak dijumpai di Indonesia, bambu mempunyai kelebihan yang dapat dimanfaatkan untuk dunia konstruksi.Kelebihan bambu adalah mempunyai kuat tarik yang hampir menyamai baja jika digunakan sebagai tulangan pada beton bertulang.Jika dibandingkan dengan baja, harga bambu lebih murah.Bambu merupakan tanaman yang dapat dengan mudah ditanam dan pertumbuhannya juga cepat. Berbeda dengan baja yang yang terbuat dari bijih besi yang merupakan bahan yang tidak dapat diperbarui, sehingga akan berdampak pada ketersediaannya yang akan semakin menipis. Sehingga perlu adanya pengganti baja sebagai tulangan yaitu bambu. Tetapi bambu juga mempunyai kelemahan yaitu kembang susut yang besar, sehingga akan mempengaruhi lekatannya terhadap beton dan berpengaruh pada kekuatan balok. Oleh karena itu dilakukan suatu upaya untuk memperbaki kelemahan tersebut yaitu menggunakan pin. Pin dipasang secara bersilangan antar pin, sehingga diharapkan agar bambu tetap dapat melekat pada beton. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui perilaku lentur balok beton bertulang. Pada penelitian ini balok menggunakan tulangan bambu yang ditambah dengan pin serta pengujiannya menggunakan metode dua titik.Penelitian dilakukan terhadap 3 buah balok beton tulangan baja (BTJ), 3 buah balok tulangan bambu polos (BP), 3 buah balok tulangan bambu 6 mm Pin (BTB-1) dan 3 buah balok tulangan bambu 8 mm (BTB-2). Dari hasil pengujian menunjukan bahwa pada BP memiliki rasio 0,92 terhadap BTJ. Pada(BTB-1) dan (BTB-2) mengalami penurunan dengan rasio 0,58 dan 0,61 terhadap BTJ. Sedangkan pada indeks daktalitas mengalami peningkatan terhadap BTJ dengan rasio 1,2 dan 1,25. Pola retak yang terjadi untuk benda uji BTJ, BP, BTB-1 dan BTB-2 dapat dikategorikan tipe keruntuhan lentur. | Bamboo is a plant that is often found in Indonesia, bamboo has the advantage that can be utilized for the construction world. Its advantage is it has a tensile strength as same as steel if it used as reinforcing steel in reinforced concrete. When compared with steel, bamboo is cheaper than steel. Bamboo is a plant that can be easily grown and growing quickly. Different from the steel made from iron ore that is unrenewable material, so its availability become more less than before. Therefore an alternative material like bamboo is needed to change steel as reinforced concrete. But bamboo also has a disadvantage like expands and shrinkagefactor that so big and it will effect to the coherency with concrete and effect the strength of the beam. Therefore an effort using pin is doing to fix it disadvantageous. Pin is positioned cross with another pin so it can hold bamboo in order to attached to the concrete. This aim of this research is also to determine the flexural behavior of reinforced concrete beams. In this study, beam is using a reinforcement bamboo which coupled with a pin and it tested using doing two-point test method. Research conducted on 3 pieces of steel reinforcement concrete beam (BTJ), 3 pieces of plain bamboo reinforcement beam (BP), 3 pieces of bamboo reinforcement beams 6 mm Pin (BTB-1) and 3 pieces of bamboo reinforcement beams 8 mm (BTB-2). The test results show that plain bamboo reinforcement beam (BP) has a ratio 0.94 to the steel reinforcement concrete beam (BTJ). Then the pieces of bamboo reinforcement beams 6 mm Pin (BTB-1) and the pieces of bamboo reinforcement beams 8 mm (BTB-2) has decreased with ratios are 0.59 and 0.58 to the the steel reinforcement concrete beam (BTJ). Ductility index increased to BTJ with ratios are 2.4 and 2.9. Crack pattern which happens to the test object BTJ, BP, BTB BTB-1 and type-2 can be categorized as bending collapse. | |
| 9099 | 10705 | A1C010066 | HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI PETANI TERHADAP MOTIVASI MENABUNG PADA LEMBAGA KEUANGAN MIKRO DESA KARANGGUDE KULON KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS | Lembaga keuangan mikro desa bertujuan menghimpun dan mendorong petani untuk menabung. Diharapkan lembaga keuangan mikro yang berada di desa dapat menarik minat petani untuk menabung karena letaknya yang dekat dengan tempat tinggal. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi motivasi petani untuk menabung di lembaga keuangan dan salah satunya adalah status sosial ekonomi seperti luas lahan, pendapatan serta pendidikan. Tujuan penelitian adalah 1) untuk mengetahui keadaan sosial ekonomi petani di Desa Karanggude Kulon Kecamatan Karanglewas, 2) menganalisis hubungan sosial ekonomi petani dengan motivasi menabung di lembaga keuangan mikro di Desa Karanggude Kulon Kecamatan Karanglewas di Lembaga Keuangan Mikro, serta 3) menganalisis motivasi petani di Desa Karanggude Kulon Kecamatan Karanglewas dalam menabung di Lembaga Keuangan Mikro. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan metode pengambilan sampel adalah simple random sampling, sedangkan alat analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kondisi sosial ekonomi petani di Desa Karanggude Kulon Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas cukup baik, dengan tingkat pendapatan petani yang tergolong kategori tinggi sebesar 29,41%, kategori sedang sebesar 50%, serta kategori rendah sebesar 20,59%, berpendidikan tamat SD-SMP, dan rata-rata luas lahan yang dimiliki petani sebesar 0,8ha. Motivasi petani untuk menabung di Desa Karanggude Kulon Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas tergolong tinggi. Status sosial ekonomi yang meliputi luas lahan, pendapatan dan tingkat pendidikan memiliki hubungan dengan motivasi menabung pada petani di Desa Karanggude Kulon Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas. | Micro financial institution of village aimed to collect and to encourage farmers to save money. It is expected that micro finance institution of village will attract farmers to save money because it is located near from residential areas. There are various factors that affect farmers motivation to save money in financial institutions. One of them is social economic status such as width land, income, and education. The aim of the research is 1) to know the socio-economic status farmers in West Karanggude village, Karanglewas subdistrict, 2) savings motivation farmers in micro financial institution, and to analyze between the relationship of farmers socio-economic and 3) savings motivation on financial institute in West Karanggude village, Karanglewas subdistrict. Research methodology used is survey method by using simple random sampling. While analysis instrument used is descriptive analysis and Rank Spearman correlation. The results of research suggests that the socioeconomic situation of farmers in the West Karanggude village, Karanglewas subdistrict, Banyumas regency is good with the level of the income of farmers that belongs to high category with 29,41%, medium category with 50%, and low category with 20,59%. The educational level starts from elementary school to junior high school, and the average width land farmers of their land is 0,8ha. Farmers saving motivation is coming high. Socioeconomic status which includes an area of land, income and education level has a relationship with the farmers’ savings in West Karanggude village, Karanglewas subdistrict, Banyumas regency. | |
| 9100 | 10706 | A1H010094 | PRODUKSI BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) DAN BAYAM HIJAU (Amaranthus viridis L.) DENGAN VARIASI EC DAN pH MENGGUNAKAN FLOATING HYDROPONIC SYSTEM (FHS) | Bayam (Amaranthus sp.) adalah sayuran daun yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Bayam mempunyai kandungan gizi tinggi seperti Vitamin A, Vitamin C, mineral, Ca, P, dan Fe yang bermanfaat bagi kesehatan. Permintaan bayam yang semakin tinggi, belum sebanding dengan produksinya. Tahun 2010, konsumsi bayam meningkat dari 3,75 kg/kapita/tahun menjadi 3,96 kg/kapita/tahun, namun produksi bayam mengalami penurunan dari 43,46 Kw/Ha di tahun 2010 menjadi 36,43 Kw/Ha di tahun 2011. Penurunan produksi bayam disebabkan penurunan luas panen dari 566 Ha di tahun 2010 menjadi 396 Ha di tahun 2011. Berdasarkan hal tersebut diperlukan upaya untuk peningkatan produksi bayam. Umumnya bayam dibudidayakan di tanah dengan suhu optimum 25oC-34oC dan kelembaban udara 30%-80%. Penanaman secara hidroponik metode Floating Hydroponic System (FHS) merupakan upaya peningkatan produksi bayam pada lahan sempit. Pertumbuhan dan hasil bayam yang baik, sehat, dan kontinyu dipengaruhi oleh nutrisi yang diberikan (EC dan pH). Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengidentifikasi pengaruh kombinasi EC dan pH nutrisi terhadap pertumbuhan dan hasil panen bayam merah (Amaranthus tricolor L.) dan bayam hijau (Amaranthus viridis L.) pada budidaya secara FHS, serta 2) Mendapatkan konsentrasi larutan nutrisi yang sesuai untuk budidaya bayam merah dan bayam hijau secara FHS. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) α=5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel pertumbuhan tanaman, hasil produksi pada bayam merah dan bayam hijau dengan variasi EC dan pH memberikan pengaruh yang berbeda. Hasil terbaik diperoleh pada tingkat EC 1,4-1,8 mS/cm dengan pH 6,5 pada bayam hijau yaitu diperoleh rata-rata tinggi tanaman 41,26 cm, jumlah daun 21,3 helai, bobot basah per tanaman 41,31 g, bobot basah seluruhnya 465,8 g dan Indeks Luas Daun (ILD) 10,55. | Spinach (Amaranthus sp.) is vegetables a leaf having economic value is quite high. Spinach have the content of nutrition high as vitamin A, vitamin C, minerals, Ca, P, and Fe beneficial to health. The demand for spinach be high and yet in proportion to its production. In 2010, the consumption of spinach to increase from 3,75 kg/capita/year to 3,96 kg/capita/year, butthe production of spinach to decrease from 43,46 Kw/Ha in 2010 to 36,43 Kw/Ha in 2011.Decreasing the production of spinach caused degression broad harvest of 566 Ha in 2010 to 396 Ha in 2011.Based on it efforts are required to increased production of spinach. Generally spinach cultivated in the lowlands with optimum temperature 25oC-34oC and air humidity 30%-80%. Planting in hydroponics methods hydroponic floating system (FHS) an effort to increase production of spinach on land narrow. Growth and the results of good spinach, healthy and, continuous influenced by nutrition given (EC and pH). The research was aimed: 1) To identify the effect of the combined nutrient’s EC and pH with FHS on the growth and yield of red spinach (Amaranthus tricolor L.) and green spinach (Amaranthus viridis L.) crop in its cultivation with FHS, and 2) To gain the appropriate nutrient concenteration for cultivation of red and green spinach crop with FHS. This research using design random complete (RAL) continued with test duncan multiple range test (DMRT) α =5 %. The results of research shows that all the variables plant growth, the results of the production of red and green spinach in spinach with variations of EC different influence and pH. But to the best result obtained at the level of EC 1,4-1,8 mS/cm with the pH 6,5 on spinach green concept based on the average tall plant 41,26 cm, number of leaves 21,3 strands, weights wet per plant 41,31 g, weights wet per chamber 465,8 g and Leaf Area Index (LAI) 10,55. |