Artikelilmiahs
Menampilkan 8.961-8.980 dari 48.908 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 8961 | 9225 | G1A010002 | PERBEDAAN KEJADIAN DEPRESI PASCA STROKE HEMORAGIK DAN PASCA STROKE NON HEMORAGIK DI RSUD PROF. DR MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Latar belakang : Depresi adalah gangguan emosional yang sering dihubungkan dengan stroke. Sekitar 25-50% pasien stroke mengalami depresi setelah serangan. Berdasarkan jenisnya stroke dibedakan menjadi stroke hemoragik dan stroke non hemoragik, penderita stroke yang mengalami depresi berat sering kali kurang responsif terhadap upaya rehabilitasi, bersifat irritable, dan menunjukkan perubahan perilaku. Keadaan depresi ini dapat menurunkan semangat dan motivasi pasien untuk sembuh. Tujuan : Mengetahui perbedaan prevalensi dan tingkat depresi pasca stroke hemoragik dan stroke non hemoragik di RSUD Prof. Dr Margono Soekarjo Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 56, yang terdiri dari 28 pasien pasca stroke hemoragik dan 28 pasien pasca stroke non hemoragik. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi mengisi kuisioner. Data yang didapatkan dianalisis secara univariabel dan bivariabel. Hasil : Angka prevalensi depresi pasca stroke hemoragik adalah 60,71% dan prevalensi depresi pasca stroke non hemoragik adalah 82,14%. Analisis bivariabel tingkat depresi dengan jenis stroke menggunakan uji Chi Square dengan hasil p=0,022 (p<0,05) sehingga terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik. Kesimpulan : Di RSUD Prof. Dr, Margono Soekarjo angka prevalensi depresi pasca stroke hemoragik adalah 60,71% dan prevalensi depresi pasca stroke non hemoragik adalah 8,4%. Perbedaan tingkat depresi pasca stroke hemoragik dengan depresi pasca stroke non hemoragik signifikan secara statistik. | Background: Depression is an emotional disorder that is often associated with stroke. About 25-50% of stroke patient experience depression after the attack. Based on the type of the stroke can divided into hemorrhagic stroke and non hemorrhagic stroke, stroke patient with severe depression are often less responsive to the rehabilitation, irritable, and behavioral change. This depression can lower morale and motivation of the patient to recover. Objective: Knowing the differences prevalence and level of depression in hemorrhagic stroke and non hemorrhagic stroke in Prof. Dr. Margono Soekarjo general hospital Purwokerto Method: This study design is analytic observational with cross sectional approach, consist of 28 patients with post hemorrhagic stroke and 28 patients with post non hemorrhagic stroke. Samples that eligible inclusion and exclusion criteria fill out the questionnaire. The data obtained were analyzed in univariable and bivariable. Result: The prevalence of post hemorrhagic stroke depression is 60,71% and for non hemorrhagic stroke is 82,14%. Test the level of depression with stroke type using Chi Square with the result p = 0,022 (p <0,05) there is a significant difference statistically. Conclusion: The prevalence of post hemorrhagic stroke depression is 60,71% and for non hemorrhagic stroke is 82,14%. there are significant differences between the levels of depression in hemorrhagic stroke and non hemorrhagic stroke in Prof. Dr. Margono Soekarjo General Hospital, Purwokerto | |
| 8962 | 9221 | C1B007012 | PENGARUH STRES KERJA, LINGKUNGAN FISIK DAN TIPE KEPRIBADIAN A TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. PLN (PERSERO) P3BJB REGION JAWA TENGAH DAN DIY APP PURWOKERTO | Penelitian ini berjudul Pengaruh Stres Kerja, Lingkungan Fisik dan Tipe Kepribadian A terhadap Kinerja Karyawan pada PT. PLN (Persero) P3BJB Region Jawa Tengah dan DIY APP Purwokerto. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh stres kerja, lingkungan fisik dan tipe kepribadian A terhadap kinerja karyawan. Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif, sedangkan metode pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Setelah dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda, hasil penelitian menunjukan bahwa: Variabel stres kerja, lingkungan fisik dan tipe kepribadian A baik secara parsial maupun bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) P3BJB Region Jawa Tengah dan DIY APP Purwokerto. Untuk memaksimalkan kinerja karyawan PT. PLN (persero) P3BJB Region Jawa Tengah dan DIY APP Purwokerto maka implikasi dari penelitian ini adalah memberikan manajemen stres dengan cara pendekatan individual maupun organisasional terhadap karyawan, juga perusahaan agar selalu menjamin keamanan dan kenyamanan karyawan, serta memberikan kebijakan terkait dengan sifat tipe kepribadian A terhadap karyawan dalam mempengaruhi kinerjanya. | The purpose of this study is to determine and analyze the influence of work stress, work environment, and type personality A on performance of employes at PT. PLN (Persero) P3BJB Region Jawa Tengah and DIY APP Purwokerto. This study using multiple linear regressions through SPSS version 17.0. The sample amounted to 57 permanent and outsourching employes and the sampling using purposive sampling. The result of this study shows that : work stress negatively and significantly impact on performance of employes, work environment positively and significantly impact on performance of employes, and type personality A positively and significantly impact on performance of employes. | |
| 8963 | 9222 | C1C010109 | PENGARUH SUMBER DAYA MANUSIA, SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH, PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH TEHADAP NILAI INFORMAI LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH (STUDI KASUS PADA SKPD KABUPATEN CILACAP) | Penelitian ini adalah penelitian survey yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas sumber daya manusia, sistem pengendalian intern pemerintah, pemanfaatan teknologi informasi, dan pengawasan keuangan daerah terhadap nilai informasi laporan keuangan pemerintah daerah. Data diperoleh dari 57 responden yang merupakan pegawai sub-bagian keuangan SKPD dinas Kabupaten Cilacap. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas sumber daya manusia, sistem pengendalian intern pemerintah, pemanfaatan teknologi informasi, dan pengawasan keuangan daerah berpengaruh positif signifikan terhadap nilai informasi laporan keuangan pemerintah daerah. Berdasarkan hasil penelitian, pemerintah daerah Kabupaten Cilacap diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki melalui perekrutan pegawai negeri sipil yang berlatar belakang akuntansi untuk ditempatkan di sub-bagian keuangan setiap SKPD. Pemerintah daerah juga perlu memperbaiki sistem pengendalian intern, meningkatkan penggunaan teknologi informasi dalam melaksanakan tugas akuntansi, dan meningkatkan pengawasan terhadap pelakasanan keuangan daerah khususnya pelaksanaan anggaran. Kata Kunci : Kualitas Sumber Daya Manusia, Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, Pemanfaatan Teknologi Informasi, PengawasnKeuangan Daerah, Nilai Informasi Laporan Keuangan Pemerintah Daerah | This research is a survey with the aim to analyze factors that affect the information value of local government financial statements. Data was taken from 57 respondents who are employees of financial subsection in Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Cilacap district. The analysis tool use Multiple Regression Analysis. The research result show that the human resources quality, internal control systems, information technology utilization and financial local government supervision partially have significant positive effect on the information value of local government financial statements. Based on the research result, Cilacap district is expected to improve the quality of their human recources through recruitment of civil servants that have accounting background to placed in financial subsection. They also have to improve government internal control system, information technology utilization in accounting tasks and monitoring the budget implementations. Keywords: human recources quality, internal control system, information technology utilization, financial local government supervision, information value of local government financial statements. | |
| 8964 | 9223 | E1A007078 | KEWENANGAN PRESIDEN SEBAGAI KEPALA PEMERINTAHAN BERDASARKAN UUD 1945 SETELAH AMANDEMEN | ABSTRAK KEWENANGAN PRESIDEN SEBAGAI KEPALA PEMERINTAHAN BERDASARKAN UUD 1945 SETELAH AMANDEMEN Oleh : JULIA DEWI WACHYUNI EIA007078 Lembaga kepresidenan hanya ada dan dikenal dalam suatu sistem pemerintahan negara yang menganut sistem presidensial. Secara teoritis Presiden berkedudukan sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara, sehingga tidak dikenal adanya pemisahan kekuasaan antara kepala negara dan kepala pemerintahan. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kewenangan Presiden sebagai kepala pemerintahan berdasarkan UUD 1945 setelah amandemen. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan (statute approach), spesifikasi penelitian adalah deskriptif analitis, sedangkan sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang dikumpulkan melalui identifikasi dan inventarisasi terhadap peraturan perundang-undangan dan buku kepustakaan serta dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-undang Dasar sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 4 ayat (1) UUD 1945. Dalam rangka melaksanakan kewenangan Presiden sebagai kepala pemerintahan tersebut, maka Presiden memiliki hak dan kewenangan yang meliputi: hak inisiatif untuk mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU), sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 5 ayat (1) UUD 1945, kewenangan menetapkan Peraturan Pemerintah untuk menjalankan undang-undang, sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 5 ayat (2) UUD 1945 dan hak untuk menetapkan peraturan pemerintah sebagai pengganti undang-undang (Perppu), sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 22 ayat (1) UUD 1945. Kata kunci: kewenangan, presiden, kepala pemerintahan | ABSTRACT AUTHORITY PRESIDENT AS HEAD OF GOVERNMENT AFTER 1945 BY AMENDMENTS by : JULIA DEWI WACHYUNI EIA007078 Presidential institution and known only within a system of government that adheres to a presidential system. Theoretically the president serves as head of government and head of state, so it is not known the existence of the separation of powers between the head of state and head of government. Based on this, the study aims to analyze the authority of the President as head of government under the 1945 Constitution after the amendment. This study uses the normative juridical approach legislation (statute approach), the specification is descriptive analytical research, while the sources of legal materials used is the primary legal materials and secondary legal materials collected through the identification and inventory of laws and books literature and analyzed with qualitative normative method. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the President of the Republic of Indonesia shall hold the power of government under the Constitution as defined in Article 4 paragraph (1) of the 1945 Constitution in order to exercise the powers of the President as head of government, the President has the right and authority include: the right of initiative to propose the Bill (the Bill), as defined in Article 5 paragraph (1) of the 1945 Constitution, the authority to stipulate Regulation of the Government to carry out the law, as affirmed in Article 5 paragraph (2) of the 1945 Constitution and the right to establish government regulation in lieu of law (Perppu), as defined in Article 22 paragraph (1) of the 1945 Constitution. Keywords: authority, presidents, heads of government | |
| 8965 | 5240 | A1L008217 | KORELASI KOMPONEN HASIL DENGAN HASIL PADA POPULASI F5 KETURUNAN PERSILANGAN CIHERANG X MENTIK WANGI | Perakitan padi daya hasil tinggi dilakukan melalui persilangan Ciherang x Mentik Wangi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: 1) mengetahui daya hasil padi pada populasi F5 keturunan persilangan Ciherang x Mentik Wangi dan 2) mengetahui korelasi antara komponen hasil dan hasil pada populasi F5 keturunan persilangan Ciherang x Mentik Wangi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan September 2012 di lahan sawah Desa Pasir Kulon, Kecamatan Karang Lewas Kabupaten Banyumas. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan rancangan dasar Augmented Design dengan 3 ulangan. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan total per rumpun, jumlah anakan produktif, umur berbunga, umur panen, jumlah gabah total per malai, persentase gabah isi per malai, bobot gabah per rumpun dan bobot 1000 biji. Hasil penelitian menunjukkan 1) diperoleh 18 genotip yang mampu meningkatkan hasil berdasarkan karakter komponen hasil tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, jumlah gabah isi per malai dan persentase gabah isi, yaitu BII-B2-T14, BII-B2-T19, B1-T37, B1-T16, B1-T36, BIII-B1-T12, BIII-B1-T11, B1-T8, BII-B2-T15, BIII-B2-T29, BII-B2-T35, BII-B2-T35, B1-T23, BII-B1-T41, BII-B2-T20, BIII-B1-T31, BIII-B1-T16, dan BIII-B1-T32. 2) karakter tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, jumlah gabah total per malai, dan persentase gabah isi merupakan karakter komponen hasil yang berkorelasi dengan hasil pada populasi F5 keturunan persilangan Ciherang x Mentik Wangi dan 3) semua genotip pada populasi F5 keturunan persilangan Ciherang x Mentik Wangi memiliki umur panen lebih pendek dari ketiga varietas ceknya. | Assembly rice resources high yield done through a cross Ciherang x Mentik Wangi. The purpose research are: 1) to know potensial yield of rice in the F5 population of generation a cross Ciherang x Mentik Wangi, and 2) knowing correlation between yield component with yield in the F5 population of generation a cross Ciherang x Mentik Wangi. This research was done in April to September 2012 in paddy fields Village Pasir Kulon, sub-district Karang Lewas district Banyumas. Design experiment used in this research is a complete randomized block design (CRBD) with the basic design augmented design with 3 deuteronomy. Variable observed are plant height, the total number of tillers per hill, the number of productive tillers, flowering, harvest age, the number of grain total per panicles, percentage of filled grain per panicles, grain weight per hill and 1000 seed weight. The result showed 1) obtained 18 genotypes were able to increase the yield component characters based on the results of plant height, the total number of tillers per hill, the number of productive tillers, the number of grain total per panicles, percentage of filled grain per panicles, there are BII-B2-T14, BII-B2-T19, B1-T37, B1-T16, B1-T36, BIII-B1-T12, BIII-B1-T11, B1-T8, BII-B2-T15, BIII-B2-T29, BII-B2-T35, BII-B2-T35, B1-T23, BII-B1-T41, BII-B2-T20, BIII-B1-T31, BIII-B1-T16, dan BIII-B1-T32. and 2) the character of plant height, the total number of tillers per hill, the number of productive tillers, the number of grain total per panicles, percentage of filled grain per panicles the contents are characters yield components of the correlate with yield in the F5 population of generation a cross Ciherang x Mentik Wangi. 3) all genotip in the F5 population of generation a cross Ciherang x Mentik Wangi having harvest age shorter than third varieties check. | |
| 8966 | 9224 | F1C007029 | Studi Resepsi Konten Komedi Opera Van Java Pada Pemirsa Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Unsoed Tahun Angkatan 2010 | Penelitian ini berjudul Studi Resepsi Konten Komedi Opera Van Java Pada Pemirsa Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Unsoed Tahun Angkatan 2010. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk menggali lebih dalam tentang resepsi masyarakat tentang konten Opera Van Java. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis Resepsi yang berfokus pada pemaknaan dari pemirsa mahasiswa terhadap konten komedi Opera Van Java. Data dikumpulkan dari tahap observasi pra-diskusi, diskusi kelompok focus dan dokumentasi terkait penelitian ini. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah konten komedi Opera Van Java dimaknai sebagai komedi yang menginspirasi pelakon industri baik industri media maupun industri hiburan. Konten-konten komedi yang bersifat kekerasan verbal ataupun kekerasan fisik adalah semata pengundang gelak tawa pemirsa. Penggunaan konten yang bersifat kekerasan baik fisik maupun verbal dimaksai secara negosiasi oleh masing-masing informan sebagai salah satu bentuk komedi di Indonesia dari zaman ke zaman. | The title of this research is The study of reception on comedic content of opera van java on the science of communication of UNSOED’s social and political science faculty student of the years 2010 viewers. The purpose of this research is to dig more about the viewers reception about the content of Opera Van Java. This is a descriptive qualitative research with reception analysis approach which focused on student viewers interpretation towards Opera Van Java’s content comedy. The data were collected from tahap pre-discussing observation, focus group discussion and some other documantation relate to this research. The results of this research explain about the comedic content of opera van java was interpretated as a content which inspire the industrial actors both media industry and entertainment industry. Comedic contents which consist of phisical dan verbal abuse is just an effort to draw the viewers attention of comedy it self. The use of phisical and verbal abuse content was interpretated as negotiated meaning to the viewers as one of the form of comedy it self in Indonesia from time to time. | |
| 8967 | 10676 | A1C010120 | ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMBELIAN BUAH LOKAL DAN BUAH IMPOR DI KOTA PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMAS | Pola konsumsi masyarakat akan buah yang terus meningkat, menyebabkan ketersediaan buah lokal tidak mampu mencukupi kebutuhan masyarakat karena sifat buah lokal yang musiman dan harus dicapai melalui impor, sehingga angka impor buah semakin meningkat. Meningkatnya angka impor buah, menyebabkan persaingan antara buah lokal dan buah impor. Persaingan antara buah lokal dan buah impor mempengaruhi perilaku konsumen dalam pembelian buah lokal dan buah impor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam pembelian buah lokal dan buah impor di Kota Purwokerto, serta untuk menganalisis faktor yang paling dominan bagi konsumen dalam pembelian buah lokal dan buah impor di Kota Purwokerto. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Foodmart Matahari dan Rita Pasaraya pada bulan Agustus dan September 2014. Rancangan pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling. Jumlah sampel yang digunakan sebagai responden sebanyak 96 orang. Jenis buah lokal dalam penelitian ini, yaitu pisang, mangga, jeruk, apel Malang, dan kelengkeng, sedangkan jenis buah impor dalam penelitian ini, yaitu anggur, pir, jeruk shantang, apel Fuji, dan kelengkeng Bangkok. Hasil pengumpulan data ditabulasi dan dianalisis dengan menggunakan Analisis Faktor dengan bantuan program SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam pembelian buah lokal terdiri dari faktor fisik buah, faktor individu, faktor motivasi konsumen, dan faktor harga. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam pembelian buah impor terdiri dari faktor fisik buah, faktor individu, faktor motivasi konsumen, faktor harga, dan faktor profesi. Secara kelompok, faktor fisik buah memiliki pengaruh yang paling dominan, baik bagi konsumen buah lokal maupun konsumen buah impor. Secara parsial, kesegaran buah memiliki pengaruh dominan baik bagi konsumen buah lokal maupun konsumen buah impor. | The pattern of fruit consumption continues to increase, causing the availability of local fruits are not able to meet the needs of the community because of the nature of seasonal local fruit and must be achieved through imports, thus increasing fruit imports. The increasing number of imported fruit, causing competition between local fruits and fruit imports. Competition between local fruits and fruit imports would influence consumer behavior in the purchase of local fruits and fruit imports. The purpose of this study was to analyze the factors that influence consumer behavior in purchasing local fruits and fruit imports in Purwokerto, as well as to analyze the most dominant factor for consumers in the purchase of local fruits and fruit imports in Purwokerto. The location of this research was conducted in Foodmart Matahari and Rita Pasaraya in August and September 2014. The design of sampling using accidental sampling method. The samples used as the respondents were 96 people. Local fruit types in this study, namely bananas, mangoes, oranges, Malang apples, and longan, while fruit import types in this study, namely grapes, pears, Shantang oranges, Fuji apples, and Bangkok longan. The data collected were tabulated and analyzed using factor analysis with SPSS 16.0. The results showed that the factors that influence consumer behavior in purchasing local fruits consist of pieces of physical factors, individual factors, consumer motivation factor, and factor prices. The factors that influence consumer behavior in purchasing fruit imports consists of physical factors fruit, individual factors, consumer motivation factor, factor prices and factor profession. In groups, physical factors fruit has the most dominant influence, both for local fruit consumers and fruit import consumers. Partially, the freshness of the fruit has the most dominant influence both for local fruit consumers and fruit import consumers. | |
| 8968 | 11088 | H1C008066 | ANALISIS REKONFIGURASI PENYULANG KALIBAKAL 10 PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20KV PT. PLN (PERSERO) UPJ PURWOKERTO | Dalam proses penyaluran energi listrik ke beban terjadi rugi-rugi yaitu losses dandroptegangan mulai dari pembangkit, transmisi, hingga distribusi yang dapat merusak peralatan listrik. Pada penelitian iniakan dilakukan analisis rekonfigurasi sebagai upaya terhadap perbaikan profil tegangan dan mengurangi nilai droptegangan pada penyulang GI Kalibakal 10 PT. PLN UPJ PURWOKERTO saat beban puncak sehingga sesuaidengan batas toleransi yang diizinkan SPLN 72 : 1987 ( - 5% dari 20 kV). Rekonfigurasi ini dilakukan dengan cara pelimpahan beban dengan melakukan beberapa uji coba, dan berdasarkan hasil uji coba skenario 1 dan 2 didapatkan hasil dari ETAP 7.0.0 yaitu dari tegangan normal 5,06% menjadi 3,7% dan Losses pada kondisi normal 207,4 kW menjadi 117,3 kW untuk skenario1 dan 101,3 kW untuk skenario2. Dengan demikian Kalibakal 10 mengalami drop voltage melebihi batas SPLN 72. Kata Kunci :droptegangan , losses, rekonfigurasi | In the process of distributing electric energy to the load occurs loss of power losses and voltagedrop ranging from power generation, transmission, to distribution that can damage electrical equipment. In thisresearch a reconfiguration analysis will be done in an effort to improving voltage profile and reduce the value of thevoltage drop on feeder GI Kalibakal 10 PT. PLN UPJ PURWOKERTO during peak so in accordance with theallowed tolerance limits SPLN 72 : 1987( - 5% of the 20 kV). This reconfiguration is done by way of transfer of load by do some testing, and baset on the test results of scenario1 and 2 obtained results of ETAP 7.0.0 that from normal voltage 5,06% to 3,7% and losses in normal conditions from 207,4kW to 117,3kW for scenario1 and 101,3kW for scenario2. Therefore kalibakal10 experiencing voltage drop exceeds the limit of SPLN:72. Keywords :voltage drop, losses, reconfiguration. | |
| 8969 | 11089 | G1A007092 | Perbandingan kadar Aspartate Amino Transaminase dan Alanine Amino Transferase pada pasien TB Paru antara sebelum dan sesudah menjalani terapi Obat Anti Tuberkulosis di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto | Latar Belakang : Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Pengobatan Tuberkulosis yang efektif telah tersedia, namun kasus Tuberkulosis masih menjadi faktor perhatian dunia. Salah satu terapi Tuberkulosis yang digunakan dalam program pemberantasan Tuberkulosis pada umumnya adalah metode multidrug yaitu menggunakan Obat Anti Tuberkulosis secara bersamaan. Efek samping berbahaya yang menjadi fokus saat ini adalah efek Obat Anti Tuberkulosis terhadap hepar, yaitu menyebabkan hepatotoksisitas yang ditunjukkan dengan pemeriksaan laboratorium darah meliputi pemeriksaan kadar Aspartate Amino Transaminase dan Alanine Amino Transferase. Tujuan Penelitian : Mengetahui perbedaan kadar Aspartate Amino Transaminase dan Alanine Amino Transferase pada pasien Tuberkulosis Paru Kasus Baru antara sebelum dan sesudah menjalani terapi Obat Anti Tuberkulosis selama 1 bulan di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto periode September-Desember 2014. Metode : Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Data penelitian menggunakan data sekunder berupa rekam medik. Dilakukan uji statistik antara kadar Aspartate Amino Transaminase dan Alanine Amino Transferase pada pasien Tuberkulosis Paru kasus baru antara sebelum dan sesudah menjalani terapi Obat Anti Tuberkulosis selama 1 bulan. Hasil : hasil uji Wilcoxon pada variabel mempunyai nilai p = 0,000 (p<0,05). Maka terdapat perbedaan kadar Aspartate Amino Transaminase dan Alanine Amino Transferase pada pasien Tuberkulosis Paru Kasus Baru antara sebelum dan sesudah menjalani terapi Obat Anti Tuberkulosis selama 1 bulan di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto periode September-Desember 2014. Kesimpulan : Terdapat perbedaan kadar Aspartate Amino Transaminase dan Alanine Amino Transferase pada pasien Tuberkulosis Paru Kasus Baru antara sebelum dan sesudah menjalani terapi Obat Anti Tuberkulosis selama 1 bulan di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto periode September-Desember 2014. | Background: Tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. Effectiveness Tuberculosis treatment has been available, but Tuberculosis cases still have attention in the worldwide. One of Tuberculosis therapy used in the Tuberculosis eradication program in general is a method that uses Directly Observed Therapy multidrug simultaneously. Drugs toxicity side effects that the current focus is on the effect of hepatic Directly Observed Therapy, which causes hepatotoxicity indicated by laboratory tests include checking blood levels of Aspartate Amino Transaminase and Alanine Amino Transferase. Objective: To cognize the different of Aspartate Amino Transaminase and Alanine Amino Transferase. levels in patients with primary pulmonary Tuberculosis between before and after Directly Observed Therapy for 1 month in Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto hospitals in the period from September to December, 2014. Methods: The research design used descriptive observational study with cross sectional approach. Data research using secondary data from medical records. Do statistic between the levels of Aspartate Amino Transaminase and Alanine Amino Transferase in levels in patients with primary pulmonary Tuberculosis on between before and after Directly Observed therapy for 1 month. Results: The results of the Wilcoxon Sign Rank test on the variable has a value of p = 0.000 (p <0.05). Then there are differences in the levels of Aspartate Amino Transaminase and Alanine Amino Transferase. In patients with primary pulmonary Tuberculosis between before and after therapy for 1 month Directly Observed Therapy in Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto hospitals period from September to December, 2014. Conclusions: There are differences levels of Aspartate Amino Transaminase and Alanine Amino Transferase. In patients with primary pulmonary Tuberculosis between before and after therapy for 1 month Directly Observed Therapy in Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto hospitals the September to December 2014. | |
| 8970 | 11090 | C1A010032 | MARJIN PEMASARAN CARICA DIENG DARI PRODUSEN HINGGA KONSUMEN | Penelitian ini berjudul “Marjin Pemasaran Carica Dieng Dari Petani Hingga Konsumen” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola saluran pemasaran, menganalisis margin pemasaran, mengetahui tingkat efisiensi, dan menganalisis elastisitas transmisi harga pada pemasaran buah carica Dieng di Desa Sembungan Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini merupakan deskriptif kuantatif dengan data primer dan data sekunder pada pemasaran buah carica dimana terlebih dahulu dilakukan perhitungan dengan alat analisis yang ada baru kemudian dijelaskan dalam bentuk deskriptif. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Pola Saluran Pemasaran, Marjin Pemasara, Farmer’s share, Elastisitas Transmisi Harga. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa terdapat dua saluran pemasaran carica di Desa Sembungan yaitu I: petani, pedagang pengepul, pedagang pengecer, konsumen (10,00 persen), dan II: petani, pedagang pengepul, perajin manisan carica, konsumen (90,00persen). Nilai margin pemasaran carica di Kabupaten Wonosobo sangat tinggi yaitu sebesar 50,00 persen pada saluran pemasaran I dan 90,00 persen pada saluran pemasaran II. Nilai elastisitas transmisi harga lebih kecil dari pada satu yaitu sebesar 0,558 diartikan bahwa keadaan pasar tidak bersaing secara sempurna. Kedua saluran pemasaran carica di Desa Sembungan belum efisien secara efisiensi operasional. Implikasi dari penelitian ini Sebaiknya petani carica menjual hasil produksinya kepada saluran pemasaran satu yang memiliki farmer’s share lebih tinggi dibandingkan saluran pemasaran dua. Para petani carica sebaiknya lebih mendorong keaktifan di kelompok tani yang dapat dilakukan dengan membentuk suatu lembaga pemasaran buah carica yang jelas aturan mainnya. Hal ini bertujuan untuk memperkecil margin pemasaran dengan meningkatkan harga jual buah carica. Diharapkan para petani lebih mendorong kegiatan pascapanen dengan melakukan pengolahan buah carica guna meningkatkan nilai tambah sehingga petani mendapatkan harga (farmer’s share) yang lebih besar. Perlu adanya partisipasi dari akademisi maupun dinas terkait guna melakukan sosialisasi ataupun penyuluhan dalam mengolah produk-produk buah carica selain manisan. Hal ini dapat menambah varian makanan bagi masyarkat. | This research, entitled "Marketing Margin Carica Dieng From Farmers To Consumers" The purpose of this research was to determine the pattern of marketing channels, analyze marketing margins, knowing the level of efficiency, and analyze the price transmission elasticity in marketing carica Dieng fruit in the Sembungan Village Kejajar District Wonosobo regency. This is a descriptive quantitative research with primary data and secondary data on the marketing of fruit Carica which first performed calculations with existing analysis tools then described in a descriptive form. Analyzer used in this research that pattern Channel Marketing, Margins Pemasara, Farmer's share, Transmission Price Elasticity. Based on these results it can be seen that there are two marketing carica channels in the Sembungan village is I: petani, pedagang pengepul, pedagang pengecer, konsumen (10,00 persen), dan II: petani, pedagang pengepul, perajin manisan carica, konsumen (90,00persen). Carica marketing margin value in Wonosobo regency very high at 50.00 percent in marketing channels I and 90.00 per cent in the marketing channel II. Elasticity of price transmission is smaller than the one in the amount of 0.558 means that the state is not perfectly competitive market. Both carica marketing channels in the village of Sembungan not efficient operational efficiency. The implications of this research recommend that farmers sell their products Carica to marketing channels I, which has a farmer's share is higher than the marketing channel II. Farmers carica should further encourage activity in the farmer groups that can be do by forming a marketing agency carica fruit clear rules. It aims to reduce the marketing margin by increasing the selling price carica fruit. Expected to further encourage farmers to undertake post-harvest activities carica fruit processing in order to increase the added value so that farmers get the price (the farmer's share) is greater. The need for the participation of academics and relevant agencies in order to socialize or counseling in processing products in addition candied fruit Carica. It can add a variant of food for the community. | |
| 8971 | 11513 | A1L009069 | PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L) PADA ANDISOL DENGAN PENAMBAHAN VINASSE UNTUK MENGURANGI PENGGUNAAN PUPUK P | Penelitian ini bertujuan untuk : (1) menentukan dosis terbaik vinasse untuk mengatasi ketersediaan P yang tergambar pada jaringan tanaman selada, (2) mendapatkan dosis pemberian vinasse yang paling baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman selada pada Andisol. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) pola faktorial dengan tiga faktor dan tiga kali ulangan. Fator pertama adalah dosis vinasse yang terdiri dari tiga taraf, yaitu 0, 2, 4, dan 6 liter/polybag. Faktor kedua adalah frekuensi pemberian pupuk SP 36 yang terdiri dari dua taraf, yaitu 1 dan 2 kali. Faktor ketiga adalah dosis pupuk SP 36 yang terdiri dari dua taraf, yaitu 200 dan 400 kg/ha. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, volume akar, bobot akar segar, bobot akar kering, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, dan analisis jaringan tanaman. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji F yang dilanjutkan dengan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian vinasse dengan dosis 2 liter/polybag dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Pemberian pupuk SP 36 sebanyak 2 kali hanya meningkatkan tinggi tanaman selada. Pemberian pupuk SP 36 dengan dosis 400 kg/ha mampu meningkatkan tinggi dan jumlah daun tanaman selada. Tidak terdapat interaksi perlakuan antara pemberian vinasse, pemberian pupuk SP 36, dan frekuensi pemberian pupuk SP 36 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada pada Andisol. | This research aims are: (1) determining the best dosage of vinasse to address the availability of P which is reflected in the lettuce plant tissue, (2) obtaining the best dosage of vinasse for the growth and yield of lettuce in Andisols. The experimental design used was a complete randomized block design (CRBD) with three factors and replicated three times. The first factor was dosage of vinasse consisting of three levels: 0, 2, 4, and 6 liters / polybag. The second factor was the frequency SP 36 which consisted of two levels: 1 and 2 times. The third factor was the dosage of SP 36 which consisted of two levels: 200 and 400 kg / ha. The variables measured were plant height, number of leaves, leaf area, root volume, weight of fresh root, weight of dry root, weight of fresh plants, weight of dry plants and plant tissue analysis. The data were analyzed by using F test, when significant then continued by using DMRT (Duncan's Multiple Range Test) at the level of 5% error. The results showed that application of vinasse with a dose of 2 liters / polybag enhanced the growth and yield of lettuce. SP 36 fertilizer application 2 times only increased height. Application of SP 36 fertilizer with a dose of 400 kg / ha increased plant height and number of leaves. There was no interaction between the application of vinasse, dosage of SP 36 and SP 36 fertilizer application frequency on the growth and yield of lettuce in Andisols. | |
| 8972 | 9233 | H1C009005 | ANALISIS PENGARUH TINGKAT KEAUSAN BRUSH EXCITER TERHADAP ARUS DC EKSITASI GENERATOR PEMBANGKIT LISTRIK 8,5 MW DI PT. INDONESIA POWER UNIT BISNIS PEMBANGKITAN MRICA SUB UNIT PLTA KETENGER BATURRADEN | PT. Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Mrica di Sub Unit PLTA Ketenger Baturraden dimana perusahaan listrik tersebut memanfaatkan generator untuk menyuplai arus pada sistem kelistrikannya, jika generator mengalami kerusakan maka akan banyak sekali kerugian yang diderita. Kerusakan-kerusakan yang terjadi pada generator salah satunya adalah gangguan sistem eksitasi yang disebabkan oleh pengaruh tingkat keausan Brush Exciter yang berdampak terhadap ketidakstabilan arus DC eksitasi, sehingga akan muncul bunga api (flash over) pada generator. Penelitian dilakukan pada generator Unit 1 PLTA Ketenger yang merupakan generator konvensional dengan sikat arang (Carbon Brush) dalam sistem eksitasinya. Oleh sebab itu, penulis akan meneliti tentang pengaruh tingkat keausan Brush Exciter terhadap arus DC eksitasi dengan pengklasifikasian berdarkan level keausan yang ditinjau korelasinya dengan hubungan pengaruh tingkat keausan terhadap arus eksitasi yang disajikan dalam bentuk grafik di titik awal dan akhir yang mengalami ketidakseimbangan, sehingga akan mampu memberi gambaran dari pemicu timbulnya bunga api pada generator ditinjau pengaruh tingkat keausan serta sebab dan akibat dari timbulnya bunga api tersebut dan bagaimana cara pencegahannya agar kejadian itu tidak muncul lagi pada generator yang menggunakan sikat arang atau biasa disebut dengan brush exciter. | PT. Indonesia Power Generation Business Unit Mrica Sub Unit PLTA Ketenger Baturraden has electrical energy needs is one of the most important needs of the community and as an economic resource and foremost needed in a business activity. Electrical energy we use today comes from the local power company, such as at power plants in PLTA Mrica Ketenger Baturraden where the power company utilizes a generator to supply current to the electrical system, if the generator is damaged then it will be a lot of losses suffered. The damage that occurs in one of them is the generator excitation system disorder caused by the influence of the wear rate Brush Exciter instability affecting the DC excitation current, so the sparks will appear (flash over) on the generator. The study was conducted on 1 hydroelectric generator unit Ketenger which is a conventional generator with brush charcoal (Carbon Brush) in the excitation system. Therefore, the authors will examine the influence of the wear rate of the exciter Brush DC current excitation is capable of igniting sparks on the generator, reviewed the effect of the degree of wear as well as the causes and consequences of the emergence of sparks and how to prevent it so that the incident does not appear again in generators that use charcoal or brush commonly called the exciter brush. | |
| 8973 | 9228 | B1J010125 | Persentase Penyakit Cendawan Pada Tanaman Mentimun Cucumis sativus di Daerah Pertanaman Rakyat Desa Kebanggan Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas | Mentimun merupakan salah satu jenis sayuran dari keluarga labu-labuan (Cucurbitacea), jenis sayuran ini sangat mudah ditemukan hampir di seluruh Indonesia termasuk di Desa Kebanggan Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Seperti halnya tanaman sayuran lain, mentimun merupakan salah satu tanaman sayuran yang rentan terhadap penyakit cendawan sehingga dapat menurunkan produksi mentimun setiap tahunnya. Hingga saat ini berapa besar peran cendawan dalam menimbulkan penyakit pada tanaman mentimun di Desa Kebanggan Kecamatan Sumbang belum diketahui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis penyakit yang disebabkan oleh cendawan pada tanaman mentimun, mengetahui penyakit yang paling banyak muncul yang disebabkan oleh cendawan dan mengetahui persentase penyakit yang disebabkan oleh cendawan di daerah pertanaman rakyat Desa Kebanggan Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan ialah survei dengan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Membuat 5 petak secara diagonal pada tiga lokasi berbeda. Jenis-jenis penyakit yang ditemukan dideskripsikan sesuai dengan tanda dan gejala yang terlihat pada bagian tanaman dengan menggunakan buku Penyakit-Penyakit Tanaman Hortikultura, Dasar-dasar Ilmu Penyakit Tumbuhan dan buku Plant Disease Handbook. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan April-Mei 2014. Hasil penelitian diperoleh 3 jenis penyakit yang disebabkan oleh cendawan pada tanaman mentimun di Desa Kebanggan Kecamatan Sumbang yaitu penyakit Downy mildew atau embun bulu, antraknosa dan bercak daun. Penyakit yang paling banyak muncul dari ketiga lokasi adalah penyakit Downy mildew atau embun bulu sebesar 331 kali. Persentase penyakit yang disebabkan oleh cendawan dari ketiga lokasi yaitu penyakit Downy mildew atau embun bulu sebesar 88,26 %, selanjutnya penyakit antraknosa sebesar 62,66% dan bercak daun sebesar 55,73%. | Cucumber is one of vegetables belongs to Cucurbitacea family. It is not difficult to find this vegetable in almost around Indonesia, especially Kebanggan Village, Subdistric of Sumbang, Banyumas Regency. Moreover, as same as other vegetables, cucumber is one of the susceptible vegetable of plant disease that caused by fungi which is decreasing the production of cucumber every year. Today, how big the effect of fungi in influencing the disease to the cucumber at Kebanggan Village, Subdistrict of Sumbang has not been found. The aim of this reserch is to know the variety of plant disease caused by fungi on the cucumber itself, the most appears plant disease which is caused by fungi, and the percentage of plant disease caused by fungi which is found in the field of Kebanggan Village, Subdistric of Sumbang, Banyumas Regency. Survey method and simple random technique are applied as method of analizing data in this research by making five swaths diagonally in three different locations. The plant disease varieties that found in the swaths are described with the appropriate sign and symptoms on the plant which is explained some books: Penyakit-Penyakit Tanaman Hortikultura, Dasar-Dasar Ilmu Penyakit Tumbuhan, and Plant Disease Handbook. This research was conduct in April to May 2014. In addition, the result of this research is three varieties of plant disease, such as Downy Mildew, Antraknosa, and Leaf Spot. The most appears plant disease in those three location is Downy Mildew for 331 times. The percentage of plant disease which is caused by fungi from the located that already mentioned are Downy Mildew 88,26%, Antracnose 62,66%, and Leaf Spot 55,73%. | |
| 8974 | 9229 | H1C007023 | SIMULASI PROPAGASI GELOMBANG RADIO UNTUK MENENTUKAN CAKUPAN AREA ANTENA PEMANCAR DAN RX LEVEL DENGAN MEMANFAATKAN INFORMASI PETA KONTUR | Peta digital elevation models dapat dimanfaatkan dalam perencanaan pembangunan pemancar radio dan juga untuk pengembangannya. Pada penelitian terdahulu telah dibuat sebuah program simulasi tentang propagasi gelombang radio untuk menentukan Rx level dan cakupan area antena pemancar. Namun program simulasi tersebut hanya dapat menentukan nilai-nilai pada kondisi propagasi yang line of sight (LOS), dan tidak menghitung pada daerah yang dalam kondisi non line of sight (NLOS). Pada kenyataannya gelombang yang mengenai penghalang (bukit) akan mengalami difraksi atau sering disebut dengan edge-knife diffraction. Berdasarkan pada teori tersebut, maka dapat dirancang program simulasi coverage suatu pemancar radio. Program simulasi ini akan mendapatkan data Rx level pada semua area cakupan antena pemancar baik LOS maupun NLOS. Metode untuk perhitungan Rx level daerah NLOS adalah dengan metode edge-knife diffraction pada penghalang tunggal dan metode Bullington pada penghalang lebih dari satu. Pada penelitian ini dihasilkan nilai akurasi tertinggi pada perpaduan antara model propagasi Bullington dan Hasil regresi data Hariyawan (2010) yaitu dengan tingkat akurasi 55,33293%. | Digital elevation models can be utilized in the planning and construction of a radio transmitter to its development.. In previous research has made a program simulation on radio wave propagation to determine rx level and coverage of transmitter antenna. However, the simulation program can only determine the values of the propagation conditions of the line of sight (LOS), and do not count on the area in non line of sight (NLOS). In fact the wave that contact with the barrier (hill) will be diffract and known as the knife-edge diffraction..Based on these theories, can be design the simulation program of coverage of a radio transmitter. This simulation program to obtain data RX level transmitter antenna on all coverage area both LOS and NLOS. The methods for calculating Rx level in NLOS region uses knife-edge diffraction method on single barrier and Bullington methods on more than one barrier. In this research produced the highest accuracy score on a combination of propagation Bullington and model data regression results Hariyawan (2010) that have accuracy rate of 55.33293%. | |
| 8975 | 5253 | C1A009117 | PENDAPATAN DAN KONSUMSI SERTA TINGKAT KESEJAHTERAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI ALUN-ALUN KEBUMEN KABUPATEN KEBUMEN | RINGKASAN Penelitian ini berjudul “Pendapatan dan Konsumsi serta Tingkat Kesejahteraan Pedagang Kaki Lima di Alun-alun Kebumen Kabupaten Kebumen”. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan jam kerja, modal awal, umur, pendidikan dan lama usaha terhadap pendapatan bersih pedagang kaki lima (PKL), untuk mengetahui sumbangan pendapatan PKL terhadap pendapatan keluarga PKL, untuk mengetahui pemenuhan kebutuhan hidup dan tingkat kesejahteraan keluarga PKL di alun-alun Kebumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan metode pengambilan sampel Simple Random Sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 80 responden. Alat analisis yang digunakan untuk menjawab tujuan pertama digunakan analisis tabulasi silang dan di uji menggunakan uji Chi Square, tujuan kedua analisis kontribusi, tujuan ketiga digunakan analisis APC (Average Propensity to Consume) dan untuk menjawab tujuan terakhir digunakan analisis KHL (Kebutuhan Hidup Layak) yang ditetapkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kebumen bulan Februari 2013. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa faktor yang mempunyai hubungan terhadap pendapatan bersih PKL adalah jam kerja, modal awal dan umur, sedangkan lama usaha dan tingkat pendidikan tidak mempunyai hubungan terhadap pendapatan bersih yang diterima PKL di alun-alun Kebumen. Besarnya kontribusi pendapatan PKL terhadap pendapatan keluarga PKL di alun-alun Kebumen cukup besar yaitu sebesar 84 persen. Pendapatan keluarga PKL di alun-alun Kebumen cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga dengan sebagian besar Nilai APC keluarga PKL di alun-alun Kebumen kurang dari satu dan untuk tingkat kesejahteraan keluaraga PKL di alun-alun Kebumen sebagian besar belum sejahtera yaitu sebanyak 81,25 persen karena pendapatan perkapitanya masih dibawah standar KHL yang ditetapkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kebumen kabupaten Kebumen bulan Februari yaitu sebesar Rp 899.954,87. Implikasi dari penelitian ini adalah dengan adanya hubungan antara jam kerja, modal awal dan umur terhadap pendapatan bersih per bulan yang diterima pedagang kaki lima di alun-alun Kebumen, hendaknya pedagang dapat menambah jam kerja dan modal dalam upaya meningkatan pendapatan pedagang kaki lima di alun-alun Kebumen. Berprofesi sebagai pedagang kaki lima di alun-alun Kebumen bagi responden merupakan pekerjaan utama. Selain itu, sebaiknya responden dapat mengalokasikan sebaik mungkin pendapatan keluarga yang diperoleh untuk pengeluaran konsumsi keluarganya dan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga PKL di alun-alun Kebumen yaitu dengan mencari pendapatan dari sumber lain untuk menambah pendapatan keluarganya. . | ABSTRACT The research objective is to determine correlation of work hours, initial capital, age, education, and enterprise term toward street vendors net income (PKL), to determine street vendors income contribution to street vendors household income, and to determine fulfillment of living needs and welfare of street vendors family in The Kebumen Town Square. The number of respondents in this study was 80 respondents. The results from this research, the factors that have a correlation to the net income of street vendors are work hours, initial capital and age, while enterprise term and education level have not correlation to net income that received by street vendors in the Kebumen Town Square. The amount of street vendors income contribution to household income in Kebumen town square is large enough by 84 percent. Household income of street vendors in the Kebumen town square are enough to fulfill family living needs with the most APC scores street vendors families in the Kebumen town square less than one and for the family welfare of street vendors have not prosperous largely by 81.25 percent because their per capita income is still below the standard of KHL that set by Agency of Manpower and Transmigration Kebumen regency on last February by Rp 899,954.87. The implication of this research there are correlation between work hours, initial capital, and age toward the net income received per month by street vendors in the Kebumen town square, and the street vendors should be able to increase the work hours and capital in order to increase street vendors income in the Kebumen town square. Working as street vendors in the Kebumen town square for respondents are their main job. In addition, respondents should be able to allocate as possible their family income that received for their family consumption that spending and to improve family welfare of street vendors in the Kebumen town square they should find another income for increase family income | |
| 8976 | 9227 | C1J008021 | THE COMPARISON OF HEALTH LEVEL ON DUAL BANKING SYSTEM BETWEEN CONVENSIONAL AND SYARIAH DIVISION IN INDONESIA | Penelitian ini berjudul “THE COMPARISON OF HEALTHY LEVEL ON DUAL BANKING SYSTEM BETWEEN CONVENSIONAL AND SYARIAH DIVISION IN INDONESIA”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesehatan bank pada masing-masing rasio keuangan bank konvensional dan bank syariah dan juga untuk membandingkan tingkat kesehatan antara bank konvensional dan bank syariah di Indonesia. Data yang dikumpulkan merupakan data sekunder. Data sekunder diambil dari laporan keuangan bank yang dipublikasikan oleh masing-masing bank. Laporan keuangan bank yang digunakan adalah laporan keuangan neraca, laporan keuangan Laba Rugi dan Laporan tahunan bank. Analisis ini didasarkan pada data yang bersifat kuantitatif dan kualitatif. Dan juga untuk membandingkan tingkat kesehatan masing-masing rasio keuangan antara Bank Konvensional dengan Bank Syariah di Indonesia menggunakan teknik statistik yang berupa uji beda dua rata-rata (independent sample t-test). Berdasarkan perhitungan tingkat kesehatan bank pada masing-masing rasio keuangan dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan baik rasio CAR, NPL, NPM, ROA, BOPO, dan LDR pada bank konvensional masih berada pada kondisi sehat. Pada bank syariah tingkat kesehatan rasio CAR, NPL secara kseluruhan masih berada pada kondisi sehat. Sementara pada rasio NPM, ROA, BOPO, LDR terdapat beberapa bank syariah berada pada kondisi tidak sehat. Dan Hasil uji statistic independent sample t-test menunjukkan rasio CAR, NPL dan NPM tidak terdapat perbedaan yang tingkat kesehatan yang signifikan. Sedangkan rasio ROA, BOPO, dan LDR tingkat kesehatannya antara bank konvensional dan bank syariah terdapat perbedaan yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik implikasi bahwa Adanya perbedaan tingkat kesehatan masing-masing rasio antara Bank Konvensional dan Syariah, untuk itu pada Bank Syariah perlu meningkatkan kinerja keuangannya, dalam hal ini dapat dilakukan dengan pengelolaan manajemen yang baik agar meningkatnya jumlah laba yang diperoleh dan terdistribusikannya pembiayaan yang tepat sasaran. | This research entitled “THE COMPARISON OF HEALTHY LEVEL ON DUAL BANKING SYSTEM BETWEEN CONVENSIONAL AND SYARIAH DIVISION IN INDONESIA” this research aims to know the healthy level of conventional and syariah bank in Indonesia on ratio CAR (Capital Adequacy Ratio), NPL (Non Performing Loan), NPM (Net Profit Margin), ROA (Return On Assets), BOPO (loan Operational and Income Operational), LDR (Loans to Deposit Ratio) and Comparing the health level between conventional and syariah banking. The data that used is secondary data. The data are taken from financial report which is published by each bank. The financial reports are financial balance, profit-liabilities balance, and annual report. The ratio relates to the evaluation of healthy bank level. The analysis belongs to quantitative and qualitative data and statistical technique by independent sample t-test for comparing the level of healthy banking that happened in conventional or syariah bank. Based on the calculation of the level of healthy bank on each finance ratio, it can be concluded that CAR, NPL, NPM, ROA, BOPO, or LDR ratio on conventional bank is still in good condition. On syariah bank, the level of healthy bank of CAR and NPL ratio is in healthy. On NPM, ROA, BOPO, and LDR ratio is in unhealthy. And the comparison the result of statistic independent sample t-test experiment shows that CAR, NPL and NPM ratio having no significant differences. While ROA, BOPO, and LDR ratio between conventional and syariah bank have significant differences. The implication there is differences in the level of healthy banking on each ratio between conventional and syariah bank. Thus syariah bank need to improve its financial work. In this case, it can be can by good management system in order to increase the value of profit and distribute the debt to the right object. | |
| 8977 | 9226 | F1B010019 | IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM PENERAPAN KARTU TANDA PENDUDUK ELEKTRONIK (KTP-EL) DI KECAMATAN PONDOK GEDE KOTA BEKASI | Penelitian ini dilatar belakangi oleh upaya pemerintah dalam mewujudkan tertib administrasi kependudukan dengan mengurangi Kartu Tanda Penduduk (KTP) ganda bagi penduduk wajib KTP di Indonesia, melalui kebijakan program penerapan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el). Lokasi penelitian ini berada di wilayah Kecamatan Pondok Gede Kota Bekasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menguji pengaruh komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi terhadap efektivititas implementasi kebijakan, baik secara parsial maupun secara bersama-sama. Dengan sasaran penelitian adalah penduduk wajib KTP yang telah melakukan perekaman KTP Elektronik dan aparatur pelaksana kebijakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan metode survey, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi spearman, korelasi ganda, regresi linear sederhana, regresi linear ganda dan regresi ordinal. Pengujian hipotesis menggunakan regresi linear sederhana dan regresi linear ganda. Berdasarkan hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini dapat dijelaskan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara komunikasi terhadap efektivitas implementasi kebijakan sebesar 0,164 atau 16,4 persen. Terdapat pengaruh yang signifikan antara sumber daya terhadap efektivitas implementasi kebijakan sebesar 0,305 atau 30,5 persen. Terdapat pengaruh yang signifikan antara disposisi terhadap efektivitas implementasi kebijakan sebesar 0,178 atau 17,8 persen. Terdapat pengaruh yang signifikan antara struktur birokrasi terhadap efektivitas implementasi kebijakan sebesar 0,308 atau 30,8 persen. Secara bersama-sama, terdapat pengaruh yang signifikan antara Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi, dan Sruktur Birokrasi terhadap Efektivitas Implementasi Kebijakan, sebesar 0,401 atau 40,1 persen. Artinya, semakin baik Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi, dan Sruktur Birokrasi maka akan semakin baik pula Efektivitas Implementasi Kebijakan. Para aparat pelaksana yang terlibat dalam kebijakan ini harus melakukan evaluasi dan saling berkoordinasi untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi selama kebijakan ini dijalankan, seperti dengan melakukan pemanggilan ulang terhadap masyarakat yang belum melakukan perekaman KTP-el, mengoptimalkan tugas para operator agar tidak terjadi kesalahan kembali pada KTP-el yang telah jadi. | This research is motivated by the implementation of program policies Electronic Identity Card (e-ID Card) by the government in achieving orderly administration of the population by reducing double Identity Card (ID Card) for compulsory Indonesian residents. The location of this research is in the District of Pondok Gede Bekasi. The purpose of this study is to know and test the influence of communication, resources, disposition and bureaucratic structure of to the effects of policy implementation, either partially or simultaneously. The study targets are ID Card compulsory residents which have recorded for Electronic ID Card and apparatuses implementing the policy. This study used quantitative research methods with the approach survey method, the technique of collecting data through questionnaires, observation, documentation and interviews. The data analysis technique used are Spearman correlation, multiple correlation, simple linear regression, multiple linear regression and ordinal regression. Hypothesis testing using simple linear regression and multiple linear regressions. Based on the results of the quantitative analysis in this study could described that there is a significant influence of communication on the effectiveness of policy implementation by 0,164 or 16,4 percent. There is significant influence between the resources of the effectiveness of policy implementation by 0,305 or 30,5 percent. There is a significant effect of the disposition of the effectiveness of policy implementation by 0,178 or 17,8 percent. There is a significant relationship between bureaucratic structure on the effectiveness of policy implementation by 0,308 or 30,8 percent. There is a significant effect between the Communications, Resource, Disposition, and Bureaucratic Structure on Policy Implementation Effectiveness, at 0,401 or 40,1 percent. This means that, the better the Communication, Resources, Disposition, and the Bureaucratic structure that the better its effectiveness of policy implementation. The officers involved in implementing this policy must evaluate and coordinate with each other to solve problems that occur during the policy implemented, such as by calling back to the people who have not made the recording e-ID Card, optimizing the assignment operator to avoid mistakes back in e-ID Card who has finished. | |
| 8978 | 9230 | C1K010013 | THE EFFECT OF ADVERTISING SPENDING ON BRAND LOYALTY MEDIATED BY STORE IMAGE, PERCEIVED QUALITY, AND BRAND TRUST | Belakangan ini perusahaan perusahaan memiliki persaingan yang ketat dalam menawarkan produknya, dan banyak dari mereka membuat produk yang hampir mirip dengan kompetitor. Permasalahanya adalah bagaimana mereka dapat memenangkan pangsa pasar ? salah satu strateginya adalah dengan strategi Branding. Banyak perusahaan yang telah memasang iklan di media masa dan meletakan Banner di sepanjang jalan, dengan tujuan menarik konsumen untuk menggunakan atau mencoba produknya. Dengan memasang iklan dimedia masa, perusahaan berusaha untuk meyakinkan, mengajak, dan memberikan informasi kepada konsumen, sehingga konsumen akan membeli produk mereka. Penelitian ini berjudul The Effects of Advertising Spending on Brand Loyalty Mediated by Store Image, Perceived Quality, and Brand Trust (Study on Yamaha Motorcycle Customer in Purwokerto). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efek pengeluaran iklan terhadap kesetiaan merek dengan citra toko, perasaan kualitas, dan kepercayaan merek sebagai variable mediasi. Populasi penelitian ini adalah penduduk yang tinggal di Purwokerto barat, timur, utara dan selatan yang menggunakan motor Yamaha dan pernah melihat iklan motor Yamaha. Teknik pengambilan sampel menggunakan Convenience sampling, menggunakan 125 responden dari Purwokertu Barat, Timur, Utara, dan Selatan yang menggunakan motor Yamaha dan pernah melihat iklan Yamaha . Variabel-variabel dalam penelitian ini dianalisis menggunakan Structural Equation Modelling (SEM). Hasi dari penelitian ini menunjukan nilai pengeluaran iklan dalam membangun kesetiaan merek yang menyarankan menejer dari perusahaan Yamaha motor untuk menekankan kepada pengeluaran iklan dan citra toko yang menuju kepada kepercayaan merek sehingga menghasilkan konsumen yang setia. Hal tersebut dapat di lakukan dengan melatih tenaga customer service, dan mendukung kegiatan khusus, dan kegiatan sosial melalui komunitas merek dibawah naungan Yamaha Rider Federation Indonesia (YRFI), seperti YVCI, BYONIC dan lain sebagainya. | Nowadays companies have a tight competition in offering their product, and most of them make their product nearly identical with of the competitor. The problem is how they can win the consumer share and heart ? One of the strategies they used to do that is by a branding strategy. Many companies have started placing many advertisements in the mass media and placing banner along the streets, in order to attract consumer to using or just trying their products. By placing an advertisement on mass media, the company tries to encourage, persuade, and prove information to the customer, so that their customer will buy their products. This research is entitled “The Effects of Advertising Spending on Brand Loyalty Mediated by Store Image, Perceived Quality, and Brand Trust (Study on Yamaha Motorcycle Customer in Purwokerto).” The purpose of this study is to analyze the effects of adverising spending on brand loyalty with store image, perceived quality and brand trust as the mediating variable on Yamaha motorcycle on Purwokerto. The populations in this study was people living in East, West, North, and South Purwokerto who used yamaha motor and had ever seen Yamaha motor advertisement. The sampling technique is convenience sampling, using 125 respondent from West, East, North, and South Purwokerto who used yamaha motorcycle and had ever seen yamaha motor advertisement. The variables of this research were analyzed using Structural Equation Modelling (SEM). The result of the study shows the value of advertising spending in building brand loyalty that sugest the managers of Yamaha motor company should give emphasis on advertising spending, and store image that lead toward brand trust in order to create loyal customer. It can be done by train their customer service, and support special events, and also by supporting social activity through brand community under Yamaha Rider Federation Indonesia YRFI, such as YVCI, BYONIC, and the others. | |
| 8979 | 10678 | A1H010045 | RANCANG BANGUN AUTOMATIC SOLAR TRACKER DUA SUMBU ROTASI DENGAN ARDUINO UNO R3 | Kebutuhan energi listrik terus menigkat seiring pertumbuhan populasi dan ekonomi. Meningkatnya kebutuhan energi menimbulkan permasalahan dalam penyediaan energi. Energi surya merupakan energi terbarukan sebagai salah satu solusi pemenuhan kebutuhan energi. Indonesia memiliki potensi energi surya sebesar 4,8 kWh/m2 setiap harinya. Pemanfaatan energi surya sebagai sumber listrik dengan menggunakan panel surya. Efisiensi maksimal sebuah panel surya secara teoritis dapat mencapai 30-40%, namun pada umumnya hanya mencapai 7-17%. Pengendalian posisi panel surya menjadi penting agar energi surya terserap optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat automatic solar tracker yang mampu mengoptimalkan panel surya, mengetahui peningkatan energi listrik yang dihasilkan panel surya menggunakan automatic solar tracker dan mengetahui peningkatan nilai efisiensi konversi energi surya menjadi listrik oleh panel surya menggunakan automatic solar tracker. Solar tracker terdiri dari rangka dan rangkaian elektronik. Rangkaian elektronik berupa sistem kendali terdiri dari sensor LDR, Arduino UNO R3 dan motor servo. Hasil pengujian menunjukan automatic solar tracker mampu menjejak posisi matahari. Hasil penjejakan sudut γ memiliki rata-rata selisih dengan sudut γs sebesar 18,36°. Penjejakan sudut θz ditunjukan oleh sudut β panel surya. Rata-rata selisih nilai β dengan θz sebesar 1,39°. Daya yang dihasilkan oleh panel surya tanpa automatic solar tracker sebesar 7,81 W dengan energi input 38,37 W. Daya yang dihasilkan panel surya dengan automatic solar tracker adalah 8,40 W dengan energi input 35,49 W. Peningkatan efisiensi konversi energi oleh panel surya dengan automatic solar tracker sebesar 3,31%. | Electricity demand increases along with population and economy growth. Increasing of energy demand make problem in supply. Sun/solar that is renewable energy can be solution for accomplish energy demand. Indonesia retrieve 4,8 kWh/m2 solar energy in a day. Solar energy was used as electricity source by photovoltaic (PV). In theory, maximum efficiency of PV can be 30-40%, but just reach 7-17% in general. Controlling PV position is important for solar absorbing optimization . This study is aimed for design nd create automatic solar tracker which can optimize PV, to know increasing of electricity power of PV output used automatic solar tracker and to know increasing efficiency of solar energy conversion to electricity by PV using automatic solar tracker. Solar tracker is consist of two parts, framework and electric circuit. Electric circuit is controlling system that consist of LDR, Arduino UNO R3 and motor servo. Test result show that automatic solar tracker can track sun position. Average error of γ tracking result is 18,36°. θz tracking was showed by β. Average difference value of β with θz was 1,39°. Output power of PV without automatic solar tracker was 7,81 W with 38,37 W input energy. Output power of PV with automatic solar tracker was 8,40 W with 35,49 W input energy. Increasing of energy conversion efficiency from PV with automatic solar tracker was 3,31%. | |
| 8980 | 10679 | D1E010273 | KUALITAS KARKAS BERBAGAI AYAM SENTUL JANTAN PERIODE AWAL | Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas karkas berbagai ayam Sentul jantan periode awal. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 250 ekor Day Old Chick (DOC) ayam Sentul dengan lima macam ayam Sentul, yaitu ayam Sentul Abu, ayam Sentul Batu, ayam Sentul Debu, ayam Sentul Emas dan ayam Sentul Geni. Jumlah masing- masing jenis ayam sentul yaitu 50 ekor. Metode yang digunakan adalah metode experimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 kali ulangan. Perlakuan yang diuji terdiri atas 5 macam, yaitu : Sa = ayam Sentul Abu, Sb = ayam Sentul Batu, Sd = ayam Sentul Debu, Se = ayam sentul Emas, Sg = ayam Sentul Geni. Rataan kualitas karkas ayam Sentul (Abu, Batu, Debu, Emas, dan Geni) adalah 19,34±0,740; 18,44±0,713; 18,66±0,723; 17,82±0,526; dan 18,20±0,758. Konformasi karkas adalah 3,52±0,383; 3,48±0,192; 3,52±0,084; 3,54±0,329; dan 3,60±0,158. Perdagingan adalah 3,40±0,158; 3,18±0,130; 3,04±0,230; 3,06±0,251; dan 2,82±0,239. Perlemakan adalah 2,66±0,182; 2,42±0,130; 2,46±0,089; 2,42±0,239; dan 2,34±0,167. Keutuhan adalah 3,22±0,130; 3,14±0,207; 3,04±0,428; 2,94±0,152; dan 3,12±0,217. Rataan skor warna karkas adalah 3,12±0,356; 3,10±0,255; 3,24±0,230; 2,78±0,164; dan 3,12±0,148. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa berbagai jenis ayam sentul berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kualitas karkas ayam Sentul dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai perdagingan, namun berpengaruh tidak nyata(P>0,05) terhadap nilai konformasi, perlemakan dan warna karkas ayam sentul. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan kualitas karkas ayam Sentu Abu lebih baik dibandingkan dengan ayam Sentul Emas, sedangkan kualitas karkas ayam Sentul Batu, Sentul Debu dan Sentul Geni relatif sama. Perdagingan pada karkas ayam Sentul Abu juga lebih baik jika dibandingkan dengan ayam Sentul Geni, sedangkan perdagingan pada karkas ayam Sentul Batu, Sentul Debu dan Sentul Emas relatif sama. | The purpose of the experiment was to know the differences Quality of Carcass in Various Males of Sentul Chicken Starter Period. The material that were used in this research was 250 DOC of Sentul Chicken which contain Sentul Abu, Sentul Batu, Sentul Debu, Sentul Emas, and Sentul Geni chicken. The amount of each Sentul Chicken was 50 chicken. The research was performed using in vivo experimental method with Completely Randomized Design (CRD). The treatments tested consisted of five kinds, specifically : Sa = Abu Sentul Chickens, Sb = Batu Sentul Chicken, Sd = Debu Sentul Chicken, Se = Emas Sentul Chicken, Sg = Geni Sentul Chicken. The averages quality score of Sentul Chicken carcass (Abu, Batu, Debu, Emas and Geni) were 19.34±0.740, 18.44±0.713, 18.66±0.723, 17.82±0.526, and 18.20±0.758. Conformation score were 3.52±0.383, 3.48±0.192, 3.52±0.084, 3.54±0.329, dan 3.60±0.158. Fleshing score were 3.40±0.158, 3.18±0.130, 3.04±0.230, 3.06±0.251, dan 2.82±0.239. Fat covering score were 2.66±0.182, 2.42±0.130, 2.46±0.089, 2.42±0.239, dan 2.34±0.167. The wholeness of carcass score were 3.22±0.130, 3.14±0.207, 3.04±0.428, 2.94±0.152, dan 3.12±0.217. The averages colours of carcass scores were 3.12±0.356, 3.10±0.255, 3.24±0.230, 2.78±0.164, dan 3.12±0.148. The results of analysis of variance showed that various male sentul chicken significant (P<0.05) effect on the quality of Sentul chicken carcass and very significant (P<0,01) effect on fleshing score, but has not significant effect (P>0,05) on conformation, fat covering, and colour of Sentul chicken carcass. The results showed that quality of carcass Sentul Abu better than Sentul Emas, meanwhile no difference to the quality carcass of Sentul Batu, Sentul Debu, and Sentul Geni. The fleshing of Sentul Abu chicken also better than Sentul Geani, meanwhile no diferrence to the fleshing of Sentul Batu, Sentul Debu, and Sentul Emas carcass. |