| NIM | D1E010099 |
| Namamhs | FITRIA RAKHMAWATI |
| Judul Artikel | HUBUNGAN ANTARA KIDDING INTERVAL DENGAN SERVICE PER CONCEPTION DAN LAMA KEBUNTINGAN PADA KAMBING LOKAL DI KECAMATAN SUMBANG – KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara kidding intervaldengan service per conception dan lama kebuntingan pada kambing lokal yang ada di Kecamatan Sumbang. Sasaran penelitian adalah ternak kambing lokal dan peternak kambing lokal di Desa Gandatapa. Sikapat, dan Tambaksogra. Metode yang digunakan adalah metode survei. Sampel yang diteliti sebanyak 278 ekor induk kambing lokaldari total populasi induk kambing lokal 1390 ekor yang sudah beranak minimal dua kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kidding intervalterbaik secara berturut-turut adalah Desa Tambaksogra (289,75 hari), Desa Gandatapa (289,92 hari), dan Desa Sikapat (296,59 hari). Service per conception terbaik secara berturut-turut adalah Desa Sikapat (1,52kali), Desa Tambaksogra (1,53 kali), dan Desa Gandatapa (1,81 kali). Lama kebuntingan kambing lokal terbaik secara berturut-turut adalah Desa Tambaksogra (151,79 hari), Desa Gandatapa (152,37 hari), dan Desa Sikapat (152,62 hari). Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa kidding interval berpengaruh sangat nyata (P˂0,01) terhadap service per conception dan lama kebuntingan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Di Kecamatan Sumbang service per conception lebih berperan terhadap panjang atau pendeknya kidding interval. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The purpose of this research is to evaluate how far the relationship among kidding interval to service per conception and pregnancy of local does in Sumbang District. The object of this research are 278 local does at least twice kidding from pupulation of 1390 local does at Gandatapa, Sikapat, and Tambaksogra vllages. Survey methods has been used on this research. The result of this research showed that the highest kidding interval is achieved by local does is Tambaksogra Village (289,75 days), then Gandatapa Villages (289,92 days), and Sikapat Villages (296,59 days). The best average of service per conception is Sikapat (1,52 times), followed by Tambaksogra Village (1,53 times), and Gandatapa Village (1,81 times). The best result of average pregnancy is Tambaksogra Village (151,79 days), followed by Gandatapa Village (152,37 days), and Sikapat Village (152,62 days). The result of multiple regression analysis shows that kidding interval has a highly significant relationship (P<0,01) to service per conception and pregnancy. Conclusion of this research is service per conceptioncontribute the higher influenced to kidding interval. |
| Kata kunci | Kambing lokal, kidding interval, service per conception, lama kebuntingan. |
| Pembimbing 1 | Dr. Ir. C. Rachmawati WS,SU, M.Agr.Sc |
| Pembimbing 2 | Prof. Ir. Dadang Mulyadi S, MS, M.Agr.Sc, Ph.D |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2015-02-16 22:25:43.636731 |
|---|