Home
Login.
Artikelilmiahs
10233
Update
MUHAMMAD ALFAN HUDA
NIM
Judul Artikel
ANALISIS RISIKO BENCANA TSUNAMI DI WILAYAH KECAMATAN CILACAP SELATAN KABUPATEN CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Cilacap, sebagai salah satu kabupaten yang berada di pesisir selatan Jawa Tengah tergolong dalam daerah rawan bencana tsunami menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hal ini dikarenakan Cilacap mempunyai bentuk berupa teluk yang menyempit yang merupakan salah satu ciri daerah yang rawan terhadap tsunami.. Berdasarkan kondisi tersebut, maka perlu dilakukan zonasi tingkat risiko daerah rawan bencana tsunami berdasarkan bahaya alam dan kerentanan di Kecamatan Cilacap Selatan. Variabel kerentanan tsunami dalam studi ini diwakili oleh 5 jenis variable yaitu Kelas Penggunaan Lahan (Land use), Kelas Ketinggian, Kelas Jarak dari Pantai, Kelas Kemampuan Evakuasi, dan Kelas Kepadatan Penduduk. Nilai kerentanan yang diperoleh dipengaruhi oleh kelima jenis variabel tersebut di atas. Daerah rawan bencana tsunami diidentifikasikan sebagai daerah yang berpotensi terkena rayapan gelombang tsunami dan merupakan daerah yang terendam oleh gelombang tsunami ketika terjadi bencana tsunami. Faktor – faktor yang mempengaruhi kerawanan tsunami antaralain, jarak maksimum rendaman, tinggi rayapan maksimum (run-up), dan daerah rendaman (inundasi). Dalam studi ini, dilakukan analisis untuk kerawanan dengan cara overlay citra Landsat dengan Innundation modelling, analisis kerentanan dengan pembobotan kriteria kerentanan (AHP) dan kemudian output dari analisis kerawanan dan kerentanan kembali dianalisis dengan metode Weight Overlay sehingga didapat peta resiko. Dari penelitian didapat luas area dengan keriteria sangat rawan seluas 892492 m² atau 7.325 % sedangkan luas total area dengan keriteria rawan memiliki luas 2370436 m² atau 19.455 % dari luas total Kecamatan Cilacap Selatan. Untuk tingkat desa diketahui bahwa desa Tegalkamulyan memiliki daerah sangat rawan seluas 676917 m² dan luas area rawan 1426352 m².Berdasarkan tingkat kerentanan, Kecamatan Cilacap Selatan memiliki daerah sangat rentan seluas 2316216 m² atau 19.01% dan daerah rentan seluas 8364818 m² atau 68.653 % dari luas total Kecamatan Cilacap Selatan. Untuk tingkat desa, Tegalreja merupakan daerah dengan tingkat kerentanan terbesar yaitu seluas 563213 m² rentan dan 2195087 m² sangat rentan. Berdasarkan resiko bahaya, desa yang paling beresiko adalah desa Tegalkamulyan dengan daerah yang cukup beresiko seluas 643761 m² dan daerah yang beresiko seluas 1764435m².
Abtrak (Bhs. Inggris)
Cilacap, as one of the districts in the southern coast of Central Java belong to the tsunami disaster prone areas according to the National Disaster Management Agency (BNPB). This is because Cilacap has narrowed the form of the bay which is one of the characteristics of the tsunamiprone areas .Under these conditions, it is necessary to risk level zoning tsunami prone areas based on natural hazards and vulnerability in District south of cilacap. The tsunami vulnerability variable in this study is represented by a variable that is five Class types of land use (Land use), Height Class, Class Distance from the beach, Evacuation Capability Class, and Class Population Density. Values obtained are affected by the vulnerability of the five types of these variables. Tsunamiprone areas identified as potentially affected areas creep tsunami waves and is an area submerged by the tsunami when the tsunami. Factors factors affecting vulnerability antaralain tsunami, the maximum distance of immersion, high maximum creep (runup), and the immersion area (inundation). In this study, an analysis of vulnerability by means of Landsat imagery overlaid with Innundation modeling, vulnerability analysis by weighting the criteria of vulnerability (AHP), and then the output of insecurity and vulnerability analysis re-analyzed by the methods of Weight Overlay in order to get a map of risk. From the study area with the criteria obtained very vulnerable area of 892492 m² or 7.325%, while the total area of the cartilage has a broad criteria of 2,370,436 m² or 19.455% of the total area of Cilacap District of South. For the village level the village Tegalkamulyan have known that the area is prone area of 676917 m² and the area is prone 1,426,352 m².Based on vulnerability level, District of South Cilacap has a very vulnerable area or an area of 2316216 m² and 19.01% area vulnerable area of 8364818 m² or 68,653% of the total South Cilacap Sub-district. For the village level, Tegalreja is an area with a level of vulnerability that is most vulnerable area of 563213 m² and 2195087 m² very vulnerable. Based on the risk, the risk that the village is the village Tegalkamulyan with relatively high risk area covering 643761 m² and the area at risk 1764435m² area.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save