Artikelilmiahs
Menampilkan 7.121-7.140 dari 48.889 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 7121 | 8229 | D1F011009 | Bobot Hati dan Ginjal Kelinci Yang Di Beri Pakan Mengandung Protein Konsentrat Bungkil Biji Jarak Fermentasi | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan protein konsentrat bungkil biji jarak (CP-BBJ) fermentasi terhadap bobot hati dan bobot ginjal kelinci. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian unggulan tahun 2013 dengan ketua proyek penelitian Titin Widiyastuti, SPt.,M.Si. Materi yang digunakan adalah kelinci rex unsexed lepas sapih dengan kisaran umur 8 minggu sebanyak 20 ekor dengan bobot potong 500-1000 gram dan ransum menggunakan CP-BBJ fermentasi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental in vivo dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dilanjutkan uji orthogonal polynomial. Jumlah perlakuan empat dengan ulangan sebanyak lima kali dan setiap ulangan terdiri atas satu ekor kelinci. Perlakuan yang diuji adalah penggunaan perlakuan CP-BBJ fermentasi dengan perlakuan R1 (tanpa CP-BBJ fermentasi), perlakuan R2 (penggunaan CP-BBJ fermentasi 6%), perlakuan R3 (penggunaan CP-BBJ fermentasi 12%), dan perlakuan R4 (penggunaan CP-BBJ fermentasi 18%). Peubah yang dicatat dan diamati adalah bobot hati dan bobot ginjal kelinci. Data dianalisis menggunakan analisis kovariansi dan dikoreksi ke arah sex yang sama. Hasil analisis | The aim of this research was knowing the use protein concentrate of fermented Jatropha curcas L. seed meal on weights liver and kidney rabbit’s. This study is part of research excellence by 2013 with the Chair of the research project Titin Widiyastuti, SPt., M.Si. Materials used were unsexed rex rabbit with the range of age 8 weeks as many as 20 heads and weight 500-1000 grams and ration use protein concentrates of fermented Jatropha curcas L. seed meal. This research was conducted by in vivo experimental method, by using Completely Randomized Design (CRD). Treatment numbers were four with five replications and each replication consisted of one rabbit. The tested treatments were treatment the use of protein concentrate of fermented Jatropha curcas L. seed meal with R1 (without protein concentrates of fermented Jatropha curcas L. seed meal), R2 (use 6% of protein concentrate of fermented Jatropha curcas L. seed meal), R3 (use 12% of protein concentrate of fermented Jatropha curcas L. seed meal), R4 (use 18% of protein concentrate of fermented Jatropha curcas L. seed meal). Variables that were recorded and observed were weights liver and kidney rabbit’s. Data were analyzed using analysis of covariance and corrected to the same sex. | |
| 7122 | 8231 | D1F011018 | Kadar Hemoglobin dan Trombosit Kelinci Yang Di beri Pakan Mengandung Protein Konsentrat Bungkil Biji Jarak Fermentasi | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan protein konsentrat bungkill biji jarak (CP-BBJ) fermentasi terhadap kadar hemoglobin dan kadar trombosit kelinci. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian unggulan tahun 2013 dengan ketua proyek penelitian Titin Widiyastuti, SPt.,M.Si. Materi yang digunakan adalah kelinci rex unsexed lepas sapih dengan kisaran umur 8 minggu sebanyak 20 ekor dengan bobot potong 500-1000 gram dan ransum menggunakan CP-BBJ fermentasi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental in vivo dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dilanjutkan ujii orthogonal polynomial. Jumlah perlakuan empat dengan ulangan sebanyak lima kali dan setiap ulangan terdiri atas satu ekor kelinci. Perlakuan yang diuji adalah penggunaan perlakuan CP-BBJ fermentasi dengan perlakuan R1 (tanpa CP-BBJ fermentasi), perlakuan R2 (penggunaan CP-BBJ fermentasi 6%), perlakuan R3 (penggunaan CP-BBJ fermentasi 12%), dan perlakuan R4 (penggunaan PK-BBJ fermentasi 18%). Peubah yang dicatat dan diamati adalah kadar hemoglobin dan kadar trombosit kelinci rex. Data dianalisis menggunakan analisis kovariansi dan dikoreksi ke arah sex yang sama. | The aim of this research was knowing the use protein concentrate of fermented Jatropha curcas L. seed meal on levels of haemoglobin and platelet in blood rabbit’s. This study is part of research excellence by 2013 with the chair of the research project Titin Widiyastuti, SPt., M.Si., Materials used were unsexed rex rabbit with the range of age 8 weeks as many as 20 heads and weight 500-1000 grams and ration use protein concentrates of fermented Jatropha curcas L. seed meal. This research was conducted by in vivo experimental method, by using Completely Randomized Design (CRD). Treatment numbers were four with five replications and each replication consisted of one rabbit. The tested treatments were treatment the use of protein concentrate of fermented Jatropha curcas L. seed meal with R1 (without protein concentrates of fermented Jatropha curcas L. seed meal), R2 (use 6% of protein concentrates of fermented Jatropha curcas L. seed meal), R3 (use 12% of protein concentrates of fermented Jatropha curcas L. seed meal), R4 (use 18% of protein concentrates of fermented Jatropha curcas L. seed meal). Variables that were recorded and observed were levels of haemoglobin and platelet in blood rabbit. Data were analyzed using analysis of covariance and corrected to the same sex. | |
| 7123 | 7704 | H1C008082 | PERANCANGAN SISTEM DETEKSI PENYAKIT MATA KATARAK DAN GLAUKOMA BERBASIS KOMUNITAS DENGAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) | Sebagai salah satu alat indra yang penting bagi kehidupan manusia, mata sangat perlu dijaga kesehatannya. Ada beberapa penyakit mata yang bisa menyebabkan kebutaan seperti katarak dan glaukoma. Namun ketidaktahuan masyarakat akan hal tersebut membuat mereka mengabaikan gejala-gejala yang terjadi, serta mahalnya biaya pemeriksaan di klinik spesialis mata menjadi alasan untuk tidak langsung memeriksakan gejala yang dirasakan. Sistem deteksi penyakit mata dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) yang menggunakan gejala berbasis komunitas sebagai basis datanya diharapkan bisa dimanfaatkan oleh pusat kesehatan masyarakat untuk mendeteksi gejala awal dari katarak maupun glaukoma tanpa melalui uji klinis, sehingga masyarakat bisa memeriksakan gejala yang dirasakan ke puskesmas terdekat dengan biaya yang lebih terjangkau. Dengan demikian penanganan dini terhadap gejala penyakit mata bisa dilakukan sebelum penyakit tersebut bertambah parah. Hasil dari sistem yang telah dirancang mempunyai tingkat keakuratan 88,8% dari 45 sampel pasien penyakit mata dengan membandingkan hasil diagnosa dari petugas medis di Balai Pengobatan Mata Kamandaka. | As one of the essential senses for human life, eye health is very important to be maintained. There are several eye diseases that can cause blindness such as cataracts and glaucoma. But the ignorance of the people make them ignore the perceived symptoms, and the high cost of eye checkup in specialist clinics to be reason for not checkup the perceived symptoms immediately . Eye disease detection system with the Analytic Hierarchy Process (AHP) method which uses symptom based on community as the database is expected to be used by community health centers to detect early symptoms of cataracts or glaucoma without clinical trials, so that people can check the perceived symptoms to the nearest health center with a more affordable cost. Thus early treatment for symptoms of eye disease can be done before the disease gets worse. The results of the system which has been designed have 88.8% accuracy rate of 45 patient samples by comparing the eye disease diagnosis of the medical officer in Kamandaka Eye Medical Center. | |
| 7124 | 10259 | P2FB12007 | ANALISIS EFEKTIVITAS KINERJA PUSKESMAS DI KABUPATEN BREBES | Pembangunan kesehatan dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi–tingginya. Tantangan pembangunan kesehatan dan permasalahan pembangunan kesehatan makin bertambah berat dan kompleks serta terkadang tidak terduga. Untuk mewujudkan kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya diselenggarakan oleh puskesmas. Puskesmas merupakan unit pelayanan kesehatan yang letaknya berada paling dekat ditengah-tengah masyarakat dan mudah dijangkau. Mengingat pentingnya peranan puskesmas dalam mewujudkan tujuan pembanguan kesehatan, maka efektivitas kinerja puskesmas sangat menentukan keberhasilaan pembangunan kesehatan di wilayahnya. Efektivitas kinerja puskesmas adalah suatu keadaan atau kondisi dimana dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai dan sarana atau peralatan yang digunakan serta kemampuan yang dimiliki adalah tepat sehingga tujuan yang diinginkan dapat dicapai dengan hasil yang memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja puskesmas di Kabupaten Brebes dari aspek efisiensi dan efektivitas, serta membandingkan kinerja puskesmas dari aspek efisiensi dan efektivitas berdasarkan kategori puskesmas rawat inap dan bukan rawat inap, puskesmas yang berlokasi di kota kecamatan dan bukan di kota kecamatan, serta puskesmas yang dipimpin oleh dokter dan bukan dokter. Penelitian dilakukan di Kabupaten Brebes dengan jumlah sampel seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Brebes sebanyak 38 puskesmas (total sampel), sedangkan untuk menganalisis kinerja puskesmas yaitu melalui pendekatan deskriptif kuantitatif untuk mengukur efisiensi dan efektivitas kinerja puskesmas melalui ratio input, output dan outcame, dengan fokus pada enam kegiatan pokok yang wajib dilaksanakan oleh puskesmas, yaitu upaya promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan ibu, anak dan KB, perbaikan gizi, pencegahan dan pemberantasan penyakit menular serta pengobatan umum. Berdasarkan hasil analisis kinerja puskesmas berdasarkan aspek efisiensi, kinerja puskesmas di Kabupaten Brebes sebagian besar puskesmas (85,96 persen) adalah efisien. Nilai efisiensi tertinggi pada kegiatan kesehatan lingkungan dan kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyakit menular yaitu (94,74 persen), sedangkan nilai efisiensi terendah pada kegiatan promosi kesehatan (65,79 persen. Berdasarkan hasil analisis kinerja puskesmas dari aspek efektivitas, kinerja puskesmas di Kabupaten Brebes sebagian besar puskesmas efektif (68,42 persen). nilai efektivitas tertinggi pada kegiatan upaya perbaikan gizi (84,21 persen) sedangkan nilai efektivitas terendah pada kegiatan upaya promosi kesehatan (45,61 persen). Berdasarkan hasil analisis komparatif dari nilai efisiensi, puskesmas rawat inap lebih efisien daripada puskesmas bukan rawat inap tetapi dari nilai efektifitas puskesmas bukan rawat inap lebih efektif daripada puskesmas rawat inap. Kemudian untuk puskesmas yang berlokasi di kota kecamatan ternyata lebih efisien daripada puskesmas yang berlokasi bukan di kota kecamatan, tetapi puskesmas yang berlokasi di bukan kota kecamatan lebih efektif dari puskesmas yang berlokasi di kota kecamatan. Untuk puskesmas dengan pimpinan dokter lebih efisien daripada puskesmas dengan pimpinan bukan dokter, tetapi puskesmas dengan pimpinan bukan dokter lebih efektif daripada puskesmas dengan pimpinan dokter. Ada 3 opsi sebagai pilihan dalam tata kelola puskesmas untuk menentukan darimana mencapai kinerja , yaitu efisiensi dan efektif yang bertolak belakang, efektif saja atau efektif dan efisien secara bersama-sama. | This study aims to analyze Puskesmas performance from the aspects of efficiency and effectiveness in the Brebes regency. The study was conducted in Brebes regency with a sample of all Puskesmas in the Brebes regency as many as 38 Puskesmas (total sample), while to analyze Puskesmas performance was through descriptive quantitative approach. To measure the efficiency and effectiveness of Puskesmas performance through the ratio of input, output and outcame, with a focus the six main activities that must be carried out by Puskesmas, namely health promotion, environmental health, maternal health, child and family planning, nutrition, prevention and eradication of infectious diseases and general medicine. Based on the analysis of Puskesmas performance from the aspects of efficiency, Puskesmas performance in Brebes, most of Puskesmas (85.96 percent) was efficient. Based on the analysis of Puskesmas performance from the aspects of effectiveness, most Puskesmas performance in Brebes was effective Puskesmas (68.42 percent). Thus in this study Ho (most Puskesmas in Brebes regency did not have an effective performance) was rejected and Ha (most Puskesmas in Brebes regency had an effective performance) was accepted. | |
| 7125 | 11683 | F1D010009 | ANALISIS KONFLIK POLITIK DAN RESOLUSI PEDAGANG PASAR TIBAN DENGAN PEMERINTAH KOTA PEKALONGAN | Penelitian ini berjudul “Analisis Konflik Politik Pedagang Pasar Tiban dengan Pemerintah Kota Pekalongan”. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan tentang tahapan perkembangan konflik yang terjadi antara pedagang pasar tiban dengan Pemerintah Kota Pekalongan pasca diterapkanya kebijakan relokasi dan ketertiban umum di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, serta tercapainya resolusi. Penelitian ini juga menjelaskan faktor – faktor yang mendukung dan menghambat dalam proses resolusi konflik antara pedagang pasar tiban dan Pemerintah Kota Pekalongan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Perda Nomor 5 Tahun 2013 mengenai Ketertiban umum yang merujuk pada relokasi pedagang pasar tiban tidak sejalan dengan keinginan masyarakat, khususnya bagi pedagang pasar tiban sehingga penerapan perda tersebut menimbulkan konflik politik. Dalam hal ini, pedagang pasar tiban mempunyai kepentingan ekonomi, sedangkan Pemerintah Kota Pekalongan mempunyai kepentingan politik. Kondisi tersebut menimbulkan adanya kebuntuan komunikasi diantara pedagang pasar tiban dan Pemerintah Kota Pekalongan, sehingga keduanya melakukan penggalangan dukungan dengan modal sosial dan modal politik. Meskipun Pemerintah Kota Pekalongan melakukan tindakan koersif terhadap pedagang pasar tiban namun belum tercapai kesepakatan sehingga Pemerintah Kota Pekalongan melakukan kesepakatan tertentu dengan pedagang pasar tiban sebagai bentuk resolusi konflik. Faktor pendukung yang mendorong tercapainya resolusi adalah adanya mediator dalam konflik pasar tiban dan adanya pembentukan Tim Teknis. Adapun faktor penghambat dalam tercapainya resolusi adalah adanya perbedaan kepentingan antara pedagang pasar tiban dengan Pemerintah Kota Pekalongan dan adanya kebuntuan komunikasi diantara pihak – pihak yang berkonflik. | This study entitled "Political Conflict Analysis and of Tiban Market Traders Resolution with Pekalongan City Government". This study purposed to understand and describe the conflict development stages between Tiban market traders after the Pekalongan City Government relocation policy and public order in Pekalongan , Central Java was implemented, also the achievement of a resolution. The study also describes supporting and resisting factors of the conflict process resolution between Tiban market traders and the Pekalongan City Government. The method used in this study is descriptive qualitative method with case study approach, also the informant determination technique using purposive sampling. Data obtained from the results of observation, interviews, and documentation study. This study used data triangulation techniques to ensure data validity. This research uses interactive relationship analysis techniques that include data collection, data reduction, data display and conclusion. The results of study showed that the application of Regulation No. 5/2013 about public order which refers to the relocation of the tiban market traders is not in line with the people wishes, especially for Tiban market traders so that the application of the regulation leads to political conflict. In this case, the Tiban market traders have economic interests, while the City of Pekalongan have political interests. The condition raises the impasse of communications between traders and the City Government, so that both of them support raising social capital and political capital. Although the Pekalongan City Government applying coercive action against Tiban market traders but have not reached an agreement, so that the government perform certain agreements with market traders as a form of conflict resolution. Supporting factors that encourage the achievement of the resolution is the mediator in the tiban market conflict and the establishment of the Technical Team. The resisting factor in achieving a resolution is the difference in interest between the market traders with the government, and the communication impasse between the parties in conflict | |
| 7126 | 11685 | F1B008068 | MANAJEMEN REKLAME (Studi Tentang Perencanaan, Koordinasi dan Pengawasan dalam Pengelolaan Reklame di Kabupaten Banyumas) | Penelitian ini dilatar belakangi oleh semrawutnyareklame di Kabupaten Banyumas terutama di wilayah eskotip Purwokerto. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen pengelolaan reklame di Kabupaten Banyumas yang dilakukan oleh BPMPP, DCKKTR, DPPKAD dan Satpol PP. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Kualitatif Deskriptif dengan lokasi penelitian di BPMPP, DCKKTR, DPPKAD, dan Satpol PP. Sasaran penelitian adalah orang yang bersinggungan langsung dengan penyelenggaraan reklame, dengan jumlah informan 8 orang, meliputi 2 orang di BPMPP pada bidang perizinan, 2 orang di DPPKAD pada bidang PEndaftaran, Pendataan dan Penetapan Pendapatan, 2 orang di DCKKTR pada bidang Tata Ruang, dan 2 orang di Satpol PP pada bidang Penegakkan Peraturan Daerah dan bidang Ketertiban Umum dan Masyarakat. Pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penyelenggaraan reklame berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 1 Thun 2011 tentang Pajak Daerah dan Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Reklame berjalan dengan baik. Pada aspek penyesuaian bahwa peraturan yangberlaku sudah menyesuaikan dengan perkembangan kreatifitas reklame. pada aspek pencapaian tujuan peningkatan kualitas SDM belum jelas, kemudian anggaran khususnya pada Satpol PP belum memadai. Pada aspek integrasi masing-masing instansi berkoordinasi dengn baik berdasarkan Nota Kesepaktan. Pada aspek pengawasan terdapat kendala yaitu, luasnya wilayah Banyumas membuat pengawasan kurang maksimal. Selain itu juga pelanggaran masih banyak terjadi. Kata kunci : Manajemen dan Reklame | This study was motivated by the chaotic billboard in Banyumas, especially in the area of Purwokerto eskotip. The pupose of this study was to determine the management of billboards in Bnyumas conducted BPMPP, DCKKTR, DPPKAD and municipal police. The method used is descriptive qualitative method with research sites in BPMPP, DCKKTR, DPPKAD and municipal police. The research objectives are people who interact directly with the implementation of the advertisement, the number of informants 8 people, including 2 people in the field of Licensing BPMPP, 2 people in the field DPPKAD Registration, Data Collection and Tax Determination, 2 people in the field Spatial DCKKTR, and 2 people in municipal police in the field of Regional Enforcement and Public Order and Community field. Collecting data using interviews, documentation and observation. The resukts showed tahat the menegement of the advertisement by the Regional regulation No. 1 of 2011 on Local Taxes and Local Regulation No. 14 Year 2014 on the Implementation of Advertising goes well. In the aspect of adjustment that regulations are already adjusting to the development of advertising creativity. In the aspect of achieving the goal of increasing the quality of human resources is not clear, then the municipal police budgets particularly inadequate. In the aspect of intregration of each agency to coordinate with both based on the Memorandum of Understanding. In the aspect of supervision there are obstacles that is, the extent of Banyumas make less than the maximum supervision. In addition, there are many violations occur. Keywords : Management and Advertising | |
| 7127 | 8254 | D1E009126 | ANALISIS FUNGSI PRODUKSI PADA USAHA TERNAK SAPI JABRES DI KABUPATEN BREBES | Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor produksi, produksi ternak sapi jabres dan pengaruh faktor produksi (jumlah sapi yang di pelihara, pakan hijauan, kepadatan kandang, pemberian kosentrat) terhadap produksi PBBH pada usaha sapi Jabres di Kabupaten Brebes. Penelitian dengan metode survei dengan pengambilan sampel wilayah dan responden secara purposive sampling atau sengaja sebanyak 60 peternak. Data yang diperoleh adalah data primer yang berasal dari wawancara langsung dengan responden dan data sekunder berasal dari pustaka, hasil penelitian terdahulu, dan Dinas terkait. Analisis fungsi produksi pada usaha sapi jabres di Kabupaten Brebes di analisis dengan cobb-douglas dan dilajutkan uji T. Hasil penelitian menunjukan jumlah ternak yang dipelihara, pakan hijauan, kepadatan kandang, dan pemberian kosentrat dapat menambah PBBH pada ternak sapi jabres dan produksi ternak sapi jabres rata-rata 339,95 gram. Hasil analisis menunjukan bahwa pemberian pakan hijauan dan kepadatan kandang berpengaruh nyata (P<0,01) terhadap pertumbuhan bobot badan harian, terbukti pada tingkat kepercayaan 99%. Dari hasil analisis regresi menunjukan bahwa nilai F hitung lebih besar dari F tabel. Hal ini berarti bahwa variabel independen secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap bobot badan harian ternak sapi jabres. Variabel independen yang berpengaruh terhadap variabel dependen sekitar 23,98 persen, artinya variabel independen secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap variabel dependen, dan sisanya 72,02 persen dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak masuk dalam analisis. | This research aimed to determine the factors of production and production of jabres cow and the influence of production factors ( a number of cow were maintened, forage feed, density of cowshed, provision of concentrate) toward ADG production in jabres cow business at district Brebes. Research by survei with sampling areas and respondents with purpose sampling or deliberately by 60 breeder. Obtained data is the primary data obtained from interviews with respondents and secondary data is from literature, results of previous research, and related agencies. Analysis of the production function in the jabres cow business at the district Brebes analyzed with cobb-douglas analysis and then continue with T test. The Results of the study showed a number of cow were maintened, forage feed, density of cowshed, provision of concentrate can menambaha ADG on jabres cow. The production jabres cow average 339,95 grams. The results of the analysis showed that the granting feed forage and density cage influential real (P<0,01) against the ADG, proven on a confidence level of 99%. From the results regression analysis showing that F count value greater than F table. This means that the independent variables together Influential real against daily body weight of jabres cattle. The independent variable influence towards the dependent variable about 23.98 percent, It means the independent variable together influential real against the dependent variable, and remaining 72.02 percent is influence by other variables not included in the analysis. | |
| 7128 | 8232 | F1A008017 | Perempuan Penderita HIV/AIDS: Antara Single Parenting, Stigmatisasi, dan Isu Gender | Sampai sekarang ini stigma yang beredar di masyarakat mengenai orang dengan HIV/AIDS (ODHA) adalah sebagai akibat dari perilaku ODHA yang menyimpang semasa hidupnya sebelum terinfeksi HIV/AIDS, seperti menggunakan narkoba jarum suntik dan seks bebas. Keadaan tersebut memaksa seorang ODHA untuk berusaha menutupi statusnya agar tidak mengalami pengasingan atau dikucilkan oleh masyarakat. Secara biologis perempuan jauh lebih rentan terinfeksi virus HIV daripada laki-laki. Selain itu, ketidakadilan gender menjadi salah satu faktor pendukung seorang perempuan dapat terinfeksi penyakit mematikan ini. Dalam kasus ini, perempuan dapat menjadi korban penularan HIV/AIDS akibat perilaku menyimpang suaminya. Penelitian ini berjudul “Perempuan Penderita HIV/AIDS: Antara Single Parenting, Stigmatisasi, dan Isu Gender”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman hidup Ibu Siti, seorang perempuan dengan HIV/AIDS sekaligus seorang single parent di dalam lingkaran stigmatisasi terhadap ODHA dan ketidakadilan gender terhadap perempuan. Ibu Siti merupakan sasaran penelitan yang dipilih oleh penulis melalui teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dalam bentuk studi biografis atau life story. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kabupaten Banyumas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman yang Ibu Siti alami sebagai ODHA membutuhkan perjuangan yang keras untuk bertahan hidup. Ia merupakan korban penularan HIV/AIDS akibat perilaku seksual suaminya yang tidak sehat. Suaminya yang seringkali “jajan” sembarangan untuk memenuhi kebutuhan biologisnya saat berada di luar kota menjadi penyebab utama ia tertular HIV/AIDS. Peran seorang istri adalah melayani suaminya, termasuk melayani kebutuhan biologisnya. Selain itu, sebagai seorang istri yang baik Ibu Siti tidak patut untuk menanyakan riwayat kesehatan suaminya yang sebenarnya telah terinfeksi virus menular dan mematikan, yakni HIV/AIDS. Kematian suaminya menjadi pukulan berat bagi Ibu Siti. Kini, Ibu Siti harus bertahan hidup sebagai seorang single parent dengan menutupi statusnya sebagai ODHA dari gempuran stigma di masyarakat, sementara penyakit yang dideritanya semakin menggerogoti sistem kekebalan tubuhnya. Ibu Siti harus tetap hidup dan bekerja demi anak-anaknya. | Until now circulating in the community stigma of people living with HIV/AIDS as a result of aberrant behavior during her life before infected with HIV / AIDS, such as drug use and sex-free syringe. The situation forces a status of people living with HIV/AIDS to seek cover in order not to suffer from isolation and ostracized by society. Woman are far more biologically susceptible HIV infected than men. Moreover, gender inequality to be one of the factors supporting a woman can be infected with this deadly disease. In this case, the woman can be a victim of HIV/AIDS as a result of her husband’s deviant behavior. The present study titled "Female with HIV/AIDS: Between Single Parenting, Stigmatization, and Gender Issues". The purpose of this study was to determine Mrs. Siti life experience, a woman with HIV/AIDS as well as a single parent in a circle stigmatization againts people living with HIV/AIDS and gender inequality against woman. Mrs. Siti was the target of scrutiny by the authors selected through purposive sampling technique. This study uses qualitative research methods in the study of biographical or life story. Location of this research is in Banyumas. The results of this study indicate the experience of Mrs. Siti as people living with HIV/AIDS in need of a hard struggle for survival. She is a victim of HIV/AIDS as a result of her husband's sexual behavior that is not healthy. Her husband, who often "junk" to meet the needs of his sexuality arbitrary time outside of the main reason for it to be infected with HIV/AIDS. The nature of a woman is to serve her husband, including serving the needs of sexuality. In addition, as a good wife Mrs. Siti did not think fit to ask her husband 's health history that actually has infected the virus, HIV/AIDS. The death of her husband to be a heavy blow for Mrs. Siti. Now, Mrs. Siti must survive as a single parent with a cover fierce storm status as a person with HIV/AIDS from stigma in society, while the illness she suffered increasingly eroding her body 's immune system. Mrs. Siti must still live and work for her childrens. | |
| 7129 | 11662 | G1A011019 | PERBEDAAN NILAI KAPASITAS VITAL PARU SEBELUM DAN SESUDAH 5 MINGGU SPRINT INTERVAL TRAINING (SIT) Studi pada Mahasiswa Jurusan Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman | ABSTRAK Latar belakang. Fungsi ventilasi paru berperan penting dalam menyediakan oksigen dan membuang karbondioksida. Kapasitas vital paru dapat menggambarkan keadaan fungsi ventilasi. Kapasitas vital paru juga dapat memprediksikan insidensi dan tingkat mortalitas penyakit contohnya penyakit kardiovaskular. Sprint Interval Training (SIT) diduga dapat meningkatkan kapasitas vital paru. Tujuan. Mengetahui perbedaan nilai kapasitas vital paru sebelum dan sesudah lima minggu SIT. Metode. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan pre and post test design without control. Lima belas responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dipilih dengan metode consecutive sampling. SIT terdiri dari empat repetisi dengan 30 detik fase aktif diselingi empat menit fase istirahat dan dilakukan tiga kali seminggu selama lima minggu. Kapasitas vital paru (Slow Vital Capacity (SVC); Forced Vital Capacity (FVC)) diukur sebelum dan sesudah SIT menggunakan metode spirometri. Uji t berpasangan dilakukan untuk mengetahui perbedaan kapasitas vital paru sebelum dan sesudah SIT (p<0.05). Hasil. Terdapat perbedaan yang bermakna pada nilai SVC sebelum dan sesudah SIT (p<0.0001) dan FVC sebelum dan sesudah SIT (p<0.0001). Rerata SVC meningkat dari 3.77±0.28 liter menjadi 4.27±0.28 liter. Rerata FVC juga meningkat dari 3.62± 0.33 liter menjadi 3.97±0.38 liter. Kesimpulan. Terdapat perbedaan nilai kapasitas vital paru sebelum dan sesudah lima minggu SIT. | Background. Lung ventilation function has important role to provide oxygen and waste carbon dioxide. Vital capacity (VC) describe state of ventilation function. Vital capacity can also predict incidence and mortality rate of disease such as cardiovascular disease. Sprint Interval Training (SIT) can improve VC. Objective. To determine the difference of VC before and after five weeks SIT. Method. This study used quasi experimental method, pre and post test design without control. Fifteen subjects who fulfilled inclusion and exclusion criteria was recruited with consecutive sampling method. SIT consisted of four bouts of 30 seconds active alternated with 4 minutes rest and was performed thrice a week. Vital capacity (Slow Vital Capacity (SVC); Forced Vital Capacity (FVC)) was measured before and after SIT using spirometry methods. Paired t-test was performed to determine the difference of VC before and after SIT (p<0.05). Result. There was significant difference of SVC before and after SIT (p<0.0001) and FVC before and after SIT (p<0.0001). Mean of SVC changed from 3.77±0.28 liters to 4.27±0.28 liters. Mean of FVC changed from 3.62±0.33 liters to 3.9±0.38 liters. Conclusion. There is a difference of VC before and after five weeks SIT. | |
| 7130 | 11660 | B1J010080 | TUMBUHAN BAWAH YANG BERPOTENSI SEBAGAI TUMBUHAN OBAT PADA TEGAKAN DAMAR (Agathis dammara) DI KPH BANYUMAS TIMUR | Hutan damar di Kebun Raya Baturraden Kabupaten Banyumas dan Serang Kabupaten Purbalingga berada di wilayah KPH Banyumas Timur memiliki ketinggian berbeda yang dapat mempengaruhi keanekaragaman tumbuhan bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies-spesies tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tumbuhan obat pada ketinggian berbeda di Kebun Raya Baturraden dan Serang dan mengetahui perbedaan spesies tumbuhan obat pada kedua lokasi penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai dengan pengambilan sampel acak terpilih menggunakan petak kuadrat dengan ukuran 2m x 2m sebanyak 30 petak pada masing-masing lokasi penelitian. Tumbuhan bawah yang didapat diidentifikasi serta dicari potensinya sebagai tumbuhan obat. Data dianalisis menggunakan Indeks Nilai Penting (INP), Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) dan Indeks Kesamaan (IS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 12 spesies tumbuhan obat di Kebun Raya Baturraden dan 7 spesies tumbuhan obat di Serang. Hasil penelitian menemukan bahwa ketinggian mempengaruhi keanekaragaman tumbuhan bawah. Spesies tumbuhan obat yang mendominasi di Kebun Raya Baturraden dan Serang berturut-turut adalah Urang-aring (Eclipta prostata (l.) (INP=37,79%) dan Cakar ayam (Selaginella doederleinii) (INP=48,19%). Indeks keanekaragaman (H’) tumbuhan obat di Kebun Raya Baturraden dan Serang tergolong memiliki keanekaragaman yang sedang yaitu 1,88 dan 1,63. Indeks Kesamaan komunitas tumbuhan obat di Kebun Raya Baturraden dan Serang berbeda (IS=43,17%). Spesies-spesies tumbuhan obat yang ditemukan pada dua komunitas yang dibandingkan adalah berbeda. | Forest of Agathis dammara in the Baturraden Botanical Gardens Banyumas and Serang Purbalingga is in East Banyumas KPH region have different altitude that can affect the diversity of undergrowth. The purpose of this study was to determine the species of undergrowth which have potential as medicinal plants at different altitude in the Baturraden Botanical Gardens and Serang then to find out the difference species of medicinal plants at both sites. This research used survey method with selected random sampling using the quadratic plot size 2m x 2m were 30 plots at each research site. Undergrowth obtained are identified and sought its potential as a medicinal plant. Data were analyzed using Importance Value Index (IVI), index diversity of Shannon-Wiener (H') and Index Similarity (IS). The results showed that there are 12 species of medicinal plants in the Baturraden Botanical Gardens and 7 species of medicinal plants in Serang. The results found that the altitude affects the diversity of undergrowth. Species of medicinal plants that dominate in the Baturraden Botanical Gardens is Eclipta prostrata (l.) (IVI=37,79%) and Selaginella doederleinii (IVI=48,19%) which dominate in Serang. Index diversity (H') of medicinal plants in the Baturraden Botanical Gardens and Serang are classified in middle diversity, there are 1,88 and 1,63. The index similarity medicinal plant communities in the Baturraden Botanical Gardens and Serang different (IS=43,17%). The species of medicinal plants found in the two communities were being compared are different. | |
| 7131 | 11716 | G1F007015 | ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP LAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS | Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Pelayanan kefarmasian juga dilaksanakan di puskesmas yang memiliki instalasi farmasi di dalamnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui indeks kepuasan masyarakat terhadap layanan kefarmasian di Puskesmas Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 120 pasien di Puskesmas Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas. Data diperoleh dari jawaban kuisioner yang diisi oleh pasien. Uji validitas dan reliabilitas kuisioner dilakukan dengan metode Korelasi Product Moment dan dengan Cronbach Alpha. Analisis data menggunakan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. KEP/25/M.PAN/2/2004. Hasil analisis penelitian kepuasan masyarakat atas pelayanan kefarmasian di Puskesmas Purwokerto Selatan menunjukan bahwa nilai Indeks Kepuasan Masyarakat adalah sebesar 3,08 atau dalam nilai interval konversi IKM adalah sebesar 75,21 % yang masuk dalam kategori baik. | Pharmacy services is a direct and responsible service to patients related to pharmaceutical products with the aim of achieving definite outcomes to improve the quality of life of patients. Pharmacy services are also carried out at a clinic pharmacy has in it. This study aimed to determine the index of people's satisfaction with pharmacy services in Puskesmas Purwokerto Selatan, Banyumas Regency. The method used was a cross-sectional approach. The sampling technique used accidental sampling with the sample size of 120 patients at Puskesmas Purwokerto Selatan, Banyumas Regency. Data obtained from the questionnaire answers were filled in by the patient. Validity and reliability of the questionnaire was conducted using the Product Moment Correlation and with Cronbach Alpha. Analysis of data using Public Satisfaction Index (HPI) by the Minister of State for Administrative Reform No. KEP / 25 / M.PAN / 2/2004 with adjustment. The results of the analysis community satisfaction with the pharmacy services in Puskesmas Purwokerto Selatan showed that the value of Community Satisfaction Index is equal to 3.08 or the value of the conversion interval IKM amounted to 75.21%, which means it’s included in good category of services. | |
| 7132 | 8233 | C1L010045 | Analysis of Factors Affecting Audit Judgments | Audit Jugement diperlukan karena audit tidak dapat dilakukan pada semua bukti. Bukti ini digunakan untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang telah diaudit, sehingga dapat dikatakan bahwa Audit judgement juga menentukan hasil audit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertimbangan auditor dalam melakukan audit judgement. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis faktor. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah teknik kuesioner. Kuesioner dikirimkan ke 72 auditor di kantor akuntan publik di Yogyakarta. Lima puluh enam kuesioner (78 %) kembali dan dapat diproses. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penilaian auditor dalam melakukan audit dipengaruhi oleh faktor lamanya perikatan audit, faktor risiko, faktor profesionalisme, dan faktor sikap. Faktor Lamanya Perikatan Audit menjadi faktor dominan karena memiliki nilai eigenvalues terbesar dengan 6,240. Implikasi dari penelitian ini bahwa studi lebih lanjut diharapkan tidak hanya untuk menganalisis faktor-faktor dalam penelitian, tetapi dilanjutkan dengan analisis kausal. Kantor akuntan publik diharapkan untuk memperhatikan faktor lamanya perikatan audit dengan suatu klien sehingga tidak akan timbul hubungan yang terlalu dekat antara klien dan auditor yang bisa mempengaruhi independensi dan obyektivitas auditor . | Audit judgment is necessary because the audit cannot be conducted on all of the evidence. These evidence is used to express an opinion on the audited financial statements, so it can be said that the audit judgment also determining the outcome of the audit. This study aims to identify and analyze the factors that affect the auditor’s judgment in doing audit. This research was explorative research. The research methodology used in this research was factor analysis method. Technique used in collecting the data was questionnaire technique. The questionnaires were delivered to 72 auditors in public accounting firms in Yogyakarta. Fifty six questionnaires (78%) were returned complete and could be processed. The results of the data analysis show that the auditor’s judgments in doing audit are influenced by factors of audit tenure, risk, professionalism, and attitude. Audit tenure becomes the dominant factor because it has the largest eigenvalues of 6.240. The implications of this study that further studies are expected not only to analyze the factors in the research, but continued with causal analysis. Public accounting firms are expected to be aware to the audit tenure so close relationship will not exist that would affect the independence and objectivity of the auditor. | |
| 7133 | 8234 | F1D007049 | STRATEGI PEMBIAYAAN PASANGAN CALON HUSEIN BER-BUDHI DALAM PILKADA LANGSUNG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2013 | Skripsi ini merupakan hasil penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus untuk memahami dan menjelaskan strategi pembiayaan pasangan calon Husein ber-Budhi dalam pilkada langsung Kabupaten Banyumas tahun 2013, sekaligus mendeskripsikan dan mengindentifikasi faktor pendukung dan penghambat strategi pembiayaan pasangan calon Husein ber-Budhi dalam pilkada langsung Kabupaten Banyumas tahun 2013. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembiayaan merupakan sub-sistem yang elementer dari kemenangan telak yang diperoleh pasangan calon Husein ber-Budhi dalam pilkada langsung Kabupaten Banyumas tahun 2013. Pembiayaan pasangan calon Husein ber-Budhi dalam pilkada langsung Kabupaten Banyumas lebih banyak didominasi oleh pembiayaan yang berbasis massa voluntaris daripada pembiayaan berbasis elitis. Selain itu, pasangan calon Husein ber-Budhi juga memiliki strategi pengelolaan dana kampanye dan strategi mencegah politik uang yang terbukti efektif dan efisien dalam menekan biaya politik yang tinggi dalam pilkada yang diselenggarakan secara langsung. Hasil penelitian ini merekomendasikan agar para elit partai politik sebaiknya menghilangkan ketergantungan terhadap pembiayaan yang berbasis elitis karena dapat tersandera oleh kepentingan politik para elit pemilik modal. Oleh karena itu, diperlukan adanya kesadaran untuk membangun kehidupan demokrasi yang lebih baik dengan cara meningkatkan keterbukaan informasi kepada publik terkait sumber-sumber pembiayaan dalam pilkada yang diselenggarakan secara langsung. | This thesis is the result of a qualitative study using a case study approach to understand and explain the financing strategy of the candidate pairs Hussein Air- Budhi in Banyumas direct election in 2013, as well as describe and identify factors supporting the financing strategy of the candidate pairs Hussein Air- Budhi in Banyumas direct election in 2013. Results of this study indicate that financing is an elementary sub-system of a victory gained candidate pair Hussein Air- Budhi in Banyumas direct election in 2013. Financing pair Hussein Air- Budhi candidates in direct election Banyumas more dominated by mass-based financing rather than financing based voluntarist elitist. In addition, the candidate pair Hussein Air- Budhi also has a campaign fund management strategy and a strategy to prevent money politics that proved to be effective and efficient in suppressing the high political cost in the elections held directly. The results of this study recommends that the elite political parties should eliminate the dependence on financing based elitist because it can be held hostage by the political interests of the elite owners of capital. Therefore, the awareness needed to build a better democracy by increasing public disclosure of information related to the financing sources in the elections held directly | |
| 7134 | 8235 | C1B009096 | PENGARUH PROMOSI JABATAN, STRESS KERJA DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP TURNOVER INTENTION (KEINGINAN BERPINDAH KERJA) KARYAWAN PT. WELLBE INDONESIA (JAKARTA) | Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh promosi jabatan, stress kerja, dan kepuasan kerja terhadap turnover intention karyawan PT. Wellbe Indonesia. Adapun jumlah responden yang digunakan sebanyak 64 sampel. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan kuesioner dan analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel promosi jabatan berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja, promosi jabatan berpengaruh negatif terhadap turnover intention, stress kerja berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja, stress kerja berpengaruh prositif terhadap turnover intention, dan kepuasan kerja berpengaruh negatif terhadap turnover intention. Implikasi dari penelitian ini adalah pihak manajemen sebaiknya memperhatikan faktor-faktor yang dapat membuat karyawan puas. Faktor tersebut bisa berupa kebijakan promosi jabatan untuk setiap karyawan sesuai dengan kinerja masing-masing karyawan secara adil dan terbuka. Manajemen harus bisa mengelola stress kerja karyawan agar kepuasan kerja karyawan dapat tercapai, sehingga dapat menekan tingkat keinginan untuk berpindah kerja (turnover intention). | This study aims to analyze the influence of job promotion, work stress, and job satisfaction toward turnover intention of employees at PT. Wellbe Indonesia. The sample of this study is 64 respondent. Data collection method used for this study was questionnaires and analysis of the data was multiple linear regression analysis. The result of the Research shows that job promotion variables have a positive effect to job satisfaction, job promotion has a negative effect to turnover intention, work stress has a negative effect to job satisfaction, work stress has a positive effect to turnover intention, and job satisfaction has a negative impact to turnover intention. The implication of this research is that the management should pay attention to the factors that can make employees more satisfied. These factors can include policy of job promotion to every employee according to their performance. The management must be managing work stress of the employees, so that the job satisfaction of the employees can be achieved, so that the intention for the turnover of the employees could be reduced. | |
| 7135 | 8210 | D1E010035 | KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA TEPUNG PUTIH TELUR YANG DIBUAT DENGAN LEVEL SACCHAROMYCES CEREVICEAE DENGAN METODE FREEZE DRYING | Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pemberian level Saccharomyces cereviceae terhadap karakteristik fisika (warna, rendemen, daya buih dan stabilitas buih) tepung putih telur serta kadar protein tepung putih telur. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 26 Februari 2014 sampai 11 Maret 2014 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan dan Laboratorium Riset, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi penelitian terdiri atas telur ayam niaga petelur 7.5 kg, Saccharomyces cereviceae 7.2 g, dan aquades 540 ml. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri atas (T0 : putih telur tanpa Saccharomyces cereviceae; T1 : putih telur ditambah Saccharomyces cereviceae 0.2% dari berat putih telur; dan T2 : putih telur ditambah Saccharomyces cereviceae 0.4% dari berat putih telur) dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan orthogonal polynomial. Hasil penelitian menunjukan bahwa level Saccharomyces cereviceae berpengaruh nyata terhadap rendemen, kadar protein dan warna tepung putih telur (P<0,05) dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap daya buih dan stabilitas buih. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan Saccharomyces cereviceae menghasilkan karakter fisika terbaik (rendemen, warna) dan karakter kimia (kadar protein) masing-masing pada level 0,30%, 0,46% dan 0,47% sedang penambahan Saccharomyces cereviceae sampai 0.4% menghasilkan daya buih dan stabilitas buih yang sama. | The purpose of this research to investigate the effects level of Saccharomyces cereviceae in the making of egg white flour on physical characteristics (color, yield, foaming ability and foam stability) egg white flour and chemical characteristic (protein content) of egg white flour. The research was conducted from 26 February 2014 until 11 March in the Laboratory of Livestock Technology, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, and Laboratory of reserach, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University. The research materials were 7.5 kg eggs of commercial laying chicken, 7.2 g of Saccharomyces cereviceae, and 540 ml of distilled water. The method was an experimental method using a Completely Randomized Design with 3 treatments (T0 : control (not added with Saccharomyces cereviceae); T1 : Saccharomyces cereviceae of the level 0.2% by weight egg whites; and T2 : Saccharomyces cereviceae of the level 0.4% by weight whites and each treatment was repeated as much as 6 times. The data were analyzed using analysis of variance to be continued by orthogonal polynomial. The results showed that the treatment gave signifcant effect on yield, protein content and color (P<0.05) and not significant (P> 0.05) on the foam ability and foam stability. The conclusions of this research is the addition of Saccharomyces cereviceae level produces the best physical characters (yield, color) and chemical characteristic (protein content) were 0.30%, 0.46% and 0.47% whereas the addition of Saccharomyces cereviceae up to 0.4% produces foam ability and foam stability are same. | |
| 7136 | 11663 | G1G010037 | PENGARUH VARIASI KONSENTRASI KITOSAN DAN WAKTU CURING TERHADAP NILAI KEKERASAN NANOKOMPOSIT METAKAOLIN-ZIRKONIA-FLUORAPATIT SEBAGAI MATERIAL RESTORASI GIGI DIREK DENGAN METODE SELF-CURING | Resin komposit sudah sangat luas digunakan di bidang kedokteran gigi sebagai bahan restorasi gigi anterior maupun posterior. Saat ini harga resin komposit di pasaran cukup mahal sehingga resin komposit dengan bahan yang berasal dari alam seperti metakaolin, zirkonia, dan fluorapatit mulai berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi kitosan dan waktu curing terhadap nilai kekerasan komposit metakaolin-zirkonia-fluorapatit pada variasi konsentrasi kitosan 2 %, 4 %, dan 6 % serta waktu curing 1 hari, 3 hari, 6 hari, dan 9 hari. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratories murni dengan membagi kelompok sampel menjadi 3, yaitu kelompok sampel A dengan kitosan 2 %, sampel B dengan kitosan 4 %, dan sampel C dengan kitosan 6 %. Hasil SEM menunjukkan gambaran distribusi partikel yang belum sempurna dan masih belum homogen serta masih terdapat aglomerasi. Nilai rata-rata tertinggi kekerasan sampel A adalah 34,21 VHN, sampel B adalah 30,93 VHN, dan sampel C adalah 30,42 VHN. Pada saat pengujian dengan variasi waktu curing diperoleh hasil bahwa semakin lama waktu curing atau polimerisasi maka nilai kekerasan yang dihasilkan semakin meningkat. | Resin Composite has been very widely used in dentistry as anterior and posterior dental restorative material. The price of resin composite in market are expensive. The condition encourages the development of composite with natural resources such as metakaolin, zirconia, and fluorapatit. The purpose of the research was to find out the effect of chitosan concentration and curing time to the metakaolin-zirconia-fluorapatit composite’s hardness with 2 %, 4 %, and 6 % (w/v) chitosan under 1 days, 3 days, 6 days, and 9 days curing. This study was done under laboratory experimental method and classified in 3 groups, A with 2 % chitosan, B with 4 % chitosan, and C with 6 % chitosan. The result of SEM showed that the particle was distributed uneven and not homogeneous and also agglomerated. The highest average hardness of sample A is 34,21 VHN, sample B is 30,93 VHN, and sample C is 30,42 VHN. The longer curing time, the higher hardness of the composite. | |
| 7137 | 8236 | C1A010087 | DAMPAK PROGRAM SIMPAN PINJAM UNTUK KELOMPOK PEREMPUAN (SPP) PNPM MANDIRI PERDESAAN TERHADAP PENINGKATAN KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA MISKIN DI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei. Penelitian ini mengambil judul: “Dampak Program Simpan Pinjam untuk Kelompok Perempuan (SPP) PNPM Mandiri Perdesaan terhadap Peningkatan Kesejahteraan Rumah Tangga Miskin di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas”. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis dampak program SPP PNPM Mandiri Perdesaan terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga miskin di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas, serta menganalisis tingkat kesejahteraan rumah tangga miskin di Kecamatan Cilongok setelah mengikuti program SPP PNPM Mandiri Perdesaan menurut indikator Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Kabupaten Banyumas tahun 2013. Dalam penelitian ini sifat data yang digunakan adalah data deskriptif yang diolah secara kuantitatif dan kualitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah dengan teknik statistik parametik uji-t yaitu pengujian beda dua rata-rata pengamatan berpasangan (Paired Sample t-test), serta dengan menggunakan rumus kesejahteraan versi KHL Banyumas, yaitu membandingkan pendapatan per kapita/bulan masing-masing responden dengan indikator KHL Kabupaten Banyumas tahun 2013. Berdasarkan hasil analisis uji statistik parametik uji-t, diperoleh nilai t hitung= 4,10 dan nilai t tabel = 1,99. Hasil ini menunjukan bahwa nilai t hitung > t tabel, sehingga hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi perubahan atau peningkatan pendapatan pada rumah tangga miskin penerima manfaat SPP di Kecamatan Cilongok setelah mengikuti program SPP PNPM Mandiri Perdesaan. Kemudian berdasarkan hasil analisis perhitungan rumus kesejahteraan versi KHL Banyumas, diketahui bahwa dari seluruh responden dalam penelitian ini, persentase responden yang sudah sejahtera menurut indikator KHL Kabupaten Banyumas tahun 2013 sebelum mengikuti program SPP adalah sebesar 64,62 persen, sedangkan responden yang tidak sejahtera sebesar 35,38 persen dari total responden. Sementara itu persentase responden yang sudah sejahtera menurut indikator KHL Kabupaten Banyumas tahun 2013 setelah mengikuti program SPP adalah sebesar 76,92 persen, sedangkan responden yang tidak sejahtera 23,08 persen dari total responden. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa program SPP memiliki manfaat dalam meningkatkan kesejahteraan rumah tangga miskin penerima manfaat SPP di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas sebesar 19,05 persen. Kata Kunci : Simpan Pinjam Untuk Kelompok Perempuan (SPP), Pendapatan, Kesejahteraan | This study is a descriptive study using survey method. This study is entitled: "The impact of the Rural Simpan Pinjam untuk Kelompok Perempuan (SPP) PNPM Mandiri Program to Welfare Improvement of Poor Households in Cilongok District of Banyumas Regency". The purpose of this study are to analyze the impact of the Rural SPP PNPM Mandiri program toward the increasing of poor households’s income in the Cilongok District of Banyumas Regency, and to analyze the level of poor households’s welfare in the Cilongok District after getting the rural SPP PNPM Mandiri program according to indicators of Kebutuhan Hidup Layak ( KHL ) of Banyumas in 2013. In this study, the data used is descriptive data that are analyzed quantitatively and qualitatively. The analysis technique used are the statistical technique parametric t-test that tests the difference of two paired observations average (paired sample t - test), and using the welfare formula of Banyumas KHL, which compares income per capita/month of each respondent with Banyumas KHL indicator in 2013. Based on the analysis of statistical tests of parametric t-test, it is obtained t value = 4,10 and t table value = 1,99. These results indicate that the value of t value > t table, so the result of the study shows that there is a change or increasing of the poor households’s income in the Cilongok District after completing the Rural SPP PNPM Mandiri program. Then based on the results of the analysis of the welfare calculation formula using Banyumas KHL, it is discovered that the total respondents in this study, the percentage of respondents who are already prosperous according to Banyumas KHL indicators in 2013 before participating the SPP program about 64,62 percent, while those who are not prosperous about 35,38 percent of the total respondents. Meanwhile, the percentage of respondents who are already prosperous according to Banyumas KHL indicators in 2013 after participating in SPP program about 76,92 percent, while respondents who are not prosperous about 23,08 percent of the total respondents, so it can be concluded that the SPP program affects on the benefeciaries poor households’s welfare improvement in the Cilongok District of Banyumas Regency about 19,05 percent. | |
| 7138 | 10260 | P2FB12006 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PEGAWAI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BREBES | Penelitian ini adalah tentang kinerja pegawai Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Brebes yang di anggap perlu ada pendorong dalam memenuhi pencapaian target seluruh kegiatan perencanaan. Hasil penelitian awal di lapangan menunjukan bahwa secara kuantitatif hampir seluruh target perencanaan, fasislitasi dan koordinasi terpenuhi, akan tetapi secara kualitatif hasil pekerjaan menunjukan adanya hasil yang belum optimal. Kurang optimalnya motivasi pegawai karena kurang adanya dorongan, harapan untuk maju serta adanya pemerataan insentif yang tidak seimbang, kurang optimalnya kemampuan kerja pegawai dalam melaksanakan pekerjaan dan rendahnya kemampuan untuk bekerjasama dam intern institusi terdapat pegawai yang sibuk melaksanakan tugas bahkan sampe harus melakukan lembur, namun di satu sisi terdapat pegawai yang santai.Penelitian ini menitik beratkan tujuannya menganalisis hubungan serta pengaruh faktor motivasi kerja, disiplin kerja,kemampuan personal, dan kepribadian terhadap kinerja pegawai di lingkungan BAPPEDA Kabupaten Brebes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dimana data yang digunakan adalah adata primer dengan populasi sebanyak 72 orang pegawai dan sampel sebesar 50 % atau sebanyak 36 orang. Pengujian hipotesis menggunakan Koefisien Konkordansi Kendall W dan Analisis Regresi (Lininer dan berganda) . Hasil penelitian dapat diketahui bahwa terdapat hubungan antara motivasi kerja (X_1) dengan kinerja pegawai (Y), terdapat hubungan antara disiplin kerja (X_2) dengan kinerja pegawai (Y), terdapat hubungan antara kemampuan personal (X_3) dengan kinerja pegawai (Y), terdapat hubungan antara kepribadian (X_4) dengan kinerja pegawai (Y). Hasil perhitungan dengan menggunakan Korelasi kendall W ( Kendall's coefficient of concordance W) adalah sebesar 0,906, dengan angka Chi-Square 139,143 pada angka signifikansi 0,000. Sedangkan Chi-Square pada tabel dengan derajat kepercayaan 4 dan tingkat signifikansi 5% adalah 67,504. Hasil perhitungan statistik tersebut memberikan keputusan bahwa motivasi, disiplin, kemampuan, kepribadian secara bersama-sama memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kinerja pegawai. Selanjutnya besarnya pengaruh yang diberikan oleh variabel motivasi, disiplin, kemampuan dan kepribadian terhadap kinerja pegawai dapat diketahui dari nilai koefisien determinasi atau harga R2 (R square) sebesar 0,695. Artinya bahwa kinerja pegawai mampu dijelaskan oleh dimensi motivasi, disiplin, kemampuan dan kepribadian sebesar 69,5%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tinggi rendahnya kinerja pegawai BAPPEDA Kabupaten Brebes dapat dipengaruhi oleh faktor motivasi, disiplin, kemampuan, dan kepribadian. | This study is about the employee's performance of Regional Development Planning Board in Brebes regency that there needs to be an incentive in achieving the target of all the planning activities. The results of early research in the field indicated that quantitatively almost the entire planning targets, facilities, and coordination met, but qualitatively the results of the work showed a result that was not optimal. Workers’ motivation was less optimal due to lack of encouragement, hope for progress as well as unbalanced equity incentive. The capability of employees in carrying out the work was less optimal and the ability to cooperate was low. In internal institution employees were busy executing tasks until even have to do overtime, but in one hand there were relaxed employees. This research analyzes the relationship as well as the influence factors of work motivation, work discipline, personal abilities, and personality on the performance of employees within BAPPEDA of Brebes regency. The method used in this research was descriptive quantitative data. The data used was the primary data with total population was 72 employees and total sample was 50% or as many as 36 people. Hypothesis testing used the Spearman Rank Correlation Coefficient and Kendall's coefficient of concordance W and Regression Analysis. The result of this research was that there was a relationship between work motivation (x_1) with employee performance (Y), there was a relationship between the discipline of work (X_2) with employee performance (Y), there was a relationship between personal ability (X_3) with employee performance (Y), there was a relationship between personality (X_4) with employee performance (Y). In the analysis calculation of Spearman Rank Correlation showed that there were jointly positive and significant relationships among variables of motivation, discipline, ability, personality with employees’ performance, where the magnitude of the relationship was given based on the number of r-square 67.504%, which was obtained from the figures Kendall's coefficient of concordance W = 0.906 then Chi-Square figure 139.143 and significance numbers 0.000 while Chi-Square table with degrees of confidence 4 and significance level 5% was 67.504. Furthermore, hypothesis testing using multiple regression analysis showed that there were jointly strong and significant influences among variables of motivation, discipline, ability, personality with employees’ performance, where the magnitude of the relationship/ influence exerted by the R Square value (R2) was equal to 0.695 (69.5%). So, it can be said that the employee level performance BAPPEDA Brebes is Influenced by motivation, discipline, ability, and personality. | |
| 7139 | 8237 | C1C010111 | PENGARUH PERSEPSI SANKSI PERPAJAKAN, PELAYANAN FISKUS, KESADARAN PERPAJAKAN, DAN PENGETAHUAN PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK USAHA KECIL MENENGAH/UKM (Studi Empiris pada UKM di Kabupaten Banyumas) | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh persepsi sanksi perpajakan, pelayanan fiskus, kesadaran perpajakan, dan pengetahuan perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak UKM di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan menggunakan metode survei dalam pengumpulan datanya. Kuesioner dibagikan kepada 86 responden yang merupakan pemilik UKM di Kabupaten Banyumas. Analisis regresi linier berganda digunakan sebagai alat analisis dalam penelitian ini. Kesimpulan yang dihasilkan adalah persepsi sanksi perpajakan, pelayanan fiskus, kesadaran perpajakan, dan pengetahuan perpajakan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak UKM di Kabupaten Banyumas. | This study aimed to examine the effect of the perception of tax penalties, service tax authorities, tax awareness, and knowledge of taxation on tax compliance of Small Medium Enterprises (SMEs) in Banyumas. This research is a quantitative study and survey methods in data collection. Questionnaires were distributed to 86 respondents who are the owners of SMEs in Banyumas. Multiple linear regression analysis was used as an analytical tool in this study. The resulting conclusion is the perception of tax penalties, service tax authorities, tax awareness, and knowledge of taxation significant effect on tax compliance of SMEs in Banyumas. | |
| 7140 | 7723 | G1G009004 | PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN C TERHADAP KADAR MALONDIALDEHYDE SALIVA DAN STATUS KESEHATAN GINGIVA PADA PENDERITA GINGIVITIS PEROKOK DAN NON PEROKOK | Gingivitis merupakan kondisi peradangan gingiva. Proses inflamasi yang terjadi pada gingiva berakibat pada meningkatnya Reactive Oxygen Species (ROS) dalam tubuh. Peningkatan ROS memicu peningkatan Malondialdehyde (MDA) yang merupakan produk hasil peroksidasi lipid yang merupakan indikator kadar radikal bebas dalam tubuh. Vitamin C merupakan sumber antioksidan eksogen, yang dapat membantu penurunan radikal bebas dan penyembuhan gingivitis. Tujuan penelitian ini adalah melihat adanya pengaruh pemberian vitamin C terhadap penurunan kadar MDA pada penderita gingivitis perokok dan non perokok. Subjek penelitian terdiri dari 28 penderita gingivitis yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok gingivitis perokok dan kelompok gingivitis non perokok yang masing-masing terdiri dari 14 subjek. Setiap kelompok diberi vitamin C dosis 500 mg perhari selama 5 hari. Pengambilan saliva dilakukan sebelum dan sesudah konsumsi vitamin C, dan pengukuran kadar MDA menggunakan spektofotometer panjang gelombang 523 nm. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan bermakna kadar MDA saliva pada kedua kelompok sebelum dan setelah perlakuan (p < 0,05). Pemberian vitamin C dapat menurunkan kadar MDA saliva secara signifikan pada kedua kelompok, terdapat penurunan sebesar 61% pada perokok dan penurunan pada non perokok sebesar 17%. Tidak ditemukan adanya hubungan bermakna antara kadar MDA dengan status kesehatan gingiva pada masing-masing kelompok (p > 0,05). Kata Kunci : MDA, Gingivitis, Radikal Bebas, Perokok, Vitamin C | Gingivitis is the inflamed condition of gingival. The inflammation causes the increasing Reactive Oxygen Species (ROS). Moreover, the increasing of ROS could increase the amount of malondialdehyde (MDA) in the body. The MDA is one of the most frequently used indicators of lipid peroxidation. Vitamin C is an exogenous antioxidant which could help decreasing free radicals and curing the gingivitis. The purpose of this research is to see the effect of vitamin C on levels of MDA in the gingivitis patients which are smoker or non-smoker. The test-subjects were including 28 gingivitis patients. They were divided in two groups that were 14 people of smokers and non-smokers, respectively. Each person was given 500 mg of vitamin C for 5 days. Saliva samples were taken before and after consuming vitamin C. The MDA level was measured by spechtofotometry with 532 nm wavelenght. After and before the value of p < 0,05 was embedded. The result shows that vitamin C could help decreasing the amount of MDA significantly on each of the groups, decreasing at smoker 61 % and at non-smoker 17 %. However, there is no relation between the number of MDA with gingival health status on each group after (of p > 0,05). Keywords: MDA, Gingivitis, Free Radical, Smokers, Vitamin C |