Artikel Ilmiah : C1A010091 a.n. DWITA APRILLIA FLORESTI

Kembali Update Delete

NIMC1A010091
NamamhsDWITA APRILLIA FLORESTI
Judul ArtikelFAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN KELUARGA PENGRAJIN MAKANAN OLAHAN
(Studi Kasus Kelompok Wanita Tani Sri Rahayu Desa Kuntili, Kec. Sumpiuh, Kab. Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Pendapatan Dan Tingkat Kesejahteraan Pengrajin Makanan Olahan (Studi
Kasus Kelompok Wanita Tani Sri Rahayu Desa Kuntili, Kec. Sumpiuh, Kab.
Banyumas)”. Tujuan penelitian ini untuk mengukur tingkat kemiskinan dan
kesejahteraan keluarga sebelum menjalankan usaha, menganalisis pengaruh
variabel modal, biaya produksi, harga jual dan lama produksi terhadap
pendapatan, mengukur kontribusi pendapatan pengrajin terhadap pendapatan
keluarga, mengetahui kendala usaha yang dialami dan mengukur tingkat
kemiskinan dan kesejahteraan Pengrajin Makanan Olahan.
Penelitian ini merupakan penelitian survei terhadap pengrajin makanan
olahan yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani Sri Rahayu, populasi
berjumlah 52 orang yang diambil secara keseluruhan. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini yaitu uji asumsi klasik, regresi linier berganda, rumus
kontribusi, membandingkan pendapatan perkapita keluarga dengan garis
kemiskinan dan standar KHL.
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diperoleh: (1) sebelum
menjalankan usaha makanan olahan, keluarga di Desa Kuntili sebagian besar
dalam keadaan miskin yaitu 80,77 persen dan belum sejahtera yaitu 90,38 persen.
(2) variabel modal, biaya produksi, harga jual dan lama produksi secara bersamasama
maupun parsial mempengaruhi pendapatan pengrajin. (3) Kontribusi
pendapatan pengrajin terhadap pendapatan keluarga cukup tinggi yaitu sebesar
89,99 persen. (4) kendala usaha terbesar yang dialami pengrajin makanan olahan
adalah kendala pemasaran yaitu sebesar 37,14 persen. (5) setelah menjalankan
usaha makanan olahan, keluarga Pengrajin Makanan Olahan berada di atas garis
kemiskinan sebesar 80,77 persen dan di atas standar KHL sebesar 71,15 persen.
Implikasi dari hasil penelitian adalah : (1) dengan bergabung menjadi
anggota Kelompok Wanita Tani Sri Rahayu sebagai pengrajin makanan olahan
dapat meningkatkan pendapatan keluarga. (2) para pengrajin lebih giat dalam
menjalankan usahanya karena dapat memberikan kontribusi yang tinggi. (3)
pemerintah hendaknya memberikan perhatian dan dukungan baik permodalan,
pelatihan untuk meningkatkan sumber daya serta dalam peralatan. (4) promosi
lebih ditingkatkan agar produknya dapat dikenal masyarakat sehingga dapat
memperluas pemasaran dan dapat meningkatkan permintaan.
Abtrak (Bhs. Inggris)ABSTRACT
The purpose of this study was to measure the level of poverty and economic welfare the family before running the business, analyze the effect of capital, cost of production, price of selling and production periode variables the as dependent variable, measure the contribution of revenue family income, know the constraints of the businesses and measure the levels of poverty and economi welfare Craftsmen Processed Foods.
This study is a survey of processed food artisans who are members of the Women Farmers Group Sri Rahayu and population of 52 people was taken as a whole. The method used in this study is the classical assumption test, multiple linear regression, the contribution formula, comparie of the per capita family income to the poverty line and a standard of KHL.
Based on the research results, it can be obtained : (1) before running the business processed foods, families in the village Kuntili were mostly in a poor condition that is 80,77 percent and 90,38 percent are not prosperous. (2) capital, cost of production, selling price and production periode variables together and partially affect to income of artisans. (3) The revenue contribution to the family income artisans is reklively high at 89,99 percent. (4) business constraints to processed foods is equal to 37,14 percent. (5) after running the business processed food, the were then families above from the poverty line, it was 80,77 percent and above the KHL standard is 71,15 percent .
Kata kunciProcessed Food, respected contribution income, welfare
Pembimbing 1Dr. Abdul Aziz Ahmad, SE.,M.Si
Pembimbing 2Dra. Dijan Rahajuni, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2014-05-16 09:44:03.251631
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.