Home
Login.
Artikelilmiahs
8178
Update
M. AGUS TRI ROMADHONI, S.E
NIM
Judul Artikel
STRATEGI PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN UMKM KABUPATEN BANYUMAS (Studi Kasus Produk Unggulan Gula Kelapa di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produk unggulan UMKM dan menentukan strategi pengembangan produk unggulan UMKM tersebut di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Untuk menentukan produk unggulan dilakukan terlebih dahulu analisis sektor-sektor perekonomian kecamatan di Kabupaten Banyumas yang merupakan sektor ekonomi unggulan, prospektif, andalan dan tertinggal menggunakan metode Static Location Quotient (SLQ) dan Dynamic Location Quotient (DLQ). Berdasarkan analisis gabungan DLQ dan SLQ serta analisis Tipologi Klassen, maka penelitian dilakukan di Kecamatan Cilongok. Penentuan produk unggulan UMKM di Kabupaten Banyumas dilakukan dengan metode analisis Location Quotient (LQ), pertumbuhan proporsional, pertumbuhan pangsa wilayah, pertumbuhan bersih dan gabungan keempat analisis tersebut sebagai analisis superimpose bagi produk UMKM. Berdasarkan analisis superimpose maka produk UMKM yang merupakan produk unggulan pada mayoritas kecamatan di Kabupaten Banyumas adalah produk gula kelapa. Pada beberapa kecamatan khususnya Kecamatan Patikraja dan Purwojati produk gula kelapa merupakan produk UMKM sangat unggul. Penentuan produk unggulan UMKM juga dilakukan dengan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) di mana produk unggulan UMKM di Kabupaten Banyumas adalah produk gula kelapa dengan skor nilai 6213. Strategi pengembangan produk unggulan gula kelapa dianalisis dengan menggunakan analisis SWOT. Berdasarkan analisis Internal Factor Evaluation (IFE) skor nilai produk gula kelapa di Kecamatan Cilongok adalah 3,18 lebih tinggi di atas nilai rata-rata IFE yang seharusnya 2,5, yang menunjukkan bahwa secara internal produk gula kelapa memiliki kedudukan industrial yang kuat. Adapun nilai External Evaluation Factor (EFE) produk gula kelapa adalah 3,18 lebih tinggi di atas nilai rata-rata EFE sebesar 2,5, yang menunjukkan bahwa secara eksternal peluang produk gula kelapa masih luas untuk tumbuh dan berkembang. Berdasarkan nilai IFE dan EFE produk gula kelapa, maka letak koordinat nilai IFE dan EFE produk gula kelapa pada matriks Internal External (IE) berada pada sel I, II, atau IV di mana secara industrial produk UMKM gula kelapa dapat dikembangkan dengan strategi pertumbuhan dan pembangunan. Adapun berdasarkan metode QSPM maka strategi pertumbuhan dan pembangunan produk UMKM gula kelapa yang menarik untuk diterapkan adalah penguatan kelembagaan dengan memperbaiki manajemen produksi, keuangan dan pemasaran untuk menghasilkan produk-produk berkualitas dan bermerek.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to analyze competitive products and competitive product development strategy the SMEs in Banyumas. This descriptive study uses quantitative and qualitative methods. To determine the competitive product, the first analyzes the economic sectors subdistricts in Banyumas which is the leading economic sector, prospective, prominent and lagging sector using Static Location Quotient (SLQ) and Dynamic Location Quotient (DLQ) methods. Based on the combined analysis of SLQ and DLQ and Klassen Typologi, the research was conducted in the Cilongok subdistrict. Determination of the competitive product of SMEs in Banyumas analysis was conducted using Location Quotient (LQ), proportional growth, regional compartment growth, net growth and they are combined being superimposed for products such as SMEs. Based on the analysis, product in almost of every subdistrict in Banyumas is a palm sugar product. In some sudistricts area, especially in subdistrict Patikraja and Purwojati the product of palm sugar the most competitive. The determination competitive products of SMEs also use Exponential Comparison Method (MPE) in which the competitive products of SMEs in Banyumas is palm sugar with a score value of 6213. To analyze palm sugar development strategy uses SWOT method. Based on the analysis of Internal Factor Evaluation (IFE) scores the value of the product of palm sugar in the subdistrict Cilongok (3.18) is higher than the average value (2.5), it indicates that the palm sugar product internally has a strong industrial position. The value of External Factor Evaluation (EFE) palm sugar product is 3.18 higher above the average value 2.5, which indicates that the opportunities of external palm sugar product are growing positively. Based on the IFE and EFE palm sugar products, the value of the location coordinates of IFE and EFE matrix product of palm sugar on the Internal External (IE) is in cell I, II, or IV which are industrial products of palm sugar SMEs can be developed with the growth and development strategy. The method is based on QSPM the growth strategy and product development of SMEs palm sugar is interesting to apply institutional strengthening to improve the management of production, finance and marketing to produce quality products and branded.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save