| NIM | P2PA11023 |
| Namamhs | ANNISA SYUKURIANI, S.Pi |
| Judul Artikel | KESESUAIAN LAHAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT DAN PERSEPSI MASYARAKAT SEKITARNYA DI PANTAI RANCABABAKAN CILACAP
|
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penentuan lokasi budidaya rumput laut yang tepat dipengaruhi dari faktor-faktor lingkungan yang saling terkait satu sama lain seperti kualitas perairan, keanekaragaman dan asosiasi jenis rumput laut, serta persepsi masyarakat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kesesuaian lahan untuk budidaya rumput laut di Pantai Rancababakan; mengetahui keanekaragaman dan asosiasi jenis rumput laut di Pantai Rancababakan; mengetahui persepsi masyarakat tentang kesesuaian lahan untuk budidaya rumput laut, serta keanekaragaman dan asosiasi jenis rumput laut di Pantai Rancababakan; menganalisis hubungan antara kesesuaian lahan budidaya rumput laut; keanekaragaman dan asosiasi jenis rumput laut; persepsi masyarakat tentang kesesuaian lahan untuk budidaya rumput laut, serta keanekaragaman dan asosiasi jenis rumput laut di Pantai Rancababakan. Data yang diperoleh menggunakan metoda survey meliputi suhu, kedalaman, kecepatan arus, kecerahan, salinitas, substrat dasar, pH, nitrat, fosfat, dan sampel rumput laut. Pengambilan sampel kualitas air dan rumput laut dilakukan dengan cara purposive sampling pada empat stasiun dengan tiga kali ulangan (April-Juni 2013). Pengumpulan data persepsi masyarakat didapatkan melalui wawancara dengan metode sensus terhadap kelompok tani rumput laut yang berjumlah 15 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Stasiun 1 dan 2 merupakan lokasi yang paling sesuai untuk pertumbuhan alami rumput laut karena habitatnya berupa substat karang, sedangkan Stasiun 3 dan 4 tidak sesuai untuk pertumbuhan rumput laut karena wilayah tersebut berupa substrat pasir. Indeks keanekaragaman (H’) di Stasiun 1 lebih tinggi dibandingkan dengan Stasiun 2. INP tertinggi di Stasiun 1 yaitu T. conoides dan G. coronipifolia di Stasiun 2. Hasil perhitungan indeks asosiasi ditemukan dua pasangan yang memiliki asosiasi bersifat nyata. Pasangan G. arculata dan S. plagyophyllum memiliki asosiasi positif. Pasangan G. gigas dan P. Australis memiliki asosiasi negatif. Masyarakat memiliki persepsi sangat baik tentang kualitas air di Pantai Rancababakan, sehingga masyarakat juga setuju bahwa Pantai Rancababakan dapat dijadikan lokasi budidaya rumput laut pada Stasiun 1 dan 2. Secara umum, kualitas fisik-kimiawi air yang masih baik menyebabkan keanekaragaman dan asosiasi jenis rumput laut yang tinggi di Pantai Rancababakan, sehingga membentuk persepsi masyarakat yang sangat baik tentang kesesuaian lahan budidaya rumput laut serta keanekaragaman dan asosiasi jenis rumput laut pada Stasiun 1 dan 2 di Pantai Rancababakan |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Determining an accurate location of seaweed cultivation is influenced by environmental factors which are related from one to another such as water quality, diversity and association of sea weed varieties along with the people’s perception. This research aims at determining the conformity of seaweed cultivation area in Rancababakan Coast; determining the diversity and association of seaweed varieties; determining people’s perception on the conformity of seaweed cultivation area and the diversity and association of seaweed varieties; and analyzing the correlation among the conformity of seaweed cultivation area, the diversity and association of seaweed varieties along with the people’s perception on the seaweed cultivation area and the diversity and association of seaweed varieties in Rancababakan Coast. Data were taken by applying Survey method including temperature, depth, stream velocity, light penetration, salinity, basic substrate, pH, nitrate, phosphate, and seaweed samples. Sample of water quality and seaweed was done by purposive sampling in four stations by three times repetition (April-June 2013). To collect the people’s perception, interview was conducted by census on 15 seaweed farmers. The result showed that Station 1 and 2 are the most appropriate areas to the seaweed growth since the habitat was coral substrate while Station 3 and 4 are not since both have sand substrate. Diversity index (H’) in Station 1 is higher than Station 2. The highest INP of Station 1 is T. Conoides while Station 2 is G. coronipifolia. The results of association index are found in two pairs which have real association. G. arculata and S. plagyophillum at positive association. G. Harvey and P. australis has negative association. In the meantime, people’s perception on the water quality in Rancababakan Coast is very good, therefore, they agree that Rancababakan Coast becomes the location of seaweed cultivation at Station 1 and 2. In general, the quality of water both physically and chemically is good that enables high diversity and association of seaweed in Rancababakan Coast. Consequently, it builds a good people’s perception on the conformity of seaweed cultivation area and diversity and association of seaweed at station 1 and 2 of Rancababakan Coast. |
| Kata kunci | rumput laut, kesesuaian lahan budidaya, keanekaragaman dan asosiasi jenis, persepsi masyarakat |
| Pembimbing 1 | Dr. Ir. Achmad Iqbal, M.Si |
| Pembimbing 2 | Dr. Endang Hilmi, S.Hut, M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 24 |
| Tgl. Entri | 2014-05-16 08:33:15.746999 |
|---|