Artikelilmiahs

Menampilkan 6.141-6.160 dari 48.844 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
614115964F1A011002Travelling Sebagai Lifestyle
(Studi Deskriptif Pemaknaan Travelling pada Mahasiswa di Purwokerto)

ABSTRAK
Banyaknya masyarakat yang mengikuti travelling merubah aktivitas ini menjadi sebuah trend. Didukung kemajuan teknologi modern memudahkan trend travelling semakin banyak diikuti dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa di Purwokerto yang membentuk komunitas travelling. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana mahasiswa memaknai aktivitas travelling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna travelling bagi mahasiswa di Purwokerto adalah penyegaran pikiran dan sebagai sebuah pembelajaran. Strategi keuangan mahasiswa dalam aktivitas travelling diperoleh dengan menghemat pengeluaran sehari – hari, menabung, dan bekerja part time. Komunitas travelling memberi dampak positif bagi mahasiswa yang bergabung diantaranya, memperoleh banyak teman, mengasah kemampuan kepribadian dalam bersosialisasi, mengenal berbagai karakter individu serta mendapat informasi juga tips seputar travelling. Sebaiknya mahasiswa yang mengikuti trend travelling sebagai gaya hidup tidak hanya sekedar mengikuti dan hanya sebagai ajang eksistensi diri agar tidak disebut ketinggalan zaman atau mahasiswa menyebutnya gaya hidup “kekinian” tetapi diharapkan selalu mengambil perspektif berbeda sebagai bahan pembelajaran untuk menambah wawasan maupun pengalaman pada masing – masing individu.
ABSTRACT
The number of people who followed traveling transform this activity into a trend. Powered modern technological advances facilitate the trend of traveling more and more followed from various backgrounds, including students in Purwokerto which forms a community of traveling. The problem of this research is how students interpret the activity of traveling. The results showed that the significance of traveling for students in Purwokerto is a refreshment of mind and as a lesson. Student financial strategy in traveling activity is obtained by save the day - day, save, and work part time. Traveling community a positive impact on the students who joined them, gained a lot of friends, hone skills in a sociable personality, become familiar with the individual character as well as being informed also tips about traveling. We recommend that students follow the trend of traveling as a lifestyle not just follow and only as a venue for self-existence that is not called outdated or students call it a lifestyle of "modernity," but is expected to always take a different perspective as learning materials to increase knowledge and experience on each - each individual.
614215965E1A011141PENCEGAHAN TINDAK PIDANA KORUPSI DI WILAYAH HUKUM KEJAKSAAN NEGERI CILACAPPenulisan skripsi ini membahas mengenai Pencegahan Tindak Pidana Korupsi di Wilayah Hukum Kejaksaan Negeri Cilacap. Hal ini dilatar belakangi karena tindak pidana di Indonesia yang dapat merugikan masyarakat dan negara adalah tindak pidana korupsi. Sehingga perlu adanya suatu upaya pencegahan tindak pidana korupsi. Di cilacap ada beberapa kasus korupsi yang sudah masuk dalam pemeriksaan maupun sudah sampai tahap putusan pengadilan.
Upaya pencegahan yang dilakukan di wilayah hukum Kejaksaan Negeri Cilacap melalui upaya Preemtif, Preventif dan Represif serta dengan Peran Serta Masyarakat. Selain itu Jaksa Agung mengeluarkan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia No. KEP- 152 / A / JA /10 / 2015 tentang Pembentukan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4) berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2015 Tentang aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi. Kemudian hambatan yang dihadapi dibagi menjadi 2 (dua) faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya pencegahan tindak pidana korupsi beserta hambatannya di wilayah hukum Kejaksaan Negeri Cilacap.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa upaya pencegahan tindak pidana korupsi di Wilayah Hukum Kejaksaan Negeri Cilacap telah berjalan sebagaimana mestinya. Hal yang perlu diperbaiki adalah peran bersama antara aparat penegak hukum, pemerintah dan masyarakat dalam pencegahan tindak pidana korupsi.
Writing this thesis discusses the Prevention of Corruption in Cilacap District Attorney Jurisdiction. This is motivated because of a criminal offense in Indonesia which can be detrimental to the community and the country is corruption. So it needs an effort to prevent corruption in Cilacap there are some cases of corruption that have been included in the examination and had reached the stage of court rulings.
Prevention efforts are made in the jurisdiction of the State Attorney Cilacap through the efforts of pre-emptive, preventive and repressive as well as with Public Participation. Besides the Attorney General issued a Decision of the Attorney General of Indonesia No. KEP-152 / A / JA / 10/2015 Guards on Team Building and Safety Governance and Development (TP4) pursuant to Presidential Instruction No. 7 Year 2015 About action to prevent and eradicate corruption. Then there are obstacles faced two factors: internal factors and external factors
The purpose of this study was to determine the prevention of corruption along with the obstacles in the jurisdiction of the State Attorney Cilacap.
These results indicate that efforts to prevent corruption in Cilacap District Attorney Jurisdiction running as expected. Things need to be improved is the joint war between law enforcement, governments and communities in the prevention of corruption.
614315967H1H012009PREVALENSI DAN IDENTIFIKASI KEBERADAAN NEMATODA Anguillicola sp. YANG MENGINFEKSI SIDAT (Anguilla bicolor) DI PERAIRAN SELATAN JAWA TENGAHNematoda Anguillicola crassus adalah jenis endoparasit yang spesifik menyerang pada gelembung renang Sidat (Anguilla spp.). Anguillicola crassus sudah tersebar di dunia dengan prevalensi yang beragam seperti di Asia Timur, Eropa dan Amerika. Terdapat 5 spesies yang tersebar di dunia yaitu A. crassus, A. novazelandiea, A. australiensis, A. papernai dan A. globiceps. Anguillicola crassus adalah spesies yang sudah terdeteksi keberadaannya di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai prevalensi dan identifikasi terhadap nematoda Anguillicola sp. yang menginfeksi sidat (Anguilla bicolor) di perairan selatan Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Anguillicola sp. yang menginfeksi sidat dari Kabupaten Kebumen, Cilacap dan Banyumas merupakan Anguillicola crassus dan memiliki nilai prevalensi yang cenderung fluktuatif.Nematodes Anguillicola crassus is endoparasite which specifically infect eels (Anguilla spp.) swim bladder. Anguillicola crassus has spread across the world with a prevalence varied as in East Asia, Europe and America. There are five species, namely A. crassus, A. novazelandiea, A. australiensis, A. papernai and A. globiceps. Anguillicola crassus was reported to infect in Indonesia. This study aimed to determine the prevalence value and indentification of nematodes Anguillicola sp. which infected eel (Anguilla bicolor) in waters south region of Central Java. In this study explorative metode and descriptive analys were used. Results showed Anguillicola crassus that infected eels from Kebumen, Cilacap and Banyumas there are Anguillicola crassus and prevalences value are unconsistent.
614415968H1E011050PENGUJIAN SIFAT OPTIK DAN SIFAT LISTRIK ZNO:CNT DOPING DYE DAUN BAYAM (AMARANTHUS HYBRIDUS L) SEBAGAI SENSITIZER SOLAR CELLSel surya lapisan tipis ZnO:CNT tersensitasi dye ekstrak daun bayam (Amaranthus Hybridus l) telah difabrikasi sebagai fotosensitizer. Telaah pengujian spektrum FTIR menunjukkan bahwa adanya ikatan gugus fungsi C-H pada rentang 2850-2970cm-1. Hal tersebut menunjukkan adanya pengotor senyawa organik yang tertangkap pada lapisan tipis ZnO:CNT. Pengujian XRD sampel S3 menunjukkan munculnya peak dye pada sudut 28.4o, 30.78o, 32.4o, 42.48o, 50.5o, 60.46 o, sedangkan pada pengujian SEM sampel S3 menunjukkan adanya senyawa bentukan baru antara ZnO:CNT dan dye dengan ketebalan 15.3µm-35.5µm. Dari hasil pengujian listrik diperoleh nilai arus sampel S2=0,8 μA, tegangan sampel S2=289 mV, efisiensi sampel S2=0,0003%, sedangkan arus sampel S3=0,85 μA, tegangan sampel S3=292mV, efisiensi sampel S3=0,0004%. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan dye daun bayam dapat meningkatkan nilai arus dan tegangan serta nilai efisiensi pada lapisan tipis ZnO:CNT sehingga dapat digunakan sebagai sensitizer solar cell.Spinach leaves (Amaranthus Hybridus l) extract dye sensitized thin layer ZnO:CNT fabricated as a photosensitizer. The study of testing result FTIR spectrum there is C-H bond functional groups in the range of 2850-2970 cm-1. This indicate organic compound impurities caught on a thin layer of ZnO: CNT. XRD testing of samples S3 shows the emergence of dye peak at an angle of 28.4 o, 30.78 o, 32.4 o, 42.48 o, 50.5 o, 60.46 o, whereas the SEM examination of samples S3 indicates the formation of new compounds between ZnO: CNT and dye thickness 15.3μm -35.5μm. From the test results can be obtained electric current value sample S2 = 0.8 uA, the sample voltage S2 = 289 mV, the efficiency of sample S2 = 0.0003%, while the current sample S3 = 0.85 uA, voltage sample S3 = 292mV, the efficiency of sample S3 = 0.0004%. This is indicating that the addition of spinach leaves dye may increase the value of current and voltage as well as the efficiency of the thin layer of ZnO: CNT so that it can be used as a sensitizer solar cell.
614515969B1J012115Keanekaragaman Kupu-kupu (Lepidoptera) Pada Lahan Pertanian di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten PurbalinggaDesa Serang merupakan wilayah yang cukup subur, hal ini dibuktikan dengan banyaknya lahan pertanian dan perkebunan, dimana hampir seluruh wilayahnya terdapat tanaman sayuran dan juga terdapat tanaman buah unggulan yaitu stroberi. Lahan pertanian di Desa Serang merupakan salah satu habitat yang baik dari jenis kupu-kupu. Lahan pertanian dengan sistem monokultur menyebabkan penurunan keanekaragaman kupu-kupu ditandai dengan keragaman yang rendah dan adanya spesies kupu-kupu yang dominan. Sedangkan, sistem tumpangsari memberikan relung lebih banyak sehingga keanekaragaman kupu-kupu lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui keanekaragaman jenis kupu-kupu (Rhopalocera) pada lahan pertanian di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga.
Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei pada dua tipe pertanaman yaitu monokultur dan polikultur. Teknik pengambilan sampel dengan purposive groups sampling. Data pengamatan meliputi jenis kupu-kupu dan jumlah individu tiap jenis. Data dianalisis dengan indeks keanekaragaman Shanon-Wiener (H’), indeks kemerataan jenis (E), indeks Dominansi Simpson (D) dan untuk mengetahui kesamaan jenis pada dua area yang berbeda ditentukan dengan indeks kesamaan jenis Sorensen (IS).
Hasil pengamatan menunjukkan total kupu-kupu yang tercatat di kedua area pengamatan di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga sebanyak 17 jenis yang terdiri dari empat familia yaitu Hesperidae, Nymphalidae, Papilionidae dan Pieridae. Lahan pertanian tumpangsari memiliki nilai indeks keanekaragaman jenis lebih tinggi (H‘= 2,119) dibanding lahan pertanian wortel (H‘= 1,767). Kupu-kupu yang paling banyak ditemukan pada lahan pertanian wortel dan lahan pertanian tumpangsari adalah Ypthima nigricans (92 individu).
Serang village is a fertile region, this is proved by many farms and plantations, where almost the entire region are also contained vegetable and the featured fruit is strawberries. Farmland in Serang village is of one good habitat for some species of butterfly. Farmland with monocultures system can decrease the diversity of butterflies characterized by their low diversity of butterfly and some species are become dominant. Meanwhile, intercropping system provides more niches so that the diversity of butterflies higher. This study aims to determine the butterflies species diversity (Rhopalocera) on farmland in Serang village, District of Karangreja The Purbalingga.
The sampling method used in this study is by survey method on two types of crop, that is a monoculture and polyculture. The sampling technique is by purposive groups sampling. Data observation includes a butterfly type and number of individuals of each species. Data were analyzed with Shannon-Wiener index (H '), Evenness index (E), and Sorensen index (IS).
The results showed a total of butterflies recorded in the second observation area in Serang village District of Karangreja The Purbalingga as many as 17 types consits of four family, they are Hesperidae, Nymphalidae, Papilionidae and Pieridae. Intercropping farmland have diversity values index is higher (H '= 2.119) than index in carrot farmland (H' = 1.767). Butterflies which most commonly found in carrots and intercropping farmland is Ypthima nigricans (92 individu).
614615976H1H012034PENGARUH JUMLAH PEMBERIAN PAKAN TERHADAP AKTIVITAS LIPASE DAN PROTEASE (Chymotrypsin-like) PADA IKAN LUNJAR PADI (Rasbora lateristriata)Enzim yang berperan dalam proses pencernaan antara lain lipase dan protease. Penelitian tentang pemberian pakan terhadap aktivitas enzim digesti pada ikan Rasbora lateristriata telah dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas lipase dan protease (chymotrypsin-like) pada ikan Lunjar padi (Rasbora lateristriata) yang diberi pakan dengan jumlah yang berbeda. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan pemberian pakan 1% (P1), 3% (P2), 5% (P3), dan 7% (P4) dari berat tubuh ikan dan ulangan individu. Pakan diberikan sebanyak dua kali setiap hari dan masa pemeliharaan ikan selama 30 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan aktivitas spesifik enzim lipase 0,592-1,184 U/mg protein dan aktivitas spesifik enzim protease (chymotrypsin-like) 47,654-68,178 U/mg protein. Hasil pertumbuhan mutlak 0,35-0,51 g, pertumbuhan spesifik 1,31-1,86 %/hari, sintasan 99,65-100 %. Parameter kualitas air antara lain suhu (25-290C), pH (6-7), oksigen terlarut (5,0-6,8 ppm). Hasil penelitian menunjukkan tidak berbeda nyata (P>0,5) diantara perlakuan. Kesimpulan, aktivitas enzim digesti tidak dipengaruhi jumlah pakan sampai pada tingkat 7%. Pemberian pakan 1% dari berat tubuh ikan sudah cukup untuk kebutuhan ikan lunjar padi.
The important enzymes in the digestive process were lipase and protease. Research on the amount of different feeding the digestion enzyme activity in fish Rasbora lateristriata have been done. The purpose of this research to determine the activity of lipase and protease (chymotrypsin-like) on Rasbora lateristriata which was feed with different amounts. This research was carried out experimentally using a completely randomized design with four treatments and replicates the individual. The treatments tested include fish fed 1% (P1), 3% (P2), 5% (P3), and 7% (P4) of the body weight of fish. The feed is given twice daily and future maintenance of the fish for 30 days. The results of this research indicate the specific activity the enzyme lipase from 0.592 to 1.184 U/mg protein and the specific activity of the enzyme protease (chymotrypsin-like) from 47.654 to 68.178 U/mg protein. The result of absolute growth from 0.35 to 0.51 g, specifics growth from 1.31 to 1.86% / day, survival rate from 99.65 to 100%. Water quality parameters include the temperature (25-290C), pH (6-7), dissolved oxygen (5.0 to 6.8 ppm).The results of this research indicate that the activity of lipase and protease (chymotrypsin-like) was not significantly different (P>0.5) among treatments. In conclusion, the digestion enzyme’s activity is not affected by feed until 7% of degree. Feeding 1% of body weight is enough fish to fish Rasbora lateristriata needs.

614716001F1G012024Perbandingan Sistem Morfofonemik Bahasa Jawa Dialek Banyumas di Purbalingga dengan Bahasa IndonesiaPenelitian ini berjudul “Perbandingan Sistem Morfofonemik Bahasa Jawa
Dialek Banyumas di Purbalingga dengan Bahasa Indonesia”. Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan proses morfofonemik dalam bahasa Indonesia
dan bahasa Jawa dialek Banyumas di Purbalingga. Bentuk penelitian ini adalah
deskriptif kualitatif.
Data dalam penelitian ini adalah kata yang mengandung proses morfofonemik
berupa bahasa lisan. Sumber data dalam penelitian ini adalah kata-kata dalam
bahasa Indonesia di berbagai media massa sebagai data bahasa Indonesia, dan
kata-kata dalam bahasa lisan di Desa Kejobong Kecamatan Kejobong sebagai data
bahasa Jawa dialek Banyumas di Purbalingga. Pengumpulan data dalam penelitian
ini adalah metode simak dan teknik catat. Metode analisis data menggunakan
metode agih yang dilanjutkan dengan teknik dasar bagi unsur langsung.
Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa bahasa Indonesia dan bahasa
Jawa dialek Banyumas di Purbalingga memiliki tiga proses morfofonemik, yaitu
proses perubahan fonem, proses penambahan fonem, dan proses penghilangan
fonem. Kedua bahasa yang diteliti memiliki proses morfofonemik yang dapat
dibandingkan satu sama lain, yaitu dalam proses perubahan fonem /N/ dalam afiks
{meN-} dan {N-}, proses perubahan fonem /i/ dalam afiks {di-} dan {di-}, proses
penambahan fonem /ә/ dalam afiks {meN-} dan {N-}, serta proses penambahan
fonem baru dalam sufiks {-an} dan {-an}.
Dalam bahasa Indonesia terdapat proses perubahan fonem /r/ dalam afiks
{ber-} dan {per}, proses penghilangan fonem /N/ dalam afiks {meN-}, proses
penghilangan fonem /r/ dalam afiks {ber-} dan {ter-}. Dalam bahasa Jawa dialek
Banyumas di Purbalingga terdapat proses penambahan fonem /n/ dalam afiks {-i}
dan {-e}, penambahan fonem /k/ dalam afiks {-na}, penghilangan fonem /ә/
dalam afiks {ke-}, dan penghilangan fonem /i/ dalam afiks {di-}.
Kata kunci : morfofonemik, perbandingan, bahasa Indonesia, bahasa Jawa
The title of this research is “Perbandingan Sistem Morfofonemik Bahasa
Jawa Dialek Banyumas di Purbalingga dengan Bahasa Indonesia”. The aim of this
research is to describe morphophonemic process in Indonesian and Javanese of
Banyumas dialect in Purbalingga. This is descriptive qualitative research.
The data in this research were the words which contain morphoponemic
process in spoken form. The source of the data in this research were words in
Indonesian mass-media as Indonesian data, and words in spoken form that used in
Kejobong Village of Kejobong District as Javanese of Banyumas dialect in
Purbalingga data. In the collecting data of this research were used observation
method and noting technique. The method of data analysis used even distribution
method and followed by direct element basic method.
Based on the result of the analysis, could be concluded that Indonesian and
Javanese of Banyumas dialect in Purbalingga have three morphophonemic process,
namely changing the phonemes, phoneme deletion and phoneme addition. Both of
those language have morphophonemic process which could be compared each
other, there were change process of phoneme /N/ in affix {meN-} and {N-},
change process of phoneme /i/ in affix {di-} and {di-}, addition process of
phoneme /ә/ in affix {meN-} dan {N-}, also addition process of new phoneme in
suffix {-an} and {-an}.
In Indonesian contained addition process of phoneme /r/ in affix {ber-} and
{per-}, deletion process of phoneme /N/ in affix {meN-}, deletion process of
phonem /r/ in affix {ber-} and {ter-}. In Javanese of Banyumas dialect in
Purbalingga contained addition process of phoneme /n/ in affix {-i} and {-e},
addition process of phoneme /k/ in affix {-na}, deletion process of phoneme /ә/ in
affix {ke-}, also deletion process of phoneme /i/ in affix {di-}.
Keywords : morphoponemic, comparison, Indonesian, Javanese
614815970C1B012030Analisis Pengaruh Kepemilikan Institusional, Kebijakan Dividen, Kebijakan Hutang, Profitabilitas, dan Suku Bunga terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek IndonesiaPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepemilikan institusional, Dividend Payout Ratio, Debt to Equity Ratio, Return on Equity dan suku bunga pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2012 sampai 2014. Penentuan sampel menggunakan metode pursposive sampling dan diperoleh sebanyak 20 perusahaan.

Hipotesis penelitian ini adalah adalah: 1) Terdapat pengaruh positif antara kepemilikan institusional terhadap nilai perusahaan. 2) Terdapat pengaruh positif antara kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan. 3) Terdapat pengaruh positif antara kebijakan hutang terhadap nilai perusahaan. 4) Terdapat pengaruh positif antara profitabilitas terhadap nilai perusahaan. 5) Terdapat pengaruh negatif antara suku bunga terhadap nilai perusahaan.

Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda dengan syarat uji lolos asumsi klasik, yaitu: uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heterokedastisitas dan uji autokorelasi.

Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan kepemilikan institusional, kebijakan hutang dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Namun tidak terdapat pengaruh antara kebijakan dividen dan suku bunga terhadap nilai perusahaan.

Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu investor perlu memperhatikan besarnya kepemilikan institusional suatu perusahaan. Besarnya kepemilikan institusional menandakan bahwa perusahaan tersebut memiliki manajemen yang baik. Selain itu, kebijakan hutang dan return on equity juga perlu diperhatikan oleh investor sebagai bahan pertimbangan untuk menanamkan dana di suatu perusahaan. Perusahaan yang memiliki hutang dianggap akan melakukan ekspansi atau perluasan perusahaan sedangkan perusahaan yang memiliki keuntungan yang tinggi dianggap akan memiliki prospek yang baik di masa depan.
The purpose of this research is to analyze the influence of institutional ownership, dividend policy, debt policy, profitability, and interest rate towards firm value. The population of this research are manufacturing companies that are listed in Indonesia Stock Exchange during 2012 until 2014. The method used in this research is purposive sampling, with 20 companies used as the samples.

The hypotheses are : 1) There is a possitive effect of institutional ownership towards firm value. 2) There is a possitive effect of dividend policy towards firm value. 3) There is a possitive effect of debt policy towards Firm Value. 4) There is a possitive effect of profitability towards firm value. 5) There is a negative effect of interest rate towards firm value.

The research used the method of multiple regression analysis with classical assumption tests, such as: normality test, multicollinierity test, heteroscedasticity test, and autocorrelation test.

The result shows that institutional ownership, debt policy, and profitability have a possitive and significant effect towards firm value. On the other hand, dividend policy and interest rate have no effect towards firm value.

The implications of the conclusion is investors should to consider the amount of institutional ownership of the company. The amount of institutional ownership signifies that the company have good management. Additionally, debt policy and return on equity need attention too by an investors as consideration to invest the funds in the company. Companies that have debt considered is going to expand the company, while companies that have high profit considered to have good prospects in the future.
614915971G1A009134PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN KARSINOMA NASOFARING YANG BERASAL DARI DESA DAN KOTA
DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO
PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN KARSINOMA NASOFARING YANG BERASAL DARI DESA DAN KOTA DI
RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO

ABSTRAK


Latar Belakang : Karsinoma nasofaring merupakan salah satu keganasan yang dapat menjadi stressor selama pengobatan. Belum ada adanya data tentang perbedaan kecemasan pada pasien karsinoma nasofaring yang berasal dari desa dan kota di RSUD Prof.Dr. Margono Soekarjo perlu mendapatkan penangan lebih lanjut untuk menekan terjadinya kecemasan pada pasien.Tujuan Penelitian : Mengetahui perbedaan tingkat kecemasan pada pasien karsinoma nasofaring di RSUD Prof.Dr. Margono Soekarjo yang berasal dari desa dan di kota. Metode : Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang diteliti adalah pasien Karsinoma Nasofaring yang berasal dari desa dan kota yang terdaftar di RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi Hasil : Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square diketahui nilai chi-square sebesar 6,600 dengan nilai signifikan α = 0,05, p value = 0,037. Karena nilai probabilitas < 0,05, maka Ho ditolak yang artinya ada perbedaan tingkat kecemasan pada pasien karsinoma nasofaring masyarakat desa dan kota di RSUD Prof.Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian di RSUD Prof.DR. Margono Soekarjo tingkat kecemasasan pada masyarakat yang berasal dari kota lebih tinggi dibandingkan pasien yang berasal dari desa. Dan dari perhitungan disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kecemasan pada pasien karsinoma nasofaring di RSUD Prof.Dr. Margono Soekarjo yang berasal dari desa dan kota


DIFFERENCES IN THE LEVEL OF ANXIETY IN PATIENTS
nasopharyngeal carcinoma FROM THE VILLAGE AND TOWN
IN Hospital PROF . DR . MARGONO SOEKARJO

ABSTRAC

Background: Nasopharyngeal carcinoma is a malignancy that can be a stressor during treatment. There has been no lack of data on the differences of anxiety in patients with nasopharyngeal carcinoma who came from villages and towns in hospitals Prof.Dr. Margono Soekarjo handlers need to get more to suppress the occurrence of anxiety in patients. Objective: To identify differences in the level of anxiety in patients with nasopharyngeal carcinoma in hospitals Prof.Dr. Margono Soekarjo from the villages and the town. Methods: The study design used in this study was observational analytic with cross-sectional approach. The samples studied are Nasopharyngeal Carcinoma patients from villages and towns were registered in hospitals. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto who meet the criteria for inclusion and exclusion Results: Based on the statistical test by using Chi-Square test known chi-square value amounted to 6,600 with significant value of α = 0.05, p value = 0.037. Because the probability value <0.05, then Ho is rejected, which means that there are differences in the level of anxiety in patients with nasopharyngeal carcinoma in villages and town in hospitals Prof.Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Conclusion: Based on the research results in hospital Prof.DR. Margono Soekarjo also known anxiety levels in people who come from cities higher than those coming from the village. And from calculations concluded that there are differences in the level of anxiety in patients with nasopharyngeal carcinoma in hospitals Prof.Dr. Margono Soekarjo coming from villages and towns

615015972H1B012006MODUL Rn ATAS RING MATRIKS Mn×n(R)Artikel ini membahas tentang sistem matematika yang dibentuk dari Rn dan ring matriks Mn×n(R). Dalam hal ini, R adalah ring komutatif dengan elemen satuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Rn merupakan modul atas ring matriks Mn×n(R). Dengan menyelidiki eksistensi elemen torsi, diperoleh bahwa modul Rn atas ring matriks Mn×n(R) merupakan modul torsi. Dengan menyelidiki eksistensi basis, diperoleh bahwa modul Rn atas ring matriks Mn×n(R) bukan merupakan modul bebas.This paper discusses about the mathematical system that is formed by Rn and ring of matrices Mn×n(R). In this case, R is a commutative ring with unit element. The result showed that, Rn is module over ring of matrices Mn×n(R). By investigating the existence of torsion element, it is obtained that Rn module over ring of matrices Mn×n(R) is a torsion module. By investigating the existence of basis, it is obtained that Rn module over ring of matrices Mn×n(R)is not free module.
615115973C1B012104ANALISIS PENGARUH TANGIBILITY, LIKUIDITAS, SIZE, PERTUMBUHAN PENJUALAN, DAN RISIKO BISNIS TERHADAP STRUKTUR MODAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP NILAI PERUSAHAAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal dan pengaruhnya terhadap nilai perusahaan pada Perusahaan Perbankan di Indonesia. Variabel-variabel yang diteliti adalah Tangibility, Likuiditas, Size, Pertumbuhan Penjualan, dan Risiko Bisnis terhadap Struktur Modal dan pengaruhnya terhadap Nilai Perusahaan.
Teknik sampling yang digunakan adalah metode purposive sampling yaitu metode pengambilan sampel berdasarkan kriteria tertentu. Sampel yang dipilih ada 25 perusahaan perbankan yang melaporkan hasil laporan keuangannya kepada Bursa Efek Indonesia periode 2012-2015 dan diperoleh data observasi sebanyak 100 data observasi. Metode analisis yang digunakan adalah analisi regresi linier berganda dan regresi linier sederhan serta landasan teori yang digunakan adalah pecking order theory dan trade off theory.
Hasil penelitian menunjukan bahwa tangibility berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur modal. Likuiditas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur modal. Size berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur modal. Pertumbuhan penjualan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur modal. Risiko bisnis berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal. Struktur modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Selain itu diperoleh bahwa nilai R square pada persamaan linier regresi berganda sebesar 22 %. Sisanya sebesar 78% struktur modal dijelaskan oleh variabel atau sebab-sebab di luar model. Sedangkan untuk persamaan regresi linier sederhana memiliki nilai R square sebesar 39,8%. Sisanya sebesar 60,2 % nilai perusahaan dijelaskan oleh variabel atau sebab-sebab di luar model.
The purpose of this research is to analyze factors which influencing capital structure and firm value on banking corporation in Indonesia. Variables that were investigating are tangibility, liquidity, size, growth, and bussines risk on capital structure and on firm value.
Sampling technique that used is purposive sampling method that method to collecting samples depends on special criteria. Samples selected from 25 banking corporation which reporting the financial report on Indonesia Stock Exchange per 2012-2015 and gathered observation data about 100 data. Analyze method which used is multiple linear regression, simple linear regression , pecking oreder theory, and trade off theory.
This research shown that the tangibility, liquidity, size, and growth has negative impacts and significant on capital structure while bussines risk has positive impact and significant on capital structure. Then capital structure has positive impacts and significant on firm value. Additionally obtained that R square value on the multiple linear regression equation of 22%. The remaining 78% is explained by the variable capital structure or causes beyond the model. As for the simple linear regression equation has a value of R square of 39.8%. The remaining portion of 60.2% is explained by the variable firm value or causes beyond the model.
615215975E1A110026TUNTUTAN PENUNTUT UMUM TIDAK DAPAT DITERIMA DALAM TINDAK PIDANA NARKOTIKA (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor: 41/Pid.B/2014/PN.Mrj) Bentuk putusan akhir pengadilan diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Namun pada Putusan Nomor: 41/Pid.B/2014/PN.Mrj amarnya menyatakan bahwa penuntutan penuntut umum tidak dapat diterima. Bentuk putusan akhir seperti ini tidak diatur dalam KUHAP. Putusan Nomor: 41/Pid.B/2014/PN.Mrj merupakan putusan akhir yang belum menyangkut pokok perkara, namun telah melewati tahap-tahap pemeriksaan di persidangan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan menggunakan sumber data sekunder berupa buku–buku, peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, tulisan–tulisan ilmiah hukum, bahan–bahan dari internet, makalah seminar ilmiah, jurnal–jurnal yang terkait dengan penulisan penelitian ini. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa majelis hakim melakukan penilaian terlebih dahulu terhadap penuntutan penuntut umum mengenai teknik pembelian terselubung yang dilakukan oleh penyidik kepolisian. Dalam melakukan teknik pembelian terselubung, ditemukan bahwa penyidik Kepolisian tidak disertai dengan surat perintah sebagaimana disyaratkan Pasal 79 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2016 Tentang Narkotika, serta anggota polisi yang aktif melakukan teknik tersebut tidak memenuhi syarat kepangkatan sebagi penyidik sebagaimana diatur Pasal 2A Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2010 Tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 Tentang Pelaksanaan Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana. Pada akhirnya Putusan Nomor: 41/Pid.B/2014/PN.Mrj menimbulkan akibat hukum yaitu: bebasnya terdakwa dari penahanan, dapat dilakukan upaya hukum terhadap putusan tersebut, dan tidak melekat asas Nebis in Idem.Forms of final decisions of court regulated in the Code of Criminal Procedure. But in Decision No. 41 / Pid.B / 2014 / PN.Mrj verdict stating that the prosecution of prosecutor can not be accepted. Forms of final decision like this is not regulated in the Criminal Procedure Code. Decision No. 41 / Pid.B / 2014 / PN.Mrj is a final decision yet regarding the principal case, but has gone through the stages of examination at the trial. The research method used a normative juridical, using secondary data sources such as books, legislation, court decisions, scholarly writings law, materials from the internet, seminar paper scientific journals related to the writing of this research. The result showed that the judges make an assessment prior to prosecution of the prosecutor regarding the undercover buy techniques conducted by police investigators. In doing undercover buy, it was found that the police investigation was not accompanied by a warrant as required by Article 79 of Law Number 35 Year 2016 About narcotics, as well as officer of the police who are active in these investigation techniques are not eligible rank as a investigator as stipulated in Article 2A of Government Regulation Number 58 Year 2010 regarding amendments to the Government Regulation No. 27 Year 1983 on the Implementation of the Code of Criminal Procedure. At the end, the Decision Number: 41 / Pid.B / 2014 / PN.Mrj has legal consequences, namely: free the accused from detention, to do a legal action against the decision, and not attached to the principle of nebis in Idem.
615315978C1G014026Pelaksanaan Penatausahaan Aset Tetap Melalui Sistem Informasi Manajemen Dan Akuntansi Barang Milik Negara Pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara TanjungpandanPenelitian ini merupakan penelitian studi kasus pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tanjungpandan. Penelitian ini mengambil judul : “Pelaksanaan Penatausahaan Aset Tetap melalui Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Tanjungpandan”. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui proses penerapan SIMAK-BMN, masalah terkait dengan penatausahaan BMN dan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dari penelitian ini diketahui bahwa pelaksanaan penatausahaan BMN melalui SIMAK-BMN sudah dilaksanakan, namun masih terdapat permasalahan seperti penatausahaan dokumen yang tidak sesuai dengan ketentuan, aset tanah yang tidak diungkapkan dengan tepat dan masih adanya kesalahan dalam penggunaan aplikasi SIMAK-BMN.
Implikasi dari penelitian ini adalah agar dilakukan dengan menggunakan teknologi e-filling, selanjutnya untuk dokumen sertifikat tanah agar dilakukan perubahan terkait informasi yang ada pada sertifikat tersebut, dan pelaksanaan pelatihan berupa diklat dan pelaksanaan gugus kendali mutu (GKM) dapat dijadikan solusi untuk mengatasi kendala dalam penggunaan aplikasi SIMAK-BMN. Pengembangan aplikasi SIMAK-BMN yang portable,user friendly dan real time juga dipandang perlu untuk mengingkatkan kepuasan dari pengguna dan stakehoders
This research is a case study at the Tanjungpandan State Treasury Office (known as KPPN). This research is about "Implementation of the Administration of Fixed Assets through a Management Information System and State Goods at the Tanjungpandan Treasury Office". The aims of this study was to determine the process of implementing SIMAK-BMN, issues related to the administration of BMN and solutions to overcome these problems. From this research note that the implementation of the administration through SIMAK-BMN were made, but still there are problems such as the administration of documents that are not in accordance with the regulations, land assets are not disclosed properly and is still an error in the use of SIMAK-BMN.
The implication of this research is to be done using the latest e -filling, then to document the land certificate in order to amend relevant existing information on the certificate, and implementation of training in the form of training and implementation of quality control circle (know as GKM) can be used as a solution to overcome the obstacles in use of SIMAK-BMN. The development of SIMAK-BMN which are portable, user friendly, and real time are also considered necessary to remind the satisfaction of users and stakehoders.
615415977C1B012134ANALISIS PENGARUH KOMPENSASI, PENGEMBANGAN KARIR DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASIPenelitian ini berjudul “Pengaruh Kompensasi, Pengembangan Karir dan Kepuasan Kerja terhadap Komitmen Organisasi pada Guru dan Karyawan SMK Ma’arif NU 2 dan SMK Telkom Purwokerto”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Kompensasi dan Pengembangan Karir terhadap Komitmen Organisasi dengan Kepuasan Kerja sebagai variabel mediasi. Metode yang digunakan adalah survei dengan metode sampling jenuh (sensus). Populasi dalam penelitian ini adalah guru dan karyawan tetap Ma’arif NU 2 dan SMK Telkom Purwokerto dengan sampel sebanyak 60 responden. Analisis data dalam penelitian ini adalah Partial Least Square (PLS) yang menunjukan bahwa: (1) Kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja guru dan karyawan SMK Ma’arif NU 2 dan SMK Telkom; (2) Pengembangan karir berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja guru dan karyawan SMK Ma’arif NU 2 dan SMK Telkom; (3) Kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi guru dan karyawan SMK Ma’arif NU 2 dan SMK Telkom; (4) Pengembangan karir tidak berpengaruh secara signifikan terhadap komitmen organisasi guru dan karyawan SMK Ma’arif NU 2 dan SMK Telkom; (5) Kompensasi tidak berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi guru dan karyawan SMK Ma’arif NU 2 dan SMK Telkom; (6) Kepuasan kerja memediasi secara signifikan pengaruh kompensasi terhadap komitmen organisasi guru dan karyawan SMK Ma’arif NU 2 dan SMK Telkom; (7) Kepuasan kerja memediasi secara signifikan pengaruh pengembangan karir terhadap komitmen organisasi guru dan karyawan SMK Ma’arif NU 2 dan SMK Telkom.
Implikasi dari penelitian ini adalah demi terus meningkatkan komitmen guru dan karyawan terhadap sekolah, maka pihak manajemen SMK Ma’arif NU 2 Purwokerto Barat dan SMK Telkom Purwokerto Selatan perlu memprioritaskan kebijakan yang berkaitan dengan kompensasi, pengembangan karir dan kepuasan kerja. Cara yang dapat dilakukan diantaranya adalah dengan memenuhi berbagai kebutuhan dan keinginan guru dan karyawan berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan pekerjaan serta pengorbanan mereka terhadap sekolah.
The research titled “The Effect of Compensation, Career Development and Job Satisfaction on the Organizational Commitment of Teachers and Employees SMK Ma'Arif NU2 and SMK Telkom Purwokerto". This study aims to identify and analyze the effects of Compensation and Career Development with Job Satisfaction as a mediating variable. The method used was survey with a total sampling method. The population in this study were teachers and permanent employees SMK Ma’arif NU2 and SMK Telkom with a sample of 60 respondents. Analysis of the data in this study is Partial Least Square (PLS) which showed that: (1) Compensation significant effect on Job Satisfaction of SMK Ma’arif NU 2 and SMK Telkom; (2) Career Development significant effect on Job Satisfaction of SMK Ma’arif NU 2 and SMK Telkom; (3) Job Satisfaction significant effect on the Organizational Commitment of SMK Ma’arif NU 2 and SMK Telkom; (4) Career Development does not significant effect on the Organizational Commitment of SMK Ma’arif NU 2 and SMK Telkom; (5) Compensation does not significant effect on the Organizational Commitment of SMK Ma’arif NU 2 and SMK Telkom; (6) Job Satisfaction mediate significant effect compensation on the Organizational Commitment of SMK Ma’arif NU 2 and SMK Telkom; (7) Job Satisfaction mediate significant effect Career Development on the Organizational Commitment of SMK Ma’arif NU 2 and SMK Telkom;
The implication of this research is in order continue to improve the commitment teachers and employees of school, management SMK Ma’arif NU 2 and SMK Telkom need to pay attention to policies, particularly those related to efforts to increase compensation, career development and job satisfaction. The way to do them is to meet various needs, desires and expectations of teachers and employees concerning their job and work and their sacrifice to the school.
615515979E1A009119PERBANDINGAN REGULASI TENTANG BULLYING DI INDONESIA, AMERIKA SERIKAT, DAN FILLIPINA.Bullying adalah perilaku agresif yang sebagai suatu bentuk kekerasan fisik dan psikologis berjangka panjang yang dilakukan seseorang atau kelompok terhadap seseorang yang tidak mampu mempertahankan diri dalam situasi, ada hasrat untuk melukai atau menakuti orang atau membuat orang tertekan, trauma atau depresi dan tidak berdaya. Segala jenis tindakan dan juga sanksi bagi pelaku juga hak hak dari korban bullying ini haruslah diatur secara rinci dalam suatu peraturan perundangan yang khusus. Akibat belum diaturnya peraturan yang mengatur mengenai bullying di Indonesia banyak korban yang luput dari penanganan atau perlindungan juga banyak pelaku yang lepas dari jerat hukum atas apa yang diperbuatnya. Hal ini lah yang membuat penulis memutuskan untuk melakukan penelitian, mengenai perbandingan regulasi tentang bullying di Indonesia, Amerika Serikat dan Fillipina.
Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang – undangan dan metode perbandingan yang membandingkan regulasi di Indonesia, Amerika Serikat dan Fillipina mengenai bullying. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa peraturan perundang – undangan, buku – buku literatur, dokumen resmi, dan situs internet juga data tersier dengan cara studi pustaka, yaitu dengan menginventarisasi data – data tersebut yang kemudian disajikan dalam bentuk uraian sistematis. Data yang diperoleh dianalisa dan dijabarkan berdasarkan norma hukum yang berkaitan dengan obyek penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa perbandingan regulasi tentang bullying di Indonesia, Amerika Serikat dan Fillipina terdapat persamaan dan perbedaan dalam hal pelaku, korban, lokasi kejadian, penyelesaian perkara, kualifikasi bullying itu sendiri, dan peraturan khusus yang mengatur mengenai bullying. Peraturan khusus yang mengatur tentang bullying dirasa sangat penting dalam menangani perkara bullying ini namun Indonesia belum mengaturnya.
Adapun saran yang diberikan adalah seharusnya pemerintah lebih melihat bullying sebagai perkara yang berbahaya yang dapat terjadi tidak hanya pada anak anak di lingkungan sekolah saja tetapi pada lingkungan orang dewasapun tindakan ini dapat terjadi sehingga dapat mamacu diciptakan peraturan tersendiri yang mengatur perihal bullying ini secara terperinci di Indonesia.
Bullying is an aggressive behavior as a form of physical and psychological violence in a long-term did by individual or group against someone who isn’t able to defend themselves in a situation, and there’s a desire to hurt or frighten someone, trauma, depression and helplessness. Its harmful effect to the victim isn’t only a physical effect but a psychological effect which way much more able to make the victim suffer, such as depressed, insecure and always haunted by a fear to indulge. Any kind of action and sanction for the perpetrators also the rights of the victim should be regulated in a special regulation. Due to there’s no a regulation about bullying in Indonesia, there are a lot of victim spared from handling and protection too, and the perpetrators impunity for what they have done. This is why the writers decided to do some researches, regarding the comparison of the bullying regulation in Indonesia, United States of America and Philippines.
This research compiled using a normative juridical research method with provision approach and comparison method that compares regulation in Indonesia, United States and Philippines regarding bullying. The data used is secondary data in the form of law, literature books, documents, and internet and also tertiary data by way of literature namely by inventory data and then represented in the form of systematic description. The data obtained were analyzed and elaborated by legal norms relating to the object of the research.
Based on the results of the research, that there’s a ratio about bullying regulation in Indonesia, United States of America and the differences in terms of perpetrators , victims, the scene, settling disputes, bullying qualification itself, and regulations specifically concerning bullying. The special regulation on bullying considered very important in dealing with cases of this bullying, but Indonesia hasn’t set entirely in detail about bullying.
The advice given is that the government should see that bullying is as a dangerous cause that can occur not only on the children in the school but also in adult it could be happen so will motivated to created the provision in detail about bullying.
615615980E1A009068TINJAUAN YURIDIS TERHADAP HAK PERWALIAN IBU KANDUNG SEBAGAI AKIBAT PERCERAIAN
(Studi terhadap putusan Nomor : 12/Pdt.G.Prodeo/2012/PN.PWT)
Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor: 12/Pdt.G.Prodeo/ 2012/PN.Pwt. yang putusannya dibacakan pada tanggal 10 April 2012 merupakan putusan gugatan perceraian disertai dengan permohonan perwalian atas anaknya, yang diajukan oleh Endang Lestari sebagai penggugat terhadap Ruswanto sebagai tergugat. Dalam putusannya, Majelis Hakim menyatakan bahwa perkawinan putus karena perceraian dan penggugat sebagai wali ibu dari anaknya.
Akibat adanya putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 12/Pdt.G.Prodeo/2012/PN.Pwt. yang memiliki arti bahwa perwalian yang di dapat oleh ibu karena perceraian, inilah yang membuat penulis tertarik untuk mengetahui apa pertimbangan hukum Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto yang menyatakan ibu kandung sebagai wali terhadap anaknya, sudah tepat.
Penelitian ini disusun menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan menggambarkan suatu objek atau peristiwa. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa buku-buku literatur, peraturan perundang-undangan, dokumen resmi, dan situs-situs internet dengan cara studi pustaka, yaitu dengan menginventarisasi data-data tersebut yang kemudian disajikan dalam bentuk uraian sistematis. Data-data yang diperoleh dianalisa dan dijabarkan berdasarkan norma hukum yang berkaitan dengan objek penelitian.
Tulisan ini mengkaji pertimbangan hukum Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto pada putusan Nomor: 12/Pdt.G.Prodeo/2012/PN.Pwt. didasarkan pada ketentuan Bab XI Pasal 51 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Yurisprudensi, dan pendapat para sarjana.
Purwokerto District Court's Decision No. 12/Pdt.G.Prodeo/2012/PN.Pwt that was read on April 10, 2012 was a decision of a divorce with a request for custody of her child, which was filed by Endang Lestari as a Plaintiff against Ruswanto as a Defendant. In its decision, the judges stated that the marriage broke up due to of divorce and The Plaintiff as trustee mother of her child.
Due to the Purwokerto District Court's Decision No. 12/Pdt.G.Prodeo/ 2012/PN.Pwt which means that the trustee to the mother is because of a divorce, this is why the writer interested to know the legal considerations from The Judge of Purwokerto District Court's who stated the biological mother of its child as a trustee is appropriate.
This study compiled using normative juridical approach to describe an object and or event. The data used are secondary data from literature books, legislation, official documents, and internet sites by way of literature study, with an inventory of these data and then presented in the form of systematic description. The data obtained were analyzed and elaborated by legal norms relating to the object of the study.
This study is reviewing the legal consideration of The Judges on Purwokerto District Court's Decision No. 12/Pdt.G.Prodeo/2012/PN.Pwt based on provisions Chapter XI Article 51 Paragraph (1) Law No. 1 of 1974 on Marriage, jurisprudence, and doctrine.
615715981H1B012013ESTIMASI MODEL PERSAMAAN SIMULTAN UNTUK MODEL PERSAMAAN EKSPOR DAN IMPOR DI INDONESIA TAHUN 1975-2014Pada analisis regresi, model yang dikaji umumnya berupa model persamaan tunggal yang hanya mempunyai hubungan satu arah. Namun, terkadang terdapat model yang mempunyai hubungan dua arah seperti model persamaan simultan. Salah satu contoh persamaan yang mengindikasikan adanya hubungan dua arah adalah model persamaan ekspor dan impor. Pada penelitian ini, model persamaan simultan untuk persamaan ekspor dan impor di Indonesia akan dianalisis berdasarkan data sekunder tahun 1975-2014. Variabel-variabel yang diduga berpengaruh adalah ekspor, impor, nilai tukar rupiah, pendapatan asing, dan pendapatan domestik. Selain itu, ditambah juga variabel dummy yang bernilai 0 untuk data sebelum tahun 1997 (sebelum krisis moneter) dan 1 untuk data setelah tahun 1997 (setelah krisis moneter). Berdasarkan uji spesifikasi Hausman, diketahui bahwa model persamaan ekspor dan impor mempunyai hubungan dua arah, sehingga metode estimasi parameter yang dapat digunakan adalah metode two stage least squares (2SLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa estimasi nilai ekspor menggunakan metode 2SLS tidak dipengaruhi kondisi krisis moneter tahun 1997 (variabel dummy) sebab semua variabel pada model berpengaruh terhadap variabel ekspor dengan nilai koefisien determinasi pada model sebesar 98,4%.

In regression analysis, the model that being studied is generally in the form of a single equation model that only has one-way relationship. However, sometimes there are models that have a two-way relationship such as a simultaneous equations model. One example of the equation that indicates a two-way relationship is a model of export and import equation. In this research, simultaneous model for export and import equation in Indonesia will be analyzed based on secondary data from 1975 to 2014. The variables that being expected to have an influence are the export, import, exchange rate, foreign income and domestic income. In addition, it includes a dummy variable which is 0 for data before 1997 (before the crisis) and 1 for data after 1997 (after the crisis). Based on the Hausman specification test, it is known that the export and import equation models have two-way relationship, so that parameter estimation method that can be used is a two stage least squares (2SLS) method. The results showed that the estimated export value using 2SLS method is not affected by the condition of the 1997 financial crisis (a dummy variable) because all variables in the model affect the export variable with the coefficient of determination on the model is 98.4%.

61587207H1A009034SINTESIS DIHIDROKSI DIFENIL TRIKLOROETANA MELALUI REAKSI ANTARA FENOL DENGAN
KLORAL HIDRAT
DDT merupakan insektisida organoklorin yang ampuh dan murah, sehingga penggunaannya cukup luas. Disamping manfaat dan kegunaannya yang luas, DDT ternyata dapat menimbulkan berbagai penyakit yang diakibatkan sifat toksiknya. Penelitian ini ditujukan untuk mensintesis senyawa turunan DDT dan diharapkan diperoleh senyawa baru yang mempunyai aktivitas insektisida tetapi memiliki toksisitas lebih rendah dibandingkan DDT. Hasil spektrofotometer FT-IR menunjukkan pita serapan pada 3209 cm-1 yang merupakan pita getaran OH, serapan pada 1365-1180 cm-1 yang merupakan finger print OH dan serapan pada 817 cm-1 yang merupakan serapan substituen para. Hasil spektrofotometer 1H-NMR menunjukkan adanya H multiplet aril tersubstitusi p,p' pada δ 6,8 dan δ 7,5 serta singlet dari OH posisi p,p' pada δ 8,5. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa senyawa hasil sintesis adalah dihidroksi difenil trikloroetanaDDT is an organochlorine insecticide that is effective and inexpensive, so that its use is quite extensive. Besides the extensive benefits and usefulness, DDT was found to cause a variety of diseases caused by toxic properties. The aim of the research to synthesize the derivative DDT compound and hoped that there would be obtained such a new compound that has insecticidal activity but the toxicity is lower than DDT.The results of FT-IR spectrophotometer showed an absorption band at 3209 cm-1 which is OH vibrational bands, absorptions at 1365-1180 cm-1 which is a finger print of OH group and absorption at 817 cm-1 which is the absorption of para substituent . The results of H-NMR spectrophotometer showed multiplet H of aryl groups was substitued p,p' at δ 6.8 and δ 7.5 and H singlet of the OH position p,p' at δ 8.5. The identification result showed that the compound that synthesized is dihydroxy diphenyl trichloroethane.
615915982E1A012092PENJATUHAN PIDANA TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN (STUDI PUTUSAN NOMOR : 01/Pid.Sus-Anak/2014/PN Bms.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penjatuhan pidana terhadap anak pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan dalam putusan Nomor: 01/Pid.Sus-Anak/2014/PN Bms. tidak bertentangan dengan keadilan restoratif. Penenelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian tipe deskriptif analitis, lokasi penelitian berada di Pengadilan Negeri Banyumas, di Pusat Informasi Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman dan Unit Pelaksana Teknis Perpustakaan Universitas Jenderal Soedirman, jenis data yang digunakan adalah data sekunder, metode pengumpulan data adalah studi kepustakaan.Berdasarkan hasil penelitian syarat-syarat penjatuhan pidana dalam putusan Nomor: 01/Pid.Sus-Anak/2014/PN Bms. adalah dapat di pidananya perbuatan dari anak tersebut dan dapat di pidananya sipembuat.Penjatuhan pidana terhadap anak dalam putusan Nomor: 01/Pid.Sus-Anak/2014/PN Bms bertentangan dengan keadilan restoratif.

Kata Kunci: Penjatuhan Pidana, Anak, Keadilan Restoratif
This research aims to determine criminal punishment against children perpetrators of criminal acts of theft by weighting in decision No.01/ Pid.Sus-Anak/2014/PN Bms. does not conflict with restorative justice. This study was using normative juridical research method, with specification of descriptive analytical study, the study site is located in Banyumas District Court, at the Center of Scientific Information Faculty of Law Jenderal Soedirman University and Technical Implementation Unit Library of Jenderal Soedirman University, the type of data used is secondary data, data collection method is the study of literature. Based on this research the terms of criminal punishment in the decision No. 01/Pid.Sus-Anak /2014/ PN Bms. is can be in criminal act of the Child and the creator can be in criminal. Criminal punishment against children in decision No. 01/Pid.Sus-Anak/2014/PN Bms conflict with restorative justice.

Keywords : criminal punishment, children, restorative justice

616015983H1A012032SINTESIS CROSSLINK KITOSAN-TRIPOLIFOSFAT DAN APLIKASINYA DALAM MENURUNKAN KADAR TARTRAZINETelah dilakukan sintesis crosslink kitosan-tripolifosfat (TPP) dan aplikasinya dalam penurunan kadar tartrazine. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kitosan dan crosslink kitosan-TPP, kondisi optimum dan kapasitas adsorpsi. Sintesis crosslink kitosan-TPP dilakukan dengan mereaksikan larutan kitosan dengan natrium tripolifosfat pH 3. Kitosan dan crosslink kitosan-TPP dikarakterisasi dengan spektroskopi FTIR. Kitosan dan crosslink kitosan-TPP selanjutnya digunakan untuk mengadsorpsi tartrazine. Hasil analisis menggunakan FTIR menunjukkan telah terbentuknya kitosan dengan adanya gugus –NH2 pada bilangan gelombang 1589,34 cm-1 dan crosslink kitosan-TPP dengan adanya gugus –PO pada daerah 1026,13 cm-1. Crosslink kitosan-TPP dapat mengadsorpsi tartrazine sebesar 0,0156 mg/g. Synthesis of chitosan-tripolyphosfate crosslink had been done and its application for tartrazine adsorption. The aim of this study was to determine differences of the characteristics of chitosan and crosslink chitosan-TPP, optimum condition and adsorption capacity of crosslink chitosan-TPP. The synthesis of chitosan-tripolyphosfate crosslink in this research was carried out by reacting a solution of chitosan in acetic acid with sodium tripolyphosfate pH 3. The chitosan and chitosan-tripolyphosfate crosslink were characterized by FTIR. The study about chitosan-tripolyphosphate crosslink adsorption toward tartrazine. The result of FTIR analysis showed that the absorption at 1589.34 cm-1 were an amide group and 1026,13 cm-1 were the vibration range of P-O. Crosslink chitosan-TPP could adsorp tartrazine with the adsorption capacity 0,0156 mg/g.