Artikelilmiahs
Menampilkan 6.041-6.060 dari 48.843 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 6041 | 15867 | G1G012016 | PERBEDAAN KONSENTRASI MYELOPEROXIDASE (MPO) DAN KADAR NIKOTIN ANTARA PEROKOK KRETEK, PEROKOK PUTIH FILTER, DAN NON PEROKOK DENGAN GINGIVITIS | Gingivitis merupakan peradangan yang disebabkan oleh proses inflamasi pada jaringan gingiva. Gingivitis menunjukan adanya pembengkakan dan perubahan warna pada gingiva, hilangnya stippling, dan pendarahan saat probing. Kondisi gingivitis dapat diperparah oleh kebiasaan merokok akibat kandungan nikotin di dalamnya yang bersifat imunosupresif. Terdapat dua jenis rokok, yaitu rokok kretek dan rokok putih yang memiliki kadar nikotin berbeda sehingga berpengaruh terhadap tingkat keparahan gingivitis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan konsentrasi MPO dan kadar nikotin antara perokok kretek filter, perokok putih filter, dan non perokok yang menderita gingivitis. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan crossectional. Teknik pengambilan sampel adalah consecutive sampling. Penelitian ini menggunakan 60 subyek yang terbagi menjadi tiga kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 20 subyek. Sampel yang digunakan adalah urin sebanyak 5 ml dan saliva sebanyak 2 ml. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak satu kali pada setiap subyek di masing-masing kelompok. Kadar nikotin dalam urin dihitung menggunakan uji titrasi dan konsentrasi MPO dihitung menggunakan uji ELISA. Data dianalisis menggunakan uji one way ANOVA, uji Post Hoc LSD, dan dilanjutkan uji korelasi Pearson. Hasil uji one way ANOVA dan Post Hoc LSD menunjukkan adanya perbedaan bermakna kadar nikotin dan konsentrasi MPO pada perokok kretek filter, perokok putih filter, dan non perokok dengan gingivitis (p<0,05). Uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan antara peningkatan kadar nikotin dengan penurunan konsentrasi MPO pada semua kelompok (p<0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah konsentrasi MPO terendah dan kadar nikotin tertinggi terdapat pada kelompok perokok kretek filter dengan gingivitis | Gingivitis is an inflammation caused by inflammatory process in the gingival tissues. Gingivitis shows the presence of swelling and discoloration on gingiva, loss of stippling, and bleeding on probing. The condition of gingivitis can be aggravated by smoking habits as a result of nicotine in it which are immunosuppressive. There are two types of cigarettes, namely kretek cigarettes and mild cigarettes that have different levels of nicotine and therefore contributes to the severity of gingivitis. The purpose of this research is to know the differences concentration of MPO and levels of nicotine between kretek filter smokers, mild filter smoker, and non-smokers with gingivitis. This type of research was observational analytic with crossectional design. The sampling technique was consecutive sampling. This study used 60 subjects which were divided into three groups, each group consisted of 20 subjects. The samples in this study used 5 ml urine and 2 ml saliva. Sampling was performed one time on each subject in each group. The levels of nicotine in the urine was calculated by titration test and the concentration of MPO calculated by ELISA test. The data were analyzed by one way ANOVA, Post Hoc LSD, dan Pearson Correlation. Results one way ANOVA and Post Hoc LSD test showed a significant difference in levels of nicotine and concentration of MPO in kretek filter smokers, mild filter smokers, and non-smokers with gingivitis (p<0,05). Pearson correlation test showed an association between increased levels of nicotine by decreasing the concentration of MPO in all groups (p<0.05). The conclusions of this research is the lowest MPO concentration and the highest nicotine levels found in the group of kretek filter smokers with gingivitis. | |
| 6042 | 15868 | E1A011011 | KAJIAN YURIDIS TERHADAP PENERAPAN PASAL 18 AYAT (1) HURUF C UNDANG – UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG Nomor 937K/Pdt.Sus/2010 | ABSTRAK KAJIAN YURIDIS TERHADAP PENERAPAN PASAL 18 AYAT (1) HURUF C UNDANG – UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG Nomor 937K/Pdt.Sus/2010 Oleh NANDA PIYA HARTAWATI E1A011011 Perumahan dan kawasan permukiman mempunyai arti penting bagi kehidupan manusia untuk membangun, mengembangkan watak dan kepribadian, oleh karena itu setiap warga negara Indonesia perlu di usahakan untuk mendapatkan dan menikmati perumahan dan kawasan permukiman yang layak, namun pada kenyataannya masyarakat ternyata tidak bisa dengan mudah membangun rumah, diperlukan berbagai hal sehingga rumah itu bisa didirikan dan ditempati. Untuk itu Negara bertanggung jawab melindungi segenap bangsa Indonesia melalui penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman agar masyarakat mampu bertempat tinggal serta menghuni rumah yang layak dan terjangkau di dalam perumahan yang sehat, aman, harmonis, dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dimana spesifikasi penelitian yang dipakai adalah deskiptif analitis, Penelitian dilakukan di Perpustakaan Pusat Universitas Jendral Soedirman, dan Pusat Informasi Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman, serta media elektronik dengan menggunakan media internet. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dimana dalam pengumpulan data sekunder dilakukan dengan melakukan studi kepustakaan dan akan disajikan secara deskriptif dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis dan logis serta metode penyajian data yang diperoleh akan dianalisa secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data,menyatakan bahwa hakim dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 937K/Pdt.Sus/2010 dalam menerapkan hukumnya sudah tepat karena PT. SOLID GOLD telah melanggar ketentuan yang terdapat di dalam Pasal 18 ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yang berkaitan dengan pelaku usaha berhak menolak penyerahan kembali uang yang di bayarkan atas barang atau jasa yang telah di beli oleh konsumen. Tetapi hakim seyogyanya dalam membuat pertimbangan hukum yang lengkap dengan menyatakan bahwa PT.SOLID GOLD juga melanggar ketentuan Pasal 1320 KUHPerdata mengenai syarat sahnya perjanjian dan Pasal 1365 KUHPerdata mengenai ketentuan perbuatan melawan hukum. Kata kunci : Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pelaku Usaha, Konsumen, Klausula Baku, dan Perbuatan Melawan Hukum. | ABSTRACT JUDICIAL STUDY OF CHAPTER 18, ARTICLE (1),LETTER C OF ACT NO. 8 YEAR 1999 OF CONSUMER PROTECTION BY SUPREME COURT’S VERDICT No.937K/Pdt.Sus/2010 By NANDA PIYA HARTAWATI E1A011011 Housing and settlement area are important parts of human’s life to establish and develop characteristics and personalities. Therefore every citizen of Indonesia has right to get and enjoy proper housing and settlement. However in reality, it is not easy for community to build houses since this meets many requirements to build a house and live in it. In this case, the state is responsible in protecting the nation to provide housing and settlement area so that community has place to settle, enjoy proper and economical house in the form of healthy, secure, harmonious and continuous housing. This research uses normative judicial method in which the specification of the research uses descriptive analysis. The research is conducted in the Central Library of JendralSoedirman University and Centre of Scientific Information of Law Faculty, JendralSoedirman University, as well as electronic media and internet.The source of data used in the research includes secondary data which are collected from library study and presented descriptively in logical and systematical description. Finally, the data collected are analyzed with normative qualitative approach. According to the result of the research and analysis of data, it reveals that the judges of the Verdict of Supreme Court No. 937K/Pdt.Sus/201 havemade acceptable decision since Pt. SOLID GOLD had violated the regulation which is accorded in Chapter 18 Article (1) Alphabet c of the Act no. 8 year 1999 of Consumer Protection, in which case the company has right to refuse to return the payment that has been made by consumers over the product of service. However, the judges should also make complete legal consideration by stating that PT. SOLID GOLD also violated Chapter 1360 of Civil Code (KUHPerdata) of legal terms of agreement and Chapter 1365 of Civil Code (KUHPerdata) of legal terms of illegal action. Keywords: Housing and settlement area, company, consumers, standard agreement, illegal actions. | |
| 6043 | 15869 | E1A011210 | PENERAPAN KLAUSULA BAKU DALAM PERJANJIAN PEMBIAYAAN ANTARA KONSUMEN DAN PT. ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE TBK CABANG SINGKAWANG (STUDI PUTUSAN NOMOR : 21/PDT.G/2014/PN.MPW) | ABSTRAK PENERAPAN KLAUSULA BAKU DALAM PERJANJIAN PEMBIAYAAN ANTARA KONSUMEN DAN PT. ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE TBK CABANG SINGKAWANG (STUDI PUTUSAN NOMOR : 21/PDT.G/2014/PN.MPW) Oleh : MUHAMMAD TIDAR SURYABANGKIT E1A011210 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan klausula baku seperti apakah yang tidak selalu bertentangan dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Penulis juga ingin meneliti lebih lanjut apakah penerapan klausula baku sebagaimana dalam putusan Pengadilan Negeri Mempawah Nomor :21/PDT.G/2014/PN.MPW sudah sesuai atau tidak dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan metode pendekatan yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Sumber bahan hukum yang digunakan adalah data sekunder dengan metode penyajian data secara uraian dan analisis data dilakukan secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui penerapan klausula baku tidak selalu bertentangan dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Klausula baku sebagaimana anak dari azas kebebasan berkontrak diperbolehkan pada dasarnya, hanya saja ada ketentuan untuk membatasinya. Pasal 18 Undang-Undang Perlindungan Konsumen menjadi ketentuan atau aturan khusus di dalam penerapan Klausula Baku. Penerapan Klausula baku pada PT. Adira Dinamika Multifinance terbukti melanggar pasal 18 ayat 1 huruf d yaitu menyatakan pemberian kuasa dari konsumen kepada pelaku usaha baik secara langsung maupun tidak langsung untuk melakukan segala tindakan sepihak yang berkaitan dengan barang yang dibeli oleh konsumen secara angsuran. Klausula baku seperti demikianlah yang melanggar unsur kesusilaan baik atau kepatutan. Sengketa ini telah diselesaikan secara Non Litigasi maupun secara Litigasi. | ABSTRACT The Implementation of Standard Clause of the Financing Agreement Between Consumers and PT. Adira Dinamika Multi Finance TBK Cabang Singkawang (Research Based on The Verdict Number: 21/PDT.G/2014/PN.MPW) BY : MUHAMMAD TIDAR SURYABANGKIT E1A011210 The purpose of this research is to find the implementation of standard clause that not always contrary to Undang-Undang Perlindungan Konsumen. The Researcher want to find about the implementation of standard clause, especially in verdict of Pengadilan Negeri Mempawah Number: 21/PDT.G/2014/PN.MPW. To achieve this aim, The Researcher used juridical normative approach method through descriptive approach. All of resources from this research come from secondary data. The data presentation writes narratively and the data was analyzed qualitatively. Based on this research, known that the implementation of the standard clause is not always contrary to Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Basically, the standard clause as a part of the principle freedom contract is allowed, but there are provisions that limit it. Clause 18 of Undang-Undang Perlindungan Konsumen becomes a provision or specific regulation in the Standard Clause implementation. The researcher found the violation in PT Adira Dinamika Multifinance, precisely against the Clause of 18, verse 1, point D which said that authorization from the consumer to the businesses directly or indirectly to do any unilateral action relating to goods purchased by consumers installments. Thus Standard Clause violates decency or propriety element. This dispute has been resolved through non-litigation and litigation way. | |
| 6044 | 15871 | E1A112012 | DISSENTING OPINION HAKIM DALAM SENGKETA TATA USAHA NEGARA (Studi Putusan Nomor : 16/G/2014/PTUN-MTR) | ABSTRAK DISSENTING OPINION HAKIM DALAM SENGKETA TATA USAHA NEGARA ( Studi Putusan Nomor : 16/G/2014/PTUN-MTR ) Oleh: INDRA KURNIAWAN E1A112012 Penelitian ini bersumber pada Putusan PTUN Mataram Nomor : 16/G/2014/PTUN-MTR, bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam menentukan tenggang waktu mengajukan gugatan pada putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Mataram Nomor : 16/G/2014/PTUN-MTR. dan untuk mengetahui dan menganalisis pertimbangan hukum hakim dissenting opinion pada putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Mataram Nomor : 16/G/2014/PTUN-MTR. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan. Penggugat dalam perkara a quo yaitu PT. Pelangi Agung Mahligai melawan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sumbawa Barat yang disebut sebagai Tergugat, dan Lalu Sumarlin yang disebut sebagai Tergugat II Intervensi. Objek sengketanya adalah Sertipikat Hak Milik No. 274 Luas 10.405 m2 tanggal 4 April 2011, surat ukur No. 5/Sekongkang bawah/2011 tanggal 23 Maret 2011 an. Lalu Sumarlin yang terletak di Sekongkang Bawah, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan penelitian dan pembahasan maka pada intinya bahwa pertimbangan hukum hakim sudah tepat dalam sengketa a quo, dengan menyatakan gugatan Penggugat telah daluarsa dan menerima eksepsi dari Tergugat dan Tergugat II Intervensi. Dissenting opinion yang dilakukan Hakim Ketua tidak tepat, karena Pengguat sudah mengetahui adanya objek sengketa jauh-jauh hari sebelum mengajukan gugatan di PTUN Mataram dan pertimbangan pokok perkara dari Hakim Ketua tidak mencantumkan Peraturan Perundang-Undangan dan Asas-asas Umum Pemerintahan yang Baik apa yang telah di langar oleh Tergugat. | ABSTRACT JUDGE DISSENTING OPINION IN STATE ADMINISTRATIVE LEGAL DISPUTE ( Study decision number : 16/G/2014/PTUN-MTR ) By: INDRA KURNIAWAN E1A112012 This research based on the award-state administrative courts Mataram number : 16/G/2014/PTUN-MTR, aims to identify and analyze the legal considerations of the judge in determining the grace period for submitting a lawsuit on decision of State Administrative Courts Mataram number : 16/G/2014/PTUN-MTR, and also the legal considerations judge dissenting opinion on decision of State Administrative Courts Mataram Mataram number : 16/G/2014/PTUN-MTR. The method used in this study is normative juridical research with the approach of legislation. The Plaintiff of a quo case is PT. Pelangi Agung Mahligai against the Head of West Sumbawa District Land Affairs Office that is referred to as Defendant, and Lalu Surmalin as Intervention Defendant II. The object of the dispute is a Freehold Title number : 274 with a land area 10.405 m2 dated March 23, 2011 on behalf of Lalu Surmalin that is located in Sekongkang bawah, Sekongkang, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Based on the research and investigation, it can be concluded that the judge legal considerations had already proper in this a quo dispute by saying the lawsuit from the Plaintiff has expired and received an exception from the Defendant and Intervention Defendant II. Dissenting opinion made by the Presiding Judge is not appropriate, because the Plaintiff was aware of the dispute object ahead of time before filing the lawsuit at State Administrative Courts Mataram and the principal case consideration of the Presiding Judge does not mention Laws Regulation and Principles of Good Public Governance which has been infringed by the Defendant. | |
| 6045 | 15872 | F1C009038 | Fenomena "Butchi" yang Memiliki Pasangan Pekerja Seks Komersial di Purwokerto | Skripsi ini berjudul “Fenomena Butchi yang Memiliki Pasangan Pekerja Seks Komersial (PSK) di Purwokerto”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana fenomena “Butchi” yang memiliki pasangan Pekerja Seks Komersial (PSK) di Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologi. Data penelitian diperoleh dari informan yang merupakan lesbian Butchi yang Memiliki Pasangan Pekerja Seks Komersial (PSK) di Purwokerto. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Validitas data diuji melalui teknik triangulasi sumber dengan cara membandingkan atau mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat berbeda dalam metode kualitatif, dan teknik triangulasi metode dengan cara mengecek keabsahan temuan riset. Model analisis data yang diaplikasikan dalam penelitian ini adalah model analisis interaktif Mills dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Hubungan butchi dan pekerja seks komersial ternyata mampu membangun committed romantic relationships. Keduanya, memiliki kepentingan dan kebutuhan masing-masing dalam menjalin hubungan. Sehingga berusaha sedemikian rupa, agar hubungan mereka tetap baik dan berjalan minim konflik. | The title of this research is Penomenological Study About Butchi with Commercial Sex Worker Mate. The main purpose of this study is to explain how was the Butchi phenomenon who has commercial sex worker mate in Purwokerto. The method used in this research is qualitative analysis model with phenomenological approach. The data gained from the informants which is lesbian butchi with commercial sex worker mate in Purwokerto. The data is gathered througout some observation, semistructured interviews, and documentation process. Validity of data gathered was tested with base triangulation by comparing or re-checking the degree of confidence of any information acquired through time and different means provided by qualitative and triangulation method by checking the validity of the researchs result. Analysis model applied in this research is interactive analysis model by Mills and Huberman. The result of this researchs shows that butchi and her commercial sex worker mate can and able to build a committed romantic relationship. Both of them have the same needs to build their relationship. So, they try to adapt with every condition they have faced. That way, their relationship could sustained with minimal conflict. | |
| 6046 | 15744 | E1A112065 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN OBAT NYAMUK YANG MENGANDUNG ZAT AKTIF BERBAHAYA DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN | ABSTRAK Pada era globalisasi saat ini, dimana ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat serta teknologi semakin maju, seringkali konsumen tidak mengetahui apa yang diproduksi oleh pelaku usaha dalam produknya. Konsumen hanya menerima tanpa bisa memperoleh informasi yang sebenar-benarnya mengenai suatu produk. Tidak terkecuali masalah yang dihadapi konsumen dalam pemilihan obat nyamuk yang mengandung zat aktif berbahaya. Perlindungan hukum merupakan salah satu upaya agar tujuan hukum dapat tercapai. Tujuan hukum yang dimaksud yaitu terpeliharanya keamanan dan ketertiban sehingga dapat menjamin kepastian hukum, dengan demikian dapat menghindarkan tindakan kesewenangan pelaku usaha dalam melakukan kegiatan usahanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif, spesifikasi penelitian adalah deskriptif dengan menggunakan data sekunder dan primer yang disajikan dengan uraian secara sistematis dan logis, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya kandungan zat aktif dalam obat nyamuk haruslah disertai dengan petunjuk penggunaan produk secara benar dimana banyak merek-merek yang cenderung menjerumuskan bahwa obat nyamuk aman bagi kesehatan manusia. Hal tersebut tentunya memiliki tanggungjawab yang harus dipenuhi sesuai apa yang tercantum dalam Pasal 4 huruf a dan c Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Kata kunci : Perlindungan Hukum, Konsumen, Obat Nyamuk. | ABSTRACT In this globalization era, where science is growing rapidly as well as technology has advanced, customers often do not know what is produced by business people in their product. Customers only accept without obtaining the true information about the product. Even the problems that faced by the consumers in choosing insects repellent that contains a dangerous active substance. Legal protection is one of the efforts to aim of the law can be achieved. The purpose of the law is the maintenance of security and order so as to ensure the legal certainty, thereby avoiding arbitrariness action by business people in conducting their business activities. The method used in this research is normative juridical, research specification is a descriptive study using secondary and primary data presented with description systematically and logically, then analyzed qualitatively. The results indicate that the content of active ingredient in insect repellent must be accompanied by instructions to use the product correctly where many brands that tend to plunge that insect repellent is safe for human health. It certainly has responsibility which must be met to what is stated in Article 4 letter a and c of Law No. 8 of 1999 of Consumer Protection. Key word: Law Protection, Consumer, Insects repellent. | |
| 6047 | 15861 | E1A111109 | PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN TERHADAP PRODUK ELEKTRONIK YANG TIDAK DISERTAI DENGAN KARTU JAMINAN/GARANSI (KAJIAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN NOMOR 234 / PID.SUS / 2011 / PN.BJM) BERDASARKAN UU NO. 8 TAHUN 1999 | Manusia tidak dapat lepas dari kebutuhannya seiring dengan berkembangnya teknologi yang semakin canggih,maka Printer termasuk barang elektronik yang sangat diperlukan dalam hal untuk mencetak suatu tulisan,seiring dengan banyak pelaku usaha yang melakukan kecurangan dalam hal menjual barang tanpa adanya suatu garansi atau buku petunjuk dalam bahasa indonesia maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab masih adanya produk elektronik yang tidak disertai dengan kartu jaminan/garansi dan buku panduan bahasa indonesia yang beredar di pasaran dan bentuk perlindungan hukum bagi konsumen terhadap elektronik yang tidak disertai dengan kartu jaminan/garansi dan buku panduan dalam Bahasa Indonesia serta untuk mengetahui peranan dan upaya penegak hukum dalam menangani peredaran produk elektronik yang tidak disertai dengan kartu jaminan/garansi purna jual dan buku panduan Bahasa Indonesia sehingga Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif, yaitu pendekatan yang menggunakan konsepsi legistis positivis, yang mengemukakan bahwa hukum identik dengan norma-norma tertulis yang dibuat dan diundangkan oleh lembaga atau pejabat yang berwenang. Konsepsi ini juga melihat hukum sebagai suatu sistem normatif yang mandiri, bersifat tertutup dan terlepas dari kehidupan masyarakat dengan mengabaikan norma selain norma hukum. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan antara lain, faktor penyebab beredarnya produk elektronik yang tidak disertai dengan kartu jaminan/garansi dan buku panduan dalam bahasa Indonesia di pasaran yaitu kurang ketatnya pengawasan dari pemerintah, kecurangan dan ketidakpatuhan pelaku usaha.Dari hasil penelitian ini, ada beberapa hal yang menjadi saran antara lain pengawasan lebih dimaksimalkan, konsumen lebih bersikap kritis dan pelaku usaha dapat melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya. | Man can not be separated from her needs along with the development of increasingly sophisticated technology, the printer including electronic goods indispensable in the case to print an article, along with many businesses that commit fraud in terms of selling goods without a warranty or manual in the language Indonesia, this study aimed to determine the cause of the persistence of the electronic products that are not accompanied by card guarantee / warranty and guide books Indonesian on the market and a form of legal protection for consumers against the electronics that are not accompanied by card guarantee / warranty and guide books in Indonesian as well as to determine the role and efforts of law enforcement in dealing with the circulation of electronic products that are not accompanied by a guarantee card / after-sales warranty and guide books Indonesian so The method used in this research is normative juridical approach that uses legistis positivist conception, who argued that the law is identical with the norms made written and enacted by institutions or authorities. This conception also see the law as a normative system which is independent, is closed and irrespective of people's lives by ignoring norms other than legal norms. From the conclusion, among others, the factors causing the circulation of electronic products that are not accompanied by a guarantee card / warranty and guide books in the Indonesian market is less tight supervision from the government, fraud and noncompliance usaha.Dari perpetrators of these results, there are a few things that are suggestions include more oversight maximized, consumers and businesses are critical to carry out what the obligations. | |
| 6048 | 15874 | C1B012116 | ANALISIS PENGARUH MODAL KERJA, AKTIVITAS, UKURAN PERUSAHAAN DAN LEVERAGE TERHADAP PROFITABILITAS DAN HUBUNGANNYA DENGAN NILAI PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA | Penelitian ini merupakan studi empiris dengan judul “Analisis Pengaruh Modal Kerja, Aktivitas, Ukuran Perusahaan dan Leverage Terhadap Profitabilitas Perusahaan dan Hubungannya Dengan Nilai Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEI”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah terdapat pengaruh antara Modal Kerja, Aktivitas, Ukuran Perusahaan, Leverage, terhadap Profitabilitas dan pengaruhnya terhadap Nilai Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan Manufaktur di Indonesia dari tahun 2013 sampai dengan 2015. Prosedur pemilihan sampel adalah purposive sampling sehingga diperoleh 41 perusahaan. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear bertahap dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel Modal Kerja, Aktivitas, ukuran perusahaan dan leverage berpengaruh terhadap Profitabilitas. Serta variabel Profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan | This research is an empirical study entitled "Analysis of Effect of Working Capital, Activities, Company Size and Leverage Against the profitability of the Company and Its Relation to Value Manufacturing Companies Listed on the Stock Exchange". The purpose of this study was to examine whether there is influence between working capital, Activities, Company Size, Leverage, and its influence on the profitability of Value Manufacturing Company listed on the Indonesia Stock Exchange. The population in this study is a manufacturing company in Indonesia from 2013 to 2015. The research method used purposive sampling. There are 41 companies used as observation data. Analized data using stepwise linear regression and the classic assumptions test. These conclution of this research indicate that the variable working capital, activity, firm size and leverage effect on profitability. Profitability and the variable effect on firm value. | |
| 6049 | 8010 | A1H010038 | ANALISIS PINDAH PANAS PADA PROSES PEMASAKAN AIR MENGGUNAKAN KOMPOR BIOMASSA BERBAHAN BAKAR BRIKET ARANG TEMPURUNG KELAPA | Briket arang tempurung kelapa merupakan biomassa yang memiliki energi untuk pembakaran. Kehilangan panas pada proses pemasakan dengan tungku sangatlah tinggi. Proses kehilangan panas ini sangat berpengaruh terhadap efisiensi pembakaran. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perubahan suhu pada sistem ruang pembakaran selama proses pemasakan air hingga air mendidih, mengetahui besarnya kehilangan energi panas yang terjadi selama proses pemasakan air, serta mengetahui efisiensi sistem terhadap besarnya bahan bakar yang digunakan. Penelitian ini dilakukan menggunakan kompor biomassa UB 03-1 berbahan bakar briket arang tempurung kelapa dengan pengukuran suhu dilaksanakan setiap 5 menit hingga air mendidih. Variabel penelitian meliputi variabel pengukuran yaitu konsumsi bahan bakar, suhu pada masing-masing sub sistem, suhu air, suhu lingkungan dan kelembaban udara. Data hasil pengukuran dianalisis menggunakan persamaan pindah panas untuk mengetahui besarnya kehilangan panas dan efisiensi sistem. Batasan sistem pada penelitian ini adalah sub sistem ruang pembakaran tengah, bawah, dan atas. Hasil penelitian adalah suhu rata-rata ruang pembakaran ulangan ke 1: 461,42˚C, ulangan ke 2: 504,12˚C, dan ulangan ke 3: 505,69˚C dan suhu rata-rata sebesar 490,41˚C. Total panas rata-rata yang hilang pada sub sistem ruang pembakaran tengah sebesar 562,14 kJ, sub sistem ruang pembakaran bawah sebesar 98,66 kJ serta pada sub sistem ruang pembakaran atas sebesar 3249,09 kJ. Efisiensi total rata-rata sistem terhadap besarnya bahan bakar yang tersedia adalah 67,28%. | Coconut shell charcoal briquette is a biomass which has combustion energy. Heating loss in the furnace cooking process is very high. The heating loss process has major effect to the fuel energy production. The purposes of the study are; to determine the change of temperature in the chamber combustion system during the water cooking process till boiling, to determine the amount of heat energy loss that occurs during the process of water boiling, and to know the efficiency system to the amount of fuel used. This research is done by using a biomass stove UB 03-1 fueled coconut shell charcoal briquettes, where temperature measurements carried of every 5 minutes until the water boils. The research variables include measure the fuel consumption, the temperature in each sub system, water temperature, ambient temperature and relative humidity. Measurement data were analyzed by using heat transfer equation to determine the amount of heat loss and efficiency system. System’s boundaries in this research are center combustion chamber, bottom, and above. Research finding from this study are the average temperature of the combustion chamber is a first repetition 1: 461.42˚C, second repetition : 504.1˚C, and third repetition: 505.69˚C and the average temperature at 490.41˚C. The average heat loss in the middle of the combustion chamber subsystems of 562.14 kJ, subsystems under the combustion chamber of 98.66 kJ and the combustion chamber above the subsystems of 3249.09 kJ. The average total efficiency system to the amount of fuel is 67.28%. | |
| 6050 | 15873 | H1E011007 | DELINIASI STRUKTUR GEOLOGI BAWAH PERMUKAAN DAERAH SAMARINDA DAN SEKITARNYA BERDASARKAN ANALISIS DATA GAYABERAT | Deliniasi struktur geologi bawah permukaan daerah Samarinda bertujuan untuk mengetahui struktur yang berkembang di bawah permukaan di daerah tersebut berdasarkan data anomali gayaberat. Data pada penelitian ini berupa data sekunder. Proses pengolahan data dilakukan dengan mendigitasi peta anomali Bouguer, pemisahan antara anomali lokal dengan regional menggunakan Polynomial Fitting dan analisis Second Vertical Derivative. Nilai anomali Bouguer yang dihasilkan berada pada kisaran 8-44 mGal. Data anomali lokal diinterpretasi menggunakan perangkat lunak Grav2dc for windows. Hasil interpretasi pada lintasan AA’ diperoleh struktur bawah permukaan berupa struktur batuan yang terdiri atas batu pasir kuarsa dengan sisipan batu lempung dengan densitas 2,735 g/cm^3, batu pasir kuarsa dengan sisipan batu gamping densitas 2,598 g/cm^3, batu pasir kuarsa dengan sedikit batu gamping dengan densitas 2,588 g/cm^3dan batu pasir kuarsa dengan sisipan banyak batu gamping dengan densitas 2,779 g/cm^3. Pada lintasan BB’ diperoleh struktur batuan yang terdiri atas batu pasir kuarsa dengan sisipan batu gamping dengan densitas 2,62 g/cm^3, batu pasir kuarsa dengan sisipan batu gamping dengan densitas 2,52 g/cm^3, batu pasir kuarsa dengan banyak batu gamping dengan densitas 2,87 g/cm^3. Analisis Second Vertical Derivative mampu untuk mendeteksi lokasi sesar-sesar yang berkembang di daerah penelitian. | Delineation of the subsurface geological structure Samarinda area aims to determine the structure that develops below the surface in the area based on the gravity anomaly data. The data in this study of secondary data. Data processing is done by digitizing maps Bouguer anomaly, anomalous separation between local and regional use of Polynomial Fitting and Second Vertical Derivative analysis. Bouguer anomaly value generated in the range of 8-44 mGal. Local anomaly data are interpreted using the software Grav2dc for windows. The interpretation of the path AA’ obtained subsurface structure in the form of rock structure consisting of sandstone quartz with an inset stone clay with a density of 2,735 g/cm^3, sandstone quartz with inserts limestone density of 2,598 g/cm^3, quartz sandstone with little limestone 2,588 g/cm^3 and quartz sandstone with many inserts limestone 2,779 g/cm^3. In track BB’ derived rock structure consisting of quartz sandstone with inserts limestone 2,62 g/cm^3, quartz sandstone with inserts limestone with a density of 2,52 g/cm^3, quartz sandstone with a lot of limestone with 2,87 g/cm^3. Second Vertical Derivative analysis is able to detect the location of the fault-fault developed in the study area. | |
| 6051 | 15875 | E1A012090 | GUGAT CERAI KARENA SUAMI HOMOSEKSUAL (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan No: 1156/Pdt.G/2012/PA.JS) | Salah satu alasan perceraian yang terdapat suatu perkawinan adalah berhubungan dengan kehidupan seksual. Homoseksual atau ketertarikan sesama jenis dalam perkawinan dapat mengakibatkan percekcokan karena salah satu pihak yaitu suami atau istri tidak dapat menjalankan kewajibannya dengan baik. Hal tersebut menimbulkan keretakan dalam rumah tangga hingga akhirnya salah satu pihak memutuskan untuk mengajukan perceraian ke pengadilan. Alasan perceraian homoseksual belum diatur secara tegas dalam Undang-Undang Perkawinan dan peraturan pelaksananya. Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini yaitu pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan gugat cerai karena suami homoseksual yang terjadi di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada putusan nomor 1156/Pdt.G/2012/PA.JS. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan hukum ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hukum yang dipakai hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada putusan nomor 1156/Pdt.G/2012/PA.JS sudah tepat walaupun kurang memadai. Hakim dalam putusannya hanya mengacu pada ketentuan Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 116 (f) KHI, dengan meninggalkan ketentuan Pasal 19 huruf (d) dan huruf (e) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf (d) dan huruf (e) KHI. | One of the reasons divorce there is a marriage is relating to life sexual.Homosexual or same-sex interest in marriage can result in disagreement because one of parties that husband or wife cannot carrying out their obligations well.This raised a rift domestic until one of the parties decided to propose divorce to the court.Reason divorce homosexual not been managed firmly in the marriage laws and regulations its executioner.As for that has been a problem in this research that is judicial consideration the judge in said accountability divorce that husbands .The methodology used in writing law it is normative juridical the case. The result of this research shows the materials that that used for judge’s consideration is proper but not really complete. In the decision, the judge only considers Article 19 point d and point e Government Regulation 9/1975 juncto Article 116 point d and point e Islamic Law Compilation. | |
| 6052 | 15876 | A1L012050 | APLIKASI Bacillus subtilis B298 UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT ANTRAKNOSA DAN PENINGKATAN HASIL CABAI | Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menguji efektivitas Bacillus subtilis B298 dalam mengendalikan penyakit antraknosa pada tanaman cabai, (2) menguji potensi B. subtilis B298 dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai, dan (3) memperoleh perlakuan terbaik terhadap penekanan antraknosa dan peningkatan hasil cabai. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan tanaman dan lahan petani di Desa Mekarsari, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap pada ketinggian 50 m dpl, mulai Desember 2015 sampai Mei 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi Kontrol, aplikasi B. subtilis B298 dengan cara siram, aplikasi B. subtilis B298 dengan cara semprot, aplikasi B. subtilis B298 dengan cara siram dan semprot, aplikasi fungisida dengan cara semprot, dan aplikasi B. subtilis B298 dengan cara siram + aplikasi fungisida dengan cara semprot. Variabel yang diamati meliputi intensitas penyakit, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, jumlah buah, dan bobot buah. Hasil penilitian menunjukkan bahwa aplikasi B. subtilis B298 dengan cara siram dan semprot dapat menekan perkembangan penyakit antraknosa dengan efektivitas sebesar 54.77%, setara dengan aplikasi fungsida, penyiraman dan penyemprotan B. subtilis B298 efektif meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, jumlah buah/tanaman, dan bobot buah/tanaman, aplikasi B. subtilis B298 dengan cara siram dan semprot yang diberikan dalam konsentrasi 2% dengan dosis 100 ml/tanaman merupakan aplikasi terbaik dalam mengendalikan penyakit antraknosa, serta meningkatkan pertumbuhan dan hasil cabai. | This research aimed to: 1) assay the effectiveness of Bacillus subtilis B298 in the antracnose disease surpressing, 2) assay the potency of B. subtilis B298 in improving growth and yield of chilies, and 3) select the best application to reduce the antracnose disease and improve the yield. This research was conducted in Laboratory of Plant Protection at Jenderal Soedirman University and in a farmer's field located in Mekarsari village, Cipari district, Cilacap, Central Java, started at December 2015 until May 2016. This research used a Randomized Block Design with 6 treatments and 4 repetitions. The treatments of the research are control, aplication B. subtilis B298 by pouring, aplication B. subtilis B298 by spraying, aplication B. subtilis B298 by pouring and spraying, aplication fungicide by spraying, and aplication B. subtilis B298 by pouring ¬+ fungicide by spraying. The observed variables were height of plant, number of leaf, weight of fresh plant, weight of dry plant, number of fruits, weight of fruit, and the intensity of the disease. The result showed that aplication B. subtilis B298 by pouring and pouring were potential to decrease the antracnose disease with surpress disease intensity of 54.77%, as good as fungicide application, pouring and spraying plants with B. subtilis B298 was effective for increasing height of plant, number of leaf, weight of fresh plant, weight of dry plant, number of fruits/plant, weight of fruit/plant, aplication B. subtilis B298 by pouringand spraying in 2% concentration and 100 ml/plant dose was the best treament to decrease the antrachnose and increasing plant's growth and yield. | |
| 6053 | 15881 | A1L111033 | EVALUASI TINGKAT KERUSAKAN TANAH PADA LAHAN KERING UNTUK PRODUKSI BIOMASSA DI KECAMATAN REMBANG, KABUPATEN PURBALINGGA, JAWA TENGAH | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kerusakan lahan kering untuk produksi biomassa di Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Berdasarkan metode penelitian yang digunakan adalah metode survei pada tingkat ketelitian skala peta tinjau mendalam. Penentuan titk sampel dengan pendekatan Peta Satuan Lahan Homogen (SLH). Variabel yang diukur meliputi kedalaman solum, kebatuan permukaan, tesktur tanah, bobot isi tanah, porositas tanah, permeabilitas, pH tanah, reduksi-oksidasi, daya hantar listrik (DHL), dan total mikroba. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode pembanding berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 150 Tahun 2000 Tentang Pengendalian Kerusakan Tanah untuk Produksi Biomassa. Hasil penelitian menunjukan bahwa wilayah penelitian dapat dikelompokkan menjadi 2 kelas tingkat kerusakan yaitu tingkat kerusakan rendah dan sedang. Tingkat kerusakan sedang pada Desa Wlahar, Makam, Bantar Barang, Wanogara Kulon, Wanogara Wetan, dan Karang Bawang. Sedangkan pada Desa Panusupan, Tanalum, Losari, Sumampir, dan Bodas Karangjati memiliki potensi kerusakan sedang dan rendah. | This study aims to determine the value of the damage dry land for biomass production in Rembang District, Purbalingga Regency, Central Java. Based on the research method used is the method the survey on the level of accuracy of the scale of the map in depth review. Automatic determination of the sample with a homogeneous Land Units Map approach (SLH).The variables observed were solum depth, surface rocks, soil texture, soil bulk density, soil porosity, soil permeability, soil pH, oxidation-reduction, electrical conductivity (EC) and total microbial. Data were analyzed by the method of comparison based on Government Regulation No 150 of 2000 on Land Degradation Control for Biomass Production. The research results showed that areas of research can be grouped into two classes of extent of damage that is a damage levels low and medium.The level of damage was on Wlahar village, Makam village, Bantar Barang village, Wanogara Kulon village, Wanogara Wetan village, and Karang Bawang village. While in the Panusupan village, Tanalum village, Losari village, Sumampir village, and Bodas Karangjati have moderate and low damage potential. | |
| 6054 | 15671 | F1I012018 | Implementasi ATIGA (ASEAN Trade In Goods Agreement) Pada Perdagangan Barang Indonesia 2009-2015 | Penelitian ini menjelaskan mengenai implementasi ASEAN Trade In Goods Agreement (ATIGA) di Indonesia yang mengatur mengenai tata cara aktivitas perdagangan bebas di ASEAN dalam rangka mewujudkan mekanisme arus bebas barang . Penelitian ini juga bermaksud untuk menjelaskan dampak dari adanya implementasi aturan tersebut terhadap perdagangan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis, tujuannya adalah menggambarkan secara sistematis tentang fokus penelitian. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh berdasarkan teknik pengumpulan data kepustakaan. Teori yang digunakan yaitu teori konvergensi Andrew Hurrel yaitu teori tingkat domestik yang menekankan kemampuan suatu negara untuk menyesuaikan sistem internal dengan sistem regional. Hasil penelitian menunjukan bahwa Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk mengimplementasikan ATIGA serta turut terlibat dalam arus besar liberalisasi perdagangan regional di Asia Tenggara yang dituangkan melalui kebijakan-kebijakan perdagangan luar negeri Indonesia untuk mewujudkan perdagangan yang bebas hambatan. Komitmen tersebut masih harus diiringi dengan peningkatan penggunaan fasilitas yang tersedia dalam ATIGA. Indonesia harus terus meningkatkan penggunaan fasilitas Sertifikat Keterangan Asal, memaksimalkan penggunaan Indonesia National Single Window (INSW) sehingga akan dapat mempermudah perdagangan bebas Indonesia di ASEAN dan menjadikan Indonesia sebagai aktor yang memperoleh keuntungan dari adanya fenomena liberalisasi tersebut. | This research describes the implementation of the ASEAN Trade In Goods Agreement (ATIGA) in Indonesia, which regulates the rules of free trade activity in ASEAN region to realize the free flow of goods mechanism. This research also intended to explain the impact from the implementation of ATIGA against Indonesia's trade. This study used qualitative method with descriptive analyzes approach which aimed to describe in a systematical way about the focus of the study. The data used in this study were obtained based on library research collection techniques. The theory used in this study is the convergence theory, this is Andrew Hurrel’s domestic level theory which emphasize the ability of a country to adopt their internal system to the regional system. The result of this research showed that Indonesia has a strong commitment to implement ATIGA and being involved in a massive regional trade liberalisation in South East Asia. The commitments are showed through Indonesia’s foreign trade policy to achieve trade without any barriers.The commitment is still should be accompanied by improvement of the use of facilities in ATIGA. Indonesia should improve the use of Rules of Origin Certificate and also maximizing the use of Indonesia National Single Window (INSW). Thus Indonesia would become a beneficiary actors from the liberalization phenomenon in ASEAN. | |
| 6055 | 15902 | E1A011052 | IMPLEMENTASI BANTUAN HUKUM TERHADAP TERSANGKA YANG TIDAK MAMPU OLEH ADVOKAT DI WILAYAH POLRES CILACAP | Hak untuk mendapatkan bantuan hukum bagi tersangka yang tidak mampu seringkali terabaikan. Mereka yang tidak mampu khususnya di wilayah Cilacap biasanya lebih memilih untuk menghadapi masalah hukumnya sendiri tanpa didampingi oleh Advokat. Pengaturan mengenai bantuan hukum sebenarnya sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011. Bagi tersangka yang tidak mampu dapat mengakses bantuan hukum secara cuma-cuma. Perumusan masalah ini untuk mengetahui dan menganalisis implementasi pemberian bantuan hukum oleh Advokat terhadap tersangka yang tidak mampu di wilayah Polres Cilacap dan menganalisis hambatan yang ada dalam pemberian bantuan hukum terhadap tersangka yang tidak mampu di wilayah Polres Cilacap. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis dan menggunakan spesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Polres Cilacap. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data adalah data primer melalui wawancara dan data sekunder melalui studi kepustakaan. Metode pengambilan informan dengan menggunakan Purposive Sampling dengan criterian based selection dan metode analisis data secara kualitatif. Berdasarkan penelitian, Pemberian bantuan hukum terutama terhadap tersangka yang tidak mampu di wilayah Polres Cilacap sudah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Namun sebagian besar tersangka yang tidak mampu memilih menolak ketika diberikan tawaran untuk didampingi Penasehat Hukum oleh Penyidik. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat di Kabupaten Cilacap tentang progam bantuan hukum yang dapat diakses secara cuma-cuma bagi mereka yang tidak mampu. | The right to obtain legal aid for indigent suspect often overlooked. They were poor, especially in the area of Cilacap often prefer to deal with its own laws without the presence of the Advocate. Arrangements regarding legal aid has been regulated in Law No. 16 of 2011. For suspects who are poor, have access to legal assistance without charge. Formulation of this problem is to know and analyze the implementation of the provision of legal aid by the Advocate for poor suspects in the region Polres Cilacap and analyze the existing obstacles in the provision of legal aid to the poor suspect in the Polres Cilacap area. The approach method used in this research is the sociological juridical and use descriptive research specifications. Location of the research conducted at the Polres Cilacap. The types and sources of data used are primary data and secondary data. Methods of data collection is the primary data through interviews and secondary data through literature review. The method of collecting informants by using purposive sampling with criterian based selection and qualitative data analysis. Based on the result, granting legal aid especially for poor suspect in the Polres Cilacap have been done according to applicable regulations. However, most of the poor suspects choose to deny when given the bid to be accompanied advocate by the Investigator. This is due to lack of knowledge the cilacap communities about legail aid programs that can be accessed free of charge for those who poor. | |
| 6056 | 15877 | C1C012032 | Analisis Potensi, Efektivitas, dan Kontribusi Penerimaan Pajak Parkir Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Banyumas | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi penerimaan pajak parkir di Kabupaten Banyumas, menganalisis penerapan rasio efektivitas pajak parkir di Kabupaten Banyumas, serta menganalisis kontribusi pajak parkir terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan DPPKAD Kabupaten Banyumas tahun 2011-2015. Pemilihan sampel dengan metode purposive sampling yaitu laporan realisasi anggaran dan laporan pendapatan asli daerah untuk tahun 2011-2015. Hasil penelitian membuktikan bahwa potensi pada wajib pajak parkir mempunyai potensi penerimaan yang tinggi untuk meningkatkan PAD, dan subjek pajak parkir yang belum menjadi wajib pajak parkir segera ditindaklanjuti oleh pemerintah karena sangat berpotensi tinggi untuk lebih meningkatkan penerimaan pajak parkir. Efektivitas pajak parkir tergolong efektif pada tahun 2011, 2012, dan 2013. Namun mengalami penuruan pada tahun 2014 dan 2015. Kontribusi penerimaan pajak parkir masih tergolong sangat kurang dari tahun ke tahun sehingga perlu dilakukannya perbaikan dalam pelaksanaan pengawasan dari aparatur pemerintah terhadap wajib pajak parkir. | Thie aim of this research is to analyze the potential of parking lot's tax revenue in Banyumas regency, analyzing the application of the parking tax effectiveness ratio in Banyumas Regency, as well as analyze the contribution of the parking tax to local revenues of Banyumas Regency. This research uses descriptive quantitative research methods. The population in this research is financial statement of DPPKAD Banyumas Regency from 2011 to 2015. Selection of the sample by purposive sampling method which is budget realization reports and reports of local revenue from 2011 to 2015. The research proves that the potential of parking lot's taxpayer has high adoption potential to increase local revenue, and the subject of the parking tax that has not become a taxpayer parking lot immediately followed up by the government because it has high potential to further increase parking lot's tax revenues. The effectiveness of the parking tax, relatively effective in 2011, 2012, and 2013. But it decreased in 2014 and 2015. Contributions of parking tax revenue is still relatively very small from year to year so it needs to be improved in the implementation of the supervision from the government apparatus to taxpayers parking. | |
| 6057 | 15878 | C1C012015 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK (SAK ETAP) PADA USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) DI PURWOKERTO | Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris pengaruh jenjang pendidikan, lama usaha, pelatihan, dan pemahaman terhadap penerapan SAK ETAP. Hipotesis yang diajukan adalah jenjang pendidikan, lama usaha, pelatihan, dan pemahaman dapat meningkatkan penerapan SAK ETAP pada UMKM. Penelitian ini menggunakan pelaku UMKM Purwokerto yang terdaftar pada Disperindagkop Kabupaten Banyumas sebagai responden penelitian. Metode yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel penelitian adalah metode disproportionate stratified random sampling yang ketika dihitung menggunakan rumus Slovin sampel minimal untuk penelitian ini adalah 97,69 dan dibulatkan menjadi 98 pelaku UMKM. Metode analisis statistik yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenjang pendidikan, pelatihan, dan pemahaman dapat meningkatkan penerapan SAK ETAP pada UMKM. Sedangkan lama usaha tidak dapat meningkatkan penerapan SAK ETAP pada UMKM. | The objectives of this research is to obtain empirical evidence of the influence level of education, length of business, training, and understanding towards SAK ETAP implementation. Hypothesis proposed in this research are level of education, length of business, training, and understanding can improve the implementation of SAK ETAP on Small and Medium Entreprises (SMEs). Respondents uses in this research are SMEs listed on Disperindagkop Purwokerto, Banyumas Regency. The method used to determine the amount of sample is disproportionate stratified random sampling method and it has been calculated using the Slovin formula with the minimum sample for this study was 97.69 or equal with 98 SMEs. Statistical analysis method uses in this research is multiple linear regression analysis. Research results showed that the level of education, training, and understanding variables could improve the implementation of SAK ETAP on SMEs. While the length of business could not improve the implementation of SAK ETAP on SMEs. | |
| 6058 | 15880 | A1C011014 | HUBUNGAN FAKTOR SOSIAL EKONOMI DENGAN TINGKAT ADOPSI INOVASI PETANI JAGUNG DI DESA KARANGGINTUNG KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Jagung merupakan tanaman pangan sebagai sumber karbohidrat. Sebagian masyarakat memanfaatkan jagung untuk makanan pokok sehari-hari. Salah satu program pemerintah untuk meningkatkan produktivitas jagung diantaranya adalah program Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Desa Karanggintung merupakan salah satu desa yang telah melaksanakan kegiatan PTT jagung dengan produktivitas jagung terbesar kedua di Kecamatan Sumbang. Keberhasilan program PTT jagung sangat tergantung dengan tingkat adopsi inovasi para petani sasaran. Tingkat adopsi inovasi suatu masyarakat dapat dipengaruhi oleh berbagai hal diantaranya adalah sosial ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui tingkat faktor sosial ekonomi, (2) mengetahui tingkat adopsi inovasi serta (3) menganalisis hubungan faktor sosial ekonomi dengan tingkat adopsi inovasi petani jagung di Desa Karanggintung. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive). Sasaran pada penelitian ini adalah seluruh petani di Desa Karanggintung yang membudidayakan jagung dan pernah mengikuti PTT jagung. Pengambilan data dilaksanakan pada 27 Juli sampai 11 Agustus 2015. Metode analisi data yang digunakan yaitu (1) uji validitas, (2) uji reliabilitas, (3) lebar interval dan (4) uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat sosial ekonomi petani jagung di Desa Karanggintung dikategorikan dalam kategori sedang (19,44), (2) tingkat adopsi inovasi petani jagung di Desa Karanggintung dikategorikan dalam kategori sedang (30,24) serta (3) hubungan antara faktor sosial ekonomi dengan tingkat adopsi inovasi petani jagung memiliki hubungan yang positif. Variabel yang memiliki hubungan yang signifikan adalah variabel pengalaman, variabel luas dan kepemilikan lahan serta variabel pendapatan petani. | Corn is a crop that known as a source of carbohydrates. Most people use corn for everyday staple food. One of the government's program to increase the productivity of corn is the program of Integrated Crop Management (ICM). Karanggintung village is a village that has been conducting PTT corn with the second largest corn productivity in Sumbang Sub-District. The success of the program depends on the corn PTT innovation adoption rate of the farmers targeted. The innovation adoption rate of a society can be influenced by many things including the socio-economic. The purpose of this study were (1) determine the level of socio-economic factors, (2) determine the level of innovation adoption and (3) analyze the relationship between socio-economic factors with the level of innovation adoption of corn farmers in the Karanggintung village. Location research done deliberately (purposive). Targets in this study were all farmers who cultivate corn and participated in corn PTT in the Karanggintung village. Retrieval of data held on July 27 until August 11, 2015. The data analysis method used: (1) validity, (2) test reliability, (3) the width of the interval and (4) Spearman Rank correlation test. The results showed that (1) the socio-economic levels of corn farmers in the Karanggintung village categorized in the medium category (19.44), (2) the level of innovation adoption of corn farmers in the Karanggintung village categorized in the medium category (30.24) and (3) the relationship between socio-economic factors with the level of innovation adoption of corn farmers have a positive relationship. The variables that had a significant association was variable experience, variable land area and land ownership and variable income of farmers. | |
| 6059 | 15879 | H1B010034 | Kontrol Kualitas secara Statistik dan Aplikasinya (Studi Kasus: PT Argo Pantes Tbk) | Six sigma adalah suatu metode yang digunakan untuk meningkatkan kualitas dari produk. Six sigma merupakan sebuah sistem yang fleksibel dan komprehensif untuk mengelola perusahaan agar meraih kesuksesan. Six sigma juga dapat dipandang sebagai pengendalian proses produksi. Penelitian ini mempelajari pengendalian kualitas dengan metode six sigma pada data yang diperoleh dari PT Argo Pantes Tbk Hasil penelitian menunjukkan bahwa benang CD 32 dan TZC 32 yang cenderung terkendali pada grafik kendali x ̅-R. Sayangnya, terjadi beberapa pola yang tidak acak dari pengendalian kualitas yang dilakukan. | Six sigma is a method to improve the quality of products. It is flexible and comprehensive system to manage the success of a company It is then mentioned as production process control . This research studied quality control using six sigma method on data of Argo Pantes, Ltd. The results showed that CD 32 and TZC 32 is tend to be in control on x ̅-R control chart. Unfortunately, there were some not random pattern occurred. | |
| 6060 | 15883 | A1G013007 | EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI DAN PENDAPATAN GULA KELAPA CETAK ORGANIK PADA ANGGOTA KELOMPOK TANI SEKAR MANCUNG DI DESA KEMAWI KECAMATAN SOMAGEDE KABUPATEN BANYUMAS | Desa Kemawi merupakan salah satu desa penghasil gula kelapa cetak organik di Kabupaten Banyumas. Permasalahan yang dihadapi oleh pengrajin gula kelapa cetak organik yaitu belum mengetahui pendapatan yang diperoleh secara rinci dan seharusnya lebih menitikberatkan ke semakin tingginya pendapatan yang diperoleh dengan penggunaan faktor produksi yang efisien. Tujuan dari penelitian adalah 1) mengetahui biaya dan pendapatan pengrajin gula kelapa cetak organik di Kelompok Tani Sekar Mancung, 2) mengetahui pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi terhadap produksi gula kelapa cetak organik pengrajin gula kelapa cetak organik di Kelompok Tani Sekar Mancung, 3) mengetahui efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi pada usaha produksi gula kelapa cetak organik pengrajin gula kelapa cetak organik di Kelompok Tani Sekar Mancung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive) di Desa Kemawi Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas pada tanggal 7 November 2015 sampai dengan 18 Desember 2015. Sasaran penelitian yaitu pengrajin gula kelapa cetak organik anggota Kelompok Tani Sekar Mancung Desa Kemawi. Rancangan pengambilan sampel dengan metode Simple Random Sampling menghasilkan 31 responden. Analisis data yang digunakan adalah biaya dan pendapatan, fungsi produksi Cobb Douglas dan efisiensi penggunaan faktor produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata pengrajin gula kelapa cetak organik sebesar –Rp5.964.536,12, namun jika dihitung secara rill maka diperoleh pendapatan rata-rata sebesar Rp1.386.689,76. Faktor produksi yang berpengaruh pada usaha pengrajin gula kelapa cetak organik anggota Kelompok Tani Sekar Mancung adalah nira. Penggunaan faktor produksi nira tidak efisien. | Kemawi village are one of the organic coconut palm sugar-producing village in Banyumas. The coconut sugar production in the Kemawi village was so highly developed, so the local communities formed a group of farmers who named Sekar Mancung farmers comprising 113 organic coconut producer palm sugar. The obstacles in implementing business development often encountered by producer organic coconut sugar is that they did not know the income earned in detail and should not only oriented to high production, but is more focused to the higher revenues earned by use the efficient of production factors. The purpose of the research is 1) determine the costs and revenues received by producers of organic coconut palm sugar farmer groups Sekar Mancung, 2) know the influence of production factor to the production of organic coconut palm sugar by producers of organic coconut palm sugar Farmers group Sekar Mancung, 3) determine the efficiency of the use of production factor in organic coconut palm sugar businesses conducted by producers organic coconut palm sugar Farmers Sekar Mancung. The method used is a survey method. Locations were selected intentionally (purposive) in the Kemawi village, Somagede District of Banyumas on 7 November 2015 to 18 December 2015. The object research is organic coconut palm sugar producers Farmers Group members Sekar Mancung Kemawi village. The used design of sampling is simple random sampling method resulted in 31 organic coconut palm sugar producers. Analysis of the data used is the cost and revenue, Cobb Douglas production function and efficiency of use of production factors. The results of the research showed that the average income of organic coconut palm sugar producers if the calculated cost of depreciation of equipment, firewood, mangosteen rind,and labor –Rp5.964.536,12,however if calculated rill then earned an average income of Rp1.386.689,76. Factors that affect the production of organic coconut palm sugar producers farmer group members Sekar Mancung is sap, while firewood, mangosteen rind, lime, and labor has unreal effect on the business of organic coconut palm sugar Farmers Group members Sekar Mancung. The use of factors of production sap was inefficient. |