Artikelilmiahs

Menampilkan 6.121-6.140 dari 48.844 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
612115942C1B010126ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK KEPRIBADIAN DENGAN METODE BIG FIVE PERSONALITY TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PT PLN (PERSERO) AREA CIREBONPenelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh karakteristik kepribadian menggunakan metode big five personality terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai pemediasi pada PT PLN (Persero) Area Cirebon. Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah regresi linier berganda dan sobel test.
Penelitian ini menggunakan metode survey dimana 76 orang karyawan menjadi sampel dalam pengujian hipotesis, dan 30 diantaranya digunakan untuk menguji validitas dan realibilitas. Kemudian persamaan regresi diuji dengan uji asumsi klasik normalitas, multikolinieritas, dan heteroskedastisitas. Pengujian pengaruh antara variabel independen dan dipenden menggunakan uji T, uji F, koefisien determinasi, dan koefisien korelasi. Sedangkan untuk pengujian variabel mediasi menggunakan uji sobel.
Hasilnya menunjukan bahwa kepribadian extraversion, conscientiousness, neuroticism, dan openness to experience berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Sedangkan kepribadian agreebleness tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Kemudian kepuasan kerja hanya dapat memediasi pengaruh antara kepribadian neuroticism terhadap kinerja karyawan.
This research supossed to investigated the influence of personality using the big five personality method on employee performance and job satisfaction as a mediator at PT PLN persero Area Cirebon.This research used a survey method, with 76 employee being sampled in hypotesys testing, and 30 of them are used to test validity and reability.
The regression equation was tested by analysis classical asumption of normality, multicollinearity, and heteroscedasticity. And then for assessment of the effect, between the independent and dependent variabel using T-test, F-test, coeffecient of determination, and corelation coeffecient. And last, for the testing mediating variabel using sobel test.
The result showed that extraversion, conscientiousness, neuroticism, and openness to experience have a significant effect on employee performance. While agreebleness doesn’t have a significant effect to employee performance. And then job satisfaction can only mediate between neuroticism to employee performance.
612215943G1H012029PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERAN PEMBINA USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DALAM MENGATASI PERMASALAHAN GIZI REMAJA DI KOTA PURWOKERTOLatar Belakang : Permasalahan gizi yang banyak dijumpai pada remaja yaitu gizi lebih, gizi kurang, anemia, pola makan yang salah. Salah satu upaya untuk mencegahnya yaitu melalui program UKS yang diperankan oleh pembina UKS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan peran pembina UKS dalam mengatasi permasalahan gizi remaja.
Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, jenis penelitian deskriptif dengan wawancara mendalam kepada 5 informan utama dan 10 informan pendukung.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan pembina UKS mencakup tentang permasalahan gizi, macam-macam permasalahan gizi dan cara mengatasinya. Media yang digunakan internet, buku, penyuluhan dan leaflet. Pandangan pembina UKS yaitu permasalahan gizi harus diatasi dengan menggabungkan beberapa pihak antara orang tua dan pembina UKS disekolah agar dapat memutuskan permasalahan gizi. Peran pembina UKS melalui pendidikan kesehatan yaitu dengan memberikan nasehat, memberikan materi gizi pada saat pelajaran di kelas biologi menggunakan buku paket biologi, melalui pelayanan kesehatan yaitu mengukur berat badan dan tinggi badan pada siswa baru, pemberian obat di ruang UKS, pemberian tablet tambah darah dan vitamin. Kasus gizi yang pernah ditemukan disekolah yaitu kurus dan gemuk.
Kesimpulan : Pengetahuan, sikap dan peran pembina UKS yang mendukung dapat mengatasi permasalah gizi remaja di sekolah.
Background: Nutrition problems found most in teenage are overnutrition, malnutrition, anemia, and inappropriate eating behaviours. One of the efforts to prevent teenage nutrition problems is by undertaking UKS (Student Health Services) program that is managed by a supervisor. This research aims to know the knowledge, action and role of UKS supervisor in resolving teenage nutrition problems.
Methodology: This research used qualitative method in descriptive research by performing elaborated interview to five main informants and ten supporting informants.
Result: The research result showed that UKS supervisor knowledge includes nutrition problems along with the types and the ways to resolve them. The media used are internet, books, counseling and leaflet. UKS supervisor perception on nutrition problem must be overcome by gathering parents and UKS supervisor at school in order to solve nutrition problem. The supervisor’s role in health education is performed by giving advices and some materials about nutrition in biology class by using biology handbook, in health services is performed by weighing and measuring the height, giving medicine, blood booster tablet and vitamine. Malnutrition cases happened in school are underweight and overweight.
Conclusion: UKS supervisor knowledge, action and role that are supportive can resolve teenage nutrition problems in the school.

612315944G1H012015EFEKTIFITAS PELATIHAN PEER EDUCATOR TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN, KETERAMPILAN DAN PERUBAHAN SKOR BODY IMAGE REMAJA PUTRI SMAN 4 PURWOKERTOBody image merupakan salah satu faktor penyebab perilaku makan menyimpang disamping faktor genetik dan kepercayaan diri yang rendah. Mengetahui efektifitas pelatihan peer educator dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan skor body image remaja putri di SMAN 4 Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 4 Purwokerto. Sampel penelitian ini adalah 39 remaja putri yang diambil secara purposive sampling. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai A Sym. Sig. (2-tailed)= 0,000 (<0,05) pada semua variabel penelitian artinya secara statistik menunjukan ada perbedaan pada pengetahuan body image, pengetahuan peer educator, skor body image dan keterampilan remaja putri SMA Negeri 4 Purwokerto yang signifikan sebelum dan sesudah pelatihan. Pelatihan peer educator efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan skor body image remaja putri di SMAN 4 Purwokerto.

Kata Kunci: Peer Educator, Body Image, Remaja Putri
Body image is one of the causes of eating behavior deviates in addition to genetic factors and low self confidence. Knowing the effectiveness of peer educators training in improving the knowledge, skills and scores of body image of young women in SMAN 4 Purwokerto. This study used a quasi-experimental design with one group pretest posttest. The study was conducted in SMA Negeri 4 Purwokerto. Samples were 39 young women and were aken by purposive sampling. The results of statistical tests using the Wilcoxon test was obtained grades A Sym. Sig. (2-tailed) = 0.000 (<0.05) in all study variables means statistically there are differences in knowledge of body image, peer educator knowledge, body image score and skills of young women SMAN 4 Purwokerto significant before and after training. Peer educators training is effective in improving knowledge, skills and scores of body image of young women in SMAN 4 Purwokerto

Keywords: Peer Educator, Body Image, Young Women

612415945G1F012021AKTIVITAS HIPOGLIKEMIK EKSTRAK ETANOL
DAUN PEGAGAN (Centella asiatica) PADA TIKUS GALUR WISTAR YANG DIINDUKSIDIET TINGGI KARBOHIDRAT DAN TINGGI LEMAK
Daun pegagan (Centella asiatica) diketahui memiliki efek terapi untuk mengobati diabetes, salah satu penelitian melaporkan ekstrak etanol daun pegagan dosis 1000 mg/kgBB pada tikus diabetes yang diinduksi STZ dapat menurunkan kadar glukosa darah. Kandungan flavonoid ekstrak daun pegagan mampu menurunkan kadar glukosa darah tikus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan flavonoid dan aktivitas hipoglikemik dalam ekstrak etanol daun pegagan pada tikus yang diinduksi dengan diet tinggi karbohidrat dan tinggi lemak (TKTL).
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan preand post test control group design. Ekstraksi daun pegagan menggunakan metode maserasi. Identifikasi senyawa kimia dilakukan dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Penelitian ini menggunakan hewan uji 25 ekor tikus yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol negatif, kontrol positif metformin 45mg/kgBB, dan tiga kelompok perlakuan ekstrak etanol daun pegagan dosis berulang 500, 750, 1000 mg/KgBB p.o. Tikus diinduksi diet TKTL selama 78 hari dengan perlakuan sediaan uji selama 7 hari. Pengambilan darah dilakukan pada hari ke 0, 71 dan 78. Data kadar glukosa darah dianalisis dengan paired T-test kemudian persen penurunan glukosa darah dianalisis dengan ANOVA satu arah dan dilanjutkan uji LSD.
Hasil uji KLT menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun pegagan mengandung senyawa flavonoid. Persentase penurunan kadar glukosa darah tikus yang diinduksi diet TKTL pada pemberian ekstrak etanolik daun pegagan (C. asiatica) dosis 500; 750; dan 1000 mg/KgBB adalah 3,17± 6,89%; 20,54± 3,40%; dan 16,50 ± 2,48%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun pegagan memiliki aktivitas hipoglikemik dengan dosis optimal sebesar 750 mg/KgBB.
Pegagan leaf (Centella asiatica) is known to have a therapeutic effect for treating diabetes, one study reported the ethanol extract of leaves of pegagan at a dose of 1000 mg / kg in mice diabetic induced STZ can lower blood glucose levels. Flavonoid compound in extract pegagan leaves can lower blood glucose levels of mice. This study aims to identified the content of flavonoid and hypoglycemia activity of the ethanol extract of pegagan leaves in mice induced with high-carbohydrate diet high in fat (TKTL).
This study was an experimental study with pre and post test control group design. Pegagan leaves extraction using maceration method. Chemical compounds were identified by the Thin Layer Chromatography method (TLC). Present study used 25 mice were divided into 5 groups: negative control, positive controls metformin 45mg / kg, and three treatment groups extract ethanolic pegagan leaf repeated doses of 500, 750, 1000 mg / KgBW p.o. TKTL diet induced mice for 78 days with the test preparation treatment for 7 days. Blood sampling were performed on days 0, 71 and 78. Blood glucose levels was analyzed with paired T-test then the percent of decrease in blood glucose was analyzed by one-way ANOVA and LSD test continued.
The results showed that ethanol extract of Centella asiatica leaves contain flavonoids. The percentage decrease in blood glucose levels in rat after treated with ethanolic extracts of pegagan leaves (C. asiatica) at a dose of 500; 750; and 1000 mg / KgBW was 3.17 ± 6.89%; 20.54 ± 3.40%; and 16.50 ± 2.48%. These results indicate that the ethanolic extract of pegagan leaves had hypoglycemic activity with the optimal dose was 750 mg / KgBW.
612515953E1A111086TINJAUAN YURIDIS TERHADAP SYARAT SAHNYA PERJANJIAN KERJASAMA DALAM PUTUSAN NOMOR 164/PDT.G/2014.PN.BLBSkripsi dengan judul :“Tinjauan Yuridis Terhadap Syarat Sahnya Perjanjian Kerjasama Dalam Putusan Nomor 164/Pdt.G/2014/PN.Blb” ini, dilakukan untuk menganalisis perkara gugatan pembatalan perjanjian kerjasama atas dasar tidak terpenuhinya unsur objektif dalam perjanjian. Adapun tujuannya adalah untuk mengetahui keabsahan perjanjian kerjasama antara Dr Bobby Akbar dengan PT Kemakmuran Niaga Mandiri berdasarkan syarat sahnya perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 KUH Perdata, dan untuk menguji kebenaran alasan dan dasar pertimbangan Hakim yang menyatakan bahwa perjanjian kerjasama antara Dr Bobby Akbar dengan PT Kemakmuran Niaga Mandiri tidak memenuhi unsur “suatu hal tertentu” sehingga menjadikan perjanjian batal demi hukum.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptis analitis dan analisis secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil bahwa : Perjanjian kerjasama antara Dr Bobby Akbar dengan PT. Kemakmuran Niaga Mandiri memenuhi syarat sahnya perjanjian berdasarkan Pasal 1320 KUH Perdata, yaitu :
a. para pihak telah membubuhkan tanda tangan dalam surat perjanjian sebagai wujud adanya kesepakatan dalam perjanjian;
b. para pihak merupakan orang-orang yang cakap dalam membuat perikatan;
c. obyek perjanjian merupakan kewajiban prestasi yang tertentu atau dapat ditentukan kemudian; dan
d. causa perjanjian dalam perjanjian kerjasama ini merupakan causal yang halal.
Sementara itu alasan dan dasar pertimbangan Hakim yang menyatakan perjanjian kerjasama tidak memenuhi unsur “suatu hal tertentu” adalah tidak tepat, karena kewajiban prestasi dalam perjanjian kerjasama ini merupakan prestasi dapat ditentukan kemudian.

Kata Kunci : Perjanjian Kerjasama, syarat sahnya perjanjian.
Thesis entitled: "Overview of Legal Terms Against Judicial Cooperation Agreement In Decision No. 164 / Pdt.G / 2014 / PN.Blb" was conducted to analyze the case of the lawsuit cooperation agreement on the basis of non-fulfillment of the objective element in the agreement. The objective was to determine the validity of the agreement between Dr. Bobby Akbar with PT Prosperity Niaga Mandiri conditional on the validity of the agreement as set forth in Article 1320 of the Civil Code, and to test the truth of reason and rationale Judge stated that the agreement between Dr. Bobby Akbar with PT Prosperity Niaga Mandiri does not meet the elements of "a certain thing" that makes the agreement null and void.
The method used is the method of normative juridical, with the specification of descriptive analytical research and qualitative analysis normatively. Based on the results obtained by analysis results indicate that the cooperation agreement between Dr. Bobby Akbar with PT. Prosperity Niaga Mandiri qualify the validity of the agreement under Article 1320 of the Civil Code, namely:
a. the parties have affixed their signatures in the agreement as a form of the agreement in the agreement;
b. the parties are people who are good at making the engagement;
c. the object of the agreement is the obligation of a particular achievement or can be determined later; and
d. causa agreement in this agreement is a causal kosher.
While the reasons and rationale Judge stating the cooperation agreement does not meet the elements of "a certain thing" is not appropriate, because the obligation of achievement in this agreement is an achievement can be determined later.

Keywords: Cooperation Agreement, the terms of the agreement validity.
612615888C1B011118ANALISIS PENGARUH LEADER-MEMBER EXCHANGE DAN PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA MELALUI MOTIVASI KERJA DI PT. BANK CENTRAL ASIA TBK. KANTOR CABANG UTAMA PURWOKERTOPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari leader-member exchange atau LMX dan persepsi dukungan organisasi atau POS terhadap kepuasan kerja karyawan pada Bank Central Asia Tbk. Kantor Cabang Utama Purwokerto dengan motivasi kerja sebagai variabel mediator. Penelitian ini mengambil karyawan Kantor Cabang Utama Bank Cental Asia Purwokerto sebagai populasi. Metode dari penelitian ini yakni menggunakan metode purpossive sampling yang menghasilkan 85 orang karyawan sebagai sampel keseluruhan. Penelitian ini juga menggunakan alat regresi linier berganda sebagai alat analisis data. Hasil dari pengolahan data menunjukkan bahwa leader-member exchange (LMX) dan persepsi dukungan organisasi (POS) memiliki pengaruh terhadap kepuasan kerja tanpa melalui mediator. Hasil tersebut berubah saat motivasi kerja sebagai variabel mediator dimasukkan ke dalam model. Perubahan hasil menunjukkan bahwa leader-member exchange (LMX) dan persepsi dukungan organisasi (POS) tidak lagi berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Hal tersebut mengindikasikan bahwa adanya pengaruh memediasi sempurna dari motivasi kerja sebagai mediator terhadap kepuasan kerja.This research was purposed to analyze the influence leader-member exchange (LMX) and perceived organizational support (POS) toward job satisfaction on the Asian Central Bank Co. within job motivation as a mediator. This research took Purwokerto Main Branch Office’s employees of the Asian Central Bank Co. as the population. The method of this research was purpossive sampling which have 85 person of employees as the total sample. This research also used the linier multiple regression as a technique of data analysis. The results showed that leader-member exchange (LMX) and perceived organizational support (POS) have effects on job satisfaction without the mediator. The results were changing when the job motivation as a mediator included on model. It showed that leader-member exchange (LMX) and perceived organizational support (POS) have no effects anymore on job satisfaction. That indicated that a full mediation impact from the mediator on job satisfaction.
612715251H1A012035ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SERTA UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN METABOLIT SEKUNDER DALAM KULIT BATANG MEDANG-MEDANGAN (Schima wallichii)S. wallichii adalah sejenis pohon penghasil kayu pertukangan berkualitas sedang yang termasuk ke dalam keluarga teh (Theaceae). S. wallichii memiliki banyak aktivitas biologis, seperti antimalaria, antipiretik, dan antikanker. Namun, aktivitas antioksidan dari S. wallichii belum diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak dan isolat kulit batang S. wallichii. Tahapan pada penelitian ini adalah ekstraksi secara perkolasi-partisi, uji fitokimia, uji aktivitas antioksidan pada ekstrak dan isolat dengan metode DPPH, isolasi senyawa dari fraksi yang paling aktif dengan metode kromatografi kolom, serta identifikasi hasil pemurnian menggunakan FTIR dan GC-MS. Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak metanol kulit batang S. wallichii mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, kuinon dan antrakuinon. Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan semua fraksi memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 ekstrak metanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi butanol berturut-turut adalah 8,577 µg/mL, 17,360 µg/mL, 8,167 µg/mL, dan 8,791 µg/mL. Pemisahan fraksi etil asetat dengan kromatografi kolom menghasilkan 31 fraksi gabungan sedangkan pemisahan menggunakan sephadex LH-20 menghasilkan tiga isolat, yaitu SA, SE1, dan SE4. Hasil interpretasi spektrum IR dan GC-MS menunjukkan bahwa isolat SA diduga mengandung senyawa metil 14-metil-pentadekanoat dan patchouli alkohol, isolat SE4 diduga mengandung senyawa metil 14-metil-pentadekanoat, dan isolat SE1 yang tidak bisa ditentukan dugaan senyawanya. Hasil uji aktivitas antioksidan isolat menunjukkan semua isolat memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 dari senyawa SA, SE1, dan SE4 berturut-turut adalah 81,497 µg/mL, 7,710 µg/mL, dan 0,560 µg/mL.S. wallichii is a kind of tree that produce medium quality carpentry wood which belong to the tea family (Theaceae). S. wallichii has many biological activities, such as antimalarial, antipyretic, and anti-cancer. However, the antioxidant activity of S. wallichii has not been studied. This study aims to determine the antioxidant activity of extracts and isolates of S. wallichii bark. Steps in this study is extraction with percolation-partition method, phytochemistry test, antioxidant activity test of the extract and isolates with DPPH method, isolation of compounds from the most active fraction with chromatography, and identification of the isolates with FTIR and GC-MS. Results of phytochemical test is extract of S. wallichii bark contains alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, quinone and anthraquinone. Results of antioxidant activity test showed that all fraction of S. waliichii bark have antioxidant activity with IC50 value of the methanol extract, n-hexane fraction, ethyl acetate fraction, and butanol fraction is 8.577 µg/mL, 17.360 µg/mL, 8.167 µg/mL, and 8.791 µg/mL respectively. Isolation of compounds is conducted to the ethyl acetate fraction. Separation by column chromatography produce 583 fractions which combined into 31 combined fractions. Separation was then followed by exclusion chromatography using a stationary phase sephadex LH-20 and produced three isolates, namely SA, SE1 and SE4. FTIR spectra and GC-MS interpretation showed that isolate SA contains methyl 14-methyl-pentadecanoate and patchouli alcohol, isolate SE4 contains methyl 14-methyl-pentadecanoate, and isolate SE1 which compound is cannot determined. Results of antioxidant activity test of the isolate SA, SE1 and SE4 showed that all of the isolate have antioxidant activity with IC50 value of the isolate SA, SE1 and SE4 are 81.497 ppm, 7.710 ppm and 0.560 ppm respectively.
612815449H1D012013ANALISIS BIAYA KECELAKAAN PADA PENGGUNA KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA DENGAN METODE WILLINGNESS TO PAY (WTP) (STUDI KASUS DI WILAYAH KABUPATEN PURBALINGGA)Kabupaten Purbalingga merupakan salah satu wilayah yang memiliki jumlah penduduk mencapai 894.062 jiwa. Dengan banyaknya jumlah penduduk maka pelanggaran lalu lintas yang terjadi pun semakin besar. Berdasarkan data dari Kepolisian Resor Purbalingga (2016) angka kecelakaan lalu lintas terbilang cukup tinggi. Tiap tahunnya terjadi kecelakaan yang mengakibatkan jatuhnya korban, baik meninggal ataupun luka-luka dan juga mengakibatkan kerugian material. Dengan kondisi tersebut maka dilakukan sebuah penelitian analisis biaya kecelakaan lalu lintas. Diharapkan dengan mengetahui seberapa besar biaya yang timbul akibat kecelakaan, para pengguna jalan dapat berusaha lebih berhati-hati dalam berkendara di jalan.
Penelitian ini menggunakan data sekunder dari instansi kepolisian setempat berupa data kecelakaan dari tahun 2012-2015 yang terjadi di Kapubaten Purbalingga dan data wawancara responden di lapangan. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan program SPSS versi 17.0. Metode statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi logistik. Sedangkan perhitungan biaya kecelakaan menggunakan metode Willingness To Pay. Metode ini digunakan untuk mengetahui persentase kemungkinan orang yang mau membayar lebih untuk mengurangi resiko kecelakaan.
Berdasarkan hasil survei dan wawancara 100 responden yang terdiri dari 49 responden laki-laki dan 51 responden perempuan didapatkan data identitas antara lain usia terbanyak berkisar antara 21-25 tahun yaitu 44%, tingkat pendidikan paling banyak lulusan SMA yaitu 54%, tingkat pendapatan paling banyak antara Rp.1.000.000-Rp.3.000.000 yaitu 55% dan pernah kecelakaan 55%. Dari hasil analisa metode willingness to pay model peluang penduduk Purbalingga untuk mengurangi resiko kecelakaan yaitu P =Exp^(-12,54+1,025ln⁡(pendapatan))/1+ Exp^(-12,54+1,025 ln⁡(pendapatan)) . Kesimpulan dari penelitian ini yaitu bahwa variabel pendapatan penduduk mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keinginan untuk membayar lebih. Atau dengan kata lain semakin tinggi tingkat pendapatan maka semakin besar pula persentase keinginan membayar lebih untuk mengurangi resiko kecelakaan.
Purbalingga is a regency with 894.062 population. Numbers of population generates high traffic volume that potentially leads to accidents. According to Purbalingga Sub-regional Police Office (2016) data, number of traffic accident in Purbalingga is quite high. The accidents occured in each year cause some victims i.e. death or injured, and material loss. Therefore a traffic accident cost research is needed. This research aims to figure out the cost caused by an accident. Road users are expected to be more carefull in driving in turn.
This research uses secondary data collected from Purbalingga Sub-regional Police Office containing accident data from 2012 – 2015 in Purbalingga. Moreover, this research engages interview data from the respondents. Data is then analysed using SPSS program version 17.0. Statistic method used to test the hypothesis is logistic regression analysis. Meanwhile for the calculation of accident cost uses Willingness To Pay method. This method is taken to find the possible percentage of people who will to pay more in order to decrease accident risk.
According to 100 respondents consists of 49 men and 51 women, data shows that respondents are mostly between 21 to 25 years old (44%), the education level are mostly senior high school graduate (54%), the income level mostly are between Rp. 1.000.000 to Rp. 3.000.000 (55%), and ever got an accident 55%. Based on the result of willingness to pay model analysis, Purbalingga residents have a chance to decrease the risk of accident following P = Exp^(-12,54+1,025ln⁡(pendapatan))/1+ Exp^(-12,54+1,025 ln⁡(pendapatan)). In conclusion, this research shows that the income variable of residents has a positive and significant impact to their willingness to pay. On the other words, the higher level of income that they have will make a higher percentage of willingness to pay to decrease the risk of an accident.
612915947E1A012034PERMOHONAN PRAPERADILAN TIDAK SAHNYA PENETAPAN TERSANGKA DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 01/Pid.Pra/2016/PN.Bms)Undang-undang memberikan kewenangan kepada penyidik dalam melaksanakan kewajibannya sebagai aparat penegak hukum dalam rangka mencari alat bukti dan menemukan tersangka berkenaan dengan suatu tindak pidana yang terjadi, dimana dalam proses tersebut tidak terlepas dari kemungkinan terjadinya pelanggaran dan menyimpang dari KUHAP. Sehingga untuk memberikan jaminan perlindungan kepada tersangka atas tindakan-tindakan aparat penegak hukum yang menyimpang dari KUHAP dan sebagai bentuk perlindungan Negara dalam menjunjung tinggi hak asasi manusia, maka dalam Hukum Acara Pidana mengenal Praperadilan. Penyidik dalam proses penyidikan dan menetapkan saudari TJ (inisial) sebagai tersangka dalam tindak pidana korupsi diduga melanggar Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 30 tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Pemohon mengajukan permohonan kepada hakim praperadilan untuk menyatakan bahwa penetapan tersangka atas diri pemohon tidak sah. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui mengenai pertimbangan hukum hakim dalam memutus dan akibat hukum yang ditimbulkan dalam Putusan Praperadilan Nomor: 01/Pid.Pra/2016/PN.Bms. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif dan mrnggunakan data sekunder. Dalam putusan ini proses penyidikan yang dilakukan oleh penyidik melanggar Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 30 tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, sehingga hakim mengabulkan permohonan pemohon dengan alasan bahwa seharusnya terlebih dahulu yang melakukan pemeriksaan terhadap dugaan penyimpangan adalah Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP). Akibat hukum dari putusan ini adalah penghentian penyidikan terhadap pemohon sehingga proses penuntutan tidak bisa dilakukan dan hapusnya status tersangka pemohon.Act gives authority to investigators in performing its duty as law enforcement officers in order to find the evidence and find the suspect with respect to an offense that is happening, where the process can not be separated from the possible violations and deviate from the Code of Criminal Procedure. So as to provide safeguards to the accused for the actions of law enforcement officers who deviate from the Criminal Code and as a form of protection of the State in upholding human rights, then the Code of Criminal Procedure Pretrial know. Investigators in the investigation process and establish sister TJ (initials) as a suspect in the corruption allegedly violating Law No. 23 of 2014 on Regional Government and Law No. 30 of 2014 on Government Administration. Petitioners filed a petition to the pretrial judge to declare that the determination of the suspect upon the applicant is not valid. This study intends to find out about the legal considerations in deciding judges and the legal consequences arising in the pretrial Decision No. 01 / Pid.Pra / 2016 / PN.Bms. The method used is the juridical normative and prescriptive research specs mrnggunakan secondary data. In this decision the investigation conducted by investigators in violation of Act No. 23 of 2014 on Regional Government and Law No. 30 of 2014 on Government Administration, so the judge granted the applicant on the grounds that it should advance the examination of the alleged irregularities is Government Internal Supervisory apparatus (APIP).The legal consequences of this decision is the termination of the investigation on the applicant so that the prosecution can not be done and the abolishment of the suspect status of the applicant.
613015949G1H012020FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSEN LEMAK TUBUH REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 4 PURWOKERTOPersen lemak tubuh merupakan salah satu indikator antropometri gizi. Persen Lemak Tubuh yang tergolong gemuk berisiko terkena penyakit degeneratif. Persen lemak tubuh yang tinggi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti asupan zat gizi, asupan air, aktivitas fisik dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan persen lemak tubuh remaja putri di SMA Negeri 4 Purwokerto.
Desain penelitian ini adalah cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 41 responden berusia 15-17 tahun dengan metode Simple Random Sampling. Persen lemak tubuh diukur menggunakan Bioelectrical Impedence Analysis (BIA). Data asupan zat gizi dan air diperoleh menggunakan recall 2x24 jam, aktivitas fisik menggunakan kuesioner IPAQ. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 48.8% remaja putri mengalami kegemukan. Faktor yang berhubungan dengan persen lemak tubuh diantaranya tingkat asupan lemak (p= 0.031) dan aktivitas fisik (p=0.003), sedangkan yang tidak behubungan yaitu asupan air (p=0.116), asupan energi (p=1.00), asupan karbohidrat (p=0.277) dan asupan protein (p=1.00). Faktor yang mempengaruhi persen lemak tubuh adalah tingkat asupan lemak (p= 0.020).
Kesimpulan: Asupan lemak dan aktivitas fisik berhubungan dengan persen lemak tubuh, sedangkan asupan air, energi, karbohidrat dan protein tidak berhubungan dengan persen lemak tubuh. Variabel yang mempengaruhi adalah tingkat asupan lemak.
Body fat percent is one of nutritional anthropometry indicators. Body Fat Percent classified as obese is at risk of degenerative diseases. High body fat percent can be affected by several factors such as nutrient intake, water intake, physical activity and more. This study aims to determine the factors associated with body fat percent of teenage girls in Senior High School 4 Purwokerto. The study design was cross sectional. These samples included 41 between 15-17 years old respondents with Simple Random Sampling method. Body fat percent was measured using Bioelectrical Impedence Analysis (BIA). Data intake of nutrients and water was obtained using the recall 2x24 hours, physical activity IPAQ questionnaires. Data were analyzed using chi-square test and logistic regression. Results showed that 48.8% of teenage girls are overweight. Factors associated with body fat percent of which level of fat intake (p = 0.031) and physical activity (p = 0.003), whereas that did not relate that water intake (p = 0.116), energy intake (p = 1.00), carbohydrate intake (p = 0277) and protein intake (p = 1.00). Factors affecting body fat percent is the level of fat intake (p = 0.020).
Conclusion: The fat intake and physical activity is related to percent body fat, while the water intake, energy, carbohydrates and proteins are not related to body fat percent. Variable that affect is the level of fat intake.
613115954F1C009062STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN SOSIAL PMI KABUPATEN BANYUMAS DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN DARAH DI BANYUMASABSTRAK
Palang Merah Indonesia (PMI) adalah sebuah organisasi sosial yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan. PMI mendapat mandat dari pemerintah untuk mengadakan upaya kesehatan tranfusi darah melalui PP No 18 Tahun 1980 tentang tranfusi darah. Sebagai pelaksana maka dibentuklah unit donor darah (UDD) di setiap PMI tingkat cabang. UDD bertanggungjawab atas ketersediaan stok darah di setiap daerah untuk mencukupi kebutuhan darah di daerah tersebut.
Penelitian ini berfokus pada strategi komunikasi pemasaran sosial yang digunakan PMI Kabupaten Banyumas dalam menarik masyarakat agar melakukan donor darah guna mencukupi kebutuhan darah di Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dimana data didapatkan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah purposive sampling. Untuk validasi data, peneliti menggunakan teknik triangulasi data.
Dalam penelitian ini dihasilkan kesimpulan bahwa terdapat faktor internal yang mempengaruhi organisasi berupa kekuatan dan kelemahan. Kekuatan yang dimiliki oleh PMI Kabupaten Banyumas berupa sejarah dan nama besar PMI, jaringan PMI di tiap kabupaten dan staf yang terdidik dan terlatih. Selain memiliki kekuatan, PMI juga memiliki kelemahan yang dapat menghambat kinerja berupa lemahnya koordinasi antar seksi dan kurangnya staf yang dimiliki. Selain faktor internal, faktor eksternal yang berupa peluang dan ancaman juga mempengaruhi kondisi organisasi. Peluang yang dimiliki yaitu banyaknya lembaga pendidikan di Purwokerto, adanya kepercayaan dari masyarakat dan adanya kerjasama yang aktif dengan institusi lain. Ancaman yang dapat menjadi masalah bagi eksistensi PMI adalah adanya unit tranfusi darah rumah sakit.
Berdasarkan analisis SWOT yang telah dijabarkan, maka dihasilkan strategi komunikasi pemasaran sosial yang dapat digunakan PMI Kabupaten Banyumas dalam memenuhi kebutuhan darah di Banyumas yaitu meningkatkan promosi donor darah dengan memanfaatkan kerja sama yang ada, membuat program yang menarik, merekrut tenaga penyuluh dari korps suka rela (KSR) serta selalu menjaga hubungan baik dengan KDDS maupun pendonor perorangan.
ABSTRACT
Palang Merah Indonesia/Indonesian Red Cross (PMI) is a social organization working in the field of public health service. PMI has a mandate from the government to hold a blood transfusion health efforts through Regulation No. 18 of 1980 on blood transfusions. As a executive then formed the blood donation unit (UDD) in every branch of PMI level.
UDD responsible for the availability of blood stocks in each region.
This research focuses on social marketing communication strategy used PMI Banyumas in attracting people to conduct blood donors to meet the demand of blood in Banyumas. This research used qualitative approach with descriptive method, where the data are collected trough indepth interview, observation and documentation. Informant selection technique used is purposive sampling. For data validation, researcher use data triangulation technique.
In this research produced the conclusion that there are internal faktors that affect the organization in the form of strengths and weaknesses . The strength of PMI Banyumas are history and great names of PMI , PMI network in each district and staff are educated and trained.
In addition to strength , PMI also has a weakness that can hinderance performance which are weak coordination between the sections and lack of personnel belonging . In addition to internal faktors , external faktors such as opportunities and threats also affect the condition of the organization. The opportunities which are the number of educational institutions in Purwokerto, their public trust and their active co-operation with other institutions. Threats that could be a problem for the existence of PMI is the unit of a hospital blood transfusion
Based on SWOT analysis that had been defined, the resulting of social marketing communication strategy that can be used PMI Banyumas in adequate the needs of blood in Banyumas which are enhance the promotion of blood donation by utilizing the existing cooperation, makes an interesting program, recruiting from volunteer corps (KSR) as a blood donation marketers and always maintain good relations with KDDS as well as individual donors.
613215955G1B010039Analisis Framing Berita
Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan BPJS
Di Media Cetak Kompas dan Republika
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebagai badan hukum dan program pemerintah tentu tidak lepas dari sorotan media massa, terutama pelaksanaannya yang sudah lebih dari setahun. Opini yang beragam mengenai BPJS Kesehatan sebagai program pemerintah di karenakan media cetak sering kali mempunyai pertimbangan sendiri dalam menyajikan sebuah berita. Hal inilah yang membuat pendapat masyarakat, tentang pelaksanaan BPJS Kesehatan akan semakin beragam .Tujuan penelitian adalah Mengetahui Konstruksi pemberitaan mengenai pemberitaan BPJS Kesehatan dengan mengunakan analisis framing, di Harian Kompas dan Republika bulan Januari - Maret 2015. Metode penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan jenis rancangan kualitatif. Subyek penelitian diperoleh dengan purposive sampling dengan sampel berita yang mewakili masing-masing komponen, dalam teori model tripartit asuransi ditambah aspek legal. Analisis data yang digunakan adalah kualitatif diawali dengan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan berita tentang pelaksanaan BPJS selama satu tahun di dominasi oleh pemberitaan negatif, dengan jumlah 19 berita negatif oleh harian Kompas dan 21 berita negatif oleh Republika . Berita yang sering ditonjolkan oleh masing-masing harian adalah BPJS belum menunjukan peran yang optimal dalam kualitas pemberian pelayanan kesehatan dan manajamen internal BPJS itu sendiri. Kompas memandang kekurangan BPJS sebagai hal yang wajar karena sebagai program yang baru saja berjalan, sedangkan Republika memandang kegagalan BPJS salah satunya dikarenakan belum memenuhi nilai-nilai islam baik dalam konsep ataupun aplikasinya. Simpulan untuk media cetak menunjukkan bahwa perlu adanya peningkatan objektivitas dan keberimbangan dalam pemberitaan BPJS. Memperbaiki kelemahan-kelemahan yang sudah didapatkan dari hasil evaluasi oleh stakeholder serta meningkatkan kerja sama dengan media massa agar sosialisasi lebih massif dan maksimal dalam mengendalikan opini publik . Hal tersebut merupakan saran untuk BPJS Kesehatan, untuk memperbaiki kualitas dan produktivitas pelayanannya.



Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) as a legal entity and the government's program would not be separated from the media spotlight, especially its implementation, which is already more than a year. Diverse opinions regarding BPJS as a government program in because the print media often has its own considerations in presenting the news. This makes the public opinion, about the implementation of Health will increasingly diverse BPJS the aim of this research was knowing Construction news about the news BPJS using the framing analysis, in Kompas and Republika mont hs of January to March 2015. This research method was descriptive analysis by type of design qualitative. Research Subjects obtained by purposive sampling with sample news that represent each component, in theory tripartite model of insurance plus legal aspects. The data analysis used was qualitative begins with data reduction, data presentation, and conclusion and verification. The results of this study show news about BPJS implementation for one year was dominated by negative news, with the number of 19 negative news by Kompas daily and 21 negative news, Republika. News often in the highlight by each daily BPJS have not indicated an optimal role in quality of health service delivery and internal manajamen BPJS itself. Kompas saw BPJS deficiency as a natural thing for a program that just runs, while Republika look at the failure BPJS One of the reasons not meet the values of Islam either in concept or application. The conclusions for print media shows that the need to improve the objectivity and balance in news BPJS. Fix the weaknesses that have been obtained from the evaluation by stakeholders and increasing cooperation with the mass media to socialize more massive and leverage in controlling public opinion. This is a suggestion for BPJS Health, to improve the quality and productivity of services.
613315723D1E012034PENGGUNAAN SINBIOTIK DALAM RANSUM TERHADAP KOLESTEROL DARAH DAN DAGING AYAM KAMPUNG JANTANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan sinbiotik dalam
ransum terhadap kolesterol darah dan daging ayam kampung jantan. Materi yang
digunakan adalah ayam kampung jantan umur dua bulan dengan bobot 850 g
sebanyak 60 ekor dan dipelihara selama 60 hari, dan sinbiotik (Probiotik dan
Prebiotik). Metode penelitian adalah experimen secara in vivo dan menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan setiap perlakuan diulang 5
kali, terdapat 3 ekor ayam kampung jantan pada setiap ulangan. Perlakuan yang di uji
terdiri dari R0 = Ransum + sinbiotik 0%, R1 = Ransum + sinbiotik 2%, R3 = Ransum +
sinbiotik 4%, dan R3 = Ransum + sinbiotik 6%. Data yang diperoleh dianlisis
menggunakan analisis variansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan
sinbiotik dalam ransum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kolesterol darah
dan daging. Rataan kolesterol darah berkisar antara 95,4 mg/dl ± 0,27 sampai 135,4
mg/dl ± 0,17. Rataan kolesterol daging berkisar antara 263,21 mg/100 g ± 11,82
sampai 269,88 mg/100 g ± 1,60. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penggunaan
sinbiotik dalam ransum menghasilkan kolesterol darah dan daging yang relatif sama
sampai dengan level pemberian sinbiotik 6 %.
This research aimed to investigate the influence of using sinbiotic in feed on the blood
and meat cholesterol of male chicken domestic fowl. The materials were 60 two month
year old of male chicken domestic fowls whose weight was 850 g and which had been
raised for 60 days. This research used in vivo experimental method and Completely
Randomized Design (CRD) with 4 treatments each of which was repeated 5 times and
where there were 3 fowls in each repetation. The treatments consisted of R0 = Feed +
sinbiotic 0%, R1 = Feed + sinbiotic 2%, R2 = Feed + sinbiotic 4%, and R3 = Feed +
sinbiotic 6%. Data were analyzed by using a variance analysis. The results of the
research showed that the use of sinbiotic in feed did not significantly affect (P>0.05)
the blood and meat cholesterol. The averages of blood cholesterol ranged from 95.4
mg/dl ± 0.27 to 135.4 mg/dl ± 0.17,while that of of meat cholesterol ranged from 263.21
mg/100 g ± 11.82 to 269.88 mg/100 g ± 1.60. This research concludes that using
sinbiotic up to 60% in feed produces a relatively equal level of blood and meat
cholesterol.
613415956H1A012021VALIDASI METODE ANALISIS KETOKONAZOL PADA SAMPEL URIN MANUSIA MENGGUNAKAN EKSTRAKSI FASA PADAT DAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI

Validasi metode penentuan ketokonazol dalam urin manusia menggunakan ekstraksi fasa padat dan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) telah dilakukan. Kondisi optimum KCKT diperoleh pada laju alir 1 mL/menit, komposisi fase gerak yang mengandung metanol:air (85:15), deteksi UV-Vis pada panjang gelombang 220 nm dan waktu analisis 3 menit. Nilai koefisien determinasi (R2) yang diperoleh sebesar 0.9998, batas deteksi (LOD) sebesar 0,340 ppm dan batas kuantifikasi (LOQ) sebesar 1,133 ppm, standar deviasi (SD) sebesar 0,192, nilai KV sebesar 1,296 % dan nilai selektivitas sebesar 3,01. Metode ekstraksi fasa padat menggunakan oktadesilsilane (C18) sebagai adsorben telah dioptimasi. Optimasi ekstraksi fasa padat dicapai menggunakan eluen metanol dan volume sampel sebesar 1 mL. Rata-rata % perolehan kembali (% recovery) ketokonazol dalam sampel urin sebesar 87,50 %, dengan simpangan baku relatif (RSD) 1,76 (n=3). Hasil analisis ekstraksi fasa padat-KCKT untuk ketokonazol dalam sampel urin yang di spike diperoleh sebesar 4,375 ppm. Method validation of ketoconazole determination in human urine sample using solid phase extraction and high performance liquid chromatography (HPLC) has been performed. HPLC optimum conditions was obtained at a flow rate of 1 mL / min, the composition of the mobile phase containing methanol:water v/v (85:15), UV-Vis detection at a wavelength of 220 nm and a 3-minute analysis time. The coefficient of correlations (r) was obtained of 0,99992, the limit of detection (LOD) of 0,340 ppm and the limit of quantification (LOQ) of 1,133 ppm, standard deviation (SD) of 0,192, KV value amounting to 1,296% and the selectivity of 3,01. Solid phase extraction method using oktadesilsilane (C18) as adsorbent has been optimized. Optimization of solid phase extraction is achieved using methanol eluent and sample volume of 1 mL. Average % recovery of ketoconazole in the urine sample of 87,50%, with a relative standard deviation (RSD) of 1,76% (n = 3). The results of ketoconazole analysis in the spike urine sample by SPE-HPLC was 4,375 ppm.

613515957F1I012006
Implementasi Rezim Moneter Uni Eropa dalam Menangani Krisis Ekonomi Yunani Tahun 2010-2015
Penelitian yang berjudul “Implementasi Rezim Moneter Uni Eropa dalam Menangani Krisis Ekonomi Yunani Tahun 2010-2015” akan menganalisis mengenai penerapan rezim moneter Uni Eropa untuk menangani krisis yang terjadi di Yunani. Pada awalnya Yunani mengalami krisis ekonomi yang disebabkan oleh beberapa faktor baik internal maupun eksternal. Secara internal Yunani memiliki permasalahan hutang dan defisit anggaran Yunani yang cukup tinggi. Secara eksternal, permasalahan krisis global 2008 menyebabkan goyahnya perekonomian Yunani. Uni Eropa sebagai organisasi yang membawahi negara negara anggotanya dan memiliki tanggung jawab dalam menyelesaikan permasalahan ini. Bantuan yang diberikan Uni Eropa kepada Yunani berupa bailout dengan beberapa syarat yaitu Yunani harus rela perekonomiannya diawasi dan dikendalikan oleh Uni Eropa.

Kata Kunci: Krisis Ekonomi, Yunani, Uni Eropa
The study, entitled " Implementation of the EU Monetary Regime to Address Economic Crisis Greece Years 2010-2015 " will analyze the implementation of the EU monetary regime to tackle the crisis in Greece . At first the Greek economic crisis caused by several factors, both internal and external. Internally Greece has debt issues and Greece's budget deficit is quite high . Externally , the problems of the global crisis in 2008 led to the faltering Greek economy . The EU as an organization that oversees the country and its member states have a responsibility to solve this problem . EU aid granted to Greece in the form of a bailout with some conditions that Greece must be willing economies are supervised and controlled by the European Union .
613615958F1J011003Hegemoni Toyotomi Hideyoshi pada Novel Shinshotaikouki (Taiko) Karya Eiji YoshikawaPenelitian ini berjudul “Hegemoni Toyotomi Hideyoshi pada Novel Shinshotaikouki (Taiko) Karya Eiji Yoshikawa”. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi hegemoni yang dilakukan Hideyoshi untuk mempersatukan Jepang dalam novel Shinshotaikouki. Teori yang digunakan adalah Teori Hegemoni Gramsci. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian terhadap novel Shinshotaikouki ditemukan dua ideologi yaitu feodalisme dan sejenis sosialisme (memiliki nilai kerja sama dan saling mendukung). Interaksi kedua ideologi dalam rapat Kiyoshu (pemilihan penerus pemimpin marga) menghasilkan konsensus, dimana konsensus menjadi titik balik hegemoni Hideyoshi. Tercapainya konsensus dihasilkan lewat diplomasi, dimana dalam melakukan diplomasi ke setiap marga di daerah lain membutuhkan peran aktif agen intelektual (organik dan tradisional). Ideologi dan nilai-nilai moral bushido yang dimiliki Hideyoshi digunakan untuk beranjak naik pada sistem feodal.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah dalam novel Shinshotaikouki diceritakan dua pemimpin besar (Oda Nobunaga dan Toyotomi Hideyoshi), masing-masing dari mereka memiliki karakteristik tersendiri. Hegemoni yang di gunakannya adalah konsensus, dimana hegemoni ini memiliki dua ciri yang sama dengan kajian hegemoni gramsci (konsensus dan agen intelektual). Akan tetapi Oda Nobunaga menggunakan jalan dominasi, sedangkan Toyotomi Hideyoshi menggunakan jalan perundingan.
This study entitled“ The Hegemony of Toyotomi Hideyoshi in the Eiji Yoshikawa`s work the shinshotaikouki novel”. The purpose of the research is to describe the strategy hegemony of hideyoshi to unite japan in shinshotaikouki novel. The theory used in this study is the gramsci`s the theory of Hegmony. The method used in this study is descriptive qualitative.
The result of the study is that thare ar two kinds of ideology in “shinshoutaikouki” novel, feudalism and a sort of socialsm (having mutual prosperity and cooperation value). Hideyoshi had those ideologi and bushido values to climb on top of the feudal system. Interact between feudalism and "socialism" in Kiyosu conference (the selection of a successor to the clan leader), results a consensus. This consensus was a turning point in the hegemony of Hideyoshi. This consensus has been achieved by diplomacy, and it requise was a wise agent (technical as well as traditional) that are addressed the clans around the country.
The Conclusion of this study is, in "shinshotaikoki" novel, there are two great person (Hideyoshi Nobunaga Oda and Toyotomi),who heve their own unique personality. Although the hegemony was made by consensus, its hegemony has the same two qualities (consensus and wise agent) by hegemony theory of Gramsci. while Oda Nobunaga directs way in the dominance, Hideyoshi Toyotomi directs the way in approval.
613710154H1D010002EVALUASI KINERJA SALURAN INDUK BINANGUN KABUPATEN BANYUMASSaluran primer merupakan saluran yang membawa air dari bangunan pengambilan ke saluran primer, menuju saluran sekunder, dan diteruskan hingga petak-petak tersier. Pada operasi jaringan irigasi yang dibutuhkan adalah debit yang mencukupi pelayanan. Evaluasi kinerja Saluran Induk Binangun di titik beratkan pada perbandingan kinerja Saluran Induk Binangun antara perencanaan dengan kondisi langsung di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi debit perancangan dengan debit aktual di lapangan.
Penelitian ini dilaksanakan di Saluran Induk Binangun Kabupaten Banyumas. Data-data yang digunakan dalam analisis ini adalah data primer berupa data kecepatan dan penampang saluran, dimana pengambilan data kecepatan dengan menggunakan Metode Currentmeter, sedangkan penampang saluran diukur dengan rol meter dan rambu ukur kemudian dianalisis parameter hidrauliknya. Selain itu, digunakan pula data sekunder berupa gambar perencanaan potongan melintang saluran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas penampang saluran rencana sebesar 16,6102 m2, sedangkan luas penampang saluran aktual di lapangan adalah 10,6434 m2. Nilai debit aliran rencana Saluran Induk Binangun dari Dinas PSDA sebesar 8-9 m3/det, debit rencana penampang melintang saluran sebesar 7,7889 m3/det dan debit rencana berdasarkan skema irigasi sebesar 8,439 m3/s , sedangkan debit aktual berdasarkan pengukuran oleh Dinas PSDA sebesar 6,3 m3/det, dan debit aktual berdasarkan penelitian ini sebesar 7,8988 m3/det . Evaluasi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja Saluran Induk Binangun adalah dengan melakukan perbaikan terhadap luas penampang saluran, pengerukan terhadap sedimen yang terendap didalam saluran dan meningkatkan pemberian air ke Saluran Induk Binangun. Kehilangan energi yang terjadi sebesar 1 m dalam panjang 19 km.
The primary channel is the channel that carries water from the intake to the primary channel, secondary channel and then passed on to pieces of the tertiary. On irrigation network operation required a sufficient discharge of service. Performance evaluation of Binangun Primary channel is focused on the performance of the primary Binangun channel between the design of the channel and present condition. Aims of the research is to know and evaluate the design of discharge and actual discharge.
This research was done on the Binangun primary channel of the Banyumas District. The datas used in the analysis is the primary data of velocity and cross section of the channel, which is retrieve by the currentmeter method, whereas the cross section of the channel was measured by using a measuring roller meters and signs, then analyze the hydraulic parameter. The cross section of the irrigation channel is also used as the secondary data.
Results of the study show that the channel area design is 16.6102 m2, while the area of actual channel is 10.6434 m2. The value of PSDA’s design discharge 8-9 m3/s, the value of design discharge based on schemes irrigation is 8.439 m3/s, and the design discharge based on cross section is 7.7899 m3/s while the actual discharge measured by PSDA is 6.3 m3/s, and the actual discharge of this research is 7.8988 m3/s. Evaluation can be done to improve the performance of the Primary Channel of Binangun are repairing of cross-section channel, removal sediments deposition in the channels, and improve the provision of water to the Binangun Primary Channel. The value of energy loss is 1 m in total length are 19 km.
613815959F1I012020IMPLEMENTASI ASEAN INTEGRATED FOOD SECURITY (AIFS) FRAMEWORK DALAM MEMPERKUAT KETAHANAN PANGAN DI VIETNAM PADA TAHUN 2009-2013Krisis pangan merupakan kondisi dimana berkurangnya pasokan makanan yang bergizi dan aman ataupun berkurangnya keterjangkauan makanan bagi masyarakat. Adanya krisis pangan yang terjadi pada tahun 2007/2008 membuat kenaikan harga pangan dipasar global. Hal tersebut berdampak pada setiap kawasan khususnya kawasan Asia Tenggara. Dampak dari adanya krisis pangan global tersebut membuat kawasan Asia Tenggara menjadi mengalami peningkatan pada kemiskinan serta pengurangan daya beli dari setiap masyarakatnya serta kenaikan inflasi pada setiap negara.
Salah satu negara yang terkena adalah Vietnam, dimana sebagai negara eksportir beras, Vietnam terkena dampak dengan penurunan daya beli dari masyarakatnya, meningkatnya kemiskinan serta peningkatan dari penggangguran didalam negaranya. Menyikapi krisis pangan yang terjadi dalam kawasan Asia Tenggara, ASEAN mengambil tindakan melalui badan sektoral ASEAN yaitu AMAF membentuk program kerja bersama yaitu ASEAN Integrated Food Security Framework untuk memperkuat ketahanan pangan regional jangka panjang.
The food crisis is a condition where the reduced supply of nutritious and safe foods or the reduced affordability of food for the community. The presence of a food crisis that occurred in 2007/2008 made the hike in food prices in the global market. It affects every region, especially Southeast Asia. The impact of the global food crisis is making the Southeast Asian region into an increase in poverty and the reduction of the purchasing power of each society and the rise of inflation in each country.
One of the affected countries are Vietnam, where as the country's rice exporters, Vietnam affected by the decline in the purchasing power of people, increasing poverty and the improvement of the unemployment in the country. Addressing the food crisis is happening in Southeast Asia, ASEAN take action through which ASEAN sectoral bodies Amaf formed a joint working program namely the ASEAN Integrated Food Security Framework to strengthen regional food security long term.
613915960F1D012046GERAKAN KOMUNITAS MASYARAKAT KAWASAN KARST (KMKK) GOMBONG SELATAN MENENTANG PEMBANGUNAN PT SEMEN GOMBONG DI DESA NOGORAJI KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2013Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan rencana pembangunan pabrik semen yang akan menambang beberapa bukit karst yang berada di kawasan Gombong Selatan. Di Kebumen, yakni di Kecamatan Buayan terdapat permasalahan antara PT Semen dan juga warga Buayan yang diakibatkan rencana didirikannya pabrik semen yang bernama PT Semen Gombong terletak di Desa Nogoraji. Permasalahan ini terus terjadi karena warga menganggap dibangunnya pabrik semen yang akan menambang beberapa bukit karst ini dapat merusak fungsi utama karst sebagai penyimpan cadangan air bersih. Kondisi ini pada akhirnya melahirkan gerakan perlawanan warga masyarakat Kecamatan Buayan yang dimotori oleh Komunitas Masyarakat Kawasan Karst (KMKK) Gombong Selatan sebagai kelompok penekan (pressure group) yang memperjuangkan penolakan rencana pembangunan PT Semen Gombong. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis menggunakan metode analisis interaktif Miles dan Huberman. Untuk menjamin validitas data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gerakan kelompok penekan di Kecamatan Buayan yakni KMKK Gombong Selatan memiliki sifat gerakan yaitu alternative movement karena KMKK hanya mampu merubah sebagian kecil masyarakat untuk bergabung ke dalam KMKK. Pola gerakan KMKK dipengaruhi oleh pergeseran kesempatan politik mengingat permasalahan ini telah terjadi sejak masa Orde Baru sehingga proses perjuangan setelah Orde Baru telihat lebih berani. Selanjutnya strategi gerakan KMKK pada saat perjuangannya lebih kepada diskusi dengan pemerintah mengenai kajian-kajian, dalam penelitiannya penulis juga menemukan gerakan baru yang juga memiliki tujuan yang sama dan juga sering berkoordinasi dengan KMKK yaitu PERPAG. Berbeda dengan KMKK, PERPAG memiliki strategi dalam menolak rencana pembangunan pabrik semen yaitu dengan melakukan aksi seperti demonstrasi maupun orasi di depan tapak pabrik maupun di depan kantor-kantor pemerintah terkait. Upaya-upaya telah dilakukan KMKK Gombong Selatan dan PERPAG menolak rencana pembangunan PT Semen Gombong, namun hingga sekarang permasalahan belum mencapai titik terang. Pemerintah juga belum terlihat memberikan solusi maupun resolusi yang jelas atas permasalahan rencana pembangunan PT Semen Gombong ini. Begitu juga solusi yang diberikan PT Semen Gombong belum menyelesaikan permasalahan hingga saat ini.
This study aimed to describe the problems of cement plant construction plan that will mine some karst hills in the area of South Gombong. In Kebumen, which is in the district of Buayan there are problems between PT Semen and also citizens of Buayan caused the establishment of a cement factory plans called PT Semen Gombong located in the village Nogoraji. This problem continues to occur because the residents consider the construction of a cement factory which will mine some karst hills may damage the main function as a storage backup karst water. This condition eventually gives rise to resistance movements residents District of Buayan led by Communities Karst (KMKK) South Gombong as pressure groups (pressure group) who fight rejection of the development plan of PT Semen Deal.The method used is qualitative method with case study approach. Data obtained from interviews, observation and documentation. Then the data were analyzed using the method of Miles and Huberman interactive analysis. To ensure the validity of the data, this study uses data triangulation technique.
The results showed that the movement of pressure groups (pressure group) in District Buayan namely KMKK South Gombong have properties that movement because KMKK only alternative movement capable of changing a small part of society to join KMKK. KMKK movement patterns are influenced by shifting political opportunities considering these problems have been going on since the New Order so that the process of struggle after the New Order aesthetically more daring. The second pattern is the educated elite who continue to fight for the interests KMKK rejected the development plan of PT Semen, the elite as well as the coordinator of KMKK namely Supriyono. Further strategies KMKK movement during the struggle over the discussions with the government regarding the studies are like EA, in a study authors also found a new movement that also have the same purpose and are also often coordinate with KMKK that is PERPAG. Unlike the KMKK that the strategy is more on the study, PERPAG have rejected the strategy in cement plant construction plan is to conduct a demonstration and speech in front of a tread mill or in front of the government offices concerned. Attempts have been made KMKK South Gombong and PERPAG rejected the development plan of PT Semen Deal. But until now the problems have not ended and achieve a bright spot. The government also has not seen to provide solutions and a clear resolution to the problems of development plan of PT Semen Gombong. So is the solution given PT Semen Gombong not solve the problems until today.
614015963H1A012014Penurunan Kadar BOD dan COD Limbah Cair Tahu Menggunakan Membran dari Kulit Buah Nanas (Nata de Pina Skin)Salah satu pemanfaatan dari limbah kulit nanas yaitu mengolahnya menjadi nata de pina skin dengan bantuan Acetobacter xylinum. Nata tersebut kemudian disintesis menjadi selulosa asetat melalui proses asetilasi. Selulosa asetat yang dihasilkan merupakan bahan baku dalam pembuatan membran. Membran dibuat dengan menggunakan teknik inversi fasa dengan pelarut aseton serta variasi aditif formamida yang kemudian diaplikasikan untuk menurunkan nilai BOD dan COD pada limbah cair industi tahu. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk menentukan karekteristik membran selulosa asetat dari kulit buah nanas dan menentukan penurunan nilai BOD dan COD limbah cair tahu. Membran dari nata de pina skin dengan penambahan formamida 20%, 24% dan 28% memiliki nilai fluks air masing-masing sebesar 14,09; 22,73; dan 15,91 L/m2.jam. Nilai fluks dekstran masing-masing adalah 17,27; 17,73 dan 9,32 L/m2.jam. Sedangkan nilai rejeksi diperoleh masing-masing sebesar 8,7; 22,1 dan 28,6%. Membran tersebut dapat menurunkan nilai BOD sebesar 58,33% dan COD sebesar 85,59%.One of utilization of waste pinneapple skin is by processing it into nata de pina skin with the addition of Acetobacter xylinum. Nata is syntesized into cellulose acetate by acetylation process. The cellulose acetate is used as a basic material for making a membrane. It was made using phase inversion method with acetone as a solvent and the variation of formamide as additives that can be applied to reduce the value of BOD, COD in the wastewater of tofu industry. The purpose of this research is to determine the characteristics of cellulose acetate membrane from the skin of pineapple and determining BOD and COD effluent out. Membranes of nata de pina skin with the addition of formamide 20%, 24% and 28% had a water flux value respectively 14.09; 22.73; and 15.91 L / m2.jam. Dextran flux value of each are 17.27; 17.73 and 9.32 L / m2.jam. While the value rejection respectively of 8.7; 22.1 and 28.6%. The membranes can decrease the value of 58,33% BOD and COD of 85.591%.