Home
Login.
Artikelilmiahs
15969
Update
HELNY OCTAVIANI DEWI
NIM
Judul Artikel
Keanekaragaman Kupu-kupu (Lepidoptera) Pada Lahan Pertanian di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Desa Serang merupakan wilayah yang cukup subur, hal ini dibuktikan dengan banyaknya lahan pertanian dan perkebunan, dimana hampir seluruh wilayahnya terdapat tanaman sayuran dan juga terdapat tanaman buah unggulan yaitu stroberi. Lahan pertanian di Desa Serang merupakan salah satu habitat yang baik dari jenis kupu-kupu. Lahan pertanian dengan sistem monokultur menyebabkan penurunan keanekaragaman kupu-kupu ditandai dengan keragaman yang rendah dan adanya spesies kupu-kupu yang dominan. Sedangkan, sistem tumpangsari memberikan relung lebih banyak sehingga keanekaragaman kupu-kupu lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui keanekaragaman jenis kupu-kupu (Rhopalocera) pada lahan pertanian di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei pada dua tipe pertanaman yaitu monokultur dan polikultur. Teknik pengambilan sampel dengan purposive groups sampling. Data pengamatan meliputi jenis kupu-kupu dan jumlah individu tiap jenis. Data dianalisis dengan indeks keanekaragaman Shanon-Wiener (H’), indeks kemerataan jenis (E), indeks Dominansi Simpson (D) dan untuk mengetahui kesamaan jenis pada dua area yang berbeda ditentukan dengan indeks kesamaan jenis Sorensen (IS). Hasil pengamatan menunjukkan total kupu-kupu yang tercatat di kedua area pengamatan di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga sebanyak 17 jenis yang terdiri dari empat familia yaitu Hesperidae, Nymphalidae, Papilionidae dan Pieridae. Lahan pertanian tumpangsari memiliki nilai indeks keanekaragaman jenis lebih tinggi (H‘= 2,119) dibanding lahan pertanian wortel (H‘= 1,767). Kupu-kupu yang paling banyak ditemukan pada lahan pertanian wortel dan lahan pertanian tumpangsari adalah Ypthima nigricans (92 individu).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Serang village is a fertile region, this is proved by many farms and plantations, where almost the entire region are also contained vegetable and the featured fruit is strawberries. Farmland in Serang village is of one good habitat for some species of butterfly. Farmland with monocultures system can decrease the diversity of butterflies characterized by their low diversity of butterfly and some species are become dominant. Meanwhile, intercropping system provides more niches so that the diversity of butterflies higher. This study aims to determine the butterflies species diversity (Rhopalocera) on farmland in Serang village, District of Karangreja The Purbalingga. The sampling method used in this study is by survey method on two types of crop, that is a monoculture and polyculture. The sampling technique is by purposive groups sampling. Data observation includes a butterfly type and number of individuals of each species. Data were analyzed with Shannon-Wiener index (H '), Evenness index (E), and Sorensen index (IS). The results showed a total of butterflies recorded in the second observation area in Serang village District of Karangreja The Purbalingga as many as 17 types consits of four family, they are Hesperidae, Nymphalidae, Papilionidae and Pieridae. Intercropping farmland have diversity values index is higher (H '= 2.119) than index in carrot farmland (H' = 1.767). Butterflies which most commonly found in carrots and intercropping farmland is Ypthima nigricans (92 individu).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save