Artikelilmiahs
Menampilkan 6.061-6.080 dari 48.843 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 6061 | 15884 | E1A012081 | Perlindungan Hukum Apoteker pada Pelayanan Kefarmasian dalam Struktur Peraturan Perundang-undangan Indonesia | Apoteker merupakan tenaga kesehatan dalam bidang kefarmasian. Selama ini dalam menjalankan pekerjaan kefarmasiaan, apoteker berpedoman pada Peraturan Pemerintah No.51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian. Hak dan kewajiban apoteker belum diatur secara terperinci dalam undang-undang khusus apoteker, sehingga dirasa masih ada kekurangan untuk dapat melindungi apoteker dalam menjalankan pelayanan kefarmasian. Hak dan kewajiban apoteker berkaitan dengan perlindungan hukum yaitu pemenuhan hak-hak apoteker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan perlindungan hukum apoteker pada pelayanan kefarmasian dalam struktur peraturan perundang-undangan Indonesia dan untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum terhadap apoteker. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analitis. Sumber data penelitian ini adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh langsung dari bahan-bahan pustaka. Sedangkan metode analisis yang digunakan adalah normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa sinkronisasi hukum mengenai perlindungan hukum apoteker pada pelayanan kefarmasian dalam struktur peraturan perundang-undangan Indonesia menunjukan taraf sinkronisasi. Artinya, peraturan yang mengandung perlindungan hukum terhadap apoteker yang memiliki derajat lebih rendah didasarkan pada peraturan yang derajatnya lebih tinggi. Bentuk perlindungan hukum terhadap apoteker pada pelayanan kefarmasian dalam struktur peraturan perundang-undangan Indonesia meliputi advokasi, pembinaan, perlindungan, pendidikan keilmuan dan keprofesian, memperoleh informasi yang lengkap dan benar dari penerima pelayanan kesehatan atau keluarganya, menerima imbalan jasa, memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja, memperoleh perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia, moral, kesusilaan, serta nilai-nilai agama, mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan profesinya, menolak keinginan penerima pelayanan kesehatan yang bertentangan dengan peraturan, rehabilitasi nama baik. | Pharmacists are health professionals in the pharmacy. During the pharmacy’s job, pharmacists are protected by the Government Regulation No. 51 of 2009 on Pharmaceutical Works. The rights and obligations of pharmacists has not been regulated in a special act of a pharmacist, so there are shortage in order to protect the pharmacist in the pharmacy services. The rights and obligations is relating to the legal protection of pharmacist with the fulfillment of the rights of pharmacists. The purpose of this research is to determine the synchronization settings on the legal protection of pharmacist in the pharmacy services on Indonesian legislation structure and to find the forms of legal protection against pharmacist. This research uses normative juridical approach to legislation and analytical approach. The data source of this research is secondary data obtained directly from material library. The analysis methods used is qualitative normative. The results showed that the law synchronization on the legal protection of pharmacists at pharmacy services in the structure of the Indonesian legislation shows there are level of synchronization. That is, the regulations that containing the legal protection for pharmacists who have a lower degree is based on the higher degree regulation. The form of legal protection of the pharmacist in pharmaceutical services in the structure of the Indonesian legislation, include advocacy, guidance, protection, education, science and professionalism, obtain the right and complete information from the patient or their families, receive payment for the services, receive protection of the safety and health employment, receive treatment in accordance with human dignity, morals and religious values, have the opportunity to develop their profession, refused the patient’s desire that are contrary to the rules, and the rehabilitation of a good name. | |
| 6062 | 15885 | A1C112002 | NILAI TAMBAH GULA KELAPA KRISTAL (PALM SUIKER) PADA USAHA INDUSTRI KECIL DI DESA KALISALAK (Studi Kasus : Kelompok Wanita Tani Sri Makmur Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas) | Kelompok Wanita Tani Sri Makmur merupakan kelompok usaha wanita yang bergerak dibidang industri gula kelapa kristal. Pengolahan gula kelapa kristal menggunakan bahan baku nira dan gula kelapa cetak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui (1) biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan usaha pengolahan gula kelapa kristal; (2) besarnya nilai tambah dari usaha pengolahan gula kelapa kristal; (3) faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tambah usaha pengolahan gula kelapa kristal. Penelitian dilaksanakan tanggal 02 Maret sampai 15 April 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Data dianalisis menggunakan analisis biaya, penerimaan, dan pendapatan, analisis nilai tambah metode Hayami dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi adalah Rp1.632.089,00. Rata-rata penerimaan yang diperoleh dari usaha pengolahan gula kelapa kristal adalah Rp1.670.928,00. Pendapatan produksi gula kelapa kristal adalah Rp38.839,00. Nilai tambah gula kelapa kristal yaitu Rp3000,60 per kilogram. Faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap nilai tambah gula kelapa kristal adalah biaya bahan baku dan biaya input lain (minyak goreng, kayu bakar dan kemasan). | Woman farmers group Sri Makmur is a group that work in palmsuiker sugar industry. The processing of palmsuiker sugar uses nira and palm sugar as materials. This research aims are to determine (1) the cost of production, revenue, and income of palmsuiker sugar processing business; (2) the added value of palmsuiker sugar processing business; (3) the factors that affect the added value of palmsuiker sugar business. This research was conducted on 02nd March to 15th April 2016. The research method that used was a case study. Data were analyzed using analysis of cost, revenue, and income, Hayami added value analysis method, and multiple linier regression. The results of this research show that the average of production cost is Rp1.632.089,00. The average of revenue that obtained is Rp1.670.928,00. The production income of palmsuiker sugar is Rp38.839,00. The added value of palmsuiker sugar is Rp3000,60 per kilogram. Factors that give significant negative effect to the added value of palmsuiker sugar are the cost of raw materials and cost of other input (cooking oil, firewood, and packaging). | |
| 6063 | 15887 | H1B012056 | FUNGSI GRIEWANK DAN PENENTUAN NILAI OPTIMUMNYA MENGGUNAKAN ALGORITMA STROBERI | Skripsi ini bertujuan untuk mengkaji fungsi Griewank dan penentuan nilai optimumnya menggunakan algoritma stroberi. Fungsi Griewank merupakan salah satu fungsi uji pada masalah optimisasi, khususnya untuk kasus minimisasi. Di ruang dimensi tiga, grafik fungsi ini berupa paraboloid yang disertai dengan osilasi. Fungsi Griewank mempunyai nilai optimum (yaitu nilai minimum global) sebesar 0 di titik asal serta mempunyai banyak minimum lokal dan maksimum lokal. Apabila daerah asal fungsi Griewank tidak melalui titik asal, maka nilai optimumnya (maksimum dan minimum global) perlu diselidiki. Di ruang dimensi tiga, nilai optimum (hampiran) untuk fungsi Griewank dengan daerah asal antara 10 dan 30 dapat dicari dengan menggunakan algoritma stroberi dengan menjadikan fungsi Griewank sebagai fungsi tujuannya. Algoritma ini mempunyai parameter antara lain jumlah generasi. Nilai optimum yang paling efisien diperoleh untuk jumlah generasi 30 dan iterasi sebanyak 10 kali. Nilai optimum untuk kasus maksimisasi adalah 2,37779 yang terjadi di titik (28,29026; 26,68020). Sementara itu, nilai optimum untuk kasus minimisasi adalah 0,106024 yang terjadi di titik (15,69903; 13,31417). Nilai optimum hampiran yang dihasilkan oleh program algoritma stroberi juga lebih baik dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh toolbox optimization dengan software Maple 13. | This project aims to study Griewank function and its optimal value using strawberry algorithm. Griewank function is a test function in optimization problems, especially in the case of minimization. The graph of Griewank function is a paraboloid with some oscilation superimpose on it. Griewank function has the optimum value (i.e. global minimum value) of zero at the origin. It is also has many maximum and minimum local. If the domain of this function exclude the origin, then we need to examine its optimal value (maximum and minimum global). In three dimensional spaces, the approximate optimal value of Griewank function with domain between 10 and 30 can be found by applying strawberry algorithm with Griewank function as its objective function. This algorithm has some parameters such as the number of generation. The most efficient optimal value is given by the maximum generation of 30 and iteration number of 10. The optimal value in the case of maximization is 2.37779, which occurs at the point of (28.29026, 26.68020). Meanwhile, the optimal value in the case of minimization is 0.106024, which occurs at the point of (15.69903, 13.31417). The approximate optimal values given by strawberry algorithm are better compare to that of given by toolbox optimization of software Maple 13. | |
| 6064 | 15889 | H1L012036 | PEMBENTUKAN POLA MUSIK OTOMATIS MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA BERBASIS DESKTOP | Proses pembuatan lagu adalah hal yang sulit ketika harus membuat sebuah komposisi yang dianggap baik. Sebenarnya tidaklah sulit untuk menentukan apa saja kriteria untuk membentuk lagu yang baik diantaranya adalah pemilihan chord progression dan skala. Proses pembuatan pola musik sebenarnya dapat dianggap sebagai permasalahan pencarian dimana himpunan dari semua komposisi yang mungkin dianalogikan sebagai ruang pencarian dengan permasalahan mencari sebuah komposisi dengan harmonisasi yang baik. Pada penelitian ini penulis mengimplementasikan algoritma genetika yang dianggap cukup handal dalam menyelesaikan permasalahan pencarian. Dengan menggunakan dasar teori musik seperti tangga nada, dan notasi, penulis mencoba mempersempit ruang lingkup pencarian menggunakan pemodelan markov untuk menghitung probabilitas transisi antar nada agar aplikasi yang dibuat dapat secara otomatis menghasilkan pola musik yang baik sesuai dengan teori musik... | Music composing proccess is a hard task when it comes to create a composition that considered good. In fact, it is not hard to determine which criteria to create a good music including chord progression and notes scale. Music composing proccess can be considered as searching problems where the set of all possible composition analogous to search space and the problem to create a composition with good harmony. In this research, writer implements genetic algorithm that considered good to solve searching problem. Based on music theory including scale and notation, writer tries to strict search space using markov model to calculate notes transition for the application to automatically create good musical patterns based on music theory | |
| 6065 | 15890 | C1G014059 | FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PENGHENTIAN PREMATUR ATAS PROSEDUR AUDIT PADA BPKP PERWAKILAN JAWA TENGAH | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tekanan waktu, resiko audit, materialitas, supervisi audit, kompetensi auditor dan motivasi auditor terhadap perilaku penghentian prematur atas prosedur audit. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh auditor yang ada pada Kantor BPKP Perwakilan Jawa Tengah sebanyak 182 orang dengan jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini sejumlah 129 orang. Sampel yang diambil menggunakan metode random sampling. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan analisis regresi berganda menunjukan bahwa: (1) Tekanan waktu berpengaruh positif signifikan terhadap penghentian prematur atas prosedur audit (2) Resiko audit berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap penghentian prematur atas prosedur audit (3) Materialitas berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap penghentian prematur atas prosedur audit (4) Supervisi audit berpengaruh negatif signifikan terhadap penghentian prematur atas prosedur audit (5) Kompetensi auditor berpengaruh negatif signifikan terhadap penghentian prematur atas prosedur audit (6) Motivasi auditor berpengaruh negatif signifikan terhadap penghentian prematur atas prosedur audit. (7) Kompetensi auditor memiliki pengaruh paling besar diantara variabel lain yang diteliti. | The purpose of this study was to determine the effect of time pressure , audit risk , materiality , audit supervision , the competence of auditors and auditors motivation to behavior on premature sign off. The Population in this study are all the existing auditor BPKP Representative Office in Central Java as many as 182 people with the number of respondents who were taken in this study a total of 129 people. Samples were taken using random sampling method. Based on the research and analysis of data using multiple regression analysis showed that: (1) time pressure has significant positive effect on Premature sign off behavior (2) The risk audit has negative effect but not significant to Premature sign off behavior (3) Materiality has positive effect but no significant effect on Premature sign off behavior (4) Audit Supervision has significant negative effect on Premature sign off behavior (5) Auditor’s competence has significant negative effect on Premature sign off behavior (6) Auditor’s motivation has significant negative effect on Premature sign off behavior. (7) Auditor competence has the most impact among other variables studied. | |
| 6066 | 15474 | H1E012031 | INTERPRETASI DATA ANOMALI MEDAN MAGNETIK UNTUK MENENTUKAN SEBARAN PASIR BESI DI KAWASAN PANTAI WIDARAPAYUNG KABUPATEN CILACAP | Penelitian Geofisika dengan metode magnetik telah dilakukan di Kawasan Pantai Widarapayung Kabupaten Cilacap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran pasir besi di kawasan tersebut. Kemudian setelah dilakukan pengolahan data yang meliputi beberapa koreksi dan reduksi, maka diperoleh data anomali magnetik lokal daerah penelitian. Data anomali magnetik ini kemudian dimodelkan menggunakan perangkat lunak Mag2DC for Windows sebanyak tiga sayatan. Hasil pemodelan memperlihatkan bahwa benda penyebab anomali magnetik tersebut di perkirakan sebaran pasir besi terletak di bagian utara dalam area penelitan pada kedalaman sekitar 0 – 7 meter dengan nilai suseptibilitas 0,1044-0,1045 cgs units | The research of Geophysical have been conducted with the magnetic method in Widarapayung Coastal Region of Cilacap. This research aims to determine the distribution of iron ore in the region. Then, after the data processing that includes several corrections and reduction, the obtained local magnetic anomaly data area of research. This magnetic anomaly data was modeled using software Mag2DC for Windows at three incisions. Modeling results showed that the object causing the magnetic anomaly in the estimate the distribution of iron ore located in the northern part of the research area at a depth of about 0-7 meters with a value of 0.1044 to 0.1045 susceptibility cgs units. | |
| 6067 | 15891 | A1L012147 | ANALISIS FILOGENETIK BERBAGAI MACAM JERUK LOKAL DI INDONESIA BERDASARKAN SEKUEN GEN KLOROPLAS matK2 | Jeruk merupakan buah yang populer dan sering dijumpai di berbagai wilayah di Indonesia bahkan sampai mancanegara. Adanya poliembrioni, hibridisasi dan kompatibilitas antar genus Citrus menjadi penyebab tingginya keragaman genetik jeruk, sehingga menyulitkan dalam identifikasi asal-usul jeruk dan kekerabatan jeruk. Di Indonesia terdapat beragam jenis jeruk yang tidak diketahui asal-usulnya dan seolah-olah asli daerah tersebut. Pendekatan melalui kajian molekuler seperti sequencing dapat membantu dalam mengidentifikasi hubungan kekerabatan jeruk lokal Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengkaji kemampuan gen matK dalam karakterisasi runtutan basa nukleotida, khususnya pada tanaman jeruk lokal Indonesia, 2) mengkaji hubungan kekerabatan jeruk-jeruk lokal Indonesia berdasarkan runtutan basa nukleotida gen matK, dan 3) menduga tetua asal dari genotip jeruk yang diuji. Penelitian dilaksanakan dari bulan Oktober 2015 sampai Febuari 2016 di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi, Fakultas Pertanian, dan Laboratorium Genetika Molekuler, Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. 24 genotip sampel jeruk lokal Indonesia diamplifikasi dengan gen matK2 dan kemudian di-sequencing. Hasil penelitian menunjukkan 24 genotip sampel DNA jeruk teramplifikasi dengan baik, dan memiliki panjang ±650 basa. Analisis blastn menunjukan kemiripan 99% dengan Citrus sp. Primer matK2 terbukti mempunyai kemampuan yang baik sebagai pembeda antar karakter jeruk. Hasil rekonstruksi hubungan kekerabatan membagi 24 genotip sampel jeruk ke dalam tiga klaster utama, yaitu mandarin, pumelo dan citron. Sebagian besar sampel jeruk yang digunakan masuk kedalam klaster yang sesuai dengan literatur, namun ada beberapa pengecualian seperti yang terjadi pada Citus sinensis. Adanya pengaruh maternal effect menjadi faktor terbesar dalam pembagian klaster dalam penelitian ini. | Citrus are popular fruits and commonly found in various regions in Indonesia and other part of the worrld. However, polyembryony, hybridization, and sexual compatibility among Citrus spesies increase genetic variation of Citrus. Therefore, it is difficult to identify the origins and relationship of Citrus. In Indonesia, there are many varieties of Citrus which origins are unknown and the place they are found is considered to be their origins. Using the approach through molecular studies like sequencing could help identify the relation of the Indonesian local Citrus relationship. This research has purposes: 1) to examine the ability of matK gene in characterizing nucleotide sequence, especially to the Indonesian local Citrus, 2) to examine the relationship of the Indonesian local Citrus relationship based on matK2 gene nucleotide sequence, and 3) to presume the origins from the tested Citrus genotype. The research was conducted from October 2015 until February 2016 at Plant Breeding and Biotechnology Laboratory, Faculty of Agriculture, and Molecular Genetics Laboratory, Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. 24 genotype samples of the Indonesian local Citrus were amplified with matK2 gene, and those samples were sequenced. The result showed that 24 genotype samples of their DNA were well amplified and the length was ±650 bp. Blastn analysis showed a 99% similarity to Citrus sp. MatK2 primer proved to be able to differentiate Citrus characteristics. The result of reconstruction on analysis divided 24 genotype samples of Citrus into three main clusters. They were mandarins, pumelo, and citron. Most of the Citrus genotype belonged to the appropriate clusters. However, there were some exceptions such as for C. sinensis. The influence of maternal effect was the main factor in dividing clusters for this research. | |
| 6068 | 15892 | C1G014054 | ANALISIS ALOKASI ANGGARAN PENDIDIKAN PADA PEMERINTAH DAERAH KOTA PEKALONGAN | Alokasi anggaran pendidikan minimal 20% menjadikan anggaran terbesar dalam postur APBN maupun APBD. Semestinya anggaran pendidikan harus bisa digunakan secara efisien dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pertumbuhan anggaran pendidikan beserta faktor penyebabnya, efektivitas dan efisiensi anggaran pendidikan, dan pemilihan alokasi anggaran pendidikan yang sesuai pada Pemerintah Daerah Kota Pekalongan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif-deskriptif. Alat analisis data yang digunakan adalah Rasio pertumbuhan anggaran, rasio efektivitas dan efisiensi, dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Dari hasil analisis rasio pertumbuhan, anggaran urusan pendidikan Kota Pekalongan dari Tahun 2013-2014 mengalami kenaikan Rp. 39.455.010.000,- (16,13%). Faktor utama yang mempengaruhi kenaikan anggaran pendidikan adalah adanya kegiatan baru dan kenaikan gaji PNS sebesar 6% pada tahun 2014. Hasil analisis efektivitas, pelaksanaan anggaran pendidikan pada Pemerintah Daerah Kota Pekalongan dilaksanakan secara efektif. Tingkat efektivitas pelaksanaan anggaran pada tahun 2013 sebesar 86,6% dan pada tahun 2014 sebesar 81%. Dari analisis efisiensi, pelaksanaan anggaran pendidikan relatif efisien. Capaian efisiensi pada tahun 2013 sebesar 86,60% dan pada tahun 2014 sebesar 80,96%. Dari perhitungan Analytical Hierarchy Process (AHP) dapat diketahui bahwa perhitungan pemilihan alokasi anggaran pendidikan, anggaran pendidikan dengan unsur gaji pendidik lebih dominan (61%) daripada anggaran pendidikan tanpa gaji pendidik (39%). | The education budget allocation at least 20% make it the biggest budget in the posture of APBN or APBD. Supposedly the education budget should be used efficiently and effectively. This study aims to identify and analyze the growth of the education budget as well as a contributing factor, the effectiveness and efficiency of the education budget and the selection of appropriate education budget in Pekalongan City. This research is a qualitative descriptive study. Data analysis tool used is the ratio of budget growth, the ratio of effectiveness and efficiency, and Analytical Hierarchy Process (AHP). From the analysis of the growth rate, educational affairs budget in Pekalongan of the Year 2013-2014 has increased to Rp.39.455.010.000 (16.13%). The main factors that affect the increasing of the education budget are new activities and civil servants salary at least 6% in 2014. The results of the analysis of effectiveness, the implementation of the education budget in Pekalongan City implemented effectively. The level of effectiveness of the implementation of the budget in 2013 amounted to 86.6% and in 2014 by 81%. From the analysis of efficiency, the implementation of the education budget is relatively efficient. Achievement of efficiency in 2013 amounted to 86.60% and in 2014 amounted to 80.96%. The calculation of Analytical Hierarchy Process (AHP) known that the the education budget within educators salary is more dominant element (61%) than the education budget without salary of educators (39%). | |
| 6069 | 15894 | C1C012068 | PENGARUH PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP PROFITABILITAS PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI DASAR & KIMIA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) DENGAN UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL KONTROL | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengungkapan corporate social responsibility terhadap profitabilitas perusahaan pada sektor industri dasar & kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). CSR diukur dengan indeks pengungkapan CSR (CSRDI) berdasarkan pedoman Global Reporting Initiative Guidelines 3 (GRI G3). Sedangkan, profitabilitas diproksikan dengan net profit margin (NPM), return on asset (ROA), dan return on equity (ROE). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur pada sektor industri dasar & kimia selama empat periode waktu yaitu 2011-2014. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, jumlah sampel yang memenuhi kriteria sebanyak 39 perusahaan. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda, uji parsial t, dan koefisien determinasi. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengungkapan CSR berpengaruh positif signifikan terhadap NPM, ROA, dan ROE. Sehingga, seluruh hipotesis dalam penelitian ini diterima. | The aim of this study is to determine the influence of corporate social responsibility disclosure on companies covering basic and chemical industry listed on the Indonesian Stock Exchange (BEI). CSR is measured by Global Reporting Initiative Guideline 3 (GRI G3). Whereas profitability is proxied by net profit margin (NPM), return on asset (ROA), and return on equity (ROE). The population in this study is the manufacturing companies covering basic and chemical industry in four period on 2011 – 2014. The sampling method in this study is purposive sampling, the number of samples that meet the criteria are 39 companies. The data analysis method used multiple linear regression analysis, partial t test, and determination coefficient. The result of this study show that CSR disclosure has positive influence on NOM, ROA, ROE. Therefore, all of hypothesis in this study is approved. | |
| 6070 | 15896 | C1G014045 | Studi Analisis Faktor Pendorong Dysfunctional Audit Behavior pada Tahap Perencanaan Audit serta Implementasi Desk Audit Berbasis e-Document di Inspektorat BPKP | Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, analisis dokumen, penelusuran data online, dan studi kepustakaan. Sementara analisis data menggunakan Constant Comparative Methode dengan proses analisis data dimulai dari tahap reduksi data, kategorisasi, sintesisasi, dan menyusun hipotesis kerja. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan keabsahan data dengan triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, diperoleh kesimpulan (1) telah terjadi dysfunctional audit behavior (DAB) di Inspektorat dengan faktor pendorong (a) kurangnya kemampuan auditor dalam bidang teknologi informasi, (b) kesulitan mengolah database dari aplikasi, (c) adanya bantuan dari auditee untuk mengolah database, (d) faktor psikologis bagi auditee, (e) keterbatasan data di Inspektorat BPKP, (f) adanya peralihan aplikasi dari SIM Monev ke IPMS, (g) tidak adanya kemauan dari auditor untuk melakukan desk audit, (h) faktor tambahan penghasilan, dan (i) kurang berfungsinya pengendali teknis. (2) Untuk menanggulangi Dysfunctional Audit Behavior yang terjadi di Inspektorat BPKP, dapat dilakukan dengan (a) meningkatkan peran dalnis dalam mengarahkan tim audit, (b) menekankan tugas ketua tim dalam penyusunan perencanaan, (c) adanya kemauan dari auditor, (d) kebijakan pimpinan dan pimpinan teknis, (e) adanya pedoman yang jelas (SOP), dan (f) adanya instruksi kepada auditor untuk dilaksanakan. (3) Desk audit berbasis e-document dapat diimplementasikan di Inspektorat BPKP | This study was a qualitative research. Data collected through observation, interviews, document analysis, data searches online, and literature study. While the data analysis using the Constant Comparative Method to the data analysis process starts from the stage of data reduction, categorization, sintesisation, and develop a working hypothesis. After that, data validity checking with the triangulation of sources. Based on the research an analysis of the data, we concluded (1) there has been a dysfunctional audit behavior (DAB) in the Inspectorate with the factors (a) lack of ability of auditors in the field of information technology, (b) difficulties database processing of the application, (c) the aid auditees for database processing, (d) a psychological factor for the auditee, (e) the limitations of the data in the Inspectorate BPKP, (f) the application switching of SIM Monev to IPMS, (g) absence of a willingness of auditors to conduct audit desk, (h ) additional factor income, and (i) lack of a functioning technical controller. (2) To overcome Dysfunctional Audit Behavior that occurs in the Inspectorate BPKP, can be done by (a) increasing the role technical controller in directing the audit team, (b) emphasize the task team leader in the preparation of planning, (c) the willingness of the auditor, (d) policy management and technical leadership, (e) the existence of clear guidelines (SOP), and (f) the instructions to the auditor to be implemented. (3) Desk audit- based e-document can be implemented in the Inspectorate BPKP. | |
| 6071 | 15897 | E1A112100 | KOMPETENSI ABSOLUT PERADILAN TATA USAH NEGARA DALAM KAITANNYA DENGAN SERTIPIKAT HAK GUNA BANGUNAN SEBAGAI OBJEK SENGKETA (Studi Putusan Nomor 129/G/2015/PTUN-BDG) | Penelitian ini bersumber pada Putusan PTUN Bandung Nomor : 129/G/2015/PTUN-BDG, bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kewenangan mengadili Peradilan Tata Usaha Negara dalam sengketa yang berkaitan dengan Sertipikat Hak Guna Bangunan pada Putusan Nomor : 129/G/2015/PTUN-BDG dan pertimbangan hukum hakim dalam mengadili sengketa yang berkaitan dengan Sertipikat Hak Guna Bangunan pada Putusan Nomor : 129/G/2015/PTUN-BDG. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan. Penggugat dalam perkara a quo yaitu Naman dan Naming melawan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi yang disebut sebagai Tergugat, dan Sutiawati, dkk., disebut sebagai Tergugat II Intervensi. Objek sengketanya adalah Surat Keputusan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi berupa Surat Keputusan Tergugat berupa Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 459/Desa Segara Makmur tanggal 28-01-2010 Surat Ukur No. 0003/2010, Tanggal 11-01-2010, Luas 41800M2, atas nama Sutiawati, dkk. (Sertipikat pengganti dari Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor 459/Desa Segara Makmur tanggal 09-06-2008). Yang selanjutnya disebut sebagai Objek Sengketa. Berdasarkan penelitian dan pembahasan maka pada intinya Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung tidak berwenang untuk mengadili sengketa a quo, dan pertimbangan hakim dalam mengadili sengketa a quo telah sesuai dengan konsepsi kewenangan Peradilan Tata Usaha Negara. Karena menurut pertimbangan Hakim sengketa a quo masih membahas mengenai kepemilikan hak atas tanah atau phisik tanah. | This research is based on verdict of State Administrative Court (PTUN) of Bandung No. 129/G/2015/PTUN-BDG. This research aims to identify and analyze the authority of adjudicating by the State Administrative Court (PTUN) in a dispute related to Building Rights on Land Certificates (or ‘Sertipikat Hak Guna Bangunan’) on verdict No. 129/G/2015/PTUN-BDG and consideration of the law judge in adjudicating the dispute related to Building Rights on Land Certificates (or ‘Sertipikat Hak Guna Bangunan’) on verdict No. 129/G/2015/PTUN-BDG. The research method of juridical-normative, with constitution approches is used in this thesis. The plaintiff in a quo dispute are Naman and Naming against The Head of Land Registry Office of Bekasi Regency which is called as the Defendant, and Sutiawati, and others, called as the Defendant II Intervention. The object of dispute is Decree from The Head of Land Registry of Bekasi Regency in a form of Defendant Decree of Building Rights on Land Certificates No. 459/Desa Segara Makmur date of 28-01-2010 Measurement Certificate No. 0003/2010, date of 11-01-2010, 41800 M2, by the name of Sutiawati, and others. (A replacement certificate for Building Rights on Land Certificate no. 459/Desa Segara Makmur date of 09-06-2008), which is later called as Object of Dispute. In conclusion, based on the analysis and study, the State Administrative Court of Bandung does not have the authority to adjudicate a quo dispute, and the law judge consideration in adjudicating the a quo dispute has been compliant according to the concept of authority by the State Administrative Court. According to the law judge consideration, a quo dispute still deals with the ownership of rights on land or physical land. | |
| 6072 | 15899 | B1J012032 | Indeks Viscerasomatik (IVS) dan Indeks Hepatosomatik (IHS) Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) Betina Paska Mijah yang DIberi Vitamin C Dengan Dosis Berbeda | Pakan yang diberikan pada ikan budidaya dapat memenuhi semua nutrien (protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral) yang dibutuhkan ikan, maka harus dibuat formulasi atau komposisi pakan yang tepat. Pakan yang berkualitas baik sangat menentukan kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan. Perbedaan kadar suplementasi vitamin C pada pakan dapat mempengaruhi Indeks Viscerasomatik dan Indeks Hepatosomatik yang digunakan sebagai parameter reproduksi ikan. Penelitian berjudul “Indeks Viscerasomatik (IVS) dan Indeks Hepatosomatik (IHS) Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) Betina Paska Mijah yang Diberi Vitamin C dengan Dosis Berbeda” telah dilakukan pada bulan Mei-Juli 2015. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai Indeks Viscerasomatik (IVS) dan Indeks Hepatosomatik (IHS) ikan nilem yang diberi vitamin C dengan dosis berbeda serta dosis vitamin C yang optimum terhadap perubahan nilai IVS dan IHS. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah A= suplementasi vitamin C 0 mg/kg pakan (kontrol), B= suplementasi vitamin C 600 mg/kg pakan , C= suplementasi vitamin C 1200 mg/kg pakan dan D= suplementasi vitamin C 1800 mg/kg pakan. Data IVS dan IHS yang didapat dianalisis menggunakan Anova dan uji lanjut Post Hoc. Pemberian suplementasi vitamin C dalam pakan ikan nilem betina paska mijah dengan dosis berbeda menghasilkan nilai IVS dan IHS yang berbeda dan dosis vitamin C yang optimum adalah 1200 mg/kg pakan. | The study entitled " Indeks Viscerasomatik (IVS) dan Indeks Hepatosomatik (IHS) Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) Betina Paska Mijah yang Diberi Vitamin C dengan Dosis Berbeda " have done at May-July 2015. The study aims to determine the difference in value Viscerasomatik Index (IVS ) and Hepatosomatic index (IHS) nilem fish were given different doses of vitamin C and which is the optimum dose to changes in the value of IVS and IHS. The method used was experimental with completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 replications. The treatments were A = supplementation of Vitamin C 0 mg / kg diet (control), B = supplementation of vitamin C 600 mg / kg feed, C = supplementation of Vitamin C 1200 mg / kg feed and D = supplementation of Vitamin C 1800 mg / kg feed. IVS and IHS data obtained were analyzed using ANOVA and Post Hoc further test. Vitamin C supplementation in female fish feed nilem post mijah with different doses produce value IVS and IHS different and optimum dose of vitamin C is 1200 mg / kg feed. | |
| 6073 | 15870 | E1A012042 | PERLINDUNGAN HAK ASASI MANUSIA DI KOREA UTARA MENURUT PERSPEKTIF HUKUM INTERNASIONAL | Hak asasi manusia atau HAM harus dimiliki oleh semua orang. Berdasarkan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia 1948, negara wajib untuk melindungi HAM yang dimiliki oleh warga negaranya. Sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa dan anggota perjanjian hak asasi manusia internasional, Korea Utara mempunyai kewajiban untuk melindungi hak individual warga negaranya. Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa telah membuktikan bahwa Korea Utara tidak berkemauan penuh untuk memberikan perlindungan hak asasi manusia kepada warga negaranya. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, dengan data sekunder. Selanjutnya analisis data dilakukan dengan normatif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum mengenai HAM di Korea Utara dan bagaimana penerapan perlindungan hak asasi manusia di Korea Utara menurut hukum internasional. Hasil dari penelitian memberikan kesimpulan bahwa Korea Utara menerapkan prinsip HAM kedalam konstitusinya namun dalam prakteknya masyarakat tidak mendapat perlindungan HAM. Korea Utara menunjukan pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga negaranya berupa kelaparan jangka panjang, limitasi untuk beragama, penyiksaan, perbudakan, diskriminasi terhadap wanita dan anak-anak. Korea Utara telah melanggar beberapa perjanjian internasional diantaranya Kovenan Internasional mengenai Hak-hak Sipil dan Politik1966, Kovenan Internasional mengenai Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya 1966, Konvensi Penghapusan segala Diskriminasi terhadap Perempuan 1979 dan Konvensi Hak Anak 1989. Resolusi Majelis Umum PBB menganjurkan Dewan Keamanan PBB untuk membawa kasus ini ke Mahkamah Pidana Internasional selama Dewan Keamanan tetap tidak memakai hak veto, namun Cina dan Russia memakai hak vetonya agar kasus Korea Utara tidak dibawa ke Mahkamah Pidana Internasional. Dari hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa dalam meningkatkan perlindungan hak asasi manusia ada dengan melakukan pendekatan diplomatik yang diberikan oleh Russia dan Cina. Pendekatan diplomatik merujuk pada permintaan meningkatkan perlindungan HAM oleh Korea Utara sebagai anggota perjanjian hak asasi manusia internasional. | Human rights is the right everybody should have. Based on Universal Declaration of Human Rights, country have obligation to protect human rights of their citizens. North Korea as the member of United Nations and International treaty, has obligation protect their citizens individual rights. However, United Nation Human Right Council prove North Korea is unwilling to protect their citizens rights. The research was conducted using the normative judicial approach, with secondary data and using qualitive normative. Purpose of this research is to find how does law protecting human rights in North Korea and how North Korea applying international law for protecting human rights of their citizens. The result of the research, the conclusion showed that North Korea applied principle of human rights to their constitution but it is different with the reality that happen to the citizen. North Korea shows giving severe misery to their citizens such as starvation, limitation of religion, torturing, slavery, discrimination of women and children. Based on internationa treaty which North Korea has ratified. North Korea has abuse International Covenant of Civil and Political Rights 1966, International Covenant of Economic, Social, and Culture Rights 1966, Convention of all Elimination on Discrimination Against Woman 1979, and Convention on the Rights of Children 1989. Moreover, General Assembly give resolution to take this human rights issue to International Criminal Court by United Nation Security Council, as long as the permanent member does not use their veto right which is currently being used by China and Russia. Based those kind of points, to make betterment of human rights in North Korea, better for Russia and China to approach North Korea by diplomatic action and give demand to increase the protection of human rights to their citizen as an obligation of state who ratified international treaty of human rights. | |
| 6074 | 15903 | F1C012043 | Studi Deskriptif Integrated Marketing Communication Sales Area Indosat Ooredoo Purwokerto | Perkembangan industri telekomunikasi semakin meningkat pesat sehingga menyebabkan persaingan yang ketat. Hal tersebut memicu berkembangnya perusahaan operator telekomunikasi serta membuat persaingan antar perusahaan menjadi semakin ketat di Indonesia yang tentu akan memicu masing-masing perusahaan untuk semakin gencar dalam melakukan komunikasi pemasaran produk-produk perusahaan tersebut. Dalam hal ini, bagian terpenting dalam perusahaan yang dapat membantu perusahaan dalam mempertahankan pasar adalah Marketing Communication dari perusahaan tersebut. Salah satu perusahaan telekomunikasi yang berhasil meningkatkan penjualan produk hingga mencapai angka 40% pada tahun 2015 adalah Indosat Ooredoo. Berkaitan dengan hal ini, penelitian berjudul Studi Deskriptif Integrated Marketing Communication Sales Area Indosat Ooredoo Purwokerto bertujuan untuk mengetahui bagaimana Integrated Marketing Communication yang dilaksanakan oleh salah satu cabang Indosat Ooredoo yakni Sales Area Indosat Ooredoo Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif yang berlandaskan pada teori 4P (product,price,place, promotion). Adapun Fokus kajian pada penelitian ini adalah menyangkut kepada strategi komunikasi pemasaran yakni Integrated Marketing Communication oleh divisi komunikasi pemasaran Sales Area Indosat Ooredoo Purwokerto dengan narasumber yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Narasumber tersebut yakni Head of Marketing Communication Administrator Banyumas Sales Area Indosat Ooredoo Head of Marchendiser sebagai pembantu divisi Marketing Communication Indosat di CV. Anugrah Prestasi Nusantara, dan Head of Trade Sales, Indosat Ooredoo MPC Sales Area Indosat Ooredo Purwokerto. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan teknik wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mendeskripsikan mengenai integrated marketing communication yang dipilih oleh divisi komunikasi pemasaran Sales Area Indosat Ooredoo Purwokerto. IMC dinilai efektif dan dapat membantu memperoleh respon khalayak secara maksimal dengan tahap knowings, feeling dan action. Kegiatan integrated marketing communication tersebut dilaksanakan dalam tiga tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Penelitian ini juga mendeskripsikan mengenai aktivitas integrated marketing communication yang dilaksanakan oleh divisi komunikasi pemasaran Sales Area Indosat Ooredoo Purwokerto meliputi lima elemen utama yakni; periklanan, penjualan personal, hubungan masyarakat, pemasaran langsung, dan promosi penjualan | Indonesia is a country which promising the investor of telecomunication industries both national or international. The amounts of citizen in Indonesia which almost 230 millions can give a big chance for needs of technology and communications. Thus condition force the operator telecommunication company to develop and make the tight competition for marketing communication in order to maximize the sale of their products. In this case, one of the most important part in a company that can keep the oportunity for the products to win in market and get more consumers is marketing communication. One of the telecommunications company which successfully increased the amount of consumers up to 40% in 2015 is Indosat Ooredoo. Regarding to this, study with tittle Descriptive Study of Integrated Marketing Communication of Sales Area Indosat Ooredoo Purwokerto is aimed to know about how is marketing communication activity with integrated marketing communication applied by one of the Indosat Ooredoo branch which is Sales Area Indosat Ooredoo Purwokerto. This study uses qualitative method with descriptive study based on 4P’s theory (product, price, place, promotion). The focus of this study is about communication marketing strategi integrated marketing communication by marketing communication division of Sales Area Indosat Ooredoo Purwokerto. To collect datas, it uses in-depth interview with the key informans who chosen by the technique of purposive samplingwho are Head of Marketing Communication Administrator Banyumas Sales Area Indosat Ooredoo Head of Marchendiser sebagai pembantu divisi Marketing Communication Indosat di CV. Anugrah Prestasi Nusantara, dan Head of Trade Sales, Indosat Ooredoo MPC Sales Area Indosat Ooredo Purwokerto. The writer also collects some datas by documentation. The results of this study are to describe the integrated marketing communication which chosen by the marketing communications division of Sales Area Indosat Ooredoo Purwokerto. IMC is considered effective and can help to get the audience's maximum response with the stages of knowings, feeling and action. Integrated marketing communication activities carried out can be implemented in three phases namely planning, implementation and evaluation. The study also describes the integrated marketing communication activities five major elements namely; advertising, personal selling public relations, direct marketing, sales promotion which conducted by the marketing communications division Sales Area Indosat Ooredoo Purwokerto. | |
| 6075 | 15904 | E1A011026 | Pembatalan Akta Perkawinan di Pengadilan Tata Usaha Negara Studi Putusan No 14/G/2011/G/PTUN.YK | ABSTRAK Skripsi ini membahas Pembatalan Akta Perkawinan Di Pengadilan Tata Usaha Negara. Salah satu kasus mengenai Pembatalan Akta Perkawinan Di Pengadilan Tata Usaha Negara, terdapat dalam Putusan No. 14/G/2011/PTUN/YK. Peneliti tertarik meneliti kasus mengenai Pembatalan Akta Perkawinan objek sengketa dari aspek wewenang, prosedur dan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik, serta mengenai akibat hukum atas Akta Perkawinan objek sengketa terhadap keabsahan perkawinan yang bersangkutan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan tipe penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan metode pendektan kasus. Metode analisis yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan model intepretasi. Adapun akibat dari dibatalkannya Akta Perkawinan Nomor 397/PRK/KR/2011 yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta, maka Akta Perkawinan Nomor 397/PRK/KR/2011 objek sengketa dapat dinyatakan batal karena dinilai telah bertentangan dengan peraturan perundang-undangan serta Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik. Akta Perkawinan Nomor 397/PRK/KR/2011 objek sengketa tetap dianggap sah menurut hukum sebelum adanya putusan pengadilan yang telah inkrah yang membatalkan Akta Perkawinan Nomor 397/PRK/KR/2011 objek sengketa tersebut. | This thesis discusses Cancellation of Marriage Act in the State Administrative Court. One of the cases concerning cancellation of the Marriage Act in the State Administrative Court, contained in Decision No. 14 / G / 2011 / PTUN / YK. Researchers interested in examining the case of the cancellation of the Marriage Act object of dispute from the aspect of authority, procedures and General Principles of Good Governance, as well as the legal consequences of Marriage Act object of dispute the validity of the marriage in question. The method used in this research is to use the type of juridical normative approach to law and methods pendektan cases. The analytical method used is qualitative by using a model of interpretation. As a result of the cancellation of the Deed of Marriage Number 397 / PRK / KR / 2011 issued by the Department of Population and Civil Registration of Yogyakarta, the Deed of Marriage Number 397 / PRK / KR / 2011, the object of dispute may be declared void because it is considered contrary to legislation and Principles of Good Governance. Marriages Act No. 397 / PRK / KR / 2011, the object of dispute remain legally valid before the court ruling that has inkrah canceling the Marriage Act No. 397 / PRK / KR / 2011 object of the dispute. | |
| 6076 | 15905 | E1A112068 | PENGALIHAN TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA (KAJIAN YURIDIS TERHADAP PENERAPAN KLAUSULA BAKU DALAM PERJANJIAN PARKIR DI MALL LEMBUSWANA KOTA SAMARINDA PADA PUTUSAN MA NOMOR: 2157 K/Pdt/2010) | Seiring perkembangan zaman dan perkembangan perekonomian yang semakin meningkat, kebutuhan masyarakat akan suatu barang maupun jasa juga ikut meningkat. Salah satu contohnya adalah jasa parkir. Usaha ini merupakan salah satu tempat usaha yang masih banyak mencantumkan klausula baku yang sering membuat pernyataan yang arahnya membatasi tanggung jawab pelaku usaha. Penerapan klausula baku ini, dalam dunia bisnis menimbulkan permasalahan hukum yang memerlukan pemecahan. Perlindungan hukum merupakan salah satu upaya agar tujuan hukum dapat tercapai. Tujuan hukum yang dimaksud yaitu terperliharanya keamanan dan ketertiban sehinggga dapat menjamin kepastian hukum, dengan demikian dapat menghindarkan kesewenangan pelaku usaha dalam melakukan kegiatan usahanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif, spesifikasi penelitian adalah deskriptif dengan menggunakan data sekunder dan primer yang disajikan dengan raian secara sistematis dan logis, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan adanya pengalihan tanggung jawab pelaku usaha terhadap penerapan klausula baku dalam sebuah perjanjian parkir di Mall Lembuswana Kota Samarinda. Hal tesebut berkaitan erat dengan Pasal 18 ayat (1) tentang pengalihan tanggung jawab pelaku usaha yang termasuk dalam hal-hal yang dilarang oleh Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Kata kunci: UUPK, Klausula Baku, Tanggung Jawab, Perjanjian Parkir | As time progress and economic development with the increasing , people needs for a goods and services also increase significantly. For example is parking service. This business are one of the places effort that has many include of clause raw which often makes a statement that they direction limit the responsibility of business players. The application of raw clause, in the business world has created problems law that requires solving .Legal protection is one of effort for legal purposes can be achieved. Legal purposes referred to the security protected and order to guarantee for legal certainty, thus to protect abitary business players to do business activities. The methods used in research is juridical normative method, specifications is descriptive research using data secondary or primary served with raian systematically and logical, then analyzed qualitatively. the result of this research showed the transfer responsibility business players against the implementation of raw clause in an agreement parking at Mall Lembuswana, Samarinda. it seemed closely related to Pasal 18 ayat (1) about diversion responsibility entrepreneurs included in the prohibited by undang-undang perlindungan konsumen Keywords: UUPK. Raw Clause, Responsibillity, Parking Agreement. | |
| 6077 | 15906 | H1E012016 | INTERPRETASI DATA RESISTIVITAS KONFIGURASI WENNER-SCHLUMBERGER UNTUK MENGETAHUI POTENSI BATUBARA DAERAH BATULICIN DENGAN METODE INVERSI NON LINIER | Telah dilakukan penelitian geofisika pengolahan data resistivitas konfigurasi wenner-schlumberger daerah Batulicin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi batubara di daerah tersebut. Tahap penelitian ini meliputi proses inversi non linier dengan pendekatan linier pada data resistivitas. Parameter model yang tidak linier dapat didekati secara linier memakai ekspansi Taylor orde pertama di sekitar model awal. Solusinya diperoleh memakai metode kuadrat terkecil hingga diperoleh penampang 2D nilai resistivitas yang sebenarnya di daerah penelitian. Tahap selanjutnya adalah interpretasi data yang dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan sebaran nilai resistivitas pada penampang 2D menunjukkan bahwa pada semua lintasan terdapat sebaran batubara. Potensi ini dapat dilihat dari analisis penampang 2D tiap lintasan. Terlihat sebaran batubara pada tiap lintasan dengan range nilai resistivitas antara 77,5 Ωm – 727 Ωm. Sehingga diduga daerah penelitian banyak mengandung batubara. | Geophysics researchs are carried out by processing resistivity data with wenner-schlumberger array in Batulicin. This research aims to know the potential of coal in the area. The reasearch steps include process of non-linear inversion with a linear approachment to the resistivity data. Models with non-linier parameter can be approached as a linear by using first-order Taylor expansion around the initial model. The solution is obtained by using the least squares method to obtain a 2D cross section of the real resistivity in studies area. The next step is the interpretation of the data which performed by quantitative and qualitative way. The distribution values of resistivity in the 2D cross section show that there are distribution of the coal in all lines. This potential can be seen from the analysis of 2D cross-section at each line. Resistivity values range of the distribution of the coal on each line is between 77.5 Ωm - 727 Ωm. Thus this area is suspect containing the coal. | |
| 6078 | 15907 | G1F012033 | FORMULASI TABLET DISPERSIBEL DARI SERBUK IKAN GABUS (Channa striata) MENGGUNAKAN VARIASI AMPROTAB DAN PVP K-30 | Ekstrak ikan gabus (Channa striata) mengandung albumin. Albumin dapat digunakan untuk mengatasi hipoalbuminemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh amprotab dan PVP k-30 terhadap sifat fisik sediaan tablet dispersibel. Formula tablet dirancang dengan variasi eksipien amprotab dan PVP k-30 yaitu F1 (6% amprotab dan 4% PVP k-30), F2 (7% amprotab dan 3% PVP k-30), F3 (8% amprotab dan 2% PVP k-30), F4 (9% amprotab dan 1% PVP k-30). Tablet diuji sifat fisiknya seperti organoleptik, keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, waktu dispersi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA one way dan dilanjutkan LSD. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan jumlah PVP k-30 dan pengurangan jumlah amprotab pada tablet dispersibel ikan gabus tidak berpengaruh terhadap keseragaman bobot, kerapuhan dan berkurangnya waktu hancur tetapi berpengaruh terhadap peningkatan keseragaman ukuran, kekerasan dan berkurangnya waktu terdispersi. Formula yang menghasilkan tablet dispersibel ikan gabus yang memenuhi syarat fisik yaitu formula I dan II dengan jumlah amprotab 6% dan 7% serta jumlah PVP k-30 4% dan 3%. | Snake head fish (Channa striata) contains albumin (2.17 + 0,14 g/100mL). Albumin can be used to treat hypoalbuminemia. This study aims to determine the effect of amprotab and PVP K-30 on the physical properties dispersibel tablet dosage form. The tablet formulation was designed with variation of excipients amprotab and PVP K-30, that variation were F1 (6% amprotab and 4% PVP k-30), F2 (7% amprotab and 3% PVP k-30), F3 (8% amprotab and 2% PVP k-30), F4 (9% amprotab and 1% PVP k-30). Tablet tested physical properties such as organoleptic, uniformity of size, weight uniformity, hardness, friability, disintegration time, dispersion time. Data were analyzed using one-way ANOVA test and LSD. The results showed that the addition of PVP K-30 and reduce of amprotab had no effect on weight uniformity, decreased friability and reduced disintegration time but effect on the increase in uniformity of size, hardness and reduced dispersion time. Formulation of dispersible tablet snake head fish that produces qualify physically were formula I and II with amount of amprotab 6%, 7% and PVP K-30 of 4%, 3%. | |
| 6079 | 15913 | E1A012078 | PERAN PENYIDIK DALAM MENGUNGKAP TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG (HUMAN TRAFFICKING) DI WILAYAH POLRES BANYUMAS | Human Trafficking atau perdagangan orang merupakan salah satu ancaman terbesar yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban yang tidak hanya dialami oleh negara Indonesia tetapi juga di negara-negara lain. Tindak pidana perdagangan orang merupakan kejahatan yang terorganisir, bersindikat, di mana ada pihak-pihak yang di lapangan atau penjual dan ada juga pihak yang ditujukan untuk menampung orang atau pembeli. Kasus Trafficking yang terjadi pada saat ini dapat dikatakan sudah sangat terorganisir sehingga sangat sulit dalam pengungkapannya. Adanya pihak-pihak yang mempunyai peran sendiri-sendiri yaitu ada yang merekrut, ada yang mengirim dan ada pihak yang menampung yang selanjutnya akan diperjual belikan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis peran penyidik dalam mengungkap tindak pidana perdagangan orang (Human Trafficking) di wilayah Polres Banyumas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. Data primer dan data sekunder dikumpulkan diolah dan disajikan secara sistematis. Metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyidik mempunyai peran yang penting dalam mengungkap tindak pidana perdagangan orang yang terjadi mulai dari menerima laporan, mencari keterangan dan barang bukti, serta mengadakan tindakan lain menurut hukum yang bertanggung jawab. | Human trafficking or trafficking in persons is one of the biggest threats to disrupt security and order are not only experienced by the country of Indonesia but also in other countries. The criminal act of trafficking in persons is a crime that is organized, bersindikat, where there are parties inthe field or the seller, and there are other who intended to accommodate people or buyers. Trafficking cases that occur at this time can be said to have been very well organized so it is very difficult in the disclosure. Their parties have their own role that is no recruiting, there are sent and there are those who accommodate the next will be traded. The purpose of this study is to analyze the role of investigators in uncovering the crime of trafficking in persons (Human Trafficking) in the region Banyumas police. This research was conducted by using sosiological juridical approach. Primary data and secondary data collected is processed and presented systematically. Data analysis method used was qualitative normative method. The results showed that the investigator has an important role in uncovering human trafficking crime that occurred from receiving the report, searching for information and evidence, as well as holding other actions by law responsible. | |
| 6080 | 15908 | E1A009034 | PENGESAHAN PENGANGKATAN ANAK (Studi Terhadap Penetapan Nomor : 08/Pdt.P/2011/PA.Jp) | Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan untuk membentuk keluarga(rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Sebagai pelengkap dari suatu keluarga adalah kelahiran anak. Bagi setiap keluarga merupakan sebuah anugerah yang paling ditunggu-tunggu kehadirannya, karena dengan hadirnya seorang anak akan melengkapi suatu kebahagian sebuah keluarga. Akan tetapi karena berbagai alasan atau hal tersebut keinginan memperoleh anak tidak tercapai. Ketika keturunan anak tidak diperoleh secara natural maka dilakukan pengangkatan anak. Pada mulanya pengangkatan anak dilakukan semata-mata untuk melanjutkan keturunan dan mempertahankan garis keturunan atau marga, tetapi dalam perkembangan masyarakat tujuan pengangkatan anak telah berubah menjadi kesejahteraan anak. Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini yaitu pertimbangan hukum,Hakim dalam menetapkan pengangkatan anak dalam kasus ini sudah terjadi dan dilakukan secara adat kebiasaan setempat pada Penetapan Nomor 08/Pdt.P/2011/PA.Jp. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah yuridis normatife dengan pendekatan kasus. Hasil Penelitian menunjukan bahwa pertimbangan hukum yang dipakai Hakim Pengadilan Agama Jakarta Pusat pada Penetapan Nomor 08/Pdt.P/2011/PA.Jp sudah tepat walaupun kurang memadai. Hakim dalam putusannya hanya mendasar pada Pasal 39 ayat(1) dan ayat(2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 jo Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak Tentang Perlindungan Anak, Pasal 171 huruf h Kompilasi Hukum Islam. | Marriage is a spiritual bond between a man born with a woman as husband and wife with the aim to establish a family (household) were happy and everlasting based on God. As a complement of a family is the child's birth. For every family is a gift of the most eagerly awaited his presence, because of the presence of a child will complete a happiness of a family. But for various reasons or it is the desire to have children is not reached. When descendants naturally not obtained then the removal of a child. At first adoption was done solely to continue the descent and maintain a lineage or clan, but in the development of communities of interest adoptions has turned into child welfare. As for the problems in this study are the legal considerations, the judge in determining the adoption in this case have occurred and are performed in local custom on the Stipulation No. 08 / Pdt.P / 2011 / PA.Jp. The method used in this thesis is the juridical normatife by case approach. Research shows that the legal reasoning used Central Jakarta Religious Court Judge on Determination of Number 08 / Pdt.P / 2011 / PA.Jp own right although inadequate. The judge in his ruling only fundamental to Article 39 paragraph (1) and (2) of Law No. 23 of 2002 jo Law No. 35 of 2014 on Protection of Children On Child Protection, Article 171 h Compilation of Islamic Law. |