Artikelilmiahs
Menampilkan 6.081-6.100 dari 48.844 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 6081 | 15909 | C1G014019 | EFEKTIVITAS PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH PADA PEMERINTAH KABUPATEN CILACAP | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh efektivitas penerapan sistem pengendalian intern (lingkungan pengendalian,penilaian risiko,kegiatan pengendalian,informasi dan komunikasi,pemantauan) terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah pada Pemerintah Kabupaten Cilacap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan sistem pengendalian intern (lingkungan pengendalian,penilaian risiko,kegiatan pengendalian,informasi dan komunikasi, pemantauan) berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Lingkungan pengendalian,penilaian risiko,kegiatan pengendalian,informasi dan komunikasi secara parsial berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah, sedangkan pemantauan secara parsial tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. | This research is a quantitative research which used survey method on Pejabat Penatausahaan Keuanagan (PPK) in Cilacap Regency.The purpose of this study is to determine the effect of the effectiveness from internal control systems (control environment,risk assessment,control activities,information and communication,monitoring) toward the quality of The Local Government’s Financial Statements Cilacap Regency. The sample of this research used 43 respondents from 73 population and simple random sampling (simple random) was used to take the sample. Questioner was a method to collect primary data. The data obtained were processed using regression analysis techniques. The results showed that simultaneous control system intern (control environment,risk assessment,control activities,information and communication,monitoring) affects the quality of local government finance reports. There was effect on control environment, risk assessment, activities control, information and communication partially to the quality of local government financial reports, and there was no effect on the partial monitoring to quality of local government’s financial reports. | |
| 6082 | 15910 | H1E012027 | PEMBUATAN MATERIAL BARIUM FERIT DENGAN DOPING La3+ MENGGUNAKAN METODE HIBRID SOL-GEL SEBAGAI PENYERAP GELOMBANG MIKRO | Barium hexaferit tersubtitusi ion-ion La3+ disintesis dengan variasi konsentrasi La3+ (0 ≤ x ≤ 0,2) menggunakan metode hibrid sol-gel. Sampel dianalisa fasa kristal, ukuran kristal, sifat magnetik dan penyerapan gelombang mikronya. Proses metode hibrid sol-gel adalah perpaduan antara metode sol-gel dan solid state reaction, meliputi pembuatan larutan bahan awal, sol-gel, pemadatan, dan sintering. Sampel yang telah diperoleh dikarakterisasi dengan x-ray diffraction (XRD), vibrating sample magnetometer (VSM) and vector network analyzer (VNA). Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa semua sampel yang telah disintesis merupakan multi fasa. Pada konsentrasi 0,1 mol menunjukkan tiga puncak fasa BaLaFeO4 dengan ukuran kristal terkecil. Kurva histerisis menunjukkan bahwa semua sampel merupakan material superparamagnetik. Pada konsentrasi 0,1 mol diperoleh nilai magnetisasi saturasi (Ms) yang tinggi dan nilai koersivitas yang rendah. Pada konsentrasi 0,1 mol menunjukkan bahwa refleksi maksimum yang hilang -34,15 dB pada 8,4 GHz. Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa variasi konsentrasi La3+ telah berpengaruh pada fasa kristal, ukuran kristal, sifat megnetik, dan penyerapan gelombang mikronya maka barium hexaferit tersubtitusi ion-ion La3+ sangat berpotensi untuk material penyerap gelombang mikro. | Barium hexaferrite substituted by La3+ ions were synthesized with the variation of La3+ (0 ≤ x ≤0,2) using hibrid sol-gel method. The crystal phase, crystal size, magnetic properties and microwave absorption of the samples were analyzed. The process of hibrid sol-gel method are synthesis sol-gel and solid state reaction method, include fabricating initial substance solutions, sol-gel, pressing, and sintering. The obtained sample have been characterized by x-ray diffraction (XRD), vibrating sample magnetometer (VSM) and vector network analyzer (VNA). The results of characterization indicate that all the synthesized samples were multi phase. In consentration 0,1 mol showed three peak of BaLaFeO4 phase with smallest crystal size. Hysteresis loops showed that all samples are superparamagnetic materials. In consentration 0,1 mol obtained the highest value of saturation magnetizaton (Ms) and the low coersivity. In consentrastion 0,1 mol showed that the maximum reflection losses -34,15 dB at 8,4 GHz. Based on the obatained results that variation consentration of La3+ have been influential to crystal phase, crystal size, magnetic properties, and the microwave absorption, therefore barium hexaferrites substituted by La3+ ions are potential for microwave absorbing materials. | |
| 6083 | 15912 | A1H011037 | ANALISIS BIOMASSA TANAMAN PADI (ORYZA SATIVA L.) VARIETAS CIHERANG PADA SAWAH SRI (SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION) DENGAN METODE PENGOLAHAN CITRA DAN PERHITUNGAN BERAT JENIS | SRI merupakan metode budidaya yang bertujuan meningkatkan produktivitas padi dengan mengoptimalkan 3 poin utama yaitu; 1) penanganan bibit padi 2) penyiapan lahan 3) keterlibatan mikroorganisme lokal. Nilai produktivitas padi berbanding lurus dengan jumlah biomassa yang dihasilkan tanaman. Biomassa dapat diukur selama masa pertumbuhan dengan metode non destruktif berupa image processing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biomassa pada tanaman padi dan hubungannya dengan efisiensi radiasi. Penelitian dilaksanakan di desa Piasa Kulon, Banyumas. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan pada 3 petak sawah masing-masing petak diambil 5 sampel tanaman. Variabel yang diamati berupa tinggi tanaman, tinggi batang, keliling total batang, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, jumlah bulir, luas daun dan akar. Hasil penelitian didapat total rata-rata biomassa sebesar 58,85 gram di petak 1; 72,7 gram di petak 2 dan petak 3 sebesar 73,64 gram. Nilai efisiensi rata-rata pada tiap petak adalah 0,12 gram/MJ, 0,13 gram/MJ dan 0,11 gram/MJ. Semakin tinggi nilai efisiensi maka semakin baik pula radiasi yang dapat dimanfaatkan tanaman. | SRI is a cultivation method with the aim of increasing rice productivity by optimizing three main points; 1) Handling of rice seedlings 2) planting area 3) involvement of local microorganism. Rice productivity value is directly proportional to the amount of biomass produced by plants. Biomass can be measured during growth phase by non-destructive method such image processing. This research aimed to know the biomass of rice plants and its relationship with the radiation efficiency. Research conducted at Piasa Kulon village, Banyumas. The data taking at this research done at 3 plot of paddy field with 5 crop sample at every plot. The observed variables are plant height, stem height, trunk circumference total, the number of tillers per plant, number of productive tillers per plant, the amount of grain, leaves and roots area. The result of average total biomass was 58.85 g in plot 1; 72.7 g in plot 2 and 73,64 g in plot 3. The value of average efficiency in each plot was 0.12 g / MJ, 0.13 g / MJ and 0.11 g / MJ. The higher efficiency value, the better radiation that can be utilized by plants. | |
| 6084 | 15915 | C1C012076 | PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN, DEWAN KOMISARIS DAN LEVERAGE TERHADAP PEMILIHAN AUDITOR SPESIALISASI INDUSTRI | Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris pengaruh struktur kepemilikan, dewan komisaris, dan leverage tehadap pemilihan auditor spesialisasi industri. Struktur kepemilikan yang diteliti dalam penelitian ini adalah kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan kepemilikan asing. Penelitian ini merupaka penelitian kuantitatif. Hipotesis yang diajukan adalah kepemilikan manajerial, kepemilikan asing, kepemilikan institusional, dewan komisaris, dan leverage berpengaruh positif signifikan terhadap pemilihan auditor spesialisasi industri. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor sekunder sesuai indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia tahun 2015. Metode yang digunakan untuk menentukkan sampel penelitian adalah metode purposive sampling, sehingga diperoleh 91 sampel perusahaan dengan jumlah data sebanyak 91. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua hipotesis diterima dan tiga hipotesis ditolak. Kepemilikan manajerial berpengaruh positif tidak signifikan, sedangkan kepemilikan institusional dan kepemilikan asing berpengaruh positif signifikan terhadap pemilihan auditor spesialisasi industri. Untuk dewan komisaris dan leverage berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap pemilihan auditor spesialisasi industri. | This study aims to obtain empirical evidence of the influence of the ownership structure, board of commissioners, and leverage on the selection of auditor industry specialization. The ownership structure examined in this study are managerial ownership, institutional ownership and foreign ownership in a quantitative research. Initial hypothesis said that managerial ownership, foreign ownership, institutional ownership, board of commissioners, and leverage give significant and positive effect on the selection of auditor industry specialization. The population in this study is secondary sector entities based on sectoral index of Indonesia Stock Exchange in 2015. Based on purposive sampling method used in this research, 91 sample companies were obtained, therefore 91 data were acquired. The analytical method used in this study is binary logistic regression analysis. The results shows that two hypotheses are accepted and three are rejected. Managerial ownership does not significantly give positive effect on the selection of industrial auditor specialization, while institutional ownership and foreign ownership give significant positive effect. In the other hand, the board of commissioners and leverage give significant negative effect on the selection of auditor industry specialization. | |
| 6085 | 15922 | F1C011018 | POLA KOMUNIKASI JARAK JAUH ANTARA ORANG TUA DAN ANAK DALAM UPAYA MENJAGA KEDEKATAN EMOSIONAL (Suatu Studi Deskriptif Kualitatif Pada Komunikasi Jarak Jauh Antara Orang Tua dan Anak Dalam Upaya Menjaga Kedekatan Emosional Pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UNSOED) | Penelitian ini mengankat judul pola komunikasi jarak jauh antara orang tua dan anak dalam upaya menjaga kedekatan emosional. Hal yang melatarbelakangi penulis melakukan penelitian ini karena banyaknya fenomena mahasiswa rantau pada universitas negeri di Indonesia khususnya Universitas Jenderal Soedirman. Sehingga hal tersebut menarik rasa ingin tahu penulis untuk meneliti tentang pola komunikasi yang digunakan antara orang tua dan anak sebagai upaya menjaga kedekatan emosional yang sudah terbentuk. Tujuan dari penelitian ini diharapkan mampu memberikan sebuah wawasan mengenai pola komunikasi jarak jauh antara orang tua dan anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian analisis deskriptif kualitatif, dengan menggunakan konsep dari Mc. Leod and Chaffe mengenai empat tipe pola komunikasi keluarga baik sosial maupun konsep, yang terdiri dari pola komunikasi laissez-faire, pola komunikasi protektif, pola komunikasi pluralistic, dan pola komunikasi konsensual. Melalui konsep ini peneliti mampu menganalisis tipe pola komunikasi dengan mengkategorikan data yang di dapat sesuai dengan konsep tersebut. Hasil dari penelitian ini mengatakan bahwa karakteristik keluarga berpengaruh terhadap pola komunikasi, pola komunikasi pluralistik merupakan tipe pola komunikasi yang dominan pada informan, dan pola komunikasi berpengaruh terhadap kedekatan emosional antara informan dengan orang tua. | The research raises the title of distance communication patterns between parents and children in an effort to maintain emotional closeness. The background to undertake this work because of the phenomenon of overseas students at state universities in Indonesia, especially universities of Jenderal Soedirman. So it's interesting curiosity authors to examine the patterns of communication used between parents and children in an effort to maintain emotional closeness that has been formed. The purpose of this study are expected to provide an insight into the patterns of long-distance communication between parents and children. This study uses qualitative research method with type research qualitative descriptive analysis, using the concept of Mc. Leod and Chaffe regarding four types of family communication patterns of both social and concept, which consists of a communication pattern laissez - faire, protective communication patterns, communication patterns pluralistic and consensual communication patterns. Using this concept, the researchers were able to analyze the type of communication patterns to categorize the data obtained in accordance with the concept. The results of this study, said that the family characteristics affect the patterns of communication, the pattern of pluralistic communication is the dominant type of communication patterns to the informer, and communication patterns influence on emotional closeness between parents informants. | |
| 6086 | 15782 | E1A012087 | PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KORBAN SALAH TANGKAP DALAM PROSES PENYIDIKAN (STUDI DI POLRES BANYUMAS) | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perlindungan hukum korban salah tangkap dalam proses penyidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis sosiologis dengan teknik pengumpulan data yakni studi kepustakaan dan wawancara. Hasil penelitian perlindungan hukum bagi korban salah tangkap dalam proses penyidikan adalah adanya aturan mengenai prosedur penyidikan yang tertuang dalam Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2012 tentang Menejemen Penyidikan sebagai bentuk perlindungan hukum preventif. Selain itu juga terdapat perlindungan hukum represif melalui praperadilan untuk memperoleh ganti rugi dan/atau rehabilitasi, sidang kode etik untuk memberikan sanksi bagi penyidik yang melakukan salah tangkap yang mana bentuk sanksinya tertuang dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dan tuntutan pidana dengan Pasal 333 dan 334 KUHP tentang perampasan kemerdekaan ke Pengadilan Negeri untuk memberikan sanksi pidana kepada penyidik yang melakukan salah tangkap karena dianggap merupakan bentuk perampasan kemerdekaan. Saran dari penulis adalah bagi penyidik dituntut untuk lebih konsisten dan profesional, dan bagi masyarakat dianjurkan untuk lebih waspada. | The purpose of this study was to determine the legal protection of victims of wrongful arrests in the investigation process. The method used is the juridical sociological research data collection techniques the study of literature and interviews. The results of the study of legal protection for victims of wrongful arrests in the investigation process is the lack of rules concerning the investigation procedures set out in the Police Regulation No. 14 Year 2012 regarding the management of investigations as a form of preventive legal protection. There is also the protection of repressive laws through pretrial to obtain compensation and / or rehabilitation, hearing a code of conduct to provide sanctions for investigators who commit wrongful arrest which form the sanctions stipulated in Law No. 2 of 2002 on the Indonesian National Police and demands criminal with Article 333 and 334 of the criminal Code of deprivation of liberty to the District Court to provide criminal sanctions to investigators who do false arrest because it is considered a form of deprivation of liberty. The advice from the author is required for investigators to be more consistent and professional, and for the community are encouraged to be more vigilant. | |
| 6087 | 15916 | F1A011063 | Pola Orientasi Jenis Pangan Masyarakat Desa (Studi tentang persepsi masyarakat tentang perubahan jenis makanan di Desa Ajibarang Kulon, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas) | Seiring perkembangan budaya masyarakat Indonesia, perubahan gaya hidup ikut mempengaruhi pola konsumsi makan masyarakat menjadi lebih instan dan modern. Tujuan penelitian ini yakni mengetahui orientasi pangan lokal dan persepsi masyarakat terhadap perubahan di Desa Ajibarang Kulon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik penentuan informan penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Instrument penelitian yang digunakan adalah wawancara mendalam (indepth intervew), observasi dan dokumentasi, lalu kemudian dianalisis dengan model analisis interaktif dari Milles dan Huberman, validitas data menggunakan triangulasi data sumber. Penelitian ini akan dilakukan di Desa Ajibarang Kulon. Sasaran utama dalam penelitian ini adalah para ibu rumah tangga karena peran ibu rumah tangga merupakan peran yang paling bersinggungan dengan pangan. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh globalisasi masa kini, menimbulkan pola hidup masyarakat Desa Ajibarang Kulon menjadi lebih modern. Akibatnya, dalam hal orientasi pangan, masyarakat lebih memilih makanan yang dinilai lebih praktis Makanan tradisional yang berasal dari pangan lokal yang dimiliki berkurang akibat perkembangan globalisasi. masyarakat Desa Ajibarang Kulon beranggapan bahwa perubahan orientasi pangan lokal ini diterima oleh masyarakat sebagai bentuk kemajuan kebudayaan dan menambah pengetahuan kuliner masyarakat. Meskipun sebagian menerima secara positif perubahan pada pangan lokal, namun begitu, masyarakat merasakan pengaruh negatif dari adanya perubahan pangan yang berdampak menurunnya perekonomian petani Desa Ajibarang Kulon. | As the development of Indonesian culture, lifestyle changes influence the pattern of food consumption and instant society becomes more modern. The purpose of this study to know the orientation of the local food and public perceptions of the changes in the village Ajibarang Kulon. The method used in this research is qualitative descriptive. Mechanical determination of the research informants using purposive sampling techniques. Research instrument used is interview, observation and documentation, and then analyzed by an interactive model of Milles and Huberman, the validity of the data using a triangulation of data sources. This study will be conducted in the village of Ajibarang west. The main target of this research is the housewife as housewife role is the role of the most contact with food. The results showed the influence of globalization today, raises lifestyle Ajibarang Kulon village communities to be more modern. As a result, in the orientation of food, people will prefer foods that are rated more practical traditional food comes from locally owned food is reduced due to increased globalization. Ajibarang Kulon village communities assume that changes the orientation of local food accepted by the public as a form of cultural progress and increase knowledge of the culinary community. Although most accept positive changes in local food, yet so, people feel the negative effects of the food changes impacting economic downturn Ajibarang Kulon village farmers. | |
| 6088 | 15921 | H1F012063 | GEOLOGI DAN ANALISIS KAPASITAS DUKUNG TANAH PADA PEMBUATAN JALUR REL GANDA KERETA API PURWOKERTO – KROYA UNTUK DAERAH KEBASEN, KABUPATEN BANYUMAS | Jalur ganda rel kereta api antara Purwokerto- Kroya sepanjang 27,168 kilometer mulai dilaksanakan pembangunannya oleh Ditjen KA, Kementerian Perhubungan. Pembangunan double track dari km 349+954 di Purwokerto hingga km 377+122 di Kroya tersebut mulai dikerjakan sejak Desember 2015. Hal tersebut menuntut penulis mengkaji keadaan geologi dan sifat tanah dasar di sekitar pembangunan jalur rel ganda kereta api tersebut yang berada di koordinat 9165000°N sampai 9169500°N dan 299250°E sampai 303750°, sedangkan lokasi pembuatan jalur ganda rel kereta api berada pada posisi 9168331°N dan 302042°E. Adapun hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa pada daerah tersebut litologi yang mendominasi adalah breksi, batupasir, endapan aluvial, dan terdapat juga intrusi batuan beku (basal). Proses pengendapan hingga intrusi berlangsung berkisar dari kala Miosen Atas menuju plistosen dan diikuti proses-proses geologi higga saat ini yang membentuk morfologi seperti sekarang yang berupa satuan perbukitan struktural (S2), satuan lembah struktural (S8), satuan perbukitan intrusi (S11), dan satuan dataran aluvial (F4). Pada daerah penelitian terdapat juga sesar dekstral yang berada pada daerah Tambaknegara. Dari karakteristik geologi tersebut dapat dikorelasikan dengan analisis kapasitas dukung tanah terhadap pembuatan jalur ganda rel kereta api purwokerto – kroya di daerah kebasen yang termasuk kedalam golongan lempung anorganik yang memiliki kandungan mineral Kaolinite, Halloysite, Montmorillonite, Illite, Vermiculite, dan Chlorite dengan kapasitas dukung tanahnya sebesar 11,91 kN. | Double track railway between Purwokerto - Kroya along the 27.168 kilometers commence construction by the DGR, the Ministry of Transportation. Construction of double track from km 349+954 in Purwokerto until km 377+122 in Kroya have been working since December 2015. It attract the author to examines the geological conditions and the nature of soil around the construction of double track railway that is located at coordinates °N to 9169500°N and 299250°E to 303750°E, while the location of the double 9165000track railway manufacture itself is 9168331°N and 302042°E. The results of this research claims that in the area lithology is dominated by breccia, sandstone, alluvial, and there is also the intrusion of igneous rock (basalt). Process until the intrusion took place ranged from Upper Miocene era until the Pleistocene era and followed by geologic processes that makes morphology form as it is now such as undulattig to rolling ridge and basin topography with drainage systems predominantly related to outcropping bedded rocks (S2), structrural denudational terraces (S8), dikes (S11), and fluvial levees, alluvial ridges and pointbar zones (F4). In the research area there are also the dextral fault at Tambaknegara area. From the geological characteristics can be correlated with the analysis of Purwokerto - Kroya double track railway manufacture soil bearing capacity in the area Kebasen that is included into the group of inorganic clay that contains Kaolinite, Halloysite, Montmorillonite, Illite, Vermiculite, dan Chlorite minerals with a carrying capacity is 11,91 kN. | |
| 6089 | 15918 | E1A012111 | PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA ORANG TUA ATAU WALI TERHADAP PECANDU NARKOTIKA ANAK (Studi Pasal 55 jo Pasal 128 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Di Wilayah Hukum Polres Banyumas) | Masalah penyalahgunaan narkotika oleh anak merupakan masalah yang sangat kompleks, yang memerlukan upaya penanggulangan secara menyeluruh dengan melibatkan kerja sama orang tua dan peran serta masyarakat secara aktif yang dilaksanakan secara berkesinambungan, konsekuen dan konsisten. Pertanggung jawaban pidana orang tua atau wali pecandu narkotika di bawah umur merupakan suatu upaya Pemerintah dalam penegakan hukum narkotika yang dilakukan oleh anak. Anak sebagai bagian dari generasi muda merupakan penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber daya bagi pembangunan nasional. Sehingga diperlukan upaya pembinaan dan perlindungan terhadap anak agar anak terhindar dari narkotika. Orang tua mempunyai kewajiban untuk memelihara dan mendidik anak-anaknya, dalam Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika telah diatur tentang kewajiban orang tua jika mengetahui anaknya menggunakan atau menjadi pecandu narkotika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami faktor-faktor penyebab penyalahgunaan narkotika dan upaya penanggulangannya, serta mengetahui dan memahami pertanggung jawaban pidana orang tua atau wali pecandu narkotika di bawah umur dalam Pasal 128 ayat (1) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis dan peneltian secara deskriptif analitis dengan mendeskripsikan dan menganalisis data sekunder dan data primer dikaitkan dengan teori-teori hukum. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor-faktor penyebab terjadinya penyalahgunaan narkotika adalah faktor internal dan faktor eksternal. Rasa keingintahuan merupakan faktor internal dari dalam diri anak yang menyebabkan anak terdorong ingin mencoba narkotika dan faktor eksternal yang menyebabkan anak terlibat dalam penyalahgunaan narkotika karena kurangnya pengawasan orang tua serta pengaruh pergaulan dalam lingkungan luar. Pertanggung jawaban pidana orang tua atau wali dari pecandu narkotika dibawah umur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128 ayat (1) yang sengaja tidak melapor, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.00 (satu juta rupiah). Sedangkan pecandu narkotika dibawah umur dan telah dilaporkan oleh orang tua atau walinya sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 128 tidak dituntut pidana kurungan. | The problem of drug abuse by children is a very complex problem, which requires a thorough prevention efforts involve working with parents and community participation is actively implemented on an ongoing basis, consequently and consistently. Criminal liability of parents or guardians of underage drug addicts is an effort by the Government in the narcotics law enforcement done by children. Kids as part of the younger generation is the successor to the ideals of the struggle of the people and resources for national development. So, we need to provide guidance and protection of the children so that children avoid drugs. Parents have an obligation to maintain and educate their children, in Law No. 35 Year 2009 on Narcotics have been set on the obligation of parents knowing their children use or a drug addict. This study aims to identify and understand the factors that cause drug abuse and efforts to overcome, and to know and understand the criminal liability of parents or guardians of underage drug addicts in Article 128 paragraph (1) of Law No. 35 Year 2009 on Narcotics. This study uses a sociological juridical approach and descriptive analytical peneltian by describing and analyzing secondary data and primary data associated with legal theories. These results indicate that the factors that cause the occurrence of substance abuse is a factor of internal and external factors. Curiosity is the internal factors of the child that causes the child pushed wanted to try drugs and external factors that cause children to be involved in drug abuse because of a lack of parental supervision and social influence in the outside environment. Criminal liability of parents or guardians of drug addicts under the age referred to in Article 128 paragraph (1) intentionally fail to report, shall be punished with imprisonment of 6 (six) months or a maximum fine of Rp. 1.000.000.00 (one million rupiah). While underage drug addicts and was reported by a parent or guardian as defined in Article 128 are not required to imprisonment. | |
| 6090 | 15920 | H1A012029 | SINTESIS CROSSLINK KITOSAN–TRIPOLIFOSFAT DAN APLIKASINYA DALAM MENURUNKAN KADAR METHYL ORANGE | Telah dilakukan sintesis crosslink kitosan-tripolifosfat (TPP) dan aplikasinya dalam penurunan kadar methyl orange. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kitosan dan crosslink kitosan-TPP, kondisi optimum dan kapasitas adsorpsi crosslink kitosan-TPP terhadap methyl orange. Sintesis crosslink kitosan-TPP dilakukan dengan mereaksikan larutan kitosan dan larutan natrium tripolifosfat pH 3. Kitosan dan crosslink kitosan-TPP selanjutnya dikarakterisasi dengan FTIR. Crosslink kitosan-TPP hasil sintesis kemudian digunakan untuk mengadsorpsi methyl orange. Berdasarkan hasil penelitian, spektra IR menunjukkan telah terbentuknya kitosan dengan adanyanya gugus –NH2 pada bilangan gelombang 1589,34 cm-1 dan crosslink kitosan-TPP dengan adanya gugus –PO pada bilangan gelombang 1026,13 cm-1. Crosslink kitosan-TPP dapat mengadsorpsi methyl orange sebesar 5,255 x 10-8 mol/g. | Synthesis of chitosan-tripolyphosphate crosslink and its application for methyl orange adsorpstion has been done. The aim of this study was to determine differences of the characteristics of chitosan and crosslink chitosan-TPP, optimum condition and adsorption capacity of crosslink chitosan-TPP toward methyl orange. The synthesis of chitosan- tripolyphosphate crosslink was performed by reacting chitosan solution and sodium tripolyphosphate solution (pH 3). The chitosan and chitosan-tripolyphosphate crosslink then characterized by FTIR.The study about chitosan-tripolyphosphate crosslink adsorption toward methyl orange. FTIR characterization showed the formation of chitosan presence of –NH2 groups in spectra 1589,34 cm-1 and crosslink chitosan-TPP presence of –PO groups in spectra 1026, 13 cm-1. Crosslink chitosan-tripolyphospate could adsorp methyl orange with the adsorption capacity 5,255 x 10-8 mol/g. | |
| 6091 | 15917 | E1A109011 | PERAN DEWAN KEHORMATAN PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM DALAM PENEGAKAN KODE ETIK PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILU | PERAN DEWAN KEHORMATAN PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM (DKPP) DALAM PENEGAKAN KODE ETIK PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARA PEMILU Oleh : ARDIANSYAH ARMAN H. E1A109011 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penegakan kode etik penyelenggara pemilihan umum sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 dan peran Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum dalam penegakan kode etik penyelenggara pemilihan umum. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute aproach), pendekatan konsepsional (conceptual approach), dan pendekatan historis (historical approach). Sumber bahan hukum adalah bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Bahan hukum seanjutnya dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, disimpulkan bahwa penegakan kode etik penyelenggara pemilihan umum sebelum berlakunya Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011, diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum, yaitu dengan membentuk Dewan Kehormatan Komisi Pemilihan Umum (DK KPU). DK KPU tidak memiliki kewenangan yang kuat, lembaga ini hanya memiliki kewenangan memanggil, memeriksa, dan menyidangkan hingga memberikan rekomendasi kepada KPU. DK KPU hanya bersifat ad hock, sehingga DK KPU hanya dapat dibentuk ketika ada kasus pelanggaran Kode Etik oleh KPU. Peran Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) dalam penegakan kode etik penyelenggara pemilihan umum berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 adalah dalam mengawasi dan menjaga agar Penyelenggara Pemilu dalam melakukan tugasnya sesuai dengan rule of law (aturan hukum) serta rule of ethics (aturan etika) yang ada, sehingga pelaksanaan pemilihan umum dapat berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam rangka menjalankan perannya tersebut, maka DKPP melaksanakan tugas, fungsi dan wewenangnya, yaitu: 1) menyusun dan menetapkan satu kode etik untuk menjaga kemandirian, integritas, dan kredibilitas anggota Penyelenggara Pemilu; 2) melakukan penyelidikan dan verifikasi, serta pemeriksaan atas pengaduan dan/atau laporan dugaan adanya pelanggaran kode etik oleh Penyelenggara Pemilu; 3) menetapkan putusan berupa sanksi atau rehabilitasi yang diambil dalam rapat pleno DKPP. Sanksi dijatuhkan kepada Penyelenggara Pemilu yang terbukti melanggar kode etik, berupa: a) teguran tertulis; b) pemberhentian sementara; atau c) pemberhentian tetap. 4) menyampaikan putusan kepada pihak-pihak terkait untuk ditindaklanjuti. | THE ROLE OF THE HONOR BOARD OF ELECTION IMPLEMENTER (DKPP) IN ENFORCING THE ETHIC’S CODE OF ELECTION IMPLEMENTER BASES ON ORDINANCE NUMBER 15 IN 2011 ABOUT THE ELECTION IMPLEMENTER By: ARDIANSYAH ARMAN H. E1A109011 This research aims to find out and analyze the enforcement of ethic’s code of the election implementer before the implementation of Ordinance Number 15 in 2011 and the role of Honor Board of Election Implementer in Enforcing the Ethic’s Code of Election Implementer. Method of research uses the normative juridical by using the statute approach, conceptual approach, and historical approach. Source of material law is the material of primary law, secondary law, and tertiary law. Subsequent material laws are analyzed by using method of qualitative normative. Bases on the result of research and discussion, it is concluded that the enforcement of ethic’s code of election implementer before the implementation of Ordinance Number 15 in 2011, it is regulated in Ordinance Number 22 in 2007 about the Election Implementer, that is by establishing the Honor Board of Election Commission (DK KPU). DK KPU does not has the strong authority, this institution just has the call authority, check, and do the trial so these give the recommendation to KPU. DK KPU just has ad hock characteristic, so DK KPU just can be established while has the violation cases of ethic’s code by KPU. The role of Honor Board of the election implementer (DKPP) in enforcing the ethic’s code of election implementer bases on the Ordinance Number 15 in 2011 is in controlling and keeping for the Election Implementer in doing their tasks bases on rule of law and rule of ethics that have been existed before, so the election implementer can run bases on the regulation of ordinance that has been existed before. In order to run these role, so DKPP conducts their tasks, function, and authority, these are 1) arranges and determines one of ethic’s code to keep the autonomous, integrity, and credibility of the member of Election Implementer; 2) conducts the investigation and verification, and inspection for the complaint and/or suspicious report for the violation of ethic’s code by Election Implementer; 3) determines the decision such as sanction or rehabilitation that has been taken in the plenary report of DKPP. Sanction is punished to the Election Implementer that has been proven violates the ethic’s code, such as: a) written warning; b) temporary discharge; or c) fixed discharge. 4) convey the decision to the related sides to be followed up. Keywords: role, Honor Board of Election Implementer, ethic’s code | |
| 6092 | 15919 | F1C012060 | Strategi Komunikasi Yayasan Peduli Kanker Indonesia (YPKI) Cabang Purwokerto dalam Sosialisasi Pencegahan Kanker Serviks | Kanker merupakan salah satu penyakit tidak menular, namun semakin hari jumlah penderitanya semakin meningkat. Di antara berbagai jenis kanker, kanker serviks adalah jenis kanker pembunuh nomor satu di Indonesia dan hingga saat ini angka kejadiannya terus meningkat. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai gejala awal kanker serviks menyebabkan banyaknya penderita kanker yang terlambat ditangani. Begitu pula di Purwokerto dan sekitarnya, angka kejadian kanker serviks meningkat setiap tahunnya. Salah satu solusi untuk menangani masalah tersebut yaitu dengan dilakukannya sosialisasi mengenai pencegahan kanker serviks. Urgensi dari penelitian ini adalah untuk memberikan sumbangan wawasan mengenai cara komunikasi dalam menangani pencegahan dini kanker serviks. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang digunakan dalam melakukan sosialisasi pencegahan dini kanker serviks yang dilakukan oleh Yayasan Peduli Kanker Indonesia Cabang Purwokerto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa untuk melakukan sosialisasi pencegahan dini kanker serviks, Yayasan Peduli Kanker Indonesia Cabang Purwokerto menggunakan strategi komunikasi sebagai berikut: menentukan peserta sosialisasi, melakukan pendekatan langsung kepada peserta sosialisasi, menjalin mitra dengan bidan desa dan rumah sakit, serta menentukan pemilihan media melalui penggunaan pamflet dan media sosial. Permasalahan yang dihadapi dalam proses sosialisasi sejauh ini adalah masyarakat Purwokerto masih merasa takut dan malu untuk melakukan pengecekan dini kanker serviks karena kanker serviks dipersepsikan sebagai sesuatu yang tabu dan memalukan. Disisi lain, frekuensi kegiatan sosialisasi juga dirasa kurang intensif untuk menjangkau perubahan perilaku sasaran sosialisasi, belum adanya bentuk pendekatan pada faktor eksternal atau orang-orang terdekat serta kurangnya pemanfaatan media lain untuk menunjang kegiatan sosialisasi sehingga sosialisasi ini hanya menerpa penambahan wawasan masyarakat mengenai kanker serviks. | Cancer is well-known as an unavoidably deadly disease, and the number of sufferers increasing each day. Between the different kind of cancer, cervical cancer is the number one killer type of cancer in Indonesia and so far the number of accidents are increasing. Lack of knowledge and awareness regarding early symptoms of cervical cancer caused many people were late to be handled. Similarly in Purwokerto and around it, cervical cancer incidence increasing each year. One solution to address the problem is held a socialization of earlier cervical cancer prevention. Urgency of this research is to give an insight contribution about communication way for handling cervical cancer prevention. So, this research aimed to know strategic communication used on a socialization of cervical cancer prevention that held by Yayasan Peduli Kanker Indonesia Cabang Purwokerto. This research used descriptive qualitative research method with data collection methods are observation and in depth interview study. The results of this research shows that the strategic communication of Yayasan Peduli Kanker Indonesia Cabang Purwokerto to hold cervical cancer prevention socialization are: determine the participants in the socialization, do a direct approached to the participants of socialization, establish partnership with midwives and hospitals, and determining the use of media through pamphlet and social media. So far, the problems encountered in the process of socialization is people feel fear and embarrassment to do some cervical prevention test, it caused of cervical cancer is perceived as a taboo and embarrassing disease. In the other hand, the less frequency of socialization to reach the participants and underutilization of other media to support the socialization and yet kind of approach to the external factors or those nearby so that the effect only enhancing society’s knowledges about cervical cancer. | |
| 6093 | 15952 | H1E012028 | PENENTUAN STRUKTUR KECEPATAN 1D GELOMBANG P DAN RELOKASI GEMPABUMI SWARM DI HALMAHERA BARAT (NOVEMBER-DESEMBER 2015) | Halmahera terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik besar, ditambah dengan adanya pergerakan Zona Tumbukan Laut Maluku, Subduksi Busur Banda, dan Patahan Kolaka, kawasan ini rawan terjadi gempabumi. Salah satu cara untuk mengetahui indikasi tingkat aktivitas kegempaan adalah dengan menganalisis model kecepatan gelombang primer. Dalam penelitian digunakan 84 event gempa pada bulan November-Desember 2015 yang didapatkan dari website BMKG, dengan 11 buah stasiun seismik. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui model kecepatan 1D gelombang P, merelokasi dan menganalisis karakteristik gempabumi Swarm di Jailolo, Halmahera Barat. Dari data yang telah dianalisis dengan metode Geiger didapatkan model kecepatan yaitu pada kedalaman -1,0 km diperoleh kecepatan 3.85 km/s, kedalaman 10,0 km diperoleh kecepatan 5,88 km/s, kedalaman 30,0 diperoleh kecepatan 6.59 km/s, kedalaman 50,0 diperoleh kecepatan 6,91 km/s, kedalaman 70,0 diperoleh kecepatan 7,12 km/s, kedalaman 90,0 km diperoleh kecepatan 7,71 km/s, kedalaman 120 km dengan diperoleh kecepatan 8,05 km/s, kedalaman 150 km diperoleh kecepatan 8,13 km/s, kedalaman 180 km dengan diperoleh kecepatan 8,21 km/s, dan kedalaman 200 km diperoleh kecepatan 8,30 km/s dengan RMS 1,7 detik dan GAP azimut sebesar 134. Semakin kedalam kecepatan gelombang primer akan semakin besar, karena struktur lapisan bumi memiliki densitas yang semakin besar. Selanjutnya diperoleh koreksi stasiun yang keseluruhan bernilai negatif. Kata Kunci : gempabumi, gelombang primer, model kecepatan. | Halmahera situated at the confluence of three major tectonic plates, Zone Collision of Maluku, The Arc of Banda, and Kolaka Fault, the region is prone to devastating earthquakes. One way to find out is indicative of the level of seismicity activity caused by the shifting of the plates by analyzing velocity model of primary wave. In the research used earthquakes 84 event data which is from website of BMKG, with 11 pieces of seismic stations. As for the purpose of this research is to know the local wave speed model, relocation, and analyzis character of Swarm Earthquake in the Jailolo. From the data that has been analyzed by using geiger methode velocity model obtained at a depth of -0,1 km primary wave has a speed of 3,85 km/s, at a depth of 10,0 km primary wave has a speed of 5,88 km/s, at a depth of 30,0 km primary wave has a speed of 6,59 km/s, at a depth of 50,0 km primary wave has a speed of km/s, at a depth of 70,0 km primary wave has a speed of 7,12 km/s, at a depth of 90,0 km primary wave has a speed of 7,71 km/s, at a depth of 120 km primary wave has a speed of 8,05 km/s, at a depth of 150 km primary wave has a speed of 8,13 km/s, , at a depth of 180 km primary wave has a speed of 8,21 km/s, at a depth of 200 km primary wave has a speed of km/s, with RMS 1,7 and GAP azimuth was 134. Getting into the primary wave velocity will increase, this is due to the deeper layers of the earth's structure will have a greater density. Subsequently obtained station corrections dominate are negative. Keywords : earthquake, primary wave, velocity model | |
| 6094 | 15924 | H1B012025 | PEMODELAN REGRESI LOGISTIK UNTUK FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA KELULUSAN NILAI ULANGAN SEMESTER GASAL MATEMATIKA DI SMK MUHAMMADIYAH 1 AJIBARANG TAHUN 2015/2016 | Artikel ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi nilai Matematika siswa Kelas X Akuntansi di SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang tahun ajaran 2015/2016 dengan menggunakan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap model regresi logistik adalah nilai UAN Matematika SMP (x1), tingkat pandangan siswa terhadap mata pelajaran Matematika (x2), tingkat kesulitan materi mata pelajaran Matematika yang diajarkan menurut siswa (x3), dan kecenderungan kemampuan belajar siswa (x4). Nilai pengaruh variabel prediktor yang signifikan terhadap baik atau buruknya nilai UAS Matematika dengan menggunakan nilai odds ratio yaitu x1 sebesar 22,224, x2 sebesar 10,255, x3 sebesar 21,830, dan x4 sebesar 20,518. | The aims of this article to determine the factors that influence of mathemathics scores of class X Accountant students in SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang for 2015/2016 academic year by using binary logistic regression. The results show that the factors that significantly influence the logistic regression model are x1 (UAN mathematics of junior high school), x2 (student’s view level towards mathematics subject), x3 (the level of difficulty of material in mathemathics subject taught by the students), and x4 (the tendency of student’s learning ability is to memorize or calculate). The value of predictor variables significantly to the good or bad grades of mathemathics student’s final exam using odds ratio that are: x1 is 22,224, x2 is 10,255, x3 is 21,830, and x4 is 20,518. | |
| 6095 | 15925 | C1A012028 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI UPAH PEKERJA WANITA DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA | Penelitian Ini Berjudul “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Upah Pekerja Wanita Industri Pengolahan Rambut Serta Kontribusinya Terhadap Pendapatan Keluarga di Desa Karangbanjar Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga”. Untuk menganalisis pengaruh variabel tingkat pendidikan, lama kerja, usia, dan jam kerja baik secara parsial maupun secara bersama-sama terhadap upah rill pekerja wanita pada industri pengolahan rambut di Desa Karangbanjar dan akan dapat ditemukan juga besarnya kontribusi upah rill pekerja wanita terhadap pendapatan Keluarga serta pemenuhan tingkat kesejahteraan keluarga dari upah rill Industri Pengolahan Rambut di Desa Karangbanjar melalui standar pemenuhan kebutuhan hidup layak (KHL) Kabupaten Purbalingga tahun 2016. Jumlah responden sebanyak 88 di mana seluruh populasi sebanyak 113 pekerja wanita. Pengambilan data dilakukan dengan metode sensus. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi berganda (double log model), uji elastisitas, serta uji mean populasi dengan sampel besar. Berdasarkan analisis regresi berganda menggunakan double log model diperoleh bahwa variabel tingkat pendidikan, dan jam kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan perajin, variabel usia secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan variabel lama kerja secara parsial berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap upah rill pekerja wanita. Hasil pengujian secara bersama-sama menyatakan bahwa variabel tingkat pendidikan, lama kerja, usia, dan jam kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap upah rill pekerja wanita industri pengolahan rambut di Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga. Ditemukan pula bahwa upah rill pekerja wanita industri pengolahan rambut terhadap pendapatan keluarga mempunyai kontribusi besar. Upah rill pekerja wanita industri pengolahan rambut sudah memenuhi standar kebutuhan hidup layak (KHL) Kabupaten Purbalingga Tahun 2016. Implikasi dari penelitian ini adalah Untuk dapat meningkatkan penghasilannya, pekerja wanita industri pengolahan rambut di Desa Karangbanjar diharapkan mampu meningkatkan efisiensi waktu. Hal ini akan dapat meningkatkan jumlah produk yang dihasilkan, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan. Efisiensi waktu sangat dipertimbangkan mengingat waktu kerja merupakan variabel yang paling berpengaruh. Sehingga dengan mengefisienkan waktu dengan jumlah jam kerja yang tidak berkurang akan dapat meningkatkan penerimaan dan pada akhirnya akan dapat meningkatkan pendapatan keluarga. | This research Titled "Affecting Factors the Wage Workers Women And Hair Treatment Industry Contribution Against Family Income in the Village District of Bojongsari Karangbanjar The Purbalingga". To analyze the effect of variable levels of education, length of employment, age, and working hours are partially or jointly against wage rill women workers in the industrial processing of hair in Karangbanjar village and will include also the contribution of wage rill female workers against income Families and fulfillment of family welfare level of the real wage in the Village Hair Processing Industry Karangbanjar through fulfillment decent living standards (KHL) the Purbalingga 2016. The number of respondents was 88 in which the entire population of 113 women workers. Data were collected by census method. Data analysis method used is multiple regression (double log model), elasticity test, and test with a large sample population mean. Based on regression analysis using a double log models showed that a variable level of education, and working hours are partially positive and significant impact on the income artisans, the age variable partially significant negative effect, while the variable length of employment partially positive effect but not significant to wage rill female worker. The test results are jointly declare that the variable level of education, length of employment, age, and working hours are jointly significant effect on the real wages of female workers in the processing industry Karangbanjar hair, District Bojongsari, Purbalingga. It was also found that the wages of female workers rill hair processing industry to the family income had a big contribution. This real wage women workers hair processing industry to meet the standard needs of decent living (KHL) of Purbalingga 2016. The implication of this research is to be able to increase their earnings, women workers in the hair processing industry Karangbanjar village is expected to improve efficiency. It will be able to increase the amount of product produced, which in turn will increase revenue. Time efficiency is highly considered in view of the working time is the most influential variable. So as to minimize the time with the number of working hours are not reduced will be able to increase enrollment and ultimately will be able to increase the family income. | |
| 6096 | 15914 | E1A011208 | PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA PEMALSUAN IDENTITAS (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor: 130/Pdt.G/2013/MS.Bna) | Pasal 22 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan menyebutkan bahwa: “perkawinan dapat dibatalkan apabila para pihak tidak memenuhi syarat-syarat untuk melangsungkan perkawinan.” Penjelasan pasal tersebut menyebutkan bahwa pengertian “dapat” pada pasal ini diartikan bisa batal atau tidak batal bilamana menurut ketentuan hukum agamanya masing-masing tidak menentukan lain. Salah satu kasus perihal pembatalan perkawinan karena pemalsuan identitas ialah kasus yang terjadi di Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh dalam Putusan Nomor: 130/Pdt.G/2013/MS.Bna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum Hakim mengenai pembatalan perkawinan karena pemalsuan identitas terhadap Putusan Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh Nomor: 130/Pdt.G/2013/MS.Bna. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diambil simpulan bahwa Putusan Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh Nomor: 130/Pdt.G/2013/MS.Bna. Hakim membatalkan perkawinan dalam perkara ini hanya berlandaskan Pasal 3 ayat(2) dan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo. Pasal 71 huruf(a) Kompilasi Hukum Islam serta Pasal 4 Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 Tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil dan Hakim menyatakan buku Kutipan Akta Nikah Nomor: 235/04/XI/2009 tanggal 4 November 2009 yang dikeluarkan oleh PPN/KUA Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara tersebut patut dinyatakan tidak berlaku dan tidak mempunyai kekuatan hukum karena pemalsuan identitas. Kata Kunci: Pembatalan Perkawinan, Pemalsuan Identitas. | Article 22 of Law number 1 in 1974 on Marriage states that: “marriage can be canceled if the party does not comply with the conditions to carry out a marriage.” The expalanation of “can” in this article is defined can be void or not, when according to the provisions of the religious laws of each did not specify other. One of the cases concerning the cancellation of marriage because the forgery of identity is a case that occurred in the Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh in the number: 130/Pdt.G/2013/MS.Bna. The study aims to determine the legal considerations the Judges concerning the cancellation of marriage because the forgery of identity against the decision of Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh number: 130/Pdt.G/2013/MS.Bna. This research uses method of normative juridicial approach. Based on data obtained from the results of research and discussion, it can be taken the conclusion that the decision of Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh number: 130/Pdt.G/2013/MS.Bna. The Judges to cancel the marriage in this case just based on Article 3 Paragraph(2) and Article 4 of Law number 1 in 1974 in conjunction with Article 71 letters(a) The Compilation of Islamic Law and Article 4 of Government Regulation number 10 in 1983 about Permission Marriage and Divorce Servants and Judges declare a certificate of marriage number: 235/04/XI/2009 on November 4, 2009 which was issued by the PPN/KUA the Badar, in the Aceh Tenggara shoul be declared null and void and have no legal force because the forgery of identity. Keyword: Cancellation of Marriage, Forgery of Identity. | |
| 6097 | 15927 | H1E012007 | KAJIAN TEORITIK ADSORPSI H20 PADA PERMUKAAN Pt(110) DENGAN METODE DENSITY FUNCTIONAL THEORY | Telah dilakukan penelitian kajian teoritik adsorpsi H2O pada Pt(110) dengan metode Density Functional Theory (DFT). Penelitian ini terkait dengan reaksi fundamental yang sering terjadi pada perangkat elektronik yang berbasis pada reaksi elektrolisis seperti sel bahan bakar methanol. Penelitian ini fokus pada energi adsorpsi dan situs adsorpsi H2O pada permukaan Pt(110) sebagai langkah awal untuk membahas sifat-sifat fisis material yang terkait dengan fungsionalitasnya. Untuk menjamin akurasi perhitungan sebagai akibat pertukaran elektron dan korelasi digunakan fungsional Perdew-Burke-Ernzerhof (PBE) dari pendekatan GGA (Generalized Gradient Approximation). Selanjutnya, perhitungan ini hanya mempertimbangkan interaksi elektronik yang paling dominan, yaitu interaksi Coulomb. Lebih jauh lagi, hasil perhitungan ini digunakan untuk menentukan mekanisme adsorpsi yang terjadi. Mekanisme ini dibahas dengan analisis transfer muatan. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan diperoleh bahwa situs adsorpsi paling stabil berurutan adalah situs top, long bridge, short bridge, dan hollow. Hasil analisis transfer muatan menunjukkan bahwa semakin besar transfer muatan yang terjadi, maka interaksi antara molekul dan permukaan Pt(110) akan semakin kuat, yang ditunjukkan dengan nilai energi adsorpsi. Selanjutnya analisis struktur elektronik menunjukkan bahwa orbital p pada atom O dari H2O merupakan orbital yang bertanggung jawab terhadap mekanisme reaksi adsorpsi H2O. Selanjutnya, dapat disarankan untuk menggunakan unit sel yang lebih besar serta variasi pemilihan pseudopotensial untuk mendapatkan desain yang lebih mendekati nilai eksperimen. | Theoritical studies of the adsorption of H2O on Pt(110) are investigated by using Density Functional Theory. This work is related to the fundamental reaction occuring in electronic devices based on the electrolysis reaction such as direct methanol fuel cells (DMFCs). Here, we focus on the energy and adsorption sites of H2O on Pt(110) as the first step to discuss physical properties of material related to its functionalities. In order to ensure the accuration of calculation as the effect of electron exchange and correlation we use Perdew-Burke-Ernzerhof (PBE) functional and GGA (Generalized Gradient Approximation). Further, this calculations consider only on the most dominant electronic interaction, i.e., Coulomb interaction. Moreover, the calculation results are then used to determine the adsorption mecanism. This mecanism is explained by using charge transfer analysis. Calculation results show that the most stable adsorption sites are top, long bridge, short bridge, and hollow, respectively. Charge transfer analysis results indicate that number of charge transfer enhance the interaction strength between molecule and Pt(110), which are seen in the adsorption energy value. Then, our electronic structure analysis shows that p orbital at atomic O from H2O is the orbital responsible for reaction mecanism of H2O adsorption. In addition, we suggest to use the bigger unit cell and the variety of peusudopotential to get the design closer to the real situation. | |
| 6098 | 15928 | F1A012081 | DARYATI (STUDI TENTANG KEHIDUPAN KUSIR DOKAR PEREMPUAN DI PASAR KARANGLEWAS) | Penelitian ini berjudul Daryati (Studi Tentang Kehidupan Kusir Dokar Perempuan di Pasar Karanglewas). Penelitian ini berlatar belakang pekerjaan kusir dokar yang dijalani oleh seorang perempuan sebagai sasaran penelitian. Adapun kusir dokar tersebut adalah Daryati. Daryati adalah satu-satunya kusir dokar perempuan di Pasar Karanglewas, Banyumas. Penelitian ini juga mendeskirpsikan bagaimana keseharian Daryati yang juga menjadi seorang istri bagi suaminya, ibu bagi anak-anaknya, dan nenek bagi cucu-cucunya, serta bagaimana pandangan Daryati melihat pekerjaan kusir dokar yang didominasi oleh laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan life story. Dimana pendekatan tersebut, mesti memungkinkan peneliti untuk masuk ke dalam kehidupan personal seseorang – dalam penelitian ini, Daryati – tanpa perlu khawatir dengan berbagai prosedur kerja yang kaku. Lebih dari itu semua, metode penelitian yang digunakan mesti memungkinkan terjadinya proses yang humanistik, baik dalam seluruh prosesnya secara umum maupun, khususnya, memandang dan menempatkan sasaran penelitian bukan sebagai obyek melainkan subyek penelitian: pelaku utama (aktor) dalam kehidupan yang menjadi sasaran penelitian ini. Lokasi penelitian berada di Desa Tamansari, Kecamatan Karanglewas, dan sekitarnya. Sasaran dan teknik penentuannya adalah dengan cara purposive sampling. Daryati menjadi sasaran utama dalam penelitian ini karena fokus penelitian kepada kehidupan yang dijalani Daryati. Validasi data penelitian ini adalah dengan cara mewawancarai orang-orang yang mengenal baik dengan Daryati. Peneliti mewawancarai 4 (empat) sasaran validasi, antara lain adalah Kusno (suami Daryati), Ning (anak Daryati), Darto sebagai rekan kerja, dan Sugeng (staf Pasar Karanglewas). Hasil penelitian ini mendeskirpsikan bahwa Daryati menjadi kusir dokar perempuan satu-satunya yang ada di Kabupaten Banyumas khususnya Pasar Karanglewas. Pekerjaan menjadi kusir dokar merupakan pekerjaan yang diturunkan oleh ayah dan kakaknya. Daryati sudah menjalani pekerjaannya tersebut selama 28 tahun. Alasan Daryati tetap bertahan pada pekerjaan ini, karena ingin membantu perekonomian keluarganya. Semua anak Daryati – baik yang sudah menikah – beserta cucu-cucunya tinggal satu atap dengan Daryati. Daryati merupakan sosok Female-Breadwinner, dimana sebagian besar pendapatan keluarga, didapat dari hasil ia menjadi kusir dokar. Selain itu, hampir seluruh pekerjaan rumah tangga pun dikerjakan oleh Daryati. Saat ini Daryati lebih sering mengemudikan dokarnya untuk Ngamen pada sore hari. Daryati dalam menjalankan pekerjaannya termasuk dalam mengurus kuda, berangkat dari rasa cinta, rasa suka. Disamping itu, Daryati sendiri, sebenarnya ia juga ikut berkontribusi dalam melestarikan kebudayaan yang sudah hampir punah. | This research entitled Daryati (Study about A Life of Woman Horse-Cart Rider in Karanglewas Market). The background of this research is a horse-cart worker, which is a woman as the research target. Her name is Daryati. She is the one and only of the house-cart riders in Karanglewas Market, Banyumas. The purpose of this research is describing about her life as a woman rider in Karanglewas Market. This research also describe about how Daryati’s life goes as a wife, a mother for her children, and a grandmother as well. Also, it is about how Daryati’s point of view about her job which is dominated by men. The research uses qualitative as the method of research and life-story approach. Whereas it gives chance for the researchist to enter her life personally – which is Daryati, that wholeheartedly share her life story. Other than that, the method that used let the humanistic process flows, whether on the generally or particularly process, view and positioned the target research not as a object but as subject of research; the main actor in her life which is the target research. The research is in Desa Tamansari, Kecamatan Karanglewas and the surroundings. The target and the determination technique use purposive sampling. Daryati is the main target in this research due to of her life story. Interview was performed with several people that know about Daryati’s life as data validation in this research. The researchist interviewed 4 target of validation, such as Kusno (Daryati’s husband), Ning (Daryati’s daughter), Darto as the fellow rider, and Sugeng. (Official Staff of Karanglewas Market). The outcome of the research describes that Daryati is the only woman horse-cart rider in Kabupaten Banyumas especially in Pasar Karanglewas. Her job as horse-cart rider is descent job by her father and her brother. Daryati has already undergoing such work for 28 years. The reason she keep doing this is because she wants to help her family’s economics. All of her children – whether has been married with all of her grand-children, live under the same roof with her. Daryati is a female-breadwinner, which almost all of the family income is gained as a horse-cart rider. Besides, almost all of the house cores are done by her. At this moment, she use the horse-cart to ngamen during the evening. Daryati does her job – including the horse-caring, start from the bottom of her heart. In addition, Daryati takes part in preserving the culture that is almost extinct. | |
| 6099 | 15926 | H1E012019 | Studi Teoritik Adsorpsi H2O pada Permukaan Pt(111) dengan Metode Density Functional Theory | Telah dilakukan penelitian studi teoritik adsorpsi H2O pada Pt(111) dengan metode density functional theory (DFT). Penelitian ini terkait dengan reaksi fundamental yang sering terjadi pada perangkat elektonik yang berbasis pada reaksi elektrolisis seperti sel bahan bakar methanol. Penelitian ini fokus pada energi adsorpsi dan situs adsorpsi H2O pada permukaan Pt(111) sebagai langkah awal untuk membahas sifat-sifat fisis material yang terkait dengan fungsionalitasnya. Untuk menjamin akurasi perhitungan sebagai akibat pertukaran elektron dan korelasi digunakan fungsional Perdew-Burke-Ernzerhof (PBE) dari pendekatan GGA (Generalized Gradient Approximation). Selanjutnya, pada perhitungan ini hanya mempertimbangkan interaksi elektronik yang paling dominan, yaitu interaksi Coulomb. Lebih jauh lagi, hasil perhitungan ini digunakan untuk menentukan mekanisme adsorpsi yang terjadi. Mekanisme ini dibahas dengan analisis transfer muatan. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan diperoleh bahwa situs adsorpsi paling stabil berurutan adalah situs top, hollow FCC, hollow HCP dan bridge. Hasil analisis transfer muatan menunjukkan bahwa semakin besar transfer muatan yang terjadi, maka interaksi antara molekul dan permukaan Pt(111) akan semakin kuat, yang ditunjukkan dengan nilai energi adsorpsi. Selanjutnya analisis struktur elektronik menunjukkan bahwa orbital p pada atom O dari H2O merupakan orbital yang bertanggung jawab terhadap mekanisme reaksi adsorpsi H2O. Pada akhirnya, dapat disarankan untuk menggunakan unit sel yang lebih besar serta variasi pemilihan pseudopotensial untuk mendapatkan desain yang labih mendekati nilai eksperimen. Kata kunci: Adsorpsi, H2O, Pt(111), transfer muatan, DFT | Theoritical studies of the adsorption of H2O on Pt(111) are investigated by using density functional theory. This work is related to the fundamental reaction occuring in electronic devices based on the electrolysis reaction such as direct methanol fuel cells (DMFC). Here, we focus on the energy and adsorption sites of H2O on Pt(111) as the first step to discuss the physical properties of material related to its functionalities. In order to ensure the accuration of calculation as the effect of electron exchange and correlation, we use Perdew-Burke-Ernzerhof (PBE) functional and GGA (Generalized Gradient Approximation). Further, this calculations consider only on the most dominant electronic interaction, i.e., Coulomb interaction. Moreover, the calculation results are then used to determine the adsorption mecanism. This mecanism is explained by using charge transfer analysis. Calculation results show that the most stable adsorption sites are top, hollow FCC, Hollow HCP and bridge respectively. Charge transfer analysis results indicate that number of change transfer enhance the interaction strength between molecule and Pt(111), which are seen in the adsorption energy value. Then, our electronics structure analysis shows that p orbital at atomic O of the H2O is the orbital responsible for reaction mechanism of H2O adsorption. In addition, we suggest to use the bigger unit cell and the variety of peusudopotential to get the material design closer to the real situation. Keywords: Adsorption, H2O, Pt(111), charge transfer, DFT. | |
| 6100 | 15923 | F1I011008 | Sekuritisasi Semenanjung Crimea Sebagai Upaya Mempertahankan Pengaruh Rusia di Eropa Timur | Krisis berkepanjangan di Ukraina yang dimulai sejak November 2013 lalu telah menjadi pemicu intervensi Rusia di Ukraina. Pasukan khusus Rusia menempati Semenanjung Crimea yang merupakan bagian dari daerah teritorial Ukraina untuk melindungi etnis Rusia di Crimea dari kemungkinan adanya ethnic cleansing oleh para pendemo di Ukraina. Intervensi tersebut dilakukan karena bagi Rusia, Semenanjung Crimea merupakan wilayah yang memiliki peran penting bagi upaya Rusia mempertahankan pengaruhnya di kawasan dan membendung perluasan NATO di Eropa Timur. Intervensi Rusia kemudian berujung dengan aneksasi Republik Otonomi Crimea oleh Federasi Rusia. Masyarakat Crimea merancang sebuah referendum yang menuntut reunifikasi dengan Federasi Rusia. Sebagian besar negara anggota PBB, khususnya Amerika Serikat dan negara-negara pemimpin Uni Eropa kemudian meyakini bahwa referendum tersebut ilegal. Dari sudut pandang konsep keamanan non-tradisional, aneksasi Semenanjung Crimea yang dilakukan oleh Federasi Rusia dapat diidentifikasin sebagai sebuah sekuritisasi. Terdapat beberapa faktor yang dibutuhkan untuk mencapai sebuah proses sekuritisasi yang dapat dibilang berhasil. Faktor-faktor tersebut adalah referent object, securitizing actors dan functional actors. Proses sekuritisasi sendiri terbagi dalam tiga tahapan, antara lain; identifikasi ancaman nyata, tindakan darurat, hubungan antar-unit yang menciptakan tindakan di luar aturan. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti proses sekuritisasi oleh Federasi Rusia terhadap masyarakat Crimea. | The prolonged Ukraine crisis that began in November 2013 had been the impetus for Russian intervention in Ukraine. Russian Special Forces occupied the Crimean Peninsula which was the part of Ukraine territory to protect the Russian ethnic in Crimea from the possibility of ethnic cleansing by the Ukrainian protesters. The intervention was done because Crimean Peninsula has the important roles for Russia to maintain its’ regional power and counter the NATO expansion in East Europe. The intervention culminated with the annexation of Autonomous Crimean Republic by Russian Federation. Crimean people arranged a referendum which demands for a reunification with Russian Federation. Most of United Nations members, especially United States and the leaders of European Union believe that the referendum is illegal. From the perspective of non-traditional security concept, the annexation of Crimean Peninsula by the Russian Federation can be identified as securitization. There are several factors that needed to accomplish a successful securitization process. Those factors are referent object, securitizing actors and functional actors. The securitization process is divided into three stages; identification of existential threats, emergency action, and effects on inter-unit relations by breaking free of rules. The purpose of this research is to examine the securitization process by Russian Federation to the people of Crimea. |