Artikelilmiahs

Menampilkan 6.221-6.240 dari 48.862 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
622116040E1A009098TANGGUNG JAWAB PT SMARTFREN TELECOM TBK ATAS KERUGIAN KONSUMEN TERHADAP GANGGUAN JARINGAN SELULER BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMENManusia tidak dapat lepas dari kebutuhannya berkomunikasi dengan sesamanya. Berbagai macam teknologi komunikasi dikembangkan, maka telepon pun menjadi alatkomunikasi. Beberapa pelaku usaha operator selular saat ini kurang bertanggungjawab terhadap konsumennya, salah satu kasusnya mengenai gangguan jaringan seluler, Berbicara tentang perlindungan konsumen, berarti berbicara tentang salah satu sisi dari korelasi antara lapangan perekonomian dengan lapangan etika. Perlunya Undang-Undang Perlindungan Konsumen tidak lain karena lemahnya posisi konsumen dibandingkan dengan produsen. Tujuan hukum perlindungan konsumen secara langsung adalah untuk meningkatkan martabat dan kesadaran konsumen.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum normative karena mengkaji aspek hukum, serta menggunakan sumber data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, keputusan menteri, dan teori hukum. Objek yang di diteliti dengan pendekatan masalah yang terdiri dari pendekatan Perundang-undangan (Statute Approach) dan pendekatan analisis, spesifikasi penelitian yang digunakan adalah spesifikasi deskriptif.
Kesimpulan dari penulisan ini bahwa gangguan jaringan seluler telah melanggar hak konsumen pada Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen tentang hak konsumen atas keamanan, kenyamanan dan keselesamatan dalam mengkonsumsi barang dan atau jasa, dan melanggar beberapa poin dalam Pasal 2 dan Pasal 3 Undang – Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi tentang telekomunikasi diselenggarakan berdasarkan asas manfaat, adil dan merata serta telekomunikasi diselenggarakan dengan tujuan untuk mendukung persatuan dan kesatuan bangsa, bentuk pertanggungjawaban provider seluler atas kerugian konsumen terhadap gangguan jaringan seluler dapat dilakukan dengan ganti rugi berupa pengembalian uang, penggantian barang dan atau jasa yang sejenis atau setara nilainya.
Man cannot be separated from the need to communicate with others. Various communication technologies are developed, thus telephone becomes a communication tool. Recently there are some cellular operators that are not responsible to their consumers, including in the case of cellular network interference. Talking about consumer protections means talking about a correlation between economic and ethic field. Consumer Protection Law is needed because of the weak position of consumers compared to that of manufacturers. The purpose of consumer protection law, directly, is to improve the dignity and consumer awareness.
Research method employed was normative legal method because the research reviewed legal aspects and used secondary data in form of legislation, ministerial decrees, and legal theories. Objects were studied by using a problem approach that consisted of statute and analysis approach. Research specification used was descriptive specification.
The conclusion of this research is that cellular network interference had violated consumers’ right based on Article 4 of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection concerning consumers’ right of safety, comfort, and welfare in consuming goods or services, and broken some points in Article 2 and Article 3 of Law No. 36 of 1999 on Telecommunication concerning the telecommunication that is administered based on the principle ofutility, fairness, and equitability, as well as in order to supportnational unity. Cellular providers’ responsibility on consumers’ loss because of cellular network interference was shown by compensation given in form of refund or replacement of goods or services that had similar or equivalent value.
622216041E1A011266DISPENSASI KAWIN (Tinjauan Yuridis Terhadap Penetapan Pengadilan Agama Bangli Nomor: 0002/Pdt.P/2014/PA.Bagl)Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan menganut prinsip bahwa calon suami isteri harus masak jiwa dan raganya untuk dapat melangsungkan perkawinan dan mewujudkan tujuan perkawinan. Maka dari itu harus dicegah perkawinan di antara calon suami dan isteri yang masih di bawah umur. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 melalui ketentuan Pasal 7 ayat(1) mengatur tentang batas usia untuk melangsungkan perkawinan yaitu 19 tahun bagi pria dan 16 tahun bagi wanita. Ketentuan tadi dapat disimpangi melalui ketentuan Pasal 7 ayat(2) dimana kedua orang tua baik dari pihak pria maupun wanita dapat meminta dispensasi kepada Pengadilan atau pejabat lainnya yang ditunjuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif.
Pada Penetapan Pengadilan Agama Bangli Nomor 0002/2014 / Pdt.P/PA.Bagl, Pemohon mengajukan dispensasi kawin untuk anaknya yang masih berusia 14 tahun karena takut anaknya melakukan hal-hal yang dilarang agama(maksiat) dengan calon suami anaknya. Hakim dalam pertimbangannya menganggap anak Pemohon yang berusia 14 tahun sudah menunjukkan tanda-tanda kedewasaan yaitu mengalami menstruasi sejak usia 11 tahun dan terbiasa membantu orang tuanya mengerjakan pekerjaan rumah tangga serta menghindari kemudharatan dan mengutamakan kemaslahatan.
The Ordinance Number 1 in 1974 about the marriage that uses the principal that the candidate of wife and husband should have the mature soul and physical to obtain the marriage activity and the purpose of marriage. Because of that it must be prevented for the marriage for the candidates of wife and husband that are under the marriage age. The Ordinance Number 1 in 1974 Article 7 (1) regulates the limitation of the marriage age whether for the male must be 19 years old and for the female must be 16 years old. But if there is the certain condition for the candidate of wife and husband who under the marriage age, so based on the Article 7 (2) Ordinance of Marriage states that both of their parents can ask the dispensation for the Court or other officers. This research uses the method of normative juridical approach.

In the Implementation Number 0002/Pdt.P/2014/PA.Bagl, the reason of request that is proposed is because the children from the requester has not reached the age of 16 years old and both of the candidate of wife and husband have been engaged since two months ago so this marriage is very crucial to be conducted. The consideration of judge to agree the dispensation request of this marriage just considers Article 7 (2) Ordinance of Marriage, the Islam principle that is to avoid the bad effect and the statements of the candidate of wife and husband who state ready to run the household life, and the judge does not consider the Article 7 (1) Ordinance of Marriage.
622316044C1B012081ANALISIS PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KEBIJAKAN DEVIDEN, PROFITABILITAS, STRUKTUR AKTIVA, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KEBIJAKAN HUTANG PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DALAM INDEKS LQ-45 DI BURSA EFEK INDONESIATujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kepemilikan institusional, kebijakan deviden, profitabilitas, struktur aktiva, dan ukuran perusahaan pada perusahaan yang terdaftar ke dalam indeks LQ-45 di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010-2014. Pada penelitian ini populasi yang digunakan adalah perusahaan-perusahaan yang terdaftar ke dalam indeks LQ-45 di BEI selama periode 2010 sampai 2014. Perusahaan yang memenuhi kriteria untuk dijadikan sampel sebanyak 18 dari 45 perusahaan dengan menggunakan metode purposive sampling sebagai tekhnik pengambilan sampel. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan software SPSS 21 for windows menunjukan bahwa : (1) Kepemilikan Institusional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kebijakan hutang, (2) Kebijakan deviden tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan hutang, (3) Profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan hutang, (4) Struktur Aktiva tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan hutang, (5) Ukuran Perusahaan berpengaruh positif dan signifika terhadap kebijakan hutang.

The purpose of this research is to analyze the effect of institutional ownership, dividend payout ratio, return on assets, asset structure and size to debt to equity ratio in listed companies on the LQ-45 index in the Bursa Efek Indonesia period 2010-2014. The population of this study is listed companies on the LQ-45 period 2010-2014. The samples used were 18 from 45 companies were taken through puposive sampling. This study used multiple linier regression analysis as the method. The results of this research indicate that institutional ownership gives negative significant effect on debt to equity ratio, devidend payout ratio has negative and not significant effect on debt to equity ratio, return on assets has positive and not significant effect on debt to equity ratio, asset structure has negative and not significant on debt to equity ratio, size has positive and significant on debt to equity ratio.
622416045E1A110031TINDAK PIDANA DENGAN SENGAJA MELAKUKAN ANCAMAN KEKERASAN MEMAKSA ANAK MELAKUKAN PERSETUBUHAN DENGANNYA YANG DILAKUKAN ORANG TUA.
(Tinjauan Yuridis Dilakukan Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Cilacap Perkara Nomor : 141/Pid.Sus/2015/PN.Clp)
ABSTRAK

Tujuan penelitian, untuk mengetahui pertimbangan hukum Hakim Pengadilan Negeri Cilacap dalam menerapkan unsur-unsur tindak pidana dengan sengaja melakukan ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan, dan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum Hakim Pengadilan Negeri Cilacap dalam menjatuhkan pidana kepada terdakwa putusan perkara Nomor : 141/Pid.Sus/2015/PN Clp.
Metode penelitian dengan pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi Penelitian deskriptif analisis, Sumber Data sekunder meliputi peraturan perundang-undangan yang berlaku, literatur, hasil penelitian yang berhubungan dengan pokok permasalahan serta Putusan Pengadilan Negeri Cilacap No. 141/Pid.Sus/2015/PN.Clp. Pengumpulan data dengan studi kepustakaan, disajikan dalam bentuk uraian dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Majelis Hakim telah memperimbangkan perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 76 E jo Pasal 82 ayat (1), (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Dari fakta hukum yang terungkap di persidangan diketahui bahwa semua unsur telah terpenuhi, maka dapat dikemukakan bahwa terdakwa adalah orang yang harus dimintai pertanggungjawaban pidana karena telah dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa anak kandung sendiri yang masih berumur 13 tahun 11 bulan dan masih sekolah kelas 1 SMP untuk melakukan persetubuhan dengannya. Akibat perbuatan terdakwa tersebut, anak kandungnya menjadi hamil.
Diketahui bahwa perbuatan terdakwa telah memenuhi semua unsur dalam dakwaan Alternatif Kesatu, Hakim berkeyakinan dan berpendapat bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja melakukan ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya yang dilakukan orang tua. Pertimbangan hukum Hakim telah sesuai dengan rumusan Pasal 184 ayat (1) KUHAP. Pembuktian yang diperoleh dari pemeriksaan di persidangan menjadi dasar penentuan kesalahan terdakwa, dengan mempertimbangkan keadaan yang memberatkan atau meringankan, mempertimbangkan tentang syarat pemidanaan. Selama persidangan tidak ditemukan alasan pembenar maupun alasan pemaaf, Majelis Hakim berpendapat terdakwa mampu bertanggung jawab, maka sudah sepatutnya terdakwa dijatuhi pidana.
ABSTRACT

Target of research, to know consideration punish Judge of district court Cilacap in applying doing an injustice elements designedly conduct hardness threat force child conduct coition, and to know consideration base punish Judge of district court Cilacap in dropping crime to Number verdict defendant : 141/Pid.Sus/2015/PN Clp.
Research method with approach of normatif yuridis. Specification of descriptive Research of analysis, Source of secondary data cover law and regulation going into effect, literature, result of research related to problems fundamental and also Decision District Court Cilacap No. 141/Pid.Sus/2015/PN.Clp. Data collecting with bibliography study, presented in the form of description and analysed with normative method qualitative.
Pursuant to result of research known that Ceremony Judge have balanced deed of defendant as arranged and menaced by crime in Section 81 sentence (1) Law Number 23 Year 2002 about Protection of Child Section jo 76 E Section jo 82 sentence (1), (2) Law Number 35 Year 2014 about Change to the Law Number 23 Year 2002 About Protection of Child. From expressed by law fact in conference known by that any element have fufilled, hence can be told that defendant is one who have to ask by crime responsibility because have designedly conducted hardness threat or hardness, forcing child contain by self which still old age 13 year 11 months and still at school class 1 SMP to conduct coition with him. Effect of deed of the defendant, child contain nya become pregnancy.
Known that deed of defendant have fulfilled all element in alternative first assertion, Judge convince of and have a notion that defendant have proven validly and assure to make a mistake to conduct doing an injustice designedly conduct hardness threat force child conduct coition with him which is conducted by old fellow. Consideration punish Judge have as according to Section formula 184 sentence (1) KUHAP. obtained Verification from inspection in conference become base determination of mistake defendant, by considering aggravating circumstance or lighten, considering about crime condition. During conference do not be found by the reason of forgiveful reason and also correctness, Ceremony Judge have a notion defendant can hold responsible, hence have deservedly defendant fallen by crime.
622516046E1A009147POLIGAMI PADA WANITA HAMIL (TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN AGAMA NOMOR 0158/Pdt.G/2011/PA.Ktb)ABSTRAK
Tulisan hukum ini berjudul Izin Poligami Dengan Alasan Usaha Bersama (Studi Terhadap Putusan Nomor :0158/Pdt.G/2011/PA.Ktb). Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan izin poligami (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor: 0147/Pdt.G/2011/PA.Lmg). Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif.
Penelitian ini digunakan data sekunder yaitu bahan pustaka yang mencakup dokumen-dokumen resmi, buku-buku perpustakaan, peraturan perundang-undangan, doktrin, serta dokumen-dokumen yang berkaitan dengan materi penelitian yang tersedia, di perpustakaan.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa poligami dilakukan oleh Pemohon dan Calon Isteri Pemohon termasuk tanggung jawab pemohon karena telah menghamili Calon Isteri Pemohon. Dilihat dari pertimbangan hukum Hakim Pengadilan Agama Kotabumi mengenai alasan poligami Pemohon, permohonan izin poligami Pemohon diterima oleh Hakim Pengadilan Agama Kotabumi karena melihat kondisi Calon Isteri kedua yang tengah hamil 7 Bulan, dan perlindungan hukum terhadap janin yang ada dalam kandungan Calon isteri Kedua harus lebih diutamakan dengan cara perkawinan Pemohon dengan Calon isteri kedua pemohon
ABSTRACT
This legal article entitled Permits Polygamy With Reason Joint Venture (Study Against Decision No. 0158/Pdt.G /2011/PA.Ktb). The purpose of this study was to determine the legal considerations of the judge in granting the permission for polygamy (Judicial Review Of Decision No. 158/Pdt.G/2011/PA.Ktb). Research methods used in this research is normative juridical.
This study used secondary data library materials which include official documents, library books, legislation, doctrine, as well as documents relating to research materials available in the library.
Based on the results, it can be concluded that polygamy made by the Applicant and the Applicant's wife Candidates including responsibility of the applicant having been impregnated Prospective Applicant's wife. Judging from the legal considerations Court Judge Religion Kotabumi on the reasons for polygamy Applicant, application for permit polygamy Applicant accepted by Superior Court Judge Religion Kotabumi because of the condition candidate's second wife is seven months pregnant, and the legal protection of the fetus in the womb of Prospective second wife is the Applicant and the Prespective second wife should take precedence by way of marriage applicant
622616060B1J012049KAJIAN ETNOBOTANI TANAMAN KELAPA (Cocos nucifera L.)
OLEH MASYARAKAT DI KECAMATAN KEBASEN, KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian berjudul “Kajian Etnobotani Tanaman Kelapa (Cocos nucifera L.) Oleh Masyarakat Di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas” yang bertujuan untuk mengetahui cara pemanfaatan kelapa oleh masyarakat Kebasen. Pemanfaatan tumbuhan secara tradisional oleh suatu masyarakat dapat dipelajari dengan studi etnobotani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survai. Pengambilan sampel dilakukan secara acak terpilih di Kecamatan Kebasen yang meliputi 3 desa yaitu Desa Kaliwedi, Kalisalak, dan Kebasen. Dari masing-masing desa diambil 20 responden yang terdiri dari ibu rumah tangga, kepala desa, sesepuh desa, pengrajin alat rumah tangga, juru rias, dukun bayi, dan pengrajin gula kelapa melalui wawancara semi-struktural menggunakan kuisioner. Hasil wawancara dicatat dan di dokumentasi. Data ditabulasi dan dihitung nilai manfaat bagian tanaman. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan tanaman kelapa oleh masyarakat Kecamatan Kebasen yaitu sebagai kerajinan, bahan pangan tambahan, obat, upacara adat, gula kelapa, bahan bangunan, kayu bakar dan alat rumah tangga. Bagian kelapa yang dimanfaatkan adalah buah tua, buah muda, air kelapa, tempurung, serabut, beluluk, daun, lidi, ibu tulang daun, spatha, bunga, batang dan akar. Bagian kelapa yang memiliki nilai manfaat paling tinggi adalah daun, dengan nilai manfaat 86,67%. Sedangkan bagian kelapa yang memiliki nilai manfaat paling rendah adalah akar, dengan nilai manfaat 3,33%. The study, entitled "Study of Plants Ethnobotany Coconut (Cocos nucifera L.) for Kebasen community In District Banyumas" which aims to determine how the use of coconut by Kebasen community. The use of plants traditionally in community can be studied with the study of ethnobotany. The method used in this study is a survey. Sampling was done randomly selected in District Kebasen consisting three villages namely Kaliwedi, Kalisalak, and Kebasen. From each village were taken 20 respondents consisting of housewives, village heads, village elders, artisans household items, makeup, TBAs, and coconut sugar producers through semi-structural interviews using a questionnaire. The results of the interview are recorded and in the documentation. Data were tabulated and calculated the value of the benefits of the plant. Data were analyzed descriptively. The results showed that the use of coconut plantations by the District Kebasen community that is as handicrafts, foodstuffs addition, medicine, ceremonies, coconut sugar, building materials, firewood and household appliance. Part of coconut fruit used are old, young fruit, coconut water, shells, fibers, beluluk, leaves, sticks, midrib, spatha, flowers, stems and roots. Part of coconut that has the highest value of the benefit is the leaf, with the value of the benefits of 86,67%. While parts of the coconut that has the lowest value of the benefit is the root, with the benefit value of 3.33%.
622716074F1J012030TRANSFORMASI NOVEL SWORD ART ONLINE 02
KARYA REKI KAWAHARA KE BENTUK ANIME:
ANALISIS EKRANISASI
Skripsi ini berjudul Transformasi Novel Sword Art Online 02 Karya Reki Kawahara ke Bentuk Anime: Analisis Ekranisasi; yang meneliti tentang perubahan bentuk dari sebuah novel ke bentuk anime. Tujuan dari penelitian ini adalah karena menyukai novel dan anime, penulis ingin meneliti perubahan bentuk dan perubahan cerita yang terjadi dari novel ke anime. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis ekranisasi dan teori strukturalisme dalam unsur intrinsiknya yang meliputi tokoh dan penokohan, alur, latar, dan sudut pandang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang menggunakan teknik simak dan teknik catat. Data yang digunakan adalah narasi dan dialog dari novel Sword Art Online 02 dan dialog dari anime Sword Art Online. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 67 data novel, terjadi 37 penciutan, 8 penambahan, dan 26 perubahan bervariasi sebagai hasil proses ekranisasi dari transformasi novel ke animenya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa proses transformasi dari novel ke dalam anime terjadi karena adanya perubahan bentuk dari bentuk verbal menjadi bentuk gambar bergerak yang berdampak pada perubahan aspek-aspek novelnya. Untuk membuat cerita yang berkesinambungan dan tidak rancu karena adanya penciutan, diperlukan adanya penambahan pada proses ekranisasi. Hasil-hasil dari proses ekranisasi antara lain berupa penghilangan tokoh, perubahan alur, dan perbedaan latar. Alasannya adalah karena ketika membaca novel, pembaca berimajinasi dengan pemikirannya sendiri, sedangkan ketika menonton anime, penonton tidak perlu berimajinasi karena sudah ada dukungan visual.This research title is Transformation of Sword Art Online 02 Novel by Reki Kawahara Into Anime: Analysis of Ecranisation that describe about transformation from the story of novel into an anime form. The purpose of this research is because I like both of novel and anime, I want to examine the transformation and the story changes from novel into anime form. Analysis techique uses the ecranisation analysis and structuralism theory in the intrinsic elements that include character and characterization, plot, setting, and point of view. This research is a qualitative research that use gather and record technique. The data used in this research are dialogue and naration from Sword Art Online 02 novel and dialogue from Sword Art Online anime. The finding of this research showed that from 67 novel’s data, 37 reductions, 8 additions, and 26 varied changes happened as a result of ecranisation process of the transformation from novel into anime. The conclusion of this research is the transformation process of novel into anime happens because the verbal form changes and becomes a moving picture’s form. An addition should be done in order to make the story continuous and not messed up because a reduction. The results of the ecranisation process include removal of the character, changes of the plot, and difference of the setting. The reason is because when the readers read the novel, they think with their own imagination, but when they watch anime, they don’t have to imagine because they’re helped by visual appearance.
622816047G1F012074AKTIVITAS YOGURT JAHE (Zingiber officinale) TERHADAP BAKTERI Salmonella thypi PENYEBAB DEMAM TIFOIDJahe (Zingiber officinale) merupakan tanaman obat yang secara ilmiah telah terbukti dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri salah satunya yaitu bakteri Salmonella thypi, penggunaan jahe selama ini masih dalam bentuk ekstrak sehingga perlu dilakukan inovasi baru agar pemanfaatanya lebih mudah dan lebih luas, salah satu inovasi tersebut adalah dibuat sediaan minuman yaitu yogurt. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui daya hambat dari yogurt jahe terhadap bakteri Salmonella thypi, dosis optimum yang dapat menghambat bakteri, serta yogurt jahe yang disukai oleh konsumen.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Konsentrasi rimpang yaitu 1%, 2%, 3%, 4% v/v dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kontrol negatif, formula 1, 2, 3 dan 4, pengulangan 3 kali. Uji aktivitas antibakteri menggunakan difusi cakram, uji mutu yogurt meliputi Hedonik, pH dan organoleptik yaitu aroma, rasa, warna, tekstur, dan kekentalan. Data organoleptik dianalisis secara kruskal walis dilanjut mann whitney, data uji aktivitas menggunakan annova one way taraf kepercayaan 95% dilanjut uji BNT.
Berdasarkan uji aktivitas antibakteri yogurt jahe kontrol negatif serta formula 1, 2, 3, dan 4 dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella thypi dengan zona hambat 11,75 mm, 12,43 mm, 12,93 mm, 14,38 mm, dan 15,16 mm dengan hasil statistik berbeda signifikan (p=0,000). Uji organoleptik formula 1 merupakan formula tersukai.

Ginger (Zinger officinale) is a medicinal plant which scientifically approved has an antibacterial effect against Salmonella thypi. Ginger nowadays is widely consumed in extract formulation so that we need a new innovation so we can consume it much more easily and comprehensively, for example by combining ginger extract in a liquid formulation such as yoghurt. The purpose of this study was to find out the inhibition effect of ginger yoghurt against Salmonella thypi, measure the inhibition zone of ginger yoghurt, and also the most liked ginger yoghurt by consumer.
This study was an experimental study and was conducted using a completely randomized design (CRD). Rhizome concentrations used were 0% (as negative control), 1%, 2%, 3%, 4% v/v divided into 5 interventional group, with three times repetition for each group. Antibacterial activity was tested using diffusion disc; the quality of yoghurt was tested, including Hedonic, pH and organoleptic test such as the scent, taste, color, texture, and consistency. Data from antibacterial activity test were analyzed using one way annova with 95% confidence interval and followed with BNT test. Then the organoleptic data was analyzed using Kruskal Wallis test and followed with Mann Whitney test.
Inhibition zone of negative control and 1, 2, 3, and 4 formulas were 11.75 mm, 12.43 mm, 12.93 mm, 14.38 mm, and 15.16 mm with a statistically significant difference (p=0.000). Organoleptic test of formula 1 is the formula with the most like.

622916048C1C012043PENGARUH LEVERAGE, STRUKTUR KEPEMILIKAN, PROFITABILITAS, DAN PERTUMBUHAN PERUSAHAAN TERHADAP PRAKTIK KONSERVATISME AKUNTANSIPenelitian dengan judul “Pengaruh Leverage, Struktur Kepemilikan, Profitabilitas, dan Pertumbuhan Perusahaan terhadap Praktik Konservatisme Akuntansi” bertujuan untuk mengetahui sifat dan intensitas pengaruh leverage, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, profitabilitas, dan pertumbuhan perusahaan terhadap praktik konservatisme akuntansi. Sampel dipilih secara purposive menggunakan kriteria komponen fundamental Dow Jones Industrial Index (DJIA). Data yang digunakan adalah data panel dari 20 perusahaan manufaktur selama tiga tahun pengamatan, yaitu tahun 2012-2014. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) secara simultan leverage, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, profitabilitas, dan pertumbuhan perusahaan berpengaruh signifikan terhadap praktik konservatisme akuntansi, (2) secara parsial, leverage berpengaruh positif tidak signifikan terhadap praktik konservatisme akuntansi, (3) kepemilikan manajerial berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap praktik konservatisme akuntansi, (4) kepemilikan institusional berpengaruh positif signifikan terhadap praktik konservatisme akuntansi, (5) profitabilitas berpengaruh negatif sigifikan terhadap praktik konservatisme akuntansi, dan (6) pertumbuhan perusahaan berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap praktik konservatisme akuntansi.
Implikasi dari penelitian ini adalah leverage, kepemilikan manajerial dan pertumbuhan perusahaan memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap praktik konservatisme akuntansi. Untuk dapat meningkatkan pengaruh ketiga variabel tersebut dapat dilakukan dengan modifikasi portofolio secara optimal.
The study entitled “The Effect of Leverage, Ownership Structure, Profitability, and Company Growth toward Accounting Conservatism Practice” was aimed to find out the effect nature dan intensity of leverage, managerial ownership, institutional ownership, profitability, and company growth toward accounting conservatism practice. Sampels selected purposively with fundamental component of Dow Jones Industrial Average (DJIA) criteria. The data used is panel data of 20 manufacture company during three years of observation, i.e. 2012-2014. The data analized using multiple linear regression
The results indicated that: (1) simultaneously, leverage, managerial ownership, institutional ownership, profitability, and company growth significantly effect toward accounting conservatism practice, (2) leverage had a positive and not significant effect toward accounting conservatism practice, (3) managerial ownership had a negative and not significant effect toward accounting conservatism practice, (4) institutional ownership had a positif and significant effect toward accounting conservatism practice, (5) profitability had a negative and significant effect toward accounting conservatism practice, (6) company growth had a negative and not significant effect toward accounting conservatism practice.
Implication of this study is that leverage, managerial ownership, and company growth have a not significant effect toward accounting conservatism practice and this effect can be improved with optimally portofolio modification.
623016050H1L012002SISTEM INFORMASI PEMESANAN KUE DAN ROTI BERBASIS WEB PADA TOKO CAHAYA CAKE KOTA TEGALSistem Informasi Pemesanan Kue dan Roti Berbasis Web adalah suatu sistem yang digunakan untuk memudahkan proses pemesanan kue dan roti baik dari sisi pelanggan maupun dari sisi pemilik toko. Sistem ini memungkinkan pelanggan untuk melakukan pemesanan secara online dan memudahkan pemilik toko untuk melihat pesanan yang masuk dan merekap pendapatan. Pembuatan sistem ini dilatarbelakangi oleh ketidakefisienan proses pemesanan yang sebelumnya dilakukan serta didukung dengan keinginan pemilik toko untuk memperluas pemasaran produknya di area Tegal dan sekitarnya. Tujuan dari sistem informasi ini adalah untuk mempermudah transaksi pemesanan dan merekap data penjualan.
Metode yang digunakan untuk mengembangkan Sistem Informasi Pemesanan Kue dan Roti Berbasis Web adalah metode waterfall. Pada tahap implementasi, bahasa pemrograman yang digunakan adalah PHP. Hasil dari pengembangan sistem ini adalah sebuah sistem untuk transaksi pemesanan serta laporan penjualan per periode tertentu yang telah berjalan sesuai harapan dan sesuai perancangan yang telah dibuat.
Web-based Cakes and Bakery Ordering Information System is the system which is used to facilitate the process of ordering cakes and pastries for both customer and the store owner. This system allows customers to order by online and allows the store owner to check recent orders and calculate the income. The background of making this ordering system is the previous ordering process that was inefficient. In addition the store owner want to expand the marketing of its products in Tegal and that surrounding areas. The purpose of this information system is to facilitate the ordering transaction and sales data calculation.
The method which is used to develop the Web-based Cakes and Bakery Ordering Information System is the waterfall method. On the implementation phase, it uses PHP for the programming language. The results of this system development are a system to make an ordering transaction and the sales reports per period which has been running as expected and appropriate with the design that has been created.
623116051E1A012109PERANAN AHLI DALAM PUTUSAN BEBAS TERHADAP TINDAK PIDANA PENCEMARAN NAMA BAIK (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 196/Pid.Sus/2014/PN.Btl)ABSTRAK

Hakim, Penuntut Umum maupun terdakwa dapat mengajukan ahli di persidangan. Keterangan ahli terdapat dalam Pasal 1 angka 28 KUHAP. Peran ahli diperlukan ketika terdapat hal – hal yang kurang jelas yang memerlukan pengetahuan tertentu karena tidak diketahui oleh umum. Peran ahli dapat diperlukan dalam tindak pidana pencemaran nama baik yang terjadi melalui teknologi informasi (cyber crime). Penelitian ini berjudul Peranan Ahli Dalam Putusan Bebas Terhadap Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor: 196/ Pid.Sus/2014/PN.Btl). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peranan ahli dan pertimbangan hukum hakim dalam putusan bebas terhadap tindak pidana pencemaran nama baik terhadap Putusan Nomor: 196/Pid.Sus/2014/PN.Btl. Metode penelitian yang dipakai adalah yuridis normatif. Berdasarkan studi putusan dapat disimpulkan: bahwa peranan ahli adalah untuk menjelaskan suatu keadaan yang masih kurang terang tentang suatu hal atau keadaan, tetapi siapa pelakunya tidak diungkap oleh ahli. Peranan ahli akan semakin penting jika perkara yang diperiksa terkait dengan bidang ilmu yang tidak dikuasai penegak hukum. Keterangan ahli dapat pula dikesampingkan jika keberadaannya tidak membantu pemeriksaan perkara. Hal tersebut tergantung dari hakim dalam melihat pembuktian yang ada di persidangan. Pertimbangan hukum Hakim dalam menjatuhkan putusan bebas terhadap tindak pidana pencemaran nama baik dengan mempertimbangkan fakta – fakta di persidangan serta alat bukti dan barang bukti yang ada. Hakim tidak memiliki keyakinan bahwa terdakwa telah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik. Sehingga sesuai dengan Pasal 183, Pasal 184 ayat (1) dan pasal 191 ayat (1) KUHAP maka Hakim memutus dengan putusan bebas.

Kata kunci : Peranan, Keterangan Ahli, Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik.
ABSTRACT

Judges, Public Prosecutor, and Defendant may present expert witness in the court. Expert witness is regulated in KUHAP Chapter 1 No. 28. The role of expert is necesssary when things are not clear and specific expertise explanation is needed since general knowledge is not adequate. The role of expert may be needed in the case of cyber crime of defamation. This reserach is entitled ‘The Role of Witness in the Free Verdict of Defamation Criminal Act’ (Judicial Review of Verdict No: 196/Pid.Sus/2014/PN.Btl.’ The method used in the research is normative judicial approach. According to the study of the verdict, it can be concluded that: the role of expert witness is to explain unclear understanding of particuar matter or condition, but not to reveal the perpetrator. The role of expert is getting more significant when the investigated case is related with particular study beyond the knowledge of law enforcement officers. However, the explanation of experts may be ignored when its presence does not help an investigation of a case. This depends on the Judges in judging the argumentation in the trial. In making Free Verdict of Defamation, the Judges considers the facts and available evidence in the court. In the case, the Judges is not convinced that the defendant is guilty of defamation. As the result, according to Chapter 183, Chapter 184 Article (1), and Chapter 191 Article (1) KUHAP, the Judges issued free verdict of the court.

Keywords: Role, Expert Witness, Defamation Criminal Act.


623216075F1J012023UNSUR BUDAYA JEPANG YANG TERDAPAT DALAM
DONGENG KAGUYA HIME
Dwi Retno Amaliah
Unsur Budaya Jepang yang Terdapat Dalam Dongeng Kaguya Hime
Universitas Jenderal Soedirman
S1 Sastra Jepang
2016

Penelitian ini berkaitan dengan unsur budaya Jepang yang terdapat dalam dongeng Kaguya Hime. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan mengenai unsur intrinsik serta unsur budaya Jepang yang terdapat di dalam dongeng Kaguya Hime dengan menggunakan teori intrinsik dan teori kebudayaan Malinowski. Metode yang digunakan merupakan metode deskriptif analisis yang ditunjang dengan teknik kepustakaan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Berdasarkan hasil analisis pada penelitian ini ditemukan unsur intrinsik seperti tema ( kecantikan dan status sosial tidak menghadirkan kebahagiaan) dan sudut pandang ( dari khayalan pengarang dan juga dialog kakek dan nenek). Adapun unsur budaya Jepang yang terdapat dalam dongeng Kaguya Hime diantaranya (1) sistem mata pencaharian seperti yang dilakukan oleh kakek dan nenek yaitu membuat keranjang dari anyaman bambu dan kemudian dijual ke kota. (2) Sistem organisasi sosial berupa kelas sosial yang dimiliki para pria yang ingin melamar putri Kaguya. (3) Bentuk hormat yang ada ada narasi ketika menceritakan sosok Kaisar sebagai sistem bahasa. (4) Unsur religi yang ditunjukkan dengan adanya kata umi no Kamisama, (5) sistem teknologi ketika Ootomo no Dainagon mencari kalung untuk putri Kaguya menggunakan kapal. (6) cerita fantasi dari zaman Heian yang menggambarkan unsur kesenian, (7) serta pesan moral yang ada di dalam cerita sebagai sistem ilmu pengetahuan.
Dwi Retno Amaliah
Japanese Culture Elements in Kaguya Hime Tale
Jenderal Soedirman University
Japanese Literature
2016

Adviser 1 : Dr. Ely Triasih Rahayu, M.Hum
Adviser 2 : Ita Fitriana, M.A
Examiner : Dr. Haryono, M.Pd

This research is relates to Japanese culture elements in Kaguya Hime tale. The aim of this research is to describe the intrinsic elements of Japanese culture in Kaguya Hime tale which used the intrinsic theory and Malinowski cultural theory. This research used descriptive analysis method which is supported by the technical literature. Type of this research is qualitative research. Based on the analysis of this research, the researcher found the intrinsic elements such as theme (Beauty and social status does not raise the happiness), and point of view (writer imagination and grandfather and grandmother dialogues). The elements of Japanese culture in Kaguya Hime tale are (1) livelihood systems such as grandmother and grandfather who make bamboo baskets and sell them to the capital city. (2) Class system in social organization which is embedded a man who want to marry Kaguya Hime. (3) Honorific language in narration that explain the Emperor, (4) religious elements are indicated by the words of umi no Kamisama, (5) technology system elements are Otomo no Dainagon use a ship to find the pearl necklace for Kaguya Hime, (6) the art is fantasy story from Heian era and, (7) knowledge system is moral message in Kaguya Hime story.
623316052C1C012030Pengaruh Faktor Keuangan dan Non Keuangan Terhadap Pengungkapan Opini Going ConcernPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang meneliti tentang pengaruh faktor keuangan dan non keuangan terhadap pengungkapan opini going concern. Faktor keuangan tersebut terdiri dari kondisi keuangan, pertumbuhan laba, debt default, dan profitabilitas. Sedangkan faktor keuangannya adalah audit lag. Penelitian ini dilakukan terhadap perusahaan-perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode tahun 2009-2014. Berdasarkan purposive sampling diperoleh sebanyak 60 sampel dari 10 perusahaan yang terpilih. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi logistik.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel kondisi keuangan yang diproxy-kan dengan prediksi kebangkrutan dan menggunakan model Altman Z”-Score, pertumbuhan laba, debt default, dan profitabilitas tidak berpengaruh terhadap pengungkapan opini going concern. Sedangkan audit lag berpengaruh secara positif terhadap pengungkapan opini ini.
This study is a quantitative research that examined the effect of financial and non financial factors to going concern opinion. The financial factors used on this research are financial condition of the company, income growth, debt default, and profitability. Meanwhile audit lag is used to represent non financial factor. This research used property and real estate companies that listed in Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2009-2014. Based on purposive sampling, there are 60 samples from 10 companies. Hypothesis testing on this research was done by the logistic regression analysis
The result shows that financial distress as the proxy of financial condition and used Altman Z”-Score model, income growth, debt default, and profitability have no affect on going concern opinion. On the other hand, audit lag has positive affect on going concern opinion.
623416053E1A009117PENERAPAN PENUNTUTAN TERHADAP TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG (TINJAUAN YURIDIS NO : 269/PID.SUS/2015/PN.JKT.SEL)

Tindak pidana pencucian uang merupakan suatu kejahatan kerah putih (white collar crime) dibidang perbankan, bahwa kejahatan ini dilakukan oleh orang-orang yang memiliki pendidikan dan tingkat sosial serta perekonomian yang tinggi. Dalam ketentuan mengenai pencucian uang antara hasil tindak pidana (proceed of crime) dengan tindak pidana asal (predicate crimes) dijadikan satu kesatuan karena memang terkait sangat erat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah penerapan penuntutan terhadap Tindak Pidana Pencucian Uang didalam perkara nomor 269/Pid.Sus/2015/PN.Jkt.Sel dengan terdakwa Ricky Oktogospel P atas kasus Tindak Pidana Pencucian Uang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Yuridis Normatif yaitu dengan cara menelaah bahan pustaka (data sekunder) yang ada. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah normative kualitatif yaitu dengan mengolah dan menafsirkan berdasarkan pada Putusan maupun Perundang-undangan yang berkaitan dengan Penelitian.
Penelitian yang dilakukan dari Putusan Nomor 269/Pid.Sus/2015/PN.Jkt.Sel diperoleh hasil sebagai berikut : bahwa tuntutan yang diajukan oleh Penuntut Umum berdasarkan dakwaan kombinasi pada dakwaan kesatu primer tidak terbukti, yang dakwaan yang terbukti dan diajukan didalam Tuntutan Penuntut Umum adalah dakwaan kesatu subsidair yaitu telah melanggar Pasal 5 Undang-Undang No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Jo Pasal 10 Undang-Undang No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP karena telah secara pasif melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang. Oleh karena Terdakwa terbukti melakukan perbuatan tesebut terdakwa dihukum pidana penjara selama 2 (dua) tahun dan 3 (tiga) bulan dan denda sebesar Rp.250.000.000.- (dua ratus lima puluh juta rupiah) jika denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 2 (dua) bulan.

Money laundering is a white collar crime in the banking sector, that the crime is committed by people who havce the education and in the high level of social and economic. In a provision of money laundering between the proceeds of crime with predicate crime be used as a single entity because it is very closely related.

This study aims to determine how the application of the prosecution on money laundering in case No. 269/Pid.Sus/2015/PN.Jkt.Sel with the defendant Ricky Oktogospel P of money laundering case. This study used normative juridical approach that studying library research (secondary data) that exist. The analytical method used in this study is a qualitative normative namely by processing and interpreting based on Decision and Regulations relating to research .


This Research conducted on the Decision No. 269 / Pid.Sus / 2015 / PN.Jkt.Sel obtained as follows : that the charges filed by the public prosecutor based the charges on a combination of primary first charge is not proven, the charges were proved and filed in the Prosecutor Demands general is the first charge that the subsidiary had violated Article 5 of Law No. 8 of 2010 on the Prevention and Combating of Money Laundering Jo Article 10 of Law No. 8 of 2010 on the Prevention and Combating of Money Laundering Jo . Article 64 paragraph ( 1 ) Criminal Code for having passively conduct of Money Laundering . Therefore the defendant guilty of acts and defendant was sentenced to imprisonment for two (2 ) years and three (3 ) months and a fine of Rp.250.000.000.- ( two hundred and fifty million rupiah ) if the fine is not paid to and will be replaced with imprisonment 2 ( two ) months .
623516054E1A011074PENJATUHAN PIDANA PENJARA TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL ANAK (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Pemalang Nomor: 10/Pid.Sus/2012/PN.Pml)
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana penjara terhadap anak pelaku tindak pidana kekerasan seksual anak dalam kasus Putusan Nomor: 10/Pid.Sus/2012/PN.Pml serta untuk mengetahui penjatuhan pidana penjara dalam kasus Putusan Nomor: 10/Pid.Sus/2012/PN.Pml. dapat memenuhi perlindungan terhadap anak pelaku tindak pidana kekerasan seksual anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendeksatan yuridis normatif. Data-data sekunder yang terkumpul diolah, disajikan, dan dianalisis secara kualitatif dengan penyajian data secara deskriptif.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perbuatan Terdakwa merupakan tindak pidana yang telah memenuhi unsur di dalam Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. Penjatuhan pidana penjara dalam kasus Putusan Nomor: 10/Pid.Sus/2012/PN.Pml. belum dapat memenuhi perlindungan terhadap anak pelaku tindak pidana kekerasan seksual anak karena pidana penjara menekankan pada pembalasan yang setimpal terhadap perbuatan serta memunculkan stigma negatif dalam masyarakat.
This research was conducted in order to determine the consideration of judges in imposing imprisonment of children criminal offender child sexual intercourse in decision of case No. 10/Pid.Sus/2012/PN.Pml and to investigate the imposition of imprisonment in decision of case No. 10/Pid.Sus/2012/PN.Pml can meet the protection of children criminal offender child sexual intercourse. The method used in this research is normative juridical approach. Secondary data collected was processed, presented and analyzed qualitatively with the presentation of descriptive data.
Based on the results of this research can be concluded that the actions of the defendant is a criminal offense that has met the elements in Article 82 of Law No. 23 of 2002 on Child Protection jo. Article 64 paragraph (1) Criminal Code. The imposition of imprisonment in decision of case No. 10/Pid.Sus/2012/PN.Pml can not meet the protection of children criminal offender child sexual intercourse because of imprisonment is a emphasis on retaliation which is equitable against the acts and bring a negative stigma in the society.
623616055E1A112077PENCEGAHAN TINDAK PIDANA KORUPSI DI KEJAKSAAN NEGERI PURBALINGGAABSTRAK
Korupsi di Indonesia tidak pernah menurun secara signifikan. Maraknya korupsi muncul karena pemberantasan korupsi di Indonesia selama ini terlalu mengedepankan proses pidana represif dan kurang mengedepankan pencegahan. Kejaksaan Negeri Purbalingga memiliki tanggung jawab dalam pemberantasan dan pencegahan tindak pidana korupsi di wilayah Kabupaten Purbalingga. Kabupaten Purbalingga merupakan daerah kabupaten/kota berkembang dan memiliki banyak proyek pembangunan daerah yang memiliki potensi terjadinya tindak pidana korupsi. Berdasarkan hal tersebut menimbulkan pertanyaan bagaimana pencegahan tindak pidana korupsi di Kejaksaan Negeri Purbalingga. Penelitian ini dilakukan dengan metode pendekatan yuridis sosiologis yaitu penelitian melalui kepustakaan maupun penelitian lapangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui upaya apa yang dilakukan Kejaksaan Negeri Purbalingga untuk mencegah tindak pidana korupsi serta mengkaji hambatan dalam pencegahan tindak pidana korupsi. Hasil penelitian bahwa upaya Kejaksaan Negeri Purbalingga dalam melakukan pencegahan tindak pidana korupsi yaitu dengan upaya preventif, represif dan edukatif. Upaya represif berupa penindakan terhadap perkara korupsi, preventif dengan pembentukan Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D), dan edukatif dengan melaksanakan kegiatan Penerangan/Penyuluhan Hukum Program Pembinaan Masyarakat Tertib Hukum (Binmatkum). Faktor penghambat pencegahan tindak pidana korupsi di Kejaksaan Negeri Purbalingga meliputi faktor hukumnya, faktor penegak hukum, faktor sarana dan fasilitas pendukung, faktor masyarakat dan faktor budaya.
kata kunci : Kejaksaan, Pencegahan, Tindak Pidana Korupsi.
ABSTRACK
In Indonesia, the case of corruption has never significantly declined. The increase of corruption cases happens to be the result of repressive legal process enforced in corruption eradication instead of prevention. State Court of Purbalingga in this case is responsible to eradicating and preventing corruption criminal act in the region of Purbalingga. The Regency of Purbalingga is a developing region where projects of regional development and construction are numerous so corruption criminal act is very potential to happen. In this case, questions rise on how the Attorney of Purbalingga State Court prevent corruption criminal act. This research has been conducted with the method of sociological judicial approach, which includes both library and field study. The purpose of this research is to find out the efforts employed by the State Attorney of Purbalingga in preventing corruption criminal act as well as to study the obstacles within. The result of the research reveals that the efforts employed by State Attorney of Purbalingga in preventing corruption criminal act incudes preventive, repressive and educative efforts. Repressive effort constitutes criminalization of corruption case; preventive effort constitutes the forming of ‘Tim Pengawal and Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah’ (safeguard and supervision team over government and regional development); and educative effort constitutes legal elucidation/illumination that includes the Program of Founding Legally Ordered Society (Binmatkum). The obstaces within these efforts in preventing corruption criminal act by State Attorney of Purbalingga includes legal factor, legal enforcement officers, supporting facility and medium, society and culture.
Keywords : Attorney, Prevention, Corruption.
623716059C1B009101PENGARUH RETURN ON ASSET, HARGA SAHAM, RESIDUAL INCOME, ECONOMIC VALUE ADDED, DAN MARKET VALUE ADDED TERHADAP RETURN SAHAMLaba merupakan instrumen yang sering digunakan untuk mengukur kinerja suatu perusahaan melalui laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan secara periode. Di mana di dalam informasi keuangan tersebut mencerminkan kondisi kesehatan perusahaan serta prospek perusahaan di masa yang akan datang.
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana pengaruh nilai ROA, Harga Saham, Residual Income, EVA, dan MVA terhadap Return Saham pada 18 perusahaan yang terdaftar di indeks LQ45 Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode Februari – Juli 2011 sampai dengan Agustus – Januari 2014 yang dapat digunakan oleh para investor untuk memilih investasi.
Data keuangan yang digunakan adalah laporan keuangan periode 2011 – 2014. Metode statistik Regresi Linear Berganda digunakan dalam penelitian ini untuk mengolah data dengan melihat signifikansi pengaruh dari variabel independen (ROA, Harga Saham, Residual Income, EVA, dan MVA) terhadap variabel dependen (Return Saham). Kemudian dilakukan pengujian secara simultan pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen.
Berdasarkan hasil analisis data dengan analisis Regresi Linear Berganda menunjukkan bahwa: (1) Variabel Return On Asset tidak berpengaruh terhadap Return Saham, (2) Variabel Harga Saham tidak berpengaruh terhadap Return Saham, (3) Variabel Residual Income berpengaruh positif terhadap Return Saham, (4) Variabel Economic Value Added berpengaruh positif terhadap Return Saham, dan (5) Variabel Market Value Added tidak berpengaruh terhadap Return Saham.
Implikasi dari kesimpulan di atas adalah para investor dapat menggunakan variabel Residual Income dan Economic Value Added sebagai acuan untuk memilih strategi investasi. Hal tersebut dikarenakan kedua variabel tersebut menunjukkan bahwa perusahaan dapat menghasilkan laba yang lebih tinggi dibandingkan dengan modalnya. Sehingga perusahaan dapat membagikan keuntungan bagi para investor karena adanya laba tersebut. Berarti perusahaan dapat menciptakan kinerja dan kondisi keuangan yang baik. Manajemen perusahaan juga dapat melakukan penghapusan proyek-proyek yang tidak memiliki prospek yang baik serta memilih proyek-proyek dengan return yang tinggi untuk meningkatkan laba perusahaan.
Profit is an instrument that is often used to measure the performance of a company through the financial statements published by the company in the period. Where in such financial information reflects the health condition of the company and the company's prospects in the future.
This study is intended to determine how to influence the value of ROA, Stock Price, Residual Income, EVA and MVA to Return Shares in 18 companies listed in LQ45 Indonesian Stock Exchange (BEI) during the period from February to July 2011 to August to January 2014 can be used by investors to choose investments.
The financial data used are the financial statements of the period 2011 - 2014. Linear Regression Statistical methods used in this study to process the data with the significance of the influence of the independent variable (ROA, Stock Price, Residual Income, EVA and MVA) to the dependent variable (Return Stock). Then testing the simultaneous influence of the independent variable on the dependent variable.
Based on the analysis of data to the analysis of linear regression showed that: (1) Variable Return On Asset no effect on Stock Return, (2) Variable stock price has no effect on Stock Return, (3) Variable Residual Income positive influence on Stock Return, ( 4) variable Economic Value Added positive influence on Stock Return, and (5) Market Value Added variable does not affect the Stock Return.
The implication of this conclusion is that investors can use variables Residual Income and Economic Value Added as a reference for selecting investment strategies. That is because the two variables shows that the company can generate higher returns compared to their capital. So the company can distribute profits to investors for their profits so. Means the company can create performance and good financial condition. The management company can also perform the elimination of projects that do not have good prospects as well as select projects with high returns to increase its profit.
623816056H1H010030INTENSITAS DAN PREVALENSI NEMATODA ANGUILLICOLA PADA SIDAT (Anguilla sp.) HASIL TANGKAPAN DI DAERAH NUSAWUNGU, KABUPATEN CILACAPSidat adalah komoditas ekspor yang penting di Indonesia dikarenakan tingginya permintaan pasar dari beberapa negara lain. Infeksi parasit dapat menghambat kegiatan budidaya Sidat. Nematoda anguillicola adalah parasit yang secara spesifik menginfeksi organ swimbladder pada Sidat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat infeksi nematoda anguillicola pada Sidat hasil tangkapan di daerah Nusawungu, Kabupaten Cilacap berdasarkan intensitas dan prevalensi. Sampel Sidat diambil dari pengepul lokal pada Bulan Maret 2015 (86 ekor), April 2015 (69 ekor) dan Maret 2016 (70 ekor). Sampel dibawa ke laboratorium, dimatikan, dibedah, dan diamati gelembung renangnya. Anguillicola yang ditemukan diamati menggunakan mikroskop dan dihitung jumlahnya. Hasil penelitian ini menunjukan anguillicola menginfeksi sidat dari daerah Nusawungu, Kabupaten Cilacap dengan intensitas 1 – 1,86 (kisaran 1 – 4 infeksi parasit per individu terinfeksi) dan prevalensi infeksi sebesar 1,45% – 10%.Eel is important export comodity in Indonesia due to high market demand from other countries. Parasite infection can be obstruct eel culture productivity. Nematode of anguillicola is one of parasite that attack eel swimbladder specifically. This study aimed to know level of anguillicola infection in eel captured at Nusawungu, Kabupaten Cilacap base of its intensity and prevalence. Sample of eel was taken from local collector in March 2015 (86 individual), April 2015 (68 individual), and March 2016 (70 individual). Sample was transported to laboratory, killed, dissected, and its swim bladder was observed for anguillicola infection. The nematode was examinated under microscope and counted. Research result showed that eel captured at Nusawungu was infected by anguillicola at intensity of 1 – 1,86 (1 – 4 parasite per individual infected eel) and prevalence of 1,45% - 10%.
623916057C1B009081PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP PREDIKSI PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN DAGANG YANG TERDAFTAR
DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2012 – 2014
Penelitian ini berjudul: “Pengaruh Keuangan Terhadap Prediksi Perubahan Laba Pada Perusahaan Dagang Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012–2014”. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh current ratio, debt to equity ratio, net profit margin, dan total assets turnover terhadap perubahan laba pada perusahaan dagang yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012–2014. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan regresi berganda.
Hasil penelitian menunjukkan: 1) Current Ratio tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan laba, sehingga hipotesis pertama ditolak, 2) Debt to Equity Ratio tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan laba, sehingga hipotesis kedua ditolak, 3) Net Profit Margin berpengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan laba, sehingga hipotesis ketiga diterima, 4) Total Asset Turnover berpengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan laba, sehingga hipotesis keempat diterima, 5) Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Net Profit Margin, dan Total Assets Turnover secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan laba, sehingga hipotesis kelima diterima.
This research entitled: "The Influence of Financial Ratios Towards Prediction of Profit Changes On Trading Company Listed in Indonesia Stock Exchange Year 2012 - 2014". The purpose of research is to find out the influence of current ratio, debt to equity ratio, net profit margin, and total asset turnover to changes profit in trading companies listed on the Indonesian Stock Exchange (BEI) in 2012-2014. The object of research is trading company listed on BEI. The sampling method using purposive sampling. Data were analyzed using multiple regression.
The results showed that: 1) Current Ratio have no significant effect on profit changes, so the first hypothesis was rejected. 2) Debt to Equity Ratio have no significant effect on profit changes, so the second hypothesis was rejected. 3) Net Profit Margin have significant effect on profit changes, so the third hypothesis was accepted. 4) Total Assets Turnover have significant effect on profit changes, so the fourth hypothesis is accepted, 5) Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Net Profit Margin, and Total Assets Turnover simultantly have significant effect on profit changes, so the fifith hypothesis was accepted,
624016058C1J009049COMPARATIVE ANALYSIS OF INCOME FARMING FARMING SOYBEAN WITH MUNGBEAN IN VILLAGE KLAPAGADING KULON WANGON DISTRICT DISTRICT BANYUMAS.Penelitian ini berjudul: ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN USAHATANI KEDELAI DENGAN USAHATANI KACANG HIJAU di DESA KLAPAGADINGKULON KECAMATAN WANGON KABUPATEN BANYUMAS. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaaan pendapatan antara usahatani kedelai dan usahatani kacang hijau di Desa Klapagading Kulon Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas dan untuk menganalisis pendapatan rumah tangga petani kedelai dan petani kacang hijau dalam kaitanya pemenuhan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Desa Klapagading Kulon Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas.
Metode yang digunakan yaitu metode survey, pengambilan data primer melalui wawancara dengan petani sampel 50 orang (25 usahatani kedelai dan 25 usahatani kacang hijau . Alat analisis yang digunakan adalah analisa tabulasi dan uji t,
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara tingkat pendapatan usahatani kedelai dengan usahatani kacang hijau. Tingkat Pendapatan Rumah Tangga Petani Kedelai dan Petani Kacang Hijau di Desa Klapagading Kulon belum memenuhi standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Kabupaten Banyumas 2016.
Diharapkan petani agar dapat meningkatkan pendapatannya dan memperhatikan kualitas hasil produksinya baik dalam usahatani kedelai maupun usahatani kacang hijau. Dalam upaya untuk memenuhi standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL), petani hendaknya memiliki sumber pendapatan lain, supaya pendapataan total yang diperoleh dapat optimal demi memenuhi kebutuhan hidup selama satu tahun secara layak.

The research titled: COMPARATIVE ANALYSIS OF INCOME FARMING FARMING SOYBEAN WITH MUNGBEAN IN VILLAGE KLAPAGADING KULON Wangon DISTRICT DISTRICT BANYUMAS. The purpose of this study was to analyze the differences in income between soybean and farming mungbeans in the village Klapagading Kulon District of Wangon Banyumas and to analyze the household income soybean farmers and growers of mungbeans in relation fulfillment Living Needs (KHL) in the village of Klapagading Kulon District of Wangon Banyumas.
The method used is the method of survey, primary data collection through interviews with farmers in a sample of 50 people (25 and 25 soybean farming mungbeans. The analytical tool used is the tabulation and analysis of the t test,
Based on the farm results of this study concluded that there is no a significant difference between the income level of farm soy beans and mungbean .level Soybean Farmer Household Income and mungbean Farmers in the village Klapagading Kulon not yet meet the standards of the Living Needs (KHL) Banyumas, 2016.
Expected farmers to increase its income by paying attention to the quality of their products in both soybean and mungbean farming. In an effort to meet the needs of decent living (KHL), farmers should have other sources of income earne, so that the total income earned to be optimal in order to meet necessities of life for a year is feasible.