Artikelilmiahs

Menampilkan 6.021-6.040 dari 48.844 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
602115853C1C012102PENGARUH SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DAN IMPLEMENTASI GOOD UNIVERSITY GOVERNANCE TERHADAP LUAS RUANG LINGKUP AUDIT INTERNAL PADA PERGURUAN TINGGI NON DEPARTEMEN KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGIPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan pengaruh sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP), implementasi good university governance (GUG) terhadap luas ruang lingkup audit internal, khususnya di perguruan tinggi non Departemen Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan SPIP yang tidak optimal pada pengelolaan perguruan tinggi seperti pada pengamanan aset negara. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling yang berarti sampel dari ketiga objek pada populasi dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Uji kualitas data, uji asumsi klasik (normalitas, autokorelasi, heterokedastisitas, dan multikolinearitas) dan regresi linier berganda sebagai metode analisisnya. Penelitian ini merumuskan tiga hipotesis yaitu pengaruh sistem pengendalian intern dan implementasi GUG secara simultan dan secara parsial. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa luas ruang lingkup audit internal khususnya di STIP, PKN-STAN, dan UIN Syarif Hidayatullah, dipengaruhi oleh satu faktor yaitu sistem pengendalian intern pemerintah baik secara simultan dan parsial. Implikasi: setiap manajemen dan satuan pengawas intern perguruan tinggi di STIP, PKN-STAN, dan UIN Syarif Hidayatullah harus meningkatkan penerapan SPIP agar pelaksanaannya semakin baik. SPIP yang baik seharusnya melaksanakan kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. This study aims to analyze and to describe the relation of internal control system of government and the implementation of good university governance when they gather influence broad scope of internal audit, especially in non – departmental ministerial technology research and higher education colleges. One issue of concern is the implementation of internal control system of the Government is not optimal on the management of the College such as securing the assets of the country. Sample was selected using purposive sampling technic which means samples of three objects in population were selected based on certain criteria. This research use data quality test, the assumptions of classical test (such as normality, autocorrelation, heterocedasticity, and multicollinearity) and multiple linear regression as its analysis method.
This study formulated three hypothesis that the influence of the internal control system and implementation GUG simultaneously and partially. Implications: each management and internal controller unit in STIP, PKN-STAN, and UIN Syarif Hidayatullah must improve the application of internal control system of government for better implementation. In addition, good internal control system of government should implement effective and efficient activity, reliable financial report, and adherence to legislation.
602215844H1L012043SISTEM INFORMASI BATU AKIK KHAS PURBALINGGA BERBASIS WEBPurbalingga adalah kota yang memiliki banyak keindahan alam serta memiliki banyak ciri khas, salah satunya batu akik khas Purbalinggayaitu klawing. Permasalahan yang ada pada pengolahan informasi batu akik khas Purbalingga adalah informasi yang sulit didapat, data-data yang sering tercecer, terselip, bahkan hilang. Solusi dari permasalahan diatas yaitu dengan cara mengkomputerisasikan pengolahan informasi batu akik. Penelitian ini berhasil merancang dan membangun sebuah sistem informasi yang dapat memberikan informasi tentang batu akik khas Purbalingga. Sistem informasi batu akik khas Purbalingga berbasis web memiliki fitur location based service, dan dapat berjalan pada android,sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengetahui letak dari pengrajin, penjual, serta sumber dari batu akik tersebut. Bahasa pemrograman yang dipakai pada pembuatan Sistem Informasi Batu Akik Khas Purbalingga Berbasis Webantara lain; HTML, PHP, JavaScript dan menggunakan metode pengembangan waterfall.Purbalingga is a city that has a lot of natural beauty and has many characteristic, one typical of Purbalingga gem stone namely klawing. Existing problems in information processing of typical Purbalingga gem stone is a hard-earned information, data are often scattered, tucked away, even missing. The solution of the problem by means of computerized information processing. This research successfully designing and building an information system that can provide information about typical of Purbalingga gem stone. Purbalingga gem stone web based information sytemfeatures location based service, and it can run on android. so that people can easily find out the location of the craftsmen, the seller, as well asthe source of the agate. The programming language used in the creation of Purbalingga gem stone web based information sytem is HTML, PHP, JavaScript and using the method of development of waterfall.
602315845F1D012009PERAN ELIT DESA DALAM IMPLEMENTASI PERDA KABUPATEN CIAMIS NO. 22 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN HUTAN HAK DI DESA KARANGPANINGAL KABUPATEN CIAMISJudul penelitian ini adalah Peran Elit Desa dalam Implementasi Perda Kabupaten Ciamis No 22 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Hutan Hak Di Desa Karangpaningal Kabupaten Ciamis. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mengetahui peran elit desa dalam implementasi Perda No 22 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Hutan Hak, serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dalam proses implementasi di Desa Karangpaningal, Kabupaten Ciamis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Elit formal Desa Karangpaningal terdiri dari Kepala Desa, BPD, dan struktur pemerintah di bawahnya. Tetapi di pihak lain pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dengan hanya mengandalkan elit formal saja. Elit informal seperti Kuncen, Kepala Adat, dan Karangtaruna merupakan kekuatan penggerak (driving force). Dalam hal ini, desa sebagai struktur paling rendah dalam tubuh pemerintahan membuat elit desa Karangpaningal menjadi objek yang dipengaruhi dan dipaksa untuk menjalankan Perda Kab. Ciamis No 22 Tahun 2011.
Dalam hal ini peran yang melekat pada setiap elit desa memiliki power serta pengaruh yang berbeda antara satu elit dengan elit yang lainnya. Seperti halnya melalui wewenangnya sebagai kepala desa maka dia membentuk lembaga kemasyarakatan yang bernama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Giri Mulya sebagai akibat dari adanya pengaruh dari Perhutani (eksternal). Peran BPD yaitu menampung dan penyalur aspirasi masyarakat. Peran kuncen yang dominan dalam memimpin masyarakat Adat Kuta dan mengelola hutan hak Adat Kuta sehingga kekuasaan kuncen berada di atas kepala desa. Ketua adat berperan menciptakan situasi kampung dan hutan hak Adat Kuta yang kondusif dan lestari dengan berkoordinasi dengan sesepuh, kuncen dan pemerintah desa. Karangtaruna berperan menjalin kemitraan dengan pihak luar yang memiliki kepentingan terhadap Kuta seperti Paguyuban Nonoman Galuh dan mahasiswa KKN Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Elit desa Karangpaningal menghadapi berbagai hambatan dalam proses implementasi Perda tersebut yaitu kurangnya komunikasi antar pihak yang terkait dalam implementasi, kurangnya dukungan sumber daya, dan rumitnya struktur birokrasi dalam proses implementasi. Adapun faktor pendorong yang ada pada elit formal yaitu, adanya apresiasi dari kepala desa, fungsi BPD sebagai penyalur aspirasi masyarakat, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Giri Mulya, pendampingan oleh Dinas Kehutanan dan Perhutani. Sedangkan pendorong dari elit informal yaitu budaya dan kearifan lokal Dusun Adat Kuta, kekuatan karismatik kuncen, serta terjalinnya kemitraan dengan beberapa pihak.


The title of this research is the role of the elite village in Ciamis District Implementation Regulation No. 22 Year 2011 on Forest Management Rights Karangpaningal In the village of Ciamis District. This study aims to understand and acknowledge the role of the village elite in the implementation of Regulation No. 22 Year 2011 on Forest Management Rights, as well as determine the factors that affect the implementation process in the village Karangpaningal, Ciamis District. The method used is a qualitative method using a phenomenological approach.
The results showed that formal elite Karangpaningal village consists of the Village Head, BPD, and the government structures underneath. But on the other hand the government can not work alone with only rely on formal elite only. Informal elite like Kuncen, Customary Chief and Karangtaruna an important driving force (driving force). In this case, the structure of the village as the lowest in the government to make the village elite Karangpaningal into objects to be affected and forced to run Regulation Kab. Ciamis No. 22 of 2011.
In this case the role attached to each village elite have different power and influence among the elite of the elite the other. As well as through his authority as head of the village so he formed a community institution called Forest Village Community Institution (LMDH) Giri Mulya as a result of the influence of Perhutani (external). BPD role that is accommodating and channeling the aspirations of the people. Kuncen dominant role in leading and managing people Adat Kuta Kuta Indigenous forest rights so kuncen power is above the village head. Chairman of the role of indigenous forests and villages to create a situation of Indigenous rights Kuta conducive and sustainable coordination with the elders, kuncen and officials. Karangtaruna instrumental partnerships with outside parties who have an interest in such Kuta Galuh Nonoman Society and student service learning Indonesian Education University (UPI). Karangpaningal village elite faced various obstacles in the implementation process of the regulation, namely the lack of communication between the parties involved in the implementation, lack of support resources, and the complexity of the bureaucratic structures in the implementation process. The driving factors that exist in formal elite, namely, that the appreciation of the village head, the function of BPD as the voice of the public, Forest Village Community Institution (LMDH) Giri Mulya, assistance by the Forest Service and Perhutani. While driving from informal elite culture and local wisdom that Hamlet Adat Kuta, kuncen charismatic force, and to forge partnerships with several parties.

602415846G1G010006PENGARUH PERBEDAAN WAKTU NITRIDASI ION
TERHADAP KEKUATAN TEKAN IMPLAN GIGI
TITANIUM (Ti-6Al-4V)
Nitridasi ion merupakan proses pelapisan biomaterial untuk memperbaiki sifat mekanik, khususnya untuk meningkatkan kekerasan dan ketahanan korosi. Pemakaian biomaterial yang biasanya digunakan untuk implan gigi adalah Ti-6Al-4V. Ti-6Al-4V adalah logam yang tersusun oleh 90% atom titanium, 6% atom aluminium, 4% atom vanadium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan waktu nitridasi ion terhadap kekuatan tekan implan gigi titanium (Ti-6Al-4V). Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan rancangan penelitian post test only control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah total 20 sampel terbagi menjadi 5 kelompok yaitu 4 kelompok perlakuan dan 1 kelompok kontrol. Bentuk sampel persegi berukuran 11 x13 x 1,4 mm. Sampel diberikan perlakuan nitridasi ion dengan variasi waktu: kelompok A: 1 jam, kelompok B: 2 jam, kelompok C: 3 jam, kelompok D: 4 jam, dan kelompok E sebagai kelompok kontrol, kemudian semua kelompok direndam dengan Simulated Body Fluids (SBF) pada pH 2 selama 7 hari. Subjek penelitian selanjutnya dilakukan uji kekuatan tekan menggunakan Universal Testing Machine. Hasil uji kekuatan tekan didapatkan nilai rerata kelompok A: 104,90 Mpa, kelompok B: 105,64 Mpa, kelompok C: 106,22 Mpa, kelompok D: 106,69 Mpa, dan kelompok E: 104,21 Mpa. Hasil uji ANOVA satu jalur didapatkan nilai p = 0,000 (p<0,05) yang menunjukkan terdapat pengaruh perbedaan waktu nitridasi ion terhadap kekuatan tekan implan gigi titanium (Ti-6Al-4V). Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh perbedaan waktu nitridasi ion selama 1 jam, 2 jam, 3 jam, dan 4 jam terhadap kekuatan tekan implan gigi titanium (Ti-6Al-4V). Hasil nitridasi ion tertinggi diperoleh selama 4 jam dengan kekuatan tekan sebesar 106,69 Mpa.Ion nitriding is a biomaterial coating process to improve mechanical properties, especially to increase the hardness and corrosion resistance. Ti-6Al-4V is the most widely used titanium alloy for dental implants. Ti-6Al-4V consist of 90% titanium atoms, 6% aluminum atoms, and 4% vanadium atoms. The aim of the study was to determine the effect of different ion nitriding time on the compressive strength of titanium dental implant (Ti-6Al-4V). The type of research was an experimental laboratory with post-test only control group design. Sampling technique used simple random sampling with 20 box sized samples (11 x13 x 1.4 mm) were randomly divided into 5 groups, 4 groups as treatment groups and 1 group as control group. Ion nitriding was done in various time for each group: group A: 1 hour, group B: 2 hours, group C: 3 hours, group D: 4 hours, and group E as control group, respectively. The samples was then soaked with Simulated Body Fluids (SBF, pH=2) for 7 days. The compressive strength was determined with Universal Testing Machine. Compressive strength test results: group A: 104.90 Mpa, group B: 105.64 Mpa, group C: 106.22 Mpa, group D: 106.69 Mpa, and group E: 104.21 Mpa. One-way ANOVA revealed that p = 0,000 (p<0.05) there was significant differences ion nitriding time on the compressive strength of titanium dental implant (Ti-6Al-4V). Based on data analysis can be concluded that there was significant differences ion nitriding time 1 hour, 2 hours, 3 hours, and 4 hours on the compressive strength of titanium dental implant (Ti-6Al-4V). The highest ion nitriding time was 4 hours with 106.69 Mpa compressive strength result.
602515850E1A011239KEWENANGAN MEMOHON PAILIT PERUSAHAAN EFEK(Studi terhadap putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat Nomor 8/Pdt.Sus/Pailit/2015/PN.Niaga.Jak.Pusat.)PT. Andalan Artha Advisido Sekuritas (AAA Sekuritas) yang merupakan perusahaan efek pada 29 April 2015 dimohonkan pernyataan pailit oleh dua orang krediturnya yang bernama Ghozi Muhammad dan Ahmad Gozi Harhara. Permohonan tersebut didasari dengan utang sebesar Rp 24 milyar akibat perjanjian Repurchasement Agreement (Repo). Perkara ini telah didaftarkan oleh pemohon ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dengan nomor register perkara 08/Pdt.Sus.PAILIT/2015/PN.Niaga.Jkt.Pusat dan telah memiliki kekuatan hukum tetap. Permohonan pernyataan pailit diatur dalam Undang – undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Pasal 2. Pasal 2 ayat (4) menyatakan apabila debitor (termohon pailit) adalah Perusahaan Efek, Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, permohonan pernyataan pailit hanya dapat diajukan oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK). Lahirnya Otoritas jasa Keuangan (OJK) dengan disahkannya Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011 mengambil alih beberapa fungsi dan kewenangan lembaga lain, salah satunya adalah seluruh fungsi dari BAPEPAM-LK.
Penelitian ini disusun menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan menggambarkan suatu objek atau peristiwa. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa buku-buku literatur, peraturan perundang-undangan, dokumen resmi, dan situs-situs internet dengan cara studi pustaka, yaitu dengan menginventarisasi data-data tersebut yang kemudian disajikan dalam bentuk uraian sistematis dan dengan menggunakan data primer berupa wawancara dengan hakim ketua majelis yang memeriksa dan memutus perkara tersebut yaitu bapak Tito Suhud,S.H. Data-data yang diperoleh dianalisa dan dijabarkan berdasarkan norma hukum yang berkaitan dengan objek penelitian.
Tulisan ini mengkaji pertimbangan hukum Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam mengabulkan permohonan pernyataan pailit terhadap PT. AAA Sekuritas pada putusan Nomor: 08/PAILIT/2015/PN.NIAGA.JKT.PST. didasarkan pada ketentuan Pasal 2 ayat (4) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU yang mengatur mengenai pihak yang berhak memohon pailit perusahaan efek.
PT . Andalan Artha Securities Advisido ( AAA Securities ), which is a securities company on 29 April 2015, applied for a declaration of bankruptcy by their two creditors named Ghozi Muhammad and Ahmad Gozi Harhara. The petition is based on the debt of Rp 24 billion due to the agreement Re-purchasement Agreement (Repo). This case was registered by the applicant to the Central Jakarta Commercial Court with case register number 08/Pdt.Sus.PAILIT/2015/PN.Niaga.Jkt.Pusat and has had permanent legal force. Request for a declaration of bankruptcy stipulated in Law No. 37 of 2004 on Bankruptcy and Suspension of Payment (PKPU) of Article 2. Article 2 ( 4 ) states if the debtor (defendant bankruptcy) is a securities company, the Stock Exchange, Clearing and Guarantee , Depository and Settlement, request bankruptcy declaration can only be submitted by the Capital Market Supervisory Agency and Financial institution ( Bapepam - LK ) . Birth of the Financial Services Authority (FSA) in 2011 by Law No. 21 of 2011 to take over some of the functions and authority of other institutions, one of which is the whole function of Bapepam - LK.

This research is compiled using normative juridical approach to describe an object or event. The data used are secondary data from literature books, legislation, official documents and internet sites by way of literature study, with an inventory of these data then presented in the form of systematic description and using the primary data in the form of interview with the presiding judge who examine and decide the case, Mr. Tito Suhud, S.H., The data obtained were analyzed and elaborated by legal norms relating to the object of research .

This article examines the legal considerations Judge of the Commercial Court at Central Jakarta District Court granted the petition in bankruptcy declaration against PT . AAA Securities in decision No. 08 BANKRUPTCY/2015/PN.NIAGA.JKT.PST. based on the provisions of Article 2 (4 ) of Law No. 37 of 2004 on Bankruptcy and PKPU governing party entitled to invoke bankruptcy of securities companies .
602615849F1B011048Implementasi program pendidikan inklusi di SD Negeri 1 tanjung dan SD Negeri 5 Arcawinangun kabupaten banyumasProgram Pendidikan Inklusi adalah salah satu program yang dibuat untuk mengatasi permasalahan minimnya pelayanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana implementasi kebijakan pendidikan inklusi di SD Negeri 1 Tanjung dan SDN 5 Arcawinangun, Kabupaten Banyumas. Metode penelitan yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Pemilihan informan dilakukan menggunakan purposive sampling sedangkan data yang diperoleh berasal dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan What’s Happening dari Ripley. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa SD Negeri 1 Tanjung dan SD Negeri 5 Arcawinangun belum melibatkan pihak swasta dalam mengimplementasikan program pendidikan inklusi. Kemudian masih kurang kejelasan pemerintah dalam melaksanakan pendidikan inklusi karena belum ada peraturan secara tertulis. Tetapi dalam pelaksanaannya tidak berjalan baik, ada beberapa faktor yang menghalangi yaitu faktor anggran, SDM serta sarana dan prasarana. Sedangkan koordinasi antara aktor implementasi dan sasaran implementasi dan partisipasi dari seluruh unit pemerintah sudah baik.Inclusive program is a kind of program that is proposed to solve the problem of lack education for special children. The purpose of this research is how the implementation of government’s policy about the inclusive program in SDN 1 Tanjung and SDN 5 Arcawinangun, Banyumas Regency. Research method that is used descriptive-qualitative method. The informant is chosen by using purposive sampling, and the data is collected from the primary and secondary data. The data collecting is done by having a deeply interview, observation, and documentation. The results of this study showed that of the five indicators studied, SD Negeri 1 Tanjung and SD Negeri 5 Arcawinangun still involve the private sector in implementing inclusive education program. There is still a lack of clarity of government in implementing inclusive education and still no rules in writing. Problems and uncontrollable factors of the implementation of inclusion education program is in terms of budget, human resources and infrastructure. Coordination between the actor and the target and the participation of all government units has been good enough.
602715848A1L111031EVALUASI KEMAMPUAN LAHAN KERING UNTUK PERTANIAN BERKELANJUTAN DI KECAMATAN REMBANG KABUPATEN PURBALINGGA, JAWA TENGAHPenelitian ini bertujuan untuk menentukan kemampuan lahan, mengetahui faktor pembatas yang mempengaruhi kemampuan lahan, dan menentukan arahan pertanian berkelanjutan di daerah penelitian Kecamatan Rembang, Purbalingga. Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai Desember 2015 di Kecamatan Rembang, Metode ini menggunakan metode survei, dengan pendekatan Satuan Lahan Homogen (SLH). SLH dibuat berdasarkan hasil tumpang tepat (overlay) dari Peta Kelas Lereng, Peta Jenis Tanah, dan Peta Penggunaan Lahan. Purbalingga menggunakan analisis kemampuan lahan berdasarkan faktor-faktor penghambat, meliputi tekstur tanah, kemiringan lereng, kedalaman efektif tanah, drainase, keadaan erosi tanah, batuan permukaan dan ancaman banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kemampuan lahan di Kecamatan Rembang terdiri dari 5 kelas yaitu kelas II dengan faktor penghambat lereng dan batuan; kelas III dengan faktor penghambat lereng, batuan, kedalaman efektif tanah, dan drainase; kelas IV dengan faktor penghambat lereng dan drainase; kelas VI dengan faktor penghambat lereng, erosi dan drainase, dan kelas VII dengan faktor penghambat lereng, erosi dan batuan, yang mengakibatkan adanya penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan kapasitas kemampuan lahan yaitu penggunaan lahan pada kelas VI dan VII.This research aimed to determine the land capability class, discover the limiting factors that affect the land capability, and also to determine the direction of sustainable agriculture in Rembang sub district, Purbalingga. This research was conducted from September until December 2015 in Rembang sub district. This method used the survey method, with the approach of Homogeneous Land Unit (SLH). SLH based on the results right overlap (overlay) of Class Slope map, Map Types of Soil and Land Use Map. Purbalingga land using capability analysis based on the inhibiting factors, includes soil texture, slope, effective soil depth, drainage, soil erosion circumstances, rocks and the threat of flooding. The result shows that the land capability class in Rembang Sub district consists of four classes, namelyclass III with slope, inhibiting effective depth, surface rocks, and drainage factor, class IV with slope, drainage, and,erosion factor; class VI with inhibiting effective depth, slope, erotion and drainage factor, and class VII with slope and erotion factor which resulting in the use of land that's not in accordance with the land capacity which is the use of mixed garden and bush.
602815859H1B012036PENGELOMPOKAN KECAMATAN BERDASARKAN VARIABEL SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN BANYUMAS DENGAN METODE BOTTOM-UP, TOP-DOWN DAN HYBRID HIERARCHICAL CLUSTERING MELALUI MUTUAL CLUSTERKeanekaragaman sumber daya membuat potensi sumber daya setiap daerah berbeda-beda, khususnya pada sektor pertanian di Kabupaten Banyumas. Oleh karena itu, agar pengembangan produksi komoditas pertanian daerah dapat dimaksimalkan, pemerintah daerah harus mengetahui potensi daerahnya tersebut. Potensi komoditas sektor pertanian di daerah tersebut dapat diidentifikasi dengan menggunakan analisis pengelompokan. Salah satu metode analisis kelompok adalah metode hybrid hierarchical clustering melalui mutual cluster yang mengkombinasikan kelebihan metode bottom-up clustering (agglomerative) dan top-down clustering (k-means). Mutual cluster sendiri adalah sekelompok obyek yang jarak terbesar antar obyek dalam kelompok lebih kecil dari pada jarak terdekat di luar kelompok. Pada penelitian ini, mutual cluster yang terbentuk sebanyak 8 buah. Jumlah pengelompokkan terbaik menggunakan metode bottom-up clustering, top-down clustering dan hybrid hierarchical clustering melalui mutual cluster diperoleh sebanyak 9 kelompok. Jumlah pengelompokkan terbaik didasarkan pada kriteria nilai internal homogeneity (Sw) dan external homogeneity (Sb). Dari ketiga metode pengelompokkan, metode bottom-up clustering dan hybrid hierarchical clustering melalui mutual cluster merupakan metode yang cocok digunakan untuk pengelompokkan kecamatan di Kabupaten Banyumas berdasarkan sektor pertanian.Diversity of resources creates a different potential source of potential for each region, especially in the agricultural sector in Banyumas. Therefore, in order that the development of regional agricultural commodity production can be maximized, local governments need to know the potential of the area. Potential agricultural commodities in the area can be identified using clustering analysis. One kind of group analysis method is a hybrid method hierarchical clustering via mutual that combines the strength of bottom-up clustering method (agglomerative) and top-down clustering (k-means). Mutual cluster is a group of objects which the largest distance between objects in the group is smaller than the shortest distance outside the group. In this reseacrh, mutual cluster formed being 8 units. Total of best grouping were used bottom-up clustering method, top-down clustering and hybrid hierarchical clustering via mutual cluster gained as much as 9 groups. Amount of best grouping criteria are based on the value of internal homogeneity (Sw) and external homogeneity (Sb). Of the three methods of grouping, bottom-up clustering method and hybrid hierarchical clustering via mutual cluster is a suitable method used for grouping districts in Banyumas based agriculture.
602915851A1L111003KAJIAN ZEOLIT ALAM PADA BERBAGAI DIAMETER UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PENJERAPAN NPenelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui sifat kimia kombinasi zeolit – urea di dalam medium tanah sebelum dan sesudah pelindian dan 2) mendapatkan diameter zeolit dan ukuran bahan pupuk yang efektif untuk menjerap N - urea. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Karangwangkal, Purwokerto dan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Karangwangkal, Purwokerto. Penelitian ini berlangsung selama lima bulan dan dilaksanakan pada Mei sampai dengan Oktober 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan, yaitu diameter zeolit alam terdiri atas 5 aras: 1,50, 1,00, 0,50, 0,25, 0,15 mm atau berukuran: 5,0, 16,0, 30,0, 60,0 100,0 mesh dan diameter pupuk N - Zeolit granul terdiri atas 2 aras yaitu 0,5 – 2,0 mm dan 2,0 – 4,0 mm.. Variabel yang diamati adalah sifat kimia tanah sebelum dan sesudah pelindian, sifat kimia air setelah pelindian dan efisiensi N. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kecil ukuran zeolit dengan diameter pupuk halus dan kasar menurunkan pH2O dan meningkatkan DHL tanah. Semakin kecil ukuran zeolit dengan diameter pupuk halus mampu meningkatkan kemampuan jerapan unsur N dan mampu mengurangi laju penguapan N.
This study aims to: 1) knowing the chemical properties of the combination of zeolite - urea in the medium soil before and after leaching and 2) get a diameter zeolite and the size of the effective fertilizer material to adsorb N - urea. This research was conducted in the greenhouse of Faculty of Agriculture, University of General Sudirman, Karangwangkal, Purwokerto and in the Laboratory of Soil Science, Faculty of Agriculture, University of General Sudirman, Karangwangkal, Purwokerto. The study lasted five months and was carried out in May 2015 to October 2015. This study used a completely randomized design (CRD) with two factors and three replications, ie the diameter of the natural zeolite consisting of five levels: 1.50, 1.00 , 0.50, 0.25, 0.15 mm or size: 5.0, 16.0, 30.0, 60.0 and 100.0 mesh diameter N fertilizer - Zeolite granules consist of two levels, namely 0.5 – 2.0 mm and 2.0 – 4.0 mm. The variables measured were soil chemical properties before and after leaching, chemical properties of water after leaching and efficiency N. The results showed that the smaller diameter zeolite with smooth fertilizer capable of decrease pH2O and EC of soil. The smaller the size of the zeolite with a fine fertilizer can improve sorption capability of N and were able to reduce the rate of N evaporation.
603015852H1F010038GEOLOGI DAN STUDI ALTERASI-MINERALISASI DAERAH HARGEREJO DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BAGELEN, KABUPATEN PURWOREJO, JAWA TENGAH
Daerah Hargerejo berada di sisi barat pegunungan Kulonprogo. Daerah ini memiliki litologi berupa satuan breksi andesit, satuan intrusi andesit, satuan intrusi dasit, satuan endapan alluvial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji alterasi dan mineralisasi berdasarkan data XRD (X-ray diffraction), XRF (X-ray fluorescence), AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer), petrografi, mineragrafi untuk mengetahui tipe endapan mineralnya.
Alterasi pada daerah penelitian dijumpai 4 zona, yaitu Zona Kuarsa + Albit + Klorit + Kalsit, Zona Kuarsa + Muskovit + Monmorilonit, Zona Kuarsa + Kaolin + Muskovit + Monmorilonit dan Zona Silisifikasi. Mineralisasi yang terjadi merupakan mineralisasi logam dasar (Pb, Zn, Cu) dan Ag, Au. Mineral bijih yang dapat ditemukan antara lain pirit, kalkopirit, sfalerit, molibdenit, magnetit, malakit. Dari semua hasil analisis dapat disimpulkan bahwa endapan mineral yang terjadi adalah endapan epitermal sulfidasi tinggi.
Hargerejo area is located on the western part of Kulonprogo Mountain. This area is composed of several lithology that andesite breccia, andesite intrusion, dacitic intrusion and alluvial deposits. Aims of research is pertaining to alteration and mineralization base on XRD (X-ray diffraction), XRF( X-ray fluorescence), AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer), petrography and mineragraphy which correlated with type of mineral deposits.
Alteration in research area was found such as 4 zone, i.e. zone of quartz + chlorite+calcite+albit, zone of quartz+muscovite+montmorillonit, Zone of quartz+kaoline+muscovite+monmorilonit and Zone of Sillisification. The mineralization occurs is base metals (Pb, Zn, Cu) and Ag, Au. Ore minerals have been found such as pyrite, sphalerite, chalcopyrity, molybdenite, magnetite, malachite. Based on all of analysis that it can be sum up that type of mineral deposits in research area is high sulfidation epitermal deposits.
603115855A1L011159SELEKSI KLON KENTANG HASIL MUTASI G2 DI DATARAN MEDIUMPengembangan kentang di dataran medium merupakan alternatif yang baik, dalam rangka perluasan areal (ekstensifikasi) dan merupakan peluang usaha untuk meningkatkan taraf hidup petani serta ketahanan pangan masyarakat. Ketahanan pangan meliputi kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari ketersediaan pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui pertumbuhan dan daya hasil klon mutan kentang dataran medium, 2) Mengetahui kentang mutan varietas manakah yang cocok untuk ditanam di dataran medium.
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas dengan ketinggian 540 m dpl. Penelitian dilaksanakan selama kurang lebih 3 bulan dari bulam Mei sampai dengan Agustus 2015. Penelitian ini merupakan penelitian lapang yang disusun menggunakan rancangan Augmented dengan rancangan dasar RAK tiga ulangan. Faktor yang dicoba adalah umbi kentang hasil mutasi generasi ke 2 sejumlah 33 klon ditambah varietas cek / kontrol yaitu varietas Vega, Granola, Atlantik, Tedjo MZ, Median, dan Bliss. Variabel dan pengkuran yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah batang, tipe pertumbuhan, frekuensi daun menyimpang, susunan daun, bunga, diameter batang, jumlah umbi, bobot tanaman kering, bobot total umbi per tanaman, rerata bobot umbi per tanaman, diameter umbi, rerata diameter umbi, bentuk umbi, warna kulit umbi, warna daging umbi, dan warna daun. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Least Significant Increase (LSI).
Hasil penelitian terhadap pertumbuhan dan produksi mutan kentang menunjukkan 1) Terdapat 31 klon yang memiliki waktu tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan kontrol, yaitu klon nomor GD1 – 93, AD1 – 91, AD2 – 12, AD2 – 31, AD2 – 71, AD2 – 81, AD3 – 11, AD3 – 41, AD3 – 61, MD1 – 21, MD1 – 41 lebih cepat dari varietas cek; klon nomor GD2 – 11, GD3 – 11, AD1 – 31, AD1 – 71, MD2 – 12 melebihi waktu tumbuh varietas cek Bliss, Granola, Median, Tedjo MZ, dan Vega; klon nomor GD1 – 142 melebihi waktu tumbuh varietas cek Bliss, Granola, Tedjo MZ, dan Vega; klon nomor GD1 – 21, GD1 – 32, GD1 – 121, GD1 – 132, GD2 – 62, GD3 – 22, AD1 – 11, AD1 – 21 melebihi waktu tumbuh varietas cek Granola, Tedjo MZ, dan Vega; klon nomor GD1 – 11, GD1 – 51, GD1 – 62 melebihi waktu tumbuh varietas cek Granola dan Vega; klon nomor GD1 – 91, GD1 – 123, GD2 – 31 melebihi waktu tumbuh varietas cek Vega. Terdapat 5 klon yang memiliki jumlah batang lebih banyak dibandingkan dengan kontrol, yaitu klon nomor GD1 – 93, AD2 – 71, MD1 – 41 melebihi jumlah batang varietas cek Granola, Median, dan Tedjo MZ; klon nomor AD3 – 11 dan AD3 – 41 hanya melebihi varietas cek Median. 2) Klon mutan kentang yang memiliki keunggulan dari segi produksi berdasarkan variabel bobot total umbi, terdapat 5 klon yang melebihi varietas cek yaitu klon nomor AD1 - 11, AD1 – 21, dan AD3 – 41 melebihi varietas cek Granola dan Tedjo MZ; klon nomor GD1 - 21 dan GD2 – 62 melebihi varietas cek Tedjo MZ. 3) Berdasarkan karakter kualitatif, variabel bentuk umbi menunjukkan telah terjadi perubahan bentuk dari bundar menjadi oval pendek pada mutan Atlantik, kemudian dari bundar menjadi oval panjang pada mutan Tedjo MZ. Variabel warna daging umbi mengalami perubahan warna dari warna krem menjadi kuning muda pada mutan Atlantik. Variabel warna daun mutan Granola mengalami perubahan warna dari hijau sedang menjadi hijau gelap. Variabel berbunga atau tidak terdapat 3 klon yang mengalami pembungaan yaitu klon nomor AD1 – 21, AD2 – 12, dan AD2 – 31. 4) Klon mutan dengan nomor GD1 – 11, GD1 – 21, GD1 – 32, GD1 – 51, GD1 – 62, GD1 – 91, GD1 – 93, GD1 – 121, GD1 – 123, GD1 – 132, GD1 – 142, GD2 – 11, GD2 – 31, GD2 – 62, GD3 – 11, GD3 – 22, AD1 – 11, AD1 – 21, AD1 – 31, AD1 – 71, AD1 – 91, AD2 – 31, AD2 – 71, AD2 – 81, AD3 – 11, AD3 – 41, AD3 – 61, MD1 – 21, MD1 – 41, dan MD2 – 12 mempunyai keunggulan dari segi produksi, waktu tumbuh, dan jumlah batang.
The development of potato crop in medium land is a good alternative for areal expansion (extension) as well as a business opportunity to improve the farmer’s living standard and social food security. Social food security overwhelm complied with food for household which is reflected from availability of adequate food, both quantity and quality, safety, equitable and affordable. This study aimed to determine the growth and yield potato mutant clones medium plain and determine which of potato mutant varieties suitable to be cultivated in medium plains.
This research was conducted in Ketenger, Baturraden, Banyumas at an altitude of 540 m above sea level. Research carried out for approximately 3 months from May to August, 2015. This study was a field research that composed by Augmented design with three replications of RCBD basic design. Factors that tested were 33 clones of 2nd generation mutated potato tubers and checked varieties as controls i.e. Vega, Granola, Atlantic, Tedjo MZ, Median, and Bliss varieties. Variables observed were plant height, leaf number, number of stem, growth type, frequency of coalescene, leaf arrangement, flower, stem diameter, number of tubers, plant dry weight, the total weight of tubers per plant, average tuber weight per plant, bulbs diameter, the average diameter of bulb, tuber shape, bulbs peel color, tuber flesh color, and leave scolor. Colected data were analyzed by F test, if there were significant difference, followed by Least Significant Increase (LSI) test.
The research result of the potato mutant’s growth and yield showed that 1) there were 31 clones that had the faster growing time than the control, that were clones number GD1 – 93, AD1 – 91, AD2 – 12, AD2 – 31, AD2 – 71, AD2 – 81, AD3 – 11, AD3 – 41, AD3 – 61, MD1 – 21, MD1 – 41 faster than all check varieties; clones number GD2 – 11, GD3 – 11, AD1 – 31, AD1 – 71, MD2 – 12 exceeded Bliss, Granola, Median, Tedjo MZ, and Vega check varieties growing time; clone number GD1 – 142 exceeded Bliss, Granola, Tedjo MZ, and Vega check varieties growing time; clones number GD1 – 21, GD1 – 32, GD1 – 121, GD1 – 132, GD2 – 62, GD3 – 22, AD1 – 11, AD1 – 21 exceeded Granola, Tedjo MZ, and Vega check varieties growing time; clones number GD1 – 11, GD1 – 51, GD1 – 62 exceeded Granola and Vega check varieties growing time; clones number GD1 – 91, GD1 – 123, GD2 – 31 exceeded Vega check variety growing time. There were 5 clones that had the stem number higher than the control, i.e. clones number GD1 – 93, AD2 – 71, MD1 – 41 exceeded Granola, Median, and Tedjo MZ check varieties stem number; clones number AD3 – 11 and AD3 – 41 exceeded Median check variety stem number. 2) Potato mutant clones had superior yield by tuber total weight variable were 5 clones that exceeded check variety, i.e. clones number AD1 - 11, AD1 – 21, and AD3 – 41 exceeded Granola and Tedjo MZ check varieties; clones number GD1 - 21 and GD2 – 62 exceeded Tedjo MZ check variety. 3) Based on qualitative characteristics, tuber shape alteration occurred from round to short oval on Atlantik mutant and from round to long oval on Tedjo MZ mutant. The tuber flesh color was changed from cream to light yellow on Atlantik mutant. Granola mutant leaf color changed from medium green to dark green. There were 3 clones that had flowering stage, i.e. clones number AD1 – 21, AD2 – 12, and AD2 – 31. 4) Clones number GD1 – 11, GD1 – 21, GD1 – 32, GD1 – 51, GD1 – 62, GD1 – 91, GD1 – 93, GD1 – 121, GD1 – 123, GD1 – 132, GD1 – 142, GD2 – 11, GD2 – 31, GD2 – 62, GD3 – 11, GD3 – 22, AD1 – 11, AD1 – 21, AD1 – 31, AD1 – 71, AD1 – 91, AD2 – 31, AD2 – 71, AD2 – 81, AD3 – 11, AD3 – 41, AD3 – 61, MD1 – 21, MD1 – 41, and MD2 – 12 had the superior yield, growing time, and stem number.
603215847C1B012025PENGARUH LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, UKURAN PERUSAHAAN, PELUANG PERTUMBUHAN DAN STRUKTUR AKTIVA TERHADAP STRUKTUR MODAL BANK PERKREDITAN RAKYATTujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh likuiditas, profitabilitas, ukuran perusahaan, peluang pertumbuhan dan struktur aktiva terhadap struktur modal. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Bank Perkreditan Rakyat diwilayah Jawa Tengah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak tahun 2010 sampai periode 2014. Dengan metode pengumpulan data menggunakan metode purposive sampling, diperoleh jumlah sampel sebanyak 208 BPR. Teori yang mendasari penelitian ini yaitu trade-off theory, serta pecking order theory. Berdasarkan uji regresi panel diperoleh hasil penelitian dan analisis data yang menunjukkan bahwa likuiditas, ukuran perusahaan dan struktur aktiva berpengaruh positif signifikan terhadap struktur modal. Sementara profitabilitas dan peluang pertumbuhan tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal. Implikasi dari kesimpulan dari penelitian ini yaitu manager keuangan hendaknya memperhatikan variabel likuiditas, ukuran perusahaan serta struktur aktiva untuk menyusun struktur modal. Meningkatkan aktiva sehingga dapat dijadikan jaminan hutang. Menjaga likuiditas perbankan sehingga nasabah tidak khawatir dengan dana yang disimpan.This study aimed to test whether liquidity, profitability, size, growth opportunity and asset structure towards capital structure. The study took population of all rural bank conventional in Jawa Tengah and registered in Otoritas Jasa keuangan (OJK) since 2010 until 2014. With purposive sampling method, the sample in this research remained 208 Rural Bank. The theory underlying this research is trade-off theory and pecking order theory. Panel Data Regression analysis test was performed. Based on the results of data analysis this study concludes some of the following: liquidiy, size and asset structure has significant positive effect toward capital structure. Profitability and growth opportunity has no effect significant towards capital structure. The Implication of the results is finance manager of bank should be focus on the likuidity, suze and asset structure to arrange capital structure. Increase asset of Rural Bank so the asset can be as collateral of debt. Keep likuidity of the bank, so the customer not worried with the money stored in the Rural Bank.
603315856E1A010058TINDAK PIDANA PERCOBAAN PENCURIAN DALAM KEADAAN MEMBERATKAN
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Cilacap
No. 127/Pid. B/2015/PN. Clp)
Tujuan dari pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pertimbangan hukum Hakim dalam penerapan unsur - unsur tindak pidana percobaan pencurian dalam keadaan memberatkan, dan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum Hakim Pengadilan Negeri Cilacap dalam penjatuhan pidana terhadap terdakwa pada perkara Nomor : 127/Pid.B/2015/PN.Clp.
Untuk mencapai tujuan tersebut penulis menggunakan Metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi Penelitian deskriptif analisis, Sumber Data sekunder meliputi peraturan perundang-undangan yang berlaku, literatur, hasil penelitian yang berhubungan dengan pokok permasalahan serta Putusan Pengadilan Negeri Cilacap No. 127/Pid. B/2015/PN. Clp. Pengumpulan data dengan studi kepustakaan, disajikan dalam bentuk uraian dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif.
Pertimbangan hukum Hakim dalam penerapan unsur - unsur tindak pidana percobaan pencurian dalam keadaan memberatkan pada putusan Pengadilan Negeri Cilacap perkara Nomor : 127/Pid.B/2015/PN.Clp. Terdakwa, mencoba mengambil 1 (satu) unit Sepeda Motor, dilakukan oleh dua orang dengan cara bersekutu, sepeda motor tersebut seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk diambil dan dimiliki secara melawan hukum, dilakukan pada malam hari, dengan cara merusak menggunakan kunci palsu yaitu kunci leter "T". Majelis Hakim telah mempertimbangkan perbuatan terdakwa yang memenuhi unsur-unsur sebagaimana diatur dalam dan diancam pidana dalam Pasal 363 Ayat (2) jo Pasal 53 ayat (1) KUHP. Di persidangan diketahui bahwa semua unsur-unsur telah terpenuhi, maka dapat dikemukakan bahwa terdakwa adalah orang yang harus dimintai pertanggungjawaban dalam perkara ini yaitu percobaan pencurian dalam keadaan memberatkan.
Dasar pertimbangan hukum Hakim Pengadilan Negeri Cilacap dalam penjatuhan pidana terhadap terdakwa pada perkara Nomor : 127/Pid.B/2015/PN.Clp, yaitu: adanya fakta hukum yang telah memenuhi unsur-unsur, pembuktian berdasarkan alat-alat bukti sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP, keadaan yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Majelis Hakim juga telah mempertimbangkan tentang syarat-syarat pemidanaan, yaitu : Perbuatan, yang memenuhi rumusan undang-undang dan bersifat melawan hukum. Orang, yang mempunyai kesalahan, mampu bertanggung jawab dan tidak ada alasan pemaaf. Dengan demikian dalam perkara ini terdakwa dapat dipertanggungjawabkan menurut hukum pidana, atas perbuatannya dapat dikenakan sanksi karena melanggar hukum, sehingga terdakwa harus dinyatakan bersalah secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan oleh Penuntut Umum.

Target of at this research is to know consideration punish Judge in applying of element doing an injustice element attempt of theft in a state of weighing against, and to know consideration base punish Judge of district court Cilacap in crime fallout to defendant at Number case : 127/Pid.B/2015/PN.Clp.
To reach the the target of writer use Method approach of normative juridical. Specification of descriptive Research of analysis, Source of secondary data covering law and regulation going into effect, literature, result of research related to problems fundamental and also Decision District Court Cilacap No. 127 / Pid. B/2015/Pn. Clp. Data collecting with bibliography study, presented in the form of description and analysed with normative method qualitative.
Consideration punish Judge in applying of element doing an injustice element attempt of theft in a state of weighing against at District Court Cilacap Number case decision : 127/Pid.B/2015/PN.Clp. Defendant, trying to take Motorbike one unit conducted by two people by allying, the motorbike entirely or some of is property of others, is with a view to taken and owned contempted of court, conducted at night, destructively use spurious key that is key chatter " T". Judge Ceremony have considered deed of defendant fulfilling elements as arranged in and menaced by crime in Section 363 Sentence (2) Section jo 53 sentence (1) KUHP. In conference known by that any elements have fufilled, hence can be told that defendant is one who have to ask by in this case responsibility that is attempt of theft in a state of weighing against.
Consideration base punish Judge of district court Cilacap in crime fallout to defendant at Number case : 127/Pid.B/2015/PN.Clp, that is: existence of fact punish which have fulfilled elements, verification pursuant to evidence appliance as arranged in Section 184 KUHAP, aggravating circumstance and lighten defendant. Judge Ceremony have also considered about crime conditions, that is : Deed, fulfilling law formula and have the character of to contempt of court. People, having mistake, can hold responsible and there no reason of forgiveful. Thereby defendant in this case can be justified according to criminal law, to the its deed can be sanctioned by because impinging law, so that defendant have to be expressed to make a mistake validly and assuring conduct doing an injustice as asserted by Publik Prosecutor.
603415857A1L011174SELEKSI KLON–KLON KENTANG HASIL MUTASI YANG DITANAM DI DATARAN MEDIUM



Kentang merupakan komoditas penting setelah beras dan gandum. Mutasi telah dilakukan terhadap tanaman kentang untuk budidaya di lahan medium. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui pertumbuhan klon-klon kentang hasil mutasi 2) mengetahui produksi klon-klon kentang hasil mutasi 3) mengetahui karakter kualitatif klon hasil mutasi 4) mengetahui klon mutan yang unggul dari segi pertumbuhan dan produksi.
Penelitian dilaksanakan dari bulan Mei sampai bulan Agustus 2015 di Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas pada ketinggian 540 m dpl. Rancangan yang digunakan adalah rancangan Augmented dengan rancangan dasar RAK. Faktor yang dicoba adalah umbi kentang hasil mutasi generasi ke 2 sejumlah 33 umbi. Sebagai varietas cek yang digunakan yaitu Vega, Granola, Atlantik, Tedjo MZ, Median, dan Bliss. Variabel kuantitatif yang diamati meliputi waktu tumbuh, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah batang, diameter batang, jumlah umbi, bobot tanaman kering, bobot total umbi per tanaman, rerata bobot umbi per tanaman, diameter umbi, rerata diameter umbi, dan umur panen. Variabel kualitatif yang diamati meliputi kebiasaan tumbuh, susunan daun, bunga atau tidak, bentuk umbi, warna kulit umbi, warna daging umbi, warna daun, dan, frekuensi daun menyimpang. Data dari varietas cek dianalisis dengan uji F, kemudian dilanjutkan dengan uji Least Significant Increase (LSI) pada taraf 5% untuk megetahui pertumbuhan klon kentang hasil mutasi.
Hasil penelitian terhadap pertumbuhan dan hasil klon mutan menunjukkan bahwa 26 klon memiliki waktu tumbuh tunas lebih cepat dari varietas cek. Klon Mutan MD1-11, MD1-31, AD2-11, AD2-21, AD2-51, AD2-82, GD3-23, AD3-31, AD3-51, dan MD3-21; klon GD1-71, GD1-92, GD1-143, AD1-12, AD1-81, AD2-72, MD2-11, dan GD3-21 melebihi varietas cek Granola, Tedjo MZ, dan Vega; klon GD1-12, GD1-22, GD1-41, GD1-61, GD1-73, GD1-141, AD1-41, dan GD2-63 melebihi varietas cek Granola dan Vega; berdasarkan variabel tinggi tanaman sebanyak 4 klon yaitu GD1-143, MD1-11, GD3-23, dan AD2-21 melebihi varietas cek Tedjo MZ; berdasarkan variabel jumlah daun sebanyak 3 klon yaitu GD1-143, GD2-63, dan AD2-82 melebihi varietas cek Bliss; berdasarkan variabel jumlah batang sebanyak 2 klon yaitu GD1-92 dan MD1-31 melebihi varietas cek Granola, Median, dan Tedjo MZ. Klon mutan kentang yang memiliki keunggulan dari segi produksi berdasarkan variabel bobot total umbi per tanaman sebanyak 11 klon yaitu AD1-12, AD2-11, AD2-21, AD2-72, AD3-51, dan MD3-21 melebihi varietas cek Granola dan Tedjo MZ; klon GD1-92, MD1-11, GD2-61, MD2-11 dan AD3-31 melebihi varietas cek Tedjo MZ. Berdasarkan karakter kualitatif, variabel bentuk umbi menunjukkan perubahan pada mutan Atlantik dari bundar menjadi oval pendek, sedangkan pada mutan Tedjo MZ dari bundar menjadi oval panjang .Perubahan lain terjadi pada karakter warna daging umbi pada mutan Atlantik dari krem menjadi kuning muda. Karakter warna daun mutan Granola berubah dari hijau sedang menjadi hijau gelap. Klon mutan AD1-12, AD2-11, AD2-21, AD2-72, AD3-31, AD3-51, MD3-21, GD1-92, MD2-11 memiliki keunggulan dari segi produksi dan pertumbuhan.


Potato is one of the most important commodities after rice and wheat. Mutation of potato tubers were undertaken for screens potato plants to adapted medium altitude. This research aimed to know the growth, yield, qualitative characteristics of potato clones, produced by mutation and to know clone mutants are superior in term of growth and production.
The research was conducted from May to August 2015 in Ketenger, Baturraden, Banyumas at an altitude of 540 m above sea level. This study composed by augmented design with RCBD. Factors tested were 33 second generation of mutation potato tubers. As the check varieties, Vega, Granola, Atlantik, Tedjo MZ, Median, and Bliss were used in this study. Quantitative variables observed were growing time, plant height, leaf number, stem number, stem diameter, number of tubers, plant dry weight, the total weight of tubers per plant, average tuber weight per plant, diameter of tuber, the average diameter of tuber, and plant harvest age. Whereas qualitative variables observed were growth habit, leaf arrangement, flowering or not flowering, tuber shape, tuber peel color, tuber flesh color, leaf color, and the frequency of diverged leaves. Data from checked varieties were analyzed by F test, then proceed with the Least Significant Increase (LSI) test at the level of 5% to determine the growth of mutated clones.
The research result of growth and yield potatoes mutans showed that as there were 26 clones mutans had faster growing time than check varieties. That had MD1-11, MD1-31, AD2-11, AD2-21, AD2-51, AD2-82, GD3-23, AD3-31, AD3-51, and MD3-21 clones; GD1-71, GD1-92, GD1-143, AD1-12, AD1-81, AD2-72, MD2-11, and GD3-21 clones faster than Granola, Tedjo MZ, and Vega checked varieties; GD1-12, GD1-22, GD1-41, GD1-61, GD1-73, GD1-141, AD1-41, and GD2-63 clones faster than Granola and Vega checked varieties; Based on the plant height variable as many as 4 clones, there are GD1-143, MD1-11, GD3-23, and AD2-21 clones exceeded than Tedjo MZ check variety; Based on the number of leaf variable as many as 3 clones, there are GD1-143, GD2-63, and AD2-82 clones exceeded than Bliss check variety; Based on the number of steam variable as many as 2 clones, there are GD1-92 and MD1-31 clones exceeded than Granola, Median, and Tedjo MZ check variety. The mutant of potato clones that surpass from production side based on the total weight of tuber per plant variable as many as 11 clones, there are AD1-12, AD2-11, AD2-21, AD2-72, AD3-51, and MD3-21 clones exceeded than Granola and Tedjo MZ check variety; GD1-92, MD1-11, GD2-61, MD2-11 and AD3-31 clones exceeded than Tedjo MZ. Based on tuber shape of qualitative characteristics, Atlantik mutant showed a transformation from round into short oval and a round shape transformed into long oval on Tedjo MZ mutant. The other changes of happen in the character of the bulb color alteration from cream into yellow pale was shown by Atlantik mutant. Granola mutant leaf color was changed from dark green to medium green. Clone mutans AD1-12, AD2-11, AD2-21, AD2-72, AD3-31, AD3-51, MD3-21, GD1-92, and MD2-11 have been an advantage in terms of the production and growth.
603515858E1A012312PENERAPAN SURAT EDARAN BANK INDONESIA NO 14/17 DASP TERTANGGAL 7 JUNI 2012 TERKAIT TUGAS DAN KEWENANGAN DEBT COLLECTOR DAN COLLECTOR DALAM KEGIATAN PENAGIHAN DI PERUSAHAAN LEASING Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tugas dan kewenangan debt collector dan collector dalam melaksanakan kegiatan penagihan di perusahaan leasing yang dilakukan oleh PT Bima Multi Finance Purwokerto dan Adira Finance Purwokerto berdasarkan perjanjian antara perusahaan leasing dengan pihak jasa penagihan. Penelitian ini termasuk penelitian yuridis normatif yang bersifat deskriptif –analitis. Lokasi Penelilian yaitu di PT Bima Multi Finance Purwokerto dan Adira Finance Purwokerto. Jenis dan sumber data penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, dan penelitian kepustakaan. Teknik analisis data dilakukan secara comparatif atau perbandingan dan content analisis. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dihasilkan kesimpulan, Kesatu, hubungan antara debt collector dan collector dengan perusahaan leasing berdasarkan pada SEBI No 14/17 DASP Tertanggal 7 Juni 2012, Pasal 1313 KUHPerdata tentang perjanjian dan Pasal 1320 KUHPerdata tentang syarat sahnya perjanjian. Debt collector yang merupakan pihak eksternal perusahaan bekerja berdasarkan surat kuasa yang diberikan oleh perusahaan leasing dan dalam melaksanakan pekerjaannya harus sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku tidak boleh bertentangan dengan Undang – undang, ketertiban umum dan kesusilaan, sedangkan collector bekerja berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan karena merupakan karyawan perusahaan. Kedua, akibat hukum apabila debt collector tidak melakukan penagihan yaitu tidak akan memperoleh pembayaran karena bekerja berdasarkan tingkat keberhasilannya menangani debitur yang mengalami kredit bermasalah, sedangkan collector karena selaku karyawan dia tetap memperoleh gaji tapi tidak mendapatkan bonus karena tidak memenuhi target dan apabila tetap tidak melakukan penagihan, maka akan diberikan Surat Peringatan (SP) satu sampai tiga jika tidak di indahkan peringatan tersebut, maka akan dilakukan pemecatan. This research attempted to analyze the task and authority of debt collector and collector in carrying out billing activity in the leasing company that conducted by PT Bima Multi Finance Purwokerto and Adira Finance Purwokerto based on an agreement between the leasing company and billing services party. This research was normative descriptive-analysis. This research conducted at PT Bima Multi Finance Purwokerto and Adira Finance Purwokerto and used both of primary and secondary data. The data collected by interview and literature review.
Data analysis technique used are comparative and content analysis. Based on the results and discussion of research, concluded that Firstly, the relationship between debt collector and collector with leasing companies based on SEBI No. 14/17 DASP Dated on June 7, 2012, Article 1313 of the Civil Code and Article 1320 agreement Civil Code on the validity of the terms of agreement. Debt collectors who are parties to an external company, working under the power of attorney granted by the leasing company and in carrying out the work must be in accordance with applicable laws and regulations which do not against with the Law, public order and morality, while the collector works by following Standard Operating Procedure (SOP) for the company as employee. Secondly, the legal consequences if the debt collector does not do the billing which will not be paid because the work is based on the level of success in dealing with borrowers who have loans problems, while the collector due to the employee as he still earn a salary but did not get a bonus because he did not meet the target, and if still not charging, he will be given a Warning Letter once to three if not heed the warning, there will be a dismissal.
603615860H1D009056EVALUASI VOLUMETRIK MARSHALL CAMPURAN ASPHALT CONCRETE – WEARING COURSE (Studi Kasus : Material Agregat Daerah Kabupaten Purbalingga, Kebumen, Pemalang)Jalan provinsi di Kabupaten Purbalingga, Kebumen, dan Pemalang pada tahun 2014 masih menggunakan perkerasan lentur. Konstruksi jalan provinsi pada kabupaten Purbalingga, Kebumen, dan Pemalang umumnya menggunakan agregat dari Karanggedang, Karangsambung, dan Karanganyar. Kinerja perkerasan jalan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah mutu material agregat. Material agregat mempunyai sifat-sifat fisik yang bisa memengaruhi volumetrik dan parameter-parameter Marshall dari suatu campuran. Evaluasi terhadap mutu material agregat yang umum digunakan dalam campuran konstruksi perkerasan jalan provinsi yang ada di Purbalingga, Kebumen, dan Pemalang perlu dilakukan untuk melihat pengaruh sifat-sifat fisik agregat yang membentuk campuran perkerasan jalan terhadap volumetrik Marshall campuran.
Penelitian ini dilakukan di laboratorium dengan tahap awal melakukan pemeriksaan karakteristik agregat, gradasi agregat, dan aspal, lalu membuat benda uji dengan kadar aspal 4,5%, 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, dan melakukan pengujian Marshall dengan mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2010 (Revisi 3). Pengujian Marshall dilakukan untuk mengetahui karakteristik dari masing-masing agregat dan evaluasi volumetrik Marshall untuk menganalisa pengaruh sifat-sifat fisik agregat terhadap volumetrik Marshall campuran, sehingga dapat membandingkan agregat dari masing-masing daerah sumber agregat.
Hasil evaluasi volumetrik Marshall campuran AC-WC menunjukkan bahwa nilai terbaik yang memenuhi spesifikasi untuk stabilitas dengan nilai 1645,78 kg pada campuran Karangsambung kadar 5,7%, VMA 21,92% pada Karanganyar 4,5%, VFB 84,60% pada Karangsambung 6,5%, nilai flow 3,9 mm pada Karangsambung 6% dan 3,8 mm pada Karanganyar 5,7% yang mencapai titik optimum, dan VIM yang mencapai spesifikasi didapatkan pada campuran Karanggedang dengan kadar 5,8% ~ 6,5% dan Karangsambung dengan kadar 5,4% ~ 6,2%. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan karakteristik campuran dari ketiga sumber agregat yang mengindikasikan adanya pengaruh sifat-sifat fisik agregat terhadap karakteristik Marshall campuran.
Provincial roads in district Purbalingga, Kebumen, and Pemalang in 2014 are still used flexible pavement. Aggregates from Karanggedang, Karangsambung and Karanganyar are commonly used in construction of provincial roads in district Purbalingga, Kebumen, and Pemalang. Pavement performance is affected by several factors, materials quality is one of them. Aggregates have physical properties that can affecting volumetric and Marshall parameters of a mixture. Evaluation on aggregates quality that commonly used in provincial roads construction in district Purbalingga, Kebumen, and Pemalang needs to be carried out to examine the effect of aggregates physical properties in Marshall volumetric of mixtures.
This research conducted in laboratory by performing aggregates characteristics, aggregates gradation and bitument inspection for first step, then make sample with 4,5%, 5%, 5,5%, 6%, 6,5% asphalt content and at last do Marshall Test that specified by Spesifikasi Umum Bina Marga 2010 (Revisi 3). Marshall test conducted to obtained the characteristics from each aggregates and Marshall volumetric evaluation used to analyze the effect of aggregates physical properties to Marshall volumetric of mixture, so that can be used to comparing aggregates from each sources.
Results of evaluation on AC-WC Marshall volumetrics show the best value that fulfilled the specifications for stability with value 1645,78 kg in Karangsambung Mixture with 5,7% asphalt content, VMA 21,92% in Karanganyar 4,5%, and VFB 84,60% in Karangsambung 6,5%, flow 3,9 mm in Karangsambung 6% and 3,8 mm in Karanganyar 5,7% that reach the optimum point, and VIM values that fulfilled the specification are obtained in Karanggedang mixture with 5,8% ~ 6,5% asphalt contents and Karangsambung with 5,4% ~ 6,2% asphalt contents. The results shows differences between characteristics from each aggregates that indicated aggregates physical properties affect Marshall characteristics of mixture.
603715862H1G012012Akumulasi Logam Berat Timbal (Pb) pada Air, Sedimen dan Biota Pertambakan Bandeng yang Tercemar Limbah Batik di Desa Mulyorejo PekalonganPenelitian ini berjudul “Akumulasi Logam Berat Timbal (Pb) pada Air, Sedimen dan Biota Pertambakan Bandeng yang Tercemar Limbah Batik di Desa Mulyorejo Pekalongan”. Tujuannya untuk mengetahui kandungan logam berat Pb pada air, sedimen dan daging ikan bandeng, hubungan antara logam berat Pb pada air dan sedimen dengan daging ikan, kelayakan konsumsi ikan dan status pencemaran pertambakan. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik Stratified Random Sampling pada empat stasiun dengan empat kali ulangan. Data dianalisis secara deskriptif komparatif, uji F, regresi dan korelasi, indeks Contamination Factor, Indeks Geoakumulasi dan faktor bioakumulasi. Hasil penelitian menunjukkan kandungan logam Pb pada air berkisar 0,003-0,014 mg/L, sedimen berkisar 2,899-6,735 mg/kg dan daging ikan berkisar 0,130-0,455 mg/kg. Semakin tinggi kandungan logam Pb di air dan sedimen maka semakin tinggi pula kandungan logam Pb pada daging ikan Bandeng. Status pencemaran pertambakan Desa Mulyorejo, Pekalongan terkategori kontaminasi rendah berdasarkan indeks contamination factor (CF) dan terkategori tercemar ringan berdasarkan indeks geoakumulasi. Ikan Bandeng pada stasiun I yang berjarak 2 m dan stasiun II yang berjarak 100 m dari sumber cemaran sudah tidak layak konsumsi.This research entitled "The accumulation of Heavy Metals Lead (Pb) in water, sediment and milkfish aquaculture which contaminated by Batik waste in Mulyorejo village Pekalongan. This aims to know the heavy metal Pb concentration in water, sediment and fish's flesh, relation between heavy metal Pb in water and sediment with fish's flesh, the fish consumption properness and the pollution status of aquaculture station. The method used is survey method with stratified random sampling technique on four stations with four replications. Data were analyzed by descriptive comparative, F test, regression and correlation, contamination factor index, geoaccumulation index and bioaccumulation factor. The result showed that the heavy metal concentration of Pb in water between 0,003-0,014 mg/L, in the sediments 2,899-6,735 mg/kg and fish's flesh 0,130-0,455 mg/kg. The higher the concentration of Pb in the water and sediment, the higher the metal concentration in fish’s flesh. The pollution status in this aquaculture station in Mulyorejo Village categorized as low contaminated based on the contamination factor index (CF) and lightly contaminated based on the geoaccumulation index. The Milkfish in station I within 2 m and station II within 102 m from the source of contamination is not suitable for consumption.
603815864H1F010039PEMODELAN SISTEM PANAS BUMI GUNUNG UNGARAN BERDASARKAN ANALISIS FAULT FRACTURE DENSITY (FFD) DAN GEOKIMIA MATA AIR PANASDaerah panas bumi Gunung Ungaran merupakan daerah yang menarik sebagai obyek eksplorasi panas bumi. Pada daerah ini terdapat 12 mata air panas yang mencirikan daerah ini memiliki prospek panas bumi. Daerah penelitian berada di daerah Gunung Ungaran, pada Kabupaten Ungaran dan Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui zona permeabilitas yang tinggi di daerah penelitian. Mengetahui tipe air panas, asa reservoir air panas, temperatur air panas, dan kedalaman reservoir air panas pada daerah penelitian. Serta membuat model sistem panas bumi Gunung Ungaran. Peneliti menggunakan pendekatan penelitian dengan metode utama yaitu analisis FFD, dan analisis data geokimia mata air panas. Metode utama tersebut didukung juga dengan data geologi pada daerah penelitian.
Hasil penelitian mengindikasikan bahwa daerah penelitian memiliki permeabilitas yang tinggi dengan nilai densitas kelurusan 1,5 – 2,5 km/km2. Tipe air panas pada mata air panas berupa tipe air klorida, tipe air bikarbonat-klorida, dan tipe air bikarbonat. Terdapat tiga reservoir air panas pada daerah penelitian, yaitu Reservoir Gedongsongo, Reservoir Jatikurung, dan Reservoir Kaliulo. Pada Reservoir Gedongsongo diinterpretasi bertemperatur 138,4oC dan terletak pada kedalaman 250 meter dari keluaran manifestasi. Pada Reservoir Jatikurung diinterpretasi bertemperatur 135,3oC dan terletak pada kedalaman 240 meter dari keluaran manifestasi. Pada reservoir Kaliulo diinterpretasi bertemperatur 170oC dan terletak pada kedalaman 490 meter dari keluaran manifestasi. Berdasarkan model yang dibuat, sistem panas bumi Gunung Ungaran tergolong bertopografi tinggi, bersistem terputar, dan bertemperatur intermediet. Sistem panas bumi berasosiasi dengan aktivitas volkanisme kuarter.
Geothermal area of Mount Ungaran is potentially attractive as an object of geothermal exploration. In this area there are 12 hot springs that characterize this region has a geothermal prospect. The research area is in the area of Mount Ungaran, on Kabupaten Semarang and Kabupaten Kendal, Central Java. This study aims to find high permeability zones in the research area. Knowing the type of the hot water, the origin of the reservoir of the hot water, the temperature of the hot water, and the depth of the reservoir of the hot water. And then, create a model of the geothermal system of Mount Ungaran. Researcher used a research approach with the main method is the analysis of FFD, and analysis data of geochemical of the hot springs. The main method is supported by geological data on the research area.
Results of the study indicate that the research area has a high permeability area with lineament density value is 1,5 – 2,5 km/km2. The type of the hot water at the hot springs is a chloride water, a bicarbonat – chloride water, and a bicarbonat water. There are three reservoir of hot water on the research area, that is Gedongsongo Reservoir, Jatikurung Reservoir, and Kaliulo Reservoir. Temperatur in Gedongsongo Reservoir is interpreted has 138,4oC and lies at a depth of 250 meters from manifestation. Temperatur in Jatikurung Reservoir is interpreted has 135,3oC and lies at a depth of 240 meters from manifestation. Temperatur in Kaliulo Reservoir is interpreted has 170oC and lies at a depth of 490 meters from manifestation. Based on created of the model, geothermal system of mount Ungaran is classified with high relief, cyclic system, and intermediate temperature. Geothermal systems associated with quarter volcanic activity.
603915863E1A012351PENERAPAN KEADILAN RESTORATIF TERHADAP TINDAK PIDANA PENCURIAN DALAM KELUARGA (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor; 162/Pid.B/2014/PN.Pwt)Hukum pidana Indonesia telah sampailah kepada babak baru dalam perkembangannya. Salah satu bentuk pembaharuan yang ada dalam Hukum Pidana yaitu proses peradilan pidana yang dikenal dengan keadilan restoratif (restorative justice) yang berbeda dengan keadilan retributif yang menekankan keadilan pada pembalasan tetapi lebih kepada keadilan restitutif yang menekankan keadilan pada ganti rugi kepada korban. Hal yang paling mendasar adalah memulihkan kembali kepada keadaan semula seperti saat sebelum terjadinya tindak pidana dengan terciptanya keadilan dan keseimbangan bagi pelaku maupun korbannya sendiri. Prinsip keadilan restoratif memungkinkan dilakukan mediasi oleh hakim sehingga tercapainya perdamaian pada pihak yang berselisih akibat tindak pidana dengan catatan bukanlah tindak pidana yang besar dan atau menyangkut nyawa seseorang.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif yaitu dengan menggunakan putusan dan undang-undang. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang didukung oleh data primer yang diperoleh melalui wawancara. Data diuraikan dengan teks secara sistematis. Metode yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penting sekali mengembalikan keseimbangan hukum dalam masyarakat yang sempat renggang akibat tindak pidana. Hakim harus mampu melakukan mediasi untuk mendamaikan para pihak sesuai prinsip keadilan restoratif tetapi perlu diingat apabila suatu tindakan pencurian adalah sebuah kejahatan dan melanggar hukum sehingga bila suatu kasus telah disidangkan maka harus diputus bersalah dahulu baru diterapkan prinsip keadilan restoratif yaitu dengan memotong masa tahanan tetapi tetap memutuskan terdakwa bersalah sehingga putusan tersebut memberikan nilai hukum juga bagi masyarakat.
Indonesian criminal law has reached to a new phase in its development. One form of renewal that exist in the Criminal Code, namely the criminal justice process, known as restorative justice (restorative justice) which is different from retributive justice that emphasizes fairness in retaliation but rather to justice restitutif that emphasizes fairness in compensation to the victim. The most fundamental thing is to restore it back to its original state as it did before the crime by the creation of justice and balance for the perpetrators and the victims themselves. The principle of restorative justice allows the mediation conducted by a judge so that the achievement of peace on the conflicting parties as a result of a criminal act is not a criminal offense to note that large and or concerns someone's life.
This study uses normative juridical approach is to use judgment and laws. Source data used are secondary data that is supported by primary data obtained through interviews. Data systematically described with text. The method used is a qualitative normative method.
The results showed that it is important to restore the balance of the law in a society that had drifted apart due to a criminal act. Judges must be able to perform mediation to reconcile the parties according to the principles of restorative justice but keep in mind if an act of theft is a crime and violated the law so that when a case has been tried then to be found guilty first and apply the principles of restorative justice is to cut the period of detention but still decided defendant guilty of making such decisions give legal value for society.
604015866A1L011031PERENCANAAN KONSERVASI LAHAN UNTUK MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN DI KECAMATAN REMBANG, KABUPATEN PURBALINGGA, JAWA TENGAHPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya erosi aktual dan merencanakan tindakan konservasinya di lahan kering kecamatan Rembang, kabupaten Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai dengan tingkat ketelitian sekala peta tinjau mendalam. Penentuan titik sampel pengamatan dilakukan menggunakan pendekatan satuan lahan homogen (SLH). Pendugaan erosi menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation) dengan variabel yang diamati meliputi erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K), faktor panjang dan kemiringan lereng (LS), pengelolaan tanaman, tindakan pengawetan tanah (CP), dan penentuan nilai toleransi bahaya erosi (TBE). Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh SLH, besarnya erosi aktual berada diatas nilai toleransi, dan termasuk dalam kelas sedang sampai sangat berbahaya. Nilai erosi aktual tertinggi sebesar 2658.46 ton/ha/tahun, dan lebih tinggi dibanding nilai TBE yang besarnya 11,21 ton/ha/tahun. Perubahan pengelolaan faktor CP menjadi sebesar 0,002 dapat menekan nilai erosi menjadi 7,60 ton/ha/tahun.This research aims to know need to land conservation, land unit its has highest and lowest actual erosion value, and to planning a conservations in dryland of Rembang district, Purbalingga regency, Central Java. Research model is a survey with depth review scale accuration, determination of sample point is by Homogenous Land Unit (HLU), and perediction model used was an USLE (Universal Soil Loss Equation). This variable are rain erosivity (R), land erodibility (K), slope and angle factor (LS) and Crop and land cultivation factor (CP) and erossion tolerance value (ET). The result showed All of HLU haved high erosion value more than erosion tolerance value (ET). HLU results showed was moderate until very dangerous erossion class, Highest of Erossion actual value is Ulti 5 with actual eroossion value 2658.46 Ton/ha/yr, this value more than ET value 11,21 Ton/ha/yr, different managing of CP factor 0,002 can pressed to 7,60 Ton/ha/yr.