Artikel Ilmiah : A1L011159 a.n. DWI ASTUTI
| NIM | A1L011159 |
|---|---|
| Namamhs | DWI ASTUTI |
| Judul Artikel | SELEKSI KLON KENTANG HASIL MUTASI G2 DI DATARAN MEDIUM |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pengembangan kentang di dataran medium merupakan alternatif yang baik, dalam rangka perluasan areal (ekstensifikasi) dan merupakan peluang usaha untuk meningkatkan taraf hidup petani serta ketahanan pangan masyarakat. Ketahanan pangan meliputi kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari ketersediaan pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui pertumbuhan dan daya hasil klon mutan kentang dataran medium, 2) Mengetahui kentang mutan varietas manakah yang cocok untuk ditanam di dataran medium. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas dengan ketinggian 540 m dpl. Penelitian dilaksanakan selama kurang lebih 3 bulan dari bulam Mei sampai dengan Agustus 2015. Penelitian ini merupakan penelitian lapang yang disusun menggunakan rancangan Augmented dengan rancangan dasar RAK tiga ulangan. Faktor yang dicoba adalah umbi kentang hasil mutasi generasi ke 2 sejumlah 33 klon ditambah varietas cek / kontrol yaitu varietas Vega, Granola, Atlantik, Tedjo MZ, Median, dan Bliss. Variabel dan pengkuran yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah batang, tipe pertumbuhan, frekuensi daun menyimpang, susunan daun, bunga, diameter batang, jumlah umbi, bobot tanaman kering, bobot total umbi per tanaman, rerata bobot umbi per tanaman, diameter umbi, rerata diameter umbi, bentuk umbi, warna kulit umbi, warna daging umbi, dan warna daun. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Least Significant Increase (LSI). Hasil penelitian terhadap pertumbuhan dan produksi mutan kentang menunjukkan 1) Terdapat 31 klon yang memiliki waktu tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan kontrol, yaitu klon nomor GD1 – 93, AD1 – 91, AD2 – 12, AD2 – 31, AD2 – 71, AD2 – 81, AD3 – 11, AD3 – 41, AD3 – 61, MD1 – 21, MD1 – 41 lebih cepat dari varietas cek; klon nomor GD2 – 11, GD3 – 11, AD1 – 31, AD1 – 71, MD2 – 12 melebihi waktu tumbuh varietas cek Bliss, Granola, Median, Tedjo MZ, dan Vega; klon nomor GD1 – 142 melebihi waktu tumbuh varietas cek Bliss, Granola, Tedjo MZ, dan Vega; klon nomor GD1 – 21, GD1 – 32, GD1 – 121, GD1 – 132, GD2 – 62, GD3 – 22, AD1 – 11, AD1 – 21 melebihi waktu tumbuh varietas cek Granola, Tedjo MZ, dan Vega; klon nomor GD1 – 11, GD1 – 51, GD1 – 62 melebihi waktu tumbuh varietas cek Granola dan Vega; klon nomor GD1 – 91, GD1 – 123, GD2 – 31 melebihi waktu tumbuh varietas cek Vega. Terdapat 5 klon yang memiliki jumlah batang lebih banyak dibandingkan dengan kontrol, yaitu klon nomor GD1 – 93, AD2 – 71, MD1 – 41 melebihi jumlah batang varietas cek Granola, Median, dan Tedjo MZ; klon nomor AD3 – 11 dan AD3 – 41 hanya melebihi varietas cek Median. 2) Klon mutan kentang yang memiliki keunggulan dari segi produksi berdasarkan variabel bobot total umbi, terdapat 5 klon yang melebihi varietas cek yaitu klon nomor AD1 - 11, AD1 – 21, dan AD3 – 41 melebihi varietas cek Granola dan Tedjo MZ; klon nomor GD1 - 21 dan GD2 – 62 melebihi varietas cek Tedjo MZ. 3) Berdasarkan karakter kualitatif, variabel bentuk umbi menunjukkan telah terjadi perubahan bentuk dari bundar menjadi oval pendek pada mutan Atlantik, kemudian dari bundar menjadi oval panjang pada mutan Tedjo MZ. Variabel warna daging umbi mengalami perubahan warna dari warna krem menjadi kuning muda pada mutan Atlantik. Variabel warna daun mutan Granola mengalami perubahan warna dari hijau sedang menjadi hijau gelap. Variabel berbunga atau tidak terdapat 3 klon yang mengalami pembungaan yaitu klon nomor AD1 – 21, AD2 – 12, dan AD2 – 31. 4) Klon mutan dengan nomor GD1 – 11, GD1 – 21, GD1 – 32, GD1 – 51, GD1 – 62, GD1 – 91, GD1 – 93, GD1 – 121, GD1 – 123, GD1 – 132, GD1 – 142, GD2 – 11, GD2 – 31, GD2 – 62, GD3 – 11, GD3 – 22, AD1 – 11, AD1 – 21, AD1 – 31, AD1 – 71, AD1 – 91, AD2 – 31, AD2 – 71, AD2 – 81, AD3 – 11, AD3 – 41, AD3 – 61, MD1 – 21, MD1 – 41, dan MD2 – 12 mempunyai keunggulan dari segi produksi, waktu tumbuh, dan jumlah batang. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The development of potato crop in medium land is a good alternative for areal expansion (extension) as well as a business opportunity to improve the farmer’s living standard and social food security. Social food security overwhelm complied with food for household which is reflected from availability of adequate food, both quantity and quality, safety, equitable and affordable. This study aimed to determine the growth and yield potato mutant clones medium plain and determine which of potato mutant varieties suitable to be cultivated in medium plains. This research was conducted in Ketenger, Baturraden, Banyumas at an altitude of 540 m above sea level. Research carried out for approximately 3 months from May to August, 2015. This study was a field research that composed by Augmented design with three replications of RCBD basic design. Factors that tested were 33 clones of 2nd generation mutated potato tubers and checked varieties as controls i.e. Vega, Granola, Atlantic, Tedjo MZ, Median, and Bliss varieties. Variables observed were plant height, leaf number, number of stem, growth type, frequency of coalescene, leaf arrangement, flower, stem diameter, number of tubers, plant dry weight, the total weight of tubers per plant, average tuber weight per plant, bulbs diameter, the average diameter of bulb, tuber shape, bulbs peel color, tuber flesh color, and leave scolor. Colected data were analyzed by F test, if there were significant difference, followed by Least Significant Increase (LSI) test. The research result of the potato mutant’s growth and yield showed that 1) there were 31 clones that had the faster growing time than the control, that were clones number GD1 – 93, AD1 – 91, AD2 – 12, AD2 – 31, AD2 – 71, AD2 – 81, AD3 – 11, AD3 – 41, AD3 – 61, MD1 – 21, MD1 – 41 faster than all check varieties; clones number GD2 – 11, GD3 – 11, AD1 – 31, AD1 – 71, MD2 – 12 exceeded Bliss, Granola, Median, Tedjo MZ, and Vega check varieties growing time; clone number GD1 – 142 exceeded Bliss, Granola, Tedjo MZ, and Vega check varieties growing time; clones number GD1 – 21, GD1 – 32, GD1 – 121, GD1 – 132, GD2 – 62, GD3 – 22, AD1 – 11, AD1 – 21 exceeded Granola, Tedjo MZ, and Vega check varieties growing time; clones number GD1 – 11, GD1 – 51, GD1 – 62 exceeded Granola and Vega check varieties growing time; clones number GD1 – 91, GD1 – 123, GD2 – 31 exceeded Vega check variety growing time. There were 5 clones that had the stem number higher than the control, i.e. clones number GD1 – 93, AD2 – 71, MD1 – 41 exceeded Granola, Median, and Tedjo MZ check varieties stem number; clones number AD3 – 11 and AD3 – 41 exceeded Median check variety stem number. 2) Potato mutant clones had superior yield by tuber total weight variable were 5 clones that exceeded check variety, i.e. clones number AD1 - 11, AD1 – 21, and AD3 – 41 exceeded Granola and Tedjo MZ check varieties; clones number GD1 - 21 and GD2 – 62 exceeded Tedjo MZ check variety. 3) Based on qualitative characteristics, tuber shape alteration occurred from round to short oval on Atlantik mutant and from round to long oval on Tedjo MZ mutant. The tuber flesh color was changed from cream to light yellow on Atlantik mutant. Granola mutant leaf color changed from medium green to dark green. There were 3 clones that had flowering stage, i.e. clones number AD1 – 21, AD2 – 12, and AD2 – 31. 4) Clones number GD1 – 11, GD1 – 21, GD1 – 32, GD1 – 51, GD1 – 62, GD1 – 91, GD1 – 93, GD1 – 121, GD1 – 123, GD1 – 132, GD1 – 142, GD2 – 11, GD2 – 31, GD2 – 62, GD3 – 11, GD3 – 22, AD1 – 11, AD1 – 21, AD1 – 31, AD1 – 71, AD1 – 91, AD2 – 31, AD2 – 71, AD2 – 81, AD3 – 11, AD3 – 41, AD3 – 61, MD1 – 21, MD1 – 41, and MD2 – 12 had the superior yield, growing time, and stem number. |
| Kata kunci | seleksi kentang, dataran medium, hasil mutasi |
| Pembimbing 1 | Ir. Slamet Rohadi S., M.Agr.St |
| Pembimbing 2 | Siti Nurchasanah, S.P., M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 18 |
| Tgl. Entri | 2016-08-16 04:45:38.639993 |