Artikelilmiahs
Menampilkan 6.001-6.020 dari 48.844 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 6001 | 15827 | E1A011217 | HAK ASUH ANAK AKIBAT PERCERAIAN (TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN PENGADILAN AGAMA PEKANBARU RIAU NO. 0473/PDT.G/2013/PA.PBR) | Anak tidak dapat begitu saja dipisahkan dari bapak atau ibunya. Begitu pula bapak atau seorang ibu tidak begitu saja dapat dipisahkan dari anaknnya. Hal tersebut terjadi pada kasus Antara Penggugat dengan Tergugat yang dahulunya adalah pasangan suami isteri yang sah, namun sudah bercerai. Dari perkawinan Penggugat dengan Tergugat tersebut, telah dikaruniai seorang anak perempuan bernama Anak Perempuan(selanjutnya disebut Annisa). Penggugat khawatir dengan perkembangan jiwa anak tersebut jika tetap berada dalam asuhan Tergugat disebabkan Tergugat mempunyai moral yang tidak baik karena menikah dengan laki-laki lain padahal Tergugat masih terikat perkawinan dengan Penggugat. Guna mencapai tujuan tersebut maka peneletian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data sekunder yang terkumpul kemudian diolah, disajikan, dan dianalisa secara kualitatif dengan penyajian data teks naratif. Hasil penelitian menyatakan bahwa, Hakim dan/atau Pengadilan mengabulkan gugatan penggugat dan memberikan hak asuh Anak Perempuan kepada penggugat dalam hal ini sebagai ayah atau bapak dengan pertimbangan bahwa, Tergugat telah melanggar hukum, baik hukum positif maupun hukum agama, sebagaimana yang telah tertuang dalam Pasal 9 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Pasal 40 huruf a Kompilasi Hukum Islam, yang pada pokoknya melarang perkawinan seorang pria dengan seorang wanita yang masih terikat perkawinan dengan laki-laki lain. Pelanggaran terhadap hukum, merupakan cerminan sikap kepribadian yang sangat buruk bagi tergugat. Tergugat juga mengemukan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak yang telah diperbarui dengan jo Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014. Tergugat sangat menyadari bahwa pertimbangan terakhir untuk menetapkan hak asuh anak adalah untuk kepentingan terbaik bagi si anak, bukan hanya kepada naluri semata. | Kids can not simply be separated from the father or mother. Similarly, the father or a mother can not simply be separated from anaknnya. This happens in the case between Plaintiff by the Defendant which was the legitimate husband and wife, but was divorced. From the marriage the Plaintiff by the Defendant, has been blessed with a daughter named Girls (hereinafter referred Annisa). Plaintiffs concerned with the mental development of the child if it remains in the care of the Defendant because Defendant has the moral good as married to another man while still married to the Defendant Plaintiff. To achieve these aims, the intensive search was conducted using normative juridical approach. Secondary data were collected and processed, presented and analyzed qualitatively with the presentation of narrative text data. The study states that, Judge and / or the Court granted the plaintiff's claim and gave custody of the Daughters of the plaintiff in this case as a father or father in consideration that, Defendants have violated the law, both the positive law and religious law, as has been stated in Article 9 of Law No. 1 of 1974 and Article 40 letters a Compilation of Islamic Law, which essentially prohibits the marriage of a man to a woman who was married to another man. Violations of the law, is a reflection of the attitude of a personality that is very bad for the defendant. Defendants also promoted Article 14 of Law No. 23 of 2002 on Protection of Children has been updated with jo Law No. 35 of 2014. The Defendant is very aware that the last consideration to establish child custody is in the best interest of the child, not only to pure instinct. | |
| 6002 | 15828 | E1A110015 | Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Pengguna Jasa Wisata Air River tubing Adventure Limbasari Purbalingga berdasarkan Undang – Undang Nomer 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen | Lokawisata adalah salah satu penunjang perkembangan perekonomian negara kita, maka dalam pelayanan pelaku usaha terhadap konsumen harus baik dalam penyediaan fasilitas yang bersifat fisik maupun non fisik. Penelitian Pendahuluan / survery diperoleh salah satu informasi bahwa ada peristiwa yang terjadi di Lokawisata River tubing Adventure Limbasari purbalingga yaitu peserta kehilangan barang di tempat penitipan barang. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah metode pendekatan yuridis normatif, sedangkan metode analisis yang digunakan adalah normatif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di River tubing Adventure di Desa Limbasari Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga. Kelompok Sadar Wisata Patra Wisa sebagai Pengelola Lokawisata River tubing Adventure telah melaksanakan Tanggung jawabnya berdasarkan Pasal 19 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 1694 KUHPerdata yang berkaitan dengan masalah tanggung jawab dalam bentuk pembayaran ganti rugi. Tanggung jawab yang diberikan adalah dalam bentuk pembayaran ganti rugi atau pemberian barang sejanis sesuai dengan hasil kesepakatan dan musyawarah yaitu HP yang hilang diganti sebesar Rp. 1.000.000,.00 (satu juta rupiah) serta berupa sepatu dan helm yang hilang diganti barang yang serupa. | Tourist Attraction is one of supporting the economic development of our country, then in service businesses against consumers should be better in the provision of physical and non-physical. Preliminary research / survery obtained by one of the information that there are events that happen in Tourist attraction River tubing Adventure Limbasari purbalingga that participants lost items at deposit. The method used in this research is normative juridical approach, whereas the method of analysis used is qualitative normative. This research was conducted at the River tubing Adventure Village Sub Bobotsari Limbasari Purbalingga district. Travel Awareness Group Patra Wisa as business tubing Tourist attraction River Adventure has been carrying out His responsibilities under Article 19 of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection and Article 1694 of the Civil Code relating to the issue of responsibility in the form of compensation payments. The responsibility is provided in the form of compensation payments or the provision of goods sejanis in accordance with the agreement and consensus that HP is lost is replaced by Rp. 1,000,000, .00 (one million rupiah) as well as in the form of boots and helmets replaced the missing similar items. | |
| 6003 | 15829 | F1B011058 | Pengaruh Kepemimpinan Kepala Desa dan Kinerja Pemerintah Desa Terhadap Pelaksanaan Otonomi Desa Di Kota Banjar | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Kepemimpinan Kepala Desa dan Kinerja Pemerintah Desa terhadap Pelaksanaan Otonomi Desa di Kota Banjar”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan kepala desa dan kinerja pemerintah desa terhadap pelasanaan otonomi desa. Sasaran penelitian Kepala Desa Kota Banjar sebanyak 26 kepala desa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif asosiatif, teknik pengumpulan data melalui kuisioner dan dokumentasi. Pengujian hipotesis pertama dan kedua menggunakan kendall tau-b dan konkoordinasi kendall W, pengujian hipotesis ketiga menggunakan analisis regresi ordinal. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala desa berpengaruh positif secara signifikan terhadap pelaksanaan otonomi desa (koefisien korelasi 0,990 df 95 persen). Sedangkan kinerjapemerintah desa berpengaruh positif secara signifikan terhadap pelaksanaan otonomi desa (koefisien korelasi 0,501 df 95 persen). Sementara itu pengaruh kepemimpinan dan kinerja pemerintah desa yang kondusif secara bersamaan berpengaruh positif secara signifikan terhadap pelaksanaan otonomi desa (koefisien korelasi 0,996 df 95 persen). | This study entitled "Effect of Leadership Village Head and Village Government Performance Against Autonomy Village in Banjar City".The purpose of this research is to know is there any significant relationship between the leadership of the village head and village government performance against implements selected village autonomy. This study uses a quantitative research associative, with collection through questionnaires and documentation.The first and second hypothesis testing using kendall kendall konkoordinasi tau- b and W, while the third hypothesis testing using ordinal regression analysis.Based on the results of quantitative analysis in this study can be concluded that the leadership of the village head significantly positive effect on the implementation of village autonomy (correlation coefficient 0.990 df 95 percent). While the performance of village government significantly positive effect on the implementation of village autonomy (correlation coefficient 0.501 df 95 percent). While the influence of leadership and government performance villages conducive simultaneously positive and significant effect on the implementation of village autonomy (correlation coefficient 0.996 df 95 percent). | |
| 6004 | 15854 | A1C112008 | MARKETABLE SURPLUS DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BESARNYA MARKETED SURPLUS BERAS ORGANIK DI KABUPATEN BANYUMAS | Pada saat ini penyediaan beras organik untuk memenuhi kebutuhan konsumen cukup menjanjikan. Hal yang perlu dipertimbangkan adalah jumlah produk dari petani tidak semuanya dijual ke pasar. Jumlah beras organik yang beredar di masyarakat bergantung pada besarnya marketed surplus petani atau jumlah kelebihan hasil panen yang dijual petani. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menghitung besarnya marketable dan marketed surplus beras organik, 2) Mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memepengaruhi jumlah marketed surplus pada usahatani padi sawah organik di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah survai sedangkan metode penentuan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, jumlah responden sebanyak 38 petani dengan total luas lahan 10,82 hektar (Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, 2014). Penelitian dilakukan di Kabupaten Banyumas pada bulan April sampai dengan Mei 2016. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitiaan menunjukkan bahwa nilai marketable surplus beras organik sebesar 25.375,13 kg/MT dengan rata-rata per hektar sebesar 2.345,21 kg/MT dan nilai marketed surplus sebesar 19.051,40 kg/MT dengan rata-rata per hektar sebesar 1.760,76 kg/MT. Variabel yang signifikan mempengaruhi variabel marketed surplus adalah variabel jumlah produk, sedangkan variabel luas lahan, jumlah anggota keluarga, pendapatan rumah tangga, status kepemilikan lahan dan harga beras organik berpengaruh secara tidak signifikan terhadap marketed surplus. | At this time the organic rice supply to meet consumer needs is promising. Things that need to be considered is the sum of production of the farmers are not all sold on the market. The amount of organic rice that is circulating in the community depends on the size farmers marketed surplus or the excess amount of crops sold by farmers. This study aims to: 1) Calculate the amount of marketable and marketed surplus of organic rice, 2) Identifying and analyzing factors which are influencing the count of marketed surplus in farming of organic rice in Banyumas. The method used was a survey while the method of determining the sample used is purposive sampling, the number of respondents as many as 38 farmers with a total land area of 10.82 hectare (Banyumas district agricultural office, 2014). The study was conducted in Banyumas in April to May 2016. The data analysis used is descriptive analysis and analysis of linear regression. The study results showed that the value of marketable surplus of organic rice at 25375.13 kg/season with an average in hectare of 667.77 kg/season and the value of marketed surplus of 19051.40 kg/season with an average in hectare of 501.35 kg/season. Significant variable influencing variable marketed surplus are the number of products variable, while the variables of land area, number of family members, household income, tenure and price of organic rice has not influencing significantly affect the marketed surplus. | |
| 6005 | 15830 | E1A012032 | PRAPERADILAN NOVEL BASWEDAN (Tinjauan Yuridis Perkara Praperadilan No.37/Pid.Prap/2015/PN.Jkt.Sel) | ABSTRAK Praperadilan merupakan lembaga baru yang lahir setelah diundangkannya Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, sebagai Undang-Undang No.8 Tahun 1981. Tujuan dari lembaga praperadilan yaitu untuk melindungi hak-hak tersangka dalam tingkat penyidikan dan penuntutan. Penyidik atau penuntut umum dalam melakukan tindakan upaya paksa haruslah didasarkan pada ketentuan-ketentuan hukum dan undang-undang yang berlaku. Dalam Putusan Perkara No.37/Pid.Prap/2015/PN. Jkt. Sel, Novel Baswedan mengajukan permohonan praperadilan dengan alasan bahwa penangkapan dan penahanan yang dilakukan penyidik tidak sesuai dengan prosedur hukum dan tidak sah. Adapun hakim dalam menjatuhkan putusan praperadilan dengan mendasarkan dan mempertimbangkan pada pasal 19 ayat 2 KUHAP dan Pasal 21 ayat 1 KUHAP. Berdasarkan fakta hukum dan Pasal 19 ayat 2 KUHAP tersebut hakim berkeyakinan, bahwa penangkapan yang dilakukan penyidik terhadap Novel Baswedan telah sesuai dengan prosedur hukum dan sah. Terkait penahanan yang didasarkan pada fakta dilakukannya penahanan dan Pasal 21 ayat 1 KUHAP, hakim berkeyakinan juga bahwa penahanan terhadap Novel Baswedan telah sesuai dengan prosedur hukum dan sah. Dengan demikian akibat hukum yang ditimbulkan terhadap sahnya penangkapan dan penahanan yang sah maka berdasarkan Pasal 82 ayat 3 huruf a KUHAP yaitu penyidik dan penuntut umum harus melanjutkan penyidikan dan penuntutannya. | ABSTRACT Pretrial is a new organization that was born after the promulgation of the Code of Criminal Procedure, as Law No.8 Year 1981. The purpose of the pretrial institution which is to protect the rights of suspects in the level of investigation and prosecution. Investigator or prosecutor to take action to forceful measures must be based on legal provisions and the applicable legislation. In Case Decision 37 / Pid.Prap / 2015 / PN. Jkt. Sel, Novel Baswedan filed a pretrial petition on the grounds that the arrest and detention by investigators are not in accordance with legal procedures and is not valid. The pretrial judge in the verdict and consider basing on article 19 paragraph 2 of the Criminal Procedure Code and Article 21 paragraph 1 of the Criminal Procedure Code. Based on the facts of law and Article 19 paragraph 2 of the Criminal Procedure Code a judge believe that the arrest by investigators of the Novel Baswedan in accordance with legal procedures and legitimate. Related detention is based on the fact the arrest and Article 21 paragraph 1 of the Criminal Code, the judge believe also that the detention of Novel Baswedan in accordance with legal procedures and legitimate. Thus the legal consequences posed to the validity of the arrest and detention is lawful based on Article 82 paragraph 3 letter a Criminal Code that the investigator and the prosecutor must continue the investigation and prosecution. | |
| 6006 | 15831 | A1L012030 | EKSPLORASI KUMBANG TOMCAT (Paederus fuscipes Curtis.)DAN KEMAMPUAN PEMANGSAANNYA TERHADAP WERENG BATANG COKELAT (Nilaparvata lugens Stal.) DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui populasi kumbang tomcat dan WBC 2) mengetahui tingkat predatisme kumbang tomcat terhadap WBC 3) mengetahui tingkat preferensi kumbang tomcat terhadap mangsa alternatif. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan dari bulan November 2015 sampai Juni 2016. Penelitian meliputi 1) eksplorasi kumbang tomcat dan wereng batang cokelat yang dilakukan di lima kecamatan di Kabupaten Banyumas masing-masing terdiri dari lima desa. Sampel ditentukan dengan metode purposive random sampling. Variabel yang diamati adalah populasi kumbang tomcat, populasi WBC dan intensitas serangannya. 2) Uji predatisme kumbang tomcat terhadap wereng batang cokelat. Uji predatisme dilakukan dengan membandingkan tingkat predatisme terhadap 2 stadia WBC (nimfa dan imago) dan kerapatan mangsa (10, 20 dan 30). Variabel yang diamati yaitu lama mencari mangsa, jumlah mangsa yang dimangsa, persentase pemangsaan dan lama menangani mangsa. 3) Uji preferensi kumbang tomcat terhadap mangsa alternatif dilakukan dengan membandingkan tingkat preferensi pemangsa kumbang tomcat terhadap 3 jenis mangsa yaitu Aphis craccivora, Bemisia tabaci, Aphis gosyipii. Hasil penelitian eksplorasi menunjukkan populasi kumbang tomcat dan wereng batang cokelat dipengaruhi oleh lokasi yang berbeda baik antar kecamatan maupun antar desa. Populasi kumbang tomcat tertinggi yaitu di kecamatan Jatilawang sebesar 1,55 individu/rumpun. Populasi WBC tertinggi pada kecamatan Kebasen sebesar 8,1 individu/rumpun. Tingkat predatisme kumbang tomcat terhadap WBC stadia nimfa lebih baik dibandingkan stadia imago. Tingkat predatisme kumbang tomcat terhadap wereng batang cokelat dengan kerapatan 30 individu lebih baik dibandingkan kerapatan 20 dan 10 individu. Mangsa alternatif yang paling disukai kumbang tomcat yaitu Aphis gosyipii. | The research aims to 1) know the population of rove beetle and BPH 2) know the level of predatisme rove beetle against BPH 3) know the level of preferences rove beetle to alternative prey. The research was conducted in laboratory of Plant Protection, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research was conducted from November 2015 up to June 2016. This research included, 1) exploration rove beetle and brown planthopper, conducted in five districts in Banyumas, each consisting of five village.s The sample was determined by purposive random sampling method. 2) predation test of tomcat beetle against BPH. Predation test was done by comparing the predatism level of the two BPH (nymphs and imago) and the density of prey (10, 20 and 30). Variables observed were duration in searching preys, number of consumed preys, percentage of predation dan duration handling preys 3) preference test tomcat beetle to prey alternatives prey. Preference test was done by comparing the degree of preference of predatory rove beetle against three types of preys, namely Aphis craccivora, Bemisia tabaci, Aphis gosyipii. The results of exploratory research showed rove beetle and brown planthopper was influenced by location vary both between districts and between villages. Population rove beetle highest in the district Jatilawang 1,55 individuals/clump. Brown planthopper population highest in districts Kebasen of 8.1 individuals/clump. Predation level rove beetle against BPH nymph phase better than imago phase . Predation level rove beetle against BPH with a density of 30 individuals is better than the density of 20 and 10 individuals . The most preferred alternative prey of rove beetle was Aphis gosyipii. | |
| 6007 | 15882 | A1H012011 | ANALISIS TEKNOEKONOMI MESIN PENYOSOH KACANG KORO (Canavalia ensiformis L) TIPE TEP-17 | Koro merupakan bahan pangan lokal berupa kacang-kacangan memiliki potensi yang besar menjadi produk pangan apabila ditinjau dari nilai gizi dan syarat tumbuhnya. Namun, permasalahan yang dihadapi dalam pemanfaatan kacang koro adalah penanganan pasca panen yaitu proses pengupasan kulit ari. Pengunaan mesin penyosoh kacang koro tipe TEP-17 diharapkan dapat mengatasi permasalahan tersebut. Penelitiaan ini bertujuan untuk mengetahui analisis teknis dan ekonomi dari mesin penyosoh kacang koro tipe TEP-17. Penelitian ini meliputi dua tahap, tahap pertama berupa analisis teknis (meliputi kapasitas penyosohan, kualitas sosohan, rendemen dan efisiensi penyosohan) pada masing-masing perlakuan. Pada tahap kedua, dari keseluruhan data yang didapat, dipilih hasil terbaik untuk dianalisis secara ekonomi yang meliputi NPV, B/C Ratio, IRR, Pay Back Period, BEP, dan analisis sensitivitas. Hasil kapasitas penyosohan, rendemen dan efisiensi penyosohan yang terbesar pada perlakuan L2T2 (direndam dengan soda kue 1% selama 24 jam) sebesar 248,58 kg/jam, 65,77% dan 86,06%. Hasil penyosohan sempurna terbanyak terdapat pada perlakuan L0T0 (hanya direbus selama 30 menit). Analisis ekonomi diambil dari data perlakuan L0T0 menghasilkan nilai NPV sebesar Rp. 75.238.660,00 dengan nilai B/C rasio yaitu 1,53; nilai IRR yaitu 29% dan nilai pay back period yaitu 2,707 tahun atau 2 tahun 8 bulan 15 hari. Analisis sensitivitas dilakukan terhadap suku bunga bank dan persentase penjualan. Proyek ini akan menjadi tidak layak bila mengalami kenaikan suku bunga sebesar 30%, penurunan persentase penjualan menjadi 97% dari tahun ke-2 sampai ke-5 dan 95% bila persentase penjualan tiap tahun. | Jack bean is a local food from kind of nutthat has large potential as food productsconsiderately obtained based on nutrition facts and its growth conditionals. Jack bean contained of carbohydrate amount 60.1% and 30.36% protein. However, there’s still has a trouble in utilization of jack beans on postharvest treatment in term of peeling process from its upper coat. Using of jack bean milling machine types TEP-17 was expected to solve this problem. This research aims consist of two steps, first step is analyze as technically (process that include aremilling capacity,quality of milling percentagerendements and efficiency of milling process) for each treatments. Then, second step isanalyze economic value, by selecting one of optimum data from overalldata result to beanalyze economically to determineNPV, B/C Ratio, IRR, Pay Back Period, BEP, dan sensitivity analysis. The result formillingcapacity, rendements and efficiency of milling process showed that has biggest value in L232 treatment (by submerge with cake soda 1% dor 24-hour)248,58 kg/hour, 65,77% and 86,06%. The optimal result of milling processing showed in L0T0 treatment (boiled for 30 minutes ). Economic analysis that taken from selection data showed NPV value Rp. 75.238.660,00; B/C ratio 1,53; IRR 29% and pay back period value are 2,707 years atau 2 years 8 months 15 days. Sensitivity analysis for interest rate and percentage of selling. This project would become unfeasible if it meets the increasing of interest rate more than 30%, decreasing percentage of selling would become 97% from 2nd years till 5th years if anual percentage of selling was similar. | |
| 6008 | 15900 | E1A112056 | PERAN BAPAS TERHADAP TINDAK PIDANA YANG DILAKUKAN OLEH ANAK DI WILAYAH HUKUM BAPAS PURWOKERTO | Kenakalan Remaja (juvenile delinquency) adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan atau pidana dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak dan remaja. Perumusan Masalah ini untuk mengetahui dan menganalisis peran bapas terhadap tindak pidana yang dilakukan oleh anak di wilayah hukum bapas purwokerto dan menganalisis hambatan bapas terhadap tindak pidana yang dilakukan oleh anak di wilayah hukum bapas purwokerto. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis dan menggunakan spesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Balai Pemasyarakatan Purwokerto. Jenis dan Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data adalah data primer melalui wawancara dan data sekunder melalui studi kepustakaan. Metode pengambilan informan dengan menggunakan Purposive Samling dengan criterian based selection dan metode analisis data secara kualitatif. Berdasarkan penelitian, Peran Bapas terhadap tindak pidana yang dilakukan oleh anak di wilayah hukum Bapas Purwokerto dengan 3 (tiga) tahap yaitu pra-ajudikasi meliputi pendampingan anak di kepolisian, kejaksaan dan membuat penelitian kemasyarakatan untuk proses penyidikan oleh aparat kepolisian, selanjutnya tahap ajudikasi yaitu pendampingan di sidang pengadilan berupa penyampaian laporan hasil penelitian kemasyarakatan kepada hakim, kemudian yang terakhir tahap post-ajudikasi yaitu pembimbingan dari hasil penetapan anak itu apakah diversi maupun hasil keputusan pengadilan. | Delinquency (juvenile delinquency) is an act that violates the norms, rules or criminal in society carried out by the teenage years or transitions of childhood and adolescence. Formulation of the problem this research to identify and analyze the role of Bapas for offenses committed by child in the jurisdiction area Bapas Purwokerto and analyze barriers of Bapas regarding criminal offenses committed by child in the jurisdiction area Bapas Purwokerto. The approach method used in this research is the sociological juridical and use descriptive research specifications. Location of the research conducted at the bapas Purwokerto. The types and sources of data used are primary data and secondary data. Methods of data collection is the primary data through interviews and secondary data through literature review. The method of collecting informants by using purposive sampling with criterian based selection and qualitative data analysis. Based on the result, Role of Bapas against criminal offenses committed by children in the jurisdiction Bapas Purwokerto with three (3) stages: pre-adjudication include assisting the child at the police station and make the research at the society to the process of investigation by the police, the next stage of the adjudication is assisting in court in the form of delivery of social research reports to the judge, then the last stage of post-adjudication that the coaching of the determination whether the child was a diversion and the results of the court's decision. | |
| 6009 | 15865 | A1L109005 | PEMBERIAN PUPUK HAYATI MIKORIZA, PUPUK N- P- K DAN KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) PADA ULTISOL | Bawang daun (Allium fistolosum L.) termasuk salah satu jenis sayuran daun yang digunakan sebagai bahan campuran sayuran .Tanah Ultisol mempunyai sebaran yang sangat luas, meliputi hampir 25% dari total daratan Indonesia, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal sebagai daerah pertanian. Meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara, memproduksi zat pengatur tumbuh yang dapat meningkatkan perkembangan sistem perakaran tanaman, salah satu mikroorganisme yang berperan penting dalam memberikan peran tersebut adalah mikoriza. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian pupuk hayati mikoriza, pupuk kompos, pupuk N-P-K dan kombinasinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun. Penelitian dilaksanakan di lahan pertanian Desa Suro dan Laboratorium Ilmu Tanah pada bulan Juni sampai September 2013. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok 23 dengan 8 kombinasi perlakuan dengan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari 3 faktor yaitu pupuk hayati mikoriza, pupuk kompos dan pupuk N-P-K. Perlakuan yang dicoba yaitu kombinasi pemberian pupuk hayati mikoriza, pupuk kompos dan pupuk N-P-K. Kombinasi perlakuan adalah: P0 (kontrol), O (pupuk organik), H (hayati), K50 (pupuk N-P-K), HO (kombinasi pupuk hayati dan kompos), K50O (kombinasi pupuk kimia dan kompos), K50H (kombinasi pupuk N-P-K dan hayati), K50HO (kombinasi pupuk N-P-K, hayati, dan kompos). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati mikoriza pada variabel luas daun, bobot akar kering dan bobot tanaman kering berpengaruh secara nyata dibanding kontrol pada pertumbuhan tanaman bawang daun. Berpengaruh nyata terhp variabel bobot tanaman segar, bobot akar segar dan bobot tanaman per petak efektif dari pemberian pupuk hayati mikoriza. Perlakuan pemberian pupuk organik, mikoriza, anorgnik menunjukkan pengaruh yang nyata pada hasil tanaman bawang daun | Scallion ( Allium fistolosum L. ) including one of a kind of vegetable leaves which are used as an ingredient of a mixture of vegetables. Ultisol have to scatter it is broad, covering nearly 25 % of total indonesian, the mainland but has not been optimized as an agricultural area Hara, increase the efficiency of the absorption of an element a substance producing officers growing that could boost the development of a system of rooting plants, one of these microorganisms which played an important role in providing the role is mycorrhizal. This research is intended to study influence granting fertilizer mycorrhizal, fertilizer compost fertilizer N-P-K and their combinations to the growth and the onion plant leaves. Research carried out on cultivated land village suro and laboratory agriculturist in june until september 2013. Research using design random group 23 with 8 combination treatment by three deuteronomy. Treatment consisting of 3 factor that is manure hayati mycorrhizal, fertilizer compost and fertilizer N-P-K. Treatment sought namely combination granting fertilizer hayati mycorrhizal, fertilizer compost and fertilizer N-P-K. Combination treatment is: P0 ( control ), O ( organic fertilizers ), H ( hayati ), K50 ( fertilizer N-P-K ), HO ( the combination of fertilizer mycorrhizal and compost ), K50O ( the combination of chemical fertilizers and compost ), K50H ( the combination of fertilizer N-P-K and mycorrhizal ), K50HO ( the combination of fertilizer N-P-K, biodiversity, and compost ) The result showed that the provision of fertilizer biodiversity, mycorrhizal on the variables of broad leaves the weight of the dried root and weights of dried plants influence significantly compared to controls on the growth of crops a scallion. Influential real terhp variable weights fresh plants, the weight of the root of fresh and weights plants per tenement effective from granting fertilizer biodiversity mycorrhizal. Treatment, the provision of organic fertilizer mycorrhizal, anorganic show a real power on the outcome of an onion plant leaves. | |
| 6010 | 15832 | C1G014016 | Analisis dan Perancangan Standar Operasional dan Prosedur (SOP) Keuangan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di Purwokerto | Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif mengenai SOP Keuangan pada Universitas Jenderal Soedirman. Oleh karena itu penelitian ini diberi judul: “Analisis dan Perancangan Standar Operasional dan Prosedur (SOP) Keuangan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) di Purwokerto”. Tujuan penelitian ini adalah melakukan penilaian mengenai perlu atau tidaknya penyesuaian SOP Keuangan UNSOED dengan Regulasi yang berlaku saat ini untuk kemudian memberikan gambaran SOP Keuangan UNSOED yang sesuai dengan Regulasi/Peraturan yang berlaku saat ini. Pengelolaan keuangan suatu Badan Layanan Umum (BLU) meliputi aspek Penganggaran (Budgeting), Pencatatan (Accounting), Perbendaharaan (Treasury), dan Pelaporan (Reporting). Pada penelitian ini, objek yang diambil adalah mengenai aspek penganggaran dan aspek perbendaharaan saja dan tidak termasuk aspek Pencatatan ataupun pelaporannya. Penelitian ini menghasilkan perumusan Susunan Tugas Pejabat Pengelola Keuangan yang ada pada SOP keuangan UNSOED yang sudah disesuaikan dengan peraturan yang berlaku. Selain itu, sebagai konsekuensi atas perubahan status menjadi BLU maka Prosedur Penyusunan PKA yang sebelumnya ada pada SOP Keuangan UNSOED harus digantikan dengan Prosedur Penyusunan RBA. Sebagai BLU, UNSOED dapat langsung mengelola Pendapatannya (termasuk PNBP) untuk peningkatan pelayanannya. Dalam pertanggungjawabannya sebagai salah satu lembaga pendidikan berstatus BLU penuh UNSOED juga harus memiliki prosedur dalam penyampaian dan pengesahan SP3B disertai dengan prosedur Ralat SP3B. Pengelolaan UP/TUP juga telah diperbaharui lagi menjadi prosedur pengeluaran kas kecil dan pengeluaran kas besar, serta menyesuaikan prosedur pembayaran langsung agar sesuai dengan peraturan yang berlaku. Implikasi dari kesimpulan diatas, dalam upaya penyempurnaan dan penyesuaian SOP Keuangan dengan peraturan yang berlaku saat ini. Penyesuaian tersebut meliputi prosedur Peyusunan RBA, perubahan prosedur Pengelolaan PNBP menjadi Prosedur Pengelolaan Pendapatan, penambahan Prosedur penyampaian dan pengesahan SP3B beserta dengan Prosedur Ralat SP3B, dan pergantian nama entitas serta penyesuaian prosedur pada Pengelolaan UP/TUP yang kemudian diubah menjadi Pengelolaan Kas Kecil dan penambahan Prosedur Pengeluaran Kas Besar serta perubahan Prosedur Pencairan Dana melalui Mekanisme LS menjadi Prosedur Pembayaran Langsung. | This study is a descriptive analysis of the Financial Operational Procedure Standard UNSOED. Therefore, this study is entitled: "Analysis and Design the Financial Standard Operating and Procedure (SOP) UNSOED in Purwokerto". The purpose of this study is to assess the necessity of adjustment Financial SOP UNSOED to the current Regulation then provide and overview of Financial SOP UNSOED in accordance with the current Regulation. The financial management of a Public Service Agency (BLU) covering aspects of Budgeting, Accounting, Treasury, and Reporting. In this study, the object is taken on this aspect of budgeting and treasury aspects only and does not include aspects of Accounting or Reporting. This research resulted in the formulation of Duty Structure Financial Officer existing business in the financial SOP UNSOED that have been adapted to the prevailing regulations. Moreover, as a consequence of the change of status into the Procedure for Preparation PKA BLU that previously existed in the Financial SOP UNSOED Preparation Procedures should be replaced by the RBA. As BLU, UNSOED can directly manage Revenues (including non-tax revenues/PNBP) for the improvement of services. In his accountability as one of the educational institutions the status of full BLU, UNSOED must also have procedures for submission and approval of SP3B accompanied by SP3B Correction procedures. UP/TUP Management Procedures also been refurbished into a small cash outlay procedures and large cash expenditures, as well as adjusting the direct payment procedures to comply with applicable regulations. The implication of the above conclusions, in an effort to improvements and changes to the Financial SOP with the current regulations. Such adjustments include procedures Peyusunan RBA, changes in procedures Management PNBP be Procedure Revenue Management, adding Procedure submission and approval SP3B along with the procedure Correction SP3B, and the change of name of the entity and the adjustment procedure in the management of UP/TUP which is then converted into Small Cash Management and additions Procedures Huge Cash expenditures and changes in LS Disbursement mechanism procedure into a Direct Payment Procedure. | |
| 6011 | 15825 | C1K011008 | A STUDY OF FACTORS INFLUENCING THE CONSUMERS TO CONSUME ORGANIC FOOD OF THEORY OF PLANNED BEHAVIOR | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kesadaran kesehatan serta kesadaran lingkungan pada konsumen sikap terhadap makanan organik, untuk menganalisis pengaruh sikap, norma subjektif serta dirasakan kontrol perilaku pada konsumen niat untuk membeli organik makanan, dan untuk menganalisis pengaruh niat beli pada perilaku konsumen untuk membeli makanan organik. Penelitian ini dilakukan di di wilayah Kabupaten Banyumas. Metode penelitian adalah survei dengan teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh konsumen di Kabupaten Banyumas yang mengkonsumsi makanan organik. Dengan menggunakan teknik estimasi interval dan berdasarkan opini oleh Hair et al., (2006), itu dapat ditentukan ukuran sampel dalam studi dari 130 responden. Selanjutnya, analisis data teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Model (SEM) analisis. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa kesadaran kesehatan serta kesadaran lingkungan memiliki pengaruh positif pada konsumen sikap terhadap makanan organik, sikap memiliki pengaruh positif pada konsumen niat untuk membeli makanan organik, sementara norma subjektif serta dirasakan kontrol perilaku tidak memiliki pengaruh terhadap niat konsumen untuk membeli makanan organik, dan niat memiliki pengaruh positif pada konsumen untuk membeli makanan organik. Mengacu pada kesimpulan ini, itu bisa tersirat bahwa sebagai upaya untuk meningkatkan konsumen perilaku aktual untuk membeli makanan organik, pemasar dari makanan organik perlu membuat prioritas pada konsumen kesehatan dan kesadaran lingkungan, sikap dan niat mereka. Cara dapat dilakukan dengan menerapkan strategi pemasaran yang tepat dalam menciptakan dan meningkatkan kesadaran konsumen tentang makanan organik di pikiran mereka untuk mengambil keputusan pembelian akhirnya. Meningkatkan kebutuhan dan keinginan konsumen untuk makanan sehat dan untuk memberikan hati-hati pesan siap untuk menargetkan konsumen telah diberikan peran utama dalam program pemasaran. Di sisi lain, perlu mempertahankan dan memperkuat perilaku konsumen yang memiliki tingkat tinggi loyalitas untuk mengkonsumsi dan membeli makanan organik. | The aims of research were to analyze the influence of health consciousness as well as environmental consciousness on consumers’ attitude towards the organic food, to analyze the influence of attitude, subjective norm as well as perceived behavioral control on the consumers’ intention to purchase the organic food, and to analyze the influence of purchase intention on the consumers’ behavior to purchase the organic food. This research was conducted in at Banyumas Regency area. Method of study was survey with the sampling technique used was convenience sampling. Population of this research was all consumers in Banyumas Regency who consume the organic food. By using the interval estimate technique and based on the opinion by Hair et al., (2006), it could be determined the sample size within study of 130 respondents. Furthermore, technique data analysis used in this study was Structural Equation Model (SEM) analysis. Based on the result of data analysis, it could be concluded that health consciousness as well as environmental consciousness has a positive influence on consumers’ attitude towards the organic food, attitude has a positive influence on the consumers’ intention to purchase the organic food, while subjective norm as well as perceived behavioral control has no influence on the consumers’ intention to purchase the organic food, and so intention has a positive influence on the consumers to purchase the organic food. Refers to these conclusions, it could be implied that as an effort to increase the consumers’ actual behavior to purchase the organic food, marketers of the organic foods need to make priority on the consumers’ health and environmental consciousness, their attitude and intention. The ways can be done by implement the appropriate marketing strategy in create and increase the consumers’ awareness about organic foods in their mind to take eventual purchase decision. Increase the consumers’ needs and desires for healthy food and to deliver carefully prepared messages to target consumer has given a major role in the marketing programs. On the other hand, it needs maintain and strengthen the consumers’ behavior who have the high level of loyalty to consume and purchase the organic foods. | |
| 6012 | 15837 | F1I012025 | Analisa Sikap Abstain Indonesia Dalam Arms Trade Treaties (ATT) UNODA Tahun 2013 | Penelitian yang berjudul “Analisa Sikap Abstain Indonesia dalam ATT UNODA Tahun 2013” akan menganalisis alasan pemerintah Indonesia dalam mengambil kebijakan untuk memilih sikap abstain dalam ATT UNODA Tahun 2013, dengan menggunakan teori decision making dan military industrial complex. Pada penelitian ini, akan dianalisis apakah pemerintah Indonesia dalam membuat keputusan dalam proses decisioin making untuk memilih sikap abstain dalam ATT UNODA telah mengambil keputusan yang tepat berdasarkan pertimbangan pertimbangan yang ada dan potensi yang akan ditimbulkan dari setiap kebijakan yang diambil. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data sekunder (library research) dan teknik analisis data yang mengaplikasikan teori ke dalam permasalahan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Indonesia dalam memutuskan sikap abstain dalam Arms Trade Treaty (ATT) UNODA telah melalui berbagai kajian yang memperhatikan berbagai faktor yang menjadi dasar pembuatan kebijakan Indonesia dalam menentukan posisi dalam ATT UNODA. Faktor utama yang menjadi dasar Indonesia dalam menentukan sikap adalah kebutuhan terhadap Kemandirian Industri Pertahanan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan bertentangan dengan UU Industri Pertahanan Indonesia. Berdasarkan faktor dan kebutuhan Indonesia ini, Indonesia memutuskan untuk memilih abstain dalam ATT. | This research, entitled "Analysis of Indonesia Abstain reason in the ATT UNODA Abstain 2013" will analyze the reasons for the Indonesian government to take the policy to select abstained in the ATT UNODA In 2013, using the theories of decision making and the military industrial complex. In this research study, will be analyzed whether the Indonesian government to make decisions in the process of making decision to choose abstained in the ATT UNODA has taken the right decision based on the consideration of the consideration of existing and potential that will result from any measures taken. This study uses qualitative research with secondary data collection techniques or literature review (library research) and data analysis techniques to apply theory to problems in this study. The results of this study concluded that Indonesia in deciding abstained in the Arms Trade Treaty UNODA has been through various studies that considers a variety of factors on which to base policy making Indonesia in determining the position of the ATT UNODA. The main factor is the determining the attitude of Indonesia Indonesia is Indonesia needs to Independence Defense Industry to meet domestic demand and contrary to the Law on Indonesia Defense Industry. Based on these factors and the needs of Indonesia, Indonesia decided to choose to abstain in ATT. | |
| 6013 | 15838 | G1G012019 | PERBANDINGAN JUMLAH KOLONI BAKTERI PADA BENANG Poly Glycolic Acid (PGA) DAN BENANG PGA-GETAH BATANG PISANG PASCA INSISI FLAP TIKUS WISTAR (Rattus novergicus) | Tindakan pembedahan di bidang medis melibatkan proses insisi yang mengakibatkan adanya perlukaan. Penyembuhan luka dapat dicapai melalui penutupan luka seperti menggunakan benang bedah, salah satunya yaitu benang poly glycolic acid (PGA). Pada beberapa kasus proses penyembuhan luka dapat mengalami masalah seperti terkontaminasinya luka oleh bakteri. Bahan alam yang memiliki aktivitas antibakteri dan dapat digunakan di bidang medis yaitu getah batang pisang. Getah batang pisang digunakan sebagai campuran benang PGA. Benang PGA-getah batang pisang dibuat dengan mencampurkan polyvinyl alcohol, asam sitrat, larutan glycolic acid, getah batang pisang dan dilakukan proses pemintalan, kemudian dilakukan uji tarik, kelarutan dan FTIR serta pengamatan jumlah koloni bakteri pada hari ke 3, 5 dan 7 pengambilan benang bedah pasca insisi. Penelitian dilakukan berdasarkan eksperimental laboratoris dengan jumlah tiga kelompok, kelompok perlakuan I PGA-getah batang pisang, kelompok perlakuan II PGA, kelompok kontrol yang ketiganya terbagi menjadi 3 kelompok kecil yaitu kelompok hari ke 3, 5 dan 7. Kekuatan tarik benang PGA-getah batang pisang yaitu 8 N dan benang larut sempurna dalam 12 hari. Pengujian FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi karbonil, alkana, hidroksil. Jumlah koloni bakteri dianalisis menggunakan uji two way ANOVA dan post hoc LSD menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara jumlah bakteri pada kelompok PGA-getah batang pisang dengan kelompok benang PGA dan kontrol (p<0,05). Simpulan dari penelitian ini yaitu jumlah bakteri yang paling sedikit terdapat pada benang PGA-getah batang pisang yaitu 4,9692 x 104 CFU/ml dan jumlah koloni bakteri paling sedikit yaitu pada pengamatan hari ke 7 pasca insisi sebesar 2,5958 x 104 CFU/ml dengan masing-masing hari pengambilan benang terjadi penurunan yang signifikan. | Incision in medical surgery is one thing that cause an injury. Wound healing process can be reached by wound closure with surgical sutures such as poly glycolic acid (PGA) suture. In some cases of wound healing there are a lot of problems, for example bacterial contamination that cause infection. One of nature materials that has antibacterial activity and can be used in medical is banana stem sap. Banana stem sap can be combined with PGA. PGA that is combined with banana stem sap is made by mixing polyvinyl alcohol, citric acid, glycolic acid, banana stem sap and spinning process, then the material is tested for tensile strength, solubility, FTIR and bacteria colonization observation on 3rd, 5th and 7th days after incision. Research conducted based on laboratory experimental with three treatment groups, those are: group I is PGA-banana stem sap, group II is PGA - only, group III is control and all of them are divided into three small groups, 3rd, 5th and 7th days. Tensile strength of PGA-banana stem sap suture is 8 N and it soluble in 12 days. FTIR shows that the suture has functional groups of carbonyl, alkanes and hydroxyl. Bacterial colonization analyzed by two way ANOVA and post hoc LSD that shows there is differences between PGA-banana stem sap group with PGA and control group significantly (p<0,05). The conclusion is the lowest bacterial colony is PGA-banana stem sap suture which has 4,9692 x 104 CFU/ml. PGA suture has 7,2917 x 104 CFU/ml, control group has 7,7192 x 104 CFU/ml and the lowest bacterial colony is on 7th days group after incision which has 2,5958 x 104 CFU/ml. and there is a significant differences between the 3rd group and the 5th group which shows the decreasing result of bacterial colonization. | |
| 6014 | 15839 | E1A011086 | KONTRAK KERJASAMA JUAL BELI KOPERASI LANGIT BIRU DENGAN PT ESA BUMINDO TANPA MELALUI RAPAT ANGGOTA DITINJAU DARI UNDANG – UNDANG NO 25 TAHUN 1992 TENTANG PERKOPERASIAN ( STUDI KASUS PUTUSAN PENGADILAN NEGERI TANGERANG NO.445/PDT.G/2012 ) | Pola kerja Koperasi yang amat baik untuk perekonomian menimbulkan banyak peminat dari seluruh masyarakat. Dengan demikian banyak pihak atau orang-orang yang mencari kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dengan cara membuat Koperasi yang berujung kepada penipuan para anggotanya. Banyak Koperasi yang tidak menanamkan asas-asas Koperasi dan tidak sesuai dengan Undang-Undang Perkoperasian yang berlaku. Seperti halnya Koperasi Langit Biru yang ada Kabupaten Tangerang. Koperasipun bangkrut dan meninggalkan banyak masalah, salah satunya dengan PT. Esa Bumindo. Koperasi Langit Biru memiliki kontrak Kerjasama dengan PT. Esa Bumindo tentang pembelian produk sabun yang di produksi oleh PT. Esa Bumindo. Dikarenakan Koperasi mengalami kebangkrutan dan tidak memenuhi pembayaran yang seharusnya kepada PT. Esa Bumindo, maka PT. Esa Bumindo melayangkan gugatannya ke Pengadilan Negeri Tangerang. Dikarenakan kontrak kerjasama yang dilakukan oleh ketua Koperasi Langit Biru tidak melalui Rapat Anggota maka kontrak kerjasama yang dilakukan oleh Jaya Komara selaku ketua Koperasi Langit Biru merupakan kontrak kerjasama pribadi bukan kontrak Kerjasama Koperasi Langit Biru. Penelitian dalam penulisan skripsi ini menggunakan tipe penelitian normatif yaitu studi kepustakaan dengan memadukan bahan-bahan pustaka dan mengolahnya dan sumber data yang dipakai adalah sumber data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tertier. ¬Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan penulis menarik kesimpulan, bahwa kontrak jual beli yang dilakukan Jaya Komara dengan PT. Esa Bumindo sah menurut hukum hanya saja kontrak tersebut bukan merupakan kontrak kerjasama Koperasi langit Biru dengan PT Esa Bumindo karena apabila Koperasi membuat rencana kerja ataupun hal lain yang menyangkut Koperasi harus mendapatkan persetujuan melalui forum Rapat Anggota sesuai dengan Undang-Undang perkoperasian yang berlaku yaitu Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992. Rencanya kerja tercantum pada Pasal 23 ayat 4 Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992. Jadi segala kerugian yang ditimbulkan harus ditanggung secara pribadi oleh Tergugat I yaitu menangung segala tuntutan dan biaya perkara di Pengadilan. | Cooperative work pattern which is very good for the economy raises many visitors from all over the community. With so many parties or people who are looking for an opportunity to profit by creating cooperatives that led to the fraudulent members. Many cooperatives which do not embed the principles of cooperation and not in accordance with the Law on Cooperatives applicable. As well as the existing Langit Biru cooperatives Tangerang regency left many problems, one of them with PT. Esa Bumindo. Langit Biru cooperatives have cooperation contract with PT. Esa Bumindo about purchasing soap products produced by PT. Esa Bumindo. Due to the cooperative went bankrupt and did not meet the payments are supposed to PT. Esa Bumindo, PT. Esa Bumindo cast his complaint to the Tangerang District Court. Due to the contract that made by the chairman of Langit Biru cooperatives not through the Member Meeting then contract that is done by Jaya Komara as chairman of Langit Biru cooperatives is a private partnership contract is not a contract cooperation Langit Biru cooperatives. Research in writing this essay uses the type of normative research is the study of literature by combining materials and process libraries and source of the data used is secondary data sources that comprise a primary law, secondary law and tertiary legal materials. Based on the results of research by the author authors draw the conclusion, that the Contract of sale and purchase Jaya Komara with Esa Bumindo lawful just that the contract is not a contract of cooperation Cooperative sky blue with PT Esa Bumindo because if the cooperative work plans or other matters concerning cooperatives must obtain approval through the forum members meeting in accordance with the Act on cooperatives that apply namely Law No. 25 of 1992. the planned that the work mentioned in Article 23, paragraph 4 of Law No. 25 of 1992. So any losses incurred should be borne personally Defendant I that bore all the charges and court fees in court. | |
| 6015 | 15840 | H1L012055 | SISTEM PAKAR DIAGNOSA HAMA DAN PENYAKIT DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEBSITE | Hama dan penyakit yang menyerang tanaman mangga menyebabkan petani mangga mengalami kerugian karena tanamannya rusak atau gagal panen. Untuk membantu kerja para penyuluh pertanian dalam mendiagnosa hama dan penyakit sementara yang menyerang tanaman mangga apabila pakar atau ahli pertanian belum ada atau tidak ada, maka diperlukan sebuah sistem berbasis komputer yang dapat memberikan informasi hama penyakit dan tata cara pengendaliannya. Penelitian ini membangun sebuah sistem pakar berbasis aturan (rule based) dengan menggunakan metode forward chaining untuk mendiagnosa hama dan penyakit pada tanaman mangga berdasarkan gejala-gejala pada setiap hama atau penyakit. Hasil yang diperoleh berupa informasi hama atau penyakit yang menyerang dan tata cara pengendalian yang harus dilakukan. | Pest and disease that attack mango crops make mango farmers suffer crops losses due to damage or crops failure. To help the work of agricultural extension in diagnosing pest and disease that attack plants while an expert does not exist, it would require a computer based system that can provide information and procedures for pest control. This research build a rule-based expert system using forward chaining method to diagnose pest and disease on mango plants based on symptoms of any pest or disease. The results obtained information about pest or disease attack and control procedures that need to be done. | |
| 6016 | 15901 | A1L112009 | APLIKASI EKSTRAK MIKROBA RHIZOSFER LIMA VARIETAS BAMBU TERHADAP PENYAKIT KAPANG KELABU (Botrytis cinerea Pers.:Fr) PADA BUAH STROBERI PASCAPANEN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak mikroba rhizosfer lima varietas bambu terhadap penyakit kapang kelabu dan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap mutu dari buah stroberi pascapanen. Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman mulai bulan November 2015 sampai dengan Maret 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 ulangan dan dua kali pengujian, in vitro dan in planta. Perlakuan terdiri atas kontrol, ekstrak mikroba rhizosfer bambu wulung, tali, kasap, kuning, dan ampel. Variabel pengamatan meliputi diameter koloni, persentase buah terserang, umur simpan, kekerasan, kadar gula, kadar vitamin C, dan warna buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak mikroba rhizosfer bambu kuning efektif mengendalikan B. cinerea in-vitro dengan daya hambat diameter koloni sebesar 67,78%. Pengaruh ekstrak mikroba rhizosfer bambu terhadap mutu buah stroberi pascapanen tidak menimbulkan perbedaan nyata pada semua parameter kecuali kadar vitamin C. Ekstrak mikroba rhizosfer bambu tali mampu menahan turunnya kadar vitamin C buah stroberi sebesar 3,696 mg/100 g. | This research aimed to know the effect of five bamboos rhizosperic microorganisms extract on gray mold and on quality of strawberry postharvest fruit. This research was carried out at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, started from November 2015 to January 2016. Completely randomized design was used with four replicates and two tests, i.e., in vitro and in vivo test. The treatments were control, rhizospheric microorganisms extract of wulung, tali, kasap, kuning and ampel bamboos. Variables observed were colony diameter, disease intensity, fruit hardness, sugar content, vitamin C degree, and fruit color. Results of the research showed that the rhizospheric microorganisms extract of kuning bamboo was effective to inhibit B. cinerea colony diameter in vitro as 67,78%. However, all bamboos rhizospheric microorganisms extract did not affect significantly different for all postharvest variables except vitamin C degree. The rhizospheric microorganisms extract of tali bamboo was able to hold vitamin C reduction as 3,696 mg/100 g. | |
| 6017 | 15841 | A1L012079 | PENGARUH KOMPOSISI MEDIA DAN FREKUENSI PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAHE | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) perbandingan komposisi media tanam tanah, pasir dan pupuk kandang yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jahe, 2) frekuensi penyiraman yang paling tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jahe dan 3) kombinasi perlakuan antara komposisi media tanam tanah, pasir dan pupuk kandang dengan frekuensi penyiraman yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jahe. Penelitian dilaksanakan di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, pada Januari sampai Mei 2016. Penelitian menggunakan RAKL (Rancangan Acak Kelompok Lengkap) dengan 2 faktor yang terdiri atas komposisi media tanah:pasir:pupuk kandang (1:1:1, 2:1:1, 1:2:1) dan frekuensi penyiraman (2 hari sekali, 3 hari sekali, 4 hari sekali), sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah anakan, bobot akar segar dan kering, panjang akar, bobot tajuk segar dan kering, serta bobot rimpang segar dan kering. Data dianalisis dengan uji F, apabila terdapat keragaman dilanjut dengan DMRT pada taraf kesalahan 5% dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanah:pasir:pupuk kandang tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jahe, frekuensi penyiraman berpengaruh terhadap hasil rimpang segar dan frekuensi penyiraman optimal pada 3 hari sekali. Komposisi media tanah:pasir:pupuk kandang (1:1:1) dengan frekuensi penyiraman 4 hari sekali memberikan hasil terbaik pada variabel bobot tajuk segar dan kering, serta bobot akar segar dan kering. | This research aimed to determine 1) the best ratio of planting medium composition of soil, sand and manure for the growth and yield of ginger, 2) the most appropriate frequency of watering for the growth and yield of ginger and 3) the best combination treatments of planting media composition of soil, sand and manure in the frequency of watering for the growth and yield of ginger plants. The research was conducted in the Green House, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, from January to May 2016. This research used Randomized Completely Block Design with two factors comprising the soil: sand: manure (1: 1: 1, 2: 1 : 1, 1: 2: 1) composition of the soil and the frequency of watering (2 days, 3 days, 4 days), hence there were nine combinations of treatments. The observed variables were height of plant, number of leaves, area of leaves, number of tillers, weight of fresh and dry root, length of root, weight of fresh and dry of plant canopy, as well as the weight of fresh and dry ginger. Data were analyzed with F test, if there were variations, then it was followed by DMRT at the level of 5% error and regression. The results showed that the composition of the soil media: sand: manure is not effect on the growth and yield of ginger, while the frequency of watering is effect on the results of fresh ginger and the frequency of optimal watering once in 3 days. The composition of the soil: sand: manure (1: 1: 1) with the frequency of watering once in four days gave the best results in the weight of fresh and dry plant canopy variable and weight of fresh and dry root variable. | |
| 6018 | 15834 | H1F010024 | GEOLOGI DAN ANALISIS PENCEMARAN AIR BERDASARKAN KARAKTERISTIK AIR LINDI TPA BANJARAN KABUPATEN PURBALINGGA JAWA TENGAH | Air lindi yang terbentuk di TPA Banjaran akan terkumpul di kolam penampungan lindi. Setelah mencapai batas volume kolam, secara otomatis lindi akan dibuang melalui saluran dan nantinya akan terakumulasi di sungai. Hal ini menarik untuk dikaji terutama air tanah, karena letak buangan lindi berada deka dengan area pemukiman warga yang dapat menimbulkan dampak negaif seperti pencemaran air tanah Daerah penelitian secara administrasi terletak di Desa Banjaran, kecamatan Bojongsari, kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi, arah aliran air tanah, karakteristik kimia-fisika air dan mengetahui status mutu kualitas air di TPA Banjaran.. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa pemetaan geologi yang mencakup geomorfologi, struktur geologi, stratigrafi. Metode pengukuran sifat fisika-kimia air yang mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 82 tahun 2001 dan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup tahun 1995. Penentuan status mutu kualitas air menggunakan Metode Indeks Pencemaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian memiliki tiga satuan geomorfologi dan empat satuan stratigrafi. Senyawa kimia yang terkandung dari lindi dan air tanah, menunjukkan adanya beberapa senyawa yang tidak memenuhi kadar maksimum yang telah ditetapkan, bahkan hasil analisis menunjukkan adanya kandungan senyawa logam berat. Senyawa-senyawa tersebut yaitu: Total Zat Padat Terlarut, Total Zat Padat Tersuspensi, Chemical Oxygen Demand (COD), Biological Oxygen Demand (BOD), Fenol, Nitrat, Nitrit, Phosphat, Amonia, Besi, Mangan, Tembaga, Krom, dan Sulfida. Nilai Indeks Pencemaran sungai yaitu 5,14 (tercemar sedang) dan nilai Indeks Pencemaran sumur yaitu 4,83 (tercemar ringan). | Leachate in Banjaran landfill will be collected in pond. Which will automatically discharged through the drain after limit of volume. In the pond was maximal to the river body. Chemical element of leachate is one of interested study in groundwater that. Location of leachate is closed to dwelling people which can cause negatif impact such as groundwater pollution. Study area is located in Banjaran village, Bojongsari district, Purbalingga regency, Central Java. The research aims to know geologic condition, flow direction of ground water, physical-chemical characteristic of leachate and groundwater, also to know status of water quality contamination which happened in Banjaran landfill. The method used in this research is geological mapping which covers geomorphology, geology structure, stratigraphy, and ground water physic-chemical measurement method which refer to government regulation No 82, 2001 and ministry of environment regulation in 1995. Water quality level was determined by using Pollution Index Methods. The result show that the researched area has three geomorphologic unit and four stratigraphic unit. Chemical compound contained in leachate and ground water show that there are some compounds that can’t fulfill maximum degree of which already appointed, or even the result of analysis show that there is heavy metal compound. The compounds are : total of dissolved solid , total of dissolved solid matter, Chemical Oxygen Demand , Biological Oxygen Demand , Fenol , Nitrate , Nitrite , Phosphate , Ammoniac , Iron, Manganese , Copper , Chromium , and sulfide . Value river pollution index is 5.14 (moderate polluted) and value well pollution index is 4.83 (lightly polluted). | |
| 6019 | 15842 | E1A110035 | KEKUATAN PEMBUKTIAN KETERANGAN AHLI BALISTIK FORENSIK DALAM KASUS TINDAK PIDANA CEBONGAN (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor : 48-K/PM II-11/AD/VI/2013) | Pemanfaatan ilmu ahli balistik forensik dalam penegakan hukum dan keadilan membutuhkan saksi ahli balistik di pengadilan. Saksi ahli pada dasarnya adalah orang yang memiliki pengetahuan, pengalaman dan keterampilan khusus sebagai dasar dalam memberikan keahlian yang disebabkan tindak kejahatan. Kewajiban ahli untuk membuat penjelasan keterangan ahli diatur dalam kitab hukum dalam kejahatan. Tenaga ahli balistik forensik sebagai saksi ahli dapat diminta oleh jaksa atau pengacara tersangka atas persetujuan hakim. Ahli balistik forensik dapat sebagai saksi fakta atau sebagai saksi pendapat (saksi ahli independen), tergantung pada informasi yang dibutuhkan di pengadilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa keterangan ahli balistik forensik diperlukan dalam Tindak Pidana Nomor : 48-K/PM II-11/AD/VI/2013, dan untuk mengetahui bagaimana kekuatan pembuktian keterangan ahli balistik forensik dalam Putusan Tindak Pidana Nomor : 48-K/PM II-11/AD/VI/2013. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Yuridis Normatif yaitu dengan cara menelaah bahan pustaka (data sekunder) yang ada. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif kualitatif yaitu mengolah dan menafsirkan berdasarkan pada putusan maupun perundang-undangan yang berkaitan dengan penelitian. Penelitian yang dilakukan dari Putusan Nomor: 48-K/PM II-11/AD/VI/2013 diperoleh hasil sebagai berikut: Kekuatan Pembuktian Keterangan Ahli Forensik Dalam Tindak Pidana Kasus Cebongan (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor : 48-K/PM II-11/AD/VI/2013) yaitu, a) Ahli dihadirkan di persidangan adalah untuk mengetahui penyebab utama kematian korban, memperkirakan saat kematian korban dan memperkirakan saat kematian korban. b) Kekuatan alat bukti keterangan ahli balistik forensik dalam tindak pidana kasus Cebongan merupakan alat bukti yang sah dan bersifat bebas. | The utilization of forensic ballistics expert knowledge in law enforcement and justice require ballistics expert witness in court. The expert witness is basically a person who has the knowledge, experience and special skills as a basis to provide expertise resulting crime. Experts obligation to make a clarification statement of experts is set in the book of the law in the crime. Forensic ballistics experts as an expert witness may be requested by prosecutors or lawyers of the accused to the approval of a judge. Forensic ballistics expert as a witness can fakt or as a witness opinion (independent expert witnesses), depending on the information needed in court. This study aims to determine why the statement of the expert ballistics forensic required in Crime Number: 48-K / PM II-11 / AD / VI / 2013, and to know how the strength of evidence from expert testimonies ballistic forensics in Decision Crime Number: 48-K / PM II-11 / AD / VI / 2013. This research used normative juridical approach that is by studying library materials (secondary data) that exist. The method used in this research is normative and interpret qualitative process based on the judgment and legislation related to the research. Research conducted on the Decision No. 48-K / PM II-11 / AD / VI / 2013 results are as follows: Strength of Evidence Description Ballistics Forensic Experts In Crime Case Cebongan (Overview Judicial Decision Number: 48-K / PM II-11 / AD / VI / 2013), namely, a) The expert presented at trial is to determine the main cause of death of the victim, when the victim's death estimates and estimated time of death of the victim. b) The strength of the evidence of forensic ballistics expert testimony in a criminal act Cebongan cases is valid evidence and is free. | |
| 6020 | 15843 | H1F010030 | GEOLOGI DAN ANALISIS PENCEMARAN AIR BERDASARKAN KARAKTERISTIK LINDI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR KALIORI KABUPATEN BANYUMAS JAWA TENGAH | Pertumbuhan jumlah penduduk dan perkembangan pembangunan Kota Purwokerto yang cepat mengakibatkan peningkatan jumlah sampah. Penelitian berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kaliori, secara administrasi terletak di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. TPA Kaliori dibangun tahun 2013 dengan sistem pengelolaan sampah modern yaitu Sanitary Landfill untuk menggantikan TPA saat ini yaitu TPA Gunung Tugel yang masih menggunakan sistem pengelolaan Open Dumping. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi, arah aliran air tanah, karakteristik kimia-fisika air dan mengetahui status mutu kualitas air di TPA Kaliori. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pemetaan geologi mencakup geomorfologi, struktur geologi, stratigrafi. Pengujian sifat fisika-kimia air tanah dan lindi yang mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 82 tahun 2001 dan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup tahun 1995. Penentuan status mutu kualitas air menggunakan Metode Indeks Pencemaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian memiliki dua satuan geomorfologi dan empat satuan stratigrafi. Pencemaran air yang terjadi di TPA Kaliori diakibatkan pengaruh pergerakan lateral dan vertikal lindi yang mencemari air tanah. Senyawa kimia yang terkandung dari lindi dan air tanah, menunjukkan adanya beberapa senyawa yang tidak memenuhi kadar maksimum yang telah ditetapkan, bahkan hasil analisis menunjukkan adanya kandungan senyawa logam berat. Senyawa-senyawa tersebut yaitu: Total Zat Padat Terlarut, Total Zat Padat Tersuspensi, Chemical Oxygen Demand (COD), Biological Oxygen Demand (BOD), Fenol, Nitrat, Nitrit, Phosphat, Amonia, surfaktan dan senyawa logam berat seperti Besi, Mangan, Tembaga, Krom, dan Sulfida melebihi kadar yang telah ditetapkan. Status mutu air di TPA Kaliori menggunakan Metode Indeks Pencemaran (IP). Nilai Indeks Pencemaran sungai yaitu 6,05 (tercemar sedang) dan nilai Indeks Pencemaran sumur yaitu 4,84 (tercemar ringan). | The development of society and its environment in Purwokerto has rapidly increased the number of waste. The researched area is located in Kaliori village, Kalibagor regency, Banyumas, Central Java. Kaliori landfill was built on 2013 with modern waste management system called Sanitary Landfill to change the old Gunung Tugel landfill that used open dumping waste management system. The research aims to know geologic condition, flow direction of ground water, physical-chemical characteristic of leachate and groundwater, also to know status of water quality contamination which happened in Kaliori landfill. The method used in this research is geological mapping which covers geomorphology, geology structure, stratigraphy, and ground water physic-chemical measurement method which refer to government regulation No 82, 2001 and ministry of environment regulation in 1995. Water quality level was determined by using Pollution Index Methods. The result show that the researched area has two geomorphologic unit and four stratigraphic unit. Water contamination which happened in Kaliori landfill influenced by lateral movement and vertical from leaching which contaminate ground water. Chemical compound contained in leachate and ground water show that there are some compounds that can’t fulfill maximum degree of which already appointed, or even the result of analysis show that there is heavy metal compound. The compounds are : total of dissolved solid matter, suspension solid matter,Chemical Oxygen Demand, Biological Oxygen Demand, Fenol, Nitrate, Nitrite, Phosphate, Ammoniac, and heavy metal compound such as Iron, Copper, Chrome and Sulfide that exceeds maximum degree of which already appointed. Status of water quality at Kaliori Landfill using Pollution Index Methode (IP). Value river pollution index is 6.05 (moderate polluted) and value well pollution index is 4,84 (lightly polluted). |