Artikel Ilmiah : E1A012032 a.n. FATMA WATININGSIH
| NIM | E1A012032 |
|---|---|
| Namamhs | FATMA WATININGSIH |
| Judul Artikel | PRAPERADILAN NOVEL BASWEDAN (Tinjauan Yuridis Perkara Praperadilan No.37/Pid.Prap/2015/PN.Jkt.Sel) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | ABSTRAK Praperadilan merupakan lembaga baru yang lahir setelah diundangkannya Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, sebagai Undang-Undang No.8 Tahun 1981. Tujuan dari lembaga praperadilan yaitu untuk melindungi hak-hak tersangka dalam tingkat penyidikan dan penuntutan. Penyidik atau penuntut umum dalam melakukan tindakan upaya paksa haruslah didasarkan pada ketentuan-ketentuan hukum dan undang-undang yang berlaku. Dalam Putusan Perkara No.37/Pid.Prap/2015/PN. Jkt. Sel, Novel Baswedan mengajukan permohonan praperadilan dengan alasan bahwa penangkapan dan penahanan yang dilakukan penyidik tidak sesuai dengan prosedur hukum dan tidak sah. Adapun hakim dalam menjatuhkan putusan praperadilan dengan mendasarkan dan mempertimbangkan pada pasal 19 ayat 2 KUHAP dan Pasal 21 ayat 1 KUHAP. Berdasarkan fakta hukum dan Pasal 19 ayat 2 KUHAP tersebut hakim berkeyakinan, bahwa penangkapan yang dilakukan penyidik terhadap Novel Baswedan telah sesuai dengan prosedur hukum dan sah. Terkait penahanan yang didasarkan pada fakta dilakukannya penahanan dan Pasal 21 ayat 1 KUHAP, hakim berkeyakinan juga bahwa penahanan terhadap Novel Baswedan telah sesuai dengan prosedur hukum dan sah. Dengan demikian akibat hukum yang ditimbulkan terhadap sahnya penangkapan dan penahanan yang sah maka berdasarkan Pasal 82 ayat 3 huruf a KUHAP yaitu penyidik dan penuntut umum harus melanjutkan penyidikan dan penuntutannya. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | ABSTRACT Pretrial is a new organization that was born after the promulgation of the Code of Criminal Procedure, as Law No.8 Year 1981. The purpose of the pretrial institution which is to protect the rights of suspects in the level of investigation and prosecution. Investigator or prosecutor to take action to forceful measures must be based on legal provisions and the applicable legislation. In Case Decision 37 / Pid.Prap / 2015 / PN. Jkt. Sel, Novel Baswedan filed a pretrial petition on the grounds that the arrest and detention by investigators are not in accordance with legal procedures and is not valid. The pretrial judge in the verdict and consider basing on article 19 paragraph 2 of the Criminal Procedure Code and Article 21 paragraph 1 of the Criminal Procedure Code. Based on the facts of law and Article 19 paragraph 2 of the Criminal Procedure Code a judge believe that the arrest by investigators of the Novel Baswedan in accordance with legal procedures and legitimate. Related detention is based on the fact the arrest and Article 21 paragraph 1 of the Criminal Code, the judge believe also that the detention of Novel Baswedan in accordance with legal procedures and legitimate. Thus the legal consequences posed to the validity of the arrest and detention is lawful based on Article 82 paragraph 3 letter a Criminal Code that the investigator and the prosecutor must continue the investigation and prosecution. |
| Kata kunci | Kata kunci: Praperadilan, Penangkapan dan Penahan |
| Pembimbing 1 | Handri Wirastuti Sawitri, S.H., M.H. |
| Pembimbing 2 | Pranoto, S.H., M.H. |
| Pembimbing 3 | Prof.Dr. Hibnu Nugroho, S.H., M.H. |
| Tahun | 2012 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2016-08-16 01:31:23.326166 |