Home
Login.
Artikelilmiahs
15882
Update
ERIKA ZULIANA DAMAYANTI
NIM
Judul Artikel
ANALISIS TEKNOEKONOMI MESIN PENYOSOH KACANG KORO (Canavalia ensiformis L) TIPE TEP-17
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Koro merupakan bahan pangan lokal berupa kacang-kacangan memiliki potensi yang besar menjadi produk pangan apabila ditinjau dari nilai gizi dan syarat tumbuhnya. Namun, permasalahan yang dihadapi dalam pemanfaatan kacang koro adalah penanganan pasca panen yaitu proses pengupasan kulit ari. Pengunaan mesin penyosoh kacang koro tipe TEP-17 diharapkan dapat mengatasi permasalahan tersebut. Penelitiaan ini bertujuan untuk mengetahui analisis teknis dan ekonomi dari mesin penyosoh kacang koro tipe TEP-17. Penelitian ini meliputi dua tahap, tahap pertama berupa analisis teknis (meliputi kapasitas penyosohan, kualitas sosohan, rendemen dan efisiensi penyosohan) pada masing-masing perlakuan. Pada tahap kedua, dari keseluruhan data yang didapat, dipilih hasil terbaik untuk dianalisis secara ekonomi yang meliputi NPV, B/C Ratio, IRR, Pay Back Period, BEP, dan analisis sensitivitas. Hasil kapasitas penyosohan, rendemen dan efisiensi penyosohan yang terbesar pada perlakuan L2T2 (direndam dengan soda kue 1% selama 24 jam) sebesar 248,58 kg/jam, 65,77% dan 86,06%. Hasil penyosohan sempurna terbanyak terdapat pada perlakuan L0T0 (hanya direbus selama 30 menit). Analisis ekonomi diambil dari data perlakuan L0T0 menghasilkan nilai NPV sebesar Rp. 75.238.660,00 dengan nilai B/C rasio yaitu 1,53; nilai IRR yaitu 29% dan nilai pay back period yaitu 2,707 tahun atau 2 tahun 8 bulan 15 hari. Analisis sensitivitas dilakukan terhadap suku bunga bank dan persentase penjualan. Proyek ini akan menjadi tidak layak bila mengalami kenaikan suku bunga sebesar 30%, penurunan persentase penjualan menjadi 97% dari tahun ke-2 sampai ke-5 dan 95% bila persentase penjualan tiap tahun.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Jack bean is a local food from kind of nutthat has large potential as food productsconsiderately obtained based on nutrition facts and its growth conditionals. Jack bean contained of carbohydrate amount 60.1% and 30.36% protein. However, there’s still has a trouble in utilization of jack beans on postharvest treatment in term of peeling process from its upper coat. Using of jack bean milling machine types TEP-17 was expected to solve this problem. This research aims consist of two steps, first step is analyze as technically (process that include aremilling capacity,quality of milling percentagerendements and efficiency of milling process) for each treatments. Then, second step isanalyze economic value, by selecting one of optimum data from overalldata result to beanalyze economically to determineNPV, B/C Ratio, IRR, Pay Back Period, BEP, dan sensitivity analysis. The result formillingcapacity, rendements and efficiency of milling process showed that has biggest value in L232 treatment (by submerge with cake soda 1% dor 24-hour)248,58 kg/hour, 65,77% and 86,06%. The optimal result of milling processing showed in L0T0 treatment (boiled for 30 minutes ). Economic analysis that taken from selection data showed NPV value Rp. 75.238.660,00; B/C ratio 1,53; IRR 29% and pay back period value are 2,707 years atau 2 years 8 months 15 days. Sensitivity analysis for interest rate and percentage of selling. This project would become unfeasible if it meets the increasing of interest rate more than 30%, decreasing percentage of selling would become 97% from 2nd years till 5th years if anual percentage of selling was similar.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save