Home
Login.
Artikelilmiahs
15831
Update
DODY GUSTI KURNIA
NIM
Judul Artikel
EKSPLORASI KUMBANG TOMCAT (Paederus fuscipes Curtis.)DAN KEMAMPUAN PEMANGSAANNYA TERHADAP WERENG BATANG COKELAT (Nilaparvata lugens Stal.) DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui populasi kumbang tomcat dan WBC 2) mengetahui tingkat predatisme kumbang tomcat terhadap WBC 3) mengetahui tingkat preferensi kumbang tomcat terhadap mangsa alternatif. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan dari bulan November 2015 sampai Juni 2016. Penelitian meliputi 1) eksplorasi kumbang tomcat dan wereng batang cokelat yang dilakukan di lima kecamatan di Kabupaten Banyumas masing-masing terdiri dari lima desa. Sampel ditentukan dengan metode purposive random sampling. Variabel yang diamati adalah populasi kumbang tomcat, populasi WBC dan intensitas serangannya. 2) Uji predatisme kumbang tomcat terhadap wereng batang cokelat. Uji predatisme dilakukan dengan membandingkan tingkat predatisme terhadap 2 stadia WBC (nimfa dan imago) dan kerapatan mangsa (10, 20 dan 30). Variabel yang diamati yaitu lama mencari mangsa, jumlah mangsa yang dimangsa, persentase pemangsaan dan lama menangani mangsa. 3) Uji preferensi kumbang tomcat terhadap mangsa alternatif dilakukan dengan membandingkan tingkat preferensi pemangsa kumbang tomcat terhadap 3 jenis mangsa yaitu Aphis craccivora, Bemisia tabaci, Aphis gosyipii. Hasil penelitian eksplorasi menunjukkan populasi kumbang tomcat dan wereng batang cokelat dipengaruhi oleh lokasi yang berbeda baik antar kecamatan maupun antar desa. Populasi kumbang tomcat tertinggi yaitu di kecamatan Jatilawang sebesar 1,55 individu/rumpun. Populasi WBC tertinggi pada kecamatan Kebasen sebesar 8,1 individu/rumpun. Tingkat predatisme kumbang tomcat terhadap WBC stadia nimfa lebih baik dibandingkan stadia imago. Tingkat predatisme kumbang tomcat terhadap wereng batang cokelat dengan kerapatan 30 individu lebih baik dibandingkan kerapatan 20 dan 10 individu. Mangsa alternatif yang paling disukai kumbang tomcat yaitu Aphis gosyipii.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The research aims to 1) know the population of rove beetle and BPH 2) know the level of predatisme rove beetle against BPH 3) know the level of preferences rove beetle to alternative prey. The research was conducted in laboratory of Plant Protection, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research was conducted from November 2015 up to June 2016. This research included, 1) exploration rove beetle and brown planthopper, conducted in five districts in Banyumas, each consisting of five village.s The sample was determined by purposive random sampling method. 2) predation test of tomcat beetle against BPH. Predation test was done by comparing the predatism level of the two BPH (nymphs and imago) and the density of prey (10, 20 and 30). Variables observed were duration in searching preys, number of consumed preys, percentage of predation dan duration handling preys 3) preference test tomcat beetle to prey alternatives prey. Preference test was done by comparing the degree of preference of predatory rove beetle against three types of preys, namely Aphis craccivora, Bemisia tabaci, Aphis gosyipii. The results of exploratory research showed rove beetle and brown planthopper was influenced by location vary both between districts and between villages. Population rove beetle highest in the district Jatilawang 1,55 individuals/clump. Brown planthopper population highest in districts Kebasen of 8.1 individuals/clump. Predation level rove beetle against BPH nymph phase better than imago phase . Predation level rove beetle against BPH with a density of 30 individuals is better than the density of 20 and 10 individuals . The most preferred alternative prey of rove beetle was Aphis gosyipii.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save