Artikel Ilmiah : D1E012274 a.n. JALU DWI PERMANA

Kembali Update Delete

NIMD1E012274
NamamhsJALU DWI PERMANA
Judul ArtikelKecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik pada Hijauan yang Ditambah Konsentrat secara In Vitro
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecernaan bahan kering dan bahan organik empat jenis hijauan dalam pakan sapi potong. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah cairan rumen sapi potong, konsentrat yang terdiri dari bungkil kelapa, pollard, onggok, jagung giling, garam, soyxyl, starvit, gupro, bekatul, dolomit, dan mollases dan hijauan yang berupa daun katuk, daun pisang, daun waru, dan rumput gajah. Metode penelitian adalah eksperimental dengan menggunakan analisis rancangan acak legkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik (P<0.01). Berdasarkan uji lanjut beda nyata jujur dengan membandingkan nilai tengah perlakuan didapatkan bahwa kecernaan bahan kering antara P2 vs P4 dan P3 vs P4 berbeda nyata. Sedangkan antara P1 vs P2, P1 vs P3, P1 vs P4, dan P2 vs P3 tidak berbeda nyata. Kecernaan bahan organik dari P3 vs P4 menunjukkan hasil yang berdeda sangat nyata, P2 vs P4 dan P1 vs P3 menunjukkan hasil yang berbeda nyata, sedangkan P1 vs P2, P1 vs P4 dan P2 vs P3 menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Kesimpulan dari penelitian adalah hijauan pakan yang mempunyai serat kasar yang tinggii dapat dijadikan pakan alternatif pada saat musim kemarau tetapi pemberiannya harus diimbangi dengan konsentrat atau pakan sumber protein lainnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)The research objective was to determine the digestibility of dry matter and organic matter of various forages in cattle feed. The research materials were rumen fluid of beef cattle, concentrate which consisted of copra, pollard, cassava, cor milk, salt, soyxyl, starvit, gupro, rice brand, dolomit, and mollasses, and forages consisting of katuk leaves, waru leaves, banana leaves and napier grass. The research method was experimental and used a Completely Randomized Design. The results showed that the treatments very significantly effected the digestibility of dry matter and that of organic matter (P<0,01). Based on the Honestly Significant Difference test (HSD), by comparing the median value of the treatment, showed that the dry matter digestibilities between P2 vs P4 and P3 vs P4 were significantly different. While those between P1 vs P2, P1 vs P3, P1 vs P4, and P2 vs P3 were not significantly different. The digestibility of organic matter from P3 vs P4 showed a very significantly difference, that from P2 vs P4 and P1 vs P3 showed significantly different results, whereas that from P1 vs P2, P1 vs P4 and P2 vs P3 showed not significantly different results. The conclusion of this study is that forage with high levels of crude fiber can be used as an alternative feed during the dry season but must be balanced with feed concentrates or other protein sources.
Kata kunciKecernaan, hijauan, konsentrat, in vitro
Pembimbing 1Ir. H. Suparwi, M.S
Pembimbing 2Dr,Drh, H. Muh. Samsi, M.P
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman5
Tgl. Entri2016-08-13 21:13:38.685645
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.